OLAH MANAH


Mas Kumitir
(KWA 0000)

Senja menggelayut di ufuk barat. Saya, Wong Alus, Camat, Raden Rahmat, Nugraha dan Fadli ditemani dua orang yang baru kami kenal bergegas untuk berangkat memulai perjalanan. Dua orang baru itu adalah: satu orang pendekar suku Badui Banten dan seorang muridnya yang berusia belia. Kami berkemantapan bila malam ini adalah malam melakukan perjalanan olah rasa.

Perjalanan terasa lamban dan dua jam kemudian kami sampai pada sebuah tempat yang asing. Dada terasa sesak di malam yang gelap gulita itu. Langit di atas bertabur bintang tidak mampu menyinari jalan setapak yang sebenarnya hanyalah semak belukar. Jalan tidaklah mendaki, namun menuruni batu-batu tajam yang licin. Tidak sepertu saudara dari Badui yang berjalan lincah tersebut, tapak kami terpeleset-peleset dan mencoba bertahan agar tidak terjatuh.  Energi goib terasa semakin kuat.

Mata kedua sedulur Badui tersebut menyorot tajam ke segala arah. Bak elang yang siaga terhadap semua kejadian, kami tenang berjalan di belakangnya. Hingga sampai ke sebuah sungai kecil berbatu. Air terasa sangat dingin, begitu kaki kami celupkan di dalamnya. Tak kuasa rasanya berlama-lama di tempat itu. Namun panggilan membawa kami pada kesimpulan bahwa kami tetap harus disitu memenuhi niat kami.

Kami terpaku sesaat di sungai. Sesepuh Badui yang kami panggil Abah itu, tiba-tiba mengeluarkan suara adzan dan qomat. Dilanjutkan dengan bertawassul mengirimkan al fatihah ke para penghulu agama dan leluhur-leluhur terdahulu. Kami tercenung karena suara sederhana itu menghentikan jantung kami sesaat.

Setelah pakaian dilepas dan bertelanjang, kami menceburkan diri ke air yang diperkirakan sekitar sepuluh derajat celcius tersebut. Abah mengambil posisi duduk, meramu bunga tujuh warna dan membakar buhur. Satu persatu kami diminta untuk berada di depannya dalam posisi berjongkok. Kepala kami diminta untuk menyelam sejenak dan kemudian kepala kami diguyur air bunga tersebut. Doa-doa kepada Allah SWT dilantunkan dari mulutnya.

Itu adalah pengiajazahan langsung yang baru saja kami terima malam tadi. Abah tidak memberi tahu apapun terkait dengan doa yang baru dilantunkannya, apa faedahnya, bagaimana menggunakannya. Kami dalam hati hanya mengucapkan; “Qobiltu saya terima doa dari abah atas ijin Tuhan Yang Maha Kuasa”.

Abah adalah sosok yang tawadu, meski ilmu kependekarannya sudah sangat mumpuni, sehari-hari dia berpenampilan sangat bersahaja. Hampir semua tingkat ilmu diajarkannya kepada siapapun yang menginginkan mulai ilmu debus, ilmu kanuragan/kejadukan, ilmu-ilmu asihan, ilmu kerezekian dan lain sebagainya. Ilmu-ilmu diajarkannya tanpa pamrih dan hanya ingin bertujuan agar yang diajarinya mau untuk menebarkan kebaikan dan kemanfaatan, amar makruf nahi munkar.

Usianya memang sudah tergolong tua. Namun di Badui, usia seperti Abah masih terbilang belum terlalu tua. Sebab gurunya abah ini masih hidup dan berusia 130 tahun. Hidup dekat dan menyatu dengan alam, hati damai tenang dan tidak banyak keinginan, membuat usia manusia melenggang santai di sana dan tahu-taru berusia seratus tahun bahkan lebih. Abah masih terlihat berusia empat puluhan. Tiada satu keriput pun di kulitnya, giginya masih utuh dan terlihat gagah.

Diijazahi oleh Abah, badan terasa nyaman, sehat dan hati terasa tenang. Ini adalah satu episode perjalanan spiritual yang kami tidak pernah menduga sebelumnya. PANTA RHEI—semua mengalir gemericik sebagaimana aliran sungai menuju ke muara. Kami semua hanya bisa menunggu dengan berkarya sebaik-baiknya sesuai kemampuan dan kapasitas yang diberikan pada kami. Tidak akan kami sia-siakan sisa waktu untuk tidak memaknai apa yang tergelar ini. Hidup adalah tugas untuk meramu arti dan menemukan hakikat.

Dan dari doa-doa yang terlantun dari hati ikhlasnya Abah, kami terasa mendapatkan kekuatan dan semangat baru untuk menyelami hakikat Rasa. Yang empunya rasa ini ialah jasad/jasmani. Yaitu rasa lelah, lemah dan capai. Kalau Rasa lapar dan haus itu bukan milik jasmani melainkan milik nafsu.

Mengapa jasmani memiliki rasa ini?. Karena sesungguhnya dalam jasmani/jasad ada penguasanya/penunggunya. Orang tentu mengenal nama Qodham atau Alif Lam Alif. Itulah sebabnya maka didalam Al Qur’an, Allah memerintahkan agar kita mau merawat jasad/jasmani. Kalau perlu, kita harus menanyakan kepada orang yang ahli/mengerti. Selain merawatnya agar tidak terkena penyakit jasmani, kita pun harus merawatnya agar tidak menjadi korban karena ulah hawa nafsu maka jasad kedinginan, kepanasan ataupun masuk angin.

Bila soal-soal ini kita perhatikan dengan sungguh-sungguh, niscaya jasad kita juga tahu terima kasih. Kalau dia kita perlakukan dengan baik, maka kebaikan kita pun akan dibalas dengan kebaikan pula. Karena sesungguhnya jasad itu pakaian sementara untuk hidup sementara dialam fana ini. Kalau selama hidup jasad kita rawat dengan sungguh-sungguh kita bersihkan dengan mandi, sebelum puasa keramas, sebelum sholat berwudhu dulu agar tidak menjadi korban hawa nafsu, serta kita lindungi dari pengaruh alam, maka dikala hendak mati jasad yang sudah suci itu pasti akan mau diajak bersama-sama kembali keasal, untuk kembali ke sang pencipta.

Seperti halnya kita bersama-sama pada waktu lahir kealam fana ini. Mati yang demikian dinamakan mati tilem (tidur) atau mati sempurna. Pandangan yang kita lakukan malah sebaliknya. Mati dengan meninggalkan jasad. Kalau jasad sampai dikubur, maka Qodham atau Alif Lam Alif, akan mengalami siksa kubur. Dan kelak dihari kiamat akan dibangkitkan.

Dalam mencari nafkah baik lahir maupun batin, jangan mengabaikan jasad. Jangan melupakan waktu istirahat. Sebab itu Allah ciptakan waktu 24 jam (8 jam untuk mencari nafkah, 8 jam untuk beribadah, dan 8 jam untuk beristirahat). Juga dalam hal berpuasa, jangan sampai mengabaikan jasad. Sebab itu Allah tidak suka yang berlebih-lebihan. Karena yang suka berlebih-lebihan itu adalah Dzad (angan-angan). Karena dzad mempunyai sifat selalu tidak merasa puas.

Dari mana rasa itu? Apapun yang datangnya dari luar tubuh dan menimbulkan adanya rasa, maka rasa itu dinamakan sejatinya rasa. Jadi sejatinya rasa adalah milik panca indera yaitu mata: Senang karena mata dapat melihat sesuatu yang indah atau tidak senang bila mata melihat hal-hal yang tidak pada tenpatnya. Telinga: Senang karena mendengar suara yang merdu atau tidak senang mendengar isu atau fitnahan orang. Hidung: Senang mencium bebauan wangi/harum atau tidak senang mencium bebauan yang busuk. Kulit: Senang kalau bersinggungan dengan orang yang disayang atau tidak senang bersunggungan dengan orang yang nerpenyakitan. Lidah : Senang makan atau minum yang enak-enak atau tidak senang memakan makanan yang busuk.

Rasa sejati akan timbul bila terdapat rangsangan dari luar, dan dari tubuh kita akan mengeluarkan sesuatu. Pada waktu keluarnya sesuatu dari tubuh kita itu, maka timbul Rasa Sejati. Untuk jelasnya lagi Rasa Sejati timbul pada waktu klimaks/pada waktu melakukan hubungan seksual.

Sementara, Rasa Tunggal Jati sering diperoleh oleh mereka yang sudah dapat melakukan Meraga Sukma (keluar dari jasad) dan Solat Dha’im. Beda antara Meraga Sukma dan Sholat Dha’im ialah : Kalau Meraga Sukma jasad masih ada.batin keluar dan dapat pergi kemana saja. Sementara bila Sholat Dha’im jasad dan batin kembali keujud Nur dan lalu dapat pergi kemana saja yang dikehendaki. Juga dapat kembali dan bepergian ke Alam Lauhul Makhfuz.

Bila kita Meraga Sukma maupun sholat Dha’im, mula pertama dari ujung kaki akan terasa seperti ada “aliran“ yang menuju ke atas kekepala. Pada Meraga sukma, bila “aliran“ itu setibanya didada akan menimbulkan rasa ragu-ragu/khawatir atau was-was. Bila kita ikhlas, maka kejadian selanjutnya kita dapat keluar dari jasad, dan yang keluar itu ternyata masih memiliki jasad. Memang sesungguhnyalah, bahwa setiap manusia itu memiliki 3 buah wadah lagi, selain jasad yang tampak oleh mata lahir ini. Pada bagian lain bab ini akan kita kupas.

Kalau sholat Dha’im bertepatan dengan adanya “Aliran“ dari arah ujung kaki, maka dengan cepat bagian tubuh kita akan “Menghilang“ dan kita akan berubah menjadi seberkas Nur sebesar biji ketumbar dibelah menjadi tujuh bagian. Bercahaya bagai sebutir berlian yang berkilauan. Nah, rasa keluar dari jasad atau rasa berubah menjadi setitik Nur. Nur inilah yang disebut sebagai Rasa Tunggal Jati. Selain itu, baik dalam Meraga Sukma maupun Sholat Dha’im. Bila hendak bepergian kemana-mana kita tinggal meniatkan saja maka sudah sampai.

Rasa ini juga dapat disebut Rasa Tunggal Jati. Sebab dalam bepergian itu kita sudah tidak merasakan haus, lapar, kehausan, kedinginan dan lain sebagainya. Bagi mereka yang berkeinginan untuk dapat melakukan Meraga Sukma dianjurkan untuk sering Tirakat puasa. Jadikanlah puasa itu sebagai suatu kegemaran. Maka di momen Ramadhan yang akan kita jalani ini kita memulai berlatih agar nanti kita sampai pada tujuan azali kesemua itu yaitu menjadi orang yang bertakwa, Dan yang penting juga jangan dilupakan melakukan Dzikir gabungan Nafi-Isbat dan QOLBU. Dalam sehari-hari sudah pada tahapan lillahi ta’ala.

Hal ini berlaku baik mereka yang menghendaki untuk dapat melakukan Sholat Dha’im. Kalau Meraga Sukma mempergunakan Nur Allah, tapi bila Sholat Dha’im sudah mempergunakan Nur Illahi. Karena ada Rasa Sejati, maka Rasa merupakan asal usul segala sesuatu yang ada. Oleh sebab itu bila hendak mendalami ilmu Ma’rifat dianjurkan untuk selalu bertindak berdasarkan rasa. Sehari-hari kita berlatih olah manah (orah rasa) dengan cara jangan membenci, jangan menaruh dendam, jangan iri, jangan sirik, jangan bertindak sembrono, jangan bertindak kasar terhadap sesama manusia.

Sebab dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, kita ini semua sama karena masing-masing memiliki rasa. Rasa merupakan lingkaran penghubung antara etika pergaulan antar manusia, juga sebagai lingkaran penghubung pergaulan umat dengan Penciptanya. Rasa Tunggal jati ini mempunyai arti dan makna yang luas. Karena bagai hidup itu sendiri. Apapun yang hidup mempunyai arti. Dan apapun yang mempunyai arti itu hidup. Sama halnya apapun yang hidup mempunyai Rasa. Dan apapun yang mempunyai Rasa itu Hidup.

Dengan penjelasan ini, maka dapat diambil kesimpilan bahwa yang mendiami Rasa itu adalah Hidup. Dan Hidup itu sendiri ialah berasal dari Sang Pencipta. Padahal kita semua ini umat yang hidup. Jadi sama-sama ada Penciptanya. Oleh sebab itu, umat manusia harus saling menghormati, tidak saling merugikan, dan harus saling tolong menolong karena sesungguhnya kita satu kesatuan dalam keberagaman. Semoga kita mampu untuk menjadi manusia yang wajar seperti ini. Amin. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 165 Komentar

Diproteksi: DAFTAR ANGGOTA KWA SELURUH DUNIA (13)


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Categories: >DAFTAR ANGGOTA K.W.A | Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

MEMBUAT SARANA UANG BIBIT


Assalamu’alaikum kepada para sesepuh kwa yang saya hormati dan bolo kwa semuanya ,pertama tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Alloh tuhan semesta alam hingga sampai saat ini kita dapat berkumpul bersama untuk dapat belajar di kampus kwa yang kita cintai ini,sholawat serta salam smoga tercurahkan kehadirat Rosululloh saw beserta kluarga sahabat dan waliyulloh baik yang telah wafat atau yang masih hidup,sederet pengalaman saya menemukan jalan hidup untuk mengatasi problem hidup mudah-mudahan postingan ini berguna buat semua:

Berikut ini akan saya babarkan pembuatan uang bibit ,jadi saya tekankan ini bukan uang balik….uang balik itu tidak pernah ada itu hanya tipuan paranormal yang menggunakan trik mafia perdukunan,kalopun ada itu hanya trik sulap….jadi jangan di bikin sesuatu yang paling fenomenal….. Kecuali yang melakukan waliyulloh….lain itu critanya,

Berikut ini tata caranya:

@ siapkan uang kertas yang baru,atau kliatan masih baru tidak lecek terserah mau klipatan 1000,2000,5000,10.000

@  siapkan minyak melati

– langkah pertama  kerjakan habis isyak

-sholat hajat 2 rekaat,yang pasti sedulur sudah tau pengerjaannya
-kemudian uang siapkan dihadapan kita bersama minyak melatinya

– habis sholat hajat baca wirid penetraliasai hawa negatif:

-astaghfirullohal ‘adziim 100 x

-sholallohu ‘ala muhammad sholallohu’alihi wassalam 100x

– ya lathif  300x

kemudian baca tawasul sesuai yang sedulur baca tiap hari

Baca sholwat barokah:

ALLOHUMMA SHOLLI  WASSALIM ‘ALA SAYYIDINA MUKHAMADIN SHOLATAN YUBARIKUU LII MAALI WAYAS TAQIIMU BIHA KHAALI WA’ALA ALIHI WASHOKH BIHI WASSALIIM 100X

KEMUDIAN MEMBACA AT TOLAQ AYAT 3:

WAMAYYATIQILLOHA YAJ’ALUHU MAKHROJA WAYARZUQHU MIN KHAITSU LAYAKH TASIB,WAMAYYATAWAKAL ‘ALALLOHI

FAHUWA KHASBUH,INNALLOHA BALIGHU AMRI QOD JA’ALLOHI LIKULLI SYAI-IN QODRO…….700x /1000X

 KEMUDIAN BACA:

ALLOHUMMA URIIDU   AN -TU ‘ TIYAANI   MAALAN   KATSIRO……300 x

Selesai pembacaan ambil nafas tahan di perut,kemudian hembuskan ke uang yang ada di depan kita…….  lakukan 3 x  kemudian kasih sedikit minyak melati sedikit saja sak…toletan jari manis, oleskan tepat ditengah-tengah uang kertas tsb, setelah selesai simpan uang di dompet dengan rapi ,dan besoknya siap digunakan dengan cara yang sama,uang  bibit tersebut akan maximal bisa digunakan klo dikerjakan selama awal bulan romadhon sampai bulan romadhon selesai, klo sudah uang tersebut anda lapisi plastik bening ato dilaminating biar gak rusak untuk perawatannya cukup di kasih minyak bibit melati. Manfaat dari amalan ini adalah untuk mengatasi masalah finansial buat mencukupi kebutuhan sehari-hari, apalagi mau menghadapi lebaran tentunya butuh fulus banyak,moga bermanfaat……

DEMIKIAN SEDIKIT PEMBABARAN DARI SAYA SELEBIHNYA SAYA KUASAKAN KEPADA ALLOH SWT,   HAK CIPTA HANYA DARI ALLOH SWT SALAM HORMAT –

MBAH ARIFYANTO
85731493248
zano.street99@yahoo.co.id

============================

CATATAN REDAKSI: UNTUK AMALAN-AMALAN KEREJEKIAN/KEKAYAAN DLL HATI-HATI PENIPUAN OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB .

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 308 Komentar

KISAH PARA PAHLAWAN ACEH MENANG PERANG: CERDAS, ULET DAN TANGGUH


SINGA MARANTEE

Assalamu ‘alaikum wr, wb…..

Melalui artikel ini, saya SINGA MARANTEE ingin menguak sejarah yang hilang, menurut sejarah yang ditulis Belanda, Aceh adalah daerah yang tidak pernah di taklukkan, prajurit Aceh masa itu daya tahannya luar biasa, sebenarnya yang menjadi spiritnya adalah kalimah LAA ILAAHAILLALLAH dan hikayat PRANG SABI ( perang sabil / sabilillah ) yang dikarang oleh ABU KRUENG KALEE, setiap prajurit akan berangkat perang dibacakannlah syair hikayat prang sabi yang membuat darah pejuang Aceh mendidih, karena berperang mengahadapi KAPHE BEULANDA ( kafir belanda )., makanya spiritnya menguat krn jihad yang jaminannya SYURGA FIRDAUS.

 Adalah umum pada masa itu mereka memiliki ilmu panglimunan ( ilmu menghilang ) , ilmu itu sudah umum dimiliki prajurit Aceh masa itu, dan prajurit Aceh mempunyai pedang yang bisa memotong musuh dalam jarak 300- 500 Meter, ini dicatat dalam sejarah belanda, melalui Koran lokal pada masa Gubernur Abdullah Puteh menjabat sebelum tsunami, pemerintah Belanda pernah memulangkan sebilah pedang berkunci rantai ( PEUDEUNG MEUGUNCI ) dan sebilah SIWAH emas ( mirip rencong tapi bergagang lurus dan panjang )yang menurut cerita milik pejuang dari dataran tinggi Gayo ( milik panglima kumis tembaga gelarnya oleh belanda ).., beliau berjuang seorang diri, tidak pernah mau bergabung dengan kaum prajurit Aceh umumnya kala itu, pedang terkunci tersebut dalam pembutannya setelah ditempa dalam keadaan panas membara lalu disapukan pada ketiak sebagai sepuhan, bukan dalam air seperti membuat pisau atau parang apada umumnya, demikian salahsatu cerita dari pak Kaman / kamaruzzaman di tanah merah gayo, kab. Aceh utara, Nanggroe Aceh Darussalam…

 Untuk sekedsar melestarikan budaya kita, saya ingin tau apakah masih ada pedang semikian dan ahlinya saat ini…?? Ini sebagai rasa penasaran saya bagaimana cara bertempur orang tempoe doeloe menghadapi musuh dengan trik dan peralatan yang lebih canggih masa itu.

 

Sultan Iskandar Muda (1593-1636)

1. Riwayat Hidup
Snouck Hurgronje pernah menyatakan bahwa kisah tentang Sultan Iskandar Muda hanya dongeng belaka. Sayangnya, Horgronje hanya mendasari penelitiannya pada karya-karya klasik Melayu, seperti Bustan al-Salatin, Hikayat Aceh, dan Adat Aceh. Sejarah Aceh rupanya dipahami Horgronje secara keliru. Sebagai perbandingan, kita bisa membaca penelitian Denys Lombard, Kerajaan Aceh: Zaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636) yang di samping menggunakan sumber-sumber Melayu setempat (Bustan al-Salatin, Hikayat aceh, dan Adat Aceh), juga menggunakan sumber-sumber Eropa dan Tionghoa. Di samping kedua sumber itu, Lombard juga menggunakan kesaksian para musafir Eropa yang sempat tinggal di Aceh pada saat itu, seperti Frederik de Houtman, John Davis, dan terutama Augustin de Beaulieu. Penelitian Lombard bisa dikatakan mampu menyajikan fakta sejarah sesuai aslinya, dan itu berarti ia justru membalikkan tesis Horgronje. Lombard membuktikan bahwa masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda merupakan masa kejayaan yang sangat gemilang.

Sultan Iskandar Muda merupakan raja paling berpengaruh pada Kerajaan Aceh. Ia lahir di Aceh pada tahun 1593. Nama kecilnya adalah Perkasa Alamo rang aceh menyebut PO TEUMEURHOM karena menurut orang tua-tua dulu dia adalahseorang pemuda sakti yang jago bela diri yang memenangkan pertarungan melalui sayembara untuk jadi Raja , po = asal kata dari pertanyaan masyarakat waktu itu waktu menyaksikan pertarungan..anak siapa..? atau seupo = siapa..?? TEUMEREUHOM = asal kata dari HOM = entah/ gak tau atau tidak dikenal... karena waktu itu Iskandar muda dating dgn menunggangi gajah putih, Dari pihak ibu, Sultan Iskandar Muda merupakan keturunan dari Raja Darul-Kamal, sedangkan dari pihak ayah ia merupakan keturunan Raja Makota Alam. Ibunya bernama Putri Raja Indra Bangsa, atau nama lainnya Paduka Syah Alam, yang merupakan anak dari Sultan Alauddin Riayat Syah, Sultan Aceh ke-10. Putri Raja Indra Bangsa menikah dengan Sultan Mansyur Syah, putra dari Sultan Abdul Jalil (yang merupakan putra dari Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahhar, Sultan Aceh ke-3). Jadi, sebenarnya ayah dan ibu dari Sultan Iskandar Muda merupakan sama-sama pewaris kerajaan. Sultan Iskandar Muda menikah dengan seorang putri dari Kesultanan Pahang, yang lebih dikenal dengan Putroe Phang. Dari hasil pernikahan ini, Sultan Iskandar Muda dikaruniai dua buah anak, yaitu Meurah Pupok dan Putri Safiah. Perjalanan Sultan Iskandar Muda ke Johor dan Melaka pada 1612 sempat berhenti di sebuah Tajung (pertemuan sungai Asahan dan Silau) untuk bertemu dengan Raja Simargolang. Sultan Iskandar Muda akhirnya menikahi salah seorang puteri Raja Simargolang yang kemudian dikaruniai seorang anak bernama Abdul Jalil (yang dinobatkan sebagai Sultan Asahan 1).

Sultan Iskandar Muda mulai menduduki tahta Kerajaan Aceh pada usia yang terbilang cukup muda (14 tahun). Ia berkuasa di Kerajaan Aceh antara 1607 hingga 1636, atau hanya selama 29 tahun. Kapan ia mulai memangku jabatan raja menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah. Namun, mengacu pada Bustan al-Salatin, ia dinyatakan sebagai sultan pada tanggal 6 Dzulhijah 1015 H atau sekitar awal April 1607. Masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda tersebut ini dikenal sebagai masa paling gemilang dalam sejarah Kerajaan Aceh Darussalam. Ia dikenal sangat piawai dalam membangun Kerajaan Aceh menjadi suatu kerajaan yang kuat, besar, dan tidak saja disegani oleh kerajaan-kerajaan lain di nusantara, namun juga oleh dunia luar. Pada masa kekuasaannya, Kerajaan Aceh termasuk dalam lima kerajaan terbesar di dunia.

Langkah utama yang ditempuh Sultan Iskandar Muda untuk memperkuat kerajaan adalah dengan membangun angkatan perang yang umumnya diisi dengan tentara-tentara muda. Sultan Iskandar Muda pernah menaklukan Deli, Johor, Bintan, Pahang, Kedah, dan Nias sejak tahun 1612 hingga 1625. Sultan Iskandar Muda juga sangat memperhatikan tatanan dan peraturan perekonomian kerajaan. Dalam wilayah kerajaan terdapat bandar transito (Kutaraja, kini lebih dikenal Banda Aceh) yang letaknya sangat strategis sehingga dapat menghubungkan roda perdagangan kerajaan dengan dunia luar, terutama negeri Barat. Dengan demikian, tentu perekonomian kerajaan sangat terbantu dan meningkat tajam.

Dalam bidang ekonomi, Sultan Iskandar Muda menerapakan sistem baitulmal. Ia juga pernah melakukan reformasi perdagangan dengan kebijakan menaikkan cukai eksport untuk memperbaiki nasib rakyatnya. Pada masanya, sempat dibangun juga saluran dari sungai menuju laut yang panjangnya mencapai sebelas kilometer. Pembangunan saluran tersebut dimaksudkan untuk pengairan sawah-sawah penduduk, termasuk juga sebagai pasokan air bagi kehidupan masyarakat dalam kerajaan.

Sultan Iskandar Muda dikenal memiliki hubungan yang sangat baik dengan Eropa. Konon, ia pernah menjalin komunikasi yang baik dengan Inggris, Belanda, Perancis, dan Ustmaniyah Turki. Sebagai contoh, pada abad ke-16 Sultan Iskandar Muda pernah menjalin komunikasi yang harmonis dengan Kerajaan Inggris yang pada saat itu dipegang oleh Ratu Elizabeth 1. Melalui utusannya, Sir James Lancester, Ratu Elizabeth 1 memulai isi surat yang disampaikan kepada Sultan Iskandar Muda dengan kalimat: “Kepada Saudara Hamba, Raja Aceh Darussalam”. Sultan kemudian menjawabnya dengan kalimat berikut: “I am the mighty ruler of the religions below the wind, who holds way over the land of Aceh and over the land of Sumatera and over all the lands tributary to Aceh, which stretch from the sunrise to the sunset (Hambalah sang penguasa perkasa negeri-negeri di bawah angin, yang terhimpun di atas tanah Aceh dan atas tanah Sumatera dan atas seluruh wilayah-wilayah yang tunduk kepada Aceh, yang terbentang dari ufuk matahari terbit hingga matahari terbenam)”.

Pada masa pemerintahannya, terdapat sejumlah ulama besar. Di antaranya adalah Syiah Kuala sebagai mufti besar di Kerajaan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda. Hubungan keduanya adalah sebagai penguasa dan ulama yang saling mengisi proses perjalanan roda pemerintahan. Hubungan tersebut diibaratkan: Adat bak Peutu Mereuhum, syarak bak Syiah di Kuala (adat di bawah kekuasaan Sultan Iskandar Muda, kehidupan beragama di bawah keputusan Tuan Syiah Kuala). Sultan Iskandar Muda juga sangat mempercayai ulama lain yang sangat terkenal pada saat itu, yaitu Syeikh Hamzah Fanshuri dan Syeikh Syamsuddin as-Sumatrani. Kedua ulama ini juga banyak mempengaruhi kebijakan Sultan. Kedua merupakan sastrawan terbesar dalam sejarah nusantara.

Sultan Iskandar Muda meninggal di Aceh pada tanggal 27 Desember 1636, dalam usia yang terbilang masih cukup muda, yaitu 43 tahun. Oleh karena sudah tidak ada anak laki-lakinya yang masih hidup, maka tahta kekuasaanya kemudian dipegang oleh menantunya, Sultan Iskandar Tani (1636-1641). Setelah Sultan Iskandar Tani wafat tahta kerajaan kemudian dipegang janda Iskandar Tani, yaitu Sultanah Tajul Alam Syafiatudin Syah atau Puteri Safiah (1641-1675), yang juga merupakan puteri dari Sultan Iskandar Muda.

2. Pemikiran
Sultan Iskandar Muda merupakan pahlawan nasional yang telah banyak berjasa dalam proses pembentukan karakter yang sangat kuat bagi nusantara dan Indonesia. Selama menjadi raja, Sultan Iskandar Muda menunjukkan sikap anti-kolonialismenya. Ia bahkan sangat tegas terhadap kerajaan-kerajaan yang membangun hubungan atau kerjasama dengan Portugis, sebagai salah satu penjajah pada saat itu. Sultan Iskandar Muda mempunyai karakter yang sangat tegas dalam menghalau segala bentuk dominasi kolonialisme. Sebagai contoh, kurun waktu 1573-1627 Sultan Iskandar Muda pernah melancarkan jihad perang melawan Portugis sebanyak 16 kali, maski semuanya gagal karena kuatnya benteng pertahanan musuh. Kekalahan tersebut menyebabkan jumlah penduduk turun drastis, sehingga Sultan Iskandar Muda mengambil kebijakan untuk menarik seluruh pendudukan di daerah-daerah taklukannya, seperti di Sumatera Barat, Kedah, Pahang, Johor dan Melaka, Perak, serta Deli, untuk migrasi ke daerah Aceh inti.

Pada saat berkuasa, Sultan Iskandar Muda membagi aturan hukum dan tata negara ke dalam empat bidang yang kemudian dijabarkan secara praktis sesuai dengan tatanan kebudayaan masyarakat Aceh. Pertama, bidang hukum yang diserahkan kepada syaikhul Islam atau Qadhi Malikul Adil. Hukum merupakan asas tentang jaminan terciptanya keamanan dan perdamaian. Dengan adanya hukum diharapkan bahwa peraturan formal ini dapat menjamin dan melindungi segala kepentingan rakyat. Kedua, bidang adat-istiadat yang diserahkan kepada kebijaksanaan sultan dan penasehat. Bidang ini merupakan perangkat undang-undang yang berperan besar dalam mengatur tata negara tentang martabat hulu balang dan pembesar kerajaan. Ketiga, bidang resam yang merupakan urusan panglima. Resam adalah peraturan yang telah menjadi adat istiadat (kebiasaan) dan diimpelentasikan melalui perangkat hukum dan adat. Artinya, setiap peraturan yang tidak diketahui kemudian ditentukan melalui resam yang dilakukan secara gotong-royong. Keempat, bidang qanun yang merupakan kebijakan Maharani Putro Phang sebagai permaisuri Sultan Iskandar Muda. Aspek ini telah berlaku sejak berdirinya Kerajaan Aceh.

Sultan Iskandar Muda dikenal sebagai raja yang sangat tegas dalam menerapkan syariat Islam. Ia bahkan pernah melakukan rajam terhadap puteranya sendiri, yang bernama Meurah Pupok karena melakukan perzinaan dengan istri seorang perwira. Sultan Iskandar Muda juga pernah mengeluarkan kebijakan tentang pengharaman riba. Tidak aneh jika kini Nagroe Aceh Darussalam menerapkan syariat Islam karena memang jejak penerapannya sudah ada sejak zaman dahulu kala. Sultan Iskandar Muda juga sangat menyukai tasawuf.

Sultan Iskandar Muda pernah berwasiat agar mengamalkan delapan perkara, di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, ia berwasiat kepada para wazir, hulubalang, pegawai, dan rakyat agar selalu ingat kepada Allah dan memenuhi janji yang telah diucapkan. Kedua, jangan sampai para raja menghina alim ulama dan ahli bijaksana. Ketiga, jangan sampai para raja percaya terhadap apa yang datang dari pihak musuh. Keempat, para raja diharapkan membeli banyak senjata. Pembelian senjata dimaksudkan untuk meningkatkan kekuatan dan pertahanan kerajaan dari kemungkinan serangan musuh setiap saat. Kelima, hendaknya para raja mempunyai sifat pemurah (turun tangan). Para raja dituntut untuk dapat memperhatikan nasib rakyatnya. Keenam, hendaknya para raja menjalankan hukum berdasarkan al-Qur‘an dan sunnah Rasul. Di samping kedua sumber tersebut, sumber hukum lain yang harus dipegang adalah qiyas dan ijma‘, baru kemudian berpegangan pada hukum kerajaan, adat, resam, dan qanun. Wasiat-wasiat tersebut mengindikasikan bahwa Sultan Iskandar Muda merupakan pemimpin yang saleh, bijaksana, serta memperhatikan kepentingan agama, rakyat, dan kerajaan.

Hamka melihat kepribadian Sultan Iskandar Muda sebagai pemimpin yang saleh dan berpegangan teguh pada prinsip dan syariat Islam. Tentang kepribadian kepemimpinannya, Antony Reid melihat bahwa Sultan Iskandar Muda sangat berhasil menjalankan kekuasaan yang otoriter, sentralistis, dan selalu bersifat ekspansionis. Karakter Sultan Iskandar tersebut memang banyak dipengaruhi oleh sifat kakeknya. Kejayaan dan kegemilangan Kerajaan Aceh pada saat itu memang tidak luput dari karakter kekuasaan monarkhi karena model kerajaan berbeda dengan konsep kenegaraan modern yang sudah demokratis.

3. Karya
Surat Sultan Iskandar Muda kepada Raja Inggris King James 1 pada tahun 1615 merupakan salah satu karyanya yang sungguh mengagumkan. Surat (manuskrip) tersebut berbahasa Melayu, dipenuhi dengan hiasan yang sangat indah berupa motif-motif kembang, tingginya mencapai satu meter, dan konon katanya surat itu termasuk surat terbesar sepanjang sejarah. Surat tersebut ditulis sebagai bentuk keinginan kuat untuk menunjukkan kepada dunia internasional betapa pentingnya Kerajaan Aceh sebagai kekuatan utama di dunia.

Masa kejayaan Sultan Iskandar Muda, di samping kebijakan reformatifnya, juga ditandai dengan luasnya cakupan kekuasaannya. Pada masanya, wilayah Kerajaan Aceh telah mencapai pesisir barat Minangkabau dan Perak.

Teuku Umar (1854 – 1899)

1. Riwayat Hidup
Aceh merupakan salah satu wilayah yang memiliki peran sangat besar terhadap perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah. Di tanah ini, banyak muncul pahlawan-pahlawan nasional yang sangat berjasa, tidak hanya untuk rakyat Aceh saja tapi juga untuk rakyat Indonesia pada umumnya. Salah satu pahlawan tersebut adalah Teuku Umar. Ia dilahirkan pada tahun 1854 (tanggal dan bulannya tidak tercatat) di Meulaboh, Aceh Barat, Indonesia. Ia merupakan salah seorang pahlawan nasional yang pernah memimpin perang gerilya di Aceh sejak tahun 1873 hingga tahun 1899.

Kakek Teuku Umar adalah keturunan Minangkabau, yaitu Datuk Makdum Sati yang pernah berjasa terhadap Sultan Aceh. Datuk Makdum Sati mempunyai dua orang putra, yaitu Nantan Setia dan Achmad Mahmud. Teuku Achmad Mahmud merupakan bapak Teuku Umar.
Ketika perang aceh meletus pada 1873 Teuku Umar ikut serta berjuang bersama pejuang-pejuang Aceh lainnya, padahal umurnya baru menginjak19 tahun. Mulanya ia berjuang di kampungnya sendiri yang kemudian dilanjukan ke Aceh Barat. Pada umur ini, Teuku Umar juga sudah diangkat sebagai keuchik (kepala desa) di daerah Daya Meulaboh.

Kepribadiaan Teuku Umar sejak kecil dikenal sebagai anak yang cerdas, pemberani, dan kadang suka berkelahi dengan teman-teman sebayanya. Ia juga memiliki sifat yang keras dan pantang menyerah dalam menghadapi segala persoalan. Teuku Umar tidak pernah mendapakan pendidikan formal. Meski demikian, ia mampu menjadi seorang pemimpin yang kuat, cerdas, dan pemberani. Pernikahan Teuku Umar tidak sekali dilakukan. Ketika umurnya sudah menginjak usia 20 tahun, Teuku Umar menikah dengan Nyak Sofiah, anak Uleebalang Glumpang. Untuk meningkatkan derajat dirinya, Teuku Umar kemudian menikah lagi dengan Nyak Malighai, puteri dari Panglima Sagi XXV Mukim. Sejak saat itu, ia mulai menggunakan gelar Teuku. Pada tahun 1880, Teuku Umar menikahi janda Cut Nyak Dien, puteri pamannya. Sebenarnya Cut Nyak Dien sudah mempunyai suami (Teuku Ibrahim Lamnga) tapi telah meninggal dunia pada Juni 1978 dalam peperangan melawan Belanda di Gle Tarun. Setelah itu, Cut Nyak Dien bertemu dan jatuh cinta dengan Teuku Umar. Keduanya kemudian berjuang bersama melancarkan serangan terhadap pos-pos Belanda di Krueng. Hasil perkawinan keduanya adalah anak perempuan bernama Cut Gambang yang lahir di tempat pengungsian karena orang tuanya tengah berjuang dalam medan tempur.

Belanda sempat berdamai dengan pasukan Teuku Umar pada tahun 1883. Satu tahun kemudian (tahun 1884) pecah kembali perang di antara keduanya. Pada tahun 1893, Teuku Umar kemudian mencari strategi bagaimana dirinya dapat memperoleh senjata dari pihak musuh (Belanda). Akhirnya, Teuku Umar berpura-pura menjadi antek (kaki tangan) Belanda. Istrinya, Cut Nyak Dien pernah sempat bingung, malu, dan marah atas keputusan suaminya itu. Gubernur Van Teijn pada saat itu juga bermaksud memanfaatkan Teuku Umar sebagai cara untuk merebut hati rakyat Aceh. Teuku Umar kemudian masuk dinas militer. Atas keterlibatan tersebut, pada 1 Januari 1894, Teuku Umar sempat dianugerahi gelar Johan Pahlawan dan diizinkan untuk membentuk legium pasukan sendiri yang berjumlah 250 tentara dengan senjata lengkap.

Saat bergabung dengan Belanda, Teuku Umar sebenarnya pernah menundukkan pos-pos pertahanan Aceh. Peperangan tersebut dilakukan Teuku Umar secara pura-pura. Sebab, sebelumnya Teuku Umar telah memberitahukan terlebih dahulu kepada para pejuang Aceh. Sebagai kompensasi atas keberhasilannya itu, pemintaan Teuku Umar untuk menambah 17 orang panglima dan 120 orang prajurit, termasuk seorang Pangleot sebagai tangan kanannya akhirnya dikabulkan oleh Gubernur Deykerhorf yang menggantikan Gubernur Ban Teijn.
Pada tanggal 30 Maret 1896, Teuku Umar kemudian keluar dari dinas militer Belanda dengan membawa pasukannya beserta 800 pucuk senjata, 25.000 butir peluru, 500 kg amunisi, dan uang 18.000 dollar. Dengan kekuatan yang semakin bertambah, Teuku Umar bersama 15 orang berbalik kembali membela rakyat Aceh. Siasat dan strategi perang yang amat lihai tersebut dimaksudkan untuk mengelabuhi kekuatan Belanda pada saat itu yang amat kuat dan sangat sukar ditaklukkan. Pada saat itu, perjuangan Teuku Umar mendapat dukungan dari Teuku Panglima Polem Muhammad Daud yang bersama 400 orang ikut menghadapi serangan Belanda. Dalam pertempuran tersebut, sebanyak 25 orang tewas dan 190 orang luka-luka di pihak Belanda.

Gubernur Deykerhorf merasa tersakiti dengan siasat yang dilakukan Teuku Umar. Van Heutsz diperintahkan agar mengerahkan pasukan secara besar-besaran untuk menangkap Teuku Umar. Serangan secara mendadak ke daerah Melaboh menyebabkan Teuku Umar tertembak dan gugur dalam medan perang, yaitu di Kampung Mugo, pedalaman Meulaboh pada tanggal10 Februari 1899.

2. Pemikiran
Sejak kecil, Teuku Umar sebenarnya memiliki pemikiran yang kerap sulit dipahami oleh teman-temannya. Ketika beranjak dewasa pun pemikirannya juga masih sulit dipahami. Sebagaimana telah diulas di atas bahwa taktik Teuku Umar yang berpura-pura menjadi antek Belanda adalah sebagai bentuk “kerumitan” pemikiran dalam dirinya. Beragam tafsir muncul dalam memahami pemikiran Teuku Umar tentang taktik kepura-puraan tersebut. Meski demikian, yang pasti bahwa taktik dan strategi tersebut dinilai sangat jitu dalam menghadapi gempuran kolonial Belanda yang memiliki pasukan serta senjata sangat lengkap. Teuku Umar memandang bahwa “cara yang negatif” boleh-boleh saja dilakukan asalkan untuk mencapai “tujuan yang positif”. Jika dirunut pada konteks pemikiran kontemporer, pemikiran seperti itu kedengarannya lebih dekat dengan komunisme yang juga menghalalkan segala cara. Semangat perjuangan Teuku Umar dalam menghadapi kolonialisme Belanda yang pada akhirnya mendorong pemikiran semacam itu.

3. Karya
Karya Teuku Umar dapat berupa keberhasilan dirinya dalam menghadapi musuh. Sebagai contoh, pada tanggal 14 Juni 1886, Teuku Umar pernah menyerang kapal Hok Centon, milik Belanda. Kapal tersebut berhasil dikuasai pasukan Teuku Umar. Nahkoda kapalnya, Hans (asal Denmark) tewas dan kapal diserahkan kepada Belanda dengan meminta tebusan sebesar 25.000 ringgit. Keberanian tersebut sangat dikagumi oleh rakyat Aceh. Karya yang lain adalah berupa keberhasilan Teuku Umar ketika mendapatkan banyak senjata sebagai hasil dari pengkhianatan dirinya terhadap Belanda.

4. Penghargaan
Berdasarkan SK Presiden No. 087/TK/1973 tanggal 6 November 1973, Teuku Umar dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Nama Teuku Umar juga diabadikan sebagai nama jalan di sejumlah daerah di tanah air, salah satunya yang terkenal adalah terletak di Menteng, Jakarta Pusat. Selain itu, namanya juga diabadikan sebagai nama sebuah lapangan di Meulaboh, Aceh Barat.

Laksamana Keumalahayati (1585-1604)

1. Riwayat Hidup
Laksamana Keumalahayati merupakan wanita pertama di dunia yang pernah menjadi seorang laksamana. Ia lahir pada masa kejayaan Aceh, tepatnya pada akhir abad ke-XV. Berdasarkan bukti sejarah (manuskrip) yang tersimpan di University Kebangsaan Malaysia dan berangka tahun 1254 H atau sekitar tahun 1875 M, Keumalahayati berasal dari keluarga bangsawan Aceh. Belum ditemukan catatan sejarah secara pasti yang menyebutkan kapan tahun kelahiran dan tahun kematiannya. Diperkirakan, masa hidupnya sekitar akhir abad XV dan awal abad XVI.

Laksamana Keumalahayati adalah putri dari Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya bernama Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah Kesultanan Aceh Darussalam sekitar tahun 1530-1539 M. Sultan Salahuddin Syah merupakan putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M) yang merupakan pendiri Kesultanan Aceh Darussalam.

Jika dilihat dari silsilah tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Laksamana Keumalahayati merupakan keturunan darah biru atau keluarga bangsawan keraton. Ayah dan kakeknya pernah menjadi laksamana angkatan laut. Jiwa bahari yang dimiliki ayah dan kakeknya tersebut kelak berpengaruh besar terhadap kepribadiannya. Meski sebagai seorang wanita, ia tetap ingin menjadi seorang pelaut yang gagah berani seperti ayah dan kakeknya tersebut.

a. Riwayat Pendidikan
Ketika menginjak usia remaja, Laksamana Keumalahayati mendapatkan kebebasan untuk memilih pendidikan yang diinginkannya. Ketika itu Kesultanan Aceh Darussalam memiliki Akademi Militer yang bernama Mahad Baitul Makdis, yang terdiri dari jurusan Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Setelah menempuh pendidikan agamanya di Meunasah (surau ), Rangkang ( balai pengajian ), dan Dayah ( zawiyyah / pesantren ), oleh karena ia ingin mengikuti karir ayahnya sebagai laksamana, maka ia mendaftarkan diri dalam penerimaan taruna di Akademi Militer Mahad Baitul Makdis. Ia diterima di akademi ini dan dapat menempuh pendidikan militernya dengan sangat baik. Bahkan, ia berprestasi dengan hasil yang sangat memuaskan.

Sebagai siswa yang berprestasi, Laksamana Keumalahayati berhak memiliki jurusan yang diinginkannya. Ia memilih jurusan Angkatan Laut. Ketika menempuh pendidikan di akademi ini ia pernah berkenalan dengan seorang calon perwira laut yang lebih senior (data tentang namanya belum diketahui). Perkenalan tersebut berlanjut hingga benih-benih kasih sayang terbangun di antara mereka. Mereka berdua akhirnya bersepakat untuk saling memadu kasih dan menyatukan diri ke dalam cinta. Setelah tamat dari Akademi Militer Mahad Baitul Makdis, keduanya melangsungkan pernikahan.

Setelah menamatkan studinya di Akademi Militer Mahad Baitul Makdis, Laksamana Keumalahayati berkonsentrasi pada dunia pergerakan dan perjuangan. Ia diangkat oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Mukammil (1589-1604 M) sebagai Komandan Protokol Istana Darud-Dunia di Kesultanan Aceh Darussalam. Jabatan tersebut merupakan kepercayaan sultan terhadap dirinya, sehingga ia perlu menguasai banyak pengetahuan tentang etika dan keprotokolan.

b. Riwayat Perjuangan
Kisah perjuangan Laksamana Keumalahayati dimulai dari sebuah perang di perairan Selat Malaka, yaitu antara armada pasukan Portugis dengan Kesultanan Aceh Darussalam yang dipimpin oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Mukammil dan dibantu oleh dua orang laksamana. Pertempuran sengit terjadi di Teluk Haru dan dimenangkan oleh armada Aceh, meski harus kehilangan dua laksamananya dan ribuan prajuritnya yang tewas di medan perang. Salah satu laksamana yang tewas tersebut adalah suami Laksamana Keumalahayati sendiri yang menjabat sebagai Komandan Protokol Istana Darud-Dunia. Setelah suaminya meninggal dunia dalam peperangan tersebut, ia berjanji akan menuntut balas dan bertekad meneruskan perjuangan suaminya meski secara sendirian.

Untuk memenuhi tujuannya tersebut, Laksamana Keumalahayati meminta kepada Sultan al-Mukammil untuk membentuk armada Aceh yang semua prajuritnya adalah wanita-wanita janda karena suami mereka gugur dalam Perang Teluk Haru. Permintaan Keumalahayati akhirnya dikabulkan. Ia diserahi tugas memimpin Armada Inong Balee dan diangkat sebagai laksamananya. Ia merupakan wanita Aceh pertama yang berpangkat laksamana (admiral) di Kesultanan Aceh Darussalam. Armada ini awalnya hanya berkekuatan 1000 orang, namun kemudian diperkuat lagi menjadi 2000 orang. Teluk Lamreh Krueng Raya dijadikan sebagai pangkalan militernya. Di sekitar teluk ini, ia membangun Benteng Inong Balee yang letaknya di perbukitan.

Setelah memangku jabatan sebagai laksamana, Keumlahayati mengkoordinir pasukannya di laut, mengawasi berbagai pelabuhan-pelabuhan yang berada di bawah penguasaan syahbandar, dan mengawasi kapal-kapal jenis galey milik Kesultanan Aceh Darussalam. Seorang nahkoda kapal Belanda yang berkebangsaan Inggris, John Davis, mengungkapkan fakta bahwa pada masa kepemimpinan militer Laksanana Keumalahayati, Kesultanan Aceh Darussalam memiliki perlengkapan armada laut yang di antaranya terdiri dari 100 buah kapal (galey) dengan kapasitas penumpang 400-500 orang.

Kisah perjuangan Laksamana Keumalahayati tidak berhenti di sini. Ia pernah terlibat dalam pertempuran melawan kolonialisme Belanda. Ceritanya, pada tanggal 22 Juni 1586, Cornelis de Houtman memimpin pelayaran pertamanya bersama empat buah kapal Belanda dan berlabuh di Pelabuhan Banten. Setelah kembali ke Belanda, pada pelayaran yang kedua, ia memimpin armada dagang Belanda yang juga dilengkapi dengan kapal perang. Hal itu dilakukan untuk menghadapi kontak senjata dengan Kesultanan Aceh Darussalam pada tanggal 21 Juni 1599. Dua buah kapal Belanda bernama de Leeuw dan de Leeuwin yang dipimpin oleh dua orang bersaudara, Cornelis de Houtman dan Frederick de Houtman, berlabuh di ibukota Kesultanan Aceh Darussalam. Pada awalnya, kedatangan rombongan tersebut mendapat perlakuan yang baik dari pihak kesultanan karena adanya kepentingan hubungan perdagangan.

Namun, dalam perkembangan selanjutnya Sultan al-Mukammil tidak senang dengan kehadiran rombongan tersebut dan memerintahkan untuk menyerang orang-orang Belanda yang masih ada di kapal-kapalnya. Ada dugaan bahwa sikap Sultan tersebut banyak dipengaruhi oleh hasutan seseorang berkebangsaan Portugis yang kebetulan menjadi penerjemahnya. Serangan tersebut dipimpin sendiri oleh Laksamana Keumalahayati. Alhasil, Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya terbunuh, sedangkan Frederick de Houtman tertangkap dan dimasukkan ke dalam penjara (selama 2 tahun). Keberhasilan Laksamana Keumalahayati merupakan sebuah prestasi yang sungguh luar biasa.

Keumalahayati ternyata bukan hanya sebagai seorang Laksamana dan Panglima Angkatan Laut Kesultanan Aceh Darussalam, namun ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Wanita Pengawal Istana. Jabatan ini merupakan tugas kesultanan dalam bidang diplomasi dan ia bertindak sebagai juru runding dalam urusan-urusan luar negeri. Ia sendiri telah menunjukkan bakatnya dan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Ia memiliki sifat dan karakter yang tegas sekaligus berani dalam menghadapi berbagai momen perundingan, baik dengan Belanda maupun Inggris. Meski begitu, sebagai diplomat yang cerdas, ia dapat bersikap ramah dan luwes dalam melakukan berbagai perundingan.

Pada tanggal 21 November 1600, rombongan bangsa Belanda yang dipimpin Paulus van Caerden datang ke Kesultanan Aceh Darussalam. Sebelum memasuki pelabuhan, rombongan ini menenggelamkan sebuah kapal dagang Aceh dengan terlebih dahulu memindahkan segala muatan lada yang ada di dalamnya ke kapal mereka. Setelah itu datang lagi rombongan bangsa Belanda kedua yang dipimpin oleh Laksamana Yacob van Neck. Mereka mendarat di Pelabuhan Aceh pada tanggal 31 Juni 1601. Mereka memperkenalkan diri sebagai bangsa Belanda yang datang ke Aceh untuk membeli lada. Setelah mengetahui bahwa yang datang adalah bangsa Belanda, Laksamana Keumalahayati langsung memerintahkan anak buahnya untuk menahan mereka. Tindakan tersebut mendapat persetujuan Sultan al-Mukammil karena sebagai ganti rugi atas tindakan rombongan Belanda sebelumnya.

Pada tanggal 23 Agustus 1601, tiba rombongan bangsa Belanda ketiga yang dipimpin oleh Komisaris Gerard de Roy dan Laksamana Laurens Bicker dengan empat buah kapal (Zeelandia, Middelborg, Langhe Bracke, dan Sonne) di Pelabuhan Aceh. Kedatangan mereka memang telah disengaja dan atas perintah Pangeran Maurits. Kedua pimpinan rombongan mendapat perintah untuk memberikan sepucuk surat dan beberapa hadiah kepada Sultan al-Mukammil. Sebelum surat diberikan, sebenarnya telah terjadi perundingan antara Laksamana Keumalahayati dengan dua pimpinan rombongan Belanda. Isi perundingan tersebut adalah terwujudnya perdamaian antara Belanda dan Kesultanan Aceh, dibebaskannya Frederick de Houtman, dan sebagai imbalannya Belanda harus membayar segala kerugian atas dibajaknya kapal Aceh oleh Paulus van Caerden (akhirnya Belanda mau membayar kerugian sebesar 50.000 golden).

Setelah itu hubungan antara Belanda dan Kesultanan Aceh berlangsung cukup baik. Kehadiran bangsa Belanda dapat diterima secara baik di istana kesultanan dan mereka diperbolehkan berdagang di Aceh. Sebagai lanjutan dari hubungan baik antara Belanda dan Kesultanan Aceh, maka diutuslah tiga orang untuk menghadap Pangeran Maurits dan Majelis Wakil Rakyat Belanda. Ketiga orang itu adalah Abdoel Hamid, Sri Muhammad (salah seorang perwira armada laut di bawah Laksamana Keumalahayati), dan Mir Hasan (bangsawan kesultanan). Meski sedang dilanda perang melawan kolonialisme Spanyol, pihak Belanda menyambut utusan Aceh tersebut dengan upacara kenegaraan.

Peran diplomatik Laksamana Keumalahayati masih berlanjut. Hal ini bermula dari keinginan Inggris untuk menjalin hubungan dagang dengan Kesultanan Aceh Darussalam. Ratu Elizabeth I (1558-1603 M) mengirim utusan untuk membawa sepucuk suratnya kepada Sultan Aceh al-Mukammil. Rombongan yang dipimpin oleh James Lancaster, seorang perwira dari Angkatan Laut Inggris ini, tiba di Pelabuhan Aceh pada tanggal 6 Juni 1602. Sebelum bertemu dengan Sultan al-Mukammil, Lancaster mengadakan perundingan dengan Laksamana Keumalahayati. Dalam perundingan itu, Lancaster menyampaikan keinginan Inggris untuk menjalin kerjasama dengan Kesultanan Aceh Darussalam. Ia juga berpesan agar Laksamana Keumalahayati memusuhi Portugis dan berbaik hati dengan Inggris. Laksamana Keumalahayati meminta agar keinginan tersebut dibuat secara tertulis dan diatasnamakan Ratu Inggris. Setelah surat tersebut selesai dibuat, Lancaster diperkenankan menghadap Sultan al-Mukammil.

Laksamana Keumalahayati juga berperan besar dalam menyelesaikan intrik kesultanan. Hal ini bermula dari peristiwa penting perihal suksesi kepemimpinan di Kesultanan Aceh Darussalam. Pada tahun 1603 M, Sultan al-Mukammil menempatkan anak lekaki tertuanya sebagai pendamping dirinya. Namun, rupanya putra tersebut berkhianat terhadap ayahnya dan mengangkat dirinya sebagai Sultan Aceh dengan gelar Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607 M).

Pada masa awal kepemimpinannya, berbagai macam bencana menimpa Kesultanan Aceh Darussalam, seperti kemarau yang berkepanjangan, pertikaian berdarah antar saudara, dan ancaman dari pihak Portugis. Tidak ada keinginan kuat dari Sultan Ali Riayat Syah untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan serius. Maka banyak timbul rasa kekecewaan dari punggawa kesultanan, salah satu di antaranya adalah Darmawangsa Tun Pangkat, kemenakannya sendiri. Darmawangsa ditangkap dan dipenjara atas perintah Sultan.

Pada bulan Juni 1606, Portugis menyerang Kesultanan Aceh Darussalam yang dipimpin oleh Alfonso de Castro. Ketika itu Darmawangsa masih berada di penjara. Ia memohon kepada Sultan Ali Riayat Syah agar dirinya dapat dibebaskan dan dapat ikut bertempur melawan Portugis. Dengan didukung adanya pemintaan Laksamana Keumalahayati, Darmawangsa akhirnya dapat dibebaskan. Mereka berdua akhirnya berjuang bersama dan dapat menghancurkan pasukan Portugis.

Oleh karena Sultan Ali Riayat Syah dianggap banyak kalangan tidak cakap lagi memimpin kesultanan, maka Laksamana Keumalahayati melakukan manuver dengan cara menurunkan Sultan Ali Riayat Syah dari tahta kekuasaan. Darmawangsa akhirnya terpilih sebagai Sultan Aceh dengan gelar Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M). Pada masanya, Kesultanan Aceh Darussalam mencapai zaman keemasan.

2. Karya
Karya Laksamana Keumalahayati memang tidak berupa buku atau berbagai bentuk tulisan. Namun demikian, segala bentuk perjuangannya dalam melawan kolonialisme dapat juga dianggap sebagai karya-karya nyatanya. Di antara karya-karya dimaksud adalah sebagai berikut:
Ia pernah membangun Benteng Inong Balee dengan tinggi 100 meter dari permukaan laut. Tembok benteng menghadap ke laut dengan lebar 3 meter dengan lubang-lubang meriam yang moncongnya mengarah ke pintu teluk.

Ia pernah berhasil membunuh Cornelis de Houtman, salah seorang pemimpin kapal Belanda yang pertama kali tiba di Aceh.

3. Penghargaan
Sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangannya, sebuah serial bertajuk “Laksamana Keumalahayati” telah digarap dengan sutradara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault. Serial ini berisi 13 episode. Episode perdananya telah diputar di Blitz Megaplex (10 November 2007).

 MENGUAK pertalian Raja-raja Aceh Sejak Kerajaan Perlak Sebuah buku berjudul “Silsilah Raja-Raja Islam di Aceh dan Hubungannya dengan Raja-Raja Islam di Nusantara,” diterbitkan pelita Gading Hidup Jakarta, ditulis Pocut Haslinda Syahrul Muda Dalam, mencoba menguak pertalian raja-raja di Aceh sejak pra Islam.

dalam suatu forum di Balai Kartini, Jakarta, 16 Nopember 2008 silam. Malam harinya, di gedung yang sama dipentaskan “drama musikal” yang memuat informasi silsilah raja-raja Aceh tersebut serta peranan kaum perempuan Aceh sejak abad VIII dampai abad XXI. Pentas itu disutradari Dedi Lutan berdasarkan nasakah yang ditulis Pocut Haslinda Syahrul MD binti Teuku H Abdul Hamid Azwar, waris Tun Sri Lanang ke-8.

Sebetulnya masih ada tiga buku lain yang dihasilkan Pocut Haslinda dalam waktu bersamaan, yaitu “Perempuan Aceh dalam Lintas Sejarah Abad VIII-XXI, Tun Sri Lanang dan Terungkapnya Akar Sejarah Melayu, dan Dua Mata Bola di Balik Tirai Istana Melayu.”

Untuk menggenapi informasi “Silsilah Raja-Raja Aceh” dan ketiga bukunya itu, Pocut Haslinda, pernah menempuh pendidikan fashion dan model di Paris, Jerman, dan London (1965-1970) membaca lebih dari 1000 judul buku ditulis oleh penulis dalam dan luar negeri.

Buku “Silsilah Raja-Raja Aceh” itu secara sederhana mencoba menarik garis pertautan raja-raja Aceh sejak awal abad ke 8 pada masa Kerajaan Perlak, kemudian berkembang menjadi kerajaan-kerajaan lain di Aceh, termasuk persinggungan yang sangat penting dan fundamental dengan Kerajaan Isaq di Gayo, dan pertautan raja-raja Aceh dengan Perak, Johor, Deli-Serdang, Majapahit, Demak, Wali Songo dan sebagainya.

Kisah kedatangan satu delegasi dagang dari Persia di Blang Seupeung, pusat Kerajaan Jeumpa yang ketika itu masih menganut Hindu Purba. Salah seorang anggota rombongan bernama Maharaj Syahriar Salman, Pangeran Kerajaan Persia yang ditaklukkan pada zaman Khalifahtur Rasyidin. Salman adalah turunan dari Dinasti Sassanid Persia yang pernah berjaya antara 224 – 651 Masehi. Setelah penaklukkan, sebahagian keluarga kerjaan Persia ada yang pergi ke Asia Tenggara.

Kerajaan Jeumpa, ketika itu dikuasai Meurah Jeumpa. Maharaj Syahriar Salman kemudian menikah dengan putri istana Jeumpa bernama Mayang Seludang. Akibat dari perkawinan itu, Maharaj Syahriar Salman tidak lagi ikut rombongan niaga Persia melanjutkan pelayaran ke Selat Malaka. Pasangan ini memilih “hijrah” ke Perlak (sekarang Peureulak,red), sebuah kawasan kerajaan yang dipimpin Meurah Perlak.

Meurah Perlak tak punya keturunan dan memperlakukan “pengantin baru” itu sebagai anak. Ketika Meurah Perlak meninggal, kerajaan Perlak diserahkan kepada Maharaj Syahriar Salman, sebagai Meurah Perlak yang baru. Perkawinan Maharaj Syahriar Salman dan Putri Mayang Sekudang dianugerahi empat putra dan seroang putri; Syahir Nuwi, Syahir Dauli, Syahir Pauli, SyahirTanwi, dan Putri Tansyir Dewi.

Syahir Nuwi di kemudian hari menjadi Raja Perlak ( PEUREULAK ) yang baru menggantikan ayahandanya. Dia bergelar Meurah Syahir Nuwi. Syahir Dauli diangkat menjadi Meurah di Negeri Indra Purwa (sekarang Aceh Besar, red). Syahir Pauli menjadi Meurah di Negeri Sama indra (sekarang Pidie), dan si bungsu Syahir Tanwi kembali ke Jeumpa dan menjadi Meurah Jeumpa menggantikan kakeknya. Merekalah yang kelak dikenal sebagai “Kaom Imeum Tuha Peut” (penguasa yang empat). Dengan demikian, kawasan-kawasan sepanjang Selat Malaka dikuasai oleh keturunan Maharaj Syahriar Salman dari Dinasti Sassanid Persia dan Dinasti Meurah Jeumpa (sekarang Bireuen).

Sementara itu, Putri Tansyir Dewi, menikah dengan Sayid Maulana Ali al-Muktabar, anggota rombongan pendakwah yang tiba di Bandar Perlak dengan sebuah kapal di bawah Nakhoda Khalifah. Kapal itu memuat sekitar 100 pendakwah yang menyamar sebagai pedagang. Rombongan ini terdiri dari orang-orang Quraish, Palestina, Persia dan India. Rombongan pendakwah ini tiba pada tahun 173 H (800 M). Sebelum merapat di Perlak, rombongan ini terlebih dahulu singgah di India.

Syahir Nuwi yang menjadi penguasa Perlak menyatakan diri masuk Islam, dan menjadi Raja Perlak pertama yang memeluk Islam.Sejak itu, Islam berkembang di Perlak. Perkawinan Putri Tansyir Dewi dengan Sayid Maulana Ali al-Muktabar membuahkan seorang putra bernama Sayid Maulana Abdul Aziz Syah, yang kelak setelah dewasa dinobatkan sebagai Sultan Alaidin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah, sultan pertama Kerajaan Islam Perlak, bertepatan dengan 1 Muharram 225 Hijriah.

Sayid Maulana Ali al-Muktabar berfaham Syiah, merupakan putra dari Sayid Muhammad Diba‘i anak Imam Jakfar Asshadiq (Imam Syiah ke-6) anak dari Imam Muhammad Al Baqir (Imam Syiah ke-5), anak dari Syaidina Ali Muhammad Zainal Abidin, yakni satu-satunya putra Syaidina Husen, putra Syaidina Ali bin Abu Thalib dari perkawinan dengan Siti Fatimah, putri dari Muhammad Rasulullah saw. Lengkapnya silsilah itu adalah: Sultan Alaidin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah bin Sayid Maulana Ali-al Muktabar bin Sayid Muhammad Diba‘i bin Imam Ja‘far Asshadiq bin Imam Muhammad Al Baqir bin Syaidina Ali Muhammad Zainal Abidin Sayidina Husin Assyahid bin Sayidina Alin bin Abu Thalib (menikah dengan Siti Fatimah, putri Muhammad Rasulullah saw).

Keikutsertaan Sayid Maulana Ali al-Muktabar dalam rombongan pendakwah merupakan penugasan dari Khalifah Makmun bin Harun Al Rasyid (167-219 H/813-833 M) untuk menyebarkan Islam di Hindi, Asia Tenggara dan kawasan-kawasan lainnya. Khalifah Makmun sebelumnya berhasil meredam “pemberontakan” kaum Syiah di Mekkah yang dipimpin oleh Muhammad bin Ja‘far Ashhadiq.

Raja Isaq Gayo dan Turunannya
Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Johan Berdaulan memiliki tiga putra; Meurah Makhdum Alaiddin Ibrahim Syah, kemudian menjadi Sultan ke-8; Maharaja Mahmud Syah yang kemudian menjadi Raja Salasari Islam I di Tanoh Data (Cot Girek); Meurah Makhdum Malik Isaq (Isak) mendirikan Negeri Isaq I.

Meurah Isaq memiliki putra bernama Meurah Malik Masir yang juga dikenal sebagai Meurah Mersa alias Tok (Tuk) Mersa, diangkat sebagai Raja Isaq II mernggantikan ayahandanya. Tok Mersa memiliki tujuh putra yakni: 1) Meurah Makhdum Ibrahim mendirikan Negeri Singkong. Cucu Meurah Makhdum ini bernama Malikussaleh di kemudian hari mendirikan Kerajaan Samudra Pasai. 2) Meurah Bacang mendirikan Kerajaan Bacang Barus. 3) Meurah Putih mendirikan Kerajaan Beuracan Merdu. 4) Meurah Itam mendirikan Kerajaan Kiran Samalanga. 5) Meurah Pupok mendirikan Kerajaan Daya Aceh Barat. 6) Merah Jernang mendirikan kerajaan Seunagan. 7) Meurah Mege (Meugo) menjadi Raja Isaq III.

Dari turununan Meurah Mege lahir Sultan Abidin Johansyah pendiri Kerajaan Aceh Darussalam (1203-1234) sampai Sultan Daud Sjah (1874-1939). Turunen Meurah Mege lain, Syekh Ali al Qaishar anak dari Hasyim Abdul Jalil hijrah ke Bugis dan menikah dengan putri bangsawan Bugis yang kelak cucu psangan ini bergelar Daeng. Di antara anak-cucunya, ada yang pulang ke Aceh bernama Daeng Mansur atau Tgk Di Reubee dan mempunyai seorang putra bernama Zainal Abidin dan seorang putri bernama Siti Sani yang dinikahi Sultan Iskandar Muda.

Di tanah Jawa, Turunan Tok Mersa bernama Puteri Jempa nikah dengan Raja Majapahit terakhir kemudian lahir Raden Fattah yang menjadi Raja Demak. Turunen Tok Mersa lain, yakni Fatahillah menyusul ke Jawa menikah dengan adik Sultan Demak. Fatahillah mendirikan kerajaan Cirebon dan anaknya mendirikan Kerajaan Banten. Fatahillah dikenal juga Sunan Gunung Jati menikah dengan Ratu Mas anak Raden Fattah, cucu Majapahit, keturunannya turun temurun menjadi raja dan pembangun Demak, Cirebon, Banten dan Walisongo.

Melihat pertautan raja-raja Aceh itu, jelasnya bagi kita bagaimana sebenarnya hubungan erat satu sama lain. Pada awalnya, mereka berangkat dari “indatu” ( NENEK MOYANG ) yang sama dari Perlak.  (budi/ Harian Serambi Indonesia). @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 84 Komentar

(REVISI) ”ILMU AJI BISMILLAH PITU/TUJUH”


Noer Cholish

satria_lamong77@yahoo.com

Amalan khusus ini ijazah langsung dari Kyai Khairul Huda Arya Mandalla Pengasuh Ponpes “AL BARAKAH & Kajian NAHDLATUL JUHALAA’ “ GRESIK-Jatim

(Cucu Eyang Prabu Brawijaya V & Eyang Kanjeng Sunan Giri). Apabila dulur dan sahabat semua mau mengetahui secara lengkap fadhilah dan karomah dari Ilmu Bismillah Pitu atau ajian sapu jagad ini bisa bersilaturohim ke Beliau Ponpen AL BARAKAH, Kedungrukun, Kedungpring –Balongpanggang-Gresik. tapi bagi yang mau mengamalkan silahkan saja beliau melalui saya waktu sowan ke Ponpes Al Barakah tgl 10 Juli 2011 memberikan ijin kepada seluruh kaum Muslimin untuk mengamalkan Aji Bismillah Pitu ini dengan ikhlas, semoga amalan ini bermanfaat dunia sampai akherat, Amien. Bi’idznillah. Bagi yg kirim E-mail mohon maaf tdk bisa membalas ataupun telat membuka karena kesibukan kami.

Amalan Bismillah Pitu ini termasuk ilmu sapu jagad yang multi fungsi dan sangat banyak karomahnya, diantaranya :

  • Pesan pak kyai Huda ARM yg mengijazahkan Ilmu Bismillah 7 ini, hendaknya di amalkan istiqomah, ikhlas dan penuh keyakinan akan Rahmat dan Berkah dari Gusti ALLAH TA’ALA, amin.
  • Amalkan ilmu diatas sebanyak 500x atau kalau mampu 1.000x setiap malam selama 1 tahun penuh maka lihat apa yang terjadi, karomahnya ibarat sinar terangnya seperti sinar Matahari.
  • Amalkan secara istiqomah tiap ba’da sholat fardlu minimal 7x atau setelah sholat sunah hajad atau tahajjud tengah malam 100x. Harus ikhlas, sabar dalam toat dan sabar dalam ujian setelah itu pasrah sepenuh jiwa dan raga pada Tuhan kita Gusti  ALLOH  TA’ALA.
  • untuk pengobatan:

sediakan air hujan yg di tampung dengan bahan kaca, gelas, mangkok dll dari langit langsung atau tidak kena perantara genting/atap

  • baca al fatehah…………………………………………………………………..    70x
  • baca amalan Bismillah Pitu/Tujuh ……………………………………………. 7x
  • setiap mendapat 1 bacaan tiupkan ke air hujan tsb dan kalau sudah selesai bisa di minumkan sebagian dan di pakai campuran mandi pada yg sakit.
  • Untuk kesuksesan, keselamatan, kemudahan dalam setiap usaha, kharisma dan wibawa alam sertai perisai dari gangguan bangsa manusia dan goib yg berniat jahat dan merupakan obat yang ampuh bagi semua penyakit yang secara medis di vonis tidak obatnya dll.
  • Amalkan saja secara ajeg/istikomah tanpa mengarap apapun kecuali Rahmat dan Berkah dari Gusti  ALLAH TA’ALA maka hidup kita akan semakin mulya dunia akherat.
  • Amalan ini adalah amalan para solihin, semoga kita bisa menjaga ibadah kita.
  • Selamat Mengamalkan ilmu warisan para guru yang bijak. Apabila ada salah mohon di maafkan, terutama pada pemilik dan pewaris Amalan yang luar biasa ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi umat. wassalam.

 

oooo

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 155 Komentar

PESAN DARI TROWULAN


KI SABDALANGIT
sabdalangit@gmail.com

Tujuan utama ke Trowulan terutama untuk mundi dawuh perintah langsung dari Sri Narpati Brawijaya V yang di luar dugaan kami terima beberapa hari sebelum mengambil keputusan bulat untuk menghadiri undangan Mas Panji Trisula (Bustanus Salatin) salah seorang Ketua IPPNU Jatim periode th 2000, dalam acara “Sarasehan Bulan Purnama ; Memperingati Turunnya Wahyu Makutharama” yang diadakan di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto Prop Jawa Timur. Selain itu kami berserta rombongan ingin sekali mewujudkan rasa berbakti kepada para leluhur besar bumiputra perintis dan penopang kejayaan Nusantara di masa lalu, tidak dengan cara enaknya sendiri mulut sekedar komat-kamit saja dari rumah. Sikap berbakti akan lebih berharga jika diwujudkan dalam tindakan nyata dengan cara marak sowan mengunjungi petilasan pepunden untuk tujuan napak tilas serta atur pisungsung sembah bekti kepada para leluhur besar Nusantara. Tidak cukup berhenti di situ, lebih penting adalah mengambil pelajaran berharga yang selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Jika peduli dan mau, kita sebagai generasi penerus bangsa sudah semestinya melakukan koreksi atas perjalanan sejarah bangsa besar ini di masa lalu pernah lepas kendali hingga kini berkembang kian salah kaprah. Tidak semata sebagai sebuah kesalahan kebijakan masa lalu, tetapi tingginya sikap toleransi  para pendahulu bangsa terutama terhadap anasir sistem kepercayaan (religi) yang berasal dari budaya asing. Toleransi tinggi para pendahulu bangsa berhubungan dengan tingginya pemahaman tentang apa sejatinya religi dan sistem kepercayaan. Toleransi menumbuhkan prasangka baik dan kelonggaran sikap terhadap unsur asing walau banyak perbedaan secara esensial. Namun hal itu justru dimanfaatkan oleh para jahil pembawa anasir asing sebagai suatu kesempatan untuk menjalankan misi jahiliahnya. Namun dalam perkembangannya, sistem sosial dan politik berkembang secara liar tidak seperti yang diharapkan oleh para leluhur besar perintis Nusantara. Bahkan hingga kini dampak buruknya kian dirasakan oleh generasi sekarang.

Apabila mau jujur dan para sejarawan bersama arkeolog mau meluruskan sejarah tentu akan ditemukan banyak kebohongan dalam “dongeng-dongeng” yang dikemas seolah bagaikan suatu kejujuran sejarah. Terutama cerita-cerita tentang masuknya para saudagar Gujarat, saudagar Mesir, saudagar Maroko dan Turki yang sangat tergiur oleh gemah ripahnya Nusantara. Kisah-kisah masuknya saudagar ke Bumi Nusantara selanjutnya dirombak berupa “dongeng-dongeng” yang mengimajinasikan tokoh sakti mandraguna yang perjalanan hidupnya penuh perjuangan menegakkan kebenaran tuhan. Sebagai salah satu trik kolonialisme, di dalamnya terdapat intrik-intrik politik dagang dan perebutan kekuasaan yang didukung melalui penciptaan dongeng-dongeng adu kesaktian antara para saudagar yang dicitrakan sebagai wakil tuhan versus penduduk asli pribumi yang dicitrakan sebagai musuh tuhan. Ya..semua itu masih dalam kerangka proyek pemenangan politik dagang para saudagar beserta pengikutnya. Mayoritas anak bangsa mungkin termasuk Anda para pembaca, mungkin merupakan anak turun dari para pendahulu bangsa yang menjadi korban atas pencitraan tendensius dan subyektif dari para saudagar bersama pendukungnya. Jika Anda tidak terima, lantas pembelaan macam mana yang bisa Anda lakukan ? Maka, luruskan sejarah bangsa besar ini, agar supaya yang benar tampak benar, yang salah terbongkar kedoknya. Sehingga dapat dijadikan pelajaran berharga bagi generasi penerus bangsa yang ingin mengerti kesejatian hidup ini apa sesungguhnya.

Dalam cara pandang sosio-ekonomis, jika Anda ingin memenangkan persaingan marketing, ada dua kiat jitu yang bisa ditempuh, pertama, susupkan barang dagangan ke dalam unsur budaya lokal calon konsumen. Kedua, kuasai, dominasi, dan setir pola pikir calon konsumen agar supaya mengikuti kemauan si marketing. Tentu Anda akan menjadi marketing yang sukses menangguk keuntungan besar.  Apalagi “kolonialisasi” dan dominasi terhadap pola pikir konsumen melalui berbagai doktrin di antaranya dengan mengatasnamakan tuhan. Ditambah advertensi berupa iming-iming pahala bagi siapa saja yang mau mengkonsumsi dagangannya. Wow..pasti akan laris manis apapun jenis dagangannya. Selanjutnya, Anda tinggal menyingkirkan pesaing-pesaing bisnis Anda, dengan cara politik adu domba, aktif menciptakan wacana friksi dan gap, serta sibuk menumbuhkan konflik-konflik antara elemen-elemen kekuatan para pesaing. Dalam hal ini kearifan lokal (local wisdom) dan kerajaan-kerajaan yang masih eksis memegang teguh budaya dan tradisi bumipertiwi dapat diperankan sebagai pesaing paling diperhitungkan. Ternyata, politik devide et impera-nya Belanda hanya sekedar meniru politik a la saudagar asing. Tengok saja periode sejarah sebelum masa kedatangan para saudagar, sejarah kerajaan Nusantara abad Sebelum Masehi (kerajaan pertama Kutai Lama) hingga akhir abad 12 masa Majapahit awal, perang atau konflik antara kerajaan sangat jarang terjadi. Namun semenjak abad 14 terjadi peningkatan intensitas konflik. Selain dengan cara tersebut, penjajahan paling efektif bisa ditempuh melalui cara “perkawinan silang” antara penjajah dengan pribumi, di mana peran suami lebih banyak diisi oleh laki-laki penjajah, sedangkan peran istri diisi oleh mayoritas perempuan pribumi. Hal ini bertujuan tentu saja untuk mengamankan kepentingan,aset dan meluaskan otoritas kaum penjajah yang menganut sistem patrilineal. Hebat bukan..sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Politik apa ini namanya? Sembari berkuasa masih pula berpesta kenikmatan. Siapa kiranya yang tak tergiur. Program dan rencana akan jauh lebih sukses bila saudagar sembari membawa-bawa dan mengklaim diri sebagai orang suci pembawa kebenaran tuhan. Sudah dagangannya laris, dapat belahan surgawi wanita-wanita pribumi, ditambah bonus pahala lagi. Lantas lahirlah bayi-bayi merah tak berdosa dan tak tahu apa-apa yang akan menghuni Nusantara sebagai generasi baru hasil politik macam itu. Mungkin saja di antara kita ini adalah termasuk bayi-bayi merah itu. Yang terpenting bukanlah menggugat siapa yang melahirkan diri kita. Tetapi apa yang telah kita perbuat terhadap kebohongan sejarah? Berani jujurkah generasi penerus bangsa ini? Ataukah kronologi sejarah dan jejak-jejak kaki sejarah bangsa ini akan tetap ditopang oleh pondasi sejarah palsu? Kain pel yang kotor, tak akan bisa membersihkan lantai kotor tuan !

Kata Bung Karno,”Jasmerah ! Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (yang jujur obyektif). Di zaman modern dan serba terbuka ini, walau masih ada sebagian orang yang bernafsu untuk memelintir sejarah sesuai kepentingannya, sudah pasti..sejarah akan meluruskan dirinya sendiri. Sesuatu yang dianggap kebenaran mutlak di masa lalu, bisa saja terkoreksi oleh temuan-temuan baru. Sejarah palsu hanya bisa berbohong dalam kurun waktu yang tidak tak terbatas. Tidak selamanya bau bangkai dapat disimpan rapat-rapat. Kini, generasi muda musti menyingkap bau bangkai itu, atau menyiapkan “kain pel” yang benar-benar bersih. Generasi bangsa musti melakukan koreksi signifikan untuk misi utama menyelamatkan Nusantara dari ambang kehancuran total. Kurang apa lagi? Nusantara adalah singgasana, adalah rumah pribadi, surga yang nyata dan bukan imajiner bagi anak-anak negeri, bagi rakyat Indonesia. Dan kita semua, generasi penerus bangsa sebagai tuan rumahnya, tentu saja di rumah pribadi kita Nusantara. Namun saat ini lain kenyataannya, kita menjadi jongos di rumah sendiri, kita dipaksa mengabdi, membabukan diri kepada para “tamu” di rumah kita sendiri. Tamu mbagekake sing duwe omah. Kita tertindas di negeri sendiri, oleh penjajah yang berdaging berdarah sebagai WNI, tetapi berisi jiwa-jiwa yang tak ubahnya onggokan sampah kepentingan, tumpukan kebekuan pola pikir, dan jiwa yang berisi komitmen jahil yang loyal dan berporos kepada para penjajah dari negeri antah-berantah.  Banyak orang lebih suka napak tilas dan berziarah kepada leluhur luar negri nun jauh di sana yang sama sekali tak ada hubungan ras, bangsa, suku, apalagi kerabat sodara. Sekalipun menghabiskan beaya puluhan juta tetap dilakoninya dengan harapan surga, sebaliknya terhadap leluhurnya sendiri tidak berbakti, kuburannya terbengkalai penuh ilalang, kotor tidak pernah diopeni. Lantas di mana sang hatinurani?? Sementara harta warisannya sampai kini masih mereka nikmati, bahkan sebagian telah dijual untuk ngabekti kepada leluhur-leluhur asing nun jauh di luar negeri. Mau diakui ataupun dipungkiri, pasti kualat akan datang menghampiri, kualat yang datang dari sikap perilakunya sendiri. Jadilah wajah Nusantara yang seperti ini. Rupa-rupa musibah dan bencana datang silih berganti, menerpa anak negeri yang lupa diri, lebih suka memuaskan nafsu dan imajinasi. Potret negeri di mana generasi penerusnya durhaka kepada sang ibu pertiwi.

 Saat ini, tanggal 17 Juli, sebentar lagi Nusantara akan “bersih-bersih” diri. Goro-goro gung tan kena den pungkiri. Murih tinarbukaning gapura gamabudi. Jaya nusawantara den enteni. Kang kadapuk dadi pambuka, iya satria kang jumedul ing pulo Semar Badranaya, sisih wetan sangkan ira. Mula den eling den êmut, menawa ana Candra-ning Negoro. Iya iku satria kang piningit, datan aran ratu adil, nanging kang jumeneng dadi satria nagari Pambukaning Gapura.

 Kolonialisme “the Dajjal”

Bentuk kolonialisme yang melebihi model penjajahan terhadap daerah koloni, bilamana yang dijajah adalah kemerdekaan fikir dan pembunuhan atas kesadaran spiritual generasi penerus bangsa. Pola fikir dan kesadaran spiritual, adalah dua pilar yang membentuk karakter bangsa. Dan terbukti saat ini bangsa Indonesia telah kehilangan karakternya. Merupakan kenyataan tak dapat ditutup-tutupi lagi, lihatlah…kini telah lahir generasi dimana kesadaran spiritualnya tergembok rapat di dalam tempurung kebodohan. Malah dengar-dengar ada generasi akhir yang akan diberi nama “the dajjal” si makhluk bermata satu yang suka gentayangan untuk memutar balik fakta dengan cara berdagang kata-kata manis berbalut angin syurga. The dajjal lebih terasa sebagai kiasan yang menggambarkan suatu pemahaman dangkal bahwa kebenaran dan ketuhanan hanya boleh didefinisikan melalui satu “mata” saja.  Yakni satu persepsi, satu cara pandang, atau suatu ajaran yang telah dikemas menjadi institusi. Konsekuensinya, apapun persepsi tentang kebenaran, keyakinan, dan tentang tuhan di luar persepsi itu adalah sesat dan kopar kapir.  Penganut pola pikir semacam ini akan menjadi generasi anti-toleran dan fanatik, yakni generasi anti perbedaan pendapat. Tidak mau berbaik sangka dengan berfikiran positif-konstruktif terhadap segala perbedaan. Tentu saja realitas sosial semacam itu bertentangan dengan hukum alam. Dan siapapun, apapun, jika bertentangan dengan hukum alam, alamlah yang akan melebur.

The dajjal akan sibuk gentayangan sana-sini memutarbalikan fakta antara kebenaran dengan ilusi. Antara kebohongan dengan kejujuran. Menjadi tugas berat the dajjal untuk tetap mempertahankan kebohongan dan kepalsuan yang sudah berlangsung kurang lebih 1500 tahun lamanya. Apabila segala kepalsuan dan kebohongan itu terbongkar oleh temuan-temuan baru, dan oleh evolusi kesadaran manusia-manusia generasi baru, selanjutnya pola pikir masyarakat dunia akan segera berganti dengan paradigma pikir baru yang lebih realistis, membumi dan penuh nilai-nilai humanis. Saat itulah terjadi kiamat, bukan berarti kehancuran planet bumi bersama jagad semesta, melainkan  kebangkrutan total segala macam ajaran lama yang penuh ilusi.

Bagi yang mampu beradaptasi dengan kehendak alam, pada gilirannya kekuatan alam akan mendaur ulang menjadi generasi baru yang memiliki kesadaran kosmologis yang selaras, sinergis dan harmonis dengan hukum alam. Mereka akan lahir sebagai manusia sejati yang mengerti diri sejati, dan memahami apa sejatinya hidup ini. Sebaliknya yang menolak koreksi alam dan hukum dinamika zaman, akan semakin sulit menyadari bahwa dirinya telah dirundung sakit jiwa yang berkepanjangan.

 NAPAK TILAS dan PERISTIWA PENUH ARTI

Motivasi kehadiran rombongan kami dalam rangka ikut serta berkumpul bersama seluruh sedulur dari berbagai kalangan yang hadir di acara sakral Sarasehan Bulan Purnama dengan tema Memperingai Turunnya Wahyu Makutharama, yang dipandegani oleh Mas Panji Trisula (Bustanus Salatin).Terimakasih tak terhingga atas segala sambutan dan kehangatan paseduluran dari sedulur-sedulur yang hadir dalam acara tsb. Sungguh bagai oasis menyejukkan dahaga spiritual di tengah panasnya terpaan the desert storm “badai gurun” yang melanda Nusantara saat ini. Kami berharap apa yang telah dilakukannya menjadi amal kebaikan yang berkausalitas atas berlimpahnya berkah dari para leluhur besar Kerajaan Majapahit. Kebaikan-kebaikan yang dilakukan akan menjadi pagar gaib yang melindungi diri sendiri, menjadikan diri tak bisa dicelakai orang dan selalu menemukan keberuntungan dalam setiap langkahnya.

 Hujan Sebagai Pertanda Baik

Pukul 16.30 wib kendaraan terus melaju meninggalkan kota Jombang. Arah kendaraan menuju Kec.Trowulan Kab Mojokerto. Walau musim kemarau sedang berada dalam puncaknya, namun tiba-tiba turun hujan dengan derasnya. Seperti biasa, fenomena hujan deras seringkali mewarnai dalam tiap acara-acara sakral yang berhubungan dengan leluhur besar. Tidak hanya terjadi di Jawa, Sunda, Bali, Sumatera bahkan hingga di Kalimantan. Dalam tradisi Jawa, hujan yang tidak lazim terjadi itu sebagai pertanda diterimanya acara atau ritual yang akan kita laksanakan. Hujan pertanda baik biasanya terjadi beberapa saat sebelum acara dimulai, namun menjelang acara dimulai hujan akan reda kembali. Pukul 17.00 Wib (Jawa: pitulas, alias simbol bermakna “pitulungan lan kawelasan“) karena kami merasakan misteri daya tarik energi yang sangat kuat, akhirnya rombongan kami berempat memutuskan untuk berhenti tepatnya di Depot Arema di Jl Raya Jombang-Mojokerto, yang ternyata berjarak 2,100 meter dari Sitihinggil Trowulan. Sarasehan Bulan Purnama merupakan acara sakral dilaksanakan setiap siklus 210 hari. Sejenak rombongan kami menyeruput secangkir kopi, sementara itu terasa semakin kuat daya tarik energi. Pelacakan sumber energi menemukan datangnya energi itu berasal dari kolam raksasa Tambak Segaran. Kolam raksasa buatan manusia, sebagai situs peninggalan Majapahit yang telah berumur kurang lebih 800-900 tahun.

Pukul 17.30 wib hujan kembali reda. Dengan beberapa pertimbangan, kami memutuskan untuk kulonuwun terlebih dahulu kepada para leluhur yang berada di gerbang Siti Hinggil Trowulan dan kepada Panpel. Pada jam 19.00 wib atau jam 7 malam, dari Sasono Hinggil kami merapat ke Kolam Tambak Segaran yang berjarak hanya sekitar 1,7 km. Di lokasi kolam Tambak Segaran sudah menunggu dulur-dulur wetan ; Ki Camat Kec Taman (Ki Amig Bahrul Alam alias Ki Juru Taman), Ki Wongalus (KWA), Mas Kumitir (Alang-alang kumitir). Ditambah rombongan kami berempat, saya bersama istri, Mas Harimurti dari Jogja dan Mas Andreas dari Jakarta, sehingga jumlah rombongan kami ada 7 (pitulungan) orang. Kami mulai “neng” (meneng/jumeneng; berdiam raga dan konsentrasi untuk membangunkan kesadaran rasa sejati), dengan tujuan untuk meraih “ning” (wening/kebeningan atau ketajaman batin), sambil maneges kepada Jagadnata dan Para Leluhur Majapahit dengan harapan siapa tahu mendapat “nung” (kesinungan) berkah agung.

 Gerbang Metafisika

Beberapa menit hanya menyisakan kesunyian memagut yang membawa perasaan keheningan dan kedamaian begitu dalam. Membawa suasana hati yang tenteram. Kita bersihkan hati dari segala macam penghalang, bersihkan dari perasaan iri dan dengki. Kita netralkan dan beningkan pikiran dari segala prasangka buruk dan berbagai ilusi-halusinasi. Beberapa saat setelah kami menghaturkan sesaji menabur bunga sebagai pertanda “kulanuwun” dan salah satu upaya sembah bekti, attunment/penyelarasan, mensinergikan dengan getaran jagad semesta. Tak berapa lama kemudian gayung mulai bersambut. Segera tampak tanda kehadiran para abdidalem (pegawai kerajaan) Majapahit di masa lalu sebagai pertanda adanya sambutan “tuan rumah”. Saat itu belum juga tampak kehadiran leluhur Ratu Gung Binatara. Namun pada saat jarum jam menunjukkan pukul 20.10 wib (2010) kabut putih dan sangat tebal mendadak turun, kami melihat antara dimensi fisik dan metafisik sedang terjadi proses persisihan, seolah saling mendekatkan “jarak” di antaranya. Beberapa detik kemudian, terbukalah gerbang dimensi metafisik. Secara kasat mata, yang tampak sedikit berbeda dengan pemandangan sesungguhnya. Tujuh orang, semua melihat kabut putih begitu tebal, disertai hawa dingin, dan sedikit rintikan gerimis bagai percikan embun yang sangat menyejukkan. Di tengah kabut putih tebal itu, tepat di atas permukaan air tampak jelas muncul lingkaran bundar simetris berdiameter kurang lebih 20 meter. Bentuk dan warnanya sangat jelas karena saat itu bulan purnama sedang kuat memancarkan sinarnya. Di dalam lingkaran itu keadaannya sama sekali bersih dari kabut sehingga tampak lah warna bening kehitaman, tetapi jika dilihat dengan mata batin, segera tampak warna bening transparan membentuk lobang besar. Dalam waktu sekitar 20 menit, lingkaran tersebut berubah konfigurasi dari bentuk lingkaran, kemudian kedua sisi kiri-kanan perlahan berubah memanjang (mulur) membentuk alur panjang melengkung menjadi garis setengah lingkaran yang berdiameter lebih besar. Kedua ujung setengah lingkaran masing-masing menyentuh dinding kolam. Hingga tampak ada garis lengkungan (setengah lingkaran) besar seolah mengurung 7 orang rombongan kami. Bening, kehitaman, perlahan semakin mendekati posisi kami duduk bermeditasi, hingga berjarak sekitar 5 meter tepat di depan kami. Pada saat itu tampaklah titik cahaya putih terang berkilau di dasar air, yang dapat disaksikan sebagian besar anggota rombongan kami. Titik cahaya itu hanya sebesar lampu sein mobil, walaupun berada di dalam air ia memancarkan warna putih berkilau yang cukup terang. Benda misteri itu ternyata wujud Kalpika (cincin pusaka) milik Sri Narpati Brawijaya. Tepat pada pukul 20.40 wib, hanya dalam waktu kurang dari 2 menit, semua fenomena tersebut menjadi pudar dan lenyap dengan cepatnya. Lingkaran besar itu dengan cepatnya sirna kembali bagaikan tirai yang dibentangkan untuk menutup jendela. Pemandangan berganti dengan kabut putih tebal bagai layar terkembang menutupi permukaan air, sakral dan mistis seolah-olah “pagelaran wayang” akan segera dimulai. Saat itu di kejauhan terdengar sayup-sayup suara gending. Semoga suara gending itu merupakan isyarat pembuka mengiringi layar Nusantara yang mulai terkembang.

Misteri kolam mulai tersibak. Secara fisik berupa kolam raksasa dengan ukuran lebar sekitar 80 meter x 300 meter, namun secara metafisik merupakan Keraton Majapahit yang masih “eksis” hingga saat ini. Hanya bedanya, para penghuninya sudah melakukan proses  “metamorfosis”,  menjalani kehidupan sejati dengan tidak menggunakan jasad lagi. Mereka sekedar pindah dimensi saja. Mereka adalah generasi pendahulu kita yang sudah lahir ke dalam kehidupan sejati setelah sekian lama “sang janin” berada di dalam kandungan ibu pertiwi, di dalam rahim mercapada.

Rombongan kami segera beranjak kembali ke Sasono Hinggil Trowulan, di mana Mas Panji Trisula dan seluruh hadirin telah siap memulai mata acara. Tepat pada pukul 21.00 Wib (210) kami tiba di Pendopo Siti Hinggil. Saya semakin memahami apa yang disampaikan Mas Panji tentang siklus 210 hari. Sejak awal saya dihubungi Mas Panji saya meminta beliau memberi jadwal bicara pada pukul 21.00 wib dengan suatu alasan…entah! Saya hanya mengikuti getaran nurani saja dan kini semuanya sudah tejawab. Kata Mas Panji Trisula, acara sarasehan ini ternyata dilakukan dalam Siklus 210 hari sekali.mirip metamorfosa sel yang akan berkembang biak menjadi banyak kemudian menyebar benih di seluruh penjuru. Kajian Mikrobiologi siklus 210 harian dari Gede Junidwaja. Menurut beliau yang dulu punya bos bule dari USA seorang master biokimia lama tinggal di Bali dan sangat rajin melakukan riset mandiri. Menurut hipotesisnya ini terkait dengan telomere sel. Umur sel rata-rata 210 hari. “Sel di organ kita hari ini, akan berganti 210 hari lagi, jadi sel-sel buruk diubah paling  cepat 210 hari. Kuningan adalah nama wuku ke duabelas dalam tradisi Majapahitan. Jatuh setiap 210 hari sekali, tepat pada hari Raditya (Minggu) Wage. Dalam tradisi masyarakat  Hindu Bali pada wuku ini disebut hari suci Kuningan sebagai penutup serangkaian acara semenjak masuknya wuku Galungan (wuku ke sebelas) yang jatuh pada hari Raditya (Minggu) Pahing yang lalu”.

Namanya saja memperingati, mengenang, atau napak tilas. Angka 21 termasuk angka yang dikeramatkan oleh masyarakat Jawa, selain angka 7, 11, 17, 27. Kami pun akhirnya menemukan jawaban soal angka 21 pada saat menghadiri acara di Situs Kuno Trowulan. Termasuk sejak awal ingin sekali mengenakan kemeja warna merah dalam acara tersebut. Ternyata warna merah merupakan simbol sebagai warna identitas Majapahit, sebagaimana warna hijau sebagai identitas Mataram, dan warna kuning sebagai warna kebesaran Kerajaan Kutai.

Pukul 00.00 wib kami kembali ke kolam Tambak Segaran. Kali ini bersama para peserta acara Sarasehan Bulan Purnama, untuk tujuan atur sesaji tabur bunga, dan rombongan kami masih berharap dapat bertemu dengan para leluhur Majapahit atau pun yang lainnya. Pukul 00.00 wib para peserta mulai patrap semedi, untuk tujuan membawa kesadaran diri kita masing-masing berada dalam getaran theta, paling tidak mendekati getaran nol. Di mana bilangan nol sebagai keadaan tiada batas, bilangan tak terhingga, mau dibagi berapapun hasilnya tetap nol. Dalam kamus Jawa kita istilahkan sebagai keadaan batin Duwe Rasa, Ora Duwe Rasa Duwe (punya rasa, tidak punya rasa punya). Kita matikan kesadaran raga, untuk selanjutnya merubah kesadaran menjadi kesadaran sukma supaya kesadaran kita tidak lagi dicemari oleh ilusi dan halusinasi, termasuk imajinasi yang terlanjur tertanam kuat di dalam otak bawah sadar akibat doktrin sejak masa kanak-kanak. Kita berusaha membebaskan dan memerdekakan kesadaran spiritual kita, dengan cara membiarkan kesadaran ruh yang gantian berkuasa atas kesadaran raga.

Fenomena kembali muncul, suasana yang bening tak berkabut, tiba-tiba muncul kabut tebal dan putih, jelas-jelas bergerak cepat ke arah di mana kami duduk bersemedi di pinggir kolam sebelah timur. Terasa bagai butiran es saat kabut menerpa tubuh dan wajah kami. Serta merta kami mencoba maneges sembari menyerap energinya. Dahsyat sekali! Ada yang aneh, dan dapat disaksikan oleh sebagian rombongan kami, saat kabut itu tampak jelas sekali seperti teriris persis di tengah kolam. Sebelah kiri berkabut tebal sementara sebelah kanan bening tak ada kabut. Tidak ada degradasi kabut, tetapi berupa demarkasi membentuk garis lurus. Di balik itulah, tampak kehadiran Sri Narpati Brawijaya V berucap sesuatu. Tidak berlangsung lama kemudian memudar lagi. Selanjutnya kami pamit undur diri ke kembali ke Jogja.

 PERTEMUAN KETIGA

Senin Pahing surya kaping 18 tabuh 10.21 wib warsa 2011. Dada dan nafas tiba-tiba terasa sesak, terjadi desakan energi yang teramat sangat kuat. Hampir saja membuat tubuh terpental. Apa yang terjadi, sungguh suatu keberuntungan yang sangat besar. Kadya karoban segara madu. Denya sakdremo kawula titah alit, karawuhan tuwin pinaringan dawuh mring Srinarpati Gung Sang Prabu Brawijaya V. Tanpa diduga dikira sebelumnya, hadirlah leluhur agung Srinarpati Prabu Brawijaya V, beliau memanggil nama, menyebut nama, memberi kabar, memberi perintah. Bahwasannya maksud dan tujuan ritual Bulan Purnama diterima oleh para leluhur agung khususnya Majapahit, dan harapan kami terhadap perubahan di Nusantara mendapat pangestu. Mendapat sabda dari pandita ratu yang berarti idu geni, ucapannya akan terjadi. Ya..”kunci” Nusantara akan diberikan kepada seseorang yang mampu jumeneng Candraning-negara. Ing samangke sawuse siniram kanthi  tirtapraja. Sri Narpati berkata dalam bahasa Jawa Kuno, ini bukan pertemuan terakhir kali, melainkan awal, tunggu dawuh dan rawuhingsun untuk selanjutnya.

Mulai saat ini “segitiga ” kekuatan supra telah terbangun utuh. Kutai-Majapahit-Mataram. Yang berarti pula momentum perubahan Nusantara akan segera terjadi. Meskipun saat ini tengah berlangsung skenario besar oleh para leluhur agung Nusantara, akan tetapi tanpa adanya para generasi bangsa yang peduli untuk menjemputnya, skenario itu masih akan menunggu bangkitnya kesadaran prakawula muda bangsa untuk hamemayu hayuning bawana. Kini kesadaran spiritual dan genderang perdamaian semakin gencar ditabuh para kawula muda generasi penerus bangsa. Wolak-waliking jaman perlahan akan kembali ke arasnya semula, “becik ketitik, olo ketara“. Yang sering dituduh sesat, kapir kopar akan tampak sejatinya, yang merasa paling bener akan terbongkar kedoknya.

Kian tampak cemerlang kilauan intan permata

yang selama ini terendam oleh lumpur,

Emas akan kembali tampak sebagai emas,

yang tembaga akan kembali tampak aslinya sebagai tembaga,

besi-besi logam karatan

lebur oleh kekuatan bantala.

Wus katon suryo mencorong soko bang-bang wetan.

 Semua itu berada dalam skenario besar kekutan supra

terangkum dalam pola “triangle super power”.

Kekuatan supra telah membimbing dan menyadarkan generasi penerus bangsa.

Kepada yang terpilih dan pinilih untuk menemukan apa sejatinya hidup.

Seiring dengan ledakan medan magnet galaktika,

yang memaksa manusia macam mana,

untuk bermeditasi, mesu budi, dan mesu raga.

Supaya memahami kehidupan yang sejati.

Yang melawan kodrat, akan menderita sakit jiwa,

yang selaras akan merdeka lahir batinnya.

Lahirlah generasi baru Nusantara

Yang mengerti diri sejatinya.

Mampu mengembalikan Nusantara pada sejati-ning nuswantara. Membangun kembali karakter bangsa. Nusantara ya nusantara, bukanlah negara manca. Negeri ini akan kembali menjadi dirinya sendiri, bukan bangsa yang suka mengebiri kesadaran sejati. Bukan lagi menjadi bangsa pengekor, berwatak dan berfikiran kotor, bukan bangsa budak, bukan bangsa imitasi, yang selalu menganggap kerusakan moral sebagai bentuk cobaan, yang dikiranya bukti dirinya disayang ilahi.

Segitiga kekuatan supra itu, jika dibuka akan berubah bagaikan senjata trisula. Kini senjata trisula tengah dipersiapkan tangkainya, yakni generasi penerus putra raja Kutai Lama YM Sri Raja Kudungga yang bernama Sri Baduga Purnawarman, yang telah membabar bibit kerajaan-kerajaan di tlatah Pasundan. Pelan namun pasti, kini dulur-dulur sadayana ti tatar Parahyangan mulai menggeliat bangun dari tidur panjangnya, mundi dawuh melaksanakan tugasnya sebagai barudak angon, mengumpulkan ranting-ranting kering yang berserakan seolah tiada harganya. Kelak sang SP-RA akan berhasil membangun “senjata trisula” yang utuh berikut tangkainya. Sebagai lambang persatuan kembali keluarga besar Kutai Lama, dengan ke tiga puteranya yakni Mulawarman (trah raja-raja di Sumatera), Purnawarman (trah raja-raja di tatar Sunda), Aswawarman (trah Majapahit hingga Mataram sebagai generasi penerus Kutai Lama). Setelah Nusantara kembali pada diri sejatinya, bukan mustahil akan menjadi mercusuar dunia dalam bidang spiritual, kebudayaan, kesejahteraan dan kemakmurannya. Negeri yang adil makmur, gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem kerta raharja, kalis ing rubeda nir ing sambekala. Sebagai anugrah besar atas bangsa ini, atas jerih payah Anda semua generasi penerus bangsa yang tiada hentinya membangun karakter dan menggali jati diri Nusantara, setelah ratusan tahun lenyap dan membawanya terperosok ke dalam lumpur kesengsaraan dan penderitaan.

 Sudah Keterlaluan-kah ?

Keterlaluan bila kita tak bangga, Nusantara bukan lah bangsa primitif yang miskin situs budaya, atau sekedar mewarisi alat-alat peperangan dan kekerasan saja. Nusantara merupakan bangsa yang kaya ragam seni-budaya sebagai tolok ukur tingginya peradaban dan kesadaran spiritualnya. Walau kini Nusantara masih terus menukik, terjun bebas ke dasar jurang. Kita tunggu detik-detik suara dentuman setelah ia menyentuh dasar jurang. Barulah daya pantulnya akan membawa Nusantara untuk bangkit secara perlahan namun pasti. Kita semua generasi muda penerus bangsa, adalah sumber daya pantul itu. Tentu saja bagi  generasi yang telah merdeka kesadaran spiritulanya. Generasi yang sudah keluar dari tempurung kebodohan. Makasih mas Panji Trisula (Bustanus Salatin), panjenengan memiliki andil sangat besar dalam terlaksananya acara sakral dan penuh makna di Trowulan Mojokerto Jatim. Panjenengan menjadi salah satu jalma pinilih yang dilibatkan oleh para leluhur besar Nusantara dalam rangka save our country project. Juga seluruh hadirin yang terhormat, Anda semua telah lolos seleksi, berhasil melewati rintangan dan gangguan sehingga tidak gagal mengikuti acara di Trowulan. Termasuk seluruh sedulur dari elemen dan komunitas manapun juga yang mendukung berlangsungnya acara tersebut. Dari IPPNU, SI, GPS, Beceka, Lakutama, Majapahit Wilwtk, Mahavihara Majapahit, Swara Majapahit, Mojokertokab.co, Pemerintah Kab Mojokerto, dan terutama utk Indonesia Adil dan Makmur berbasis sosial demokrat, dan semua elemen yang lupa kami disebutkan di sini. Semua tak ada yang sia-sia. Kebaikan yang Anda lakukan akan kembali kepada diri sendiri, bahkan menjadi kebaikan lebih besar lagi, bagaikan hukum gema suara. Yang dapat menyelamatkan Nusantara bukanlah generasi jahil, bukan bangsa-bangsa lain dan bukan pula jiwa-jiwa berisi nafsu imperialism, tetapi generasi muda bangsa yang berjiwa Nusantara dan mengerti diri sejati.

Rahayu Sagung Dumadi

Sabdalangit

Categories: KI SABDALANGIT | 266 Komentar

HATI-HATI PENIPUAN!


KAMI MENDAPAT LAPORAN BAHWA SEORANG PEMOSTING AMALAN BERIKUT INI “KAYA DENGAN AYAT KURSI” DIDUGA ADALAH SALAH SEORANG ANGGOTA JARINGAN SINDIKAT PENIPUAN DAN TELAH MELAKUKAN KEJAHATAN PENIPUAN BERKALI-KALI. PENGAKUAN PARA KORBAN, MEREKA TELAH MENYETORKAN UANG HINGGA 20-25 JUTA RUPIAH. KORBAN SEKARANG SEDANG MELAPORKAN KE APARAT PENEGAK HUKUM TERKAIT KASUS PENIPUAN TERSEBUT.

TAK HENTI-HENTINYA KAMI MENGHIMBAU DALAM BERBAGAI KESEMPATAN AGAR SEDULUR SEMUA TIDAK MUDAH PERCAYA DAN TETAP MENGGUNAKAN AKAL SEHAT (BERSIKAP RASIONAL) BILA BERHUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN KHUSUSNYA MEREKA YANG MENGAKU-AKU MEMILIKI KEAHLIAN ILMU-ILMU GOIB.

BLOG KAMPUS WONG ALUS (KWA) INI HADIR SEBAGAI PENGHANTAR AGAR SEDULUR SEMUA BISA MEMBANGUN SIKAP KRITIS, RASIONAL DAN CERDAS, TIDAK MUDAH PERCAYA  BEGITU SAJA TANPA DASAR LOGIKA DAN NALAR.  TERUSLAH BELAJAR  AGAR TAHU DAN MEMAHAMI HAKIKAT SESUNGGUHNYA TENTANG GOIB ITU SEPERTI APA.

PERLU DIKETAHUI BAHWA PEMBELAJARAN ILMU-ILMU GOIB YANG SESUNGGUHNYA TIDAKLAH PEMBELAJARAN ILMU TENTANG MIMPI AKAN REZEKI YANG BERLIMPAH,  BAYANGAN, GAMBARAN, IMAJINASI, MUKJIZAT, KAROMAH, ILUSI-ILUSI SEBAGAIMANA YANG SERING DIPERTONTONKAN DI PERTUNJUKAN-PERTUNJUKAN SULAP.

PERLU PULA DIMENGERTI BAHWA PEMBELAJARAN  ILMU-ILMU GOIB SANGAT RAWAN DIJADIKAN ALAT PENIPUAN PARA OKNUM YANG MENGAKU-NGAKU PARANORMAL PADAHAL SESUNGGUHNYA OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB DAN HADIR HANYA UNTUK MENGERUK KEUNTUNGAN PRIBADI SEMATA. TERIMA KASIH.

TTD
PENGURUS KWA

XXXXX

“KAYA DENGAN AYAT KURSI”

082177129323
hedarali53@ymail.com
اَلْسَلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهْ

اَللهُ لآإلَهَ إلاٌ هُوَالْحَيُ الْقَيُومُ لاَ تَأ خذهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمُ لَهُ مافىِ الْسَمَوَتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ مَنْ ذَاالٌذِى يَشْفَعُ عَنْدَهُ إلأ بِإِذْنِهِجيَعْلَمُ مَابَيْنَ أيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَيُحِيطُونَ بِشَىءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلآبِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُهُ السَمَوَتِ وَلْأَرْضَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَالْعَلِىُ الْعَظِيْمُ

Ayat Kursi sungguh luar biasa kemukjizatannya sehingga menjadikan ayat ini sebagai ayat pamungkas dari Al-Quran. Mukjizatnya ternyata lebih dari apa yang tidak pernah terbayang oleh benak kita maka dari itu Rasulullah saw tidak pernah lupa menzikirkan Ayat Kursi di dalam setiap keadaan. Ayat ini juga disebut sebagai Ayat Nabi karena seluruh 124.000 Nabi dan 313 Rasul selalu membacanya hingga akhir zaman.

Bila ada saudaraku yang merasa mencari rezeki sangat sulit dan ingin kaya dengan jalan yang diridhoi oleh Allah swt maka amalkanlah thoriqoh ini dengan ikhlas dan khusuk mudah-mudahan Allah membukakan apa yang belum pernah saudara lihat serta mendatangkan bala bantuan tanpa disangka-sangka.Lakukan sholat hajat 4 rakaat 1 salam selama 40 malam dilakukan setelah sholat isya.

Pada rakaat pertama sesudah Al-Fatihah bacalah Surat Al-Baqarah ayat 286 sebanyak 3x
Pada rakaat yang ke 2 sesudah Al-Fatihah membaca kembali Surat Al-Baqarah ayat 286 sebanyak 3x
Pada rakaat ke 3 sesudah Al-Fatihah bacalah Surat Aljazalah 15 x
Pada rakaat ke 4 sesudah Al-Fatihah bacalah Surat Al-Ikhlas 25 x

Sesudah salam bacalah Ayat Kursi 1.100 x dengan hati khusuk dan hening. Insya Allah apa yang saudara inginkan akan terwujud seketika dalam waktu sekejab. Mudah-mudaha bermanfaat bagi saudaraku semua…..

Mohon ma,af apabila tulisan kami salah mohon di koreksi Dan silahkan di amalkan bolo K.W.A @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 287 Komentar

SAHADAT BANTEN


kiagengjembarjumantoro@yahoo.co.id

Assalamualaikum wr wb.
Rahayu untuk semuanya.
Segala puji bagi Allah Tuhan  seru sekalian alam.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM…… LILLAHITA’ALAA……….. SAYA IJAZAHKAN SAHADAT BANTEN UNTUK DULUR- DULUR KWA.

“SAHADAT BANTEN”

BISMILLAHIRROHMANIRROHIMI
ASHADU KALIMAT NAPAS
SABADAN ABADANA
ASHADU KALIMAT TIPAL-TIPAL
INGSUN YAH TAMPE RAHMAT ILLALLAH
KANG TANPE  IMAN
LAILLAHAILLALLAH MUHAMMADARROSULULLAH

Dibaca ba’da magrib dan subuh 3x Atau 313x  atau 1000x selama 7 hari, setelah selesai riyadhoh Di baca ba’da shalat seikhlasnya, berfungsi pengharapan semoga Allah memberikan kemanjuran dlm hal niat dan hajat kita.

Sebelumnya tawasul sprti biasa (kpd Nabi Muhammad jg para wali). semoga bermanfaat utk kita smua amin.

Perlu dulur-dulur ketahui untuk mendapatkan ilmu ini perlu perjuangan yg luar biasa, kalau saya ceritakan di sini tidak akan cukup saya mengetik selama 24 jam.

Semoga bermanfaat bagi anda dan menjadi ladang amal ibadah bagi kita. Semoga sholawat dan salam tetap melimpah kepada junjungan kita Rosulullah SWA berserta keluarganya. Terima kasih.

Wassalamualaikum wr wb.

KIAGENG J J
(PADEPOKAN JUMANTORO)
081.381.139.135.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 217 Komentar

ASMA’ MAGHROBI I


By : Gus Noer
satria_lamong77@yahoo.com

Assalammu’alaikum wr.wb.

Puji Syukur Alhamdulillah kami senantiasa akan kami haturkan ke hadirat Gusti ALLOH TA’ALA Tuhan kami yg maha segalanya. Sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan untuk kanjeng Rosul  Muhammad  S.A.W. Sholallah ‘alaa sayyidina Muhammad.

Salam Ta’dziem penuh hormat sungkem pada semua sesepuh yg mengampuh blog ini, yang mengamati tanpa banyak coment padahal beliau-beliau ini cukup ahli dan lebih faham, maafkan kami al fakir arek yg masih hijau ini mencoba mengkabarkan dan berbagi sedikit pemahaman akan ilmu amalan, semoga ini menjadi wasilah kemulyaan bagi guru-guru kami, menjadi sodaqoh amal jariyah ilmu bagi al mujiz. Mohon maaf apabila ada salah tulis atau coment, salam hormat kami bagi semua sahabat, sedulur dan rekan semua. Salam penuh hormat dengan menundukkan kepala kami haturkan pada semua : Wongalus sebagai pengampuh blog dan semua sahabat.

Semoga amalan ini bermanfaat bagi semua pembaca yang mau mengamalkan dengan penuh Istikhomah, ikhlas dan pasrah dengan penuh kesabaran dan pengharapan serta keyakinan akan Ma’unah Gusti Alloh SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang. Inilah Amalan ilmu yang di wariskan oleh sesepuh ulama’ ahli hikmah kepada kita semua, salah satunya yaitu  “ASMA’ MAGHROBI  I“  SBB :

“BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIIM. ROBBI ADKHILNI MUDKHOLA SIDQIN WA AKHRIJNI MUKHROJA SIDQIN WAJ’AL LII MILLADUNKA SULTOONAN NASIIRO“ (QS.Al-Isra’ : 80)

Tata cara riadlonya :

1.

Harus di baca selama minimal 7 hari 7 malam atau kalau kuat dan tidak memberatkan 41 hari.

2.

Di baca ba’da Sholat Maghrib dan sholat subuh sebanyak 100x dan malamnya pas ritual amalan ini harus melaksanakan sholat malam sholat hajad maupun Tahajjud, amalan di baca 100x

3.

Akan lebih baik kalau di sertai puasa Bilaruh selama 7 hari

4.

Sebelum membaca Asma’ ini harus di dahului baca tawassul al fatehah sebanyak 313x kepada :

– fidyah al fatehah khususon Kanjeng Rosul…100 x
– fidyah al fatehah khususon Syech Abdul Qodir Al jaelani.100 x
– fidyah al fatehah khususon ke dua orang tua kita…100 x
– fidyah al fatehah khususon al mujiz…….13 x

5.

Untuk seterusnya cukup di baca sebanyak 7x atau semampunya saja ba’da sholat Maghrib dan sholat subuh.

6.

Kegunaan yang pasti sangat Multifungsi, yang lebih utama amalkan dengan penuh keikhlasan, istiqomah dan pasrah saja. Karena sifat amalan ini kalau di baca secara khusu’ menurut keterangan para ahli Hikmah akan sanggup menuntaskan segala hajad besar, bisa membantu segala urusan. Karakter amalan ini mendinginkan dan menentramkan hati dan fikiran menjadi lebih tenang. Dapat menolak bahaya & rekayasa orang yg berniat jahat dll. Bi’idznillah, InsyaALLAH. Mohon maaf apabila ada salah ketik dll  dan trims. Wassalam.  ۞

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 127 Komentar

AKU MASIH 13 TAHUN


Pangeran Sukemilung

0852.6846.8720
rico_endo@yahoo.com

Assalamu’alaikum wr wb….salam ta’dhim saya haturkan kepada semua sesepuh dan pengampuh dii Kampus Wong Alus, salam sayang penuh cinta untuk semua santri Alus dimanapun kalian berada.

Para Hikmater….silahkan membaca tulisan ini dengan tenang. Ambil posisi yang menurutmu enak. Jika memungkinkan siapkan secangkir kopi dan buhur kesukaanmu. Saya akan bercerita saja saat ini….silahkan disimak…..

Hari minggu  tanggal 19 Juni 2011, sekitar pukul  14.00 wib…saya mendapat sms. Isinya sederhana, hanya minta ilmu karena lagi ada masalah sama teman. Saya suruh dia membaca ayat Qursyi saja dengan tata cara tertentu…walah, dia nolak katanya ga ada waktu dan ga sempat soalnya udah mau siap-siap berantem. Maunya ilmu kebal bacok dan kuat pukulan. Lho sebetulnya yang sms ini siapa ? Saya kejar balik…akhirnya terbuka juga. Dengan jujur dia ini bercerita kalo masih berusia 13 tahun dan masih duduk di SMPN 2 Cileungsi kelas 3. Niatnya cari ilmu agar saat berantem sama temannya dia ada nyali dan bisa menang. Itu saja….!!! Sesaat saya tertegun, bingung harus memberikan solusi bagaimana…..??? Ga lama dia sms lagi…sekali ini minta ilmu pellet dan pengasihan karena suka sama teman ceweknya. Brakkk….saya ngurut dada. Seinget saya umuran kayak dia saya masih suka celana pendek dan selempang sarung kalo pergi ngaji ke Mushollah. Masih suka di kejar sama Bapak almarhum kalo ketauan bolos ngaji. Saat itu hapalan pun masih Juz amma. Belum ngerti yang Namanya Hizib atau Asma….

Hal yang sama terjadi juga dikeluarga saya….ada anak tante yang suka sekali ngumpulin amalan dari Blog. Kadang kalo saya mampir kesana, adik-adik saya dengan bangga bercerita kalo barusan dapat ilmu baru dan udah QOBILTU sama yang posting. Artinya mereka ber haq untuk mengamalkan ilmu itu. Percaya ga…ilmu yang mereka kumpulin dari blog sudah menyamai 1 rim kertas hvs. Semuanya terkumpul rapi dan dijilid. Malah sudah di pilah-pilah berdasarkan jenis ilmunya. Ada pengasihan, ada Ilmu Terawangan, ada ilmu Pengobatan, ada ilmu manggil jin…..yang lucunya mereka juga QOBILTU sama Pangeran Sukemilung. Malah postingan saya dijilid tersendiri. Judulnya juga keren : KUMPULAN AMALAN ABANG PANGERAN SUKEMILUNG ditambah fhoto saya yang pake jubah. Pantesan saja…saya suka dibawain rokok kalo mereka kerumah dan Tanya-tanya soal ilmu. Soalnya ada maunya….! Kurang-kurang beberapa kitab saya di bawa pulang.

Fenomena ini pun masih saya temui saat mondok dulu…namanya santri pasti bertemu dengan hal-hal yang ber bau supranatural. Ga perduli dia masih bocah bau kunyit atau bangkotan bau tanah, semuanya mempunyai keinginan untuk mencari sebanyak mungkin pengetahuan. Terutama hal-hal yang ghoib tadi. Nah…bagusnya kalo di pondok, fenomena ini bisa diredam oleh para Ustadz. Mereka disuruh hapalin dulu kitab-kitab kalo mau Ijazah. Karena sudah diiming-imingi begitu, bocah-bocah bau kunyit tadi semangat sekali menghapal. Anehnya…semakin banyak hapalan dan semakin banyak pemahaman, justru santri bau kunyit tadi berobah orientasi ilmunya. Malah santri-santri yang bandel aja yang masih tetap mengejar Ijazah spektakuler, tajam dan terpercaya itu. Dan dikelas mereka banyak ngantuknya dari pada nyimak pelajaran. Lha…soalnya malam hari udah habis waktunya buat wiridan.

Inilah yang terjadi dengan diri kita sekarang. Tanpa sadar kebiasaan kita tadi dilihat oleh para Yunior. Ga percaya ?? Saat  di warnet perhatikanlah, pasti ada bocah-bocah yang membuka blog supranatural. Mata-mata mereka melotot, dengan wajah sumringah. Benak mereka berisi khayalan bahwa sebentar lagi bakal jadi orang sakti, kaya dan terkenal. Kalo sudah begini kita harus menyalahkan siapa ?? Ya…salahkan diri kita karena ga bisa memberikan solusi yang baik untuk para yunior tadi. Dalam Qolbu kita sedikit sekali niat untuk berdakwah. Padahal kalo mau kita mampu untuk itu. Yang jadi masalah adalah sering kali kita merasakan rendah diri karena tidak memahami satu bidang ilmu. Yang kita pahami hanyalah bagaimana caranya bisa menjadi sesuatu seperti yang ada dalam pikiran kita. Maksud saya, kebanyakan kita tidak ingin menanam dari awal hanya mau metik hasil. Ga mau capek belajar dengan berbagai alasan, tapi begitu di ajak cari kyai sakti…hayooo !!!

Padahal ini berguna sekali untuk bekal kita, baik itu dalam kehidupan social maupun dalam menghadapi problem kita sendiri. Saya ingat sekali saat kakek saya meninggal…adik-adik ibu saya yang laki-laki ga ada yang bisa mimpin baca yasin. Semuanya bingung dan sibuk sama dirinya sendiri…saat itulah ibu saya minta saya maju pimpin doa dan yasin.Waktu saya kasih tausiah dikit sekedar menenangkan mereka, semuanya langsung histeris.Menangis !! Padahal saya pun luar biasa menenangkan diri agar tidak ikutan menangis. Kejadian seperti ini pun masih berlanjut saat Bapak meninggal. Saat itu saya masih dinas di Jambi, untung saja malam itu istri saya ambil inisiatif. Dengan tegar dia meminta adik-adik saya untuk tenang dan mulai berdoa.

Kata-kata HIKMAH sering sekali diartikan dengan mempelajari ILMU HIKMAH…padahal zaman dahulu para pendekar pondok berlatih ilmu Hikmah setelah mereka selesai belajar ( Ngaji.red ). Saat mereka diminta Kyai untuk berpuasa, mereka mengerti Hakekat puasa tadi. Saat mereka membaca wirid / amalan, mereka juga mengerti makna yang tersirat didalam bacaan itu. Sayangnya dimasa kini…jarang sekali kita bisa memahami dengan pemahaman seperti mereka. Bagi kita…selesai puasa bisa sakti, selesai riyadhoh bisa demonstrasi. Ajiib !!

Padahal kata-kata HIKMAH itu bisa diartikan BIJAKSANA. Dalam artian diharapkan akan tumbuh sifat-sifat baik saat kita menerapkan pelajaran tadi didalam kehidupan. Bukannya malah petantang-petenteng jadi jagoan.Lho…jadi kemana niat belajar tadi ?? Saya ingat, saat Almarhum guru KH.Ali Umar Toyyib masih bersama kami…suatu hari ba’da Asar saya duduk bersama beliau. Saat itu saya menangis karena merasakan beban batin yang sangat luar biasa.Beliau mengusap-usap punggung saya sambil berkata,” perbaiki hubunganmu dengan Allah SWT, maka Allah SWT akan memperbaiki hubunganmu dengan manusia !”

Apapun itu yang kelak kita jumpai didalam kehidupan, baik manis, pahit, asin…seperti apapun bentuknya bisa kita hadapi dengan ketenangan seorang Hamba Allah. Ilmu apapun sejatinya menuntut kita menjadi bijaksana. Selama masih dalam jalur Ilahiyah. Artinya kita menjaga perilaku lahir dan batin. Ilmu menjadi KERAMAT karena perilaku kita, secara otomatis orang pun akan mengingat kita sebagai pribadi yang mulia. Jika sifat-sifat mulia dan bijaksana tadi terpatri kuat didalam jiwa, kelak tanpa bicarapun kita bisa berdakwah. Banyak cara untuk Dakwah…di dalam kampus inipun jika kita berniat untuk itu pasti BISA. Namun bukannya tanpa tantangan…pasti kita akan menemui hal itu. Pikiran-pikiran negative pasti timbul dari segelintir oknum. Itu sudah sunatullah, dimana ada kebaikan pasti muncul keburukan. Bahkan keburukan sebetulnya selangkah lebih dulu dari kebaikan. Tinggal bagaimana cara dan sikap kita menanggulangi hal itu.

Bagi para HIKMATER sudah seharusnya menambah pengetahuannya tidak hanya sebatas wirid dengan segudang faedah, tapi juga mengerti Ilmu Syare’at. Pengetahuan ini pasti berguna untuk anak-anak kita nanti. Jika HIKMAH KEBIJAKSANAAN itu tidak kita miliki, bayangkan apa yang kelak terjadi dengan anak-anak kita ?? Pribadi seperti apa yang akan di punya anak-anak kita..?? Blog KWA ini menurut survey merupakan Blog Supranatural terbesar di dunia. Pembacanya puluhan juta. Dengan kapasitas seperti itu, jika informasi yang disampaikan mentah atau melenceng malah akan jatuh korban dari orang awam. Maka dari itu marilah kita menjaga anak-anak kita dari keburukan yang akan timbul. Benteng terdepan adalah diri kita. Sebagai Bapak, kakak ataupun yang di tuakan dalam rumah tangga, sudah semestinya kita bisa mengarahkan yang terbaik untuk anak-anak kita. Kitalah yang harus menjadi tempat sharing pertama untuk mereka. Dengan pengetahuan yang bagus dan penyampaian yang santun, nasehat itu akan bisa sampai ke hati mereka.

Hmmm….capek juga bicara terus. Insya Allah, jika masih ada umur saya sambung lagi. Silahkan para Hikmater masuk kelas lain. Mungkin ada yang menarik dikelas sebelah. Jangan sia-siakan ucapan QOBILTU jika tidak bisa kita manfaatkan. Mohon di maafkan jika cerita ini membuatmu tersinggung. Sejujurnya saya hanya ingin mendekatkan HATI saja kepada semua sahabat yang ada disini.

Semoga cerita ini berguna bagimu. Izinkanlah saya dan semua keluarga serta guru dan mursyid menjadi bagian yang terindah bagimu. Apapun itu bentuknya, sesungguhnya kita mencintai kebaikan. Tugas kitalah untuk menarik para sahabat yang terperosok.Agar kembali bangkit..

Terima kasih atas respon yang ada.Barakallah fikum. Jazakumullah bi ahsanil jaza. Wassalam.      -k-

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 159 Komentar

NGELMU KASAMPURNAN


Wongalus

Salam KWA-ngen…
Sedulur-sedulur KWA yang dimuliakan Allah SWT, pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi dengan panjenengan semua. Saya mulai dengan sebuah dialog antara Syech Siti Jenar dengan seorang tamu yang bertandang ke rumahnya.

Tamu: Saya mencari Syech Siti Jenar?
SSJ: Syech Siti Jenar tidak ada yang ada Allah
Tamu: Kalau begitu saya mau mencari Allah
SSJ: Allah tidak ada, yang ada Syech Siti Jenar.

Makna dari dialog yang sarat dengan sufisme di atas adalah Aku mencari diriku dan hanya menemukan Allah, Aku mencari Allah dan hanya menemukan diriku. Man Arofa Nafsahu, Faqod Arofa Rabbuhu. Siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya. Siapa yang tahu jati dirinya maka jati diri Tuhan juga diketahuinya. Siapa yang kenal aku maka ke-Akuan Tuhan juga diketahuinya. Manusia adalah bayangan di dalam sebuah kaca, sementara yang berdiri di depan kaca adalah Tuhan.

Sang Syech adalah tokoh kejujuran membuka selubung dan tirai hakikat yang dalam sejarah kemudian ditenggelamkan ajarannya oleh penguasa kerajaan Demak karena ajarannya dianggap membahayakan. Penguasa khawatir bahwa pengikut ajaran Sang Wali yang terkenal dengan wirid Sasahidan tersebut nanti akan memberontak melawan kerajaan dan melangggar hukum yang ditetapkan sehingga merongrong kekuasaan raja. Syech Siti Jenar mengajarkan kepada kita semua bahwa kita semua sejatinya mampu untuk melalui beberapa tahap: perjalanan spiritual yaitu mendekati, mengenal, mencintai dan menjadi. Mendekati Tuhan tentu dengan melaksanakan apa yang diperintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangnya dalam syariat, mengenal Tuhan dengan membaca menafsirkan dan menemukan makna hakiki dari apa yang diciptakan-NYA, mencintai Tuhan yaitu dengan perilaku, asmak dan sifat-sifat yang mengidentifikasinya NYA dan kemudian mengalami kebersatuan batiniah dengan-NYA.

Terhubung dengan tahap-tahap pencapaian Spiritualitas semacam ini, saya ingin lebih memfokuskan diri pada bagaimana sesungguhnya membaca simbol. Artikel disini bukan sebuah metode yang tetap dan baku namun lebih ke arah masukan agar akal budi kita menjadi kritis sehingga kemudian mampu menemukan sendiri metode atau jalan membaca tanda-tanda.

Alam semesta ini sesungguhnya adalah bukti Kemahaan Allah SWT. Alam semesta ini juga sebuah simbol jejak, tanda-tanda, sastra tanpa gending, atau papan tanpa tulis yang mana di dalam simbol tersebut ada maksud dan tujuan yang tersebunyi yang masih berupa rahasia. Rahasia ini menurut saya perlu dibuka sehingga kita mendapatkan petunjuk apa maksud dan tujuan tersebut. Di sinilah letak kemuliaan manusia. Hanya manusia yang mampu menafsirkan simbol dan memaknai hidupnya. Sebab hanya manusia yang memiliki akal (verstand) dan budi (vernunft) yang secara inheren sudah diinstalkan kepada manusia sejak lahir.

Karena dunia ini penuh simbol maka dunia ini bersifat hidup. Tanpa simbol, dunia akan mati. Di sinilah persoalannya, tidak semua simbol-simbol itu bisa ditafsirkan menjadi petunjuk menuju arah yang tepat bagi seseorang. Kepekaan untuk menafsirkan simbol, kemudian menjadi penting. Esensi dari simbol dan kisah akan hadir sebagai pengganti dari sesuatu yang tak dapat hadir. Apa yang tak dapat hadir sehingga mewakilkan dirinya lewat simbol atau kisah? Jawabnya: Makna. Ketika membahas makna, kita perlu waspada. Sudah terlalu sering orang menyampur-adukkan antara makna dan kebenaran. Makna sama sekali berbeda dengan kebenaran. Makna adalah sebuah kebernilaian yang membuat sesuatu, apapun itu, tak menjadi kosong belaka. Tapi, tak pernah ada sebuah kebenaran tunggal untuk makna, setiap makna meski datang dari sebuah simbol yang sama. Tuhan dan makna tentang Tuhan jelas dua hal yang berbeda. Adanya Tuhan pada dirinya sendiri (an sich) tentu saja hanya Tuhan yang tahu, namun makna tentang Tuhan semua orang punya hak untuk memilikinya. Sifat pemaknaan selalu relatif dan dilarang diabsolutkan karena akan menjadi mitos dan ideologi. Padahal pemaknaan hanya ciptaan manusia yang bisa benar maupun bisa salah.

Persoalannya sekarang adalah bagaimana cara untuk menafsirkan simbol, tentu saja kita harus menjadi peka. Sebuah pembelajaran sudah dituntunkan oleh para leluhur dan nenek moyang kita. Leluhur kita ini siapa, ya semua yang sudah meninggal. Mereka adalah para nabi, para wali, para raja, para patih, para pahlawan, bapak dan mbah-mbah biksu, pedanda, petani, nelayan dan semua profesi yang disandang nenek moyang kita dulu. Agar suatu makna sampai pada tujuannya, dibutuhkan penuntun atau guru. Spiritualitas adalah soal menemukan ’guru’, yang bisa memberi pelajaran hidup. Guru ini bisa merujuk pada apa saja, tak harus sosok manusia, bisa peristiwa, gerak alam dan sebagainya. Apa yang penting di sini adalah kedalaman pembacaan atas realita. Dalam kedalaman pembacaan itulah ’Sang Guru’ akan ditemukan. Guru yang justeru tidak mengenal lelah mengajari kita adalah alam semesta. Orang Jawa menyebut alam semesta ini sesungguhnya adalah Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Sastra = Pengetahuan/ kawruh, Jendra = Kemuliaan / Keluhuran/ Rahsa, Hayu= Ayu/ Cantik/ Indah, Ning=Wening/Bening/Keheningan, Rat= Semesta Alam Pangruwating= Pembersih/Pengubah, Diyu=Raksasa/ Keburukan/ Kejahatan/ Hal-hal negatif.

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu adalah pengetahuan yang mampu mengubah ‘raksasa’ menjadi ‘manusia’. Dalam pewayangan, raksasa digambarkan sebagai mahluk yang tidak sesempurna manusia. Misalnya, kisah Prabu Salya yang malu karena memiliki ayah mertua seorang raksasa. Raden Sumantri atau dikenal dengan nama Patih Suwanda, malu memiliki adik raksasa bajang bernama Sukrasana. Dewi Arimbi, istri Werkudara harus dirias sedemikian rupa oleh Dewi Kunti agar Werkudara mau menerima menjadi isterinya. Betari Uma disumpah menjadi raksesi oleh Betara Guru ketika melakukan hubungan pada waktu yang tidak tepat. Anak hasil hubungan Betari Uma dengan Betara Guru lahir sebagai raksasa sakti mandraguna dengan nama “Betara Kala” (‘Kala’ berarti keburukan atau kejahatan). Sedangkan Betari Uma kemudian bergelar Betari Durga menjadi pengayom kejahatan dan kenistaan di muka bumi. Betari Durga memiliki tempat tersendiri yang disebut “Kayangan Setragandamayit”. Wujud Betari Durga adalah raseksi yang memiliki taring dan gemar membantu terwujudnya kejahatan.

Simbolisme raksasa bermakna suatu kekuatan besar namun wujudnya primitif. Kekuatan ini tidak identik dengan pengertian jahat, melainkan lebih pada manifestasi kepantasan yang tak sesuai untuk bisa diterima budaya. Manusia pun, dalam dirinya memiliki ‘raksasa’ atau ‘kekuatan besar’ yang bisa mendorongnya melakukan tindakan tertentu. Kekuatan ini tidak baik, tidak pula jahat, manusia sendirilah yang memutuskan apakah akan menggunakannya untuk hal baik atau jahat.

Sebenarnya, Kisah Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi memiliki beberapa kesamaan dengan Kisah Adam dan Hawa, yang jika kita renungkan memiliki makna mendalam karena kaitannya dengan ‘hasrat’ atau ‘energi’. Sama seperti para dewata yang tidak menginginkan Begawan Wisrawa membagi begitu saja ilmu (baca: kawruh) Sastra Jendra pada Dewi Sukesi, begitu pula dengan Allah yang murka karena Adam dan Hawa memakan buah dari pohon pengetahuan. Kita juga menemukan bagaimana hasrat menjadi sesuatu yang menggelincirkan manusia ke dalam petaka. Begawan Wisrawa tergoda oleh Dewi Sukesi, sama dengan kisah dengan Adam tergoda oleh Hawa.

Mengapa dikisahkan para Tuhan itu tidak menyetujui jika manusia mendapat kawruh atau pengetahuan? Ini terjelaskan dalam ucapan Betara Guru: “Tidak cukup seperti itu untuk mempelajari ilmu tanpa laku, Serat Sastra Jendra dipagari sifat-sifat kemanusiaan, kalau mampu mengatasi sifat-sifat kemanusiaan barulah dapat mencapai derajat para dewa.”. Artinya, sama dengan pengetahuan yang tak bisa begitu saja dimakan dari buah pengetahuan, demikian pula Sastra Jendra, atau mengubah kekuatan besar dari dalam diri, itu juga tak bisa dilakukan begitu saja tanpa lelaku, tanpa menjalani suatu proses.

Bagaimana seseorang akhirnya bisa kembali sadar untuk berani menemukan arah hidup yang benar dan pas sehingga dia mampu memerankan dirinya sesuai dengan yang dikehendaki Allah SWT dan mau menjalani proses ke arah itu?

Kita pasti ingat sosok gendut, lucu dan kocak dalam sosok Semar. Ki Lurah Semar adalah sosok gaib yang merupakan utusan Gusti Kang Murbeng Dumadi yang bertugas mengingatkan manusia agar selalu berada dalam rel sangkan paraning dumadi dan senantiasa awas eling lan waspodo akan petunjuk-petunjuk Tuhan. Sebelum manusia mengenal agama, keberadaan Semar telah ada di muka bumi. Beliau mendapat tugas khusus untuk menjaga dan memelihara jagad raya.

Saya memaknai bahwa sosok Semar yang dipercaya oleh masyarakat Jawa sebagai pamomong itu adalah sosok Nabi Khidir. Setidaknya ada tujuh manusia di bumi ini atas kehendak-NYA dianugerahi umur panjang hingga akhir kisah adanya umat manusia. Salah satunya adalah Nabi Khidir.

Adalah Raja Iskandar Zulkarnain yang disebut The Great Alexander (Iskandar yang agung), seorang kaisar yang mampu menaklukkan dunia barat dan timur namun senantiasa menjalankan amanah-NYA. Dalam sejarah tercatat 322 SM, atas saran penasihat kerajaan yang bernama Rafa’il (sejatinya seorang malaikat) Iskandar Zulkarnain menuju ke tepi bumi mencari air kehidupan. Menurut Rafail, siapa yang meminum air tersebut maka dia akan abadi.

Iskandar Zulkarnain (Z): malaikat Rafa’il ceritakanlah kepadaku tentang ibadah para malaikat di langit.

Rafa’il (R) berkata: ibadah para malaikat di langit di antaranya ada yang berdiri tidak mengangkat kepalanya selama-lamanya. Ada yang sujud tidak mengangkat kepala selama-lamanya, dan ada pula yang rukuk tidak mengangkat kepala selama-lamanya. Iskandar tertegun dan muncul dahal hati ingin meniru ibadah pada malaikat. Niatnya hanya satu agar dapat beribadah kepada Allah.

R: Sesungguhnya Allah telah menciptakan sumber air di bumi, namanya Ainul hayat yang artinya sumber air hidup, maka barang siapa yang meminumnya seteguk, maka tidak akan mati sampai hari kiamat atau sehingga ia memohon kepada Allah agar supaya dimatikan.

Z: apakah kau tahu dimana tempat ainul hayat itu.

R: Ainul hayat itu berada di bumi yang gelap.

Mendengar keterangan malaikat Rafa’il tentang Ainul hayat, maka raja mengumpulkan para alim ulama. Raja bertanya kepada mereka tentang Ainul hayat dan ada seorang yang alim di antara mereka menjawab: sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat nabi Adam AS, beliau berkata bahwa sesungguhnya Allah meletakkan Ainul Hayat itu di bumi yang gelap.

Dimanakah tempat bumi yang gelap itu ? Tanya raja dan dijawab, yaitu di tempat keluarnya matahari.

Singkatnya, disertai tentara Iskandar Zulkarnain pun berangkat mencari tempat itu. Raja bertanya kepada abdi dalemnya: kuda apa yang sangat tajam penglihatannya di waktu gelap? Mereka menjawab, kuda betina yang perawan. Raja memerintahkan untuk mengumpulkan 1000 ekor kuda betina yang masih perawan, lalu raja memilih di antara tentaranya yang sebanyak 6000 tentara, di antara mereka terdiri juga para cendekiawan dan yang ahli mencambuk.

Di antara para tentara tersebut, Allah SWT menyisipkan Nabi Khidir AS. Setelah menempuh perjalanan jauh selama 12 tahun, tentara yang berjumlah sekitar enam batalyon itu menemukan sebuah tempat yang ternyata gelapnya seperti asap, bukan seperti gelapnya waktu malam.

Seorang cendekiawan mencegah raja masuk ke tempat gelap itu dan tentara-tentaranya berkata kepada raja. “Wahai raja, sesungguhnya raja-raja yang terdahulu tidak ada yang masuk ke tempat gelap ini karena tempat ini gelap dan berbahaya”.

Raja berkata: “Kita harus memasukinya, apapun yang terjadi”.

Saat raja akan masuk, raja berkata kepada pasukannya : “Diamlah, kalian di tempat ini selama 12 tahun, jika aku bisa datang kepada kalian dalam masa 12 tahun itu maka kita pulang bersama, jika aku tidak datang selama 12 tahun maka pulanglah kembali ke negeri kalian.”

Iskandar Zulkarnain bertanya kepada Malaikat Rafail: “Apabila bila kita melewati tempat yang gelap ini apakah kita dapat melihat kawan-kawan kita? “. Rafail menjawab “Tidak bisa kelihatan. Tetapi aku memberimu sebuah mutiara, jika mutiara itu ke atas bumi maka mutiara tersebut dapat menjerit dengan suara yang keras dengan demikian maka teman-teman kalian yang tersesat jalan dapat kembali kepada kalian” .

Raja Zulkarnain masuk ke tempat tersebut dan didampingi oleh Nabi Khidir. Kejadian ini tentu saja sudah diatur oleh Allah SWT. Saat dalam perjalanan di tempatgelap tersebut, Allah SWT memberikan wahyu kepada Khidir: “Bahwa sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di sebelah kanan jurang dan Ainul Hayat itu Aku khususkan untuk kamu “.

Setelah Nabi Khidir menerima wahyu tersebut kemudian beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya: “Berhentilah kalian di tempat kalian masing-masing dan janganlah kalian meninggalkan tempat kalian sehingga aku datang kepada kalian “.

Khidir berjalan pasti menuju ke sebelah kanan jurang maka didapatilah oleh beliau sebuah sumber air yang bernama Ainul Hayat yang dicari itu. Khidir turun dari kudanya dan beliau mandi di sumber air hidup tersebut. Khidir merasakan bahwa airnya terasa lebih manis dibanding madu. Setelah mandi dan minum Ainul Hayat, dia menemui Iskandar Zulkarnain yang tidak tahu bahwa Khidir As telah mandi di sana.

PENGAJARAN KHIDIR
Nabi Khidir adalah sosok guru bijaksana yang diberkahi Allah SWT hidup sepanjang usia manusia. Dia adalah tanda dan pembelajaran agar manusia tidak boleh mempertuhankan akal rasionya sebagaimana pengajaran kepada para nabi dan wali selama ini. Diajarkan kepada Nabi Musa As sebuah ilmu futurologis yang susah dijangkai akal, Khidir juga pernah bertemu Rasullullah SAW dan bahkan pernah “menyamar” berguru Ilmu Fiqih kepada Imam Anu Hanifah. Di Jawa, dia pernah memberi pengajaran kepada Sunan Kalijaga (Syech Malaya) di tengah laut saat sang Sunan ingin pergi mencari hidayah iman.

Inilah ajaran Khidir kepada Sunan Kalijaga dalam Suluk Ling Lung: Jika kamu berkehendak naik haji ke Mekah, kamu harus tahu tujuan yang sebenarnya menuju Mekah itu. Ketahuilah, Mekah itu hanyalah tapak tilas saja. Yaitu bekas tempat tinggal Nabi Ibrahim zaman dulu. Beliulah yang membuat bangunan Ka’bah Masjidil Haram, serta yang menghiasai Ka’bah itu dengan benda yang berupa batu hitam (Hajar Aswad) yang bergantung di dinding Ka’bah tanpa digantungkan. Apakah Ka’bah itu hendak kamu sembah? Kalau itu yang menjadi niatmu, berarti kamu sama halnya menyembah berhala / bangunan yang dibuat dari batu”.

Perbuatanmu itu tidak jauh berbeda dengan yang diperbuat oleh orang kafir, karena hanya sekedar menduga-duga saja wujud Allah yang yang disembah, dengan senantiasa menghadap kepada berhalanya. Oleh karena itu, biarpun kamu sudah naik haji, bila belum tahu tujuan yang sebenarnya dari ibadah haji, tentu kamu akan rugi besar. Maka dari itu, ketahuilah bahwa Ka’bah yang sedang kautuju itu, bukannya yang terbuat dari tanah atau kayu apalagi batu, tetapi Ka’bah yang hendak kau kunjungi itu sebenarnya Ka’batullah (Ka’bah Allah). Demikian itu sesungguhnya iman hidayah yang harus kamu yakinkan dalam hati.

Nabi Khidir berpesan, “Yang Tunggal ada pada dirimu sendiri dan di sana sudah tercakup makna di dalamnya. Tidak dapat kamu lihat, tiada berbentuk apalagi berwarna, tidak berwujud garis, tidak dapat ditangkap mata, juga tidak bertempat tinggal, hanya dapat dirasakan oleh orang yang awas mata hatinya, hanya berupa penggambaran-penggmabaran (simbol) memenuhi jagad-raya, dipegang tidak dapat”.

Bila kamu lihat, yang nampak seperti seperti berubah-ubah putih, yang terang-benderang sinarnya, memancarkan sinar yang menyalan-yala, Sang Permana itulah sebutannya, hidupnya ada pada dirimu; Permana itu, menyatu pada dirimu sendiri, tetapi tidak ikut merasakan suka dan duka, tempat tinggalnya pada ragamu, juga tidak ikut sakit dan menderita, dan jika Sang Permana meninggalkan tempatnya, raga menjadi tidak berdaya, dan pasti lemahlah seluruh badanmu, sebab itulah letak kekuatannya. Permana, dihidupi oleh nyawa yang mempunyai kelebihan, menguasai seluruh badan, Permana itu bila mati ikut menanggung, namun bila telah hilang nyawa, kemudian yang hidup hanyalah sukma / nyawa yang ada. Kehilangan itulah yang didapatkan, kehidupan nyawalah yang sesungguhnya, yang sudah berlalu diibaratkan, seperti rasanya pohon yang tidak berbuah, Sang Permana yang mengetahui dengan sabar, sesungguhnya satu asal, perhatikan secara seksama penjelasan tadi.

Setelah diajarkan semua pelajaran sampai selesai, tentang ruh idhofi yang menjadi inti pembahasannya; Adapunwujud sesungguhnya Alip itu, asal dan muasalnya itu, berasal dari johar Alip itu, yang dinamakan kalam karsa. Timbullah hasrat kehendak Allah itu menjadikan terwujudnya dirimu; dengan adanya wujud dirimu menunjukkan akan adanya Allah dengan sesungguhnya; Allah itu tidak mungkin ada dua apalagi tiga. Siapa yang mengetahui asal / muasal kejadian dirinya, maka bahwa orang itu tidak akan membanggakan dirinya sendiri.

Adapun sifat jamal (sifat yang bagus) itu ialah, sifat yang selalu berusaha menyebutkan, bahwa pada dasarnya adanya dirinya itu, karena ada yang mewujudkan adanya. Demikianlah yang difirmankan Allah kepada Nabi Muhammad yang menjadi Kekasih-Nya. “Kalau tidak ada dirimu, saya Allah tidak akan dikenal / disebut; Hanya dengan sebab adanya kamulah yang menyebutkan akan keberadaan-KU; Sehingga kelihatan seolah-olah satu dengan dirimu, Adanya Aku, Allah, menjadikan ada dirimu, Wujudmu menunjukkan adanya wujud Dzat-KU”. Dan untuk memperjelas jati dirimu, tidaklah kau sadari, bahwa hampir ada persamaan Asma-Ku yang baik (Asmaul Husna) dengan sebutan manusia yang baik (misal : Allah Yang Maha Pengasih, dengan: Siti Fatimah mengasihi anaknya). Itu semua kau maksudkan untuk memudahkan penggambaran perwujudan tentang Diri-Ku. Padahal kau tahu, Aku berbeda dengan dirimu, yang tidak mungkin dapat disamakan satu sama lain. Dan kamu pasthi mengalami kesulitan dan tidak mungkin dapat melukiskan atau menyebutkan Asma-Ku dengan setepat-tepatnya.

Namamu yang baik dapat menyerupai nama-Ku Yang Baik (Asmaul Husna); Apakah kamu sudah dapat meraih sebutan nama yang baik itu? Baik di dunia maupun di akhirat? Kamu ini merupakan penerus / pewaris Muhammad Rasulullah, sekaligus Nabi Allah. Ya Illahi, ya Allah Tuhanku… (Bagi pembaca maupun pendengar dianjurkan berdoa pada Allah. Insya Allah berhasil kabul apa yang diinginkan, Amin, amin, amin, ya Rabbal alamin).

Nabi Khidir mengakhiri pembacaan Firman Allah SWT, kemudian melanjutkan memberi penjelasan pada Sunan Kalijaga; “Tanda-tanda adanya Allah itu, ada pada dirimu sendiri harap direnungkan dan diingat betul. Asal muasal Alip itu akan menjadikan dirimu bersusah payah selagi hidup. Bagi orang yang senang membicarakan dan memuji dirinya sendiri, akan dapat melemahkan semangat usahanya, antara tidak dan iya penuh kebimbangan. Alip tercipta karena sudah menjadi suratan ketentuan yang digariskan. Sungguhnya alip itu, tetap kelihatan ada dan adanya tidak dapat berubah. Itulah yang disebut Alip. Adapun bila terjadi perubahan, itulah yang disebut Alip Adi, yang menyesuaikan diri dengan keadaanmu.

“Mengapa kamu wajib shalat, di dalam dunia ini?”. Asal mula diwajibkan menjalankan shalat itu ialah menyesuaikan diri dengan ketentuan di zaman azali, kegaiban yang kau rasakan saat itu; Bukankah kamu juga berdiri tegak, bersedekap menciptakan keheningan hati, bersidekap menyatukan konsentrasi, menyatukan segala gerakmu.

Ucapanmu juga perlu kau satukan, akhirnya kau rukuk tunduk kepada yang menciptakanmu, merasa sedih karena malu sehingga menciptakan timbul, keluar air matamu yang jernih, sehingga tenanglah segala kehidupan ruhmu, rahasia iman dapat kau resapi. Setelah merasakan semua itu, mengapa harus sujud ke bumi? Pangkal mula dikerjakan sujud bermula adanya, cahaya yang memberi pertanda pentingnya sujud, yaitu merasa berhadapan dengan wujud Allah biarpun tidak melihat wujud yang sesungguhnya, dan yakin bahwa Allah melihat segala wujuh gerak kita (pelajaran tentang ihsan).

Dengan adanya Islam dimaksudkan, agar makhluk yang ada di bumi dan di langit, dan termasuk dirimu itu, beribadah sujud kepada Allah dengan hati yang ikhlas sampai kepala diletekkan dimuka bumi, sehingga bumi dengan segala keindahannya tidak tampak di hadapanmu, hatimu hanya ingat Allah semata-mata. Ya demikianlah seharusnya perasaanmu, senantiasa merasa sujud di bumi ini. Mengapa pula menjalankan duduk diam seakan-akan menunggu sesuatu? Melambungkan pengosongan diri dengan harapan ketemu Allah! Padahal sebenarnya itu tidak dapat mempertemukan dengan Allah. Allah yang kau sembah itu betul-betul ada. Dan hanya Allah-lah tempat kamu mengabdikan diri dengan sesungguhnya. Dan janganlah sekali-kali dirimu menggap sebagai Allah. Dan dirimu jangan pula menganggap sebagai Nabi Muhammad.

Untuk menemukan rahasia yang sebenarnya harus jeli. Sebab antara rahasia yang satu berbeda dengan rahasia yang lain. Dari Allahlah Nabi Muhammad mengetahui segala rahasia yang tersembunyi dan Nabi Muhammad sebagai makhluk yang dimuliakan Allah sering menjalankan puasa mengeluarkan shodaqoh naik haji melakukan ibadah shalat.

Hidayah iman (petunjuk iman) yang terasa dalam diri perlu ditangkap dengan kesadaran ruh yang sejati. Tidaklah menggunakan telinga. Cara melatihnya juga tanpa dengan mata. Adapun telinganya, matanya yang diberikan oleh Allah. Ada padamu itu. Secara lahir sukma itu sudah ada padamu. Secara batinnya ada pada sukma itu sendiri. Memang demikanlah penerapannya. Ibarat seperti batang pohon yang dibakar. Pasti ada asapnya api. Menyatu dengan batang pohonnya. Ibarat air dengan alirannya. Seperti minyak dengan susu. Tubuhnya dikuasai oleh gerak dan kata hati dari Yang Maha Batin, Hyang Sukma.

Demikan pun wujudmu, suaramu. Serahkan kembali kepada Yang Empunya suara. Justru kau hanya mengakui saja. Sebagai pemiliknya. Sebenarnya hanya mengatas namai saja. Maka dari itu kau jangan memiliki kebiasaan yang menyimpang. Kecuali hanya kepada Hyang Agung. Dengan demikian maka bersiaplah meraga sukma yaitu kata hatimu sudah bulat menyatu dengan Gusti. Apa yang kau pikir dan kau rasakan akan terwujud dan sudah terkuasai olehmu. Jagad seisinya justru benar-benar untukmu. Sebagai upah atas kesanggupanmu sebagai khalifah di dunia ini.

Ia tidak takut kapan pun maut menjemput. Yang sempurna ialah yang diterima dari Tuhan Yang Tak akan tampak wujudnya. Kesempurnaan mati dihadapi dengan damai dengan tidak meninggalkan hak-Nya dan memasuki alam malakut atau alam para nabi yang baunya harum wewangi dan mulia. Semoga sedulur KWA semua mampu menggapainya. Amin.. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 368 Komentar

AZIMAH KUAT BERJIMA’ DENGAN ISTRI


(Cara Halus Menahan Sperma Agar Lama Keluarnya)

singarajeh_madura@yahoo.com
Sugik Sawunggaling Madhureh

Assalamualaikum wr.wb

Saya ijazahkan buat sedulur yang membutuhkan.

Tulis Khotim/Azimah ini dikertas,menggunakan tinta yang dicampur misik dan za’faron(usakan ditulis sekecil mungkin),setelah ditulis kemudian kertasnya dilipat/digulung  sekecil dan serapi  mungkin,dan di ikat dengan benang.saat melipat/menggulung baca sebanyak-banyaknya YAA QOWIYYU YAA MATIIN tanpa nafas,kalau nafas sudah gak kuat nahan, berhenti dulu lipat/gulungnya, baru dilanjut saat baca asmaul husna di atas tanpa nafas.

Setelah dilipat/digulung.genggamlah Azimah tersebut di tangan kanan, lalu bacalah Tawakkaltu Ya Khodama Hadzihil ’Azimah 3x.

Cara menggunakan:

Setiap akan berhubungan badan dengan istrinya taruhlah azimah tersebut di bawah lidahnya dan di biarkan disitu selama berjima’ dan masih belum ada keinginan untuk mengeluarkan spermanya. jika sudah merasa cukup dan merasa coaaapek,lutut sudah kocak kayak onderdil motor lepas bautnya.pinggang mulai ngilu, ambillah azimahnya/keluarkan dari mulut. insyaallah proses ejakulasi anda tidak seperti biasanya(melampaui batas standart ejakulasi).azimah ini bisa digunakan berulang2/bisa ditaruh/disimpan,kalo butuh mau entot-entot tinggal ngemot aja.

sebaiknya sebelum melakukan serangan/menempatkan barang pada tempatnya,lakukan cara-cara yang baik yang telah di ajarkan oleh rosulullah:

ucapkan salam pada istri Assalamu alaika yaa babal jannah=selamat atasmu wahai pintu surga, lalu istri menjawabnya;Wa alaikas salam ya miftahul jannah;selamat juga atasmu wahai kunci surga”. Lalu bacalah doanya sebelum bersebadan.

kemudian,berilah istrimu  belaian, ciuman kering/pipi,kening,dagu dll,baru ciuman basah/bibir dengan sedikit goyang lidahnya.dan seluruh aktifitas meraba dari ujung rambut sampai ujung kaki, lakukan secukupnya.sampai istri sudah menggelinjang,menggeliat kayak terbang dan spontan mengeluarkan desahan halus dan biasanya warna pipinya sedikit memerah jika birahi sudah memuncak,jangan lupa dibumbui dengan bisikan halus kata sayang,cinta dsb.ini pertanda permainan sudah siap dimulai(untuk referensi bisa sedulur baca dikitab “Uquudul Lujjain”adab berbulan madu,ada terjemahannya kok)  proses ini penting sebagai proses pemanasan dan menambah sensasi dalam bersebadan dengan istri,dan ini yang menentukan sukses tidaknya dalam berhubungan dengan istri, sukses senggama tidak terletak pada besar kecilnya atau panjang pendek “manuknya” karena proses pemanasan ini bagi para pakar seksologi, adalah separuh dari kenikmatan bersenggama.separuhnya lagi terletak pada seni penetrasi dan seterusnya.

jika telah selesai sampai mencapai puncaknya dan permainan ber akhir, suami hendaknya jangan seperti orang berkencing! habis kencing ditinggalkan begitu saja.berilah kecupan, bisikkan secara halus dan ucapkan I Love You dan terima kasih pada istrinya, kalau perlu tanyakan puas tidaknya atau apa perlu ada ronde tambahan…heheheh.jangan kecewakan istrimu di tempat tidur, sebab bila itu terjadi dan istri sering tidak merasa puas ditempat tidurnya,bisa-bisa mencari kepuasan ditempat tidur diluar rumahnya,takutnya si istri berfikiran, LEBIH BAIK MAKAN SINGKONG TETANGGA ASAL KENYANG DAN MEMUASKAN DARI PADA MAKAN SOSIS DIRUMAH TAPI TIDAK BIKIN KENYANG!heheheh…bahaya bro!

makanya…bagi para sedulur dan para suami neh, rawat itu manukmu, biar sering berkicau dalam sarung, banyak uang, muka tampan, badan tegap, tapi manuknya loyo dan sering bersin-bersin, gak ada gunanya.     –k-

Terima kasih..Wassalam…!

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 134 Komentar

WORO-WORO CANGKRUKAN REBOAN


SALAM PASEDULURAN.
DUMATENG PORO SEDULUR BOLOWONGALUS INGKANG KINURMATAN MONGGO RAWUH WONTEN ING ACARA CANGKRUKAN KWA PADA:
HARI/TANGGAL : RABU, 13 JULI 2011
PUKUL : 20.OO WIB
TEMPAT : MUSHOLA BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO
TEMA : MANUNGGALING KAWULO KELAWAN GUSTI DALAM SERAT CENTHINI

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 28 Komentar

KAIFIAT TAWASUL DAN FAEDAH YANG MUJARAB


Pangeran Sukemilung

0852.6846.8720
rico_endo@yahoo.com

Assalamu’alaikum wr wb….salam ta’dhim saya haturkan kepada semua sesepuh dan pengampuh di  Kampus Wong Alus, salam sayang penuh cinta untuk semua santri Alus dimanapun kalian berada.

Dibeberapa bagian dalam artikel, saya selalu menyebutkan atau menyarankan untuk bertawasul. Adapun caranya belum saya tuliskan atau sahabat mungkin sudah mengetahuinya. Caranya pun beragam. Dan tidak sama satu dengan yang lainnya. Ini menunjukkan bahwasanya Allah memberikan jalan mana yang sekiranya mudah untuk kita lakukan. Allah menunjukkan Kasih sayangnya kepada kita dengan wasilah Para Nabi atau Aulia. Untuk bertawasul kepada Junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, sudah pernah saya tuliskan. Maka yang akan sahabat tela’[ah sekarang ini adalah kaifiat bertawasul kepada Al-Imam Al-Musnid Al-Quthub Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih, Ra dan Sayyidina Quthbul Arifin Syekh Abdul Qodir Jailani, Ra. Cara ini merupakan apa yang saya terima dan di ijazahkan oleh Syeikhina Sayyidul Walid KH.Ali Umar Toyyib Al-Palembani. Untuk selanjutnya silahkan para sahabat untuk membacanya…..

Kaifiat Tawasul dan Faedah Yang Mujarab.

Ijazah ‘an  Kholifatul Mursyid Thoriqotul Alawiyah Al-Muktabaroh

Syeikhina wa mursyidina Pangeran Muhammad KH.Ali Umar Toyyib Al-Palembani. Ra.

1.Kaifiat Tawasul kepada  :

Al-Imam Al-Musnid Al-Quthub Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih, Ra

Sebelumnya lakukan dahulu sholat sunat Hadiah Lil Mayyit seperti yang pernah saya tuliskan pada artikel yang lalu. Caranya seperti ini   :

@. Sholat Sunah Hadiah lil Mayyit

Niatnya : Usholli Sholatal hadiyyati rak’ataini lillahi ta’alaa

Tiap rakaat ba’da fatehah membaca :

  • Ayatul Qursyi. 1x
  • Surah At-takatsur.1x
  • Surah Al-ikhlas.11x

Disujud akhir sebelum salam membaca :

Allahumma inni sholaitu bihadzihish-sholaati wa anta ta’lamu maa uriidu. Allahummab’ats tsawaabahaa ilaa ruuhi Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih, Ra

( cat  : Sahabat jika mempunyai waktu yang lebih panjang, tidak ada salahnya mendahului dengan Sholat Sunah 4 Dimensi.)

@. Ba’da sholat membaca fatehah dengan sighot ini :

Al-fatehah…( niatkan )…ilaa ruuhil Imaami Sayyidil Walid Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bin Ahmad Bil-faqih wa ilaa hadrotin Nabi Sayyidina Muhammadin SAW. Bisirril fatehah….7x

@. Setelah itu mengucapkan salam kepada Beliau Ra.

Assalamu’alaika yaa Sayyidil Walid Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bin Ahmad Bil-faqih…7x

@. Setelah itu membaca Ucapan Istighosah seperti berikut  :

Yaa Syaikhinal Quthub qum wa ahdhir karoomatan minkum li qodhoo-I hajaati….( Hajatmu )…70x.

( Ucapkan kalimat ini dengan pelan dan khusu’ , tidak usah terburu –buru atau memburu jumlah )

@. Setelah itu dzikir Qolbi.

Tutup matamu, tunjangkan lidah ke langit-langit dan membaca : Allah…Allah. 1000x

@. Tutup dengan doa dibawah ini…

Bismillahir rahmaanir rahiim. Allahumma anta ta’lamu siiri wa ‘alaa niyyati faqbal ma’dziroti wa ta’lamu haajati… ( Hajatmu.red ) faa’thinii suu’lii  wa ta’lamu maafi nafsii faghfirlii dzanbii. Allahumma inni as-aluka iimaanan daa-imaan yubaasyiru qolbii wa yaqiinan shoodiqoon hatta a’lama annahu lan yushiibanii illa maa katabtahu ‘alayya wa rodh-dhinii bimaa qosamtahu lii  ( Yaa Dzal jalaali wal ikrom. 7x ) walhamdulillahi robbil ‘alamiin. 7x

Selesailah riyadhohmu……

2.Kaifiat Tawasul kepada  :

Al-Imam  Al-Quthub Sayyidina Quthbul Arifin Syekh Abdul Qodir Jailani, Ra

@. Caranya dahului dengan sholat hadiah atau sholat hajat  dengan membaca surah Al-Ikhlas 11 x di dalam tiap rakaatnya.  Lalu membaca tawasul fatehah seperti berikut   :

Al-fatehah…( niatkan )…ilaa ruuhi Al-Imam  Al-Quthub Sayyidina Quthbul Arifin Syekh Abdul Qodir Jailani, Ra wa ilaa hadrotin Nabi Sayyidina Muhammadin SAW. Bisirril fatehah….7 x

@. Ba’da  fatehah membaca sholawat ‘Alan Nabi SAW dengan sighot ini   :

Allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammadinil faatihi lima ughliqo  wal khootimi lima sabaqo  naashiiril haqqi bil haqqi wal haadii ilaa shiroothikal mustaqiimi , sholallahu ‘alaihi  wa aalihi wa shohbihi haqqo qodrihi wa miqdaarihil ‘adhiimi ….11 x

@. Setelah itu mengucapkan salam kepada Beliau Ra.

Assalamu’alaika yaa  sulthonul aulia-I wal quthbir robbanii Sayyidi Abdul Qodir Jailanii fii qodhoo-I haajati….( Hajatmu.red ) …11 x

Selesailah riyadohmu…..

Sahabat…kuncinya adalah menumbuhkan rasa mahabbah kepada beliau yang kita tawasuli. Tidak ada salahnya untuk membaca Manaqib / Riwayat Hidup Aulia yang kita maksud. Sekiranya dengan itu dapat menumbuhkan rasa mahabbah tadi. Dengan mengetahui riwayat beliau, maka akan tumbuh kekaguman dan mahabbah di dalam hati.

Bagian akhir dari risalah ini adalah satu faedah yang mujarab. Sebuah riwayat yang disampaikan oleh Al-Imam Al-Allamah Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf As-Sanusi  Al-Hasani. Beliau menyampaikan, bahwasanya Nabi SAW bersabda : “ Barang siapa tertimpa kesusahan  atau kesempitan didalam kehidupannya, maka hendaklah dia menulis  kalimat-kalimat di bawah ini di satu kertas dan dilemparkan ke air yang mengalir . Maka sesungguhnya Allah Ta’alaa akan hilangkan kesusahan dan kesedihannya dan Allah luaskan rezeqinya.” ( Al-Hadist )

@. Sebelum menulis maka bacalah fatehah terlebih dahulu kepada  :

  • An-Nabi Sayyidina Muhammad SAW
  • Nabiyullah Khidir  Balya bin Mulkan  AS.
  • Al-Imam Al-Allamah Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf As-Sanusi  Al-Hasani
  • Al-Imam Al-Haber Al- Quthub Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bil-Faqih, Ra
  • Al-Imam Al-Musnid Al-Quthub Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bil-Faqih, Ra
  • Al-Imam Al-Allamah Al-Habib Alwi bin Ahmad Bahsin, Ra
  • Syeikhina wa mursyidina wa murobbi ruuhina Pangeran Muhammad KH.Ali Umar Toyyib Al-Palembani. Ra.

Ini kalimat yang ditulis di kertas  :

Bismillahir rahmaanir rahiim. Minal ‘abdul zaliilil-faqri …..bin…..( nama kita ) ilal maulil jaliilil kabiiri : Robbi inni massa niyadh-dhurru wa anta arhamar rohiimiin.

Dan doa ini dibaca ketika akan melempar ‘ surat ‘ tersebut ke air yang mengalir  :

Allahumma  bihurmati Sayyidinaa Muhammadin Sholallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallama. Iksyif dhurri waghni faqrii wajbur kasrii wa azil Hammi wa ghommi wa iqdhi haajati……( Hajatmu.red ) innaka ‘alaa kulli syaii-in qodiir. Bi Haqqi LAA ILAAHA ILALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SHOLALLAHU ‘ALAIHI WA  AALIHI WA SHOHBIHI WA SALLAM. Amiin wal hamdulillahi robbil ‘aalamiin. 

Semoga risalah ini berguna bagimu. Izinkanlah saya dan semua keluarga serta guru dan mursyid menjadi bagian yang terindah bagimu. Apapun itu bentuknya, sesungguhnya kita mencintai kebaikan. Tugas kitalah untuk menarik para sahabat yang terperosok.Agar kembali bangkit..

Terima kasih atas respon yang ada.Barakallah fikum. Jazakumullah bi ahsanil jaza. Wassalam.      -k-

Footnote  :

Untuk anak-anakku kelak…warisan terbaik bagimu hanyalah sebentuk Ilmu yang barokah. Ambillah ini sebagai bekalmu, kelak kau akan berada dibawah panji para sholihin. Amiin, Insya Allah.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 120 Komentar

MUNAJATMU DIMAJELIS PARA WALI


Pangeran Sukemilung
0852.6846.8720
rico_endo@yahoo.com

Assalamu’alaikum wr wb….salam ta’dhim saya haturkan kepada semua sesepuh dan pengampuh di  Kampus Wong Alus, salam sayang penuh cinta untuk semua santri Alus dimanapun kalian berada.

Malam ini tanah Serunting tampak senyap…saya duduk di balkon lantai atas kantor saya. Entah mengapa keinginan untuk pulang ke kosan begitu berat. Satpam kantor yang mengecek ke ruangan saya juga tidak bertanya macam-macam. Mungkin rikuh atau entahlah…yang jelas saya tidak perlu membeberkan alasan yang saya sendiri tidak tau. Dia hanya menawarkan apakah saya mau dipesankan kopi hangat. Saya menyukai kesunyian malam ini.  Dari atas ini saya melihat sekeliling. Masih sepi. Mungkin karena habis hujan, orang-orang lebih senang meringkuk didalam rumahnya.

Benak saya masih diliputi isi sms dan pembicaraan dengan para Hikmater. Respon untuk artikel saya yang berjudul : Untuk Sebentuk Keinginan, ternyata mengundang pertanyaan bagi sebagian orang. Respon yang mengungkap banyaknyaBorok bagi sebagian para pendoa / prayer.  Kelelahan yang sangat menghantui mereka. Sebagian sudah berada pada titik jenuh, putus asa dan kesedihan yang mendalam.

Saya merenungi semua masukan mereka. Saya merasakan sedih mereka. Saya pun turut merasa bersalah. Selama ini saya hanya pandai menjejalimu dengan berbagai macam bacaan dan wirid. Saya menceritakan seribu fadhilahnya. Saya ungkap rahasianya. Saya berlaku seakan-akan sebagai Pemegang Rahasia ke ilmuan. Padahal saya bukanlah siapa-siapa. Maafkanlah saya sahabat…maafkanlah !!

Saya pun sama seperti kalian. Kadangkala bingung dan gundah akan hidup saya. Ketenangan yang saya miliki hanyalah karena saya dikelilingi para Guru dan sahabat-sahabat tempat saya sharing.  Sebagai pribadi yang lemah, saya pun butuh bantuan. Saya tidak ingin berlaku seperti manusia gagah perkasa tanpa sedih, tanpa takut ataupun serba bisa.

Saya berulang kali membaca isi sms para sahabat. Saya menelaahnya dengan hati gundah. Saya tidak tahu apa yang seharusnya saya berikan untukmu. Tidak mungkin saya memberi sebentuk bacaan lagi. Semua itu sudah kau miliki. Pengetahuanmu sudah lebih dari cukup. Kau miliki semua yang kau butuhkan dari tempat ini. Kau layak menjadi pewaris dan disebut pewaris ilmu. Kecintaan dan kesetiaanmu di kampus ini adalah bukti dan saksi bagimu. Yang belum kau miliki adalah keyakinan dan keberkahan. Kau belum yakin bahwa kelak doamu akan dikabulkan. Kau belum yakin adanya barokah yang tersimpan di dalam setiap wiridmu. Kau terus menunggu saat-saat doamu di ijabah !

Saat semua kebutuhan mendesak, saat semua hajat membuatmu berlari mengejarnya…saat itulah kau mencari kekuatan lain. Kau menghapal beraneka doa, kau mencari semua bentuk wirid. Kau mengerahkan semua inderamu untuk satu tujuan demi tercapainya doamu. Kau berusaha mewujutkan keinginan. Kau ber azam mengubah takdir, doa-doamu memecah semesta. Malaikat pencatat kewalahan menulis doamu yang naik setiap saat, setiap detik. Kau dengan keras menggedor pintu langit.

Sahabat…saya pun berlaku demikian. Saat aku tertimpa masalah, aku pun menggedor langit sekuat dayaku. Yang terlupakan oleh para sahabat adalah sebentuk KECINTAAN. Kecintaan kepada SHOHIBUL WIRID dan guru-guru yang memberimu Ijazah. Kau melupakan mereka. Padahal mereka menunggu dan memandangmu dengan penuh rasa sayang. Mereka menanti undanganmu. Kau lupa untuk menghadirkan mereka semua. Padahal kau memiliki dan menjaga warisan mereka.

Pada saat kesulitan itu menghimpit, pada saat semua kebutuhan dan keinginanmu berada pada titik nadir…saat itulah terlupa semua adab-adab doa. Kita melupakan semua kaedah doa. Saat itulah sebenarnya kita butuh sebentuk ucapan ‘AMIIN‘ dari para Aulia dan guru-guru yang mulia. Dalam setiap munajat, aku tidak pernah melupakan mereka. Aku mengingat dan mengundang mereka dalam majelisku. Aku bertawasul dalam doaku kepada mereka. Dengan segenap pengharapan dan hatiku. Saat mereka hadir aku meminta agar mereka mengAMIINkan munajatku.

Ketahuilah…sebentuk ucapan itulah yang dapat menghantar doamu ke Hadirat-NYA. Aku tidak pernah peduli dengan segala macam KHODAM yang ada dalam setiap bentuk bacaan. Niatku sederhana. Hanyalah berperan sebaik mungkin sebagai pemegang amanah. Aku tidak bersandar pada kemampuanku. Sekuat dayaku, aku menutup semua indera. Focus pada tujuan Illahi Yaa Robbi…dengan sebesar pengharapan aku mengirimkan doa kepada guru-guruku. Aku mengirimkan doa kepada para Aulia. Aku menyambungkan niatku, bersama niat para Guru, para Wali dan seluruh sholihin. Niat itu bermuara ke Tuanku Junjunganku Pemegang Syafa’at Sayyidina Muhammad SAW.

Saat aku tenggelam ke lautan Mahabbah…saat itulah aku mulai melafaldzkan doa. Dan terkadang yang keluar dari mulutku hanyalah ucapan… Aghistni Ya Allah… Aghistni Ya Allah… Aghistni Ya Allah  !!! Semua hapalan doa tadi lenyap dari bibirku. Aku merasakan yang berdoa adalah seluruh diriku, setiap titik dari tubuh. Batinku mengkristal dalam makhrifatullah. Aku meyakini tanpa aku sebutpun DIA tahu apa  maksudku.

Sahabat…demikianlah yang aku maksudkan. Tumbuhkanlah rasa mahabbahmu terhadap para Guru dan Aulia. Semua doamu akan di AMIIN kan. Doamu akan terbang ke hadirat-NYA. Bahkan malaikat tidak akan mampu mengejar doamu. Jika Majelis Para Wali bersama Sayyidina A’dhom Muhammad SAW yang membawa doamu, artinya pintu Ijabah sudah ada dihadapanmu.

Betul…kita tidak bisa meng klaim bahwa dengan itu doa kita akan terkabul. Hak mutlak ada di tangan Allah SWT.  Namun jika kita berada dibawah bendera ‘ Orang-orang yang dikasihi-NYA ‘ secara tidak langsung kita mendapat ‘ sorotan .’ Kita sadarilah bahwa kita bukanlah hamba dengan segudang amal.

Jika air matamu dapat membuat Arasy berguncang, maka jatuhkanlah dengan tulus. Allah Maha Tahu dan Maha Melihat. Jangan terpaku jumlah wirid yang kau baca, jangan merasakan gagah karena amalan yang kau terima disebut sebagai amalan KELAS ATAS. Semua tidak akan berguna jika kau membacanya dengan hati lalai. Azzam kan lah dihatimu sebentuk Mahabbah kepada-NYA dan bertawasullah kepada Mursyidmu dan semua Aulia. Tawasulmu akan bersambung hingga ke Rasulullah SAW. Semoga…

Semoga cerita ini berguna bagimu. Izinkanlah saya dan semua keluarga serta guru dan mursyid menjadi bagian yang terindah bagimu. Apapun itu bentuknya, sesungguhnya kita mencintai kebaikan. Tugas kitalah untuk menarik para sahabat yang terperosok.Agar kembali bangkit..

Terima kasih atas respon yang ada.Barakallah fikum. Jazakumullah bi ahsanil jaza. Wassalam.   -k-

Peace from : Enrico Endo Burhan , Juli 2011

Footnote :

Untuk Sahabat yang mengirimkan sms kepadaku dengan niat minta tolong, saya hanya dapat menyampaikan penyesalan , “ Mohon maaf, bahwasanya saya hanya bisa memberikan masukan nasehat. Saya bukan paranormal tempat sahabat menitipkan hajat. “ Banyak yang kalian ambil di Kampus ini, maka garaplah potensimu sebaik mungkin. Kau lebih tahu kondisi dan keadaanmu. Mintalah doa sebanyak mungkin dari sahabatmu yang bertebaran disini. Satu diantara mereka adalah jembatan tempat kau mengantarkan doa tadi. Husnudzon dan tumbuhkan sebentuk Mahabbah dihatimu. Semoga doamu segera terkabul. Amiin Allahumma Amiin…!!!

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 299 Komentar

MAHABBAH RAJA JIN


SUGIK SAWUNGGALING MADHUREH
singarajeh_madura@yahoo.com

MAHABBAH KHODAM RAJA JIN PENJAGA HARI

Salam alaikum buat sudulur semua, salam hormat buat sesepuhnya bolo wong alus, ki wildan wong alus, serta semua sesepuh yang lain.

Ijinkan saya berbagi “sesuatu” yang saya ketahui terkhusus untuk pengasihan/penarik hati/penunduk hati.amalan ini insyaallah sangat cepat efeknya, dan jangan untuk main-main.bayangkan jika suatu saat anda punya anak perempuan, bayangkan jika anak anda diperlakukan seperti itu oleh orang,sama seperti anda memperlakukan orang saat sekarang!

Khodam dari mahabbah ini adalah dari beberapa raja jin (jin ada yang muslim juga lho) yang di utus oleh allah untuk “menguasai” hari.

Yang perlu diketahui,bahwa allah mengutus makhluknya ke bumi dari golongan ruhani (gololongan jin dan malaikat) untuk menguasai/mengurus pada saat hari-hari yang telah ditentukan:

Khodam dari asma dibawah ini:

Raja Jin Ahmar/Abu Mahrizul Ahmar yang menguasai hari Selasa, malaikatnya Samsamaa-il.

Raja Jin Marroh/Abu Harish Marroh yang menguasai hari Senin, malaiktanya Jabroo-il.

Nahusyin dari golongan Ruhani juga.

Raja Jin Maymun/abu Nukh Maymun yang menguasai hari Sabtu, malaikatnya Kasfayaa-il.

Inilah asma yang ditulis dan di baca:

Sayaalin Shoyaalin Hayaalin Mayaalin Ajib Yaa Ahmar Wa Anta Yaa Marroh Wa Anta Ya Nahusyin Wa Anta Yaa Maimun Yutaslithul Jaanisy Syaiyaathiin ‘Ala (fulanah….binti fulanah/fulan….ibnu fulanah) sebut nama target dan ibunya Wa Huwa (jika yang dituju cowok) Hiya (jika yang dituju cewek) Laa Yanaamu Wa Laa Yaf ‘Alu Hatta Yanaama Shorshoorin Fii Kholfihi Wal Jandaali Fith Thorifati Wal Janiin Fil Akhsyaa-I Tawakkal Baadani Wa Yaa Danda-Aani Wa Sab’i Muluukil Jaan Tajliibuu Aw Tuharriquu……(nama target) Fii Mahabbati…..(nama kita).

Caranya:

Asma ditulis di kertas putih, selesai ditulis lalu dilipat, kemudian di asapi dengan bukhur lubban dzakar dan kemenyan jawa sambil membaca asma tersebut 7x,setelah itu kertas yang ditulisi asma dipendam di depan rumah/pintu halaman depan/jalan yang biasa di lewati si target.

Setelah dipendam asma dibaca setiap matahari mau tenggelam dan mau terbit 7x.lalkukan selama 3 hari. insyaallah mujarrab dan sangat cepat efeknya.(jika allah menghendaki di hari ke empat sudah ada tanda-tanda).

Semoga bermanfaat, di lain waktu jika dapat ijin dari Shohibul Blog insyaallah di posting juga, Amalan/asma/qosam/azimah/tholasim (orang Madura menyebutnya kothekah) dari ulama syalaf yang khusus untuk mengunci kemaluan suami/istri agar tidak berzina dengan orang lain.jika perempuan kemaluanya seperti tertutup/tidak bisa dimasuki burung selain burung suaminya (Semacam Vaginismus istilah kedokteran),bahkan insyaallah kedua kemaluannya bisa lengket tidak bisa dilepas saat ber zina dalam waktu yang cukup lama kecuali di operasi,(kasus di sumenep Madura kira2 tahun 90 an, dan kabarnya pernah juga kejadian di Batu Malang,seorang pemuda pemudi saat ber “anu-anu an”),jika Bagi suami nakal burungnya bisa tidak “berdiri” di hadapan kemaluan selain punya istrinya.bisa juga untuk menjaga putri kesayangan kita agar terhindar pemerkosaan dan free sex.

Amalan mengunci hati suami/istri agar tidak menikah lagi.memisahkan hubungan perselingkuhan (ilmu firoq) dll.

Demikian dari saya..salam damai SA TARETANAN…!       –k-

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 258 Komentar

ILMU MENGENAL DIRI – 4


Pemimpin Dirisendiri
pemimpindirisendiri@yahoo.com


Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh

Salam hormat kepada Sesepuh, semua sahabat KWA yang terkasih dan semuanya di tempat masing-masing dan maaf ganti email karena yang lama banyak gangguan.

Kembali ke pembahasan, ilmu mengenal diri mengambil sebuah perumpamaan dan diperbolehkan mengambil perumpamaan dan jangan khawatir / jangan takut karena ada dalilnya :

Sesungguhnya ALLAH tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu.

( QS. Al Baqarah 26 )

ALLAH menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendakiNYA. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.

( QS. Al Baqarah 269 )

Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al-Qur’an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.

( QS. Az Zumar 27 )

Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.

( QS. Az Zukhruf 3 – 4 )

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.

( QS. Shaad 29 )

Demikianlah ALLAH mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.

( QS. Ar Ruum 59 )

Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia, dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.

( QS. Al Ankabut 43 )

Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepadaNYA) dengan merendahkan diri.

( QS. Al Mu’minuun 76 )

Riwayat dari Abu Bakrah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda :

Bisa jadi orang yang tidak turut hadir disini pemahamannya lebih baik daripada orang yang hadir

( HR. Imam Bukhari 67 )

Riwayat dari Abu Musa ra, Nabi saw pernah bersabda :

Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang diberikan oleh ALLAH kepadaku
Adalah seperti hujan yang lebat yang turun ke bumi
Lalu ada tanah subur yang menyerap air hujan
Sehingga bisa menumbuhkan rerumputan dengan subur……….
Serta ada pula tanah yang tandus yang tidak bisa menyimpan air
Juga tidak bisa menumbuhkan rerumputan
Itulah perumpamaan orang yang memahami Islam………

( HR. Imam Bukhari 79 )

Imam Ghazali :

– Menempuh jalan ini (Tasawuf) memerlukan tanjakan2 bathin dan hal perlu mengosongkan bathin manusia dan kemudian mengisinya dengan zikir kepada ALLAH (setelah bathin kosong kemudian diisi zikir).

– Penanjakan itu dimulai dari 1 tingkat demi tingkat sampai mencapai tingkat yang lebih tinggi jauh diatas ukuran kata2.

– Ada 4 hal yang harus dikenal dan dipelajari oleh seseorang :

1. Mengenal siapa dirinya.
2. Mengenal siapa TUHANnya.
3. Mengenal dunianya.
4. Mengenal akhiratnya.

Tampilan artikel ini masih membahas yang nomer 1, yaitu mengenal siapa dirinya dan belum membahas yang nomer 2 / 3 / 4.

Dari yang nomer 1 (ilmu mengenal diri), banyak cabangnya, sedangkan yang ditampilkan disini adalah versi hamba yang fakir kepada ALLAH SWT dan masih banyak versi lainnya yang belum ditampilkan.

Syekh Ahmad Rifai :

Ketahuilah saudaraku, kaum Arifun itu bertingkat-tingkat dan beragam.
Dengan tangga yang berjenjang-jenjang.
Serta derajat yang berbeda.
Serta posisi yang bermacam-macam diantara mereka.
Ada yang mengenal ALLAH melalui sifat Maha Mencukupi.
Maka dia sangat fakir kepadaNYA.
Ada yang mengenal ALLAH melalui sifat karuniaNYA.
Maka dia sangat berbaik sangka / husnudzon kepada ALLAH.
Ada yang mengenal ALLAH melalui sifat Qudrat.
Maka dia sangat takut kepada ALLAH.
Ada yang mengenal ALLAH melalui keagunganNYA.
Maka dia meneguhkan rasa takut dan cinta.
Ada yang mengenal ALLAH melalui Muroqobah.
Maka dia mengokohkan kebenaran hatinya.
Ada yang mengenal ALLAH melalui sifat Maha SendiriNYA.
Maka dia meneguhkan kebeningan hatinya.
Ada yang mengenal ALLAH melalui ALLAH.
Maka dia bersambung terus menerus denganNYA.

Contoh # 11 :

Seorang pengemis jalanan tidak akan terus berjalan mencari uang, dia juga akan beristirahat ditempat teduh sambil meminum air kemudian berjalan lagi, kemudian beristirahat lagi, berjalan lagi dan beristirahat lagi.

Begitu juga seorang pengemis ALLAH sejati juga tidak akan berdzikir saja tetapi juga diselingi bersholawat. Tempat beristirahat yang teduh, sejuk dan meminum air ini adalah perumpamaan / gambaran dari bersholawat.

Berkah dari pembacaan sholawat adalah sifatnya yang berhawa dingin dan sejuk, dan sholawat juga paling sering digunakan sebagai peredam dzikir / amalan yang bersifat / berhawa panas.

Pada zaman dahulu ada istilah orang yang tidak kuat ilmu, itu dikarenakan orang tersebut hanya menyerap dzikir yang berhawa panas saja dan tidak / kurang meredamnya dengan dengan dzikir yang berhawa dingin dan sejuk (bersholawat).

Awal mulanya apabila belum selaras suatu dzikir yang dibaca energinya akan bertabrakan dengan energi yang dimiliki oleh seseorang sebelumnya, dan apabila tidak kuat akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman.

Bahasa ilmiahnya, jika sebelumnya berenergi negatif maka akan bertabrakan dengan energi positif, karena gesekan / benturan itulah menimbulkan panas dan membutuhkan pendingin.

Seperti barang elektronik, komputer, dll, juga membutuhkan sebuah pendingin karena barang elektro mudah panas dan tujuan lainnya adalah agar barang elektro tersebut tahan lama / awet.

Para Syekh, Wali dan Auliya terdahulu terbiasa menjalankan zikir dalam jangka waktu yang lama karena dzikirnya diselingi bersholawat yang menimbulkan hawa sejuk.

Dan seseorang tentu saja akan merasa betah / nyaman berlama-lama disuatu tempat apabila berada di temapt suasana yang sejuk.

Apabila tidak diikuti / diselingi dengan pembacaan sholawat sebagai pendingin maka akan timbul rasa tidak nyaman dan akhirnya ingin cepat-cepat meninggalkan tempat berzikirnya karena merasa tempatnya sudah tidak nyaman lagi ( rasa tidak nyaman bisa juga gangguan dari syaithonirrojim ).

Cara / Tehnik / metode membaca sholawat secara terpisah-pisah, mengikuti pada awal dan akhir suatu dzikir. tersebut sudah dijalankan oleh para Syekh, Wali dan Auliya sejak dahulu kala.

Contoh berzikir yang diselingi bersholawat adalah seperti Zikir Khususiyah yang diajarkan di tarekat-tarekat, karena kesibukan biasanya zikir khususiyah dijalankan 1x setiap hari.

Misalnya saya ambil dari Tarekat gabungan yaitu Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah saat berdzikir Hauqalah dan Hasbunallah yang diselingi bersholawat pada dzikirnya sebagai berikut :

Sholawat…… 100 x.
Lahaula wala quwata illa billah……..400 x.
Sholawat……100 x.
Hasbunallah wani’mal wakil………1100 x.
Sholawat……..100 x.

Sholawat 100x yang dibaca untuk mengiringi dzikirnya adalah : “Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammadin Nabiyil ummiyi wa ala alihi washohbihi wassalim”.

Ada juga contoh dari tarekat lain yaitu dzikir dari Tarekat Naqsyabandiyah seperti dzikir Khatm Khawjakan (sudah pernah di posting oleh Sayyid Kahyail).

Dzikir Khatm Khawjakan termasuk kategori Dzikir Khususiyah dan dalam dzikir tersebut juga ada tehnik diselingi bersholawat (silahkan dibuka postingan dari Sayyid Kahyail yang berjudul Khatm Khawjakan).

Apabila tidak kuat membaca sholawat 100x bisa dibaca sebanyak 33x terlebih dahulu, jangan dipaksa dan jangan bernafsu langsung ke tingkat tinggi, nanti jika sudah haus berzikir akan meningkat dengan sendirinya atas rahmat dan izin ALLAH SWT.

Jadi intinya tidak hanya berdzikir / menghormati ALLAH SWT saja, tetapi ALLAH SWT juga menyuruh umatnya agar menghormati utusanNYA dengan bersholawat karena utusanNYA juga amat sangat mengharap keselamatan umatnya yang diterangkan dalam surat At Taubah ayat 128 – 129.

Sesungguhnya Allah dan Malaikatnya bershalawat untuk Nabi, Hai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

( QS. Al Ahzab 56 )

Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari, TUHAN dan Nabi Muhammad saw menyuruh agar seorang anak menghormati orang tuanya, maka si orang tua juga harus menyuruh agar anak menghormati TUHANnya dan Nabi Muhammad saw (kewajiban orang tua).

Melalui penjelasan / tuntunan / contoh Beliau kita mengerti / mengetahui cara beribadah, berzikir, membaca Alquran, membedakan hal / akhlak baik dan buruk, dll, yang warisannya dijadikan tuntunan oleh umatnya hingga sekarang dan tidaklah pantas sebagai umatnya jika melupakan jasa-jasa beliau.

Para Syekh, Wali dan Auliya karena besar cintanya kepada Nabi Muhammad saw membaca sholawatnya diatas rata-rata orang pada umumnya, yaitu dalam sehari semalam jumlahnya hingga minimal 10.000 x dan berikut beberapa contoh kisah yang berkaitan dengan memperbanyak membaca sholawat :

Kisah # 1 :

Ada seorang yang selalu membaca sholawat, dan pada saat tidur beliau bermimpi bertemu Nabi Muhammad saw sehingga rumahnya menjadi terang benderang bercahaya.

Nabi Muhammad saw bersabda : “Berikan kepadaku mulut yang banyak membaca sholawat” dan kemudian beliau bangun dari tidur dan rumahnya berbau harum semerbak bagaikan minyak kasturi.

Kisah # 2 :

Ada seorang yang ahli ibadah bermimpi bertemu dengan sahabatnya (Hafs Al Kaghidi) dan bertanya :

Bagaimana keadaanmu sekarang ?

Hafs menjawab : ALLAH SWT mengampuniku serta merahmatiku lalu memasukkanku kedalam surga

Orang sholeh itu bertanya : Amal apakah yang menyebabkan kamu masuk surga ?

Hafs menjawab :

Ketika aku dihadapkan di depan TUHAN dan diperintahkan malaikat untuk menghitung amal perbuatanku.

Tiba-tiba mereka mendapatkan banyak dosaku.

Tetapi bacaan sholawatku cukup banyak.

Maka ALLAH SWT berfirman kepada malaikat :

Cukup, jangan diteruskan dan bawalah ia masuk ke dalam surga.

Jadi intinya agar pada saat berdzikir apa saja juga diselingi dengan bersholawat (berzikir kemudian bersholawat, kemudian berzikir dan bersholawat lagi, dst) sebagai salam penghormatan dan sebagai pendinginnya terutama karena mengikuti sabda Nabi Muhammad saw yaitu : “BERIKAN KEPADAKU MULUT YANG BANYAK MEMBACA SHOLAWAT”.

Membaca sholawat tidak hanya setelah sholat saja tetapi juga memperbanyak membaca sholawat sambil bekerja / sekolah / kuliah / berdagang / berolahraga, dll, dan bukan mulutnya yang komat kamit tetapi lidahnya yang komat kamit karena bisa saja saat berolahraga tiba-tiba nyawanya diambil dan dihati tetap berzikir menyebut asma ALLAH… ALLAH… ALLAH…

Dengan ucapan sholawat apa saja / ucapan sholawat : “ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN NABIYIL UMMIYI WA ‘ALA ALIHI WASOHBIHI WASSALIM”.  – k –

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 224 Komentar

KAMPUS WONG ALUS AWARDS


Pangeran Sukemilung

0852.6846.8720
rico_endo@yahoo.com

Assalamu’alaikum wr wb….salam ta’dhim saya haturkan kepada semua sesepuh dan pengampuh di  Kampus Wong Alus, salam sayang penuh cinta untuk semua santri Alus dimanapun kalian berada.

Saya ingin mengupas sedikit tentang Ijazah dan keharusan bagi pengamal wirid untuk meng ijazahkan amalan yang mereka terima. Ijazah bagi kalangan Hikmah berbeda pengertiannya dengan ijazah untuk pelajar. Ijazah yang dimaksud adalah perkenan  untuk membaca suatu amalan wirid dengan tata cara yang ditentukan. Ada 3 jenis ijazah :

  1. Ijazah ‘Ammah (umum)
  2. Ijazah Khususiyah (Khususon)
  3. Ijazah Ghoibiyah

I. Ijazah ‘Ammah

Ijazah jenis ini sangat gampang di jumpai. Misalnya dari buku-buku doa yang menyampaikan informasi tentang bentuk suatu amalan wirid. Atau pun dari suatu majelis  yang memberikan Ijazah untuk jamaahnya secara global. Biasanya Ijazah jenis ini tidak menyertakan jumlah hitungan dan sanadnya. Contohnya seorang Kyai memberikan keterangan tentang faedah suatu sholawat, dan menyarankan membacanya agar mendapatkan faedah yang dimaksud. Ijazah ‘ammah juga biasanya tidak melihat siapa yang menjadi pembacanya. Jadi siapapun bisa dan boleh mengamalkan wiridan tersebut.

II. Ijazah Khususiyah (Khususon)

Ijazah jenis ini lebih spesifik. Biasanya dilihat dari karakter sipengamal dan ijazah yang dikeluarkan. Jenis wirid yang dikeluarkan juga lebih khusus. Misalnya Hizib atau Asma. Semua karakter amalan yang mengandung tingkat karakteristik lebih ‘ panas ‘ biasanya di ijazahkan secara hati-hati. Ataupun suatu amalan yang notabene lebih ringan namun mempunyai tata cara khusus  untuk sampai ke tingkat terbukanya Hijab / keterkabulan Hajat si pengamal. Beberapa hal yang menyertai Ijazah ini adalah  adanya :

A. Sanad / mata rantai mujiz

Sanad ini pun terbagi dua :

  • Sanad Sughro

Ijazah ini mempunyai sanad yang tidak terlalu panjang. Mungkin hanya sebatas 3 orang sampai 5 nama menyertakan Mujiz nya.

  • Sanad Kubro

Ijazah ini mempunyai sanad yang lebih lengkap dan panjang juga biasanya disertai dengan beberapa nama khusus yang berkaitan dengan isi amalan wirid tersebut. Misalnya nama dari beberapa penjaga (baca : Khodam ayat) yang menyertai amalan itu. Untuk sanad yang seperti ini biasanya di punyai oleh Jama’ah Thoriqoh. Hanya saja tidak ada nama khodam ayat seperti dalam amalan hikmah.

B. Hitungan / jumlah

Untuk hitungan pun, ijazah jenis ini lebih disiplin. Sang Mujiz biasanya menyertakan sejumlah bentuk hitungan dalam bacaan tersebut. Ada hitungan ringan untuk harian yang terbagi menjadi 3 waktu dan Hitungan accident (darurat.red)

Sebagai contoh pembagiannya seperti dibawah ini  :

@. Hitungan Harian

  • Hitungan ringan.

Wirid yang dibaca dalam satu waktu dalam sehari diwaktu tertentu. Misalnya : Ayat Qursyi yg dibaca 3 kali saat waktu maghrib.

  • Hitungan sedang.

Wirid yang dibaca 2 kali dalam waktu tertentu. Misal : Ayat Qursyi dibaca  3 kali saat waktu maghrib dan shubuh.

  • Hitungan berat.

Wirid yang dibaca setiap ba’da sholat fardhu. Misal : Ayat Qursyi dibaca 3 kali setiap ba’da sholat fardhu.

@. Hitungan accidential

  • Hitungan khusus yang berkaitan dengan saat Riyadhoh.

Hitungan ini biasanya hanya dibaca saat menjalani / melakoni Riyadhoh , selesai riyadhoh maka jumlah itu diturunkan untuk pengamalan harian.

  • Hitungan khusus yang berkaitan dengan Hajat

Hanya dibaca satu kali saja dalam riyadhoh untuk mendapatkan Hajat. Ijazah jenis ini biasanya mempunyai dosis yang lumayan berat. Misalnya saya pernah mendapat Ijazah Sholawat Jibril dari KH. Kholil Bisri, rembang- yang mesti dibaca sebanyak 15.000 kali. Ijazah itu hanya dibaca sekali saja dalam satu majelis (Walopun jika mau dan sanggup tidak ada salahnya di ulang).

III. Ijazah Ghoibiyah

Ijazah jenis ini jarang diterima orang awam. Biasanya hanya diterima kalangan Khowas / mursyid tertentu. Setelah melampaui berbagai syarat maka bisa ditentukan apakah ijazah ini berlaku untuk dirinya sendiri atau bisa dikeluarkan kepada umat. Ijazah jenis ini menjadi bukti akan keramatnya seorang ‘ khowas ‘ dan dekatnya maqom beliau kepada Allah Ta’ala. Namun pada beberapa kasus ada juga orang-orang tertentu mendapatkan ijazah ghoibiyah. Dan yang terbaik adalah dipertanyakan kepada yang mengerti (Mursyid. Red). Biasanya ijazah ini akan membawa kebaikan bagi sipenerima. Baik urusan dunia dan akhiratnya. Terlebih bagi kepribadian yang bersangkutan. Pasti akan mengalami perobahan kearah yang lebih agamis, santun dan terarah. Saya pernah kenal dengan orang yang mengalami ini. Sekarang beliau menjadi santrinya Syeikhina Al-Habib Luthfi bin Yahya, Pekalongan.

Ijazah yang didapat merupakan perkenan bagi seseorang untuk membacanya. Dengan adanya Ijazah ini maka akan terbentuklah kemantapan hati bagi sipengamal. Dengan Ijazah maka hasil yang benar pun akan didapatkan. Pengalaman menunjukkan dengan adanya mujiz yang menunjukkan cara pengamalan yang benar, maka  tingkat keberhasilan seseorang bisa dipastikan lebih cepat dan bagus. Kemudian timbul pertanyaan, “ Apakah orang yang tidak mempunyai guru kemudian mendapatkan informasi tentang sebentuk amalan, maka apakah hasil yang didapat tidak benar atau tidak akan berhasil ?”  

Wiridan hamper sama seperti matematika. Hanya saja matematika adalah ilmu pasti. Jika 2×2 = 4, maka ilmu wirid tidaklah demikian. Ilmu Wirid adalah keyakinan yang berbalut agama. Walopun demikian tetap diperlukan hitungan dan rumus yang tepat. Laboratorium, rumus dan alat dipastikan harus ada. Laboratoriumnya adalah tempat kita kholwat / riyadhoh, rumusnya adalah hitungan dan jumlah yang tepat, sedangkan alat yang kita pakai bisa berupa tasbih , biji-bijian, minyak dan ubo rampe lainya. Dan hasilnya bisa seperti yang kita inginkan, atau berbeda. Malah ga jarang bisa gagal.

Ilmu wirid adalah kombinasi antara imaginasi,logika dan mantra (doa / wirid.red). Contohnya seperti ini, saat saya ribut dengan istri biasanya dia akan mendiamkan saya selama beberapa hari. Nah…yang repot ya saya, ga ada yang kasih sarapan, makan atau setrika baju.Pokoknya di cuekin abis…apa yang saya lakukan agar dia mau saya ajak baikan lagi ?? Biasanya saya akan melaksanakan suatu ‘ riyadhoh kecil ‘. Caranya ?? Malam hari saya akan melaksanakan hajat dengan niat minta dibaikkan urusan saya dengan istri. Saat pembacaan wirid, maka benak saya akan membayangkan (baca : Imajinasi) istri dengan keadaan yang menyenangkan. Wirid tadi sebagai senjata / wasilah saya dalam berhadapan dengan dia. Logikanya…saya bersikap lebih baik dengan dia akan niat saya tadi. Hasilnya ?? Ya bagus sekali…dalam hitungan jam, atau besok paginya sudah bisa dipastikan dia akan menegor saya.

Kembali kepada pertanyaan di atas. Jawaban saya : BISA !! tanpa ijazah dan petunjuk sekalipun, asal dia yakin bisa saja terjadi keajaiban. Orang yang seperti ini biasanya bersandar kepada kemauan hati dan niat yang kuat. Jeleknya…saat menemui kendala dia akan kebingungan. Ibarat orang naik perahu tapi tidak mengerti cara membuka layar. Ijazah mempunyai beberapa point penting. Antara lain :

  • Mengikuti sunah Rasul, bahwa belajar harus dengan bimbingan guru
  • Mentaati perintah Guru, adanya hubungan batiniyah dengan mujiz
  • Kemantapan hati dalam beramal. Karena mengerti tata caranya dengan baik.
  • Mengikuti mata rantai / sanad ilmu yang semestinya.
  • Menghilangkan kebingungan dan kebimbangan hati.

Maka alangkah baiknya, siapapun mereka yang mencintai dunia wirid dengan segala kerumitannya akan mencari guru yang baik. Dengan itu maka apa yang menjadi kendalanya akan terburai. Sang Guru yang bijak akan menjadi tempat bertanya bagi simurid. Maka ilmu akan turun dengan tertib mengikuti perkembangan batiniyah si murid. Pondasi yang ditanamkan akan menghujam kuat kesanubari. Ilmu akan berkembang dengan baik. Walaupun keadaan dilapangan sebagian orang masih mengikuti pakem tradisional secara turun temurun. Hal ini tidak bisa disalahkan. Pada intinya ilmu adalah apa yang kau yakini dengan hatimu. Peran terpenting dari sebentuk ijazah adalah Guru. Yang terbaik bagimu adalah mendapatkan seorang Guru yang bijak dan mempunyai hikmah. Guru yang baik akan mengantarmu ke gerbang Futuh yang sebenarnya. Guru yang hatinya berkarat akan membuatmu tersesat dan hilang dari rahmat Allah SWT.

Maka carilah Sang Guru itu demi kebaikanmu. Mintalah dalam munajatmu kepada Allah SWT seorang guru sejati yang dapat membimbing lahir dan batinmu. Bukan hanya sampai keterkabulan hajat. Karena sesungguhnya setan pun dapat mengabulkan hajatmu. Mursyidmu adalah seseorang yang kelak menolongmu dalam gelombang dahsyat Hari Pembalasan. Pertolongan yang berupa perpanjangan syafaat dari Rasulullah SAW. Dan yang terbaik adalah jika sang Guru bersambung, baik itu SANAD ilmunya atau NASAB nya kepada Beliau SAW. Pilihlah satu diantaranya. Alangkah beruntungnya mereka yang bersama Gurunya kelak. Bergandengan tangan, beriringan menuju keindahan abadi di dalam Jannah. Semoga aku pun termasuk diantara yang beruntung itu.

Semoga risalah ini berguna bagimu. Izinkanlah saya dan semua keluarga serta guru dan mursyid menjadi bagian yang terindah bagimu. Apapun itu bentuknya, sesungguhnya kita mencintai kebaikan. Tugas kitalah untuk menarik para sahabat yang terperosok.Agar kembali bangkit..Doaku selalu untuk para Sahabat.

Terima kasih atas respon yang ada.Barakallah fikum. Jazakumullah bi ahsanil jaza. Wassalam.  –k-

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 202 Komentar

WORO-WORO CANGKRUKAN


SALAM PASEDULURAN.
DUMATENG PORO SEDULUR BOLOWONGALUS INGKANG KINURMATAN MONGGO RAWUH WONTEN ING ACARA CANGKRUKAN KWA JOGJA SESARENGAN ADMIN BLOG:

HARI : JUMAT
TANGGAL : 8 JULI 2011
PUKUL : 20.00 WIB
TEMPAT :

PENDOPO POSKO RELAWAN REFERENDUM DI SEBELAH TIMUR ALUN-ALUN UTARA KRATON NGAYOGYAKARTA HADININRAT.

CONTACT PERSON : WAWAN SLEMAN Phone 085.729.994.755

MATUR NUWUN.
SALAM PEPANGGIHAN.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 291 Komentar

DOAKU UNTUKMU BUNDA


Pangeran Sukemilung
0852.6846.8720
rico_endo@yahoo.com

Assalamu’alaikum wr wb….salam ta’dhim saya haturkan kepada semua sesepuh dan pengampuh di  Kampus Wong Alus, salam sayang penuh cinta untuk semua santri Alus dimanapun kalian berada.

Sebelumnya saya mohon maaf, Blog KWA ini merupakan tempat sharing untuk para pecinta Hikmah. Namun menurut saya, bukan tidak menutup kemungkinan untuk tulisan dengan tema yang sedikit beda. Seperti kali ini, setelah saya kemaren mengenalkan Majelis tempat saya ta’lim, tidak ada salahnya saya mengajak HIKMATER untuk mengenal lebih jauh tentang saya. Satu orang yang punya arti sangat tinggi untuk seseorang Enrico Burhan.

 Tulisan ini hanyalah sebentuk ucapan terima kasih kepada Sang Bunda. Sengaja aku torehkan disini, aku ingin memintamu untuk menjadi saksi bahwasanya aku sangatlah mencintai ibuku. Kelak jika Allah bertanya, maka tulisan ini menjadi bukti  bagiku. Tulisan ini merupakan lembaran emas bagi sang Bunda.

Ibuku…beliau bernama Nur’aini. Artinya Cahaya Mata. Bagiku beliau benar-benar sebentuk cahaya. Jauh di kedalaman batin, ibuku selalu berpendar terang. Tak sekejab pun aku ingin jauh dari beliau. Tak sekejab pun aku ingin menjauhkan batinku dengan beliau. Sosok ini mempunyai tempat istimewa  didiriku. Beliau lebih dari sekedar piala emas. Bahkan lebih dari semua piala terbaik apapun di dunia ini.

Ibu…jika saja aku bisa mengulang kembali hari-hari yang terlewat. Aku ingin membuat hari yang hilang itu menjadi lebih indah.

Ibu…jika saat itu air matamu jatuh karena marahmu padaku. Saat ini izinkanlah aku mengusapnya dengan cintaku.

Duh bunda…jauh darimu tak pernah terbayangkan. Sakit bagiku bukanlah yang menimpa badanku…sakitku adalah saat aku harus berjauhan denganmu.

Bunda…sahabatku memanggilku dengan nama Sukemilung. Darah mulia warisanmu mengalir indah dari Sang Buyut. Laki-laki gagah bernama Pangeran Sukemilung itu  menurunkan perempuan mulia sepertimu. Kau dan keturunanmu  adalah sejarah terbaik bagiku dan anak-anakku. Kebanggaanmu adalah kebanggaan anak-anakku. Penghinaan bagimu dan keturunanmu adalah genderang perang bagiku dan anak-anakku.

Bunda…bagaimanakah caraku mengucapkan terima kasih untukmu ?

Kau memberikanku hidup, Kau memberikanku kasih sayang

Tulusnya cintamu putihnya kasihmu takkan pernah terbalaskan

Hangat dalam dekapanmu Memberikan aku kedamaian

Eratnya  cintamu nikmatnya belaimu takkan pernah terlupakan

Oh ibu…terima kasih untuk kasih sayang yang takkan pernah usai

Tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan

Oooh ibuu…semoga tuhan memberikan kedamaian dalam hidupmu

Putih kasihmu kan abadi dalam hidupku. 

Sahabat…apakah kau mau menjadi saksiku ?? Sampaikanlah ucapan kesaksian itu di hadapan Tuhanku kelak. Sampaikanlah bahwasanya sahabatmu yang bernama Enrico Burhan ini adalah benar sangat mencintai ibunya. Bahwasanya sahabatmu ini dengan tulus menyayangi sang bunda.

Bunda…kau selalu mengajarkan bahwa seorang anak adalah bagian terlembut dari seorang ibu. Aku heran jika ada seorang anak yang berlaku kasar dan mencerca ibunya. Seperti keherananku kepada seorang anak yang pintar menghujat dan menghina. Apakah mereka tidak mempunyai ibu sepertiku ?? Apakah mereka tidak pernah di ajarkan seperti Engkau mengajariku…??

Bunda…Demi Allah kau adalah bagian terindah dariku. Semua bagianmu adalah yang terbaik bagiku. Laki-laki terbaik dilahirkan oleh perempuan-perempuan terbaik.

Bunda…alangkah bangganya ibu sang Hujjatul Islam Al-Ghozali melihat anaknya menjadi tokoh besar. Alangkah bangganya ibu Sang Quthub Abdul Qodir Jailani melihat anaknya menjadi Pemimpin para Wali. Alangkah bangganya ibu sang Quthub Uwais Al-Qorni melihat anaknya mendoakan sahabat besar Ali bin abi Thalib dan  Umar  bin Al-khatab….

Bunda…aku mungkin tidak sebesar mereka, tidak se mulia mereka, namun aku menjamin bahwasanya kecintaanku kepadamu tidaklah kalah dengan kecintaan Al-Ghozali terhadap ibunya….cintaku terhadapmu tidaklah kalah dari kecintaan Al-Quthub Jailani terhadap ibunya…cintaku padamu tidaklah kalah dari Al-Quthub Uwais Al-Qorni terhadap ibunya….tidak akan pernah kalah bunda.

Duh Bunda…rasanya aku ingin memberikan semua yang terbaik bagimu. Namun pemberian sebesar semesta tidak akan cukup. Apalah artinya alam raya ini bagimu  ?? Sedangkan Engkau lebih besar dari alam raya itu….

Duh Bunda…Seperti semua warna-warna indah ternyata kau lebih indah dari semua warna. Ucapanmu adalah doa keramat yang membuat malaikat tidak akan mampu menulisnya dengan kalimat yang terbaik sekalipun.

Bundaku…aku ingat bahwa engkau pernah berkata, bahwa aku telah meletakkan sebelah kakiku di surga karena kau tahu…kau merasakan sayang itu mengalir deras dariku. Namun aku tidak ingin surga apa pun…kau adalah surga itu sendiri. Butir-butir air matamu adalah rangkaian doa bagiku. Butir-butir air matamu adalah air keramat penyembuh semua sakit. Air mata itu yang penuh dengan doa terbaik dari semua kumpulan doa. Duh bunda…gemetar badanku takkan bisa aku hentikan kecuali ada dalam dekapanmu. Sakitku takkan terobati kecuali usapan lembut tanganmu.

Bunda…terima kasih atas semua sayang itu

Bunda…ciuman lembut dan hangatnya pelukanmu adalah pakaian terbaik untukku.

Bunda…terima kasihku padamu…terima kasih bunda  !!

Sahabatku…aku memintamu berdiri untuk menjadi saksi kepada Tuhanku.

Terima  kasihku kepadamu sahabat…terima kasih yang takkan pernah usai.

Terima kasih….cukuplah kesaksianmu itu kepadaku.

Footnote  :

Senandung ini aku persembahkan untuk semua Ibu terbaik yang melahirkan sahabat-sahabat terbaik. Khususnya Sahabatku Muhammad69….Ji, jagalah ibu kita dengan kekuatanmu dan kasihmu. Kelak semua itu akan membuatmu berdiri disamping Rasulullah SAW dan Bunda tercinta beliau Sayyidah Aminah Ra…..jagalah ibu kita ji !!

Thank’s 4 Pasha ‘ Ungu ‘…lirik yang indah……

— k —

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 96 Komentar

KEBENARAN SEJATI Vs KEBENARAN RELATIVE


Aa Tj
a.judin@yahoo.co.id

Kebenaran sejati adalah kebenaran yang tidak bisa dibantah, disangkal ataupun dicela, karena sekali saja ada yang melakukannya maka runtuhlah kedudukan kebenaran sejati tersebut menjadi kebenaran relative. Masalahnya, adakah di dunia ini yang namanya kebenaran sejati? Tentu akan sangat sulit sekali menjawabnya karena di dunia tidak ada yang sempurna karena kebenaran sejati lahir dari sebuah kesempurnaan, sedangkan pemilik kesempurnaan adalah Yang Maha Sempurna dan sangat sulit sekali untuk bisa mengerti kebenaran sejati dari Yang Maha Sempurna secara langsung.

Sebagai manusia tentu saja tugasnya adalah tidak pasrah total dengan keadaan tersebut namun tetap berusaha untuk menemukan apa yang benar-benar menjadi kebenaran sejati dalam kehidupan dengan tujuan agar dapat menjalani sebuah kehidupan yang sejati. Maka cara untuk mencari kebenaran sejatipun harus benar, tepat dan tidak melenceng dari jalan/rel yang telah diyakininya karena jika tidak yakin akan jalan yang dilalui menjadikan sulit sampai pada kebenaran sejati.

Berikut kami berikan ilustrasi dari hasil refleksi perjalanan hidup tapi kami tidak menganggap berikut ini adalah kebenaran sejati karena tugas kita masing-masing untuk mencarinya serta memahaminya.

Kebenaran sejati seperti rasa manis. Apakah ada yang membantahnya?(maksudnya ketika anda sedang merasakan rasa manis anda mengatakan itu rasa pahit, asam, panas atau lainnya). Manusia, ilmuwan, ulama sekalipun tidak akan membantah rasa manis. Maka rasa manis disebut kebenaran sejati karena bersifat universal dan semua pihak menerimanya, namun jika ada satu yang membantahnya maka rasa manis bukan kebenaran sejati tapi kebenaran relative. Sedangkan benda yang dapat memberikan rasa manis adalah kebenaran relative, karena rasa manis bisa saja dihasilkan dari gula, madu, air tebu, buah kurma, sukrosa, glukosa, ataupun zat kimia lain dsb.

Panas adalah kebenaran sejati, sedangkan benda yang dapat menghasilkan panas adalah kebenaran relative, karena rasa panas bisa saja dihasilkan oleh api, matahari, listrik, lava gunung dsb.

Dingin adalah kebenaran sejati, sedangkan benda yang dapat menghasilkan dingin adalah kebenaran relative, karena rasa dingin bisa saja dihasilkan oleh es, air, udara, Freon, nitrogen cair dsb.

Manis, panas, dingin atau yang semisal hanyalah sebuah rasa namun dapat mewakili dari kebenaran sejati dalam hidup ini yang muncul dari “kepolosan alam semesta”. Sejarah banyak mencatat leluhur nusantara kita senang dengan laku mengolah rasa atau ada yang menyebutnya olah batin, olah hati, bahkan lebih lanjut ada yang mengatakan olah iman, karena iman letaknya juga di hati ataupun dirasakan dengan batin. Wallahua’lam. Apapun namanya itu terserah anda karena tujuan utamanya adalah mencapai kesejatian sebuah rasa untuk menuju kebenaran sejati sehingga akan menjadi sebuah perjalanan kehidupan yang sejati untuk menjadi kholifah yang sejati di hadapan Yang Maha Sejati.

Mengambil istilah dalam islam rasa manis, panas, dingin adalah hakekat dan benda-benda yang menimbulkannya adalah syari’at, thoriqoh adalah cara kita untuk menuju rasa manis, sementara makrifat adalah buah dari semua itu. Contoh dalam kehidupan beragama adalah ibadah. Ibadah menurut orang islam (semisal sholat) menghasilkan rasa ketenangan batin, meskipun ada yang mengatakan ibadah karena kita butuh kepada Allah, ingin surga, ketakwaan dsb, yang pasti rasa/muaranya adalah ketenangan batin (jika dilaksanakan dengan benar) karena dengan jiwa yang tenanglah manusia akan kembali menuju Tuhannya (QS Al Fajr: 27-30).  Apakah hanya dengan ibadah (sholat) versi islam kita menjadi tenang, maka simak dari pengakuan orang yang beragama Nasrani, hindu, Budha, Sinto atapun agama dan kepercayaan lainnya: bahwa kebaktian di gereja atau berdoa kepada Yesus secara khusuk ternyata juga menimbulkan sebuah ketenangan batin bagi orang Nasrani, pun demikian dengan sembahyangnya orang Hindu di Pura atau orang Budha di Wihara semuanya menghasilkan apa yang namanya sebuah ketenangan batin. Pun demikian dengan ibadah-ibadah lainnya dengan tata cara dan versi dari agama maupun keyakinan masing-masing yang tujuan utamanya adalah menyembah kepada Zat Yang Maha yaitu ……. (dengan nama dari agama dan keyakinan masing-masing), sehingga menghasilkan sebuah rasa yang sama dan dapat dirasakan setelah beribadah apapun caranya itu. Apakah ini menjadi patokan kebenaran sejati tentu saja tidak jika anda menyangkalnya.

Kalau begitu apakah agama atau keyakinan kita itu salah? Wallahua’lam, anda sendiri yang bisa menjawabnya. Untuk mencapai rasa manis anda tetap butuh yang namanya gula, madu, sari tebu atau lainnya karena tanpa itu semua anda tidak akan menggapai rasa manis, pun demikan untuk mencapai hakekat anda tetap butuh yang namanya syariat karena tanpa syariat anda tidak akan menggapai hakekat. Apapun cara/syariat/toriqoh/metode yang kita yakini maka selanjutnya adalah menjalankan dan membuktikan kepada diri sendiri akan hasilnya bukannya malah mencela orang lain yang menggunakan cara/syariat/toriqoh/metode yang berbeda. Apakah bijaksana kita mencela orang lain yang minum sari tebu atau madu untuk mendapatkan rasa manis, karena tidak sama dengan kita yang memakai gula dalam menghasilkan rasa manis bahkan memaksakan orang tersebut untuk memakai gula seperti kita?

Sering kali kita terjebak pada kondisi mental yang setelah menemukan sebuah hakekat/rasa dari kebenaran maka kita tidak akan menerima pemikiran orang lain yang tidak sama dengan pemikiran yang kita dapatkan, dengan alasan cara/metode kita lah yang dapat sampai kepada kebenaran tersebut. Bahkan banyak sekali dari kita merasa telah menemukan sebuah kebenaran sejati meskipun belum pernah tahu dan mencari apa yang dinamakan kebenaran sejati. Jika suatu kebenaran yang anda sampaikan kepada orang lain kemudian orang lain menyangkalnya! Mohon maaf dan nuwun sewu kebenaran yang anda sampaikan tersebut masih takaran kebenaran relative.

Sampai sini kami menganggap kebenaran sejati adanya satu yaitu kebenaran yang terlepas dari yang namanya persepsi (katanya). Karena sejak kecil kita telah hidup di dunia persepsi dan tidak lepas dari yang namanya persepsi, menurut kami persepsi hanya masih sampai pada tataran pemikiran seseorang, yang tentu saja hasil pemikiran tersebut telah diambil dari sebuah pemikiran lain ataupun telah melewati proses yang tidak masuk akal (ghaib) meskipun kadang kala mengatas namakan Sabda Tuhan, utusan Tuhan atau yang sejenisnya. Maka dari itu untuk mencapai kebenaran sejati maka harus masuk ke tataran hakekat atau rasa sehingga benar-benar mengetahui secara yakin dan ainul yakin tentang kebenaran sejati dalam kehidupan ini. Tentu saja bukan pekerjaan yang mudah karena akan melibatkan rasa, intuisi, akal, pemahaman, pemikiran, pengalaman, ego, hati, batin bahkan kematian pun kalau diperlukan J jika hal tersbut dapat mencapai pada tahapan kebenaran sejati. Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang arif dan bijaksana dalam memandang sebuah perbedaan di dalam kehidupan untuk tidak mudah mencela, menyalahkan, mendebat, bahkan memusuhi orang lain yang menggunakan cara (syariat) yang tidak sama dengan cara (syariat) kita. Bukan hak kita memvonis orang lain salah, sesat, kafir, melenceng dsb biarkan hak itu menjadi hak prerogative Tuhan untuk melaksanakannya dan memberikan balasan atas perbuatan yang dilakukannya.

Mohon maaf kepada para sesepuh  dan semua keluarga wong alus jika ada yang tidak berkenan dan kami mengucapkan terima kasih atas dimuatnya corat coret kami, tulisan ini tidak bermaksud untuk menggurui ataupun merasa unggul, sombong, riya’ dsb ataupun menghina keyakinan lain. naudzubillah, apa yang kami tulis bertujuan untuk sekedar sharing agar kita bisa saling asah asih asuh sehingga kita bisa menemukan kebenaran sejati dalam hidup ini. Kami pun tidak merasa tulisan ini adalah kebenaran sejati, karena pemillik kebenaran sejati adalah adalah Zat Yang Maha Benar. Wallahhua’lam.  — k —

Salam asah asih asuh

Kang TJ

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 104 Komentar

MENJADI AKU


(Ode Untuk Angker Ludiarto El-Bodasyah)
Pangeran Sukemilung

0852.6846.8720
rico_endo@yahoo.com

Assalamu’alaikum wr wb….salam ta’dhim saya haturkan kepada semua sesepuh dan pengampuh di  Kampus Wong Alus, salam sayang penuh cinta untuk semua santri Alus dimanapun kalian berada.

Saat ini di Tanah Serunting waktu menunjukkan tepat pukul 01.00 WIB….lewat tengah malam menjelang pagi. Tidak seperti biasanya, ada dorongan didalam diri saya untuk mengingat seorang sahabat. Beliau yang belum pernah saya temui, tetapi selalu rajin menyapa saya dengan kiriman sms singkat dan sederhana. Bahasa yang digunakan pun sangat santun. Seorang sahabat yang setia mengingatkan diri saya akan makna indahnya persahabatan. Dengan caranya yang khas beliau meninggalkan kesan bahwa kita lebih baik “Menjadi Aku“  dan bukan orang lain.

Angker Ludiarto El – Bodasyah…begitulah nama sahabat saya itu. Namanya terkesan seram. Saat pertama kali membaca nama itu, saya seperti masuk kedalam hutan belantara yang sangat gelap atau masuk ke dalam gua panjang tanpa ujung. Saya tidak tahu apa makna nama beliau, hanya saja benak saya menelusuri kemungkinan paling menyenangkan dari sebentuk nama Angker Ludiarto. Jika dia berbentuk hutan belantara, maka suatu hari akan menjadi Hutan Lindung yang akan mengayomi banyak hal disekitarnya. Atau jika dia adalah Lorong panjang sebuah gua, maka kelak akan menjadi tempat wisata para petualang-petualang perkasa.

Dua hari yang lewat kami berbincang via phone…saat itu saya bertanya tentang kebiasaan beliau berucap QOBILTU. Beliau hanya tertawa mendengar pertanyaan saya. Itulah diantara cirri khas beliau yang menurut saya paling menyenangkan. Gaya tertawanya seakan mengajak kita ikut tertawa. Dan tanpa sadar saya pun tertawa. Ha..ha..ha..ha..naluri saya menyimak sesuatu yang tersembunyi dibalik tawa itu. Tawa itu seperti mengendapkan semua kesusahan, kepenatan dan sakit. Semuanya jatuh dan berlari dari diri kami. Tawa itu menjadi penawar saat semua racun “ Keinginan dan egoisme “ mengakar didalam hati.

Sederhana sekali beliau mengartikan kalimat QOBILTU tadi. SAYA TERIMA   !!! begitu katanya. Saya sudah diberi orang ilmu kenapa tidak saya terima ?? Kenapa harus menolak kebaikan hati para dermawan-dermawan ilmu ?? Saya menerimanya dengan hati terbuka dan lapang dada. Saya membuka pikiran saya untuk semua masukan dan pengetahuan. Begitulah saya menerjemahkan bahasa beliau.

Penerimaan akan suatu pemberian dengan tulus akan membuka hikmah yang banyak. Penerimaan yang disertai dengan pembelajaran. Apapun bentuknya suatu pemberian merupakan  kunci dari  segala pertanyaan. Di Blog seperti KWA atau sejenisnya…kita akan menerima banyak hal. Baik itu Ilmu Hikmah, bacaan wirid, asma, atau hanya sekedar sharing. Yang jelas si pemberi hanya ingin mengeluarkan apa yang tersimpan di dalam hati dan pikiran mereka. Jika pola pikir kita lebih banyak dipengaruhi  aura negative, kenyataan yang timbul adalah suatu pencelaan. Alam bawah sadar kita serta merta akan melakukan penolakan. Karena dirasakan tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Benak kita akan di liputi keinginan yang bertolak belakang. Kita selalu cenderung meminta agar orang lain mengikuti jalan pikiran dan kemauan kita. Tanpa sadar memaksa orang lain untuk menguatkan pikiran kita. Semuanya sah saja dan tidak ada salahnya, selama kita mengetahui kebenaran jalan pikiran kita.

Sayangnya tidak semua orang punya kemampuan yang sama. Tidak semua orang punya kekuatan pikiran dan kemampuan analisa yang bagus. Kebanyakan semuanya hanya berjalan mengikuti keinginan saja. Kadangkala lebih banyak di domplengi oleh ketidak tahuan. Praktis semua itu berakibat kedalam jiwa. Pemberian yang terus menerus akan mengakibatkan kebingungan. Basic dasar yang lemah dan banyaknya masukan akan berakibat fatal. Makin banyak khayalan tingkat tinggi bermain-main di pikiran.

Saya bercermin kepada sahabat saya Angker Ludiarto…ucapan QOBILTU nya hanya bermakna sebagai ucapan terima kasih. Karena beliau mempunyai basic dasar yang cukup dan kemampuan untuk menganalisa pemberian tadi. Tidak sedikitpun hal itu menyebabkan kegilaan spiritual baginya. Semua baginya tampak sama, tidak melampaui dosis kekuatan pikiran beliau.

Begitulah seharusnya kita bersikap. Istiqomah Khoirum-min Alfi karomah. Istiqomah lebih baik dari seribu karomah. Satu istiqomah akan mengangkat yang lain. Satu istiqomah akan membuka ribuan gerbang Hijab.Itulah makna sesungguhnya dari ungkapan MENJADI AKU. Kau lebih bernilai menjadi dirimu sendiri, bukan hasil duplicat dari sesuatu.  Orang melihat dirimu dari hasil pembelajaranmu, seberapa banyak pun yang kau simpan jika itu hanyalah berupa barang mentah, kelak akan terbuang. Hidup sudah ada kotaknya masing-masing. Kau tidak akan bisa memasuki kotak orang lain. Milikmu sudah tersedia. Mensyukuri yang ada jauh lebih baik dari pada meminta yang belum pasti. Perbagus saja milikmu. Hiasan terbaik bagi diri kita adalah Taqwa. Semuanya akan bernilai lebih disisi Allah SWT.

Tulisan ini saya buat khusus untuk sahabat kinasih saya Angker Ludiarto El-Bodasyah…semoga persahabatan akan semakin langgeng. Beribu ucapan terima kasih untuk semua nasehat antum. Kesederhanaan dan kebersahajaan yang di contohkan, membuat diri saya semakin mengerti akan makna diri sejati. Saya bukanlah siapa – siapa…hanyalah sosok yang mencari figure untuk suatu bentuk persahabatan. Untuk itulah hadir orang-orang seperti beliau.

Akhirul kalam…semoga Rahmat Allah selalu menaungi kita, dan kelak kita akan bersama dalam Panji Rasulullah dalam syafa’at beliau. Barakalloh fikum wa iyyakum. Alhamdulillahi robbil ‘alamiin. Jazakumullah bi ahsanil jaza. Wassalam.  –mk–

=== Qobiltu mas Angker !! === 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 205 Komentar

MISTERI BUKIT MENJULUK SEDAYU LAWAS


AHMAD FARID
farid_bionet@yahoo.co.id

Kisah ini terjadi pada tahun 2006 pada saat saya masih membujang. Saat itu saya sebagai Pembina komunitas siswa pecinta alam. Memang saya sangat minat pada dunia petualangan dan supranatural. Oleh karena itu saya mengagendakan kegiatan safari camp pada liburan sekolah.  Tujuan kami adalah Bukit Menjuluk di Sedayulawas, Kec. Brondong, Kab. Lamongan.

Pada saat itu memang sedang in tayangan televisi berbau misteri. Untuk itu kami bekerjasama dengan salah satu stasiun televisi swasta di Surabaya. Kami sepakat acara safari camp kami diliput untuk sebuah acara TV itu. Tibalah pada hari yang ditentukan, setelah seremonial di aula, sekolah rombongan kami yang berjumlah 25 orang bergegas berangkat bersama kru tv itu. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, tibalah rombongan di Masjid Besar Sedayulawas. Di sebelah barat masjid itu terdapat makam kuno milik ayahanda Sunan Sendang yang bernama Syeikh Abdul Qohar dari Timur Tengah. Rombongan / Tim kami berziarah sejenak di makam itu, lalu kami lanjutkan perjalanan ke Bukit Menjuluk. Karena sulitnya medan, kru TV memutuskan untuk menyewa pedati (jawa: cikar) untuk mengangkut peralatan shooting.

Sementara itu, tim pecinta alam menyusuri jalan setapak yang sedikit licin karena habis diguyur hujan pada malam harinya. Tibalah rombongan di lereng Bukit Menjuluk yang landai, sangat cocok untuk mendirikan tenda. Jarum jam menunjukkan pukul satu siang, saya bersama tim memutuskan mencari keberadaan makam kuno yang konon milik penyebar islam di Sedayulawas pada masa lampau. Ternyata kami sempat kebingungan mencari keberadaan makam kuno tersebut. Setelah beberapa saat kami menemukan makam kuno tersebut yang hampir tak terlihat karena ditumbuhi semak belukar. Segera kami membabat semak itu. Saat itu terlihat jelas keberadaan makam kuno tersebut. Terdapat tiga makam  berjejer di tempat itu. Senja semakin gelap, kami pun harus kembali ke tenda untuk melakukan persiapan ritual di makam kuno tersebut. Setelah sholat maghrib, kami lanjutkan dengan ritual tahlil. Kemudian kami kembali menuju makam tersebut dengan penerangan senter. Kami berniat menguak misteri makam kuno tersebut. Seorang paranormal dari acara TV tersebut kemudian mendeteksi energi makam kuno itu. Lalu kami menuju tempat yang agak lapang untuk melakukan proses mediumisasi sosok penjaga makam kuno itu. Setelah berkomat-kamit membaca mantra, tubuh paranormal itu kejang dan rubuh di tanah, merayap dan mendesis-desis layaknya ular.

Host acara TV mencoba berdialog dengan sosok arwah yang merasuki tubuh paranormal itu. Sosok itu mengaku bernama Ki Munjayani yang bertugas menjaga makam kuno tersebut. Rupanya Ki Munjayani tidak sendiri, ia ditemani sosok kembarannya yang bernama Ki Munjayana. Setelah sadar, paranormal itu lalu meminta alat tulis kepada kru untuk membuat sketsa dua sosok ular ghaib penjaga makam kuno itu. Ia lalu mulai mengoreskan ujung pensil di selembar kertas, lambat laun sketsa sosok itu semakin jelas menggambarkan ular raksasa dengan mahkota di kepalanya. Kami terpana dengan hasil sketsa itu. Mata kami pun terbuka, bahwa ada makhluk lain di sekitar kita yang harus kita hormati keberadaannya. Tidak saling mengusik satu dengan lainnya. Acara malam itu kami akhiri dengan atraksi api unggun dengan penampilan yang mendebarkan seperti hipnotis, berjalan di atas bara api, mengangkat seseorang dengan dua jari, dan lain-lain. Setelah itu kami beranjak tidur di tenda membawa misteri Bukit Menjuluk ke alam mimpi.(*)

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 135 Komentar

AMALAN KEBAL SIHIR TENUNG ATAU GUNA-GUNA


Noer Cholish
satria_lamong77@yahoo.com

By : Gus Nur
08.56.20.20.39.7

Puji Syukur Alhamdulillah, kita mulai dengan Bismillah bagi sedulur yg muslim biar semua yg kita lakukan mengandung berkah, dan bagi sedulur yg berkeyakinan lain sesuai dengan agama dan keyakinannya. Sholawat dan salam untuk Kanjeng Rosul Muhammad S.A.W. Manusia agung ygn penuh cinta dan kasih pada umatnya. Sholollohu ‘ala sayyidina Muhammad.

Yg perlu di ingat bahwa semua apa yg disebut ilmu hikmah, Aji Mantra, azimat, Rajjah, Mustika, batu, minyak, Tasbih atau pegangan apapun itu hanya sebagai sarana/media sababiyah semata, sesungguhnya tetap permohonan dan do’a hanya wajib kita panjatkan kehadirat gusti ALLAH SWT yg maha kuasa atas segalanya, Jadi jangan menjadikan syirik. Sudah menjadi keniscayaan percaya atau tidak kekuatan metafisik lewat laku spiritual semisal : lantunan do’a khusus, amalan-amalan ilmu hikmah, dzikir, istighotsa, riadho/tirakat, shodaqoh, puasa, qiyamullail, do’a ortu, do’a para guru/kyai/ustadz, sahabat dll. Bisa bekerja mendukung apa yang kita harapkan insyaALLAH. Peliharalah rasa yaqin sebagai suatu bumbu penyedap dari semua syariat bersifat multi amal, karena manusia itu makluk yg sangat lemah hanya punya ikhtiar atau sebab dan yang menentukan hanyalah gusti ALLAH SWT semata. Wallhu’alam.

Baiklah sesuai Judul tulisan ini, maka al fakir akan mengabarkan sekaligus memberikan do’a amalan agar kita lebih waspada, lebih PD, lebih yakin dan mantab dalam kehidupan ini. Do’a ini oleh kalangan ahli ilmu hikmah bisa dipakai sebagai benteng diri dan keluarga dari ulah usil orang yang sinis atau memusuhi kita dengan menggunakan Black Magic ya semacam santet, telu, guna-guna dll. Inilah Do’a Amalan tsb :

“Laqodjaa-akum Rosuulum min Anfusikum ‘Aziizun ‘Alaihimaa’anitum Hariisun ‘Alaikum Bil Mukminiinaa Ra Uufurrahiim. Faintawallaw Faqul Hasbiyallaahu Laa ilahaa illallaahu wa’alaihi tawakkaltu wahuwa Robbul ‘Arsyiil ‘Azhiem.”

Tata Laku atau Riadho amalan ini :

  1. Berpuasalah pada hari weton sahabat (1 hari), Seusai berbuka puasa, jangan makan apa-apa lagi dan jangan tidur semalam suntuk (ya kalau di jawa saat ilmu laku atau riadho puasa telasan).

  2. Do’a diatas di bacanya setelah sholat subuh dan terbit fajar, baca sebanyak-banyaknya sampai matahari terbit.

  3. Kemudian untuk hari-hari selanjutnya, bacalah 1x tiap selesai sholat fardlu.

Tambahan biar lebih Makyusss bagi sahabat bisa menggunakan dengan asbab bahan alami yaitu sahabat sediakan 7 Butir isi dari buah asem jawa yg sudah tua dan taruh di sebuah piring kecil dan sholatlah hajad 4 Rokaat setelah itu bacakan Al fatehah 100x dengan niat kuat supaya mejadi benteng yg kuat pada Rumah sahabat lalu tiupkan 3x ke biji isi asem tsb untuk menitipkan kekuatan do’a sahabat. Setelah itu bungkus dengan kain putih dan bungkus terus gantung di pintu depan Rumah sahabat.

Semoga amalan yang saya berikan ini bermanfaat buat dulur semua, salam persaudaraan dan salam kenal bagi semua dulur kwa di seluruh penjuru bumi. Terimakasih pada pengasuh blog ini. Mohon maaf apabila ada kesalahan tulis dari kami, mohon maaf juga kapada semua yang berbeda pemahaman dengan kami, semoga kami terlindung dari prasangka dan sifat syaitoniyah (iri, drengki, hasut, riya’, ujub, merasa benar sendir dll, amien ). Salam kenal dan salam persaudaraan dari Majelis Nur Langit. Wassalam. ø

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 184 Komentar

TESTIMONI ASR VERSI MADURA UTARA


Indra Noviansyah
noviansyah.indra@yahoo.com

Ass. Wr. Wb. Saudaraku semua.

Alhamdulillah…

Sungguh tiada kata terindah selain Alhamdulillah saat saya mengalami kejadiannya.  Terima kasih & salam hormat saya ucapkan kepada Saudaraku yang telah berkenan mengijazahkan Asma Sunge Rajeh versi Madura Utara.  Semoga kita senantiasa dalam nikmat syukur atas kasih sayang Allah SWT.

Saya memang khusus berdoa untuk segera diberi Asma Sunge Rajeh tanpa menyebutkan versi manapun karena saya yakin Allah adalah sebaik-baiknya pemberi. Sekitar 3 (tiga) bulanan sejak saya berharap dalam hati & 1 (satu) bulanan sejak saya betul-betul berdoa khusus dengan diawali kalimah ” Subhanaka laillaha illa anta ya dzaljallaali wal ikrom ” lalu memohon agar diberikan Asma Sunge Rajeh….. Alhamdulillah….. tanpa sengaja saat buka-buka Google.com terbukalah link Kampus Wong Alus….. Alhamdulillah….. teramatilah oleh saya semua tentang Asma Sunge Rajeh.

Alhamdulillah, saya pilih lalu saya lakoni kemudian saya amalkan.  Hasilnya mengalami pengalaman sbb :

1. Saat saya dijadwalkan jam 08.00 WIB meeting dengan atasannya atasan saya yang notabene adalah putera mahkota pemilik kerajaan bisnis kosmetik Indonesia, saya tiba di kantor jam 07.30 WIB yang sebenarnya hampir mustahil Depok – Pulo Gadung ditempuh dalam waktu 1 jam saja karena biasanya harus ditempuh 1 jam 30 menit.  Saya berkendara seperti biasanya tanpa seradak-seruduk.  Sebelum berangkat saya membaca Asma Sunge Rajeh versi Madura Utara 3x tanpa napas sambil berdoa agar tidak terlambat dan dimudahkan segala urusannya.

2. Saat saya pulang malam hari dari rumah Adik saya naik motor bersama Istri & 2 (dua) anak saya, tiba-tiba turun hujan.  Mengingat kami bisa basah kuyup kehujanan, maka saya di dalam hati membaca Asma Sunge Rajeh versi Madura Utara tanpa napas lalu saya tiupkan ke langit dengan berdoa agar hujan tertahan sebentar sampai kami tiba di rumah.  Alhamdulillah….. Hujan berhenti….. begitu kami tiba di rumah, maka hujan turun lagi.

3. Saat saya dalam perjalanan ke rumah saudara, motor saya kehabisan bensin.  Saya hapal betul suara mesin motor yang beberapa detik lagi akan mati kehabisan bensin karena saya pernah mengalami kehabisan bensin 2x sebelumnya (penunjuk bensin di motor sudah lama tidak berfungsi).  Langsung saya membaca Asma Sunge Rajeh versi Madura Utara di dalam hati terus menerus sambil berdoa semoga habisnya pas di POM Besin agar tidak cape-cape dorong motor.  Alhamdulillah….. begitu ada POM Bensin saya masuk….. dan….. motor saya mati habis bensin persis beberapa meter dari antrian motor di depan saya….. jadi cuma dorong mungkin sekitar 3 (tiga  meter.

4. Alhamdulillah….. pernah disembuhkan sakit perut, sakit kepala, nyeri otot….. pernah dapat rejeki tanpa diduga…..dimudahkan urusannya….. Alhamdulillah.

Alhamdulillah….. dan terima kasih saya ucapkan kepada Guruku Pengijazah Asma Sunge Rajeh versi Madura Utara….. juga terima kasih saya ucapkan kepada Kampus Wong Alus.  –mk–

Hormat saya,

Abdullah

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA 2 | 222 Komentar

SHOLAT SUNAH 4 DIMENSI


Enrico Burhan
0852.6846.8720
rico_endo@yahoo.com

 

Assalamu’alaikum wr wb….salam ta’dhim saya haturkan kepada semua sesepuh dan pengampuh dii Kampus Wong Alus, salam sayang penuh cinta untuk semua santri Alus dimanapun kalian berada.

 

Kemarin saya sudah bercerita panjang lebar ya…mari kita sharing lagi hari ini. Sebelumnya saya akan bercerita sedikit tentang Majelis tempat saya ta’lim baik sebelum saya mondok di pesantren ataupun setelah saya kembali ke palembang. Majelis kami bernama MAJELIS TA’LIM WA TADZKIR AL-AWWABIEN RATIBUL HADDAD LI AHLIS-SUNNAH WAL JAMAAH. Dahulunya di asuh oleh Sayyidul walid Syeikhina wa mursyidina wa murobbi ruhina wa jasadina Pangeran Muhammad KH Ali Umar Toyyib. Ra. Inilah tempat pertama saya mempelajari ilmu secara tertib. Baik itu ilmu syare’at maupun ilmu thoriqoh.Pelajaran yang ada di majelis ini membawa pehamaman Thoriqoh Alawiyah.Sebagian besar dari Asatidz-bahkan Syekh Ali Umar Toyyib merupakan alumni dari Pesantren Darul Hadist, Malang. Pondok itu didirikan oleh Al-Quthub Al-Haber Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad bil-Faqih. Ra. Selanjutnya oleh anak beliau Al-Quthub Al-Musnid Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bil-Faqih.R.a.

 

Guru kami ta’lim di sana pada zaman Al-Habib Abdullah Bil-Faqih. Dari beliaulah guru kami mendapatkan estafet kepemimpinan Thoriqoh Alawiyah. Kecintaan Syekh Ali Umar kepada Al-Habib Abdullah sangat luar biasa. Kami sering mendengar beliau menyebut-nyebut nama Al-Habib Abdullah. Terasa sekali kerinduan di hati beliau terhadap Habibina Al-Habib Abdullah. Ra. Guru kami selalu bercerita tentang beliau. Nafas kerinduan itu seperti terpatri kuat di sanubari Syekh Ali. Bahkan kami yang belum pernah bertemu langsung dengan Habib Abdullah dapat merasakan kerinduan yang sangat. Sampai hari ini pun ingatan akan beliau berdua selalu membuat kami tanpa sadar terkadang menitikkan air mata. Alangkah indahnya masa-masa berkumpul dahulu itu…alangkah senangnya duduk bersama Sang Guru Mulia…alangkah terjaganya batin kami. Demi Allah…tidak ada masa yang paling indah selain saat itu.

 

Saat itulah kami melihat bagaimana Riyadhohnya Aulia. Sangat luar biasa. Apalah artinya riyadhoh kita yang hanya mengharapkan secuil kecil kebanggaan semu. Riyadhoh beliau hanyalah mengharapkan Ridho Allah semata. Beda dengan kita, hanya karena sedikit kesulitan kita melakukan riyadhoh bersyarat, hanya karena sebentuk keinginan kita melakukan riyadhoh bersyarat, hanya karena ingin kebanggaan kita riyadhoh bersyarat. Semua doa kita bersyarat. Kita mendikte Allah untuk keinginan kita. Tidak sekalipun kita meletakkan urusan kita kepada-NYA dengan tulus.Saya dan kalian semua pasti merasakan itu.

 

Demi Allah…kita melupakan perjalanan para Aulia, kita tidak pernah ingin menapak jejak para sholihin. Kebanggaan kita hanyalah sebatas membuat uang balik, berhentinya hujan karena asma tertentu, terawangan kepada ghaib. Cuma itu….!!! Sahabatku terkasih…mari kita memulai kondisi baru dengan niat baru. Kita tidak usah mengupas teori doa yg bakal membuatmu kebingungan. Kita berdoa saja dan biarkan Allah yang menindak lanjuti doa kita. Kita berniat seperti niatnya para Guru dan Mursyid yang akan bersambung dengan niatnya para Aulia terus sampai ke Rasulullah SAW. Maka bertawasullah kepada Beliau SAW akan seluruh hajatmu. Insya Allah…semua kebekuan akan mencair, yang tertutup akan terbuka lebar, apa yang sempit akan menjadi luas dan lapang.

 

Izinkan saya membuka satu amalan yang ada di majelis kami. Amalan itu bernama SHOLAT SUNAH 4 DIMENSI. Kenapa saya membabar tentang sholat ?? Padahal 80% audience adalah pecinta Asma dan wirid ?? Sederhana saja…saya hanya ingin membuat pondasi untuk para sahabat. Kau belumlah tahu apa yang terbaik buatmu sampai kau mengetahui dan Allah bukakan rahasia itu bagimu. Terangkatnya amaliyah karena bagus dan baiknya sholat. Saya tidak akan memberi Syarah / penjelasan untuk amaliyah ini. Bukan kapasitas saya untuk memberi penjelasan yang sempurna tentang amalan thoriqoh.Saya hanya ingin mengajak para sahabat untuk melakukannya. Insya Allah akan ada yang menjelaskan tentang rahasia Sholat 4 Dimensi ini. Saya hanya akan memberi tahukan tata caranya saja. Siapapun yang mendawamkan Sholat 4 Dimensi ini, dia akan diberi pemahaman dan kebijaksanaan, dibukakan semua kesulitannya, dimudahkan dan dirapikan segala urusannya.Batinmu akan menjadi lebih kuat. Insya Allah….

 

SHOLAT SUNAH 4 DIMENSI.

 

Ijazah ‘an Kholifatul Mursyid Thoriqotul Alawiyah Al-Muktabaroh
Syeikhina wa mursyidina Pangeran Muhammad KH.Ali Umar Toyyib Al-Palembani. Ra.
Sholat sunah 4 Dimensi ini hanyalah rangkuman dari 4 macam sholat yang terdiri dari :
1. Sholat Sunah Wudhu’
2. Sholat Sunah Taubat
3. Sholat Sunah Hadiah lil Mayyit
4. Sholat Sunah Hajat Nabi Khidir A.S

Semua dilakukan dan dikerjakan dalam satu majelis. Begini tata caranya :

 

1. Sholat sunah wudhu.

 

Al-fatehah ilaa hadrotin Nabi Sayyidina Muhammadin SAW. Bisirril fatehah…. (maka bacalah fatehah). Setelah itu berdiri bersiap untuk sholat.

Niatnya : Usholli Sunnatal wudhu rak’ataini lillahi ta’alaa.

Rakaat pertama ba’da fatehah membaca : Surah Al-Kafirun.1x

Rakaat kedua ba’da fatehah membaca : Surah Al-Ikhlas.1x …… setelah itu salam. (selesai)

Setelah salam membaca doa Nabiyullah Adam AS :
Bismillahir rahmaanir rahiim.Alhamdulillahi robbil ‘alamin. Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad. Allahumma anta ta’lamu sirri wa ‘ala niyyati faqbal ma’dzirotii wa ta’lamu hajaati…… (sebut hajatmu) …. fa’thinii su’lii wa ta’lamu maafii nafsii faaghfirlii. Allahumma inni as-aluka iimaanan daa-imaan yubaasyiiru qolbii wa yaqiinan shoodiqon hatta a’lama annahu lan yushiibanii illa maa katabtahu ‘alayya wardhonii bimaa qosamtahu lii (Yaa dzaljalaali wal ikrom.7x)

 

2. Sholat Sunah Taubat

 

Al-fatehah ‘ala niyyatit-taubati dhohiron wa bathinan fii shihhatin wa khoirin wa ‘afiyyatin wa ilaa hadrotin Nabi Sayyidina Muhammadin SAW. Bisirril fatehah…. (maka bacalah fatehah). Setelah itu berdiri bersiap untuk sholat.

Niatnya : Usholli Sholatat-taubati rak’ataini lillahi ta’alaa.

Setiap rakaat ba’da fatehah membaca : Ayatul Qursyi.1x dan Suratul Ikhlas. 11x ….. salam

Setelah salam membaca Sayyidul Istighfar. 3x

 

3. Sholat Sunah Hadiah lil Mayyit

 

Niatnya : Usholli Sholatal hadiyyati rak’ataini lillahi ta’alaa
Tiap rakaat ba’da fatehah membaca :
Ayatul Qursyi. 1x
Surah At-takatsur.1x
Surah Al-ikhlas.11x

Disujud akhir sebelum salam membaca :
Allahumma inni sholaitu bihadzihish-sholaati wa anta ta’lamu maa uriidu. Allahummab’ats tsawaabahaa ilaa Qobrii…….bin…… (sebutkan nama yang kita kirim hadiah sholat ini).

 

4. Sholat Sunah Hajat Nabi Khidir A.S

 

Al-fatehah… (niatkan) … ilaa ruuhil Imaami Sayyidil Walid Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bil-faqih wa syekh Ahmad Addairobi wa syekh Muhammad Darastawaih wal Imaami Syafeei wa Nabiyullah Khidir AS wa ilaa hadrotin Nabi Sayyidina Muhammadin SAW. Bisirril fatehah…. (maka bacalah fatehah).

Setelah itu berdiri bersiap untuk sholat.
Niatnya : Usholli Sholatal hajaati….. (niat) ….. rak’ataini lillahi ta’alaa
Rakaat pertama ba’da fatehah : Al-Kafiirun. 10x
Rakaat kedua ba’da fatehah : Al-Ikhlas.10x…….salam
Setelah salam sujudlah kembali dengan hati yang khusu’ dan yaqin kepada Allah. Bacalah :

  • Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammadin Nabiyyil ummi wa ‘alaa aliihi wa shohbihi wa sallim.10x

  • Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha ilallah huwallahu akbar wala haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhiim.10x

  • Robbana atinaa fid-dunyaa hasanah wafil akhiroti hasanah wa qiinna ‘adzaaban nar.10x

Maka mintalah hajatmu pada-NYA. Setelah itu selesailah kau dari rangkaian sholat 4 Dimensi. Tahap selanjutnya bacalah apa yang menjadi wiridanmu ( Hajat.Red ). Kita mempunyai kesukaan masing-masing. Apabila saya jatuh kedalam suatu permasalahan maka amaliyah yang saya baca adalah 2 ayat ini.Setelah membaca tawasul seperti biasa, maka bacalah fatehah seperti ini :

Yaa Maulana Yaa Mujiibu Yaa Hadhiron la Yaghib tawasalna ilaika bil Habib, taqdi haajati…….bin….. (sebut nama dan hajat kita) hadzihi khossoh Yaa Qoriibu.Amiin. Al-fatehah…..41x

  • Yaa ‘aalimul Ghoibi wasy-syahaadah. 100x

  • Fakasyafnaa ‘anka ghithoo-aka fabashorukal yauma hadiid. 100x (Arahkan bacaan itu ke mata, dibaca dalam keadaan mata tertutup)

  • Dzikir Lisan : Laa ilaaha ilallah.165x

  • Dzikir Qolbi : Yaa Allah.330x (Arahkan ke Qolbi, 2 jari dibawah susu kiri / Lathifah Qolbi)

  • Dzikir Nafas : Huu – Allah, kurang lebih setengah jam.

Caranya : baca HUU…tarik nafas dari bawah pusat sampai ke ubun-ubun.

Tahan sesaat disitu. Turun nafas dari ubun-ubun ke bawah susu kanan 2 jari (lathifah sirri) sambil mengucapkan : ALLAH

  • Tutup dengan sholawat Nurul Anwar (Sholawat Badawi Sughro). 100x

Kedua ayat di atas fungsinya untuk kepekaan Bathiniyah dalam menangkap isyarah. Kita tidak akan tahu jalan keluar atas masalah yang kita hadapi sebelum Allah membukakan rahasia itu.Penyingkapan Hijab itu seyogyanya mesti dilakukan dengan cara-cara yang baik dan benar. Sebenarnya postingan saya berhubungan antara satu dgn yang lain. Baik itu Postingan yang berjudul : Dzikir untuk menumbuhkan jiwa Tauhid ataupun Dzikir Taubat. Rangkuman dari itu ada dalam amalan Asadullahil Gholib.Saya menganjurkan kepada semua sahabat agar sebaiknya tetap berpikir realistis. Bukan maqom kita berbicara hal yang ghoib. Biarlah semua urusan ghoib, khodam dan sebagainya di urus oleh sesepuh yang lebih mumpuni. Urusan kita adalah bagaimana membuat hari esok jadi lebih baik.Lepas dari semua masalah, urusan yang tadinya berantakan kembali rapi dan mudah. Insya Allah…semoga para sahabat-siapapun itu, akan bisa menentukan keinginannya dan bisa memanfaatkan apa yang telah dikumpulkan dari kampus tercinta ini.Bukankah tujuan kita mengambil Ijazah dan berucap QOBILTU untuk mendaya gunakan pemberian itu ?? Mari berlaku sebagai PEWARIS ILMU yang memang pantas menerimanya.Kita bikin Para Mujiz sepuh tersenyum dan bangga dari atas sana. Semoga…!!

Sebagai penutup risalah ini mari berdoa bersama-sama dengan doa yang dikirimkan sahabat saya semalam.Satu doa yang penuh dengan keberkahan.

Bismillahir rahmaanir rahiim. Allahumma bariklana fii Rajaba wa sya’bana wa ballighna Romadhon.
Yaa Allah berkahilah kami pada Bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.Amiin Yaa Robbal ‘alamiin.

Semoga risalah ini berguna bagimu. Izinkanlah saya dan semua keluarga serta guru dan mursyid menjadi bagian yang terindah bagimu. Apapun itu bentuknya, sesungguhnya kita mencintai kebaikan. Tugas kitalah untuk menarik para sahabat yang terperosok.Agar kembali bangkit.

Terima kasih atas respon yang ada.Barakallah fikum. Jazakumullah bi ahsanil jaza. Wassalam.

Footnote :
Untuk semua santriku dirumah…tetap belajar ya, abie titip umi sama dedek. Jangan nakal ! Sungguh abie rindu sama kalian. Bantu abie dengan doa.Ya Allah, aku titip anak-anakku dan semua kesayanganku.

My Bro Muhammad69…titip majelis yo ji ! Jangan buang abu rokok sembarangan.

—-mk—-
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 213 Komentar

IJAZAH MAHABBAH MUJARROB SURAT AL-INSYIROH/ALAM NASYROH


SUGI SAWUNGGALING MADHUREH
singarajeh_madura@yahoo.com

Assalamualaikum wr,wb.

Salam Sataretanan buat semua sedulur Bolo Wong Alus,Tanpa basa-basi dan banyak cerita langsung aja.

Amalan ini  diambil dari salah satu kitab karangan IBNU SINA dan termasuk mahabbah yang sangat manjur, tidak sulit dan reaksinya relative cepat. asal dengan niat baik lillahi ta’ala dan demi menjalankan sunnah rosul.

Amalan ini hanya di ijazahkan bagi sedulur yang benar benar mau nikah (tidak untuk main-main). jika untuk main-main semoga allah menutup karomahya ayat ini.

Puasa sunnah li qodlaa-il hajat 1 hari pada hari senin dan pada malam selasa jam 12 malam setelah solat hajat 2 rokaat tulislah surat al-insyiroh sesusuai petunjuk di bawah ini, pada piring putih,setelah selesai ditulis lalu berilah air yang suci,kemudian sholat hajat lagi lalu tawassul lalu bacalah Surat Al-Insyiroh 70x setelah selesai ditiupkan ke tulisan di piring yang sudah dikasih air kemudian tulisanya digosok/dihapus biar larut bersama airnya.

Setelah itu air tersebut di campur dengan minuman atau makanan yang bisa dimakan oleh sitarget (pria atau wanita). bi idznillah insyaallah si target akan “Nglepek-Nglepek”

TAWASSUL UMUM…DI TAMBAH NAMA SI TARGET DAN NAMA IBUNYA.

Inilah yang di tulis (menggunakan tulisan arab)

BISMILLAHIROHMANIR ROHIM

ALAM NASYROH LAKA SHODROK YA…..(NAMA TARGET) YA BINTA….(IBUNYA TARGET). WA WADHA’NA ‘ANKA WIZROK YA…..YA BINTA…….ALLADZI AN QODHA DHAHROK YA……YA BINTA……….WA ROFA’NA LAKA DZIKROK YA….YA BINTA…..FA INNA MA’AL ‘USRI YUSRO INNA MA’AL ‘USRI YUSRO YA……YA BINTA…….FA IDZA FAROGH TAFANSHOB YA……..YA BINTA……….WA ILAA ROBBIKA FARGHAB YA…..YA BINTA………

Semoga bermanfaat dan bisa membantu saudara/I yang terbelit masalah asmara.pesan saya, amalan ini hanya bisa dilakukan untuk satu orang saja. dan jangan berbuat maksiat apalagi berzina dengan pasangannya,semoga ada karmanya.amin

Keterangan: karena amalan ini bisa di gunakan oleh wanita atau pria,jika yang mengamalkan adalah wanita, maka titik-titik di isi nama cowok yang di target , dan kalimat YA BINTA di ganti YA IBNA….nama ibunya..

NB.yang perlu dipahami bahwa tambahan sebutan nama tersebut bukan bagian dari isi al-quran. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 320 Komentar

AKHLAQ PERSAUDARAAN


kampus wongalus
kwajakarta@gmail.com

Oleh : Abdul  Hamid, Lc, MA

Di  antara  nilai-nilai  sosial  kemanusiaan  yang  ditekankan  oleh  Islam  adalah  persaudaraan (ukhuwah). Bahwa  hendaknya  manusia  hidup  di masyarakat  saling  mencintai  dan  menolong  dan  diikat  oleh  perasaan  layaknya  anak-anak  dalam  satu  keluarga.  Mereka  saling  mencintai , saling  memperkuat,  sehingga  benar-benar  terasa  bahwa  kebahagiaan  saudara  adalah  kebahagiaannya,  dan  persoalan  saudara  adalah  persoalanya.

Al-Qur’an  telah  menjadikan  hidup  bersaudara  itu  suatu  kenikmatan  yang  terbesar.  Allah  SWT  berfirman  yang  Artinya : “Dan  ingatlah  akan  nikmat  Allah  SWT  kepadamu  ketika  kamu  dahulu  (masa  jahiliyah)  bermusuh musuhan,  maka  Allah  SWT  mempersatukan  hatimu,  kemudian  menjadikan  kamu  karena  nikmat  Allah  SWT  orang-orang  yang  bersaudara”.  QS. ALI IMRAN [3] : 103.

Al-Quran  juga  telah  menjadikan  persaudaraan.  Allah  SWT  berfirman  yang  artinya  : “Sesungguhnya  orang-orang  mukmin  itu  bersaudara……. ( QS. Al-HUJARAT [49]:10 )

Nabi  Muhammad SAW mengajarkan pentingnya persatuan dan persaudaraan. Persatuan yang diajarkan tidak meleburkan perbedaan, tetapi tetap menghormati realitas perbedaan karena perbedaan merupakan sunnatullah. Allah SWT berfirman yang artinya: untuk tiap-tiap di antara kamu kami berikan aturan dan jalan terang. Sekiranya Allah SWT menghendaki niscaya kamu di jadikan satu umat saja, tetapi Allah SWT  hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Maka berlomba-lombalah untuk menbuat kebaikan.” (QS. Al-Maidah [5]: 49)


Kita juga dituntut berbuat adil terhadap siapa pun. Kedekatan maupun kebencian terhadap seseorang maupun sekelompok orang tidak boleh dijadikan faktor untuk berbuat tidak adil. Allah SWT berfirman artinya: janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum menjadikan tidak berlaku adil.” (Al-Maidah [5]: 8).


Untuk itu, pluralitas positif dan kejemukan yang menbawa keserasian sosial merupakan salah satu hakikat ajaran Nabi Muhammad SAW. Dari ayat-ayat mengenai ukhuwah (persaudaraan) tersebut, dapat di pahami antar sesama umat seharusnya didasarkan pada beberapa prinsip sebagai berikut:

  1. Tasamuh (toleransi). Prinsip tasamuh dimaksudkan untuk mengakomodasi seluas mungkin pluralitas kemanusiaan, baik itu berkenan dengan agama, kepercayaan, kelompok, etnis, pemikiran, dan sebagainya.

  2. Tawasuth (moderat) . Prinsip tawasuth merupakan penjelmaan dari sikap tasamuh.  Dengan nilai ini, umat islam senantiasa berupaya mengembangkan pemikiran dan gerakan dengan mendasarkan diri kepada nilai-nilai yang termasuk jalan tengah (al-wasathiyah), yakni jalan moderat, tidak ekstrim (al-tatharouf) dan tidak pula liberal. Dengan prinsip tawasuth ini, umat islam mampu berinteraksi, berdialog dan terbuka dengan semua pihak.

  3. ta’awun (gotong-royong). prinsip ta’awun menjadi sangat vital dalam mewujudkan ukhuwah di tengah realitas keterkelompokkan umat islam dalam berbagai organisasi dan baju politik yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. ta’awun yang bersifat positif dan aktif akam melahirkan kompetisi (istibaq) dalam berkarya dan berkreavitas. Perbedaan yang terjadi di masing-masing kelompok masyarakat islam dam ormas akan memperkarya dan saling melengkapi, bukan saling menegasikan dan menafikan.

  4. Musawah (kesetaraan). Prinsip musawah merupakan prasyarat utama dalam menjalin kerjasama, gotong-royong dan dalam rangka melakukan musyawarah. Prinsip ini akan mengikis sifat ‘ananiyah (egoisme) sektoral, kebanggaan atas kelompoknya (kullu hizbin bima ladaihi farihun), sehingga merasa bener sendiri dan melihat kelompok lain sendiri dalam posisi yang salah dan di persalahkan.

  5. Takaful ‘ijtima’i (solidaritas sosial). prinsip ini sebagai manifestasi atas suatu pemikiran dan gerakan kultural yang peduli kepada nasib kaum yang lemah dan di lemahkan (mustadl’afin) yang selama ini kehidupannya tidak diuntungkan oleh pembangunan. Di atas prinsip ini islam menegaskan komitmennya pada advokasi-advokasi terhadap siapa saja yang di perlakukan secara tidak adil dan mengalami penindasan oleh siapa saja.

  6. Mahabbah (cinta kasih). Semangat cinta kasih, saling membagi, melindungi dan saling menaungi merupakan cerminan dari sikap persaudaraan sejati. Mahabbah mempunyai sikap hati yang bersifat esoteris yang dengannya mampu melahirkan rasa empati dan solidaritas sosial.

Selain dari prinsip di atas, tentu keiklasan, keterbukaan dan itikad baik dari semua pihak untuk melakukan komunikasi antar sesama akan menjadi kunci utama dalam memupuk keakraban dan kebersamaan di tangah perbedaan, sehingga semangat pesan Rasulullah SAW: “ikhtilafu ummati rahmah” (perbedaan umatku adalah rahmat) bener-bener menjadi kenyataan.

@@k

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 149 Komentar

ISMUL A’DHOOM (REVISI)


Rico Endo
rico_endo@yahoo.com

Ismul A’dhoom
Sayyidina Ummarah bin Zaid R.a

Sayyidina Ummarah bin Zaid  R.A adalah salah seorang dari perawi-perawi hadist yang mengkhususkan diri mereka untuk memperhatikan hadist-hadist yang bersangkutan dengan masalah Al-Asma Allah Al-Husna. Beliau mengatakan,” telah lama saya berusaha untuk dapat mengetahui mengenai Al-Asma ini. Saya tanyakan kepada ahli-ahli ilmu namun saya tidak dapat menemukan seorang pun yang dapat memberitahukannya kepada saya. Setelah cukup lama akhirnya saya bertemu dengan seorang yang sikapnya penuh semangat dan dia sangat ahli dalam bidang ‘ Istinbathul Ulum ‘ mengeluarkan suatu ma’na dari suatu dalil. Beliau adalah salah seorang dari keturunan Rasul SAW. Seorang yang Alim, banyak beribadah, dan sangat ketat menjaga dirinya dan doanya cepat terkabul.

Maka saya tanyakan kepada beliau mengenai asma yang dinyatakan dalam hadist bahwa barangsiapa yang memelihara keseluruhannya maka dia akan masuk surga. Pada mulanya beliau tampak enggan dan berkeberatan memberitahukannya kepada saya. Namun setelah beberapa saat dia menanggapi saya dan memperhatikan saya. Kemudian beliau berkata kepada saya, kalau bukan karena kepercayaanku padamu  dan aku ketahui bahwa engkau betul-betul bersungguh-sungguh dalam berusaha untuk mendapatkan ilmu , maka dia takkan kuberitahukan kepadamu. Oleh karena itu janganlah engkau mengajarkannya kepada sembarang orang terkecuali yang betul-betul engkau percayai. Karena didalamnya terdapat Ismullah Al-A’dhom yang jika engkau berdoa dengannya maka doamu pasti dikabulkan-NYA.

Kemudian beliau berkata lagi, jika engkau akan berdo’a dengan asma yang dimaksudkan itu, maka engkau berpuasalah terlebih dahulu pada hari kamis dan berdoalah dengan asma itu pada waktu malam jum’atnya setelah lewat tengah malam (waktu sahar), dan ketahuilah DEMI ALLAH yang Tiada Tuhan Kecuali Dia, jika seorang mukmin berdoa dengan doa itu pasti dikabulkan Allah Ta’ala. Seandainya yang dia minta adalah untuk dapat berjalan diatas air atau ditengah udara, maka itupun akan dikabulkan-NYA.

Setelah saya mendengar penjelasan beliau, maka saya berkata,” Jelaskanlah kepada saya Asma-Asma yang dimaksud dan Allah selamanya merahmatimu.” Maka beliau berkata, asma-asma itu terdapat dikitab Allah, yaitu  :

Ini rincian Asma yang berada didalam surah didalam Al-Qur’anul Kariim   :

 

  •  5 Asma di dalam surat Al-Fatehah :

  • Yaa Allah, Yaa Robbu, Yaa Rohman,Yaa Rohiim, Yaa Maliik

 

  • 23 Asma didalam surah Al-BaQorah :

  • Yaa Muhiith, Yaa Qodiir, Yaa ‘Aliim, Yaa Hakiim, Yaa Tawwabu, Yaa Bashiiru, Yaa Wasii’u, Yaa Samii’u, Yaa Badii’u, Yaa Kaafi, Yaa Ro’uufu, Yaa Syaakiru, Yaa Wahiidu, Yaa Ghofuuru, Yaa Haliimu, Yaa Qoobidhu, Yaa Baasithu, Yaa Hayyu, Yaa Qoyyumu, Yaa ‘Aliyyu, Yaa ‘Adhiimu, Yaa Waliiyu, Yaa Ghoniyyu

 

  •  4 Asma di dalam surah Ali Imran :

  •  Yaa Qoo-imu, Yaa Wahaabu, Yaa sarii’u, Yaa Khobiiru

 

  • 6 Asma di dalam surah An-Nisaa  :

  • Yaa RoQiibu, Yaa Hasiibu, Yaa Syahiidu, Yaa ‘Afuwwu, Yaa Muqiitu, Yaa wakiilu

 

  • 5 Asma di dalam surah Al-An’am  :

  • Yaa Faathiru, Yaa QooHiru, Yaa Dhohiiru, Yaa Qodiiru, Yaa Lathiifu

 

  • 2 Asma di dalam Surah Al-A’raf  :

  • Yaa Muhyii, Yaa Mumiitu

 

  • 2 Asma di dalam Surah Al-Anfal  :

  • Yaa Ni’mal maula Yaa Ni’man Nashiiru

 

  • 7 Asma di dalam Surah Al-Hud  :

  • Yaa Hafiizhu, Yaa Qoriibu, Yaa Mujiibu, Yaa Hamiidu, Yaa Majiidu, Yaa Fa’alu limaayuriidu, Yaa Waduudu

 

  • 2 Asma di dalam Surah Ar-Ra’ad  :

  • Yaa Kabiiru, Yaa Muta’aalii

 

  • 1 Asma di dalam Surah Ibrahiim  :

  • Yaa Mannaanu

 

  • 1 Asma di dalam Surah Al-Hijr  :

  • Yaa Kholaaqu


  • 2 Asma di dalam Surah Maryam  :

  • Yaa Shoodiqu, Ya Waaritsu

 

  • 1 Asma di dalam Surah Al-Haj  :

  • Yaa Baa’itsu

 

  • 1 Asma di dalam surah Al-Mu’minun  :

  • Yaa Kariimu

 

  • 3 Asma di dalam surah An-Nuur  :

  • Yaa Haqqu, Yaa Mubiinu, Yaa Nuuru

 

  • 1 Asma di dalam surah Al-FurQon  :

  • Yaa Hadii

 

  • 1 Asma di dalam Surah As-Saba’  :

  • Yaa Fattahu

 

  • 1 Asma di dalam Surah Al-Fathir  :

  • Yaa Syakuuru

 

  • 4 Asma di dalam Surah Al-Mu’miin  :

  • Yaa Ghofaaru, Yaa Qoobiluttaubi, Yaa Syadiidal ‘Iqoobi Yaa Dzath-thouli

 

  • 3 Asma di dalam Surah Az-Zariyat  :

  • Yaa Hayyu, Yaa Rozaqqu, Yaa Dzal Quwwatil matiinu

 

  • 1 Asma di  dalam Surah At-Tuur  :

  • Yaa Barru

 

  • 2 Asma didalam Surah Al-Qomar  :

  • Yaa Maliiku, Yaa Muqtadiru

 

  • 3 Asma di dalam Surah Ar-Rahman  :

  • Yaa Robbal Masyriqoini Yaa Robbal Maghribaini, Yaa Dzal Jalaali Wal Ikroomi

 

  • 4 Asma di dalam Surah Al-Hadid  :

  • Yaa Awwalu, Yaa Akhiiru, Yaa  Dhoohiru, Yaa Baathinu

 

  • 11 Asma di dalam Surah Al-Hasyr  :

  • Yaa Maliku, Yaa Quddus, Yaa Salaamu, Yaa Mu’miinu, Yaa Muhaimiinu, Yaa ‘Aziizu, Yaa Jabbaaru, Yaa Mutakabbiru, Yaa Khooliqu, Yaa Barii’u, Yaa Mushowwiiru

 

  • 2 Asma di dalam Surah Al-Buruj  :

  • Yaa Mubdi-u, Yaa Mu’iidu

 

  • 2 Asma di dalam Surah Al-Ikhlas   :

  • Yaa Ahadu, Yaa Shomadu………

Setelah Ummarah menceritakan pengalamannya itu dan menyebutkan tertib Asma diatas, beliau mengatakan lagi,” Maka saya pun berdo’a dengan Asma tersebut dan tidak hanya sekali saya buktikan bahwa betul sangat cepat terkabulnya apa yang saya minta. Dan ada pula sejumlah jama’ah yang telah menyalinnya dari saya dan semuanya mengatakan betul sangat cepat ijabahnya. ”

Selain dari beliau, juga Al-Qadhi Majduddin As-Syairazi, setelah menyebutkan beberapa sanad yaitu sumber dari mana dia mendapatnya, dia mengatakan “ DEMI ALLAH yang Tiada Yuhan kecuali Dia, saya telah berdoa dengan asma tersebut pada saat saya berada dalam ketakutan terhadap satu bahaya yang akan menimpa diri saya, maka saya diselamatkan Allah dari bahaya itu.”

Kaifiatu ‘amal   :

  • Jika akan membaca Ismul A’dhoom itu berpuasa terlebih dahulu pada hari kamis ( puasa biasa )

  • Asma dibaca setelah lewat tengah malam / sepertiga malam ( waktu sahur )

Tawasul sebelum membaca Ismul A’dhoom   :

Al-fatehah…( niatkan )…nuhdiihaa ilaa hadroti Sayyidina wa habibina Rasulullah Muhammad ‘bni Abdullah wa ajwazihi wa dzurriyaatihi wa ahli baytihi wa saa-iril anbiyaa-i wal mursaliin wa ali kulli minhum wa shohhabati ajma’iin. Tsumma nuhdi tsawabahaa ilaa khoodimil yauumi, tsumma ila arwahil malaikatil muqorrobiin, tsumma ilaa arwahi rijalil ghoib ainamaa kaanuu hallat arwaahahum min masyaariqil ardhi ilaa maghooribihaa barrihaa wa bahrihaa.

Tsumma ilaa ruuhi Sayyidina Muhajjir ilallah Ahmad bin Isaa, wa Sayyidina Al-Faqihul Muqoddam Muhammad bin Ali Ba’alawi, wal Habib Abdurrahman bin Muhammad As-seqaf, wal Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad shohibur rotib, wal Habib Alwi bin Ahmad Bahsin,tsumma ilaa ruuhi Al-Habib Ahmad bin Alwi Bahsin, tsumma ilaa ruuhi Al-Habib Ali bin Hasan Al-Atthas,tsumma ilaa ruuhi shohibul wirid Sayyidina Ummaroh bin Zaid. Ra.

Tsumma ilaa arwaahi amwaatanaa khosh-shoh wa amwaatil muslimiina wal muslimaati ‘ammah.Bi-annallaha yataghosy-syaahum birrohmaati wal maghfirooti wayusak-kinuhumul jannah birohmaatihi.

Asta’iinu min barokatihaa bi-annallaha yubal-lighu maqooshidanaa wa yaqdhii hajaatinaa wa yaktubus-salamata ‘alaina min syarril jinni wal insii waman aroodanaa bisuu-in, wa ilaa hadrotin nabiyyi Muhammadin Sholallahu ‘alaihi wa alihi wassallama. Al-Fatihah…..1x

Ma’na tawasul diatas   :

“ Alfatihah…(niat)…kehadirat sayyidina kekasih kami Rasulullah Muhammad SAW bin Abdillah, dan kepada istri-istri beliau, dan anak keturunanya serta seluruh keluarganya dan kepada para Nabi dan Rasul dan semua keluarga mereka dan semua shahabat-shahabatnya.

Kemudian ditujukan kepada semua Malaikat yang menjaga hari, dan kepada semua Malaikat yang dekat kedudukannya kepada Allah, kemudian kepada semua Rijal Ghoib dimanapun berada baik yang berada disebelah timur bumi sampai sebelah barat, baik dilautan maupun didaratan. Kemudian kehadirat Pemimpin kami Al-Muhajir Ilallah Ahmad bin Isa, juga kepada Sayyidina Al-Faqihil Muqaddam Muhammad bin Ali Ba ‘Alawi, kepada Sayyidina Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad Asseqaf, dan Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad shohibur Ratib, juga untuk Habib Alwi bin Ahmad Bahsin. Kemudian kepada kehadirat Al-Ustadz Al-Habib Ahmad bin Alwi Bahsin. Kemudian juga kepada ……………………( sebut nama yang ingin di Fatehai ).

Al-Fatihah khusus kepada semua mereka yang wafat dari orang-orang muslim seluruhnya, Sesungguhnya Allah menolong mereka dengan Rahmat dan Ampunan dan menempatkan mereka di surga dengan rahmatNYA.Aku meminta pertolongan dengan sebab keberkahan Alfatihah dan mereka yang tersebut karena sesungguhnya Allah menyampaikan maksud kami dan mengabulkan hajat kami serta memberikan keselamatan atas kami dari kejelekan jin dan manusia serta orang-orang yang berniat jelek pada kami.Dan kehadirat Nabi Muhammad SAW. AlFatihah……1x

Bismillahir rahmaanir rahiim.

Wa lillahil asmaa-ulhusna faad’uuhu biha……..

Yaa Allah, Yaa Robbu, Yaa Rohman,Yaa Rohiim, Yaa Maliik, Yaa Muhiith, Yaa Qodiir, Yaa ‘Aliim, Yaa Hakiim, Yaa Tawwabu, Yaa Bashiiru, Yaa Wasii’u, Yaa Samii’u, Yaa Badii’u, Yaa Kaafi, Yaa Ro’uufu, Yaa Syaakiru, Yaa Wahiidu, Yaa Ghofuuru, Yaa Haliimu, Yaa Qoobidhu, Yaa Baasithu, Yaa Hayyu, Yaa Qoyyumu, Yaa ‘Aliyyu, Yaa ‘Adhiimu, Yaa Waliiyu, Yaa Ghoniyyu, Yaa Qoo-imu, Yaa Wahaabu, Yaa sarii’u, Yaa Khobiiru, Yaa RoQiibu, Yaa Hasiibu, Yaa Syahiidu, Yaa ‘Afuwwu, Yaa Muqiitu, Yaa wakiilu, Yaa Faathiru, Yaa QooHiru, Yaa Dhohiiru, Yaa Qodiiru, Yaa Lathiifu,   Yaa Muhyii, Yaa Mumiitu,Yaa Ni’mal maula Yaa Ni’man Nashiiru, Yaa Hafiizhu, Yaa Qoriibu, Yaa Mujiibu, Yaa Hamiidu, Yaa Majiidu, Yaa Fa’alu limaayuriidu, Yaa Waduudu, Yaa Kabiiru, Yaa Muta’aalii, Yaa Mannaanu, Yaa Kholaaqu, Yaa Shoodiqu, Ya Waaritsu, Yaa Baa’itsu, Yaa Kariimu, Yaa Haqqu, Yaa Mubiinu, Yaa Nuuru, Yaa Hadii, Yaa Fattahu, Yaa Syakuuru, Yaa Ghofaaru, Yaa Qoobiluttaubi, Yaa Syadiidal ‘Iqoobi Yaa Dzath-thouli, Yaa Hayyu, Yaa Rozaqqu, Yaa Dzal Quwwatil matiinu, Yaa Barru, Yaa Maliiku, Yaa Muqtadiru, Yaa Robbal Masyriqoini Yaa Robbal Maghribaini, Yaa Dzal Jalaali Wal Ikroomi, Yaa Awwalu, Yaa Akhiiru, Yaa  Dhoohiru, Yaa Baathinu, Yaa Maliku, Yaa Quddus, Yaa Salaamu, Yaa Mu’miinu, Yaa Muhaimiinu, Yaa ‘Aziizu, Yaa Jabbaaru, Yaa Mutakabbiru, Yaa Khooliqu, Yaa Barii’u, Yaa Mushowwiiru, Yaa Mubdi-u, Yaa Mu’iidu, Yaa Ahadu, Yaa Shomadu……… Allahumma inni as-aluka Yaa Allah bismikal ‘Adhiimu wa bihaqqi Asmaa-ikal Husna inni taisirlii Haajati wa antaqdhi maqshuudii……( Hajat kita ).

Allahumma inni as-aluka bijamii’i asmaa-ikal husna maa’alimtu minhaa wa maalam a’lam wa as-aluka bismikal ‘adhiimil a’dhoomul Kabiiril akbar.Alladzii man da’aaka bihi ajabtahu wa man sa-alaka bihi a’thoytahu.

===  Sempurna Revisi,Insya Allah  ===

Catatan  : Saat membaca doa Asmaul A’dhom, lengkapilah dengan adab-adab doanya. 

@@K

Categories: ISMUL A’DHOOM (REVISI) | 185 Komentar

MAKNA HURUF HIJAIYAH


Dari Husein bin Ali bin Abi Thalib as. :

Seorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as bersama Nabi.

Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : “apa faedah dari huruf hijaiyah ?”

Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib as, Jawablah”.

Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “ya Allah, sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu”.

Lalu Ali berkata : “Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama-nama Allah swt”.

Kemudian Ali berkata :

  1. “Adapun alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh.
  2. Adapun ba artinya tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-Nya.
  3. Adapun ta, artinya yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya.
  4. Adapun tsa artinya adalah yang mengokohkan semua makhluk “Dialah yang mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia”.
  5. Adapun jim maksudnya adalah keluhuran sebutan dan pujian-Nya serta suci seluruh nama-nama-Nya.
  6. Adapun ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang.
  7. Kha maksudnya adalah maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.
  8. Dal artinya pemberi balasan pada hari kiamat.
  9. Dzal artinya pemilik segala keagungan dan kemuliaan.
  10. Ra artinya lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.
  11. Za’ artinya hiasan penghambaan.
  12. Sin artinya Maha mendengar dan melihat. Syin artinya yang disyukuri oleh hamba-Nya.
  13. Shad maksudnya adalah Maha benar dalam setiap janji-Nya.
  14. Dhad artinya adalah yang memberikan madharat dan manfaat.
  15. Tha artinya Yang suci dan mensucikan.
  16. Dzha artinya Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda-anda.
  17. Ayn artinya Maha mengetahui hamba-hamba-Nya.
  18. Ghayn artinya tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.
  19. Fa artinya yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.
  20. Qaf artinya adalah Maha kuasa atas segala makhluk-Nya.
  21. Kaf artinya yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.
  22. Adapun lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba-nya.
  23. Mim artinya pemilik semua kerajaan.
  24. Nun maksudnya adalah cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya.
  25. Adapun waw artinya adalah, satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan tidak beranak serta diperanakan.
  26. Ha artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.
  27. Lam alif artinya tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu bagi-Nya.
  28. Adapun ya artinya tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya”.

Rasulullah lalu berkata “Inilah perkataan dari orang yang telah diridhai Allah dari semua makhluk-Nya”.

Mendengar penjelasan itu maka yahudi itu masuk Islam.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 219 Komentar

UNTUK SEBENTUK KEINGINAN


Enrico Burhan

0852.6846.8720
rico_endo@yahoo.com

Assalamu’alaikum wr wb….salam ta’dhim saya haturkan kepada semua sesepuh dan pengampuh dii Kampus Wong Alus, salam sayang penuh cinta untuk semua santri Alus dimanapun kalian berada.

Saat ini saya hanya ingin ber intermezzo saja dengan kalian. Ada saatnya sejenak kita meletakkan beban dan mencoba untuk rilex dari kesibukan. Terlebih bagi para Hikmater ( Ahli wirid, begitu saya menyebutnya.red ). Mungkin saja,entah dimana dan dalam keadaan bagaimanapun…mereka yang mencintai wirid selalu disibukkan dengan hitungan dan bacaannya. Bukan tanpa sebab, demi sebentuk keinginan maka kebanyakan dari kita mencoba meraihnya dalam waktu secepat mungkin dan sebanyak mungkin. Hajat dan keinginan yang membuncah di dalam dada terkadang mengalahkan pikiran-pikiran rasional.

Saat ini saya tidak berbicara sebagai Pangeran Sukemilungsaya berbicara sebagai pribadi seorang sahabat yang bernama Enrico Burhan. Dengan kebiasaan dan keadaan yang sama dengan kalian. Kenapa saya katakan begitu ?? Sebabnya sederhana…jika para sahabat menghubungi saya sebagai seorang Pangeran Sukemilung sama artinya dengan para sahabat akan mencurahkan isi hati dan masalahnya kepada saya. Sedangkan saya tidaklah beda dengan kalian. Hanyalah sebuah pribadi yang kadang kala juga terjebak kesalahan, ke khilafan dan  kelemahan. Semua itu manusiawi menurut saya. Perbedaan yang nyata adalah bahwa saya pernah duduk bersama guru-guru dan mursyid dalam majelis ilmu. Dan dari beliaulah saya mendapatkan apa yang saya miliki sekarang. Sebagian dari itu sudah saya bagi kepada para sahabat dengan tulus ikhlas. Mungkinkah dari semua pemberian itu, baik dari saya yang dhoif ataupun dari para sesepuh yang lain, sudah bisa memberikan solusi bagi hajat para sahabat ?? Sudahkah semua pemberian itu menghantarkan keinginan para sahabat kepada tempatnya ?? Jika pun kalian menerima semua bentuk bacaan wirid ( Ilmu.red ) apakah para sahabat yaqin bahwa kelak pemberian itu tetap bermanfaat bukan hanya bagi kehidupan dunia tapi juga di akhir kelak saat kita berkumpul dalam penghisaban di Yaumil Akhir ??

Saat ini mungkin waktu yang tepat bagi semua pertanyaan yang ada dalam batin para sahabat untuk saya jawab. Saya tidak akan berbicara tentang tingkatan makrifat dan kedudukan spiritual para sahabat, saya hanya ingin membuka wawasan kalian bahwasanya semua gelisah yang menghantui jiwa kita pasti akan ada JAWABANNYA ??  

Kita mulai dari sebuah pertanyaan   :

BERAPA LAMA DOA YANG KALIAN PANJATKAN SAMPAI KEPADAMU DAN MENGANTARKANMU KEPADA TUJUAN ?

Bagi kalian yang sering mengambil amalan wirid di kampus ini pasti mempunyai stok wirid yang mungkin saja menyamai stok wiridnya para Kyai. Kalian mengumpulkannya berdasarkan keinginan kalian. Dengan melihat faedahnya dan kegunaan wirid tersebut. Dengan nafsu yang menggebu- gebu semua amalan itu di simpan rapi didalam arsip ghaib yang kalian beri judul :

KUMPULAN AMALAN-AMALAN MUSTAJAB.

Dalam pengamalan itu terkadang sahabat menemui pengalaman spiritual yang tidak bisa terjawab. Kembali kebingungan melanda. Jika amalan itu untuk kesaktian maka biasanya ada beberapa Ruhaniyaan yang datang, entah itu khodam ayat, jin iseng, ataupun gangguan syaiton. Bagaimana cara sahabat bisa membedakan sifat dan keadaan Ruhaniyan itu ??  Ada lagi yang bertanya kepada saya tentang kemustajaban antara amalan yang satu dengan amalan yang lain ?? Kemudian minta ijazah amalan yang paling  mustajab, yang spektakuler, tajam dan terpercaya ??? Ada lagi yang kebingungan karena doanya seperti tidak pernah di ijabah, lenyap dan hilang ??? Yang lain bercerita sudah riyadhoh belasan hari tapi ilmu belum tajrib juga ??

PRIHATIN  ??? sudah tentu saya miris melihat keadaan itu. Betapa banyak para sahabat yang lelah dalam amalannya tetapi tidak menemui keberhasilan. Betapa banyak sahabat yang merasa ilmunya tajrib tapi kemudian sadar bahwa dia ada dalam lingkaran tipu daya Jin / syethon. Betapa banyak kelelahan itu menyebabkan hilangnya kepercayaan terhadap semua bentuk wirid ?? Mari kita kaji satu persatu para sahabat….

  1. Hilangkan kebiasaan mengkoleksi bacaan wirid yang tidak  kalian fahami asbabun nuzulnya dengan baik.. Kebiasaan seperti ini hanya menyebabkan kalian berangan-angan saja.Apakah dengan mempunyai koleksi puluhan bacaan akan bisa membuat kalian menjadi seorang spiritualis handal atau seorang prayer yang mumpuni ?

  2. Kembali kepada sunah An-Nabi SAW. Pelajari dan pahami dengan baik setiap  sunah Beliau SAW. Tumbuhkan rasa mahabbah dan tawaduq. Yaqini bahwasanya keutamaan beliau SAW lebih dari Nabi manapun.

  3. Carilah Guru Mursyid dan mengabdilah kepada beliau dengan tulus.Satu Mursyid dapat mengantarmu kepada puluhan guru yang bukan Mursyid.

  4. Duduklah bersama sahabat yang bisa membuat batinmu tenang, orang-orang yang menyimpan kebijaksanaan didalam jiwanya. Ilmu yang baik, benar dan yang berasal dari sumber yang jernih akan membuat pengamalnya menjadi lebih lurus  dalam  berpikir dan bertindak. Mereka akan memadukan Dzikir dan Pikir dengan seimbang. Keseimbangan batiniah mereka jauh lebih baik dan sempurna.

  5. Perbanyaklah bermuhasabah. Koreksi dirimu dan perbaiki jika kalian menemukan cela di dalamnya. Cari tahu apa yang menjadi keiinginanmu sebetulnya.

Kelima point di atas belumlah bisa menjawab keseluruhan pertanyaan para sahabat, tapi minimal bisa mewakili apa yang menjadi sebab tidak / belum berhasilnya sebuah riyadhoh. Tulisan ini tidak akan mengambil contoh orang lain, saya akan menceritakan pengalaman saya sendiri. Secara pribadi saya tipe orang yang logis dengan keinginan selalu memperbaiki kualitas spiritual dari waktu ke waktu. Jungkir balik bahkan tak jarang terperosok. Hanya karena kasih sayang-NYA dan bantuan para mursyidlah saya bisa selalu kembali. Saya di kelilingi para sahabat yang siap setiap waktu membela dan menolong saya. Merekalah yang menjadi saksi perjalanan spiritual. Mereka selalu hadir menolong jika saya kesulitan. Mereka-mereka inilah yang di jadikan ‘ KHODAM ‘ oleh Allah SWT untuk saya. Kehadiran mereka yang nyata dan ada membuat jiwa saya selalu tenang dan terjaga. Saya tidak jatuh dalam khayalan ghoib tentang sebentuk khodam tanpa rupa dan mendebarkan. Mereka datang kapanpun mau…tanpa saya harus bersusah payah membaca ribuan wirid. Mereka dating dengan kerinduan seorang sahabat, bukan dalam kegelapan dan kebingungan. Silaturahmi kami pun  terjaga dengan baik.

Selanjutnya …bagaimana saya menyikapi persoalan yang menimpa saya ??? Bagaimana cara saya mendapatkan semua hajat saya  ??? Berapa record tercepat doa yang saya panjatkan datang dengan sempurna ??? Untuk para sahabat ketahui…saya tidak pernah menjadikan diri sebagai ‘ CHEEKER GUDANG ‘ yang hanya menghapal nama-nama barang / produck. Saya lebih suka menjadi seorang ‘ DOKTER ‘ yang paham takaran dosis serta obat apa yang tepat untuk penyakit saya. Kebanyakan para sahabat hanyalah menjadi CHEEKER GUDANG saja. Menghapal puluhan amalan tanpa tahu obat dan dosis yang tepat  untuk hajat / masalah mereka. Hasilnya  ? ……NOL BESAR

Lihatlah bagaimana cara para Mursyid memberikan Ijazah…beliau tidaklah sama dalam memberikannya. Dua orang yang datang dengan kasus yang sama kemudian minta doa+ijazah, akan diberikan ‘ obat ‘ yang berbeda. Yang satu mungkin hanya disuruh banyak istighfar dan yang lain mungkin saja diminta lebih banyak bershodaqah. Yang tampak di mata seorang mursyid, mereka hanya diminta untuk memperbaiki kekurangan saja. Demikianlah yang biasa kami lakukan !! Saya tidaklah buru-buru memvonis bahwa apa yang terjadi harus segera diselesaikan dengan amalan ini atau itu. Saya mencari terlebih dahulu penyebabnya baru mencari obatnya.

Contoh kasus paling baru   :

  • Awal Januari saya kembali pulang ke palembang setelah sekian lama di tugaskan di medan. Saya kembali sebagai seorang pengangguran. Seorang laki-laki tanpa status dan harga diri. Begitu menurut saya. Awalnya merasa senang karena bebas dari rutinitas kerja. Setelah satu bulan gelisah menghinggapi diri, barulah kemudian saya melaksanakan riyadhoh untuk mencari wiridan yang tepat untuk masalah saya. Saat itu ada tiga hal yg menjadi beban, Utang-Uang-Kerja. Apa wiridan yang tepat yg dapat merangkum semua hajat itu ?? Jawaban sekaligus solusi untuk itu adalah saya mendapatkan Ijazah Asma Ul-Husna dari sahabat saya DENWIEK. Hasilnya bagaimana ?? woow sangat mengagumkan…tuntas dalam tempo tepat 2 minggu. Tentang bagaimana caranya saya mendapatkan Ijazah itu biarlah hanya menjadi rahasia antara saya dan Mbah Denwiek.

  • Kasus ke dua adalah masalah yang menimpa saya dengan abang saya. Permasalahan uang yang menjadi pokok utama. Saya lakukan kembali pencarian Isyaroh itu. Belum ada isyaroh yang dapat di jadikan patokan selama beberapa hari. Tepat hari ke lima, mendadak ba’da dzuhur  Isyaroh itu saya dapatkan. Ba’da dhuhur itu saya membaca Ratib Al-Attos sebanyak 40x.. Belum tau setelah itu akan mendapatkan solusi apa. Malamnya….ba’da maghrib saya di telpon teman dan bilang akan mengembalikan uang saya. Alhamdulillah….berarti kurang lebih 7 jam saja doa itu terjawab.

  • Kasus ke tiga adalah ke inginan saya untuk kerja di tempat lain dengan jabatan yg sama saat terakhir saya bertugas. Kurang lebih 15 hari melakukan riyadhoh, saya teringat akan sebuah Ismul A’dhom ( pernah diposting dengan judul yang sama )…saya  tergerak untuk membacanya. Hasilnya….?? Mendadak saya dapat telpon dari seseorang yang bernama Andri ( kelak akan menjadi Pimpinan saya sekarang ). Beliau bercerita panjang lebar dengan saya. Terjalin ke akraban. Suatu hari saya di undang main ke kantornya, awalnya saya kira beliau adalah pegawai biasa seperti saya. Ternyata sangat mengejutkan…beliau adalah Seorang kepala cabang. Wah…ada apa ini ?? dengan tanpa tedeng aling-aling ( njiplak ucapan Mas Wiro Sableng ! ) beliau menawarkan Jabatan Sub Branch di daerah. Dengan beberapa fasilitas yg membuat saya tertarik. Kalo sudah begini saya ga komentar banyak….Alhamdulillah.

Untuk kasus yang lain sangat banyak. Hal itu yang membuat saya selalu  hati-hati dalam memilih wirid yang tepat untuk suatu hajat. Saya pun menyarankan para sahabat untuk bersikap demikian. Jangan terjebak dalam iklan faedah suatu amalan. Cari tahu dan yaqini bahwa amalan yang kau dapat bisa mengantarmu dengan baik tanpa kehilangan barokah para Nabi dan Aulia Allah. Ucapkanlah QOBILTU…jika memang hatimu berkata bahwa memang itulah obat yang tepat bagimu. Insya Allah saya akan mengajarkan kepada kalian bagaimana caranya mencari Isyaroh yang tepat. Saya bukanlah orang sakti seperti kebanyakan sangka para sahabat. Sama seperti kalian…saya pun menadahkan tangan kepada-NYA saat menemui kesulitan. Saya pun menangis dan mengadu kepada-NYA akan beban batin saya.

Intermezo ini rasanya sudah terlalu panjang. Maafkan saja jika kelemahan artikel ini membuatmu tersinggung atau tersindir. Demi Sebentuk keinginan mari sama-sama memperbaiki kwalitas spiritual kita. Akhirul kalam saya ucapkan kepada semua sahabat, jangan pernah bersedih jika doamu belum di ijabah. Kau tidaklah tahu apa Rahasia dibalik itu sampai kelak Allah akan membukakannya untukmu. Selamat berdoa semoga semua hajat segera terqabulkan…Amiin.

Untuk sedikit intermezzo ini saya hanya meminta kepadamu “ sertakanlah saya dan keluarga juga semua Mursyid dan guru kami didalam doa-doamu…Insya Allah kepada semua sahabat, kita akan berjumpa kelak secara langsung. Rindunya hati seorang sahabat kepada sahabatnya jauh lebih berat dan besar dari sebuah gunung ataupun jauh lebih luas dari sebuah samudera “

Saya Pamit….Jazakumullah bi ahsanil jaza. Barakalloh fiikum…

Footnote :

Salam ta’dhim buat Abangku Sanjaya di Bandung…thx atas nasehatnya. Good Job Brother !

Salam sayang untuk sahabat terbaik Muhammad69…Jangan nganji yo ji !! hehehehehe…

@@K

Categories: UNTUK SEBENTUK KEINGINAN | 303 Komentar

WIRID SABDO DADI


Prayoga Gemilang
gemilang.prayoga@yahoo.co.id

assalamu alaikum  wr wb bolo wongalus semua.

Ilmu ini saya dapatkan pd th.2007 yg lalu dari seorang ustad yg juga teman di pesantren dulu. Kemanfaatannya insya Allah agar ucapan kita bs jadi nyata (sabdo dadi). Dengan tata caranya adalah sbb:

  • Puasa 1 hari.

  • Malamnya baca doa di bawah ini 100x dan tiupkan pd segenggam bunga melati, tapi sebelumnya melaksanakan sholat hajat dulu dan tawassul umum sebisanya.

  • Terakhir bunga melati dimasukkan dalam bak air dan gunakan untuk mandi pada tengah malam itu juga.

  • Setelah semua prosesi selesai,dawamkan amalan tersebut tiap habis sholat subuh dan maghrib masing2 sebanyak 25x bacaan amalannya sbb:

ALLAHUMMA YA ALIYYU MING QOODIRIW WA ALIYYU MIWWAROOQIL JANNATI BIROHMATIKA YA ARHAMAR ROHIMIN.

Demikian amalan yg singkat ini saya bagikan untuk sedulur wongalus semua.Bagi yang mau mengamalkan monggo saja diamalkan. Dan satu pesan saya stlh rutin mengamalkan hrs bs menjaga ucapan.karena ucapan kita akan bs terjadi kapan saja.

Wassalamu alaikum wr wb

salam seduluran.
YINGYANG

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 274 Komentar

PENGUMUMAN UNTUK SEDULUR KWA


SEHUBUNGAN DENGAN ADANYA KESIBUKAN YANG TIDAK BISA DITUNDA, MAKA KAMI MENGUMUMKAN BAHWA ACARA CANGKRUKAN RABU MALAM BESOK TANGGAL 15 JUNI 2011 TERPAKSA DITIADAKAN.
ACARA AKAN DISELENGGARAKAN LAGI PADA HARI RABU MALAM PUKUL 20.00 WIB TANGGAL 29 JUNI 2011 DENGAN TEMA “MENGKAJI PERJALANAN SPIRITUAL SUNAN KALIJAGA MENEMUKAN HIDAYAH IMAN” BERTEMPAT DI MUSHOLA BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO (100 METER SELATAN RSUD)
DEMIKIAN PENGUMUMAN INI. TERIMA KASIH.
TTD WONGALUS.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 254 Komentar

KATA SAPANJADI ( SEMULA JADI ) VERSI BANJAR


Dewa Pelet dewapelet@ymail.com

Assalamu’alaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim

Salam hormat buat Ki Alus dan jajaran sepuh serta sedulur KWA,ijinkanlah saya untuk berbagi sedikit amalan dr daerah Banjar,untuk melestarikan keilmuan dan budaya Nusantara.Dan tentu saja tanpa bermaksud untuk menggurui sedulur semua,smg bs digunakan untuk kebaikan dan membantu sesama.

ILMU PANDANG
“KUNTA ‘ALAYYA SA BIRRIHI
BIROBBIKUM YA ADAM
SAFIYA WA HAWA”

caranya :
pandangi wanita yg disukai sambil baca kata tsb,sambil tarik nafas ( HU ) sambil bayangkan wajahnya masuk kedalam tulang rusuk kiri kita,lalu telan ludah ( pengunci ),kemudian hembuskan nafas ( ALLAH ).

ket :
tulang rusuk kiri namanya “BIRRIHI” yg kemudian dijadikan Siti Hawa.

PILUNGSUR BERANAK ( AGAR MUDAH MELAHIRKAN )

“NUN-NUN-NUN
WAL KOLAMI WAMA YASTURUN
HAI MALAIKAT MUSIBAH
PENUNGGU PINTU FATIMAH
BUKAKAN PINTU FATIMAH
MUHAMMAD HANDAK LALU”

caranya :
baca 3x dan hembuskan nafas kedalam segelas air,lalu minumkan sedikit pd wanita yg akan melahirkan,sisanya buat cuci muka dan sedikit tuangkan ketelapak tangan kanan lalu usapkan kelehernya turun sampai keperut.

Yang harus diingat adalah apapun Kata/bacaan/amalan jika tanpa ijin dan ridha-Nya maka tidak akan terkabul dan tidak akan terjadi.Oleh krn itu kuatkanlah keyakinan dlm hati bahwa Allah akan mengabulkan hajat kita,tentu saja diiringi dgn meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita pada-Nya.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kelancangan saya,akhirul kalam
Wassalamu’alaikum wr wb

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 305 Komentar

KISAH HIKMAH


Semoga para sedulur di kwa bisa memperoleh manfaat atas kisah berikut ini ;

pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang,
berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel
di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang
pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan menangis, pakaiannya
hanya 2 helai sdh kusut yg satu utk penutup badan dan yang satunya utk
selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk
bumi akan tetapi sangat terkenal di langit. Dia.., jika bersumpah demi
Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah
dipanggil masuk surga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu &
disuruh memberi syafa’at, ternyata Allah memberi izin dia utk memberi
syafa’at sejumlah qobilah Robi’ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan
surga tak ada yang ketinggalan karenanya.
Dia adalah “Uwais al-Qarni”. Ia tak dikenal banyak orang dan juga
miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya
sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan
dan penghinaan lainnya… Ada seorang fuqoha’ negeri Kuffah, karena
ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak
berhasil dengan baik, karena hadiah pakaian tadi diterima lalu
dikembalikan lagi olehnya seraya berkata : “Aku khawatir, nanti
sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau
tidak dari membujuk pasti dari mencuri”.
Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili
kecuali hanya ibunya yang telah tua renta serta lumpuh. Hanya
penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya
sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang
diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama
Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan utk membantu tetangganya
yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.
Kesibukannya sbg penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan
buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa
di siang hari dan bermunajat di malam harinya.. Uwais al-Qarni telah
memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad
SAW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah,
Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya.
Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur.
Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati
Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera
memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya
kebenaran…Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke
Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad SAW secara langsung.
Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan
cara kehidupan Islam.
Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru
datang dari Madinah.Mereka itu telah “bertamu dan bertemu” dengan
kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum.
Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk
bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal yang
cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu
yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya. Hari berganti dan musim
berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk
bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya
dalam hati, kapankah ia dapat bertemu Nabinya dan memandang wajah
beliau dari dekat ? Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat
membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya
selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa.
Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi
hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi
menemui Nabi SAW di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa
terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memaklumi perasaan
Uwais, dan berkata : “Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi di
rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”.
Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa
menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan
kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.
Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju
Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman.
Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir,
bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan
begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari,
semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras
baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya.
Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi
SAW, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah
sayyidatina ‘Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais. Segera saja
Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau
SAW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa
kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang
dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan
ingin menunggu kedatangan Nabi SAW dari medan perang. Tapi, kapankah
beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang
sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman,”
Engkau harus lekas pulang”.
Karena ketaatan kepada ibunya,pesan ibunya tersebut telah mengalahkan
suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi SAW.
Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada sayyidatina ‘Aisyah
r.a. untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya
untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan haru.
Sepulangnya dari perang, Nabi SAW langsung menanyakan tentang
kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa
Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni
langit (sangat terkenal di langit).
Mendengar perkataan baginda Rosulullah SAW, sayyidatina ‘Aisyah r.a.
dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi sayyidatina ‘Aisyah
r.a., memang benar ada yang mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali
ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak
dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.
Rosulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia
(Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di
tengah-tengah telapak tangannya.” Sesudah itu beliau SAW, memandang
kepada sayyidina Ali k.w (karomallahu wajhah) dan sayyidina Umar r.a.
dan bersabda : “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia,
mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan
penghuni bumi”..
Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat, hingga
kekhalifahan sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. telah di estafetkan
ke Khalifah Umar r.a. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda
Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera
mengingatkan kepada sayyidina Ali k.w. untuk mencarinya bersama. Sejak
itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu
menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka.
Diantara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya
yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua. Rombongan
kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan
mereka.
Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju
kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman,
segera khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. mendatangi mereka dan
menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan
bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di
perbatasan kota.
Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais
al-Qorni. Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar r.a.
dan sayyidina Ali k.w. memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang
melaksanakan sholat. Setelah mengakhiri shalatnya, Uwais menjawab
salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan,
Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan
kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana
pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. Memang benar ..! Dia penghuni
langit.
Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara ?
“Abdullah”, jawab Uwais. Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun
tertawa dan mengatakan : “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi
siapakah namamu yang sebenarnya ?” Uwais kemudian berkata: “Nama saya
Uwais al-Qorni”. Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu
Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut
bersama rombongan kafilah dagang saat itu.
Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali k.w. memohon agar Uwais berkenan
mendo’akan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah:
“Sayalah yang harus meminta do’a kepada kalian”. Mendengar perkataan
Uwais, Khalifah berkata: “Kami datang ke sini untuk mohon do’a (minta
di doakan) dan istighfar dari anda”.
Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat
kedua tangannya, berdo’a dan membacakan istighfar. Setelah itu
Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari
Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais
menolak dengan halus dengan berkata : “Hamba mohon supaya hari ini
saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba
yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.
Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar
beritanya. Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan di tolong oleh
Uwais , waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab
bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin topan berhembus
dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal kami
sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin
berat.
Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut
berbulu dipojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya.
Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan sholat di atas air. Betapa
terkejutnya kami melihat kejadian itu.
“Wahai waliyullah,” Tolonglah kami !” tetapi lelaki itu tidak menoleh.
Lalu kami berseru lagi,” Demi Zat yang telah memberimu kekuatan
beribadah, tolonglah kami!”Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata:
“Apa yang terjadi ?” “Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dihembus
angin dan dihantam ombak ?”tanya kami. “Dekatkanlah diri kalian pada
Allah ! ”katanya. “Kami telah melakukannya.” “Keluarlah kalian dari
kapal dengan membaca bismillahirrohmaanirrohiim!”
Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu.
Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. Sungguh ajaib, kami
semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami berikut isinya tenggelam
ke dasar laut. Lalu orang itu berkata pada kami,”Tak apalah harta
kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat”. “Demi Allah, kami
ingin tahu, siapakah namaTuan ? ”Tanya kami. “Uwais al-Qorni”.
Jawabnya dengan singkat.
Kemudian kami berkata lagi kepadanya, ”Sesungguhnya harta yang ada di
kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim
oleh orang Mesir.” “Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah
kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?”
tanyanya.“Ya,”jawab kami. Orang itu pun melaksanakan sholat dua rakaat
di atas air, lalu berdo’a. Setelah Uwais al-Qorni mengucap salam,
tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya
dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan
seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak satupun yang
tertinggal.
Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah
pulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan
tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan
ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, disana sudah ada
orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika
orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada
orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan
dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan
untuk mengusungnya.
Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, “ketika aku ikut
mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya,
lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi
tanda pada kuburannya,..(patok/batu nisan) akan tetapi sudah tak
terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah
orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa
pemerintahan sayyidina Umar r.a.)
Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman.
Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya
orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan
pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan
orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan
ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap
melaksanakannya terlebih dahulu.
Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya :
“Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni ? Bukankah Uwais yang
kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang
kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta ?
Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman
dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.
Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah
para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah
dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa
“Uwais al-Qorni” ternyata ia tak terkenal di bumi tapi menjadi
terkenal di langit….dikalangan para malaikat dan hamba2 allah yg mulia..

Arif Rahman <ariflesmono@gmail.com

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 76 Komentar

ASMAK KUN FAYAKUN


wahyu utomo
r_wahyu_utomo@yahoo.co.id
Bismilahirohmanirohim.
Dgn rahmat&ridho Allah saya iklaskn Asma Kunfayakun untuk mencari ridho Allah&brfungsi segala hajat.
Tawasul umum, ditambah nabi Khidir Balya bin Malkan a.s, wali sanga, kyai Kholil, kyai Damanhuri, Kyai Mahali, ruh&jasad ortu ma diri sendiri, man ajazani.

Tata cara:
a. Puasa 1 hari, hari Kamis jgn brbuka dgn makann yg brnyawa.
b. Baca 100* ba’da Shalat Fardu.
c. Bismilah… 3*, Shahadat 3*, Istigfar 3*, shalawat 3*, hawqolah 3*. Masing-masing tahan napas.
d. Malam Jumat shalat Taubah, shalat Tasbih, shalat Tahajud, shalat Hajat khusus (pakai Qulhu 100). Selesai berdoa dgn bahasa sendiri minta ridho Allah untuk memiliki Asma Kunfayakun secara sempurna lilahitaala.
Baca asma sekuatnya seiklasnya sampai ada perasaan kuat dihati.
Jika tdk berhasil 1* Kamis bisa diulangi sampai 7*, klu gagal gak jodoh, diterima aja. Bila mengamalkan perbanyak istiqfar.
Asma nya :

Huwawohu ladzi Kun fayakun.
Huwawohu ladzi Qul huwawohu ahad.
Huwawohu ladzi lailaha ilallah muhammad darosulullah.

Sebelum mengamalkan minta doa restu ortu (klu dah mninggal, sbaikny d ziarahi) dan guru spiritual saudara.
Salamun qoulam mirrobirohim. Terima kasih KWA.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 405 Komentar

PENGIJAZAHAN ASMAK ASHIF BIN BARKHOYA


Sugik Sawunggaling
Saya ijazahkan buat bolowongalus asmak ashif bin barkhoya
ALLAHUMMA YAA HAYYU YA QOYYUUM YAA DZAL JALALI WAL IKROM BIHAQQI AHIYAN SYAROOHIYAN ADUNAAYA ASHBAUTI ALI SYADAYA. 717 x tiap malam. 7 X tiap habis sholat.
Dalam kitab Al Aufaq karya Imam Al Ghozali diterangkan konon ashif memindahkan istana ratu Balqis ke hadapan Nabi Sulaiman menggunakan asmak ini sebelum nabi Sulaiman mengedipkan matanya, mengalahkan kemampuan Ifrit. Ashif adalah salah satu Menteri Nabi SUlaiman. Di dalam asmak ini ada Ismul A’dhom (Ya Hayyu Ya Qoyyum) merupakan salah satu asmak Allah yang tertulis di tongkat Nabi Musa yang mana ia sebagai sarana menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati. selain fungsi itu, asmak di atas berfungsi mewujudkan yang goib/samar atas ijin Allah SWT. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 726 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. Tema Adventure Journal.