AMALAN REZEKI LANCAR DAN HUTANG LUNAS


Ijazah doa dari Abah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan Abu Sayid Muhammad bin Alwy al-Maliki

Doa ini dibaca setiap sehabis sholat 5 waktu, sebanyak tiga kali agar lebih segera terkabul. Ini doanya:

ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZAN, WA A’UDZUBIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI, WA A’UDZUBIKA MINAL JUBNI WAL BUKHLI, WA A’UDZUBIKA MIN GHLABATID DAYNI WA QAHRIR RIJAAL.

Artinya:
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kedukaan, aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari takut (miskin) dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya hutang dan paksaan orang-orang.

Lanjutkan dengan wirid setiap usai sholat sunnah 2 rakaat sebelum sholat fardhu subuh….

SUBHANALLAH WA BIHAMDI, SUBHANALLAH AL-AZHIM, ASTAGFIRULLAH 100X
Artinya:
Maha Suci Allah dengan segala puji-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung, aku memohon ampunan-Mu

Pegang dada sebelah kiri (jantung) dengan tangan kanan sambil membaca
YAA FATTAH YAA RAZZAQ 70X

Artinya: Yang Maha Pembuka, Yang Maha Pemberi Rezeki

Ijazah selesai terima kasih.

@@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 245 Komentar

ROTIB AL ATHTHAS


===Sangat disayangkan bila untaian doa-doa mustajabah yang luar biasa dari Rotib Al Athtas ini terlewatkan dari wawasan kita. Selamat membaca dan semoga mendapatkan barokah++=== salam.

AUDZUBILLAHIMINASSYAITONIRROJIM

BISMILLAHIR-ROHMAANIR-RAHIIM. ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIINA HAMDAN YUWAFII NI’MAHU WAYUKAAFII MAZIDAHU, YAA RABBANA LAKAL HAMDU KAMAA YANBAGHI LIJALAALI WAJHIKA WALI’AZHIIMI SULTHAANIK, AL-FAATIHAH ILAA HADHRATI HABIIBINA WA SAYYIDINA MUHAMMAD SAW. WA MAN WALAHU, ILAA RUUHI SAYIDINA AL-HABIB UMAR BIN ABDURRAHMAN AL-ATHTHAS SHAAHIBU RATIB, WA SYAIKH ALI BIN ABDULLAH AL-BAROS WA USHULIHIM WA FURU’IHIM, INNA ALLAHA YATAGHASYSYAHUM BIR-RAHMATI WAL MAGHFIRATI AL-FAATIHAH…..

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang dapat memenuhi tuntutan syukur atas nikmat-nikmat-Nya, Ya Robbana, bagi Mu lah segala pujian sebagaimana layaknya dengan kemuliaan wajah Mu dan kebesaran kekuasaan Mu. Al-Fatihah untuk kehadirat Tuanku, kekasih kami, dan pemberi syafa’at kami, pemimpin kami, Baginda Nabi Muhammad SAW dan keluarga, sahabat orang yang mengikutinya, dan ruhnya sayidina Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas penyusun ratib ini , dan syaikh Ali bin Abdullah Al-Baros serta asal usul dan keturunan mereka, sesungguhnya Allah akan menolong mereka dengan rahmat dan ampunan, Al-Fatihah……

LAU ANZALNAA HAADZAL QUR’AANA ‘ALAA JABALIN LARAITAHU KHAASYI’AN MUTASHADDI’AN MIN KHASY-YATILLAAHI WATILKAL AMTSAALU NADHRIBUHAA LINNAASI LA’ALLAHUM YATAKKAFARUUN. HUWALLAHUL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWA ‘AALIMUL GHAIBI WASY-SYAHAADATI HUWAR RAHMAANUR RAHIIMU. HUWALLAAHUL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL MALIKUL QUDDUUSUS SALAAMUL MU’MINUL MUHAIMINUL ‘AZIIZUL JABBARUL MUKABBIRU SUBHAANALLAAHI ‘AMMAA YUSYRIKUUNA. HUWALLAAHUL KHAALIQUL BAARI-UL MUSHAWWIRU LAHUL ASMAA-UL HUSNA YUSABBIHU LAHUU MAA FIS SAMAAWAATI WAL ARDHI WA HUWAL ‘AZIIZUL HAKIIM.

A’UUDZU BILLAHIS SAMII’IL ‘ALIIMI MINASYAITHAANIR RAJIIM (3X)
“Aku berlindung pada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk” (3x)

A’UUDZU BIKALIMAATILLAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ (3X)
“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan apa-apa yang diciptakan-Nya” 3x

BISMILLAAHIL LADZIY LAA YADHURRU MA’ASMIHII SYAI-UN FIL ARDHI WALAA FIS SAMAA’II WAHUWAS SAMII’UL ‘ALIIM. (3X)
“Dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun dapat memberi mudharat, baik di bumi maupun di langit dan Dia- lah Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui” 3x

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM WA LAHAWLAA WA LAQUWWATA ILLAA BILLAAHI ‘AALIYYIL ‘AZHIIM. (10X)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada daya dan tiada kekuatan dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”(10x)

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM (3X)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”(3x)

BISMILLAAHI TAHASHSHANNAA BILLAHI BISMILLAAHI TAWAKKALNA ‘ALAALLAH (3X)
“Dengan nama Allah aku berlindung dengan Allah. Dengan nama Allah aku berserah diri pada Allah”(3x)

BISMILLAHI AAMANNAABILLAAHI WA MAN YU’MIN BILLAAHI LAKHAUFUN ‘ALAYHI (3X)
“Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah. Barangsiapa beriman kepada Allah maka tiada takut baginya”(3x)

SUBHANALLAHI ‘AZALLAHU SUBHANALLAHI JALLALLAAHU
“Maha suci Allah, Maha Mulia Allah, Maha suci Allah Maha Agung Allah”(3x)

SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHII SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIM (3X)
“Maha Suci Allah dengan segala puji kepada-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung.” (3x)

SUBHANANALLAAHI WALHAMDULILLAAHI WALAA ILAAHA ILLALLAAHA WALLAAHU AKBAR (4X)
“Maha Suci Allah, dan segala puji hanya khusus bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali hanyalah Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar.” (4x)

YAA LATHIIFAN BI KHALQIH, YAA ‘AALIMAN BI KHALQIH, YAA KHABIIRAN BI KHALQIH, ULTHUF BINA YA LATHIIFU, YA ‘ALIIMU, YA KHABIIR 3X
“Yang Maha Lembut terhadap makhluk-NYA, Yang Maha Mengetahui terhadap makhluk-NYA, Yang Maha Mengamati terhadap makhlukNYA, berlemah lembutlah kepada kami Yang Maha Lembut, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Mengamati” 3x

LAA ILAHA ILLAALLAHU (40/70/100X) MUHAMMADUR RASULULLAAH
“Tiada yang wajib disembah selain Allah (40/70/100x) Muhammad adalah rasul Allah”

HASBUNALLAAHU WA NI’MAL WAKIIL (7X)
Bagi kami cukup Allah sebagai pelindung kami dan Dia adalah sebaik-baiknya Penolong

ALLAHUMM SHALLI ‘ALAA MUHAMMADIN, ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAIHI WASSALLIM (11X)
“Wahai Tuhan kami, berilah shalawat/rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad, Ya Tuhan Kami berilah shalawat/rahmat-Mu kepadanya dan kesejahteraan-Mu.” 11x

ASTAGHFIRULLAHI (11X)
“Aku mohon ampunan Allah” (11x)

TA’IBU ‘ILAALLAAHU (3X)
Semoga aku termasuk golongan orang yang taubat kepad Allah

YA ALLAH BIHA, YA ALLAH BIHA, YA ALLAHU BI HUSNIL KHATIMAH 3X
“Ya Allah dengan kalimahMU, Ya Allah dengan kalimahMU, Ya Allah karuniailah kami husnul khatimah (akhir hayat yang baik)” 3x

GHUFRAANAKA RABBANAA WA ILAIKAL MASHIIR.
LAA YUKALLIFULLAAHU NAFSAN ILLA WUS’AHAA LAHAA MAA KASABAT WA’ALAIHAA MAKTASABAT, RABBANA LAA TU-AAKHIDZNAA IN NASIINAA AU AKHTHA’NAA RABBANAA WALAA TAHMIL ‘ALAINAA ISHRAN KAMAA HAMALTAHUU ‘ALAL LADZIINA MIN QABLINAA RABBANAA WALAA TUHAMMILNAA MAA LAA THAAQATA LANAA BIH, WA’FU’ANNA WAGHFIRLANAA WARHAMNAA ANTA MAULAANAA FANSHURNAA ‘ALAL QAUMIL KAAFIRIIN.

“ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepadaMu-lah kami kembali.
Allah tidak membebani seseorang melainkan lebih dari kemampuannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya (mereka berdo’a) Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada oramg-orang sebelum kami, Ya Tuhan kami janganlah pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami.”

AL-FATIHAH ILAA HADHRATI RUUHI SAYYIDINA WA HABIIBINA WA SYAFI”INA WA MAULANA MUSTHAFA MUHAMMAD BIN ABDULLAH SAW WA AALIHI WA ASHAABIHI WA DZURRIYAATIHI WA AHLI BAITIHIIM AJMAA’IN. INNALLAAHA YUKLII DARAJAATIHIM FIL JANNAAH WA YAN FA’UNAA BIASRAARIHIM WA ANWAARIHIM WA ‘ULUUMIHIM WA SYAFA’ATIHIM WA BIHURMATIHIM FID DIIN WA DUNYAA WAL AKHIRAATI WAYAJ ’ALUUNAA MIN HIZBIHIM WA YARZUQUUNA MAHABBATAHUM WA YATAWAFFANAA ‘ALAA MILLATIHIM WA YAHSYARNAA FII ZUMRATIHIM. SYAILI-LLAAHI LAHUM AL-FATIHAH…..

“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga pahalanya disampaikan Allah kepada hadirat penghulu kami, kecintaan kami dan pemberi syafaat kami, Rasullullah Muhammad bin Abdillah SAW, juga kepada keluarganya, sahabat – sahabatnya, istri – istri nya dan anak cucu nya, dengan harapan semoga Allah meninggikan derajat mereka di dalam surga, dan semoga Allah memberi manfaat kepada kami dengan Rahasia mereka, cahaya mereka dan ilmu mereka dalam urusan agama dan dunia, dan semoga Allah menjadikan kami termasuk golongan mereka, dan mengaruniai kami kecintaan terhadap mereka, serta mewafatkan kami atas agama mereka dan membangkitkan kami dalam barisan mereka. Al Fatihah semoga Allah memberikan pahala kepada kamu sekalian.”

AL-FATIHAH ILAA HADHRATI RUUHI SAYYIDINA AHMAD BIN ISA AL-MUHAJIR WA SAYIDINA AL-FAQIH AL-MUQADDAM MUHAMMAD BIN ALI BA’ALAWY WA SAYIIDIL AL-HABIB ABDURRAHMAN BIN MUHAMMAD AS-SEQAFF, WA USHUULIHIM WA FURUU’IHIM WA AHLI SILSILAATIHIM WAL AKHIDZIINA MINHUM WAL JAMI’I SADATINA ALII BA’ALAWY WA DZAWIIL HUQUUQI ‘ALAYHIM ‘AJMA’IIN. INNALLAAHA YAGHFIRULLAHUM WA YARHAMHUM WA YUKLII DARAJAATIHIM FIL JANNAAH WA YAN FA’UNAA BI BARAKATIHIM WA ASRAARIHIM WA ANWAARIHIM WA ‘ULUUMIHIM WA SYAFA’ATIHIM WA BIHURMATIHIM FID DIIN WA DUNYAA WAL AKHIRAATI. SYAILI-LLAAHI LAHUM AL-FATIHAH…..

“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga pahalanya disampaikan kepada ruh Sayyidinal Imam al Mujahir Ilallah, Ahmad bin Isa, dan kepada ruh Al Fagihil Muqaddam bin Ali Ba Alawy juga kepada nenek moyang dan anak cucu keduanya, semua dengan harapan semoga Allah mengampuni mereka, menyayangi mereka serta meninggikan derajat mereka di dalam surga, dan semoga Allah memberi manfaat kepada kami dengan Asror mereka, cahaya mereka, dan ilmu mereka di dalam agama, dunia, dan akhirat, Al Fatihah”

KHUSHUSHAN AL-FATIHAH ILAA HADHRATI RUUHI SAYYIDINA WA HABIBINA WA BARAKATINA SHAHIBI RATIB QUTHBI ANFAS AL-HABIB UMAR BIN ABDURRAHMAN AL-ATHTHAS TSUMMA ILAA RUUHI SYAIKH ALI BIN ABDULLAH AL-BAROS, WA USHUULIHIM WA FURUU’IHIM WA AHLI SILSILAATIHIM WAL AKHIDZIINA MINHUM, INNALLAHA YAGHFIRULLAHUM WA YARHAMHUM WA YUKLII DARAAJATIHIM FIL JANNAAH WA YAN FA’UUNAA BI BARAKAATIHIM, WA ASRAARIHIM, WA ANWAARIHIM, WA ‘ULUMIHIM, WA NAFAKHATIHIM FII DIIN WA DUN-YAA WAL AKHIRAAT, SYAI-UN LILLAAHI LAHUM. AL-FATIHAH…..

“Kami membaca Al-Fatihah dengan niat semoga pahalanya disampaikan Allah kepada ruh penyusun ratib ini, sayyidina wa habiibina wali penolong, wali qutub yang utama, al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas juga kepada ruh Syaikh Ali bin Abdullah Al-Baros, juga kepada nenek moyangnya, anak cucu mereka dan orang – orang yang mempunyai hak atas mereka semuanya, dengan harapan semoga Allah mengampuni mereka, menyayangi mereka dan meninggikan derajat mereka di surga, dan semoga Allah memberikan manfaat kepada kami dengan berkah mereka,Rahasia mereka, cahaya mereka, dan ilmu mereka juga semangat mereka di dalam agama, dunia dan akhirat, Al Fatihah.”

AL-FATIHAH ILLAA HADHRATI JAMI’IL AULIYA TA’ALA WA SHALIHIINA WAL IMMATIR-RASYIDIINA WAL ULAMA’I AMIILIIN, WA ILLAA HADHRATI WALIDIINA WA MASYAIKHINA WA MU’ALLIMIINA WA DZAWIIL HUQUUQI ‘ALAINAA AJMA’IN. TSUMMA ILLAA HADHRATI JAMII’IL MUKMINIINA WAL MUKMINAT WAL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT AL-AHYAA’I WAL AMWAAT. INNALLAHA YAGHFIRULLAHUM WA YARHAMHUM WA YUKLII DARAAJATIHIM FIL JANNAAH WA YAN FA’UUNAA WA BARAKAATIHIM, WA ANWAARIHIM, WA ASRAARIHIM, WA ‘ULUUMIHIM FID DIIN WA DUNYAA WAL AKHIRAATI. SYAILI-LLAAHI LAHUM AL-FATIHAH…..

“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga Allah menyampaikan pahalanya kepada arwah para aulia, orang – orang yang saleh dan pemimpin yang adil. Kemudian kepada arwah orang tua kami, guru – guru kami, mereka yang telah mengajar kepada kami, serta mereka yang mempunyai atas kami semuanya. Kemudian kepada arwah mukminin, mukminat, dan muslimin, muslimat, penduduk negeri ini, dengan harapan semoga Allah mengampuni mereka, menyayangi mereka dan meninggikan derajat mereka di dalam surga, dan semoga Allah memberikan manfaat kepada kami dari Rahasia mereka, cahaya mereka, dan ilmu mereka di dalam agama, dunia, dan akhirat, Al Fatihah.”

AL-FATIHAH BINIYYATIL QABUULI WA WUSHUULI WA HUSHULI TAMAMI KULLI SU’LIN WA MA’MUUL WA SHALAHISY-SYAANI ZHAHIRAAN WA BATHINAN FI DIIN WA DUNYA WAL AKHIRAT DAFI’ATAN LIKULLI SYARRIN JALIBATAN LIKULLI KHAIRIN LANA WALIDIINA WALI’AWLADINA WA ‘AHBAABINAA WA MASYAIKHINAA FID-DIINI MA’AL LUTHFI WAL ‘AAFIAH WA’ALAA NIYYATIN YUNAWWIRU QULUUBANA WA QUWWALIBANAA MA’AT TUQAA WAL HUDAA WAL’AFAAFA WAL MAUTI ‘ALAA DIINIL ISLAM WAL IIMAN BILAA MIHNATIN WA LAA IMTIHAANIN BI HAQQI SAYYIDINAA WALADI ‘ADNAAN WA LIKULLI NIYYATIN SHAALIHATIN WA ILLA HADHRATIL HABIIB MUSTHAFA MAULANA SAYIDINA MUHAMMAD SHALLALLAAHU ALAIHI WA AALIHII WA SHAHBIHI WA SALLAMA. AL-FATIHAH……

“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga bacaan kami diterima dan sampai kepada Allah serta dapat mencapai semua yang dicita – citakan, mendapat perbaikan keadaan lahir dan batin dalam urusan agama, dunia dan akhirat, serta menolak semua kejahatan dan mendatangkan semua kebaikan, bagi kami, orang tua kami, orang – orang yang kami cintai, guru – guru kami dalam agama, disertai kelembutan dan kesejahteraan. Dan dengan niat semoga Allah menerangi kalbu dan sanubari kami dengan cahaya takwa, petunjuk dan penjauhan diri dari keinginan – keinginan hina, dan meninggal dunia dalam keadaan memeluk Islam dan iman, tanpa disertai bencana dan cobaan, berkat kemuliaan putra Adnan (Rasullullah) , mengumpulkan semua niat yang baik dan bertambah – tambah cinta kepada sayyidina Nabi Muhammad SAW wa shohbihi wa sallam, Al Fatihah.”

BISMILLAHIR-ROHMAANIR-RAHIIM.ALHAMDULILLAHIR-RABBIL-‘ALAAMIN.
AR-RAHMAANIR-RAHIIM (3X)
ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIINA HAMDAN YUWAFII NI’MAHU WAYUKAAFII MAZIDAHU, YAA RABBANA LAKAL HAMDU KAMAA YANBAGHI LIJALAALI WAJHIKA WALI’AZHIIMI SULTHAANIK
SUBHAANAKA LAA NUHSII TSANAA-AN ‘ALAIKA ANTA KAMA ATSNAITA’ALAA NAFSIKA FALAKAL HAMDU HATTA TARDLAA WA LAKAL HAMDU IDZAA RADLIITA WA LAKAL HAMDU BA’DAR RIDLAA.
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN FIL AWAALIN
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN FIL AAKHIRIN
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN FIN-NABIYYIN
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN FIL MURSALIIN
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN FIL MALA ILLA YAUMID-DIIN
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN FII KULLI WAQTIN WAHIIN
ALLAHUMA SHALLI ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN HATTA TARITSAL ARDLA WAMAN ‘ALAIHAA WA ANTA KHAIRUL WAARITSIINA.
ALLAAHUMMA INNAA NASTAHFIDHUKA WA NASTAUDI’UKA DIINANAA WA ANFUSANAA WA AHLANAA WA AULAADANA WA MASYAIKHINA WA AMWALAANA WA KULLA SYAI’IN A’THAITANAA.
ALLAHUMMAJ’ALNAA FII KANAFIKA WA AMAANIKA WA JIWAARIKA WA ‘IYAADZIKA MIN KULLI SYAITHAANIN MARIIDIN WA JABBARIN ‘ANIIDIN WA DZII’AININ WA DZII BAGHYIN WA MIN SYARRI KULLI DZII SYARRIN INNAKA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QODIIR.
ALLAHUMMA JAMMILNAA BIL’AAFIYATI WAS SALAAMAATI WA HAQIQNAA BIT TAQWAA WAL ISTIQAMAATI WA A’IDZNAA MIN MUUJIBAATI NADAMATI FIL-HALI WAL MAALI INNAKA SAMII’UD DU’AAI.
ALLAHUMAGHFIRLANA WA LIWALIDIINA WA LI AWLADIINA WA MASYAIKHINA WA LII IKHWANINAA FID DIINI WA LI ASHABIINA WA ‘AHBAABINAA WA LIMAN AHABBANAA FIIKA WALIMAN AHSANA ILAINA WA MU’ALIMIINA FID-DIIN WA DZAWIIL HUQUUQI ‘ALAINAA AJMA’IN WA LIL JAMII’IL MUKMINIINA WAL MUKMINAT WAL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT AL-AHYAA’I WAL AMWAAT INNAKA ALLA KULLI SYAI’IN QADIIR YAA RABBAL ‘ALAAMIIN.
WA SHALLI ALLAHUMMA BIJAMALIKA WA JALALIKA ‘ALAA SAYIDINA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA SHAHBIHI AJMA’IN.
ALLAHUMMAR-ZUQNAA KAMAA LAL MUTABA’ATI LAHU ZHAHIRAN WA BATHINAN BIL ‘AFIYAATA WAL SALAMAH YAA ARHAMAR-RAHIIMIIN
SUBHAANAKA RABBIKA RABBIL ‘IZZATI ‘AMMA YASHIFUUNA WASALAMUN ‘ALAL MURSALIINA WAL HAMDULILLAHI RABBIL’AALAMIIN.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang dapat memenuhi tuntutan syukur atas nikmat – nikmat Nya.
Ya Robbana, bagi Mu lah segala pujian sebagaimana layaknya dengan kemuliaan wajah Mu dan kebesaran kekuasaan Mu. Maha Suci Engkau kami tidak mampu menghinggakan sanjungan kepada Mu, sebagaimana Engkau telah menyanjung diri Mu sendiri.Bagi Mu lah segala pujian hingga Engkau Ridho, bagi Mu lah segala pujian jika Engkau Ridha, dan bagi Mu lah segala pujian sesudah Engkau ridha.
Ya Allah limpahkanlah segala shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad, di kalangan orang – orang permulaan; limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad dikalangan orang – orang kemudian ; limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad di setiap waktu dan saat ; limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad di kalangan malaikat hingga hari kiamat ; dan limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad hingga Engkau warisi bumi dan siapa – siapa yang ada di atasnya, sedang Engkau adalah sebaik – baik pemberi warisan.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan-MU dan kami titipkan kepadaMU agama, diri, keluarga, anak-anak, harta, dan segala sesuatu yang telah Kau berikan kepada kami.
Ya Allah jadikanlah kami selalu di bawah pengawasan, keamanan dan perlindungan-Mu dari godaan setan yang terkutuk, pengusa-pengusa yang keji, dari orang-orang yang berbuat aniaya dan dzalim dan dari segala sesuatu yang bersifat jahat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas penentu segala sesuatu.
Ya Allah, tetapkanlah diri kami dengan kesehatan dan keselamatan, yakinlah diri kami dengan takwa dan istiqomah dan hindarkanlah kami dari penyebab-penyebab penyesalan, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Segala doa.
Ya Allah ampunilah segala dosa kami semua, anak cucu keturunan kami, guru-guru kami, kedua orang tua kami, istri/suami kami kakek-nenek kami, keluarga kami, saudara-saudara kami, sanak kerabat kami, orang-orang dirumah kami, sahabat kami, orang-orang yang mencintai kami dan kecintaan kami karena Allah, orang-orang yang berbuat baik kepada kami, orang-orang yang mengajarkan agama kepada kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, serta seluruh kaum muslimin muslimat wal mukminin mukminat.
Limpahkanlah shalawat ya Allah dengan keindahan dan keagunganMu atas junjungan kami Muhammad dan atas keluarganya dan semua sahabat-sahabatnya.
Ya Allah limpahkanlah/anugrahkan selalu kesempurnaan rezeki kepada kami untuk menjadi pengikutnya yang baik; lahir dan batin, dalam keadaan sejahtera dan selamat atas rahmat-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dengan keutamaan ayat : Maha Suci Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari apa yang disifatkan oleh orang orang kafir, dan sejahtera atas sekalian Rasul dan segala puji bagi Allah yang mempunyai alam semesta ini.”
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 26 Komentar

SHOLAWAT SULTHON


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ رَحْمَةِ الله
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ فَضْلِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد بِعَدَدِ خَلْقِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَا فِى عِلْمِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ كَرَمِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ حُرُوْفِ كَلاَمِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ كَلِمَاتِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ قَطْرِ اْلاَمْطَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ وَرَقِ اْلاَشْجَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ رَمْلِ اْلقِفَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ اْلحُبُوبِ وَ اْلثِمَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَا اَظْلَمَ عَلَيْهِ اللَّيْلِ وَ اَشْرَقَ عَلَيْهِ النَّهَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ صَلَّ عَلَيْهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ لَمْ يُصَلَّ عَلَيْهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ اَنْفَاسِ اْلخَلْقِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ لُجُُوْمِ السَمَوَاتَََِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد بِعَدَدِ كُلٍَّ شَىْءٍ فِى الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ
وَصَلَوَاتُ اللهِ وَ مَلاَءِكَتَهُ وَ اَنْبِيَاءِهِ وَ رُسُلِهِ وَ جَمِيْعِ خَلْقِهِ عَلَى سَيِّدِ اْلمُرْسَلِيْنَ وَ اِمَامِ اْلمُتَّقِيْنَ
وَ قَاءِدِ غُرِّ اْلمُحَجِّلِيْنَ وَ شَفِيْعِ اْلمُذْنِبِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ اصْحَابِهِ وَ اَزْوَاجِهِ
وَ ذُرِّيَتِهِ وَ اَهْلِ بَيْتِهِ وَ اْلاَءِمَّةِ اْلمَضِيِّيْنَ وَ اْلمَشَاءِخِ اْلمُتَقَدِّمِيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ
وَ اَهْلِ طَاعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ مِنْ اَهْلِ السَّمَوَاتِ وَ اْلاَرَضِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
وَ يَا اَكْرَمَ اْلاَكْرَمِيْنَ وَ اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ وَ صَلَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ

 

Bismillahirrahmanirrahim.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI RAHMATILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI FADHLILLAH
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI KHOLQILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI MAA FI ILMILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI KAROMILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI HURUFI KALAMILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI KALIMATILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI QOTHRIL AMTHOR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI WAROQIL ASY,JAR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI ROMLIL QIFAR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI HUBUBI WA TSIMAR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI MAA ADHLAMA ALAIHIL LAIL W ASYROQ ALAIHIN NAHAR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI MAN SHOLA ALAIH
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI MAN LAM YUSHOLLI ALAIH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI ANFASIL KHOLQ.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI NUJUMIS SAMAAWAT.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI KULLI SAIY,IN FID DUNY WAL AKHIRAH.
SHOLAWATULLAHI WA MALAIKATIHI WA ANBIYAIHI WA RUSULHI WA JAMI’I KHOLQIHI ALA SAYYISIL MURSALIM WA IMAMIL MUTTAQIN WA QOIDIL GHURIL MUHAJJALIN WA SYAFI’IL MUDZNIBIIN SAYYIIDINA MUHAMMADIN WA ALAA ALIHI WA SHAABIHI WA AZWAJIHI WA DZURRIYATIHI WA AHLI BAITIHI WAL A,IMMATIL MAADHIYYIN WA MASYAIKHIL MUTAQODDIMIN WA SHUHADA’I WAS SHOLIHIN WA AHLI THOATIKA AJMAIN MIN AHLI SAMAAWATI WAL ARDHIYN BI ROHMATIKA YA ARHAMARROHIMIN WA YAA AKROMAL AKROMIN WALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMAIN WA SHOLLA ALLAHU ALA SAYYIDINA MUHAMADIN WA ALAA ALAHIH WA SHOHBIHI WA SALLAM..

“Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah rahmatnya Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah keutamaan dari Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah ciptaan Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah apa-apa yang ada dalam pengetahuan Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah kemuliaan dari Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah huruf Kalamullah (Kitab-Kitab Allah).
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah kalimat Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak tetesan air hujan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah daun-daun pepohonan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah butir pasir di gurun.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah biji-bijian dan buah-buahan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah yang dinaungi kegelapan malam dan diterangi oleh benderang siang.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah orang yang telah bershalawat kepadanya.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah orang yang belum bershalawat kepadanya.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah napas-napas makhluk ciptaan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah apa yang ada di seluruh langit.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah tiap-tiap sesuatu yang ada di dalam dunia dan akhirat.
Dan segenap shalawat dari Allah beserta para malaikat-Nya, dan para Nabi-Nya, dan para Rasul-Nya, dan seluruh ciptaan-Nya, semoga tercurah atas junjungan para Rasul, pemimpin orang-orang yang bertaqwa, pemuka para ahli surga, pemberi syafa’at orang-orang yang berdosa, Nabi Muhammad dan juga atas keluarganya, para sahabatnya, istri-istrinya, keturunannya, ahli baitnya, para pemimpin yang telah lampau, para guru yang terdahulu, para syuhada dan orang-orang soleh, dan yang senantiasa taat kepada Allah seluruhnya, dari penghuni bumi dan langit, dengan rahmat-Mu, wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang, dan Engkau Yang Maha Mulia dari semua yang mulia, segala pujian bagi Allah Tuhan alam semesta. Dan shalawat serta salam atas Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.”

 

Ada seorang Sulthon (Raja) yang bernama Sulthon Mahmud Al Ghaznawi. Sepanjang hidupnya Raja ini selalu menyibukkan dirinya dengan membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW. Setiap selesai shalat subuh, sang raja membaca shalawat sebanyak 300.000 kali. Begitu asyiknya raja membaca shalawat sebanyak itu, seolah-olah beliau lupa akan tugasnya sebagai seorang raja, yang di pundaknya tertumpu berbagai tugas negara dan berbagai macam harapan rakyatnya yang bergantung padanya. Sehingga kalau pagi tiba, sudah banyak rakyatnya yang berkumpul di istana menunggu sang raja, untuk mengadukan persoalannya.
Namun sang raja yang ditunggu-tunggu tidak kunjung hadir. Sebab sang raja tidak akan keluar dari kamarnya, walau hari telah siang, jika belum menyelesaikan wirid shalawatnya. Setelah kejadian ini berlangsung agak lama, pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.
Di dalam mimpinya, Rasulullah SAW bertanya, “Mengapa kamu berlama-lama di dalam kamar? Sedangkan rakyatmu selalu menunggu kehadiranmu untuk mengadukan berbagai persoalan mereka.” Raja menjawab, “Saya duduk berlama-lama begitu, tak lain karena saya membaca shalawat kepadamu sebanyak 300.000 kali, dan saya berjanji tidak akan keluar kamar sebelum bacaan shalawat saya selesai.”
Rasulullah SAW lalu berkata, “Kalau begitu kasihan orang-orang yang punya keperluan dan orang-orang lemah yang memerlukan perhatianmu. Sekarang aku akan ajarkan kepadamu shalawat yang apabila kamu baca sekali saja, maka nilai pahalanya sama dengan bacaan 100.000 kali shalawat. Jadi kalau kamu baca tiga kali, pahalanya sama dengan 300.000 kali shalawat yang kamu baca.” Rasulullah SAW lalu membacakan lafazh shalawat yang kemudian dikenal dengan nama shalawat sulthon.
Akhirnya, raja Mahmud lalu mengikuti anjuran Rasulullah SAW tersebut, yaitu membaca shalawat tadi sebanyak “TIGA KALI”.
Dengan cara demikian,shalawat dapat beliau baca dan urusan negara dapat dijalankan dengan sempurna.
Setelah beberapa waktu mengamalkan shalawat itu, raja kembali bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Apa yang kamu lakukan, sehingga malaikat kewalahan menuliskan pahala amalmu?” Raja menjawab, “Saya tidak mengamalkan sesuatu, kecuali mengamalkan shalawat yang anda ajarkan kepada saya itu.”

semoga ada manfaatnya.

============================

G2K
xpujanggamaya@gmail.com

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 67 Komentar

===MENJADI MAGNET PENARIK BENDA-BENDA PUSAKA (KERIS, AKIK, UANG KUNO DAN LAIN-LAIN.)====


Dari banyaknya amalan penarikan benda goib yang ada diblog KWA, ada satu cara yang terselip di antara sekian ribu artikel, yang menurut saya cukup mudah dipraktekkan yaitu cara berikut ini. (mohon maaf, siapa yang dulu pernah punya amalan ini)

AUDZUBILLAHIMINASSYAITONIRROJIM

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM 21 X Tahan nafas

ASTAGHFIRULLOHALADZIM 7 X Tahan nafas

ASYHADUANLA ILAHA ILALLAH WAASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH 7 X Tahan nafas

ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WAALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD 7 X Tahan nafas

LAHAWLA WALA QUUWATA ILA BILLAHILALIYYIL ADHIM 7 X Tahan nafas

ALLAHU AKBAR 21X Tahan nafas

Baca Kunci amalan ini.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM. KAF HA YA ‘AIN SHOD.HA MIM ‘AIN SIN QOF.QUWMITU WA QUWMITU 3 X Tahan nafas

Telapak kedua tangan arahkan lurus ke depan dan tarik kearah tubuh kita sambil mengucap ALLOHU AKBAR sebanyak mungkin sampai pusaka ada didepan kita.

NB: Dalam prakteknya, akan lebih mudah menarik benda goib bila kita mencari tempat-tempat yang jarang dikunjungi orang, seperti sungai, kamar yg jarang dimasuki orang atau tempat gelap. Biasanya kita tidak tahu secara pasti dimana benda goib itu berada sehingga perlu dicoba di beberapa tempat. Kalau tempat itu ada benda pusakanya, akan ketarik dengan amalan ini. Dalam beberapa kasus benda itu seperti dilemparkan ke arah kita meskipun tidak sampai kena tubuh. Pada kasus yang lain benda itu tiba-tiba tertangkap tangan kita. Bila nafas tidak kuat, segera bernafas lalu tahan lagi begitu seterusnya. Monggo dicoba atau dilatih sampai bisa menguasai ilmu ini. Ada baiknya energi magnet di tubuh eterik diperkuat dengan melakukan puasa-puasa dan laku tirakat. Ini juga untuk menghindari diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Silahkan dipilih yang menurut anda paling bagus. Bila anda sudah pernah sekali saja berhasil melakukan penarikan, maka di lain waktu penarikan akan lebih mudah. Beda bila belum pernah sama sekali. Nuwun. @@@

Categories: UANG KUNO DAN LAIN-LAIN.)==== | 664 Komentar

ROTIB AL KUBRO


Disusun oleh Habib Thaha bin Hasan bin Yahya Ba’Alawy

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Al-Fatihah…

Huwallaahul-ladzii laa ilaaha illaa huwa `alimul ghaybi wasy-syahadati huwar rahmaanur rahiim.
Huwallaahul-ladzii laa ilaaha illaa huwal malikul qudduusus salaamul mu’minul muhayminul `aziizul jabbarul mutakabbir, subhaanalaahi `amma yusyrikuun.
Huwallahul khaliqu bari-ul mushawwiru lahul-asmaul-husna, yu sabbihuu lahu maa fis samaawaati wal ardhi wa huwal `azizul hakiim.

Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum La ta’khudzuhu sinatun walaa nawm. Lahu maa fis-samawati wama fil-ardh. Man dzalladzii yasyfa’u `indahu illaa bi-idznih. Ya’lamu maa bayna aydihim wama khalfahum wala yu hiithuuna bisyay-in min ‘ilmihi illaa bima syaa-a. Wasi`a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa yauuduhu hifzhuhumaa wahuwal –‘aliyyul `azhiim.

Sabbahaa lillaahi maa fis-samaawaati wamaa fil ardhi wahuwal `aziizul hakiim.

Lahu mulkus samaawaati wal ardhi, yuhyii wa yumiitu wa huwa `ala kulli syay-in qadiir.

Huwal awwalu wal aakhiru wazh-zhaahiru wal baathinu wahuwa bikulli syay-in ‘aliim.

Huwalladzii khalaqas samaawaati wal ardha fii sittati ayyaamin tsummastawaa ‘alal `arsy. Ya `lamu maa yaliju fil ardhi wamaa yakhruju minhaa wamaa yanzilu minas samaa’i wamaa ya`ruju fihaa wa huwa ma`akum aynamaa kuntum wallaahu bima ta’maluuna bashiir.

Lahu mulkus samaawaati wal ardhi wa ilallaahi wa turja`ul umuur.

Yuulijul layla fin-nahaari wa yuulijun nahaara fil layli wa huwa `aliimun bidzaatish-shuduur.

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillaahilladzii khalaqas samaawaati wal ardha wa ja’alazh-zhulumaati wan nuur. Tsummal-ladziina kafaruu birabbihim ya`diluun. Huwalladzii khalaqakum min thiinin tsumma qadlaa ajalan, wa ajalun musamma `indahu tsumma antum tamtaruun.

Wa huwallaahu fis samaawaati wa fiil ardhi ya’lamu sirrakum wa jahrakum wa ya’lamu maa taksibuun.

Laqad jaa-akum rasuulun min anfusikum ‘aziizun `alaihi maa `anittum hariishun `alaykum bil mu’miniina rauufun rahiim.

Fa’in tawallaw faqul hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa ‘alayhi tawakkaltu wahuwa rabbul `arsyil ‘azhiim.

Allahumma innii ash-bahtu wa amsaytu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malaaikatika wa jami`i khalqika annaka antallahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariikalaka wa anna sayyidanaa Muhammadan shallallaahu `alayhi wa sallama `abduka wa rasuuluka.

Allahu nuurus samaawaati wal ardhi matsalu nuurihi kamisykaatin fihaa mishbaah, al-mishbahu fii zujaajah, azzujaajatu ka-annahaa kawkabun durriyyun yuuqadu min syajaratin mubaarakatin zaytuunatin laa syarqiyyatin walaa gharbiyyah. Yakaadu zaytuhaa yudhi-‘u walaw lam tamsas-hu naar. Nuurun ‘alaa nuur, yandillaahu li nuurihi man yasyaa-u, wa yadhribullaahul amtsaala linnaasi wallaahu bikulli syay-in ‘aliim.

Subhanallaahi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallahu akbar. (3 x)

Subhanallaahi wa bihamdihi subhanallaahil `azhiim. (3 x)

Bismillahirrahmanirrahim.
Alam nasyrah laka shadrak. Wawadha`naa `anka wizrak.
Alladzii anqadha zhahraka.
Wa rafa`naa laka dzikrak.
Fainna ma’al `usri yusran inna ma’al `usri yusra.
Fa idzaa faraghta fanshab wa ilaa rabbika farghab.

Radhiina billaahi rabban wabil islaami dinaa wabi sayyidinaa Muhammadin shallalaahu ‘alaihi wasallama nabiyyan wa rasuula..(3 x)

Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad. Kamaa shalayta ‘alaa sayyidina Ibraahim wa sayyidina Ibraahim, wabárik ’alaa sayyidinaa
Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad kamaa barakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahim wa sayyidinaa Ibraahim fil `aalamina innaka hamidun majid.

Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin `abdika wa nabiyyika wa rasuulikan nabiyyil ummiyyi wa `alaa alihi wa shahbihi wa sallim. (3 x)

Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin, Allahumma shalli `alayhi wa sallim. (3 x)

Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammadin `abdika wa nabiyyika wa rasulikan nabiyyil ummiyyi wa alihi wa shahbihi wa baarik wa sallim ‘adada maa `alimta wa zinata maa `alimta wa mil-a maa `alimta. (3 x)

Allahumma innii as-aluka bika an tu
shalliya ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa saaril anbiyaai wal mursalin wa ‘alaa alihim wa shahbihim ajma’in wa an taghfira li fiimaa madhaa wa tahfazhani fimaa baqiy. (3 x)

Laailaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.

Fastajabnaa lahu wanajjaynaahu minal ghammi, wa kadzaalika nunjil mu’miniin.

Walaw annahum idz zhalamuu anfusahum ja-uuka fastaghfarullaaha wastaghfara lahumur rasuulu lawajadullaaha tawwaaban rahiima.

Rabbaana laa tuzigh qulubanaa ba’da idz hadaytanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab.

Rabbanaghfirlii wa liwaalidayya walil mu’miniina yawma yaquumul hisaab.

Rabbanaghfir lanaa wa li ikhwaani nalladziina sabaquuna bil iimaani walaa taj’al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanu rabbanaa innaka ra’uufur rahiim.

Ghufraanaka rabbanaa wa ilaykal mashiir. Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus`aha lahaa maa kasabat wa ‘alayhaa maktasabat rabbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtha’naa rabbanaa walaa tahmil `alaynaa ishran kamaa hamaltahu `alalladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi wa`fu `annaa waghfir lanaa warhamnaa anta mawlaanaa fanshurnaa `alal qawmil kaafiriin.

Allahummaghfirlii wa liwaalidayya wa lil mu’miniina wal mu’minaat wal muslimiina wal muslimaat al-ahyaai minhum wal amwaat. (3 x)

Allaahummaghfir ummata sayyidinaa Muhammad shallallaahu `alayhi wa aalihi wa sallam.
Allaahummarham ummata sayyidinaa Muhammad shallallahu `alayhi wa aalihi wa sallam
Allaahuma ashlih ummata sayyidinaa Muhammad shallallahu `alayhi wa aalihi wa sallam.
Allaahumastur ummata sayyidinaa Muhammad shallallahu `alayhi wa aalihi wa sallam,
Allaahummajbur ummata sayyidinaa Muhammad shallallahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam.  (3 x)

Fain tawalaw faqul hasbiyallaahu la ilaha illaa huwa `alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil `azhiim. (7 x)

Hasbunallaah wa ni`mal wakil. (7 x)

Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil `azhiim. (3 x)

Yaa hayyu yaa qayyuum bika astaghitsu laa ilaaha illaa anta. (3 x)

Yaa lathiif. (129 x)

Yaa ‘alliyyu yaa kabiiru yaa ‘aliimu yaa qadiiru yaa samii`u yaa bashiir ya lathiifu ya khabiir…(3 x)

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa aali sayyidinaa Muhammadin wa bihaqqi sayyidinaa Muhammadin wa aali sayyidinaa Muhammadin an takfiyanaa syarra maa nakhaafu wa nahdzar. (3 x)

Yaa hafiizhu yaa nashiiru yaa wakiilu yaa Allaah. (3 x)

A’uuduzu bikalimaatillaahit tammaati min syarri maa khalaq. (3 x)

Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syay-un fil ardhi walaa fis samaai wahuwas sami`ul ‘aliim. (3 x)

Hasbiyallaahu lidiinii, hasbiyallaahu limaa ahammanii, hasbiyallaahu liman baghaa `alayya, hasbiyallaahu liman hasadanii, hasbiyallaahu liman kaadanii bisuuin hasbiyallaahu `indal mawt, hasbiyallaahu `indal mas-alati fil qabri, hasbiyallaahu `indal mas-alati fil mizaan, hasbiyallaahu `indal hisaab, hasbiyallaahu Indash-shiraath, hasbiyallaahu laa ilaha illaa anta huwa ‘alayhi tawakkaltu wa ilayhi uniib.

Yaa dzal jalaali wal ikraam amitnaa ‘alaa diinil Islam. (7 x)

Allaahumma laa tukhzinii yawma yub`atsuun yawma laa yanfa`u maalun wala banuun illaa man atallaaha biqalbin saliim. (3 x)

Allaahumma innaa nas-aluka ridhaaka wal jannah wa na’uudzu bika min sakhathika wan naar. (3 x)

Yaa ‘alimas-sirri minnaa laa tahtikis sitra aannaa wa ‘aafina wa `fu ‘annaa wa kun lanaa haytsu kunnaa. (3 x)

Yaa Allaah bihaa yaa Allaah bihaa yaa Allaahu bihusnil khaatimah. (3 x)

Allaahummaf’al bii wa bihim ‘aajilan wa aajilan fid dini wad dunyaa wal aakhirah, maa antalahu ahlun walaa taf’al binaa yaa mawlaanaa maa nahnu lahu ahlun innaka ghafuurun haliimun jawwaadun kariimun rauufun rahiim. (3 x)

Yaa lathiifan bikhalqihi yaa ‘aaliiman bikhalqihi yaa khabiiran bikhalqihi ulthuf binaa yaa lathiif yaa ‘aliim yaa khabiir. (3 x)

Laa ilaaha illallaah almalikul haqqul mubiin. (10 x, 25 x, 50 x, atau 100 x)
Muhammadur Rasuulullah shadiqul wa’dil aamiin.

Shallallaahu ‘alayhi wa sallama fii kulli lamhatin wa nafasin ‘adada maa wasi’a ‘ilmullaah.

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Mu
hammadin alladzii mala-at qalbuhu min jalaalika wa ‘aynuhu min jamaalika fa-ashbaha farhan wa suruuran muayyadan manshuuran wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim tasliiman katsiiran. Walhamdulillaahi ‘alaa dzaalik.

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin bahri anwaarika wa ma’dini asraarika wa lisaani hujjatika wa ‘uruusyi mamlakatika wa imaama hadhratika wa thiraazi mulkika wa khazaa-ini rahmatika wa thariiqi syarrii’atika al-mutaladzdzi-dzi bitawhiidika insaani `aynil wujuud was-sababi fi kulli mawjuud, ayni a’yaani khalqika al-mutaqaddimi min nuuri dhiyaa-ika shalaatan taduumu bidawaamika wa tabqaa bibaqaaika, la muntahaa lahaa duuna ‘ilmika shalatan turdhiika wa turdhiihi wa tardhaa bihaa ‘annaa yaa rabbal ‘aalamiin.

Allaahumma shalli `alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatan takuunu laka bihaa ridhan walihaqqihi adaa-a. (3 x)

Allaahumma shalli ’alaa sayyidina Muhammadin shalaatan tahabu lanaa minhu akmalal imdaadi wa fawqal muraad fii darid dunyaa wafii daaril ma’aad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim wa baarik biqadri azhamati dzaatika ‘adada maa ‘alimta wa zinata maa ‘alimta wa mil-a maa `alimta. (1 x, 3 x, atau 10 x)

Allahumma shalli `alaa sayyidinaa Muhammadin annabiyyil ummiyyil habiibil ‘aalil qadril ‘azhiimil jaah wa `alaa aalihi wa shahbihi wa barik wasallim. (10 x atau 100 x)

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu dzaakiran habiiban wa mudzakiran sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu ahmad wa Muhammadan wa sayyidan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu shaabiran nabiyyan wa murakkiban sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu ghaaliban wa rahiiman wa haliiman sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu `aaqiban kariiman wa hakiiman sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu `adlan jawwaadan wa muzzammilan sayyidina Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu qaasiman mahdiyyan wa haadiyan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu syakuuran wa hariishan wa muddats-tsiran sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu qaaiman hafiyyan wa `abdallaah sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu syaahidan wa bashiiran wa mahdiyan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu baahiyan nuuran wa makkiyyan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu syaakiran wa waliyyan wa nadiiran sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu thaahiran shafiyyan wa mukhtaaran sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli `alaa man sammaytahu burhaanan shahiihan wa syariifan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu musliman rauufan wa rahiiman sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu mu’minan ‘aliiman wa madaaniyyan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allahumma shalli ‘alaa man sammaytahu qayyiman mahmudan wa haamidan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Allaahumma shalli ‘alaa man sammaytahu mish-baahan aamiran wa naahiyan sayyidinaa Muhammadin rasuulillaah.

Wa shallallaahu ‘alayhi wa aalihi wa shahbihi wa azwaajihi wa dzurriyyaatihi wa ahli baytihi wa radhiyallaahu ‘an kulli shahaabati ajma’iin.

Bismillahirrahmanirrahim
Qul Huwallaahu ahad. Allaahush shamad. Lam yalid walam yuulad walam yakun lahu kufuwan ahad.(3x)

Bismillahirrahmanirrahim
Qul a’uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wamin syarri ghaassiqin idzaa waqab. Wamin syarrin naffaatsaati fil ‘uqad. Wamin syarri haasidin idzaa hasad.

Bismillahirrahmanirrahim
Qul a’uudzu birabbinnaas, malikin naas, ilaahinnaas, min syarril waswaasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurrinnaas minal jinnati wannaas.

Al-faatihah ilaa ruuhi habiibinaa wa syafi’ina rasuulillah Muhammadibni Abdillaah shallallaahu ‘alayhi wa sallama wa aalihi wa ash-haabihi wa dzurriyyaatihi annallaaha yu’li darajaatihim fil jannati wa yanfa’unaa bi asraarihim wa anwaarihim wa ‘uluumihi fid dini wad dunyaa wal aakhirah. Wayaj’alunaa min hizbihim wa yarzuqanaa mahabatahum wayatawaffaanaa ‘alaa millatihim wa yahsyurunaa fii zumratihim Al-faatihah.

Al-faatihah ilaa ruuhi sayyidina al-faqih al-muqaddami muhammad ibni Ali Baa Alawii, wa ushuulihi wa furuu`ihim wadzawil huquuqi ‘alayhim ajmaa’in. Annallaaha yaghfiru lahum wayarhamuhum wa yu’li darajaatihim fil jannati wa yan fa’unaa bi asraarihim wa anwaarihim wa ‘uluumihim fid diini wad dunyaa wal aakhirah Al-faatihah.

Al-faatihah ilaa sayyidinal habiib shaahibir raatib sulthaanil awliyaa Al-Habib Thaha bin Hasan bin Yahyaa wa ushuulihi wa furuu’ihim wa dzawil huquuqi ‘alayhim ajma’iin. Annallaaha yaghfiru lahum wayarhamuhum wa yu’li darajaatihim fil jannati wa yanfa’unaa bi asraarihim wa anwarihim wa ‘uluumihim fid diini wad dunyaa wal aakhirah. Al-faatihah.

Tsumma ilaa arwaahil awliyaa wash-shaalihin wal aimmati war raasyidiin tsumma ilaa arwaahi waalidiina wa masyaayikhina wa mu’allimiina wadzawil huquuqi `alayhim ajma’iin. Annallaaha yaghfiru lahum wayarhamuhum wa yu’li darajaatihim fil jannati wa yanfa’unaa bi asraarihim wa anwaarihim wa ‘uluumiim fid diini wad dunyaa wal aakhirah. Al-faatihah.

Al-faatihah biniyyatil qabuul wal wushuul wa hushuuli tamaami kulli suul wa ma’muul washalahisy sya’ni zhaahiran wa baathinan fid dini wad dunyaa wal aakhirati daafi’atan likulli syarrin jaalibatan likulli khayrin lanaa waliwaalidinaa wa li awladinaa wa li ahbaabinaa wa masyaayikhina fid dini ma’al luthfi wal ‘aafiyati wa niyyati annallaaha yunawwiru quluubanaa wa qawaalibanaa ma’at tuqa wal hudaa wal ‘afaafa wal mawta ‘alaa diinil Islaami bilaa mihnatin walamtihaanin bijaahi sayyidi waladi Adnaan, jaami’atan likulli niyyatin shaalihatin wa ziyaadatin wa mahabbatin fii syarafil habiibi Muhammadin shallallaahu ‘alayhiwa sallama wa‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Al-faatihah.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 38 Komentar

TRADISI REBO WEKASAN


Tradisi perlu dihargai dan dihormati. Ia merupakan bagian dari Budaya dari masyarakat setempat yang menandai sebuah momentum tertentu. Tradisi biasanya menjadi pengingat bahwa manusia ini harus bersikap reflektif, merenungkan kejadian-kejadian yang telah dilakukan agar ada upaya perbaikan. Budaya akan menjadikan manusia lebih manusiawi dengan kepadatan eksistensinya. Budaya beda dengan agama. Namun keduanya memiliki titik singgung. Kalau budaya itu aras nya ke hubungan vertical, hubungan sesama manusia, namun Agama arasnya lebih ke horizontal, hubungan manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Salah satu budaya dan tradisi yang sangat popular di kalangan Nahdliyyin (NU) adalah tradisi Rabu Wekasan. Kalangan NU meyakini kalau Rabu Wekasan adalah Rabu terakhir pada bulan Safar yang mana di hari itu terjadi ribuan bencana di dunia ini.

Wekasan, pungkasan, atau panungtung dalam Bahasa Sunda artinya terakhir. Yakni, peristiwa dihancurkannya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya. Rabu Wekasan erat kaitannya dengan beberapa peristiwa atau sejarah umat terdahulu yang bisa terjadi pada umat saat ini. Boleh dikata Rabu Wekasan merupakan hari “sial atau naas” yang merupakan penamaan yang salah satunya merujuk kepada Q.S. Fushilat: 15-16, dan Q.S. Alqamar: 19.

Sebagian ulama yang arif ahli mukasyafah menyatakan pada Rabu terakhir bulan Safar diturunkan sekitar 320.000 bencana. Hari itu merupakan hari yang paling sulit dibandingkan hari-hari lain di tahun itu sehingga kita melaksanakan amalan terutama sedekah untuk menolak bencana. Sedekah bisa berbagai berbentuk misalnya kenduri, dan lain sebagainya.

Amalan-amalan yang dilakukan saat Rabu Wekasan, di antaranya membanyak berdoa, salawat, dan salat sunah. Juga dianjurkan membaca Alquran khususnya Q.S. Yasin atau surat-surat lainnya agar terhindari dari bencana.

Seorang `ulama besar, Imam Abdul Hamiid Quds, mufti dan imam Masjidil Haram Makkah pada awal abad 20 dalam bukunya “Kanzun Najah was-Suraar fi Fadail al-Azmina wasy-Syuhaar” menjelaskan bahwa banyak Auliya Allah yang mempunyai Pengetahuan Spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 ribu penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Hari ini dianggap sebagai hari yang sangat berat dibandingkan hari-hari lain sepanjang tahun. Beberapa ulama mengatakan bahwa ayat Alquran, “Yawma Nahsin Mustamir” yakni “Hari berlanjutnya pertanda buruk” merujuk pada hari ini.

Untuk melindungi dari kutukan yang jatuh ke bumi pada hari tersebut tepatnya Rabu terakhir di bulan Safar kita dianjurkan untuk melakukan Sholat 4 rakaat (Nawafil, sunnah).

Caranya sbb:
Setiap rakaat setelah al-Fatihah
dibaca surat al-Kawtsar 17 kali lalu
surat al-Ikhlash 5 kali,
surat al-Falaq dan
surat an-Naas masing-masing sekali.

Setelah salat dianjurkan untuk memanjatkan doa memohon perlindungan dari segala kutukan dan bencana yang jatuh ke bumi pada hari tersebut. Doanya adalah sebagai berikut:

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM, ALLAAHUMMA YA SYADIDAL QUWA, WA YA SYADIDAL MIHAL, YA AZIIZ, YA MAN ZALLAT LI IZZATIKA JAMII’A KHALIQIKA, IKFINI MIN SYARRI JAMII’I KHALIQIKA, YA MUHISINU, YA MUJMILU, YA MUTAFADH-DHILU, YA MUN’IMU, YA MUKRIMU, YA MAN LA ILAHA ILLA ANTA ARHAMNI BI RAHMATIKA YA ARHAMA AR-RAHIMIIN, ALLAHUMA BI SIRRIL HASANI WA AKHIIHI, WA JADDIHI WA ABIIHI, WA UMMIHI WA BANIIHI, IKFINI SYARRA HAAZAL YAWMI WA MA YANZILU FIIH, YA KAAFI AL-MUHIMMAAT, YA DAAFI AL-BALIYYAT, FASA YAKFIIKA HUMULLAAHU WA HUWA SAMII’UL ALIIM, WA HASBUNA ALLAH WA NI’MAL WAKIIL WA LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLA HIL ALI’YYIL AZHIIM. WA SHALLALLAHU ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ‘ALA AALIHI WA SHAHBIHI WA SALLAM. AMIIN.

Demikian semoga membawa secuil manfaat. Salam paseduluran. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 43 Komentar

ROTIB ISTIGOSAH


Diijazahkan oleh Abah al-Arfibillah Mawlana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya Ba’Alawy, Selasa 13 juli 2010, Jakarta. Duren Sawit jalan Madrasah II no.11, dan diijazahkan kembali di Gambir Rabu 14 Juli 2010 untuk di ijazahkan kembali. Disusun al-Arifbillah al-Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.

Tawasul

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.

Al-Faatihah kami haturkan kepada junjungan Nabi Besar Sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam serta keluarganya, shohabatnya, para istri anak cucunya, para penganutnya dan para pecintanya, dengan niat semoga apa yang di cita-citakan dalam menuju baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur dikabulkan oleh Alloh, serta negara dan bangsa ini dijaga oleh Alloh keutuhannya, kesatuan, persatuan dan semakin kuat kokoh stabilitas nasional dan ditumbuhkan hati kami semakin kuat dalam merasa memiliki handarbeni Republik ini, serta kasih sayang diantara satu sama lain dan saling asah asih asuh serta memperkokoh tali persaudaraan, al-faatihah ……

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.

Al-Faatihah kami haturkan kepada Nabi Besar Sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam serta para Nabi, para Rosul, para Malaikat, para Wali, para ‘Ulama, para Sholihin, dengan niat semoga Alloh ta’ala memberi berkah kepada bangsa kita, berkah dalam ekonomi dan perekonomiannya, perdagangannya, pertaniannya, panennya, dijauhkan dari bentuk segala kerugian dan penyebab kerusakan moral, akhlaq, ekonomi dan dijauhkan dari segala kefakiran yang menyebabkan tipisnya iman, ideologi, serta nasionalisme cinta bangsa dan tanah air, al-faatihah …………

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.

Al-Faatihah kami haturkan kepada Nabi Besar Sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam serta para Syuhada’, para Wali, para ‘Ulama, yang ada di negara ini semoga Alloh ta’ala menjauhkan dari segala bentuk perpecahan dari skup yang kecil sampai yang besar yang menjauhkan turunnya rohmah, barokah dan pertolongan, al-faatihah …

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.

Al-Faatihah kami haturkan kepada Baginda Nabi Besar Sayyidina Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam serta kepada orang tua kami, guru kami, keluarga kami, dan para mu’minin mu’minat, muslimin muslimat, dan para leluhur bangsa kami, semoga Alloh ta’ala menyelamatkan bangsa kami dari segala penyakit lahiriyyah bathiniyyah, bala’ yang keluar dari bumi dan turun dari langit, dan dari segala cobaan, fitnah, pengadu domba, provokasi, dan segala sebab yang merugikan di dunianya dan akhiratnya, dan dari murka yang maha kuasa. Ya Alloh jadikanlah bangsaku ini menjadi hambamu yang sholeh-sholeh serta pada akhirnya kami menjadi hambamu yang berakhlaq, beradab, serta selalu dijaga oleh taufiq dan hidayah-Mu yang sehingga tidak menjadi hambamu yang memalukan para sesepuhnya dihadapanmu dan berilah para pemimpin kami dari ‘Ulama ‘Umaro’ diberi kekuatan lahiriyyah maupun bathiniyyah dalam memimpin bangsa kami sehingga menjadi baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur, al-faatihah

Al-Fatihah ilaa hadhrati ruuhi Rasulullaah SAW wa aalihi wa ashaabihi  wa dzurriyaatihi wa ahli baitihiim ajmaa’in, Wa ilaa hadhrati arwaahi jamii’il anbiyaa wal mursaliin wa arwaahi khulafair rasyidiin Sayidina Abu Bakar, wa Umar, wa Utsman, wa Ali radhiallaahu anhum. Wa ilaa hadhrati arwaahi jami’il Syuhada wa shalihiina wa wa sidiqqina wa ashaabina Rasulullah SAW wa tabi’iina wa tabii’in tabii’ina ila yaumid-diin ajma’in. Wa ilaa arwaahi wali jami’il Auliyaa’ta’alla wa Auliyaa’il muqarabiin wa ulama’il amiliin wa ulama’il rasyiidiin wa tho’ifati sufiiyah muhaqqiiqin wa jami’il ibadikash shaalihin wa fuqoro’in wa mufasiriin wa muhadistin wa ahli shalawat ilaa hadhrati nabiyyil karim SAW wa ahli dzikrii taqaruban illaallah wa ahli tauhid wa jami’il Imamil mujtahid wa illaa hadhrati jami’il Auliyaika min ahli ardhi wa ahli samaa’wati al-ahyaa’ wal ma-maati khusushan ahli sadaah fii masyariqil ardhi ilaa maghaaribiha wamin yamiiniha ilaa syimaaliha wa ardhi wa sama’waat. Wa ilaa hadhrati jami’il malaikatil muqarabiin, wa malaikatil ruuhaniyun, khusushan Syaikhina Sayyidi Syekh Mawlana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, wa ilaa hadhratii jami’il mu’miniina wal mu’minaati wal musliimiina wal musliimati al-ahyaa’i wal mamaati. Syai’ulillahi lahum Al-Fatihah……..

Selesai membaca tawasul Fatihah maka membaca Ratib Istighatsah sbb:

1.       Al – Fatihah bi niyyati ridho illah, al-Fatihah…

2.       QS. Al-Baqarah 1-5

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alif-laam-miim. Dzalikal kitaabu laa raiba fiihi hudallil muttaqiin. Alladziina yu’minuuna bil-ghaibi wayuqimunash shalaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiquuna. Wal-laziina yu’minuuna bimaa unzila ilaika wa maa unzila min qablika wa bil aakhirati hum yuqiinuun. Ulaa-ika ‘alaa hudam mirrabihim wa ulaa-ika humul muflihuun.

“Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

“(1).Alif laam miim (2).Kitab(Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa (3).(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian rizki yang Kami anugrahkan kepada mereka (4).dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat (5). Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan merekalah orang-orang yang beruntung.”

3. QS. Al-Baqarah 163

Wa ilaa hukum ilaahuw waahid laa ilaaha illaa huwar-rahmaanur-rahiim.

“(163). Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang“

4. QS.al-Baqarah 255 (ayat Kursi)

Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum, lahuu maa fis samaawaati wamaa fil ardhi, man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi ‘idznihi,  ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum walaa yuhiithuuna bisyai-im min ‘ilmihi illaa bi maa syaa-a, wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho, wa laa ya-uduhu hif-zhuhumaa wa huwal ‘alliyyil ‘azhiim

“(255). Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus, tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur.KepunyaanNya segala apa yg ada di langit dan di bumi.siapakah yg dapat memberi syafaat disisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yg ada di hadapan mereka dan yg di belakang mereka. Sedang mereka tidak dapat meliputi sesuatu pun dari ilmu Allah melainkan apa yg Allah kehendaki, Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

5. QS.al-Baqarah 284-286

Lillaahi maa fissamaawaati wa maa fil ardhli, wa in tubduu maa anfusikum au takhfuuhu yuhasibkum bihillaahu, fayaghfiru liman yasyaa-u wa yu’adzdzibu man yasyaa-u wallaahu ‘alaa kulli syai’in qadiirun.

Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mirrabbihii wal mu’minuuna kullun aamana billaahi wa malaaikatihii wakutubihii warusulihii laa nufarriqu baina ahadin mir rusulihii wa qaaluu sami’naa wa atha’naa ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir.

Laa yukallifullaahu nafsan illa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa’alaihaa maktasabat, rabbana laa tu-aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alal ladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih, wa’fu’anna waghfirlanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin. 

“(284).Kepunyaan Allah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Jika kamu melahirkan apa yang ada di hati kamu atau kamu menyembunyikannya niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan lamu tentang perbuatan itu. Maka Allah mengampuni siapa saja yang dikehendaki-NYA dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (285) Rasul (SAW) telah beriman kepada Al Qur’an yg telah diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah, malaikat2Nya, kitab2Nya, rasul2Nya, (mereka mengatakan) kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan “ kami dengar dan kami taat” (mereka berdo’a) ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepadaMu-lah kami kembali.”. “(286).Allah tidak membebani seseorang melainkan lebih dari kemampuannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya (mereka berdo’a) Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada oramg-orang sebelum kami, Ya Tuhan kami janganlah pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami.Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”

6.      Laa ilaaha ilallahu wahdahu laa syarikallaahu lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir (3x)

“Tiada Tuhan yang sebenarnya berhak disembah, kecuali hanya Allah Yang Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki kerajaan ini dan memiliki segala puji. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dialah yang sangat berkuasa atas segala sesuatu.” 3x

7.      Subhananallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaaha wallaahu akbar (3x)

“Maha Suci Allah, dan segala puji hanya khusus bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanyalah Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar.” 3x

8.      Subhaanallaahi wa bihamdihii subhaanallaahil ‘azhiim (3x)

“Maha Suci Allah dengan segala puji kepada-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung.” 3x

9.    Laa hawla wala quwwata ilaa billaahil ‘aliyil’adzhiim (3x)

“Tiada daya kekuatan tanpa daya upaya dari Allah”

10.  Allahumaghfir ummati Sayidina Muhammadin Shalallahu ‘Alaihi was Salam

Allahumarham ummati Sayidina Muhammadin Shalallahu ‘Alaihi was Salam

Allahumashlih ummati Sayidina Muhammadin Shalallahu ‘Alaihi was Salam

Allahumastur ummati Sayidina Muhammadin Shalallahu ‘Alaihi was Salam

Allahumajbur ummati Sayidina Muhammadin Shalallahu ‘Alaihi was Salam (3x)

Yaa Allah! Ampunilah seluruh umat Baginda Nabi Muhammad SAW

Yaa Allah! Rahmatilah seluruh umat Baginda Nabi Muhammad SAW

Yaa Allah! Rukunkanlah seluruh umat Baginda Nabi Muhammad SAW

Yaa Allah! Sembunyikanlah kekurangan ‘aib seluruh umat Baginda Nabi Muhammad SAW

Yaa Allah! Peliharalah seluruh umat Baginda Nabi Muhammad SAW

11.  Allahumaghfirlii waliwalidayyaa wal mukminina wal mukminat wal muslimina wal muslimat al-ahya’i wal amwaat (3x)

“Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, dosa orang-orang yang beragama Islam, laki-laki dan perempuan, dan orang mukmin, laki-laki dan perempuan  yang masih hidup maupun yang telah mati .”

12.  Allahumma bariklanaa wa iyyahum fii umrinaa waa fii rizqinaa wa awladinaa wa fii tijaaratinaa wa fii ma’isyatinaa wa fii mazra’atinaa wa hasadinaa (3x)

“Yaa Allah berkahilah kami semuanya dalam umur kami, rezeki kami, anak keturunan kami, perdagangan, usaha pekerjaan kami, urusan kami dan kebajikan kami”

13.  Allahumma salimnaa wal muslimiina wal muslimat wal mukminiina wal mukminaat min kulli fitnatin wa maakrin fii ‘ayiijihaat min bilad al-Muslimin ‘aammat wa ahlahaa wa man fiihaa aynamaa kaanuu min masyaariqil ‘ardhi wa maghaaribihaa min yamiinihaa ilaa syimalihaa wa najjinaa wa iyyahum min syarril hayaati wa syarril wafaati yaa waliiyyal hasanaati wa yaa qaadhiiyal haajaati (3x)

“Yaa Allah selamatkanlah kami, dan seluruh kaum muslimin dan mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, dari maka-tipu muslihat, di dalam negara kami dan seluruh negari muslimin, beserta para warga penduduknya, semuanya tanpa terkecuali, baik yang berada di ujung timur maupun barat, yang di laut maupun di udara, limpahkanlah keselamatan perlindungan kepada semuanya dari seluruh keburukan-kejahatan di dalam hidup, maupun keburukan/kejahatan dalam wafat kami, Wahai Dzat Pemilik Kebaikan dan Maha Pengabul Pemenuhan kebutuhan hamba-Nya.

14.  Allahumma tukhzinii yauma yub’atsuuna yaumala yanfuu maalun wa laa banuuna illa min ‘ataallahu biqalbin saliim (3x)

“Yaa Allah, jangan sedihkan aku pada saat semua makhluk dibangunkan pada hari kiamat, pada saat anak dan harta tak berguna lagi kecuali mereka yang datang dengan hati yang selamat

15.  Allahumma shalli wa sallim ‘alaa sayidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayidinaa muhammadin qad-dhaqat hiilatii ‘adriknii (3x)

“Yaa Allah limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad dan para keluarganya serta keturunan junjungan kami Muhammad, sedikit sekali upayaku (kemampuanku) maka engkau adalah perantara kami, peganglah dan tolonglah kami. (Yaa Rasulullah SAW)

16.  Yaa Lathiif (129x)

“Wahai Yang Maha Lembut “

17.  Yaa Hafiizh yaa Nashiir yaa Wakiil ya Allah (3x)

“Wahai Yang Maha Pemelihara, Wahai Yang Maha Penolong, Wahai Yang Maha Penanggung , Wahai Allah”

18.  Yaa haadii yaa ‘Aliim yaa Khabiir yaa Mubiin (3x)

“Wahai Yang Maha Pemberi Petunjuk, Wahai Yang Maha Mengetahui, Wahai Yang Maha Mengamati, Wahai Yang Maha Menerangkan.”

19.  A’udzu bikalimaatillaahiit-taamaati min syari maa khalaq (3x)

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.”

20.  Bismillaahil ladziy laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardhi walaa fis samaa’ii wahuwas samii’ul ‘aliim. (3x)

“(Aku menjalani hidup pada siang atau malam ini) Dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun dapat memberi mudharat/bencana, baik di bumi maupun di langit dan Dia- lah Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui” 3x

21.   Yaa Lathiifan bi khalqih, Yaa ‘Aaliman bi khalqih,  Yaa Khabiiran bi khalqih, ulthuf bina ya Lathiifu, ya ‘Aliimu, ya Khabiir  3x

“Yang Maha Lembut terhadap makhluk-NYA, Yang Maha Mengetahui terhadap makhluk-NYA, Yang Maha Mengamati terhadap makhlukNYA, berlemah lembutlah kepada kami Yang Maha Lembut, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Mengamati” 3x

22.   Yaa Lathifan lam yazal, ulthul bina fiimaa nazal, innaka lathiifun lam tazal ulthuf binaa wal muslimiin  3x

“Wahai Yang Maha Lembut, janganlah Engkau menurunkan (bencana) kepada kami berlemah lembutlah kepada kami dengan apa yang Engkau turunkan itu (bencana), karena sesungguhnya Engkau senantiasa Maha Lemah Lembut (untuk tidak menurunkan bencana itu), Berlemah lembutlah kepada kami dan juga kaum muslimin” 3x

23. Ya muhaimin ya salam salimni wal muslimin binnabii khoiril anam wa bi umil mukminin3x

24.  “Yaa amaanal khaifin, aminnaa mimmaa nakhaaf            

Yaa amaanal khaifin, sallimnaa mimmaa nakhaf

Yaa amaanal khaifin, najjinaa mimmaa nakhaf “ 3x

“Yang mengamankan orang yang takut, karunialah kami rasa aman dari rasa takut

Yang mengamankan orang yang takut, selamatkanlah kami dari segala yang kami takuti

Yang mengamankan orang yang takut, hindarkanlah kami dari segala yang kami takuti”

25.   –Doa-

Allahumma shalli wa sallim alaa Sayidina Muhammadin Nabiyiil Ummiy wa alaa alihi wa shahbihi wasalim bi adadi shalawatullah wa anbiya’ihi wa rasulihi wa malaikatihi wa awliya’ihi, wa yanfa’una bihaa min barakatihim wa anwarihim wa asrarihim wa nafakhatihim wa ‘alaa awladina wa abnaa’ina wa banatinaa wa ahli baitina wa ahbabina wa liman ahabuhum wa liman ahsana ilayna fiika fii dunya wal akhirah birahmatika yaa arhamar rahimin

Yaa Allah limpahkanlah shalawat dan salam kepada Baginda Sayidina Muhammad Nabi yang Ummi dan kepada seluruh keluarga dan sahabatnya, dengan shalawatnya Allah dan shalawatnya para Nabi, shalawatnya para Rasul dan Shalawatnya para malaikat serta shalawatnya para Awliya-Nya, yang memberikan kepada kita barakahnya, cahayanya, rahasianya, manfaatnya kepada kita, anak cucu keturunan kita, keluarga kita, ahli bait kita, kecintaan kita dan yang mencintai kita, dan orang-orang yang berbuat baik kepada kita karena Allah di dunia dan akhirat, dengan rahmat dari Mu, Wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 35 Komentar

BENARKAN ILMU HIKMAH CONDONG PADA KEMUSYRIKAN?


Ini sebuah email yang mampir ke email rdrkwa@gmail, email redaksi KWA dari seorang sedulur perihal ilmu hikmah. Silahkan disimak.

TANYA
Assalamu’alaikum wr wb. Ki Wongalus, saya pernah mendengar dari seorang penceramah bahwa mengamalkan ijazahan sebuah asmak/hizib dari seorang guru termasuk ijazahan yang ada di blog KWA ini ternyata condong pada kemusyrikan. Banyak orang bilang, ilmu yang saya pelajari tersebut termasuk ilmu hikmah. Saya mohon berkenan memberikan penjelasan. Wassalamu’alaikum wr wb.
(Adi, Jakarta)

JAWAB.
Wa’alaikumsalam wr wb. Setiap manusia diperintahkan taat kepada Allah dan Rasulullah Muhammad SAW. Dengan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, jelas kita akan memperoleh pahala yang bisa menjadi lantaran memperoleh rahmat Allah, yang antara lain berupa surga. Artinya, jika kita ber’itikad atau meyakini bahwa yang memasukkan kita ke surga adalah rahmat Allah yang kita peroleh dengan beramal soleh, ya boleh-boleh saja. Namun jika kita meyakini bahwa yang memasukkan kita ke surga adalah pahala dan amal shaleh kita itu termasuk syirik.

Begitu juga dengan rangkaian doa dalam ilmu hikmah, seperti hizib atau asma yang disusun oleh para ulama yang biasanya diawali lafadz  “Allahumma, Ya Allah…” jika kita meyakini bahwa doa-doa ilmu hikmah hanyalah sarana untuk memohon kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat yang bisa memberi dan menolong, tentu tidak ada masalah. Namun jika kita meyakini bahwa doa itulah yang mendatangkan kekayaan atau membuat selamat, perbuatan kita tersebut termasuk syirik.

Kita perlu berhati-hati, tidak mudah mengatakan perbuatan ini syirik, perbuatan itu musyrik. Karena syirik itu letaknya di hati, yang tidak diketahui oleh orang tersebut dan hanya Allah SWT yang tahu.

Tidak usah jauh-jauh tentang ilmu hikmah, meyakini bahwa seseorang meninggal dunia karena terkena penyakitpun sudah syirik. Sebab, kematian apapun penyebabnya, adalah ketetapan Allah Ta’ala atas setiap mahluk-Nya yang bernyawa. Jika Allah menghendaki seseorang mati, baik ada penyakit maupun tidak, pasti orang itu akan mati. Maka jika ada yang meyakini bahwa penyakit bisa membawa kematian, atau kesehatan bisa memperpanjang usia, itu juga bisa digolongkan sebagai syirik.

Kepada saudara Adi, saya sarankan bila memang asmak/hizib/awrad dalam ilmu hikmah yang anda amalkan bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya serta dengan efeknya bisa turut membela agama dan sesama muslim, silahkan teruskan. Yang penting jaga i’tiqad baik-baik agar tidak tersusupi kemusyrikan.

Untuk menuju kepada Allah SWT, kita memerlukan TAUHID yang murni. Berikut beberapa ”Penjara” dimana seseorang harus bisa membebaskan diri ketika harus berhadapan dengan Allah SWT.

Yang pertama membebaskan diri daripada penjara alam jasad: Penjara alam jasad adalah hawa nafsu. Di dalam penjara ini tersedia banyak hidangan yang lezat-lezat, seperti kekuasaan, kemuliaan, puji-pujian, tamak, loba, dengki, khianat dan sebagainya. Jika mau bebas daripada penjara ini perlulah menjauhkan diri daripada perkara yang tidak baik itu, perkara-perkara itu menjadi penghalang.

Penjara kedua adalah dunia: Penjara ini mengandung berbagai keindahan dan keseronokan yang menjanjikan keabadian yang palsu kepada salik. Penjara ini menghidangkan berbagai jenis nikmat yang seronok dan menggairahkan. Dengan lain kata inilah yang dikatakan penjara syahwat. Jikalau salik lalai dan panjang angan-angan, maka nampaknya tidak ada kemungkinan salik itu dapat bebas daripada penjara ini.

Penjara ketiga adalah akhirat. Nampaknya hidangan-hidangan yang disediakan dalam penjara ini lebih enak daripada penjara dunia, di sini hidangannya adalah pahala, syurga dan bidadari yang cantik lagi menggoda. Rantai yang membelenggu dalam penjara ini adalah kehendak dan keinginan diri sendiri. Menganggap diri sendirilah yang melakukan segala sesuatu sama ada baik atau buruk….Bagaimanapun, kendaraan yang dapat membebaskan salik daripada penjara ini adalah ilmu, yaitu salik tidak memandang kepada perbuatannya tetapi adalah anugerah daripada Alloh SWT.

Penjara keempat adalah alam malaikat. Inilah penjara alam wujud yang terakhir. Hidangan yang terdapat dalam penjara ini adalah mendapatkan keramatan keampuhan dan kemuliaan di sisi Mahluk. Rantai yang membelenggu salik dalam penjara alam malaikat ini adalah sisa-sisa kehendak diri sendiri dan kesadaran tentang diri sendiri, Yaitu segala yang dilakukan adalah atas daya diri sendiri bukan karunia dari Alloh SWT.Untuk keluar dari penjara ini perlulah menghapuskan segala kehendak, keinginan, cita-cita dan angan-angan dengan menyadari bahwa salik adalah kosong, yang ada hanyalah Alloh semata-mata.

Penjara kelima adalah ilmu Allah SWT. Ilmu Allah SWT bukanlah alam namun tidak keluar dari alam, sebagaimana empat penjara yang sebelumnya, yang mana penjara-penjara tersebut adalah alam ciptaan Penciptanya. Ilmu Alloh adalah sesuatu yang bersangkutan dengan hal-hal keILAHIYAHAan itu sendiri.Hidangan yang terdapat dalam penjara ilmu ini adalah rahasia-rahasia yang ghoib-ghaib tentang hukum-hukum Alloh SWT. Dalam hal ilmu Allah ini, salik dapat melihat pengaturan Allah yang menggerakkan alam dan semua kejadian yang berlaku di dalamnya. Ilmu Allah sangat luas dan tidak Ada persamaanNya.Salik yang asyik dengan ilmu Allah akan terpenjara di dalamnya buat selama-lamanya.

Penjara keenam adalah makrifatullah. Ini adalah penjara yang paling kuat dan sangat sulit untuk di lepas maka kita perlu berhati-hati, ilmu Allah dan makrifatullah bukanlah alam, tetapi HAQ yang berkaitan dengan hal-hal keilahian-Nya sendiri, hidangan yang terdapat di sini adalah hakikat-hakikat alam semesta akan tampak nyata jauh dekat sama, hal-hal yang rahasia-rahasia berkaitan keilahian itu janganlah di sampaikan ke orang yang belum sampai ke pemahaman tersebut.

Salah satu upaya untuk membebaskan diri dari Penjara di atas maka ada cara/jalan menuju Allah SWT yang disebut tarikat/tarikat. Tarikat adalah teman kembar dari syariat. Semua tarikat yang mu’tabarah ada gurunya masing-masing dan mempunyai sumber yang sama, yaitu Baginda Nabi SAW, melalui jalur beberapa sahabat, diantaranya Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq RA, Umar Bin Khattab RA, Ali Bin Abi Thalib RA, Anas RA, Salman Al Farisi RA.

Rasulullah SAW mengajarkan agar kita suka berdzikir dan bermacam-macam cara berdzikir dilakukan sejak sahabat Rasulullah SAW sesuai dengan kemampuan mereka. Misalkan ada yang mampu berdzikir dalam hitungan puluhan, maka disediakan pintunya. sedangkan bagi yang mampu hingga hitungan ribuan, juga disediakan pintunya. Tapi semua dzikir itu berdasarkan ayat: ala bidzikrillahi tatmainul qulub yang artinya berdzikir itu akan menenangkan hati, dan firman Allah SWT yang memerintahkan kita untuk memperbanyak dzikir. Sementara inti dari dzikir-dzikir tersebut sama yaitu supaya tidak lupa/lalai kepada Allah SWT dan mendekat sedekat dekatnya kepada Ilahi.

Inti dari semua tarikat tersebut adalah dzikir kesaksian yaitu LAA ILAAHA ILALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH dan dzikir sirrnya yaitu ALLAH, ALLAH, ALLAH atau HU, HU, HU,(Dia, Dia, Dia) serta dzikir lain yang terkait dengan mentauhidkan Allah SWT.

Dzikir dalam tarikat tersebut sejatinya bukan bacaan untuk mencari pahala, tetapi meraih buahnya, yaitu selalu mengingat Allah SWT. Buah ini akan mewarnai kehidupan individu atau pribadi yang menjalankan tarikat tersebut. Perumpamaan ini bukan berarti membandingkan kalimah Laa Ilahailallah dengan dunia, melainkan untuk memahami, seseorang yang mempunyai cincin yang dihiasi batu permata yang tiada ternilai harganya, maka cincin itu akan dijaganya baik-baik. Ketika hendak makan saja, cincin itu disimpannya dikantong khusus agar tidak kotor atau terjatuh.

Itu baru batu. Lalu bagaimana dengan kalimah LAA ILAHAILALLAH MUHAMMMADUR RASULULLAH, yang nilainya tidak bisa kita takar seperti cincin bertahtakan batu permata tersebut? Kalimat tahlil ini mesti mengiringi dan mewarnai saat kita makan. Maksudnya, nasi yang kita makan sekedar sebagai sarana mencari kenyang, sementara yang memberikan rasa kenyang hanyalah Allah SWT. Jadi kita akan selalu ingat bahwa tiada dzat yang yang wajib disembah kecuali Allah SWT. Dan kita juga akan selalu ingat akan perintah dan larangan-Nya.

Kita akan selalu merasa didengar dan dilihat oleh Allah SWT. Dan bila sudah demikian mungkinkah kita akan banyak melakukan hal yang tidak disukai Allah SWT dan RasulNya? Tentu saja tidak. Ketika kita menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya pun kita kembalikan kepada Allah SWT. sehingga muncullah keikhlasan dalam setiap perilaku kita. Inilah tarikat. Jadi bukan hanya untuk mencari pahala, atau pendekatan diri kepada Allah SWT diwaktu mengamalkan. Akan tetapi mampukah kita membawa buah dari kalimah tahlil ini dalam kehidupan sehari-hari.

Keistimewaan kalimah tahlil dalam setiap tarikat itu berbeda-beda. seperti keistimewaan tumbuh-tumbuhan yang diciptakan Allah SWT. Misalnya daun kumis kucing berkhasiat bagi orang yang kena penyakit kencing manis. Ada juga daun delima, atau daun keci beling dan sebagainya. Tumbuhan itu di beri kelebihan masing-masing oleh Allah SWT.

Begitu juga dengan kalimat tahlil dalam setiap tarikat. Kalimah ini bak lautan yang tak bertepi. Walau keistimewaanya dibagi-bagi kepada Tarikat Syadzaliyah, Qadiriyah, Maulawiyah dan sebagainya tak kan pernah habis. Justru kita akan melihat keagungan ilmu Allah SWT yang ditunjukan kepada kita. Karena itu yang penting bagi kita adalah bagaimana kita belajar salah satu tarikat yang sekiranya mampu diamalkan dan menjalankan ajarannya secara istiqamah.

Tarikat-Tarikat yang dipegang oleh para Awliya seperti Syekh Abdul Qadir Al Jilani, Syekh Abu Hlani, Syekh Abu Hasan Asy Syadzili, Sayiid Ahmad Ar Rifa’i, Syaikh Ahmad Al Badawi, Syekh Ibrahim Ad Dasuki dan tokoh-tokoh ulama yang lain tidak mungkin akan menyesatkan dengan ajarannya. Sebab, dipundak mereka ini terdapat amanah Rasulullah SAW. Bukankah mereka itu waratsatul anbiya? Karena itu pula kita yakin, para ulama itu yang takutnya hanya kepada Allah SWT tidak akan menyesatkan kita. Jadi jelaslah bahwa tarikat yang bersumber dari para awliya tersebut tidak akan lepas dari Al Qur’an dan sunnah Nabi SAW. Wallahua’lam ulasan yang serba terbatas ini semoga ada manfaatnya.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 79 Komentar

ZIARAH SURO KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS KE PARA WALI LELUHUR NUSANTARA SERTA MEDITASI BERSAMA


ASSALAMUALAIKUM WRB WB.

DISAMPAIKAN DENGAN HORMAT KEPADA SEDULUR-SEDULUR SEMUA, BAHWA PADA HARI KAMIS, 29 NOVEMBER 2012 KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS AKAN MENGADAKAN ACARA ZIARAH SURO KE MAKAM WALI SYEKH JUMADIL QUBRO DAN  PARA WALI YANG LAIN SERTA LELUHUR NUSANTARA YAITU PRABU BRAWIJAYA V & PUTRI CHAMPA, DI KAWASAN TROWULAN DIAKHIRI DENGAN LAKU MEDITASI/MALADIHENING DI TAMBAK SEGARAN, TROWULAN, MOJOKERTO.

BAGI YANG INGIN MENGIKUTI, DIPERSILAHKAN UNTUK HADIR DI BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO, PUKUL 19.00 WIB UNTUK BERANGKAT BERSAMA-SAMA KAMI.

KEGIATAN INI TIDAK DIPUNGUT BIAYA ALIAS GRATIS SEHINGGA KAMI TIDAK MENYEDIAKAN KENDARAAN DAN KEPERLUAN LAINNYA. INI KEGIATAN MANDIRI AGAR TIDAK MEMBERATKAN KITA SEMUA. JADI SAUDARA-SAUDARA DIPERSILAHKAN MEMBAWA KENDARAAN (SEPEDA MOTOR/MOBIL) SENDIRI-SENDIRI. JANGAN LUPA MEMBAWA BUNGA DAN DUPA WANGI UNTUK ZIARAH LELUHUR NUSANTARA LHO YA….

SEMOGA ACARA KITA MENDAPAT BERKAH DAN RIDHO ALLAH SWT. AMIN.

TERIMA KASIH DAN SALAM PASEDULURAN. RAHAYU KANG SAMI PINANGGIH. WASSALAMUALAIKUM WR WB.

NB: Boleh juga langsung ke TKP dan bertemu disana….bebas…..

TTD

KWA

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 57 Komentar

SURAT AL FATIHAH: PEMBUKA SEMUA HAJAT (*****)


wongalus

Ini adalah sebuah amalan dahsyat yang dibaca setelah setiap selesai shalat fardhu. Barang siapa mengamalkannya secara rutin insya Allah akan mendapatkan beragam karomah luar biasa, biidznillah. Yang sakit akan sembuh, yang seret rejeki akan lancar, yang lemah akan perkasa, yang punya hutang akan terbayar dan banyak manfaat lainnya. Derajat akan naik setinggi mungkin. Coba simak kandungan artinya…. Bagi yang sudah mantap, silahkan mengamalkannya semoga bermanfaat.

Amalan ini juga merupakan pembuka semua ilmu. Bagi yang sudah mengamalkan beragam asmak, hizib dan wirid, namun belum merasakan hasilnya silahkan mengamalkan amalan ini.

Tata caranya cukup mudah yaitu membaca Surah Al-Fatihah setelah selesai SHOLAT dalam sehari-semalam 100 x.

Perinciannya sebagai berikut :
Usai Subuh 30 X
Usai dhuhur 25 X
Usai Ashar 20 X
Usai maghrib 15 X
Usai Isya 10 X.

setelah selesai membaca Al- Fatihah membaca doa ini tiga kali.
Inilah doanya :

======
Bismillaahirrohmaanirrohiim

(ALHAMDULILLAAHI RABBIL-‘AALAMIIN) MUNAWWIRI ABSHAARIL-‘AARIFINA BINUURIL-MA’RIFATI YAQIINI, JAADZIBI AZIMMATI ASRAARIL-MUHAQQIQIINA BIJADZABAATIL-QURBI WAT-TAMKIIN, FAATIHI AQFAALI QULUBIL-MUWAHHIDIIN BIFAATIHATIT-TAWHIIDI WAL-FATHIL-MUBIIN, ALLADZII AHSANA KULLA SYAY-IN KHALAQAHU WABADA-A KHALQAL-INSAANI MIN THIININ TSUMMA JA’ALA NASLAHU MIN SULAALATIN MIN MAA’IN MAHIIN.

(ARRAHMAANIR-RAHIIM) AL-‘AZIIZIL-HAKIIMIL-‘ALIYYIL-‘AZHIIMIL-AWWALIL-QADIIM, KHAATHABA MUUSAAL-KALIMA BIKHITHAABIT-TAKRIIMI WA SYARRAFA NABIYYAHUL-KARIIMA BINNASHSHISY-SYARIIF, WALAQAD AATAYNAAKA SAB’AN MINAL-MATSAANII WAL-QURAANAL ‘AZHIIM.

(MAALIKI YAWMID-DIIN) QAAHIRIL-JABAABIRATI WAL-MUTAMARRIDIINA WA MUBIIDITH-THUGHAATIL JAAHIDIINA DZA LIKUMULLAAHU RABBUKUM FATABAARAKALLAAHU AHSANUL-KHAALIQIIN, FAYAAMAN LAA SYARIIKA LAHU WALAA MU’IN.
(IYYAAKA NA’BUDU WA IYYAAKA NASTA’IIN) MU’TARIFIINA BIL-AJZI ‘ANIL-QIYAAMI WA HIYA RAMIIM.

(IHDINASH-SHIRAATHAL-MUSTAQIIM) SHIRAATHA AHLIL-IKHLAASHI WAT-TASLIIM

(SHIRAATHAL-LADZIINA AN’AMTA ‘ALAYHIM)
SHIRAATHAL-LADZIINA TASALLAW BIL-HUDAA WAFARIHUU BIMAA LADAYHIM.

(GHAYRIL MAGHDHUUBI ‘ALAYHIM) HABNALLAAHUMMA MINKA MAWAJIBASH-SHIDDIIQIIN. WA ASYHIDNAA MASYAAHIDASY-SYUHADAA’I WALAA TAJ’ALNAA DHALLIINA WALAA MUDHILLIINA WALAA TAHSYURNAA FII ZUMRATIZH-ZHAALIMIINA

(WALADH-DHAALLIIN) (AAMIIN)
ALLAAHUMMA BIHAQQI HAADZIHIL-FAATIHATI, IFTAH LANAA FATHAN QARIIBA, ALLAAHUMMA BIHAQQI HAADZIHISYSYAAFIYATI ISYFINAA MIN KULLI AAFATIN WA ‘AAHATIN FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH. ALLAAHUMMA BIHAQQI HAADZIHIL-KAAFIYATI, IKFINAA MAA AHAMMANAA MIN AMRID-DUNYAA WAL AAKHIRATI WA AJRI TA’ALLUQAATII WA TA’ALLUQAATI ‘IBAADIKAL-MU’MINIINA ‘ALAA AJALLI ‘AWAA’IDIKA WASYFA’LANAA BINAFSIKA ‘INDA NAFSIKA FID-DUNYAA WAL-AKHIRAH, IDZ LAA ARHAMA BINAA WABIHIM MINKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

WA SHALLALLAAHU ‘ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA SHAHBIHI WA SALLAMA TASLIIMAN KATSIIRAN ILAA YAWMID-DIIN WAL HAMDU LILLAAHI RABBIL-‘AALAMIIN.====

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(Segala Puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam) Yang menyinari pandangan orang-orang arif dengan cahaya ma’rifah dan keyakinan, Yang menarik kendali rahasia-rahasia para muhaqqiq (orang yang tahu detail-detail sesuatu) dengan tarikan-tarikan kedekatan dan kekokohan, pembuka kunci-kunci hati orang-orang yang bertauhid dengan pembuka tauhid dan kemenangan yang nyata, yang membaguskan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, dan memulai penciptaan manusia (yakni penciptaan Adam) dari tanah kemudian menjadikan keturunannya dari suatu saripati air yang hina.
(Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Yang Maha Mulia, Maha Bijaksana, Maha Tinggi, Yang Maha Agung, Maha Awal, Maha Terdahulu. Dia berbicara kepada Nabi Musa, Kalamullah, dengan pembicaraan yang memuliakan. Dan Dia memuliakan Nabi-Nya yang mulia (Nabi Muhammad) dengan nash yang mulia, Wa laqad aataynaaka sab’an minal matsaani wal-qur’anal-‘azhiim (Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung).
(Yang menguasai hari kemudian) Yang mengalahkan orang-orang yang zhalim dan mereka yang sewenang-wenang, Yang membinasakan para thaghut yang ingkar. Itulah Allah, Tuhan kalian. Maha Suci Allah, sebaik-baik yang menciptakan. Wahai Dzat Yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak pula ada penolong.
(Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan) Dengan mengakui kelemahan dalam melaksanakan hak-Mu di setiap waktu dan saat. Wahai Dzat Yang Membangkitkan angin yang diam, wahai Dzat Yang menghidupkan tulang-belulang yang dalam keadaan hancur.
(Tunjukilah kami jalan yang lurus) Jalan orang-orang yang memiliki keikhlasan dan penyerahan diri.
(Yakni jalan orang-orang yang Engkau berikan nikmat kepada mereka) Jalan orang-orang yang terhibur dengan petunjuk dan merasa gembira dengan apa yang ada pada mereka.
(Bukan jalan orang-orang yang dimurkai) Berikanlah kepada kami, Ya Allah, dorongan-dorongan kaum shiddiqin, dan perlihatkanlah kepada kami pemandangan-pemandangan para syuhada, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang sesat dan jangan pula tergolong orang-orang yang menyesatkan, dan janganlah Engkau kumpulkan kami dalam golongan orang-orang yang zhalim.
(Dan bukan pula orang-orang yang sesat) (Aamiin).
Ya Allah, dengan kemuliaan Al-Fatihah (pembuka) ini, bukakanlah bagi kami keterbukaan (kemenangan) yang dekat. Ya Allah, dengan kemuliaan penyembuh ini, sembuhkanlah kami dari segala penyakit dan gangguan kesehatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, dengan kemuliaan surah yang mencukupi ini, cukupilah kami dalam segala yang penting bagi kami dari urusan dunia dan akhirat. Dan jadikanlah kecintaan kami dan kecintaan hamba-hamba-Mu yang mukmin adalah pada manfaat dari-Mu yang terbesar. Berilah kami pertolongan dengan diri-Mu pada diri-Mu di dunia dan akhirat, karena tidak ada yang lebih penyayang terhadap kami dan terhadap mereka daripada Engkau, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, serta keluarga dan para sahabatnya sebanyak-banyaknya sampai hari akhir kelak, dan segala puji milik Allah, Tuhan sekalian alam.”

###

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 253 Komentar

SHOLAWAT PERLINDUNGAN, KEAMANAN, PENJAGAAN DARI SEGALA FITNAH SERTA KESULITAN YANG KELUAR DARI DALAM BUMI


Ijazah Rois Am Jam’iyah Ahli Thoriqoh KH Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’  Alawy…….

=====ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMI WA ‘ALAA ALIHI WA SHAHBIHI WA SALIM SHALATAN WA AN TAGHFIRALII BIHA WALIWALIDAYYAA WAL MU’MININA WAL MU’MINAT WAL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT AL-AHYA’I MINHUM WAL AMWAAT WA ASHLIH BIHAA AL IMAMA WAL UMMATA WAR RA’IYA WAR RA’IYYATA WA ALLIF BAYNA QULUBIHIM WADFA’ SYARRA BADHIHIM ‘AN BADH WA MIM MA NAKHAFU WA NAHDZAR====

3 x bakda sholat fardhu

artinya
Ya Allah limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad, nabi yang ummi, dan keluarganya serta para sahabatnya kesejahteraannya dengan Shalawat ini Engkau Mengampuni dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, dosa orang-orang yang beragama Islam, laki-laki dan perempuan, dan orang mukmin, laki-laki dan perempuan yang masih hidup maupun yang telah mati dan memperbaiki kepada ulama dan umat serta pemimpin dan rakyat, dan satukanlah hati-hati mereka, dan menjauhi segala keburukan diantara mereka dan dari segala yang kami takuti dan kami khawatirkan.

Shalawat ini merupakan amalannya para Wali Abdal, Autad dan Aqthab. Shalawat ini mempunyai banyak faedah, manfaat dan khasiatnya serta keajaiban yang tidak bisa dihitung dan tak terbatas. Diantara keuntungan itu adalah Allah SWT akan melimpahkan maghfirah-ampunan dan memperbaiki, melindungi, mendapatkan perlindungan, keamanan, penjagaan dari segala fitnah serta kesulitan yang keluar dari dalam bumi maupun turun dari langit, perlindungan dari segala keburukan seperti penyakit dan akibat dari perbuatan buruk yang mengenai fisik dan jiwa, juga mendapatkan keselamatan dari segala urusan lahir dan batin di dalam urusan agama, dunia dan akhirat.

Boleh dibaca kapan saja, sebanyak sekali, tiga kali atau tujuh kali, boleh setiap sehabis sholat, setiap pagi dan malam, atau setiap hari. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 81 Komentar

AMALAN REZEKI TERCEPAT TAK DISANGKA


Wongalus

Bismillahirrahmanirrahim, saya ijazahkan amalan wirid dari para leluhur ini untuk sedulur yang berkenan mengamalkannya secara rutin untuk segala hajat…. Baca wirid ini satu kali secara rutin selesai sholat fardhu secara istiqomah Biidznillah. Syarat lain: Banyak beramal.

Rangkaian Wiridnya mulai dgn Tawassul/ kirim al fatihah:

Nabi Muhammad SAW, sahabat dan isteri-isteri beliau, Para nabi dan rasul, Malaikat 4, Para Waliyullah khusushon Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, semua ulama, leluhur kita, ayah ibu kita, diri sendiri.

Baca wirid ini:

BISMILLAAHIRROHMAANIRRAHIIM.
ALLAAHUMMA INII AS-ALUKA BIHAQQI BISMILLAAHIR ROHMAANIR-RAHIIM,
WABIHURMATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIFADHLI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABI’AZHAMATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIJALAALI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIJAMAALI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIKAMAALI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIHAYBATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIMANZILATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIMALAKUTI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIJABARUTI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIKIBRIYAA-I BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABITSANAA-I BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIBAHAA-I BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIKARAMATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABISULTHAANI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIBARAKATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABI’IZZATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIQUWWATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIQUDRATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
IRFA’ QADRII WASYRAH SHADRII WA YASSIR AMRII WARZUQNII MIN HAYTSU LAA YAHTASIB BIFADHLIKA WA KARAMIKA, YA MAN HUWA KAAF HAA YAA ‘AIN SHAD HAA MIM ‘AIN SIN QAAF, WA AS-ALUKA BIJALAALIL-‘IZZATI WA JALALIL-HAYBATI WA JABARUUTIL ‘AZHAMATI AN TAJ’ALANII MIN ‘IBAADIKASH-SHAALIHIINAL-LADZIINA (LAA KHAWFUN ‘ALAYHIM WALAA HUM YAHZANUUN) BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIN WA AN TUSHALLIYA ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAI’AN AYYAQULLA LAHU KUN ……………………FAYAKUN.

(Keterangan: Ketika anda membaca KUN maka anda harus menahannya terlebih dulu beberapa saat untuk menyampaikan secara batiniah hajat apa yang ingin anda laksanakan. Baru setelah itu anda membaca kelanjutannya yaitu FAYAKUN).

Arti wirid di atas seperti ini:
Ya Allah, Sesungguhnya Aku Memohon Kepada-Mu Dengan Haq Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keutamaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keagungan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kebesaran Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keindahan Bismillaahir rahmaanir -Rahiim, Dan Dengan Kesempurnaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kewibawaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kedudukan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keperkasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kebesaran Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Pujian Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Cahaya Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim Dan Dengan Keberkahan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuatan Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Angkatlah Kemuliaanku, Lapangkanlah Dadaku, Mudahkanlah Urusanku, Dan Berikanlah Aku Rizqi Yang Tak Disangka-Sangka Datangnya Dengan Keutamaan-Mu Dan Kemuliaan-Mu, Wahai Dzat Yang Dia KAF HA YA ‘AIN SHAD HA MIM ‘AIN SIN QAF Dan Aku Memohon Dengan Kebesaran Kemuliaan-Mu, Dengan Kebesaran Kewibawaan-Mu, Dengan Keperkasaan Keangungan-Mu, Agar Engkau Menjadikanku Tergolong Hamba-Hamba-Mu Yang Shalih, Dengan Rahmat-Mu, Wahai Yang Paling Pengasih Di Antara Yang Pengasih. Dan Aku Memohon Agar Engkau Senantiasa Melimpahkan Rahmat Kepada Junjungan Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Junjungan Kami, Nabi Muhammad.

Terima kasih semoga bermanfaat. Salam persaudaraan KWA

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 404 Komentar

PERANG GOIB KAMPUS WONG ALUS MELAWAN NEGERI ZIONIS ISRAEL


LATAR BELAKANG

Israel menyerang Jalur Gaza. Negeri Zionis itu mengancam akan meningkatkan serangan udara yang lebih mematikan ke Gaza. Ancaman itu dilontarkan Menteri Israel Urusan Militer, Ehud Barak. Ia mengatakan negeranya akan menimbang beberapa pilihan guna menghukum Palestina, salah satunya menyerang Gaza. Selama dua hari terakhir, milter Israel (IDF) telah mengevaluasi sejumlah pilihan untuk menanggapi lebih keras terhadap Hamas dan organisasi lainnya di Gaza. Kami akan menyerang dengan sebuah peningkatan intensitas,” ancamnya seperti dikutip dari Press TV, Senin (12/11).

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu juga memperingatkan eskalasi serangan negaranya melalui jalur pantai. “Angkatan Darat akan bertindak tegas terhadap organisasi di Jalur Gaza. Mereka akan menerima pukulan kuat dari tentara kami,” tegas Netanyahu. Dalam beberapa terakhir, Israel terus menggempur Gaza. Intensitas serangan udara ke Gaza terus ditingkatkan Israel.

Dalam kurun waktu 48 jam, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya enam warga Palestina dan hampir 45 warga lainnya terluka. Saat ini, kondisi beberapa korban yang terluka sedang kritis. Serangan militer Israel ke Gaza sudah tak terhitung. Negeri Zionis tersebut mengklaim serangan ke Gaza adalah serangan balasan dari pejuang Palestina yang lebih dulu menyerang. Namun, langkahnya itu justru menyebabkan banyak warga sipil tidak berdosa menjadi korbannya.

RENCANA:
Sebagai bagian dari masyarakat internasional yang ingin agar terwujud perdamaian dan keamanan dunia, maka dengan ini KAMPUS WONG ALUS mengutuk keras serangan Israel tersebut dan dengan ini kami mengajak kepada seluruh sedulur, sesepuh dan simpatisan KWA untuk mengadakan doa bersama sekaligus Serangan Goib.

SASARAN/TARGET;

1. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu
2. Menteri Israel Urusan Militer, Ehud Barak

SENJATA PERANG GOIB:
Semua amalan wirid hizib asmak ajian yang sudah diijazahkan di KAMPUS WONG ALUS.

JADWAL:
Serangan Goib akan dilakukan secara bergelombang selama 3 Hari. Hari Selasa, 20 November 2012 pukul 21.00 WIB,
Hari Rabu, 21 November 2012 pukul 21.00 WIB dan
Hari Kamis, 22 November 2012 pukul 21.00 WIB.

Secara serentak pada Jam dan tanggal itu kita di rumah, di masjid, di mushola atau dimanapun tempatnya melakukan serangan Goib ke target dan sasaran.

Kita kobarkan semangat Jihad agar dua orang penentu kebijakan Israel itu lebih menghormati dan tidak semena-mena menginjak harkat dan martabat kemanusiaan.

Demikian pengumuman dari kami. Salam persaudaran. Rahayu kang sami pinanggih. Wassalamualaikum wr wb.

Hormat saya

Wongalus

===========================================

TARGET

1. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu

2. Menteri Israel Urusan Militer, Ehud Barak

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 265 Komentar

RUGI SEUMUR HIDUP KALO NGGAK IKUT “JELAJAH SURO KWA INDONESIA 2012”


ASSALAMU’ALAIKUM WR WB. BISMILLAHIR ROHMANIRROHIM. MENYAMBUT BULAN SURO,  KAMPUS WONG ALUS INDONESIA BERENCANA MENGADAKAN ACARA  “JELAJAH  SURO  KWA  INDONESIA” PADA:

 HARI KAMIS : 22 NOVEMBER 2012,

 PUKUL           :  18.00 WIB s/d selesai 

ACARA   : PERJALANAN MALAM UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN YANG MAHA KUASA SERTA DOA BERSAMA (doorprize:  Ijazahan)

PEMANDU DOA DAN IJAZAH: GURU SEPUH ABAH DAYAT (73 Tahun, Pendekar sepuh ”Ilmu Putih” dan ”Ilmu Hitam” dari Baduy Banten)

ROUTE PERJALANAN: BERKUMPUL DI BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO MENUJU TRAWAS DAN KEMBALI LAGI.

 TEMPAT START: BALAI DIKLAT, JL MAJAPAHIT 5  SIDOARJO JAWA TIMUR.

 DETAIL ACARA:

PUKUL 18.00 WIB PENDAFTARAN PESERTA DI BALAI DIKLAT

PUKUL 19.00 WIB BERANGKAT MENUJU TRAWAS

PUKUL 20.30 WIB SAMPAI DI  T.K.P.

PUKUL 21.00 WIB DOA BERSAMA DAN TOPO BROTO

PUKUL 22.00 WIB KEMBALI KE BALAI DIKLAT

PUKUL 23.30 WIB SAMPAI DI BALAI DIKLAT

PUKUL 24.00 WIB ACARA BEBAS, DISKUSI DAN NGOBROL SANTAI

 KONTRIBUSI PESERTA:

  • Bagi yang ingin bersama naik kendaraan yang disediakan panitia: Rp 100.000,- /orang
  • Bagi yang naik sepeda motor pribadi: Rp 50.000,-/orang
  • Bagi yang naik kendaraan pribadi: Rp 50.000,-/orang

PENDAFTARAN HANYA DILAKUKAN SECARA TATAP MUKA LANGSUNG PADA HARI KAMIS SATU JAM SEBELUM ACARA DIMULAI) PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN PENDAFTARAN MELALUI SMS/ONLINE.   

============YANG PERLU DIPERHATIKAN ===========

  1. MESKIPUN INI ACARA INFORMAL TAPI BISA KITA SAMPAIKAN BAHWA INI BUKAN ACARA SILATURAHIM BIASA DAN BUKAN PULA ACARA REKREASI BERSAMA. INI ACARA SAKRAL. BANYAK HAL YANG HARUS KITA PAHAMI DAN AKAN DIJELASKAN OLEH PANITIA SEBELUM BERANGKAT. APA TUJUAN KITA BERKUMPUL DAN KEMUDIAN BERANGKAT MELAKUKAN PERJALANAN DOA, BAGAIMANA TATA CARA LAKU DOA YANG HARUS DIPANJATKAN DAN PROSESI RITUAL YANG BAGAIMANAKAH YANG AKAN KITA JALANI. SEMUA ITU PERLU DIJALANKAN SECARA TERTIB TAHAP DEMI TAHAP SECARA KOMPAK DAN BERSAMA-SAMA SEHINGGA TUJUAN KITA TERWUJUD SECARA SEMPURNA. INI BUKAN ACARA INDIVIDU NAMUN SECARA BERKELOMPOK/BERJAMAAH.
  2. ACARA PENGIJAZAHANNYA DI MUSHOLA BALAI DIKLAT. INI BUKAN PENGIJAZAHAN SEBAGAIMANA PENGIJAZAHAN BIASANYA DI BLOG. INI PENGIJAZAHAN SANGAT SPESIAL DAN PENGIJAZAH AKAN MENDETEKSI KESIAPAN LAHIR DAN BATIN ANDA SATU PERSATU. BAGI YANG TIDAK MENDAFTAR MAKA TIDAK AKAN DIDETEKSI DAN PENGIJAZAH TIDAK AKAN BERKENAN MEMBERIKAN PENGIJAZAHAN KARENA BERESIKO TINGGI. PENGIJAZAH TIDAK BERTANGGUNGJAWAB BILA ADA HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKAN BILA MENGAMALKAN ILMU TANPA BIMBINGAN. DI TKP KITA TIDAK AKAN LAGI BERTANYA TANYA INI IJAZAHAN APA, SYARATNYA APA, BAGAIMANA CARA MENGAMALKANNYA DLL.
  3. BILA MAU IKUT ACARA PENGIJAZAHAN MAKA HARUS MENDAFTAR KE PANITIA DAN NANTI AKAN DI ABSEN DI BALAI DIKLAT. DEMIKIAN PENGUMUMAN DARI KAMI. TERIMA KASIH

TANYA JAWAB

Berapa lama perjalanan dari Sidoarjo ke Trawas?
memakan waktu kurang lebihnya 1, 5  s/d 2 jam.

Biayanya koq segitu?
Perincian biaya di atas untuk urunan bensin (bagi yang menggunakan mobil), selain itu kita perlu memberikan tanda rasa terima kasih kepada pengijazah guru sepuh yang jauh-jauh kita undang dari Jawa Barat pedalaman Baduy Banten dan biaya masuk kawasan wisata air terjun. Jadi tidak mahal kan?…

Kenapa kok konsumsi/makanan tidak ditanggung ?
Untuk makanan/konsumsi kami tidak menanggungnya, karena beban biaya setiap peserta akan lebih besar.

Kalau mau makan dan minum bagaimana ?

Untuk makan malam dan kopi peserta dapat membeli makanan yang sudah matang.

Perlengkapan apa saja yang dibawa?

Bunga yang biasa untuk nyekar makam. Cukup beli Rp 2500,- saja. Kalau mau hajatan khusus anda perlu membawa bunga berwarna putih 7 macam. Perlengkapan lainnya adalah senter karena disana masih hutan dan tidak ada lampu sama sekali. Bawa juga pakaian ganti karena nanti pengijazahan akan dilakukan dalam posisi berendam.

Boleh membawa konsumsi sendiri?
Silahkan membawa makanan dan minuman sendiri-sendiri agar tidak membebani siapapun. Tapi kalau mau bawa untuk panitia juga juga boleh hehe.

Bolehkah membawa Kamera ?
Semua jenis elektronik semua diperbolehkan di bawa. Pada saat pengijazahan HP harap dimatikan.

 Bisakah kita foto-foto di sana ?
Bisa.

Apakah disana boleh merokok ?
Merokok diperbolehkan. Tetapi mohon puntung-puntung rokok dimatikan dan jangan dibiarkan menyala. Mencegah kebakaran hutan.

Apakah yang perlu diperhatikan?

Pertama, tempat yang akan kita kunjungi kita nanti adalah hutan yang wingit dan angker. Harap menjaga ucapan tindakan dan perilaku agar tidak mengusik makhluk goib yang ada di sana. Kedua, harap berhati-hati karena disana banyak lintah. Kalau terkena lintah, segera dikasih tembakau dicampur dengan air. Sedulur sedulur akan membantu anda.

Ketiga, harap berhati-hati dan mengikuti petunjuk panitia karena disana banyak tumbuhan perdu yang berbahaya, bila terkena kulit akan terasa gatal selama 7 hari.

Jaket Harus di bawa ?
Ya. karena disana kondisinya dingin apalagi bila nanti naik sepeda motor maka harus berhati-hati dalam menjalankan perjalanan malam. Routenya naik dan turun. Jaga keselamatan masing-masing karena panitia tidak menyediakan asuransi. Maklum biayanya murah meriah

Dimana tempat berkumpulnya?
Balai Diklat Kabupaten Sidoarjo, selatan RSUD Kab Sidoarjo Jl. Majapahit 5 Sidoarjo.

TERIMA KASIH. SALAM PASEDULURAN. WASSALAMUALAIKUM WR WB.

ttd

wong alus

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 76 Komentar

SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARRAM 1434 H


Memasuki tahun baru Islam, 1 Muharram 1434 H, menjadi momentum bagi kita semua untuk melakukan interospeksi secara kolektif, guna melakukan perubahan dari keadaan yang kurang baik menjadi lebih baik sebagai revitalisasi hijrah. Meningkatkan spritualitas dan kesadaran keagamaan menjadi keniscayaan terutama ketika bangsa ini dihadapkan dengan berbagai musibah yang sepatutnya direnungkan sebagai momentum menguji kualitas keimanan sehingga perlu direnungi untuk diambil hikmahnya.

 Kita refleksikan dan aktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam perjalanan hijrah nabi secara kontekstual, yakni hijrah dari nilai-nilai yang buruk menuju nilai yang lebih baik.

 Tahun hijriyah ini sepatutnya baik secara personal maupun kolektif melakukan koreksi total. Dimulai dari diri sendiri dengan usaha untuk menghitung amal perbuatan kita,  karena dengan cara yang demikian, kita dapat terhindar dari perbuatan – perbuatan maksiat dan bisa memperbaiki amalan – amalan yang kurang baik. Firman Allah : Hitunglah amal – amal kalian semuanya, sebelum kamu sekalian dihisab/dihitung oleh Allah SWT.

 Koreksi selanjutnya adalah lingkungan keluarga menuju lingkaran sosial yang lebih besar. Kini saatnya bangsa ini berhijrah menuju sistem yang lebih arif dengan sistem yang demokratis guna mewujudkan kehidupan keadilan sosial bagi masyarakat luas.

 Kearifan memaknai hijrah dengan melakukan transformasi ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, termasuk didalamnya keberanian untuk melakukan rekayasa sosial dengan berbagai varian inovasinya amatlah ditunggu dan didambakan. Dengan begitu, setiap kita perlu melakukan perbaikan dalam pelbagai lini kehidupan sebagai cerminan semangat hijrah dan menyambut tahun baru Islam dengan membuka lembaran baru yang lebih baik di hari-hari mendatang.

 Ya Allah ya Tuhan kami

Berikan kekuatan lahir bathin bagi kami

Agar mudah bagi kami dalam melalui segala rintangan,

tantangan, cobaan dan hambatan dalam hidup ini

Jangan Engkau berikan cobaan yg berat kepada kami yang tak sanggup kami pikul sebagaimana cobaan kepada pendahulu kami

Berikan kenikmatan, kemuliaan dan rejeki yg berlimpah kepada kami

Seperti yang telah Engkau berikan kepada pendahulu kami

Ampuni dosa kami, keluarga kami, para sahabat kami dan seluruh umat-Mu ini

Agar ringan langkah kami menapaki kehidupan ini

 

Ya Allah ya Tuhan kami

Jadikanlah anak cucu kami dan keturunan kami

Menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, keluarga dan agama

Bekali mereka dengan rasa cinta kasih yang ikhlas

Hilangkan mereka dari sifat iri dan dengki

Tanamkanlah rasa cinta terhadap sesama kepada mereka

Sebagaimana kami mencintai mereka

Ya Tuhan Kami

Ridhoilah jalan kami

Tunjukkan yang benar itu benar

Tunjukkan yang salah itu salah

Kabulkanlah doa kami

Agar negeri ini bangkit dari keterpurukan

Agar negeri ini menjadi negeri yang di hormati

Karena kebersamaan dan persatuannya

karena keanekaragamannya

Karena kasih dan sayang antar sesamanya

Karena ke Bhineka Tunggal Ika-annya

Bukan menjadi negeri yang di cela

Karena perpecahannya dan perbedaannya

Karena korupsi dimana mana

Karena bencana tak jua reda

 

Ya Allah kami disini bersujud memohon Kepada-Mu

Kabulkanlah doa kami yang hina dihadapan-Mu

Yang berharap setitik kasih-Mu

Yang hanya bisa berharap dan meminta keridhoan-Mu

Amien Amin Amin Ya Rabbal Alamin.

 

 

TTD

 

Admin blog

KAMPUS WONG ALUS

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 59 Komentar

AMALAN PERTAHANAN, MURAH REZEKI, JUNJUNG DERAJAT, PENOLAK BAHAYA, PEREDAM DAN PENYEMBUH ILMU HITAM, ILMU TERAWANGAN, PELEMBUT QALBU, CEPAT BAYAR HUTANG, JELAJAH ALAM GAIB, MENGEMBALIKAN ORANG MINGGAT


Wongalus

SAYA IJAZAHKAN WIRID INI UNTUK SEDULUR YANG BERMINAT MENGAMALKANNYA….

CARA MENGAMALKANNYA:
1. BERSIHKAN DIRI DENGAN PUASA LEBIH BAGUS SELAMA 7 HARI. DAHULUI DENGAN SEMANGAT BERTOBAT. SELAMA PUASA WIRID USAI SHOLAT FARDHU 5 KALI SEHARI JANGAN PUTUS. KALAU PUTUS ULANGI DARI AWAL.
2. SETELAH PUASA LAKSANAKAN SECARA RUTIN WIRID INI DI SAAT-SAAT YANG BAIK. BAKDA SHOLAT FARDHU DAN SHOLAT TAHAJUD.
3. BILA ADA KEBUTUHAN MENDESAK, BACA WIRID INI LENGKAP. SEMOGA BAROKAH BIIDZNILLAH.

BERIKUT AMALANNYA….

TAWASSUL Kirim Al Fatihah untuk Rasullah SAW, Para isteri dan Sahabat Rasulullah, Semua Nabi, mulai Adam dst, Nabi Khidir, Malaikat Muqarrabin Qaribin, Semua Wali dan aulia, Syekh Abdul Qadir al Jailani, Para Leluhur kita, Orang Tua kita, diri kita sendiri.)

1. AUDZUBILLAHIMINASSYAITONIRROJIM. 3X

2. BISMILLAH HIROHMANIR RAHIM. 3X

3. AL FATIHAH 3X

4. LAQOD JAA’AKUM RASULLU MIN ANFUSIKUM, AZIZUN ‘ALAIHI MAA ANITUM HARISON ‘ALAIKUM BIL MUKMININ NAROUFUN RAHIM. 3X

5. FA’IN TAWALLAU FAKHUL HASBIYALLAH HULA ILLA HA ILLA HUWA ‘ALAIHI TAWAKAL WAHUA RABBUL ‘ARSIL ‘AZIM. 3X

6. QUL NA YAA NARUKUNNI, BARDAN WASSALAMAN ‘ALA IBRAHIM, SALAAMUN ‘ALAA NUHHIN FIL ‘ALAMIN, SALAAMUN QAU LAM MIRRABIR RAHIM, SALAMMUN HIYAHATTA MAF LA’IL FAJR. 3X

7. WAM TAA ZUL YAU MA AIYUHAL MUJRIMUN, ALAM AQ HAD ILAIKUM YAA BANI ADAMA ‘ALA TAQBUDU SYAITAN, INNAHU LAKUM ADUU UN MUBINN – 3X

8. HAA ZIHI JAHANNAMATUL LATI QUN TUM TUU ADUN – 3X

9. THO HA. MA ANZALNA ALAIQAL QURAN LALITASH KHO ILLA TAZKHIROTAL LIMAN YAQSHA TANZIL LAMMINMAN KHO LAKHO ARDHO WASSAMAWA TIL ‘ULA ARRAHMAN NU’ALA ‘ARSIS TAWA 3X

10. SURAH AL-INSYIRAH 3X ( ALAM NASHRAH )

11. SURAH AN-NAS 3X ( QUL A’U ZUBIROBIN NAS )

12. SURAH AL-IKHLAS 3X (QUL HUWALLAH HU AHAD )

13. ALLAH HUMMA INNI A’U ZUBIKAMIN GHOLABATID DAINI, WASYAMATATIL, AQDA’A 3X

14. AL YAK LAMUMAN KHO LAKHO WA HUWA LATHIFFUL KHABIR 3X

15. INNAMA AMRUHI IDZA ARODA SYAI’AN AYYAQULA LAHU KUN FAYAKUN 3X

16. LA ILAHA ILLALLAH 3X, HU ALLAH 3X, YA HAQQ 3X, YA HAYYU 3X, YA QAYYUM 3X, YA QAHHAR 3X, YA WAHHAB 3X, YA FATTAH 3X, YA WAHID 3X, YA SOMAD 3X

17. ALLAHUMMAFTAH ALAINA, FUTUHAL ARIFINNA, BIHIKMATIKA, WANSYURK ALAINA, BIROHMATIKA WAZARKKIRNA, MAANASITA, YA ZALJALALI WAL IQRAM. 3X

18. ROBBANA ATINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AKHIROTI NASANAH WAQINAA ADZA BANNAR 3 X

19. ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN. 3X.

====

UNTUK MENGGUNAKANNYA

UNTUK DIRI SENDIRI: CUKUP DIBACA DAN DITIUPKAN KE TELAPAK TANGAN KEMUDIAN USAP KE SELURUH TUBUH. POWER AKAN MASUK KE TUBUH.

UNTUK ORANG LAIN: BACA WIRID DI ATAS DAN TIUPKAN KE AIR, MINUMKAN KE ORANG YANG SAKIT. BISA JUGA DIUSAPKAN.

UNTUK MENGEMBALIKAN ORANG TERDEKAT MINGGAT, KEKASIH PERGI TANPA PAMIT DLL.. BACA WIRID DI ATAS DAN TIUPKAN KE BENDA-BENDA PRIBADINYA (PAKAIAN DAN LAIN-LAIN)

DAN CARA CARA LAINNYA.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 150 Komentar

PUISI SUFISTIK JALJALUT


Sumber: kitab Mamba Fi Ushul Al-Hikmah Karya Al-Buni.

 Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Anugerah agung semoga tercurah

Pada sebaik-baik ciptaan-Nya

Muhammad sang penghapus segala salah segala sesat

Ku memohon dengan isim yang tinggi nilainya

Dengan perantara Ajin, Ahujin Jaljalyut Halhalat

 

Oh Tuhanku

Jadilah Engkau penghilang celaka dan bala

Dengan Hayyin menjadi jelas segala cita

Dengan Hallin dengan Halhalat

 

Oh Tuhanku

hidupkan hati setelah mati

Dengan mengingat Mu

Satukan dalam hatiku ilmu dan hikmah

Sucikan dari kotor dan salah

Tambahkan aku keteguhan kepadaMu

 

Oh sang maha benar dengan haq

Tertuang dalam hati limpahan kasih

Dengan hikmah Sang Kuasa hatiku berbunyi

Cahaya-cahaya meliputiku dari segenap penjuru

Haibah Sang Kuasa menaungiku

 

Maha suci Engkau Oh Sebaik-baik Pencipta

Oh Sang Maha karya Sang Maha Mulia

Pancarkan padaku cahaya yang melimpah dahsyat

Bangkitkan bangkai hatiku dengan Thaythaghat

Kenakan aku pakaian kuasa dan martabat

Hentikan tangan musuh dariku dengan Gholmahat

bentengi aku dari musuh dan pendengki

dengan kebenaran Syamakh Asymakh Sallamat Samat

 

Dengan Mihrasy Shamsham dan huruf tilsam

Dengan Mihrasy Thomthom padam segala api

Dengan cahaya agung Bâzikh dan Syaronthokh

dengan kesucian Barkût berlalu gelap

 

Oh Tuhan

sempurnakan hajatku dengan cahaya

dengan Asymakh paripurna segala hasrat segera

Oh Sang Pemudah

Mudahkan segala urusanku

Berikan aku kemuliaan

Selamatkan aku dalam samudera

Berikan keindahan pulaunya

Turunkan padaku tirai penutupnya

 

Dengan kebenaran huruf yang bertemu dalam abjad

Hantarkan hatiku pada maksud dan Hasrat

dengan rahasia huruf yang termantra dalam jimat

hantarkan aku pada segala cita

menjadi satu dengan apa yang ada

dengan Yahin Yahuh Namuh Ashaliya

dengan shalshalat mudahkan urusan bahagia mulia

 

Oh Sang Pemilik Keagungan

dengan Kaf dalam Kun cukupkan aku

dengan Nash Selamatkan aku dari teror dan tekanan

Engkaulah harapan sarwa sekalian alam

limpahkan aku rizki curahan rahmat

Engkaulah harapan hati yang patah oleh salah

tulikan, bisukan dan butakan musuh kami

wahai Sang Pemilik Keagungan

dengan Khausamat, kelukan mulut mereka

Dalam Khausam, Dausam dan Barasam

Kubertahan dengan isim mulia dari kesalahan

Luluhkan untukku hati sarwa alam

dengan syalmahat Kenakan aku busana terima

 

Ya Allah

Berkahi segala usahaku

Lepaskan buhul kesukaran

Yahuh Armahat

Yahin Yayuhin

wahai sebaik-baik pencipta

Oh Dzat yang menumbuh kembangkankan

Segala rizki yang ada pada kami karena kemurahannya

Dengan Asma Mu kutolak musuh dari segala penjuru

Dengan Asma ini bubarkan mereka dari jauh

 

Engkaulah Harapanku

Tuhanku Oh Junjunganku

Halau barisan musuh yang siap siaga

jika mereka melempariku

Wahai sebaik-baik tempat meminta

Semulia-mulia pemberi

 

Wahai sebaik-baik yang diharapkan

kebebasan sebuah bangsa

Dengan Sandad Kahir dengan cacah jiwa Aizam

Bahrat Tibriz yang terformasi dengan Lam

lampu dipandu Takir cahaya

menuju rahasia pencipta

Sinar Pelita pada cahaya yang membuat bangga

Abarikh Bairukh dan Damikh

Syamarikh Syirakh Syarukh Syalmakhat

 

Dengan wasilah Yamlikh Tsamyatsa

dan Yanukh setelahnya

Damikh Yasmukh semerbak harum sarwa mayapada

Kamahin, Biyahin serta Awahin seluruhnya

 

Dengan Hasykah Hasykah terbentuklah semesta

huruf Bihram itu unggul dan mulia

kegelapan berlalu sudah oleh asma tongkat musa

Aku memohon kepadamu,

Ya Allah dengan rahasianya

permohonan orang yang hina,

menuju kepadamu semua manusia

 

Dengan isim ini

tuntunlah bintangku menuju cahaya semarak

sepanjang masa sepanjang hari

wahai cahaya jaljalat

Ya Syamkhitsa Ya Syalmakha engkaulah Syamlakh

Ya Ithala kelegaan udara jernih sudah

kepadamu kekuatan dan daya upaya

bagi siapa saja yang datang dan

mengharap pintu sayapmu terbuka

maka habislah gelap

 

Dengan taha yasin thasin

untuk kami hadirlah selalu

dengan tha sin mim kebahagian menuju

Dengan kaf ha ya ain shad

Cukuplah sebagai pelindungku

Dari segala kejelekan yang selalu mengikutiku

 

Dengan ha mim ain sin qaf

Cukuplah sebagai penjagaku

Karenanya gunung berguncang

Dengan alif lam mim shad

Kutarik hati semesta alam tuk menghadap

 

Dengan alif lam mim ra

Aku bertajalli dengan isim dan ruh yang tinggi

Dengan qaf nun shad dan lam mim ra

segala rahasia didalamnya dan apa yang ada

Dalam kitabullah dari setiap surat

Ayat dan huruf-huruf yang terhormat

Aku memohon kepadamu

dengan Quran, dengan seluruh kitab, 

dengan asma Mu yang mulia, 

dengan ayat-ayat yang terpisah

 

Ya Tuhanku

Sungguh Aku berdoa kepadamu,

Sungguh aku bertawasul dengan seluruh ayat yang ada

dengan rahasia huruf yang termantra dalam jimat

dengan cahaya Isim dan Ruh yang terbit semburat

tiga tongkat yang berbaris setelah cincin

diatasnya tergambar busur panah

yang melengkung panjang

 

Mim thamis yang terpisah-pisah dan Tangga

Bergabung dengan dua buli-buli ditengahnya

seperti semut yang berbaris empat

menunjuk pada kebaikan rizki

yang berkerumun rapat

 

Ha dan Bunga berbentuk bintang

Disusul wawu yang terbentang

Laksanai lengkung pipa menggulung rahasia

Sebagaimana yang awal, terakhir adalah cincin

Dengan sudut segilima yang meliput rahasia

 

Didalamnya terdapat Ahdu, Mitsaq,Wa’d dan Wafa

terpungkas misik, kapur barus dan embun

Shalawat tersuci dan Tahiyyat terkhidmat

Semoga tercurah pada sang mustafa (Muhammad SAW)

Dan umat yang mengikutinya.

Puisi sufistik ini berisikan rangkaian doa yang di kalangan ahli ibadah dikenal memiliki ‘power’ yang sangat dahsyat dan banyak fadhilah di dalamnya. Tentu syaratnya yaitu meyakini dan menjalani pesan-pesan di dalam puisi tersebut. Puisi ini ada dalam dua versi yaitu Jaljalut Kubra dan Jaljalut Syughra. Jaljalut Kubra terdiri dari 225 bait, sedangkan Jaljalut Syugra terdiri dari 60 bait dan merupakan ringkasan dari Jaljalut Kubra. Perhatikan banyak kalimat dalam Puisi Jaljalut yang mengandung asma-asma ganjil. Berikut bersi arab nya:

بدأت ببسم الله روحي به اهتدت     إلى كشف أسرار  بباطنه  انطوت

وصلّيت في الثّاني على خير خلقه      محمّد من زاح الضّـلالة والغلت

سألتك بالإسم المعـظّم  قـدره      بآج أهـوج  جلجليوت  هلهلت

فكن يا إلهي كاشف الضر  والبلا      بهي  جـلا همي  بهل  بهلهلـت

واحيي إلهي  القلب من بعد موته      بذكرك ياقـيوم حـقا تقومـت

احد يا إلهي فيه عـلما  وحكمة      وطهر به قلبي من الرجس  والغلت

وزدني يقينا ثابـتا  بك  واثـقا     بحقك ياحـق  الأمـور  تيسرت

وصبّ على قلبي شآبيب  رحمة        بحكمة مولانا  الكريم  فأنـطقت

أحاطت بي الأنوار من كلّ جانب     وهيبة مـولانا العظيم  بنا عـلت

فسبحانك  اللّهمّ  يا خير خـالق     ويا خير خلاّق وأكـرم  من بعت

أفض لي من الأنوار  فيضة مشرق     عليّ وأحيي  ميت  قلبي  بطيطغت

ألا و ألبـسنّي  هيبـة وجـلالة     وكفّ يـد الأعداء  عنّي بغلمهت

ألا واحجبنّي من عدوّ  وحـاسد     بحقّ شماخ  أشمخ سلّمت سمت

بصمصام مهراش  وبحرف مطلسم     بمهراش طمطام بها الناّر  أخمدت

بنـور جلال بازخ   و شـرنطخ    بقدّوس برهوت  به الظّلمة  انجلت

ألا واقض يا رباه  بالنّور حـاجتي    وياأشمخ جليا سريعا  قد انقضت

ويسّر  أموري  يا ميسر وأعـطني    من  العزّ والعليا  عزا تسـاميت

وسـلّم ببحر واعطني خير بـرّها    وأسبل على السّترواحجب من الغلت

وبـلغ  بـه  قلبي  وكل مـآربي    بحقّ  حروف  بالهجاء تجـمّعت

بسرّ حروف أودعت في عـزيمتي      تبلغنا الامــال جمعا  بما  حوت

بـياه  و ياهوه   نموه   أصـاليا     نجا عاليا يسّر أموري  بـصلصلت

ألا واكفني يا ذاالجلال بكاف كن     بنصّ حكيم  قاطع  السّرّ   أسبلت

وخلّصني من  كلّ هول  وشـدّة     فأنت رجـاء العالمين  ولو طغت

وصبّ  عليّ  الرّزق  صبّة  رحمة      فأنت رجا قلبي  الكسير من الخبت

وصـم وأبكم ثمّ أعـم عـدوّنا     وأخرسهم يا  ذا الجلال  بحوسمت

ففي حوسم  مع  دوسم   وبراسم    تحصّنت بالإسم العظيم من الغلت

وعطف قلوب العالمين بأسـرهم      عليّ  وألبسني  قبولا   بـشلمهت

وبارك  لنا  اللهمّ  في جمع كسبنا     وحلّ  عقود العسر  ياهوه  أرمخت

فـياه و يايوه  و يا  خير بـارئ    ويا من لنا الأرزاق من جوده نمت

نردّ بك الأعداء من كلّ  وجـهة     وبالإسم ترميهم من البعد  بالشّتت

فأنت رجائي  يا إلهي   وسـيّدي    ففلّ لميم الجيش  إن رام بي  عبت

فيا خير مسؤول  وأكرم من  عطى    ويا خير مأمـول إلى أمّة  خـلت

بتعداد   أيـزام   بسنداد  كـاهر   ببـهراة  تبريز  بـلام  تكـونت

سـراج  يقاد  النّور  سرّا   بتاكر    يقاد  سراج  النّور  نورا  تشمخت

أبـاريخ  بيروخ و داميخ  بعدها     شماريخ  شيراخ  شروخ  تشلمخت

بيمليخ سمياثا و يا نوخ  بعـدها     وداميخ  يشموخ  بها الكون عطرت

على ما نرم حقا يرون بقنصب        بحـق تنـاو يوم زحم  تزاحـمت

كماه بياه مع أواه جــميعها       بهشكاخ هشكاخ كنون تكونت

حروف لبهرام  علت  وتشامخت      وأسما عصى موسى بها الظلمة انجلت

توسّـلت يا ربّ إليك بسـرّها      توسّل ذي ذلّ ،  بك الناس اهتدت

أقد كوكبي بالإسم نورا وبهجة       مدى الدّهر والأيام  يا نور جلجلت

فيا شمخثا يا شلمخا أنت شملخ        ويا عيطلان غوث الّرياح تخلخلت

بك الطول والحول الشّديد لمن أتى     لباب جنابك وارتجى ظلمة جلت

بـطه و يس و طس كن لنا          بـطاسين ميم بالسّـعادة  أقبلت

بكاف  و ها يا ثم عين و صادها      كفايتنـا من كلّ سـوء بنا حوت

بحم عين ثـمّ  سين  و قافـها       حـمايتنا مـنها الـجبال تزلزلت

بألف و لام  ثمّ  ميم  وصـادها      جـذبت قلوب العـالمين فأقبلت

بألف  و  لام  ثمّ  ميم  ورائـها     تجلت بنور الاسم والروح قد علت

بقاف و نون  ثمّ صاد وماانطوى      من السـر والأسرار فيها وماحوت

بما في كتاب الله من كل سورة        واياته ثم الحروف تعظمت

سألتك بالقرآن والكتب كلها         بأسمائك العلا بآيات فصلت

دعوتك يا رباه حقا وإنني             توسلت بالآيات جمعا بماحوت

بسرّ حروف أودعت في عزيمتي        علوت بنور الإسم والرّوح قد علت

ثلاث عصيّ صفّفت بعد خاتم         على رأسها مثل السّهام تقوّست

وميم طميس أبتر ثمّ سلّم              وفي وسطها بالجرّتين تشربكت

وأربعة شبه الأنامل صفّفت            تشير إلى الخيرات للرّزق جمّعت

وهاء شقيق ثمّ واو مقوّس             كأنبوب حجّام من السّرّ التوت

وآخرها مثل الأوائل خاتم             خماسيّ أركان وللسّرّ قد حوت

بها العهد والميثاق والوعد والوفا       وبالمسك والكافور والنّدّ ختّمت

فأزكى صلاة مع أجلّ تحيّة            على المصطفى المختار مع أمّة تلت

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 48 Komentar

MERESAPI KANDUNGAN DOA AKASHAH IBNU MUHSAN R.A.


Sumber: kitab Majmu’ Syarif

Akashah ibn Muhsan RA. merupakan sahabat Rasulullah SAW. Beliau merupakan sahabat Nabi yang dijanjikan syurga oleh Allah SWT selain dari sahabat yang berjumlah 10 orang. Akashah meriwayatkan sebuah doa yang oleh kalangan ahli ibadah diberi nama “Doa Akshah”. Kami hanya menampilkan arti doa ini dengan harapan agar kita bisa menyelami maknanya dan menjalani apa saja yang kita minta. Apakah kita sudah meminta dengan pantas? Sebab berdoa perlu dilantunkan sesuai dengan kepantasannya dengan perilaku kita sehari-hari. Misalnya kita memohon kelapangan dan keluasan rezeki, namun apabila tidak kita imbangi dengan perilaku untuk membuka usaha dan peluang maka doa kita juga terasa kurang sempurna. Sebab Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum bila kaum itu tidak mengubah nasibnya sendiri. Berikut ini doa akashah:

 ===

DOA AKASHAH

Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, tetapkanlah shalawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad, Keluarga dan shahabat-shahabat beliau.

Dengan Asma’ Allah yang menyinari sinar diatas sinar, Segala puji bagi Allah Pencipta Nur dan menurunkan kitab Taurat diatas gunung Thurdi dalam kitab yang tertulis, Segala Puji bagi Allah Yang Disebut kaya dengan kemulyaan dan keagungan yang dikenal dan atas senang dan susah yang disyukuri dan segala puji bagi Allah yang menciptakan langit dan bumi dan menjadikan gelap dan terang, kemudian orang-orang kafir kepada Tuhannya dan berpaling.

 KAF HA YA ‘AIN SHAAD, HA MIM ‘AIN SIN QAF, hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan memohon pertolongan, hai Dzat Yang Hidup Tegak Kokoh, Allah Yang sangat belas kasihan kepada hamba-Nya memberi rizki kepada siapa saja yang dia kehendaki, Dia sangat kuat dan mulia, hai Dzat Yang mencukupi segala sesuatu, cukupilah aku dan palingkanlah dariku segala sesuatu dengan kekuasaanMu yang baik, bahwasanya Engkau berkuasa atas segala-galanya.

 Ya Allah, Dzat Yang banyak pemberiannya dan Yang selalu bertemu, Yang bagus perbuatannya, Pemberi rizki hamba-hambaNya pada setiap keadaan, hai Dzat Pencipta pertama kali dengan tidak melalui contoh, hai Dzat yang langgeng, yang tidak akan binasa, selamatkanlah kami dari kufur dan tersesat dengan : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya kufur/rasa bimbang dan ragu masuk dalam keimananku kepada Engkau sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya kufur masuk kedalam keislamanku kepada Engkau sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya rasa bimbang dan ragu masuk ke dalam ketauhidanku terhadap Engkau, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya rasa sombong, takabur,riya’ dan sum’ah / menonjolkan diri dan kekurangan di dalam amal perbuatanku bagi Engkau masuk ke dalam hatiku sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya sifat dusta, pengumpat, mengadu domba dan pembohong berjalan pada mulutku sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya di dalam hatiku terlintas rasa was-was sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya rasa penyerupaan dan lalai masuk ke dalam ma’rifatku kepada Engkau sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

Ya Allah, seandainya rasa nifak, dosa-dosa besar dan kecil masuk ke dalam hatiku maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, seandainya sifat riya’ masuk ke dalam amal perbuatanku dan perkataanku sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, kejahatan-kejahatan yang telah aku perbuat sedang aku tidak tahu atau tahu, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, kebaikan-kebaikan yang Engkau kehendaki bagiku, lalu aku tidak dapat mensyukuri sedang aku tidak tahu atau tahu, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, hal-hal yang telah Engkau takdirkan kepadaku, lalu aku tidak bergembira atau tidak menerimakannya sedang aku tidak tahu atau tahu, maka bertaubatlah aku dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadaku, lalu aku salah gunakan, durhaka kepadamu sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau kuasakan kepadaku, lalu aku tidak bersyukur kepada Engkau sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, kebaikan-kebaikan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan aku tidak memujiMu, sedang aku tidak tahu atau tahu, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, berfikir dalam kekuasaanMu yang Engkau ciptakan terhadapku, lalu aku menutup mata, sedang aku mengetahui atau tidak, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

Ya Allah, perbuatan-perbuatan yang aku lakukan sepanjang umurku, lalu Engkau tidak ridha, sedang aku mengerti atau tidak, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, amal perbuatanku yang Engkau perpendek di dalam mengharap-harap rahmatMu, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, jika aku bergantung kepada selain Engkau di dalam menghadapi kepayahan-kepayahan, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, jika aku memohon pertolongan kepada selain Engkau, dalam kecelakaan dan bahaya, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, urusan-urusanku yang telah Engkau baguskan dengan anugerah Engkau dan pandanganku salah, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, jika aku tegelincir menyimpang dari jalan lurus (shirat), karena memohon kepada selain Engkau, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : LA ILA HA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW.

 Ya Allah, Yang Hidup tegak kokoh, Yang memiliki rahmat dan banyak anugerahNya, banyak memberi dan Pemilik kerajaan, Tidak ada Tuhan yang lain kecuali Engkau, maha suci Engkau, bahwasanya aku menganiaya diri sendiri, (firman Allah) : “Lalu Kami kabulkan dan Kami selamatkan dia dari kesusahan, demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang beriman.  Zakariya ketika menyeru tuhannya, ya Tuhanku: “Janganlah Engkau tinggalkan aku sendiri, Engkaulah waris yang paling baik”.

 Ya Allah, dengan hak La ila ha illallah dan kemuliaannya, hak kursi dan keluasannya, hak ‘Arsy dan keagungannya, hak kalam dan berjalannya, hak Lauh Mahfudh dan penjaga-penjaganya, hak Timbangan (Mizan) dan dua matanya, hak Shirat dan kelembutannya, dengan hak Jibril dan kejujurannya, hak Mikail dan belas kasihnya, hak Israfil dan terompetnya, hak Izrail dan terpilihnya, hak Ridlwan dan surganya, hak Malik dan nerakanya, hak Adam dan terpilihnya, hak Ibrahim dan terpilihnya sebagai khalilullah, hak Ishak dan keagamaannya, hak Isma’il dan disembelihnya, hak Ya’kub dan kedukaannya, hak Yusuf dan terasingnya, hak Musa dan ayat-ayatnya, hak Harun dan kehormatannya, hak Hud dan kewibawaannya, hak Shaleh dan untanya, hak Luth dan pemikirannya, hak Yunus dan ajakannya, hak Danial dan kerahmatnya, hak Zakariya dan kesuciannya, hak Isa dan kejiwaannya dan dengan hak Muhammad yang terpilih menjadi kekasihNya dan dengan syafa’at ‘Udhmanya SAW.

 Ya Allah, Yang Hidup, tidak ada Tuhan yang lain kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, bahwasanya aku termasuk orang-orang yang menganiaya diri, (Firman Allah); Lalu kami mengabulkannya dan menyelamatkannya dari kesusahan, demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. Tidak ada Tuhan yang lain kecuali Allah, kepadaNya aku bertawakkal, Dia pengurus ‘Arsy yang Agung. Allah-lah yang mencukupi aku, sebaik-baik Pelindung, Pengurus dan Penolong. Tidak ada daya kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Agung.

 ===

BERBAGAI FADHILAH

Pada suatu hari aku duduk di hadapan Rasulullah SAW di dalam mesjid Madinah Al Munawarah,kemudian datanglah Malaikat Jibril dengan membawa Doa Akashahyang diberikan kepada Rasulullah SAW seraya berkata : “Wahai Rasulullah, yang aku bawa ini adalah doa Akashah : sejak zaman Nabi Adam AS dan nabi-nabi lain belum pernah kuturunkan doa ini kecuali kamu ya Rasulullah” demikian penjelasan dari Abu Bakar RA.

Abu Bakar ASh Shidiq ra telah berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda padaku Janganlah kautinggalkan membaca Akashah ini karena sebab membaca do ini kamu akan dapat kesentosaan dan anugrah dari Allah SWT dapat menghafalkan Alquran dan kitab.

Umar Bin Khatab berkata : Rasulullah SAW telah bersabda Wahai Umar bacalah doa ini,karena membaca doa ini akan memperoleh pahala yang sangat besar, tujuh puluh ribu Malaikat berbuat kebajikan karena membaca doa ini, satu Malaikat mempunyai mulut,tujuh puluh dan mempunyai kepala tujuh puluh. Tiap satu memuji kepada Allah SWT dan semua itu diberikan kepada orang yang mau membaca doa ini, Allah memberi rahmat kepadanya.

Usman bin Affan RA berkata : Sesungguhnya aku dapat menghafalkan Al quran karena berkah doa ini.

Ali Bin Abi Thalib RA: Aku menjadi kuat karena berkah doa ini.

Hasan Basri (semoga selalu mendapatkan rahmat Allah SWT berkata : Sesungguhnya  aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya seseorang tidak akan memperoleh pahala seprti pahalanya orang yang membaca doa ini.

Syech Sya’ba (semoga senantiasa mendaptkan rahmat Allah SWT berkata : Aku mendengar dari sabda Rasulullah SAW. Barang siapa yang berdoa dengan doa ini,
jika ia meninggal dunia, maka akan senatiasa mendapat anugrah dari Allah SWT tujuh puluh ribu Malaikat yang mengantar jenazahnya ke qubur yang setiap satu Malaikat alam nur/cahaya. Malaikat berkata : jangan takut engkau, sesunguhnya Allah SWT telah memberikan anugrah kepada engkau nanti hari kiamat dan membukakan pintu sorga untukmu. Allah SWT pun berfirman : Wahai Fulan sesungguhnya aku malu menyiksa engkau karena telah mengamalkan membaca doa ini.

Malaikat Jibril berkata : Sesungguhnya aku melihat doa Akashah ini tergantung di bawah Arsy sembilan puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan bumi.

FADHILAH LAIN YANG UMUM

Barang siapa membaca doa ini setiap hari tiga kali, pada hari kiamat wajahnya akan seprti bulan purnama tanggal 14 dan masuk surga tanpa kira-kira  karena berkah doa ini.

Barang siapa yang membaca doa ini, Allah SWT akan selalu melindunginya dari bahaya kebakaran.

Barang siapa yang membaca doa ini setiap hari, sebulan sekali, setahun sekali atau seumur hidup sekali, maka Allah SWT merintahkan tujuh puluh ribu malaikat dari langit membawa kebajikan, serta diberikan mudah rizqinya dan memperoleh rahmat.

Doa ini apabila diamalkan tiap hari dan malam hari dengan hati ikhlas, maka ia tidak akan sakit kecuali sakit yang menyebabkan ia meninggal dunia.

Jika akan bepergian atau pergi berlayar, maka bacalah doa ini sewaktu akan pergi dan berlayar, Insya Allah akan selama dari marabahaya.

Barang siapa yang membaca doa ini sehari sekali atau seumur hidup sekal: jika tidak dapat membaca,maka tulisannya saja diletakkan di dalam rumah, Allah akan
memberikan ampunan atas segala dosa-dosanya.

Dan barang siapa yang ingin berjumpa dengan Rasulullah SAW dalam mimpi, maka  mandilah keramas pada malam Jumat dengan memakai wewangian kemudian melakukan shalat dua rakaat kemudian setelah selesai shalat membaca doa ini lima kali dengan penuh ihklas, maka Insya Allah memperoleh anugrah berjumpa dengan Rasulullah dalam mimpi.

Jika ada orang yang sakit gila karena godaan syetan atau sakit panas dan di bacakan doa alasah ini Insya Allah lekas sembuh.

Barang siapa yang tidak ingin kekurangan rizki bacalah doa ini, Insya Allah tidak kekurangan rizqi.

Barang  siapa mempunyai tanggungan hutang dan ingin lekas dapat membayarnya dengan membaca doa ini, Insya Allah lekas dapat membayarnya.

Barang siapa yang ingin menghafalkan Alquran, maka tulis doa ini dengan tinta yang dicampur minyak kasturi serta minyak za’faran dalam mangkok putih yang diisi dengan air, kemudian airnya diminum selama tujuh hari, Insya Allah akan lekas dapat menghafalkannya

Jika ada orang yang meninggal dunia, tulislah doa ini pada kain kafannya, jika mayit ini didatangi ole dua malaikat Munkar dan Nakir untuk mengajukannya beberapa pertanyaannya, Insya Allah mayit ini akan dapat menjawabnya Allah berfirman : Sesungguhnya Aku malu menyiksa engkau karena ada doa ini dan menyebabkan ia lepasdari siksa kubur karena berkah doa ini.

jika ada anak,istri, pembantu atau yang lainnya pergi dari rumah tanpa pamit maka lakukanlah shalat dua rakaat dengan hati yang ikhlas tiga karena Allah  sesudah membaca Al Fatihah membaca surat Al Ikhlas tiga kali, sesudah salam membaca doa ini, Insya Allah orang yang mingat tersebut akan lekas kembali.

@wongalus,2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 38 Komentar

======AYO DULURRR… HADIRI TEMU KANGEN KWA JAKARTA… MANTAPPPPP BROOOOO======


PENGUMUMAN
ASSALAMMU’ALAIKUM WR WB. KWA JAKARTA, BERENCANA AKAN MENGADAKAN SILATURAHMI DALAM
BENTUK TEMU KANGEN DAN GATHERING, YANG INSYAALLAH AKAN KAMI ADAKAN BESOK PADA :

HARI : KAMIS
TANGGAL :15 NOPEMBER 2012
TEMPAT : BUMI PERKEMAHAN RAGUNAN, JAKARTA SELATAN
WAKTU : JAM 08.00 s/d SELESAI
ACARA : TEMU KANGEN DAN PENGIJASAHAN DARI PARA SEDULUR KWA

DEMIKIAN PENGUMUMAN INI KAMI BERITAHUKAN KEPADA PORO SEDULUR SEMUA DAN SEKALIGUS SEBAGAI UNDANGAN, UNTUK HADIR.  ATAS PERHATIANNYA KAMI UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH.

KWA Jakarta,
ttd.
thanmust thepos

=========

Sebagian Pendekar KWA Jakarta ( dari kanan ke kiri: Ki Abdul Jabar, Ki Nurjati, Ki Deadman, Ki Angker Ludiarto, Ketua kwa jakarta: ki thanmust thepos , dll )……

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 136 Komentar

CAMPUR NUNGGAL ROSO KAWULO GUSTI


wongalus  & mas kumitir

Bagi saya, hari Kamis malam Jumat adalah saat yang menyenangkan. Sebab malam itu — dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga dini hari, saya bisa bertemu dengan sedulur-sedulur di mushola Balai Diklat Kab Sidoarjo, di acara wirid bersama KWA. Biasanya sedulur-sedulur yang hadir berjumlah di antara 10 hingga 25 orang. Dari berbagai kalangan, tua muda, pria dan wanita dari banyak daerah. Baik dari kota-kota sekitar Sidoarjo, bahkan tidak jarang ada sedulur yang datang dari kota-kota luar propinsi yang jauh.

Acara yang dikemas tidak resmi itu biasanya lebih menarik dan mengena. Tidak ada satu sosok pembicara di sini, namun banyak pembicara. Siapa lagi kalau bukan sedulur-sedulur sendiri. Yang satu berbicara yang satu mendengarkan. Begitu seterusnya. Segelas kopi menemani kami dan kadang ada juga sedulur yang membawa berbagai oleh-oleh misalnya gorengan, gethuk, jemblem dan ragam macam makanan tradisional.

Sebenarnya  apa motivasi sedulur untuk datang ke acara ini? Tentu saja beragam. Ada yang hanya sekedar untuk melepas penat setelah seharian bekerja, ada yag ingin mencari ilmu, ada yang butuh mendiskusikan banyak hal terkait amalan, doa, keberkahan, dan lainnya. Saya amati rata-rata sedulur yang datang ini memiliki tingkat pengetahuan yang cukup lumayan.  Setingkat sarjana dan ada yang sudah pasca sarjana. Namun ada pula yang setingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Kita bercampur aduk dalam tujuan menjalin tali silaturahim. Memberi dan menerima.

Inilah hakikat persaudaraan sejati…….

Nah, apa saja sih yang diperbincangkan di acara tidak formil itu? Ini adalah secuil gambaran ketika di saya Wongalus (WA) berdiskusi dengan Mas Kumitir pemilik blog Alang Alang Kumitir (AAK) seorang “misterius” yang di daftar keanggotaan KWA memiliki ”Nomor Punggung” 0000.

Kedatangannya malam itu bagi saya sungguh spesial karena saya berdiskusi tentang serat Pepali, serat yang melegenda karena kualitas filsafat ketuhanan yang cukup berbobot. Berikut petikannya yang sempat saya rekam di ingatan.

WA: Siapa sebenarnya pengarang Serat Pepali ini?

AAK:  Pengarangnya Ki Ageng Selo. Hidup antara abad 15, di jaman Kerajaan Demak. Ia adalah cucu Raden Lembu Peteng atau Raden Bondan Gejawan, putra Prabu Brawijaya (Raja Majapahit yang terakhir) dari istrinya yang termuda. Cicitnya, Sutawijaya, menjadi raja pertama Kerajaan Mataram yang bergear panembahan Senopati.

WA: serat ini begitu melegenda karena berisi warisan ajaran etika moral Jawa yang hingga kini banyak dianut orang Jawa. Ajaran tersebut berisi larangan-larangan yang harus dipatuhi apabila ingin mendapatkan keselamatan.

AAK: ya begitulah, bentuk Serat pepali itu syair macapat. Kenapa para pujangga memformulasikan ajaran hidup dalam bentuk mocopat yang bersyair? Itu agar mudah diingat dan dilagukan sehingga bisa lama mengendap dalam bawah sadar masyarakat. Coba kalau tidak dibentuk syair, misalnya hanya bentuk teks-teks teoritis, pasti mudah dilupakan.

WA: Apa saja isi Serat pepali itu mas?

AAK: Salah satunya bait berikut ini…. Ingkang samodra agung, Tanpa tepi anerambahi. Endi kang aran Allah? Tan roro tetelu. Kawulane tanna wikan, Sirna luluh kang aneng datu’llah jati, Aran sagara Purba…..

WA: coba saya artikan dan kalau salah monggo dikoreksi ada Samudera yang besar yang tak bertepi namun meresapi seluruh alam. Manakah yang disebut Allah? Tak ada lainnya dua atau tiga. Makhluknya tak ada yang menyadari, Karena musnah terlarut dalam zat Allah sejati, disebut Lautan Purba… maknanya apa mas?

AAK: Maknanya termuat dalam simbol samudera yang besar tadi. Samudra itu tidak punya tepi, tidak ada batasnya bahkan melingkupi seluruh alam. Samudra itu sesungguhnya adalah Allah. Dzat yang tunggalan itu sesungguhnya meliputi segala sesuatu di alam semesta. Semua bergantung pada samudera itu. Jika air itu kering, maka semua makhluk hidup akan mati.

WA: Allah itu kita yakini Dzat dimana semuanya bergantung. Ia adalah causa prima, Satu Satunya Pengada di alam semesta, sumber segala kejadian. Tiada apapun di alam semesta kecuali DIA  Abadi, Tak Terbatas, Luas, Hidup dan simbolnya adalah ‘Lautan Purba’. Asal segala ciptaan.

AAK: Nah, ini lagi bait penjelasannya…. Ana papan ingkang tanpa tulis. Wujud napi artine punika, Sampyuh ing solah semune, Nir asma kawuleku, Mapan jati rasa sejati. Ing njro pandugeng taya. Marang Ing Hyang Agung. Pangrasa sajroning rasa, Sayektine kang rasa nunggal lan urip,Urip langgeng dimulya….

WA: artinya apa mas?

AAK: Ada tempat yang tak bertulisan. Kosong mutlak artinya itu, Dalamnya lenyap terlarut segala gerak dan semu. Hapus sebutan Aku karena Masuk kedalam inti rasa sejati, Didalam tiada bangun sadar Kediaman Hyang Agung Perasaan masuk kedalam rasa, Sebenarnya rasa sudah bersatu dengan hidup, Hidup kekal serba nikmat.

WA: Sebuah pernyataan sangat jelas bagaimana merasakan kemanunggalan dengan Dzat NYA.

AAK: Bahasa manusia tak akan mampu mengungkapkan perasaan ini. Dimensi yang tak sanggup dilukiskan dengan kata-kata atau bahasa manusia. Ruang itulah yang disebut agama sebagai ‘ruang Allah’ (baitullah, ‘rumah Allah’).

WA: Maksudnya Tentu bukan baitullah yang ada di Mekkah namun sebuah ruang kesadaran untuk suwung dimana disanalah adanya Allah berada. Suwung yang tidak terketahui oleh otak bila belum mengalaminya sendiri….

AAK: ya, itulah … wujud napi artine punika…. ruang kosong mutlak dimana sudah tidak ada lagi gerakan batin… diam greg dalam pergerakan abadi… kita tidak mengenali gerak karena biasanya kita hanya mengenali gerakan di aras mata dan telinga… DIA adalah dalang yang menggerakkan semua gerakan wayang, tapi dia sendiri tidak digerakkan, karena dia itu asalmula ‘gerak’ dan ‘gerak’ itu sendiri.

WA: betul betul menarik… sebab di dalam khasanah sejarah filsafat Aristoteles pernah menyebutnya sebagai ‘Sang Penggerak yang tak tergerakkan’ (The Unmoved Mover). Bagaimana cara termudah merasakan kesadaran itu?

AAK: Tidak ada cara lain selain ikhlas untuk menempuh dan menceburkan diri dalam ’ruang Allah’ sebuah jalan mistik… namun kemudian kita harus pasrah menunggu hadirnya kesadaran NYA yang dialirkan dalam kesadaran kita

WA: Apa itu kondisi pelenyapan dirinya  ke medan fanafiilah ‘kekosongan mutlak’, larutnya diri ke dalam zat NYA.  Sehingga segala kesadaran kemanusiaan untuk sementara lenyap

AAK: Betul begitu seperti orang yang pingsan tak sadarkan diri namun merasakan kenikmatan tiada tara serasa nikmat minum anggur yang memabukkan.

WA: Berapa indahnya fanafiillah itu ya mas? Kupikir inilah sesungguhnya kehidupan yang sejati itu

AAK: Betul om. Di serat pepali ada bait Godhong ijo ingkang tanpa wreksa ….artinya daun hijau tak berpohon…. Semunira ing masalah ing rat…. Lah iya urip jatine…. Dudu napas puniku…. Dudu swara lan dudu osik…. Dudu paningalira… Dudu rasa perlu…. Dudu cahya kantha warna…. Urip jati iku, nampani sakalir….Langgeng tan kena owah.

WA: Daun hijau yang tak berpohon lambang masalah alam yaitu hidup sejatinya. Bukan nafas itu Bukan suara dan bukan gerak batin Bukan pemandangan… Dan bukan rasa syahwat…. Bukan cahaya, bangun atau warna… Itulah hidup sejati, yang menerima segala persaksian… Kekal tak ada ubahnya….

AAK: lanjutnya Bait berikut….. Pasemone kang modin puniki…. Pan bedhuge muhung aneng cipta…. Iya ciptanira dhewe…. Pan ingaken sulih Hyang Widi…. Cipta iku Muhammad…. Tinut ing tumuwuh…. Wali, mukmin datan kocap…. Jroning cipta Gusti Allah ingkang mosik…. Unine: rasulullah…. Lamun meneng Muhammad puniki…. Ingkang makmum apan jenengira….. Dene ta genti arane…. Yen imam Allah iku…. Ingkang makmum Muhammad jati…. Iku rahsaning cipta…….Sampurnaning kawruh…….Imam mukmin pan wus nunggal…….Allah samar Allah tetep kang sejati…….Wus campur nunggal rasa.

WA: Coba kujelentrehkan hakikatnya, kalau salah monggo dikoreksi bersama bahwa sesungguhnya kita ini adalah wakil Allah, dan kita diberikan akal pikiran serta hati nurani… itu sejatinya adalah utusan NYA. Akal pikiran dan hati nurani kan menjadi pembimbing, pemimpin, mursyid hidup kita… nahkoda di satu kapal dan dalam hidup inilah kita perlu menghayati Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah yang senantiasa bergerak memberikan firman-firmannya. Seandainya akal budi adalah utusan NYA maka yang makmum berarti kita sendiri. Yah kita paham, pastilah  sejatinya Allah adalah Maha Imam dan yang menjadi makmum ialah ”Muhammad Rasulullah” yang sejati sebagai inti-sari akal budi….

AAK: Ya ..sebenarnya Kesempurnaan ilmu adalah ketika imam dan makmum itu sudah bersatu…. Allah yang kita bayangkan dengan Allah yang sesungguhnya itu sudah tidak ada jarak dan tidak ada kekeliruan..rasa kita dengan rasa NYA pun sudah ada melebur dalam satu rasa cinta…. Bismilahirrohmanirrohim, Rahman dan Rahim.

WA: Oke mas, kapan-kapan kita lanjutkan lagi… monggo disruput kopi kental manisnya

AAK: Sip om… semakin lama kopinya tidak semakin dingin tapi justeru sebaliknya semakin hangat….

@@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 29 Komentar

ILMU KESAKTIAN DAHSYAT SANG KODOK


Wongalus

Pada kesempatan kali ini marilah kita belajar pada alam semesta. Alam semesta adalah kitab yang tidak tertulis yang dianjurkan dalam agama untuk di Iqro’ alias dibaca. Salah satu kitab itu adalah Kodok/Katak. Kita menjadi ahli biologi sekaligus menjadi metafisikus karena berhubungan dengan hal-hal yang metafisis dibalik kesaktian kodok

Apa kelebihan kodok? Kodok adalah binatang yang sudah berada di bumi sangat lama sehingga usianya sangat tua, sekitar 450 juta tahun yang lalu. Binatang kecil ini termasuk sangat hebat karena kemampuannya bertahan dari segala macam cuaca dan keadaan. Itu dimungkinkan karena Kodok mampu bermetamorfose/malih rupa, bisa meloncat dengan ringan setinggi mungkin, bisa bertahan hidup di beberapa alam baik di udara, di air dan di darat. Katak juga memiliki kulit yang beracun, bila anda diserang secara metafisis (santet/sihir/tenung) maka penyerang anda akan mengalami keracunan yang hebat. Bahkan anda mampu hidup dalam tanah bertahun-tahun tanpa makanan dan air.

Kodok juga memiliki kemampuan tidur panjang hingga bertahun-tahun. Apa sebabnya? karena katak dapat memaksimunkan energi untuk bertahan hidup dengan jalan meningkatkan jumlah energi yang didapat per satu unit energi yang dikonsumsi. Dengan begitu, anda tidak akan pernah kehabisan energi hidup. Kodok juga binatang yang sangat peka, ia mampu memprediksi berbagai bencana alam misalnya gempa bumi, banjir dan lain-lain.

Nah berbagai kelebihan kodok di atas, kita mencoba untuk membongkar sekaligus menyerap ilmu kesaktiannya agar semua kelebihan di atas kita miliki. Nah, di berbagai referensi agama kita akan mendapati penjelasan luar biasa.

Diriwayatkan oleh Imam Bayhaqi dari Sayyidina Anas dari Sayyidina Malik sesungguhnya Rasulullah S.A.W bersabda: “Sesungguhnya Nabi Dawud A.S telah menyangka bahwa tidak ada seorang pun dari mahluqnya Alloh yang bertasbih sebagus tasbihnya, Maka Alloh menurunkan seorang malaikat kepada Nabi Dawud AS agar mengingatkan Nabi Dawud.

Malaikat itu berkata: “ Hai Dawud, pahamilah apa-apa yang disuarakan oleh kodok, dengarkanlah suaranya sesungguhnya kodok tesebut mengucapkan tasbih yang lebih baik darimu. Rasulullah Muhammad SAW bersabda === La Taqtuluu Ad-Dofadia’a Fa Inna Naqiqohunna Tasbihun=== Janganlah kalian semua membunuh kodok-kodok,karena sesungguhnya suara-suara mereka merupakan Tasbih kepada Allah SAW.

Inilah bacaan doa Ilmu Kesaktian Kodok:

====YA MUSABBIHA BI KULLI LISANIN WA YA MADZKURO BI KULLI MAKANIN SUBHANAKA WA BI HAMDIKA SUBHANAL MALIKIL QUDDUS WA MUNTAHA ILMUKA ===

Wahai Dzat yang di sucikan oleh tiap-tiap lisan, wahai Dzat yang di ucapkan di tiap-tiap tempat, Maha Suci Engkau Ya Allah, Maha Suci dengan segala pujimu Ya Allah, Maha suci Allah yang Maha Memiliki segenap Kesucian dan Ilmu Engkau ya Allah yang tidak pernah berakhir.

Apa Riyadhoh Ilmu? Sederhana. Tirulah Kodok yang senantiasa bertasbih siang malam, memujiNYA dan mensyukuri hidupnya. Kodok mampu membedakan mana itu kebutuhan dan mana itu keinginan. Hanya kebutuhan hidupnyalah yang diutamakan sementara keinginan itu dikendalikan. Kodok tetap mencari rezeki yang barokah yang disediakan untuknya disekelilingnya dan ia mampu berpuasa bertahun-tahun lamanya. Insya alloh apa yang anda hajatkan akan terkabul. Amin Ya Robbal Alamin. Matur nuwun.

@@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 112 Komentar

ASMAK SAFIR ADAM


=====BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. ALLOHUMMA INNI AS ALUKA YA MAN BIYADIKA YANB’UU HAYATA KULLI SAYIN AS ALUKA BI NAFAHATI ASRORI ANWARI ASMAIKA WA NURI BAHAI ISROQI ANWARI A’RSYIKA WA BIMA AWDA’TAHU FIL LAUHIL MAHFUDZI INDAKA MIN ASRORI ASMAIKA WA BIMA ALHAMTAHU WA ALLAMTAHU LI ADAMA ABIL BASYAR WA QULTA FI KALAMIKAL ANWARIL LADZI ANJALTAHU A’LA HABIBIKAL MUTOHHAR WA ALLAMAL ADAMAL ASMA’A KULLAHA WA AS ALUKA BI JALALIKA WA JAMALI KAMALI BAHAI NURI WAJHIKAL AKROMIL A’DHIMIL ANWARIL AQDASI WA BIMA AWDA’TAHU MIN ANWARI ASRORIKA WA ANWARIKA FI QOLBIS SYAMSI WAL QOMARI WA BIHAQQI HADZIHIL ASMAIL JALILATI HU HU HU HU YAHIN YAHIN YAHIN ROBBANA ALAIKA TAWAKKALNA WA ILAIKA ANABNA WA ILAIKAL MASIR ROBBANA LA TUZIG QULUBANA BA’DA IDZ HADAYTANA WAHAB LANA MIN LADUNKA ROHMATAN INNAKA ANTAL WAHHAB WALA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL A’LIYYIL ADHIMI====

Konon Asmak ini diturunkan kepada Nabi Adam A.S, dan ketika diturunkan Nabi Adam membaca “SUBHANAKA MA A’DHOMA SYA’NUKA WA A’AZZA SULTONUKA”

Dalam kitab: Syamsul Ma,arif Al-Qubro disebutkan fadhilah Asmak ini diantaranya: berjalan di atas air, terbang diudara, Para RIJALUL GHOIB akan menampakkan wujudnya, mempelajari suatu ilmu dgn cepat yang apabila dipelajari secara biasa membutuhkan waktu yang sangat lama, serta fadhilah yang banyak sekali.

KHUSUS UNTUK PERJALANAN KE MEKKAH Nah ini yang menarik karena kita bisa Naik haji menggunakan Asmak ini. Caranya? Disebutkan di Kitab Syamsul Ma,arif Al-Qubro, baca Asmak Safir Adam lalu dilanjutkan dengan membaca kuncinya yaitu “YA KHUDDAMU HADZIHIL ASMA’ IHMALUUNI ILA MAKKAH ALMUSYARROFAH’ maka Khoddam asmak ini akan membawamu ke Mekkah seketika pulang dan pergi. Wallahualam…

Di kitab tersebut juga disebutkan tata cara umum pengamalannya yaitu: Riyadhoh 41 hari Tempat, pakaian badan suci dari najis, Tempat yang sepi jauh dari amarah dan suara suara, Membaca Asma’ Safir Adam ba’da Sholat Fardu 41x. Selalu dalam kondisi Wudhu, Tengah malam antara jam 12-3 membaca Ismu Dzat (ALLAHU) 6666x kemudian membaca Asma’ safir Adam 41x, Berbuka dengan makanan yang tidak bernyawa atau buah-buahan.

Ini bukan pengijazahan. Ini hanya berbagi informasi biasa saja. Terima kasih. Salam kwangen untuk sedulur KWA…rahayu…

========

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 26 Komentar

MEMBACA ULANG JEJAK KH. HAMIM TOHARI DJAZULI (GUS MIEK)


Siapa yang tidak mengenal Gus Mik? Di Jawa Timur khususnya, namanya begitu melegenda karena memiliki banyak kekhususan. Ia berdakwah dengan cara yang nyentrik dan dikenal di kalangan NU sebagai seorang kyai yang memiliki segudang ”kesaktian” alias Karomah.

Gus Mik dianggap oleh banyak orang memiliki kemampuan supranatural. Banyak kesaktian ditempelkan pada reputasinya. Banyak orang yang rela antre berlama-lama untuk bisa bertemu dengan Gus Mik dengan berbagai pamrih: ingin banyak rezeki, mau naik pangkat, menyembuhkan penyakit, sampai hajat untuk memperoleh nama untuk bayi yang baru lahir. Semuanya—dipercaya oleh para pengagumnya—bisa dibantu oleh Gus Mik. Kemampuan supranatural itu, dalam istilah eskatologi pesantren, dinamakan khariqul `adah. Kalangan awam memandang kemampuan semacam itu sebagai suatu keanehan.

Namun, di mata Gus Dur, kenyentrikan Gus Mik terletak pada kearifannya yang telah menembus batasan agama. Melalui transendensi keimanannya, ia tidak lagi melihat kesalahan pada keyakinan orang beragama atau berkepercayaan lain. Contohnya, Gus Mik bersikap membimbing kepada Ayu Wedhayanti, seorang Hindu yang kini telah berpindah hati ke Islam, seperti yang dilakukannya terhadap Machica Mochtar, penyanyi asal Ujungpandang yang muslim.

Kenyentrikan lain kiai yang memiliki citra rasa terhadap berbagai macam kopi itu telah menembus rambu-rambu baik dan buruk di mata kebanyakan manusia. Gus Mik, karena itu, tidak segan melepas jubah kekiaiannya dan bercengkerama dengan para penikmat hiburan malam di diskotek, klub malam, bar, dan coffee shop. Ibarat kata, di mata Gus Mik, seorang bajingan dan seorang suci adalah sama: manusia. Dan manusia memiliki potensi untuk memperbaiki diri.

“Kerinduannya kepada realisasi potensi kebaikan pada diri manusia inilah yang menurut saya menjadikan Gus Mik supranatural,” kata Gus Dur dalam buku Gus Dur Menjawab Tantangan Zaman, terbitan Kompas, Jakarta, 1999.

NU (Nahdlatul Ulama) adalah gudang kiai berperilaku eksentrik. Istilah populer untuk eksentrisitas di kalangan pesantren adalah khariqul `adah, sebuah kata dari bahasa Arab yang berarti “di luar kebiasaan”. K.H. Abdurrahman Wahid, bekas Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, memakai istilah khariqul `adah untuk dua pengertian: yang substantif dan yang permukaan (kulit). Gus Dur, begitu panggilan akrab kiai yang kini menjadi mantan presiden itu, pernah memakai istilah tadi untuk menggambarkan kenyentrikan almarhum Gus Mik (Kiai Hamim Jazuli), seorang ulama masyhur dari Pesantren Alfalah Ploso, Kediri.

Kiai-kiai yang nyentrik dengan dua pengertian itu memang bertebaran di NU, sebuah organisasi keagamaan yang berbasis kultural di pesantren tradisional. Tapi, tak pelak, cerita yang harum beredar di masyarakat adalah kenyentrikan yang bersifat permukaan. Bisa jadi karena hal permukaan itu yang memang mudah dilihat dan karenanya menjadi cerita eksotis bagi orang kebanyakan. Cerita-cerita supranatural itu banyak beredar dari mulut ke mulut, sementara kearifan para kiai nyentrik kurang memperoleh catatan yang memadai. Bisa jadi karena tradisi penulisan sejarah kurang memberikan pendekatan dari segi substansi. Atau, bisa jadi karena para kiai nyentrik itu cenderung hidup di luar pagar resmi organisasi.

Para kiai yang mengundang pesona eksotisme itu hadir sejak awal sejarah NU hingga kini. K.H. Muhammad Kholil (1835-1925), pendiri pesantren yang kini bernama Syaikhona I di Desa Kademangan, Bangkalan, misalnya. Kiai yang dianggap moyang para kiai supanatural itu memiliki kisah mistis-simbolis berkaitan dengan sejarah pembentukan NU. Guru para kiai besar di Jawa itulah yang menjadi penginspirasi pembentukan NU lewat isyarat penyerahan sebatang tongkat pada 1924, dan sebuah tasbih setahun kemudian, yang dikirim lewat Kiai As’ad Syamsul Arifin, pendiri Pesantren Asembagus, Situbondo, kepada K.H. Hasyim Asy’ari, murid Kiai Kholil yang kemudian terkenal sebagai pendiri NU.

Kenyentrikan Kiai Kholil tampak sejak muda. Ketika belajar di Pesantren Langitan. Tuban, Kholil pernah membuat terpana Kiai Muhammad Noer, gurunya. Suatu hari Kholil ikut salat berjamaah yang diimami Kiai Noer. Di tengah salat, Kholil tertawa terbahak-bahak—sesuatu yang bisa membatalkan salat. Usai salat, Kiai Noer menanyakan alasan Kholil tertawa. “Maaf, kiai. Ketika salat tadi, saya melihat kiai sedang mengaduk-aduk nasi di bakul. Karena itu saya tertawa,” kata Kholil seperti ditulis dalam buku Biografi dan Karomah Kiai Kholil Bangkalan terbitan Pustaka Ciganjur, 1999. Santri muda itu tampaknya bisa membaca pikiran orang. Seperti yang diakui Kiai Noer, memang ketika salat, dia yang sedang lapar membayangkan terus nasi di benaknya.

K.H. Abdul Wahab Abdullah (1888-1971), murid Kiai Kholil yang kemudian menjadi pengasuh Pesantren Tambakberas, Jombang, juga ketularan kelebihan gurunya. Salah seorang pendiri NU itu mempunyai andil dalam pencarian nama NU. Caranya pun lewat jalan spiritual. Konon, sebelum penentuan pilihan dari sejumlah nama, Kiai Wahab melakukan istikharah, salat untuk menentukan pilihan. Dalam suatu penglihatan mata batin, Kiai Wahab bertemu Sunan Ampel, seorang wali Jawa Timur, yang memberi blangkon dan sapu bulu ayam bergagang panjang. Tak jelas apa arti simbol itu. Tapi, menurut Hasib Wahab, anaknya, dalam penglihatan itulah Kiai Wahab memperoleh keputusan untuk menamakan organisasi kaum ulama tradisional itu dengan nama NU.

Kiai Wahab, yang sewaktu muda dijuluki macan oleh Kiai Kholil, Bangkalan, itu dalam sejarahnya selain jago berdebat politik juga dikenal sebagai pendekar silat. Ada cerita, suatu waktu di Desa Tambakberas berlangsung pertandingan pencak silat. Semua jago silat di Jawa Timur konon turun gelanggang. Salah satu jagoannya, Djojo Rebo, dikenal kebal. Ketika hampir semua pendekar takluk, Djojo Rebo melihat kehadiran Kiai Wahab hanya sebagai penonton. Padahal, Gus Dul, begitu panggilan akrab Kiai Wahab, dikenal jago silat.

Djojo Rebo pun menantangnya. “Gus Dul, ayo turun kemari. Keluarkan seluruh ajimat yang kamu bawa dari Mekkah. Ayo kita bertarung,” kata Djojo Rebo. Kiai Wahab, yang baru saja pulang dari Tanah Suci untuk belajar agama, itu tak bisa menolak tantangan. Akhirnya Kiai Wahab turun juga. Tapi jurusnya unik: ia hanya berdiri mematung dengan sorot mata memandang ke mata Djojo Rebo. Tiba-tiba tubuh Djojo Rebo terempas dan melayang bagai kapas hingga jatuh ke tanah.

Kelebihan Gus Mik terasa lebih hidup karena masih banyak kesaksian segar yang bisa dikumpulkan, termasuk dari anak-anaknya. Gus Sabut Pranoto Projo menyimpan kisah tentang kemampuan pecah diri (bi-lokasi) Gus Mik. Ketika Kiai Romly, pendiri Pesantren Darul Ulum, Jombang, dan seorang mursyid tarekat meninggal dunia, keluarga Kiai Akhmad Jazuli, ayah Gus Mik, datang melayat. Menjelang berangkat, Gus Mik kecil menolak ajakan untuk melayat ke Jombang dan memilih tinggal di rumah. Tapi, setelah keluarga itu tiba di rumah duka, Gus Mik telah berada di tempat yang sama. Lebih mengherankan lagi, keluarga Kiai Romly menyaksikan bahwa Gus Mik telah menemani almarhum sejak seminggu sebelum Kiai Romly wafat.

Kisah-kisah supranatural bertebaran di kalangan NU. Salah satu faktornya karena sebagian kiai nahdliyin menjalankan tradisi sufisme. Di lingkungan NU, seperti kata doktor sejarah dan kebudayan Andree Fellard dalam buku NU vis-à-vis Negara, para kiai yang tergabung dalam tarekat memiliki pengaruh yang paling kokoh terhadap masyarakat luas di pesantren ataupun di luar wilayah desanya. Pengaruh yang mereka dapatkan datang dari kepercayaan masyarakat terhadap bakat supranatural yang dimiliki kiai: sebagai penyembuh, pengusir makhluk halus, dan sebagai penasihat rumah tangga. Ketersohoran kiai tarekat telah turut mengimbangi memudarnya otoritas ulama dan ahli fikih yang pernah berpindah ke tangan birokrasi.

Kiai dengan kelebihan supranatural masih hadir hingga masa menjelang pergantian abad ke-21. Lora Kholil, 31 tahun, adalah kiai muda yang memiliki percikan khoriqul `adah di masa kini. Pamor lulusan Universitas Ainus Syams, Saudi Arabia, itu amat kondang di Situbondo. Bukan hanya karena pengaruh nama besar K.H. As’ad Syamsul `Arifin, ayahanda dan pendiri Pesantren Asembagus, Situbondo, tetapi dia sendiri memiliki aura kewibawaan. Berbadan ceking, selalu bersarung dengan surban putih, pengasuh Pesantren Walisongo, Situbondo, itu berhasil “menaklukkan” ribuan anak jalanan (preman) pada awal 1990-an.

K.H. Ahmad Mustofa Bisri dari Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, memilih untuk tidak memiliki kelebihan supranatural dengan menekankan tasawuf pada aspek akhlak dan pengolahan interioritas batin. Toh, kekuatan supranatural bisa dipelajari setiap orang (lihat juga: Mukjizat, Mata Ketiga, dan Sains). Juga K.H. Habib Luthfi, seorang ulama tasawuf yang lebih suka menebarkan pesona musikal. Menyikapi kenyentrikan kiai, Gus Dur memberikan contoh terbaik: mengagumi yang substansi daripada yang permukaan.
KH. Hamim Tohari Djazuli atau akrab dengan panggilan Gus Miek lahir pada 17 Agustus 1940,beliau adalah putra KH. Jazuli Utsman (seorang ulama sufi dan ahli tarikat pendiri pon-pes Al Falah mojo Kediri), Gus Miek salah-satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pejuang Islam yang masyhur di tanah Jawa dan memiliki ikatan darah kuat dengan berbagai tokoh Islam ternama, khususnya di Jawa Timur. Maka wajar, jika Gus Miek dikatakan pejuang agama yang tangguh dan memiliki kemampuan yang terkadang sulit dijangkau akal. Selain menjadi pejuang Islam yang gigih, dan pengikut hukum agama yang setia dan patuh, Gus Miek memiliki spritualitas atau derajat kerohanian yang memperkaya sikap, taat, dan patuh terhadap Tuhan. Namun, Gus Miek tidak melupakan kepentingan manusia atau intraksi sosial (hablum minallah wa hablum minannas). Hal itu dilakukan karena Gus Miek mempunyai hubungan dan pergaulan yang erat dengan (alm) KH. Hamid Pasuruan, dan KH. Achmad Siddiq, serta melalui keterikatannya pada ritual ”dzikrul ghafilin” (pengingat mereka yang lupa). Gerakan-gerakan spritual Gus Miek inilah, telah menjadi budaya di kalangan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU), seperti melakukan ziarah ke makam-makam para wali yang ada di Jawa maupun di luar Jawa. Hal terpenting lain untuk diketahui juga bahwa amalan Gus Miek sangatlah sederhana dalam praktiknya. Juga sangat sederhana dalam menjanjikan apa yang hendak didapat oleh para pengamalnya, yakni berkumpul dengan para wali dan orang-orang saleh, baik di dunia maupun akhirat.

SIAPA SESUNGGUHNYA GUS MIK?
Gus Miek seorang hafizh (penghapal) Al-Quran. Karena, bagi Gus Miek, Al-Quran adalah tempat mengadukan segala permasalahan hidupnya yang tidak bisa dimengerti orang lain. Dengan mendengarkan dan membaca Al-Quran, Gus Miek merasakan ketenangan dan tampak dirinya berdialog dengan Tuhan, beliaupun membentuk sema’an alquran dan jama’ah Dzikrul Ghofilin.

Gus Miek selain dikenal sebagai seorang ulama besar juga dikenal sebagai orang yang nyeleneh, beliau lebih menyukai da’wah di kerumunan orang yang melakukan maksiat seperti diskotik, club malam dibandingkan dengan menjadi seorang kyai yang tinggal di pesantren yang mengajarkan santrinya kitab kuning. hampir tiap malam beliau menyusuri jalan-jalan di Jawa Timur keluar masuk club malam, bahkan nimbrung dengan tukang becak, penjual kopi di pinggiran jalan hanya untuk memberikan sedikit pencerahan kepada mereka yang sedang dalam kegelapan. Ajaran-ajaran beliau yang terkenal adalah suluk jalan terabas atau dalam bahasa indonesia-nya pemikiran jalan pintas.

Pernah diceritakan Suatu ketika Gus Miek pergi ke diskotik dan di sana bertemu dengan Pengunjung yang sedang asyik menenggak minuman keras, Gus Miek menghampiri mereka dan mengambil sebotol minuman keras lalu memasukkannya ke mulut Gus Miek salah satu dari mereka mengenali Gus Miek dan bertanya kepada Gus Miek. ”Gus kenapa sampeyan ikut Minum bersama kami ? sampeyankan tahu ini minuman keras yang diharamkan oleh Agama ?” lalu Gus Miek Menjawab “aku tidak meminumnya …..!! aku hanya membuang minuman itu kelaut…!” hal ini membuat mereka bertanya-tanya, padahal sudah jelas tadi Gus Miek meminum minuman keras tersebut. Diliputi rasa keanehan, Gus miek angkat bicara “sampeyan semua ga percaya kalo aku tidak meminumnya tapi membuangnya kelaut..?” lalu Gus Miek Membuka lebar Mulutnya dan mereka semua terperanjat kaget didalam Mulut Gus miek terlihat Laut yang bergelombang dan ternyata benar minuman keras tersebut dibuang kelaut. Dan Saat itu juga mereka diberi Hidayah Oleh Alloh SWt untuk bertaubat dan meninggalkan minum-minuman keras yang dilarang oleh agama. Itulah salah salah satu Karomah kewaliyan yang diberikan Alloh kepada Gus Miek.

Jika sedang jalan-jalan atau keluar, Gus Miek sering kali mengenakan celana jeans dan kaos oblong. Tidak lupa, beliau selalu mengenakan kaca mata hitam lantaran lantaran beliau sering menangis jika melihat seseorang yang “masa depannya” suram dan tak beruntung di akhirat kelak.

Ketika beliau berdakwah di Semarang tepatnya di NIAC di Pelabuhan Tanjung Mas. Niac adalah surga perjudian bagi para cukong-cukong besar baik dari pribumi maupun keturunan, Gus Miek yang masuk dengan segala kelebihannya mampu memenangi setiap permainan, sehingga para cukong-cukong itu mengalami kekalahan yang sangat besar. NIAC pun yang semula menjadi surga perjudian menjadi neraka yang sangat menakutkan bagi para penjudi dan penikmat maksiat.

Satu contoh lagi ketika Gus Miek berjalan-jalan ke Surabaya, ketika tiba di sebuah club malam Gus Miek masuk kedalam club yang di penuhi dengan perempuan-perempuan nakal, lalu Gus Miek langsung menuju waitres (pelayan minuman) beliau menepuk pundak perempuan tersebut sambil meniupkan asap rokok tepat di wajahnya, perempuan itu pun mundur tapi terus di kejar oleh Gus miek sambil tetap meniupkan asap rokok diwajah perempuan tersebut. Perempuan tersebut mundur hingga terbaring di kamar dengan penuh ketakutan, setelah kejadian tersebut perempuan itu tidak tampak lagi di club malam itu.

Pernah suatu ketika Gus Farid (anak KH.Ahamad Siddiq yang sering menemani Gus Miek) mengajukan pertanyaan yang sering mengganjal di hatinya, pertama bagaimana perasaan Gus Miek tentang Wanita ? “Aku setiap kali bertemu wanita walaupun secantik apapun dia dalam pandangan mataku yang terlihat hanya darah dan tulang saja jadi jalan untuk syahwat tidak ada” jawab Gus miek.

Pertanyaan kedua Gus Farid menayakan tentang kebiasaan Gus Miek memakai kaca mata hitam baik itu dijalan maupun saat bertemu dengan tamu…”Apabila aku bertemu orang dijalan atau tamu aku diberi pengetahuaan tentang perjalanan hidupnya sampai mati. Apabila aku bertemu dengan seseorang yang nasibnya buruk maka aku menangis, maka aku memakai kaca mata hitam agar orang tidak tahu bahwa aku sedang menagis“ jawab Gus Miek

Adanya sistem Dakwah yang dilakukan Gus miek tidak bisa di contoh begitu saja karena resikonya sangat berat bagi mereka yang Alim pun Sekaliber KH.Abdul Hamid (pasuruan) mengaku tidak sanggup melakukan da’wak seperti yang dilakukan oleh Gus Miek padahal Kh.Abdul Hamid juga seorang waliyalloh.

GUS MIEK BERTEMU KH. MAS’UD
Ketika masih berusia 9 tahun, Gus Miek sowan ke rumah Gus Ud (KH. Mas’ud) Pagerwojo, Sidoarjo. Gus Ud adalah seorang tokoh kharismatik yang diyakini sebagai seorang wali. Dia sering dikunjungi olah sejumlah ulama untuk meminta doanya. Di rumah Gus Ud inilah untuk pertama kalinya Gus Miek bertemu KH. Ahmad Siddiq, yang di kemudian hari menjadi orang kepercayaannya dan sekaligus besannya.

Saat itu, Kiai Ahmad Siddiq masih berusia 23 tahun, dan tengah menjadi sekretaris pribadi KH. Wahid Hasyim yang saat itu menjabat sebagai menteri agama. Sebagaimana para ulama yang berkunjung ke ndalem Gus Ud, kedatangan Kiai Ahmad Siddiq ke ndalem Gus Ud juga untuk mengharapkan do’a dan dibacakan Al-Fatehah untuk keselamatan dan kesuksesan hidupnya. Tetapi, Gus Ud menolak karena merasa ada yang lebih pantas membaca Al-Fatehan. Gus Ud kemudian menunjuk Gus Miek yang saat itu tengah berada di luar rumah. Gus Miek dengan terpaksa membacakan Al-Fatehah setelah diminta oleh Gus Ud.

KH. Ahmad Siddiq, sebelum dekat dengan Gus Miek, pernah menemui Gus Ud untuk bicara empat mata menanyakan tentang siapakah Gus Miek itu. “Mbah, saya sowan karena ingin tahu Gus Miek itu siapa, kok banyak orang besar seperti KH. Hamid menghormatinya?” Tanya KH. Ahmad Siddiq. “Di sekitar tahun 1950-an, kamu datang ke rumahku meminta do’a. Aku menyuruh seorang bocah untuk mendoakan kamu. Itulah Gus Miek. Jadi, siapa saja, termasuk kamu, bisa berkumpul dengan Gus Miek itu seperti mendapatkan Lailatul Qodar,” jawab Gus Ud.

Begitu Gus Ud selesai mengucapan kata Lailatul Qodar, Gus Miek tiba-tiba turun dari langit-langit kamar lalu duduk di antara keduanya. Sama sekali tidak terlihat bekas atap yang runtuh karena dilewati Gus Miek. Setelah mengucapkan salam, Gus Miek kembali menghilang.

Suatu hari, Gus Miek tiba di Jember bersama Syafi’i dan KH. Hamid Kajoran, mengendarai mobil Fiat 2300 milik Sekda Jember. Sehabis Ashar, Gus Miek mengajak pergi ke Sidoarjo. Rombongan bertambah Mulyadi dan Sunyoto. Tiba di Sidoarjo, Gus Miek mengajak istirahat di salah satu masjid. Gus Miek hanya duduk di tengah masjid, sementara KH. Hamid Kajoran dan Syafi’i tengah bersiap-siap menjalankan shalat jamak ta’khir (Magrib dan Isya).

Ketika Syafi’i iqomat, Gus Miek menyela, “Mbah, Mbah, shalatnya nanti saja di Ampel.” KH. Hamid dan Syafi’i pun tidak berani melanjudkan. Tiba-tiba, dri sebuah gang terlihat seorang anak laki-laki keluar, sedang berjalan perlahan. Gus Miek memanggilnya.
“Mas, beri tahu Mbah Ud, ada Gus Hamim dari kediri,” kata Gus Miek kepada anak itu.
Anak itu lalu pergi ke rumah Mbah Ud. Tidak beberapa lama, Mbah Ud datang dengan dipapah dua orang santri.

“Masya Allah, Gus Hamim, sini ini Kauman ya, Gus. Kaumnya orang-orang beriman ya, Gus. Ini masjid Kauman, Gus. Anda doakan saya selamat ya, Gus,” teriak Mbah Ud sambil terus berjalan ke arah Gus Miek. Ketika sudah dekat, Gus Miek dan Mbah Ud terlihat saling berebut untuk lebih dulu menyalami dan mencium tangan. Kemudian Gus Miek mengajak semuanya ke ruamah Mbah Ud. Tiba di rumah, Mbah Ud dan Gus Miek duduk bersila di atas kursi, kemudian dengan lantang keduanya menyanyikan shalawat dengan tabuhan tangan. Seperti orang kesurupan, keduanya terus bernyanyi dan memukul-mukul tangan dan kaki sebagai musik iringan. Setelah puas, keduanya terdiam. “Silakan, Gus, berdoa,” kata Mbah Ud kepada Gus Miek. Gus miek pun berdoa dan Mbah Ud mengamini sambil menangis.

Di sepanjang perjalanan menuju ruamah Syafi’i di Ampel, Sunyoto berbisik-bisik dengan Mulyadi. Keduanya penasaran dengan kejadian yang baru saja mereka alam. Karena Mbah Ud Pagerwojo terkenal sebagai wali dan khariqul ‘adah (di luar kebiasaan). Hampir semua orang di Jawa Timur segan terhadapnya. “Mas, misalnya ada seorang camat yang kedatangan tamu, lalu camat tersebut mengatakan silakan-silakan dengan penuh hormat, itu kalau menurut kepangkatan, bukankah tinggi pangkat tamunya?” Tanya Sunyoto kepada Mulyadi.

Mbah Ud adalah salah seorang tokoh di Jawa Timur yang sangat disegani dan dihormati Gus Miek selain KH. Hamid Pasuruan. Hampir pada setiap acara haulnya, Gus Miek selalu hadir sebagai wujud penghormatan kepada orang yang sangat dicintainya itu.

KETERTUNDUKAN BINATANG
Ketika gus miek baru mulai bisa merangkak, saat itu ibunya membawa ke kebun untuk mengumpulkan kayu bakar dan panen kelapa, bayi itu ditinggalkan sendirian di sisi kebun, tiba-tiba dari semak belukar muncul seekor harumau. Spontan sang ibu berlari menjauh dan luapa bahwa bayinya tertinggal. Begitu sadar, sang ibu kemudian berlari mencari anaknya. Tetapi, sesuatu yang luar biasa terjadi. Ibunya melihat harimau itu duduk terpaku di depan sang bayi sambil menjilagti kuku-kukunya seolah menjaga sang bayi.

Peristiwa ketertundukan binatang ini kemudian berlanjut hingga Gus Miek dewasa. Di antara kejadian itu adalah Misteri Ikan dan Burung Raksasa. Gus Miek yang sangat senang bermain di tepi sungai Brantas dan menonton orang yang sedang memancing, pada saat banjir besar Gus Mik tergelincir ke sungai dan hilang tertelan gulungan pusaran air. sampai beberapa jam, santri yang ditugaskan menjaga Gus Miek, mencari di sepanjang pinggiran sungai dengan harapan Gus Miek akan tersangkut atau bisa berenang ke daratan. Tetapi, Gus Miek justru muncul di tengah sungai, berdiri dengan air hanya sebatas mata kaki karena Gus Miek berdiri di atas punggung seekor ikan yang sangat besar, yang menurut Gus Miek adalah piaraan gurunya. Pernah suatu hari, ketika ikut memancing, kail Gus Miek dimakan ikan yang sangat besar. Saking kuatnya tenaga ikan itu, Gus Miek tercebur ke sungai dan tenggelam. Pengasuhnya menjadi kalang kabut karena tak ada orang yang bisa menolong, hari masih pagi sehingga masih sepi dari orang-orang yang memancing. Hilir mudik pengasuhnya itu mencari Gus Miek di pinggir sungai dengan harapan Gus Miek dapat timbul kembali dan tersangkut. Tetapi, setelah hampir dua jam tubuh Gus Miek belum juga terlihat, membuat pengasuh itu putus asa dan menyerah.

Karena ketakutan mendapat murka dari KH. Djazuli dan Ibu Nyai Rodyiah, akhirnya pengasuh itu kembali ke pondok, membereskan semua bajunya ke dalam tas dan pulang tanpa pamit. Dalam cerita yang disampaikan Gus Miek kepada pengikutnya, ternyata Gus Miek bertemu gurunya. Ikan tersebut adalah piaraan gurunya, yang memberitahu bahwa Gus Miek dipanggil gurunya. Akhirnya, ikan itu membawa Gus Miek menghadap gurunya yaitu Nabi Khidir. Pertemuan itu menurut Gus Miek hanya berlangsung selama lima menit. Tetapi, kenyataannya Gus Miek naik ke daratan dan kembali ke pondok sudah pukul empat sore. beberapa bulan kemudian, setelah mengetahui bahwa Gus Miek tidak apa-apa, akhirnya kembali ke pondok.

Pada suatu malam di ploso, Gus Miek mengajak Afifudin untuk menemaninya memancing di sungai timur pondok Al Falah. Kali ini, Gus Miek tidak membawa pancing, tatapi membawa cundik. Setelah beberapa lama menunggu, hujan mulai turun dan semakin lama semakin deras. Tetapi, Gus Miek tetap bertahan menunggu cundiknya beroleh ikan meski air sungai brantas telah meluap. Menjelang tengah malam, tiba-tiba Gus Miek berdiri memegangi gagang cundik dan berusaha menariknya ke atas. Akan tetapi, Gus Miek terseret masuk ke dalam sungai. Afifudin spontan terjun ke sungai untuk menolong Gus Miek. Oleh Afifudin, sambil berenang, Gus Miek ditarik ke arah kumpulan pohon bambu yang roboh karena longsor. Setelah Gus Miek berpegangan pada bambu itu, Afifudin naik ke daratan untuk kemudian membantu Gus Miek naik ke daratan. Sesampainya di darat, Gus Miek berkata “Fif, ini kamu yang terakhir kali menemaniku memancing. Kamu telah tujuh kali menemaniku dan kamu telah bertemu dengan guruku.“ Afifudin hanya diam saja. Keduanya lalu kembali kepondok dan waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi.

GUS MIEK WAFAT
Tepat tanggal 5 juni 1993 Gus Miek menghembuskan napasnya yang terakhir di rumah sakit Budi mulya Surabaya (sekarang siloam). Kyai yang nyeleneh dan unik akhirnya meninggalkan dunia dan menuju kehidupan yang lebih abadi dan bertemu dengan Tuhannya yang selama ini beliau rindukan.

DAWUH DAWUH GUS MIK

Dhawuh 1
“Saya adalah mursyid tunggal Dzikrul Ghofilin” kata Gus Mik. “Lho, Gus kok berkata begitu bagaimana dengan farid dan syauki..?” tanya Gus Ali sidoarjo.”mereka hanya meramaikan saja” , jawab Gus Miek

Dhawuh 2
Demi Allah, saya hanya bisa menangis kepada Allah, semoga sami’in yang setia, pengamal Dzikrul Ghofilin, semua maslah-masalahnya tuntas diperhatikan oleh Allah.

Dhawuh 3
Bila mengikuti Dzikrul Ghofilin, kalau tidak tahu artinya yang penting hatinya yakin.

Dhawuh 4
Barusan ada orang bertanya: Gus, Dzikrul Ghofilin itu apa..? saya jawab: “Jamu”.

Dhawuh 5
Dzikrul Ghofilin itu senjata pamungkas, khususnya menghadapi tahun 2000 ke atas

Dhawuh 6
Ulama sesepuh yang dikirimi fatihah oleh orang-orang yang tertera atau tercantum dalam Dzikrul Ghofilin itu yang akan saya dan kalian ikuti di akhirat nanti.

Dhawuh 7
Dekatlan kepada Allah..! kalau tidak bisa, dekatlah dengan orang yang dekat denganNya.

Dhawuh 8
Kemanunggalan sema’an Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin adalah sesuatu yang harus di wujudkan oleh pendherek, pimpinan Dzikrul Ghofilin, dan jama’ah sema’an Al Qur’an. Sebab antara sema’an Al Qur’an kaliyan Dzikrul Ghofilin ingkang sampun dipun simboli kaliyan fatihah miata marroh ba’da kulli shalatin, meniko berkaitan manunggal.

Dhawuh 9
Semoga Dzikrul Ghofilin ini menjadi ketahanan batiniah kita, sekaligus penyangga kita di hari Hisab (hari perhitungan amal). Itulah yang paling penting..!

Dhawuh 10
Nuzulul Qur’an yang bersamaan dengan turunnya hujan ini, semoga menjadi isyarat turunnya petunjuk kepada saya dan kalian semua, seperti firman Allah: “Ulaika ‘ala hudan min rabbihim wa ulaika hum al-muflihun” (Mereka telah berada di jalan petunjuk , dan mereka adalah orang-orang yang beruntung).

Dhawuh 11
Barusan ada orang yang bertanya: Gus, bagaimana saya ini, saya tidak bisa membaca Al Qur’an..? saya jawab: “Paham atau tidak, yang penting sampean datang ke acara sema’an, karena mendengarkan saja besar pahalanya”.

Dhawuh 12
Sejak sekarang, yang kecil harus berpikir: kelak kalau besar, aku besar seperti apa, yang besar harus berpikir, kalau tua kelak, aku tua seperti apa, yang tua juga harus berpikir, kelak kalau mati, aku mati dalam keadaan seperti apa.

Dhawuh 13
Dalam sema’an ada seorang pembaca Al Qur’an, huffazhul Qur’an dan sami’in. Seperti ditegaskan oleh sebuah hadits: Baik pembaca maupun pendengar setia Al Qur’an pahalanya sama. Malah di dalam ulasan tokoh lain dikatakan: pendengar itu pahalanya lebih besar daripada pembacanya. Sebab pendengar lebih main hati, pikiran, dan telinganya. Pendengar dituntut untuk lebih menata hati dan pikirannya dan lebih memfokuskan pendekatan diri kepada Allah.

Dhawuh 14
Satu-satunya tempat yang baik untuk mengutarakan sesuatu kepada Allah adalah majelis sema’an Al Qur’an. Hal ini tertera di dalam (kalau tidak salah) tiga hadits. Antara lain Man arada an yatakallam ma’a Allah falyaqra’ Al Qur’an (siapa ingin berkomunikasi dengan Allah, hendaknya ia membaca Al Qur’an).

Dhawuh 15
Seorang yang ikut sema’an berturut-turut 20 kali saya jamin apa pun masalah yang sedang dihadapinya pasti akan beres/tuntas.

Dhawuh16
Ada seorang datang kepada saya: “Gus, problem saya bertumpuk-tumpuk, saya sudah mengikuti sema’an 19 kali, tinggal 1 kali lagi, kira-kira masalah saya nanti tuntas atau tidak..?” saya jawab: “yang sial itu saya, kok bertemu dengan orang yang mempunyai masalah seperti itu.”

Dhawuh 17
Saya sendiri sebagai pencetus sema’an Al Qur’an ternyata kurang konsekuen, sementara sami’in datang dari jauh, bahkan hadir sejak subuh, mulai surat Al fatihah dibaca sampai berakhir setelah doa khotmil Qur’an malam berikutnya baru mereka pulang. Sedang saya ini, baru datang kalau sema’an Al Qur’an akan diakhiri. Itu pun tidak pasti. Terkadang saya berpikir, saya ini seorang yang dipaksakan untuk siap dipanggil kiai.

Dhawuh 18
Berapa yang hadir setiap sema’an? Jangan lebih lima persen. Nanti bila sami’innya terlalu banyak, saya hanya menangis dan membaca Al Fatihah, lalu pulang. Saya sadar, saya tidak mampu berbuat apa-apa. Jangankan untuk orang banyak, untuk satu orang saja saya tidak bisa.

Dhawuh 19
Kalau saya nongol, mungkin tak cukup semalaman. Satu persatu harus dilayani. Saya besok ke mana? Apa yang harus saya lakukan? Kami tidak punya modal? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan, Dan, saya dituntut untuk memberikan keterangan yang bisa mereka terima, setidaknya agak menghibur, dengan lelucon atau dengan pengarahan yang pas.

Dhawuh 20
Semoga sema’an dan Dzikrul Ghofilin ini kelak menjadi tempat duduk-duduk dan hiburan anak cucu kita semua.

Dhawuh 21
Alhamdulillah, saya adalah yang pertama memberitahukan kepada “anak-anak” tentang makna dan kegunaan sema’an Al Qur’an. Di tengah maraknya Al Qur’an diseminarkan dan didiskusikan, Alhamdulillah masih ada kelompok kecil yang menyakini bahwa Al Qur’an itu mengandung berkah.

Dhawuh 22
Saya mengambil langkah silang dengan mengatakan kepada anak-anak yang berkumpu agar sebulan sekali mengadakan pertemuan, ngobrol-ngobrol, guyon-guyon santai, syukur bisa menghibur diri dengan hiburan yang berbau ibadah yang menyentuh rahmat dan nikmat Allah. Kebetulan saya menemukan satu pakem bahwa pertemuan yang dibarengi dengan alunan Al Qur’an, membaca dan mendengarkannya, syukur-syukur dari awal sampai akhir, Allah akan memberikan rahmat dan nikmatNya. Jadi, secara batiniah, sema’an Al Qur’an ini menurut saya adalah hiburan yang bersifat hasnah (bernilai baik). Juga, pendekat diri kita kepada Allah dan tabungan di hari akhir. Itu pula yang benar-benar diyakini para pengikut sema’an Al Qur’an.

Dhawuh 23
Di bukit ini terdapat 3 tiang kokoh (panutan), yaitu (1) Syaikh Abdul Qodir Khoiri, seorang wali yang penuh kasih, (2) Abdul Sholih As-Saliki, seorang wali yang terus menjaga wudhunya demi menempuh jalan berkah, (3) Muhammad Herman, ia adalah wali penutup, orang-orang terbaik berbaur dengannya. Wahai tuhanku, berilah manfaat dan berkah mereka. Kumpulkan aku bersama mereka.

Dhawuh 24
Mengenai tata krama ziarah kubur, selayaknya lahir batin ditata dengan baik. Saya juga berpesan, kalau seseorang berceramah, hendaknya ia tidak meneliti siapa yang dimakamkan, juga riwayat hidupnya. Setidaknya hal demikian ini hukumnya makruh.

Dhawuh 25
Tiga orang yang tidur ini hidup sebelum Wali songo. Orang-orang banyak datang kesini. Demikian juga orang-orang yang sakit, mereka kalau datang ke sini sembuh.

Dhawuh 26
Kelak, bila aku sudah tiada, yang saya tempati ini (makam tambak) bertambah ramai (makmur)

Dhawuh 27
Saya disini hanya ittiba’(mengikuti) kiai sepuh, seperti kiai Fattah dan kiai Mundzir. Di sini, dulu pernah dibuat pertemuan kiai-kiai pondok besar.

Dhawuh 28
Makam ini yang menemukan keturunan Pangeran Diponegaoro. Dulu, desa ini pernah dibuat istirahat oleh pangeran Diponegoro. Di desa ini tidak ada shalat dan tidak ada apapun. Keturunan Diponegoro ini ada dua, yang satu menjadi dukun sunat tetapi kalau berdandan nyentrik, sedang adiknya jadi pemimpin seni jaranan.

Dhawuh 29
Berbaik sangka itu sulit. Jangankan berbaik sangka kepada Allah, kepada para wali dan para kiai sepuh saja sulit.

Dhawuh 30
Di tambak itu, kalau bisa bersabar, akan terasa seperti lautan, dan kalau bisa memanfaatkan, akan banyak sekali manfaatnya. Tapi kalau tidak bisa memanfaatkan, ia akan bisa menenggelamkan.

Dhawuh 31
Huruf hijaiyah itu ada banyak ada ba’, jim, dhot, sampai ya’. Demikian juga dengan taraf ilmu seseorang. Ada orang yang ilmunya cuma sampai ba’, ada orang yang ilmunya sampai jim, ada orang yang ilmunya sampai dhot saja. Nah, orang yang ilmunya seperti itu tidak paham kalau di omongi huruf tha’, apalagi huruf hamzah dan ya’.

Dhawuh 32
Saya bukan kiai, saya ini orang yang terpaksa siap dipanggil kiai. Saya juga bukan ulama. Ulama dan kiai itu beda. Kiai dituntut untuk punya santri dan pesantren. Ulama itu kata jamak yang artinya beberapa ilmuwan. Ketepatan saja saya punya bapak yang bisa ngaji dan punya pesantren. Itu pun tidak ada hubungannya dengan saya yang lebih banyak berkelana. Dari berkelana itu lahirlah sema’an Al Qur’an. Jadi, hiburan “anak-anak” dan saya datang bukan atas nama apa-apa. Hanya salah satu pengikut sama’an Al Qur’an, yang bukan sami’in setia bukan pengikut yang aktif.

Dhawuh 33
Nanti, kalau suamimu berani menjadi kiai harus sanggup hidup melarat.

Dhawuh 34
Akhirnya (maaf), kita menyadari bahwa kaum ulama, lebih-lebih seperti saya, dituntut untuk menggali dana yang lebih baik, dana yang benar-benar halal, kalau kita memang mendambakan ridho Allah.

Dhawuh 35
Di era globalisasi ini kita dituntut untuk lebih praktis, tidak terlalu teoretis. Semua kiai dan ulama sekarang ini dituntut mengerti bahwa dirinya punya satu tugas dari Allah, yakni membawa misi manusiawi.

Dhawuh 36
Kalau ingin pondok pesantrennya besar, itu harus kaya terlebih dahulu. Nah, kaya inilah yang sulit.

Dhawuh 37
Pondok pesantren ini, walaupun kecil, mbok ya biarkan hidup, yang luar biar di luar, yang dalam biar di dalam.

Dhawuh 38
Saya punya pertanyaan buat diri saya sendiri: mampukah saya mengatarkan “anak-anak?” Sedang ulama saja banyak yang kurang mampu mengantarkan anak-anak untuk saleh dan sukses. Suksenya diraih, salehnya meleset. Di dalam pesantren sama sekali tidak diajarkan keterampilan. Timbul pertanyaan: Bagaimana anak-anak kami nanti di masa mendatang, bisnisnya, ekonominya, nafkahnya hariannya? Mungkinkah mereka berumah tangga dengan kondisi seperti ini?.

Dhawuh 39
Mbah, manusia itu kalau punya keinginan, hambatannya Cuma dua. Godaan dan hawa nafsu. Kuat cobaan apa tidak, kuat dicoba apa tidak.

Dhawuh 40
Para santri itu lemah pendidikan keterampilannya. Sudah terlanjur sejak awalnya begitu. Tapi Alhamdulillah, di pesantren-pesantren seperti Gontor dan pondok pabelan diajarkan keterampilan-keterampilan. Di sana, keterampilannya ada, tapi wiridannya tidak ada. Saya senang pesantren yang ada wiridannya.

Dhawuh 41
Sukses dalam studi belum menjamin sukses dalam hidup. Pokoknya, di luar buku, di luar bangku, di luar kampus, masih ada kampus yang lebih besar, yakni kampus Allah. Kita harus banyak belajar. Antara lain belajar dangdut Jawa, belajar tolak berhala, dan belajar tolak berhala itu sulit sekali! Sulit sekali.

Dhawuh 42
Hidup ini sejak lahir hingga mati, adalah kuliah tanpa bangku.

Dhawuh 43
Mbah, kamu itu ketika mengaji, jika dipanggil ayah, ibu atau putra-putra ayah, siapa saja itu, jangan menunggu selesai mengaji, langsung saja ditaruh kitabnya, lalu menghadap dengan niat mengaji.

Dhawuh 44
Seorang (santri) yang tak kuat menahan lapar, bahayanya orang (santri) itu di pondok bisa berani banyak utang.

Dhawuh 45
Mbah, kalau kamu menggantungkan kiriman dari rumah, kalau belum dikirim jangan mengharap-harap dikirim, semua sudah diatur oleh Allah.

Dhawuh 46
Sekarang, mencari orang bodah itu sulit, sebab orang bodoh kini mengaku pintar. Kelak, kalau kamu sekolah, berlaku bodah saja. Bagaimana caranya? Pura-pura saja, dan harus bisa pura-pura bodoh. Maksudnya, kamu harus pintar membedakan antara orang bodoh dengan orang yang pura-pura bodoh.

Dhawuh 47
Dunia itu memang sedikit, tapi tanpa dunia, seseorang bisa mecicil (blingsatan).

Dhawuh 48
Jadi orang itu harus mencari yang halal, jangan sampai jadi tukang cukur merangkap jagal.

Dhawuh 49
Miskin dunia sedikitnya berapa, tak ada batasannya demikian juga kaya dunia. Seorang yang kaya pasti ada yang di atasnya, seorang yang melarat banyak temannya. Orang kaya pasti ada kurangnya. Ini adalah ilmu Jawa, tidak perlu muluk-muluk mengkaji kitab kuning.

Dhawuh 50
Kamu memilih kaya-sengsara atau melarat-terlunta? Maksudnya, kaya-sengsara itu adalah di dunia diganggu hartanya, sedang di akhirat banyak pertanyaannya.

Dhawuh 51
Gus, tolong saya didoakan kaya. “kaya buat apa?”, tanya Gus Miek. Buat membiayai anak saya. Royan, kamu tak usah khawatir, saya berdoa kepada tuhan agar orang selalu baik dan membantu kamu. Adapun orang yang berbuat buruk atau berniat buruk kepadamu akan saya potong tangannya. Kelak, dirimu saya carikan tempat yang lebih baik dari dunia ini.

Dhawuh 52
Royan, kamu ingin kaya ya? Kalau sudah kaya, nanti kamu repot lho.

Dhawuh 53
Orang kaya yang masuk surga itu syaratnya harus baik dengan tetangganya yang fakir.

Dhawuh 54
Seorang fakir yang tahan uji, yang tetap bisa tertawa dan periang. Sedang hatinya terus mensyukuri keadaan-keadaannya, masih lebih terhormat dan lebih unggul melebihi siapa pun, termasuk orang dermawan yang 99% hak miliknya diberikan karena Allah, tetap saja masih unggul fakir yang saleh tadi.

Dhawuh 55
Saat memimpin doa pada acara haul KH. Djazuli Ustman, Gus Miek membaca Ayyuha Ad-Dunya Thallaqtuka Fa’anta Thaliqah.(Wahai dunia, aku telah menalak kamu, sungguh aku telah mentalak kamu). Gus Miek lalu berhenti dan berkomentar: Doa-doa seperti ini jangan sampai kalian ikut mengamini, belum mengamini saja sudah senin kemis, apalagi mengamini, bertambah dalam (terperosok) lagi.

Dhawuh 56
Maaf, kalau saya harus mengatakan: Anda sebaiknya punya keterampilan. Jangan malu mengerjakan yang kecil, asal halal. Karena banyak sekali rekanan saya yang malu, misalnya jualan kopi di ujung sana, di sektor informal. Kok jualan kopi sih? Padahal saya mendambakan menjadi karyawan bank, biar terdengar keren dengan gaji tinggi. Kok ini? Kata mereka. Padahal ini halal menurut Allah dan sangat mulia. Sayang, mereka salah menempatkan, menjaga gengsi di hadapan manusia. Nah, ini tidak konsekuen, ini terlanjur salah kaprah. Kalau saya mengatakannya secara salah, saya yang terjepit.

Dhawuh 57
Saya ini kan lain. Walau income resmi enggak ada, tanah tak punya, tapi ada rekanan yang lucu-lucu. Hingga rasa tasyakurlah yang lebih berkobar. Bukan rasa kurang atau yang lain.

Dhawuh 58
Ada satu kios kecil yang isi dengan kebutuhan kampung seperti lombok, beras dan gula, di tempat yang sami’in tidak tahu. Kios itu saya percayakan pada seseorang. Terserah dia! Dan, tidak harus untung. Mungkin dia sendiri harus belajar untuk menerima kenyataan. Termasuk untuk tidak untung.

Dhawuh 59
Jadilah seburuk-buruk manusia di mata manusia tetapi luhur di mata Allah.

Dhawuh 60
Tidak apa-apa dianggap seperti PKI tetapi kelak masuk surga.

Dhawuh 61
Hidup itu yang penting satu, keteladanan.

Dhawuh 62
Kunci sukses adalah bergaul, dan di dalam bergaul kita harus ramah terhadap siapa saja. Sedang prinsipnya adalah bahwa pergaulan harus menjadikan cita-cita dan idaman kita tercapai, jangan sebaliknya.

Dhawuh 63
Segala langkah, ucapan, dan perbuatan itu yang penting ikhlas, hatinya ditata yang benar, tidak pamrih apa-apa.

Dhawuh 64
Kalau ada orang yang menggunjing aku, aku enggak usah kamu bela. Kalau masih kuat, silakan dengarkan, tapi kalau sudah tidak kuat, menyingkirlah.

Dhawuh 65
Kalau ada orang yang menjelek-jelekkan, temani saja, jangan menjelek-jelekkan orang yang menjelek-jelekkan. Kalau memang senang mengikuti sunnah nabi, ya jangan dijauhi mereka itu karena nabi itu rahmatan lil alamin.

Dhawuh 66
Kita anggota sami’in Dzikrul Ghofilin khususnya, ayo ramah tamah secara lahir dan batin dengan orang lain, dengan sesame, kita sama-sama manusia, walaupun berbeda wirid dan aliran. Kita harus mendukung kanan dan kiri yang sudah terlanjur mantab dalam Naqsabandiyah, Qodiriyah, atau ustadz-ustadz Tarekat Mu’tabarah. Jangan sampai terpancing untuk tidak suka, tidak menghormati pada salah satu wirid yang jelas muktabar dengan pedoman-pedoman yang sudah terang, khusus dan tegas

Dhawuh 67
Tadi ada orang bertanya: Gus, saya ini di kampung bersama orang banyak. Jawab saya: Yang penting ingat pada Allah, tidak merasa lebih suci dari yang lain, tidak sempat melirik maksiat orang lain, dengan siapa saja mempunyai hati yang baik, itulah ciri khas pengamal Dzikrul Ghofilin.

Dhawuh 68
Era sekarang, orang yang selamat itu adalah orang yang apa adanya, lugu dan menyisihkan diri.

Dhawuh 69
“Miftah, kamu masih tetap suka bertarung pencak silat?” Tanya Gus Miek. Lha bagaimana Gus, saya ikut, jawab Miftah. “Kalau kamu masih suka (bertarung) pencak, jangan mengharap baunya surga.”

Dhawuh 70
Saya lebih tertarik pada salah seorang ulama terdahulu, contohnya Ahmad bin Hambal. Kalau masuk tempat hiburan yang diharamkan Islam, dia justru berdoa: “Ya Allah, seperti halnya Kau buat orang-orang ini berpesta pora di tempat seperti ini, semoga berpesta poralah mereka di akhirat nanti. Seperti halnya orang-orang di sini bahagia, semoga berbahagia pula mereka di akhirat nanti.” Ini kan doa yang mahal sekali dan sangat halus. Tampak bahwa Ahmad bin Hambal tidak suka model unjuk rasa, demonstrasi anti ini anti itu. Apalagi seperti saya yang seorang musafir, saya dituntut untuk lebih menguasai bahasa kata, bahasa gaul, dan bahasa hati.

Dhawuh 71
Seorang yang diolok-olok atau dicela orang lain, apa itu termasuk sabar? Badanya sakit, anaknya juga sakit, istrinya meninggal, apa itu juga termasuk sabar? Hartanya hancur, istrinya mati, anaknya juga mati, apa itu termasuk orang yang sudah sabar? Seperti itu tidak bisa disebut sebagai orang sabar, entah sabar itu bagaimana, aku sendiri tidak mengerti.

Dhawuh 72
Tadi, ada orang yang bertanya: periuk terguling, anak-istri rewel, hati sumpek, pikiran ruwet, apa perlu pikulan ini (tanggung jawab keluarga) saya lepaskan untuk mencari sungai yang dalam (buat bunuh diri). Saya jawab: Jangan kecil hati, siapa ingin berbincng-bincang dengan Allah, bacalah Al Qur’an.

Dhawuh 73
Tadi ada yang bertanya: Gus, bagaimana ya, ibadah saya sudah bagus, shalat saya juga bagus, tetapi musibah kok datang dan pergi? Saya jawab: mungkin masih banyak dosanya, mungkin juga bakal diangkat derajat akhiratnya oleh Allah; janganlah berkecil hati.

Dhawuh 74
Orang-orang membacakan Al-Fatehah untukku, katanya aku ini sakit. Aku ini tidak sakit, hanya fisikku saja yang tidak kuat karena aktivitasku ini hanya dari mobil ke mobil, dan tidak pernah libur.

Dhawuh 75
Ada empat macam perempuan yan diidam-idamkan semua orang (lelaki). Perempuan yang kaya, perempuan bangsawan, dan perempuan yang cantik. Tapi ada satu kelebihan yan tidak dimiliki oleh ketiga perempuan itu, yaitu perempuan yang berbudi.

Dhawuh 76
Anaknya orang biasa itu ada yang baik dan ada yang jelek. Demikian juga anaknya kiai, ada yang baik dan ada yang jelek. Jangankan anaknya orang biasa atau anaknya kiai, anaknya nabi pun ada yang berisi dan ada yang kosong. Kalau sudah begini, yang paling baik bagi kita adalah berdoa.

Dhawuh 77
Di tengah-tengah sulitnya kita mengarahkan istri, menata rumah tangga, dan sulitnya menciptakan sesuatu yang indah, sedang tanda-tanda musibah pun tampak di depan mata, semua itu menuntut kita menyusun ketahanan batiniah, berusaha bagaimana agar Allah sayang dan perhatian kepada kita semua.

Dhawuh 78
Tadi, ada orang yang bertanya: anak saya nakal, ditekan justru menjadi-jadi, bagaimana Gus? Nasehat orang tua terhadap anaknya janganlah menggunakan bahasa militer, pakailah bahasa kata, bahasa gaul, dan bahasa hati.

Dhawuh 79
Gus, kenapa Anda menamakan anak Anda dengan bahasa Arab dan non Arab? Begini, alas an saya menamakan dengan dua bahasa itu karena mbahnya dua; mbahnya di sini santri, mbahnya di sana bukan. Mbahnya di sini biar memanggil Tajud karena santri, mbahnya di sana yang bukan santri biar memanggil Herucokro; mbanya di sini biar memanggil sabuth, mbahnya di sana biar memanggil panotoprojo.

Dhawuh 80
Menurut Anda, bagaimana sebaik-baiknya busana muslim itu? Jilbab kan banyak dipertentangkan akhir-akhir ini? Pada akhirnya, seperti penggabungan Indonesia, Siangapura, Malaysia, Thailand, Brunei, dan Filipina menjadi ASEAN, tidak menutup kemungkinan, ada bahasa dan busana ASEAN. Sehingga siapa pun dengan terpaksa untuk ikut dan patuh. Ya, kita sebagai orang tua harus diam kalau itu nanti terjadi, dan kalau ingin selamat, ya mulai sekarang kita harus berbenah.

Dhawuh 81
Saya kira-kira dituntut untuk lebih menggalakkan ibadatul qalbi (ibadah dalam hati). Mungkin begitu. Sebetulnya putrid rekan-rekan ulama juga sudah banya yang terbawa arus; ya sebagian ada yang masih mengikuti aturan, tetap berjilbab, misalnya. Tetapi ada juga yang tetap berjilbab karena sungkan lantaran orang tuanya mubaligh. Secara umum, sudah banyak yang terbawa arus.

Dhawuh 82
Dunia ini semakin lama semakin gelap, banyak hamba Allah yang bingung, dan sebagian sudah gila. Sahabat Muazd bin Jabbal berkata: “siapa yang ingat Allah di tengah-tengah dunia yang ramainya seperti pasar ini, dia sama dengan menyinari alam ini.”

Dhawuh 83
Memiliki lidah atau mulut itu jangan dibirkan saja, lebih baik dibuat zikir pada Allah, dilanggengkan membaca lafal Allah.

Dhawuh 84
Hadirin tadi ada orang yang bertanya: Gus, pendengar Al Qur’an ini kalau usai shalat fardhu, yang terbaik membaca apa ya? Saya jawab: Untuk wiridan, kecuali kalian yang sudah mengikuti sebagian tarekat mu’tabarah, baik membaca Al Fatehah 100 kali. Ini juga menjadi simbolnya Dzikrul Ghofilin. Resepnya, mengikuti imam Abu Hamid Al Ghazali, yang juga diijasahnya oleh adiknya, Syaikh Ahmad Al Ghazali.

Dhawuh 85
Trimah, kamu pasti mau bertanya: Kiai, wiridannya apa, mau bertanya begitu kan? Tidak sulit-sulit, baca shalawat sekali, pahalanya 10 kali lipat; jangan repot-repot, baca shallallah ‘ala Muhammad, itu saja, yang penting benar.

Dhawuh 86
Saya punya penyakit yang orang lain tidak tahu. Saya ini terus terang tamak, takabur yang terselubung, dan diam-diam ingin kaya. Padahal saya punya persoalan khusu dengan Allah. Artinya, saya adalah hamba yang diceramahkan, sedang Allah yang sudah saya yakini adalah sutradara.

Dhawuh 87
Persoalan mengenai hakikat hidup di dunia masih sering kita anggap remeh. Olih karena itu, sangat perlu dilakukan sebentuk muhasabah. Sejauh mana tauhid kita, misalnya. Dan, ternyata kita belum apa-apa. Kita belum menjadi mukmin dan muslim yang kuat.

Dhawuh 88
Taqarrub (pendekatan) kita kepada Allah seharusnya menjadi obat penawar bagi kita. Apa pun yang terjadi, apa pun yang diberikan Allah, syukuri saja. Sayang, terkadang kita belum bisa menciptakan keadaan yang demikian. Kita seharusnya bangga menjadi orang yang fakir. Sebab sebagian penghuni surga itu adalah orang –orang fakir yang baik.

Dhawuh 89
Dahulu, pada usia sekitar 10 tahun, saya sering didekati orang,dikira saya itu siapa. Ungkapan orang yang datang kepada saya itu-itu saja: minta restu atau mengungkapkan kekurangan, terutama yang berhubungan dengan materi. Perempuan yang mau melahirkan juga datang. Dikira saya ini bidan. Karena makin banyak orang berdatangan, lalu saya menyimpulkan: jangan-jangan saya ini senang dihormati orang, jangan-jangan saya ini dianggap dukun tiban juru penolong atau orang sakti.

Dhawuh 90
Surga itu miliknya orang-orang yang sembahyang tepat pada waktunya.

Dhawuh 91
Shalat itu, yang paling baik, di tengah-tengah Al-Fatehah harus jernih pikiran dan hati.

Dhawuh 92
Shalat itu, yang paling baik adalah berpikir di tengah-tengah membaca Al-Fatehah.

Dhawuh 93
Coro pethek bodon. Di akhirat, bila berbuat buruk satu, berbuat baik satu itu rugi. Di akhirat, bila berbuat buruk satu, berbuat baik dua itu rugi. Di akhirat, bila berbuat buruk satu, berbuat baik tiga itu baru untung.

Dhawuh 94
Kalau kamu ingin meningkat satu strip, barang yang kamu sayangi ketika diminta orang, berikan saja. Itu naik 1 strip, lebih-lebih sebelum diminta, tentu akan naik 1 strip lagi.

Dhawuh 95
Seorang yang berani melakukan dosa, harus berani pula bertobat.

Dhawuh 96
Kalau kamu mengerjakan kebaikan, sebaiknya kau simpan rapat-rapat; kalau melakukan keburukan, terserah kamu saja: mau kau simpan atau kau siarkan.

Dhawuh 97
Kowe arep nandi Sir? Tanya Gus Miek. Badhe tumut ujian, jawab Siroj. Kapan? tanya Gus miek . sak niki, jawab Siroj. Golek opo?, Tanya Gus Miek lagi. “Ijasah,” jawab Siroj juga. Lho kowe ntukmu melu ujian ki mung golek ijasah, e mbok sepuluh tak gaekne. Yoh, dolan melu aku.
Artinya:
Kalau kamu ikut ujian hanya untuk ijasah, sini, mau 10 saya buatkan, ayo ikut saya.

Dhawuh 98
“Kamu mau kemana sir?” Mau ngaji. “Biar dapat apa?” Biar masuk surga. “jadi, alasan kamu mengaji itu hanya untuk mencari surga? Jadi, surga bisa kamu peroleh dengan mengaji? Kalau begitu, sudah kitabmu ditaruh saja, ayo ikut bersama saya ke Malang.

Dhawuh 99
Saya katakana kepada anak-anak, Dzikrul Ghofilin jangan sampai diiklankan atau dipromosikan sebagai senjata pengatrol kesuksesan duniawi.

Dhawuh 100
Saya imbau, jangan sampai ada yang berjaga lailatul Qodar, itu ibarat memikat burung perkutut.

Dhawuh 101
Belum tahun 2000 saja sudah begini; bagaimana kelak di atas tahun 2000? Dunia ini semakin lama semakin panas, semakin lama semakin panas, semakin lama semakin panas.

Dhawuh 102
Saya senang orang-orang Nganjuk karena orangnya kecil-kecil. Ini sesuai sabda nabi: “Orang itu yang baik berat badannya 50.” Juga, ada sabda lain yang menguatkan : “Orang paling aku cintai di antara kalian adalah orang yang paling sedikit makannya.” Ini sesuai firman Allah: Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut (QS. Quraiys: 4).
Lapar adalah syarat untuk menghasilkan tujuan. Maka, siapa tidak senang lapar, ia bukan bagian dari ahli khalwat (menyendiri).

Dhawuh 103
Miftah, kalau kamu nanti sudah pulang dari mondok, jangan suka menjadi orang terdepan.

Dhawuh 104
Biarkan dunia ini maju. Akan tetapi, bagi kita umat Islam, akan lebih baik kalau kemajuan di bidang lahiriah dan umumiyah ini dibarengi dengan iman, ubudiyah, serta sejumlah keterampilan positif. Jadi, memasuki era globalisasi menuntut kita untuk lebih meyakini bahwa shalat lima waktu itu, misalnya, adalah senam atau olah raga yang paling baik. Setidak-tidaknya, bagi orang Jawa bangun pagi itu tentu baik. Apalagi kita yang mukmin. Dengan bangun pagi dan menyakini bahwa kegiatan shalat Subuh adalah senam olah raga yang paling baik, otomatis kita tersentuh untuk bergegas selakukan itu.

Dhawuh 105
Sir, kalau kamu mau bertemu aku, bacalah Al-Fatehah 100 kali.

Dhawuh 106
Kalau mau mencari aku, di mana dan kapan saja, silakan baca surah Al-Fatehah.

Dhawuh 107
Mbah, kalau kamu mau bertemu aku, sedang kamu masih repot, kirimi saja aku Al-Fatehah, 41kali.

Dhawuh 108
Mencari aku itu sulit; kalau mau bertemu dengan aku, akrablah dengan keluargaku, itu sama saja dengan bertemu aku.

Sumber:
Dunia Pesantren, http://www.mypesantren.com, http://aliks-fx.blogspot.com, buku Karomah para Kyai dan lain-lain.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 39 Komentar

BAGAIMANA CARA BERMAKRIFAT?


Hadits Qudsi dan hadits-hadits terkait dengan Bagaimana cara kita bermakrifat….

===MA ‘AROFNAKA HAQQO MA’RIFATAKA : Aku tidak mengenal Engkau, kecuali sampai sebatas pengetahuan yang Engkau perintahkan.===
===MAN TOLABAL MAULANA BIGHOIRI NAFSI FAQODDOLA DOLALAN BA’IDA : Barang siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri maka dia akan tersesat semakin jauh.===
===MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU : Barang siapa mengenal nafs (diri) nya, maka dia mengenal Tuhan nya.===
===WA MAN AROFA ROBBAHU FAQOD JAHILAN NAFSAHU : Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa bodoh.===
===IQRO KITAB BAQO KAFA BINAFSIKA AL YAOMA ALAIKA HASBI : Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri.===
===ALLAHU BATHINUL INSAN, AL INSANU ZHOHIRULLAAH: Allah itu bathinnya manusia, manusia adalah zhohirnya (kenyataannya) Allah.===
===AL INSANU SIRI WA ANA SIRUHU: Rahasia kalian adalah rahasia-Ku.===
===LAA YA’RIFALLAAHU GHOIRULLAH : Yang mengenal Allah hanya Allah.===
===AROFTU ROBBI BI ROBBI : Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan.===
===Dalam Setiap Rongga Anak Adam Aku Ciptakan Suatu Mahligai Yang Disebut Dada, Di Dalam Dada Ada Qolbu, Dalam Qolbu Ada Fuad, Dalam Fuad Ada Syaghofa, Di Dalam Syaghofa Ada Sir, Dalam Sir Ada Aku, Tempat Aku Menyimpan Rahasia ===

Terkait dengan makrifat, ada doa sbb:

ALLOHUMMA ANTA MAKSUDI, WARIDHOKA MATLUBII, A’TINI MAHABATAKA WA MAKRIFATAKA ===

Ya Alloh Engkaulah tujuanku, ridho MU lah yang aku harapkan, berilah aku kecintaanMU dan berilah aku kema’rifatan Mu…..

wongalus,2012

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 50 Komentar

NASEHAT KEBATINAN


Batin kita seperti cermin; ketika di hadapannya ada gunung, nampak bayangan gunung, ada air, nampaklah air. Apabila ada debu tebal di permukaannya, kita jadi tidak mengetahui apa yang ada di hadapan.

Jika kita dapat menjaga batin agar suci dan bersih, maka apapun yang ada disekitar kita akan selalu nampak indah dan baik.

Batin manusia seperti air, lemah dan lembut nampaknya, tapi mengandung kekuatan besar yang tidak terkira.

Batin juga seperti tanah lapang. Jika ditanami benih unggul, engkau akan mendapatkan hasil panen yang baik.


Jangan khawatirkan surga dan neraka, karena surga dan neraka diciptakan oleh perbuatan kita sendiri. Yang harus lebih ditakuti adalah kemerosotan batin.


Pengendalian diri akan menjaga batin agar tidak tercemar oleh pikiran yang buruk. Jika batin bersih, kejahatan tidak akan menghampiri.


Apabila pikiran baik, setiap hari dalam hidupmu akan menjadi hari baik. Jika setiap saat dijalani dengan penuh perhatian, maka setiap waktu, arah, dan tempat menjadi penuh makna.


Tekad yang sesuai dengan jalan harus dikembangkan dan diperdalam. Jika tidak, maka kajian yang mendalam atas kitab suci dan teori filsafat hanya akan menghasilkan bayangan bulan didalam air, bunga didalam cermin, bayang-bayang semu yang tidak nyata (kosong)


Latihlah batinmu hingga sebening rembulan; dimana ada air bayang-bayang bulan nampak di sana. Batin juga harus seperti langit; ketika mega-mega merebak, tampaklah langit yang bersih.


Tempalah batin dan jasmanimu, hingga ia laksana rembulan yang bercahaya lembut dan indah. Luaskan wawasan batinmu dan nyalakan cahaya kebijaksanaanmu. Terangilah keluarga, masyarakat dan setiap orang yang berhubungan dengan mu, seperti cahaya bulan yang sejuk dan menyegarkan.


Batin ini seperti cermin; meskipun bayangan yang dipantulkan selalu berubah-ubah, permukaan cermin tetap tidak berubah.

Lingkungan sekitar kita berubah, tetapi batin tak pernah berubah.
Apabila batin terus menerus berpaling pada dan mengikuti kondisi-kondisi di luar, seseorang dapat tergoyahkan hanya karena gosip, dan kehilangan kendali dirinya.

Ketika cermin digunakan untuk melihat bayangan suatu benda, cermin dan benda itu harus ditaruh dalam suatu jarak tertentu agar bayangan yang dihasilkannya nampak dengan jelas. Jika jaraknya terlalu dekat atau terlalu jauh, atau cermin itu tertutup debu tebal, maka cermin yang paling bagus pun tidak dapat memantulkan bayangan benda itu dengan jelas.


Hubungan antara manusia dan pikirannya seperti benda dan sebuah cermin. Di satu pihak kita membutuhkan kearifan dan kemampuannya untuk mengenali fakta dan hukum-hukum alam; tapi di lain pihak kita juga perlu mengambil jarak dari pikiran kita sendiri, jika tidak ingin dikuasai olehnya.


Mereka yang lengah akan tercemar oleh pikirannya sendiri, sedangkan yang mengambil jarak akan memperoleh pandangan terang.


Andaikan setiap jalan menghantar ke kedamaian abadi, orang yang kurang bersemangat, labil, hanya mencari kesenangan, dan pikirannya tidak terpusat, tetap saja tidak akan mencapainya.


Batin ini terombang-ambing ke atas dan kebawah, tenggelam dan terapung tiada henti. Ia “tenggelam” saat kita membuang-buang waktu dengan percuma, dipenuhi energi-energi negatif seperti kemarahan, kemalasan, gemar tidur, dan enggan melatih kesucian.

Ia “terapung” dalam gelombang pikiran-pikiran buruk yang tiada henti. Tanpa melepaskan dua keadaan batin ini, tertutup jalan menuju batin yang hening.

Ketimbang gelisah dan bersedih, gunakanlah potensi batinmu secara positif.


Penyakit jasmani mudah diobati; tapi penyakit batin sungguh menakutkan. Si sakit tidak dapat merasa tenang ketika berjalan, berdiri, duduk ataupun berbaring. Sekujur tubuhnya terasa tidak nyaman, sukar baginya untuk memejamkan mata dan tertidur.


Penyakit jasmani bagi orang kaya dan berkuasa, adalha rasa takut “kehilangan” apa yang mereka miliki; sedangkan bagi orang miskin dan lemah, adalah rasa haus untuk memperoleh “apa yang tidak mereka miliki”. Baik takut kehilangan maupun kehausan untuk memperoleh, keduanya sama membuat kita menderita.


Jika engkau tidak terikat pada suatu apapun, maka batinmu tidak akan terbelenggu oleh konsep untung rugi yang menyertainya – dan dengan sendirinya terbebas dari belenggu dan noda. Demikianlah batin orang bijaksana, tujuan dari mereka yang menempuh Jalan.


Bila engkau melihat sesamamu dengan batin Jernih, setiap orang adalah Jernih. Bila kau melihatnya denngan batin Keruh, setiap orang adalah Keruh.


Batin orang awam membeda-bedakan masa lalu, kini dan yang akan datang.


Dalam berlatih, orang awam menginginkan hal-hal gaib dan besar, karena itulah batin mereka semakin kacau; mereka hanya mondar-mandir didepan pintu gerbang Kebenaran.


Sesungguhnya mudah saja memperoleh batin yang hening; cukup dengan melenyapkan noda keserakan.


Batin yang awam terbelenggu, ternoda, dan terikat pada banyak hal. Batin yang bersih tanpa noda memungkinkan tumbuhnya benih KeJernihan. Benih KeJernihan = Hakikat batin semua makhluk.


Tidak ada perbedaan antara batin orang awam dan batin orang yang Jernih. Jernih tidak memiliki lebih dari sepasang tangan dan sepasang kaki. Perbedaannya adalah bahwa batin orang yang Jernih itu bersih tanpa noda, hening dan alami. Batin orang awam dipenuhi debu keinginannya yang sedikit demi sedikit menutupi hakikatnya yang asli.


Dalam gelap orang menyalakan lampu, tapi terang yang sejati ada didalam batin. Untuk itu engkau tidak perlu menyalakan lampu didepan NYA; terangilah batinmu sendiri.


===

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 57 Komentar

MOHON BANTUAN KWA JAKARTA MEMINDAH JIN DI PANTAI INDAH KAPUK


Assalamu’alaikum Wr.Wb…  Salam sejahtera untuk para Sesepuh KWA dan Salam kompak selalu untuk sedulurku para Santri KWA diseluruh jagat raya… Langsung saja, 7 bulan yg lalu, saya diminta oleh teman saya (iwan) yang bekerja di Clinic tersebut, atas suruhan Bosnya (Bapak Jatnika) untuk menetralkan tempat kerjanya dari adanya gangguan Mahluk halus/Jin Jahat di ”Erha Clinic’ Pantai indah kapuk. Yg beralamat di Galeri niaga mediterania II blok L8j-k jakarta utara.

Dengan bekal tipis namun PD, saya mencoba datang ke Clinic tersebut, didampingi teman saya dan semua karyawan, saya mengajak untuk berdo’a bersama Tahlil dan Yasinan dilantai satu.. Setelah selesai do’a bersama, dengan modal sebuah amalan do’a yg ada di Blog KWA ini ya’ni ”wa anna zhananaa al-lan nu’ziyallaha hu fil ardhi wa lan nu’jizahuu haraba”.

Dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati, saya menyipratkan air yg di do’ain tadi ke setiap ruangan, tangga, ruangan dokter dsb dari lantai satu  Sampai lantai empat, setelah selesai saya (maaf) diamplopin sama pemilik clinic (Bpk.Jatnika) padahal tujuan ikhlas saya membantu sesama. Sampai dirumah saya buka isinya 200ribu hehehe…Alhamdulillaah/rejeqi….

Kini setelah lewat 7 bulan kata teman saya, hantu2 itu mengganggu kembali, biasanya dari dulu mulai menampakan diri habis ashar, maghrib, apalagi malam hari. Bahkan sekarang sering tertangkap CCTV..saya diminta pemilik Clinic untuk datang lagi kesana.. ini tanggung jawab saya scara sosial, namun saya fikir karna saya belum punya Amalan Terawangan/melihat Jin, dan Amalan Asma Wali Songo/yg dpt memindahkan istana/kerajaan jin (Amalan yg ada di Blog KWA)..

maka sampai disini dengan rendah hati saya perlu bantuan para Sesepuh dan Sedulur KWA yang sudah menguasai (bidang ini tentunya), sebagai anggota KWA Jakarta saya ingin menghubungi  para sesepuh dan saudara2 KWA JAKARTA  namun saya gak punya alamat dan telponnya. Disamping gak punya amalan terkait, saya sekarang sibuk kerja sebagai tekhnisi di Topas Tv untuk itu saya mohon bantuan para Sesepuh dan Sedulur KWA tercinta, hubungi saya Edi junaedi (021)97028976. Terimakasih Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Edi Kopi
<edikopi3@gmail.com

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 108 Komentar

ASMAK “BENTAKAN” MBAH SOICHAH


wongalus

KH Abdus Salam alias Mbah Soichah adalah ulama dan pendekar yang sekitar tahun 1825 babat alas/ membuka hutan semak belukar untuk dijadikan lahan pemukiman yang kemudian dikenal sebagai Dusun Gedang, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Kehadiran KH Abdus Salam di samping membuka semak belukar menjadi perkampungan juga memiliki misi untuk mengembangkan agama Islam di daerah yang ia tinggali. Mula-mula ia mendirikan sebuah langgar sederhana dan membangun 3 kamar untuk tempat istirahat para santri yang mengaji ilmu agama padanya. Langgar dan tiga kamar inilah yang kelak menjadi cikal bakal atau embrio berdirinya Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang kini memiliki santri lebih dari 5.000 orang.

Di tengah ketenangan dan kedamaian suasana batin Abdussalam selepas menaklukkan semak dan mendidik santri, ternyata pihak penjajah, Belanda, merasa terancam. Belanda khawatir KH Abdus Salam akan menghimpun kekuatan untuk menentangnya jika pesantrennya terus berkembang. Dari kekhawatiran ini Belanda berkali-kali mencoba memanggil Abdussalam. Namun, naluri sebagai seorang mantan pasukan perang Pangeran Diponegoro membuatnya tidak cepat merespon untuk memenuhi panggilan tersebut. Abdussalam tahu bahwa, jika memiliki keinginan, maka Belanda akan menggunakan berbagai cara, termasuk memanggil seseorang untuk berunding, yang ujung-ujung hanya untuk memantapkan posisinya dalam menjajah negeri ini.

Tiga kali Belanda mencoba memanggil KH Abdus Salam. Pada panggilan pertama dan kedua pihak Belanda kembali dengan tangan hampa, yakni KH Abdus Salam tidak mengindahkan panggilan tersebut. Mengingat sudah dua kali dipanggil dengan cara dibujuk “baik-baik” tidak mau datang, Belanda menganggap KH Abdus Salam telah membangkang dan menentang mereka. Karena itu pada pemanggilan ketiga Belanda memerintahkan utusannya agar mampu membawa KH Abdus Salam menghadap dalam keadaan apapun. Jika tetap membangkang, maka harus dipaksa. Di pihak lain, KH Abdus Salam juga sudah kesal karena merasa ketenangannya berdakwah telah diusik oleh Belanda.

Pada pemanggilan ketiga Belanda mengirim kurir yang gagah berani dengan mengendarai bendi. Sesuai dengan misi tugasnya untuk menghadirkan KH Abdus Salam dalam keadaan apapun, kurir itu berkata dengan kata-kata kasar dan memaksa. KH Abdus Salam yang sudah kesal terhadap Belanda tersinggung lalu spontan membentak kurir tersebut. Keajaiban terjadi, begitu kata-kata bentakan itu dilontarkan KH Abdus Salam, kurir belanda itu langsung kelenger, mati bersama kuda yang membawanya.

Tewasnya kurir Belanda tersebut cepat tersebar ke masyarakat. Sejak saat itulah Abdussalam dijuluki oleh masyarakat dengan sebutan Shoichah, atau “Mbah Shoichah”, yang artinya bentakan. KH Abdus Salam hingga kini tetap dikenal, dikenang, dan dihormati sebagai Pendiri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Pada Dari KH Abdus Salam alias Mbah Shoichah dan istrinya, Nyai Muslimah, kelak melahirkan keturunan ulama-ulama besar seperti Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari (Pendiri dan Rais Akbar NU), K.H. Abdul Wahab Chasbullah (Pendiri dan Rais Am Pertama NU), K.H. Abdul Wachid Hasyim (Tokoh NU dan Mantan Menteri Agama RI), K.H. Muhammad Wahib Wahab (Tokoh NU, Mantan Menteri Urusan Kerja Sama Sipil-Militer RI, dan Mantan Menteri Agama RI), K.H. Abdurrahman Wachid (Mantan Ketua Umum PBNU dan Mantan Presiden RI).

Inilah Asmak “Bentakan” KH Abdus Salam dari Ponpes Gedang yang mampu membuat lumpuh bahkan meninggal dunia tersebut. Bentakan itu adalah sebuah ayat di dalam Al Qur’an Surah Yasin: 29:

=== IN KAANAT ILLAA SHAIHATAN WAAHIDATAN FA-IDZAAHUM KHAAMIDUUN ===

artinya: Tidaklah (ia) adzab itu melaikan satu teriakan saja maka tiba-tiba mereka mati.

Silahkan bila ingin mewiridkan asmak ini dengan jumlah 313 X selesai Sholat Fardhu selama 7 hari (14, 21 hari dst lebih banyak lebih baik dengan jumlah kelipatan 7). Bila ingin menggunakannya, cukup teriakkan kalimat itu di hadapan musuh. Insya Alloh, musuh sesakti dan sedigdaya apapun akan lumpuh.

Dahului dengan tawassul kirim Al Fatihah sebagaimana biasa dimulai dari Rasulullah hingga kepada KH Abdus Salam.

Matur Nuwun.

@@@

Foto cucu KH Abdus Salam == Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 100 Komentar

TIGA TINGKAT ILMU PENGHANCUR


Wongalus

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

Fungsi: perlindungan, kekebalan, tameng diri, penyerang, penghancur ilmu hitam spt santet, tenung, gendam, sirep, teluh, dan beragam amalan musuh.

Dahului dengan tawassul biasa yang dikirim alfatihah untuk Rasulullah SAW, Sayyidina Ali, Syekh Abdul Qadir Al Jailani dll …..

TINGKAT 1:
============ ALLAHUMMA ROBBANA AZZA JAARUK WA JALLA THANA’UK WA TAQADDASAT ASMA’UK ALLAHUMMA LA YURADDU AMRUK WA LA YUHZAMU JUNDUK SUBHANAKA WA BI HAMDIK ========= 313 x 7 hari====

Ya Allah! Sekutu MU kuat, pujian MU dimuliakan, nama MU disucikan. Ya Allah! Perintah MU tidak dapat ditolak, dan tentara MU tidak bisa dikalahkan.

TINGKAT 2:

=======ALLAHUMMA KHUDHUM AKHDHA ‘ZIIZIN MUQTADIR ALLAHUMMAJ’AL ID DA’IRATA ALAYHIM, ALLAHUMMA ARINA FIIHIM YAWMAN ASWADA ======313x 7 hari==========

Ya Allah! Binasakan mereka dengan otoritas dan kekuasaan MU, Ya Allah! Biarkan semua yang telah mereka lakukan dilakukan untuk mereka. Ya Allah! Tunjukkan kepada kita hari kegelapan mereka.

TINGKAT 3:
====ALLAHUMMA MUNZILAL-KITAB, MUJRIYAS-SAHAB, HAZIMAL-AHZAAB, IHZIMHUM WA ZALZILHUM, WA ARINA FIIHIM AJA’IBA QUDRATIK, FA INNAHUM LA YU’JIZUUNAKA YA QAWIYYU YA ‘AZIZ =======313X 7 hari====

Total 3 tingkat diamalkan selama 21 hari. Monggo diamalkan bagi yang membutuhkan….

WALLOHULMUAFIQ ILA AQWAMITTORIQ WASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH.

@@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 128 Komentar

ILMU PELUNTUR JEMPARING, JENGGES, TELUH, SANTET, GENDAM, SIREP


wongalus

Tawassul kepada Nabi Muhammad SAW dan Syeh Sulaiman Jazuli
Bismilahirrohmanirrohim 7 x selanjutnya baca 21 x doa ini…
================
حَسْبِى اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ . بِخَفِيِّ لُطْفِ الله بِلُطْفِ صُنْعِ الله بِجَمِيْلِ سِتْرِ الله دَخَلْتُ فِي كَنَفِ الله تَشَفَّعْتُ بِسَيِّدِنَا رَسُوْلِ الله تَحَصَّنْتُ بِأَسْمَاءِ الله, أمَنْتُ بِالله تَوَكَّلْتُ عَلَى الله ,إِدَّخَرْتُ الله لِكُلِّ شِدَّةٍ

lanjutkan dengan baca mantra ini 1x

SUN MATEK AJI SI LEMBU SEKILAN, DENING PENGERAN SIJI CINUKUPAN, ASMO KANJENG NABI SUN PINAYUNGAN, MOLOEKAT PAPAT PRO BETHORO KANG DADI PIYANDEL SUN, NYINGKIRO SEKABEHANING BILAI JIN SETAN PRI PERAYANGAN KLAWAN ASMO SUCI, LAAHAULA WALAA KUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL ADHIM

===========

Lakukan usai sholat Ashar, 21 hari.
Selama 21 hari hindari makanan yang bernyawa

Caranya: setelah mengamalkan doa ini, baca doa rangkaian doa dan mantra di atas sekali dan tiupkan ke air putih segelas dan minumkan pada yang kena santet. Santet akan luntur dan sembuh.
Kalau untuk proteksi dan perlindungan, cukup diminumkan ke orang yang butuh. Insya alloh dia tidak akan terkena santet yang dikhawatirkan.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 57 Komentar

AMALAN MEMOHON HAJAT BESAR


pengembarajalansunyi@gmail.com

AMALAN MEMOHON HAJAT BESAR

Assalamua’alaikum wrwb
Sholawat dan salam tercurah kepada Nabi besar junjungan kita Muhammad
SAW semoga kelak kita dipertemukan dengan beliau dan memperoleh
Syafa’atnya. Ijinkan para sesepuh saya menyebarluaskan salah satu
amalan yang pernah saya dapatkan dari salah satu guru saya yaitu
memohon hajat besar. Dulu guru saya berkata “kamu amalkanlah ini, tapi
janganlah amalan ini kau buat main-main dan minta sesuatu yang buruk,
tapi amalkanlah demi kebaikan dan mintalah kepada Allah sesuatu yang
SULIT bagimu dan TIDAK MUNGKIN bagimu, misalkan RUMAH dan MOBIL” atau
masalah yang teramat sangat pelik” tapi dengan syarat DITUNGGU SAMBIL
TIDUR ( lupakan apa permintaan dan amalanmu ) setelah kamu
mengamalkannya”. Begitulah pesan guru saya saat itu. Kebetulan saat
itu saya masih mahasiswa, saat itu saya mengamalkannya sesuai dengan
cara dan syarat yang diberikan guru saya dan saya saat itu meminta
MOBIL dan RUMAH, karena bagi saya mobil dan rumah adalah permintaan
yang terlalu berat buat saya karena saya anak orang miskin. Bahkan
biaya kuliah pun tersendat-sendat, rumah terjual akibat usaha orang
tua yang bangkrut lebih parahnya lagi ayah saya pun meninggal
menghadap Allah. Saya pun “melupakan” amalan yang saya amalkan dan
menjalani aktifitas seperti biasa saya anggap saya mengamalkan amalan
itu sebagai hak dan kewajiban seorang hamba pada Tuhan nya dengan
mencari ridho Allah semata. Tahun berganti tahun, Alhamdulillah Allah
mengabulkan doa saya Rumah dan mobil tanpa berhutang kemanapun, bahkan
dikasih tambahan-tambahan lain yang sama sekali tidak terduga dan bagi
saya sangat berlebihan, banyak nikmat Allah yang tak terhitung
jumlahnya. Para sedulur, keberhasilan suatu hajat apapun ketika kita
ridho meminta dan kita pasrah atas kehendak Allah yakin dan
berprasangka baik Allah akan mengabulkannya tetapi tidak cepat putus
asa jika Allah belum mengabulkan hajat kita (ditunggu karo turu)
ditunggu tapi jangan di ingat-ingat. Mohon sedulur mengamalkan dengan
bijaksana dan untuk kebaikan semata.

Tata caranya :
Selasa Kliwon, mandi keramas tepat jam 12 malam kemudian sholat sunah
hajat 2 raka’at setelah selesai berdoalah kepada Allah ( jgn berdoa
pake bahasa yg kita tdk tahu artinya supaya lebih menghayati apa
pengaduan dan hajat kita ) lalu ;
#1.Kirim alfatihah pada kanjeng Nabi ( Illa Hadrati…)
2. Kirim Alfatihah pada sahabat Sayidina Abubakar, Sayyidina Umar,
Sayyidina Ustman, Sayyidina Ali.
3. Kirim Alfatihah kepada Syeikh Abdul Qodir Jaelani..
4. Kirim Alfatihah kepada Guru-guru kita..

# Ya allah ya karim ya rahman ya rahim ya ghani ya mughni salimna
walmuslimin 1000x

Amalan ini laksanakan selama 3 hari berturut-turut.

Saya ijasahkan kepada sedulur-sedulur kwa semoga menjadi ilmu yang
bermanfaat bagi kita semua…
Wassalam.
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 198 Komentar

RAMUAN HERBAL MEMPERBESAR & MEMANJANGKAN UKURAN KELAMIN


Cakra Buana.
buanacakra313@gmail.com

Assalamu’alaikum Ki Wong Alus, Para Sesepuh & Bolo Alus Semuanya..

Ana Mohon Di Ijinkan Untuk Berbagi Sedikit Pengetahuan Ana Tentang Ramuan Untuk Memperbesar & Memanjangkan Ukuran Dzakar Pada Kaum Pria Mulai Dari Usia 21 Tahun Hingga Batas Usia 59 Tahun..

Ramuan Ini Adalah Salah Satu Ramuan Yg Di Gunakan Oleh Para Pria Di Bumi Papua.

Sebagaimana Perlu Di Ketahui Bahwa Ramuan Untuk Memperbesar & Memanjangkan Ukuran Dzakar Dari Bumi Papua Amatlah Banyak..

Dari Setiap Suku Memiliki Ramuannya Masing-Masing, Ada Yg Hanya Bersifat Temporeri & Ada Juga Yg Bersifat Permanen..

Dan Di Sini Ana Akan Menuliskan Ramuan Yg Bersifat Permanen Namun Memerlukan Waktu Kurang Lebih 1 s/d 2 Bulan Untuk Menambah Lebar Antara 1 s/d 3Cm & Panjangnya Bertambah Antara 5 s/d 13 cm, Dan Ramuan Ini Berasal Dari Suku Moii Yg Berada Di Sekitar Daerah Kepala Burung Di Kabupaten Sorong Papua Barat, Yg Ana Pilih Sebagai Hadiah Pada Para Bolo Alus Semua Karena Telah Terbukti Hasilnya Serta Tidak Akan Menimbulkan Efek Memar, Panas & Iritasi Pada Kulit Dzakar Seperti Pada Ramuan-Ramuan Pembesar & Pemanjang Dzakar Yg Berasal Dari Suku-Suku Lain Dari Bumi Papua Bila Sampai Salah Dalam Meracik Ramuannya..

Ini Ramuannya :
● 5 Potong Kepala Sogili (Belut Kali) Di Bakar Sampai Jadi Arang Lalu Di Tumbuk Sampai Halus.
● 25 Baramtam (Lintah Pacet).
● Kurang Lebih 25 Gram Mambuar (Benalu Cemara).
● 5 Ruas Jari Yougwea bor (Induk Jahe Merah)
● Kurang Lebih 50 Ml Koyare Mok (Minyak Goreng Dari Kelapa Hijau Asli).
● Kurang Lebih 30 Ml Koyebok (Minyak Kemiri).
● 13 Lembar Mafior Wae (Daun Sirih)

Cara Membuatnya :

Masukkan 25 Ekor Lintah Kedalam Lumpang Kemudian Di Tumbuk & Tambahkan 5 Ruas Jahe Merah Serta 13 Lembar Daun Sirih Juga 25 Gram Benalu Cemara Kemudian Di Tumbuk Sampai Seluruh Bahan Menyatu & Selanjutnya Di Peras Untuk Di Ambil Sarinya..

Kemudian Sari Dari Ramuan Itu Di Campur Dengan Bubuk Kepala Sogili (Belut Kali) Bila Sudah Bercampur Rata..

Selanjutnya Campurkan Minyak Goreng Dari Kelapa Hijau & Minyak Kemiri Serta Ramuan Yg Telah Kita Buat Sebelumnya Menjadi 1 Dalam Sebuah Wadah Hingga Bercampur Rata..

Kemudian Masukkan Dalam Botol Kaca Di Panaskan Dengan Panas Matahari Setiap Pagi Sampai Siang..

Ramuan Ini Di Gunakan Setiap Pagi Pada Saat Awal Bangun Atau Hendak Tidur Selama Kurang Lebih 10 Menit Pada Waktu Pagi & Malam Hari..

Salam Takzim & Persaudaraan Dari Ana Pada Ki Wong Alus, Para Sesepuh & Bolo Alus Semuanya.

Wassalamu’alaikum WarohmatULLAH. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 87 Komentar

DOA MOHON KESELAMATAN


Bismillahirrohmanirrohim, sholawat salam dan kesejahteraan  semoga terlimpahkan kepada Junjungan Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya.

KIta kutip salah satu hadits Qudsi sbb: Tidak ada cara lain yang akan dilakukan oleh hambaku yang ingin bertakarrub (mendekat) kepada-Ku yang lebih Aku sukai dibandingkan dengan melakukan amalan-amalan sunnah, sehingga Aku menyanyanginya. Jika Aku mencintainnya maka Aku akan menjadi telinga yang dengannya ia mendengar, menjadi mata yang dengannya ia melihat , menjadi mulut yang denganya ia berbicara, menjadi tangan yang dengannya ia memegang. Jika ia berdoa kepada-Ku, Aku niscaya akan mengabulkannya. (Hadits Qudsi).

Zikir dan Do’a adalah sarana membangun cinta dengan Allah.Bila kemesraan dengan Allah terjalin maka lahirlah hamba yang selalu mengingat dan diingat Allah. Pada gilirannya Pertolongan akan mudah datang pada diri kita.dan inilah salah satu buah dari zikir dan do’a. Melafalkan al asma’, sifat sifat atau perbuatan Allah dan bermunajat serta taqarub (mendekatkan diri ) KepadaNya adalah termasuk dzikir.

Do’a hakekatnya adalah memohon pertolongan melalui nama nama dan sifat sifat Allah yang agung. Asma’ul husna sering disebut agar doa itu terwujud atau untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan dunia, akhirat atau persoalan lain. Kandungan dalam doa adalah mengagungkan, memuliakan , mensucikan Allah, tujuannya adalah seperti difirmankan Allah :”Karena itu ingatlah kamu kepadaKU, niscaya AKU ingat kepadamu.”

Terkait dengan hal di tas, pada kesempatan kali ini monggo kita bahas doa hizib yg di kalangan ilmu hikmah dikenal dengan hizib salamah. Hizib ini bagus kita amalkan bersama bakda sholat fardhu dengan jumlah bilangan yang bebas.

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM.
TAHASHONTU BIDZILIZZATI WAL MULKI WAL MALAKUUTI WATASHOMTU BIDZIL QUDROTI WAL QOHHAARI WAL JABARUUTI WATAWAKKALTU ALAL HAYYIL QOYYUUMIL LADZI LAAYANAAMU WALAA YAMUUTU DAKHOLTU FII HIRNILLAAHI WADAKHOLTU FII HIFDHILLAAHI WADAKHOLTU FII AMAANILLAAHI NASHRUN MINALLAAHI WA FATHUN QORIIBUN WABASY SYIRIL MUKMINIINA BIHAQQI KAAF HAA YAA AIN SHOOD KUFIITU WABI HAQQI HAA MIM AIN SIIN QOOF HUMIITU WABI LAAHAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAHIL ALIYYIL ADZIIM NUSHIRTU LAA ILAAHA ILLALLAAH MUHAMMAD RASULULLOHI WA SHOLLALLAHU ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALAA ALIHI WASHOHBIHII WASSALAM

(Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku peliharakan diri dengan kemuliaan Raja di Raja. Dan aku jagakan diri dengan kekuasaan dan keperkasaanNya. Dan aku serahkan diri kepada Dzat yang Maha Hidup dan yang berdiri yaitu yang tidak tidur dan tidak mati. Aku masuk dalam penjagaan Allah. Dan aku masuk dalam pengawasan Allah. Dan aku masuk dalam kedamaian Allah. Pertolongan Allah itu akan terbuka dengan dekat kepada manusia yang mu’min. Dengan haqnya  KAAF HAA YAA AIN SHOOD cukupkan aku. Dengan haknya HAA MIM AIN SIIN QOOF jagakan aku. Dan tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah. Tolonglah aku. Tidak ada Tuhan selain Allah Muhammad Rasululloh. Semoga melimpahkan sholawat dan salam kepada pimpinan kami Muhammad dan kepada keluarganya dan kepada sahabatnya).
Terima kasih. Silahkan bagi yang  mau menambahkan dan silahkan bagi yang ingin mengamalkan. salam paseduluran.Hormat saya
@@@
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 35 Komentar

MINTA TOLONG ISTERIKU SELINGKUH


Salam sadulur KWA . salam hormat kepada sesepuh K W A Nama saya DIDING ROBIANSYAH BIN JAHAR. aku punya seseorang istri yang bernama MIMI BINTI LANDRA yang ku nikahi di KAPUK PS.TIMBUL selama hampir 3 tahun tanpa di karunia seorang anak dan selama ini dia selalu berbohong kepadaku tapi aku selalu memaafkannya dan itu selalu terjadi berulang kali tapi aku sebagai suami yang selalu ingin mempertahankannya selalu memaafkannya tetapi tiba-tiba kepergok selingkuh dengan lelaki lain sampai 2 kali dan rumah tanggaku yang dulu bahagia kini bagaikan sebuah neraka dia (istriku) selalu kuingatkan bahwa ia mempunyai seorang suami tapi tidak pernah digubris atau diperhatikan meskipun aku sakit sekalipun ketika dia (istriku) aku pergok berulang kali bertelepon dengan selingkuhannya selalu berbohong dia bilang hanya teman kerja atau tante, bibi entah apalagi, saat itu rumah tangga ku mulai ketahuan hancur istriku kabur dengan membawa buku nikah yang dulu adalah bukti janji kami berdua dengan alasan kerja

 Padahal ia ingin lebih leluasa dengan lelalki lain yang berada sekitar kapuk, tiba-tiba dia datang bersama pamannya untuk minta cerai padahal aku sama sekali tidak menceraikan baik itu kata-kata maupun surat bahkan di berani berkata kapada tetangga , teman maupun saudaranya bahkan selingkuhannya ia sudah bercerai dengan suaminya, aku mecari kesemua tempat baik disekitar kapuk mauoun cengkareng bahkan aku telepon dia pun tidak menjawab tiba-tiba aku mendapat kan informasi bahwa dia sudah menikah dengan selingkuhannya di kapuk itu hal yang sakit dia pergi bulan APRIL 2010 yang lebih sakit lagi aku selalu mengadu kepada orang tuanya TENTANG KELAKUANNYA baik dia sering berbohong sampai dia bertelepon dengan selingkuhannya kepada orang tuanya tapi malah justru mendukungnya,

 Sekarang aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan, tolong berikan aku petunjuk apa yang harus aku lakukan minta tolong ke POLISI rasanya tidak mungkin, mencari dia rasanya tidak mungkin aku tidak tahu dimana dia tinggal , jadi tolong bantu aku dan petunjuk dari kalian, sekarang bagiku …..!!!! Bagaimana caranya MIMI BINTI LANDRA bisa kembali kepada saya lagi , saya minta tolong kepada sadulur KWA WONG ALUS maupun SESEPUH KWA, saya masih mencintainya meskipun sakit apabila mengingatnya, tolong tolong saya,, nama saya DIDING ROBIANSYAH, JL. PEDONGKELAN BARU RT.003 RW.016 NO.106 JAKARTA BARAT 11720 TELP-021 94143189 TOLONG SAYA.

email didingrobiansyah@yahoo.com

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 99 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. Tema Adventure Journal.