MINTA TOLONG ISTERIKU SELINGKUH


Salam sadulur KWA . salam hormat kepada sesepuh K W A Nama saya DIDING ROBIANSYAH BIN JAHAR. aku punya seseorang istri yang bernama MIMI BINTI LANDRA yang ku nikahi di KAPUK PS.TIMBUL selama hampir 3 tahun tanpa di karunia seorang anak dan selama ini dia selalu berbohong kepadaku tapi aku selalu memaafkannya dan itu selalu terjadi berulang kali tapi aku sebagai suami yang selalu ingin mempertahankannya selalu memaafkannya tetapi tiba-tiba kepergok selingkuh dengan lelaki lain sampai 2 kali dan rumah tanggaku yang dulu bahagia kini bagaikan sebuah neraka dia (istriku) selalu kuingatkan bahwa ia mempunyai seorang suami tapi tidak pernah digubris atau diperhatikan meskipun aku sakit sekalipun ketika dia (istriku) aku pergok berulang kali bertelepon dengan selingkuhannya selalu berbohong dia bilang hanya teman kerja atau tante, bibi entah apalagi, saat itu rumah tangga ku mulai ketahuan hancur istriku kabur dengan membawa buku nikah yang dulu adalah bukti janji kami berdua dengan alasan kerja

 Padahal ia ingin lebih leluasa dengan lelalki lain yang berada sekitar kapuk, tiba-tiba dia datang bersama pamannya untuk minta cerai padahal aku sama sekali tidak menceraikan baik itu kata-kata maupun surat bahkan di berani berkata kapada tetangga , teman maupun saudaranya bahkan selingkuhannya ia sudah bercerai dengan suaminya, aku mecari kesemua tempat baik disekitar kapuk mauoun cengkareng bahkan aku telepon dia pun tidak menjawab tiba-tiba aku mendapat kan informasi bahwa dia sudah menikah dengan selingkuhannya di kapuk itu hal yang sakit dia pergi bulan APRIL 2010 yang lebih sakit lagi aku selalu mengadu kepada orang tuanya TENTANG KELAKUANNYA baik dia sering berbohong sampai dia bertelepon dengan selingkuhannya kepada orang tuanya tapi malah justru mendukungnya,

 Sekarang aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan, tolong berikan aku petunjuk apa yang harus aku lakukan minta tolong ke POLISI rasanya tidak mungkin, mencari dia rasanya tidak mungkin aku tidak tahu dimana dia tinggal , jadi tolong bantu aku dan petunjuk dari kalian, sekarang bagiku …..!!!! Bagaimana caranya MIMI BINTI LANDRA bisa kembali kepada saya lagi , saya minta tolong kepada sadulur KWA WONG ALUS maupun SESEPUH KWA, saya masih mencintainya meskipun sakit apabila mengingatnya, tolong tolong saya,, nama saya DIDING ROBIANSYAH, JL. PEDONGKELAN BARU RT.003 RW.016 NO.106 JAKARTA BARAT 11720 TELP-021 94143189 TOLONG SAYA.

email didingrobiansyah@yahoo.com

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 98 Komentar

AMALAN PENARIKAN BENDA GOIB DENGAN MEDIUM AIR SEGELAS


Amalan ini diajarkan oleh seorang sesepuh pakar penarikan benda goib berinisial ”Den Bagus” dari Sidoarjo untuk banyak manfaat. Salah satunya adalah menarik beragam akik, keris dll dari alam goib ke alam nyata. Dengan amalan ini pula Den Bagus sudah melakukan ribuan kali penarikan benda goib dan berhasil.  Beberapa kali saya menemani Den Bagus dalam mempraktekkannya penarikan benda goib ini. Dan di suatu hari, Den Bagus melakukan penarikan benda goib di suatu sungai kecil dan hasilnya mendapatkan batu akik hampir setengah tas plastik “tas kresek” (jumlahnya barangkali ratusan) dengan sangat mudah.

Berikut mantranya:

“GOIB TANAH JOWO PAYUNGONO AKU KUDUNGONO AKU”

Den Bagus menyarankan agar mantra ini terisi energi adalah melakukan puasa Dawud (sehari puasa sehari tidak puasa) atau puasa Senin Kamis. Berapa kali kita harus puasa? Terserah kemantapan hati, katanya. Kita pasrah pada Allah SWT yang akan menentukan apakah amalan kita nanti diijabah setelah kita melaksanakan puasa berapa kali.

Jumlah bilangan wirid bebas tidak tertentu, sampai amalan benar benar bisa dipraktekkan. Pada saat melaksanakan puasa, mantra ini dibaca sekurang kurangnya 17 kali setiap usai sholat fardhu.

Untuk melakukan penarikan benda goib diperlukan energi metafisik yang besar. Maka disarankan memenuhi syarat yaitu menjauhi hal hal yang negatif seperti mabuk, ngebut, mencuri, judi, tawuran, pacaran yg berlebihan. Sebab hal-hal negatif tersebut mengurangi energi spiritual kita.

Cara mempraktekkannya: Baca mantra tersebut 3 kali dengan KEYAKINAN BAHWA MANTRA ANDA SANGAT KUAT (ini kuncinya) dan tiupkan ke segelas air putih bisa juga dalam air minum kemasan. Benda goib akan muncul di dalam gelas tersebut secara perlahan-lahan. Bila belum muncul, cari tempat gelap dan biarkan sejenak.

Silahkan dicoba.  Salam.

@Wongalus,2012

Foto:

DEN BAGUS

BATU AKIK PENARIKAN DEN BAGUS

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, PENARIKAN BENDA GOIB DI DALAM GELAS | 589 Komentar

AMALAN BUAT YANG HOBI MANCING MANIA


Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Rahayu karaharjan semoga selalu untuk sedulur semua di nusantara , yang suka memancing Amalan ini merupakan amalan resep rahasia yang diberikan oleh guru saya ketika saya silaturohmi dan minta di wedar keilmuan untuk memancing

Syarat membuat ramuan:
Siapkan gula halus 1 bungkus ,setelah itu buka penutupnya,kerjakan sholat hajat 2 r
oka’at
baca amalan sbb:
1) Basmalah 11x (Tahan napas)
2) Wa-al qoitu alaika mahabatamminni walitusna’a ala aini 1000x
3) Ya rozaq 3000x

Setelah itu tiup kegula tersebut,jika mau memancing gula itu taburkan bersama umpan,baik itu udang,cacing atau dedak dll setiap pemakaian gak usah banyak banyak cukup ½ sendok aja,jika gula itu habis ya buat lagi dengan amalannya,jika masih ada jika mau nambah powernya silahkan di baca tiap hari,jika mau memancing baca amalan masing masing .. 7x
dan di lanjut sebanyak banyaknya cukup dibaca di dalam hati sampai dapat ikan

Nah selamat mencoba
Salam memancing, Senengnya yen lagi mancing , ning aja seneng mancing-mancing lan aja gampang kepancing enggih….mongggo dereaken sedulur semuanya yg ada niat utk memancing.

Rahayu…3x
Nuwun
Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Ki Ageng JJ
( Padepokan Jumantoro Banten)

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 151 Komentar

AYO SIAP SIAP …..


=====

Hukum kematian manusia terus berlaku karena dunia juga bukan tempat yang kekal abadi. Adakalanya seorang manusia menjadi penyampai berita, dan esok hari tiba-tiba menjadi bagian dari suatu berita, ia dicipta sebagai makhluk yang senantiasa galau nan gelisah, sedang engkau mengharap selalu damai nan tenteram wahai orang yang ingin selalu melawan tabiat, engkau mengharap percikan api dari genangan air. Kala engkau  berharap yang mustahil terwujud, engkau telah membangun harapan di bibir jurang yang curam. Kehidupan adalah tidur panjang, dan kematian adalah kehidupan maka manusia diantara keduanya; dalam alam impian dan khayalan. Maka selesaikan tugas dengan segera, niscaya umur-umurmu, akan terlipat menjadi lembaran-lembaran sejarah yang akan ditanyakan. Sigaplah dalam berbuat baik laksana kuda yang masih muda, kuasailah waktu, karena ia dapat menjadi sumber petaka  dan zaman tak akan pernah betah menemani Anda, karena ia akan selalu lari meninggalkan Anda sebagai musuh yang menakutkan dan karena zaman memang dicipta sebagai musuh orang-orang bertakwa.

(La-Tahzan. Dr. Aidh al Qarni)

=====

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 43 Komentar

BILA HARAPAN DAN DOA TIDAK TERKABUL….


PILIH MANA HARAPAN DAN KEINGINANMU TERKABUL TAPI SESUNGGUHNYA ALLAH SWT SEDANG MENGUJIMU DENGAN SIFAT RAKUSMU, ATAU KEINGINAMU TIDAK TERKABUL TAPI KAMU NAIK DERAJAT DI SISI ALLAH SWT KARENA IA RIDHO PADAMU?

بسم الله الرحمن الرحيم
رَبِّ إِنِّي مَغْلُوْبٌ فاَنْتَصِرْ،
Wahai Allah aku sudah kalah —kalah oleh tubuh dan nafsuku hingga tak mampu terus menerus berdzikir dan mendekat pada Mu—, maka berilah pertolongan,
وَجْبُرْ قَلْبِي الْمُنْكَسِرْ،
Maka hiburlah hatiku yang telah hancur ini
واَجْمَعْ شَمْلِي الْمُنْدَثِرْ،
Maka padukanlah kemuliaan dan kesempurnaan yang telah terselubung
إِنَّكَ أَنْتَ الرَّحْمَنُ الْمُقْتَدِرْ،
Sungguh Engkau Yang Maha Pengasih dan Maha Menentukan
إِكْفِنِي ياَ كاَفِي، وَأَناَ الْعَبْدُ الْمُفْتَقِرْ.
Cukupkanlah bagiku dan aku adalah hamba yang sangat memerlukan bantuan Mu.

Manusia sering salah paham terhadap harapan dan doa-doanya yang tertolak. Ia bahkan sangat sadar bahwa diterimanya doa bisa berarti penolakan. Pejalan spiritual harusnya lebih takut bila daftar panjang doa-doanya dikabulkan justru akan melahirkan kemudharatan, karena perhatian tidak lagi tertuju pada Tuhan, tetapi habis waktu mengonsumsi hasil-hasil doanya. Ia bersyukur jika doa-doanya ditolak karena yakin pasti itu akan membahayakan kelanggengan hubungan mesra dengan Tuhannya.

Akhirnya, doa baginya sudah semakin pendek karena ditenggelamkan oleh munajatnya. Ia lebih sibuk naik ke atas ketimbang memohon rahmat lebih banyak turun ke bawah. Untuk apa rahmat lebih banyak turun, jika ia sendiri tidak bisa naik karena rahmat itu. Ia lebih memilih untuk naik ke atas ketimbang rahmat-Nya turun ke bawah. Lambat laun, yang bersangkutan tidak lagi ridha dengan surga dan tidak juga takut dengan neraka. Masihkah seseorang butuh surga atau takut neraka jika seseorang sudah menyatu dengan Pencipta surga dan neraka itu? Seseorang yang berada di maqam kasyaf akan berteriak ambillah surga itu, aku cukup bermesraan dengan Tuhanku.

Syeikh Abdul Qadir al Jilani rahimahullah, seorang Wali al-Ghauts al A’zham dalam kitabnya ”Futuhal Ghaib” menjelaskan bahwa seseorang akan mampu mengalami kemesraan dengan Tuhan apabila seseorang itu berupaya keras untuk memisahkan antara kebutuhan dan keinginan dirinya dengan ”keinginan” atau kehendak/iradat Tuhan.

”Hindarkanlah dirimu dari orang ramai dengan perintah Allah, dari nafsumu dengan perintah-Nya dan dari kehendakmu dengan perbuatan-Nya agar kamu pantas untuk menerima ilmu Allah. Tanda bahwa kamu telah menghindarkan diri dari orang ramai adalah secara keseluruhannya kamu telah memutuskan segala hubungan kamu dengan orang ramai dan telah membebaskan seluruh pikiranmu dengan segala hal yang bersangkutan dengan mereka.”

Tanda bahwa seseorang pejalan spiritual itu telah putus dari nafsu, kata Syeikh Abdul Qadir Jilani, adalah apabila dia telah membuang segala usaha dan upaya untuk mencapai kepentingan keduniaan dan segala hubungan dengan cara-cara duniawi untuk mendapatkan sesuatu keuntungan dan menghindarkan bahaya.

”Janganlah kamu bergerak untuk kepentinganmu sendiri. Janganlah kamu bergantung kepada dirimu sendiri didalam hal-hal yang bersangkutan dengan dirimu sendiri. Serahkanlah segalanya kepada Allah, karena Dia-lah yang memelihara dan menjaga segalanya, sejak dari awalnya hingga kekal selamanya. Dia-lah yang menjaga dirimu di dalam rahim ibumu sebelum kamu dilahirkan dan Dia pulalah yang memelihara kamu semasa kamu masih bayi.” ujarnya.

Menurut Syeikh Abdul Qadir Jilani, tanda-tanda bahwa seseorang itu telah mampu menghindarkan diri dari kehendaknya dengan perbuatan Allah adalah apabila ia tidak lagi melayani kebutuhan-kebutuhannya, tidak lagi mempunyai tujuan apa-apa dan tidak lagi mempunyai kebutuhan atau maksud lain, karena ia tidak mempunyai tujuan atau kebutuhan selain kepada Allah semata-mata.

”Perbuatan Allah tampak pada kamu dan pada masa kehendak dan perbuatan Allah itu bergerak. Badanmu pasif, hatimu tenang, pikiranmu luas, mukamu berseri dan jiwamu bertambah subur. Dengan demikian kamu akan terlepas dari kebutuhan terhadap kebendaan, karena kamu telah berhubungan dengan Al-Khaliq. Tangan Yang Maha Kuasa akan menggerakkanmu. Lidah Yang Maha Abadi akan memanggilmu. Tuhan Semesta alam akan mengajar kamu dan memberimu pakaian cahaya-Nya dan pakaian kerohanian serta akan mendudukkan kamu pada peringkat orangorang alim terdahulu.”

Syeikh Abdul Qadir Jilani menjelaskan setelah mengalami semua ini, hati seseorang itu akan bertambah lebur, sehingga nafsu dan kehendak akan hancur bagaikan sebuah tempayan yang pecah dan yang tidak lagi berisikan air walau setetespun. Diri akan Kosong dari seluruh perilaku kemanusiaan dan dari keadaan tidak menerima suatu kehendak selain kehendak Allah. Pada peringkat ini, seseorang akan dikarunia keramat-keramat dan perkara-perkara yang luar biasa. Pada zhahirnya, perkara-perkara itu datang darinya, tapi yang sebenarnya adalah perbuatan dan kehendak Allah semata.

Oleh karena itu, kata Syeikh Abdul Qadir Jilani, masuklah kamu ke dalam golongan orang-orang yang telah luluh hatinya dan telah hilang nafsu-nafsu kebinatangannya. Setelah itu kamu akan menerima sifat-sifat ke-Tuhan-an yang maha tinggi. Berkenaan dengan hal inilah maka Nabi besar Muhammad saw. bersabda, “Aku menyukai tiga perkara dari dunia ini: bau-bauan yang harum, wanita dan shalat yang apabila aku melakukannya, maka mataku akan merasa sejuk di dalamnya”. Semua ini diberikan kepadanya setelah seluruh kehendak dan nafsu sebagamana disebutkan di atas terlepas dari dirinya.

Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku bersama mereka yang telah luluh hatinya karena Aku.” Allah Ta’ala tidak akan menyertai kamu, sekiranya semua nafsu dan kehendakmu itu tidak diluluhkan. Apabila semua itu telah hancur dan luluh dan tidak ada lagi yang tersisa pada dirimu, maka telah pantaslah kamu untuk ‘diisi’ oleh Allah dan Allah akan menjadikan kamu sebagai orang baru yang dilengkapi dengan tenaga dan kehendak yang baru pula.

Jika ego tampil kembali, walaupun hanya sedikit, maka Allah akan menghancurkannya lagi, sehingga kosong kembali seperti semula, dan untuk selamanya akan tetap luluh hati. Allah akan menjadikan kehendak-kehendak baru di dalam diri seseorang dan jika dalam pada itu masih juga terdapat diri (ego), maka Allah-pun akan terus menghancurkannya. Demikianlah terus terjadi sehingga ia menemui Tuhan di akhir hayat nanti. Inilah maksud firman Tuhan, “Sesungguhnya Aku bersama mereka yang telah luluh hatinya karena Aku.” Ia akan mendapatkan diri yang ‘kosong’, yang sebenarnya ada hanyalah Alah.

Di dalam hadits Qudsi, Allah berfirman, “Hamba-Ku yang ta’at senantiasa memohon untuk dekat dengan-Ku melalui shalat-shalat sunatnya. Sehingga aku menjadikannya sebagai rekan-Ku, dan apabila aku menjadikan dia sebagai rekan-Ku, maka aku menjadi telinganya yang dengan itu ia mendengar, menjadi matanya yang dengannya ia melihat, menjadi tangannya yang dengannya ia memegang dan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan, yakni mendengar melalui Aku, memegang melalui Aku dan mengetahui melalui Aku.”

Sebenarnya, ini adalah keadaan ‘fana’ atau terhapusnya diri. Syeikh Abdul Qadir Jilani menjelaskan apabila seseorang mampu memfanakan diri dan telah melepaskan diri dari makhluk —oleh karena makhluk itu bisa baik dan bisa juga jahat dan oleh karena diri itu bisa baik dan bisa juga jahat— maka menurut pandangannya tidak ada suatu kebaikan yang datang dari diri atau dari makhluk itu dan ia tidak akan merasa takut kepada datangnya kejahatan dari makhluk. Semua itu terletak di tangan Allah semata. Karenanya, datangnya buruk dan baik itu, Dia-lah yang menentukannya semenjak awalya.

Dengan demikian, kata Syeikh Abdul Qadir Jilani, Dia akan menyelamatkan kamu dari segala kejahatan makhluk-Nya dan menenggelamkanmu di dalam lautan kebaikan-Nya. Sehingga kamu menjadi titik tumpuan segala kebaikan, sumber keberkatan, kebahagiaan, kesentosaan, nur (cahaya) keselamatan dan keamanan. Oleh karena itu, ‘Fana’ adalah tujuan, sasaran, ujung dan dasar perjalanan Wali Allah.

SEMUA WALI ALLAH, DENGAN TINGKAT KEMAJUAN MEREKA TELAH MEMOHON DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH KEPADA ALLAH UNTUK MENGGANTIKAN KEHENDAK ATAU KEMAUAN MEREKA DENGAN KEHENDAK ATAU KEMAUAN ALLAH. MEREKA SEMUANYA MENGGANTIKAN KEMAUAN ATAU KEHENDAK MEREKA DENGAN KEMAUAN ATAU KEHENDAK ALLAH. PENDEK KATA, MEREKA MEMFANA-KAN DIRI MEREKA DAN ME-WUJUDKAN ALLAH.

Karena itu, mereka dijuluki ‘Abdal’ (perkataan yang diambil dari kata ‘Badal’ yang berarti ‘pertukaran’). Menurut para waliyullah menyekutukan kehendak mereka dengan kehendak Allah adalah suatu perbuatan dosa. Sekiranya mereka lupa, sehingga mereka dikuasai oleh emosi dan rasa takut, maka Allah Yang Maha Kuasa akan menolong dan menyadarkan mereka. Dengan demikian mereka akan kembali sadar dan memohon perlindungan kepada Allah. Tidak ada manusia yang benar-benar bebas dari pengaruh kehendak egonya (dirinya) sendiri, kecuali malaikat.

Para malaikat dipelihara oleh Allah dalam kesucian kehendak mereka. Sedangkan jin dan manusia telah diberi tanggung jawab untuk berakhlak baik, tapi mereka tidak terpelihara dari dipengaruhi oleh dosa dan maksiat. Para wali dipelihara dari nafsu-nafsu badaniah dan ‘abdal’ dipelihara dari kekotoran kehendak atau niat. Walaupun demikian, mereka tidak bebas mutlak, karena merekapun mungkin mempunyai kelemahan untuk melakukan dosa. Tapi, dengan kasih sayang-Nya, Alah akan menolong dan menyadarkan mereka.

Sekarang, marilah kita memperbaiki keimanan kita masing-masing. Kita memang manusia biasa yang banyak dosa dan kesalahan. Namun kita juga menyadari bahwa kita diciptakan Allah SWT ini mengemban misi yang mulia untuk membersikan diri masing-masing dan mengajak kepada jalan yang benar dan lurus sesuai dengan kemampuan. Kita perlu memperbarui keimanan dengan bersahadat ulang.

Allah menjamin pengampunan dosa secara total –fagfir al dzunuuba jami’an— bagi orang yang telah menjalani pertobatan khusus —taubatan nashuha. Sebesar apa pun dosa sebelumnya, ia merasa plong dengan tekad bulat dalam hati yang baru dilakukannya dengan penuh haru. Teteskan air mata di sajadah untuk melunturkan diri di hadapan Ilahi. Kita optimistis dengan menatap ke depan akan menjadi lebih baik karena hadis nabi, ”Air mata tobat menghapuskan api neraka” dan ”JERITAN TOBAT-NYA PARA PENDOSA LEBIH DISUKAI TUHAN KETIMBANG GEMURUH TASBIHNYA PARA ULAMA”

===SUBHANAKA YA HAYYU SUBHANAKA YA QOYYUMU SUBHANAKA YA AMADU SUBHANAKA YA MAN LAM YALIDU WALAM YULADU WALAM YAKUN LAHU KUFUWAN AHADU LAILAHA ILLA ANTA WALA QODIRA GHAIRUKA WALA MA’BUUDA SIWAAKA===

@wongalus,2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 45 Komentar

MAJELIS AGUNG: KISAH GURU SUFI MENCARI TUHAN


ARTIKEL BERIKUT INI ADALAH PENUTURAN GURU SUFI BAWA MUHAIYADDEEN (ASLINYA BERJUDUL “DIVINE ASSEMBLY” DITERJEMAHKAN DARI BUKU THE TREE THAT FELL TO THE WEST) YANG SUDAH BEREDAR DI DUNIA MAYA YANG MENCERITAKAN TENTANG PERJALANAN SPIRITUALNYA. MONGGO DISIMAK UNTUK MEMPERKAYA WAWASAN KITA BERSAMA. NUWUN.

Pencarian saya akan Tuhan berlangsung 21 tahun lamanya pada tahap pertama: tahapan syari’at. Saya pergi mencari Tuhan di pura dan candi-candi, gereja, masjid-masjid — tanpa makan, minum dan tidur, selama 21 tahun. Dan sepanjang itu pula saya menemui para tokoh, swami atau yogi. Pengalaman bersama mereka seperti meyakinkan saya bahwa walaupun apa yang mereka ajarkan tampak benar, namun terasa seperti tanpa garam, tak berasa apa-apa. Saat saya tanyakan apakah mereka melihat Tuhan, mereka tak sanggup menjelaskan-Nya. Kata-kata mereka hambar. Mereka sempat mengatakan bahwa satu-satunya jalan untuk melihat Tuhan adalah dengan bersemedi. Maka saya pun mendaki bukit di hutan, duduk di bawah sebuah pohon, menutup mata dan bersemedi 41 tahun lamanya. Namun saya tetap tak melihat Tuhan. Meski banyak hal tampil di sana, kerlap-kerlip, kilau cahaya dan berbagai keajaiban, namun kala saya acungkan senjata yang diberikan guru, mereka pun habis terbakar, pupus.
Saya telah bertemu banyak tokoh agama, swami, orang-orang suci yang datang meminta tolong kepada saya, karena tak mampu menunjuki apapun. Mereka mohon perlindungan. Mereka meminta agar saya tak menghancurkan mereka. Lantaran tak seorang pun sanggup memenuhi apa yang saya inginkan, saya pun mengurung diri ke pegunungan Himalaya selama 12 tahun. Di puncak gunung, di atas sana, saya berdiri dengan satu kaki pada bekas tetesan air yang telah membeku yang kelihatan seperti akar sebuah pohon. Saya berdiri seperti itu 12 tahun lamanya, berharap untuk dapat melihat Tuhan. Jika kalian mencoba berdiri dengan posisi yoga seperti itu, kalian tak akan sanggup membengkokkan tubuh.
Setelah 12 tahun waktu berjalan, saya pun terbangun dan menemukan tubuh saya telah tertutup es dan ditangkupi kabut tebal. Saya gunakan senjata dari guru untuk memecah es itu, dan seketika itu pun saya menyaksikan sebuah pemandangan yang luar biasa. Saya melihat banyak orang, yakni mereka yang telah begitu lama berada di tempat itu, mereka yang berdiri dengan dua kaki, dan mereka yang tertidur atau yang sekedar beristirahat beberapa tahun. Kebanyakan mereka tak sanggup bertahan dan meninggalkan tempat itu setelah sekian lama. Saya juga melihat bangkai-bangkai orang mati di sekeliling saya. Beberapa di antaranya tanpa jantung atau bahkan tak lagi berdaging, sementara yang lainnya benar-benar hanya tinggal tengkorak. Mereka adalah orang-orang yang datang untuk yoga, namun mereka tak lagi bernyawa. Saya katakan kepada pikiran saya sendiri, “Lihatlah, pikiranku, engkau telah menyia-nyiakan masa hidupku. Aku menghabiskan 70 tahun mencoba menemukan Tuhan, namun tak sedikit pun suara-Nya, kata-kata-Nya atau bahkan gaung-Nya terdengar. Kita berdua telah membuang waktu sia-sia. Demikian pula orang-orang di sini, mereka binasa di tengah jalan. Tuhan tidak di sini, aku harus mencarinya lebih jauh.” Saya pun turun dan pergi dari tempat itu.
Lalu terdengarlah sebuah suara. Saya acungkan senjata ke arah suara itu. Saya mendengarnya seperti sebuah nyanyian, tapi bukan nyanyian sihir, bukan nyanyian yang memperdayakan. Ternyata kemudian, itulah waktu ketika hati (qalb) saya menerima Hikmah Agung. Diri saya disulut oleh Al-Hikmah. Segalanya menjadi terang benderang dan saya melihat segalanya, segala yang ada! Seluruh misteri ditampakkan di hadapan saya. Lewat pemahaman akan misteri-Nya dan rahasia-rahasia dari ciptaan-Nya itu, saya melihat Tuhan Sendiri bagai pelita suci yang terang benderang.
Itulah tahapan ketika saya menjadi guru di wilayah empat agama, bekerja sekuat tenaga mempelajari makna dari agama-agama ini. Dari keempat agama ini, masing-masing terpilih 60 orang yang telah mencapai tahapan hikmah yang sangat tinggi, dan saya menjadi guru bagi mereka, mencerahkan mereka dengan hikmah yang lebih dalam. Saya bertemu mereka dalam keberagamaan mereka masing-masing, di pura atau candi-candi, di gereja, di masjid, mencoba memberi mereka pemahaman tentang Tuhan dan kebenaran-Nya. Saya mengajari mereka tentang apa yang mereka cari selama ini. Mereka masih hidup sampai kini, tidak mati. Meski mereka telah meninggalkan wujud fisik mereka, tapi mereka tetap hidup, walau tersembunyi. Mereka tidak mati.
Mereka termasuk ke dalam sebuah majelis yang mengatur bumi. Seperti halnya Kongres di negeri ini, ada sebuah kongres Ketuhanan, Majelis Agung. Dan seperti halnya Kongres yang terdiri dari Senat dan dewan-dewan perwakilan, Majelis Agung ini yang berisi orang-orang suci di dalamnya, juga terbagi ke dalam dewan-dewan yang memiliki urusan yang berbeda-beda. Sebagian berurusan dengan penyakit, bagaimana ia menjangkiti, dan apa penyebabnya. Sementara bagian lain bertanggungjawab pada produksi dan distribusi makanan. Ada juga yang berurusan dengan penyebaran hikmah dan pengetahuan. Sementara yang lainnya lagi, yakni para utusan Tuhan, gnani dan wali-wali bertugas menyampaikan pesan-pesan Tuhan bagi dunia ini. Mereka berada di pucuk gunung, bertugas menjaga kebutuhan fisik dan spiritual kaumnya. Yang lainnya adalah para wali yang ditugaskan untuk melaksanakan urusan tertentu. Seperti itulah alam ini berjalan.
Barangsiapa menyerahkan tubuh fisiknya untuk masuk ke wilayah hikmah, maka ia akan masuk ke dalam kelompok ini, Majelis Agung, menjalankan tugas-tugas di 18.000 alam. Majelis ini bertanggungjawab atas hujan, bagaimana dan di mana ia turun, seperti apa pengendaliannya. Mereka bertanggungjawab atas makanan, siapa yang menanam, di mana, dan bagaimana ia didistribusikan. Mereka mengawasi penyakit-penyakit, paceklik, dan wabah, bagaimana datangnya, bagaimana cara mengendalikannya. Seluruh aspek kehidupan dijalankan oleh mereka yang berada di majelis ini, termasuk pula di dalamnya para malaikat yang agung: Jibril a.s., Mikail a.s., Izrail a.s. sang pencabut nyawa, Israfil a.s., Munkar a.s. dan Nakir a.s., Raqib a.s. dan Atid a.s. Para malaikat ini membawa perintah Tuhan kepada majelis untuk didiskusikan, dan ketika sesuatu hal selesai dibahas, berbagai keputusan pun diambil.
Saya pun terhubung dengan majelis ini. Saya pernah ditugaskan mengepalainya, yakni sebagai sheikh dari majelis ini. Ini bukan satu hal yang saya inginkan, tapi ini dilimpahkan kepada saya. Tapi sudahlah, saya tak akan membicarakan itu lebih jauh lagi, mari kita membahas yang lain.
Anak-anakku terkasih, lebih dari 400 tahun terakhir, tak seorang pun di bumi ini tergabung dengan Majelis Agung. Dan untuk itulah alasan saya didatangkan ke sini, yakni menemukan orang-orang di dunia ini untuk kemudian dijadikan anggotanya. Dalam menjalankan misi ini, saya telah membawa dan menebarkan hal-hal, cukup banyak sampai memenuhi sebuah bahtera yang bahkan sanggup membawa jutaan kapal-kapal kecil. Demikian banyak yang telah saya bawa dan coba berikan, namun selama seratusan tahun terakhir itu hanya enambelas-setengah orang yang benar-benar menjadi manusia yang sesungguhnya. Berapa jutakah jumlah orang di dunia ini? Dari semua itu, hanya sedikit sekali yang menerima apa yang saya tawarkan. Mereka menginginkan apa yang ada di dalam bahtera, namun ketika mereka datang kepada saya, mereka membawa beban-beban yang begitu banyak sehingga tak sanggup lagi menampung apa yang saya coba tawarkan.
Tampaknya tak seorang pun siap menerima apa yang saya bawa. Malahan, semua orang mencoba menawari saya dengan apa-apa yang mereka miliki, mereka berusaha menjual barang-barang yang saya tak mungkin membelinya. Juga meski sebagian orang berkeinginan menerima apa yang saya bawa, akan tetapi gudang mereka telah penuh, dan tak ada lagi ruang bagi apa-apa yang hendak saya berikan. Bahkan ketika mereka telah meraihnya sekalipun, seketika itu pula mereka membuangnya kala menyadari mereka tiada sanggup menyimpannya. Beberapa dari mereka berkata, “Tunjukkan Tuhanmu kepadaku, tunjukkan Tuhan yang engkau bicarakan itu. Kami punya satu tuhan yang dapat kami lihat. Lihat, Bawa, lihat tuhan milik kami ini,” dan mereka menunjukkan saya tuhan anjing mereka, patung Krishna mereka, atau tuhan apapun yang mereka miliki. Mereka berkata, “Bawa, engkau berbicara tentang Tuhan yang tak tampak, mana Tuhanmu?”
Saya jawab, “Meski engkau dapat melihat tuhanmu, dapatkah engkau berbicara dengannya, dapatkah ia berbicara denganmu?” Mereka bilang, “Tidak, kami tak dapat bercakap-cakap dengannya, tapi paling tidak kami bisa melihatnya.” Apa yang mereka inginkan hanyalah sesuatu yang mereka bisa lihat dengan mata kepala. Lalu mereka bertanya lagi, “Mana Tuhan yang engkau omongkan itu?”
Saya jawab, “Dia ada di dalam dirimu, Dia ada di dalam diriku, Dia di sini, Dia di sana, Dia ada di mana-mana. Jika engkau menginginkan-Nya, engkau musti menempatkannya di sebuah bejana khusus. Lihat ini, ambil pelita ini. Ini adalah permata yang tak ternilai harganya. Jika engkau menyimpannya dengan baik, engkau akan melihat di mana Tuhan berada. Begitu permata ini memandang kepada-Nya, seketika itu pula ia akan mengeluarkan pelita pesan-pesannya. Engkau tak akan sanggup melihat Tuhan tanpa kekuatan dari cahaya ini.”
“Mana cahaya itu?” tanya mereka, “Tunjukkan cahaya itu, tunjukkan mana Tuhanmu!” Namun ketika saya berusaha menunjukkannya, saya perhatikan mereka membawa empat bejana yang berbeda untuk menampung apa yang saya coba berikan kepada mereka. Bejana yang pertama adalah saringan, persis seperti serat-serat pohon kelapa. Bejana yang kedua mirip seekor kerbau. Yang ketiga bagai pot rusak. Dan yang keempat menyerupai angsa. Semua yang datang, membawa salah satu dari keempat bejana ini untuk mewadahi apa yang saya coba berikan.
Ketika dijelaskan kepada mereka, “Tuhan adalah seperti nektar yang lezat tiada putus-putusnya,” ketika saya mengajak mereka untuk minum madu ilahiah ini, dan ketika saya mengarahkan dan mencoba menuangkannya kepada mereka, bejana yang mereka miliki tak sanggup menampungnya. Saya serukan kepada mereka yang datang dengan pikiran yang seperti saringan, “Kemarilah wahai anakku, ini madu, ini nektar.” Namun ketika saya menuangkannya, madunya hanya meluncur ke bawah; dan hanya kotoran yang tertinggal di atasnya.
Kala mereka melihatnya, mereka bilang, “Apa ini? Aku hanya melihat sampah di sini!” dan mereka pun pergi.
Selanjutnya datanglah mereka yang memiliki pikiran layaknya pot rusak. Saya berkata, “Ini, simpan ini, minumlah.” Saya pun menuang nektar itu, mereka melihat ke dalam pot itu dan menemukannya telah kosong.
Segala yang saya tuang hanya lewat saja melalui lubang-lubang pot. Pot rusak dari pikiran rendah yang tanpa iman ini tak sanggup menampungnya. Lalu mereka mulai membentak saya, “Mana hal-hal yang engkau ceritakan itu? Aku tak melihatnya. Engkau berbohong, engkau tak benar-benar melihat Tuhan,” dan mereka pun pergi.
Kemudian datanglah mereka yang memiliki pikiran kerbau. Saya menunjuk kepada lautan nektar di sana, danau yang berisi air jernih yang lezat tiada tara, mengajak mereka meminum sarinya. Akan tetapi, bukannya berdiri di tepi danau dan meminumnya perlahan, mereka masuk ke tengah danau, melompat-lompat dan mengaduk-aduk lumpur di bawahnya, mengotori airnya. Mereka kembali dari tengah danau dan bertanya-tanya, “Mana air jernih yang engkau ceritakan itu, mana rasa yang lezat itu? Kami hanya melihat lumpur dan kotoran ini!” Mereka yang mengotori air, mereka pula yang kembali bertanya. Mereka adalah orang-orang yang mengambil tiga langkah awal dari perjalanan mendaki: sariyai, kiriyai, dan yogam, mengganggu kejernihan nektar dengan tiga langkah ini. Mereka pun akhirnya pergi.
Yang keempat adalah mereka yang seperti angsa, seekor burung yang begitu indah, putih bersih dengan paruhnya yang panjang. Angsa semacam ini, konon, sukar ditemui di dunia ini. Jika engkau mencampur air dengan susu, burung ini akan memasukkan paruhnya dan menghisap hanya susunya dan menyisakan air di dalamnya. Ia memiliki kemampuan untuk membedakan susu dengan air. Mereka yang datang bak angsa ini sanggup membedakan antara yang duniawi dan yang ilahiah. Mereka dengan hati-hati menyerap yang ilahiah dan meninggalkan apa yang cuma sekedar ilusi. Dalam kata-kata seorang guru atau apa saja yang ada dalam pikiranmu, senantiasa ada campuran antara susu murni dengan air. Barangsiapa sanggup membedakan antara keduanya dan mengambil sari-sari kemurnian, sari-sari kebenaran, mereka telah mencapai tingkatan gnani, sosok yang memiliki hikmah agung.
Hanya ia yang mampu membedakan realitas dari yang bukan-realitas akan mampu pula melihat dirinya, melihat Tuhan dan bersatu dengan-Nya. Ia akan dapat melihat kebenaran, paham akan ilusi-ilusi. Ia akan melihat kehidupannya sendiri, ia akan melihat kehidupan yang lainnya dan dapat berkomunikasi dengan semuanya. Ia akan mendengar tasbih atau meditasi yang berbeda-beda dari setiap makhluk di bumi ini. Ia akan paham sifat dari tasbih-tasbih ini. Ia akan mendengar suara-suara keluar dari tasbih-tasbih ini. Ia akan sanggup menyetel telinganya untuk mendengar suara-suara malaikat atau makhluk-makhluk lainnya, memahami tasbihnya. Ia pun sanggup menyetel telinganya untuk mendengar suara-suara Tuhan keluar dari dalam dirinya. Kebanyakan orang melihat dengan kedua belah matanya, namun ia melihat dengan setiap pori-pori di kulitnya. Setiap pori adalah mata yang dengannya ia dapat melihat. Ia memiliki milyaran pori yang dibangkitkan dengan cahaya ilahiah, dan seluruh pori ini melihat apa yang di sekelilingnya, di belakang, depan, dan di semua sisi. Ia melihat surga, dunia dan semuanya, semua yang ada. Ia melihat semuanya dengan sangat jelas, total. Tak ada satu makhluk pun luput dari mata seperti ini, karena setiap helai bulu, setiap pori di kulitnya adalah penglihatan baginya.
Jika engkau nyalakan dirimu dengan baterai hikmah, setiap pori akan disinari dengan pelita, seperti bola lampu. Jika semua pelita di sini menyala, seluruh kota adalah cahaya yang lengkap gemerlap. Engkau akan bagaikan mentari, senantiasa terang, tiada pernah malam. Suatu tingkatan yang tak ada lagi siang atau malam, segalanya adalah siang. Anakku tersayang, semoga Tuhan menganugerahkanmu hikmah yang seperti ini. Banyak di antara kalian datang meminta untuk memberi kalian apa yang ada padaku. Namun jika engkau membawa bersamamu hal-hal semacam tadi, tak akan ada ruang bagi apa yang hendak kuberikan kepadamu. Buang semua hal itu. Tak ada ruang di gudangmu untuk hal-hal seperti itu. Datanglah dengan tanpa apa-apa dan tangan terbuka, maka engkau akan mampu menyimpan apa-apa yang kuberikan kepadamu. Semoga engkau dapat mencapai hikmah yang seperti ini. Amin. @@@

BIOGRAFI
M. R. Bawa Muhaiyaddeen
Nama ‘Muhaiyaddeen’ secara harfiah berarti ‘yang menghidupkan kembali Ad-Diin,’ dan memang, selama sisa hidupnya itu Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen ral. mengabdikan dirinya untuk membangkitkan kembali keyakinan akan Tuhan di dalam kalbu orang-orang yang datang kepadanya. Sebagai seorang guru sufi, beliau memiliki kemampuan yang unik, yaitu kemampuan memurnikan esensi kebenaran dari semua agama.
Selama lima puluh tahun terakhir kehidupannya, beliau membagi pengalaman-pengalamannya ini kepada ribuan orang dari seluruh dunia. Walaupun beliau memberikan pelajarannya dalam kerangka sufistik Islam, orang-orang dari agama Kristiani, Yahudi, Buddha, maupun Hindu, tetap datang kepadanya dan duduk bersama-sama, selama berjam-jam, di dalam majelisnya untuk mencari secercah pemahaman akan Kebenaran. Beliau sangat dihormati para akademisi, juga para pemikir filsafat maupun pemimpin serta kelompok-kelompok spiritual tradisional karena kemampuannya memperbarui keyakinan di dalam hati manusia yang datang kepadanya.
Sebagai sambutan atas pelbagai undangan kepadanya, beliau datang ke Amerika Serikat pertama kali pada tahun 1971. Dalam kunjungan-kunjungan berikutnya ke negara ini, beliau memberikan pelajaran-pelajarannya melalui banyak stasiun televisi maupun radio, mencakup pendengar dari Amerika hingga Kanada, dari Inggris hingga Sri Lanka. Beliau juga memberikan kuliah-kuliah di banyak universitas di Amerika maupun Kanada. Beliau mengarang lebih dari dua puluh buku, dan menghasilkan sejumlah rekaman kaset dan video. Beberapa media yang pernah menemuinya di antaranya adalah Time, The Philadelphia Inquirer, Psychology Today, dan The Harvard Divinity Bulletin.
Ia terus membimbing murid-muridnya dari segala bangsa, dan juga menerima tamu-tamu hariannya dari pelbagai kalangan, mulai dari pelajar sekolah dasar, petani, dan buruh, hingga para tokoh agama, pemimpin dunia, jurnalis, akademisi, maupun para pencari Tuhan; untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, membantu memecahkan persoalan mereka dan menyentuh hati mereka dengan cara yang sangat personal.
Ia terus melakukan semua ini hingga hari meninggalnya pada 8 Desember 1986 di Philadelphia, Amerika Serikat, dan dimakamkan oleh murid-muridnya di sana. Hingga sekarang makamnya masih banyak diziarahi orang dari seluruh dunia.
Sekretaris Perserikatan Bangsa-Bangsa ketika itu, Robert Muller, dalam kata-kata bela sungkawanya mengatakan, “Saya tidak akan pernah melupakan kata-kata beliau. Telah ada sebuah pesan yang jelas untuk dilaksanakan di seluruh kehidupan saya. Semoga semenjak hari ia meninggalkan dunia ini, jiwanya akan senantiasa tetap bersama kita untuk membantu dalam menyelesaikan tugas kita masing-masing yang teramat sangat sulit ini.”
Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen ral.—yang dikenal oleh para guru sufi di seluruh dunia sebagai seorang yang mencapai tingkat ruhaniyah—adalah seorang bijak dan suci yang sering disebut-sebut dari mulut ke mulut, beliau ‘muncul’ dari belantara hutan Sri Lanka tahun 1914.
Sangat sedikit yang diketahui tentang beliau pada periode sebelum itu. Sedikit sepihan data mengenai beliau yang berhasil diperoleh adalah bahwa beliau datang ke Sri Lanka pada tahun 1884—yang ketika itu disebut dengan Ceylon—dari perjalanannya berkelana di seputar India, kemudian ke Baghdad, Yerusalem, Madinah, Mesir, Roma, dan kemudian kembali lagi ke Ceylon untuk menetap. Data lainnya yang berhasil didapatkan adalah bahwa pada tahun 1930-an ia pindah ke Jaffna, dan kemudian pada tahun 1960-an ia tinggal di Colombo, Sri Lanka.
Beliau sendiri tidak pernah mengatakan berapa usianya sebenarnya. Ia telah melewatkan seluruh umurnya untuk mempelajari pelbagai agama yang ada di dunia, dan sebagai pengamat rahasia-rahasia paling tersembunyi dari pelbagai ciptaan Tuhan. Jika ditanya tentang dirinya, ia hanya mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang manusia kecil (manusia semua, ant man) yang hanya menjalankan tugas yang diperintahkan Allah kepadanya. Ia mengatakan bahwa perihal mengenai dirinya tidaklah penting untuk diketahui, dan hanya pertanyaan tentang Allah-lah yang lebih layak untuk diketahui.
Sejak masih tinggal di hutan-hutan Ceylon, nama beliau telah dikenal masyarakat kota maupun pedesaan sebagai seorang Guru yang kata-katanya memberikan ‘pencerahan’ dan mampu menjawab segala macam persoalan orang-orang yang datang kepadanya. Ia membantu segala macam manusia yang datang menemuinya, dari segala macam bangsa maupun derajat, menjawab segala macam pertanyaan mereka tentang kehidupan maupun persoalan mereka, menyembuhkan penyakit mereka, bahkan hingga membantu membuka hutan dan membajak ladang mereka, serta memberikan saran-saran pertanian. @@@

 

 

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 41 Komentar

PENGIJAZAHAN KEMBALI AMALAN MAJELIS TASBIH


Wong Alus
rdrkwa@gmail.com

==DOA YANG PALING MUJARAB ADALAH DOA YANG DIJADIKAN KEBIASAAN DAN CARA HIDUP SEHARI-HARI==

Amalan ini adalah ijazah dari KH UMAR SUDARMIN DANUSUBROTO, Pendiri MAJELIS TASBIH di Jakarta yang telah menghadap Ilahi pada 6 April 1994 dan kami meneruskan pengijazahan beliau kepada sedulur KWA yang ingin mengamalkannya. Salah seorang kyai yang telah mengamalkan ijazahan dari KH Umar Sudarmin Danusubroto adalah KH Solahudin Wahid (Gus Sholah), adik kandung Gus Dur.

KH Solahidin Wahid bercerita: ”Saya punya pengalaman, ketika mengikuti majelis dzikir di bawah pimpinan almarhum Haji Umar Danusubroto (1991-1994), beliau mengatakan kalau saat kita berdzikir dan berdoa di majelis itu dan tercium bau harum, itu artinya ruh Rasulullah SAW hadir. Saya saat itu antara percaya dan tidak apa yang beliau katakan. Mungkin ada yang mengatakan itu musyrik. Tentu itu hak setiap orang. Tetapi bagi saya, walaupun itu tidak rasional, mungkin saja terjadi. Allah mengatakan bahwa kita tidak diberi tahu tentang ruh kecuali sedikit. Kalau itu dikatakan musyrik, bagaimana bisa banyak orang yang ahli maksiat (judi, mabuk, zina) berubah 180 derajat menjadi ahli ibadah yang amat tekun, setelah mengikuti majelis dzikir itu? Saya sendiri setelah mengikuti majelis dzikir itu sampai Haji Umar wafat (1994), bisa memperoleh ketenangan dan berserah diri sepenuhnya kepada kehendak Allah.

Tradisi bernuansa tasawwuf, menurut Gus Sholah, juga banyak dijalankan oleh ulama Hadramaut. Riwayat tentang karomah wali banyak kita dengar. Salah satu yang menarik ialah riwayat Sayyidina Ali Kholi’ Qosam. Beliau menjadi imam shalat dan ketika membaca tahiyyat pada kalimat “assalamu alaika ayyuhan nabiyyu…”, segera setelah itu terdengar suara menjawab salam itu. Suara itu terdengar jelas oleh jamaah dan dianggap sebagai suara Rasulullah SAW. Itu sering terjadi sehingga masjid tempat Ali Kholi’ Qosam menjadi imam dikunjungi orang dari berbagai tempat”

Pengalaman-pegalaman lainnya pengamal:
1. Ratusan/ribuan orang jamaah Majelis Tasbih telah merasakan manfaat bahwa apa yang dihajatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT setelah melaksanakan amalan ini. Diantara kesaksian mereka adalah…
2. KH Drs Ali Imran, setelah melaksanakan amalan ini selama 40 hari berturut-turut sembuh total dari penyakit yang berat yaitu lumpuh.
3. Drs Haryanto yang mengidap diabetes akut sembuh setelah mengamalkan selama 40 hari berturut-turut
4. Ir Manan asal Kalimantan di dalam tubuh gaibnya terbuka hingga tidak kurang dari enam juta jin bersemayam di tubuhnya. Setelah melaksanakan amalan ini selama 40 hari akhirnya normal seperti sedia kala dan mendapatkan benteng gaib atas ijin Allah SWT.
5. Sdr Bahagianto mengalami tetanus hingga harapan hidupnya tinggal 10 persen, alhamdulilllah bisa sembuh total atas ijin Allah SWT setelah melaksanakan amalan ini. H Sunoto mengalami kecelakaan mobil yang parah dan secara logika tidak mungkin tertolong lagi. Atas kehendak-NYA dalam waktu singkat sembuh normal tanpa cacat
6. Sdr Abdurrachman M, mengalami penyakit yang parah. Dokter sudah angkat tangan bahkan sudah dibawa pulang dari rumah sakit. Alhamdulillah atas kebesaran-NYA akhirnya sembuh kembali setelah melakukan amalan ini.
7. Seorang jamaah yang tertipu ratusan juta rupiah dan setelah melaksanakan amalan ini uangnya kembali penuh
8. Dua pendeta masuk Islam setelah diajak seorang yang mengamalkan amalan ini. Dua pendeta tersebut adalah Leonard ganti nama menjadi Moh Rasyid, dan James Colleshaw ganti nama menjadi Moh Hafiz.
9. Tidak terhitung berapa jumlah pengamal yang kemudian menjadi juru sembuh alternatif, ahli hikmah, kyai dll..

FADHILAH:
Semua hajat hidup yang anda niatkan untuk mencari Ridho Allah SWT seperti REZEKI LANCAR, ingin cepat jodoh, pengen punya keturunan, kesembuhan penyakit, doa-doa cepat diijabah, ingin naik haji (insya allah bisa sampai 7 x naik haji) melihat mendengar mendapatkan petunjuk gaib, pengusiran jin yang mengganggu, pageran dan pengobatan teluh tenung santet, booster power inner energy metafisis, kekebalan semua senjata dan lain sebagainya.

Petunjuk Allah SWT setelah melakukan amalan ini biasanya berupa tanda-tanda, kadang berupa suara batin yang cocok dengan kenyataan. Contoh: orang sakit diganggu oleh khodam keris pusaka, jimat yang mengandung makhluk halus/jin maka dia diberi petunjuk dan cara untuk menetralisir penyakitnya. Jimat perlu dibakar, keris pusaka yang rusak perlu dimusnahkan/dibuang ke laut. Keris yang masih utuh, batu-batu arca, patung disimpan.

Perbedaan dengan metode lain: Metode ini tidak menggunakan bantuan roh manusia, roh binatang, jin, khodam dll serta tidak mendatangkan perantara/wasilah melalui kekuatan yang tersembunyi dari gaib tersebut. Metode amalan ini adalah DOA langsung kepada Allah SWT, yaitu melalui sholat dan kita ketahui bahwa inti sholat adalah DOA. Ingat bahwa DOA YANG PALING MUJARAB ADALAH DOA YANG DIJADIKAN PERILAKU DALAM HIDUP SEHARI-HARI.

APA ITU SHOLAT TASBIH?
“Sholat tasbih ini adalah merupakan sholat yang pernah dilakukan oleh Rosulullah Saw, makanya kalau bisa alangkah baiknya bagi orang Islam untuk melakukannya minimal dalam seminggu sekali atau kalau tidak mampu mungkin dalam sebulan cukup sekali”. (Ihya’ Ulumiddin, Imam Ghozali).

Sholat tasbih adalah sunnah dasarnya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab sholat bab sholat tasbih, Imam Turmuzi, Ibnu Majjah dalam kitab Iqoomah Assholah bab sholat tasbih, Ibnu Khuzaimah, Imam Baihaqi dalam bab sholat tasbih, Imam Thobroni dalam Mu’jam Alkabir dari Ibnu Abbas dan Abu Rofi’ bahwa dalam syarah hadis, Nabi telah menjelaskan kepada pamannya Abbas Bin Abdul Mutholib suatu amalan yang mana kalau dikerjakan oleh beliau dapat menyebabkan diampuni dosannya baik yang akan datang maupun yang telah lewat, salah satu amalan tersebut adalah sholat tasbih.

IJAZAHAN AMALANNYA:
1. 7 Hari atau paling bagus 40 hari Sholat Maghrib disambung Isya berjamaah secara khusyuk tanpa putus Bila putus perlu mengilanginya mulai awal. (Silahkan mengajak teman/keluarga/ tetangga untuk berjamaah boleh di rumah, mushola, langgar, masjid).
2. Khusus pada Kamis malam Jumat: Sholat Maghrib disambung Sholat Isya ditambah SHOLAT TASBIH.
3. Lanjutkan dengan doa (dibawah) dan alangkah eloknya bila ditambah dengan melaksanakan tawasul mengirim alfatihah kepada sohibul ijazah
4. Selama mengamalkan diajurkan memakai pakaian (baju) putih, sorban/ penutup kepala putih dan wangi-wangian sekedarnya.
5. Memulai rangkaian amalan yaitu para hari Jumat.

SYARAT:
Selama mengamalkan harus suci tingkah laku, ucapan batin, tidak boleh membunuh/menyakiti binatang, tidak boleh bohong, serakah, mengucapkan kata-kata yang dilarang Allah SWT. Tidak boleh meminta imbalan dan jasa kepada orang lain. Tangan kanan tidak boleh memegang alat vital/barang najis jadi hanya untuk memegang barang yang suci dari najis.

TATA CARA SHOLAT TASBIH
Shalat sunat tasbih adalah shalat sunat yang di dalamnya dibacakan kalimat tasbih sebanyak 300 kali. Tata cara sholat tasbih:

Niat shalat tasbih:
USHALLII SUNNAT TASBIHI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya: “Aku niat shalat sunat tasbih dua rakaat, karena Allah.”

Tata Cara
Shalat tasbih dilakukan 4 raka’at (jika dikerjakan siang maka 4 raka’at dengan sekali salam, jika malam 4 raka’at dengan dua salam ) sebagaimana shalat biasa dengan tambahan bacaan tasbih yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
SUBHÂNALLÂH WALHAMDULILLÂH WA LÂILÂHA ILLALLÂH WALLÂHU AKBAR
pada saat-saat berikut:
1 Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat pendek saat berdiri (15 x)
2 Setelah tasbih ruku’ (Subhana rabiyyal adzim…) (10 x)
3 Setelah I’tidal (10 x)
4 Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal a’la…) (10 x)
5 Setelah duduk diantara dua sujud (10 x)
6 Setelah tasbih sujud kedua (10 x)
7 Setelah duduk istirahat sebelum berdiri (atau sebelum salam tergantung pada raka’at keberapa) (10 x)
Jumlah total satu raka’at (75 kali)
Jumlah total empat raka’at = 4 X (75 kali)
= 300 kali

AMALAN TAMBAHAN (diamalkan lebih baik, tidak juga tidak apa-apa)=
setelah sujud terakhir setelah membaca tasbih  membaca doa sebagai berikut:
### SUBHANA MAN LABISAL IZZA WAL WAQAR, SUBHANA MAN TA’ATHTHAFA BIL MAJDI WA TAKARRAM BIHI, SUBHANA MAN LAA YANBAGHIT TASBÎHU ILLA LAHU, SUBHANA MAN AHSHA KULLA SYAIN ILMUHU, SUBHANA DZIL MANNI WAN NI’AMI, SUBHANA DZIL QUDRATI WAL KARAM. ALLAHUMMA INNI AS-ALUKA BI-MAAQIDIL IZZI MIN ‘ARSYIK(A), WA MUNTAHAR RAHMATI MIN KITABIKA, WASMIKAL AZHAMI WA KALIMATIKAT TAMMAH ALLATI TAMMAT SHIDQAN WA ‘ADLA, SHALLI ALA MUHAMMADIN WA AHLI BAYTIHI WAF’AL BI KADZA WA KADZA ###

Maha Suci Yang Memakai pakaian kehormatan dan keagungan. Maha Suci Yang Memakai busana kemuliaan. Maha Suci Yang tidak layak pensucian kecuali pada-Nya. Maha Suci yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Maha Suci Yang Memiliki semua karunia dan kenikmatan. Maha Suci Yang Memiliki kekuasan dan kemuliaan. Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan keagungan ‘arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, nama-Mu yang agung, dan kalimat-kalimat-Mu yang sempurna yang mencakup kebenaran dan keadilan, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, dan lakukan padaku … (sampaikan hajat Anda).

Setelah salam angkatlah tangan Anda sambil membaca dengan tidak bernafas:
YA ROBBI YA ROBBI YA ROBBAHU YA ROBBAHU YA ROBBI YA ROBBI YA ALLAH YA ALLAH YA HAYYU YA HAYYU YA RAHIM YA RAHIM

lanjutkan dengan wirid (boleh bernafas)
YA RAMANU YA RAHMAN (7 x) YA ARHAMAR RAHIMIN (7 x)

Kemudian akhiri dengan doa:
### ALLAHUMMA INNI AFTATIHUL QAWLA BIHAMDIKA, WA ANTHIQU BITS-TSANAI ALAYKA, WA AMJIDUKA WALA GHAYATA LIMADHIKA WA ATSNA ALAYKA, WA MAN YABLAGHU GHAYATA TSANAIKA WA AMADDU MAJDAKA, WA INNI LIKHALIQATIKA KUNHU MA’RIFATI MAJDIKA. WA AYYU ZAMANIN LAM TAKUN MAMDUHAN BIFADHLIKA, AWWADAN ‘ALAL MUDZNIBINA BIHILMIKA. TAKHLUFU SUKKANU ARDHIKA ‘AN THA’ATIKA FAKUNTA ALAYHIM ATHUFAN BIJUDIKA, JAWWADAN BI- FADHLIKA, AWWADAN BIKARAMIKA, YAA LAILAHA ILLA ANTAL MANNANU DZUL JALALI WAL IKRAM ###
Ya Allah, aku memulai ucapanku dengan puji-Mu, bicaraku dengan puja-Mu, dan aku memuliakan-Mu. Tak akan berakhir puja dan puji-Mu. Aku memuji-Mu dan orang yang mencapai puncak pujian-Mu tak akan berhenti memuliakan-Mu, sementara aku adalah makhluk-Mu, mengenal kemuliaan-Mu. Sampai kapan pun Engkau selalu dipuji dengan karunia-Mu, disifati dengan kemuliaan-Mu, menjadi tempat kembali orang-orang yang berdosa dengan kebijaksaan-Mu. Walaupun penghuni bumi menyimpang dari ketaatan pada-Mu, tetapi Engkau tetap menyayangi mereka dengan kedermawanan-Mu, Engkau terima kedatangan mereka dengan kemuliaan-Mu, wahai yang tiada Tuhan kecuali Engkau Yang Maha Memberi karunia, Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan.

SELESAI

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 83 Komentar

HAKEKAT KEKUATAN: BELAJAR NABI DAUD BIN YUSYA A.S.


Semua terjadi atas ijin Allah SWT. Bila Allah mengijinkan, sekuat apapun seorang raja yang terlatih berperang dan berkelahi dengan beragam senjata akan tewas di tangan seorang bekas penggembala kambing. Hanya dengan sebuah ketapel sederhana ia menewaskan raja tersebut. Inilah kisah sang bekas penggembala kambing, Nabi Dawud A.S.

 Kita pasti pernah dengar amalan puasa Daud. Ya, dia adalah salah seorang Nabi Allah yang amalan puasanya sangat disukai Allah, sehingga karena kehebatannya inilah Nabi Muhammad memberitahukannya kepada para sahabat.

Abdullah bin Amr meriwayatkan, “Rasulullah bertanya kepadaku, “saya mendengar kabar bahwa anda selalu berjaga di waktu malam (beribadah) dan berpuasa di siang hari.” “Benar, ya Rasulullah,” jawab saya. Nabi bersabda, berpuasalah dan berbukalah, salatlah dan tidurlah! Karena tubuhmu mempunyai hak terhadapmu, dan tamumu juga mempunyai hak terhadapmu. Cukuplah bagimu berpuasa sebanyak tiga hari pada tiap bulan.”

Abdullah berkomentar, ”Saya bertahan.” Nabi pun bersikeras pula. “Akhirnya saya memberikan alasan: Ya Rasulullah, saya kuat melakukannya. “Kalau begitu, berpuasalah tiga hari setiap minggu,” ujar Nabi. Abdullah berkomentar lagi, “Saya tetap bertahan.” Tapi Nabi bersikeras pula.  Saya berdalih, “Ya Rasulullah, saya masih sanggup.” “Kalau begitu, berpuasalah seperti puasa Nabi Daud, dan jangan melebihi lagi!” sabda Rasulullah memperingatkan dengan keras. “Ya Rasulullah, bagaimana puasa Nabi Daud itu,” tanya saya. “Beliau sehari berpuasa, sehari tidak,” sabda Nabi.” (HR Ahmad dan lain-lain).

Abdullah bin Amr meriwayatkan, “Rasulullah bersabda, “Puasa yang lebih di sukai oleh Allah ialah puasa Daud, dan salat yang paling disukai Allah, ialah salat Daud. Beliau tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya. Beliau berpuasa satu hari, lalu berbuka satu hari.” (HR Bukhari Muslim).

Kemampuan Nabi Daud berpuasa, ternyata menurun kepada anaknya, Nabi Sulaiman. menurut Ibn Abbas, Nabi Sulaiman berpuasa tiga hari pada awal bulan, tiga hari pada pertengahan bulan dan tiga hari pada akhir bulan. jadi beliau mengawali bulan dengan puasa, menjalani pertengahannya dengan puasa, dan menutupnya dengan puasa pula.

Sebetulnya hampir setiap Nabi memiliki tradisi berpuasa, seperti disebutkan di dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu (umat Muhammad) berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar bertakwa.”

Nabi Daud sangat terkenal sebagai Nabi yang memiliki suara yang sangat merdu dan tidak ada yang bisa menandinginya. Inilah karunia dan rahmat Allah atasnya. Apabila Nabi Daud bernyanyi melagukan kitab Zabur yang berisikan petunjuk dan tuntunan dari Allah SWT, maka orang-orang yang sakit menjadi sembuh. Jin dan Manusia serta burung-burung berkumpul di dekatnya untuk mendengarkan nyanyian itu, serta angin pun menjadi tenang, gunung, burung-burung ikut bertasbih memuji kebesaran Allah. Ketika ia memegang besi, maka besi itu menjadi lunak, seperti kertas, dan dapat dijadikan bermacam-macam keperluan hidup tanpa harus dibakar terlebih dahulu dengan api dan tidak perlu di tempa seperti kebiasaan orang pande besi (As-Saba: 10-11).

Nabi Daud AS adalah Rasul yang kuat agamanya dan luas kerajaannya. Ia dapat mempergunakan gunung-gunung untuk mempertahankan negaranya dari serangan musuh. Burung-burung berkumpul di dekat istananya, berbunyi, bertasbih memuji Allah. Diantaranya ada yang dipergunakan untuk mengantar surat-surat ke daerah yang jauh. Dia seorang ahli hukum, menghukumi manusia dengan seadil-adilnya.

Tatkala Daud bertasbih, memuji kepada Allah SWT pada waktu pagi dan petang, atas perintah Allah gunung-gunung dan burung-burung pun ikut bertasbih bersamanya. Segala burung pada waktu-waktu tertentu datang berkumpul menghadap Nabi Daud.

Allah SWT menurunkan kepadanya Kitab Zabur. Kitab suci ini berisi tasbih dan pujaan kepada Allah SWT serta kisah manusia dan Nabi-nabi terdahulu dan yang akan datang.

Saat Nabi Daud melagukan puji-pujian kepada Allah dengan suaranya yang merdu. Semesta alam pun mendengarnya dengan syahdu. Suaranya yang merdu, indah tak terlukiskan, maka gunung, pohon dan burung-burung pun ikut bertasbih memuja kebesaran Allah SWT bersama Daud (QS. As- Shad; 17-20).

Nabi Daud berpuasa sehari dan berbuka sehari. Sehubungan dengan itu, Rasulullah bersabda, “Sebaik-baiknya berpuasa (Sunah) adalah puasa Daud. Beliau berpuasa satu hari dan berbuka satu hari. Beliau membaca Zabur dengan 70 suara, beliau melakukan salat di tengah malam dan menangis di dalamnya, dan karena tangisnya, segala sesuatu pun ikut menangis, dan suaranya dapat menyembuhkan orang yang sakit dan orang yang menderita.”

****

Daud memang orang yang dipilih Allah SWT sehingga dia bisa beriman kepada Dzat Yang Maha Segalanya. Ia mengetahui keimanan kepada Allah SWT adalah hakekat kekuatan di alam semesta ini. Dalam perang, kemenangan baginya bukan semata-mata ditentukan canggihnya sistem persenjataan dan banyaknya jumlah pasukan.

Nabi Daud AS adalah keturunan yang ke 13 dari Nabi Ibrahim AS dari garis keturunan anaknya yang kedua yaitu Nabi Ishak. Beliau menjadi Raja menggantikan Thalut. Sedangkan di masa itu ada raja kafir yang bernama “Jalut.”

Sepeninggal Nabi Musa dan Nabi Harun, berlalulah tahun-tahun yang cukup panjang tanpa ada peristiwa mengejutkan. Bani Israel telah terusir dari negerinya disebabkan mereka ingkar terhadap kitab suci Taurat. Ketika itu mereka tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran kitab Taurat yang merupakan warisan ajaran Nabi Musa AS. Kitab Taurat telah hilang dan tercerabut dari dalam dada mereka.

Keadaan mereka sungguh tragis. Yang tersisa dari mereka hanyalah seorang wanita hamil yang hari-harinya dilalui dengan berdoa memohon kepada Allah SWT agar Dia memberinya seorang anak laki-laki dan menamainya Asymu’il, yang dalam bahasa Ibrani berarti “Allah SWT mendengar Doaku”.

Lalu anak laki-laki itu tumbuh menjadi dewasa. Ibunya mengirimkan dan menyerahkan kepada seorang lelaki saleh agar belajar kebaikan dan ibadah darinya. Anak lelaki itu pun berada dalam asuhan lelaki saleh itu. Pada suatu malam, ketika ia telah menjadi dewasa, dalam tidurnya ia mendengar suara datang dari sisi masjid. Ia bangun dalam keadaan ketakutan dan mengira bahwa gurunya memanggilnya. Lalu ia pergi menghadap gurunya dan bertanya. “Apakah Guru memanggilku?” sambil keheranan gurunya menjawab. “Ya, ya,” pasalnya ia tidak ingin anak asuhnya merasa ketakutan. Lalu ia pun tidur lagi.

Tak lama kemudian, suara itu pun datang lagi. Memanggil untuk kedua kalinya dan ketiga kalinya hingga ia pun terbangun. Betapa terkejutnya. Saat ia melihat ternyata sumber suara tersebut mengaku sebagai Malaikat Jibril seraya berkata, “Tuhanmu telah mengutusmu kepada kaummu.”

Pada suatu hari, Bani Israel menemui Nabi yang mulia ini (Nabi Samuel, yang nama Aslinya, Asymu’il). Mereka bertanya. “Tidakkah kami orang-orang yang teraniaya?” dia menjawab, “Benar.” Mereka pun berkata, “Tidakkah kami orang-orang yang terusir?” lalu Nabi tersebut membenarkan. Kaumnya berkata lagi. “Kirimkanlah untuk kami seorang Raja yang dapat mengumpulkan kami di bawah satu bendera agar kami dapat berperang di jalan Allah SWT untuk mengembalikan tanah kami dan kemuliaan kami.”

Nabi Samuel berkata kepada mereka. “Apakah kalian yakin akan menjalankan peperangan jika diwajibkan berperang kepada kalian?” mereka menjawab, “Mengapa kami tidak berperang di jalan Allah SWT sedangkan kami telah terusir dari negeri kami. ”Nabi Samuel berkata, “Sesungguhnya Allah SWT telah mengutus Thalut sebagai penguasa kalian.” Mereka berkata, “Bagaimana ia menjadi penguasa atas kami, sedangkan kami lebih berhak mendapatkan kekuasaan. Lagi pula ia bukan seorang yang kaya, sedangkan diantara kami ada orang yang lebih kaya daripadanya.”

Mendengar keberatan dari kaumnya, Nabi mulia itu pun berkata, “Sesungguhnya Allah SWT telah memilihnya atas kalian karena ia memiliki keutamaan dari sisi ilmu dan fisik. Dan Allah memberikan kekuasaan-Nya kepada siapapun yang Dia kehendaki.”

Mereka bertanya, “Apa tanda-tanda kekuasaan-Nya? Jika itu pilihan Allah, kami tidak dapat berbuat apa-apa. Tapi agar kami yakin, tunjukkanlah kepada kami suatu tanda?” Nabi mulia itu menjawab, “Baik, sesungguhnya Allah telah mengenal watak kalian yang keras kepala, Imanmu tidak di hati, tetapi di kelopak mata. Pergilah kalian ke padang sana. Kitab Taurat yang dirampas musuh kalian akan kembali kepada kalian. Kitab itu akan dibawa oleh para Malaikat dan diserahkan kepada kalian. Itulah tanda-tanda kekuasaan-Nya.”

Para pemuka Israel pun pergi ke padang yang ditunjuk Nabi mereka. Benar saja, di sana Mukjizat tersebut benar-benar terjadi. Di sana mereka melihat peti perjanjian kitab Taurat. Tak ada alasan lagi, mereka pun akhirnya menerima penunjukan Thalut sebagai Raja mereka.

****

Tanpa menunggu lama, Thalut segera mempersiapkan diri, setelah pengangkatannya sebagai Raja, ia lalu memanggil putra-putra Israel yang cinta kemerdekaan untuk menjadi tentara. Ia membentuk sebuah pasukan tentara yang kuat untuk memerangi Jalut, yakni seorang penguasa yang gagah perkasa dan tak seorang pun yang dapat mengalahkannya.

Salah seorang dari tentara itu adalah Daud. Usianya masih belasan tahun. “Negara membutuhkan tenaga kalian, anak-anakku. Pergilah kalian berjuang membantu Raja Thalut. Tetapi kamu berdualah yang bertempur. Adapun adikmu, Daud, biarlah ikut untuk melayani keperluan kalian berdua. Ia akan membawa persediaan makanan untuk kalian, serta mengirim berita kepadaku!” kata Yusha, ayah Daud, berpesan kepada tiga orang putranya.

Maka pergilah ketiga bersaudara itu bergabung dengan tentara Raja Thalut. Sesuai dengan pesan ayahnya, Daud hanya berada di garis belakang. Tentara Thalut sudah tersusun rapi, mereka terdiri dari para pemuda dan orang-orang pilihan yang kuat. Mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai tanggungan, sebab hanya orang-orang seperti itulah yang dapat memusatkan diri pada pertempuran.

Berangkatlah pasukan itu ke medan perang. Mereka membawa segala macam senjata yang dapat dipergunakan untuk berperang. Tentara itu sangat sederhana jika dibandingkan dengan tentara Jalut yang jauh lebih maju. Sekalipun sudah menjadi tentara pilihan, Thalut ingin menguji ketaatan tentaranya pada perintahnya. Sebab masih ada orang-orang yang belum mau menerimanya sebagai Raja.

Tatkala hendak menyebrangi sungai, setelah berjalan dalam waktu yang cukup jauh dan melewati gurun dan Gunung sehingga mereka merasa kehausan, Thalut berkata, “Kita akan menyebrangi sungai itu. Ingatlah, tidak boleh minum air sungai itu lebih dari dua teguk, sekedar untuk membasahi kerongkongan. Barang siapa yang meminum air sungai itu sampai dahaga terobati, dia bukanlah tentaraku yang kupercaya. Kita memang sudah berjalan jauh, kita haus, sementara matahari sangat terik. Tetapi ingat, pertempuran yang akan kita hadapi lebih berat lagi daripada sekedar menahan haus. Kalau menahan haus saja kalian tidak sanggup, apalagi untuk memenangkan peperangan!”

Alangkah kecewanya Thalut, ketika tentaranya menyebrangi sungai, sebagian besar tidak mengindahkan larangannya, hanya sebagian kecil yang patuh. Sadarlah Thalut, kekuatannya tidak seperti yang dibayangkannya. Namun jalan mundur sudah tidak ada, apapun yang terjadi, ia harus menjalankan kewajibannya. Biarpun tentaranya tinggal beberapa orang ia tetap bertekad untuk meneruskan peperangan. Thalut ingat akan kata-kata Nabi mereka, Allah akan selalu melindunginya, mengkaruniai kemujuran dan kemenangan.

Akhirnya tentara Thalut bertemu dengan tentara Jalut yang gagah perkasa. Jumlah mereka jauh lebih banyak, senjata mereka juga lebih lengkap, semua di lindungi oleh baju besi. Pimpinan mereka bernama Jalut, seorang yang gagah perkasa. Badannya tegap, tingginya mencapai kurang lebih tiga meter. Sudah sangat terkenal, dalam setiap peperangan Jalut selalu mengamuk dengan ganasnya, tak seorang pun dibiarkan lolos dari sergapannya.

Kedua pasukan tentara yang saling berhadapan itu segera membuat pertahanan masing-masing. Melihat kekuatan tentara Jalut, tentara Thalut mulai berkecil hati. “Kami tidak sanggup menghadapi tentara Jalut. Mereka lebih banyak dan lebih lengkap peralatanya.”

Tetapi sekelompok kecil tentara Thalut tetap pada pendirianya. Mereka ini adalah pasukan yang tidak melanggar perintah Thalut tatkala mereka menyebrangi sungai itu. Mereka berkata, “Sudah sering terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak, dengan izin Allah, dan Allah beserta orang-orang yang sabar (Al-Baqarah: 249).

Sementara itu, Jalut si pemimpin pasukan yang perkasa itu terdengar berteriak-teriak. Suaranya menggelagar jauh melintasi gurun, menggema dari lembah ke lembah, membuat takut burung-burung. Jalut berteriak menantang, siapa jagoan dari tentara Thalut untuk berduel satu lawan satu.

Suara Jalut terdengar jelas, sekalipun cukup jauh. Tetapi tidak ada seorang pun tentara Thalut itu yang berani maju menantang Jalut. Meskipun ejekan dan hinaan datang bertubi-tubi dari Jalut, tentara Tahlut diam ketakutan.

“Siapakah orang yang berani menjawab tantangan Jalut ini? Sesungguhnya ini adalah kesempatan baik untuk memenangkan peperangan ini. Sebab jika Jalut kalah, tentara musuh itu pasti mudah dikalahkan. Mereka akan lari ketakutan. Sedangkan kalau peperangan melawan mereka semuanya, belum tentu akan menang!” pikir Thalut di dalam kemahnya.

Timbul keinginan ia sendiri yang akan menghadapi Jalut. Tetapi kalau ia gugur, tentaranya akan lari tunggang-langgang karena tidak ada yang memimipin.

****

Ketika Thalut sedang resah, masuklah menghadap seorang anak, badannya tegap, matanya bercahaya, wajahnya tampan, suaranya pun merdu, dialah Daud bin Yusya. “Saya ingin menutup mulut Jalut yang sombong itu!” kata Daud kepada Thalut.

“Di seluruh tentara yang banyak ini, hanya kau yang berani, tetapi kau masih anak-anak,” kata Thalut sambil menatap mata Daud dalam-dalam. Hatinya mengatakan, anak yang berdiri dihadapannya ini bukanlah manusia biasa. “Mungkinkah Allah telah mengirimkan anak ini kepadaku untuk memenangkan peperangan ini?” Pikir Thalut sambil membandingkan dirinya yang tadinya juga hanya seorang gembala, sama dengan Daud. Tetapi karena Allah SWT menghedaki, saat ini ia menjadi Raja.

“Beberapa hari yang lalu saya telah menangkap seekor singa karena ia hendak menerkam dombaku. Sebelum itu saya juga pernah membunuh seekor beruang ganas!” kata Daud meyakinkan.

Mendengar kata-kata Daud itu, Thalut tidak bimbang lagi, Daud di izinkan maju ke gelanggang. Maka di berikanlah Daud baju Zirah, pedang dan perisai. Namun ia menolak mengenakan baju besi, topi baja dan senjata yang diberikan kepadanya. “Saya tidak bisa menggunakan itu semua,” kata Daud.

Tetapi Jalut mengenakan baju perang dan bersenjata lengkap. “Kau memakai senjata apa?” tanya Thalut. “Saya pakai ini saja!” sahut Daud. Ia memperlihatkan sebuah tongkat, sebuah ketapel, dan beberapa batu kerikil. “Kau yakin akan menang dengan senjata itu saja,” tanya Thalut keheranan.

“Allah telah menyelamatkan diriku dari terkaman singa dan beruang ganas, kenapa Ia tidak menolongku dari pedang Jalut yang durhaka itu? Bukankah ia telah menghina Tuhan, Allah SWT?” kata Daud bersemangat.

Daud lalu berangkat, di iringi doa oleh Thalut, kemudian diarak keluar barisan tentara. Daud maju ke gelanggang dengan senjata apa adanya. Di sana Jalut sudah menanti seraya berkoar petentang-petenteng.

“Hai, bocah cilik! Apakah engkau sudah bosan hidup? Mana pedangmu, hah? Tongkatmu itu? Untuk memukul anjingkah itu? Atau untuk bermain dengan teman sebayamu? Sayang betul, engkau masih muda akan mati dulu. Kalau kau tetap menentangku juga, dagingmu akan menjadi makanan burung dan binatang buas!” kata Jalut berteriak-teriak menyombongkan diri.

Tetapi Daud tidak gentar, ia terus maju mendekat. Melihat Daud maju terus, Jalut mulai waspada. Ia mendekati tombak panjangnya yang dipancangkan beberapa buah tak jauh darinya.

“Jalut engkau boleh menyombongkan diri dengan tombak dan pedangmu. Boleh merasa aman dilindungi baju zirah dan topi bajamu. Tetapi percayalah, semuanya itu takkan mampu melindungimu. Ketahuilah, aku datang ini atas nama Tuhan, Allah SWT, yang menciptakan langit dan bumi serta seisinya, yang telah kau hina dan kau ejek selama ini. Sebentar lagi akan kita buktikan, pedang atau tombakmu yang menghabisi nyawaku, atau kehendak Tuhan yang berlaku atas dirimu!” sahut Daud menjawab tantangan Jalut.

Mendengar kata-kata Daud itu, Jalut amat marah sekali. Disambarnya tombaknya, lalu dilemparkannya ke arah Daud, tapi Daud menghindar dengan gerakan yang sangat tangkas. Berkali-kali Jalut melemparkan tombaknya, tapi tak satupun yang mengenai Daud, sebab ia selalau bisa menghindar.

“Sekarang giliranku!” teriak Daud. Daud mengambil ketapelnya, dengan batu kerikil sebagai pelurunya. Dengan gerakan yang sangat cepat, ketapel itu di tembakkan ke muka Jalut. Batu kerikil itu menancap diantara kedua alisnya. Darah mengalir membasahi matanya. Jalut tidak dapat melihat dengan jelas. Ia berteriak-teriak, meraung-raung kesakitan seperti seekor singa yang terluka.

Daud tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, batu kedua dan ketiga dilepaskannya, keduanya mengenai kepala Jalut. Penglihatan Jalut berkunang-kunang. Dunia terasa berputar. Akhirnya, Jalut yang bersenjatakan lengkap dan selalu di agung-agungkan itu tersungkur jatuh mencium tanah. Tak lama kemudian, dia pun mati, dengan cara yang sangat sederhana, dengan senjata ketapel.

Lalu Daud mengambil pedang Jalut. Sementara hampir seluruh pasukan lawan lari tunggang langgang karena ketakutan. Namun masih ada sisa-sisa tentara Jalut yang terpaksa bertahan, dan peperangan pun terjadi antara kedua pasukan itu.

Tentara Thalut di bawah pimpinan Daud bersorak sorai, kemenangan di pihak mereka. “Mereka mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan Daud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) apa yang dikehendaki-Nya.” (Al-Baqarah: 251).

Bangsa Israel pun kembali memasuki kampung halamannya. Nama pahlawan Daud harum semerbak. Setiap orang membicarakannya, setiap orang mengisahkan keberaniannya, kegagahannya, kepintarannya. Namun tak kurang pula yang membicarakan ketampanan wajahnya.

Seluruh rakyat menghormati Daud, tidak hanya karena kepahlawanannya, tetapi juga budi pekertinya yang mulia, sifat-sifatnya yang terpuji, serta suaranya yang amat merdu. Segalanya menjadi bahan pujian yang tak habis-habisnya. Raja Thalut pun tak luput memujinya. Ia mencintai dan menghormati Daud. Ia lalu diangkat menjadi penasehatnya. Selain itu, Daud juga diserahi tugas untuk memimpin tentara sekaligus dijadikan menantu Raja, menjadi suami putri Raja yang paling cantik.

Namun Daud tidak begitu senang dengan semua itu. Ia pergi ke gurun dan gunung. Ia merasakan kedamaian di tengah-tengah makhluk yang lain. Di saat mengasingkan diri, Daud bertobat kepada Allah SWT dan memuliakan-Nya. Allah mengangkat Daud sebagai seorang Nabi dan memberinya Kitab Zabur. “Dan kami berikan Kitab Zabur kepada Daud.” (QS. Al-Isra: 55).

 

****

Ketika Allah mencintai seorang hamba, dia jadikan manusia juga mencintai mereka. Begitu pula yang terjadi pada Daud. Manusia mencintai Nabi Daud sebagaimana burung-burung, hewan-hewan dan gunung-gunung pun mencintainya.

Sungguh nama Daud menjadi pujaan seluruh negeri, ia tetap rendah hati, ia tidak pernah menyombongkan diri, bahkan tidak pernah menceritakan kepahlawanannya. Meski begitu, melihat hal demikian, timbul rasa cemburu dalam hati Raja Thalut, ia khawatir suatu saat, tak lama lagi, menantunya Daud akan mengambil tahta darinya. Padahal Daud tidak pernah berpikir untuk menjadi Raja. Bahkan ia tidak ingin di puja-puja, rakyatnya sendirilah yang memperlakukan demikian.

Maka, tatkala melihat perubahan sikap ayah mertuanya, ia sangat heran. Daud mencoba mawas diri, apa sesungguhnya kesalahan yang telah diperbuatnya. Mengapa Thalut sering bermuka masam terhadapnya? Daud tidak menemukan jawabannya. Ia merasa tidak melakukan kesalahan kepada Rajanya, tetapi tingkah laku Thalut semakin menjadi-jadi. Maka di tanyakanlah hal itu kepada istrinya.

Menurut sang istri, ayahnya merasa iri kepada Daud. Kecintaan kepada Daud yang semakin meluas dikalangan rakyat sudah melebihi kecintaan mereka kepada Rajanya. Hal itu sangat mencemaskan Thalut.

“Ayahku khawatir, karena semakin tinggi wibawamu, semakin merosot pula wibawa ayahku. Sungguh, semula ayahku seorang petani miskin, tetapi sekarang ia sudah merasakan nikmat menjadi orang yang berkuasa. Beliau tidak rela tahta yang di dudukinya diambil alih orang. Ayahku sudah lupa, ia menjadi Raja atas kehendak Allah SWT. Sebaiknya kita menyingkir saja dari sini.” Kata istri Daud seraya menangis.

Malam sudah larut, Daud tidak bisa memejamkan matanya. Akhirnya Daud menyerahkan semua persoalan itu kepada Allah SWT. “Jika Allah menghendaki, apapun bisa terjadi!” bisik Daud dalam hati, dengan pasrah dan tawakkal, Daud pun tertidur.

Keesokan harinya, tanpa di duga, seorang utusan datang memberi tahukan, ia dipanggil menghadap Raja, “Baik saya segera datang!” sahut Daud tanpa ragu. Tidak lama, Daud sudah berdiri di hadapan sang Raja.

****

“Daud!” kata Raja dengan muka manis yang dibuat-buat, “Belakangan ini hatiku selalu dibuat risau, soalnya musuh kita bangsa Kan’an, telah mempersiapkan tentaranya yang sangat kuat, mereka akan menyerbu kita. Mula-mula saya ragu untuk menugasimu. Kau tahu aku sangat menyayangimu, lagipula kau adalah menantuku. Tapi sekarang tidak ada pilihan lagi, tugas negara jauh lebih penting. Pimpinlah tentara kita ke luar kota, hadapi musuh di luar daerah kita. Hancurkan mereka, saya hanya ingin mendengar berita kemenangan!”

“Perintah Raja saya laksnakan! Jika Allah mengizinan, saya pasti kembali dengan bendera kemenangan!” sahut Daud dengan keyakinan penuh. Daud merasa ada tipu muslihat di dalam perintah itu, namun ia tidak ragu menjalankan perintah itu.

Memang sesungguhnya Thalut sedang mengatur rencana jahat. Ia mengharapkan Daud gugur dalam pertempuran itu. Ia tahu tentara musuh sangat kuat, sedangkan tentara yang dibawa Daud hanya sedikit jumlahnya. Thalut ingin memperoleh dua keuntungan sekaligus, Daud gugur, sedangkan musuh ikut binasa.

Tetapi apa yang terjadi? Daud memimpin tentaranya menyerbu ke tengah-tengah musuh yang sangat banyak jumlahnya. Seperti ada tentara malaikat yang membantunya turun dari langit. Tentara musuh di halaunya. Tentara musuh di hancurkan, sisanya lari tunggang langgang. Maka kembalilah Daud dengan bendera kemenangan. Sepanjang jalan Daud di elu-elukan rakyat. Kegagahannya di medan perang makin kesohor. Keharumanya sebagai pahlawan tiada tandingannya.

Thalut sangat kecewa ketika Daud kembali dengan kemenangan yang gilang gemilang. Maka timbullah rencana paling keji di hati Raja itu. Ia akan membunuh Daud dengan tangannya sendiri. Raja Thalut yang dulu alim itu, sekarang benar-benar dikuasai iblis. Namun rencana itu di ketahui oleh istri Daud yang telah memasang mata-mata di segenap sudut istana. “Sekarang kita harus menyingkir, ayah sudah mengatur rencana serapi-rapinya. Kau akan di bunuh, tidak akan bisa lolos jika kita tidak menyingkir terlebih dahulu!” kata istri Daud.

Pagi harinya, saat Thalut sudah tahu bahwa Daud telah lari, ia sangat marah, kesal dan kecewa bercampur rasa malu, karena rencana jahatnya telah bocor. Sekarang perselisihan dengan Daud sudah semakin terbuka dan hal itu diketahui oleh rakyatnya.

****

Tentara dan rakyat tahu bahwa Daud keluar dari Istana, desas-desus tersiar luas, Raja Thalut hendak membunuh panglima perang dan menantunya itu, Daud. Raja iri hati, dengki, takut kalau-kalau Daud semakin dicintai rakyatnya.

Mendengar hal itu, rakyat dan tentara bukannya menjauhi Daud, mereka tahu bahwa Daud adalah panglima perang gagah perkasa yang telah mengangkat derajat mereka. Ia telah menyelamatkan mereka dari ancaman musuh. Rakyat dan tentara pun berbondong-bondong pergi keluar kota. Mereka mencari Daud, saat menemukannya, mereka menyatakan kesetiaannya kepada Daud.

Raja Thalut semakin geram melihat pengaruh Daud. Sekarang sudah jelas Daud mempunyai tentara dan rakyat sendiri. Tentara dan rakyat hanya taat kepada Daud. Mereka tidak lagi mengakui kekuasaan Thalut. Tentu saja hal ini semakin membuat Thalut marah dan kalap. Ia ingin membinasakan Daud. “Apapun resikonya Daud harus dilenyapkan!”

Pada suatu hari Thalut memimpin  pasukannya langsung untuk menghancurkan Daud. “Saya tidak ingin berperang kalau tidak karena terpaksa. Karena itu, sebaiknya kita mencari tempat bersembunyi,” kata Daud kepada para pengikutnya saat di laporkan kepadanya bahwa Thalut sedang bergerak maju.

Dipimpin oleh Daud sendiri, akhirnya mereka menemukan sebuah tempat perlindungan dalam gua batu-batu. Sangat sulit menemukan tempat yang aman itu. Sementara Daud memerintahkan tentaranya untuk menyusun siasat, tujuannya agar dapat mengelabui Raja Thalut dan tentaranya.

Benar saja, setelah berhari-hari Thalut dan tentaranya tidak berhasil menemukan persembunyian Daud, akhirnya Thalut memerintahkan agar semua tentaranya beristirahat karena kecapaian. Mereka pun terlelap tidur dengan cepat.

Para pengintai melaporkan kepada Daud, bahwa Raja Thalut dan semua prajuritnya sedang tidur kecapaian, tak jauh dari tempat persembunyian mereka. “Sekarang saatnya kita menghancurkan Thalut,” kata para pengikut Daud mendesak. Tetapi diluar dugaan, Daud menolak desakan para pengikutnya. “Belum waktunya kita menghancurkan mereka, saya yang akan memberikan pelajaran kepada Thalut”. Kata Daud.

Diiringi beberapa orang tentaranya, Daud mendatangi tempat Thalut dan pasukannya tidur, Daud mengambil sendiri Lembing Thalut yang diletakkan dekat kepalanya. Suatu perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh orang yang tidak mengenal rasa takut.

Bukan main terkejutnya Thalut saat terbangun dari tidurnya, dimana ia kehilangan senjata andalannya semua prajurit dan pengawal yang ditanyai tidak ada yang tahu. Keadaan gempar. Tiba-tiba muncul seorang utusan Daud.

“Lembing tuan tidak hilang, tetapi diambil oleh Daud selagi tuan tertidur lelap. Saya disuruh mengembalikannya. Daud tentu dapat membunuh tuan jika mau, namun beliau hanya ingin menyadarkan tuan, agar kembali insyaf. Hendaklah tuan segera bertobat kepada Allah SWT serta menjauhkan diri dari sifat-sifat buruk, dengki serta berburuk sangka,” kata utusan itu menyampaikan pesan Daud seraya menyerahkan lembing kepada Thalut.

Gemetar sekujur tubuh Thalut. Mukanya pucat. “Katakan kepada Daud, aku mengakui bahwa ia lebih adil dan lebih baik dari aku. Ia telah menunjukkan jiwa besarnya serta keluhuran budi yang luar biasa,” kata Thalut.

Di puncak bukit Daud dan beberapa pengikutnya tampak berdiri. Thalut memandangnya dengan terharu, marah, kesal bercampur malu. Berbagai perasaan bercampur baur dalam hatinya. Pikiran dan perasaannya benar-benar tidak menentu. Thalut pulang dengan perasaan kecewa.

Tetapi Thalut bukannya bertobat, malah semakain sakit hatinya. Ia ingin membuktikan bahwa ia mampu menghajar Daud. Lagipula kedudukannya tidak akan aman selagi Daud masih hidup. Lebih-lebih tentaranya sudah lebih dari dua pertiga bergabung dengan Daud.

Pada suatu hari Thalut kembali memimpin tentaranya, jumlahnya lebih besar, dengan peralatan yang jauh lebih hebat dan lengkap. Para pengintai melaporkan kedatangan Thalut kepada Daud, segera setelah itu, Daud memerintahkan tentaranya untuk bersembunyi demi menghindari perang saudara.

Maka dibagilah tentara Daud menjadi beberapa kelompok untuk mengelabui Raja Thalut dan tentaranya. Strategi Daud berhasil, mereka tidak menemukan persembunyiannya. Di lain pihak, Thalut dan tentaranya kelelahan dan istirahat hingga tertidur kelelahan. “Mereka semuanya telah tidur, kalau kita menyerang mereka, niscaya binasalah mereka, termasuk Thalut,” kata seorang prajurit pengintai melaporkan.

Daud dan beberapa pengikutnya yang paling setia lalu mendatangi Thalut dan tentaranya yang sedang tertidur lelap. Daud melangkahi beberapa prajurit musuh. Setelah sampai di dekat Thalut, ia mengambil senjata dan kendi berisi air yang di letakkan di dekat kepala Thalut. Kemudian dari atas bukit, tidak jauh dari tempat itu, Daud berseru sekuat suaranya.

“Lihatlah ini panah dan kendi Raja Thalut yang telah saya ambil sendiri dari dekat lehernya. Silahkan ambil kesini. Saya tidak bermaksud membunuh Raja Thalut, tetapi untuk memberikan peringatan yang kedua kali, agar tidak menuruti kata-kata iblis yang telah menguasai dirinya. Jika saya mau, tentulah saya dapat membunuhnya. Thalut, sadarlah…!”

Teriakan Daud itu terdengar sangat agung, seperti bukan suara manusia biasa. Kata-kata Daud itu amat berkesan di hati Thalut. Sekarang ia sadar, iblislah yang mendorongnya untuk merencanakan pembunuhan terhadap  Daud. Thalut sekarang benar-benar insyaf, ia menyesal dan menangis, mencucurkan air mata, minta pengampunan Allah SWT.

Dengan langkah tertegun-tegun ia pulang ke Istananya. Setibanya disana, ditanggalkannya semua baju kebesarannya. Sekarang pikiran dan tujuan hidup satu-satunya hanyalah minta pengampunan Allah SWT. Ia ingin bertobat, menebus dosa-dosanya.

Tengah malam ia keluar dari Istananya, tidak seorang pun yang mengetahui kemana ia pergi. Ia pergi dan tak pernah kembali. Ia mengembara melepaskan rindu di hati. Rindu kepada pengampunan Allah SWT. Tak lama setelah kepergian Thalut itu, Daud dinobatkan sebagai Raja. Itulah yang menjadi kehendak Allah SWT.

Allah SWT memperkuat kerajaan Daud, dan selalu menjadikannya menang ketika melawan musuh-musuhnya. Allah menjadikan kerajaannya sangat besar, sehingga diakui oleh musuh-musuhnya meskipun tidak dalam peperangan.

Allah menambahkan nikmat-Nya kepada Daud dalam bentuk hikmah dan kemampuan untuk membedakan kebenaran dari kebatilan. Maka sempurnalah kenabian yang Allah berikan kepada Daud.

****

          Bagaimanapun juga meskipun Daud seorang nabi namun dia hanyalah manusia biasa. Suatu ketika dia berdoa kepada Allah SWT agar diuji dengan ujian berat sebagaimana para nabi yang lain sehingga maqomnya bisa mendaki ke tingkat tertinggi pendakian spiritual. Dan Allah pun mengabulkan permohonan Daud.

Pada suatu hari, datanglah Iblis dalam bentuk burung yang sangat indah memasuki istananya yang bertingkat. Daud tertarik dan berusaha menangkapnya. Burung itu terbang dan hinggap di jendela. Saat mendekati jendela itulah, Daud melihat seorang perempuan sangat cantik molek yang sedang telanjang mandi di sebuah kamar mandi di rumah di bawah gedungnya.

Timbullah nafsu dan Daud kepada wanita itu. Disuruhnya para perwira kerajaan kepercayaannya untuk mencari informasi siapa wanita yang sedemikian menggairahkan tersebut. Ternyata diketahui, dia adalah isteri dari seorang seradadu tentaranya yang sedang maju ke medan perang.

Padahal saat itu daud sudah mempunyai istri berjumlah 99 orang. Nafsunya membuat keinginannya muncul untuk memperisteri wanita itu. “Ada baiknya menggenapkan jumlah isteriku menjadi menjadi 100 orang,” ujarnya dalam hati. Namun hatinya gundah, betapa tidak..si wanita menggairahkan tersebut sudah punya suami.

Daud memutar otak dan mencari cara agar suami wanita tersebut mati. Ketemu caranya: Suami wanita tersebut dipanggil dan diutus maju perang. Akhirnya dia pun tewas di tangan musuh. Wanita cantik molek menggairahkan tersebut kemudian dinikahinya.

Dosa tetaplah sebuah dosa. Kesalahan tetaplah sebuah kesalahan. Daud pun terkena hukum alam tersebut dan Allah SWT tidak akan menyalahi janjinya. Tuhan pun mengutus dua Malaikat ke Istana Daud. Pada suatu hari Nabi Daud berada di Mihrabnya melaksanakan salat dan beribadah.

Ketika memasuki kamarnya, ia memerintahkan para pengawalnya untuk tidak mengizinkan seseorang pun masuk menemuinya atau mengganggunya saat ia salat. Tiba-tiba dua orang laki-laki tak dikenal masuk ke kamarnya. Kedua tamu tak undang itu mengatakan bahwa mereka akan minta hukum yang adil dari Raja. Raja Daud heran, bagaimana kedua laki-laki itu masuk. Bukankah pintu gerbang dijaga ketat oleh para pengawal istana?

Daud pun bertanya, “Apa masalahnya?” laki-laki yang pertama berkata, “Saudaraku ini mempunyai 99 kambing betina, sadangkan aku hanya mempunyai seekor, ia telah mengambilnya dariku untuk menggenapkan miliknya menjadi 100 ekor. Ia mengajukan beribu macam alasan, sehingga sulit bagiku untuk menolaknya, lagipula ia memang lebih pintar berdebat denganku,” kata salah seorang laki-laki itu.

“Benarkah apa yang dikatakan oleh saudaramu itu? Tanya Nabi Daud kepada laki-laki yang seorang lagi. “Benar,” kata orang itu. “Kalau benar demikian, sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu untuk ditambahkan kepada kambingnya.

Daud terkejut ketika tiba-tiba dua orang itu menghilang dari hadapannya. Akhirnya, tahulah Daud bahwa kedua lelaki itu adalah Malaikat yang diutus oleh Allah SWT kepadanya untuk memberikan pelajaran dengan cara menyindir perlakuan Daud yang telah membunuh suami dari wanita cantik molek tadi. Padahal harusnya seorang raja justeru harus mengambil keputusan hukum yang adil dan melindungi nyawa rakyatnya.

Peristiwa memalukan itu membuat Daud merasa bersalah seumur hidup. Ia tunduk jatuh tersungkur kepada Allah SWT dan minta ampun kepada-Nya (QS. As-Shad: 25). Allah SWT mengirimkan Jibril untuk memberi perintah kepada Daud agar mendatangi arwah suami wanita tadi di kuburan dan memintanya untuk memaafkan dosa yang telah diperbuatnya. “Astaghfirullahaladzim, arwah tersebut tidak mau memaafkan saya dan dia hanya diam saja tidak mau mengikhlaskan kesalahanku” ujar Daud sambil menangis menjadi jadi.

 Sejak mendapat teguran itu, Daud sangat malu kepada Allah SWT. Ia merasa kesombongannya sebagai raja sudah sangat melampaui batas dan harus dipupuskan dengan bertaubat nasuha.

“Hai Daud, sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah di muka bumi, maka berilah keputusan diantara manusia dengan adil, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat di jalan Allah, akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.

Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya tanpa hikmah, yang demikian adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka.

Pantaskah kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh sama dengan orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi? Patutkah kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?” (QS Shad: 17-28).

Ibnu Abbas dan Mujahid mengatakan, kata “Al-Ayad” berarti kekuatan dalam ketaatan, maksudnya adalah kekuatan dalam beribadah dan beramal salih. Sedang Qatadah mengemukakan, Nabi Daud diberi kekuatan beribadah dan diberi taufik dalam memegang keyakinannya, sebagaimana telah disebutkan, Daud senantiasa melakukan “Qiyamul Lail” (salat Tahajud) dan mengerjakan puasa Dahr (puasa sepanjang tahun, sehari puasa, sehari tidak).

Sulaiman anaknya

Tuhan Maha berkehendak. Dia mengangkat derajat siapa saja yang dikehendakinya. Nah, dari isteri sang wanita cantik molek tadi, Nabi Daud beroleh seorang anak yaitu Nabi Sulaiman. Ia adalah anak yang cerdas, dan kecerdasannya itu tampak sejak masih kecil. Seperti biasa Daud duduk dan memberikan keputusan hukum kepada rakyatnya dan menyelesaikan persoalan mereka. Seorang lelaki pemilik kebun datang kepadanya disertai lelaki lain. Pemilik kebun itu berkata kepadanya,

“Tuanku wahai Nabi, sesungguhnya kambing laki-laki ini masuk ke kebonku dan memakan semua anggur yang ada di dalamnya. Aku datang kepadamu agar engkau menjadi hakim bagi kami. Aku menuntut ganti rugi.”

Daud berkata kepada pemilik kambing. “Apakah benar bahwa kambingmu telah memakan kebun lelaki ini? Pemilik kambing itu berkata, “Benar wahai tuanku.” Daud berkata, “Aku telah memutuskan untuk memberikan kambingmu sebagai ganti dari apa yang telah di rusak oleh kambingmu.”

Lalu Sulaiman yang saat itu baru berusia 11 tahun, berkata, “Aku memiliki hukum yang lain, wahai ayahku.” Daud berkata, “Katakanlah wahai Sulaiman.”

Sulaiman berkata, “Aku memutuskan agar pemilik kambing mengambil kebun laki-laki ini yang buahnya telah dimakan oleh kambingnya. Lalu hendaklah ia memperbaikinya dan menanam disitu sehingga tumbuhlah pohon-pohon anggur yang baru. Dan aku memutuskan agar pemilik kebun itu mengambil kambingnya sehingga ia dapat mengambil manfaat dari bulunya dan susunya serta makan darinya. Jika pohon anggur telah besar dan kebun tidak rusak atau kembali seperti semula, pemilik kebun itu dapat mengambil kembali kebunnya, dan begitu juga pemilik kambing pun dapat mengambil kambingnya.”

Daud berkata, “ini adalah keputusan yang hebat, wahai Sulaiman. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberimu hikmah ini. Engkau adalah Sulaiman yang benar-benar bijaksana.” (Al-Anbiya: 78-79).

Daud memerintah selama 40 tahun. Pemerintahannya mendatangkan kemakmuran, keadilan serta kesentosaan bagi rakyatnya. Ia meninggal dalam usia lanjut. Dalam kemuliaan dan kebesaran, putranya Sulaiman telah dipersiapkan sebagai penggantinya. Sulaiman pun kemudian mewarisi sang ayahanda: menjadi Raja dan juga sebagai Nabi yang termasyhur karena ketaatan,  kekuatan, kekayaan dan kekuasaannya.

 @@@ SUMBER: Majalah Alkisah nomor 21 / 10-23 Okt 2005 dan beberapa sumber lain di internet.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 26 Komentar

ILMU RAJAH KALACAKRA BATARA KALA


Keterangan Foto: Nenek moyang kita dulu mengabadikan Batara Kala dalam wujud arca/patung.

***
Rajah kalacakra sangat terkenal di kalangan para pemerhati dunia mistik dan supranatural. Juga banyak versi cara mengamalkan dan mempraktekkannya. Khodam pemilik Ilmu ini konon adalah Batara Kala yang berwujud raksasa tinggi sekitar 3 meter dan benar-benar hadir dan masuk ke tubuh dalang ruwat ketika diadakan upacara Ruwatan. Kehadiran Batara Kala ini biasanya tidak bisa lama, hanya sekitar 2 sampai 3 menit dan dalam waktu sesingkat itu membuat para makhluk halus yang biasanya mengikuti tubuh seseorang yang akan diruwat menjadi takluk dan menyingkir.

Menurut kepercayaan Jawa, rajah kalacakra ini tergores di dada Batara Kala yang kemudian dapat dibaca oleh Batara Wisnu yang menyamar sebagai dalang Kandhabuwana. Rajah Kalacakra biasanya dipraktekkan pada upacara ruwatan dengan cerita Murwakala. Karena hal itu, Batara Kala kemudian mengikuti kehendak Batara Wisnu.

Untuk memanggil Batara Kala secara fisik juga tidak sembarangan. Hanya segelintir orang atau dalang ruwat (yang sekarang jumlahnya bisa dihitung dengan jari) yang sudah ”ditakdirkan” dari sononya bisa memiliki penunduk Batara Kala dan menghadirkannya saat acara ruwatan. Meskipun begitu, kita juga bisa memiliki Ilmu ini dengan niat dan upaya batin yang teguh dan kuat.

Pernah ada pengalaman, seorang yang memiliki Ilmu ini hanya dengan membuka bajunya dan diiringi membaca mantra penutup maka para makhluk halus yang kebetulan merasuki puluhan murid sekolah menengah tersadarkan.

Kekuatan/power ilmu ini juga bisa untuk beragam fungsi diantaranya untuk pengobatan fisik maupun metafisik, ruwat sengkolo, pengusiran mahluk halus yang mengganggu sebuah tempat, penolak beragam santet teluh dan tenung, penakluk dendam iri hati dan kesombongan lainnya dan menjadi welas asih, pagar goib rumah gedung dan sebuah tempat.

Ada satu versi di antara banyak versi laku pengamalan Ilmu ini yang merupakan gabungan (akulturasi) Jawa – Islam. Berikut versi itu:

Puasa 3 hari dan hari terakhir pati geni 1 hari 1 malam, artinya tidak tidur dan tidak makan minum.
Saat tengah malam puasa lakukan sebagai berikut

Usap dengan tangan kanan:
1. Mata 3 X,
2. Kening 5 X,
3. Ubun-Ubun 1x
4. Pulung Ati 1x
5. Pusar 1x
6. Jempol Kaki kanan kiri 1x

Membaca sabda tunggal:
INGSUN TOHJALINING DZAT KANG MAHA SUCI, KANG AMURBA KANG AMISESA KANG KUWASA ANGANDIKA KUN FAYAKUN DADIYA SAKCIPTANINGSUN ANA SEKDYANINGSUN TEKA SAK SEKRSANINGSUN, METU SAKKODRATINGSUN.

Membaca niat:
INGSUN NIYAT NGLAKONI RAJAH KALACAKRA LEKSANA MANJING SIGRA, NIYAT ANGLAKONI AKSARA JAWA WALIKAN

Membaca syahadat:
SOLALLAHUALAIHIWASALLAM, BISMILLAHIRROHMANIRROHIM WASYHADU SYAHADAT AGUNG DZAT MULYO KAWULO BAKTIKAH PANGERAN

KHASBIYALLAH (3 X) WANIKMAL WAKIL NIKMAL MAULA WANIKMAN NASIR

LAA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYIL ADZIM 7 x

HA NA CA RA KA DA TA SA WA LA PA DHA JA YA NYA MA GA BA TA NGA 1 x

NGA THA BA GA MA NYA YA JA DHA PA LA WA SA TA DA KA RA CA NA HA
60 x

NGA THA BA GA MA NYA YA JA PHA PA LA WA SA TA DA KA RA CA NA HA 4 x di dalam hati dengan lidah ditekuk ke atas

NGA THA BA GA 999 x

MA NYA YA JA 999 x

DHA PA LA WA 999 x

SA TA DA KA 999 x

RA CA NA HA 999 x

===Baca MANTRA KUNCI penutup===

YAMAROJA JAROMAYA

YAMARANI NIRAMAYA

YASILAPA PALASIYA

YAMIRODA RADOMIYA

YAMIDOSA SADOMIYA

YADAYUDA DAYUDANA

YASIYACA CAYASIYA

YASIHAMA MAHASIYA

(mantra kunci ini perlu dihapalkan karena merupakan kunci)

Cara penggunaan:
Selesai puasa 3 hari maka Anda sudah memiliki Ilmu ini. Cara menggunakan, mantra kunci dibaca 1 x dan tiupkan ke air putih. Untuk pengobatan fisik maupun metafisik baca mantra tiupkan ke air dan diminum setengah gelas setengahnya lagi diusapkan ke tubuh orang yang bersangkutan. Untuk ruwat sengkolo pengusiran mahluk halus yang mengganggu sebuah tempat pagar goib rumah gedung dan sebuah tempat mantra dibaca dan dibakar menyan jawa ditempat dimaksud. Untuk penolak beragam santet teluh dan tenung air putih diusapkan ke tubuh. Untuk penakluk dendam iri hati dan kesombongan lainnya dan menjadi welas asih mantra cukup dibaca dan diarahkan ke foto orang tersebut. Untuk mengusir ilmu pesugihan yang dimiliki seseorang, dekati rumahnya baca mantra kunci setelah itu bersiul. Ulangi langkah yang sama 3 x. Semoga bermanfaat.

@ Wongalus,2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, ILMU RAJAH KALACAKRA | 93 Komentar

AZIMAH PEMANGGIL KHODAM SAYYID KANDIYAAS


Ini adalah azimah pemanggil khodam Ayat Kursi (bahasa Arab:آية الكرسى ayatul kursi) atau Ayat Singgasana adalah ayat ke-255 dari Surah Al Baqarah. Yang maknanya dalam Tafsir sbb:

==ALLAH, TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) MELAINKAN DIA YANG HIDUP KEKAL LAGI TERUS MENERUS MENGURUS (MAKHLUK-NYA); TIDAK MENGANTUK DAN TIDAK TIDUR. KEPUNYAAN-NYA APA YANG DI LANGIT DAN DI BUMI. TIADA YANG DAPAT MEMBERI SYAFA’AT DI SISI ALLAH TANPA IZIN-NYA? ALLAH MENGETAHUI APA-APA YANG DI HADAPAN MEREKA DAN DI BELAKANG MEREKA, DAN MEREKA TIDAK MENGETAHUI APA-APA DARI ILMU ALLAH MELAINKAN APA YANG DIKEHENDAKI-NYA. KURSI ALLAH MELIPUTI LANGIT DAN BUMI. DAN ALLAH TIDAK MERASA BERAT MEMELIHARA KEDUANYA, DAN ALLAH MAHA TINGGI LAGI MAHA BESAR==

Tafsir dari Abdullah Yusuf Ali maknanya sebagai berikut: ==Allah! Tiada tuhan selain Dia yang Hidup, Yang berdiri Sendiri, Abadi, tak pernah terlena. Tak pernah tidur. Milik-Nyalah segala yang di langit, segala yang di bumi. SIAPAKAH YANG DAPAT MEMBERI PERANTARAAN DI HADAPAN-NYA TANPA IZIN-NYA? Ia mengetahui segala yang di depan mereka dan segala yang di belakang mereka; mereka takkan mampu sedikit pun menguasai ilmu-Nya kecuali yang dikehendaki-Nya. Singgasana-Nya meliputi langit dan bumi, dan tiada merasa berat Ia menjaga dan memelihara keduanya. Ia Mahatinggi, Mahabesar==

Tafsir dari Ibnu Katsir maknanya sebagai berikut: ==Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya);tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. TIADA YANG DAPAT MEMBERI SYAFA’AT DI SISI ALLAH TANPA IZIN-NYA. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Maha tinggi lagi Maha besar.==

Ayat inilah yang disebut Ayatul-Kursi atau Ayat Singgasana. Tiada yang mampu menerjemahkan keagungan makna ini, atau meniru irama kata-katanya yang begitu padat dan terpilih. Sifat-sifat Allah yang begitu berbeda dari segala yang kita ketahui dalam dunia kita ini, sehingga kita harus puas dengan pengertian bahwa satu-satunya kata yang tepat, yang dapat kita pakai menyebut-Nya ialah “Dia” – kata ganti yang mengandung arti nama-Nya. Nama-Nya – Allah – yang kadang salah pakai dan digunakan pada makhluk-makhluk dan benda-benda lain; dan kita harus tegas-tegas menolak setiap gagasan atau kesan bahwa ada sesuatu sebagai sekutu Allah, Tuhan Tunggal Yang Hidup. Ia hidup, tetapi hidup-Nya berdiri sendiri dan abadi, tidak tergantung kepada apa pun dan tidak terbatas oleh gagasan apapun, juga tidak akan mampu dibatasi dimensi ruang dan waktu (karena ruang dan waktu ini justeru ciptaan NYA). Sifat al-Qayyum barangkali tidak sekedar berarti “Berdiri Sendiri” tetapi juga mengandung arti “Menjaga dan memelihara hidup”, hidup-Nya merupakan sumber dan penopang yang terus-menerus terhadap segala asal bentuk kehidupan.

Ayat kursi mengandung suatu hal yang sangat agung. Dan terdapat sebuah hadits shahih dari Rasulullah, yang menyebutkan bahwa ayat tersebut adalah ayat yang paling utama di dalam kitab Allah (al-Qur’an). Imam Ahmad meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, bahwa Nabi pernah bertanya kepadanya: “Apakah ayat yang paling agung di dalam kitab Allah?” “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui,” sahut Ubay bin Ka’ab. Maka Nabi mengulang-ulang pertanyaan tersebut, dan kemudian Ubay bin Ka’ab menjawab: “Ayat Kursi.” Lalu beliau mengatakan: “Engkau akan dilelahkan oleh ilmu, hai Abu Mundzir. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya ayat kursi itu mempunyai satu lidah dan dua bibir yang senantiasa menyucikan al-Malik (Allah) di sisi tiang Arsy.

Hidup yang sempurna adalah hidup yang penuh dengan kegiatan yang sempurna pula, kebalikannya daripada hidup yang tidak sempurna, yang dapat kita lihat di sekeliling kita, yang bukan hanya menjadi sasaran maut, tetapi juga sudah tak berdaya atau kegiatan yang berangsur surut. Singgasana, kursi, kekuatan, ilmu, simbol kekuasaan Allah tiada akan pernah terbatas, maka hiduplah dengan cahaya asmak NYA maka kita akan mendeka dalam rengkuhan NYA……

**DOA PEMANGGIL KHODAM**
Setelah membaca ayat kursi kita bisa memohon barokah kemuliaan ayat ini. Yaitu menambahkan dengan doa permohonan ijin kepada Allah SWT agar khodam Ayat Kursi yang bernama Sayyid Kandiyaas membantu segala hajat/keinginan kita. Kalau Allah SWT berkenan maka Sayyid Kandiyas akan mendatangi kita dalam beragam macam bentuk dan wujud. Tidak hanya berwujud ruhany yang bersifat metafisik. Sayyid Kandiyas bisa jadi akan menampakkan diri dalam bentuk yang tidak akan kita sangka sebelumnya.

Pengalaman pribadi (yang tentunya setiap orang tidak sama): datang dalam masuk ke tubuh seorang pria berbadan tinggi tegap usia sekitar 60-70 tahun, berambut gondrong penuh uban berkaos oblong memakai jelana jeans dan berbicara banyak hal. Sempat juga memberikan ‘oleh-oleh’ berupa sebuah bendera dan berpesan agar selalu berbuat kebaikan, hidup tanpa pamrih, bebas merdeka dari tekanan, tidak takut pada kuasa apapun senantiasa tawaduk, menghindari ujub riya sombong takabur. Hanya pasrah pada Allah SWT. Tidak ke kuasa kuasa yang lain. Subhanallah…wallahu a’lam…..

TATA CARA:
Umum
Sebagaimana riyadhoh-riyadhoh yang lain, kita perlu bertaubat dan membersihkan diri dari semua kesalahan yang telah kita kerjakan semasa hidup. Berjanji dalam hati untuk tidak mengulanginya dan memperbanyak ibadah sunnah. Mulai membuka lembaran hidup baru dengan memperbanyak amal sholeh dan shodakoh dalam berbagai bentuk sesuai tuntunan agama.

Khusus
1. Baca ayat kursi 313 x selama 3 atau 7 hari diwaktu yang sama. Misalnya usai sholat tahajud dini hari.
2. Baca doa ini 7 x.

==== BISMILLAHIRROHMAANIRR0HIIM. AS ALUKA ALLOHUMMA ANTUSAKHIROLIY RUUHAANIYYATI HAADZIHIL AYATI SYARIIFAH. TU IINUNIY ALAA QODLOOI HAWAAIJIY. AS ALUKA ALLOHUMMA AN TUSAKH KHIROLIY KHUDDAAMA HAADZIHIL AAYATIL AZHIIMAH WAD DAWATIL MUNIIFAH. YAKUUNUNA LIY AUNAN ALAA QODLOOI HAWAAIJIY. HAILAN JAULAN MALKAN. SAKKHIRLIY ABDAKA KANDIYAAS HATTA YUKALLIMANIY FII HAALI YAQZHATI WAYUIINUNIY FIY JAMII’I HAWAIJIY. KUNLIY AUNAN ALA QODLOOI HAWAIJIY. AQSAMTU ALAIKA AYYUHAS SAYYID AL KANDIYAAS AJIBNII ANTA WA KHUDAAMUKA WA AIINUNIY FII JAMII UMUURIY. BIHAQQI MAA TATAQIDUUNAHUU MINAL AZHOMATI WAL KIBRIYAAI. WA BI SAYYIDINAA MUHAMMADIN ALAIHISHSHOLAATU WASSALAAM ===

Artinya (mohon maaf karena keterbatasan saya bila ada yang kurang mohon ditambah):
Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Aku memohon kepada Mu ya Allah, tundukkanlah bagiku ruhaniyyah ayat yang mulia ini agar dia membantuku untuk menunaikan setiap hajatku. Aku mohon kepada.Mu ya Allah, tundukkanlah bagiku khodam ayat yang agung ini dan doa yang baik ini. Jadikanlah mereka pembantu dan penolongku dalam menunaikan segala hajatku. Hailan Jaulan Malkan…. Tundukkanlah bagiku hamba-Mu Kandiyas, sehingga ia dapat berbicara denganku dalam keadaan terjaga dan membantu serta menolongku dalam tercapainya segala hajatku. Jadikanlah bagiku bantuan atas tertunaikannya segala hajat-hajatku. Aku perintahkan engkau wahai Sayyid Kandiyas jawablah aku beserta seluruh pembantumu bantulah aku dalam segala urusan-urusan dan hajatku. Dengan Haq apa yang diyakinkan dengan keagungannya dan dengan berkah ayat yang agung. Dan dengan berkah junjungan kami Sayyidina Muhammad SAW).

Setelah mengamalkan selama 3/7 hari baca doa ini 20 x usai sholat fardhu.

Semoga bermanfaat bagi sedulur yang akan mengamalkannya dengan yakin seyakin yakinnya bahwa doa kita akan diijabah, didengar dan tunggu hasilnya dengan istiqomah dan tawakkal. Salam paseduluran.

@wongalus,2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 111 Komentar

AJI PANULAKAN WARISAN KANJENG WALI


Dengan ijin Tuhan Yang Maha Kuasa, pengamal ajian ini akan terlindungi dari semua macam bahaya jahat dari orang lain. Santet kelas berat seperti aji pring sedapur, aji-aji yang bersifat guna-guna/teluh-teluh akan luluh bahkan akan balik ke mereka. Tubuhnya gosong menghitam terkena tuah sinar panas ajian ini.

Monggo diamalkan bagi sedulur yang membutuhkannya. Saya ikhlaskan dunia akhirat untuk membela kebenaran dan mencegah kesesatan. Saya tidak ikhlaskan untuk kejahatan dan kesesatan.

Untuk memiliki aji ini lakunya puasa 40 hari. Sholat fardhu tidak boleh bolong-bolong dan setiap tahajud sholat malam. Usai tahajud membaca doa ini:

Bismillah ana serabat putih saka wetan,
Aku menyebut nama Tuhan, ada serabat putih dari timur,
Sapa sing nyegat tuwan Nabi Muhammad,
Yang menghalangi tuwan Nabi Muhammad,
Sapa sing nulak Malaikat Jabarail,
yang menolak Malaikat Jibril.

Bismillah ana serabat kuning saka kidul,
Aku menyebut nama Tuhan ada serabat kuning dari selatan,
Sapa sing nyegat tuwan Nabi Ibrahim,
Yang menghalangi tuwan Nabi Ibrahim,
Sapa sing nulak Malaikat Ngijrail.
Yang menolak Malaikat Izrail.

Bismillah ana serabat abang saka kulon,
Aku menyebut nama Tuhan ada serabat merah dari barat,
Sapa sing nyegat tuwan Nabi Adam,
Yang menghalangi tuwan Nabi Adam,
Sapa sing nulak Malaikat Isrofil.
Yang menolak Malaikat Isrofil

Bismillah ana serabat ijo saka lor,
Aku menyebut nama Tuhan ada serabat hijau dari utara,
Sapa sing nyegat tuwan Nabi Dawud,
Yang menghalangi tuwan Nabi Dawud
Sapa sing nulak Malaikat Mikail.
Yang menolak Malaikat Mikail

Bismillah ana serabat putih saka ndhuwur,
Aku menyebut nama Tuhan ada serabat putih dari atas,
Sapa sing nyegat sing nulak Malaikat Samsu.
Yang menghalangi Malaikat Samsu/malaikat penjaga matahari.

Bismillah ana serabat saka ngisor,
Aku menyebut nama Tuhan ada serabat dari bawah,
Sapa sing nyegat sing nulak Malaikat Wanakirun.
Yang menghalangi dan menolak Malaikat Munkar dan Nakir.

@Wongalus,2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 30 Komentar

AJI GUMBALA GENI


Aji Gumbala Geni memiliki fungsi untuk menolak guna-guna, sihir, santet yang dikirimkan seseorang atau lawan yang ditujukan kepada kita. Kandungan kekuatannya mampu membuat linglung atau bingung lawan. Aji ini akan membuat pihak lawan mengalami perubahan mental psikis yaitu kegilaan.

Untuk memiliki ajian Gumbala Geni ini lakunya “nyirik wohing dami kinukus”. Menjauhi makan-makanan yang dimasak. Hanya boleh memakan buah-buahan dan sayur sayuran alami selama 40 hari 40 malam.

Inilah mantranya yang dibaca setiap tengah malam:

KUCI-KUCI OMAHKU GUMBALA GENI
LURUNGKU SI ALAS AGUNG
NGAREPKU SEGARA GUNUNG
LATARKU LATAR BENGAWAN
JOGANKU JOGAN SEGARA
SAPA SUMEDYA TUMERAH ALA MARANG AKU
KENA KATUJUWA BINGLENG
TEKA BINGLENG TEKA BINGLENG
SAKING KERSANE ALLAH

Artinya:

Kuci-kuci rumahku Gumbala Geni
Lorongku hutan lebat
Depanku samudera gunung
Halamanku sungai besar
Lantaiku samudera
Siapa yang akan bebuat jahat kepadaku
Akan menjadi gila
Jadilah gila atas kuasa Allah.

Dengan ijin Tuhan Yang Maha Kuasa, pengamal ajian ini akan terlindungi dari semua macam santet, teluh, guna-guna. Monggo diamalkan bagi sedulur yang membutuhkannya. Saya ikhlaskan dunia akhirat untuk membela kebenaran dan mencegah kesesatan. Saya tidak ikhlaskan untuk kejahatan dan kesesatan.

@Wongalus,2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 18 Komentar

AJI KADIGDAYAN KASENAPATEN MATARAM


Aji ini kini sudah langka. Ini aji warisan dan wasiat Kangjeng Panembahan Senopati Ing alaga Mataram tentang ilmu kekebalan terhadap segala macam senjata, khususnya senjata api pistol, bedil dan senapan. Menjadikan tubuh anda sangat kuat karena terlapisi oleh daya metafisis yang tidak terkalahkan.
Untuk mencapai tataran kebal harus disertai laku “nyirik wohing dami kinukus”. Menjauhi makan-makanan yang dimasak. Hanya boleh memakan buah-buahan dan sayur sayuran alami selama 40 hari 40 malam. Akan lebih mantap bila sebelumnya nyekar ke Makam Panembahan Senapati di Kotagede Yogyakarta dan memohon ijin langsung ke beliau.
Mantra dihapalkan. Dibaca dan ditipakan ke semua bagian tubuh. Tiupkan ke tangan usapkan ke semua bagian tubuh. Mantra juga ditiupkan ke air putih alami (tidak dimasak) dan diminum serta dibuat mandi. Mantra dibaca saat akan dipraktekkan. Inilah mantranya.
BISMILAHIRROHMANIRROHIM.
SALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALAM
BIS AYAR-AYAR, AKAS MIMIS KANDUT,
KITA TOBAT RAMBUT,
KITA PASUMBON TALINGAN KITA,
GISIG SUH, BRAJA AMPUH,
SIRA NEMBAHA MARANG INGSUN,
HINING NA’IYAT SAGEDINING,
HINING MA’IYAT SAGEDINING,
HINING MA’IYAT SAGEDINING
Dengan ijin Tuhan Yang Maha Kuasa, pengamal ajian ini akan terlindungi dari semua macam senjata. Monggo diamalkan bagi sedulur yang membutuhkannya. Saya ikhlaskan dunia akhirat bagi pembaca/anggota KWA khususnya anggota kepolisian, TNI dan aparat keamanan untuk membela kebenaran dan mencegah kesesatan. Saya tidak ikhlaskan untuk kejahatan dan kesesatan.
@Wongalus,2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 23 Komentar

ASMA’ ISMU ADZOM ROSUL


Mas Satria /ust.rokhim
ustadz.rochim@yahoo.com

Assalamu’alaykum wr wb..
Salam ta’zim buat semua sdulur yg ada disini, saya sangat senang sekali bila saya bisa berbagi ilmu di blog ini,, saya mau ijazahkan ismu ini agar orang yg kesusahan dan ingin mempunyai ilmu ghaib bisa mencapai keinginanya..ismu ini sering sekali di gunakan rosulullah untuk Hajatan, mendatangkan hujan, membantu orang yg melahirkan , pengobatan, serta penderas rizki dan pelancar usaha..dll
Ismu ini juga dimiliki oleh syech abdul qodir untuk membantu menghilangkan penyakit apapun, intinya bisa untuk multi fungsi. Dan bisa di gunakan untuk apa saja. Selain perbuatan yg tercela. Ismu ini saya dapat langsung dari almarhum habib choirul anwar..

Berikut ismu yg sangat dahsyat energinya:

“ ALLOHUMMA INNI AS’ALUKA BISMIKA A’DZHOM WA RIDWANIKAL AKBAR. ALLOHUMMA INNI AS’ALUKA BISMIKAT THOHRIT THOYYIBIL MUBAROKIL AHABBI ILAIKAL LADZI IDZA DU’IITA BIHI AJABTA WA IDZA SU-ILTA BIHI A’THOITA , WA IDZAS TURHIMTA BIHI ROHIMTA WA IDZAS TUFRIJTA BIHI FARROJTA.”

Riyadhoh:
– – Puasa 3 hari sunnah
– – Pada saat puasa do’a di baca tengah malam 99x
– – Pada saat puasa do’a di baca 3x setelah sholad subuh dan magrib
– – Ismu ini multi fungsi, yaitu paling utama untuk PENGOBATAN… masal dan pribadi serta orang lain.
– – Dan jika yg mau langsung mengamalkan , silahkan diamalkan,, tapi harus butuh keihlasan, sabar dan ketekunan.. serta butuh waktu yg lama untuk menguasai ismu ini jika tanpa penyelarasan.

Wassalamu’alaykum wr wb..

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 67 Komentar

MANTRA MANTRA LANGSUNG JADI


MANTRA atau MANTERA adalah barisan kalimat yang digunakan untuk berdoa dan memohon kepada sesuatu dengan maksud agar hajat dan keinginan kita terpenuhi. Ada banyak jenis mantra. Misalnya mantra untuk menjaga diri sering juga disebut penangkal, tangkal atau azimat yang biasanya dibacakan pada benda tertentu.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Mantra diartikan sebagai susunan kata yang berunsur puisi (seperti rima dan irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain. Khanna (2003: hal. 21) menyatakan hubungan mantra dan yantra dengan manifestasi mental energi sebagai berikut:
Mantra-mantra, suku kata Sanskerta yang tertulis pada yantra, sejatinya merupakan ‘perwujudan pikiran’ yang merepresentasikan keilahian atau kekuatan kosmik, yang menggunakan pengaruh mereka dengan getaran suara.
Mantra juga dikenal masyarakat indonesia sebagai rapalan untuk maksud dan tujuan tertentu (maksud baik maupun maksud kurang baik). Dalam dunia sastra, mantra adalah jenis puisi lama yang mengandung daya magis. Setiap daerah di Indonesia umumnya memiliki mantra, biasanya mantra di daerah menggunakan bahasa daerah masing-masing.
Mantra di dalam bahasa Minangkabau disebut juga sebagai manto, jampi-jampi, sapo-sapo, kato pusako, kato, katubah,atau capak baruak. Sampai saat ini mantera masih bertahan di tengah-tengah masyarakat di Minangkabau. Isi mantra di Minangkabau saat ini berupa campuran antara bahasa Minangkabau lama (kepercayaan animisme dan dinamisme) Melayu, bahasa Arab (pengaruh Islam) dan bahasa Sanskerta (pengaruh Hindu Budha).
Setelah pembacaan mantera, benda atau pembaca mantra diyakini akan memiliki kekuatan gaib yang mampu melindungi pemakainya. Jadi bisa disimpulkan bahwa, pembacaan mantera pada benda tertentu yang akan dijadikan tangkal merupakan bagian dari cara untuk mentransformasikan energi atau kekuatan ke dalam benda tersebut.

Selanjutnya, kekuatan yang terkandung dalam diri maupun di dalam benda yang sudah dimantrai akan melindungi pemakainya. Berikut disajikan ragam macam matra yang dikenal luas di masyarakat dan monggo dipelajari maknanya sehingga kita bisa mendapatkan pembelajaran tentang olah batin/spirit yang kita jalani.

Pelet Lado Putar

Mantera dari Asahan Sumatera dengan merica sebagai sarana pelet. Paranormal menggunakan cara mengasapi merica dengan asap setanggi timur, merica selama diasapi diletakkan didalam uncang kecil berwarna kuning yg diikat benang 3 warna, kuning, hitam, putih. jumlah merica sebanyak 7 buah. selama diasapi dibacakan mantera berkali-kali.

Setelah diasapi keluarkan mantera dari dalam uncang, lalu letakkan di telapak tangan kiri. Plintir-plintir merica yang ada di telapak tangan kiri tadi dengan tangan kanan dan bacakan mantera. Si dia akan terus mimpi basah bersama anda selama belum anda miliki. Manteranya:

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..ladoku lado baturai, tetancap gelago dek bonang sambau, kasih engkau tautan hati, tetancap ragoku dlm bonak kocik engkau. mari si…poluk birahiku, mari si…besebadan dek aku, tekonang engkau saban hari dek aku, elok rupoku sodap harumku dek engkau, tepancut engkau saban malam tekonangkan aku. makbul doa pengajar guruku, mustajab kepado si…. kabul allah, kabul muhammad, kabul bagindi rasulullah, berkat laa ila haillallah.

Mantera Pengasihan Buluh Perindu

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Merindu si buluh perindu betandak dlm dulang
waktu cinta merindu disitu aku datang
buluh mendesak berahi sudah tetegak
rindu menyesak aku nan diagak

usah beleha hai engkau buluh perindu
aku dah kempuhunan becinta,
becinta kepada si…….

lesapkan isi hati si…..
lesapkan isi benak si…..
beganti isi hati si….. merinduku
beganti isi benak si….mengenangku

jangan engkau durhaka hai bulu perindu
kalau engkau durhaka
durkaka engkau akan Allah
durhaka engkau akan Muhammad
durhaka engkau akan baginda rasulullah
durhaka engkau akan aku

makbul doa pengajar guruku
mustajab akan si ……
berkat lailahaillallah”.

Pakai buluh perindu, bacakan mantera 7 kali di malam 13,14, 15 purnama, masukkan dlm uncang kecil seukuran buluh perindu. sebelumnya uncang sdh di beri minyak seibu bunga yg jg dibacain mantera melayu diatas.

Mantra pelet lainnya:

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Bulu perindu bulu berendam,
Tanah selasih di lubuk batu,
Kus…..mangat (siapa yg dipelet)
Tunduk dan kasih sayang kepadaku…[permohonan yang lain-lain lagi],
Berkat doa Laillaha illallah,muhammad Rasulullah.

disemburkan pada makanan atau minuman untuk di makan atau di minum si…
moko poji:

Tentu sangat banyak. Di Melayu ada salah satunya;
“ BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Limauku silimau manis
sait diatas talam
pekerjaanku semata manis
seperti asam dek garam
sebimbar dua mimbar
setentang dua tentang
siapa menentang siapa manis
siapa menentang siapa gila
elok tuah badanku
mersing seri mukaku
limpah rizki dek aku
tiada kemungkin tanggal
tiada kemungkin bekecai
kuuur semangat diaku

makbul doa pengajar guruku
mustajab akan aku
kabul Allah
Kabul muhammad
Kabul Baginda rasulullah
Berkat laailaha illallah
muhammadarosulullah”

Mantra diatas namanya “Kedangsa Sitinggi Naik”.
dilaksanakan pada 15 hari bulan purnama.

Bahannya:
7 buah limau kedangsa (dipetik langsung dari pohon)
Sirih temu urat
Pinang sundari melurus
gambir
kapur
air perigi di tengah ladang.

INTI BESI KURSANI
Ilmu inti Besi Kursani untuk mengaktifkan daya kebal tubuh, untuk membungkam musuh, untuk pemagaran benda berharga dari kejahatan atau pencurian, untuk meningkatkan daya pukulan, untuk meradar bahaya dan racun-bisa-ipoh dalam tempat dan makanan, dan untuk menembus kekebalan orang lain.

Ada beberapa versi mantera inti besi kursani.

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
1. “Bosi Pasak, Bosi Kursani
Togak toguh selero dalam badanku
Berokat Laailahaillallah
huallah”.

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
2. “Hai Bosi Putih Bosi Kursani
Bosi Palilit di pinggangku
Kuat aku baki Saidina Ali
Gagah aku bak Saidina Hamzah
Alhamdu, Alhamdu, Alhamdu
Usah dikau makan hati yang putih
Engkau makan darah dek daging
Jikalau engkau makan hati yang putih
Durhako engkau kepada Allah,
Hai Kaddam Kuddim
Keluarlah engkau daripado tompat yang jahat
Ke tujuh petalo langit dan ke tujuh petalo bumi
Keluarlah engkau daripado tompatnyo
Berokat doa Lailaha Illallah Muhammad rasulullah”

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
3. “Terdirilah bosi kursani
Didalam batang tubuhku,
Dek aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Yahun kanda dek aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Fillah amri saina nan bangkit
Dek aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Sandalmanzud Rasulullahi salallahu alaihi wassalam
Qullahu ‘adzim. Alfatihah”.

MANTRA BERKELAHI

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
“Ya dara bulah romuk ramanina.
Hu Allah”.

Dibaca sebelum meninju. Hembuskan pada kepalan tangan.
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
“Allah lah masuk ke Muhammad.
Muhammadlah masuk kepadaku.
Nur ada Muhammad berdiri.
Illallah hu”
untuk tumbuk.

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
“Menyia Muhammad Allah lalu”.
Tinju dikepalkan, kemudian bacakan mantera pideras diatas, lalu hembuskan.

“Diam Muhammad. Allah lalu”.

Cuca ini digunakan sebelum menampar.

JEMPUN SEMANGAT

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Wali wadhi betungkat Batang geledek
Waktu setan menggamit si…. Disitu juga semangat si….pulang.
Jangan engkau lalai di tengah rimba
Jangan engkau lalai di pinggir sungai
Jangan engkau lalai di tepi pantai
Jangan engkau lalai di tengah balai
Jangan engkau lalai di tengah laman
Jangan engkau lalai di tengah rumah
Pulanglah engkau ke tempat engkau sendiri
Di anjung yang tinggi
Dibalai yang besar.

Bahan Semburan:
Merica, Kencur selayang, Pinang melurus.

TAWAR RACUN BISA

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Aku tahu asal mulamu
Bisa darah haid Siti Hawa
Surga akan tempatmu
Cabut bisamu
Naikkan bisa tawarku
Kabul doa pengajar guruku
Mustajab kepada aku
Menawari bisa …(lipan/ular/kala)…
Di kulit jangan si…
Tawar Allah
Tawar Muhammad
Tawar Baginda Rasulullah
Berkat laa ilahaillallah.

MENENGOKKAN
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Astaghfirullahal’azim 3x
Gamit si gelamit sangkut di gulang-gulang
Betulkah si….
Disitulah semangat si… pulang
Satu telentang satu telungkup
Jangan engkau berdusta hai kunyit
Jikalau engkau berdusta
Durhaka engkau kepada Allah
Durhaka engkau kepada Muhammad
Durhaka engkau kepada Aku
Berkat Laa ilaha illallah.

KETEGORAN
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Astaghfirullahal’azim 3x
Gamit si gelamit sangkut di gulang-gulang
Waktu setan menggamit disitu juga semangat si…pulang
Jangan engkau berdusta hai kunyit
Durhaka engkau kepada Allah
Durhaka engkau kepada Nabi
Durhaka engkau kepada aku
Asal engkau dari tanah
Kembali engkau kepada tanah
Kabul doa pengajar guruku
Mustajab kepada si….
Berkat laa ilahaillallah

Tawarnya:
Betanak disesak
Betungkat batang jerami
Setan menyesak
Aku menawari
Kabul doa pengajar guruku
Mustajab kepada si…
Kabul Allah
Kabul Muhammad
Kabul Baginda Rasulullah
Berkat laailaha illallah.

Mantra tanam padi
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..

Nur cahaya munallah
Nur cahaya mun putih
Name semangat tapak kebun
Berkat lailaha illallah
Muhamadarrasulullah

Bulat batu kubula bulat
Bulat batang padi
Aku tahu asal kau ulat
Mate beras mate kau menjadi
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

Hai dayang hijau
Lemah lembut asal kau menjadi yang ikut
Panjang kuku
Panjang kaki
Panjang tangan
Sah aku menawar
Buah padi menghijau
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

Aku tahu asal berau
Belaki benih berau mah berau
Menih mah benih
Berau hitam berau putih
Berau-berau laki bini
Sah aku menawar belaki benih
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

Mantra tanaman Jagung

Bismillahirrahmanirrahim
Hacutalla hicu hicu
Kuserah pada Adam
Bawa antala boa
Jauhkan jagungku dari berau
Berkat kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

Mantra Menanam Benih

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Assalamualaikum nabi Tab
Yang memegang bumi
Aku menumpangkan anakku
Seri Gading Gemala Gading
Di dalam enam bulan angka ketujuh
Aku datang mengambil balik
Dengan lailaha illallahu
Kur semangat
Kuur semangat

Mantra Pengusir Hama Tikus
Bismillahirrahmanirrahim
Aku tau asal engkau tikus tuk sitimuna
Itulah asal tuk nek kau
Kau jangan padiku
Kutawar pada pisang tujuh biji
Ambillah di tunggul ini
Berkat kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

Mantra Pengusir Babi
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Batu berita batu berani
Ketiga batu belubang
Butak mata tanggal gigi
Babi itu tiada akan melawan
Nabi babi itu nabi Yusuf
Asal jadi dari bumi
Jihin yang menguatkannya jihin buhok
Yang berkuda padanya Saih Idris

Mantra Puseng Angin
Nelayan atau pelaut menghadapi angin yang datang dari depan, sering disebut dengan angin sakal. Untuk membalikkan angin tersebut, maka dibaca mantra ini:

Bismillahirrahmanirrahim
Watul ijabah kurawana
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

Mantra Penahan Gelombang
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Assalamualaikum nabi Khidir
Aku tau pegangan engkau
Air laut air darat
Aku sedekah hati quran
Berhentilah topan badai taung ribut gelimut
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah.

Mantra Pengeras Badan
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Ya man, ya ras, ya Malik
Ya kuserahkan kepada kamu

Mantra Penahan Kulit
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Kejang aku kejang rungkup
Kejang tunjang tengah laman
Kebal aku kebal tutup
Terkucap kulit tak berjalan
Terkunci terkancing tak mara

Mantra Kuat Tenaga
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Hai besi bangunlah engkau si raja besi
Yang bernama si ganda bisa
Engkau duduk di kepala jantungku
Bersandar di tiang arasy
Kuminta tinggalkan insanku
Kuminta rendah insan sekalian
Berkat aku memakai wujud kodrat sayyidina ali
Bujur lalu melintang patah
Lalu juga kehendak Allah
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

Mantra Olahraga
Bismillahirrahmanirrohim
Assalamualaikum…mualaikum salam
Harimau datang mayat semua menanti
Mayat datang harimau semua menanti
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

Mantra Pengeras Tendangan
Bismillahirrahmanirrohim
Auzubilla minannar arrim
Mufaiza hatal ya rasulullah iza kital maut
Mim kepalaku, bahuku nun
Pusatku dal
Kakiku alam-tubuhku
Aku kasih Allah

Mantra Panglimunan/Halimun/Pelimun
Bismillahirrahmanirrahim
Perabun pelias peliseh
Perabun pelias peliseh
Perabun pelias peliseh
Sekalian jin dan syetan seteru lawanku
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

Mantra Disegani Orang
Bismillahirrahmanirrahim
Batu bertitik batu berdenting
Tiga batu dacing
Mulut terpempan gigi terkancing
Kau..(sebut nama orangnya)..tak boleh berlebih kata padaku
Durhaka engkau lebih-lebih kepada Allah
Berkat kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

Mantra Jaga Rumah
Bismillahirrahmanirrahim
Imat-imat katemu itu
Mitu melion kate Allah
To badanda berkata-kata
Tak hendak kau datang memijak halaman rumahku
Karene telah ade penjaga pintu
Berdurhake kau kepade Allah
Bila hendak membinase rumahku
Berkat kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah

Mantra Tangkal Bajang
Bismillahirrahmanirrahim
Anak gang anggu bukan kau punya anak
Aku punya anak
Aku tau anak
Kau bujang nas beranak
Batu ampar tengah air
Aku tau asal kau bajang
Sah aku menawar bajang sianu itu
Berkat kalimat lailahaillallah
Muhammadarrasulullah

Mantra Pelemah Asal
Bismillahirrahmanirahim
Assalamualaikum
Badan engkau bernama tanah
Tanah mekhayal darah
Engkau bernama darah muharrap
Urat engkau bernama mahdini
Tatkala bapak engkau mengandung darah putih
Tatkala ibu engkau mengandung darah merah
Cih menguceh
Mani asal engkau menjadi
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

Mantra Pelemah
Bismillahirrahmanirrahim
Rebah ramu engkau berdiri ramu aku
Rebah syarak engkau berdiri syarak aku
Aku mengambil baja sejengkal dalam diri engkau
Berkat lailaha illallah
Muhammadurrasulullah

Mantra Penunduk
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Gempa ali gempa gempita
Dang sari gajah berlenggang
Sah aku anak harimau yang garang
Batu congkol hatiku
Nibung kering tulangku
Berkat doa baginda Ali
Gentar bumi gentar langit

Mantra Penunduk Hantu Laut
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Hai hai, anak datuk laut
Nyalah engkau, pergilah
Jikalau engkau tidak pergi
Aku pukul dengan ijuk tunggal
Dengan ijuk pusaka
Aku sekal kepalamu dengan sengkalan
Aku tau asalmu jadi
Dari kun fayakun
Berkat kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah
Pua-pua adanya

Mantra Penunduk Buaya
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Hai si jambu rakai
Sambutlah
Pekiriman putri
Runduk di gunung
Ledang
Embacang masak sebiji bulat
Penyikat tujuh penyikat
Pengarang tujuh pengarang
Diorak dikembang jangan
Kalau kau sambut
Dua hari jalan ketiga
Ke darat kau dapat makan
Ke laut kau dapat aku
Aku tau asal kau jadi
Tanah liat asal kau jadi
Tulang buku tebu asal kau jadi
Darah kau gila, dada kau upih

Mantra Penghalau Setan
Bismillahirrahmanirahim
Hantu raya jembalang raya
Datang engkau dari hutan raya
Kembalilah engkau ke hutan raya
Engkau jangan bertemu anak sidang manusia
Jika bertemu anak sidang manusia
Tunduk engkau tujuh kali kepada aku
Umat Muhammadlah yang sebenarnya
Berkat kata laihaillallah Muhammadarrasulullah

Mantra Agar Menang
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Allah kata salah
Muhammad kata silih
Jibrail kata fana

Mantra Penunduk Anjing
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
patah ranting ditendang kuda
mulut terkancing mata buta
puh!

Mantra Pemanis Minyak
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Tuang minyak kutuang
Kutuang di tapak tangan
Bukan aku minyak seorang
Aku minyak bulan bintang
Matahari dan cahaya
Cahaya bulan dan cahaya aku
Cahaya bintang cahaya aku
Cahaya matahari cahaya aku
Cahaya Allah cahaya Muhammad
Berkait la ilahaillallah
Muhammadarrasulullah

Mantra Pelembut Hati
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Yatim aku mati tasauf kata Allah (3x)
Roh kalam kawah kali-kali
Aku buang darah gemuruh
Aku naik darah berani

Mantra Pengasih Bini
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Salatu salamu alisa isa wamumni
Aku ambil hidup engkau
Sampai mati akulah tuhan engkau
Akulah nabi engkau di dunia ini

Mantra Bedak Pemanis
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Bedak olak olek
Mari pakai ujung gunting
Kupakai bedak di luar kulit
Mesra dalam daging
Dengan berkat doa lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

Mantra Peseri Muka
BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Sirih senggang kuning
Naik belukar muda
Muka aku bagai anak mambang kuning
Berkat aku memakai doa setandang muda
Matahari tidak berseri
Seri naik ke tubuhku
Bulan tidak bercahaya
Cahaya naik ke mukaku
Cahya Allah caha Muhammad
Cahya baginda Rasulullah

Mantra Pengobatan Patah Tulang

Bismillahi Rahmanir Rahim
Jong sengkang kemudi sengkang
Tarik layar kembang sena
Urat yang kendur sudah kutegang
Urat yang putus sudah kusambung
Teguh Allah, tegang Muhammad
Sendi anggota baginda Ali
Tulang gajah, tulang mina
Ketiga dengan tulang angsa
Patah tulang berganti sendi
Badan jangan rusak binasa
Berkat sidi kepada guru
Sidi menjadi kepada aku
La ilaha illallah, Muhammadar Rasulullah

Mantra Meramu obat

Bismillahirrahmanirrahin
Bilang-bilang topi ayiar
Den lantiang jo tana buku
Solang tulang lai cayiar
Kok kunun dagiang nan sabuku
Kobual Allah kobual Muhammad kobual bagindo Rasulullah
Barokat guru aku dan doaku barokat lailahaillallah
Artinya:
Bismillahirrahmanirrahim
Bilang-bilang tepi air
Aku lempar dengan tanah baku
Sedangkan tulang dapat cair
Apalagi daging yang sebuku
Makbul Allah makbul Muhammad makbul baginda Rasulullah
Berkat guru aku dan doaku, berkat Lailahaillallah

MANTERA PENUTUP LUKA

Bismillahirrahmanirrahim
Poli terpoli
Besi meluka
Besi menangkal
Coba besi merusakkan
Engkau durhaka kepada Allah
Coba engkau membinasakan daging
Engkau durhaka kepada Allah
Tertutup terkunci
Tertanggal terpakai
Berkat doa la haula wala quwwata
Illa billahil aliyyil azhim

MANTERA TAWAR BISA

Bismillahirrahmanirrahim
Bismillah aku menawar racun
Aku tau asal racun
Anak lidah asam racun
Seri manik yang menawar
Jin semlut yang punya tawar
Berkat lailahaillallah

MANTERA SAKIT PERUT

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Lotong kekah ijuk tali
Aku menawar kembung segah
Kentut jandi
Malam senak mudik ke limbung
Si maru rumah mak encik
Lantas turun ke kaki
Turun bisa
Naik tawar
Aku menawar bisa perut
Lotong kekah ijuk tali
Aku menawar kembung segah
Keeentut… jadi!

Bismillahirrahmanirrahim
Meghinju megheijun megheceu
Meghiceu suruh lari
Meghiceu nakal
Meghinju meghinju suruh lari
Pergilah ke tempat kau suke
Jangan lagi di sini
Berkat la ilaha illallah
Muhammadarrasulullah

Sebagian masyarakat nusantara menggunakan mantra untuk banyak tujuan. Hal tersebut sebenarnya bisa sangat efektif bagi para penggunanya, Selain merupakan salah satu sarana komunikasi dan permohonan kepada Tuhan, mantra dengan kata yang ber \rima memungkinkan orang semakin rileks dan masuk pada keadaan trance. Dalam kalimat mantra yang kaya metafora dengan gaya bahasa yang hiperbola tersebut membantu perapal melakukan visualisasi terhadap keadaan yang diinginkan dalam tujuan mantra. Kalimat mantra yang diulang-ulang menjadi Afirmasi, Pembelajaran di level unconscious dan membangun apa yang para psikolog dan motivator menyebutnya sebagai sugesti diri. Semoga bermanfaat untuk menambah khasanah pengetahuan kita semua.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 121 Komentar

AJI RAWE RONTEK, AJI PANCASONA, AJI JENANG DODOL


Tiga ajian ini tergolong ajian yang tidak akan membuat pemiliknya “mati” di tangan orang lain. Yaitu Aji Rawa Rontek, Aji Pancasona, Aji Jenang Dodol (Banten). Tiga ajian dahsyat yang melegenda di tanah air….
Rawe Rontek dalam arti bahasa ialah kepala putus. Ajian ini dimaksudkan agar mereka yang menguasai ajian rawe rontek tidak akan mati dengan cara dibunuh baik dengan senjata tajam, senjata api, racun,santet/sihir tetapi akan mati dengan cara sakit. Ajian rawe rontek jarang yang menguasai bahkan mantranya saja sedikit sekali yang mengetahuinya. Memang ajian rawe rontek hampir sama dengan ajian panca sona{artinya lima tempat}yaitu ajian yang memiliki unsur kekuatan lima tempat. Untuk melengkapi khasanah pengetahuan di KWA maka kali ini dibeber tentang ajian tersebut.
Posting dari Bayu Brojomusti (bayubrojomusti@yahoo.co.id) mantra ilmu rawa rontek sebagai berikut: ”BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM,ALLOHUMMA SIRNING MANJING SALIRANE LIMPUT LIWUNG,INGSUN URIT TAN KENO PATI,LANGGENG TAN KENO RUSAK,KAKANG KAWAH ADI ARI-ARI,KUNIR WELET REWANGONO AKU,BOPO KOSO IBU PERTIWI”
Cara mengamalkan puasa selama 40 hari, buka dan sahurnya hanya makan umbi-umbian dan air putih, selama puasa diperbanyak membaca mantranya, setelah puasa setiap hari mantranya harus dibaca minimal 1 kali.
Rawa rontek adalah ilmu kesaktian yang legendaris dan populer karena dimiliki Si Pitung. Dengan menguasai ilmu ini Pitung dapat menyerap energi lawan-lawannya. Seolah-olah lawan-lawannya itu tidak melihat keberadaan Pitung. Karena itu dia digambarkan seolah-olah dapat menghilang. Menurut cerita rakyat, dengan ilmu kesaktian rawa rontek-nya itu, Pitung tidak menikah. Karena sampai hayatnya ketika ia tewas dalam menjelang usia 40 tahun Pitung masih tetap bujangan.
Konon ajian rawa rontek mirip dengan ajian pancasona, hanya saja, pemilik ajian rawa rontek lebih gampang emosi, selalu berbuat kejahatan dan anarkis. Hal tersebut tentu terjadi, karena di dalam sel-sel tubuh pemilik ilmu rawa rontek telah dipengaruhi jin jahat yang bersemayam.

Ilmu ini sangat langka. Dan jika ada yang menguasai ilmu rawa rontek, bisa dihitung dengan jari,ujar pria bersorban sembari mengatakan, untuk memperoleh ilmu ini bukan hal yang gampang. Harus melewati ritual yang berat. Untuk menguasai ajian ini, harus pula dibarengi dengan keyakinan yang penuh.

Pemilik ajian rawa rontek harus melewati tahap-tahap penyempurnaan ilmunya. Rawa rontek sendiri memiliki tingkatan-tingkatan, rendah, menengah dan tinggi.Pada tingkatan rendah, jin jahat bersemayam di aura pemiliknya, tujuannya untuk ilmu kebal, tahan pukul, bacokan dan tusukan senjata tajam. Pada tingkatan menengah, khodam mulai mendekat ke kulit pemiliknya.Biasanya tahapan ilmu kebal tingkat menengah lebih kuat dari tingkat rendah. Kulit akan jadi sekeras batu karang bila ilmu kebal tingkat menengah sudah dikuasai, dan badan bukan hanya tahan pukulan dan senjata tajam, tapi senjata api pun sudah bisa ditahan dengan kekuatan ilmu hitam tingkat menengah ini.

Sementara pada tahapan tingkat tinggi, disinilah khodam memasuki sel-sel tubuh, sehingga mampu membangkitkan energi tenaga dalam, dan mampu merekayasa percepatan regenerasi sel.Ini yg bahaya sekali. Biasanya umur orang yg memiliki ilmu hitam begini sangat panjang, karena kerusakan pada sel tubuhnya akan terus beregenerasi dengan cepat sebab kematian itu akan terjadi bila tubuh fisik tidak lagi layak bagi ruh karena rusak, makanya orang2 yg mati itu pasti ada kerusakan pada tubuhnya. Pada dasarnya jin tidak bisa masuk ke dalam sel tubuh, karena ruh akan tetap kuat, kecuali manusianya yang membuka akses bagi makhluk metafisik itu.

Ajian rawa rontek merupakan ilmu langka dan memiliki kelebihan yaitu bagian tubuh yang sudah terpotong bisa tersambung kembali. Tentu siapa saja yang melihat aksi pemilik ilmu ini, akan naik kadar adrenalinnya. Dan segudang pertanyaan lahir, karena ilmu hitam ini sungguh-sungguh diluar akal manusia. Mengapa bisa menyatu kembali ? Bagaimana dengan urat dan syaraf bagian tubuh yang dipotong ?

Penangkal bagi pemilik ajian rawa rontek, yakni dengan membakar atau menyangkutkan tubuhnya di atas pohon, sehingga kakinya tidak menyentuh tanah (bumi). Kelangkaan ilmu ini juga disebabkan, karena tidak bisa diturunkan kepada orang lain. Jadi, siapa yang ingin memiliki ilmu langka ini, harus melakukan rintangan yang tidak gampang.

Ritual rawa rontek jauh berbeda dengan ritual yang dilakukan kesenian tradisional Banten, debus. Karena debus hanya atraksi dan lebih menekankan pada tusukan, tahan panas, tahan pukul dan tahan sayatan. Bukan dilakukan dengan cara membelah yang menjadikan tulang terpotong dan lepas dari kesatuan tulang itu sendiri.

Sejenis dengan rawarontek adalah Aji Pancasona yang melindungi badan dari terluka. Bila kena senjata nya akan hilang tanpa bekas, apabila terputus salah satu anggota badan nya akan tersambung kembali tanpa bekas. Boleh disebut ajian ini adalah ajian rawa rontek yang sudah di putihkan aliran nya.

Mantranya Bismillahirrohmanirrohim, niyat ingsun amatek ajiku aji pancasona, ana wiyat jroning bumi, surya murub ing bantala, bumi sap pitu, anelahi sabuwana, rahina tan kena wengi, urip tan kenaning pati, ingsung pangawak jagad, mati ora mati,
Tlinceng geni tanpa kukus, ceng cleneng, ceng cleneng, kasangga ibu pertiwi, tangi dewe,urip dewe aning jagad, mustika lananging jaya, hem, aku si pancasona, ratune myawa sakalir.

Dari berbagai informasi yang terkumpul syarat untuk memiliki aji pancasona adalah Puasa sunnah senin dan kamis selama 7 bulan,setelah selesai 3 hari berikutnya dilanjutkan dengan puasa sunnah 40 hari (rutin selama 40 hari berturut-turut). Malam terakhir (hari ke-41 nya) tidak tidur selama 24 jam dalam keadaan suci dari hadast besar dan kecil. Selama puasa setiap selesai sholat fardhu membaca rapal ajian tsb 21 X. Selama puasa juga di wajibkan melaksanakan sholat hajat khusus dngn membaca ajian tsb 75 x selesai sholat nya. Dan sebelum melaksanakan sholat hajat ini juga di wajibkan untuk mandi keramas(mandi besar) yang air nya sdh diberi rapal tsb sebanyak 21 x. Setelah selesai mengerjakan puasa dari keseluhuhan nya di atas,untuk rutinitasnya amalan di atas harus dibaca 3x setiap selesai sholat fardhu. Wallahu alam.

@ Diolah dari sumber-sumber yang sudah ada di jejaring dunia maya.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, AJI JENANG DODOL | 82 Komentar

ASMA’ SULTHON SAMMAWAT (PENGHULU LANGIT)


https://www.facebook.com/tasbih.c.hati

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM..ALLAHUL HAQ KHOLIQUL HAQ ASMAUL HAQ SYIFAUL HAQ QUWWATUL HAQ JABBARUL HAQ WA NABIYYUNA MUHAMMADIN SAW KALIMATUL HAQ BIIDZNILLAHIL HAQ ALLAHU AKBAR.

Untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Fadhilah, karomah, manfaat, kegunaan Biidznillah.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 123 Komentar

NAMA-NAMA PORO RATU DHEMIT YANG BISA DIPANGGIL UNTUK BERBAGAI KEPERLUAN


wongalus

MADURA BUTA GARIGIS, MATESIH JARANPANOLIH, SI GOBER PECANGAKAN DANAPI JATISARI, ABAR-ABIR JATIMALANG. ARYA TIRON LODAYA, SARPABANGSA PENING, PARANGTANDANG KESANGA, ING KUWU SI ONDAR-ANDIR, SETAN TELAGA PASIR, SI JALILUNG, KALA NGADANG TUNTANG, BANCURI KALA BANCURING ARDI BAITA. RARA DUNGIK RANDU LAWANG, SENDANG RETNA PANGASIH.

BUTA KEPALA PRAMBANAN, BOK SAMPUR NENG ARDI WILIS, RADEN GALANGGANG JATI, ANENG ARDI GAJAH MUNGKUR, SI GENDRUK ING TALPEGAT, ING NGEMBEL RAHADEN PANJI, PAGER WAJA RAHADEN KUSUMAYUDA. SI PENTUL ANENG KACANGAN, NGREMA TAMBAKSULI, YUDAPEKSA DELANGGU, SI KLUNTUNG ING JEPARA, GAMBIR ANOM PTI, SI KECEBUNG KADILANGU, RARA DULEG MANCINGAN, GUWA LANGSE RAJA PUTRI, PARANG WEDANG RADEN ARYA JAYENGWESTI.

DURGANELUH MAOSPAHIT, RAJA BAUREKSA RATUNING DHEMIT, BALABATU BLAMBANGAN, BUTA LOCAYA KEDIRI, PRABU YEKSA GIRIPURA. SIDAKARE PACITAN, KEDUWANG KLENTINGMUNGIL, HENDRJEKSA MAGETAN, JENGGAL TUNJUNGPURI, PRANGMUKA SURABANGGI, PUNGGUNG SI ABUR-ABUR, SAPUJAGAD JIPANG, MADIYUN KALASEKTI, SI KOREG PANARAGA, SINGABARONG JAGARAGA, MAJENANG TRENGGILING WESI, MACAN GUGUH GROBOGAN.

KALJOHAR SINGOSARI, SRENGAT BARUKUPING, BALITAR KALAKATUNG, BUTA KRODA RAWA, KALANGBRET SEKARGAMBIR, CARUB AWOR LAMONGAN. GURNITA PUSPALAYA, SI LENGKUR TILAMPUTIH, SI LANCUK BALORA, GAMBIRAN KALADURGI, KEDUNGGEDE NI JENGGI, BATANG SI KLEWR, NGLASEM KALAPRAHARA, SIDAYU SI DANDANGMURTI, WIDALANGKAH CANDI KAYANGANIRA. SEMARANG BARATKATIGA, PEKALONGAN GUNTURGENI, PEMALANG KI SEMBUNGYUDA, SUWARDA SOKAWATI, TANDES NYAI RAGIL, JAYALELANA SURUH, BUTA TRINGGILING TANGGAL, KENDAL SI GUNTING GENI, KALIWUNGU GUTUK-API.

MAGELANG KI SAMAITA, DADUNG AWUK BREBES NENGGIH, PAJANG BUTA SALEWAH, MANDA-MANDA MATAWIS, PALERET RAJEG-WESI, KUTAGEDE NYAI PANGGUNG, PRAGOTA KARTASURA, CAREBON SETAN KABERI, JURUTAMAN TEGALLAJANG. GENAWATI SILUMAN, KEMANDANG WARINGIN-PUTIH, KARETEG PAJAJARAN, SAPUREGOL BATAWI, WARU SULI WARINGIN, GUNUNG AGUNG, KALEKAH NGAWANG-AWANG, PARLAPA ARDI MERAPI, NI TALUKI TUNJUNGBANG. SETAN KARETEK SENDANG, PAMASUHAN SAPU ANGIN, KRES APADA RANGKUTAN, WANDANSARI TARISIG, WANAPETI MALANGKARSA SAWAHAN KI SANDUNGAN, PELABUHAN DUDUKWARIH, BUTA TUKANG PELAJANGAN. RARA AMIS TAWANG, TIDAR SI KALASEKTI.

MADURETNA SUNDARA, JELELA ARDI SUMBING, NGUNGRUNGAN SIDAMURTI, TERAPA ARDI MERBABU, LIRBANGSAN KOMBANG, PRABU JAKA ARDI KELIR, AJI DIPA KENDENG. PASISIR BUTA KALA, TELACAP KI KALA SEKTI, KALA NADAH TOJAMAS, SEGALUH ARAN SI RENDIL, BANJARAN KI WESASI, SI KOROK LOWANGE, GUNUNG DUK GENIYARA, BOK BERENG PARANGTARITIS, DREMBAMOA PURBALINGGA. SI KRETA KARANGBOLONGAN, KEDUNG WINONG ANDONGSARI, JENU SI KARUNGKALA, PENGGING BANJARANSARI, PAGELAN KYAI CANDRALATU KENDALI SADA, KETEK PUTIH BUTA GLEMBOH KAJANG. RARA DENOK DEMAK, SI BATITIT TUBIN, JUWAL-PAJAL TALSINGA, TREMAS KUYANG.

TRENGGALEK NI DARUNI, SI KUNCUNG CEMARASEWU, KALA-DADUNG BENTONGAN, ASMARA ANENG TAJI, BAGUS-ANOM KUDUS. MAGIRI SI MANGLAR MUNGA, ING GADING SI PUSPAKATI, CUCUK DANDANG ING KARTIKA, KULAWARGA TASIKWEDI, KALI OPAK WINARNI, SANGGA BUWANA RANIPUN, PAK KECEK PEJARAKAN, CING-CING GOLING KALIBENING, DAHRAMA KARAWELANG. WARULANDEYAN, KI DARUNA NI DARUNI, BAGUS KARANG ANENG ROBAN, PASUJAYAN UDAN RIRIS, WIDANANGGA DALEPIH, SI GADUNG KEDUNG GARUNGGUNG KABAREYAN, CITRANAYA KANG NEGGANI, GANEPURA MAJARAGA. LOGENJANG JUWANA, REMBANG SI BAJULBALI, SI LONDIR WIRASABA.
—————

Cara panggil:
1. Cari tempat yang jauh dari perumahan penduduk,
2. Bakar menyan dan beri sesajen (terserah anda)
3. Baca nama-nama di atas dan tunggu kedatangannya.
4. Bila sudah datang sampaikan salam paseduluran dan ngobrol apa saja terserah anda.
5. Harus tatag/ tidak takut. Tetap tenang.
6. Golongan makhluk halus sama dengan manusia. Bila kita tenang mereka juga tenang. Bila kita mengusik, mereka juga mengusik. Sebaliknya bila kita usir, mereka juga akan melakukan perlawanan.
7. Berteman dan Meminta bantuan pada mereka itu boleh. Nabi Sulaiman juga memerintah dan meminta bantuan pada para Jin. (bantu membantu yang positif yaaa…Yang negatif tetap dilarang)  Sama dengan meminta bantuan pada pak Sholeh, Cak Wadi, Mbah Salamun untuk memperbaiki genteng yang bocor, menguras jeding dll tentu saja anda juga perlu membalas jasa mereka. Dilarang melanggar janji sumpah dan saling menyakiti/mendzolimi. Tetap gunakan sopan santun adab dan etika sesama makhluk.  YANG DILARANG/TIDAK BOLEH ADALAH MENYEMBAH DAN SYIRIK/MEMPERSEKUTUKAN MEREKA DENGAN ALLAH SWT.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 127 Komentar

GEBYAR SILATURAHIM NASIONAL KWA III: MEMANCARKAN CINTA DAN KASIH SAYANG PADA ALAM SEMESTA


MENYAMBUNG PERSAUDARAAN / TALI SILATURAHIM ITU WAJIB HUKUMNYA. BANYAK MANFAAT YANG KITA PEROLEH KETIKA KITA BERSILATURAHIM DIANTARANYA MEMBUAT PANJANG UMUR AWET MUDA, MENAMBAH REJEKI DAN LAINNYA. KARENA ITU KAMPUS WONG ALUS AKAN MENGADAKAN ACARA SILATURAHIM NASIONAL KWA SEKALIGUS “SYAWALAN” DENGAN TEMA: “KWA MEMANCARKAN  CINTA DAN KASIH SAYANG PADA ALAM SEMESTA”  PADA:

HARI : SABTU MALAM MINGGU S/D MINGGU PAGI

TANGGAL : 15 – 16 SEPTEMBER 2012

PUKUL : SABTU 19.00 WIB S/D MINGGU PUKUL 14.00 WIB

TEMPAT : BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO, JAWA TIMUR.

ACARA:  RESMINYA SYAWALAN,  TIDAK RESMINYA: CANGKRUK NGOPI, DISKUSI-DISKUSI INFORMAL, PLUS PEMATERI YANG INGIN MENGIJAZAHKAN SEKALIGUS WEDAR ILMU-ILMUNYA  DAN LAIN-LAIN…  

(STTTT… ADA DOORPRIZENYA  DARI SESEPUH KWA !!!!! YANG NGGAK HADIR PASTI MENYESAL SEUMUR HIDUP HEHE….)

SYARAT: NGGAK PAKE SYARAT APAPUN DAN UNTUK SEGALA UMUR

ROUTE PERJALANAN KE TKP BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO BERALAMAT DI JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO. SELATAN RSUD –SEBELAH SELATAN KOMPI SENAPAN, KIRI JALAN DARI ARAH SURABAYA MENUJU MALANG BISA DITEMPUH DGN ALTERNATIF-ALTERNATIF:

1. BUS: TURUN TERMINAL PURABAYA – BUNGURASIH, NAIK KENDARAAN UMUM (COLT WARNA KUNING) JURUSAN SIDOARJO TURUN DI DEPAN BALAI DIKLAT ONGKOS SEKITAR 10 RIBU.

2. PESAWAT TERBANG: TURUN BANDARA JUANDA SURABAYA, NAIK TAKSI BANDARA (SEKITAR 100 RIBU) TURUN DI DEPAN BALAI DIKLAT.

3. KERETA API BISNIS/EKSEKUTIF: DARI ARAH BARAT TURUN DI STASIUN GUBENG ATAU PASAR TURI SURABAYA. NAIK KERETA API KOMUTER JURUSAN STASUIN KA SIDOARJO (TARIF MURAH RP 5000,-) DARI STASIUN KA SIDOARJO NAIK BECAK KE BALAI DIKLAT RP 10 RIBU. ATAU YANG LEBIH MAHAL, DARI STASIUN GUBENG SURABAYA NAIK TAKSI RP 150 RIBU TURUN DI BALAI DIKLAT.

4. KERETA API EKONOMI (LOGAWA/SRI TANJUNG) DARI ARAH PURWOKERTO, JOGJA, ATAU DARI BANYUWANGI JEMBER TURUN LANGSUNG DI SIASUN SIDOARJO DENGAN ONGKOS JAUH DEKAT 36 RIBU. DARI STASIUN KA SIDOARJO NAIK BECAK KE BALAI DIKLAT RP 10 RIBU

4. MOBIL/SEPEDA MOTOR PRIBADI: DARI ARAH SURABAYA MENUJU MALANG TURUN DI JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO. SELATAN RSUD –SEBELAH SELATAN KOMPI SENAPAN, KIRI JALAN.

5. MOBIL/SEPEDA MOTOR PRIBADI: DARI ARAH MALANG, BALAI DIKLAT ADA DI ARAH KANAN JALAN. KENDARAAN PUTAR DI DEPAN KOMPI SENAPAN DAN BALIK MENUJU ARAH SELATAR 25  METER.

TERSEDIA MUSHOLA, KAMAR MANDI DAN AULA UNTUK MENYANDARKAN PUNGGUNG BERISTIRAHAT SEDULUR YANG DATANG DARI LUAR KOTA. KITA SEDIAKAN TIKAR APA ADANYA NAMUN MOHON MAAF PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN TEMPAT TIDUR.

BILA MEMBUTUHKAN TEMPAT YANG LEBIH NYAMAN, BANYAK HOTEL TERDEKAT DI KOTA SIDOARJO DENGAN RAGAM TARIF MULAI 150 RIBU SAMPAI BINTANG LIMA.

MOHON MAAF PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN KONSUMSI (MAKAN DAN MINUM SELAMA SILATURAHIM DITANGGUNG PESERTA MASING-MASING). BANYAK TERSEDIA PKL MAKANAN DAN MINUMAN DI SEKITAR DIKLAT, ADA JUGA RESTORAN DAN MAKANAN CEPAT SAJI.

MONGGO PARA SESEPUH, SEDULUR, PEMBACA, SIMPATISAN, KENALAN, HANDAI TAULAN, SOBAT KAMPUS WONG ALUS (SEGALA UMUR, SUKU, AGAMA, PENDIDIKAN, JENIS KELAMIN, DOMISILI MANAPUN) UNTUK HADIR, TIDAK DIPUNGUT BIAYA, KITA SALING MEMAAFKAN, SALING BERTEGUR SAPA MENJALIN KEAKRABAN LAHIR BATIN, DI FORUM INFORMAL YANG MULIA INI. DEMIKIAN PENGUMUMAN INI UNTUK DIKETAHUI. TERIMA KASIH.

===PETA PENUNJUK KE ARAH LOKASI ====

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.