BERI KESEMPATAN PADA ANAK KECIL UNTUK BERIBADAH DI MASJID


INI PERENUNGAN BAGI ORANG DEWASA YANG SERING MENGUSIR ANAK-ANAK DARI MASJID.

BANYAK pengurus masjid tidak sabar menghadapi anak-anak kecil yang lalu-lalang keberadaannya di masjid. Tidak sedikit diantara mereka justru mengusir mereka keluar masjid, atau menempatkan di shaf paling belakang agar tidak mengganggu jamaah yang lain.

Padahal, nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam justru berinteraksi dengan anak-anak di masjid saat shalat. Perlakuan Rasulullah ini  sangat berbeda jauh dengan kenyataan yang dilakukan oleh sebahagian oknum Muslim terhadap anak-anak yang suka bermain di masjid.

Berikut beberapa kasus penanganan yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam pada anak-anak di masjid. Tulisan ini diambil dari Judul Asli طرد الأطفال من المسجد بحجة التشويش على المصلين  dari laman http://ar.islamway.net yang diterjemahkan  Kivlein Muhammad.

Tulisan ini diharapkan sebagai pelajaran, agar kita dapat meneladani baginda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Pertama, adalah Sahabat Nabi yang bernama Syaddad ra meriwayatkan, bahwa Rasulullah datang – ke masjid- mau shalat Isya atau Zuhur atau Asar sambil membawa -salah satu cucunya- Hasan atau Husein, lalu Nabi maju kedepan untuk mengimami shalat dan meletakkan cucunya di sampingnya, kemudian nabi mengangkat takbiratul ihram memukai shalat. Pada saat sujud, Nabi sujudnya sangat lama dan tidak biasanya, maka saya diam-diam mengangkat kepala saya untuk melihat apa gerangan yang terjadi, dan benar saja, saya melihat  cucu nabi sedang menunggangi belakang nabi yang sedang bersujud, setelah melihat kejadian itu saya kembali sujud bersama makmum lainnya. Ketika selesai shalat, orang-orang sibuk bertanya, “wahai Rasulullah, baginda sujud sangat lama sekali tadi, sehingga kami sempat mengira telah terjadi apa-apa atau baginda sedang menerima wahyu”.  Rasulullah menjawab, “tidak, tidak, tidak terjadi apa-apa, cuma tadi cucuku mengendaraiku, dan saya tidak mau memburu-burunya sampai dia menyelesaikan mainnya dengan sendirinya.” (HR: Nasa’i dan Hakim)

عن شداد رضي الله عنه قال: خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم في إحدى صلاتي العشي الظهر أو العصر وهو حامل حسناً أو حسيناً، فتقدم النبي صلى الله عليه وسلم فوضعه عند قدمه ثم كبر للصلاة، فصلى، فسجد سجدة أطالها!! قال: فرفعت رأسي من بين الناس، فإذا الصبي على ظهر رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو ساجد! فرجعت إلى سجودي، فلما قضى رسول الله صلى الله عليه وسلم الصلاة، قال الناس: يا رسول الله إنك سجدت سجدة أطلتها حتى ظننا أنه قد حدث أمر أو أنه يوحى إليك؟ قال: “كل ذلك لم يكن، ولكن ابني ارتحلني، فكرهت أن أعجله حتى يقضي حاجته” (رواه النسائي والحاكم وصححه ووافقه الذهبي)

Kedua, Abdullah Bin Buraidah meriwayatkan dari ayahandanya: Rasulullah sedang berkhutbah -di mimbar masjid- lalu -kedua cucunya- Hasan dan Husein datang -bermain-main ke masjid- dengan menggunakan kemeja kembar merah dan berjalan dengan  sempoyongan jatuh bangun- karena memang masih bayi-, lalu Rasulullah turun dari mimbar masjid dan mengambil kedua cucunya itu dan membawanya  naik ke mimbar kembali, lalu Rasulullah berkata, “Maha Benar Allah, bahwa harta dan anak-anak itu adalah fitnah, kalau sudah melihat kedua cucuku ini aku tidak bisa sabar.” Lalu Rasulullah kembali melanjutkan khutbahnya. (HR: Abu Daud)

وعن عبد الله بن بريدة عن أبيه رضي الله عنه قال: خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم، فأقبل الحسن والحسين رضي الله عنهما عليهما قميصان أحمران يعثران ويقومان، فنزل فأخذهما فصعد بهما المنبر، ثم قال: “صدق الله، إنما أموالكم وأولادكم فتنة، رأيت هذين فلم أصبر”، ثم أخذ في الخطبة (رواه أبو داود).

Ketiga, dalam Hadis lain diceritakan, bahwa Rasulullah shalat, dan bila beliau sujud maka Hasan dan Husein bermain menaiki belakang Rasulullah. Lalu, jika ada sahabat-sahabat yang ingin melarang Hasan-Husein maka Rasulullah memberi isyarat untuk membiarkannya, dan apabila setelah selesai shalat rasulullah memangku kedua cucunya itu. (HR: Ibnu Khuzaimah)

وفي حديث آخر: كان الرسول صلى الله عليه وسلم يصلي، فإذا سجد وثب الحسن والحسين على ظهره، فإذا منعوهما أشار إليهم أن دعوهما، فلما قضى الصلاة وضعهما في حجره (رواه ابن خزيمة في صحيحه).

Keempat, Abu Qatadah ra mengatakan: “Saya melihat Rasulullah saw memikul cucu perempuannya yang bernama Umamah putrinya Zainab di pundaknya, apabila beliau shalat maka pada saat rukuk Rasulullah meletakkan Umamah di lantai dan apabila sudah kembali berdiri dari sujud maka Rasulullah kembali memikul Umamah.” (HR. Bukhari & Muslim)

وقال أبو قتادة رضي الله عنه: رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وأمامة بنت العاص -ابنة زينب بنت الرسول صلى الله عليه وسلم- على عاتقه، فإذا ركع وضعها وإذا رفع من السجود أعادها (رواه البخاري ومسلم).

Kelima, pada Riwayat Lain Dari Abu Qatadah, mengatakan “……… pada saat rukuk Rasulullah meletakkan Umamah di lantai dan apabila sudah kembali berdiri dari sujud maka Rasulullah kembali memikul Umamah. Dan Rasulullah terus melakukan hal itu pada setiap rakaatnya sampai beliu selesai shalat.” (HR:Nasa’i)

وفي رواية أخرى عن أبي قتادة رضي الله عنه قال: بينما نحن جلوس في المسجد إذ خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم يحمل أمامة بنت أبي العاص بن الربيع -وأمها زينب بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم- وهي صبية يحملها، فصلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وهي على عاتقه يضعها إذا ركع ويعيدها إذا قام، حتى قضى صلاته يفعل ذلك بها (رواه النسائي).

Keenam, dalam hadis yang lain Rasulullah berkata, “Kalau sedang shalat, terkadang saya ingin shalatnya agak panjangan, tapi kalau sudah mendengarkan tangis anak kecil -yang dibawa ibunya ke masjid- maka sayapun menyingkat shalat saya, karena saya tau betapa ibunya tidak enak hati dengan tangisan anaknya itu.” (HR: Bukhari Dan Muslim)

وفي حديث آخر: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إني لأدخل في الصلاة وأنا أريد إطالتها فأسمع بكاء الصبي فأتجوّز في صلاتي مما أعلم من شدة وجد أمه من بكائه” (رواه البخاري ومسلم).

Ketujuh, Anas meriwayatkan, “Pernah Rasulullah shalat, lalu beliau mendengar tangis bayi yang dibawa serta ibunya shalat ke masjid, maka Rasulullah pun mempersingkat shalatnya dengan hanya membaca surat ringan atau surat pendek. (HR: Muslim)

وفي رواية أخرى: قال أنس رضي الله عنه: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يسمع بكاء الصبي مع أمه وهو في الصلاة فيقرأ بالسورة الخفيفة أو بالسورة القصيرة (رواه مسلم).

Kedelapan, pada hadis lain diriwayatkan bahwa Nabi memendekkan bacaannya pada saat shalat Subuh (dimana biasanya selalu panjang), lalu sahabat bertanya: “Ya Raslullah kenapa shalatnya singkat, enggak biasanya? Rasulullah menjawab, “saya mendengar suara tangis bayi, saya kira ibunya ikutan shalat bersama kita, saya kasihan dengan  ibunya.” (HR:  Ahmad)

وفي حديث آخر أن النبي صلى الله عليه وسلم: جوّز ذات يوم في الفجر -أي خفف- فقيل: يا رسول الله، لم جوزت؟! قال: “سمعت بكاء صبي فظننت أن أمه معنا تصلي فأردت أن أفرغ له أمه” (رواه أحمد بإسناد صحيح).

Sembilan, Sahabat Nabi Yang Bernama Rabi’ menceritakan bahwa pada suatu pagi hari Asyura Rasululah mengirim pesan ke kampung-kampung sekitar kota Madinah, yang bunyinya “Barang siapa yang sudah memulai puasa dari pagi tadi maka silahkan untuk menyelesaikan puasanya, dan bagi yang tidak puasa juga silahkan terus berbuka”. Sejak saat  itu kami senantiasa terus berpuasa pada hari Asyura, begitu juga anak-anak kecil kami banyak yang ikutan berpuasa dengan kehendak Allah, dan kami pun ke masjid bersama anak-anak. Di masjid kami menyiapkan mainan khusus buat anak-anak yang terbuat dari wool. Kalau ada dari anak-anak itu yang tidak kuat berpuasa dan menangis minta makan maka kamipun memberi makanan bukaan untuknya”. (HR. Muslim)

وعن الربيع بنت معوذ رضي الله عنها قالت: أرسل رسول الله صلى الله عليه وسلم غداة عاشوراء إلى قرى الأنصار التي حول المدينة: “من كان أصبح صائماً فليتم صومه، ومن كان أصبح مفطراً فليتم بقية يومه” فكنا بعد ذلك نصومه ونصوم صبياننا الصغار منهم إن شاء الله، ونذهب إلى المسجد فنجعل لهم اللعبة من العهن، فإذا بكى أحدهم على الطعام أعطيناها إياه عند الإفطار (رواه مسلم)،

Demikianlah betapa Rasulullah dan para Sahabat memanjakan anak-anak di masjid meski lumayan seru karena yang namanya anak-anak pasti akan menimbulkan berbagai gangguan keributan dan tangisan yang menyebabkan shalat atau ibadah jadi terganggu.

Namun, ada saja oknum pengurus masjid yang tetap ngotot ingin mengusir anak-anak dan menjauhkan mereka dari masjid dengan berdalil kepada hadis lemah yang berbunyi:

“Jauhkan masjid Anda dari anak-anak dan orang gila.”

“جنبوا مساجدكم صبيانكم ومجانينكم”

“Hadis diatas lemah dan tidak jelas asalnya dari mana, sehingga tidak bisa dijadikan dalil”. Begitu kata para ulama Hadis, seperti Al-Bazzar dan Abdul Haq Al-Asybili. Sebagaimana Ahli Hadis Imam Al-Hafiz Ibnu Hajar dan Ibnu Al-Jauzi dan Al-Munziri dan Haitsami dan ulama-ulama lain juga melemahkan hadis tersebut. Banyak kalangan awam yang mengira bahwa hadis tersebut benar diriwayatkan dari Rasulullah sehingga membuat mereka senang benar  mengusir anak-anak dari masjid dan sangat tidak suka kalau melihat anak-anak bermain di masjid. Ini adalah sikap dan tindakan yang sangat salah dan tidak benar.

Yang benar adalah Islam sangat peduli dengan anak-anak, dan memerintahkan para ayah dan orang tua kerabat yang bertanggungjawab pada anak-anak untuk menyuruh anak-anaknya shalat sejak umur 7 tahun. Dan tempat yang benar dalam mengajarkan anak-anak shalat dan membaca Al-Quran dan hukum-hukum tajwid dan materi-materi keislaman lainnya, adalah Masjid.

Seperti itu petunjuk dan pedoman yang diajarkan Rasulullah pada ummatnya terkait interaksi kita kepada anak-anak di masjid. Sehingga siapapun tidak boleh mengusir anak-anak dari masjid, sebab mereka adalah pemuda-pemuda harapan masa depan.

Allah memerintahkan kita agar meneladani Rasulullah pada segala hal, baik terkait urusan dunia maupun akhirat, sehingga sudah selayaknyalah kita mengikuti dan meladani Rasulullah dalam membiasakan anak-anak kita untuk mendatangi masjid dan bermain di masjid, serta tidak membiarkan mereka ngumpul-ngumpul tidak jelas di ujung gang atau jalan yang hanya akan menyebabkan akhlak mereka menjadi buruk karena pengaruh lingkungan dan teman-teman mereka yang tidak sehat.

Dan andainya pun sebahagian anak-anak yang datang ke masjid sering menjadi gangguan bagi orang-orang yang sedang shalat, baik karena suara tangisan mereka, jeritan dan lengkingan suara, namun jamaah masjid tidak boleh meresponnya dengan kasar atau memarah-marahi anak-anak tersebut atau orang tua anak-anak, yang hanya akan menambah-menambah keributan baru saja. Serahkan hal itu kepada para pengurus masjid atau remaja masjid untuk menyelesaikan masalah anak-anak tersebut dengan bijak dan baik seperti metode yang dilakukan oleh Rasulullah.

Dan yang perlu diingat dan dicatat dan diamalkan adalah sikap lemah lembut dalam menyelesaikan masalah anak-anak di masjid.

Rasulullah pernah bersabda, “Segalanya sesuatu yang dibarengi dengan kelembutan niscaya akan membuatnya menjadi lebih cantik dan indah. Jika kelembutan terenggut, segalannya akan menjadi rusak dan jelek.” (HR: Muslim)

“إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه ولا ينزع من شيء إلا شانه” (رواه مسلم).

Rasulullah adalah teladan terbaik bagi kita. Pernah terjadi seorang Arab Badui masuk ke dapam  Masjid Nabawi, lalu Si Badui buang air kecil di dalam masjid itu. Melihat si badui pipis di masjid maka para sahabat nabi marah. Menanggapi hal ini Nabi pun menyelesaikannya dengan  bijak dan lembut dan berkata, “Biarkanlah badui itu, nanti jika pipisnya sudah selesai mohon cuci dan siram kencingnya itu dengan air. Kalian -umat islam- ini  diutus bukan untuk bikin repot, melainkan untuk mempermudah.” (HR: Bukhari & Muslim)

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قام أعرابي فبال في المسجد!! فتناوله الناس، فقال لهم النبي صلى الله عليه وسلم: “دعوه، وهريقوا على بوله سجلاً من ماء أو ذنوباً من ماء فإنما بعثتم ميسرين ولم تبعثوا معسرين” (رواه البخاري ومسلم).

Islam melarang mengusir anak-anak keluar masjid. Islam justru mewajibkan umatnya  membiasakan anak-anak datang ke masjid untuk belajar shalat, belajar  membaca Al-Quran, belajar tajwid dan belajar hukum syariat lainnya.*/

Penulis:
Syafruddin Ramly, pernah dimuat di media online.

@@@

Categories: JANGAN MENGUSIR ANAK-ANAK DARI MASJID | 3 Komentar

MEMBUDAYAKAN NGAJI SETIAP WAKTU


SETIAP Muslim, tentu memiliki keinginan kuat untuk hidup aman, tentram dan damai dalam lindungan-Nya, terutama aman dari gangguan syaitan yang terkutuk.

Apalagi, syaitan sebagai musuh nyata tak henti-hentinya melakukan berbagai makar untuk menggelincirkan setiap Muslim dari keimanan, sehingga hidup dalam kegelisahan, kebimbangan, keraguan bahkan kemunkaran dan kekafiran.

Oleh karena itu, sangat wajar, jika setiap Muslim mendamba kehidupan bahagia dan aman dari gangguan syaitan yang terkutuk. Dan, mengenai bagaimana kehidupan kaum Muslimin selamat dari gangguan syaitan,Allah dan Rasul-Nya telah memberikan ‘senjata’ dan cara agar benar-benar selamat dari gangguan syaitan.

Karena syaitan tidak pernah putus asa, dan terus menerus menggelincirkan kaum Muslimin dari keimanan dan ketakwaan, Allah dan Rasul-Nya pun memberikan metode yang setiap Muslim harus melakukannya sesering mungkin atau dengan konsisten, yakni membaca Al-Qur’an, utamanya Surah Al-Baqarah.

Hal ini didasarkan pada apa yang diterangkan dengan sangat gamblang dalam pembukaan tafsir Surah Al-Baqarah Ibn Katsir dengan mencantumkan hadits-hadits shohih perihal tersebut.

Aman dari syaitan

“Janganlah kalian menjadikan rumah kalian bagai kuburan. Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan Surah Al-Baqarah tidak akan dimasuki syaitan.” (HR. Muslim).

Dalam hadits yang lain disebutkan, “Semoga aku tidak mendapatkan salah seorang di antara kalian meletakkan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain, sambil bernyanyi dan meninggalkan Surah Al-Baqarah tanpa membacanya. Sesungguhnya syaitan akan lari dari rumah yang dalamnya dibacakan Surah Al-Baqarah. Sesungguhnya rumah yang paling kosong adalah bagian dalam rumah yang hampa dari kitab Allah (Al-Qur’an).” (HR. An-Nasa’i).

Sekiranya dalam keseharian kita menghadapi kesibukan yang sangat padat, maka jangan khawatir, sebab 10 ayat saja dari Surah Al-Baqarah yang senantiasa dibaca setiap hari juga akan memberikan kemanfaatan yang sama dengan membaca Surah Al-Baqarah secara keseluruhan.

Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Barang siapa membaca sepuluh ayat dari Surah Al-Baqarah pada suatu malam, maka syaitan tidak akan masuk ke rumahnya pada malam itu. Yaitu empat ayat dari awal Surah Al-Baqarah, ayat kursi dan dua ayat selanjutnya, serta tiga ayat terakhir Surah Al-Baqarah.”

Dalam riwayat lain darinya disebutkan, “Pada hari itu dia dan keluarganya tidak akan didekati syaitan, dan sesuatu apaun yang dibencinya. Dan, tidaklah ayat-ayat itu dibacakan atas orang gila, melainkan dia akan sadar (sembuh).”

Dengan demikian, sangat merugi setiap Muslim yang melewati harinya tanpa membaca Surah Al-Baqarah. Padahal, jaminan keuntungan dari Allah Ta’ala sedemikian dahsyat dan nyata. Bahkan, sekiranya tak mampu, 10 ayat saja dari Surah Al-Baqarah dibaca setiap hari, syaitan pun Allah jamin tidak akan mendekati kita, rumah dan keluarga kita.

syafaat

Selain aman dari gangguan syaitan, membaca Al-Qur’an secara keseluruhan akan memberikan keuntungan maha dahsyat lainnya, yakni mendapat syafaat di hari kiamat.

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu akan memberi syafa’at bagi pembacanya pada hari Kiamat kelak. Dan, bacalah Az-Zahrawain, yaitu Surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran, karena kedua surat itu akan datang pada hari Kiamat, soelah-olah keduanya bagai tumpukan awan, atau bagai dua benda yang menaungi, atau bagai dua kelompok burung yang mengembangkan sayapnya. Keduanya akan membela pembacanya pada hari Kiamat.”

Kemudian beliau bersabda, “Bacalah Al-Baqarah, karena membacanya akan mendatangkan berkah dan meninggalkannya adalah kerugian. Dan, para tukang sihir tidak akan sanggup menjangkau (pembacanya).” (HR.Muslim).

Dengan demikian, amat rugi, seorang Muslim yang melewati harinya tanpa membaca Al-Qur’an. Jika Allah dan Rasul-Nya memberikan jaminan keuntungan yang sangat dahsyat seperti ini, masihkah kita mau merelakan hari-hari kita tanpa membaca Al-Qur’an?Na’udzubillahi min dzalik.

istiqomah

Seorang Muslim harus mempunyai sikap istiqomah dalam menjalankan ibadah dan tugas kekhalifahan di muka bumi. Istiqomah ini diukur dari niatnya yang senantiasa hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala amalnya senantiasa sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

‎Namun, perjuangan menjalankan perintah Allah dan segala larangan-Nya secara konsisten dan terus menerus, bukanlah hal yang mudah. Di tengah jalan Allah yang lurus kita akan digoda oleh banyak jalan lain yang kelihatan lebih bagus. Jalan lurus menuju Allah adalah jalan yang penuh godaan dan rintangan. Iman yang tidak kuat akan tergoda untuk berbelok menuju jalan yang lain tersebut.

Istiqamah dalam ibadah tentu tidak akan mudah dilakukan. Siapapun yang ingin konsisten mencapai sebuah tujuan besar, pasti harus melewati berbagai penderitaan, kesulitan dan keadaan yang tidak disukai.

Keistiqamahan, kontinuitas dan kesinambungan suatu amal sulit diterapkan kecuali dengan memilih jalan pertengahan, tidak berlebihan, dan tidak melewati batas kemampuan untuk melakukannya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam mengaitkan istiqamah dengan sikap tidak berlebih-lebihan.

Keistiqamahan takkan bisa berlaku bagi seseorang yang melakukan amal secara berlebihan. Di sisi lain, amal yang melewati kapasitas seseorang pun pasti akan mematahkan amal.

Yang dituntut dari kita adalah, jika tidak mampu melakukan istiqamah hendaknya mendekatinya. Segala amal harus dilakukan secara pertengahan. ‎

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Ahabbul a’maali ilallahi adwamuha wa in qalla.” Artinya, perbuatan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun hanya sedikit.

‎Sedikit amal jika dilakukan secara rutin dan terus menerus lebih baik kata Rasulullah. Jangan mengejar suatu ibadah sampai letih pada suatu waktu, lalu kita tidak sanggup lagi melakukannya di waktu lain karena bosan atau godaan hawa nafsu. Ketahuilah, Allah tidak pernah bosan pada ibadah hamba-Nya, hanya manusia saja yang sering bosan kepada Allah.

Bahkan Allah Subhanahu Wata’ala menyindir hamba-Nya yang tidak konsisten dalam ibadah. Dalam Surat An-Nahlu ayat 92, Allah berfirman, “Janganlah kamu berlaku seperti seorang wanita yang memintal kain, lalu merusaknya lagi setelah bersusah payah memintal dengan bagus”.

Perlu diketahui bahwa ibadah tidak semestinya dilakukan hanya sesaat di suatu waktu. Seperti ini bukanlah perilaku yang baik. Para ulama pun sampai mengeluarkan kata-kata pedas terhadap orang yang rajin shalat –misalnya- hanya pada bulan Ramadhan saja. Sedangkan pada bulan-bulan lainnya amalan tersebut ditinggalkan.

Para ulama kadang mengatakan, “Sejelek-jelek orang adalah yang hanya rajin ibadah di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang yang sholih adalah orang yang rajin ibadah dan rajin shalat malam sepanjang tahun”.

Ibadah bukan hanya dilakukan pada bulan Ramadhan, Rajab atau Sya’ban saja. Sebaik-baik ibadah adalah yang dilakukan sepanjang tahun.

Tanda diterimanya suatu amalan adalah apabila amalan tersebut membuahkan amalan ketaatan berikutnya. Di antara bentuknya adalah apabila amalan tersebut dilakukan secara kontinyu (rutin). Sebaliknya tanda tertolaknya suatu amalan (tidak diterima), apabila amalan tersebut malah membuahkan kejelekan setelah itu.

Di antara keunggulan suatu amalan dari amalan lainnya adalah amalan yang rutin (kontinyu) dilakukan. Amalan yang kontinyu –walaupun sedikit- itu akan mengungguli amalan yang tidak rutin meskipun jumlahnya banyak. Amalan inilah yang lebih dicintai oleh Allah.

Merupakan kebahagian tersendiri bagi orang tua apabila mempunyai putra-putri yang punya karakter segera menunaikan shalat wajib begitu tiba waktunya, gelisah apabila menunda shalat wajib, gemar mengikuti shalat berjamaah, merasakan ibadah sebagai kebutuhan bukan beban, selalu melakukan thaharah dengan benar,menyesal bila melewatkan satu hari tanpa membaca Al-Quran, menunaikan minimal satu macam shalat sunah setiap hari, selalu berdoa dan berzikir sesuai dengan situasi yang melingkupi dan menunaikan puasa Ramadan setiap tahun. Semua ini adalah bentuk istiqomah dalam beribadah.

Karena kadangkala sebagai seorang insan, kita terkadang dihinggapi rasa giat dan kadang rasa malas. Oleh karenanya diperlukan kesabaran dalam menghilangkan rasa malas ini, guna menjalankan ibadah atau amalan yang akan diistiqamahi.

Bertahap dalam beramal. Dalam artian, ketika menjalankan suatu ibadah, kita hendaknya memulai dari sesuatu yang kecil namun rutin. Bahkan sifat kerutinan ini jika dipandang perlu, harus bersifat sedikit dipaksakan. Sehingga akan terwujud sebuah amalan yang rutin meskipun sedikit. Kerutinan inilah yang insya Allah menjadi cikal bakalnya keistiqamahan.

sejuta manfaat lain

Al-Quran mengandung mukjizat dan sebagai obat penenang bagi siapa yang ditimpa kecemasan, gelisah semua orang paham. Namun bacaan Al-Quran mampu menurunkan rasa nyeri, mungkin tak semua orang tahu.

Sebuah riset terbaru menemukan, membaca Al-Qur`an dengan tartil selama 10 menit, dapat mengurangi nyeri yang dirasakan oleh ibu yang melahirkan lewat operasi Caesar.  Demikian menurut hasil penelitian oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2009, Hasto Andi Irawan.

Sebanyak 16 dari 31 pasien wanita yang diambil datanya di Rumah Sakit Nur Hidayah, Yogyakarta, mengaku mengalami penurunan rasa sakit akibat operasi dalam berbagai tingkatan, setelah membaca ayat-ayat suci Al-Qur`an. Hal ini diduga karena tubuh mendapatkan rangsangan pada saraf lain yang lebih kuat, sehingga dapat mengalahkan nyeri yang dirasakan.

Ketika membaca, menyuarakan dan mendegarkan ayat al-Qur`an, ada 3 jenis saraf dalam tubuh yang diaktifkan.

Hasil penelitian tersebut dipresentasikan dalam International Conference on Cross Cultural Collaboration in Nursing for Sustainable Development di Bangkok, Thailand, pada 9-10 September 2013 lalu.

Presentasi itu mendapatkan apresiasi positif dari peserta konferensi, yang mayoritas beragama non-Islam dan lulusan akademik tingkat S2 dan S3.

Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Christian University of Thailand didukung oleh Azusa Pacific University of California dan Kimyung University.

Hasul serupa juga pernah diungkap peneliti Iran yang ditulis di Jurnal Sabzevar Univeristy Medical Science,  Spring 2003, Volume 10, nomor 1 (27). Dalam artikel berjudul “Pengaruh Bacaan Al-Quran pada Tanda Vital Pasien Sebelum Pembedahan”  ditemukan efek dari bacaan Al-Quran pada reaksi fisiologis tubuh terhadap stres menjelang pembedahan.

Studi menguji 61 pasien secara acak dan menjadi dua kelompok. Tanda-tanda vital subyek diukur dari jam 8:00-9:00 malam,  sebelum operasi. Kelompok pertama didengarkan Surat an-Nur, Al-Maidah dan At Taubah (15 menit setiap kali) melalui hanphone. Sedang kelompok kedua tidak diperdengarkan bacaan Al-Quran.

Temuan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara pulse (denyut jantung), respirasi dan tekanan darah dalam tahap pertama antara kedua kelompok. Namun, perbedaan antara denyut nadi dan pernafasan dalam tahap kedua sangat signifikan. Juga, perbedaan yang nyata antara variasi tahap pertama dan kedua tekanan darah pada kedua kelompok. Kesimpulannya, mendengarkan bacaan Al Quran menginduksi penurunan respon fisiologis tubuh terhadap stres (tekanan).

Peneliti Belanda Vander Hoven pernah menyatakan “Muslim yang dapat membaca bahasa Arab dan yang membaca Al Qur’an secara teratur dapat melindungi diri dari penyakit psikologis.”

Abdullah, 2009 dalam disertasinya berjudul, “The Effects of Reading the Holy Qur’an on Muslim Students’ Heart rate, Blood Pressure and Perceived Stress Levels” juga pernah mengungkap temuan peneliti Universitas Sal ford, Yucel Salih (2007). Di mana telah melaporkan terkait temuan pengaruh bacaan Al-Quran pada tubuh. Dalam percobaan, peneliti menggunakan 30 sarjana Muslim psikologi dari Universitas Salford. Ada 15 lelaki dan perempuan.

Dalam studi pertama peserta ikut serta dalam percobaan yang dibagi menjadi dua kondisi. Peserta diukur denyut jantung, tekanan darah, dan stres sebelum dan setelah membacaSurah Alam Nashrah dan Surah Al Rahman. Dalam kondisi denyut jantung peserta lain, tekanan darah, dan stres yang dirasakan tingkat diukur sebelum dan setelah membaca materi non-religius yang ditulis dalam Bahasa Arab.

Data dianalisa dengan menggunakan dua faktor Anova dan t-tes post hoc. Hasilnya ditemukan, denyut jantung, tekanan darah, dan tingkat stres menurun bagi peserta yang telah membaca Surah Alam Nashrah Surah Al Rahman.  Peneliti menyimpulkan bahwa bacaan Al-Qur’an sangat bermanfaat baik secara psikologis dan fisiologis. Sementara,  Efek ini tidak dapat ditemukan dengan pembacaan bahan non-religius yang ditulis dalam bahasa yang sama sebagai Al-Quran.

Mukjizat Al-Quran ini mengingatkan kita pada kisah Ilamam Abi Qasim Al Qusyairi An Naisaburi. Kala itu Syeikh Abi Qasim merasa sedih karena putra tersayangnya sakit keras. Di saat sedang tidur, ia bermimpi ketemu Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam dan mengeluhkan keadaannya kepada Nabi. “Bagaimana usahamu dengan ayat-ayat penyembuhan (syifa?),“ tanya Rasulullah padanya.

Ketika bangun ia berpikir tentang ayat-ayat penyembuhan itu. Dia menemukan 6 ayat tersebut yaitu: Surat At Taubah: 14, Surat Yunus: 57, Surat an-Nahl:69, Surat Al-Isra’:82, As Syuara: 80 dan Surat Fusyilah:84.

Dalam Surat Al Isra’: 82 disebutkan, “Dan Kami turunkan dari Al Quran itu suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.“

Dalam Surat Fhusilat: 44, “Katakanlah Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.“

Dalam QS. Yunus 57 disebutkan;

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Mana segeralah ia membacakan ayat-ayat tersebut kepada anaknya. Alhamdulillah, sejak itu ia seakan terlepas dari belenggu (penyakit) yang memberatkan.

Diceritakan, ada seorang lelaki mengeluh kepada Rasulullah saw “Ya Rasulullah. Dadaku merasa sempit dan sesak nafasku.” Nabi saw menjawab, “Bacalah Al Quran “ (HR. Abu Said Al Khudry).

Dalam hadits lain Rasulullah pernah menyampaikan,  “Hendaknya kamu menggunakan dua macam penawar; madu dan al Qur’an.” (HR. Ibnu Majah dan al Hakim).

Semoga dengan temuan ilmiah semakin menguatkan iman kita dan menjadikan Al-Quran dan Sunnah menjadikan pedoman dan penawar.*

@@@

Categories: MEMBUDAYAKAN NGAJI SETIAP WAKTU | 8 Komentar

IJAZAH ILMU REZEKI 4 TINGKAT SEMPURNA


Bismillahirrohmanirrohim. Berikut ini saya ijasahkan ilmu rezeki 4 tingkat dengan hak dan sempurna. Semoga dengan doa-doa ini, Allah SWT memberikan kemudahan rejeki yang terus mengalir dan barokah kepada kita. Amin. Berikut tata caranya:

Amalkan dalam kondisi wudhu. Bila batal maka berwudhu lagi.
Gunakan pakaian putih bersih menggunakan wewangian. Mulailah riyadhoh ditempat yang bersih pula.

Tawassul/kirim al fatihah sebagaimana biasanya (kepada Nabi Muhammad SAW, dan seterusnya)

 

Audzubillahiminasyaitonirrojim
Bismillahirrohmanirrohim

 

Tingkat 1

====INNA HADZA LARIZQUNA MA LAHU MINNAFAD===

313 x  7 hari

“Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya.”
(Surat 38, Sad: 54).

Tingkat 2

===WAMAN YATTAQILLAHA YAJ’ALLAHU MAKHRAJA. WAYARZUQHU MIN HAITSU LA YAHTASIB===

313 x 7

barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya dikaruniakan-Nya jalan (yang mudah) dan dikaruniakannya rejeki yang tidak terhitung. (surat 65, at Talaq 2-3)

Tingkat 3

===WAZALLALNA ‘ALAIKUMUL GAMAMA WA ANZALNA ‘ALAIKUMUL MANNA WASSALWA===
313 x 7

Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. (surat 2, al Baqarah 57)

Tingkat 4

===WAMAN YATTAQILAHA YAJ’ALLAHU MIN AMRIHI YUSRA===

313 x 7

Barangsiapa yang bertaqwa, niscaya dijadikan baginya kemudahan dalam urusannya (surat 65 At Talaq 4).

Demikian ijasah selesai dan sempurna. Wassalam.

@kwa,2016

 

Categories: IJAZAH ILMU REZEKI 4 TINGKAT SEMPURNA | 120 Komentar

TATA CARA SHOLAT GERHANA DAN KHUTBAHNYA


Besok di Indonesia pada 9 Maret 2016 muncul gerhana matahari. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, butuh waktu 350 tahun untuk dapat melihat gerhana matahari total di tempat yang sama. Itu artinya, kesempatan menyaksikan fenomena ini di Indonesia hanya terjadi sekali seumur hidup. Namun, tidak semua masyarakat di Indonesia dapat menyaksikan gerhana matahari total secara langsung.

Menurut BMKG, hanya 11 provinsi yang dilintasi gerhana matahari secara total. Ke-11 provinsi tersebut adalah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Di provinsi yang lain, gerhana sekitar 80 persen.

Kejadian gerhana ini akan terjadi pada pagi hari. Meski demikian, setiap wilayah memiliki waktu yang berbeda-beda. Di wilayah Indonesia barat, gerhana mulai pukul 06.20 WIB di wilayah Palembang dan mencapai puncaknya pukul 07.21; wilayah Tanjung Pandan mulai pukul 06.21 dan mencapai puncaknya 07.23 WIB; wilayah Palangkaraya mulai pukul 06.23 dan mencapai puncaknya 07.30 WIB; dan di wilayah Bengkulu (Muko-Muko), gerhana akan mencapai puncaknya pukul 07.19 WIB. Di wilayah Tengah seperti Palu, gerhana mulai pukul 07.27 WITA dan mencapai puncaknya pukul 08.38 WITA. Hal ini berbeda dengan Ternate yang berada di wilayah Timur, di mana gerhana mulai pukul 08.36 WIT dan mencapai puncaknya 09.52 WIT.

TATA CARA SHOLAT GERHANA

Adapun untuk keterangan melakukan shalat gerhana ini sesuai dengan hadits Sahih, Nabi Muhammad SAW bersabda,”Sesungguhnya matahari juga rembulan merupakan 2 tanda dari kekuasaan Allah SWT, maka jika kalian melihat adanya gerhana, maka berdo’alah kepada-Nya, selanjutnya sholatlah sampai hilang dari arah kalian gelap, dan juga bersedekahlah, ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Sholat Gerhana Matahari sama dengan sholat FARDHU (2 rokaat):

  1. Dilaksanakan waktu gerhana tengah terjadi,
  2. Dengan Niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mensyukuri tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yaitu Gerhana Matahari
  3. Sholat gerhana Matahari atau Bulan hanya 2 rakaat (2 rukuk),
  4. Setiap rakaat membaca Qs Al-Fatihah juga tambahan surat dalam Al Quran 2 x.
  5. Disunnahkan, untuk rakaat pertama surat yang dibacakan lebih panjang ketimbang rokaat kedua.
  6. Akhiri dengan salam.

KHUTBAH SHOLAT GERHANA (CONTOH RASULULLAH)

Bagaimanakah isi khutbah gerhana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Disunnahkah setelah shalat gerhana untuk berkhutbah, sebagaimana yang dipilih oleh Imam Asy Syafi’i, Ishaq, dan banyak sahabat. Hal ini berdasarkan hadits:

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami para sahabat –radhiyallahu ‘anhum– dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya, beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.

Setelah itu beliau berkhutbah di hadapan orang banyak, beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda,

” إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّ قوا”.

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya bersabda,

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنَ اللَّهِ أَنْ يَزْنِىَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِىَ أَمَتُهُ ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina.

Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari, no. 1044)

Point Penting Tentang Khutbah Gerhana

Pertama: Keumuman khutbah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ringkas, padat dan jelas.

Dulu sahabat ‘Ammar pernah berkhutbah begitu ringkasnya, lantas beliau menyampaikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَأَقْصِرُوا الْخُطْبَةَ فَإِنَّ مِنَ الْبَيَانِ سِحْراً

Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan singkatnya khotbah merupakan tanda kefaqihan dirinya (paham akan agama). Maka perlamalah shalat dan buat singkatlah khutbah. Karena penjelasan itu bisa mensihir.” (HR. Muslim no. 869 dan Ahmad 4: 263. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih).

Kedua: Dilakukan dua kali khutbah.

Demikian pendapat dalam madzhab Syafi’i. Disebutkan dalam kitab Al-Umm sebagai berikut.

وقد ذهب بعض العلماء إلى أن المستحب أن يخطب خطبتين يجلس بينهما جلسة يسيرة ، كما يفعل في خطبة الجمعة ، وهذا مذهب الإمام الشافعي رحمه الله .

“Para ulama berpandangan bahwa khutbah (shalat gerhana) adalah dua kali khutbah. Ada duduk yang sebentar di antara dua khutbah tadi sebagaimana dilakukan dalam khutbah Jum’at. Inilah pendapat madzhab Imam Asy-Syafi’i.” (Lihat Al-Umm, 1: 280).

# Contoh Isi Khutbah Gerhana

Khutbah pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini; dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk jikalau Allah tidak memberi petunjuk kepada kami. Sesungguhnya, telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran. Diserukan kepada mereka, “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan amalan yang dahulu kamu kerjakan.”

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، وَهُوَ الْقَائِلُ سُبْحَانَهُ: يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ. إِنَّا كُلَّ شَىْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ. وَمَآأَمْرُنَآ إِلاَّ وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَهُوَ خَيْرُ الْبَشَرِ، وَصَاحِبُ الْحَوْضِ الْكَوْثَرِ،

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الْمُطَهَّرِ، وَعَلَى مَنْ صَاحَبَهُ وَأَزَرَهُ وَوَقَرَ، وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ فِيْ كُلِّ أَثَرٍ، إِلَى يَوْمِ الْمَحْشَرِ.

أَمَّا بَعْدُ؛ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

 

Isi khutbah:

إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّ قوا”.

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنَ اللَّهِ أَنْ يَزْنِىَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِىَ أَمَتُهُ ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina.

Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”

Khutbah kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi serta mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. أَيـُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛

Do’a khutbah:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

“Ya Allah, ampunilah kaum mukminin laki-laki dan wanita, kaum muslimin laki-laki dan wanita, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sesungguhnya, Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar, Mahadekat, Dzat yang mengabulkan doa.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Ya Rabb kami, berilah ampunan kepada kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu sebelum kami, dan janganlah Engkau membiarkan ada kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِيْ أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْ مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِهُدَاكَ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِيْ رِضَاكَ، وَارْزُقْهُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ النَاصِحَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

“Ya Allah, berilah kami keamanan di negeri kami, jadikanlah pemimpin kami dan penguasa kami orang yang baik. Jadikanlah loyalitas kami untuk orang yang takut kepada-Mu, bertakwa kepada-Mu, dan mengikuti ridha-Mu, yaa Rabbal ‘alamin. Ya Allah, berikanlah taufik kepada pemimpin kami untuk menempuh jalan petunjuk-Mu, jadikanlah sikap dan perbuatan mereka sesuai ridha-Mu, dan berikanlah teman dekat yang baik untuk mereka, yaa Rabbal ‘alamin.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

“Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, serta berilah rahmat kepada keduanya, sebagaimana mereka mendidik kami di waktu kecil.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

“Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan segala tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami atas kaum yang kafir.”

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

@kwa,2016

Categories: SHOLAT GERHANA | 3 Komentar

DAFTAR SEDULUR ANYAR YANG BERGABUNG MENJADI ANGGOTA KWA DARI TANGGAL 24-04-2015 JAM 15.29 WIB SAMPAI DENGAN TANGGAL 02-03-2016 JAM 15.40 WIB


KI SELOR SELAWE
anangtp@gmail.com

================
DAFTAR SEDULUR ANYAR YANG BERGABUNG MENJADI ANGGOTA KWA DARI TANGGAL 24-04-2015 JAM 15.29 WIB SAMPAI DENGAN TANGGAL 02-03-2016 JAM 15.40 WIB ADALAH :

7340 . Tubagus Abu Fatih / IDN – Banten – Serang – Padarincang / 087778513898 /

7341 . Safii Supranata / IDN – Sumut – Medan – / 085359296608 / safiisupranata@yahoo.co.id

7342 . Hazli Hafiz / IDN – Jambi – Batanghari – / 085263868993 / hazli.hafis@yahoo.com

7343 . Ricki Rifangga / IDN – Jatim – Banyuwangi – Gladak Kembar RT.25 RW.05, Ds. Purwoagung, Kec. Tegaldlimo / 087755610036 / pakcik960825@gmail.com

7344 . Sadimin / IDN – Jateng – Cilacap – Jl. Jend. A. Yani No.36 RT.04 RW.08, Adipala / 085647999923 /mimien207@gmail.com

7345 . Ega Priyanto / IDN – Jateng – Cilacap – Layansari RT01 RW06, Kec. Gandrungmangu / 089502758258 /ega.priyanto.11@gmail.comega.priyanto@yahoo.com

7346 . Bastomi Febrianto / IDN – Jatim – Jombang – Mojoagung / 085733751724 / bastomi1234@gmail.com

7347 . Zainuddin Bin Kamal / MAS – Malaysia – Kuala Lumpur – Jalan Sembilang, Taman Tenaga Cheras / +60183700076 / syair.sipari@gmail.comsyair.sipari@yahoo.com

7348 . Syamsul Bin Hj Mohd Kassim / MAS – Malaysia – Sabah – Tawau / +60133654625 / tontawau26@gmail.com

7349 . M. Arif Bardiyanto / IDN – DIY – Yogyakarta – Kotagede / 085878223135 / bardi.rif@gmail.com

7350 . Ade Septiawan / IDN – Jateng – Cilacap – / 085726195386 / adeseptiawan453@yahoo.com

7351 . Mohamad Haziq Amaluddin Bin Mohamad Azhar / MAS – Malaysia – Sarawak – Kuching / +601112012810 /haziqamaluddin92@gmail.com

7352 . Ulil Amri Gessa Bin Hafid Abdul Razak / IDN – Kalsel – Banjarbaru – / 081342111136 – 085392259955 /ulil_amri_63554@yahoo.co.id

7353 . Kiyai Rogo Runting / IDN – Jabar – Depok – Cinere / 08159043908 / prapto43@gmail.com

7354 . Mas’ud Supanji / IDN – Jatim – Malang – Kasembon / 085654022344 / leo.matt45@gmail.com

7355 . Ismail / IDN – Jatim – Probolinggo – / 082330615474 / paitonismail@gmail.com

7356 . Encep Aonillah / IDN – Jabar – Cianjur – / 085797043777 / cepiloni43@gmail.com

7357 . Wakhidul Khoiri / IDN – Lampung – Tanggamus – Gisting / 085768375835 / wakhidulkhoiri@yahoo.co.id

7358 . Moh Erfany Ersat / IDN – Jatim – Kab. Kediri – Ds. Pagu, Kec. Pagu / 085736354816 / erfanyersat@gmail.com

7359 . Mohd Zahiruzi bin Mohd Tohir / MAS – Malaysia – Sabah – Tanjung Aru, Kota Kinabalu / +60129580361 /zahiruzi@yahoo.com

7360 . Mardana / IDN – NTB – Kab. Lombok Tengah – Ds. Bunkate, Kec. Jonggat / 08175716814 /dhana_wec@yahoo.com

7361 . Wawan / IDN – Maluku Utara – Ternate – Jl. Pemancar TVRI, Lingk. Tongoe, Marikurubu / 085394805015 / kemilaubambu8@gmail.com

7362 . Yanuar Wiyadi / IDN – Jateng – Salatiga – Perum. Villa Kenanga B-18 / 081904936969 / yanuarwiyadi@gmail.com

7363 . Sultoni Syukri Subakti / IDN – Sulsel – Kota Parepare – Perumnas Wekke E No. 249 / 085342253856 /syukrisultoni@gmail.com

7364 . Muhammad Rais / IDN – Kepri – Batam – Jl. Gunung Bromo, Baloi Indah / 081267227091 /muh_rais13579@yahoo.com

7365 . Dedy Yuniardani / IDN – Jatim – Mojokerto – Jl. Mojopahit, Miji Gang 1 No.35 / 085706582285 /dannyemomoxer@gmail.com

7366 . Aguss / IDN – Riau – Dumai – / Telp ?? /haskagsaf@gmail.com – PIN BB : P9BJIN

7367 . Gerhana / IDN – Jabar – Kota Bandung – Jl. Ir. H. Juanda – Dago / 08566390028 / putri_dhp@yahoo.com

7368 . Bambang Herawan – Mbahnya Ilmu Pelet / IDN – Sumsel – Kab. Muara Enim – Semende Darat Ulu, Kec. Semende Darat Ulu / 085380157972 /

7369 . Koesno Sataroeno / IDN – Sulsel – Makassar – Jl. Toddopuli V Setapak 13 No. 17 / 081215346500 /

7370 . Akbar Zulkifli / IDN – Jateng – Sragen – Jl. Veteran 35 / 0816676800 /

7371 . Agung Zulfikar / IDN – Sulsel – Makassar – Jl. Karantina 18 / 081393805805 /

7372 . Indra Jaya / IDN – NTB – Kota Sumbawa Besar – / 087859061983 /

7373 . Asep Hendra / IDN – Lampung – Kab. Lampung Tengah – / 089680507891 / asejendra.01@gmail.com

7374 . Mohd. Shamsir Annuar Bin Md. Nasir / MAS – Malaysia – Selangor – Shah Alam / +60129468802 /shamsir1st@gmail.com

7375 . M. Nurdin / IDN – Banten – Kota Tangerang – Lippo Karawaci / 08179159049 /

7376 . Eky Hermawan / IDN – Kepri – Batam – Perum. Griya Buana Indah Blok E No.1, Batam Center / 081322150080 /ekyhermawan.st@gmail.com

7377 . Azlan Mohd Yusuf / MAS – Malaysia – Johor – Batu Pahat / +601110810780 / skseriidaman2010@yahoo.com

7378 . Mulza Fittris / IDN – Sumbar – Kota Padang – Jl. Ampera No.42, RT.03 RW.06, Kel. Kampung Baru Nan XX, Kec. Lubuk Begalung / 081266400510 /mulza_fittris@yahoo.co.id

7379 . Murtopo / IDN – Jateng – Kab. Pekalongan – Dk. Tegal Pacing, Ds. Bulak Pelem, Kec. Sragi / 085600837093 /baoetsevenfold@gmail.com

7380 . Ilham Syaiful Akbari / IDN – Jabar – Kab. Ciamis – Jl. Mangunjaya Raya, Ds. Purwasari, Dsn. Mulyasari, Kec. Banjarsari / Telp ?? / ilhamsyaiful@outlook.com

7381 . M. Susila Adhy / IDN – Jabar – Kota Depok – Jl. H.Maksum No.55, Sawangan Baru / Telp ?? /soesilo.a@gmail.com

7382 . Muhammad Ariyadi / IDN – Jabar – Kab. Bogor – Jl. Pahlawan No 07, Citereup / Telp ?? /

7383 . Rajo Godang / IDN – Sumbar – Kab. Limapuluh Kota – / Telp ?? / godang.rajo@yahoo.com

7384 . Muhammad Slamet / IDN – Jatim – Kota Mojokerto – Jl. Bancang 3, Kel. Wates, Kec. Magersari / Telp ?? /zievaae@gmail.com

7385 . Surianto S.Ag. / IDN – Sumut – Kab. Labuhanbatu Selatan – Kota Pinang / Telp ?? /suriantosag120@gmail.com

7386 . Rifki Bagih Imam Bukhori / IDN – Jateng – Kab. Sragen – Ds. Pagah Lor, Kec. Gondang / 085229686160 /

7387 . Ubaidillah Haidar / IDN – Banten – Kota Tangerang – Kp. Bulak Santri, Ciledug / 087771617791 /

7388 . Moh. Nassir Aryanto / IDN – Kaltim – Kota Samarinda – Jl. Mt. Haryono Gg.1 No.28 RT.10, Kel. Air Putih, Kec. Samarimda Ulu / 081328199990 /

7389 . Budi Santoso / IDN – Jabar – Kab. Subang – Sukamandi / 085310053489 /budisantoso24434.bs@gmail.com

7390 . Rizki Ali Ridho / IDN – Jatim – Kab. Lumajang – Ds. Ledok Tempuro, Kec. Randuagung / 082330542390 /rizkialiridho7@gmail.com

7391 . Zamri Bin Perasis / MAS – Malaysia – Serawak – Miri / +60198344244 / zamri1704@yahoo.com

7392 . Ubaidillah M. / IDN – Jateng – Jepara – / 085799508505 / hambaillahi502@yahoo.com

7393 . Nizar Yuzka / IDN – Jatim – Jember – / 085745809192 / nyuxza@gmail.com

7394 . Edi Susilo / IDN – Jateng – Banjarnegara – Sawal, Sigaluh / 082306037800 / edis6661@gmail.com

7395 . Abu Mansur al Suyuthi / IDN – Jatim – Kediri – Plemahan / 085730688533 – 082234970957 /bleduq@gmail.com

7396 . Nurdin / IDN – Jabar – Kab. Sumedang – Tanjungsari / 085722824040 – 081394190041 /nuysputra33@gmail.comnuys_saja@yahoo.co.id

7397 . Sonson Sonjaya / IDN – Jabar – Kab. Garut – / 085353111237 / son3jaya@gmail.com

7398 . Ismail Rachman Sani / IDN Riau – Pekanbaru – Jl. Pelangi 2 / Telp ?? / ismail.rachman99@gmail.com

7399 . Nur Dwi Pamungkas / IDN – Jateng – Magelang – / Telp ?? / atmosfireblues@gmail.com

7400 . Sulaeman Saputra / IDN – Jabar – Bekasi – Gria Bekasi Permai Jl. Cemara 3 Blok- I8 No.11, Telajung, Cikarang Barat / Telp ?? / kijamrong.datuk@gmail.com

7401 . Sudrajat / IDN – Jabar – Bogor – Gria Cimangir, Gunung Sindur / 081311179030 /bunda.melati@rocketmail.com

7402 . Agus Surani / IDN – DKI – Jaksel – Jl. PLN Duren 3 RT 06/01, Kel. Duren Tiga, Kec. Pancoran / 0895320353211 /agussurani16@yahoo.com

7403 . Abd. Raja’. Ad / IDN – Sulbar – Kab. Mamuju Tengah – Benteng, Ds. Tobadak, Kec. Tobadak / 085397334644 /putrababana@yahoo.com -ansihmadani@yahoo.comabdraj1511@yahoo.com

7404 . Fajar Dika Yudi Handoko – Dika Yudistira / IDN – Jateng – Banjarnegara Perumahan Permata Purworejo, Klampok / 081329987790 / fajaryudi95@yahoo.co.id

7405 . Gugun Gunawan / IDN – Banten – Kab. Lebak – Kp. Panyandungan, Kel. Binong, Kec. Maja / 085716676663 /goen.1879@gmail.com

7406 . Dede Iskandar / IDN – Lampung – Kab. Lampung Barat – Limaukunci, Liwa / 081271140131 /dedeiskandar502@gmail.com

7407 . Muhamad Lutfi Setiawan / IDN – Jabar – Bekasi – Pondok Melati / 089646344929 / lutfiq89@yahoo.com

7408 . Dekin / IDN – Jabar – Pangandaran – / 082218510827 / jayadekin@gmail.com

7409 . Muhammad Daud / IDN – Kalsel – Kotabaru – Jl. Mega Indah No. 96 / 082153338977 /muhammad.daud53@yahoo.com

7410 . Opras Ade Pratikto / IDN – Jabar – Kab. Bogor – Kp. Bedahan RT.09 RW.09, Kel. Pabuaran, Kec.Cibinong / 085717297736 / oprasade2@gmail.com

7411 . Ridwan / IDN – Jabar – Kab. Cianjur – Tanggeung / 085695844409 / ridwan_gaib@yahoo.co.id

7412 . Fathul Anwar / IDN – Jateng – Kab. Cilacap – Jl. Jambu RT 02 RW 01, Kesugihan / 085747334449 /fathulanwar2015@gmail.com

7413 . Awang Pramudya Jati Pamungkas / IDN – Jateng – Kab. Kebumen – Jl. Wadaslintang Km1, Prembun RT.3 RW.1, Sembir, Kadipaten Prembun / 08812640318 /

7414 . Ibu Susi Surya Agus / IDN – Riau – Pekanbaru – Jl. Kutilang Sakti A-21 / 081365590800 /susi.chicie@gmail.com

7415 . Kusuwarto / IDN – Jateng – Semarang – / 085729013008 / malif9686@gmail.com

7416 . Adi Suryadi Suganda / IDN – Banten – Tangerang Selatan – / Telp ?? / adi.suryadi.suganda@gmail.com

7417 . Budi Agung / IDN – Sumsel – Palembang – / 081288481510 / budiagung96@gmail.com

7418 . Yadi Trisna Mulyadi / IDN – Jabar – Kab. Majalengka – Rt. 10/04, Ds. Kepuh, Kec. Lemahsugih / Telp ?? /

7419 . Nabil Nurul Faizal / IDN – Jateng – Kota Semarang – Gunung Brintik, Kel. Randusari, Kec. Semarang Selatan / Telp ?? /

7420 . Ahmad / IDN – Jateng – Kota Semarang – Semarang Timur / 081804407186 / waahsedayu@gmail.com

7421 . Mohamed Tahir Yusoff / MAS – Malaysia – Selangor – / +6287770120777 – +601139372210 /yusoff.tahir@gmail.com

7422 . Cahyo Adi Sutrisno / IDN – Jateng – Kab. Grobogan – Ds. Kunjeng, Kec. Gubug / 081258257035 /fui.nara88@gmail.com

SALAM PASEDULURAN
=============

SEDANGKAN SEDULUR YANG DAFTAR ULANG, MENGUBAH, MENAMBAH DAN MEMPERBARUI DATA ATAU INGIN MENGETAHUI NOMOR KEANGGOTAAN :

7331 . Muchammad Rois / IDN – Jambi – Tanjung Jabung Timur – Ds. Catur Rahayu, Kec. Dendang / 081377683369 /muchammadrois@gmail.com

6826 . Salahuddin A. / IDN – Jateng – Temanggung – / 085218971678 – 081328288204 / udin_asary@yahoo.com

5293 . Kaharrudin Eka Yudha P. / IDN – DIY – Kab. Bantul – Karangpule, RT 02 Tirtonirmolo Kasihan / 085228586009 /kaharrudin_yudha@yahoo.co.id

SALAM PASEDULURAN
================

BAGI SEDULUR PEMBACA YANG BERMINAT GABUNG MENJADI ANGGOTA KWA, SILAHKAN DAFTAR DI KOMENTAR DI BAWAH INI.

TTD

KI SELOR SELAWE
anangtp@gmail.com

Categories: DAFTAR SEDULUR ANYAR YANG BERGABUNG MENJADI ANGGOTA KWA DARI TANGGAL 24-04-2015 JAM 15.29 WIB SAMPAI DENGAN TANGGAL 02-03-2016 JAM 15.40 WIB | 157 Komentar

DOA SEDERHANA DARI AL FAKIR


Salam kepada semua pembaca KWA. Ikut menyemarakkan Milad KWA 2016, maka bersama ini ijinkan saya al fakir ilmu ini shodakoh ijasahan doa SHOLAWAT NARIYAH bagi yang membutuhkannya. Barokah fadhilah/kaifiat doa ini adalah untuk mengalirkan saluran rezeki yang mampet sehingga rezeki mengalir kepada pengamalnya. Masih banyak fadhilah lain yang tidak bisa disebutkan. Berikut amalannya dzikirnya:

tawassul /kirim al fatihah kepada

  1. Rasulullah Muhammad SAW
  2. Sahabat 4 Rasulullah
  3. Semua Nabiyullah dan  Waliyullah
  4. Pengijazah Sholawat Nariyah
  5. Khodam Sholawat Nariyah — Syekh Abdul Wahid

selanjutnya wiridkan dalam sekali duduk:

ALLAAHUMMA SHOLLI SHOLAATAN KAAMILATAN WASALLIM SALAAMAAN TAAMMAN ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADINIL LADZII TANHALLU BIHIL’UQODU WATANFARIJU BIHILKUROBU WATUQDHOO BIHILHAWAAIJU WATUNAALU BIHIR ROGHOOIBU WAHUSNUL KHOWAATIMI WAYUSTASQAAL GHOMAAMU BIWAJHIHILKARIIMI WA’ALAA AALIHII WASHOHBIHII FII KULLI LAMHATIN WANAFASIN BI’ADADI KULLI MA’LUUMIN LAKA

4444 x

amalkan selama 3 atau 7 hari. Dzikir Nariyah ini diistiqomahkan atau ditelatenkan dibaca usai fardhu seikhlasnya jumlahnya pasti akan luar biasa bagusnya dan insya allah ada jalan keluar dari kesempitan rezeki kita dengan cara di luar dugaan kita sesuai iradah Allah SWT. Pesan sy: JADIKAN SHOLAWAT NARIYAH MENDARAH DAGING DALAM HIDUP KITA. 

ijasah sempurna.

Sidoarjo, 7 Februari 2016

Wongalus

@KWA,2016

Categories: SHOLAWAT NARIYAH IJAZAH | 27 Komentar

MASTER KWA ANGKATAN 45 MOHON DOA RESTU


Assalamualaikum wr wb. Alhamdulillahirobiilalamin puji syukur kita panjatkan kehadirat Alah SWT dan syafaat Rasululah SAW, bahwa Kampus Wong Alus selesai melaksanakan Program Pelatihan Master KWA Angkatan 45 (XLV) yang diselenggarakan mulai hari Sabtu 5 Februari sd 6 Februari 2016, selama 24 jam. Kami mohon doa restu agar Dua Alumni Pelatihan / MASTER KWA ANGKATAN 45 bisa memberikan sumbangsih dan manfaat bagi masyarakat luas yang membutuhkan bantuan. Sebagai rasa kasih sayang dari Keluarga Besar KWA maka alumni pelatihan diberikan gelar:

KI SEPTIAN SAWONGGALING  — Sidoarjo 

KI ANDRI SAWONGGALING — Surabaya

Demikian terima kasih kepada semua pihak yangtelah membantu terlaksananya pelatihan private ini.

ttd

KWA

IMG-20160306-WA0008

 @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

IJASAH AMALAN “ALHAMDULILAH MUSTAJABAH” UNTUK HAJAT CEPAT TERKABUL


wongalus

Bismillahirrohmanirrohim. Berikut saya ijasahkan amalan untuk semua hajat/kebutuhan  terkabul secara cepat atas ijin Allah SWT.

Amalannya sederhana namun mantap untuk dilakukan setiap kita punya hajat. Saya mendapatkannya dari seorang guru mursyid thariqah. Berikut amalannya:

ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN
(baca dalam hati 7 X tahan napas)

*)catatan:  tidak wajib dilakukan tapi akan sangat elok bersopan santun bila sebelum berdoa berkirim alfatihah (tawasulan) ke junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan seterusnya.

Ijasahan selesai dan terima  kasih.

@KWA,2016

Categories: AMALAN ALHAMDULILAH MUSTAJABAH | 88 Komentar

PENGIJASAHAN HIZIB AL IKHLAS BESERTA KHODAM AL IKHLAS MENYAMBUT MILAD (eksklusif KWA)


Assamualaikum wr wb. Untuk memeriahkan milad KWA yang jatuh pada bulan April 2016 mendatang, maka bersama ini saya ijasahkan HIZIB AL IKHLAS kepada sedulur pembaca yang budiman yang berkenan untuk mengamalkannya. Ini adalah salah satu hizib andalan saya.

FADHILAH DAN HAL-HAL YANG HARUS ANDA PERHATIKAN SEBELUM MENGAMALKAN HIZIB INI :

1. FADHILAH SECARA UMUM HIZIB AL IKHLAS ADALAH  REZEKI MENGALIR SANGAT LANCAR DAN LUNAS HUTANG-HUTANG ANDA.

FADHILAH YANG LAIN ADALAH KESELAMATAN DAN NAIKNYA PANGKAT-KEDUDUKAN- DERAJAT DI DUNIA DAN AKHIRAT DI SISI ALLAH SWT, KARENA SURAT AL IKHLAS ADALAH SURAT YANG SANGAT DISUKAI OLEH ALLAH SWT. AL IKHLAS ADALAH “RINGAN DI MULUT (MUDAH DIDZIKIRKAN) TAPI BERAT DI TIMBANGAN AMAL DISISI ALLAH SWT”

2. BILA DIISTIQOMAHKAN SETIAP HARI SELAMA 40 HARI, INSYA ALLAH ANDA BERTEMU KHODAM SURAT AL IKHLAS DAN ANDA BISA MEMINTA BANTUANNYA. JADI PERSIAPKAN DIRI. Catatan:
(*)HIZIB INI OLEH AHLI HIKMAH DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT UANG BALIK DAN MENDAPATKAN BANK GOIB – UANG GOIB. CARANYA ADALAH ANDA WAJIB BERTEMU DENGAN KHODAM/PENUNGGU DAN MINTALAH AGAR UANG ANDA BISA KEMBALI SETELAH ANDA BELANJAKAN. ADA JUGA PENGAMAL YANG LANGSUNG MINTA UANG CASH DAN ALHAMDULILAH ATAS KUASA ALLAH SWT, PENGAMAL MENDAPATKAN APA YANG DIMINTANYA.

3. NAMA KHODAM SURAT AL IKHLAS ADALAH:
ABDUR ROHMAN
ABDUS SHOMAD
ABDUL WAHID

4. AMALKAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH MENGHARAP REZEKI YANG HALAL DAN MENDAPATKAN RIDHO ALLAH TAA’LA.

5. SAAT MENGAMALKAN KONDISI TUBUH DALAM KEADAAN SUCI LAHIR DAN BATIN. CARI TEMPAT BERSIH MISALNYA MASJID/MUSHOLA ATAU BILA DI RUMAH MAKA USAHAKAN DI KAMAR YANG TIDAK ADA JIMATNYA. GUNAKAN WEWANGIAN DAN BERPAKAIAN PUTIH-PUTIH. INGAT MALAIKAT ADALAH MAKHLUK ALLAH YANG SANGAT PERDULI DENGAN KESUCIAN TEMPAT. BEGITU ADA JIMAT/FOTO MANUSIA/PATUNG/ANJING MAKA MALAIKAT TIDAK AKAN MENDEKATI ANDA.

5. SEMOGA ALLAH SWT MERIDHOI AMALAN KITA INI. AMIN YRA.

=========================================

BERIKUT DOA HIZIBNYA:

AUDZUBILLAHIMINASYAITONIRROJIM 1 X
BISMILLAHIROHMANIRROHIM 1 X

QUL HUWALLAHU AHAD ALLAHU SHOMAD LAM YALID WALAM YULAD WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD

1000 X

DOA KUNCI:
ALLOHUMMA INNI AS’ALUKA YA WAHID YA AHAD, YA FARDU, YA SHOMAD, YA MAN LAM YATTAKHIDZ SHOHIBATAW WALAA WALADAN, YA MAN LAM YALID WALAM YUULAD WALAM YAKULLAHU KUFUWWAN AHAD. AS ALUKA BIHAQQI ASMAAIKAL IDHOMI WAANBIYAAIKAL KIROMI ANTASKHIRILII KHUDDAMA HADHIHII SUUROTIL ADHZIMATI.
YAA ABDUR ROHMAN YA ABDUS SHOMAD YAA ABDUL WAHID
YAKUUNUUNA LII AUNAN ALA QODHOOI HAWAAIJI
ALUUHAAN AL AJAL, ASSAAH, BAROKALLAHUFIIKUM WAALAIKUM
BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROHIMIIN, WASHOLLALAHU ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WAALAA AALIHI WASHAHBIBI WASALLAMU WALHAMDULILAHIROBBIL ALAMIIN. 1 X

Ijasah selesai dan sempurna.

Sidoarjo, 25 Februari 2016

wongalus

Categories: HIZIB AL IKHLAS | 163 Komentar

IJASAHAN PUTER GILING SUKMA TARGET TERGILA GILA


wongalus

Bismillahirrohmanirrohim, berikut saya ijasahkan ilmu puter giling sukma untuk membuat hati seseorang luluh lantak memasrahkan belas kasih cintanya kepada Anda.

doanya:
WA ZALLALNAHA (NAMA TARGET)  LAHUM FAMINHA (NAMA TARGET) RAKUBUHUM (NAMA TARGET) WA MINHA YA’KULUN

Baca 99 x usai sholat maghrib dan baca 99 x usai sholat subuh.
Lakukan selama 7 hari, atau lebih. Semakin lama semakin kuat pengaruhnya.

PUTER GILING akan semakin kuat bila anda memegang benda-benda milik  target  dan memutar2nya sambil melakukan wirid doa di atas. Itu artinya anda memutar-mutar sukmanya agar takluk kepada anda.

Gunakan secara arif bijaksana amalan ini. Ijasahan selesai. terima kasih

@kwa,2015

 

Categories: IJASAHAN PUTER GILING SUKMA TARGET TERGILA GILA | 132 Komentar

PENGOBATAN ALTERNATIF BARU DENGAN TERAPI BALUR


devine kretekSEMAKIN banyak memberi, Tuhan akan memberikan banyak rezeki. Hal itu menjadi prinsip Saraswati. “Semakin banyak pekerjaan untuk masyarakat, maka imbalan (dari Tuhan) yang diterima bakal semakin besar,” ujarnya. Selain itu, Saraswati yakin masyarakat cerdas dimulai dari kesehatan. Pemikiran itu yang mendasari pendirian Rumah Sehat di Jl Muria No 6, Kota Malang, yang berkembang ke Jl Surakarta No 5, Kota Malang.

Salah satu keunikan dari Rumah Sehat itu ialah penggunaan kopi balur. Kopi dipilih karena mengandung antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Kopi itu dicampur telur mentah kemudian dibalurkan ke bagian tubuh yang luka atau sakit.  “Usapkan kopi balur berlawanan dengan arah jarum jam, maka akan memiliki efek yang positif guna menghilangkan rasa sakit,” ujarnya.

Selain itu, terapi balur juga dilakukan dengan cara tidur di atas lempeng tembaga. Pasien kemudian dioleskan cairan kopi, garam, dan asap (devine smoke). Melalui konsep balur itu, sel yang terserang radikal bebas akan diaktifkan dan dikembalikan kesehatannya. “Sehingga ada proses regenerasi sel melalui proses peremajaan agar sel bisa sehat,” ujarnya.

Media pendukung balur menggunakan air, bawang, putih telur, dan asam amino. Semua bahan itu bisa dijumpai di dapur rumah, tapi memiliki fungsi obat yang dahsyat. Kopi balur, kata Saraswati, sudah diproses secara kimia dan biologi. Penelitiannya melibatkan 10 ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu di Universitas Brawijaya, Kota Malang, yang menggunakan konsep penelitian dr Gretha Zahar.

Di Rumah Sehat, Saraswati tidak semata menghasilkan kopi balur, tapi juga filter dan rokok. Berbeda dengan lintingan tembakau lainnya, Rumah Sehat menggabungkannya dengan terapi balur, sehingga tersedia 30 jenis rokok yang berfungsi sebagai obat dan pemecah radikal bebas.

Medis Meski metode balur berkembang pesat, lembaga peluruhan radikal bebas tetap mematuhi standar penanganan medis, bahwa setiap pasien wajib menyerahkan tes darah lengkap dari laboratorium sesuai penanganan penyakitnya. Hingga sekarang, terbukti banyak penderita kanker dan tumor sembuh setelah menjalani terapi itu.

Bagi penderita tumor, balur mengubah tumor padat menjadi cair, selanjutnya racun dikeluarkan dari tubuh. “Balur dilakukan sekitar 2,5 jam,” ujarnya. Selama menangani pasien, Saraswati mensyukuri semua pemberian Tuhan, berserah diri, dan kasih sayang.  “Kematangan seseorang itu berbuat lebih baik,” tukasnya.

Pengalaman Ala Silenko Kempuhan filter dan rokok ini diakui salah satu pasien Saraswati, Ala Silenko Sulistyono. Pada Agustus 2008 silam, Ala divonis menderita kanker hati stadium tiga. Dokter memperkirakan hidupnya tinggal enam hingga delapan bulan lagi. Tetapi dengan pengobatan divine cigarette, kini Ala mampu bertahan dan mendapatkan kesehatan yang lebih berkualitas.

coaching-clinik-baluranDivine cigarette adalah penggunaan nano biologi untuk menjinakkan asap kretek dan dimanfaatkan untuk kesehatan manusia lewat partikel yang dilukiskan mampu menjadi penyedia elektron pada sistem transfer listrik dalam proses fisiologi normal. Keraguan akan asap rokok berdaya menyembuhkan, bisa terjawab.

“Sebelum sakit, kalau ada yang bilang ada cara mengobati kanker dengan tembakau, apalagi kretek, saya pasti bilang, gila, yang benar saja. Tetapi sekarang kalau ada yang tanya tentang pengobatan dengan teknik nano biologi, saya sudah membuktikan itu,” tuturnya.

Ala memang memilih menjalani terapi balur yang memanfaatkan pengobatan divine cigarette. Dia dianjurkan mengganti amalgam yang menempel di gigi dengan komposit sebelum menjalani serangkaian terapi balur di Jakarta dan dilanjutkan di Rumah Sehat milik Saraswati.

Terapi balur memanfaatkan divine cigarette yang diperkaya berbagai asam amino lewat pendekatan nano biologi. Pendekatan nano biologi memungkinan asap divine cigarette mengikat mercuri yang diduga menjadi biang penyebab kanker hati.

Mengutip Saraswati, Ala mengemukakan bahwa kanker hati stadium akut bisa sembuh berkat terapi balur, yaitu  proses detoksifikasi pembaluran kulit dengan menggunakan berbagai bahan peluruh radikal bebas yang dikombinasikan dengan asap divine cigarette. Itu dilakukan sebagai upaya untuk mengangkat merkuri dan logam berbahaya lainnya dari dalam tubuh.

Asap rokok berbentuk partikel berukuran nano mudah meresap dan meminimalkan radikal bebas, khususnya merkuri dari dalam tubuh. Saraswati bersama sejumlah ahli seperti guru besar biologi molekuler Universitas Brawijaya Malang Prof Dr Sutiman B Sumitro, mengembangkan proses detoksifikasi yang dapat mengangkat racun logam berbahaya seperti merkuri atau air raksa dari tubuh pasien.

Proses balur, sebagaimana disampaikan Sutiman, dapat dimanfaatkan untuk mengobati kanker dan beberapa penyakit lainnya. Pada prinsipnya, tubuh memiliki kemampuan melakukan self regenerasi maupun self reparasi. Dengan cara inilah, homeostasis kehidupan normal dapat berjalan.

Hal seperti ini menjadi macet atau tidak terjadi pada orang sakit karena proses biologis yang ada tidak efisien, khususnya dalam pengelolaan aliran energi. Hal itu ditandai oleh banyaknya tumpukan radikal bebas. Dengan proses balur, pengaturan homeostasis radikal bebas dapat dilakukan, dan pasien dapat lebih cepat dan lebih mudah sembuh.

Sesudah enam bulan, kata Ala, hasilnya menunjukkan bahwa kanker hatinya mulai mengecil. Hasil pemeriksaan itu dibawa ke dokter onkolog. Dokter lalu menanyakan padanya mengenai treatment yang sudah dilakukan. Ala bercerita panjang lebar tentang balur, tapi tidak cerita bertumpu pada rokok kretek. “Dokter waktu itu bilang, saya harus memperlihatkan hasil pemeriksaan itu kepada dokter spesialis hati dan saya bilang bahwa mereka tidak mau tahu. Dokter bilang, but this is science!” jelas Ala.

Menurut Ala, apa yang dilakukan pasti akan ada pendapat hal itu aneh. Kalau ada orang yang punya pendapat lain, Ala sangat menghormati. Yang pasti, sudah dua tahun lima bulan berlalu sejak dibalur, Ala sungguh menikmati hidup. Ia setiap hari bersyukur kepada Tuhan karena hidupnya kini lebih hidup.

*artikel ini pernah dimuat di media massa online vnewsmedia.com

@@@

Categories: TERAPI BALUR | 2 Komentar

Nurroniyatul Qolbi Syekh Abdul Qodir al Jaelani


Ilahii qolbii mahjuubun wanafsii ma’yuubun wahuwa iigholibun waaqlii maghluubun wathooatii qoliilun wama’shiyatii kasyiirun walisaanii muqiirun biidhunuubi fakaifa khiilatii yaasattarol uyuubi ighfirdzunuubi kullahaa

yaa ghoffar 3 x
yaa sattar 3 x

birohmatika yaa arhamarrohimiin.

Syekh abdul qodir al Jaelani: bermunajahlah dengan doa ini dengan membacanya sebanyak 70.000 x. Manfaatnya yang besar adalah untuk terbukanya “nuroniyyatul qolbi” dan terkabulnya hajat dengan cepat.

@KWA,2016

Categories: Nurroniyatul Qolbi Syekh Abdul Qodir al Jaelani | 10 Komentar

PENGIJAZAHAN HIZIB ANDARUN


Bismillahirrohmaanirrohim

Ha mim ain sin qof himaa yatunaa kaf ha yaa ain shod kifaayatunaa, fasayakfiikahumu allahu wahuwassamii’ul aliim, kamaa in anzalnaahu minassamaa’i fakhtalatho bihinabaatul ardhi basbakha hasyiiman tadzruuhur riyaahu wakanalahu alaa kuli syai’in muqtadiron wa’andzirhum yaumal aazhifati idzil quluubu ladaal khanajirikaa dhimiina malidhoolimiina min khamiimi walaa syafii’iyyuthoo’u. alimat nafsun maa akhdhorot. falaa uqsimu bilkhunnasiil jawaaril kunnasi wallaili idzoassa washub’iidza tanaffasa, innahu laqoulu rosuulin kariim dziiquwwatin indadziil arsyimakiin

Ba sin min alif lam lam ha alif lam ro kha mim nun alif lam ro ha ya mim alif lam min alif lam min alif lam min alif lam min alif lam min alif lam min alif lam min tho sin tho sin ha mim ha mim ha mim ha mim ha mim ha mim ha mim hummal amru wajaa’a nasru faalainaa laayunsharuuna. wasallallahu alaa sayyiidinaa muhammadin waalaa aaliihi wasahbihi wasallam.

fadhilah:

1. Ini amalan simpanan yang biasanya diijasahkan kyai setelah para santri akan lulus dan sudah selesai menerima pengajaran sehingga pada saat nanti keluar dari pondok untuk menjadi ustadz, dia membutuhkan karomah perlindungan sekaligus berwibawa dan disegani di masyarakat.

2. Hizib ini dibaca pada saat yang genting untuk pertahahan diri dari serangan musuh baik lahir maupun yang goib.

3. Memenangkan semua pertempuran dan berjihad untuk perjuangan menghadapi musuh yang dilaknat Allah SWT.

4. Menghadapi perkara-perkara pengadilan maupun hubungan antar manusia yang membahayakan misalnya perkelahian dan perselisihan.

5. Untuk pemagaran goib dari semua bahaya yang mengancam dan keselamatan serta memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Ijazah selesai dan sempurna.

@KWA,2016

Categories: HIZIB ANDARUN --IJASAHAN | 12 Komentar

Diproteksi: PENGIJASAHAN HIZIB MAGHNATIS dan DOA MAGHNATIS (DIIJAZAHKAN SAAT MILAD KWA APRIL 2016)


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Categories: HIZIB MAGHNATIS (HIZIB MAGNET) | Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

PENGIJASAHAN HIZIB ASHABUL KAHFI


Screenshot_2016-02-20-13-32-35-1

KARO KARONDII, SARO SARONDII, SABAR SABARTUNNA.

AQSAMTU ALAYKUM YAA KHUDDAMA HADIHIL ASMAA’I ANTAKHBITSAL BAIDALA YA’TIINA WALQORIIBAALAA YA’DIINA BIHAQQINNABIYII ALAIHISHOLATU WASSALAMU WABIHAQQI ALFI ALFI LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL ADHIIMI WASHOLLALLAHU ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WAALA AALIHI WASHAHBIHI WASSALAMA. ASSALAMUALAYKUM YAA AYYUHAL ASHABUL KAHFI YAMLIIKHA MAKTSALIINA MATSLIINA MARNUUSYIN SYADANUSYIN DABARNUUSYIN KAFSYATOTNUSYIN KHITMIR.

MASYAA’ALLAHU KANA WAMAALAM YASYAA’LAM YAKUN  FAYAKUN.

Dibaca usai sholat fardhu 3 x selama 3 hari atau seikhlasnya.

Fadilah untuk semua hajat.

Monggo diamalkan bagi yang berminat.

@kwa,2016

Categories: HIZIB ASHABUL KAHFI | 22 Komentar

PENGIJASAHAN ULANG MENYAMBUT MILAD: ASMAK JALJALUT


dibaca 313x 7 hari

==Biajin ahuujin yaa ilaahii muhawwajin yaa zalzaliyaati bil iijaabati halhalat==

FADHILAH SEMUA HAJAT BIIDZNILLAH.

@KWA,2016

 

Categories: ASMA JALJALUT | 26 Komentar

ASMAK 313 NABI


Categories: ASMAK 313 NABI | 7 Komentar

ILMU KEREJEKIAN AT TAUBAH


IJASAH KH MUHAMMAD ITSNA HAMBALI,
Pengasuh Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Selotumpuk Wlingi Blitar

وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوْاْ مَا آتَاهُمُ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللّهُ سَيُؤْتِينَا اللّهُ مِن فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللّهِ رَاغِبُونَ} [التوبة 59]

At-Taubah ayat 59. Dibaca 10x dalam satu majlis. Terutama selesai sholat 5 waktu. Untuk kerezekian  joss top markotop.. monggo2 yang mau mengamalkan. Waktunya bebas dalam sehari semalam.

@@@

 

 

Categories: ILMU KEREJEKIAN AT TAUBAH | 53 Komentar

“MATA AIR DARI KAMPUNG DANAU RUNDA”


WASIAT-WASIAT SHAIKH ABDUL WAHAB ROKAN AL-KHOLIDI NAQSYABANDI

Sheykh Abdul Wahab RokanSelalu saja rahmat Allah mengalir ke setiap kaum, agar suatu kaum itu terselamatkan dari kesesatan. Cara Allah SWT member rahmat, salah satunya adalah meng-ada-kan orang-orang yang bisa memberikan pencerahan di suatu kaum.

Salah satu yang bisa memberikan pencerahan dan meluruskan kaum di Propinsi Riau itu adalah Shaikh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsyabandi, yang lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Besilam (Babussalam).

Beliau lahir pada tanggal 19 Rabiul Akhir 1230 H bertepatan dengan tanggal 28 September 1811 M. Tempat kelahiran beliau bernama Kampung Danau Runda, Rantau Binuang Sakti, Negeri Tinggi, Rokan Tengah, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Ayahandanya bernama Abdul Manap bin M.Yasin bin H.Abdullah bin Edek, suku Tembusai. Ibundanya bernama Arbaiyah binti Datuk Dagi binti Tengku Perdana Menteri bin Sultan Ibrahim, kepenuhan (Riau). Beliau wafat pada tanggal 21 jumadil Awal 1345 H bertepatan dengan tanggal 27 Desember 1926 M.

Abdul Wahab dilahirkan dan dibesarkan dikalangan keluarga bangsawan yang taat beragama, berpendidikan dan dihormati. Masa remajanya dipenuhi dengan mencari dan menambah ilmu pengetahuan. Pada awalnya ia belajar dengan Tuan Baqi di tanah kelahirannya Kampung Danau Runda, Kampar, Riau. Kemudian ia menamatkan pelajaran Alquran pada H.M. Sholeh, seorang ulama besar yang berasal dari Minangkabau.

Setelah menamatkan pelajarannya dalam bidang al-Quran, Abdul Wahab melanjutkan studinya ke daerah Tambusei dan belajar pada Maulana Syekh Abdullah Halim serta Syekh Muhammad Shaleh Tembusei. Dari kedua Syekh inilah, ia mempelajari berbagai ilmu seperti tauhid, tafsir dan fiqh. Disamping itu ia juga mempelajari “ilmu alat” seperti nahwu, sharaf, balaghah, manthiq dan ‘arudh.

Diantara Kitab yang menjadi rujukan adalah Fathul Qorib, Minhaj al–Thalibin dan Iqna’. Karena kepiawaiannya dalam menyerap serta penguasaannya dalam ilmu-ilmu yang disampaikan oleh guru-gurunya, ia kemudian diberi gelar “Faqih Muhammad”, orang yang ahli dalam bidang ilmu fiqh.

Syekh Abdul Wahab kemudian melanjutkan pelajarannya ke Semenanjung Melayu dan berguru pada Syekh Muhammad Yusuf Minangkabau. Ia menyerap ilmu pengetahuan dari Syekh Muhammad Yusuf selama kira-kita dua tahun, sambil tetap berdagang di Malaka.

Hasrat belajarnya yang tinggi, membuat ia tidak puas hanya belajar sampai di Malaka. Ia seterusnya menempuh perjalanan panjang ke Mekah dan menimba ilmu  pengetahuan selama enam tahun pada guru-guru ternama pada saat itu. Di sini pulalah ia memperdalam ilmu tasawuf dan tarekat pada Syekh Sulaiman Zuhdi sampai akhirnya ia memperoleh ijazah sebagai “Khalifah Besar Thariqat Naqsyabandiyah al-Khalidiyah”.

Syekh Abdul Wahab juga memperdalam Tarekat Syaziliyah. Hal ini terbukti dari pencantuman namanya sendiri ketika ia menulis buku 44 Wasiat yakni “Wasiat Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidi Naqsyabandi as-Syazali…”. Selain itu, pada butir kedua dari 44 Wasiat, ia mengatakan “apabila kamu sudah baligh berakal hendaklah menerima Thariqat Syazaliyah atau Thariqat Naqsyabandiyah supaya sejalan kamu dengan aku”.

Alkisah, saat belajar di Mekah, Syekh Abdul Wahab dan murid-murid yang lain pernah diminta untuk membersihkan wc dan kamar mandi guru mereka. Saat itu, kebanyakan dari kawan-kawan seperguruannya melakukan tugas ini dengan ketidakseriusan bahkan ada yang enggan. Lain halnya dengan Syekh Abdul Wahab. Ia melaksanakan perintah gurunya dengan sepenuh hati. Setelah semua rampung, Sang Guru lalu mengumpulkan semua murid-muridnya dan memberikan pujian kepada Syekh Abdul Wahab sambil mendoakan, mudah-mudahan tangan yang telah membersihkan kotoran ini akan dicium dan dihormati oleh termasuk para raja.

Salah satu kekhasan Syekh Abdul Wahab dibanding dengan sufi lainnya adalah bahwa ia telah meninggalkan lokasi perkampungan bagi anak cucu dan murid-muridnya. Daerah yang bernama “Babussalam” ini di bangun pada 12 Syawal 1300 H (1883 M) yang merupakan wakaf muridnya sendiri Sultan Musa al-Muazzamsyah, Raja Langkat pada masa itu. Disinilah ia menetap, mengajarkan Tarekat Naqsyabandiyah sampai akhir hayatnya.

Di sela-sela kesibukannya sebagai pimpinan Tarekat Naqsyabandiyah, Syekh Abdul Wahab masih menyempatkan diri untuk menuliskan pemikiran sufistiknya, baik dalam bentuk khutbah-khutbah, wasiat, maupun syair-syair yang ditulis dalam aksara Arab Melayu. Tercatat ada dua belas khutbah yang ia tulis dan masih terus diajarkan pada jamaah di Babussalam. Sebagian khutbah-khutbah tersebut -enam buah diantaranya- diberi judul dengan nama-nama bulan dalam tahun Hijriyah yakni Khutbah Muharram, Khutbah Rajab, Khutbah Sya’ban, Khutbah Ramadhan, Khutbah Syawal, dan Khutbah Dzulqa’dah. Dua khutbah lain tentang dua hari raya yakni Khutbah Idul Fitri dan Khutbah Idul Adha. Sedangkan empat khutbah lagi masing-masing berjudul Khutbah Kelebihan Jumat, Khutbah Nabi Sulaiman, Khutbah Ular Hitam, dan Khutbah Dosa Sosial.

Wasiat atau yang lebih dikenal dengan nama “44 Wasiat Tuan Guru” adalah kumpulan pesan-pesan Syekh Abdul Wahab kepada seluruh jamaah tarekat, khususnya kepada anak cucu / dzuriyat-nya. Wasiat ini ditulisnya pada hari Jumat tanggal 13 Muharram 1300 H pukul 02.00 WIB  kira-kira sepuluh bulan sebelum dibangunnya Kampung Babussalam.

Karya tulis Syekh Abdul Wahab dalam bentuk syair, terbagi pada tiga bagian yakni Munajat, Syair Burung Garuda  dan Syair Sindiran. Syair Munajat yang berisi pujian dan doa kepada Allah, sampai hari ini masih terus dilantunkan di Madrasah Besar Babussalam oleh setiap muazzin sebelum azan dikumandangkan. Dalam Munajat ini, terlihat bagaimana keindahan syair Syekh Abdul Wahab dalam menyusun secara lengkap silsilah Tarekat Naqsyabandiyah yang diterimanya secara turun temurun yang terus  bersambung  kepada  Rasulullah Saw.  Sedangkan  Syair Burung Garuda berisi kumpulan petuah dan nasehat yang diperuntukkan khusus bagi anak dan remaja. Sayangnya, sampai saat ini Syair Burung Garuda tidak diperoleh naskahnya lagi. Sementara itu, naskah asli Syair Sindiran telah diedit dan dicetak ulang dalam Aksara Melayu (Indonesia) oleh Syekh Haji Tajudin bin Syekh Muhammad Daud al-Wahab Rokan pada tahun 1986.

Selain khutbah-khutbah, wasiat maupun syair-syair, Syekh Abdul Wahab juga meninggalkan berbait-bait pantun nasehat. Pantun-pantun ini memang tidak satu baitpun tertulis namun sebagian diantaranya masih dihafal oleh sebagian kecil anak cucunya secara turun temurun. Menurut Mualim Said, -salah seorang cucu Syekh Abdul Wahab yang menetap di Babussalam saat ini- ia sendiri masih hafal beberapa bait pantun tersebut, seperti halnya dengan Syekh H. Hasyim el-Syarwani, Tuan Guru Babussalam sekarang. Dalam karya-karya tulisnya inilah, akan terlihat pemikiran-pemikiran sufistik Syekh Abdul Wahab seperti yang akan dijelaskan lebih lanjut.

Martin van Bruinessen  menggambarkan sosok  Syekh Abdul Wahab sebagai khalifahnya Sulaiman Zuhdi yang paling menonjol di Sumatera, seorang Melayu dari Pantai Timur… Ia mengangkat seratus dua puluh khalifah di Sumatera dan delapan orang di Semenanjung Malaya. Syekh Melayu ini memiliki pengaruh yang demikian luas di kawasan Sumatera dan Malaya sebanding dengan apa yang dicapai para Syekh Minangkabau seluruhnya…”

Bahkan menurut Zikmal Fuad, mengutip pernyataan Nur A.Fadhil Lubis dalam sebuah seminar “Perbandingan Pendidikan Indonesia Amerika” di Aula 17 Agustus, Pesantren Darul Arafah Medan, tahun 1992 nama Syekh Abdul Wahab sangat dikenal dan diperhitungkan dikalangan Misionaris dan Orientalis di Amerika.

44 wasiat

ulama 1Sebelum meninggal dunia Syekh Abdul Wahab sempat menulis wasiat yang terdiri dari 44 pasal. Wasiat ini ditujukan kepada anak cucunya, baik anak kandung maupun anak murid. Beliau berpesan kepada anak cucunya untuk menyimpan buku wasiat ini dan sering-sering membacanya, seminggu sekali, atau sebulan sekali dan sekurang-kurangnya setahun sekali, serta diamalkan segala apa yang tersebut didalamnya.

Menurut wasiatnya itu kalau sering-sering dibaca dan kemudian diamalkan segala yang termaktub didalamnya, mudah-mudahan beroleh martabat yang tinggi, kemuliaan yang besar dan kekayaan dunia dan akhirat. Naskah asli dari wasiat itu berbunyi sebagai berikut :

Alhamdulillah Al-Lazi Afdholana ‘Ala Katsiri ‘Ubbadihi Tafdhila. Washsholatu Wassalamu ‘Ala Sayyidina Muhammadin Nabiyyan Warosula, Wa alihi Wa Ashabihi Hadiyan Wa Nashiran. Amin, Mutalazimaini daiman Abada. Amma Ba’du, maka masa hijrah Nabi kita Muhammad saw 1300 dan kepada 13 hari bulan Muharram makbul dan kepada hari jum’at jam 2.00, masa itulah saya Haji Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsyabandi Asy-Syazili bin Abd.Manaf, Tanah Putih bin Yasin bin Al-Haj Abdullah Tambusai, membuat surat wasiat ini kepada anak dan cucu saya laki-laki atau perempuan, sama ada anak kandung atau anak murid.

Maka hendaklah taruh surat wasiat ini satu surat satu orang dan baca se jum’at sekali, atau sebulan sekali. Dan sekurang-kurangnya setahun sekali. Dan serta amalkan seperti yang tersebut di dalam wasiat ini, supaya dapat martabat yang tinggi dan kemuliaan yang besar dan kaya dunia akhirat.

Dan adalah wasiatku ini 44 wasiat. Dan lagi hai sekalian anak cucuku, sekali-kali jangan kamu permudah -mudah dan jangan kamu peringan-ringan wasiatku ini, karena wasiatku ini datang daripada Allah dan Rasul dan guru-guru yang pilihan. Dan lagi telah kuterima kebajikan wasiat ini sedikit-dikit dan tetapi belum habis aku terima kebajikannya, sebab taqshir daripada aku, karena tiada habis aku kerjakan seperti yang tersebut didalam wasiat ini. Dan barangsiapa mengerjakan sekalian wasiat ini tak dapat tiada dapat kebajikan sekaliannya dunia akhirat.

Wasiat yang pertama, hendaklah kamu sekalian masygul dengan menuntut ilmu Quran dan kitab kepada guru-guru yang mursyid dan rendahkan dirimu kepada guru-guru kamu. Dan perbuat apa-apa yang disuruhkan, jangan bertangguh-tangguh. Dan banyak-banyak bersedekah kepadanya. Dan i’tikadkan diri kamu itu hambanya. Dan jika sudah dapat ilmu itu, maka hendaklah kamu ajarkan kepada anak cucuku. Kemudian maka orang yang lain. Dan kasih sayang kamu akan muridmu seperti kasih sayang akan anak cucu kamu. Dan jangan kamu minta upah dan makan gaji sebab mengajar itu. Tetapi pinta upah dan gaji itu kepada Tuhan Yang Esa lagi kaya serta murah, yaitu Allah Ta’ala.

Wasiat kedua, apabila sudah kamu baligh, berakal, hendaklah menerima thariqat Syaziliyah atau thariqat Naqsyabandiah, supaya sejalan kamu dengan aku.

Wasiat yang ketiga, jangan kamu berniaga sendiri, tetapi hendaklah berserikat. Dan jika hendak mencari nafkah, hendaklah dengan jalan tulang gega (dengan tenaga sendiri), seperti berhuma dana berladang dan menjadi amil. Dan didalam mencari nafkah itu maka hendaklah bersedekah pada tiap-tiap hari supaya segera dapat nafkah. Dan jika dapat ringgit sepuluh maka hendaklah sedekahkan satu dan taruh sembilan. Dan jika dapat dua puluh, sedekahkan dua. Dan jika dapat seratus sedekahkan sepuluh, dan taruh sembilan puluh. Dan apabila cukup nafkah kira-kira setahun maka hendaklah berhenti mencari itu dan duduk beramal ibadat hingga tinggal nafkah kira-kira 40 hari, maka barulah mencari.

Wasiat yang keempat, maka hendaklah kamu berbanyak sedekah sebilang sehari, istimewa pada malam jum’at dan harinya. Dan sekurang-kurangnya sedekah itu 40 duit pada tiap-tiap hari. Dan lagi hendaklah bersedekah ke Mekah pada tiap-tiap tahun.

Wasiat yang kelima, jangan kamu bersahabat dengan orang yang jahil dan orang pasik. Dan jangan bersahabat dengan orang kaya yang bakhil. Tetapi bersahabatlah kamu dengan orang-orang ‘alim dan ulama dan shalih-shalih.

Wasiat keenam, jangan kamu hendak kemegahan dunia dan kebesarannya, seperti hendak menjadi kadhi dan imam dan lainnya, istimewa pula hendak menjadi penghulu-penghulu. Dan lagi jangan hendak menuntut harta benda banyak-banyak. Dan jangan dibanyakkan memakai pakaian yang harus.

Wasiat yang ketujuh, jangan kamu menuntut ilmu sihir seperti kuat dan kebal dan pemanis dan lainnya, karena sekalian ilmu ada di dalam Al-Quran dan kitab.

Wasiat kedelapan, hendaklah kamu kuat merendahkan diri kepada orang Islam. Dan jangan dengki khianat kepada mereka itu. Dan jangan diambil harta mereka itu melainkan dengan izin syara’.

Wasiat kesembilan, jangan kamu menghinakan diri kepada kafir laknatullah serta makan gaji serta mereka itu. Dan jangan bersahabat dengan mereka itu, melainkan sebab uzur syara’.

Wasiat kesepuluh, hendaklah kamu kuat menolong orang yang kesempitan sehabis-habis ikhtiar sama ada tolong itu dengan harta benda atau tulang gega, atau bicara atau do’a. Dan lagi apa-apa hajat orang yang dikabarkannya kepada kamu serta dia minta tolong, maka hendaklah sampaikan seboleh-bolehnya.

Wasiat yang kesebelas, kekalkan air sembahyang dan puasa tiga hari pada tiap-tiap bulan.

Wasiat yang kedua belas, jika ada orang berbuat kebajikan kepada kamu barang apa kebajikan, maka hendaklah kamu balas akan kebajikan itu.

Wasiat yang ketiga belas, jika orang dengki khianat kepada kamu, telah dipeliharakan Allah kamu dari padanya, maka hendaklah kamu sabar dan jangan dibalas dan beri nasihat akan dia dengan perkataaan lemah lembut, karena mereka itu orang yang bebal.

Wasiat yang keempat belas, jika kamu hendak beristeri, jangan dipinang orang tinggi bangsa seperti anak datuk-datuk. Dan jangan dipinang anak orang kaya-kaya. Tetapi hendaklah pinang anak orang fakir-fakir dan miskin.

Wasiat yang kelima belas, jika memakai kamu akan pakaian yang lengkap, maka hendaklah ada didalamnya pakaian yang buruk. Dan yang aulanya yang buruk itu sebelah atas.

Wasiat yang keenam belas, jangan disebut kecelaan orang, tetapi hendaklah sembunyikan sehabis-habis sembunyi.

Wasiat yang ketujuh belas, hendaklah sebut-sebut kebajikan orang dan kemuliaannya.

Wasiat yang kedelapan belas, jika datang orang ‘alim dan guru-guru kedalam negeri yang tempat kamu itu, istimewa pula khalifah thariqat Naqsyabandiah, maka hendaklah kamu dahulu datang ziarah kepadanya dari pada orang lain serta beri sedekah kepadanya.

Wasiat yang kesembilan belas, jika pergi kamu kepada suatu negeri atau dusun dan ada didalam negeri itu orang alim dan guru-guru khususnya khalifah thariqat Naqsyabandiah, maka hendaklah kamu ziarah kepadanya kemudian hendaklah membawa sedekah kepadanya.

Wasiat yang kedua puluh, jika hendak pergi orang alim itu daripada tempat kamu itu atau engkau hendak pergi dari pada tempat itu, maka hendaklah kamu ziarah pula serta memberi sedekah supaya dapat kamu rahmat yang besar.

Wasiat yang kedua puluh satu, sekali-kali jangan kamu kawin dengan janda guru kamu, khususnya guru thariqat. Dan tiada mengapa kawin dengan anak guru, tetapi hendaklah bersungguh-sungguh membawa adab kepadanya serta jangan engkau wathi akan dia, melainkan kemudian daripada meminta izin. Dan lebihkan olehmu akan dia daripada isterimu yang lain, karena dia anak guru, hal yang boleh dilebihkan.

Wasiat yang kedua puluh dua, hendaklah segala kamu yang laki-laki beristeri berbilang-bilang. Dan sekurang-kurangnya dua, dan yang baiknya empat. Dan jika isterimu tiada mengikut hukum, ceraikan, cari yang lain

Wasiat yang kedua puluh tiga, hendaklah kamu yang perempuan banyak sabar, jika suami kamu beristeri berbilang-bilang. Janganlah mengikut seperti kelakuan perempuan yang jahil, jika suaminya beristeri berbilang, sangat marahnya, dan jika suaminya berzina tiada marah.

Wasiat yang kedua puluh empat, jika ada sanak saudara kamu berhutang atau miskin dan sempit nafkahnya dan kamu lapang nafkah, maka hendaklah kamu beri sedekah sedikit-sedikit seorang supaya sama kamu. Inilah makna kata orang tua-tua, jika kamu kaya maka hendaklah bawa sanak saudara kamu kaya pula, dan jika kamu senang, maka hendaklah berikan senang kamu itu kepada sanak saudara kamu.

Wasiat yang kedua puluh lima, mana-mana sanak saudara kamu yang beroleh martabat dan kesenangan, maka hendaklah kamu kuat-kuat mendo’akannya supaya boleh kamu bernaung dibawah martabatnya.

Wasiat yang kedua puluh enam, hendaklah kasih akan anak-anak dan sayang akan fakir miskin dan hormat akan orang tua-tua.

Wasiat kedua puluh tujuh, apabila kamu tidur, hendaklah padamkan pelita, jangan dibiarkan terpasang, karena sangat makruh, sebab demikian itu kelakuan kafir Yahudi.

Wasiat yang kedua puluh delapan, jika kiamu hendak bepergian, maka hendaklah ziarah kepada ibu bapa dan kepada guru-guru dan orang saleh-saleh. Minta izin kepada mereka itu serta minta tolong do’akan,dan lagi hendaklah mengeluarkan sedekah supaya dapat lapang.

Wasiat yang kedua puluh sembilan, jangan berasah gigi laki-laki dan perempuan. Dan jangan bertindik telinga jika perempuan, karena yang demikian itu pekerjaan jahiliah.

Wasiat yang ketiga puluh, jangan kuat kasih akan dunia, hanya sekedar hajat. Siapa kuat kasih akan dunia banyak susah badannya dan percintaan hatinya dan sempit dadanya. Siapa benci akan dunia, sentosa badannya dan senang hatinya dan lapang dadanya.

Wasiat yang ketiga puluh satu, hendaklah kasih sayang akan ibu bapa seperti diikut apa kata-katanya dan membuat kebajikan kepada keduanya sehabis-habis ikhtiar. Dan jangan durhaka pada keduanya, seperti tiada mengikut perintah keduanya dan kasar perkataan kepada keduanya dan tiada terbawa adabnya.

Wasiat yang ketiga puluh dua, jika mati kedua ibu bapa kamu atau salah seorang, maka hendaklah kamu kuat-kuat mendoa’akannya pada tiap-tiap sembahyang dan \ziarah pada kuburnya pada tiap-tiap hari jum’at.

Wasiat yang ketiga puluh tiga, hendaklah kuat membuat kebajikan serta dengan yakin kepada guru-guru dan jangan durhaka kepadanya.

Wasiat yang ketiga puluh empat, hendaklah berkasih-kasihan dengan orang sekampung dan jika kafir sekalipun dan jangan berbantah-bantah dan berkelahi de ngan mereka itu.

Wasiat yang ketiga puluh lima, jangan diberi hati kamu mencintai akan maksiat, artinya membuat kejahatan, karena yang demikian itu percintaan hati. Dan jika banyak percintaan hati, membawa kepada kurus badan.

Wasiat yang ketiga puluh enam, jangan kamu jabatkan tangan kamu kepada apa-apa yang haram, karena yang demikian itu mendatangkan bala.

Wasiat yang ketiga puluh tujuh, jika datang bala dan cobaan, maka hendaklah mandi tobat mengambil air sembahyang, dan meminta do’a kepada Allah Ta’ala. Dan banyak-banyak bersedekah kepada fakir dan miskin dan minta tolong do’akan kepada guru-guru dan shalih-shalih karena mereka itu kekasih Allah Ta’ala.

Wasiat yang ketiga puluh delapan, apabila hampir bulan Ramadhan, maka hendaklah selesaikan pekerjaan dunia supaya senang beramal ibadat didalam bulan Ramadhan dan jangan berusaha dan berniaga didalam bulan Ramadhan, tetapi hendaklah bersungguh-sungguh beramal dan ibadat dan membuat kebajikan siang dan malam, khususnya bertadarus Quran dan bersuluk.

Wasiat yang ketiga puluh sembilan, hendaklah kuat bangun pada waktu sahur, beramal ibadat dan meminta do’a , karena waktu itu tempat do’a yang makbul, khususnya waktu sahur malam jum’at.

Wasiat yang ke empat puluh, hendaklah kuat mendo’akan orang Islam, sama ada hidup atau mati.

Wasiat yang keempat puluh satu, apabila bertambah-tambah harta benda kamu dan bertambah-tambah pangkat derjat kamu, tetapi amal ibadat kamu kurang, maka jangan sekali-kali kamu suka akan yang demikian itu, karena demikian itu kehendak setan dan iblis dan lagi apa faedah harta bertambah-tambah dan umur berkurang-kurang.

Wasiat yang keempat puluh dua, maka hendaklah kamu i’tikadkan dengan hati kamu, bahwasanya Allah Ta’ala ada hampir kamu dengan tiada bercerai-cerai siang dan malam. Maka Ia melihat apa-apa pekerjaan kamu lahir dan batin. Maka janganlah kamu berbuat durhaka kepada-Nya sedikit jua, karena Ia senantiasa melihat juga tetapi hendaklah senantiasa kamu memohonkan keridhaan-Nya lahir dan batin. Dan lazimkan olehmu i’tikad ini supaya dapat jannatul ‘ajilah artinya sorga yang diatas dunia ini.

Wasiat yang keempat puluh tiga, maka hendaklah kamu ingat bahwa malikal maut datang kepada setiap seorang lima kali dalam sehari semalam, mengabarkan akan kamu bahwa aku akan mengambil nyawa kamu, maka hendaklah kamu ingat apabila sudah sembahyang tiada sampai nyawa kamu kepada sembahyang kedua, demikian selama-lamanya.

Wasiat yang keempat puluh empat, hendaklah kamu kuat mendo’akan hamba yang dha’if ini dan sekurang-kurangnya kamu hadiahkan kepada hamba pada tiap-tiap malam jum’at dibaca fatihah sekali dan Qul Huwallahu Ahad sebelas kali, atau Yasin sekali pada tiap-tiap malam jum’at atau ayatul Kursi 7 kali dan aku mendo’akan pula kepada kamu sekalian.

Inilah wasiat hamba yang empat puluh empat atas jalan ikhtisar dan hamba harap akan anak cucu hamba akan membuat syarahnya masing-masing dengan kadarnya yang munasabah, supaya tahu dha’ifut thullab wa qashirul fahmi. Wallahu Khairul Hakimin, wa Maqbulus Sailin. Amin.

Demikianlah bunyi wasiat beliau, dengan tidak merobah redaksinya. Apabila kita perhatikan dengan seksama, maka akan kita dapati, bahwa isi wasiat itu sesuai benar dengan firman Allah dan sabda Rasulullah saw. Kita yakin dan percaya apabila wasiat itu kita amalkan, niscaya kita memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

(sumber: dari artikel  dari H.M.Fahmi El Fuad, cicit Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsyabandi, Tuan Guru Babussalam. Artikel ini pernah dimuat di media online).

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 5 Komentar

WIRID KYAI ABDULAH


Doa wirid untuk perbendaharaan kita bersama, yaitu wirid rotib dari Al-Habib Abdullah bin Abubakar Alaydrus (1391-1445) adalah leluhur para pemilik marga Alaydrus di seluruh dunia. Abdullah adalah putra dari Abubakar As-Sakran bin Imam Abdurrahman Assegaf (datuknya marga Assegaf).

Al-Imam Al-Habib Abdullah Alaydrus adalah keturunan ke-24 dari Nabi Muhammad SAW.

Silsilah Abdullah Alaydrus adalah sebagai berikut: Abdullah bin Abubakar As-Sakran bin  Abdurrahman Assegaf bin Muhammad  Mauladawillah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Muqadam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath  bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-Uraidli bin Ja’far Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein (cucu Nabi Muhammad SAW, anak dari pasangan Fatimah Az-Zahra-Ali Bin Abi Thalib).

Berikut wiridnya:

WIRID KYAI ABDULLAH

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 6 Komentar

ILMU KESELAMATAN TATA CARA KEJAWEN WARISAN LELUHUR


tarik napas dan tahan baca
Bismillahirrohmanirrohim 1 x
Ila ku mati wa ila ku mati alif ora mati 5x
hembuskan napas.

FADHILAH: insya allah kita akan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dan apapun yang kita lakukan (rejeki/masalah/asmara dll) akan lancar dan tidak ada jalan buntu alias selalu hidup.

demikian khasanah ilmu-ilmu batin yang ada di nusantara.
@@@

Categories: ILMU KESELAMATAN TATA CARA KEJAWEN WARISAN LELUHUR | 44 Komentar

SHODAKOH IJASAH MENYAMBUT MILAD KWA: SAYAP JIBRIL


IJASAH KH MUHAMMAD ITSNA HAMBALI,
Pengasuh Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Selotumpuk Wlingi Blitar

Doa ini tertulis pada sayap malaikat jibril ‘alaihis salam. Bacalah doa ini atas hajat2 kalian.

Bismillahirrahmanirrahim..

Doa tertulis di bagian dalam sayap malaikat jibril ketika Nabi Isa ‘alaihis salam diangkat ke langit.

ALLOHUMMA INNII AD’UUKA BI ISMIKAL WAAHIDIL A’AZZI, WA AD’UUKALLOHUMMA BI ISMIKAS-SHOMADI, WA AD’UUKA BI ISMIKAL ‘ADZIIMIL WATRI, WA AD’UUKA BI ISMIKAL KABIIRIL MUTA’AALIL LADZII  TSABATA BI HII ARKAANUHAA KULLUHAA AN TAKSYIFA ‘ANNII MAA ASHBAHTU WA MAA AMSAITU FIIHI

Nabi Isa As kemudian membaca doa tersebut. Lalu Allah memberikan wahyu kepada malaikat jibril, ” angkatlah hamba-Ku ke langit”.

Nabi Muhammad Saw bersabda: “wahai bani Abdul Mutholib bermohonlah kalian kepada Tuhan kalian dg kalimat doa ini. Maka demi Zat yang diriku berada di Tangan-Nya, tidaklah seorang hamba berdoa dengan doa tersebut dengan ikhlas kecuali ‘Arsy berguncang sehingga Allah berfirman kepada Para malaikat-Nya, “persaksikanlah oleh kalian semua, sungguh, Aku telah mengabulkan permohonan hamba itu dengan sebab kalimat2 tadi. Dan Aku pasti akan memperkenankan permohonannya sebentar lagi ketika masih di dunia”..

Silahkan diamalkan.. semoga bermanfaat dan barokah.. ki wong alus, silahkan kalau mau di upload ke blog.. ini doa yang sangat bagus.. sebenarnya juga masuk “sinengker” atau dirahasiakan supaya tidak di salahgunakan..

Salam silaturahmi dan hormat takdzim katur dumateng semua sesepuh dan selulur KWA.

Wassalamualaikum wr wb.

@@@

Categories: DOA SAYAP JIBRIL | 49 Komentar

PENGIJASAHAN HIZIB MAGHNATIS TATAP MUKA bagi SEDULUR YANG BERDOMISILI DI JAKARTA DAN SEKITARNYA


Setelah pengijasahan tatap muka di Markas KWA di Sidoarjo  pada hari Jumat  5 Januari 2016, dan dalam alam rangka menyemarakkan  acara Milad Kampus Wong Alus (KWA) VII, KWA Jayakarta akan mengadakan PENGIJASAHAN ILMU HIZIB MAGHNATIS DENGAN MAHAR SEIKHLASNYA. Pengijasahan ini dilaksanakan di Ibukota Jakarta agar sedulur yang berdomisili di Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya bisa menikmati pengijasahan ilmu ini.

Hizib ini bersifat ekslusif karena belum pernah ada di internet dan di perguruan manapun, kecuali di Blog KWA. Fadillahnya untuk pengobatan, keselamatan, pageran, penyerangan goib jarak jauh.

ILMU HIZIB MAGHNATIS ADALAH JENIS ILMU HIKMAH YANG SANGAT JARANG DIMILIKI PENDEKAR. KARENA INI ADALAH SEJENIS ILMU GOIB “LAMPAH LUMPUH”. DIMANA DALAM KEADAAN MENDESAK MUSUH YANG TERKENA AKAN MENGALAMI KELUMPUHAN.

KARENA BERBAHAYA, MESKI SIAPA SAJA BISA MENDAPATKAN PENGIJASAHAN DARI KAMI, NAMUN PESERTA WAJIB DIBAI’AT DAN BERTEMU LANGSUNG DENGAN KAMI SEBELUMNYA.

Dan bagi yang berminat, silakan bawa air aqua gelas dan garam secukupnya untuk diminum setelah proses pembaiatan selesai dilakukan.

Pengijasahan dan Penyelarasan Hizib Maghnatis akan dilaksanakan pada  :

Hari, Tanggal     :  Minggu, 14 Februari  2016

Waktu                  :  Pukul 16:00-  18:00  WIB

Tempat              :  Gelanggang Olah Raga (GOR) Senam Buaran

                                   Jl. Radin Inten, Buaran, Jakarta Timur

                                   (200 meter dari Mall Buaran)
Mahar                :   Seiklhasnya  yang kami gunakan untuk sewa tempat.

PEMBAIATAN:

Sohibul Ijasah dengan posisi saling berjabat tangan, mengucapkan  :

“Saya baiat sumpah ke anda agar menggunakan Hizib Magnatis ini di jalan Allah dengan melaksanakan shalat minta petunjuk/istikharoh kepada Allah SWT dan berdasarkan syariat Islam terlebih dahulu.”

Selanjutnya penerima Ijasah mengucapkan  :

“Saya berbaiat untuk melaksanakan Hizib Maghnatis dijalan Allah sesuai syariat islam”.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Hizib Maghnatis ini dapat menghubungi  (Telpon/SMS/Whatsapp) Ki Ageng Bayu Penanggungan aka Anyabrea Valentine  (0877 7557 3775).

Silakan datang untuk bersilaturahmi dengan sedulur lainnya.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 9 Komentar

PENGIJASAHAN HIZIB MAGHNATIS MENYAMBUT MILAD DI MABES KWA


MERAMAIKAN MILAD KWA APRIL MENDATANG MAKA MARKAS KWA AKAN MENGADAKAN PENGIJASAHAN GRATIS ILMU HIZIB MIGHNATIS DENGAN PENGIJASAH KI WONGALUS UTK KESELAMATAN, KEKUATAN, MENYERANG MUSUH JARAK JAUH.

ILMU HIZIB MIGHNATIS ADALAH JENIS ILMU HIKMAH YANG SANGAT JARANG DIMILIKI PENDEKAR. KARENA INI ADALAH SEJENIS ILMU GOIB “LAMPAH LUMPUH” DIMANA DALAM KEADAAN MENDESAK MUSUH YANG TERKENA AKAN MENGALAMI KELUMPUHAN

KARENA BERBAHAYA, MESKI SIAPA SAJA BISA MENDAPATKAN PENGIJASAHAN DARI KAMI MAKA PESERTA WAJIB DIBAI’AT DAN BERTEMU LANGSUNG DENGAN KAMI SEBELUMNYA.

IJASAHAN DAN PENYELARASAN AKAN DILAKSANAKAN PADA:

HARI JUMAT 5 FEBRUARI 2016

PUKUL 20.00 WIB (MALAM)

TEMPAT MARKAS KWA, MUSHOLA BALAI DIKLAT JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO

SILAHKAN HADIR UNTUK BERSILATURAHIM DULUR… GRATIS TANPA BIAYA. SUWUN.

=KWA=

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 12 Komentar

ILMU KEBAL PEMBANGKITAN HAKIKAT BESI


Hakikat besi adalah besi yang dibuat Allah di inti bintang, trus jatuh ke bumi yg masih labil krn lembek. Bumi itu personifikasi Adam. Kejadian besi itu di bintang Sirius. Orang Arab menyebutnya Asy Sya’ra dan sblm Islam orang Arab menyembah ini. Bamgsa mesir kunopun meyembah bintang ini. Allah dlm surat An Najm menyebut diriNya Rabba Sya’ra atau Rabb-nya bintang Sirius.

Utk bangkitkan hakikat besi, setiap habis solat 5 waktu selama 7 hari berturut2 bacalah:

1. Hai binta sya’ra … 57x, lalu baca mantra sslanjutnya sekali saja

2. Bismillahir rahmanir rahim. Assalamualaikum ibu bosi, aku memakai doa daud yang nabi
Terdirilah engkau di alif semula jadi
Togaklah engkau di tiang maligai
Waalaikumsalam binta sya’ra, aku memakai doa daud yang raja
Tahankan anak turunmu di mana ada
Pulangkan musuh seterumu ke asalnya
Kabul berkat kalimah la ilaha illallah

Binta sya’ra namanya, krn hakikat besi itu anak perempuan bintang sirius. Dia yg melahirkan logam lain, trmasuk besi, air raksa, timah, tembaga dll.

Wassalam.

Tukang Besi Kursani

Categories: ILMU BANGKITKAN HAKIKAT BESI | 25 Komentar

PENGIJASAHAN JARAK JAUH (PJJ) DALAM RANGKA MILAD KWA 2016


Dalam rangka pengumpulan dana untuk pelaksanaan Milad Kampus Wong Alus (KWA) VII di Puri Maerokoco, PRPP (Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan), Semarang, Jawa Tengah, KWA akan mengadakan Pengijasahan Keilmuan Jarak Jauh (PJJ) bermahar bagi siapapun yang membutuhkannya, terutama Bolo Wong Alus yang tidak dapat menghadiri acara Milad KWA VII di Puri Maerokoco pada tanggal 9 – 10 April 2016.

IMG_0401

             Keilmuan yang diijasahkan dalam PJJ ini adalah ilmu yang langka dan tidak kalah fadillahnya  (manfaat) dibandingkan dengan ilmu-ilmu lainnya. Di dalam acara Milad KWA VII nanti, keilmuan ini akan diijsahkan dengan mahar yang lebih rendah daripada di PJJ ini. Adapun Sohibul Ijasah dalam PJJ ini adalah Alumni Program Guru KWA, Senior KWA serta Guru Besar Padepokan, yang tergabung dalam KWA.

                Seperti di tahun lalu (2015) dan dua tahun sebelumnya (2014), PJJ hanya akan dilaksanakan 1 x dan tidakakan ada penambahan gelombang berikutnya. Oleh karena itu pergunakanlah kesempatan baik ini untuk menambah ilmukebatinan Sedulur sekalian.

                Mahar ditetapkan Rp 150.000 untuk setiap keilmuan. Diperbolehkan mengambil lebih dari 1 keilmuan dengan memberitahukan sebelumnya ke Sohibul Ijasah yang bersangkutan. Adapunnama Sohibul Ijasah, nama keilmuan beserta fadillah dari keilmuan yang ada di PJJ adalah sebagai berikut  :

  1. Ki Agus Aleq Kurniawan aka Abine Roro Afrizal (Jepara) –>Aji Idhu Putih

Aji Idhu Putih adalah salah satu ilmu kebal. Kita dapat menahan panasnya logamdengan jilatan ludah saja.Hebat kan,tapi tingkat keberhasilan dari ritual ini mayoritas tergantung pada keikhlasan dan keyakinan dari sang pelaku yang mengamalkannya. Apabila ilmu ini berhasil Anda kuasai, Insya Allah logampanas jenis apapun itu akan bisa Anda jilat dangan leluasa tanpa merasakan rasa panas sedikitpun.

  1. Ki AgengBayuPenanggungan (Jakarta) –>IlmuAsmak Raja Harimau Tingkat I  (ada 5 tingkat)

Fadillahnya untuk berbagai keperluan  :  pengobatan, pemagaran, kekuatan, kemandirian, kewibawaan, keperkasaan, penaklukan musuh dan lain sebagainya. Penggunaannya bisa anda gunakan dengan banyak media, misalnya air, telur, batu akik dll.

Khodam Asmak Raja Harimau ini Insya Allah akan datang ke anda. Mohon diamalkan untuk menebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan bijaksana dan tidak melanggar hukum.

  1. Ki DaengPangruktiWisesa (Bekasi)  –>AsmaTunggulManik

Asma Tunggul Manik merupakan keilmuan yang tersohor pada zaman-nya bagi para jawara. Keilmuan ini bermanfaat untuk keselamatan bagi pengamalnya, selain untuk kekebalan tubuh, juga dapat dipergunakan sebagai pagar gaib, melapisi tubuh, anti santet dan bahkan bisa merasakan/melihat adanya makhluk ghaib pada tempat tertentu.

  1. Ki Rakamas Jaludro (Sidoarjo)
  1. Asmak Suruk Jagat

Asma Suruk Jagat ini merupakan inti sari dari semua ilmu hikmah dan kunci rahasia dari segala keilmuan yang mampu menghubungkan antara pengamal dengan semua ilmuapapun, baik yang bersifat kejadukan, kanuragan, dayatarik, dayatolak, hikmah, energi alam, benda ataupun azimah.

Cara menggunakan ilmu ini untuk berbagai keperluan simpel sekali, yaitu dengan merubah energi asmak ini menjadi bola energi atau cahaya sesuai keperluan masing-masing. Tanda-tanda manjingny ailmu ini ada rasa kebahagiaan dan ketenangan serta visual lebih jelas. Dengan asmak ini kita tidak perlu repot lagi dengan mengamalkan ilmulain, yang masih ribet dengan tata laku ritual.

  1. Ilmu Semula JadiAsmak Malaikat Hafadhoh

Asma kini adalah rahasia dan simpanan para kiai yang memang mempunyai sifat khusus dan berfungsi untuk kekekuatan, perlindungan dan keselamatan, baik dari benda tajam dan tumpul dengang ridho Alloh.

Ilmu ini butuh penyelarasan sebelum mengamalkan dan menggunakannya, yang mana penyelarasan tersebut antara lain untuk  sambung sanad keilmuan sekaligus ijin mengamalkan keilmuan pada para wali yang pertama kali menciptakan dan mengamalkan asmak ini.

  1. Ki Gede Panembahan Suntika Penanggungan (Tangerang) –>Syahadat Pemuka Alam dan Kalimah Pambeber

Syahadat dan kalimah ini adalah warisan karuhun tanah pasundan.  Insya Allah berfadillahuntuk membuka hijab dan membeber alam ghaib dan memiliki khadam pendamping.

  1. Ki Sudjono  Kahfi  (Sidoarjo)  –>  Ilmu Pelemah Amarah Orang

Fadillahnya khusus untuk meredam dan melemahkan amarah seseorang.  Jika seseorang akan marah maka begitu bertemu dengan pengamal ilmu ini ia akan lemah dan segan. Apabila pengamal ilmu ini masuk ke hutan, maka binatang buas/ular akan segan kepadanya.

  1. Lintang Kusumo  (Yogyakarta)  –>Tameng Pamungkas  (ada 3 tingkat)

Ilmu yang dibuat khusus untuk acara Milad KWA VII dan masih “fresh from oven” dari Guru Besar Padepokan Haryo Kusumo. Ilmu Tameng Pamungkas berfungsi untuk proteksi dengan proteksi berbentuk naga putih, yang akan memproteksi dari serangan negatif ataupun serangan langsung dari orang yang berniat jahat.

Untuk tingkat paling tinggi (tk 3) akan bisa menahan serangan langsung dan mementalkan yang menyerang. Dan begitu juga seandainya ada “kiriman” akan langsung berbalik ke pengirim tanpa kita ketahui siapa pengirimnya. Semua atas izin Allah semata.

  1. Shang Jalak Jiwo (Semarang) –>AjiPuserBumi

AjiPuserBumiiniberasaldarienergialam yang akan berpusat pada diri kita. Energinya melingkar seperti pusaran yang melingkar, baik dari atas maupun dari bawah. Energi puser bumi bisa dibandingkan dengan asma keilmuan lainnya.

 Selain itu Insya Allah, ilmu ini berfungsi untuk menghalau santet, untuk pengamanan bila masuk ke tempat angker (wingit), memperlancar rejeki, mematahkan/menaikkan sebuah perusahaan.

*****************************************************

 PJJ akan dilaksanakan pada  :

Hari, Tanggal    :  Senin Kliwon,  15  Februari  2016

Waktu                  :  Pukul  22:00 WIB  – selesai

Tempat                :  Di kediaman masing-masing


*****************************************************

 Persiapan yang perludilakukanolehPenerimaIjasah  :

  1. Sediakan ruangan yang bersih, lebih bagus kalau di tempat terbuka
  2. Ruangan harus tenang dan tidak berisik
  3. Cahaya ruangan remang-remang
  4. Posisi duduk bersila (posisimeditasi)

Mahar dapat ditransfer ke nomor rekening BCA 274 116 0937  a/n  BayuWicoroDjati, SH. Setelah melakukan transfer konfirmasikan transfer melalui SMS kenomor HP 0877 7557 3775 beserta data diri yang berisi  :

  • Nama Lengkap
  • Tempat, TanggalLahir
  • Nama IbuKandung
  • Keilmuan yang dipilih

Untuk informasi lebih lanjut mengenai keilmuan dalam PJJ ini, dapat menghubungi Sohibul Ijasahny amasing-masing (Telpon/SMS/Whatsapp)  :

  1. Ki AgusAleqKurniawan aka Abine Roro Afrizal (08813865803)
  2. Ki AgengBayuPenanggungan aka AnyabreaValentine (0877 7557 3775)
  3. Ki Daeng Pangrukti Wisesa (08158039992)
  4. Ki Rakamas Jaludro (0888 5009 569)
  5. Ki Gede Panembahan Suntika Penanggungan aka Suhu Bobby Kinasih (0856 9599 1274)
  6. Ki SudjonoKahfi  (0877 0285 3596)
  7. LintangKusumo (0878 8299 3890)
  8. Shang JalakJiwo aka Ken Thol Phamungkas (089503777508)

@@@

Categories: MILAD KWA 2016 | 29 Komentar

RITUAL WIRID DAN DZIKIR DI BERBAGAI TAREKAT


sulukTarekat (Bahasa Arab: طرق, transliterasi: Tariqah) berarti “jalan” atau “metode”, dan mengacu pada aliran kegamaan tasawuf atau sufisme dalam Islam. Ia secara konseptual terkait dengan ḥaqīqah atau “kebenaran sejati”, yaitu cita-cita ideal yang ingin dicapai oleh para pelaku aliran tersebut. Seorang penuntut ilmu agama akan memulai pendekatannya dengan mempelajari hukum Islam, yaitu praktik eksoteris atau duniawi Islam, dan kemudian berlanjut pada jalan pendekatan mistis keagamaan yang berbentuk ṭarīqah. Melalui praktik spiritual dan bimbingan seorang pemimpin tarekat, calon penghayat tarekat akan berupaya untuk mencapai ḥaqīqah(hakikat, atau kebenaran hakiki).

Kata tarekat berasal dari bahasa Arab thoriqoh, jamaknya thoraiq, yang berarti: (1) jalan atau petunjuk jalan atau cara, (2) Metode, system (al-uslub), (3) mazhab, aliran, haluan (al-mazhab), (4) keadaan (al-halah), (5) tiang tempat berteduh, tongkat, payung (‘amud al-mizalah).

suluk (1)Menurut Al-Jurjani ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali (740-816 M), tarekat ialah metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah Ta’ala melalui tahapan-tahapan/maqamat.

Dengan demikian tarekat memiliki dua pengertian, pertama ia berarti metode pemberian bimbingan spiritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan diri dengan Tuhan. Kedua, tarekat sebagai persaudaraan kaum sufi (sufi brotherhood) yang ditandai dengan adannya lembaga formal seperti zawiyah, ribath, atau khanaqah.

Bila ditinjau dari sisi lain tarekat itu mempunyai tiga sistem, yaitu: sistem kerahasiaan, sistem kekerabatan (persaudaraan) dan sistem hirarki seperti khalifah tawajjuh atau khalifah suluk, syekh atau mursyid, wali atau qutub. Kedudukan guru tarekat diperkokoh dengan ajaran wasilah dan silsilah. Keyakinan berwasilah dengan guru dipererat dengan kepercayaan karamah, barakah atau syafa’ah atau limpahan pertolongan dari guru.

Pengertian diatas menunjukkan Tarekat sebagai cabang atau aliran dalam paham tasawuf. Pengertian itu dapat ditemukan pada al-Thoriqoh al-Mu’tabarah al-Ahadiyyah, Tarekat Qadiriyah, thoriqoh Naqsabandriyah, Tarekat Rifa’iah, Tarekat Samaniyah dll. Untuk di Indonesia ada juga yang menggunakan kata tarekat sebagai sebutan atau namapaham mistik yang dianutnya, dan tidak ada hubungannya secara langsung dengan paham tasawuf yang semula atau dengan tarekat besar dan kenamaan. Misalnya Tarekat Sulaiman Gayam (Bogor), Tarekat Khalawatiah Yusuf (Suawesi Selatan) boleh dikatakan hanya meminjam sebutannya saja. Bahkan di Manado ada juga Biara Nasrani yang menggunakan istilah Tarekat, seperti Tarekat SMS Joseph.

Empat tingkatan spiritual

94tarekatKaum sufi berpendapat bahwa terdapat empat tingkatan spiritual umum dalam Islam, yaitu syari’at, tariqah, haqiqah, dan tingkatan keempat ma’rifat yang merupakan tingkatan yang ‘tak terlihat’. Tingkatan keempat dianggap merupakan inti dari wilayah hakikat, sebagai esensi dari seluruh tingkatan kedalaman spiritual beragama tersebut.

Mempelajari tarekat

Muhammad Hasyim Asy’ari sebagaimana dikutip oleh Muhammad Sholikhin, seorang peng-analisis tarekat dan sufi mengatakan bahwa ada delapan syarat dalam mempelajari tarekat:

  • Qashd shahih, menjalani tarekat dengan tujuan yang benar. Yaitu menjalaninya dengan sikap ubudiyyah, dan dengan niatan menghambakan diri kepada Tuhan.
  • Shidq sharis, haruslah memandang gurunya memiliki rahasia keistimewaan yang akan membawa muridnya ke hadapan Ilahi.
  • Adab murdhiyyah, orang yang mengikuti tarekat haruslah menjalani tata-krama yang dibenarkan agama.
  • Ahwal zakiyyah, bertingkah laku yang bersih/sejalan dengan ucapan dan tingkah-laku Nabi Muhammad SAW.
  • Hifz al-hurmah, menjaga kehormatan, menghormati gurunya, baik ada maupun tidak ada, hidup maupun mati, menghormati sesama saudaranya pemeluk Islam, hormat terhadap yang lebih tua, sayang terhadap yang lebih muda, dan tabah atas permusuhan antar-saudara.
  • Husn al-khidmah, mereka-mereka yang mempelajari tarekat haruslah mempertinggi pelayanan kepada guru, sesama, dan Allah SWT dengan jalan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
  • Raf’ al-himmah, orang yang masuk tarekat haruslah membersihkan niat hatinya, yaitu mencari khashshah(pengetahuan khusus) dari Allah, bukan untuk tujuan duniawi.
  • Nufudz al-‘azimah, orang yang mempelajari tarekat haruslah menjaga tekat dan tujuan, demi meraih makrifatkhashshah tentang Allah.

Tujuan

Tujuan tarekat adalah membersihkan jiwa dan menjaga hawa-nafsu untuk melepaskan diri dari pelbagai bentuk ujub, takabur, riya’, hubbud dunya (cinta dunia), dan sebagainya. Tawakal, rendah hati/tawadhu’, ridha, mendapat makrifat dari Allah, juga menjadi tujuan tarekat.

Ada yang menganggap mereka yang menganggap orang-orang sufi dan tarekat sebagai orang yang bersih (shafa) dari kekotoran, penuh dengan pemikiran “dan yang baginya sama saja antara nilai emas dan batu-batuan,” tulis Muhammad Sholikhin dalam bukunya. Ada pula yang menganggap mereka mencapai makna orang yang berkata benar, semulia-mulianya manusia setelah para Nabi sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa (4):69.[2] Namun, Ibnu Taimiyahmengatakan pendapat ini salah sama sekali. Yang benar, adalah “orang-orang yang berijtihad dalam ketaatannya kepada Allah.”

Tarekat-tarekat di Indonesia

Berikut ini adalah Thoriqoh-thoriqoh utama yang ada dan berkembang di Indonesia:

  • Tarekat Alawiyyah
  • Tarekat Idrisiyah
  • Tarekat Khalwatiyah
  • Tarekat Nahdlatul Wathan
  • Tarekat Naqsyabandiyah
  • Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah
  • Tarekat Qodiriyah
  • Tarekat Rifa’iah
  • Tarekat Samaniyah
  • Tarekat Shiddiqiyyah
  • Tarekat Syadziliyah
  • Tarekat Syattariyah
  • Tarekat Tijaniyah

Dan lain sebagainya..

Tumbuhnya tarekat dalam Islam bersamaan dengan kelahiran agama Islam yaitu sejak Nabi Muhammad Saw. diutus menjadi Rasul. Fakta sejarah menunjukkan bahwa pribadi Nabi Muhammad Saw. sebelum diangkat menjadi Rasul telah berulang kali melakukan tahannust dan khalwat di Gua Hira’ di samping untuk mengasingkan diri dari masyarakat Makkah yang sedang mabuk mengikuti hawa nafsu keduniaan. Tahannust dan khalwat Nabi adalah untuk mencari ketenangan jiwa dan kebersihan hati dalam menempuh problematika dunia yang kompleks tersebut. Proses khalwat Nabi yang kemudian disebut tarekat tersebut sekaligus diajarkannya kepada Sayyidina Ali ra. sebagai cucunya. Dan dari situlah kemudian Ali mengajarkan kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya sampai kepada para guru tarekat.

Suluk berarti berzikir terus-menerus mengingat Allah SWT. Baik zikir ismal-dzat atau menyebut Allah, maupun dzikir naif itsbat dengan menyebut La Ila Ha Illa Allah. Dalam Tarekat Naqsyabandiyah, misalnya, zikir suluk terdapat 7 tingkatan. Mula-mula zikir dengan menyebut nama Allah dalam hati sebanyak 5.000 kali sehari semalam. Berikutnya, jemaah menaikkan zikir menjadi 6.000 kali sehari semalam. Kemudian setelah melaporkan perasaan yang dialami dalam berzikir itu, maka dinaikkan zikirnya menjadi 7000. Demikian seterusnya menjadi 8.000, 9.000 hingga 10.000 kali sehari semalam.

Berikut ini adalah rangkuman ritual berbagai wirid dan dzikir di beberapa tarekat sebagaimana yang pernah dimuat di media pejalan ruhani yang dalam istilah tarekat disebut SULUK.

SULUK TAREKAT QODIRIYAH

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani adalah mursyid tarekat Qadiriyah. Sebagaimana dalam silsilah tarekat Qadiriyah yang merujuk pada Sayyidina Ali ra. dan Syaikh Abdul Qadir al-Jilani dan seterusnya adalah dari Nabi Muhammad Saw., dari Malaikat Jibril dan dari Allah SWT.

Tarekat Qadiriyah didirikan oleh Syaikh Abdul Qadir al Jilani (wafat 561 H/1166M) yang bernama lengkap Muhy al-Din Abu Muhammad Abdul Qadir ibn Abi Shalih Zango Dost al-Jilani. Lahir di Jilan tahun 470 H/1077 M dan wafat di Baghdad pada 561 H/1166 M. Dalam usia 8 tahun ia sudah meninggalkan Jilan menuju Baghdad pada tahun 488 H/1095 M. Karena tidak diterima belajar di Madrasah Nizhamiyah Baghdad, yang waktu itu dipimpin Ahmad al-Ghazali, yang menggantikan saudaranya Abu Hamid al-Ghazali. Tapi, al-Ghazali tetap belajar sampai mendapat ijazah dari gurunya yang bernama Syaikh Abu Yusuf al-Hamadani (440-535 H/1048-1140 M) di kota yang sama itu sampai mendapatkan ijazah.

Pada tahun 521 H/1127 M, dia mengajar dan berfatwa dalam semua madzhab pada masyarakat sampai dikenal masyarakat luas. Selama 25 tahun Syaikh Abdul Qadir al-Jilani menghabiskan waktunya sebagai pengembara sufi di Padang Pasir Iraq dan akhirnya dikenal oleh dunia sebagai tokoh sufi besar dunia Islam. Selain itu dia memimpin madrasah dan ribath di Baghdad yang didirikan sejak 521 H sampai wafatnya di tahun 561 H. Madrasah itu tetap bertahan dengan dipimpin anaknya Syaikh Abdul Wahab (552-593 H/1151-1196 M), diteruskan anaknya Syaikh Abdul Salam (611 H/1214 M). Juga dipimpin anak kedua Syaikh Abdul Qadir al-Jilani, Syaikh Abdul Razaq (528-603 H/1134-1206 M), sampai hancurnya Baghdad pada tahun 656 H/1258 M.

Sejak itu tarekat Qadiriyah terus berkembang dan berpusat di Iraq dan Syria yang diikuti oleh jutaan umat yang tersebar di Yaman, Turki, Mesir, India, Afrika dan Asia. Namun meski sudah berkembang sejak abad ke-13, tarekat ini baru terkenal di dunia pada abad ke 15 M. Di India misalnya, baru berkembang setelah Syaikh Muhammad Ghawsh (w. 1517 M) juga mengaku keturunan Syaikh Abdul Qadir al-Jilani. Di Turki oleh Ismail Rumi (w 1041 H/1631 M) yang diberi gelar (mursyid kedua). Sedangkan di Makkah, tarekat Qadiriyah sudah berdiri sejak 1180 H/1669 M.

Tarekat Qadiriyah ini dikenal luwes. Yaitu bila murid sudah mencapai derajat syaikh, maka murid tidak mempunyai suatu keharusan untuk terus mengikuti tarekat gurunya. Bahkan dia berhak melakukan modifikasi tarekat yang lain ke dalam tarekatnya. Hal itu seperti tampak pada ungkapan Syaikh Abdul Qadir al-Jilani sendiri, “Bahwa murid yang sudah mencapai derajat gurunya, maka dia jadi mandiri sebagai syaikh dan Allah-lah yang menjadi walinya untuk seterusnya.”

Mungkin karena keluwesannya tersebut, sehingga terdapat puluhan tarekat yang masuk dalam kategori Qadiriyah di dunia Islam. Seperti Banawa yang berkembang pada abad ke-19, Ghawtsiyah (1517), Junaidiyah (1515 M), Kamaliyah (1584 M), Miyan Khei (1550 M), Qumaishiyah (1584), Hayat al-Mir, semuanya di India. Di Turki terdapat tarekat Hindiyah, Khulusiyah, Nawshahi, Rumiyah (1631 M), Nablusiyah, Waslatiyyah. Dan di Yaman ada tarekat Ahdaliyah, Asadiyah, Mushariyyah, ‘Urabiyyah, Yafi’iyah (718-768 H/1316 M) dan Zayla’iyah. Sedangkan di Afrika terdapat tarekat Ammariyah, Bakka’iyah, Bu’Aliyyah, Manzaliyah dan tarekat Jilala, nama yang biasa diberikan masyarakat Maroko kepada Syaikh Abdul Qadir al-Jilani. Jilala dimasukkan dari Maroko ke Spanyol dan diduga setelah keturunannya pindah dari Granada, sebelum kota itu jatuh ke tangan Kristen pada tahun 1492 M dan makam mereka disebut “Syurafa Jilala”.

Dari ketaudanan Nabi dan sahabat Ali ra. dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT tersebut, yang kemudian disebut tarekat, maka tarekat Qadiriyah menurut ulama sufi juga memiliki tujuan yang sama. Yaitu untuk mendekat dan mendapat ridho dari Allah SWT. Oleh sebab itu dengan tarekat manusia harus mengetahui hal-ikhwal jiwa dan sifat-sifatnya yang baik dan terpuji untuk kemudian diamalkan, maupun yang tercela yang harus ditinggalkannya.

Misalnya dengan mengucapkan kalimat tauhid, dzikir “Laa ilaha Illa Allah” dengan suara nyaring, keras (dhahir) yang disebut (nafi istbat) adalah contoh ucapan dzikir dari Syaikh Abdul Qadir al-Jilani dari Sayidina Ali bin Abi Thalib ra., hingga disebut tarekat Qadiriyah. Selain itu dalam setiap selesai melaksanakan shalat lima waktu (Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya’ dan Subuh), diwajibkan membaca istighfar tiga kali atau lebih, lalu membaca shalawat tiga kali, Laa ilaha illa Allah 165 (seratus enam puluh lima) kali. Sedangkan di luar shalat agar berdzikir semampunya.

Dalam mengucapkan lafadz Laa pada kalimat “Laa Ilaha Illa Allah” kita harus konsentrasi dengan menarik nafas dari perut sampai ke otak. Kemudian disusul dengan bacaan Ilaha dari arah kanan dan diteruskan dengan membaca Illa Allah ke arah kiri dengan penuh konsentrasi, menghayati dan merenungi arti yang sedalam-dalamnya, dan hanya Allah SWT-lah tempat manusia kembali. Sehingga akan menjadikan diri dan jiwanya tentram dan terhindar dari sifat dan perilaku yang tercela.

Menurut ulama sufi (al-Futuhat al-Rubbaniyah), melalui tarekat mu’tabarah tersebut, setiap muslim dalam mengamalkannya akan memiliki keistimewaan, kelebihan dan karomah masing-masing. Ada yang terkenal sebagai ahli ilmu agama seperti sahabat Umar bin Khattab ra., ahli syiddatil haya’ sahabat Usman bin Affan ra., ahli jihad fisabilillah sahabat Hamzah ra. dan Khalid bin Walid ra., ahli falak Zaid al-Farisi ra., ahli syi’ir Hasan bin Tsabit ra., ahli lagu Al Qur’an sahabat Abdillah bin Mas’ud ra. dan Ubay bin Ka’ab ra., ahli hadis Abi Hurairah ra., ahli adzan sahabat Bilal ra. dan Ibni Ummi Maktum ra., ahli mencatat wahyu dari Nabi Muhammad Saw. adalah sahabat Zaid bin Tsabit ra., ahli zuhud Abi Dzarr ra., ahli fiqh Mu’ad bin Jabal ra., ahli politik peperangan sahabat Salman al-Farisi ra., ahli berdagang adalah Abdurrahman bin A’uf ra. dan sebagainya.

Untuk mengamalkan tarekat Qadiriyah, harus melalui tahapan-tahan seperti; pertama, adanya pertemuan guru (syaikh) dan murid, murid mengerjakan shalat dua raka’at (sunnah muthalaq) lebih dahulu, diteruskan dengan membaca surat al-Fatihah yang dihadiahkan kepada Nabi Muhammad Saw. Kemudian murid duduk bersila di depan guru dan mengucapkan istighfar, lalu guru mengajarkan lafadz Laa ilaha Illa Allah, dan guru mengucapkan “infahna binafhihi minka” dan dilanjutkan dengan ayat mubaya’ah (QS. Al-Fath 10).

Kemudian guru mendengarkan kalimat tauhid (Laa Ilaha Illa Allah) sebanyak tiga kali sampai ucapan sang murid tersebut benar dan itu dianggap selesai. Kemudian guru berwasiat, membai’at sebagai murid, berdoa dan minum.

Kedua, tahap perjalanan. Tahapan kedua ini memerlukan proses panjang dan bertahun-tahun. Karena murid akan menerima hakikat pengajaran, ia harus selalu berbakti, menjunjung segala perintahnya, menjauhi segala larangannya, berjuang keras melawan hawa nafsunya dan melatih dirinya (mujahadah-riyadhah) hingga memperoleh dari Allah seperti yang diberikan pada para nabi dan wali.

Tarekat (thariqah) secara harfiah berarti “jalan” sama seperti syari’ah, sabil, shirath dan manhaj. Yaitu jalan menuju kepada Allah guna mendapatkan ridho-Nya dengan mentaati ajaran-Nya. Semua perkataan yang berarti jalan itu terdapat dalam Al Qur’an, seperti QS. Al-Jin:16, “Kalau saja mereka berjalan dengan teguh di atas thariqah, maka Kami (Allah) pasti akan melimpahkan kepada mereka air (kehidupan sejati) yang melimpah ruah”.

Istilah thariqah dalam perbendaharaan kesufian, merupakan hasil makna semantik perkataan itu, semua yang terjadi pada syari’ah untuk ilmu hukum Islam. Setiap ajaran esoterik/bathiniah mengandung segi-segi eksklusif. Jadi, tak bisa dibuat untuk orang umum (awam). Segi-segi eksklusif tersebut misalnya menyangkut hal-hal yang bersifat “rahasia” yang bobot keruhaniannya berat, sehingga membuatnya sukar dimengerti. Oleh sebab itu mengamalkan tarekat itu harus melalui guru (mursyid) dengan bai’at dan guru yang mengajarkannya harus mendapat ijazah, talqin dan wewenang dari guru tarekat sebelumnya. Seperti terlihat pada silsilah ulama sufi dari Rasulullah Saw., sahabat, ulama sufi di dunia Islam sampai ke ulama sufi di Indonesia.

Dalam dunia tasawuf, olah spiritual riyadhah memiliki dimensi yang sangat luas. Apalagi olah spiritual itu menyangkut dimensi yang tak tersentuh oleh indera. Jiwa, hati, dan nafsu adalah merupakan satu dari rahasia Allah yang terus coba digali oleh para pencari kebenaran.

Banyak bentuk diungkapkan guna memperjelas jalan dan mempertegas alur menuju kemurnian tauhid dan ketulusan ubudiyah. Termasuk ikhtiar yang dilakukan melalui berbagai bentuk untuk mendapatkan hakikat makna kehidupan dan arti hubungan antara seorang hamba dan Sang Khalik.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, yang dijuluki pemimpin para wali Allah (quthb al-auliya), menuangkan gagasan dan hasil kontemplasi dalam salah satu kitabnya yang bertajuk Al-Fath Ar-Rabbani Wa Al-Faidl Ar-Rahmani.

Kitab ini memuat tentang olah spiritual dalam rangka mencari keridhaan Allah SWT. Nasehat-nasehat yang tertuang dalam 62 dua majelis. Tema-tema yang diangkat berputar pada cara mengelola dan mendidik jiwa, hawa nafsu, dan membersihkan hati.

Perkara yang perlu ditekankan pertama kali adalah memahami arti tauhid yang merupakan inti dari ajaran agama. Al-Jailani menegaskan, berpaling kepada Allah SWT ketika takdir turun berarti ketiadaan agama, tauhid nihil, dan sirnalah arti tawakal dan keikhlasan. Akal manusia tidak mampu mencerna bagaimana dan kenapa Allah menakdirkan sesuatu kepada hamba-Nya. Bahkan, seringkali akal sehat dan hati kecil manusia menentang dan tidak rela dengan ketentuan yang telah diberikan kepadanya.

Oleh karena itu, Al-Jailani memberikan nasehat agar terhindar dari keburukan nafsu dengan cara terus melatih dan menempanya. Tatkala nafsu berhasil ditaklukkan maka segalanya akan menjadi baik dan berada dalam koridor kebaikan selalu. Nafsu pun akan selaras dengan segala bentuk ketaatan dengan meninggalkan maksiat. Sebagaiman firman Allah, “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.” (QS. Al-Fajr: 27- 28).

Al-jailani meminta agar tetap menjaga kemurnian hati, jika hati baik maka seluruh tindakan akan baik pula seperti yang disabdakan Rasulullah dalam hadis berikut: “Ada segumpal darah di tubuh anak Adam yang apabila dia baik, maka seluruh jasadnya akan baik pula. Dan jika hatinya rusak, maka rusaklah semua jasadnya, yaitu hati.” Agar hati selalu terjaga maka ketakwaan, tawakal, tauhid dan ikhlas beramal untuk Allah semata penting ditekankan. Selama perkara tersebut ditanamkan maka niscaya hati akan terhindar dari kerusakan.

SULUK TAREKAT NAQSYABANDIYAH

Seperti tarekat-tarekat yang lain, Tarekat Naqsyabandiyah juga mempunyai sejumlah tata-cara peribadatan, teknik spiritual dan ritual tersendiri. Memang dapat juga dikatakan bahwa Tarekat Naqsyabandiyah terdiri atas ibadah, teknik dan ritual, sebab demikianlah makna asal dari istilah thariqah, “jalan” atau “marga”. Hanya saja kemudian istilah itu pun mengacu kepada perkumpulan orang-orang yang mengamalkan “jalan” tadi.

Tarekat Naqsyabandiyah, sebagai tarekat terorganisasi, punya sejarah dalam rentangan masa hampir enam abad, dan penyebaran yang secara geografis meliputi tiga benua. Maka tidaklah mengherankan apabila warna dan tata cara Naqsyabandiyah menunjukkan aneka variasi mengikuti masa dan tempat tumbuhnya. Adaptasi terjadi karena keadaan memang berubah, dan guru-guru yang berbeda telah memberikan penekanan pada aspek yang berbeda dari asas yang sama, serta para pembaharu menghapuskan pola pikir tertentu atau amalan-amalan tertentu dan memperkenalkan sesuatu yang lain. Dalam membaca pembahasan mengenai berbagai pikiran dasar dan ritual berikut, hendaknya selalu diingat bahwa dalam pengamalannya sehari-hari variasinya tidak sedikit.

Pada zaman Sayyidina Abu Bakar as-Shiddiq ra. hingga zaman Syaikh Abu Yazid al-Busthami, tarekat ini dikenal dengan nama Shiddiqiyyah, amalan khususnya adalahdzikir khafi (dzikir dalam hati). Ketika dikenal dengan nama Taifuriyah, tarekat ini mengedepankan tema khusus yakni cinta dan makrifat. Periode setelahnya, Khwajaganiyah, Tarekat Naqsyabandiyah diperkuat dengan delapan asas yang dirumuskan oleh Syaikh ‘Abd al-Khaliq Ghujdawani. Lalu, pada zaman ketika Naqsyabandiyah mulai menjadi nama tarekat ini, Syaikh Baha’uddin Naqsyabandimenambahkan 3 asas lagi. Asas-asas ini disebutkan satu per satu dalam banyak risalah, termasuk dalam dua kitab pegangan utama para penganut Khalidiyah, Jami al-‘Ushul Fi al-‘Auliya. Kitab karya Syaikh Ahmad Dhiya’ al-Din Gumusykhanawi itu dibawa pulang dari Makkah oleh tidak sedikit jamaah haji Indonesia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Kitab yang satu lagi, yaitu Tanwir al-Qulub oleh Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi, dicetak ulang di Singapura dan di Surabaya, dan masih dipakai secara luas. Uraian dalam karya-karya ini sebagian besar mirip dengan uraian Syaikh Taj al-Din Zakarya (“Kakek” spiritual dari Syaikh Yusuf Makassar) sebagaimana dikutip Trimingham. Masing-masing asas dikenal dengan namanya dalam bahasa Parsi (bahasa para Khwajagan dan kebanyakan penganut Naqsyabandiyah India).

Asas-asasnya Syaikh ‘Abd al-Khaliq adalah:

  1. Hush dar dam: “sadar sewaktu bernafas”

Suatu latihan konsentrasi: sufi yang bersangkutan haruslah sadar setiap menarik nafas, menghembuskan nafas, dan ketika berhenti sebentar di antara keduanya. Perhatian pada nafas dalam keadaan sadar akan Allah, memberikan kekuatan spiritual dan membawa orang lebih hampir kepada Allah; lupa atau kurang perhatian berarti kematian spiritual dan membawa orang jauh dari Allah (al-Kurdi).

  1. Nazar bar qadam: “menjaga langkah”

Sewaktu berjalan, sang murid haruslah menjaga langkah-langkahnya, sewaktu duduk memandang lurus ke depan, demikianlah agar supaya tujuan-tujuan (ruhani)-nya tidak dikacaukan oleh segala hal di sekelilingnya yang tidak relevan.

  1. Safar dar watan: “melakukan perjalanan di tanah kelahirannya”

Melakukan perjalanan batin, yakni meninggalkan segala bentuk ketidaksempurnaannya sebagai manusia menuju kesadaran akan hakikatnya sebagai makhluk yang mulia. [Atau, dengan penafsiran lain: suatu perjalanan fisik, melintasi sekian negeri, untuk mencari mursyid yang sejati, kepada siapa seseorang sepenuhnya pasrah dan dialah yang akan menjadi perantaranya dengan Allah (Gumusykhanawi)].

  1. Khalwat dar anjuman: “sepi di tengah keramaian”

Berbagai pengarang memberikan bermacam tafsiran, beberapa dekat pada konsep “innerweltliche askese” dalam sosiologi agama Max Weber. Khalwat bermakna menyepinya seorang pertapa, anjuman dapat berarti perkumpulan tertentu. Beberapa orang mengartikan asas ini sebagai “menyibukkan diri dengan terus menerus membaca dzikir tanpa memperhatikan hal-hal lainnya bahkan sewaktu berada di tengah keramaian orang”; yang lain mengartikan sebagai perintah untuk turut serta secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat sementara pada waktu yang sama hatinya tetap terpaut kepada Allah saja dan selalu wara’. Keterlibatan banyak kaum Naqsyabandiyah secara aktif dalam politik dilegitimasikan (dan mungkin dirangsang) dengan mengacu kepada asas ini.

  1. Yad kard: “ingat”, “menyebut”

Terus-menerus mengulangi nama Allah, dzikir tauhid (berisi formula la ilaha illallah), atau formula dzikir lainnya yang diberikan oleh seorang guru, dalam hati atau dengan lisan. Oleh sebab itu, bagi penganut Naqsyabandiyah, dzikir itu tidak dilakukan sebatas berjama’ah ataupun sendirian sehabis shalat, tetapi harus terus-menerus, agar di dalam hati bersemayam kesadaran akan Allah yang permanen.

  1. Baz gasyt: “kembali”, “memperbarui”

Demi mengendalikan hati supaya tidak condong kepada hal-hal yang menyimpang (melantur), sang murid harus membaca setelah dzikir tauhid atau ketika berhenti sebentar di antara dua nafas, formula ilahi anta maqsudi wa ridlaka mathlubi (Ya Tuhanku, Engkaulah tempatku memohon dan keridlaan-Mulah yang kuharapkan). Sewaktu mengucapkan dzikir, arti dari kalimat ini haruslah senantiasa berada di hati seseorang, untuk mengarahkan perasaannya yang halus kepada Tuhan semata.

  1. Nigah dasyt: “waspada”

Yaitu menjaga pikiran dan perasaan terus-menerus sewaktu melakukan dzikir tauhid, untuk mencegah agar pikiran dan perasaan tidak menyimpang dari kesadaran yang tetap akan Tuhan, dan untuk memelihara pikiran dan perilaku seseorang agar sesuai dengan makna kalimat tersebut. Al-Kurdi mengutip seorang guru (anonim): “Kujaga hatiku selama sepuluh hari; kemudian hatiku menjagaku selama dua puluh tahun.”

  1. Yad dasyt: “mengingat kembali”

Penglihatan yang diberkahi: secara langsung menangkap Dzat Allah, yang berbeda dari sifat-sifat dan nama-namanya; mengalami bahwa segalanya berasal dari Allah Yang Esa dan beraneka ragam ciptaan terus berlanjut ke tak berhingga. Penglihatan ini ternyata hanya mungkin dalam keadaan jadzbah: itulah derajat ruhani tertinggi yang bisa dicapai.

Asas-asas Tambahan dari Syaikh Baha’uddin Naqsyabandi:

  1. Wuquf-i zamani: “memeriksa penggunaan waktu”

Mengamati secara teratur bagaimana seseorang menghabiskan waktunya. (Al-Kurdi menyarankan agar ini dikerjakan setiap dua atau tiga jam). Jika seseorang secara terus-menerus sadar dan tenggelam dalam dzikir, dan melakukan perbuatan terpuji, hendaklah berterima kasih kepada Allah, jika seseorang tidak ada perhatian atau lupa atau melakukan perbuatan berdosa, hendaklah ia meminta ampun kepada-Nya.

  1. Wuquf-i ‘adadi: “memeriksa hitungan dzikir”

Dengan hati-hati beberapa kali seseorang mengulangi kalimat dzikir (tanpa pikirannya mengembara ke mana-mana). Dzikir itu diucapkan dalam jumlah hitungan ganjil yang telah ditetapkan sebelumnya.

  1. Wuquf-i qalbi: “menjaga hati tetap terkontrol”

Dengan membayangkan hati seseorang (yang di dalamnya secara batin dzikir ditempatkan) berada di hadirat Allah, maka hati itu tidak sadar akan yang lain kecuali Allah, dan dengan demikian perhatian seseorang secara sempurna selaras dengan dzikir dan maknanya. Taj al-Din menganjurkan untuk membayangkan gambar hati dengan nama Allah terukir di atasnya.

Di luar semua asas tersebut, terdapat pula dua kaidah jalan yang diperkenalkan para masyayikh tarekat setelah itu sebagai bekal perjalanan mencapai kebenaran hakiki. Keduanya adalah tarekat nafsani dan tarekat ruhani. Tarekat nafsani, mengambil pendekatan dengan mendidik diri dan menundukkan ke-aku-an, yakni ego yang ada dalam diri manusia. Dalam mengamalkan tarekat ini, seseorang harus melakukan segala sesuatu yang berlawanan dengan kehendak ego. Karenanya ia dimaknai sebagai perang atau jihad dalam diri seorang mukmin. Sedangkan tarekat ruhani berarti pensucian ruh. Hal itu dimaksudkan agar ruh yang telah disucikan mengenali hakikat diri yang sebenarnya, sehingga ego akan menuruti dan mentaatinya.

Tarekat Naqsyabandiyah memiliki tujuan menjadi kekal berkepanjangan dalam memperhambakan diri secara lahir dan batin, serta dalam menghadirkan Allah ke dalam hati. Para sufi yang mengamalkan tarekat ini tidak bertujuan menjadi mulia, kaya, sakti, dan sebagainya, melainkan untuk mendekatkan diri dan mengharap ridha Allah semata.

Dzikir dan Wirid

Teknik dasar Naqsyabandiyah, seperti kebanyakan tarekat lainnya, adalah dzikir yaitu berulang-ulang menyebut nama Tuhan ataupun menyatakan kalimat la ilaha illallah. Tujuan latihan itu ialah untuk mencapai kesadaran akan Tuhan yang lebih langsung dan permanen. Pertama sekali, Tarekat Naqsyabandiyah membedakan dirinya dengan aliran lain dalam hal dzikir yang lazimnya adalah dzikir diam (khafi, “tersembunyi”, atau qalbi, ” dalam hati”), sebagai lawan dari dzikir keras (jahri) yang lebih disukai tarekat-tarekat lain. Kedua, jumlah hitungan dzikir yang mesti diamalkan lebih banyak pada Tarekat Naqsyabandiyah daripada kebanyakan tarekat lain.

Dzikir dapat dilakukan baik secara berjama’ah maupun sendiri-sendiri. Banyak penganutNaqsyabandiyah lebih sering melakukan dzikir secara sendiri-sendiri, tetapi mereka yang tinggal dekat seseorang syaikh cenderung ikut serta secara teratur dalam pertemuan-pertemuan di mana dilakukan dzikir berjama’ah. Di banyak tempat pertemuan semacam itu dilakukan dua kali seminggu, pada malam Jum’at dan malam Selasa; di tempat lain dilaksanakan tengah hari sekali seminggu atau dalam selang waktu yang lebih lama lagi.

Secara keseluruhan, ajaran tarekat Naqsyabandiyah terdiri dari 17 tingkat mata pelajaran. Ke-17 tingkat mata pelajaran tersebut adalah;

  1. Dzikir Ismu Dzat: “mengingat yang Haqiqi”

Pengucapan asma Allah berulang-ulang dalam hati, ribuan kali (dihitung dengan tasbih), sambil memusatkan perhatian kepada Allah semata.

  1. Dzikir Latha’if: “mengingat Asma Allah pada tujuh titik halus pada tubuh”

Seseorang yang berdzikir memusatkan kesadarannya (dan membayangkan nama Allah itu bergetar dan memancarkan panas) berturut-turut pada tujuh titik halus pada tubuh. Titik-titik ini, lathifah (jamak latha’if), adalah;

– qalb (hati), terletak selebar dua jari di bawah puting susu kiri

– ruh (jiwa), selebar dua jari di bawah puting susu kanan

– sirr (nurani terdalam), selebar dua jari di atas puting susu kiri

– khafi (kedalaman tersembunyi), dua jari di atas puting susu kanan

– akhfa (kedalaman paling tersembunyi), di tengah dada

– nafs nathiqah (akal budi), di otak belahan pertama

– kullu jasad, luasnya meliputi seluruh tubuh, bila seseorang telah mencapai tingkat dzikir yang sesuai dengan lathifah terakhir ini, seluruh tubuh akan bergetar dalam Asma Allah.

  1. Dzikir Nafi Itsbat: “mengingat keesaan”

Bacaan perlahan disertai dengan pengaturan nafas, kalimat La Ilaha Illallah, yang dibayangkan seperti menggambar jalan (garis) melalui tubuh. Bunyi La permulaan digambar dari daerah pusar terus ke hati sampai ke ubun-ubun. Bunyi Ilaha turun ke kanan dan berhenti pada ujung bahu kanan. Di situ, kata berikutnya, Illa dimulai dengan turun melewati bidang dada, sampai ke jantung, dan ke arah jantung inilah kata Allah di hujamkan dengan sekuat tenaga. Orang membayangkan jantung itu mendenyutkan nama Allah dan membara, memusnahkan segala kotoran.

  1. Dzikir Wuquf: “diam dengan semata-mata mengingat Allah”

Mengingat Dzat Allah yang bersifat dengan segala sifat sempurna dan suci, atau jauh dari segala sifat kekurangan. Dzikir Wuquf ini dirangkaikan setelah selesai melaksanakan dzikir Ismu Dzat atau dzikir Latha’if, atau dzikir Nafi Itsbat. Pelaksanaan dzikir Wuquf ini sebelum menutup dzikir-dzikir tersebut.

  1. Dzikir Muraqabah Ithla’

Seseorang berdzikir dan ingat kepada Allah SWT bahwa Ia mengetahui keadaan-keadaannya dan melihat perbuatan-perbuatannya, serta mendengar perkataan-perkataannya.

  1. Dzikir Muraqabah Ahadiyatul Af’al

Berkekalannya seorang hamba menghadap serta memandang Allah SWT yang memiliki sifat sempurna serta bersih dari segala kekurangan, serta Maha Berkehendak.

  1. Dzikir Muraqabah Ma’iyah

Berkekalannya seorang hamba yang bertawajjuh serta memandang kepada Allah SWT yang mengintai di mana saja hamba itu berada.

  1. Dzikir Muraqabah Aqrabiyah

Keadaan mengingat betapa dekatnya Allah dengan hamba-Nya.

  1. Dzikir Muraqabah Ahadiyatuzzati

Mengingat sifat Allah yang esa dan menjadi tempat bergantungnya segala sesuatu.

  1. Dzikir Muraqabah Zatissyarfi wal Bahti

Berkaitan dengan sumber timbulnya kesempurnaan kenabian, kerasulan dan ‘ulul azmi, yakni dari Allah semata.

  1. Maqam Musyahadah

Kondisi di mana seseorang berdzikir seolah-olah dalam tahap berpandang-pandangan dengan Allah.

  1. Maqam Mukasyafah

Kondisi di mana seolah terbuka rahasia ketuhanan bagi seseorang yang berdzikir. Bila berdzikir pada maqam ini dilaksanakan dengan baik, sempurna, dan ikhlas, maka seorang hamba akan memperoleh hakikat kasyaf dan rahasia-Nya.

  1. Maqam Muqabalah

Dalam tahap berhadap-hadapan dengan wajah Allah yang wajibul wujud.

  1. Maqam Mukafahah

Tahap ruhaniah seseorang yang berdzikir berkasih sayang dengan Allah. Dalam maqam ini, kecintaan pada selain Allah telah hilang sama sekali.

  1. Maqam Fana’ Fillah

Kondisi di mana rasa keinsanan seseorang melebur ke dalam rasa ketuhanan, serta secara fana melebur dalam keabadian Allah.

  1. Maqam Baqa’ Billah

Pencapaian tahap dzikir, di mana kehadiran hati seorang hamba hanya bersama Allah semata.

  1. Tahlil Lisan

Melaksanakan dzikir Nafi Itsbat yang diucapkan secara kedengaran, atau jahar. Dzikir Tahlil Lisan ini dilaksanakan pada waktu-waktu yang telah ditetapkan oleh syaikh mursyid.

Pembacaan tidaklah berhenti pada dzikir; pembacaan aurad (Indonesia: wirid), meskipun tidak wajib, sangatlah dianjurkan. Aurad merupakan doa-doa pendek atau formula-formula untuk memuja Tuhan dan atau memuji Nabi Muhammad Saw., dan membacanya dalam hitungan sekian kali pada jam-jam yang sudah ditentukan dipercayai akan memperoleh keajaiban, atau paling tidak secara psikologis akan mendatangkan manfaat. Seorang murid dapat saja diberikan wirid khusus untuk dirinya sendiri oleh syaikhnya, untuk diamalkan secara rahasia (diam-diam) dan tidak boleh diberitahukan kepada orang lain; atau seseorang dapat memakai kumpulan aurad yang sudah diterbitkan. Naqsyabandiyah tidak mempunyai kumpulan aurad yang unik. Kumpulan-kumpulan yang dibuat kalangan lain bebas saja dipakai; dan kaum Naqsyabandiyah di tempat yang lain dan pada masa yang berbeda memakai aurad yang berbeda-beda. Penganut Naqsyabandiyah di Turki, umpamanya, sering memakai Al-Aurad Al-Fathiyyah, dihimpun oleh Syaikh Ali Hamadani, seorang sufi yang tidak memiliki persamaan sama sekali dengan kaum Naqsyabandiyah.

SULUK  TAREKAT TIJANIYAH

Sejauh ini Syaikh Ahmad at-Tijani tidak meninggalkan karya tulis tasawuf yang diajarkan dalam tarekatnya. Ajaran-ajaran tarekat ini hanya dapat dirujuk dalam bentuk buku-buku karya murid-muridnya, misalnya Jawahir al-Ma’ani wa Biligh al-Amani fi-Faidhi as-Syekh at-Tijani, Kasyf al-Hijab Amman Talaqqa Ma’a at-Tijani min al-Ahzab, dan As-Sirr al-Abhar fi-Aurad Ahmad at-Tijani. Dua kitab yang disebut pertama ditulis langsung oleh murid at-Tijani sendiri, dan dipakai sebagai panduan para muqaddam dalam persyaratan masuk ke dalam Tarekat Tijaniyah pada abad ke-19.

Meskipun at-Tijani menentang keras pemujaan terhadap wali pada upacara peringatan hari tertentu, dan bersimpati kepada gerakan reformis kaum Wahabi, tetapi dia sendiri tidak menafikan perlunya wali (perantara) tersebut. At-Tijani sangat menekankan perlunya perantara (wali) antara Tuhan dan manusia, yang berperan sebagai wali zaman. Oleh karena itu, buku panduan Tijani kalimatnya dimulai dengan, “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan sarana kepada segala sesuatu dan menjadikan sang Syaikh perantara sarana untuk manunggal dengan Allah”. Dalam hal ini, perantara itu tak lain adalah dia sendiri dan penerusnya. Dan sebagaimana tarekat lain, tarekat ini juga menganjurkan agar anggotanya mengamalkan ajaran dengan menggambarkan wajah syaikh dalam ingatan mereka (rabithah), dan mengikuti seluruh nasehat syaikh dengan tenang.

Tarekat Tijaniyah mempunyai wirid yang sangat sederhana dan wadhifah yang sangat mudah. Wiridnya terdiri dari Istighfar, Shalawat dan Tahlil yang masing-masing dibaca sebanyak 100 kali. Boleh dilakukan dua kali dalam sehari, setelah shalat Shubuh dan Ashar. Wadhifahnya terdiri dari Istighfar (astaghfirullah al-adzim alladzi laa ilaha illa huwa al hayyu al-qayyum) sebanyak 30 kali, Shalawat Fatih (Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad al-fatih lima ughliqa wa al-khatim lima sabaqa, nasir al-haqq bi al-haqq wa al-hadi ila shirat al-mustaqim wa’ala alihi haqqaqadruhu wa miqdaruh al-adzim) sebanyak 50 kali, Tahlil (La ilaaha illallah) sebanyak 100 kali, dan ditutup dengan doa Jauharatul Kamal sebanyak 12 kali.

Pembacaan wadhifah ini juga paling sedikit dua kali sehari semalam, yaitu pada sore dan malam hari, tetapi lebih afdlal dilakukan pada malam hari. Selain itu, setiap hari Jum’at membaca Haylalah, yang terdiri dari dzikir tahlil dan Allah, Allah.. setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam. Dalam hal dzikir ini, at-Tijani menekankan dzikir cepat secara berjama’ah. Beberapa syarat yang ditekankan tarekat ini untuk prosesi pembacaan wirid dan wadhifah: berwudlu, bersih badan, pakaian dan tempat, menutup aurat, tidak boleh berbicara, berniat yang tegas, serta menghadap kiblat.

Satu hal yang penting dicatat dari dzikir Tarekat Tijaniyah — yang  membedakannya dengan tarekat lain — adalah bahwa tujuan dzikir dalam tarekat ini, sebagaimana dalam Tarekat Idrisiyyah, lebih menitikberatkan pada kesatuan dengan ruh Nabi Muhammad Saw., bukan kemanunggalan dengan Tuhan, hal mana merupakan perubahan yang mempengaruhi landasan kehidupan mistik. Oleh karena itu, anggota tarekat ini juga menyebut tarekat mereka dengan sebutan At-Thariqah Al-Muhammadiyyah atau At-Thariqah al-Ahmadiyyah, termanya merujuk langsung kepada nama Nabi Muhammad Saw. Akibatnya, jelas tarekat ini telah memunculkan implikasi yang ditandai dengan perubahan-perubahan mendadak terhadap asketisme dan lebih menekankan pada aktivitas-aktivitas praktis. Hal ini tampak sekali dalam praktik mereka yang tidak terlalu menekankan pada bimbingan yang ketat, dan penolakan atas ajaran esoterik, terutama ekstatik dan metafisis sufi.

Berikut petikan dari kitab As-sirr al-Abhar Ahmad at-Tijani yang menyangkut berbagai tata tertib, aturan dan dzikir dalam tarekat ini:

“Anda haruslah seorang muslim dewasa untuk melaksanakan awrad, sebab hal (awrad) itu adalah karya Tuhannya manusia. Anda harus meminta izin kepada orang tua sebelum mengambil thariqah, sebab ini adalah salah satu sarana untuk wushul kepada Allah. Anda harus mencari seseorang yang telah memiliki izin murni untuk mentasbihkan Anda ke dalam awrad, supaya Anda dapat berhubungan baik dengan Allah.

Anda sebaiknya terhindar sepenuhnya dari awrad lain manapun selain awrad dari Syaikh Anda, sebab Tuhan tidak menciptakan dua hati di dalam diri Anda. Jangan mengunjungi wali manapun, yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, sebab tidak seorang pun dapat melayani dua mursyid sekaligus. Anda harus disiplin dan menjalankan shalat lima waktu dalam jamaah dan disiplin dalam menjalankan ketentuan-ketentuan syari’at, sebab semua itu telah ditetapkan oleh makhluk terbaik (Nabi Muhammad Saw.). Anda harus mencintai Syaikh dan khalifahnya selama hidup Anda, sebab bagi makhluk biasa cinta semacam itu adalah sarana untuk kemanunggalan: dan jangan berfikir bahwa Anda mampu menjaga diri Anda sendiri dari Kreativitas Tuhan Semesta, sebab ini adalah salah satu ciri dari kegagalan.

Anda dilarang untuk memfitnah, atau menimbulkan permusuhan terhadap Syaikh Anda, sebab hal itu akan membawa kerusakan pada diri Anda. Anda dilarang berhenti untuk melantunkan awrad selama hidup Anda, sebab awrad itu mengandung misteri-misteri Sang Pencipta. Anda harus yakin bahwa Syaikh mengatakan kepada Anda tentang kebijakan-kebijakan, sebab itu semua termasuk ucapan-ucapan Tuhan Yang Awal dan Yang Akhir.

Anda dilarang mengkritik segala sesuatu yang tampak aneh dalam thariqah ini, atau Penguasa Yang Adil akan mencabut Anda dari kebijakan-kebijakan.

Jangan melantunkan wirid Syaikh kecuali sesudah mendapat izin dan menjalani pentasbihan (talqin) yang selayaknya, sebab itu keluar dalam bentuk ujaran yang lugu. Berkumpullah bersama untuk wadhifah dan dzikir Jum’at dengan persaudaraan, sebab itu adalah penjagaan terhadap muslihat syetan. Anda dilarang membaca Jauharat al-Kamal kecuali dalam keadaan suci dari hadats, sebab Nabi Muhammad Saw. akan hadir dalam pembacaan ketujuh.

Jangan menginterupsi (pelantunan yang dilakukan oleh) siapa pun, khususnya oleh sesama sufi, sebab interupsi semacam itu adalah cara-cara syetan. Jangan kendur dalam wirid Anda, dan jangan pula menundanya dengan dalih apa pun atau yang lain, sebab hukuman akan jatuh kepada orang yang mengambil wirid lantas meninggalkan sama sekali atau melupakannya, dan dia akan menjadi hancur. Jangan pergi dan mengalihkan awrad tanpa izin yang layak untuk malakukan itu, sebab orang yang melakukan hal itu dan tidak bertaubat niscaya akan sampai kepada kejahatan dan kesengsaraan akan menimpanya. Anda dilarang memberitahukan wirid kepada orang lain kecuali saudara Anda dalam thariqah, sebab itu adalah salah satu pokok etika sains spiritual”.

Setiap tarekat memiliki satu atau lebih doa kekuatan khusus, misalnya Hizb al-Bahr milik Tarekat Syadziliyah, Subhan ad-Daim Isawiyah, Wirid as-Sattar milik Khalwatiyah, Awrad Fathiyyah milik Hamadaniyyah, dan lain-lain. Ciri khusus dari dzikir dan wirid yang menjadi andalan milik penuh tarekat ini adalah Shalawat Fatih dan Jauharat al-Kamal. Mengenai Shalawat Fatih, Syaikh Ahmad at-Tijani mengatakan bahwa dirinya telah diperintahkan untuk mengucapkan doa-doa ini oleh Nabi Muhammad Saw. sendiri. Meskipun pendek, doa itu dianggap mengandung kebaikan dalam delapan jenis: orang yang membaca sekali, dijamin akan menerima kebahagiaan dari dua dunia; juga membaca sekali akan dapat menghapus semua dosa dan setara dengan 6000 kali semua doa untuk memuji kemuliaan Tuhan, semua dzikir dan doa, yang pendek maupun yang panjang, yang pernah dibaca di alam raya. Orang yang membacanya 10 kali, akan memperoleh pahala yang lebih besar dibanding yang patut diterima oleh sang wali yang hidup selama 10 ribu tahun tetapi tidak pernah mengucapkannya. Mengucapkannya sekali setara dengan doa seluruh malaikat, manusia, jin sejak awal penciptaan mereka sampai masa ketika doa tersebut diucapkan, dan mengucapkannya untuk yang kedua kali adalah sama dengannya (yaitu setara dengan pahala dari yang pertama) ditambah dengan pahala dari yang pertama dan yang kedua, dan seterusnya.

Tentang Jauharat al-Kamal, yang juga diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. sendiri kepada Syaikh Ahmad at-Tijani, para anggota tarekat ini meyakini bahwa selama pembacaan ketujuh Jauharat al-Kamal, asalkan ritual telah dilakukan sebagaimana mestinya, Nabi Muhammad Saw. beserta keempat sahabat atau khalifah Islam hadir memberikan kesaksian pembacaan itu. Wafatnya Nabi Muhammad Saw. tidaklah menjadi tirai yang menghalangi untuk selalu hadir dan dekat kepada mereka. Bagi at-Tijani dan anggota tarekatnya, tidak ada yang aneh dalam hal kedekatan ini. Sebab wafatnya Nabi Muhammad Saw. hanya mengandung arti bahwa Beliau tidak lagi dapat dilihat oleh semua manusia, meskipun Beliau tetap mempertahankan penampilannya sebelum Beliau wafat dan tetap ada di mana-mana: dan Beliau muncul dalam impian atau di siang hari di hadapan orang yang disukainya.

Akan tetapi kaum muslim ortodoks membantah penyataan Syaikh Ahmad at-Tijani dan para pengikutnya yang menyangkut pengajaran Nabi Muhammad Saw. ini kepadanya. Sebab jika Nabi Muhammad Saw. secara pribadi mengajari at-Tijani rumusan-rumusan doa tertentu maka itu berarti bahwa Nabi Muhammad Saw. telah “wafat” tanpa menyampaikan secara sempurna pesan kenabiannya, dan mempercayai hal ini sama dengan tindak kekafiran, kufr.

Tentu saja, alasan kaum muslim ortodoks ini masih bisa diperdebatkan, misalnya tanpa bermaksud membela tarekat ini dengan mempertanyakan kembali, apakah betul pengajaran Nabi Muhammad Saw. melalui mimpi itu berarti mengurangi kesempurnaan kenabiannya? Bukankah substansi dari pengajaran itu lebih tertuju kepada perintah bershalawat yang masih dalam bingkai pesan kenabian (syari’at), dan bukan merupakan hal yang baru? Bukankah Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda bahwa mimpi seorang mukmin seperempat puluh enam dari kenabian? Menyangkut pahala pembacaannya, bukankah rahmat dan anugerah Allah yang tak terhingga akan tercurahkan kepada umat Islam yang senantiasa mewiridkan shalawat kepada sang hamba paripurna, kekasih dan pujaan-Nya, Muhammad Rasulullah Saw?

SULUK  TARIKAT KHALWATIYAH

Ajaran tarekat sufi yang disampaikan oleh Syaikh Musthafa ibn Kamal Al-Din Al-Bakri banyak diambil dari sang guru, Syaikh Abdul Latif bin Syaikh Husamuddin Al-Halabi. Berbagai ritual yang dijalankan oleh Syaikh Abdul Latif telah memberi pengaruh pada pemikiran ataupun praktik kehidupan Al-Bakri sehari-hari. Tiga unsur dalam ajaran Al-Bakri-lah yang barangkali turut memberi andil dalam menghidupkan kembali Tarekat Khalwatiyah.

Ketiga unsur tersebut adalah tuntutan kepatuhan yang eksklusif pada tarekat dan disiplin yang ketat dalam menjalankan amalan Khalwatiyah; partisipasi orang awam dalam ritual tarekat; dan ketaatan pada syari’at.

Sebagai tarekat yang berorientasi pada syari’at, Khalwatiyah menekankan penggabungan pengetahuan (‘ilm) dan praktik (‘amal). Ia juga menuntut pengikatan hati (rabth al-qalb) seorang murid kepada guru (syaikh) sedemikian rupa sehingga hubungan antara keduanya harus lebih erat daripada hubungan antara seorang ayah dan anak.

Selain melakukan khalwah (mengasingkan diri), berbagai amalan praktis lainnya yang diajarkan dalam Khalwatiyah adalah berdiam diri (shamt), menjaga diri (sahar), mengingat Allah SWT (dzikir), dan membaca secara berjama’ah (wirid alsattar). Wirid ini merupakan pusat dan puncak ritual Khalwatiyah.

Seperti tarekat sufi lainnya, Tarekat Khalwatiyah juga mengenal sebuah amalan yang disebut Al-Asma’ As-Sab’ah (tujuh nama). Yakni, tujuh macam dzikir atau tujuh tingkatan jiwa yang harus dibaca oleh setiap murid (salik).

Dzikir pertama adalah La Ilaaha Illallah (pengakuan bahwa tiada tuhan selain Allah SWT). Dzikir pada tingkat pertama ini disebut an-Nafs al-Ammarah (nafsu yang bermuara pada keburukan dan amarah). Jiwa pada tingkatan ini dianggap sebagai jiwa yang paling kotor dan selalu menyuruh pemiliknya untuk melakukan perbuatan dosa dan maksiat, seperti mencuri, berzina, membunuh, dan sebagainya.

Kedua, Allah SWT. Pada tingkatan kedua ini disebut an-Nafs al-Lawwamah (jiwa yang menegur). Jiwa ini dianggap sebagai jiwa yang sudah bersih dan selalu menyuruh kebaikan-kebaikan pada pemiliknya serta menegurnya jika ada keinginan untuk melakukan perbuatan-perbuatan buruk.

Ketiga, Huwa (Dia). Dzikir pada tingkatan ketiga ini disebut an-Nafs al-Mulhamah (jiwa yang terilhami). Jiwa ini dianggap yang terbersih dan telah diilhami oleh Allah SWT sehingga bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

Keempat, Haq (Maha Benar). Tingkatan jiwa ini disebut an-Nafs al-Muthma’innah (jiwa yang tenang). Jiwa ini, selain bersih, juga dianggap tenang dalam menghadapi segala problem hidup ataupun guncangan jiwa lainnya.

Kelima, Hayy (Maha Hidup). Dzikir pada tingkatan ini disebut juga dzikir an-Nafs ar-Radliyah (jiwa yang ridha). Jiwa ini semakin bersih, tenang, dan ridha (rela) terhadap apa yang menimpa pemiliknya, karena semua itu semata-mata pemberian Allah SWT.

Keenam, Qayyum (Maha Jaga). Tingkatan jiwa ini disebut juga an-Nafs Mardliyah (jiwa yang diridhai). Jiwa ini semakin bersih, tenang, dan ridha terhadap semua pemberian Allah SWT serta juga mendapatkan keridhaan-Nya.

Ketujuh, Qahhar (Maha Perkasa). Jiwa ini disebut juga an-Nafs al-Kamilah (jiwa yang sempurna). Dan, inilah jiwa terakhir atau puncak jiwa yang paling sempurna yang akan terus mengalami kesempurnaan selama hidup pemiliknya.

Inti dari tujuh tingkatan dzikir tersebut didasarkan kepada ayat-ayat Al Qur’an. Tingkatan pertama didasarkan pada Surah Yusuf ayat 53, ”Sesunguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan.” Tingkatan kedua dari Surah Al-Qiyamah ayat 2, ”Dan, Aku tidak bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali.”

Tingkatan ketiga dari Surah As-Syams ayat 7 dan 8, ”Demi jiwa dan yang menyempurnakannya. Allah SWT mengilhami jiwa tersebut kejahatan dan ketakwaannya.”

Tingkatan keempat dari Surah Al-Fajr ayat 27, ”Wahai jiwa yang tenang.” Tingkatan kelima dan keenam dari Surah Al-Fajr ayat 28, ”Kembalilah kepada Tuhanmu dengan keridhaan dan diridhai.”

Sementara itu, untuk tingkatan ketujuh yang sudah sempurna atau yang berada di atas semua jiwa, secara eksplisit tidak ada dalam Al Qur’an karena kitab suci ini seluruhnya merupakan kesempurnaan dari semua dzikir dan jiwa pemiliknya.

SULUK TARIKAT SYATARIYAH

Bila menyebut sebuah ajaran tarekat, yang paling banyak diajarkan dalam ritualnya adalah dzikir. Dan dzikir adalah salah satu amalan yang paling utama dalam sebuah tarekat. Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah Saw. bersabda, ”Ketahuilah bahwa sesungguhnya dzikir itu akan menenangkan hati. Sebaik-baik dzikir adalah dengan membaca Laa Ilaha Illallah.”

Karena itulah, dzikir dan wirid, untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjadi hal yang paling utama dalam sebuah tarekat. Demikian halnya dengan Tarekat Syattariyah. Dalam ajaran dan ritualnya, tarekat ini juga banyak melafalkan kalimat-kalimat tauhid dan Asmaul Husna sebagai bagian dari wirid dan dzikir.

Para pengikut tarekat ini akan mencapai tujuan-tujuan mistik (kesufian) melalui kehidupan asketisme atau zuhud. Untuk menjalaninya, seseorang terlebih dahulu harus mencapai kesempurnaan pada tingkat akhyar (orang-orang terpilih) dan abrar (orang-orang terbaik) serta menguasai rahasia-rahasia dzikir.

Perkembangan mistik tarekat ini ditujukan untuk mengembangkan suatu pandangan yang membangkitkan kesadaran akan Allah SWT di dalam hati, tetapi tidak harus melalui tahap fana’. Tarekat Syattariyah percaya bahwa jalan menuju Allah SWT itu sebanyak gerak nafas makhluk, tetapi yang paling utama di antaranya adalah jalan yang ditempuh oleh kaum Akhyar, Abrar, dan Syattar. Ketiga kelompok tersebut memiliki metode masing-masing dalam berdzikir dan bermeditasi untuk mencapai intuisi ketuhanan, penghayatan, dan kedekatan terhadap Allah SWT.

Kaum Akhyar melakukannya dengan menjalani shalat dan puasa, membaca Al Qur’an, melaksanakan haji, dan berjihad. Sedangkan, kaum Abrar menyibukkan diri dengan latihan-latihan kehidupan zuhud yang keras, latihan ketahanan menderita, menghindari kejahatan, dan berusaha selalu menyucikan hati. Menurut para tokoh Tarekat Syattariyah, jalan tercepat untuk sampai kepada Allah SWT adalah jalan yang ditempuh oleh kaum Syattar karena mereka memperoleh bimbingan langsung dari roh para wali.

Ada sepuluh aturan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tarekat ini, yaitu tobat, zuhud, tawakal, qana’ah, uzlah, muraqabah, sabar, ridha, dzikir, dan musyahadah (menyaksikan keindahan, kebesaran, dan kemuliaan Allah SWT). Dzikir dalam Tarekat Syattariyah terbagi dalam tiga kelompok yang semuanya menitikberatkan pada pelafalan Asma’ul Husna (nama-nama Allah SWT). Ketiga kelompok tersebut menyebut nama-nama Allah SWT yang berhubungan dengan keagungan-Nya, menyebut nama-nama Allah SWT yang berhubungan dengan keindahan-Nya, dan menyebut nama-nama Allah SWT yang merupakan gabungan dari kedua sifat tersebut.

Para pengikut ajaran Tarekat Syattariyah meyakini bahwa menyebut nama-nama Allah SWT yang berhubungan dengan keagungan-Nya akan menjadikan seorang salik (murid) lebih tunduk kepada-Nya. Nama-nama yang dimaksud adalah Al-Qahhar, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir. Setelah merasakan dirinya semakin tunduk kepada Allah SWT, murid dapat menyebut nama-nama Allah SWT yang berhubungan dengan keindahan-Nya, yaitu Al-Malik, Al-Quddus, dan Al-Alim. Sedangkan, nama-nama Allah SWT yang berhubungan dengan kedua sifat tersebut di atas adalah Al-Mukmin dan Al-Muhaimin.

Menurut aturan Tarekat Syattariyah, pelafalan dzikir dengan menyebut nama-nama Allah SWT harus dilakukan secara berurutan. Artinya, terlebih dahulu menyebut nama-nama yang berhubungan dengan keagungan-Nya, kemudian diikuti dengan nama-nama yang berhubungan dengan keindahan-Nya, dan nama-nama yang merupakan gabungan kedua sifat tersebut.

Proses ini dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang hingga hati menjadi bersih dan semakin teguh dalam berdzikir. Apabila hati telah mencapai tahap seperti itu, ia akan dapat merasakan realitas segala sesuatu, baik yang bersifat jasmani maupun ruhani.

Di dalam tarekat ini, dikenal tujuh macam dzikir muqaddimah, sebagai pelataran atau tangga untuk masuk ke dalam Tarekat Syattariyah, yang disesuaikan dengan tujuh macam nafsu pada manusia. Ketujuh macam dzikir ini diajarkan agar cita-cita manusia untuk kembali dan sampai ke Allah dapat selamat dengan mengendarai tujuh nafsu itu. Ketujuh macam dzikir itu sebagai berikut:

  1. Dzikir thawaf, yaitu dzikir dengan memutar kepala, mulai dari bahu kiri menuju bahu kanan, dengan mengucapkan laa ilaha sambil menahan nafas. Setelah sampai di bahu kanan, nafas ditarik lalu mengucapkan illallah yang dipukulkan ke dalam hati sanubari yang letaknya kira-kira dua jari di bawah susu kiri, tempat bersarangnya nafsu lawwamah.
  2. Dzikir nafi itsbat, yaitu dzikir dengan laa ilaha illallah, dengan lebih mengeraskan suara nafi-nya, laa ilaha, ketimbang itsbat-nya, illallah, yang diucapkan seperti memasukkan suara ke dalam yang Empu-Nya Asma Allah.
  3. Dzikir itsbat faqat, yaitu berdzikir dengan Illallah, Illallah, Illallah, yang dihujamkan ke dalam hati sanubari.
  4. Dzikir Ismu Dzat, dzikir dengan Allah, Allah, Allah, yang dihujamkan ke tengah-tengah dada, tempat bersemayamnya ruh yang menandai adanya hidup dan kehidupan manusia.
  5. Dzikir Taraqqi, yaitu dzikir Allah-Hu, Allah-Hu. Dzikir Allah diambil dari dalam dada dan Hu dimasukkan ke dalam bait al-makmur (otak, markas pikiran). Dzikir ini dimaksudkan agar pikiran selalu tersinari oleh Cahaya Ilahi.
  6. Dzikir Tanazul, yaitu dzikir Hu-Allah, Hu-Allah. Dzikir Hu diambil dari bait al-makmur, dan Allah dimasukkan ke dalam dada. Dzikir ini dimaksudkan agar seorang salik senantiasa memiliki kesadaran yang tinggi sebagai insan Cahaya Ilahi.
  7. Dzikir Isim Ghaib, yaitu dzikir Hu, Hu, Hu dengan mata dipejamkan dan mulut dikatupkan kemudian diarahkan tepat ke tengah-tengah dada menuju ke arah kedalaman rasa.

Ketujuh macam dzikir di atas didasarkan kepada firman Allah SWT di dalam Surat al-Mukminun ayat 17: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu semua tujuh buah jalan, dan Kami sama sekali tidak akan lengah terhadap ciptaan Kami (terhadap adanya tujuh buah jalan tersebut)”. Adapun ketujuh macam nafsu yang harus ditunggangi tersebut, sebagai berikut:

  1. Nafsu Ammarah, letaknya di dada sebelah kiri. Nafsu ini memiliki sifat-sifat berikut:

Senang berlebihan, hura-hura, serakah, dengki, dendam, bodoh, sombong, pemarah, dan gelap, tidak mengetahui Tuhannya.

  1. Nafsu Lawwamah, letaknya dua jari di bawah susu kiri. Sifat-sifat nafsu ini: enggan, acuh, pamer, ‘ujub, ghibah, dusta, pura-pura tidak tahu kewajiban.
  2. Nafsu Mulhimah, letaknya dua jari dari tengah dada ke arah susu kanan. Sifat-sifatnya: dermawan, sederhana, qana’ah, belas kasih, lemah lembut, tawadlu, tobat, sabar, dan tahan menghadapi segala kesulitan.
  1. Nafsu Muthmainnah, letaknya dua jari dari tengah-tengah dada ke arah susu kiri. Sifat-sifatnya: senang bersedekah, tawakkal, senang ibadah, syukur, ridla, dan takut kepada Allah SWT.
  2. Nafsu Radhiyah, letaknya di seluruh jasad. Sifat-sifatnya: zuhud, wara’, riyadlah, dan menepati janji.
  3. Nafsu Mardliyah, letaknya dua jari ke tengah dada. Sifat-sifatnya: berakhlak mulia, bersih dari segala dosa, rela menghilangkan kegelapan makhluk.
  4. Nafsu Kamilah, letaknya di kedalaman dada yang paling dalam. Sifat-sifatnya: Ilmul yaqin, ainul yaqin, dan haqqul yaqin.

Khusus dzikir dengan nama-nama Allah (al-asma’ al-husna), tarekat ini membagi dzikir jenis ini ke dalam tiga kelompok. Yakni;

  1. a) menyebut nama-nama Allah SWT yang berhubungan dengan keagungan-Nya, seperti al-Qahhar, al-Jabbar, al-Mutakabbir, dan lain-lain.
  2. b) menyebut nama Allah SWT yang berhubungan dengan keindahan-Nya seperti, al-Malik, al-Quddus, al-’Alim, dan lain-lain.
  3. c) menyebut nama-nama Allah SWT yang merupakan gabungan dari kedua sifat tersebut, seperti al-Mu’min, al-Muhaimin, dan lain-lain. Ketiga jenis dzikir tersebut harus dilakukan secara berurutan, sesuai urutan yang disebutkan di atas.

Dzikir ini dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang, sampai hati menjadi bersih dan semakin teguh dalam berdzikir. Jika hati telah mencapai tahap seperti itu, ia akan dapat merasakan realitas segala sesuatu, baik yang bersifat jasmani maupun ruhani.

Satu hal yang harus diingat, sebagaimana juga di dalam tarekat-tarekat lainnya, adalah bahwa dzikir hanya dapat dikuasai melalui bimbingan seorang pembimbing spiritual, guru atau syaikh. Pembimbing spiritual ini adalah seseorang yang telah mencapai pandangan yang membangkitkan semua realitas, tidak bersikap sombong, dan tidak membukakan rahasia-rahasia pandangan batinnya kepada orang-orang yang tidak dapat dipercaya. Di dalam tarekat ini, guru atau yang biasa diistilahkan dengan wasithah dianggap berhak dan sah apabila terangkum dalam mata rantai silsilah tarekat ini yang tidak putus dari Nabi Muhammad Saw. lewat Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra, hingga kini dan seterusnya sampai kiamat nanti; kuat memimpin mujahadah Puji Wali Kutub; dan memiliki empat martabat yakni mursyidun (memberi petunjuk), murbiyyun (mendidik), nashihun (memberi nasehat), dan kamilun (sempurna dan menyempurnakan). Secara terperinci, persyaratan-persyaratan penting untuk dapat menjalani dzikir di dalam Tarekat Syattariyah adalah sebagai berikut: makanan yang dimakan haruslah berasal dari jalan yang halal; selalu berkata benar; rendah hati; sedikit makan dan sedikit bicara; setia terhadap guru atau syaikhnya; kosentrasi hanya kepada Allah SWT; selalu berpuasa; memisahkan diri dari kehidupan ramai; berdiam diri di suatu ruangan yang gelap tetapi bersih; menundukkan ego dengan penuh kerelaan kepada disiplin dan penyiksaan diri; makan dan minum dari pemberian pelayan; menjaga mata, telinga, dan hidung dari melihat, mendengar, dan mencium segala sesuatu yang haram; membersihkan hati dari rasa dendam, cemburu, dan bangga diri; mematuhi aturan-aturan yang terlarang bagi orang yang sedang melakukan ibadah haji, seperti berhias dan memakai pakaian berjahit.

Sanad atau Silsilah Tarekat Syattariyah

Sebagaimana tarekat pada umumnya, tarekat ini memiliki sanad atau silsilah para wasithahnya yang bersambungan sampai kepada Rasulullah Saw. Para pengikut tarekat ini meyakini bahwa Nabi Muhammad Saw., atas petunjuk Allah SWT, menunjuk Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. untuk mewakilinya dalam melanjutkan fungsinya sebagai Ahl adz-dzikr, tugas dan fungsi kerasulannya. Kemudian Ali menyerahkan risalahnya sebagai Ahl adz-dzikir kepada putranya, Hasan bin Ali ra., dan demikian seterusnya sampai sekarang. Pelimpahan hak dan wewenang ini tidak selalu didasarkan atas garis keturunan, tetapi lebih didasarkan pada keyakinan atas dasar kehendak Allah SWT yang isyaratnya biasanya diterima oleh sang wasithah jauh sebelum melakukan pelimpahan, sebagaimana yang terjadi pada Nabi Muhammad Saw. sebelum melimpahkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.

Berikut contoh sanad Tarekat Syattariyah yang dibawa oleh para mursyid atau wasithahnya di Indonesia:

Nabi Muhammad SAW kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib, kepada Sayyidina Hasan bin Ali asy-Syahid, kepada Imam Zainal Abidin, kepada Imam Muhammad Baqir, kepada Imam Ja’far Syidiq, kepada Abu Yazid al-Busthami, kepada Syekh Muhammad Maghrib, kepada Syekh Arabi al-Asyiqi, kepada Qutb Maulana Rumi ath-Thusi, kepada Qutb Abu Hasan al-Hirqani, kepada Syekh Hud Qaliyyu Marawan Nahar, kepada Syekh Muhammad Asyiq, kepada Syekh Muhammad Arif, kepada Syekh Abdullah asy-Syattar, kepada Syekh Hidayatullah Saramat, kepada Syekh al-Haj al-Hudhuri, kepada Syekh Muhammad Ghauts, kepada Syekh Wajihudin, kepada Syekh Sibghatullah bin Ruhullah, kepada Syekh Ibnu Mawahib Abdullah Ahmad bin Ali, kepada Syekh Muhammad Ibnu Muhammad, Syekh Abdul Rauf Singkel, kepada Syekh Abdul Muhyi (Safarwadi, Tasikmalaya), kepada Kiai Mas Bagus (Kiai Abdullah) di Safarwadi, kepada Kiai Mas Bagus Nida’ (Kiai Mas Bagus Muhyiddin) di Safarwadi, kepada Kiai Muhammad Sulaiman (Bagelan, Jateng), kepada Kiai Mas Bagus Nur Iman (Bagelan), kepada Kiai Mas Bagus Hasan Kun Nawi (Bagelan) kepada Kiai Mas Bagus Ahmadi (Kalangbret, Tulungagung), kepada Raden Margono (Kincang, Maospati), kepada Kiai Ageng Aliman (Pacitan), kepada Kiai Ageng Ahmadiya (Pacitan), kepada Kiai Haji Abdurrahman (Tegalreja, Magetan), kepada Raden Ngabehi Wigyowinoto Palang Kayo Caruban, kepada Nyai Ageng Hardjo Besari, kepada Kiai Hasan Ulama (Takeran, Magetan), kepada Kiai Imam Mursyid Muttaqin (Takeran), kepada Kiai Muhammad Kusnun Malibari (Tanjunganom, Nganjuk) dan kepada KH Muhammad Munawar Affandi (Nganjuk).

SULUK TARIKAT RIFA’IYAH

Setiap tarekat memiliki amalan dzikir atau wirid. Dzikir dan wirid ini merupakan amalan ‘pokok’ yang harus dilaksanakan oleh setiap anggotanya.

Dalam keseharian, mereka harus menjalankan praktik dzikir atau wirid ini. Umumnya, hal itu dilaksanakan setelah shalat fardhu.

Tentu saja, wirid dan dzikir antara satu tarekat dengan lainnya berbeda-beda. Termasuk dalam hal ‘lelaku’ atau gerakan dzikir ini.

Namun, satu hal yang menjadi kesamaan hampir dalam seluruh tarekat adalah dzikir kalimat tahlil, yakni La ilaha illallah (Tiada Tuhan kecuali Allah). Kalimat ini senantiasa dibaca secara berulang-ulang.

Bentuk lainnya berupa dzikir vokal yang diucapkan secara teratur oleh kaum Rifa’iyah dalam zawiyah mereka. Dalam beberapa cabang Rifa’iyah, para pengikut mengucapkan berbagai doa dan selalu melafalkan nama-nama Allah (Asma’ul Husna). Misalnya, Allah, Hu (Dia), Hayy (Yang Hidup), Haqq (Yang Nyata), Qayyum (Yang Mandiri), Rahman (Yang Pengasih), Rahim (Yang Penyayang), dan lainnya.

Ciri khas Tarekat Rifa’iyah terletak pada dzikirnya. Dzikir kaum Rifa’iyah ini disebut ‘darwis melolong’ karena dilakukan bersama-sama dan diiringi oleh suara gendang yang bertalu-talu. Dzikir tersebut dilakukannya sampai mencapai suatu keadaan.

Saat itu, mereka dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang menakjubkan, misalnya berguling-guling dalam bara api, tetapi tidak terbakar sedikit pun.

Sebelumnya, menurut John L Esposito dalam Ensiklopedia Oxford: Dunia Islam Modern, sebagian kaum Rifa’iyah terkenal karena mengikutkan praktik upacara, seperti menusuk kulit dengan pedang dan makan kaca.

Praktik seperti ini menyebar bersama Tarekat Rifa’iyah hingga ke kepulauan Melayu. Namun, pada masa kini, praktik-praktik tersebut tidak lagi dijalankan oleh para pengikut Rifa’iyah karena dianggap menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.

Di wilayah Sumatera, para pengikut Rifa’iyah memainkan dabus, yaitu menikam diri dengan sepotong senjata tajam yang diiringi dengan dzikir-dzikir tertentu. Dabus dalam bahasa Arab artinya besi yang tajam.

Christian Snouck Hurgronje dalam De Acehers mengatakan, dabus dan rebana yang kerap dimainkan di wilayah Sumatera ini sangat erat hubungannya dengan Tarekat Rifa’iyah.

Debus ini juga berkembang di Tanah Sunda, sebagaimana diungkapkan oleh C. Poensen dalam bukunya, Het Daboes van Santri Soenda. Di Sumatera Barat, kesenian dabus ini dikenal dengan badabuih. Dalam Encyclopedia van Nederlandsch Oost India, disebutkan bahwa perkembangan Tarekat Rifa’iyah ini bersama-sama dengan permainan dabus.

Tiga ajaran dasar

Dalam beberapa cabang, pengikut Rifa’iyah harus mengasingkan diri dan melakukan penyendirian spiritual (khalwat). Praktik ini biasanya dilakukan paling sedikit selama satu pekan pada awal Muharram.

Menurut Sayyid Mahmud Abul Al-Faidl Al-Manufi,Tarekat Rifa’iyah mempunyai tiga ajaran dasar, yaitutidak meminta sesuatu, tidak menolak, dan tidak menunggu.

Sementara itu, menurut Asy-Sya’rani, tarekat ini menekankan pada ajaran asketisme (zuhud) dan makrifat (puncak tertinggi dalam ajaran tasawuf).

Dalam pandangan Syaikh Ar-Rifa’i, sebagaimana diriwayatkan Asy-Sya’rani, asketisme merupakan landasan keadaan-keadaan yang diridhai dan tingkatan-tingkatan yang disunnahkan.

Asketisme adalah langkah pertama orang menuju kepada Allah, mendapat ridha dari Allah, dan bertawakal kepada Allah. “Barangsiapa belum menguasai landasan kezuhudan, langkah selanjutnya belum lagi benar,” kata Syaikh Ar-Rifa’i.

Mengenai makrifat, Syaikh Ar-Rifa’i berpendapat bahwa penyaksian adalah kehadiran dalam makna kedekatan kepada Allah disertai ilmu yakin dan tersingkapnya hakikat realitas-realitas secara benar-benar yakin. Menurutnya, cinta mengantar rindu dendam, sedangkan makrifat menuju kefanaan ataupun ketiadaan diri.

Irhamni MA dalam tulisannya mengenai Syaikh Ahmad Ar-Rifa’i mengungkapkan bahwa pendiri Tarekat Rifa’iyah ini semasa hidupnya pernah mengubah sebuah puisi bertema Cinta Ilahi.

“Andaikan malam menjelang, begitu gairah kalbuku mengingat-Mu. Bagai merpati terbelenggu atau meratap tanpa jemu. Di atasku awan menghujani derita dan putus asa. Di bawahku lautan menggelorai kecewa.

Tanyalah atau biarlah mereka bernyawa. Bagaimana tawanan-Nya bebaskan tawanan lainnya. Sementara dia bisa dipercaya tanpa-Nya. Dan dia tidak terbunuh, kematian itu istirah baginya. Bahkan, dia tidak dapat maaf sampai bebas karenanya.”

Syair di atas merupakan salah satu bentuk asketisme yang dilakukan Syaikh Ahmad Rifa’i dalam mencapai hakikat tertinggi mengenal Allah, yakni makrifat.

SULUK TAREKAT MAWLAWIYAH

Suatu saat Mawlana Syaikh Jalaluddin ar-Rumi tengah tenggelam dalam kemabukannya dalam tarian Sama’, ketika itu seorang sahabatnya memainkan biola dan ney (seruling), beliau mengatakan, “Seperti juga ketika shalat kita berbicara dengan Tuhan, maka dalam keadaan ekstase (mabuk spiritual) para darwis juga berdialog dengan Tuhannya melalui cinta. Musik Sama’ yang merupakan bagian Shalawat atas Baginda Nabi Muhammad Saw adalah merupakan wujud musik cinta demi cinta Nabi Saw dan pengetahuan-Nya.

Rumi mengatakan bahwa ada sebuah rahasia tersembunyi dalam Musik dan Sama’, dimana musik merupakan gerbang menuju keabadian dan Sama’ adalah seperti electron yang mengelilingi intinya bertawaf menuju Sang Maha Pencipta. Semasa Rumi hidup, tarian “Sama” sering dilakukan secara spontan disertai jamuan makanan dan minuman. Rumi bersama teman darwisnya selepas shalat Isya’ sering melakukan tarian sama’ di jalan-jalan kota Konya.

Terdapat beberapa puisi dalam Matsnawi yang memuji Sama’ dan perasaan harmonis alami yang muncul dari tarian suci ini. Dalam bab ketiga Matsnawi, Rumi menuliskan puisi tentang kefanaan dalam Sama’, “Ketika gendang ditabuh seketika itu perasaan ekstase merasuk bagai buih-buih yang meleleh dari debur ombak laut”. Tarian Sama’ ini sebagai tiruan dari keteraturan alam raya yang diungkap melalui perputaran planet-planet.

Perayaan Sama’ dari tarekat Mawlawiyah dilakukan dalam situasi yang sangat sakral dan ditata dalam penataan khusus pada abad ke-17. Perayaan ini untuk menghormati wafatnya Rumi, suatu peristiwa yang Rumi dambakan dan ia lukiskan dalam istilah-istilah yang menyenangkan. Para anggota Tarekat Mawlawiyah belajar menarikan tarian ini dengan bimbingan Mursyidnya. Tarian ini dalam bentuknya sekarang dimulai dengan seorang peniup suling yang memainkan Ney, seruling kayu.

Para penari masuk mengenakan pakaian putih sebagai simbol kain kafan, dan jubah hitam besar sebagai simbol alam kubur dan topi panjang merah atau abu-abu yang menandakan batu nisan. Seorang Syaikh masuk paling akhir dan menghormat para Darwis lainnya. Mereka kemudian balas menghormati. Ketika Syaikh duduk dialas karpet merah menyala yang menyimbolkan matahari senja merah tua yang mengacu pada keindahan langit senja sewaktu Rumi wafat. Syaikh mulai bershalawat untuk Rasulullah Saw yang ditulis oleh Rumi disertai iringan musik, gendang, marawis dan seruling ney.

Peniup seruling dan penabuh gendang memulai musiknya, maka para darwis memulai dengan tiga putaran secara perlahan yang merupakaan simbolisasi bagi tiga tahapan yang membawa manusia menemui Tuhannya. Pada putaran ketiga, Syaikh kembali duduk dan para penari melepas jubah hitamnya dengan gerakan yang menyimbulkan kuburan untuk mengalami “mati sebelum mati”, kelahiran kedua. Ketika Syaikh mengijinkan para penari menari, mereka mulai dengan gerakan perlahan memutar seperti putaran tawaf dan putaran planet-planet mengelilingi matahari.

Ketika tarian hampir usai, maka Syaikh berdiri dan alunan musik dipercepat. Proses ini diakhiri dengan musik penutup dan pembacaan ayat suci Al Qur’an. Sekalipun beberapa gerakan tarian ini pelan dan terasa lambat, tetapi orang-orang yang menyaksikannya mengatakan penampilan ini sangat magis dan menawan. Kedalaman konsentrasi, atau perasaan dzawq dan ketulusan para darwis menjadikan gerakan mereka begitu menghipnotis. Pada akhir penampilan para hadirin diminta untuk tidak bertepuk tangan karena Sama’ adalah sebuah ritual spiritual bukan sebuah pertunjukan seni.

Pada abad ke-17, Tarekat Mawlawiyah dikendalikan oleh kerajaan Utsmaniyah. Meskipun Tarekat Mawlawiyah kehilangan sebagian besar kebebasannya ketika berada dibawah dominasi Ustmaniyah, tetapi perlindungan Sang Raja memungkinkan Tarekat Mawlawiyah menyebar luas ke berbagai daerah dan memperkenalkan kepada banyak orang tentang tatanan musik dan tradisi puisi yang unik dan indah. Pada Abad ke-18, Salim III – seorang Sultan Utsmaniyah – menjadi anggota Tarekat Mawlawiyah dan kemudian dia menciptakan musik untuk upacara-upacara Mawlawi.

Selama abad ke-19, Mawlawiyah merupakan salah satu dari sekitar 19 aliran sufi di Turki dan sekitar 35 kelompok semacam itu di kerajaan Utsmaniyah. Karena perlindungan dari raja mereka, Mawlawi menjadi kelompok yang paling berpengaruh di seluruh kerajaan, dan prestasi kultural mereka dianggap sangat murni. Kelompok itu menjadi terkenal di barat., Di Eropa dan Amerika, pertunjukkan keliling mereka menyita perhatian publik. Selama abad 19, sebuah panggung pertunjukkan yang didirikan di Turki menarik perhatian banyak kelompok wisatawan Eropa yang datang ke Turki.

Pada tahun 1925, Tarekat Mawlawiyah dipaksa membubarkan diri di tanah kelahiran mereka Turki, setelah Kemal Attaturk, pendiri modernisasi Turki melarang semua kelompok darwis lengkap dengan upacara serta pertunjukkan mereka. Pada saat itu makam Rumi di Konya di ambil alih pemerintah dan diubah menjadi museum Negara. Motivasi utama Attatutrk adalah memutuskan hubungan Turki dengan masa pertengahan guna mengintegrasikan Turki dengan dunia modern seperti demokrasi ala barat. Bagi Attaturk, tarekat sufi menjadi ancaman bagi modernisasi Turki.

Hingga saat ini makam Rumi di Konya tetap terpelihara dan dikelola oleh pemerintah Turki sebagai tempat wisata. Meskipun demikian pengunjung yang datang kesana yang terbanyak adalah para peziarah dan bukan wisatawan. Pada tahun 1953 melalui sebuah kesepakatan, pemerintah Turki akhirnya menyetujui tarian Sama’ Tarekat Mawlawiyah dipertontonkan lagi di Konya dengan syarat pertunjukan tersebut bersifat kultural untuk para wisatawan.

Rombongan darwis juga diijinkan untuk berkelana secara internasional. Meskipun demikian secara keseluruhan berbagai aspek sufisme tetap menjadi praktek yang ilegal di Turki dan para sufi banyak diburu sejak Attaturk melarang agama mereka.

@@@

Categories: RITUAL WIRID DAN DZIKIR DI BERBAGAI TAREKAT | 3 Komentar

MILAD KAMPUS WONG ALUS (KWA) KE VII TAHUN 2016


AJANG TERBESAR TAHUNAN PARA PENDEKAR YANG TERGABUNG DALAM KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS DAN JUGA PARA GURU MASTER KWA UNTUK ‘TURUN GUNUNG’ MENDARMABAKTIKAN DIRI KE MASYARAKAT.

milad kwa

====================================

milad kwa 3Assalamu alaikum Warohmatullahu Wabarokatuh.
Dengan Hormat, Kepada Pendiri KAMPUS WONGALUS, Muhammad Wildan, para Pinisepuh, Sesepuh, yang yang kami hormati dan anggota KWA lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Kampus Wong Alus (KWA) adalah blog supranatural terbesar di Indonesia dan telah dikunjungi oleh 62.552.154 orang (data per tanggal 31Januari  2016 pukul 14:17:45 WIB) dengan jumlah kunjungan 20.000- 30.000 orang perhari. (data terlampir)

Untitled

Dengan jumlah kunjungan itu KWA memiliki banyak pembaca setia blog yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Untuk menjalin tali silaturahmi dan saling mengenal diantara para pembaca blog KWA ini maka akan diadakan Milad KWA VI.

Dalam Milad ini akan diadakan kegiatan Bakti Sosial dari seluruh civitas akademika KWA. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh masyarakat umum dan sekitarnya.

Selain sebagai ajang silaturahmi sesama anggota KWA, bagi yang membawa anggota keluarganya dapat menikmati rekreasi di dalam area Puri Maerokoco yang memiliki luas 23,84 Ha dengan anjungan dari 35 daerah kabupaten/ kotamadya Dati II se-Jateng. Selain itu hanya berjarak 15 menit berjalan kaki dari Pantai Marina. Bagi yang membawa keluarga,tersediatempatpenginapan yang murah mulai dari yang bertarifRp50 – 300 rb/kamar/hari. Makanan tersedia24jam non stop di luar area Puri Maerokoco. Jadi bagi yang membawa keluarga tidak perlu khawatir karena semua tetap nyamanbagianggotakeluarga yang tidakmengikuti acara Milad Nasional KWA ini.

Kegiatan Bakti Sosial ini akan diadakan pada :
Hari / Tanggal : Sabtu – Minggu, 9 – 10 April 2016
Waktu : Hari Sabtu Pukul 08:00 – Hari Minggu Pukul 13:00
Tempat : Puri Maerokoco
PRPP (Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan)
Jl. Puri Anjosmoro, Semarang, Jawa Tengah

Taman Wisata Puri Maerokoco
Nama Puri Maerokoco diambil dari salah satu bagian epos Mahabarata yang menceritakan tentang keinginan salah seorang dewi memiliki seribu bangunan hanya dalam waktu satu malam. “Taman Mini” Maerokoco diresmikan pada tahun 1980an oleh Gubernur Ismail. Puri mareokoco merupakan perwujudan dari miniature propinsi jateng yang terletak di sebelah barat PRPP-Tawang Mas, Semarang, 3 km dari Bandara Achmad Yani ke timur atau di jalan lingkar utara kota semarang. Taman ini dibangun pada tahun 1993. Miniatur ini menempati areal seluas 23,84 ha. Yang terdiri dari anjungan-anjungan dari 35 daerah kabupaten/ kotamadya Dati II se-Jateng, dengan desain bercirikan arsitektur khas Jateng. Taman ini diwujudkan dengan pulau yang merupakan gambaran miniatur Jawa Tengah dibatasi oleh laut Jawa dan Samudra Indonesia dan lahan Jawa Barat serta Jawa Timur. Di luar miniatur ini terdapat jalan keliling lebar 6 m yang bisa dipakai untuk kereta mini dan sebagainya.

Puri-maerokocoPuri Maerokoco atau sering disebut Taman Mini Jawa Tengah Indah adalah sebuah objek wisata yang berada di Jalan Yos Sudarso, Semarang, kurang lebih 5 Km dari Tugu Muda, adalah salah satu bagian taman dari kawasan PRPP (Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan) Jawa Tengah. Sebagai Taman Mini Jawa Tengah yang merangkum semua rumah adat yang disebut dengan anjungan dari 35 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. Di dalam rumah-rumah tersebut digelar hasil–hasil industri dan kerajinan yang diproduksi oleh masing-masing daerah. Selain menampilkan rumah-rumah adat, objek wisata ini dilengkapi dengan fasilitas rekreasi air seperti : sepeda air, perahu, juga kereta bagi pengunjung. Dibuka untuk umum dari jam 08.00 sampai 18.00. Dapat dijangkau dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.

AcaraBakti Sosial ini meliputi kegiatan :
1. Donor Darah
2. Pengobatan Non Medis
3. PengobatanMetodeRuqyah
4. PengobatanMetodePijat&Totok
5. PengobatanGurah (Mata, Tubuh)
6. Pembersihan Aura Tubuh
7. Pengisian& Booster Tenaga Dalam
8. Tarot Reading
9. Konsultasiberbagaipermasalahanhidup
10. Pengisian energi ke benda-benda pusaka (keris/tombak, dll)
11. Konsultasi Supranatural semua masalah (rejeki, pengasihan, keselamatan, dll)
12. Pengijasahan Keilmuan secara langsung oleh Sesepuh/Senior/Anggota KWA

SusunanPanitiaMilad KWA VI :

Sohibul Bait :Ki Wongalus / Muhammad Wildan
KetuaPanitia : Ki Ageng Bayu Penanggungan
MC : Bengawan Candhu
SeksiPenggalanganDana &Humas : Ki AgengBayuPenanggungan, Ki IswantoPenanggungan
SeksiPendaftaranPesertaMilad : Takiyan
SeksiPendaftaranAnggota KWA : Garuda99
SeksiPendaftaranPanitia : Ki Daeng Pangrukti
SeksiPendaftaran P B : TeguhParjiyanto, A.A. Kurniawan
SeksiDokumentasi : TeguhParjiyanto
SeksiKomsumsi : Dedy Suhendar
SeksiPerlengkapan : WaKasan
SeksiWara-Wiri : WaKasan
SeksiKeamanan&PenjagaanBarangPeserta : Ki Imam, Ki Adi, Ki SudjonoKahfi, Suhu Bobby

KoordinatorJabodetabek :
1) Anyabrea Valentine/Ki Ageng Bayu Penanggungan (087775573775)

Wilayah Bandung :
1) Ki Selor (0813 3220 4258)

Wilayah Garut :
1) Ki GedePanembahanUsepPenanggungan (0877 2495 7546)

Wilayah Semarang,Salatiga,Solo Raya :
1) Shang JalakJiwo(0895 0377 7508)

Wilayah Jepara, Kudus :
1) AgusAleqKurniawan aka Abine Roro Afrizal(0881 3865 803)

Wilayah DIY dan Magelang :
1) Garuda 99 (081802764393)
2) Ki Taskiyan (085729029789)

Wilayah Jatim :
1) Wa Kasan Mbelink (089672117505)
2) Gus Duro (08885009569)

Dan Berikut kami sampaikan daftar sementara para sohibul ijazah yang berkenan mendarmabaktikan ilmu dan kasepuhannya buat disampaikan dan diberikan kepada para bolo wongalus nusantara.

PengijasahanKeilmuan(Gratis) :
1) …..
2) …..
3) …..

PengijasahanKeilmuan(Berbayar) :
1) …..
2) …..
3) …..
Dana yg diperoleh dari Pengijasahan Berbayar (PB),

sebagian besar akan disumbangkan ke :
Yayasan Al Hidayah (MajelisShalawat, Majelis Mujahadah dan beladiri Al Hikmah)
Jl. Anjasmoro Tengah I No. 9a, Karangayu, Semarang, Jawa Tengah
Lingkup Usaha : Bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam, baik mengaji maupun hadits fiqih.

Sasaran : Orang kurang mampu, anak kolong yang rawan pemurtadan agama
Tujuan : – Melengkapi sarana&prasarana di tempat pengajian tersebut
– Membangun gedung Yayasan AlHidayah menjadi dua tingkat

PelatihanSingkat :
1) …..
2) …..
3) …..
LapakKonsultasi :
1. ….. –>…..
2. ….. –>…..

LapakDagang :
1. ….. –>…..
2. ….. –>…..
3. …..–>…..

Doorprize :
a) ….. –> …..
b) ….. –>…..
c) ….. –>…..

RutekeLokasiMiladVII :

UntKWitled
1. Bandara Achmad Yani (Semarang)
Naiktaxi kePuri MaerokocoRp 30 rb.

2. KeretaApi
Jakarta-Semarang (ekonomi) –>turun di stasiunPoncol
Jakarta-Semarang (bisnis) –>turun di stasiunTawang

Surabaya -Semarang (ekonomi) –>turun di stasiunPoncol
Surabaya -Semarang (bisnis) –>turun di stasiunTawang

3. Bisekonomimaupun AC
Jakarta- Semarang AC/Non AC –>turundi terminal Terboyo
Surabaya – Semarang AC/Non AC –>turundi terminal Terboyo

Naik bus jurusanKarangayuRp 3.500 atau, turun di gerbang PRPP, sambungnaikojek (kalaumau).
Naik bus jurusanBojaRp 5 rb, turun di gerbang PRPP, sambungnaikojek (kalaumau).
3. Kendal dansekitarnya, dapatnaikbis Semarang turun di Terminal Mangkang. Naik bus jurusanKarangayuRp 3.500, turun di gerbang PRPP, sambungnaikojek (kalaumau).

4. Ojek
Dari PoncolRp 30 rb
PasarKarangayuRp 10 rb

Begitusudahsampaidi Puri Maerokoco,adabiayarestribusi :
a. Orang –>Rp7.500/orang
b. Motor –>Rp5.000/malam
c. Mobil –>Rp7.000/malam

Tarifsewapenginapan :
1. Memakai kamar di dalam area PuriMaerokoco :
– Non AC = Rp250 rb/hr
– AC = Rp350 rb/hr
2. Penginapan di luar area PuriMaerokoco
– Sekitaran 10 menitdrlokasiacara : Hotel Siliwangi (Rp 200 rb/hr), dll
– SekitaranStasiunPoncol : Hotel Arjuna (Rp 50 rb/hr), dll

Ataubagi yang inginmenginapekonomis, bisalesehandantidurbersama di pendopo yang telahdisewaolehpanitiamilad.

Perlu kami sampaikandisinibahwaudara diarea Puri Maerokococukuppanas mengingat kota semarang adalah kota yg memiliki pantai. Kami menyarankanuntuk membawa lotion anti nyamuk (mengingat tidak jauh dari lokasi ada areal tambak sehingga banyak nyamuknya), perlengkapanshalatdanobat-obatanpribadi.
Bagi yang tinggal di dalamwilayahJakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi(Jabodetabek) yang akanberangkatkelokasiMiladKampus Wong Alus (KWA) VII di Puri Maerokoco, Semarang, Jawa Tengah padatanggal9 – 10 April 2016, dapatmemilihalternatifperjalanansebagaiberikut :
Pemberangkatan Kolektif (bersama-sama) :
i) Bersama saya menggunakan kendaraan carteran, kapasitas tempat duduk 8 orang. Saweran sudah
termasuk tiket masuk Taman Maerokoco.
Titik penjemputan : di bawah flyover, seberang gedung Wijaya Karya (Wika), Cawang
Saweran : Rp 350 rb/orang

Silahkan datang karena acara ini adalah acara tahunan yang bersifat sosial dengan pengijasahan keilmuan secara gratis ataupun dengan mahar terjangkau. Dan pengumuman diatas silahkan dibaca dengan teliti dan lengkap,demi keamanan kenyaman dan kejelasan perjalanan Panjenengan semuanya. Dan sekalilagi kami ingatkan untuk menyiapkan rencana dan ajukan cuti mulai dari sekarang bila memang diperlukan.

Panitia Milad KWA VII menerima semua bentuk sumbangan baik itu atas nama perorangan, institusi ataupun perusahaan. Sumbangan dapat berbentuk materi, uang, tenaga maupun pikiran.

Panitia juga menerima hibahan berupa benda untuk acara door prize dan menerima siapapun yang berkenan untuk menjadi Sohibul Ijasah yang akan mengijasahkan keilmuannya.


Apabila Sedulur berminat untuk menyumbang, membantu pengijasahan dan menghibahkan untuk pelaksanaan Milad KWA VII ini dapat menghubungi saya:

Anyabrea Valentine aka Ki Ageng Bayu Penanggungan (Alumni Program Guru KWA  Angkatan I, Feb 2013) di nomor 0877 7557 3775.

Wassalamu Alaikum Warohmatullahu Wabarokatuh.

Jakarta, 31 Januari 2016

Ketua Panitia Milad KWA VII,
(Anyabrea Valentine / Ki Ageng Bayu Penanggungan)

Categories: MILAD KWA 2016 | 13 Komentar

UPDATE NAMA-NAMA MASTER KWA FEBRUARI 2016


Assalamualaikum wr wb.

Jajaran pengurus blog KWA telah selesai melaksanakan pelatihan Private MASTER KWA dan peserta mendapatkan gelar penghormatan MASTER KWA 

ANGKATAN XXXX IV/ 44

KI AGENG SATRIA HAYUNINGRAT, — SUMEDANG  — 089679121237

IMG-20160130-WA0016

Mohon doa restu agar beliau bisa berkarya untuk masyarakat dan dengan demikian maka KWA telah memiliki MASTER KWA – ALUMNI PELATIHAN PROGRAM MASTER  KWA sebanyak 44  ANGKATAN.

==============================================

DAFTAR NAMA MASTER KWA

ANGKATAN  I/ 1

  1. KI AGENG BAYU PENANGGUNGAN , Jakarta  0877 7557 3775
  2.  KI AGENG AGUNG PENANGGUNGAN, Kediri    0854 9183 905
  3.  KI AGENG ISLANUDIN PENANGGUNGAN, Indramayu
  4.  KI AGENG AGUS PENANGGUNGAN, Bekasi
  5.  KI AGENG YOHAN PENANGGUNGAN, Cirebon

=============================================

ANGKATAN  II/ 2

  1.  KI AGENG WAN MUHAMMAD PENANGGUNGAN, Malaysia tokkutan@gmail.com

==============================================


Angkatan  III/ 3

  1. KI CAKRA RASYID PENANGGUNGAN, Jakarta 0977 8008 0019
  2. KI CAKRA SARYANTO PENANGGUNGAN, Purworejo 0857 4315 4447
  3. KI CAKRA MELSANOFRI PENANGGUNGAN, Palembang 0812 7854 474
  4. KI CAKRA WASLAN PENANGGUNGAN, Mimika Papua 0852 4490 0456
  5.  KI CAKRA SAMSUL PENANGGUNGAN, Lampung Timur 0812 6601 4575
  6.  KI CAKRA WIDODO PENANGGUNGAN, Pati Jateng 0856 4085 9477
  7. KI CAKRA AKBAR PENANGGUNGAN, Enrekang Sulsel 0819 4426 0882

======================================


ANGKATAN  IV/ 4

  1. KI NENGGALA DEDY PENANGGUNGAN, Jakarta 021 7169 4925
  2. KI NENGGALA CAHYA PENANGGUNGAN, Palembang 0812 7482 7071

===========================================


ANGKATAN  V/ 5 

  1. KI CAHYANTO PASOPATI TROWULAN, Kalimantan Selatan 0858 1414 7433

ANGKATAN  VI/ 6

  1.  KI ONTOREJO MUHAMMAD PENANGGUNGAN, Jambi 0896 9642 6286
  2.  KI ONTOREJO SONI PENANGGUNGAN, Sidoarjo 0856 4848 4545
  3.  KI ONTOREJO ADI PENANGGUNGAN, Tangerang 0813 8172 4964
  4.  KI  ONTOREJO GATOT PENANGGUNGAN, Magelang 0856 4330 1388

=======================================

 

ANGKATAN VII/ 7 

  1.  KI ANOM ‘INDRIAWAN’ PENANGGUNGAN, Pacitan 0823 3156 0636
  2.  KI ANOM ‘TAHIR’ PENANGGUNGAN, Mimika – Papua 0815 4776 614
  3.  KI ANOM ‘MURSALIM PENANGGUNGAN’, Tanah Merah – Papua 0812 8999 8118
  4.  KI BIMO “S.A” PENANGGUNGAN, Surabaya

=============================================

ANGKATAN  VIII/ 8 

  1. KI “LU” KUSUMO YUDHO NEGORO, Jawa Timur
  2. KI “SU” KUSUMO YUDHO NEGORO, Bali
  3. KI “YU” KUSUMO YUDHO NEGORO, Yogyakarta
  4. KI “YA” KUSUMO YUDHO NEGORO, Jakarta 0812 9676 6923
  5. KI “BU” KUSUMO YUDHO NEGORO, Jawa Timur
  6. KI “DODI” KUSUMO YUDHO NEGORO, Bekasi
  7. KI “RO” KUSUMO YUDHO NEGORO, Jawa Barat

============================================

ANGKATAN IX/ 9 

  1. KI KUSUMO ASHARI MONGROGO, Sumatera
  2. KI KUSUMO EKO  MONGROGO, Jakarta
  3. KI KUSUMO S.S MONGROGO, Sumatra

==============================================

ANGKATAN X/ 10

  1. KI RAINAN  SOERJO MENTARAM, Blitar – Jatim, rainan44@gmail.com
  2. KI SUJONO SOERJO MENTARAM, Sidoarjo – Jatim.

Phone 087702853596

=================================

ANGKATAN XI/ 11

  1. KI NAWAWI SUROPATI, Pasuruan, Phone 082334079399
  2. KI IRVAN SUROPATI, Belitung Timur, Phone  081949200806
  3. KI SIGIT SUROPATI, Sidoarjo, Phone 082245301000
  4. KI ZAKI SUROPATI, Malaysia. Phone +60167762132.

======================================

ANGKATAN XII/ 12

  1. KI GEDE PANEMBAHAN SUNTIKA PENANGGUNGAN – TANGERANG – 085780472021

    2. KI GEDE PANEMBAHAN GANDA PENANGGUNGAN – BEKASI – 081297055737


    3. KI GEDE PANEMBAHAN USEP PENANGGUNGAN – GARUT – 087724957546


    4. KI GEDE PANEMBAHAN ISWANTO “SULING” PENANGGUNGAN – SIDOARJO – 085334991908

=======================================

ANGKATAN XIII /13 

  1. HAMBA ALLAH
  2. HAMBA ALLAH
  3. HAMBA ALLAH
  4. HAMBA ALLAH
  5. HAMBA ALLAH
  6. HAMBA ALLAH
  7. HAMBA ALLAH

====================================


ANGKATAN XIV/ 14

  1. KI AGENG SUWIIN TROWULAN– PASURUAN– 082302103075
  2. KI AGENG DONO TROWULAN– PEKALONGAN– 087733416495
  3. KI  AGENG GUNAWAN TROWULAN– JOGJA
  4. KI AGENG PRASETYA TROWULAN –JAKARTA– 087878600863
  5. KI AGENG SARIJAN TROWULAN — PONOROGO — 081332688199
  6. KI AGENG IRAWAN TROWULAN –TEGAL– 085642620113
  7. KI AGENG RISTIAWAN TROWULAN– SEMARANG– 087876102440
  8. KI AGENG ARGO TROWULAN — SEMARANG — 081372675850

==========================================

ANGKATAN XV / 15

  1. KI BACHTARUDIN PENANGGUNGAN, PADANG SUMBAR, 081-1666083
  2. KI SISWANTO PENANGGUNGAN, BANDUNG.

==========================================

ANGKATAN XVI/ 16

  1. KI SURATNO PENANGGUNGAN, LUAR NEGERI (LAOS), 0852054408017 dan CILACAP (081392697466/082242014149)
  2. KI PUJI PENANGGUNGAN, SRAGEN (081226198670).

================================

ANGKATAN XVII/ 17

  1. KI AGENG GIMAN PENANGGUNGAN, Pekanbaru Riau (085272942597)
  2. KI AGENG ANDI PENANGGUNGAN, Jakarta (08111288280)
  3. KI AGENG SUPRIYADI PENANGGUNGAN, Tangerang (0811952698)
  4. KI AGENG HERY PENANGGUNGAN, Sidoarjo (081230008898).

=========================================

ANGKATAN XVIII/ 18

  1. KI AGENG DUNAL JOLOTUNDO, Salatiga (085713339086)
  2. HAMBA ALLAH, Sidoarjo (0816530039)

===========================================

ANGKATAN XIX/ 19

  1. KI AGENG NYOMAN ALIT PENANGGUNGAN, Surabaya (081332332777)
  2. HAMBA ALLAH

============================================

ANGKATAN XX  / 20    ——    9 AGUSTUS 2014

  1. KI ADI PANATAGAMA JOLOTUNDO, Jombang – Jatim
  2. KI TEDDY PANATAGAMA JOLOTUNDO, Berau – Kaltim
  3. KI ROHMAN PANATAGAMA JOLOTUNDO, Makassar, Sulsel

==============================================

ANGKATAN XXI / 21

  1. KI ANDRI PANATAGAMA PENANGGUNGAN

==============================================

ANGKATAN XXII / 22

  1. KI PUNTODEWO BAGUS PENANGGUNGAN, JAKARTA  08997777717
  2. KI PUNTODEWO  S PENANGGUNGAN, Lampung
  3. KI PUNTODEWO KARYANI PENANGGUNGAN, PAPUA, 082197564321

==============================================

ANGKATAN XXIII/ 23

KI SADEWA NURZAKI PENANGGUNGAN, TEGAL 

==============================================

ANGKATAN XXIV/ 24

KI AGENG IMAM PENANGGUNGAN, PONOROGO, PHONE 082230107210

==============================================

ANGKATAN XXV/ 25

  1. KI SASTRO HARTONO PENANGGUNGAN –SOLO
  2. KI SASTRO WIRAWAN PENANGGUNGAN — KALIMANTAN
  3. KI SASTRO SUNARKO PENANGGUNGAN– TULUNGAGUNG

==============================================

ANGKATAN XXVI/  26

KI SUNAN ANWAR PENANGGUNGAN –KALIMANTAN

==============================================

ANGKATAN XXVII/ 27

KI SUNAN IRZAN TROWULAN —– SINGAPORE, Phone +6582181612

==============================================

ANGKATAN XXVIII/ 28

KI AGENG WAHYU JENGGALA — (JAKARTA), 081286008922

KI AGENG FANNY JENGGALA –(TANGERANG)

KI AGENG RIZA JENGGALA — (BANJARMASIN, KALSEL), 08565184403

=============================================

ANGKATAN XXIX/ 29

  1. KI SAMPANG SUGITO, Purwokerto
  2. KI ALFAN JENGGALA, Makassar

==============================================

ANGKATAN XXX/ 30

KI JAKFAR JENGGALA, LAMPUNG

==============================================

ANGKATAN XXXI/ 31

  1. KI AGENG JOHAN PADJADJARAN — SUKABUMI, PHONE 085759332006
  2. KI AGENG BAMBANG BETAWI — JAKARTA, PHONE 087880632722

==========================================

ANGKATAN XXXII/ 32

  1. KI PANEMBAHAN YUS MATARAM (YOGYAKARTA) 
  2. KI PANEMBAHAN RAMLAN MATARAM (KUALA LUMPUR, MALAYSIA) 
  3. KI PANEMBAHAN SHYGIT MATARAM (BANJARNEGARA)

==========================================

ANGKATAN XXXIII/ 33

  1. KI WICAKSONO DONI PENANGGUNGAN — BALIKPAPAN— (08115442754)
  2. KI WICAKSONO JAROT PENANGGUNGAN –LAMPUNG (081279951110)
  3. KI WICAKSONO RUDIANTO PENANGGUNGAN –SULAWESI

==========================================

ANGKATAN XXXIV/  34

SRIKANDI NUSANTARA PENANGGUNGAN —–D.I.Y

==============================================

ANGKATAN XXXV/  35

KI  DAENG ASRUL PENANGGUNGAN ——-MAKASSAR

==============================================

ANGKATAN XXXVI/ 36

KI  SUNAN BAEHAQI PENANGGUNGAN ——- ABU DHABI (UNI EMIRAT ARAB)

=============================================

ANGKATAN XXXVII / 37

KI SULTAN HADI PENANGGUNGAN ———- SINTANG (KALBAR)

=============================================

ANGKATAN XXXVIII / 38

KI JATI AZHAR PENANGGUNGAN — YOGYAKARTA

KI JATI DIMAS PENANGGUNGAN — SIDOARJO

KI JATI WIDIO PENANGGUNGAN — BEKASI

KI JATI ADEN PENANGGUNGAN — BEKASI

=============================================

ANGKATAN XXXIX

RADEN PANGERAN YULIANTO — DEPOK  JABAR (081318005690)

================================

ANGKATAN XXXX / 40

KI WERKUDORO PENANGGUNGAN, DKI JAKARTA

================================

ANGKATAN XXXXI/ 41

KI  EKO SENOPATI BANG WETAN, SURABAYA

=================================

ANGKATAN XXXXII/ 42

KI SUNAN ANOM ABDURRAHMAN,  KUWAIT 

==================================

ANGKATAN XXXXIII/ 43

KI GUSTI NYAWIJI FIAN PENANGGUNGAN – MAKASSAR

KI GUSTI NYAWIJI WAHYU PENANGGUNGAN – BOYOLALI

==================================

ANGKATAN XXXX IV/ 44

KI AGENG SATRIA HAYUNINGRAT, — SUMEDANG  — 089679121237

=======================================

KETUA ALUMNI PROGRAM MASTER KWA 

KI AGENG BAYU PENANGGUNGAN , Jakarta  0877 7557 3775

Terima kasih dan salam paseduluran. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 2 Komentar

DOA NABI YUNUS MENYIBAK TIGA KEGELAPAN


Pada suatu ketika  di hadapat umat, Rasulullah Muhammad SAW  memuji Nabi Yunus AS: “Tidak layak seseorang mengatakan, “Saya (Nabi Muhammad SAW) lebih baik daripada Yunus bin Mata.” (Muttafaq ‘alaih)

Apa keistimewaan Nabi Yunus sehingga disebut-sebut mulia oleh Nabi Muhammad? Marilah kita telusuri.

SURAH YUNUS

Adalah surah ke-10 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada Madinah.

Dalam penggolongan surah, surah Yunus termasuk kategori surah Al-Mi’un, yaitu surah-surah Al-Qur’an yang ayatnya berjumlah seratusan karena surah ini terdiri dari 109 ayat. Namun ada juga yang berpendapat surah ini termasuk golongan surah as-Sab’ut Thiwal atau “Tujuh Surah yang Panjang”.

Dalam mushaf Utsmani, surah ini merupakan surah ke-51 yang diturunkan setelah surah Al-Isra’, surah ke-17 dalam al-Qur’an dan sebelum surah Hud, surah ke-11. Seluruh isi surah ini masuk ke dalam Juz 11 dan diletakkan setelah surah At-Taubah dan sebelum surah Hud. Surah ini terdiri atas 11 ruku’. Sedangkan topik utama yang dibahas dalam surah ini meliputi masalah akidah, iman kepada Allah, kitab-kitab dan rasul-Nya, serta Hari kebangkitan dan pembalasan.

Surah Yunus diawali dengan ayat Mutasyabihat ALI LAM RA dan diakhiri dengan ayat yang membahas perlunya mengikuti aturan Allah dan bersabar baik dalam ketaatan maupun musibah. Surah ini dinamakan Yunus merupakan sebuah simbolikal dan bukan berarti surah ini berisi kisah Nabi Yunus AS. Bahkan, kisah terpanjang dalam surah ini adalah kisah Musa dan Bani Israil dengan Fir’aun yaitu pada ayat 75 hingga 93. Hanya ayat ke-98 dari surah inilah yang menyebut kata “Yunus”.

Ada pendapat dari Ahli Hikmah bahwa ayat 98 merupakan bagian terpenting dari surah ini. Inilah ayat yang bila diwiridkan mampu menghilangkan azab bencana dengan kebahagiaan:

FALAWLAA  KAANAT QARYATUN  AAMANAT, FANAFA’AHAA  IIMAANUHAA  ILLAA  QAWMA YUUNUSA LAMMAA  AAMANUU KASYAFNAA  ‘ANHUM ‘ADZAABA  ALKHIZYI FII ALHAYAATI  ALDDUNYAA  WAMATTA’NAAHUM ILAA HIININ

Surat Yunus Ayat 98:  Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.

NABI YUNUS BIN MATA

Yunus AS dipanggil juga dalam banyak bahasa. Misalnya Dzun Nun dan Yunaan (Arab), Jonah (Inggris), Yonah (Ibrani) Ionas, (Latin). Dia hidup sekitar 820-750 Sebelum Masehi dan Yunus  adalah salah seorang nabi dalam agama Samawi (Islam, Yahudi, Kristen),  yang disebutkan dalam Al-Qur’an dalam Surah Yunus dan dalam Alkitab dalam Kitab Yunus.

Ia ditugaskan berdakwah kepada orang Assyiria di Ninawa di kawasan Iraq. Namanya disebutkan sebanyak 6 kali di dalam Al-Quran dan wafat di Ninawa. Dari segi keturunan, dia mendapatkan panggilan Yunus bin Matta dari keturunan Benyamin bin Ya’qub.

Yunus bin Mata diutus oleh Allah untuk menghadapi penduduk Ninawa, suatu kaum yang keras kepala, penyembah berhala, dan suka melakukan kejahatan. Secara berulang kali Yunus memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau berubah, apalagi karena Yunus bukan dari kaum mereka. Hanya ada 2 orang yang bersedia menjadi pengikutnya, yaitu Rubil dan Tanuh. Rubil adalah seorang yang alim bijaksana, sedang Tanuh adalah seorang yang tenang dan sederhana.

Ajaran-ajaran Nabi Yunus itu bagi para penduduk Ninawa merupakan hal yang baru yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Karenanya mereka tidak dapat menerimanya untuk menggantikan ajaran dan kepercayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka yang sudah menjadi adat kebiasaaan mereka turun temurun. Apalagi pembawa agama itu adalah seorang asing tidak seketurunan dengan mereka.

Mereka berkata kepada Nabi Yunus:

“Apakah kata-kata yang engkau ucapkan itu dan kedustaan apakah yang engkau anjurkan kepada kami tentang agama barumu itu? Inilah tuhan-tuhan kami yang sejati yang kami sembah dan disembahkan oleh nenek moyang kami sejak dahulu. Alasan apakah yang membenarkan kami meninggalkan agama kami yang diwariskan oleh nenek moyang kami dan menggantikannya dengan agama barumu? Engkau adalah orang asing yang datang pada kami agar kami merubah keyakinan kami. Apakah kelebihanmu sehingga mengajari dan menggurui kami. Hentikan perbuatan sia-siamu itu. Penduduk Ninawa tidak akan mengikutimu karena kami teguh dengan ajaran moyang kami”.

Nabi Yunus berkata:

” Aku hanya mengajakmu beriman dan bertauhid sesuai dengan amanah Allah yang wajib kusampaikan padamu. Aku hanyalah pesuruh Allah yang ditugaskan mengeluarkanmu dari kesesatan dan menuntunmu di jalan yang lurus. Aku sekali-kali tidak mengharapkan upah atas apa yang kukerjakan ini. Aku tidak bisa memaksamu mengikutiku. Namun jika kamu tetap bertahan pada aqidah moyangmu itu, maka Allah akan menunjukkan tanda-tanda kebenaran akan risalahku dengan menurunkan adzab yang pedih padamu, seperti yang terjadi pada kaum-kaum sebelum kamu, yaitu kaum Nuh, Aad, dan Tsamud.

Mereka menjawab dengan menantang: “Kami tetap tidak akan mengikuti kemauanmu dan tidak takut ancamanmu. Tunjukkan ancamanmu jika kamu termasuk orang yang benar!”

Nabi Yunus tidak tahan lagi dengan kaum Ninawa yang keras kepala. Ia pergi dengan marah dan jengkel sambil meminta Allah menghukum mereka. Nah, disinilah menurut Allah SWT, Yunus dianggap tidak taat terhadap tugasnya: HANYA MENYAMPAIKAN RISALAH DARI ALLAH SWT, SOAL HIDAYAH ITU URUSAN ALLAH SWT.

Sebab Tugas seorang nabi adalah hanya MENYAMPAIKAN RISALAH TAUHID. Oleh sebab itu, nabi tidak boleh kecewa dan putus asa bila berdakwah meskipun tidak ada yang mengikuti ajarannya. Kepergian Nabi Yusuf dari kaumnya ini, oleh Allah SWT dianggap sebuah perilaku yang melampaui batas  (DHOLIM).

Sepeninggal Nabi Yunus, kaum Ninawa gelisah karena kawasan itu mendung gelap binatang peliharaan gelisah, wajah mereka pucat pasi, dan angin bertiup kencang yang membawa suara bergemuruh. Mereka takut ancaman Yunus benar-benar terjadi.

Akhirnya mereka mulai membuka kesadaran  bahwa Yunus adalah orang yang benar, dan ajarannya berasal dari Allah. Mereka kemudian beriman dan bertaubat, menyesali perbuatan mereka sehingga mengakibatkan Yunus meninggalkan mereka.

Mereka mencari Yunus sambil berteriak meminta pengampunan Allah SWT atas kesalahan mereka.

Allah Yang Maha Pemaaf pun mengampuni mereka, dan segera seluruh keadaan pulih seperti sedia kala. Penduduk Ninawa kemudian tetap berusaha mencari Yunus agar ia bisa mengajari agama dan menuntun mereka di jalan yang benar.

Dalam kekecewaannya, Yunus tiba di sebuah pantai, dan melihat sebuah kapal yang akan menyeberangi laut. Tekadnya bulat, yaitu pergi sejauh-jauhnya dari kaum yang dianggapnya durhaka kepada Allah SWT.

Setelah membayar upeti ke Kapten Kapal maka ia menumpang kapal itu. Di tengah laut tiba-tiba terjadi badai topan yang hebat. Kapal bergoncang-goncang hampir tenggelam tersapu badai. Sang Kapten yakin bahwa kejadian seperti itu harus ada tumbal yang terjun ke laut agar seluruh isi kapal selamat.

Dengan penuh keyakinan, Kapten kapal mengumumkan undian:  Siapa yang terkena undian maka dia harus terjun ke laut sebagai tumbal. Sekalian bisa mengurangi beban kapal sehingga selamat dari tenggelam.

Keanehan terjadi: Undian pertama jatuh pada Yunus, ketika undian diulang nama Yunus keluar lagi. Untuk memantapkan keputusan, digelar undian ketiga dan nama Yunus keluar lagi.

Yunus sadar itu adalah kehendak Allah, ia kemudian rela menjatuhkan diri ke laut dan atas kehendak Allah, seekor ikan Nun (paus) besar langsung menyambar dan menelan Yunus.

Di dalam perut ikan Nun, Yunus bertobat meminta ampun dan pertolongan Allah, ia bertasbih selama 40 hari dengan membaca:

“LAA ILAAHA ILLA ANTA, SUBHANAKA, INNI KUNTU MINADZH DZHALIMIIN

Tiada tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang telah berbuat dhalim.

Dan tentang doa Nabi Yunus itu , Rasulullah  bersabda,

 “Doa Dzunnun (Nabi Yunus ‘alaihissalam) ketika di perut ikan adalah “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” Sesungguhnya tidak seorang muslim pun yang berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah akan mengabulkan doanya.” (HR. Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Dalam perut ikan itu, otomatis Yunus berada dalam tiga kegelapan; kegelapan perut ikan, kegelapan lautan, dan kegelapan malam.

Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala, “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”–Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiyaa’: 87-88)

Allah mendengar doa Yunus, dan memerintahkan ikan nun mendamparkan Yunus di sebuah pantai.

Kemudian Allah memerintahkan ikan itu memuntahkan Yunus ke pinggir pantai, lalu Allah tumbuhkan di sana sebuah pohon sejenis labu yang memiliki daun yang lebat yang dapat menaungi Nabi Yunus dan menjaganya dari panas terik matahari. AllahTa’ala berfirman,

“Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.– Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.” (QS. ash-Shaaffaat: 145-146)

Ketika Yunus dimuntahkan dari perut ikan yang keadaannya seperti anak burung yang telanjang dan tidak berambut. Lalu Allah menumbuhkan pohon sejenis labu, dimana ia dapat berteduh dengannya dan makan darinya. Selanjutnya pohon itu kering, lalu Yunus menangis karena keringnya pohon itu. Kemudian Allah berfirman kepadanya, “Apakah kamu menangis karena pohon itu kering. Namun kamu tidak menangis karena seratus ribu orang atau lebih yang ingin engkau binasakan.”

Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Yunus agar kembali kepada kaumnya untuk memberitahukan mereka, bahwa Allah Ta’ala telah menerima taubat mereka dan telah ridha kepada mereka. Maka Nabi Yunus ‘alaihissalam melaksanakan perintah itu, ia pergi mendatangi kaumnya dan memberitahukan kepada mereka wahyu yang diterimanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kaumnya pun telah beriman dan Allah memberikan berkah kepada harta dan anak-anak mereka, sebagaimana yang diterangkan Allah dalam firman-Nya,

“Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.–Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (QS. ash-Shaaffaat: 147-148)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Nabi Yunus ‘ailaihissalam dalam Alquran, Dia berfirman,

“Dan Ismail, Alyasa’, Yunus, dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya).” (QS. Al An’aam: 86).

@@@

Categories: DOA YUSUF | 8 Komentar


Assalamualaikum wr wb.

Jajaran pengurus blog KWA telah selesai melaksanakan pelatihan Private MASTER KWA dan peserta mendapatkan gelar penghormatan MASTER KWA  ANGKATAN XXXXIII/ 43

KI GUSTI NYAWIJI FIAN PENANGGUNGAN – MAKASSAR

KI GUSTI NYAWIJI WAHYU PENANGGUNGAN – BOYOLALI

Mohon doa restu agar beliau bisa berkarya untuk masyarakat. 

Terima kasih dan salam paseduluran. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

PEMBERSIHAN AURA NEGATIF DIRI UNTUK PENDEKAR TINGKAT TINGGI YANG AKAN MULAI LAKU BATIN


IJASAH GUS ITSNA
Pengasuh PP Darul ‘Ulum Selotumpuk Wlingi Blitar

Salam takzim menjura kepada semua anggota maupun anggota KWA. lama saya tidak bertegur saya sama sedulur semua. Pada kesempatan kali ini, sy mau ijasahkan ilmu PEMBERSIHAN AURA NEGATIF DIRI UNTUK PENDEKAR TINGGAT TINGGI YANG AKAN MULAI LAKU BATIN. Berikut adalah doanya:

  1. Istighfar 200x
  2.  SHOLLALLOHU ‘ALA MUHAMMAD 200x
  3. La ilaha illalloh 200x

Tata laku: Lakukan Setiap habis sholat 5 waktu. Puasa 3 hari mulai Rabu Pon-kamis wage, jumat kliwon.

Keterangan: PUASA 3 HARI ITU SETARA DENGAN 40 HARI DARI SISI ILMU JAWA. HARI RABU ADALAH HARI yang BAIK untuk memulai hal-hal baik sebagaimana keterangan kitab ta’lim muta’allim.

Ini termasuk ilmu pendekar tingkat tinggi yang mulai laku batin.

Sejak saya belajar kehebatan dan keampuhan dunia persilatan. berikut tingkatan yg pernah saya jalani:

Masuk tingkat pendekar pertama. Petentang petenteng seperti tidak punya musuh. Naik pentas pencak umum dan suka atraksi. Ilmu bawaannya masih jurus2 fisik dan tenaga dalam. Terasa ampuhnya.

Sepuluh tahun berlalu. Masuk tingkat pendekar kedua. Lebih tunduk. Bekalnya jurus2 teknik dan ilmu2 pernafasan dan tenaga dalam tinggi. Sudah mulai khusyu’ tapi perasaan hebat masih ada.

Tahun berikutnya masuk tingkat pendekar terakhir/ guru besar/ tingkat tiga. Bekalnya ilmu jurus super kunci. Ilmu pernafasan dan tenaga dalam terakhir/ tertinggi. Dan laku2 batin dengan wirid, puasa, melek. Ilmunya pasrah kepada Allah. Mulai laku batinnya dengan pembersihan aura negatif seperti yang saya ijazahkan tadi.

Silahkan bagi yang mau amalkan.

@KWA,2016

Categories: PEMBERSIHAN AURA NEGATIF DIRI UNTUK PENDEKAR TINGGAT TINGGI YANG AKAN MULAI LAKU BATIN | 40 Komentar

KEKUATAN ENERGI KEHADIRAN ILAHI DI DALAM HATI ( HUDHUR AL-QALB )


Bagaimana supaya hati punya KEKUATAN? Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa KEKUATAN yang sejati dalam diri manusia itu tiada lain adalah dengan cara mengingat Allah SWT. Untuk mengingat Allah, bisa kita latih dengan mengulang-ulang kalimat doa di dalam hati dan boleh juga (tidak selalu harus) diucapkan melalui mulut.

Dari sudut pandang lain, Kasih sayang dan rahmat-Nya diatas ancaman dan siksa-Nya. Kalau kita berniat mendekati  Allah, maka Allah akan menyongsong dekati kita jauh sebelum niat kita terlahirkan. Kalau kita berniat punya kekuatan yang tak terbatas maka caranya adalah PASRAH pada ALLAH sehingga DIA akan memberikan kekuatan NYA berlipat-lipat yang tidak pernah kita duga sangka sebelumnya.

Berikut doa yang biasanya dizikirkan dalam hati di setiap saat, dengan jumlah seikhlasnya agar bisa membantu kita untuk merasakan ‘HUDUR’ (kebersamaan bersama ALLAH) juga merasakan ‘dekat dan diperhatikan Allah SWT. Doa itu adalah:

ALLAH HADIRI — Allah hadir bersamaku

ALLAH SYAHIDI — Allah menyaksikanku

ALLAH MA’I — Allah bersamaku

ALLAH NADHIRUN ILAYYA — Allah selalu melihatku

ALLAH QARIBUN MINNI — Allah dekat denganku

Ada ulama yang menganjurkan dibaca sebelum tidur sebanyak 11 kali.  Ulama Syaikh Umar Al-Faruqi  kepada keponakannya berpesan agar menanamkan dalam jiwanya kalimat Allahu Ma’i , Allahu Syahidi, Allahu Nadirun Ilayya.

Hakekatnya, dengan memahami makna yang terkandung dalam kalimat-kalimat tersebut, maka kita akan merasa malu untuk bermaksiat kepada Allah. Karena setiap gerak-gerik kita akan selalu terpantau oleh Allah.

Dengan demikian, hal itu bisa menghantarkan kita menjadi kaum muslimin sebagaimana yang Allah kehendaki dan ridhoi yang termaktub dalam Al-Qur’an: Kuntum khoiro ummatin ukhrijat linnasi ta’muruna bil makruf, watanhauna ‘anil munkar.

Seorang ulama terkemuka, Imam Sahl bin Abdullah Al-Tastari menuturkan kisah dirinya ketika berumur tiga tahun saat ikut pamannya yang bernama Muhammad bin Sanwar yang rajin untuk melakukan sholat malam.

Suatu hari, paman berkata kepadaku: “Apakah kau mengingat Allah, yang menciptakanmu?
Aku menjawab: “Bagaimana caranya aku mengingat-Nya?”

Beliau menjawab: “Anakku, jika berganti pakaian dan ketika hendak tidur, katakanlah tiga kali dalam hatimu, tanpa menggerakkan lisanmu:  “Allahu Ma’i, Allahu Naadhiri, Allahu Syahidi” (Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikan aku!).

Aku menghafalkan kalimat itu, lalu mengucapkannya bermalam-malam. kemudian aku menceritakan hal ini kepada paman. Pamanku berkata: “Mulai sekarang, ucapkan zikir itu sepuluh kali setiap malam”.  Aku melakukannya, aku resapi maknanya, dan aku merasakan ada kenikmatan dalam hatiku. Pikiran terasa terang, aku merasa senantiasa bersama Allah SWT.

Satu tahun setelah itu, paman berkata: “jagalah apa yang aku ajarkan kepadamu, dan langgengkanlah sampai kau masuk kubur. Zikir itu akan bermanfaat bagimu di dunia dan di akhirat.” Pamanku melanjutkan nasehatnya: “hai Sahl, orang yang merasa selalu disertai dan dilihat Allah, dan disaksikan Allah, akankah dia melakukan maksiat?’

Kalimat Allahu ma’i, Allahu naadhiri, Allahu syahidi terkenal dikalangan ulama arif billah. Bahkan Syeikh Al-Azhar, Imam Abdul Halim Mahmud, yang terkenal dengan ulama arif billah menganjurkan kepada kaum muslimin untuk menancapakan kalimat ini didalam hati. Maknanya yang dahsyat, jika dihayati dengan sungguh-sungguh, akan mendatangkan rasa ma’iyatullah (selalu merasa disertai, dilihat, dan disaksikan oleh Allah Swt, dimana dan kapan saja).

Pada akhirnya, rasa ini akan menumbuhkan takwa yang tinggi kepada Allah SWT Kalau sudah begitu, apakah orang yang merasa selalu disertai, dilihat, dan disaksikan Allah akan melakukan maksiat? Dia akan senantiasa berbuat POSITIF, berpikir POSITIF, berhati POSITIF dan ini pasti akan merubah pandangan HIDUP kita menjadi HIDUP yang POSITIF. Sehingga pada akhirnya kita akan menili kehidupan ini dengan SELAMAT dan DIRIDHOI ALLAH SWT di akhirat dan tentu saja di dunia ini.

@kwa,2016

Categories: KEKUATAN ENERGI KEHADIRAN ILAHI DI DALAM HATI ( HUDHUR AL-QALB ) | 14 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. Tema Adventure Journal.