KEMURAHAN ALLAH


Disarikan dari karya al-Ghazali
Oleh Juru Angon

Ilmu Allah Swt itu sangat tak terbatas. Sedangkan tingkatan tertinggi adalah tingkatan para nabi yang kepadanya disingkapkan hakikat segala sesuatu tanpa mereka harus belajar dan berusaha untuk mendapatkannya. Mereka telah “dibukakan hatinya” oleh Allah Swt dalam waktu yang sangat singkat. Disebabkan karena anugerah ini lah, seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah Swt. “Dekat” dalam pengertian maknawi, hakikat dan sifat, bukan dalam pengertian tempat dan jarak.

Setiap orang yang “berjalan” menuju Allah Swt akan melalui berbagai tahapan atau tingkatan. Namun demikian, seorang salik (penempuh jalan tasawuf) hanya bisa mengetahui tingkatan yang sedang dan telah dilaluinya. Ia tidak bisa memahami secara pasti tingkatan yang ada di atasnya. Ia hanya meyakini tentang keberadaannya, seperti kita yang mempercayai dan meyakini kebenaran adanya nabi dan nubuwwah (kenabian), tetapi hanya nabi sendirilah yang mengetahui hakikat kenabiannya.
Begitu juga seorang janin atau bayi, ia tidak mengetahui apa yang akan terjadi – dan pengetahuan yang dimilikinya – pada masa balitanya, pada masa kanak-kanaknya dan pada masa dewasanya. Oleh karena itu, manusia biasa tidak akan bisa memahami dan mengetahui secara pasti apa yang diberikan Allah Swt kepada para wali-Nya, yang berupa rahasia dan rahmat-Nya. “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs. Al-Fathir; 2).
Semua rahmat tersebut menunjukkan kemurahan dan kemuliaan Allah Swt, namun hanya hati yang siap menerima “hembusan” rahmat-Nya saja lah yang bisa mendapatkannya. Sabda Rasulullah Saw: “Sesungguhnya pada masa-masa tertentu dalam kehidupanmu, Allah Swt selalu “meniupkan” rahmat-Nya, maka bersiaplah untuk menerima hembusan itu.” Bersiap diri untuk menerima “hembusan” itu adalah dengan cara membersihkan hati dan mensucikannya dari berbagai kotoran yang diakibatkan oleh akhlaq yang tercela, sebagaimana akan dipaparkan nanti.
Tentang kemurahan Allah Swt tersebut, Nabi Muhammad Saw bersabda: “Setiap malam Allah Swt “turun” ke langit dunia dan berfirman: Adakah orang yang berdo’a, niscaya Aku kabulkan do’anya.”
Dalam hadits qudsi Allah Swt berfirman: “Sungguh orang-orang yang baik telah lama memendam kerinduan untuk bertemu dengan-Ku, tetapi Aku lebih merindukan bertemu dengan mereka.”
Dalam hadits qudsi yang lain, Allah Swt juga berfirman: “Barang siapa yang mendekat kepadaku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta.”
Semua keterangan di tas menunjukkan bahwa cahaya ilmu Allah Swt tidak akan pernah terhalang dari hati, artinya, dengan kemurahan-Nya akan memberikan ilmu-Nya kepada hamba-Nya. Maha Suci Allah Swt dari sifat bakhil, yakni menyembunyikan ilmu-Nya.
Namun demikian, penyebab terhalangnya ilmu atau cahaya dari hati adalah karena faktor hati itu sendiri yang penuh dengan kekotoran dan karat. Hati itu ibarat sebuah gelas, jika ia telah penuh dengan air, maka tidak ada lagi tempat kosong untuk masuknya udara. Begitu juga dengan hati yang sibuk memikirkan selain Allah Swt, maka “ma’rifat” tentang keagungan Allah Swt tidak bisa masuk kepadanya.
Nabi Muhammad Saw memberikan isyarat tentang hali itu dengan bersabda: “Seandanya syaitan tidak mengitari/menutupi hati manusia, niscaya manusia bisa melihat “kerajaan” langit.”
Dari semua keterangan di atas, dapa disimpulkan bahwa keistimewaan manusia terletak pada ilmu dan hikmahnya. Ilmu yang tertinggi adalah ilmu tentang Allah Swt, sifat-sifat-Nya dan perbuatan-Nya. Dengan mengetahui ilmu itu, manusia menjadi sempurna. Dalam kesempurnaannya itu, manusia memperoleh kebahagiaannya “di sisi” Allah Swt yang Maha Agung dan Maha Sempurna. @@@

Categories: ARTIKEL KI JURU ANGON | 143 Komentar

KESATUAN DENGAN “AKU”


KI SUKMA RAHAYU

INI DIALOG SUFISTIK ANTARA KI AGENG JJ DENGAN KI SUKMA RAHAYU TENTANG BAGAIMANA SESUNGGUHNYA MENJALIN KEAKRABAN ANTARA MANUSIA DENGAN TUHAN.

TANYA: Ki Sukma Rahayu (Luciola Eberta Jovita): Salam Rahayu karaharjan katur mbak Sukma sekeluarga. ‘AKU’ sebuah kata yang slalu menjadi pertanyaan yg mendalam. Tetapi amatlah rumit dan tak terkira jawabnya. Saat ‘AKU’ meng’aku’ paling inilah Paling itulah dan paling paling yg lain. Pertanyaannya: siapakah ‘AKU’ yg telah berani beraninya meng’aku’ ? …

JAWAB Assalamualaikum Wr.wb. Selamat malam Para Sesepuh KWA yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu semoga Alloh Meridhoi Sesepuh,sedulur dan saudara/i semua. amien. Maap untuk Menjawab Pertanyaan Sesepuh Ki ageung JJ sebetulnya saya Pribadi bukan orang Pintar kyai,ustadz, dan masih perlu banyak Belajar dari Panjenengan,aplagi saya seorang mualaf tetapi insya Alloh saya jawab tetapi bukan berarti bisa tetapi semata Pemahaman yang saya Pahami.

Pertanyaannya: siapakah ‘AKU’ yg telah berani beraninya meng’aku’ ? … Maap kalimat tersebut bukan berati “AKU” telah beraninya meng”AKU” dalam artian saya berani mengaku. Ucapan tersebut pada umumnya di pakai orang sufi/haqeqat, dibalik tersurat ada tersirat yang memahaminya dalam arti tersirat hanyalah kalangan Sufi/arti haqeqat sendiri, disinilah pangkal utama Perselisihan dan timbulnya tuduhan orang-orang Ahli Syareat (ahli dzahir), dan untuk memahami ucapan mereka yang ganjil itu, seharusnya dengan kacamata mereka pula.

Namun Untuk saya pribadi beranggapan bahwa kalimat tersebut terlalu berani di ucapkan, dan amat membahayakan terhadap orang awam dan selain itu mengundang silih sengketa, namun demikian saya pribadi tetap berbaik sangka kepada ALLOH bahwa alasannya adalah:

1. Dalam Kesendiriannya kata2 tersebut di ucapkan kaum sufi/ahli haqeqat dalam keadaan Syatathoh tanpa terkendali oleh aqal (saking cinta dekatnya dg sang pencinta)
2. Kalimat tersebut di ucapkan adalah karena karunia Alloh SWT.
3. Bahwa para Pendaki yang sudah Meng”AKU” karena berpendapat dahuu dia sangka kalimat2 Alloh,aku, dan Doa itu seutuhnya miliknya sendiri, lahir dari lidahnya sendiri, dan atas dasar pengetahuan dan Kemampuannya sendiri, tidak diketahuinya ada suatu penekanan bagi org Khowas dari suatu hadis Qudsi : La ilaha Illa Alloh adalah Ucapanku (alloh) dan dia adalah bentengku, barang siapa yg masuk kepada bentengku, amanlah dari siksaku”

Setelah merenungkan itu semua, sadarlah bahwa kaum Ahli haqeqat bahwa yang di yaqini adalah salah. Mari kita simak dari kutipan Senossi- Almiraj Sufi & Islamic Study Centre Ditulis oleh Ali Mursyid FA-Almiraj Sufi ElSenossi & Pusat Studi Islam dari cairo Mesir yang saya terjemaahkan dari bahasa inggris ke indonesia.

Tujuan transformasi diri untuk menghapus semua tabir antara kita dan Allah. Final Tabir adalah” Aku “, arti keterpisahan membawa kita masing-masing. Untuk menghapus ini jauh dari mudah. Tanyakan kepada diri sendiri,” Bagaimana saya bisa mengambil “Aku” keluar dari aku? ”

The Sufis take as their starting point the Unity of Allah– ‘ La ilaha ill Allah ‘ – There is no god but One God; There is no reality but One Reality. Para sufi mengambil sebagai titik awal mereka Kesatuan Allah-”La ilaha sakit Allah – Tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada realitas, tetapi Satu Realitas. It is not that we have to acknowledge the Unity of Allah. Itu bukan bahwa kita harus mengakui Kesatuan Allah. He does not need our confirmation of His Oneness. Dia tidak membutuhkan konfirmasi kita Keesaan-Nya. This acknowledgement is for our own benefit. Pengakuan ini adalah untuk kepentingan kita sendiri. When one starts with Unity it is easy to integrate all the different “I’s” which have no function except to confuse and mislead us. Ketika seseorang mulai dengan Persatuan mudah untuk mengintegrasikan semua berbeda “I” yang memiliki fungsi apapun kecuali untuk membingungkan dan menyesatkan kita. For this reason the practices of the Sufis include the remembrance of Allah ( Dhikr ) and His Names, in various forms, to awaken the consciousness and activate the subtle centres of the heart. Untuk alasan ini praktik para sufi termasuk mengingat Allah (Dzikir) dan Nama-Nya, dalam berbagai bentuk, untuk membangkitkan kesadaran dan mengaktifkan pusat-pusat halus jantung.

In Sufism there are seven stages of consciousness. (Stages of the Self) When we progress through them we will reach the Ultimate Truth and the Ultimate Unity of Realization in Allah. Dalam tasawuf ada tujuh tahap kesadaran. (Tahapan Diri) Ketika kita kemajuan melalui mereka kita akan mencapai Kebenaran Ultimate dan Kesatuan Ultimate Realisasi pada Allah. It is hard; and at the same time it is easy. Sulit, dan pada saat yang sama mudah. If we are sincere and if we have great determination (himma ) and really wish to be with Allah then, as Allah says in the Holy Qur’an, He is closer to us than our jugular vein. Jika kita tulus dan jika kita memiliki tekad yang besar (himma) dan benar-benar ingin dengan Allah itu, sebagaimana Allah berfirman dalam Al Qur’an Suci, Ia lebih dekat kepada kita daripada urat nadi kita.

It has been said that there are 70,000 veils between the seeker and Allah, but there are no veils between Allah and the seeker. Telah dikatakan bahwa ada 70.000 cadar antara pencari dan Allah, tetapi tidak ada selubung antara Allah dan para pencari. The complications are from our side. Komplikasi yang berasal dari pihak kami. We have to put our lives in order and bring peace and knowledge and proper behaviour to our existence so that we may be able, gradually, to remove the veils of personality, conditioning and lower desires (and after that, the higher desires). Kita harus menyerahkan hidup kita dalam rangka dan membawa perdamaian dan pengetahuan dan perilaku yang tepat untuk keberadaan kita sehingga kita dapat, secara bertahap, untuk menghilangkan cadar kepribadian, penyejuk dan keinginan rendah (dan setelah itu, keinginan yang lebih tinggi).

“The Sufis are people who prefer Allah to everything and Allah prefers them to everything else.” “Para Sufi adalah orang yang lebih memilih Allah untuk segala sesuatu dan Allah lebih suka mereka untuk segala sesuatu yang lain.”

So the first step, as we mentioned, is the acknowledgment of the supremacy of Allah, and the acknowledgement which includes the acceptance of 124,000 Prophets and Messengers of Allah who have been sent to humanity and to all the creations in the universe, (those creations that we know of and those that have not been discovered yet). Jadi langkah pertama, sebagaimana telah disebutkan, adalah pengakuan supremasi Allah, dan pengakuan yang meliputi penerimaan 124.000 Nabi dan Rasul Allah yang telah dikirim ke kemanusiaan dan kepada semua ciptaan di alam semesta, (yang kreasi yang kami ketahui dan mereka yang belum ditemukan).

The last Prophet and Messenger of Allah is the Holy Prophet Muhammad ÷ . Nabi terakhir dan Rasul Allah adalah Nabi Muhammad ÷. If we acknowledge this then the second step is to worship, because there is no point in acknowledging Allah if we do not fulfill His commands. Jika kita mengakui ini maka langkah kedua adalah ibadah, karena tidak ada gunanya mengakui Allah jika kita tidak memenuhi perintah-Nya. As a Sufi poet said: “You disobey Allah and yet you claim His Love. That is indeed a very strange kind of love!” If you truly love Allah you will obey Him because the lover is in a state of total surrender to his Beloved. Sebagai seorang penyair sufi berkata: “Kamu tidak mentaati Allah dan belum Anda mengklaim Nya Cinta kasih. Itu memang sangat aneh semacam!” Jika Anda benar-benar mencintai Allah Anda akan mematuhi-Nya karena kekasih berada dalam keadaan menyerah total nya Kekasih . So – worship you must! What does is mean to worship? Jadi – ibadah Anda harus menyembah! Apa yang berarti untuk? Worship is not just the movements of the body. (Movement of the Prayer) .

It is the orientation of the heart so that the object of your love is the Supreme Being. Ibadah bukan hanya gerakan tubuh. (Gerakan Doa) . Ini adalah orientasi hati sehingga objek cinta Anda adalah Mahatinggi. It is a state of knowledge, because in the true sense you cannot worship something that you do not know. Ini adalah keadaan pengetahuan, karena dalam arti sebenarnya Anda tidak bisa menyembah sesuatu yang anda tidak tahu. So, the Sufis say: “Worship!” Jadi, para sufi mengatakan: “Ibadah!” Worship in the Arabic traditions is called ibadat . Ibadat should take us to ‘ubudiyya meaning slavehood. Ibadah dalam tradisi Arab disebut ibadat. Ibadat harus membawa kita ke ‘ubudiyya makna slavehood. You are slave to none but the One. Anda budak tidak ada tapi Satu.

If worship does not produce this result then it has not been done properly. The highest state of consciousness is to be completely and totally submitted to your Beloved, Allah, the Supreme Being and the Creator of all things and the sustainer of all things, because we all remember when we arrived to planet Earth, we arrived without any luggage, Ipods, computers, or any of the other gadgets that we depend on in our daily lives. Jika penyembahan tidak menghasilkan hasil ini maka belum dilakukan dengan benar. Keadaan tertinggi kesadaran harus benar-benar dan sepenuhnya diserahkan kepada Anda Kekasih, Allah, Yang Mahatinggi dan Pencipta segala sesuatu dan penopang segala sesuatu, karena kita semua ingat ketika kami tiba untuk planet Bumi, kami tiba tanpa, Ipods, komputer koper, atau salah satu gadget lain yang kita bergantung pada dalam kehidupan kita sehari-hari. We think that if we don’t have them, our lives will be disastrous. Kita berpikir bahwa jika kita tidak memilikinya, hidup kita akan menjadi bencana.

The Holy Prophet ÷ has said, “What I say is the Law, what I do is the Way and my inner state is Reality”. Nabi ÷ mengatakan, “Apa yang saya katakan adalah Hukum, apa yang saya lakukan adalah Jalan dan negara batin saya Realitas”. There are three stages of practice and understanding in Sufism: Ada tiga tahap praktek dan pemahaman tasawuf:

Islam (submission) Islam (penyerahan)
Iman (belief) Iman (kepercayaan)
Ihsan (perfection) or, you could say: Ihsan (kesempurnaan) atau, Anda bisa mengatakan:

Shariah (The Law) Syariah (Hukum)
Tariqah (The mystical Path) Thariqah (Jalan mistik)
Haqiqah (Reality) Haqiqah (Realitas)

Each is built upon the stages that go before.When we combine this knowledge based on the Holy Qur’an, we will come face to face with each of the seven stages of consciousness. Setiap dibangun di atas tahap yang masuk before.When kami menggabungkan pengetahuan ini berdasarkan Al-Qur’an Suci, kita akan berhadapan dengan masing-masing tujuh tahap kesadaran.

Islam (submission) Islam (penyerahan)
Iman (belief) Iman (kepercayaan)
Ihsan (perfection) Ihsan (kesempurnaan)
‘Ilm al Yaqin (knowledge of certainty) ‘Ilm al Yaqin (pengetahuan tentang kepastian)
‘Ain al Yaqin (the eye of certainty) ‘Ain al Yaqin (mata kepastian)
Haqq al Yaqin (the Reality of Certainty) Haqq al Yaqin (Realitas Kepastian)

The seventh stage is the Complete Self, known also as Hayat as-Sha’ur , the Life of the Senses. Tahap ketujuh adalah Diri Lengkap, dikenal juga sebagai Hayat as-Sha’ur, Kehidupan dari Sense.

To start this process, you must take the necessary steps. Untuk memulai proses ini, Anda harus mengambil langkah yang diperlukan. It is highly recommended to observe the month of fasting every year (the Holy month of Ramadhan) in order to experience something of hunger,to tame the animal self and to become conscsious of the suffering of the human being who has nothing to sustain them. The Murshid, or Teacher of a Sufi order or school to whom one attaches oneself, may recommend other fasts if they are required. Hal ini sangat dianjurkan untuk mengamati bulan puasa setiap tahun (bulan Suci Ramadhan) untuk mengalami sesuatu yang kelaparan, untuk menjinakkan hewan diri dan menjadi conscsious dari penderitaan manusia yang tidak memiliki apapun untuk mempertahankan mereka. Murshid, atau Guru tatanan sufi atau sekolah untuk yang satu menempel pada diri sendiri, dapat merekomendasikan puasa lainnya jika mereka diperlukan.

There is also zakat, or charity, which deals with material wealth. Ada juga zakat, atau amal, yang berkaitan dengan kekayaan materi. The Holy Prophet ÷ never kept anything more than what he needed for the day and he is our example to follow. Nabi ÷ pernah menyimpan sesuatu yang lebih dari apa yang dibutuhkan untuk hari itu dan dia adalah teladan kita untuk mengikuti. When we practise zakat , which requires a percentage of wealth to be given to the needy, then, according to the esoteric Teaching, we are learning detachment, generosity and many other qualities.

Ketika kita berlatih zakat, yang membutuhkan persentase kekayaan yang harus diberikan kepada yang membutuhkan, kemudian, menurut Pengajaran esoteris, kita belajar detasemen, kemurahan hati dan kualitas lainnya. We must know that the best gift one can give to others is a heart full of love and respect for all the creations of Allah. Kita harus tahu bahwa hadiah terbaik yang dapat memberikan kepada orang lain adalah hati yang penuh cinta dan hormat untuk semua ciptaan Allah.

Additionally there is the Hajj or pilgrimage. Selain itu ada haji atau ziarah. The Holy Prophet ÷ said: “Whoever dies without the intention to go on the Pilgrimage, may die on a different faith than that of the religion that I brought”. One must strive to perform pilgrimage to the House of Allah once in a lifetime. ÷ Nabi bersabda: “Barangsiapa mati tanpa niat untuk pergi Ziarah, bisa mati di iman berbeda dengan agama yang aku bawa” seumur hidup. Orang harus berusaha keras untuk menunaikan ibadah haji ke Rumah Allah sekali di. However, the real pilgrimage is to travel to one’s heart because it is the Real House of Allah.

Namun, ziarah sesungguhnya adalah melakukan perjalanan ke hati satu karena itu adalah Real Rumah Allah. Allah says in a Hadith Qudsi (Holy saying) “Neither My heavens nor My earth contain Me, but the heart of My true believer contains Me”. Allah berfirman dalam Hadis Qudsi (Suci berkata) “Baik saya langit bumi tidak saya mengandung Aku, tetapi hati orang percaya sejati saya berisi Me”. This ‘containment’ is of knowledge and realisation and illumination. Ini ‘penahanan’ adalah pengetahuan dan realisasi dan pencahayaan.

The Holy Prophet ÷ has said “die before you die” and he also said “whosoever knows himself, knows his Lord”. ÷ Nabi Suci telah mengatakan “mati sebelum kamu mati” dan ia juga mengatakan “barangsiapa yang tahu dirinya, tahu Tuhannya”. So the Sufis use all of these methods and more to transform the self. Jadi Sufi menggunakan semua metode ini dan lebih untuk mengubah diri. It is common knowledge that the ego-self cannot surrender to itself. Sudah menjadi rahasia umum bahwa diri-ego tidak dapat menyerah kepada dirinya sendiri. From the very beginning of our lives we are learning from our parents, our peers, schoolteachers, our university lecturers, and the masters of whatever trade we undertake. There is always someone at the beginning who must show us how to learn and Tasawwuf is no exception. S

ejak awal hidup kita kita belajar dari orang tua kita, rekan-rekan kita, guru, dosen universitas kami, dan para empu perdagangan apa pun yang kita lakukan. Selalu ada seseorang di awal yang harus menunjukkan kepada kita bagaimana untuk belajar dan Tasawwuf ada pengecualian. However, there is something unique to Islam and to Tasawwuf in particular, called bay’at , which was performed by the Holy Prophet ÷ and this practice still continues right to our time. Namun, ada sesuatu yang unik untuk Islam dan Tasawwuf khususnya, bay’at disebut, yang dilakukan oleh Nabi Suci ÷ dan praktek ini masih terus hak untuk waktu kita. In some parts of the world it is called mukaffaf – taking of the hand. That is, you must take the hand of the one nearest to you to link you to the chain which goes back to the First Teacher who brought this Teaching to us, the Holy Prophet Muhammad ÷ , who links us to Allah Himself.

Di beberapa bagian dunia itu disebut mukaffaf – dari. Tangan mengambil Artinya, Anda harus mengambil tangan dari orang terdekat Anda untuk link Anda ke rantai yang akan kembali ke Guru Pertama yang membawa ini Pengajaran kepada kami, Nabi Muhammad ÷, yang menghubungkan kita kepada Allah sendiri. It is like a very powerful magnetic circle. Hal ini seperti lingkaran magnet sangat kuat. The one who attaches himself becomes like a magnet, receiving the barakah, spiritual blessings , and participating in the Universal Remembrance of Allah, because this Teaching is for all of humanity. It is Universal. Orang yang melekat pada dirinya menjadi seperti magnet, menerima barakah, berkat rohani, dan berpartisipasi dalam Universal mengingat Allah, karena ini Pengajaran adalah untuk seluruh umat manusia. Ini adalah Universal. It is fresh and unadulterated and it gives you access to everything that your heart desires and unlocks the mysteries of everything you want to know, but were afraid to ask. Hal ini segar dan murni dan memberikan Anda akses ke segala sesuatu yang keinginan hati Anda dan membuka misteri semua yang anda ingin tahu, tapi takut untuk bertanya. I beseech my Beloved Allah to fill the hearts of those who seek the Truth and nothing but the Truth, with the Truth, so that they may become free, inward and outward.

Saya mohon saya Kekasih Allah untuk mengisi hati orang-orang yang mencari kebenaran dan hanya kebenaran, dengan kebenaran, sehingga mereka bisa menjadi bebas, ke dalam dan luar. The 21st Century, the end of the cycle is a wonderful time if the eye of the heart is open, but it is a dangerous time for those who are in a comatose state of forgetfulness. Their only worries and concerns deal iwth the material world, the enslavement to their work and their bodily needs and desires and the weekly rituals of pushing the tripod trolley through the supermarket, which has become our ‘home away from Home’. Abad 21, akhir siklus adalah waktu yang indah jika mata hati terbuka, tetapi merupakan waktu yang berbahaya bagi mereka yang berada dalam keadaan koma dari kelupaan. Kekhawatiran hanya mereka dan menangani masalah dengan dunia material, perbudakan untuk bekerja dan kebutuhan tubuh mereka dan keinginan dan ritual mingguan dari mendorong troli tripod melalui supermarket, yang telah menjadi ‘kami’ pulang pergi dari rumah.

Almiraj Sufi & Islamic Study Centre was established many years ago in Hobart, Tasmania, Australia. Almiraj sufi & Pusat Studi Islam didirikan beberapa tahun lalu di Hobart, Tasmania, Australia. It provides all those who want to know – and who really want to know – with a large range of books on Sufi traditions and their original sources and other traditions as well. Ini menyediakan semua orang yang ingin tahu – dan yang benar-benar ingin tahu – dengan berbagai macam buku tentang tradisi Sufi dan sumber asli mereka dan tradisi lainnya. So, I hope this introduction helps to give you some idea, but if you want more than the menu – the kitchen and the Cook are here on the Web. Jadi, saya berharap pengenalan ini membantu untuk memberikan ide beberapa, tapi jika Anda menginginkan lebih dari menu – dapur dan Cook di sini di Web. May your search bring you success in this life and the next. Anda cari Mei membawa Anda sukses dalam kehidupan ini dan berikutnya.

And may Allah fill our hearts and yours with Peace, Love and Knowledge and Guide us all to Him, by Him. Dan semoga Allah mengisi hati kita dan Anda dengan Peace, Love dan Pengetahuan dan Panduan kita semua kepada-Nya, oleh-Nya. Ameen. Ameen.

Sufism is but a name; when it is finished, only Allah remains. Sufisme hanyalah nama, ketika sudah selesai, hanya Allah tetap. Written by Murshid FA Ali ElSenossi- Almiraj Sufi & Islamic Study Centre Ditulis oleh Ali Mursyid FA-Almiraj Sufi ElSenossi & Pusat Studi Islam.

Maapkan kekurangan dan keterbatasan saya pribadi. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 65 Komentar

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN


ASSALAMUALAIKUM. KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS MENGUCAPKAN IKUT PRIHATIN DAN TURUT BERBELASUNGKAWA ATAS MUSIBAH GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KEPULAUAN MENTAWAI DAN MELETUSNYA GUNUNG MERAPI DI DIY/JATENG. MARI KITA SEJENAK MENGHENINGKAN CIPTA DAN BERDOA AGAR KITA SEMUA DIBERI KESELAMATAN DAN PERLINDUNGAN. WASSALAMUALAIKUM WR WB.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 83 Komentar

EHIPASSIKO


MAS KUMITIR
alitahak@yahoo.com
berumah di http://alangalangkumitir.wordpress.com 

Artikel ini diilhami oleh komentar Ki DR Angon ketika dia menanggapi @laskar cinta: “pertanyaanmu sangat mendasar kawan…! Bila “Allah” hanya bisa dibabar dengan pendekatan huruf-huruf Arab, lalu bgm dg wong jawa yg sudah punya hanacaraka? Bolehkah “Allah” diberi nama oleh makhlukNya yg bukan Arab? kalau “Allah” hanya bisa dijelaskan dg bhs Arab, wah berarti Allah menjadi Tuhan yang primordial dan rasis dong…? monggo direnungkan…!”

“Tuhan” biasanya dipakai sebagai sebutan penganut monoteisme. Istilah Tuhan muncul dari perbedaan bahasa dan tradisi agama. Kedua-dua cabang ini menghasilkan perkembangan arti istilah “Tuhan””. Bangsa Arab menyebut Tuhan dengan Allah yang “memiliki “99 Asma. Bangsa Israel menyebut Yehowa atau Yahweh (istilah Ibrani tetragrammaton YHVH).

Nama ini tidak pernah dilafalkan karena dianggap sangat suci, maka cara pengucapan YHVH yang benar tidaklah diketahui. Biasanya yang dilafalkan adalah Adonai yang berarti Tuan. Sang Hyang Tritunggal maha suci yang artinya adalah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, terutama dipakai dalam Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks. Konsep ini dipakai sejak Konsili Nicea pada tahun 325 M.

Dalam kepercayaan Hindu, khususnya konsep ketuhanan Adwaita Wedanta Tuhan merupakan pusat segala kehidupan di alam semesta yang disebut dengan Brahman. Brahman merupakan sesuatu yang tidak berawal namun juga tidak berakhir. Brahman merupakan pencipta sekaligus pelebur alam semesta. Brahman berada di mana-mana dan mengisi seluruh alam semesta. Brahman merupakan asal mula dari segala sesuatu yang ada di dunia. Segala sesuatu yang ada di alam semesta tunduk kepada Brahman tanpa kecuali. Dalam konsep tersebut, posisi para dewa disetarakan dengan malaikat dan enggan untuk dipuja sebagai Tuhan tersendiri, melainkan dipuji atas jasa-jasanya sebagai perantara Tuhan kepada umatnya.

Sementara dalam Agama Buddha, mereka tidak mempersonifikasikan Tuhan. Agama Buddha melihat konsep ketuhanan sebagai ‘Yang tak bersyarat, mutlak, tak terceritakan’, tidak bisa digambarkan dalam bentuk apapun. Tuhan dalam Agama Buddha adalah merupakan tujuan hidup yang bisa dicapai ketika manusia masih hidup di dunia ini. Konsep Ketuhanan dalam Agama Buddha adalah Nibbana.

Di dalam bahasa Melayu atau bahasa Indonesia, dua konsep atau nama yang berhubungan dengan ketuhanan, yaitu: Tuhan sendiri, dan Dewa. Penganut monoteisme biasanya menolak menggunakan kata Dewa di Indonesia, tetapi sebenarnya hal ini tidaklah berdasar. Sebab di Prasasti Trengganu, prasasti tertua di dalam bahasa Melayu yang ditulis menggunakan Huruf Arab (Huruf Jawi) menyebut Sang Dewata Mulia Raya. Bagaimanapun, pada masa kini, pengertian istilah Tuhan digunakan untuk merujuk Tuhan yang tunggal, sementara Dewa dianggap mengandung arti salah satu dari banyak Tuhan sehingga cenderung mengacu kepada politeisme.

Yang lebih ruwet lagi adalah konsep ketuhanan yang digagas para filsuf. Kita seperti terlempar ke rimba belantara dimana kita harus siap dengan senjata yaitu akal budi dan siap tersesat. Latihan untuk tersesat ini sungguh pengalaman yang sangat berharga. Sebagaimana diketahui, para filsuf ini mencari Tuhan umumya murni dengan kekuatan akal budi dan kalau pun toh perlu merujuk pada kitab suci, biasanya mereka lebih mengedepankan pada peran logika yang lurus. Dalam usahanya untuk mencari Tuhan, yang perlu dipahami adalah penemuan konsep tentang Tuhan. Konsep tentang Tuhan jelas berbeda dengan eksistensi dan substansi Tuhan (an sich).

Tuhan sebagai Yang Absolut artinya keberadaanya mutlak, bukannya relatif. Hal ini dapat dipahami, bahwa pernyataan semua kebenaran itu relatif itu tidak benar. Kalau semua itu relatif, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa sesuatu itu relatif. Padahal yang relatif itu menjadi satu-satunya eksistensi realitas. Ibarat warna yang ada di seluruh jagat ini hanya putih, bagaimana kita bisa tahu putih padahal tidak ada pembanding selain putih.

Dengan demikian tidak bisa disangkal adanya kebenaran itu relatif, dan secara konsisten tidak bisa disangkal pula adanya kebenaran mutlak itu. Dengan kemutlakannya, ia tidak akan ada yang menyamai atau diperbandingkan dengan yang lain (distinct). Kalau tuhan dapat diperbandingkan tentu tidak mutlak lagi atau menjadi relatif. Karena tidak dapat diperbandingkan maka tuhan bersifat unik, dan hanya ada dia satu-satunya. Kalau ada yang lain, berarti dia tidak lagi distinct dan tidak lagi mutlak.

Munculnya beragam istilah ‘Tuhan” berawal dari adanya sebutan dalam agama yang menunjuk pada Dzat yang Adikodrati. (kalau disini disebut sebagai Dzat: mohon jangan diartikan dalam pengertian Fisika. Tuhan tidak perlu ditetapkan konsep massa jenis Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak perlu pula dideskripsikan apakah Tuhan itu bersifat zat padat, cair, dan gas berdasarkan wujudnya dan penerapannya.

Kita tidak perlu mengenali Tuhan di laboratorium untuk menguji massa jenis Tuhan, bagaimana terjadinya perubahan wujud zat Tuhan, bagaimana susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud zat melalui penalaran. Membedakan kohesi dan adhesi berdasarkan pengamatan. Mengkaitkan peristiwa kapilaritas, meniskus cembung dan meniskus cekung dengan peristiwa alam yang relevan dan seterusnya dan sebagainya.

Apakah kita perlu juga mengetahui apakah massa jenis zat Tuhan adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa? Bila setiap zat di dunia ini mempunyai bentuk dan berat, apakah Tuhan memilikinya. Kita biasa menggunakan istilah “berat” dan “ringan” untuk menyatakan massa suatu benda. Massa suatu benda adalah ukuran banyaknya zat yang terkandung di dalam benda itu. Ruang yang ditempati oleh suatu benda biasa disebut volume. Setiap benda mempunyai volume tertentu. Kerapatan suatu zat disebut massa jenis. Massa jenis merupakan ciri khas suatu zat.

Ketika Nietzsche, mengatakan “Tuhan Telah Mati” mohon itu jangan diartikan secara harafiah. Sang begawan pemikir dari Jerman ini merujuk tiada “Kebenaran Mutlak”; yang ada hanyalah “Kesalahan yang tak-terbantahkan”. Karenanya, dia berkata, “Tuhan telah mati”. “Kesalahan yang tak-terbantahkan” dengan “Kebenaran yang-tak terbantahkan” tidaklah memiliki perbedaan yang signifikan. Sekiranya pemikiran Nietszhe ini dimanfaatkan untuk melanjutkan proses pencairan Tuhan, maka Tuhan itu suatu eksistensi yang tak terbantahkan. Dengan demikian eksistensi absolut, mutlak dan tak terbantahkan itu sama saja.

Jadi, persoalan umat manusia dalam proses pencairan Tuhan tiada lain proses penentuan peletakan dirinya kepada (segala) sesuatu yang diterimanya sebagai ‘tak terbantahkan’, atau mutlak, atau absolut. Muhammad Imaduddin Abdulrahim Ph.D dalam buku Kuliah Tauhid mendefiniskan Tuhan sebagai segala sesuatu yang dianggap penting dan dipentingkan sehingga dirinya rela didominirnya (Buku:Kuliah Tauhid).

Dengan kemutlakannya, Tuhan tentunya tidak terikat oleh tempat dan waktu. Baginya tidak dipengaruhi yang dulu atau yang akan datang. Tuhan tidak memerlukan tempat, sehingga pertanyaan tentang dimana Tuhan hanya akan membatasi kekuasaannya. Maka baginya tidak ada kapan lahir atau kapan mati. Saya pada akhirnya percaya, manusia adalah substansi yang terbatas dan meski terbatas namun ia memiliki koneksitas pada Yang Tidak Terbatas dan Yang Tidak Terjangkau ini dengan satu sarana yaitu kesadaran.

Manusia barangkali membutuhkan Tuhan sebagai ekspresi kelemahan dirinya berhadapan dengan alam semesta, manusia yang lain dan juga berhadapan dengan sesuatu dimana dia harus ‘pasrah’ terhadap keterbatasan-keterbatasan hidupnya. Dan setiap ajaran kita tahu disesuaikan dengan kebutuhan setempat. Kebenaran memang sesungguhnya tidak akan pernah bisa digambarkan. Satu contoh, menceritakan rasa rambutan kepada orang lain yang belum pernah makan rambutan adalah kemustahilan. Oleh karena itu, rasa rambutan itu baru bisa dimengerti setelah dirasakan sendiri. Demikian pula untuyk mencapai pengetian tentang Tuhan.

Kita membutuhkan pengalaman sendiri atau dikenal dengan EHIPASSIKO. Pengalaman lebih kaya dan padat daripada pemahaman yang lahir dari cerita turun temurun, mitos maupun belajar di buku tentang Tuhan. Cara mengerti dan memahami kemudian mendekat pada Tuhan tidak bisa dikerdilkan dengan hanya melakukan pemahaman-pemahaman terhadap huruf-huruf, kalimat dan pengetahuan yang diperoleh dari buku-buku literatur saja. Seseorang yang ingin menghayati Tuhan yang sebenarnya Maha Dekat itu, maka ia harus menceburkan diri dengan melaksanakan perintah Tuhan untuk senantiasa menjalani laku tafakkur, tadzakkur dan tadabbur.

Kemudian langsung praktekkan: “Singkirkan duri dari jalan umum, bantu si yatim piatu dan berkorban total jiwa raga untuk kebenaran tanpa sok tahu. Bukankah sok tahu adalah jerat tersendiri? Saat kita mengatakan: SEMBAHLAH ALLAH SWT, maka pada saat itu juga kita tidak boleh menyembah siapapun juga, termasuk menyembah kyai, mursyid, guru dan maha guru, diri kita, otak kita, pengetahuan kita dan keyakinan kita sendiri.

*) Berikut contoh bagan amal perbuatan manusia. Kalau kita terpaku pada bagan, huruf, kalimat, konsep, paradigma bagaimana kita harus beramal maka kita akan terjebak pada kebingungan. Gunakan bagan, huruf, kalimat, konsep, paradigma tentang “Tuhan” dan tugas-tugas manusia di muka bumi hanya sebagai guide/pemandu saja dan langsung beramal saja…..

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 241 Komentar

SABAR


Satrio Mataram
ilmanplg@gmail.com

Kepada Ki Wong Alus yang saya hormati, dan kepada semua keluarga KWA yang saya cintai. Pada kesempatan ini saya ingin sekedar bercerita tentang kata “SABAR”. Saya terkadang kepingin seperti sesepuh dan sedulur di KWA, yang sering memberikan ilmu amalannya kepada anggota KWA dengan tulus dan ikhlas dengan hanya mengharap RidhoNYA, karena ilmu yang bermanfaat pahalanya tidak akan mati hingga akhir jaman….amin…amin. Kalau diri ini tidak punya apa-apa…..ilmu tak punya apalagi harta……kata orang jawa “bawang kotong”, mungkin hanya sedikit cerita untuk berbagi……tanpa mengharap apa-apa.

Cerita ini terjadi kira-kira 2 tahun yang lalu, saat itu istri saya hamil anak yang kedua. Pada saat akan melahirkan, istri saya mengalami kesulitan, 2 hari 2 malam di rumah sakit tanpa tidur menahan sakit, ….dan Dokter mengatakan ini harus operasi cesar, tetapi kami ingin anak saya lahir secara normal. setelah 2 hari akhirnya istri saya dapat melahirkan dengan normal dan anak saya seorang anak laki-laki, lengkap sudah kebahagian kami…sampai sampai istri saya pingsan tak tahan lagi menahan semua kebagahian dan penderitaan ini. Anak saya lahir pada pukul 10 malam.

Keesokan paginya, ketika saya ingin pulang untuk menanam ari ari anak saya, secara tidak sengaja terjatuh, sehingga kendilnya pecah….perasaan saya saat langsung tidak enak..akan terjadi apakah ini…..setelah saya kembali ke rumah sakit, saya dipanggil dokter dan diberitahu bahwa anak saya mengalami kelainan Paru – Paru, …dan harus di Inkubator, saya bertanya pada dokter, apakah ada obat untuk kesembuhan anak saya, dokter menjawab obatnya cuma “Sabar”……berkali kali saya bertanya…jawabanya…cuma “SABAR”…karena kasus seperti ini sembuh secara alami , kata dokter tersebut.

Karena saya kurang puas dengan jawaban dokter yang merawat anak saya, kemudian saya bertanya kepada beberapa dokter yang berpengalaman di rumah sakit terkenal di Yogyakarta, dan jawabanya sama ….”SABAR”..karena cuma itu obatnya…saya tidak mau putus asa, saya bertanya kepada beberapa “orang pintar dan termasuk ke “guru pembimbing saya” dan ternyata sama saja jawabanya….saya cuma disuruh ‘SABAR”,…

Setiap hari saya datang ke rumah sakit melihat anak saya terbaring lemah, hanya air mata yang menetes….saya bertanya “apakah semua ini karena dosa-dosa saya”, “apakah ini cobaan buat saya”…ini terjadi hingga 28 hari lamanya…uang tabungan saya puluhan juta habis…tapi saya juga masih punya hutang di rumah sakit puluhan juta lagi, tambah bingung hati ini….dan sabar…sabar…sabar cuma itu yang saya ingat ingat sepanjang hari…

Hingga suatu hari saya membaca buku yang lama tidak saya baca, di situ tertulis” Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu…” dan “…berpasrah dirilah kepada ALLAH dengan sebenar benarnya pasrah, pasti ALLAH akan menolongmu…..”

Sejak itu saya sholat malam dan berdoa sambil menangis, karena saya tidak pandai mengaji, dan tidak hapal doa doa arab, saya berdoa sebisa saya…..saya pasrahkan semua masalah saya pada ALLAH….karena saya tidak tahu harus bagaimana lagi.

Hingga suatu hari “pembimbing saya ” mengatakan bahwa bila suatu malam anak saya menangis tidak ada hentinya, berarti segera sembuh….dam tenyata benar, keesoka harinya seorang perawat bercerita bahwa semalam anak saya menagis sepanjang malam dan baru berhenti subuh. dan 3 hari kemudian anak saya bisa keluar dari rumah sakit, mengenai hutang saya yang tersisa …Alhamdulillah bisa dibantu kantor saya, lengkap sudah kebahagian saya….

Demikian Ki Wong ALus dan poro sedulur semua…cerita saya mengenai kata “SABAR”…bila ada kata kata yang tidak berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya….karena saya masih bodoh dan perlu bimbingan para sedulur semua…matur nuwun. Wasaallam. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 52 Komentar

PENGALAMAN MENEGANGKAN


Ustad Satyajendra
ustad_satya.jendra@yahoo.co.id

Assalamu’alaikum wr.wb. Salam takdzim sedulur kwa. Sya ucpkan terimakash atas jawabnya yg kmarin. saya akan menceritakan sebuah pengalaman lg yg sangat menegangkan buat saya. Saya tidak tahu pertama saya belajar ilmu itu susah banget. Setelah beberapa taun, saya d kasih tau oleh kakek sya, sya dulu wktu umur 9 thn..sebelum mninggalkan kluarga,sya di ksh tau bhwa kunci dr smua ilmu adalh,,

SHOLAT
tanpa sholat ilmu hikmah pun sulit di dapt, kadang aku brpkir, sya tdk pernah sholat, dan sy slalu melnggar perintahnya(ALLAH).di masjid sy brtmu kakek tua penunggu masjid,entah itu jin/manusia biasa,kakek itu brsorban,pake bju puth,sya merasa kaget dan tkut,krna setau sy warga dsa tdk ada yg seperti itu,sy brtanya..”kakek ini siapa?” kakek diam saja..lalu sya mengakui perbuatan sya,”kakek sesungguhnya saya telah brbuat kasar,brbohong,sombong,takabur,tdk pernah solat,inilah solat pertama sya, bgaimana bisa ALLAH menyukai saya?”.kakek pun ttep diam..sya tnya lg “kek..kalau memang kakek nabi/malaikat tolng katakanlah pada ALLAH bhwa aku minta ampunan?” kakek tetep diam..

Stelah itu sya menangs karna kakek diam dan tu tandanya ALLAH tdk akn memaafkan ku,tp selang 1 menit, KAKEK pun tersenyum dan brkata”YA ALLAH AMPUNILAH DIA” sy pun ikt trsenyum. KAKEK berkata lg”sesungguhnya allah YA ROKHMAN YA ROKHIM,WAL YA MUHAYMINU..janganlah engkau brsedih..karna sesungguhnya itu kelemahan yg nyata.

Sya brtnya,”wahai kakek,apa sya brhak mendapat ilmu hikmah untk fi dun ya wal akhiroh..beliau pun menjawb, “BERTAKWALAH LAHIR DAN BATIN”.. Setelah itu sy menangs lg, krna sesungguhnya sya bukanlah golongan orang yg brtakwa..kakek brkata”JIKA KAMU INGIN BERTEMU NABI MUHAMMAD,PASTI KAMU AKAN MENDAPAT SYAFA’ATNYA,,DAN APAPUN YG KAU HAJAT I AKAN DI KBULKAN OLEH ALLAH,DENGAN DO’A KANJENG NABI..”

Saya brtanya “bgaimana bisa sya brtmu kanjeng nabi?” beliau menjawab dg mudahnya dg senyumanya” HIDUPKANLAH SUNNAH NYA(kanjeng nabi muhammad) INSYA ALLAH TDK LAMBT KMU AKAN BRTMU BELIAU…” Sya brtanya ” apa itu benar2 kanjeng nabi?” beliau mjwb ” SESUNGGUHNYA MIMPI BERTEMU ADALAH MIMPI YANG HAQ, JIN DAN SEYTAN TDK AKAN DAPAT MERUBAH DIRINYA MJD NABI, DAN BARANG SIAPA BERTEMU NABI DI MIMPI DIA AKAN DI LINDUNGI ALLAH SAMPAI YAUMUL AKHIR..”

Tiba2 ada orang yg memegang pundakku, ktika sya tengkok kbelakang,,tdak ada orang,sya mau brtanya lg,ternyata kakek sdah tdk ada..stelah pertanyaan yg trus menerus sy tnyakan,sy pulng dan brtaubt pda allah,tdk lama kmudian selang 2 bln sy sudah brtaubt,setelah sy membca surah al fatihah,ayat kursi,3 qul. Sya kmudian tdur..dan d dalam tdur sya brtmu sesosok orang berjubh putìh,dan sy mendkati nya,kmudian dia brbalik bdan menatapku dg snyuman.

Dia memberi tahu ku tentang macam2 ilmu hkmah dan cra mengamalkanya,kmudian sya bngun dan brkata subhanallah.. Ternyata stelah sy tanyakn pda ustat,beliau trnyata nabi khidir A.S..smpai skarang ilmu hkmah itu mash sya ingat dan sy pergunakan dg baik… Demikian cerita yg fakta yg semoga para sdulor bsa mengambl hkmahnya.. Wassalamu’alaikum wr.wb. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 67 Komentar

METAMORFOSIS KI SUKMA RAHAYU “PENGALAMAN MENJADI MUALAF”


HIDUP ADALAH PROSES PERJUANGAN MENCARI DAN MENCINTAI KEBIJAKSANAAN (PHILO-SOPHIA). DAN KETIKA KITA SUDAH BERTEKAD UNTUK BERPROSES, MAKA TERUSKAN LANGKAH DAN JANGAN RAGU KARENA ALLAH SWT MAHA PEMBERI JALAN YANG TERBAIK. BERIKUT SEPENGGAL KISAH SESEPUH KI SUKMA RAHAYU SAAT SPIRITUALITASNYA MENGALAMI METAMORFOSIS.

Assalamu alaikum, Wr.Wb. Sebelumnya terima kasih kepada Ki Wong Alus telah sudi memuat kisah saya sebagai Muaalaf, dan Alhamdulilah kepada Alloh SWT telah membimbing saya. Maaf saya tidak bermaksud untuk memfonis siapapun atau menjelekan siapapun, karena saya pribadi jauh dari sempurna karena kesempurnaan milik Gusti alloh SWT,untuk itu mohon maap sekali lagi bila ada kata dan tulisan ini di anggap menyakitkan Sesepuh semua dan sedulur semua, MOHON MAAP karena saya berbicara apa adanya.

Kisah Ini Terjadi Pada tgl 28 Meret 2002 di Kota Munchen Germany…Saya sebagai keluarga Bapak Warga Germany Pemeluk Kristiani Katolik dan Ibu Solo sebagai pemeluk Islam Kejawen, aku didik Bapak dengan Budaya2 Barat, Ketika itu saya sedang Asik2nya sebagai Orang Islam tapi KTP Maap…sedang Giat2nya Semangat tenggelam Menekuni suatu Ajaran Thoroqoh”…” dan juga Eksiis Meneruskan Bisnis bapakku di Bidang Kontruksi…

Dan Untuk Menggeluti Islam yang paling dalam saya menghabiskan uang dengan nilai jutaan Rupiah dan tidak sebanding dengan Karunia Alloh SWT yang begitu Dahsyat, Untuk Mencari Mursyid Tarekat Dari Pemekasan Madura Sampai Dengan Banten, Kalimantan, Aceh ..jujur Ini Pengalaman Nyata..Saya Lihat memasuki Perjalanan Ini Bukan Teori Semata tapi dengan Pendakian Maqomat-maqomat Pencarian ..pengalaman Lucu ialah dari Kota ‘A’ aku menemukan Mursyid tetapi sesudah ditelisuri ujung2nya Perdukunan, ada lagi di Kota ‘B’ saya mencoba berbaiat tetapi Guru Mursyid tsb mengatakan kepada saya harus dimandikan olehnya, dan Ada lagi di Kota ‘C’ saya mencoba ber baiat kepada Kyai Z ternyata ia menyanggupi bahwa saya adalah manusia syetan makanya harus di Ruqiah dengan Mahar 10jt…dan banyak lagi kisah2 yang Unik..maaap Bukan menjelekan Thoriqoh cuman hati2 di lembah ini …???!!

Untungnya dari sekian kisah diatas sebelumnya saya dibekali Pelajaran Tentang Dunia Tasawuf Spt Kitab Ihya Ulumudin, Tanwir qulub, Al Hikam, Arrisalah Qusyairiah dll dengan pensyarah dari Guru Tauhid saya “Kyai Dm” dan ‘Kyai Khl’ jadi kata beliau hati2 dunia ini banyak orang yang mengaku sampai…??? Alhamdulilah saya dilindungi Alloh SWT tidak tejebak….dan berapa Thariqat yang Pernah saya masuki dari A,B…Dst ternyata tidak mudah menjadi Pengamal Thoriqat, Mulai dari Riadhoh,Qiamul lail, Sabar dll..

Puncaknya Tgl 2 November 2002 usaha bapakku bangkrut, dan Bapaku Marah saat itu saya di panggil ke Kota Stuttgart, dan saya dicoret jadi ahli warisnya karena saya memeluk Aliran Islam (dianggap Teroris). dan saya suruh pergi dari rumah cari kerja sendiri..sambil riadhoh. Di Kota Berlin pada waktu itu saya mengontrak Apartement yang Tipenya kelas kambing, sambil saya melamar pekerjaan ke kantor-kantor. Alhamdulilah kosong. Begitu juga saya mencoba Melamar jadi Buruh Kerja apa aja tetap saya tidak diterima pdahal kalo di INDONESIA saya S-3 tapi yang namanya perut dan uang kontrakan harus dibayar memakai uang..jadi saya tanggalkan Gengsi dan Baju Kebesaran Kel.Bapakku..

Titik Puncaknya Tahun 2003 saya sudah kehabisan uang…tetapi Riadhoh saya dari 313 Hari tinggal 4 Hari lagi, tiba-tiba saya mendapat panggilan Kerja di Perusahaan Konsultan Sipil sebagai jabatan logistik dan Alhamdulalilh diterima tetapi dengan syarat buka jilbab, tidak boleh Sholat sebelum Kerja selesai, tidak boleh mengenakan apapun yang berbau Islam karna pada waktu itu Islam dianggap Teroris di Eropa..(dalam hatiku apalagi cobaan saya..) maka dengan pikiran pusing besok antara masuk kerja/menolak ,saya pusing karna belum makan/menahan lapar akhirnya saya minum obat dan terus tidur…di dalam tidur saya di baiat oleh seseorang dan mengatakan ??

Apakah kamu senang sudah menjadi seorang sufi, atau menjadi aulia itukah tujuanmu..saya terdiam, dia mengatakan lagi: saya akan kamu kasih gelar wali abdal tapi bukan wali Istiqomah..bagaimana??..saya terbisu ketakutan karena begitu wibawanya Orang tersebut..Beliau mengatakan lagi ini yang terakhir aku akan kasih kamu sukses menjadi kaya raya karana kamu sedang pailit banyak hutang Bagaimana???…tanpa diluar Kontrol saya menjawab : “Bapak jangan sok bertingkah seperti Tuhan, dan Menggurui Alloh…urus aja bapak sendiri,??? …spontan JAWABKU..?!!!

Tiba2 Orang itu Berubah menjadi Gumpalan Asap Bertuliskan La Ilaha Illa lloh..dan menghilang, Begitu pagi hari saya sahur dan sholat subuh…saya ingat mimpi saya ini tipu daya nafsu saya, maka akhirnya saya putuskan untuk menelpon Perusahaan Konsultan tersebut untuk menolaknya…setelah itu waktu pagi setelah sholat Dhuha saya Baca2 surat Alwaqiah, dan al Fath…

Tiba2 ada seorang mengetuk pintu…maka saya mencoba untuk menutup Qur’an dan membuka Pintu…ternyata teman Kuliahku dulu namanya Ane…Dia Mengatakan: Kamu saya cari-cari dari 4 Bulan ini baru ketemu klo tidak dikasih tau, Bapkmu disini…aku jawab Memang ada apa, cari2 saya??…Tim Konsursium Perusahaanku perlu Orang Tepat sepertimu dan orang untuk mengerjakan proyek ini. Bagaimana, memang kamu akhlinya saya kasih kamu gaji…ribu Euro, tambah Rumah serta Tunjangan…Bagaimana???…

Tanpa sadar saya nangis Dan sujud syukur….Ya Alloh Inilah Buah memilihmu daripada Pekerjaan dan harta ortu ternyata engkau Maha Perancang Strategi Bisnis yang Terbaik…dari pada Ilmuku yang bodoh ini dalam hati..Teman saya mengatakan : ” Was ist los mit Dir Küssen den Boden, So Dass es etwas seltsam auf dem Boden???…Ada apa denganmu sehingga kamu mencium tanah memang ada yang aneh di lantai.. kata temanku. Aku tidak menjawab, dalam hatiku itulah memilih Alloh SWT memang perlu perjuangan dan niat yang kuat…saya harap teman-teman hati-hati terhadap yang namanya pekerjaan, uang, dan …..Wallohu A’lam Bishowab..

Subhanalloh mudah-mudaha tulisan ini mengingat kembali setidaknya ingatan memori saya untuk tetap istiqomah dalam belajar dan menuntut ilmu, serta bagi yang belum masuk Islam sebelumnya mudah-mudaha menjadi bermanfaat. Tiada untuk memamerkan segala sesuatunya tetapi tulisan diatas untuk menggugah saya supaya lebih bijak dalam menyikapi hidup ini. Amien.

Salam..
Ki Sukma Rahayu (Luciola Eberta Jovita).
sukmarahayu70@yahoo.com

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 209 Komentar

BLOG INI BUKAN SARANA UNTUK BERIKLAN


Oknum di bawah ini menawarkan jasa sebagai ahli pengobatan santet atau guna guna, ahli ruwatan dan penarikan pusaka dll di komentar blog k.w.a

mbahagus31@yahoo.co.id dengan IP address 202.70.58.111
USTADZ GHAIB– Riztiyawanr@yahoo.com dengan IP address 64.255.164.14 nomor handphone 082137716546 atau 081226342120 atau nomor nomor dan  ID NAME yang berganti ganti.

Kami mohon yang bersangkutan untuk menghentikan aksinya karena ulah anda mengganggu kami. Jadikan blog kwa sebagai sarana belajar, saling berbagi pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat dunia dan akhirat. Terima kasih. Salam asah, asih dan asuh.@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

HAQEQAT ALLOH MEMPERKENALKAN KE ALAM SEMESTA


Pada Mulanya Gusti Alloh Memperkenalkan Diri
Dia adalah ALLOH Ketika Hurufnya dilesapkan menjadi LILLAH
Lalu LAMNYA dibuang menjadi LAHU
…Kalau LAMnya dilesapkan pula Menjadi HUWA
Setiap Hurupnya Memiliki Makna yang sempurna

Adapun Alif terambil dari kata Ulfah(Kedekatan) dan Ta’lif (Penyatuan)
Hurup ini menjadi Pembuka bagi seluruh Bilangan
Yang Berisi Hidayah Tentang pilar Tauhid
Dengan LAM yang Menunjukan Kepemilikan
yang Merupakan Lam-nya lawh(lembaran) aqal dan Pemahaman
Bagi Orang yang Alloh lapangkan dadanya serta Anaugrahi Nur Qolbu Makrifat

LAM keduapun menunjukan Kepemilikan sesudah Lam pertama
Juga dilesapkan nama ALLOh menjadi Lahu(miliknya)
Dia Adalah Menunjukan Kerajaan Langit dan Bumi
Berikut diantara Keduanya
Baik Diatas Maupun dibawah

Hurup HA menunjukan Keberadaan mutlak ALLOH SWT
Menegaskan tentang Ahadiahnya,ilmunya,Kehendak,serta kekuasaannya
Yang Meliputi segala sesuatu
Orang Arifbilah dan Mukasafah Menyebutnya HA’nya
Haybat al Baha(Kehebatan Keagungannya)
Setelah ALIF pertama dan LAM pertama dan Kedua
Dalam Nama ALLOH dilesapkan
Tersisalah “HU”(Dia)
Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Maha Esa(QS.Al-An’am:19)

Empat hurup ini berusahalah ketahui Maknanya
Gapailah Hikmahnya baik sendiri maupun Terlihat
Angkatlah Mutiaranya hingga Naik Ke Lahul Mahfud
Curahkan jiwa untuknya pada Potensi yang diberikan
Dan Jangan Lupa Jagalah Samudra Rahasiahnya
Niscaya Dirimu Dalam Pengawasan Tuhan Yang Maha Memelihara

Mudah2n Insan mendapat Tambahan Ilmu dan Ketaqwaan
Juga Keterbebasan dari Perbudakan hawa Nafsu dan Sahwat
Itulah Penyucian Jiwa dengan Meniru Ahlak Tuhan..
Ya Alloh…Alloh…Huwa….Hu…Hu………………..
Ampuni Kata2ku Bila kubuka agar Insan Bertambah iman
Agar diri bertaubat dan Menyesali
Supaya Diri Mengingatmu Dikala Susah Dan Senang
Supaya hidup penuh aturan tanpa semau Kita
Menjadi orang Yang Bertaqwa…
Dan Bermanfaat………

Ki Sukma Rahayu (Luciola Eberta Jovita)
sukmarahayu70@yahoo.com

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 334 Komentar

Amalan Nur Jalburrizqi


bahrudin doank
babehkon@gmail.com
Mantra
Suro – suro joyo kawijan ambegsiyo yo agemanku handayani purbolaras lan megantoro dumunung ngungkuli rikmo syinto.yo abdul qodir jaelani sih paringane gusti.ingsun nyuwun jembataning alam ghoib lan kasunyatan.ingsun nyuwun babagan ngilmu kamukten shoho pawulang niro (7x)
Dzating roh rogo tali jiwo ing kersaku dumunung siro amadek netroku.kaliseng jiwo lan nur sejatiku.manjingo ngilmu lan nur jaburrizqi kanggo kasampurnanku.manjingo kanti kersane gusti (7x)
yg diatas di baca saat jam 3 sore. yang dibawah ini dibaca saat jam 9 mlm
Baca surat al jin 11x
Doa aba yusuf
Bismilahirohmanirohim Ya abu yusuf qod wajaba ngalaika khak wa anta taro ma ana fihi minnana faqotihi wa dhonki wa uridu minka hadzihil mas’alaty.syaial halala astainu bihi aku jupokno zakat lisope sakuto…..(nama kota)misalnya Bandung arupo duit 150 juta wa ajruka alalloh (100x)
Ubo rambe
1. Tampah
2. Kotak kardus indomie kosong dan di lak ban rapat sebelumnya masukan contoh uang
3. Bunga setaman taruh mangkok dikasih air
4. Kopi pahit 2 gelas (kopi asli hasil numbuk)
5. Rokok gudang garam merah 2 batang + korek api dibuka sepertiga
6. Lilin merah
7. Kendi air diisi separo
8. Minyak jalburrizqi
9. Pisang raja temen(pisang raja asli)
Tata cara
1. Sebelum jam 3 mandi dengan menggunakan minyak jalburizqi separo
2. Jam 3 masuk kamar beserta sesaji lilin merah dinyalakan dekat sesaji
3. Baca niat ingsun poso karna allah taala
4. Baca mantra 7x
5. Jam 9malam baca al jin ayat 1 sampai 28 (11x) dan doa abu yusuf (100x)
Faktor kegagalan
1. Pelaku tertidur
2. Sesaji salah
3. Lilin merah mati

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 107 Komentar

Diproteksi: @PENGIJAZAHAN ASMAK RADJEH DIRAJEH@


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Categories: RDR

PENGIJAZAHAN RDR (ANGKATAN-1)


ASSALAMUALAIKUM WR WB, Alhamdullillah sedulurku semua yang berbahagia. Pada kesempatan yang mulia ini, ijinkanlah saya menyampaikan sedikit informasi tentang pengijazahan ASMAK RADJEH DI RAJEH (R.D.R)

Pengijazah Asmak Radjeh Dirajeh ini adalah sesepuh Ki RADEN SANCANG UNGU dan beliau mohon ijin kepada sedulur semua untuk NGUNGKURAKE DIRI — MENGASINGKAN DIRI setelah pengijazahan ini dan “offline” dari blog KAMPUS WONG ALUS. Alfatihah setulusnya saya kirim untuk beliau.

Beliau melimpahkan mandat secara penuh kepada saya untuk memberikan pengijazahan. Sehubungan dengan adanya mandat tersebut maka dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

Pengijazahan ASMAK RADJEH DI RAJEH pada kesempatan ini dilaksanakan dengan mekanisme/sistem SELEKSI  hanya untuk sedulur yang memang sungguh-sungguh ingin mengamalkan. Jadi mohon dipertimbangkan, kalau memang Anda belum punya pengalaman menjalani laku ASR (varian-varian ASR  lain) dll/ belum ingin mengamalkan/  merasa “wadah” atau kapasitas diri pribadi belum cukup, maka tidak perlu mendaftar.AMALAN INI AMALAN KELAS BERAT DAN BUTUH WADAH BESAR.  ANDA HARUS MENANGGUNG SENDIRI RESIKO/ AKIBATNYA  BILA TERNYATA R.D.R INI NANTINYA MEMBUAT HIDUP ANDA TERGANGGU DLL.

MELALUI SELEKSI, KAMI MEMBANTU ANDA MELAKUKAN PENDETEKSIAN AWAL APAKAH KAPASITAS ANDA COCOK DENGAN R.D.R ATAU TIDAK.

PENDAFTARAN  TIDAK  DIPUNGUT BIAYA (MAHAR) DAN KEGIATAN PENGIJAZAHAN INI MURNI UNTUK TUJUAN SOSIAL.  MOHON MAAF, KAMI TIDAK MENERIMA SUMBANGAN/TANDA TERIMA KASIH DALAM BENTUK APAPUN.

SYARAT
ANDA PERLU MENGIRIM BIODATA LENGKAP.

1. Nama asli dan sertakan nama identitas yang dipakai diblog,

2. Nama ibu dan ayah kandung,

3. Tempat/tanggal lahir,


4. Nama isteri dan anak (bila ada) dan nama kakak adik,


5. Alamat lengkap dan nomor telepon,


5. Profesi/pekerjaan


6.  Foto anda.


Silahkan dikirim via email rdrkwa@gmail.com.Biodata anda aman dan kami rahasiakan sepenuhnya.

BIODATA YANG TIDAK LENGKAP ATAU MENGIRIM BIODATA PALSU MOHON MAAF TIDAK AKAN KAMI LAYANI.

Bagi yang nanti terseleksi maka kami akan mengirim password agar anda bisa membuka ARTIKEL ASMAK RADJEH DIRAJEH VIA EMAIL ANDA.

Pengijazahan tahap pertama ini kami seleksi dengan jumlah yang tidak dibatasi namun merupakan kelipatan 17, 34, 51  orang dan seterusnya.Pendaftar adalah sedulur KAMPUS WONG ALUS yang SUDAH TERDAFTAR sebagai KELUARGA BESAR K.W.A Yang belum mendaftar silahkan mendaftar dulu. Sedulur yang terseleksi akan diumumkan melalui blog ini.(17 bahasa Jawa: PITULAS, bermakna PITULUNGAN dan KAWELASAN. Ini agar kita semua mendapatkan PITULUNGAN/PERTOLONGAN dan KAWELASAN/ KASIH SAYANG TUHAN ). 

Sedulur yang terseleksi nantinya harus bersumpah untuk: MENGGUNAKAN ASMAK RDR INI UNTUK MENCARI RIDHO-NYA-MENSYUKURI KEBESARAN-NYA DAN MENGHINDARI PENGGUNAAN RDR UNTUK PERBUATAN YANG DILARANG AGAMA DAN HUKUM YANG BERLAKU DI NEGARA KITA. DILARANG MEMPERJUALBELIKAN ASMAK RDR DAN HANYA BISA DIGUNAKAN OLEH ANDA DAN GARIS KETURUNAN ANDA SAJA. UNTUK TEMAN, KAWAN ANDA SILAHKAN MENDAFTAR SENDIRI DI BLOG K.WA UNTUK KITA BANTU MELAKUKAN SELEKSI.

Bagi yang belum terseleksi maka mohon bersabar dan tidak perlu berkecil hati. Kampus Wong Alus secara berkala akan menggelar Pengijazahan RDR. Untuk jadwal Pengijazahan angkatan selanjutnya akan kami laksanakan di waktu mendatang  menyesuaikan situasi dan kondisi yang berkembang.

HARAP SEDULUR MAKLUM, KEPUTUSAN KAMI TIDAK BISA DIGANGGU GUGAT.

PENGIJAZAHAN RDR INI MEMBUTUHKAN PENYELARASAN.

Kami dibantu Raden Sancang Ungu akan mengadakan penyelarasan pada Hari Minggu malam Senin tanggal 7 November 2010 pukul 24.00 WIB (WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT sama dengan METRO TV) Bagi sedulur yang ada di waktu bagian lain, silahkan menyesuaikan. Setelah penyelarasan, silahkan anda mulai menjalankan amalan ASMAK RADJEH DI RAJEH.

Siapkan media sedikit garam dan minyak wangi Ja’faron cukup satu CC saja per-orang. Bisa menyediakan sarana sendiri-sendiri/berkelompok.

Setengah jam sebelum penyelarasan, minyak ja’faron diusapkan di kening (cakra aj’na) dan garam dicampur air kemudian untuk mandi setelah penyelarasan. Air garam tidak untuk diminum.

Selanjutnya sholat hajat memohon petunjuk dan hidayah agar kita diperkenankan Tuhan memiliki ASMAK RDR.

100 x baca Istighfar dan lanjutkan dengan 100 x baca Sholawat

Lepaskan sementara bila anda memiliki jimat, rajah dan lainnya. Serta kunci seluruh amalan yang anda miliki sebelumnya dengan cara: duduk meditasi silangkan tangan kanan di dada dan tangan kiri menutupi pusar sementara sambil tahan napas. Niatkan untuk menutup seluruh amalan anda untuk sementara sampai selesai penyelarasan.

Pas jam OO.OO WIB  lakukan meditasi: mengheningkan cipta, lepaskan seluruh beban pikiran, masuki kondisi rileks. Penyelarasan tidak mewirid apa-apa. Cukup diam memasuki alam meditasi hingga mencapai keadaan NING (HENING).

Penyelarasan membutuhkan waktu 15 menit saja dan sesudah itu penyelarasan selesai.

*Kami akan mengadakan penyesuaian dan penyempurnaan informasi bila ada hal baru yang perlu disampaikan agar pengijazahan ini sukses dan berhasil dengan sebaik-baiknya. Terima kasih. Salam paseduluran.*

@wongalus,2010

Categories: RDR | 457 Komentar

RENCANA KUMPUL KWA MEDAN DAN SEKITARNYA


Ki Maghrobi–Medan sumut—–08126469521
erwin—–——————medan sumut—-081340659661
wong medan. ———– MEDAN SUM UT. +6281264606546
KIARIA PASMA CAKRA PUSAKA ——MEDAN HP.081370537899
Ardiansyah, ————————medan, 088261728513
bung hery “Dick doank“–medan—–081265320546
irfan fauzi —– medan – sum-ut —– 081361990879 —–
Ahmad Sufi —– Medan —– 081370769736 —–
Rudi Hartono —– Medan —– 081973155741 —– rudyoemsoe@ymail.com
Legianto —– Medan —– +60135295866 —–
Taqim Dudusoposopo —– Medan —– 082165351397 —–
Andi Prayetno —– Medan —– 085763081137 —–
Ivan Rinaldi —– Medan —– 087892016523 —–
KimFuk —– medan —– 0819612112 —–
laskar cinta —– medan —– 085761879517 —– Laskar_cinta1618@yahoo.com
Tiang Bungkuk —– Medan —– 081375882728 —–
Sabdo sejati —-Medan—–08558588118—( saya di Medan 5hr/bln)
SINGA MARANTEE—ACEH–081362952678

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 46 Komentar

PERBEDAAN ANTARA ILMU TEORITIS DAN ILMU KASYF


Disarikan dari Kitab Ihya al-Ghazali
Oleh Juru Angon

Jika selubung yang menghalangi seseorang dan Lauh Mahfudz sudah tersingkap, maka ia bisa menyaksikan segala sesuatu yang ada di Lauh Mahfudz. Ilmu pengetahuan akan mengalir kepadanya. Dia tidak perlu menggunakan panca inderanya untuk mendapatkan ilmu tersebut. Semua itu bagaikan air yang menyembur dari dalam tanah. Namun jika ia berhadapan dengan imajinasi yang berasal dari fantasi panca inderanya, maka imajinasi tadi menjadi hijab yang menghalangi dirinya untuk menyaksikan Lauh Mahfudz, sebagaimana dengan air, jika air mengalir di atas sungai, maka itu akan menghalangi munculnya air dari dalam tanah (yang ada di bawah air sungai). Begitu juga dengan orang yang melihat bayangan matahari di atas air, sesungguhnya ia tidak melihat matahari itu sendiri.
Dengan demikian, hati itu mempunayi dua pintu. Satu pintu menghadap ke ‘alam al-malakut yang tidak lain adalah Luh Mahfudz dan alam malaikat, dan satu pintu lagi yang “menghadap” ke panca indera. Mengenai terbukanya pintu hati yang menghadap ke panca indera, anda sudah bisa memahaminya. Sedangkan terbukanya pintu hati yang menembus ‘alam al-malakut da menyaksikan Lauh Mahfudz, maka anda harus melihatnya dari sisi ilmu keyakinan, dengan cara menganalogkan dengan keajaiban mimpi yang bisa memberi tahu anda apa yang akan terjadi tanpa memerlukan bantuan panca indera. Hanya orang-orang yang selalu berdzikir kepada Allah Swt lah yang bisa mengalami keterbukaan pintu hati ini.
Rasulullah Saw bersabda: “Beruntunglah orang-orang yang sendirian.” Para sahabat bertanya: “Siapakah orang-orang yang sendirian itu, ya Rasulullah Saw? Jawab Rasulullah Saw: “Mereka yang membersihkan hati dengan berdzikir kepada Allah Swt. Dzikir mereka bisa menghapus dosa-dosa mereka, sehingga mereka menghadapi hari Kiyamat dengan enteng.” Kemudian Rasulullah Saw bersabda: Allah Swt berfirman: “Kemudian Aku (Allah Swt) menghadapkan wajah-Ku kepada mereka. Apakah kamu tahu, apa yang hendak Aku berikan kepada mereka?” Allah Swt berfirman lagi: “Yang pertama Aku berikan kepada mereka adalah Aku akan memberikan nur dalam hati mereka, sehingga mereka menceritakan tentang Aku seperti Aku ceritakan tentang mereka.” Pintu masuk bagi cahaya atu nur tersebut adalah pintu hati yang terdalam.
Dengan demikian, perbedaan antara ilmunya para nabi dan auliya dengan ilmunya ulama biasa adalah bahwa ilmu para nabi atau wali berasal dari lubuk hati, yakni dari pintu yang menghadap ke ‘alam al-malakut. Sedangkan ilmu para ulama atau ilmuwan biasa berasal dari pintu panca indera yang berhubungan dengan alam nyata. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 28 Komentar

=RDR=


DEWI SRI
themastersrimudjiati@yahoo.co.id

Assalamu’ alaikum wr.wb.

Salam sejahtera untuk Kiwong Alus, dan sesepuh lainnya,Maap Sebesar2nya karena banyaknya yang minta RDR kepada email saya, maka saya dibikin serba salah dan belum bisa memenuhi harapan mengijazahkannya, karena masih anak kecil dan juga atas saran2 sesepuh Pesantren karena Pertimbangan itu saya Terenyuh banyak RDR tetapi tidak ada teks arabnya dan bagitu banyaknya RDR yang berkembang dari mulai ” INNA JAHARA…dst sampai versi lainnya hendaknya berijazah ke Sanad yang kuat sampai ke Rosululloh, untuk itu saya tidak berhak memfonis benar atau salah karena Perbedaan adalah Rahmat, untuk itu sebagai Perbendaharan bagi sedulur semua saya akan kasih RDR versi dari warisan turunan saya Kyai Zaenal Mustafa, dan maap saya belum bisa mengkasihkan Ijazahnya sekali lagi karena saya masih anak ingusan jika ada yang mau BERIAJAZAH silahkan langsung kepada Kyai,Ulama,Ustadz.

Sebagai Bahan Renungan RDR ini tidak kalah Hebatnya dg RDR lain bahkan lebih hebat Powernya dari inna jahara….cuman saya tidak bernafsu dengan ilmu ini, tetapi warisan dari buyut dan kakek yang mengharuskan mengamalkan ya..apa boleh buat, cuman saya Pesan aja..Jangan Mengagungkan RDR hanya Alloh SWT satu.(saya Prihatin) ilmu ini langka sudah punah sekitar ratusan tahun.(yang menjadikan orang Mendewa2kannya.bahkan banyak sebagian orang .itu yang HARUS mengakui kejujurannya semua..ya ngk .JANGAN BOHONG he..he…)

RDR
Sanad asli dari Rosululloh SAW ….Nabiyalloh Khidr as,–>Syekh Sayyid Alawi al-maliki Mufti tanah haram makkah—> Syekh Umar Hamdan –>Syekh Kyai Uyut Muntasar Garut–> Kyai Haji Zaenal Mustafa sukamanah Indihiang—> KH. Tubagus Muhamad Falak Desa sabi Pandeglang banten–> Ust. Asep -> saya.

“Inilah Bacaanya sekedar Khazanah Pengetahuan.”

‘ينناك قوووات بي قووواتي وا قووواتيك كون بليقهن كون بليقهين كون قوووات كون قووواتي، بي اذنيلله بي لا هاولا وال قوووات الا بيلله’.

دباچ ١٠٠٠ايك س ماسيڠ٢ تيڠكت، سلاما

Terima Kasih atas dimuatnya artikel ini, karena saya sekali lagi belum bisa memenuhi harapanya sedulur semua, untuk mengijazahkannya meskipun banyak email yang masuk.

Hatur Nuhun. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 123 Komentar

HIZIB MANSUBIL MAHABBAH


KI BAYU DIGDOYO
bayumalmsteen@gmail.com

hizib Mansubil Mahabbah (pelet)pengamal hizib ini tidak memerlukan puasa dan amalannya cukup diwirid selama tiga hari berturut-turut. Dan kalau belum ada reaksi, dilanjutkan sampai tujuh hari.klo ga da reaksi jg tongkrongin BMW ja depan dia heheheh
lakunya :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ بِسْمِ اللهِ طَرِيْقُ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ يَحْرُسُنِىْ مِنْ كُلِّ شَيْئٍ يَلْسِمُنِىْ آيَةُ اْلكُرْسِيْ تُرْسِيْ سَيْفِيْ حَسْبِيَ اللهُ تَحَصَّنْتُ يس تَوَكَّلْتُ عَلىَ اللهِ فَعْشِيلْ شََلُوْحِيَا اَشْلِيْحُوْطَ شَلْخُوْطَ وَخَشَعَتِ اْلاَصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ فَلاَ تَسْمَعُ اِلاَّ هَمْشًا ياَطَيْطُوْلٍ اُحْبُبْ عَنِّى شَرَّالْجِنِّ وَاْلاِِنْسِ بِحُرْمَةِ مَنْ يَقُوْلُ لِشَيْئٍ كُنْ فَيَكُوْنُ بِسِرِّ سِرِّكَ الْمَصُوْنِ وَعِلْمِكَ اْلمَكْنُوْنِ وَمَا فِيْ حُكْمِكَ اْلمَحْزُوْنِ عَنِ اْلعُيُوْنْ سَخِّرْلِىْ قَلْبَ…… بِنْتِ ….. وَكُلَّ حَاجَتِىْ يَامَنْ لاَيُعْجِزُهُ شَيْئٌ سَخِّرْلِىْ كُلَّ شَيْئٍ اَقْسَمْتُ عَلَيْكُمْ بِمَا دَعَا اللهِ بِهِ عَلَى السَّمَوَاتِ وَاْلاََرَاضِيْنَ فَقَالَتَا اَتَيْنَا طَائِعِيْنَ وَاِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْتَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM. BISMILLAAHI THORIIQUR-ROHMAANIRROHIIMI YAHRUSUNII MIN KULLI SYAIIN YALSIMUNII AYATUL KURSY TURSI SAIFII HASBIYALLAAHU TAHASH-SHONTU YAASIIN TAWAKKALTU ALALLAAH FA’SYIILUN SYALUUHIYAA ASYLIIHUUTHO SYALKHUUTHO WAKHOSYA’ATIL ASHWAATU LIRROHMAANI FALAA TASMAU’ ILLAA HAMSYAN YAA THOETUULIN UHJUB ‘ANNII SYARROL JINNI WAL INSI BIHURMATI MAN YAQUULU LISYAIIN KUN FAYAKUUNU BISIRRI SIRRIKAL MUSHWANI WAL ‘ILMIKA MAKNUUNI WAMAAFII HUKMIKA ALMAHZUUNI ‘ANIL ‘UYUUNI SAKHIRLII QOLBA……….BINTI……… WAKULLA HAAJATII YAAMAN LAAYU’JIZUHU SYAIUN SAKHIRLII KULLA SYAIIN AQSAMTU ‘ALAIKUM BIMAA DA’ALLAAHU BIHII ‘ALAS SAMAAWAATI WAL AROODHIINA FAQAA LATAA ATAINAA THOO-I‘IINA WAINNAHU LAQOSAMUN LAUTA’LAMUUNA ‘ADZIIMUN SHOLALLAAHU ‘ALAA MUHAMMADIN WA ALAA ALIHI WASHOHBIHI WASSALAM

Artinya :
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan menyebut nama Allah yang menjalankan rasa kasih sayang. Jagalah diri Saya dari tiap tiap sesuatu yang mengikat. Ayat Qursy menjadi perisai diriku. Pedangku adalah pertolongan Allah. Aku jagakan diri kepada Yaasiin. Dan aku pasrahkan diri kepada Allah. Faksin Sahilin Aslihuto Salhuto. Dan suaraku penahluk rasa kasih sayang. Maka janganlah kau dengar kecuali dengan menggigit yaa Toitulin. Lindungilah aku dari kejahatan jin dan manusia. Dengan kemuliaan Dzat yang berkata kepada sesuatu jadilah maka terjadilah. Dan dengan kelembutan kelembutan Engkau yang bagaikan suara seruling. Dan dengan ilmu ilmu Engkau yang hebat. Dan kebijaksanaan Engkau yang susah untuk dilihat. Tahlukkan kepada Saya hatinya………binti…….Dan setiap tiap cita citaku Hai Dzat yang mengalahkan ( melemahkan ) sesuatu. Tahlukkanlah kepada Saya tiap tiap sesuatu. Saya bersumpah kepada kalian dengan sesuatu yang telah Saya minta kepada Allah apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi. Maka Allah berkata berikanlah apa yang aku cita citakan. Sesungguhnya semua ini adalah sebagai sumpah supaya kamu mengerti Allah yang Maha Agung. Semoga melimpahkan sholawat dan salam kepada Muhammad dan kepada keluarganya dan kepada sahabatnya.

Kegunaannya :
Untuk pelet.
Cara mengamalkannya :
– Tidak usah dipuasai amalannya cukup diwirid saja selama 3 hari atau 7 hari. Dan bagi siapa yang akan dituju cukup dipanggil namanya.
– Selama mengamalkan pada tengah malam Anda shalat Taubat, shalat Hajat Khusus, dilanjutkan silsilah kepada :

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ اْلمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اْلفَاتِحَةْ……..

– ILAA HADROTIN NABIYYIL MUSHTHOFAA MUHAMMAD SHOLALLAAHU ‘ALAIHI WASSALAM AL FATIHAH…….

خُصُوْصًا اِلىَ حَضَرَةِ الشَّيخْ عَبْدُ اْلقَادِرْ اَلْجَْيلاَنِى َرضِيَ اللهُ عَنْهُمُ اْلفَاتِحَةْ…….

– KHUSHU-SHON ILAA HADROTISY-SYAIKH ABDUL QODIR ZAELANI RODIYALLAAHU ANHUM AL FATIHAH………

ثُمَّ اِلىَ حَضْرَةِ الشَّيخْ حَبِيبْ اَحْمَدْ عَلْوِى اَلْفَاتِحَةْ…….

– TSUMMA ILAA HADROTISY-SYAIKH HABIB AHMAD ALWI AL FATIHAH…….

ثُمَّ اِلَى حَضْرَةِ مَنْ اَجَازَنِى وَمُجِيْزَتِى اَلْفَاتِحَةْ…….

– TSUMMA ILAA HADROTI MAN AJAAZANI WA MUJIZATI AL FATIHAH…….

dan membaca amalannya sebanyak 41 x.
– Selama mengamalkan setelah selesai shalat lima waktu amalannya di baca sebanyak 3 x saja secara istiqomah.

Categories: HIZIB MANSUBIL MAHABBAH | 174 Komentar

RUMUS METAFISIKA AL-QUR’AN


risang.mukti@gmail.com

Assalamu alaikum kepada wongalus para sesepuh dan pembaca yang saya
hormati.Kita semua menyadari di dunia ini tidak ada manusia yang
sempurna.Begitu juga dengan orang yang belajar al-quran.Ada yang
belajar memperindah bacaan.Ada yang mempelajari rahasia hurufnya.Ada
yg mempelajari makna dan arti yang terkandung didalamnya.Ada juga yang
mempelajari khasiatnya.Jarang ada orang yang mempelajari al-quran dari
berbagai sisi.Semua benar semua punya alasan.Semua itu karena kemulian
al-quran yang mengdung berbagai unsur ilmu.Saya termasuk golongan
orang yang belajar al-quran dari segi fadhilah metafisika.Kalau kita
amati banyak ayat2 al.Quran yang sangat bertentangan antara ayat satu
dg ayat yang lainya.Semua itu ibarat energi yin dan yang unt
keseimbangan kehidupan.Contoh di ayat satunya menerangkan alloh tidak
akan merubah nasib manusia kalau manusia itu tdk merubahnya
sendiri.Seolah ayat manusia bisa menentukan nasibnya sendiri.Di ayat
lain menerangkan semua itu alloh yang melakukan bahkan waktu melempar
batupun bukan kita yg melempar tp alloh yang melempar.Itulah
keseimbangan al.Quran mengandung dua kutub yg seolah bertolak
belakang.Bagi yang berpegang pd satu sisi ayat jang menentang orang
lain yg berpegang pada sisi ayat yang lain.Sama juga dlm kehidupan ada
orang yang berprinsip bekerja keras dia akan berhasil dlm masalah
materi dunia.Sehingga kalau ketemu dg orang yg kurang berhasil dlm
bidang materi seolah menyalahkan orang itu krn menganggap kurang
bekerja keras.Tapi aneh memang hidup ini ternyata banyak juga orang
yang memeras tenaga dan pikiran bekerja sekeras2nya hasilnya
minus.Tapi ada juga orang yang duduk manis dirumah para klienya
berdatangan sambil mengantar duit.Antara al-quran dan kehidupan sama
tinggal dari sisi mana kita memandangnya.Yang bertawakal punya
pengalaman dg tawakalnya.Yang percaya diri bisa menentukan nasibnya
sendiri jg punya pengalaman sendiri.Nah yang enak orang yg tdk punya
pengalaman dia bingung mau mengambil patokan ya mana.Ternyata dalam
al.Quran itu ada suatu rumus yang pasti.Maksud rumus pasti suatu
rumusan unt memecahkan suatu masalah.Mungkin yang mempelajari al.Quran
menyanggah al.Quran itu bukan mantra jangan digunakan seperti
itu.Kalau ada pertanyaan begitu sy tdk bisa menjawab karena saya belum
mampu memahami al.Quran dr segi makna dan arti.Mampunya sedikit
memahami dari segi metafisikanya.Ada rumus yang pasti dalam
al.Quran.Karena rumus ini sudah pasti maka siapapun orangnya entah
orang awam,tidak beriman dan orang tidak percayapun mampu menggunakan
al.Quran sebagai solusi problem kehidupan.Cuma unt menemukan satu
rumus pasti dari al.Quran ini membutuhkan waktu berbulan2 bahkan
tahunan.Jadi belajar al.Quran bertahun2 paling menemukan 1 atau 2
rumus.Mari kita simak apa yg saya alami ini mungkin anda jg
mengalaminya.Awalnya sy punya niat khatam al.Quran tiap 2 minggu
skali.Lalu saya mencoba memprogram diri untuk tilawah tiap malam.Pada
saat menjumpai ayat atau surat tertentu saya merasakan kesulitan
membaca alias tersendat2 membacanya.Lalu hal itu sy ceritakan kpd
seorang hafidz.Malah diapun menjawab SAYAPUN JUGA BEGITU.dia
mengatakan pd saat2 tertentu dia merasa kurang lancar membaca
al.Quran.Hal itu malah membuat penasaran dlm diriku.Lalu ayat atau
surat yg saya rasa sulit kubaca saya beri tanda lalu sy cari
asbabunuzulnya lalu pikiranku ada ide unt mencoba fadhilahnya dan kl
sy berhasil baru sy omongkan pd ora lain yg punya problm.Kalau
beberapa org berhasil dg ayat atau surat2 tsb sbg wasilah solusi
problem hidupnya barulah saya mengambil kesimpulan inilah rumus pasti
dari al.Quran yg siapapun dapat menggunakan tanpa pandang bulu entah
itu orang kafir entah itu dlm mengamalkanya tidak yakin semua bisa
merasakan manfaatnya.Mungkin itu semua terjadi karena al.Quran
rohmatan lil ‘alamin.Bukan cuma rohmatan lil muslimin.Mohon maaf bila
ada kata2 tulisan dan buah pemikiran yang salah.Semoga bermanfaat. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 53 Komentar

SHOLAWAT JIBRIL


Sayyid Kahyail
mukasyafah99@gmail.com

Sholawat Jibril

ALLOHUMMA SOLLI WASALLIM ALLASAYYIDINA MUHAMMADIN
JIBRILLA NUDYAM SONII ROSULLULLOH
LAA ILLAHA ILLALLOLLOHU
MUHAMMADURROSULLULLOHI

walau Sholawat sudah mengandung doa…..
akan tetapi sholawat ini memiliki doa tersendiri.

Doanya :

ALLOHUMMA SOLLI ALLA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALI
KAMALANI HAYAATA LIKAMA LIKA WAA’ADADA KAMALI
WA’ALLA KULLI NABIYYIN WAMALAKIN WAWALIYYIN
ADADA MA’LUMATIKA WAMIDADA KALIMATIKA
WA’ALAINA MA’AHUM WAFIHIM BIROHMATIKA
YAA ARHAMARROOHIMIIN.

dan Doanya di kalangan tertentu di golongkan Hijib.
juga di golongkan sebagai Ilmu Ladunni.

fungsi Sholawat dan Doanya di peruntukkan :
* Membuka mata bathin ( 9 indra )
* Membangkitkan Inti Energi dalam tubuh ( tanpa batas )
* Mempertajam Insting ( jangan untuk meramal )
* Meredam Nafsu/Emosi ( membangkitkan Ilmu Ikhlas)
* dll-nya……( fungsi Assunah….= fungsi Sholawat pada Umumnya.)

Maharnya :
Di bayar Pada Bulan Muharrom.
* Puasa (Biasa) -niat puasa Bulan Muharrom ( terserah berapa harinya )
* Puasa (Biasa) -niat puasa Amalan ( 7 hari ) , tata caranya…..
dalam berbuka membatalkannya dengan 3 buah kurma,air putih,dan
dilarang memakan daging berwarna merah.

malamnya :
Ba’da Sholat Isya
Dilanjutkan dengan,
membaca Surat Yaasin dan Tahlil beserta Doanya.

Shalat Hajat,Taubat,Tasbih dan Witir.

Tawasulnya :
Al-Fatiha untuk :
– Nur Muhammad
– Nabi Muhammad SAW dan
Para Sahabat
– Nabi Adam As
– Malaikat Jibril
– Pemilik Sholawat ini(sebutkan Namanya Dengan Lengkap dan jelas)
– Kedua Orang Tua Kita
– Diri Kita sendiri……
(adapun boleh di tambah yg laennya…tidak juga ga apa-apa)
– Baca Sholawat Dan Doanya 1x saja.
– Tutup dengan Doa Mustajab(ROBBANA ATINA…..)

– Sebelum tidur….Wirit AlloHU…..*(Hu-nya di baca tegas dan santai)…sampai tertidur…
——————————————————————————————————-
Untuk sehari-hari juga ga apa apa…tanpa di maharkan…(Assunah)
( maaf…Hanya Di peruntukkan Kaum Adam………..just 4 men ! )

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 39 Komentar

MOHON MASUKAN PENGIJAZAHAN RDR


Gunung berapi akan meletus dan … Salah seorang sesepuh KWA, RADEN SANCANG UNGU akan mengijazahkan ASMAK RAJA DIRAJEH (R.D.R) kepada SEDULUR KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS. Namun sebelumnya, beliau mohon masukan sedulur semua apakah cara pengijazahan Asmak ini perlu diseleksi atau dibuka secara bebas. Masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangan

TERTUTUP DAN DISELEKSI
Bila tertutup maka bisa diseleksi siapa saja yang akan memiliki amalan ini sehingga meminimalisir jatuh ke tangan yang salah dan digunakan untuk tujuan negatif.

TERBUKA DAN TIDAK DISELEKSI
Bila pengijazahan dilakukan secara terbuka maka siapapun bisa memiliki/mengamalkan. Tanpa memandang segi usia, kematangan mental dan sebagainya. Bahkan bisa jadi nanti amalan ini pun bisa diperjualbelikan oleh orang yang ingin memanfaatkannya.

METODE PENGIJAZAHAN
Metode pengijazahan RDR bila anda ingin mengamalkan RDR masing-masing anda HARUS mempersiapkan sebagai berikut;
1. Garam
2. Minyak wangi (jafaron) cukup 1 cc :(harga sekitar Rp 35 ribu)

Garam dan minyak tersebut anda gunakan sendiri untuk penyelarasan di rumah masing-masing. Jadwal waktu penyelarasan menunggu informasi selanjutnya.

MASUKAN TERSEBUT AKAN SANGAT BERMANFAAT BAGI KAMI UNTUK MEMUTUSKAN PILIHAN TERSEBUT DAN TIDAK BERAPA LAMA LAGI PENGIJAZAHAN RDR AKAN DILAKSANAKAN OLEH SESEPUH RADEN SANCANG UNGU.

Terima kasih atas masukkan sedulur semua terima kasih 3864 X. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 651 Komentar

“DEMI MASA” UNTUK APA UMUR KITA?


DEWI SRI
themastersrimudjiati@yahoo.co.id

Assalamu alikum Wr.wb. Dengan tulisan ini saya terketuk sendiri, bahkan menangis karena belum sempatnya berbuat terbaik apa yang saya kerjakan dan dilakukan sesuai dengan harapan, walaupun begitu Alhamdulilah saya sudah di ingatkan Alloh SWT untuk bermuhasabah, semoga bermanfaat.

Umur Kita Yang Harus Dipertanggung jawabkan kepada Alloh SWT.

70th
60th – 70th
(65th)
Kebanyakan manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (majoriti) Puratanya manusia meninggal ± 65 th

“Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia”

Laki-laki Baligh ± 15 tahun
Wanita Baligh ± 12 tahun

Usia Yang ada untuk kita beribadah kepada-Nya, puratanya:

Mati – Baligh = Baki Usia, :~ 65 – 15 = 50 tahun

50 tahun digunakan untuk apa?
50 tahun=
18250 hari=
458000 jam
12 jam siang hari
12 jam malam hari
24 jam satu hari satu malam

Gambaran kasarnya:
Mari kita muhasabah bersama………!

Waktu kita tidur ± 8 jam/hari ;
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam= 16 tahun 7 bulan; dibulatkan jadi 17 tahun
Logiknya: Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selamanya……
Waktu aktiviti kita di siang hari ± 12 jam

Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai untuk aktiviti:
18250 hari x 12 jam= 219000 jam = 25 tahun

Aktivitas disiang hari: Ada yang bekerja, atau bercinta, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, dan banyak lagi.

Waktu rehat/luang ± 4 jam
Dalam 50 tahun waktu yang dipakai untuk rehat 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun

Rehat/waktu luang: menonton tv, atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan……

17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun

Lalu Bila Nak Beribadah???

Padahal Allah ada berfirman yang bermaksud; “Tidak KUciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKU”.

Maut datang menjemput tak pernah bersahut,
Malaikat datang menuntut untuk merenggut,
Manusia tak kuasa untuk berkata-kata,
Allah Maha Kuasa atas syurga dan Neraka,

Memang benar..Menuntut ilmu itu ibadah, kalau niatnya untuk ibadah, tetapi kebanyakannya belajar agar mudah mencari pekerjaan. Sekiranya belajar itu tidak membantu menambah pendapatan kita, kita tidak akan belajar…

Memang benar… Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana? Ramai orang bekerja untuk hidup bermewah-mewahan dan amat kurang sedekahnya.

“ Jarang ada yang menolak untuk dipuji dan dipuja tatkala berjaya.
Lalu Bila bagaimana Beribadah???

Oh! mungkin solat 5 waktu itu dianggap sudah mencukupi…!
Karena kita fikir; solat wajib besar pahalanya, solat amalan pertama yang dihisab, solat jalan untuk membuka pintu syurga…
Benarkah solat kita itu mencukupi dan diterima !!?

Berapa banyak solat kita dalam 50 tahun???
1 solat = ± 10 minit ….. 5x solat = ± 1 jam

Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai utk solat = 18250 hari x I jam =18250 jam= 2 tahun
Kesimpulan: waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk solat ( ini kalau yg solat 10minit! Kalau solat macam ayam patuk tanah..amacam? ) 2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita….itupun belum tentu solat kita bermakna berpahala dan di terima.

Dan sekiranya pahala solat kita selama 2 tahun tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun; dalam percakapan kita yang selalu dusta, baik yang sengaja ataupun tidak, dalam pertuturan kita yang sering mengguris orangtua kita, dalam harta kekayaan kita yang selalu kedekut terhadap orang faqir, dalam setiap perbuatan kita yang selalu bergelumang dosa…

Logiknya:
Bukan satu yang mustahil kita umat akhir zaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian…………

Terlalu banyak masa yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana…………

Penyelesaian:
Tiada kata terlambat walaupun waktu berlalu cepat, isilah ia dengan sesuatu yang bermanfaat, dan mendapat ridha Alloh SWT.

Terima Kasih atas dimuatnya tulisan ini.
amien. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 52 Komentar

TAFSIR YASIN DAN LANJUTAN SIRRUL JALIL


GUS SANTRI
muhammadmubarok17@gmail.com

Assalamu’alaikum wr wb. Hormat takdzim dan menjura dalam kepada Semua Sesepuh KWA, khususon Ki Wong Alus. Salam silaturrahmi kepada Semua Saudaraku anggota KWA.

Kali ini saya akan menyampaikan dua hal. Pertama, apa maksud dari YASIIN, ayat ke satu dari surat yasin? Sebagai tambahan pengetahuan yang mudah-mudahan menjadikan lebih terbukanya hati kita akan hikmah al-qur’an yang mulia. Keterangannya saya ambilkan dari kitab klasik pesantren (kitab kuning), kitab tafsir yasiin. Kedua, saya akan melanjutkan penjabaran kitab sirrul jalil yang sudah saya ijazahkan beberapa bulan lalu.

Apa makna YAASIIIIIIN (Sengaja saya tulis YAA karena dalam tajwid dibaca 2 harakat atau 1 alif. Dan saya tulis SIIIIIIN, memakai I enam kali, karena dibaca mad lazim harfi mukhoffaf yang wajib 6 harakat atau 3 alif)? Jawabannya, hanya ALLAH-lah yang paling tahu maksud sebenarnya. Tetapi ada lima pendapat disampaikan ulama tafsir untuk sedikit membuka tabir itu. Tentunya kelima pendapat itu tidak asal-asalan dan pastinya mempunyai dalil yang kuat.

1. YAASIIIIIIN adalah singkatan YAA INGSAANU (saya tulis INGSAANU dengan NG karena bacaan ikhfa’). Artinya, Wahai Manusia. Yang dipanggil adalah Nabi Muhammad SAW. Jadi maksudnya adalah “Wahai Muhammad..!”. Dan panggilan itu akan kita fahami dengan sempurna dengan melihat ayat selanjutnya.
“Wahai Muhammad..! Demi al-qur’an yang penuh hikmah. Sungguh, engkau termasuk dari para rasul”

2.YAASIIIIIIN adalah singkatan YAA SAYYIDAL MURSALIIN. Artinya, Wahai Pemimpin Para Rasul (para utusan Allah SWT). Ini juga panggilan atau sapaan kepada Nabi Muhammad SAW.

3. YAASIIIIIIN adalah salah satu nama dari al-qur’an.

4. YAASIIIIIIN adalah nama salah satu surat dari al-qur’an.

5. YAASIIIIIIN adalah salah satu nama dari nama-nama ALLAH.

ALLAH itu mempunyai 4000 nama. 1000 nama tidak ada yang mengetahuinya kecuali DIA sendiri. 1000 nama lagi tidak ada yang mengetahuinya kecuali para malaikat. 1000 nama lagi tersimpan di dalam LAUH MAHFUDZ. 300 nama disebutkan di dalam kitab injil. 300 nama di dalam kitab taurat. 300 nama lagi di dalam kitab zabur. Masih sisa seratus. Nah 100 nama ALLAH ini disebutkan di dalam kitab suci kita al-qur’an. Dari 100 itu, 99 nama-NYA telah kita kenal sebagai ASMA’UL HUSNA. Tinggal satu saja yang terakhir. Satu itu disebut dengan ISMUL A’DZOM yang berarti Nama Yang Teragung. Tidak ada yang mengetahuinya dengan pasti kecuali para nabi dan rasul. Tapi yang jelas, satu itu tersebut di dalam al-qur’an. Dan banyak sekali pendapat ulama mengenai ISMUL A’DZOM ini.

Berikutnya akan kami jabarkan dan kami ijazahkan kepada Semuanya wirid ke sembilan dari 14 wirid pada BAB I Sirrul Jalil, dana ghoib. Ini adalah termasuk ilmu simpanan para wali, maka mohon, kalau mau mengamalkan, diukur dirinya sendiri. Kebersihan hati dan niatnya. Saya tidak rela kalau Saudara menjadi malas bekerja dan ogah-ogahan, selalu berharap dana ghoib. Bekerjalah dengan tekun dan berdoalah. Kemudian tunggulah dengan sabar sampai pintu-NYA terbuka bagi Saudaraku.

Amalan dana ghoib:
1. hASBUNALLOHU WA NI’MAL WAKIIL 4500x
2. Membaca doa di bawah ini 313x:

ALLOOHUMMA YAA KAAFII IKFINII NAWAAIBAD DUNYAA WA MASHOOIBAD DAHRI WA DZULLAL FAQRI.
ALLOOHUMMA YAA GHONIYYU AGHNINII BI GHINAAKA ‘AMMANG SIWAAKA WA BIJUUDIKA WA FADHLIKA ‘AN KHOLQIKA.
FA INNAKA QULTA WA QOWLUKAL hAQQUL MUBIIN: UD’UUNII ASTAJIB LAKUM. DA’AWNAAKA KA MAA AMARTANAA. FASTAJIB MINNAA KA MAA WA’ATTANAA.
ALLOOHUMMA YAA MUGHNIYYU AS ALUKA GHINAD DAHRI ILAL ABADI.
ALLOOHUMMA YAA FATTAAhU IFTAh LII BAABA ROhMATIKA, WASBUL ‘ALAYYA SATRO ‘INAAYATIKA, WA SAKHKHIR LII KHOODIMA HAADZIHIL ASMAAAAA I BI SYAI IN ASTA’IINU BI HII ‘ALAA MA’AAYISYII WA AMRI DIINII WA DUNYAAYA WA AAKHIROTII WA ‘AAQIBATI AMRII. WA SAKHKHIRHU LII KA MAA SAKHKHORTAR-RIIhA WAL-INGSA WAL-JINNA WAL-WAhSYA WATH-THOIRO LI NABIYYIKA SULAIMAANAB-NI DAAWUUDA ‘ALAIHIMAS-SALAAM.
WA BI AHYAA SYAROOHIYAA ADUUNAAYA ASHBAAWUTA AALA SYADAAYA.
YAA MAN AMRUHUU BAINAL KAAFI WAN-NUUNI. INNA MAA AMRUHUU IDZAA AROODA SYAI AN AY-YAQUULA LAHUU KUNG FA YAKUUN. FA SUBhAANAL-LADZII BI YADIHII MALAKUUTU KULLI SYAI IW-WA ILAIHI TURJA’UUN.

Amalan di atas dilakukan setiap tengah malam sampai berhasil. Tidak ada ketentuan berapa hari. Apabila niatnya benar-benar ikhlas maka khodam asmak hASBUNALLOHU WA NI’MAL WAKIIL akan datang membawakan nafkah (uang) yang lebih. Kadang-kadang nafkah (uang) itu ditemukan setiap pagi di bawah bantal. Setidaknya, pengamal rutin (istiqomah)wirid ini akan takjub dengan lancarnya rezeki yang mengalir. Mudah-mudahan ini bermanfa’at dan barokah bagi kita semua dengan izin dan ridho ALLAH SWT.Amin. Wassalamu’alaikum wr wb. @@@
(bersambung…) @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 96 Komentar

ASMAK NURUL BASHIROH


Saya ijazahkan Ilmu Trawangan Sapu Jagad (Asmak Nurul Bashiroh) warisan Kanjeng Sunan Kalijaga.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, YAA ALLAH YAA NUURU YAA BASHIIR 256 X

BINUURIKA YA ALLAH, NAWWIR BASHIIROTII LIKASYFI UMUURIN ‘AN ‘UYUNI TAGHOYYABAT 18 X

Selanjutnya baca 7 x:
CAHYA-CAHYAKU CAHYA NUR MURUB, MURUB MUBYAR MUBYAR PADANG TRAWANGAN, SUKMA JATI JATINING SARI, DUMADI ADOH KATON CEDHAK KATON, JAGAD IKI DAK UNGAK KATON KABEH. ALLAH NYUWUN PADANG SIR KUN FAYAKUN, MAYANE KANG ORA KATON, KATON MELOK SEJATINING URIP, KATON PADANG SEJATINE KODRATULLAH, BYAR PADANG JAGAD IKI DAK UNGAK KATON MELOK BYAR SAIKI. ALLAHUMMA RASA MULYA BADAN IMAN JENENG JOHAR, URIP KANG MENGKU, URIP MBESUK MANUNGSA KANG LUWIH SEMPURNA. YAA HUU SHOLLALLAHU ALAIHI WASALAM

Syarat laku: Puasa 3 atau 7 hari mutih. Bila puasa 3 hari mulai puasa hari Selasa Kliwon. Kalau puasa 7 hari mulai puasa hari Rabu legi.

Keterangan: bila sudah menguasai ilmu ini dengan sempurna mana kita bisa melihat jarak jauh, dibalik tembok/dinding, kandungan isi bumi (harta karun, mineral, sumber air, menemukan barang hilang, melihat kejadian yang akan datang, alam jin, dan manfaat yang lain.

Pengijazah:
Ustad Arifin Maulana Syekh Ainul Yaqin
Imam besar Masjid Babussalam Purwosari
083197983445

@@@

Categories: ASMAK NURUL BASHIROH | 240 Komentar

KHATM KHAWJAKAN


Sayyid Kahyail , mukasyafah99@yahoo.com

saya di sini akan berbagi suatu keilmuan bagi saudara-sauadaraku sekalian bagi yang berminat silahkan di amalkan dengan niat mengharap ridho allah swt semata-mata….

Khatm Khawjakan

( Dengan Ittifaq para guru Mursyid dari Imam Ja’far Shadiq, Abi Yazid Al-Busthami, Abi Hasan Al-Hirqani dan dari para Mursyid Toriqah Naqsabandiyyah lainnya, Serta menceritakan manfa’at Silsilah Dzahabiyyah ( Silsilah Emas ) umtuk dihasilkannya keinginan – keinginan dan dilaksanakannya semua hajat )

Telah berkata Syeikh Al- Imam As-Sayyid Al- Ustadz Muhammad Haqqi An-Naazili R.A di dalam kitabnya Khozinatul Asraar, ” Ketahuilah sesungguhnya para Mursyid imam Toriqoh seperti Sayyid Ja’far Shadiq, Abu Yazid Al-Busthami, Abu Hasan Al-Hirqani semoga Alloh S.W.T mensucikan Sir nya mereka amin, mereka para guru Mursyid telah bermufakat bahwasanya Untuk di laksanakan Hajat – Hajat, Di hasilkannya keinginan-keinginan, mencegah mara bahaya, mengalahkan musuh, dan orang yg hasud, di angkatnya derajat, sampai nya seseorang pada maqom Muqorrob dan supaya di tampakkannya berbagai Tajalli Alloh S.W.T, Untuk mencapai semua itu mereka para guru Mursyid telah mengamalkan Khatm Khawjakan yg mulia dan rahasia yg sangat langka ini “, Berikut dibawah ini Khatm Khawzakan yg saya terjemahkan dari kitab Khozinatul Asraar :

Inilah Susunan Dzikir Khatm Khawjakan

1. Membaca Istighfar 100 x
2. Membaca Surat Al-Fatihah 100 x
3. Membaca Shalawat Nabi 100 x
4. Membaca Surat Alam Nasyrah 79 x
5. Membaca Surat Al-Ikhlas 1001 x
6. Membaca Surat Alfatihah 7 x
7. Membaca Shalawat Nabi 100 x
8. Memohon kepada Alloh yang menjadi hajatnya ( Do’a )
9. Membaca Silsilah Adz-Dzahabiyyah ( Silsilah Emas )

Maka dengan izin Alloh semua yg menjadi hajat anda Alloh laksanakan, berkata para guru Mursyid ” Tidak akan lebih dari 4 hari setelah pembacaan Khatm Khawjakan, Kecuali Alloh laksanakan semua hajat hajatnya “, Khatm Khawjakan ini di baca rutin selama 7 hari berturut – turut, Khusus untuk Silsilah Dzahabiyyah salah satu khasiatnya dapat membuka ‘Ainul Basyirah ( Mata Hati ), caranya adalah Silsilah Dzahabiyyah di baca rutin tiap Ba’da Shubuh dan Magrib 1x atau setiap hari 7x atau 21 x, untuk di bukakan mata hati, di lapangkan segala kesusahannya, di laksanakan hajatnya , di sembuhkan penyakit, di pancarkan ilmu hikmah di dalam hatinya, di mudahkan segala keinginannya, Di bukakan Alam Malaku Jabarut dan Alam Lahutiyyah dan masih banyak lagi khasiat serta manfa’at dari Silsilah Adz-Dzahabiyyah yg tidak bisa saya tulis pada blog ini, Isi dari Silsilah Dzahabiyyah ini adalah Asma’ Asma’ yg sangat agung dan Silsilah emas 6 tariqoh terkenal di dunia yaitu Naqsabandiyyah, Jasyatiyyah, Kubrawiyyah, Sahruwardiyyah,Qodiriyyah dan toriqoh ilmu batin Khidiriyyah yang semua toriqoh di dunia ini semuanya bersumber dari imam Rabbani, Inilah Silsilah Dzahabiyyah yg di maksud :

BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIIM…

INNAL HAMDA LILLAHI NAHMADUHU WA NASTA’INUHU MAN YAHDIHILAHU PALA MUDILLA LAHU WA MAN YUDLIL FALA HADIYA LAHU WA ANA ASHADU AN LA ILAHA ILLALLOH WAHDAHU LA SYARIKA LAHU WA ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA ROSULUHU AMMA BA’DU FANAS ALUKALLOHUMMA WA NATUBU ILAIKA WA NATAMASSAKU WA NATAWASSALU WA NATAWAJJAHU WA NATADORRO’U WA NATAHFADZU WANATAHASSONU WANATASYFAA WANATASYAFFA’U WANATA’ALLAMU WANATAFAHHAMU WANATADZAKKARU WANATAFAKKARU WANATARIDU WANATARFA’U WANATAWASSOLU WANATAQORROBU BI ASRORIKAL MAWDU’ATI WA ANWARI TAJALIYATIKAL MAWDU’ATI WAL MA’ARIFIL MUQORROBATI FI HADZIHIT TURUQIL ‘ALIYYATI BIBAROKATIL MASAYAYIKHIL MUSALSALIINA BISAYYIDINA WASANADINA WAMIZABI FUYUDOTINA WA MAJROL HIKMATI WA ASRORINA AS SAYYIDI MUHAMMAD HAQQI AN NAZILI QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA JALIL ALHILMI QODDASALLOHU SIRROHU WABISAYYIDINA MUHAMMAD JAAN MAKI QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA ABDULLOH AD DAHLUWI QODDASALLOHU SIRROHU WABISAYYIDINA HABIBULLOH QODDASALLOHU SIRROHUWABISAYYIDINA NUR MUHAMMAD QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA SAYFUDDIN QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MA’SUM QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA AHMAD ALFARUQ QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MUHAMMAD AL BAQI QODDASLLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MAULAL KARIM QODDASALLOHU SIRROHU WABISAYYIDINA DARWIS MUHAMMAD QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MUHAMMAD AZ-ZAHID QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA UBAIDILLAH QOSDDASALLOHU SIRROHU WABISAYYIDINA YA’QUB ALJARKHI QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MUHAMMAD BAHAUDDIN AL AWISY QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA AMIR KALAL QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MUHAMMAD BABAH QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA YUSUF AL HAMDANI QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA ABI ALI QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA ABIL HASAN AL KHIRQONI QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA ABI YAZID ALBUSTHAMI QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA JA’FAR SHODIQ QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA MUHAMMAD AL BAQIR QODDASALLOHU SIRROHU WA BISAYYIDINA ALI JAENAL ‘ABIDIN QODDASALLOHU SIRROHU WABISAYYIDINAL HUSEN R.A WABISAYYIDINA ALI BIN ABI TOLIB R.A WABISAYYIDINA ROSULILLAHI S.A.W WABISAYYIDINAL QOSIM BIN MUHAMMAD BIN ABI BAKAR R.A WABISAYYIDINA SALAMAN ALFARISI R.A WABISAYYIDINA ABU BAKAR SIDDIQ R.A WA BISAYYIDINA MANBA’IL ILMI WAL ASRORI WA MAKHZANIL FAYDI WAL ANWARI WAMALJAIL UMMATI WAL ABRORI WA MAHBATI JIBRIILA FIL LAILI WAN NAHARI WA HABIBILLAHIS SATTARI ALLADZI UNZILA ‘ALAIHI AFDOLUL KUTUBI WAL ASFARI SAYYIDINA WA MAULANA WA SYAFI’INA MUHAMMAD AL MUKHTARI S.A.W WA ALA ALIHI WA ASHABIHIL AKHYARI WA BISAYYIDINA JIBRILA A.S WA BISAYYIDINA MIKAILA A.S WA BISAYYIDINA ISROFILA A.S ILAHI ANTA MAQSUDII WA RIDHOKA MATLUBII A’TINA MAHABBATAKA WA MA’RIFATAKA FANAS ALUKALLOHUMMA BI IZZATIKA WA JALALIKA WA JAMALIKA WAQODROTIKA WAKIBRIYAIKA WA ‘ADZOMATIKA WA BIHAQQI SIRRI SIRRI SIRRI ASMAIKAL ‘IDZOMI WA ANBIYAIKAL KIROMI WA AULIYAIKAL FAKHOMI WA MALAIKATIKAL MUQORROBIINA ALAIHIMUS SALAMU WA BIHAQQI LA ILAHA ILLALLOHU MUHAMMADUN RODULULLOHI WA BIHAQQI HADZAL ISMIL ‘ADZIMI ALLOHU ALLOHU ALLOHU BIL ALIFIL QOIMI ALLADZI LAYSA QOBLAHU SABIQUN WALA BA’DAHU LAHIQUN BIL LAMAINI ALLADZAINI LAMAMTA BIHIMAL ASRORI WA AKHODZTA BIHIMAL ‘AHDAL WATSIQO WA BIL HAI ALMUHITOTIL MUHARROKATI LISSAWAKINI WALJAWAMIDI WAN NAWATIQI AN TUWAFIQONA LIN NADZORI ILA WAJHIKAL KARIMI WA TAQDI HAWAIJA WA TUFTAHU LANA ABWABAL ‘ULUMI WAL ASRORI KAMA AFADTA WA TAJALAYTA ALA QULUBU ANBIYAIKA WA ASFIYAIKA AJMA’IINA BI LUTFIKA WA KAROMIKA YA ARHAMARROHIMIINA LAILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADZ DZOLIMIINA FASTAJABNA LAHU MINAL GOMMO WA KADZALIKA NUNJIL MU’MINIINA ALLOHUMMA INNI AQOMTU NAFSI TAHTA HADZAL MIZABIL MUHAMMADI HAQIRON DZALILAN MUDZNIBAN MUSTASYFA’AN PAYASSIR LANA ANWA’A TAJALIYATIKAL ILAHIYYATI WA ASRORI MALAIKATIKAL QUDSIYYATI WA HAMAMI AULIYAIKAR ROBBANIYYATI WA FUYUDHOTI HABIBIKAL MUHAMMADIYYATI WA LAW ANNAHUM IDZ DZOLAMU ANFUSAHUM JAUUKA FASTAGFIRULLOHA WASTAGFIR LAHUMU ROSULA LAWAJADUU ALLOHA TAWWABAN RAHIIMA RABBANA ATINA FID DUNYA HASANATAN WA FIL AKHIRATI HASANATA WA QINA ‘ADZABAN NARI ROBBANA LA TUJIG QULUBUNA BA’DA IDZ HADAYTANA WAHAB LANA MIN LADUNKA ROHMATAN INNAKA ANTAL WAHHABU ROBBIGFIR LII WA LI WA LIDAYYA WA LIL MU’MINIINA YAUMA YAQUMUL HISAB ROBBANA IGFIR LANA WA LI IKHWANINALADIINA SABAQUUNA BIL IMANI WA LA TAJ’AL FI QULUBINA GILLAL LILLADZINA AMANUU ROBBANA INNAKA ROUFUN ROHIM SUBHANA ROBBUKA ROBBUL IZZATI ‘AMMA YASIFUUNA WA SALAMU ‘ALAL MURSALIINA WAL HAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIINA WAL HAMDU LILLAHI ROBBIL ‘ALAMIINA.

Dan inilah Dzikir Asma’ nya :
1. Allah, Allah 100 x
2. Huwa, Huwa’33 x
3. Haqqu, Haqqu’ 33 x
4. Hayyu Hayyu 33 x
5. Allahu, Allahu Haqqu 10 x
6. Allahu Allah Hayyu 10 x
7. Allahu Hayyu Ya Qayyumu 10 x
8. Ya Hu Ya Hu Ya Da’imu 3 x
9. Ya Da’imu, Ya Da’imu, Ya Da’imu Ya Allah 3 x
10. Ya Haliimu, Ya Haliimu, Ya Haliimu, Ya Allah 3x
11. Ya Hafiidhu , Ya Hafiidhu, Ya Hafiidhu , Ya Allah 2x
12. Ya Latiifu, Ya Latiifu, Ya Latiifu, Ya Allah 2 x
13. Ya Ghaffaur, Ya Ghaffaru, Ya Ghaffaru, Ya Allah 2x
14. Ya Sattaru, Ya Sattaru, Ya Sattaru, Ya Allah 2 x
15. Ya Fattahu, Ya Fattahu, Ya Fattahu, Ya Allah 2 x
16. Ya Mujiibu, Ya Mujiibu, Ya Mujiibu, Ya Allah 2x
17. Ya Mu‘izzu, Ya Mu’izzu, Ya Mu’ izzu, Ya Allah 2 x
18. Ya Mu‘iinu, Ya Mu’iinu, Ya Mu’iinu, Ya Allah 2 x
19. Ya Wadudu, Ya Wadudu, Ya Wadudu, Ya Allah 2x
20. Ya Rahmanu, Ya Rahmanu, Ya Rahmanu, Ya Allah 2 x
21. Ya Rahiimu, Ya Rahiimu, Ya Rahiimu, Ya Allah 2 x
22. Ya Hannanu, Ya Hannanu, Ya Hannanu, Ya Allah 2 x
23. Ya Mannanu, Ya Mannanu, Ya Mannanu, Ya Allah 2 x
24. Ya Dayyanu, Ya Dayyanu, Ya Dayyanu, Ya Allah 2 x
25. Ya Subhanu, Ya Subhanu, Ya Subhanu, Ya Allah 2 x
26. Ya Sultanu, Ya Sultanu, Ya Sultanu, Ya Allah 2 x
27. Ya Amanu, Ya Amanu, Ya Amanu, Ya Allah
28. Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah 2 x
29. hasbunallah wa ni’mal Wakiilu, ni’mal Mawla wa ni’man-Nasiiru, la hawla wa la quwwata illa billahil ‘Aliyyil ‘Adhiim
30. Salawat 10 x
31. la ilaha illalloh 100 x
32. La ilaha illalloh Muhammadun Rasululloh, Alayhi Salatul Allah 3 x
33. La ilaha illalloh Muhammadun Habibulllah, Alayhi Salatul Allah 3 x
34. La ilaha illalloh Muhammadun Khalilullah, Alayhi Salatul Allah 3 x
35. La ilaha illalloh Muhammadun Safiyyullah, Alayhi Salatul Allah 3 x
36. La ilaha illalloh Muhammadun Nabiyyullah, Alayhi Salatul Allah 3 x
37. La ilaha illalloh Muhammadun Shafi’ullah, Alayhi Salatul Allah 3 x

ISMUL ‘ADZOM AR-RAHMANU
Asmaul Husna Ar-Rahmanu mempunyai Azimah pemanggil Khodamnya yaitu Sayyid Laukhoyiil A.S, inilah pemanggilnya :

YA ROHMANU YA LAWKHOOYIILU BIHAQQI DAKHONSYA KALIKHO YA GIYATSII INDA SYIDDATI WA MUJIIBI INDA KULLI DA’WATI WA MU’ADZI INDA KULLI SYIDDATIN WA YA ROJAII HIINA TANQITI’U HIILATII.

Tata Cara & Khasiat dari Isim Ar-Rahmanu :

1. Azimah di atas cukup dibaca 313 x pada tengah malam
2. Sebelum membaca Azimah Isim Ar-Rahmanu memberikan Hadiah Fatihah 41 x kepada Nabi Muhammad & Nabi Khidir A.S
3. Azimah Isim Ar-Rahmanu dibaca 1000 x pada malam jum’at, akan membuat badan anda terbang dan melayang, Untuk Toirun fil hawa ( Terbang di udara ), Azimah Isimnya dibaca rutin tiap malam dan sehabis sholat fardu 33 x selama 40 hari berturut turut
4. Melipat Bumi, Azimah Isim Ar-Rohmanu di tulis pada sebatang tongkat dari pohon kapas, kemudian di bacakan pada tongkat tsb azimah nya 313 x tiap malam selama 41 hari, pada hari ke 41 tongkat tersebut akan melayang di hadapan anda, ambillah tongkat tsb, ketika akan mengunakan pegang tongkat tsb kemudian pejamkan kedua mata bacalah Azimah nya 3 x sebutkan dalam hati tujuan anda ingin kemana, maka anda akan sampai pada tempat yg anda tuju seperti kilat menyambar.

dan saya mohon minta bantuannya para sedulur2 semuanya dan juga para sesepuh untuk membahas tentang Asma Raja Rajeh, saya sendiri hanya mengetahui khasiat2nya saja untuk itu saya mohon bantuan semuanya untuk membabar Asma Raja Rajeh dan bagi yang memiliki Asma Raja Rajeh lengkap mohon di babar disini agar bisa di amalkan oleh para sedulur-sedulur semuanya yang mau mengamalkannya ,terimakasih untuk itu saya mohon bantuannya kepada sedulur2 semuanya….

Asma’ Raja Rajeh di baca rutin tiap hari ba’da Fardu 3 x selama 41 hari, Maka semua keinginan nya akan dilaksanakan oleh Alloh S.W.T, Dan anda akan menyaksikan 7000 dari keajaiban dan keanehan langka yg belum pernah orang lain saksikan sebelumnya, Dipancarkan berbagai macam ilmu Hikmah dari dalam hatinya

Apabila Asma’ Raja Rajeh dibaca tiap selesai Sholat Fardu 100 x, Maka anda akan menyaksikan berbagai macam Alam ghaib dan masuk kedalamnya, Di laksanakan semua hajat hajatnya, Tidak akan dapat mencelakakan anda seorangpun dari kalangan Umum, Khusus,Para pemimpin, orang Faqir, dan semua lidahnya manusia akan terkunci dari ucapan jelek terhadap anda baik di depan anda maupun di belakang anda
Dibaca 100 x rutin setiap hari oleh orang yang ditahan/penjara, maka dengan Izin Alloh orang tsb akan di bebaskan

Apabila anda merutinkan secara berturut turut 99 hari dengan membaca Asma’ Raja Rajah diatas pada waktu malam 10 x dan siangnya 5 x, setelah selesai 99 hari maka anda akan menyaksikan semua Rahasia rahasia Alam Ghaib dengan mata kepala anda, Dan tiap tiap ucapan anda akan menjadi kenyataan dan mengandung hikmah, Doa’nya Mustajab, Mendapatkan Ilmu Ladunni dari Alloh S.W.T, Dibukakan baginya Pintu pintu Rizqi baik yg Dzohir maupun Yg batin

Ilmu apa saja yg anda kehendaki dari Hikmah, kanuragan, dan semua ilmu kedigdayaan akan anda kuasai apabila hati anda menginginkannya ( Ladunny )

Apabila anda membuat sebuah bentuk ( Patung dan sejenisnya ) dari Lilin ( Malam ) atau tanah , Kemudian anda bacakan pada patung tsb Asma’ Raja Rajeh 99 x lalu di tiupkan pada Patung tsb, Maka patung tsb akan bergerak dengan sendirinya dan terbang mengikuti si pemilik, hal ini bisa di lakukan apabila anda melaksanakan dawam / rutin selama 99 hari sesuai no. 6

Apabila anda senantiasa membaca Asma’ Raja rajah selama hidup, Maka jasad badan anda di alam kubur tidak akan berubah atau Rusak,Binatang apaupun tidak akan bisa menyentuh kulit anda karena ruh asma’ raja rajah merupakan jasad anda dan jasad Asma’ raja rajah merupakan ruh anda.

Silahkan di amalkan semoga bermanfaat….

Categories: KHATM KHAWJAKAN | 352 Komentar

KESEDIHAN KETIKA BERJUMPA MALAIKAT MAUT


themastersrimudjiati@yahoo.co.id

Assalamu alaikum Wr.wb Bersama tulisan ini izinkanlah saya untuk berbagi dalam pembelajaran diri, khususnya untuk saya pribadi dan umumnya bagi yang membacanya, saya sarikan dari berbagai kitab kuning dan sumber lainnya, tentang tulisannya.

Asy`ats bin Aslam berkata, “Suatu ketika Ibrahim a.s mengajukan beberapa pertanyaan kepada malaikat maut yang namanya adalah `Izrail. ‘Wahai malaikat maut, apa yang engkau lakukan jika ada seorang manusia (yang sedang sekarat) di timur dan seorang lagi di barat, atau ketika negeri sedang dilanda wabah, atau ketika dua pasukan tentara sedang bertempur?’. Malaikat maut menjawab, ‘Kupanggil ruh-ruh itu dengan izin Allah hingga mereka berada di antara kedua jariku ini.’ Dan Ibrahim a.s berkata, ‘Kemudian bumi diratakan dan kelihatan seperti sebuah hidangan yang dia makan sebanyak yang diinginkannya.’ ” Asy`ats berkata, “Ketika itulah Allah SWT memberinya kabar gembira bahwa beliau adalah Kekasih (khalil) (Q.S. An-Nisaa, 4 : 125) Allah SWT.”

Sulaiman putra Daud a.s bertanya kepada malaikat maut, “Mengapa aku tidak melihatmu bertindak adil kepada umat manusia? Engkau mengambil nyawa seorang manusia tetapi membiarkan yang lain.” “Aku tidak mengetahui hal itu lebih daripada yang kau ketahui,” jawabnya. “Aku hanya diberi daftar dan buku-buku yang berisi nama-nama.”

Wahb bin Munabbih berkata, “Suatu ketika seorang raja berkeinginan pergi ke sebuah provinsi. Dia minta dibawakan seperangkat pakaian, tapi tak ada di antara pakaian itu yang menyenangkan hatinya. Setelah beberapa kali memilih, barulah dia menemukan pakaian yang disukainya. Dengan cara yang sama, dia meminta dibawakan seekor kuda, tapi ketika dibawakan, dia menolak kuda itu. Lalu kuda-kuda yang lain dibawakan kepadanya hingga akhirnya dia menaiki kuda yang paling baik di antaranya. Kemudian setan mendatanginya dan meniupkan sifat takabur ke dalam lubang hidung raja itu. Setelah itu, dia dan rombongannya memulai perjalanan dengan sikap penuh kesombongan. Akan tetapi, kemudian dia didekati oleh seseorang bertampang kusut, kumal, yang mengucapkan salam kepadanya. Ketika raja itu tidak menjawab salamnya, orang itu kemudian merampas tali kekang kudanya. ‘Lepaskan tali kekangku!’ bentak sang raja. ‘Engkau telah melakukan kesalahan besar!’ Namun, orang itu malah menukas, ‘Aku punya sebuah permintaan kepadamu.’ ‘Tunggu sebentar,’ kata raja, ’sampai aku turun dari kudaku.’ ‘Tidak,’ jawab orang itu. ‘Sekarang juga!’ dan dia lalu menarik tali kekang kuda sang raja. ‘Baiklah, katakan apa permintaanmu,’ kata raja. ‘Permintaanku itu rahasia,’ jawab orang itu. Raja pun menundukkan kepalanya kepada orang itu, dan orang asing itu kemudian berbisik kepadanya, ‘Aku adalah malaikat maut!’ Mendengar itu, raja berubah air mukanya. Lidahnya bergetar dan ia berkata, ‘Beri aku waktu agar aku bisa kembali kepada keluargaku untuk mengucapkan selamat tinggal dan membereskan urusan-urusanku.’ ‘Tidak, demi Allah,’ kata malaikat maut. ‘Engkau tidak akan pernah melihat keluarga dan harta kekayaanmu lagi!’ Sambil berkata demikian, malaikat mencabut nyawa raja itu yang tak lama kemudian tersungkur mati, bagaikan sebongkah kayu kering.”

“Kemudian Malaikat meneruskan perjalanannya. Dia berjumpa dengan seorang beriman yang membalas salamnya ketika dia mengucapkan salam kepadanya. ‘Aku punya permintaan yang ingin kubisikkan ke telingamu,’ kata Malaikat. ‘Baiklah, akan kudengarkan,’ kata orang itu. Si malaikat pun membisikkan rahasianya dan berkata, ‘Aku adalah malaikat maut!’ Orang beriman itu menjawab, ‘Selamat datang, wahai siapa yang telah lama kunanti-nantikan. Demi Allah, tak ada siapapun di muka bumi ini yang lebih kunanti daripada dirimu.’ Mendengar itu, malaikat maut berkata kepadanya, ‘Selesaikanlah urusanmu yang telah menjadi maksud keberangkatanmu.’ Namun, orang itu menjawab, ‘Aku tidak mempunyai urusan lain yang lebih penting dan lebih kucintai daripada bertemu dengan Allah SWT.’ Dan malaikat berkata kepadanya, ‘Kalau begitu, pilihlah keadaanmu yang paling kau sukai untuk aku mengambil nyawamu.’ ‘Apakah engkau bisa melakukannya?’ orang itu bertanya. Malaikat menjawab, ‘Ya, demikianlah aku diperintahkan.’ ‘Kalau begitu, tunggulah aku sebentar, agar aku bisa berwudhu dan shalat, lalu ambillah nyawaku selagi aku bersujud.’ Dan Malaikat pun melakukan hal yang diminta oleh orang beriman itu.”

Bakr bin `Abdullah Al-Mazani berkata, “Suatu ketika seorang laki-laki dari Bani Israil mengumpulkan sejumlah besar kekayaan. Ketika dia telah dekat dengan ajalnya, dia berkata kepada anak-anaknya, ‘Perlihatkanlah kepadaku berbagai macam kekayaanku!’ Lalu, dibawakanlah kepadanya sejumlah besar kuda, unta, budak, dan harta benda yang lain. Ketika dia melihat semua itu, dia pun mulai menangis karena tak kuasa berpisah dengannya. Melihat orang itu menangis, malaikat maut pun bertanya kepadanya, ‘Mengapa engkau menangis? Sungguh, demi DIA yang telah memberimu anugerah semua ini, aku tidak akan meninggalkan rumahmu sebelum memisahkan nyawamu dari ragamu.’ ‘Berilah aku waktu sebentar,’ orang itu memohon kepadanya, ‘agar aku bisa membagi-bagikan kekayaanku.’ ‘Alangkah bodohnya!’ kata malaikat maut. ‘Waktumu telah berakhir. Seharusnya engkau telah mengerjakan hal itu sebelum habis waktumu.’ Sambil berkata begitu, dicabutnyalah nyawa orang itu.”

Diceritakan bahwa suatu ketika seorang laki-laki telah mengumpulkan kekayaan yang besar hingga tidak ada satu jenis kekayaan pun yang tidak berhasil diraihnya. Dia membangun sebuah istana dengan dua pintu gerbang yang sangat kuat. Dia membayar sepasukan pengawal yang terdiri dari orang-orang muda. Kemudian dia mengundang seluruh sanak keluarganya dan menjamu mereka dengan makanan. Setelah itu dia duduk di atas sofa sambil mengangkat kaki, sementara sanak keluarganya makan minum.

Setelah mereka selesai makan, dia berkata kepada dirinya sendiri, ‘Bersenang-senanglah selama bertahun-tahun karena aku telah mengumpulkan semua yang engkau butuhkan.’ Akan tetapi, baru saja dia mengucapkan perkataan itu, datanglah malaikat maut dalam wujud seorang laki-laki berpakaian compang-camping seperti seorang pengemis. Laki-laki itu memukul pintu gerbang dengan sangat keras dan mengejutkan orang kaya yang sedang berada di atas tempat tidurnya.

Orang-orang muda yang menjadi pengawalnya melompat dan bertanya, ‘Apa urusanmu di sini ?’ ‘Panggilkan tuanmu,’ kata orang itu. ‘Haruskah tuan kami datang menemui orang semacam engkau ini ?’ tanya mereka. ‘Ya,’ jawabnya. Dan ketika mereka menyampaikan kepada tuan mereka hal yang terjadi, dia berkata, ‘Kalian telah berbuat semestinya.’ Akan tetapi, kemudian pintu gerbang diketuk lagi dengan suara yang lebih keras daripada sebelumnya. Dan ketika para pengawal melompat untuk berbicara kepada orang itu, dia berkata, ‘Katakan kepadanya bahwa aku adalah malaikat maut.’

Ketika mendengar perkataan orang itu, mereka menjadi ngeri dan orang kaya itu juga merasa sangat hina dan rendah. ‘Berbicaralah kepadanya dengan sopan,’ perintahnya kepada mereka. ‘Dan tanyakan kepadanya apakah dia akan mengambil nyawa seseorang di rumah ini.’ Namun kemudian malaikat masuk dan berkata, ‘Berbuatlah sesuka hatimu karena aku tidak akan meninggalkan rumah ini sebelum aku mencabut nyawamu.’ Lalu orang kaya itu memerintahkan agar semua kekayaannya dibawa ke hadapannya. Setelah semuanya berada di depan matanya, dia berkata (kepada harta bendanya), ‘Semoga Allah mengutukmu sebab engkau telah memalingkan aku dari beribadah kepada Tuhanku dan menghalang-halangi aku dari pengabdian kepada-Nya.’

Allah membuat harta bendanya berbicara, ‘Mengapa engkau menghinaku sedangkan karena akulah engkau bisa diterima para sultan, padahal orang-orang yang bertakwa kepada Allah malah diusir dari pintunya? Karena akulah engkau bisa mengawini wanita-wanita lacur, duduk bersama raja-raja, dan membelanjakanku di jalan keburukan. Namun aku tak pernah membantah. Seandainya saja engkau membelanjakan aku di jalan kebaikan, niscaya aku telah memberi manfaat kepadamu. Engkau dan semua anak Adam diciptakan dari tanah, kemudian sebagaian dari mereka memberikan sedekah, sedang yang lain berbuat keji.’ Malaikat maut pun segera mencabut nyawa orang kaya itu, dan robohlah orang itu ke lantai.

Wahb bin Munabbih berkata, ‘Suatu ketika malaikat maut mencabut nyawa seorang penguasa tiran yang tidak ada tandingannya di muka bumi. Kemudian malaikat itu naik kembali ke langit. Malaikat-malaikat lain bertanya kepadanya, ‘Kepada siapa di antara orang-orang yang telah kau cabut nyawanya, engkau telah menaruh belas kasihan?’ Malaikat itu menjawab, ‘Suatu ketika aku pernah diperintahkan mencabut nyawa seorang perempuan di padang pasir. Ketika aku mendatanginya, dia baru saja melahirkan seorang anak laki-laki. Aku pun menaruh belas kasihan kepada perempuan itu karena keterpencilannya dan juga kasihan terhadap anak laki-laki perempuan itu, karena betapa dia masih sangat kecil namun tak terawat di tengah buasnya padang pasir.’ Lalu para malaikat itu berkata, ‘Penguasa lalim yang baru saja engkau cabut nyawanya itu adalah anak kecil yang dulu pernah engkau kasihani.’ Malaikat maut kemudian berujar, ‘Maha Suci DIA yang memperlihatkan kebaikan kepada yang dikehendaki-Nya.’

`Atha bin Yasar berkata, “Pada setiap tengah malam bulan Sya’ban, malaikat maut menerima lembaran tulisan dan dikatakan kepadanya, ‘Tahun ini engkau harus mencabut nyawa orang-orang yang namanya tercantum dalam lembaran ini.’ Seorang laki-laki boleh jadi sedang menanam tanam-tanaman, mengawini wanita-wanita, dan membangun gedung-gedung, sementara dia tak menyadari bahwa namanya ada dalam daftar tersebut.”

Al-Hasan berkata, “Setiap hari malaikat maut memeriksa setiap rumah tiga kali dan mencabut nyawa orang-orang yang rezekinya telah habis dan umurnya telah berakhir. Apabila dia telah melakukan hal itu, maka seisi rumah yang bersangkutan akan meratap dan menangis. Sambil memegang gagang pintu, malaikat maut berkata, ‘Demi Allah, aku tidak memakan rezekinya, tidak menghabiskan umurnya, dan tidak memperpendek batas hidupnya. Aku akan selalu kembali dan kembali lagi ke tengah-tengah kalian hingga tak ada lagi yang tersisa di antara kalian!’ “. Al-Hasan berkata, “Demi Allah, seandainya mereka bisa melihatnya berdiri di situ dan mendengar kata-katanya, niscaya mereka akan melupakan jenazah tersebut dan menangisi diri mereka sendiri.”

Yazid Al-Ruqasyi berkata, “Ketika seorang penguasa lalim dari Bani Israil sedang duduk seorang diri di istananya tanpa ditemani oleh salah seorang istrinya, masuklah seorang laik-laki melalui pintu istananya. Penguasa tiran itu marah dan berkata, ‘Siapa engkau? Siapa yang mengizinkanmu masuk ke dalam rumahku?’ Orang itu menjawab, ‘Yang mengizinkan aku masuk ke dalam rumah ini adalah pemilik rumah ini. Sedangkan aku adalah yang tak bisa dihalangi oleh seorang pengawal pun dan tidak pernah meminta izin untuk masuk bahkan kepada raja-raja sekalipun, tidak pernah takut kepada kekuatan raja-raja yang perkasa, dan tidak pernah diusir oleh penguasa tiran yang keras kepala ataupun setan pembangkang.’

Mendengar itu, penguasa lalim tersebut menutup mukanya, dan dengan tubuh gemetar dia jatuh tersungkur. Kemudian dia bangkit dengan wajah memelas. ‘Jadi engkau adalah malaikat maut ?’ tanyanya. ‘Ya,’ jawab laki-laki itu. ‘Sudikah engkau memberiku kesempatan agar aku bisa memperbaiki kelakuanku ?’ Alangkah bodohnya engkau,’ jawab sang malaikat, ‘Waktumu telah habis, napasmu dan masa hidupmu telah berakhir; tidak ada jalan lagi untuk memperoleh penangguhan.’ Penguasa tiran itu lalu bertanya, ‘Kemana engkau akan membawaku?’ ‘Kepada amal-amalmu yang telah engkau kerjakan sebelumnya. Dan juga ke tempat tinggal yang telah engkau dirikan sebelumnya,’ jawab malaikat. ‘Bagaimana mungkin,’ kata sang tiran, ‘Aku belum pernah mempersiapkan amal baik dan rumah baik yang bagaimanapun.’ Malaikat pun menjawab, ‘Kalau begitu, ke neraka, yang menggigit hingga ke pinggir-pinggir tulang.’ (Q.S. Al-Ma’arij, 70 : 15-16).

“Kemudian Malaikat mencabut nyawa sang tiran, dan dia pun jatuh mati di tengah-tengah keluarganya, di tengah-tengah mereka yang kemudian meratap-ratap dan menjerit.” Yazid Al-Ruqasyi berkata, “Seandainya mereka mengetahui bagaimana buruknya neraka itu, tentu mereka akan menangis lebih keras lagi.”

Al-A`masy meriwayatkan dari Khaitsamah, bahwa suatu ketika malaikat maut mendatangi Sulaiman putra Daud a.s dan mulai mengamati salah seorang dari sahabat-sahabatnya. Ketika dia telah pergi, sahabat itu bertanya, “Siapa itu tadi?” Dan dikatakan kepadanya bahwa itu adalah malaikat maut. Berkatalah sahabat itu, “Kulihat dia memandangiku seolah-olah dia mengincarku.” “Lalu, apa keinginanmu?” tanya Sulaiman. “Saya ingin agar Tuanku menyelamatkan saya darinya dengan menyuruh angin membawa saya ke tempat yang paling jauh di India.” (Sulaiman memiliki kemampuan mengatur arah angin, Q.S. Al-Anbiyaa, 21 : 81). Angin pun kemudian melakukan apa yang diperintahkan.

Ketika malaikat maut datang lagi, Sulaiman a.s bertanya kepadanya, “Kulihat engkau menatap terus-menerus ke arah salah seorang sahabatku?” “Ya,” kata Malaikat, “Aku sangat heran sebab aku telah diperintahkan untuk mencabut nyawanya di bagian paling jauh di India dengan segera. Namun melalui engkau, dia malah sedang menuju ke tempat itu. Oleh karena itu, aku heran.” ***
Semoga Dengan hal tersebut Menjadi Renungan Buat saya dan para sedulur. Nuwun.

By : Dewi Sri.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 86 Komentar

MERAGA SUKMA


Ustad Satyajendra <ustad_satya.jendra@yahoo.co.id

Saya akan berbgi pengalaman sya dan smoga bsa bermanfaat untk sedulor kwa smua. Waktu itu sya pernah blajar ngrogo sukmo oleh seorang aki tua yg bernama ki salam. Beliau dg snang hati mengajar sya,tp sebelum sy d trma menjadi muridnya sy memohon d dpan rumah nya.awalnya tdk mau.tpi sya memang tdak makan dan minum selama 2 hr,dan brada d dpan rumah ki salam,mungkn beliau kasihan.sya d terma jd murid tahun 2007.beliau mengajari sya dr ilmu yg rendah sampai yg tinggi,,saat itu sya pernah di tawari ilmu pelepas sukma,saat itu sy bertanya

sya: " aki untuk apa ilmu pelepasan sukma itu?
Aki: " karena dg ilmu ini kamu bsa menemukan keluarga mu yg pisah dr mu"
(memang saat itu sya tersesat pada saa lburan,di stu sya bsa brtmu aki salam)
sya:"apa bnar..?"
aki:" tergantung niat yg mengamal kan,nak.. Hu allah hu alam..

Dmikian pdato sya dg beliau, kmudian sya belajar hngga 1 bln,dn alhamdulillah sy di berkai oleh gusti allah..wakt praktik yg pertama,sya sangat kaget,krna sya trasa sperti ngambang d langt,dan sya bsa melhat alam astral dan brbgai makhluk ghaib, bhkan sya melhat emas yg begtu melimpah di dalm nya..sya sungguh kaget,krna perasaan kaget scra trus menrus,tba tba sya trsedot k bdan sya lg, selang bbrapa menit sy mencoba lg untk bsa menemukan kluarga ku, sya mencba sya kluar dr bdan sya,dan berniat ingn menuju ke keluarga sya,saya memejamkan mata sjenak.dan tb2 sya melht kluargaku..sya tau d mana mereka tinggal setelah pindah rumah… Dan tdk brtmu 3 th,sya mencri tau nama kota it, dan sya kmbli ke rga sya, dan ke esokan harinya aki meninggal d krnakan berada d alam astral lbh dr 1 jam, sya sangat sdih skali..

Menurut sdulor apa sya harus kmbali pada kluarga saya,dan apa sbaiknya sya ttp tnggl di sini untk menemani nenek,sya kshan trnyata beliau dan nenek,tdk mempunyai anak,anaknya meninggal sama yg d alami aki.. Tolong beri jawabn ? Trimakash untk sdulor kwa yg mau mmbntu. wassalamualaikum..

LATIHAN MERAGA SUKMA

assalamu'alaikum wr.wb. salam takdzim @ki wong alus@poro sesepuh kwa.dan poro sdulor.sdikit saya akan membeberkan ilmu meraga sukma pada sdlor smua dan akan mengjazahkn dg ikhlas.tapi dg bertahap.

MERAGA SUKMA/PELEPASAN SUKMA adalh bila sukma meninggalkan jasad dg sengaja.tetapi itu bukan brarti orangnya mati.krna keluarnya si sukma dr raga itu sifatnya smentara,beberapa saat kmudian sukma akan memasuki raganya kmbali seperti smula.kepergian sukma yg hanya smentara it tergantng pd khendah yg memiliki sukma itu.ia bisa pergi ke alam astral(alam ghaib), alam barzah(alam roh manusia) dan alam nyata seperti jakarta,london,hongkong dll,tergantng niat kita.
Meraga sukma punya bnyak manfaat:
a.bisa mengetahui alam mana sja yg kita khendaki
b.bisa berwisata ke seluruh dunia tanpa menggunakan uang.
C.bsa mengetahui dg jelas keadaan saudara yg kta cntai di berbeda tmpat.
D.dan lain2 yg masih bnyak lg.yg jelas ilmu ngrogosukmo bisa d gunakan untk memayu hayuning bawono,meningkatkan ke jujuran dan kebenaran

SYARAT MERAGA SUKMA:
A.sehat jasmani dan rohani
b.tdk dalm keadaan terlalu kenyang/lapar dan haus
c.bisa berkonsentrasi
d.akan lbih baek lg bla punya tnaga dalam
e.tdak dalam keadaan mengantuk
f.tidak minum minuman keras
g.bertujuan untk kbaikan saja.

Jangan di gunakan sembrangan,misalnya ingn menonton orang yg sdamg mandi tapi anda akan tersdot ketubuh anda lg,siapa yg menarik sisukma? Yaitu roh luhur.

K0NSENTRASI MEMATIKAN RASA
a.duduk dg tenang,
b.pergunakanlah sgenap daya k0nsentrasi anda agar bisa melupakan segala sesuatu
c.pusatkan sgenap pikiran anda,tutup p0ri2 ,mulut, teling.semua suara dr luar jngan d hiraukan.anggaplah suara it tdk ada
d.biarkan nyamuk menggigt anda jangan rasakan ggtanya
e.rasa sakt dan gatal harus bsa anda lupakan

latih lah k0nsentrasi ini hngga 3 hr..

Lakukanlah tahap pertama ini saudaraku,nanti tidak lambt tahap 2 akn sgera ku tulis..bila tahap 1 sdah di p0sting. Smoga bermanfaat bg saudara smua. Wassalamualaikum.wr.wb. @@@

Pengorbanan seorang ibu untuk sang buah hati

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 275 Komentar

DALIL TENTANG ADANYA AL-KASYF


Disarikan dari Kitab Ihya al-Ghazali
Juru Angon

Ada dua dalil (bukti atau argumentasi) yang kuat mengenai adanya kasyf – yang tidak mungkin terbantahkan, yaitu;

1. Keajaiban mimpi yang benar.
Sesungguhnya, lewat mimpi sesuatu yang ghaib bisa diketahui atau tersingkap. Jika itu terjadi dalam keadaan tidur, maka tidak menutup kemungkinan terjadi pula dalam keadaan jaga, karena sebenarnya yang membedakan antara tidur dan jaga hanyalah panca inderanya saja. Dalam kedaan tidur, panca indera tidak berfungsi, namun tidak sedikit orang yang sedang jaga, tetapi ia tidak mendengar dan melihat karena ia sibuk dengan dirinya sendiri.

2. Informasi yang diberikan Rasulullah Saw mengenai persoalan-persoalan ghaib dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi sebagaimana diisyaratkan oleh al-Qur’an.

Jika itu bisa dilakukan oleh seorang nabi, maka tidak menutup kemungkinan orang lain juga bisa mengalaminya. Karena nabi merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang telah dibukakan kepadanya hakikat segala sesuatu (mukasyafah) dan dia bertugas untuk memperbaiki akhlaq manusia. Oleh karena itu, sangat mungkin adanya seseorang yang juga dibukakan kepadanya (mukasyafah) tetapi dia tidak bertugas untuk memperbaiki manusia. Yang terakhir ini tidak disebut dengan istilah nabi tetapi “wali”.

Barang siapa yang beriman kepada para nabi dan meyakini kebenaran mimpi, maka dia harus mengakui pula bahwa hati memiliki dua pintu, satu pintu menghadap ke luar, yakni mengarah ke panca indera, dan satu pintu, yang berada pada hati yang paling dalam, menghadap ke malakut. Inilah pintu ilham dan wahyu. Jika ia telah mengakui adanya dua pintu hati ini, maka ia pun harus mengakui pula bahwa ilmu tidak hanya diperoleh melalui belajar atau sebab-sebab yang “wajar” lainya. Sangat mungkin “mujahadah” juga bisa menjadi jalan diperolehnya pengatahuan. Uraian di atas mengingatkan pada apa yang telah kami bicarakan sebelumnya, yakni tentang keajaiban hati yang mampu berpindah-pindah antara menyaksikan alam nyata (‘alam al-musyahadah) dan menembus alam ghaib atau malakut (‘alam al-malakut).

Tersingkapnya sesuatu di dalam mimpi dalam bentuk “perlambang atau simbol” yang perlu diuraikan maknanya, begitu juga penampakan malaikat kepada para nabi dan wali dalam bentuk yang berbeda-beda adalah contoh-contoh dari rahasia keajaiban hati. Semua itu tidak akan bisa dicerna atau difahami kecuali dengan ilmu mukasyafah yang bisa didapatkan melalui “mujahadah” dan berusaha untuk mendapatkan kasyf dalam mujahadanya itu.

Salah seorang yang pernah mengalami kasyf berkata: “Ada malaikat yang menampakkan diri di hadapanku. Dia meminta kepadaku agar aku mendiktekan kepadanya sebagian dari dzikir khafi (dzikir rahasia)-ku dan musyahadah-ku. Malaikat tadi berkata: “Kami tidak bisa mencatat amal perbuatanmu, sedangkan kami ingin melaporkan amal perbuatanmu yang dengannya engkau mendekatkan diri kepada Allah Swt”. Aku pun bertanya kepadanya: “Bukankah kalian telah mencatat shalat wajibku?” Malaikat menjawab: “Ya.” Aku berkata: “Kalau begitu, itu saja sudah cukup bagi kalian.”

Kisah di atas menunjukkan, bahwa malaikat al-kiram al-katibin (malaikat yang bertugas mencatat amal perbuatan manusia) tidak mampu melihat rahasia-rahasia hati. Mereka hanya mampu melihat amal perbuatan yang nampak kelihatan saja. @@@

Categories: ARTIKEL KI JURU ANGON | 60 Komentar

MOHON MASUKAN SOAL AKTIFASI OTAK TENGAH


Akhir-akhir ini banyak dibicarakan munculnya metode ‘Aktifasi Otak Tengah’. Metode ini mengklaim mampu meningkatkan kemampuan anak setelah otak tengahnya diaktifasi. Menurut situs otaktengah.com, seorang anak yang sudah diaktifasi otak tengahnya mampu ‘melihat’ dengan mata ditutup, misalnya dapat menebak angka-angka di kartu bridge, berjalan dengan melewati rintangan, ataupun dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.

Sungguh luar biasa memang. Suatu kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia normal. Apalagi kemampuan seperti itu bisa didapat hanya dengan 2 hari.

Sebagai seorang muslim, saya berfikir, apakah metode semacam itu sesuai atau bertentangan dengan Syariat Islam? Jujur saya belum tahu dengan detail bagaimana metode ini dijalankan kecuali hanya membaca dari literatur yang beredar di internet dan pengalaman teman saya yang sudah melihat langsung metode ini dan menerapkan untuk anaknya. Dan saya juga bukan seorang yang memiliki kapasitas ilmu agama yang bisa menetapkan suatu perbuatan itu sesuai atau bertentangan dengan syariat.

Namun sebagai orang awam, kadang saya khawatir hal ini menyalahi syariat. Sikap kehati-hatian tentunya harus selalu kita miliki, jangan sampai kita melihat kelebihan tanpa melihat efek samping yang mungkin terjadi. Dan saya khawatir lagi efek samping justru terjadi di kemudian hari. Apalagi ini menyangkut anak kita.

Artikel ini bukan untuk menguraikan “Aktifasi Otak tengah menurut Syariat Islam” karena saya bukan ahli dan tidak memiliki hak untuk itu. Tapi sesuai judulnya ini adalah pertanyaan pribadi dan mungkin pertanyaan banyak orang yang menunggu jawaban dari ahlinya. Sehingga bagi mereka yang memiliki kapabilitas ilmu dalam masalah ini silakan share melalui komentar di bawah? Atau bagi yang mempunyai rujukan link ke web lain yang membahas ini silakan berbagi. Wallahu ‘Alam

MONGGO KEPADA PARA SESEPUH DAN BOLO KWA UNTUK MEMBERIKAN KOMENTAR / PENDAPATNYA MENGENAI PERMASALAHAN DIATAS, ATAS ATENSI DAN PARTISIPASINYA KAMI SAMPAIKAN BANYAK TERIMA KASIH…..WASSALAM

WONG MBOHOL

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 61 Komentar

APAKAH TUHAN ITU ADIL?


ADA KIRIMAN EMAIL DARI SEDULUR BERINISIAL HAND DAN SAYA MOHON BANTUAN SEDULUR SEMUA UNTUK MEMECAHKAN PERSOALAN INI BERSAMA-SAMA.

Salam rahayu. ijin memperkenalkan diri Ki, saya anggota KWA No.XXX. pada kesempatan ini saya mohon ijin bertanya, mengenai “keadilan Tuhan”.

Saya lahir di pulau sumatera dari keluarga yang serba kekurangan, pada umur 10 tahun saya sudah dititipkan/diasuh oleh paman saya di jawa. Sesuai kata pepatah “lebih baik hujan batu di negeri sendiri dari pada hujan emas di negeri orang” itulah juga yang saya alamai selama tinggal dengan paman saya, dari umur 10 th itu saya diajari dengan kehidupan yang penuh perjuangan, hinaan, dan penderitaan. sejak itu juga saya dilarang mengeluh, dan menangis,… saya hampir tidak pernah menceritakan keadaan saya di jawa kepada orang tua saya di sumatera pada saat itu. Setelah saya lulus sma saya mendapat pekerjaan dan tinggal mandiri, sejak itu saya seperti orang merdeka…benar benar merdeka hingga perbuatan dosa-dosa saya lakukan semua…seperti orang yang tak bertuhan

Karena semua yang saya alami itulah saya mulai bertanya pada diri dan hati saya “dimana keadilan Tuhan?”. dari kecil saya coba ikut mencari ilmu kanuragan bersama teman teman, hingga berumur 30 tahun, namun hati ini belum juga menemukan jawaban, ilmu ilmu dari kejawen, kebhatinan, atau amalan kiai saya lakukan tapi saya merasa belum tentram. Semua ilmu yang saya lakukan kebanyakan mengenai keduniawian jarang menyibak rahasia Tuhan.

Saya bertanya pada diri saya, banyak orang mengatakan hidup ini cuma sekali…hidup ini cuma cobaan… hidup ini cuma pilihan, …..bila hidup ini sekali dan memilih…. , siapa yang mau lahir dari keluarga miskin ?, siapa mau yang lahir dalam keadaan cacat yang tidak bisa menikmati keindahan alam atau tidak bisa mendengar indahnya ayat ayat ALLAH ?dsb…kalau hidup ini pilihan dan saya disuruh milih, saya ingin lahir dari keluarga kaya, dari seorang kiyai, tidak cacat, hidup kecukupan dsb…

Apa lagi orang orang yang lahir di luar agama Islam…..orang yang lahir lahir di pedalaman….bagaimana hukumnya?

Itu semua yang selalu menjadi renungan saya, oleh sebab itulah dengan memberanikan diri saya yang bodoh dan hina ini mohon pencerahan dan petunjuk agar saya semakin mantab bahwa “Tuhan itu Adil ” dan saya mengucapkan banyak terima kasih. Wassalam.

==HAND ==

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 198 Komentar

DO’A MELEPASKAN DIRI DARI BORGOL/BELENGGU


by. ki satya
ustad_satya.jendra@yahoo.co.id

assalamu’alaikum.poro sederek ku.bila sdulor di borgol,belenggu,dan di ikat.jangan takut,smua bsa lepas dr padanya.saya ikhlas mengjazah kan ilmu ini.

Melalui amalan ini:
1. puasa 3 hari sunah
2. Bacalah surat Al fatihah 121x. Pada saat puasa 1x sehari
3.bila anda di borgol/d jerat. Baclah Alfatihah 3x tahan nafas, ludahilah borgol/benda yg menjerat sedulor 10x.dg penuh permohonan pada allah..

Pengalaman saya waktu pentas seni sya melakukan hal ini.alhamdulillah bisa.

@@@

AJIAN MELUMPUHKAN MUSUH

By. Ki satya

Assalamu’alaikum, poro sdulor.bgi sdulor yang mempunyah musuh yg jahat yg mengancam keselamatan sdulor,sesakti apa pun dia,insya allah dpat di lumpuh kan dg amalan ini:

1. Bacalah surat yasin secara rutin sesudah sholat subuh selama 40 hri.
2. Hari pertama hingga hari ke 27 stiap harinya di baca 2x sesudah subuh.
3. Hari ke 28 hingga hari ke 40 setiap harinya di bca 3x sesudah sholat subuh.
4. Kalau d jumlah semuanya, bacaan surat yaasin menjadi 93x.

Dengan amalan d atas insya allah musuh anda akan tunduk pda sedulor yg mengamalkan,bahkan pergi jauh/sakit..shingga ia tdk akan dpt mengancam anda/mencelakakan anda lagi.sesudah mengamalkan sampai 11 hari saja,sdulor bsa menghancurkan musuh sdulor,dg hanya membatin namanya.dg niat yg pasti.. Tpi jangan d gunakan sembarangan za.

SEM0GA BERMANFAAT UNTUK SEDULOR KWA. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 49 Komentar

SIRRUL AL-IHLAS


Didik Mulyono

mr_sengkreng242@yahoo.com

Bissmillahirrohmaanirrohiim. assalaamualaikum wr…wb….mari sedulur kita sama2 mengirim alfatehah 7x kepada yai asrori al ishaki(kedinding),semoga mendapat rahmat Illahi Robbi, Sir Al Ihlas….sebelum kita ingin meraih keajaiban sir Al Ihlas,diharuskan tata niat…mental…..dan segalanya…kita taruh dulu,segala Ilmu yang kita miliki untuk sementara,hingga kita benar2 menjadi Insan yang kosong dari nafsu

apapun..tata niat,mengamalkan hanya yntuk mencari ridho Alloh…dan mencari perjumpaan dengan Alloh di alam jiwa kita yang suci,dan juga untuk mencari ilmu kesempurnaan hidup. rendahkan diri kita serendah-rendahnya,kosongkan dari segala keinginan yang bersifat keduniawian,kalau perlu,kita musnahkan segala ilmu yang kita miliki,baik itu ASR,ALR,AKR dan RDRpun..dan ilmu lain2,cari hari weton lahir…mandi keramas,lalu niat puasa mutih,membersihkan jiwa kita yang selama ini selalu menuruti nafsu hewani kita. Selama puasa baca surat Al_Ihlas sebanyak2nya,disetiap usai sholat fardhu dan sunat,setelah usai puasa,besoknya,istikomahkan setiap malam, Al Ihlas sebanyak 3000/7000/10000x. setiap usai sholat isya dengan tata cara sebagai berikut:

1.usahakan selama 41 hari selalu mandi keramas dan tidak putus dari wudhu.

2.usahakan menjaga mulut,dari berbicara yang gak perlu,kalau perlu puasa bisu

selama 41 hari(tidak wajib puasa bisu).

3.jaga hati agar selalu sabar,walau apapun yang terjadi,hadapi dengan bijak

4.selama 41 hr,usahakan jangan putus sholat jamaah

5.menjaga dari pandangan yang mengundang syahwat

6,hindari berbohong(Dusta)

7.Selama melakukan wirid Al ihlas harus kuat dengan cobaan yang datang baik itu

dhohir maupun bathin

8.pada saat wirid usahakan sepasrah-pasrahnya jangan tergesa2.

dan istikomahkan wirid al ihlas setiap usai sholat isya,dengan urutan sebagai

berikut:

baca:SUBHANALLOH WALHAMDULILLAH WALAA ILAAHA ILLALLOH WALLOHU AKBAR 100X “BISSMILLAHIRROHMAANIRROHIIM. ALLOHUMMA INNI AS’ALIKA BISMIKAL AHADI A’AZZI WA’AD’UKALLOHUMMA BISSMIKAL AHADISSOMADI,WA AD’UKALLOHUMMA BISSMIKAL AZIIMIL WITRI,WA ADUKALLOHUMMA BISSMIKAL KABIIRIL MUTA’ALI,ALLADHII MALA’ AL ARKAANA KULLAHA ,AN TAKSIFA ‘ANNI MAA ‘ASBAHTU WAMAA AMSAITU FIIHI” 7/11X tahan nafas

lalu BACA SURAT AL IHLAS,3000/7000/10,000x, ditutup dengan ayat diatas 11x tahan nafas,diteruskan membaca sholawat istighosa:”ASHOLAATU WA SSALAAMU ‘ALAIKA YAA SYAIDI YAA ROSULULLOH,KHUD BIYADI QOLLATS KHII LATI ADRIGNI” 100X. Kemudian diteruskan dengan permohonan do,a sesuai hajat kita,Dan setiap usai sholat subuh dan maghrib,baca:”HASBUNALLOH WA NI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULAA WA NI’MANNASIIR”100/1000X.

Demikian sir Al Ihlas,yang pernah saya dapat,dari Al Magfurlloh YAI ASRORI AL

ISHAKI(kedinding),jika ada salah dalam tulisan mohon sedulur2 membetulkan, jujur,saat saya menulis artikel ini saya menangis, teringat beliau…..dengan mengharap ridho Alloh semoga wirid ini bisa bermanfaat bagi sedulur2 yang membutuhkan.Al-fateha 7x buat Gus RORI..jangan mengharapkan sesuatu terjadi saat mengamalkan wirid ini,karna itu akan semakin menjauhkan kita dari Rahmat-Nya,dengan segala kerendahan diri dan Kedhoifan saya,saya mohon maaf kepada sedulur semua jika ada salah baik yang disengaja maupun tidak. Saya telah menepati janji saya kepada sedulur2 yang sering SMS,dan kirim lewat email…dan juga lewat coment.semoga bisa mengobati penantian sedulur2,dan semoga menjadikan sedulur lebih dekat dengan ALLOH SWT,Amin. ahir kata ASSALAAMUALAIKUM WR>>WB>>>Didik Mulyono Abi Rowo. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 84 Komentar

REFRESHING YUK… ke PANTAI KARANGBOLONG SAJA


Sugeng ndalu,
Ki WA, Ki Ageng JJ, Ki Nurjati, Ki Abdul jabbar, Ki Abie, Ki Thepos, Ki Dead Man, Ki Candhu, Ki Wisanggeni, Ki Sri dan poro sepuh sadoyo,

Dengan restu dari poro leluhur , dan atas ijin saking Ingkang Murbeng Dumadi , monggo lenggah kanti ikhlasing manah.

” INI SEMUA UNTUK APA DAN UNTUK SIAPA?”

Saya percaya poro sepuh sangatlah wicaksono, ” yen ono goro-goro, iku awale rejo” Dan saya percaya, poro sepuh bisa melihat hari yang sangat baik untuk pertemuan kita, hari ke enam ditanggal enam malem ke tujuh.
Enam itu sama dengan Genap, Tujuh itu Pitu ( Pitutur ). Hari itulah di genapkan pitutur. Hari itulah saatnya diberikan pelajaran Yang terlengkap( geneping pitutur).

Marilah kita saling Rendah Hati, bersama berkumpul dan mencari tempat yang terbaik, mungkin di Pantai Karang Bolong, mungkin di petilasan Banten lama. Kita tinggalkan angka tigapuluh, kita tinggalkan angka tigapuluhsatu, walau kita tahu itu tanggal” MAYA” tertinggi, kita ganti hari “PADA”, tetapi membawa “cahaya”.

Kita tinggalkan Taman Mini, Kita tinggalkan Padepokan Ki Ageng Jembar Jumantoro. Kita mencari “Jumantoro yang lebih luas lagi”, kita mencari “Taman yang lebih Maxi lagi”, yaitu Ketulusan dan Keikhlasan hati. Ini lebih luas dari segala yang ada.

Sekian sekedar roso pangroso dari saya, yang oleh para leluhur baru boleh di tulis setelah pk.24.00. Seperti nama sayapun, poro leluhur mengijinkan menjadi Ki Sabdo Sejati, setelah umur saya 65 thn. Masih 10 tahun lagi.
Nuwun. (KI SABDO SEJATI)

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 274 Komentar

PENGUMUMAN


PERKULIAHAN DI KAMPUS WONG ALUS DILANJUTKAN KEMBALI….


Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 156 Komentar

ARGUMENTASI SYAR’IYAH PEMBELAJARAN KAUM SUFI


Disarikan dari pemikiran al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin

Oleh Juru Angon
agilfatih@yahoo.co.id

Ketahuliah, bahwa seseorang yang mengetahui sesuatu – walaupun sesuatu yang sangat sederhana – dengan melalui ilham yang tiba-tiba saja ada dalam hatinya tanpa pernah menyadarinya, maka berarti ia telah mengetahui kebenaran jalan tersebut. Dan barang siapa yang belum pernah mendapatkan pengetahuan ilhami semacam ini, hendaklah dia mempercayai tentang kebenaran adanya, karena pengetahuan semacam ini merupakan pengetahuan yang sangat tinggi tingkatannya. Hal ini diperkuat dengan dalil-dalil syara’ dan pengalaman atau kisah-kisah mereka yang mengalaminya.

Di antara dalil-dalil itu adalah firman Allah Swt: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (Qs. Al-Ankabut; 69).

Semua hikmah itu muncul dari hati lantaran ketekunannya dalam beribadah dan bukan disebabkan karena belajar, dengan kata lain, melalui ilham dan kasyf.

Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang berbuat sesuai dengan apa yang diketahuinya, maka Allah Swt akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum pernah diketahuinya dan memberikan petunjuk atas apa yang dikerjakannya sehingga ia berhak mendapatkan surga. “Barang siapa yang tidak berbuat sesuai dengan apa yang diketahuinya, maka Allah Swt akan menyesatkan apa yang telah diketahuinya itu dan (Allah Swt) pun tidak memberikan petunjuk atas apa yang dikerjakannya, sehingga ia pantas masuk neraka.”

Allah Swt berfirman: “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah Swt, Allah Swt akan memberikan jalan keluar baginya (dari semua kesulitan dan ketidaktahuan), dan menganugerahkan rizki kepadanya dari jalan yang tidak terduga” (Qs.Al-Thalaq; 2-3). Maksudnya adalah; Allah Swt menganugerahkan ilmu tanpa melalui belajar dan memberikannya kecerdasan tanpa harus berlatih.

Allah Swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan” (Qs. Al-Anfal; 29).

Yang dimaksud dengan “furqan” dalam ayat diatas adalah cahaya atau nur yang bisa membedakan antara yang haq dan yang batil serta dapat mengeluarkankannya dari hal-hal yang syubhat atau tidak jelas status halal-haramnya. Oleh karena itu, Rasulullah Saw dalam do’anya selalu memohon diberikan cahaya atau nur, sebagaimana nampak dalam do’a beliau berikut ini:

“Ya Allah, berilah aku nur, tambahilah aku nur dan jadikanlah nur berada dalam hatiku, dalam kuburku, dalam pendengarnku, dalam penglihatanku, dalam rambutku, dalam kulitku, dalam dagingku, dalam darahku dan dalam tulangku.”

Rasulullah Saw pernah ditanya tentang maksud kata “syaraha” dalam ayat: “Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Qs. Al-Zumar; 22).

Jawab Rasulullah Saw: “Yakni “meluaskan atau melapangkan”, karena jika Allah Swt menempatkan nur dalam hatinya, maka dadanya akan menjadi luas dan lapang.”

Rasulullah Saw juga pernah mendo’akan Ibn Abbas:“Ya Allah, fahamkanlah ia dalam persoalan agama dan ajarkanlah ia ta’wil (kemampuan untuk menafsiri al-Qur’an-pen).”

Ali (semoga Allah Swt meridlainya) berkata: “Tidak ada sesuatu pun di sisi kami yang bisa mebuat Rasulullah Saw senang kepada kami, kecuali Allah Swt memberikan seorang hamba yang faham betul terhadap kitab suci-Nya.” Dan ini bukan diperoleh karena belajar.

Diriwayatkan, bahwa yang dimaksud dengan “hikmah” dalam ayat (“Barang siaa yang telah diberi hikmah, maka sesunggunya ia telah dikaruniai kebaikan yang sangan banyak”- Qs. Al-Baqarah; 269) adalah “pemahaman terhadap kitabullah”. Sedangkan maksud ayat (“Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); Qs. Al-Anbiya; 79) adalah Allah Swt telah memberikan kasyf kepada Sulaiman ‘alaihi salam.

Abu Darda berkata: “Seorang mukmin adalah orang yang melihat dengan nur Allah Swt dari belakang hijab yang tipis. Demi Allah Swt, sesungguhnya Allah Swt telah menempatkan cahaya atau nur kebenaran dalam hati mereka dan lidah mereka.”

Salah seorang salaf berkata: “Seorang mukmin sering disangka sebagai “kuhan” atau paranormal.”

Rasulullah Saw bersabda: “Berhati-hatilah dengan “firasat” orang yang beriman, karena ia melihat dengan “nur” Allah Swt.”

Hal itu juga diisyratkan oleh Allah Swt dalam firmannya: “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda” (Qs. Al-Hijr; 75); dan dalam ayat:“Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin” (Qs. Al-Baqarah; 118).

Al-Hasan meriwayatkan dari Rasulullah Saw, bahwa beliau bersabda: “Ilmu itu ada dua. Ilmu batin itu ada di dalam hati, dan itulah ilmu yang bermanfaat…”

Ketika salah seorang ulama ditanya tentang ilmu batin, dia menjawab: “Ilmu batin adalah salah satu rahasia Allah Swt yang diberikan ke dalam hati para kekasih-Nya. Allah Swt bahkan tidak memberikannya kepada malaikat dan manusia biasa”.

Rasulullah Saw bersabda: “Di antara umatku ada yang menjadi “muhdisin” guru dan mukallimin (ahli kalam). Sedangkan Umar adalah salah satu dari mereka.” Yang dimaksud dengan al-muhdis adalah al-mulham (orang yang diberi ilham), yakni orang yang hatinya telah dibukakan (al-kasyf) oleh Allah Swt, sehingga bisa mengetahui sesuatu tanpa menggunakan perantaraan panca indera sebagaimana orang kebanyakan.

Sedangkan al-Qur’an telah menjelaskan bahwa taqwa adalah kunci dari hidayah dan al-kasyf, yang berarti bahwa al-kasyf diperoleh tanpa harus belajar. Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa” (Qs. Yunus; 6).

Ayat di atas mengisyaratkan bahwa hanya orang yang beriman saja lah yang diberi keistimewaan untuk mengetahui semua yang diisyaratkan dalam ayat di atas.

Dalam ayat lain, Allah Swt juga berfirman: “(Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (Qs. Ali Imran; 138).

Abu Yazid al-Busthami berkata: “Bukanlah dinamakan ‘alim orang yang menghafalkan kitab, karena jika ia lupa maka ia menjadi orang yang bodoh. Yang disebut ‘alim yang sesungguhnya adalah orang yang mendapatkan ilmunya langsung dari Allah Swt tanpa menghafal atau belajar. Inilah ilmu rabbani yang diisyaratkan Allah Swt dalam firmanya (“Lalu mereka (Musa dan pembantunya) bertemu dengan seorang hamba (Nabi Khidlir) di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” – Qs. Al-Kahfi; 65).

Meskipun semua ilmu adalah berasal dari Allah Swt, tetapi ada sebagian ilmu yang diperoleh harus dengan belajar-mengajar dan ini tidak disebut dengan ilmu ladunni. Adapun ilmu ladunni adalah ilmu yang ada dengan sendirinya di dalam hati tanpa sebab-sebab yang wajar, sebagaimana biasanya pengetahuan masuk dari luar.”

Itulah beberapa uraian tentang dalil-dalil naqliyah mengenai persoalan di atas. Sekiranya kami kumpulkan semua ayat, hadits dan perkataan sahabat atau tabiin niscaya akan sangat banyak.

Adapun bukti-bukti yang berupa pengalaman juga sangat banyak, dan itu banyak dialami oleh para sahabat, tabiin dan generasai sesudahnya. Abu Bakar Ashidiq, menjelang wafatnya, pernah berkata kepada puterinya, ‘Aisyah :”Engkau akan mempunyai adik perempuan.” Pada saat itu isteri Abu Bakar sedang hamil dan ternyata memang kemudian melahirkan seorang bayi perempuan. Abu Bakar telah mengetahui sebelumnya bahwa anak yang dikandung isterinya adalah perempuan.

Umar bin Khatab juga pernah berteriak di tengah-tengah khutbahnya: “Awas, berlindunglah kalian di balik bukit itu!” Umar saat itu mengalami kasyf, yakni mengetahui bahwa di atas bukit, musuh sedang mengawasi pasukan Islam, sehingga Umar memperingatkan pasukan Islam yang saat itu sedang berperang di suatu tempat, padahal beliau sedang berada di atas mimbar masjid, tetapi suara beliau terdengar sampai ke tengah-tengah pasukan Islam. Hal ini tentu merupakan salah satu bukti karamah beliau.

Anas bin Malik menceritakan pengalamannya: “Saya bertamu ke rumah Usman bin Afan. Sebelumnya, di tengah jalan, saya bertemu dengan seorang wanita. Saya sempat meliriknya dan membayangkan kecantikannya. Ketika saya masuk ke rumah Usman, beliau berkata: “Ada salah seorang di antara kalian yang masuk ke rumahku dan sisa-sia zina nampak di matanya! Tidakkah kamu tahu bahwa zina mata adalah memandang (pada sesuatu yang dilarang)? Kamu mau bertaubat, atau saya hukum kamu?” Saya bertanya kepadanya: “Adakah wahyu setelah nabi? Jawab beliau: “Tidak, tetapi saya tahu (kejadian tentangmu) berdasarkan firasat yang benar.”

Abu Said al-Harraz berkata: “saya memasuki masjidil haram dan melihat serang faqir yang mengenakan pakaian sobek-sobek. Aku pun berkata dalam hati: “Orang ini mungkin pura-pura miskin.” Lalu dia mengundangku dan berkata: “Sesungguhnya Allah Swt mengetahui apa yang ada di hatimu, maka takutlah kepada-Nya” (Qs. Al-Baqarah; 235). Kemudian, aku pun beristighfar dalam hati dan dia berkata lagi: “Sesungguhnya Allah Swt menerima taubat dari hamba-hamba-Nya” (Qs. Al-Syura; 25), lalu dia menghilang dan aku tidak pernah melihatnya lagi.

Zakariya bin Daud berkata: “Abu al-Abbas bin Masruq berkunjung ke rumah Abu al-Fadl al-Hasyimi yang sedang sakit. Al-Hasyimi mempunyai keluarga yang banyak dan Abu al-Abbas tidak mengetahui darimana al-Hasyimi menghidupi keluarganya. Al-Hasyimi berkata: “Ketika aku bertanya dalam hati, darimana laki-laki ini bisa memberi makan keluarganya, tiba-tiba al-Hasyimi menghardikku: “Hai Abu al-Abbas, hilangkanlah pikiran yang rendah itu, karena sesungguhnya Allah Swt memiliki rahasia yang tersembunyi.” @@@

Categories: ARTIKEL KI JURU ANGON | 84 Komentar

AGENDA KWA JAKARTA


ASSALAMUALAIKUM.WR.WB.

SEDULUR KWA JAKARTA,… DALAM RANGKA MENSUKSESKAN ACARA SILATURAHIM KWA JAKARTA TANGGAL 31 OKTOBER MAKA KAMI MENGHARAPKAN KEHADIRAN SAUDARA UNTUK MEMBAHAS ACARA DIMAKSUD PADA:

HARI/ TANGGAL: MINGGU/ 24-10-2010

JAM : 12.00.

TEMPAT: KAMPUNG JATI RT 01/ RW 01 NO 26. KEL. JATINEGARA KAUM. KEC. PULO GADUNG. JAKARTA TIMUR. (THANMUS THEPOS)

AGENDA: PEMBENTUKAN PANITIA DAN PENYUSUNAN AGENDA SILATURAHIM

TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA. WASSALAMUALAIKUM. WR.WB.

Kontak person

WONGITEM RAWA MANGUN 085674991459
THANMUS THEPOS 08128671411
DEADMAN 02132345408/085696789797

WASSALAMUALAIKUM WR WB. MAJU TERUS PANTANG MUNDUR…. PERTAMAAAAAAXXXXXX KWA JAKARTA!!!!

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 57 Komentar

PENGIJAZAHAN ASMA’ NURUL QOLBU


Pengijazah: Ki Sudadi

Assalamu’alaikum, salam hormat dan takzim kepada Ki Wongalus dan Ki Ajar Celse, pengasuh Redaksi KWA serta salam persaudaraan pada mahasiswa di KWA, semoga selalu dalam lindungan dan kasih sayang-Nya, Amin. Mohon maaf sebelumnya Ki Wongalus dan para sesepuh/pinisepuh KWA, saya tidak bermaksud untuk PROMOSI ATAU KOMERSIAL. Amalan ini telah saya berikan ke mas suwandi untuk membantunya pada waktu ada masalah, setelah itu mas suwandi mengirimkan pengalamannya kepada Redaksi KWA mungkin sudah kehendak Allah alhamdulillah para sesepuh/pinisepuh menanggapi dan memberikan komentar amalan ini diberi nama ” ASMA’ NURUL QOLBU “ serta Ki Wongalus membuka rahasia makna arti yang terkandung di dalam surat An-nur ayat 35 .

Tata Cara Mengamalkan ASMA’ NURUL QOLBU

1. Tawasul kepada : Nabi Muhammad saw, Nabi Sulaiman as, Nabi Khidir as, Shohabat Nabi : Abu Bakar, umar, Ustman, Ali. Syekh Abdul qodir jailani, Syekh Abil Hasan Asy-syadzilly, Syekh Ahmad Ali Al-Bunni, Sunan kalijogo, Kedua orang kita.

2. Membaca : Syahadat > 3x, Sholawat Al-Fatih > 7x, Istighfar > 3x

3. Puasanya selama 41 hari / 7 hari

4. Pada waktu puasa tidak boleh bersentuhan dengan seorang wanita yang sudah baligh ( dewasa) apabila bersentuhan sengaja atau tak sengaja puasanya batal.

5. Dibaca habis sholat fardhu.

Inilah Ayat dan do’a lengkapnya yang saya wiridkan:

BISMILLAHIIRRHMAANIRRAHIIM. ALLAAHU NUURUSSAMAAWAATI WAAL-ARDH , MATSALU NUURIHI KAMISYKAATIN FIIHAA MISHBAAH, ALMISHBAAHU FII ZUJAAJAH, AZZUJAAJATU KA-ANNAHAA KAWKABUN DURRIYUI YUUQODU MIN SYAJARATIN MUBAARAKATIN ZAYTUUNATIN LAA SYARQIYYATIU WALAA GHARBIYYATIN YAKAADU ZAYTUHAA YUDHII-U WALAW LAM TAMSAS-HU NAAR, NUURUN ‘ALAA NUUR YAHDIILLAAH LINUURIHI MAIYASYAA WAYADHRIBU-LLOOHU AL-AMTSAALA LILNNAAS WALLOOHU BIKULLI SYA-IN ‘ALIIM > 1000x

Artinya: Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca,(dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang di nyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hamper-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM.ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIIN.ARRAHMAANIR RAHIIM. MAALIKI YAUMIDDIIN. IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IIN. IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM. SHIRAATHAL LADZIINA AN-AMTA ‘ALAIHIM GHAIRL MAGHDHUUBI ALAIHIM WALADH-DHAALLII. > 1000x

Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah seru sekalian alam. Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang menguasai hari kemudian. Hanya Engkaulah yang kami sembah . Dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukkilah kami ke jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah engkau berikan nikmat kepada mereka, sedang mereka itu bukan orang-orang yang dimurkai dan bukanpula orang-orang yang sesat.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. ALLAHUMMAJ’AL FII QOLBII NUURON WAFII BASHORII NUURUN WAFII SAM’II NUURON WA’AN YAMIINI NURURON WAKHALFII NUURON WAFII ASHABII NUURUN WAFII LAHMII NUURON WAFII SYA’RII NIUURON WAFII BASYORII NUURON > 7x

Artinya : Ya Allah Tuhan kami, berikanlah aku penyuluh/cahaya dalam hatiku, curahkanlah cahaya dalam pandanganku, curahkanlah cahaya dalama pendengaranku, curahkanlah dalam sisi kananku, curahkanlah cahaya dibelakangku, curahkanlah cahayadalam saraf-sarafku, curahkanlah dalam dagingku, curahkanlah cahaya dalam rambutku dan curahkanlah cahaya dalam hatiku.

ALLAHUMMA ANTAL AWWALU FALAISA QOBLAKA SYAIUN WA ANTAL AAKHIRU FALAISA BA’DAKA SYAIN-UN WA ANTAL AALIMUL GHOIBI WA ANTA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIRUN, WA ANTA ALLAAMUL QHUYYUB WA ANTA ‘ALAA KULLI SYAIN-IN ALIIM BIRAKHMATIKA YAA ARKHAMAR ROOKHIMIIN. > 7x

Artinya : Wahai Tuhanku Engkau terdahulu tiada sesuatupun sebelummu dan Engkau terakhir tiada sesuatupun sesudahmu dan Engkau mengetahui yang ghaib (yang semua makhluk tiada dapat mengetahui) dan Engkau kuasa atas segala sesuatu dan Engkau maha mengetahui perkara yang ghaib dan Engkau waspada atas segala sesuatu. Berkat Rahmatmu Wahai Tuhan paling Rakhim.

Di akhir membaca wirid :

– YA QAWIYYU YA MATINU > 325 x Wahai Yang Mahakuat, Wahai Yang Mahakokoh

– HASBUNAALLAH WANI’MAL WAKIL > 1000x Cukuplah bagi kami Allah dan Dia adalah sebaik-baik pelindung

Sholawat Al-Fatih :

BISMIILAAHIRRAH MAANIRRAHIIM. ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NIL-FAATIHI LMAA UGHLIQA WALKHAATIMI LIMAA SABAQA WANNAASHIRIL HAQQI BILHAQQI WAL-HAADII ILAA SHIRAATIKAL MUSTAQIIMI. SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WA ‘ALAA AALIHI WA-ASH-HAABIHIL HAQQA QADRIHI WAMIGDAARIHIL ‘AZHIIMI

Artinya : Ya Allah, limpahkanlah rahmat takzim, salam sejahtera serta keberkahan kepada junjungan kita Muhammad saw. Sebagai pembuka sesuatu yang terkunci (tertutup) dan penutup sesuatu (para utusan) yang terdahulu, dialah penolong yang benar dengan kebenaran dan petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allahmelimpahkan (memberikan) rahmat takzim atau shalawat kepadanya beserta keluarganya (yang beriman dan mengikuti petunjuknya) dan para sahabat-sahabatnya dengan sepenuhnya atau dengan sebenar-benarnya qudrah dan miqdrarnya yang tinggi.

• Keterangan untuk therapy bacalah : YA QAWIYYU YA MATINU IKFINA SYARRAZH-ZHALIMIN > 325x Wahai Yang Mahakuat, Wahai Yang Mahakokoh, tolonglah kami mengatasi kejahatan kaum yang zalim.

Shohibul ijazah mengucapkan semoga amalan ini bermanfaat didunia maupun akhirat untuk Anda dan keluarga yang mengamalkannya, amiin 3x.

Wa’alaikum salam Wr.Wb. @@@

Categories: ASMA’ NURUL QOLBU | 62 Komentar

MEMBACA ULANG CAHAYA


Kepada Guruku Al Ghazali, Terima kasih 39756 x…..

ALLAH ADALAH CAHAYA LANGIT DAN BUMI. PERUMPAMAAN CAHAYA-NYA ADALAH IBARAT SEBUAH MISYKAT. DALAM MISYKAT ITU ADA PELITA. PELITA ITU DI DALAM KACA. KACA ITU LAKSANA BINTANG BERKILAU. DINYALAKAN DENGAN MINYAK POHON YANG DIBERKATI, YAITU POHON ZAITUN YANG BUKAN DI TIMUR MAUPUN DI BARAT. YANG MINYAKNYA NYARIS MENYALA SENDIRI-NYA WALAU TIDAK DISENTUH API. CAHAYA DI ATAS CAHAYA! ALLAH MENUNTUN KEPADA CAHAYA-NYA SIAPA SAJA YANG IA KEHENDAKI DAN ALLAH MEMBUAT PERUMPAMAAN BAGI MANUSIA. SUNGGUH ALLAH MENGETAHUI SEGALA SESUATU. (QS AN NUR: 35)

Itulah satu ayat di dalam Surat An Nur: 35. Entah kenapa, saya sangat senang dengan ayat yang di kalangan ahli hikmah disebut sebagai ASMAK NURUL QOLBU ini. Sejak lama saya begitu menyukai keindahan bahasa ayat tersebut sekaligus penasaran dengan makna kata “Cahaya.” Tentu Tuhan tidak membuat perumpamaan secara sembarangan, sebagaimana juga dia membuat perumpamaan-perumpamaan lain di dalam Kitab Suci. Tentu ada makna dan hikmah yang besar bila kita mau bertafakkur, memikirkan dan merenungkan kandungan-kandungannya secara mendalam dan intensif.

Selain di ayat tersebut, kata “Cahaya” juga disampaikan oleh Nabi SAW dalam sabdanya: “Allah mempunyai tujuh puluh ribu hijab (tirai penutup) cahaya dan kegelapan. Seandainya IA menyibakkannya niscaha cahaya-cahaya wajah-NYA akan membara siapa saja yang memandangnya”

Saya yakin meskipun belum memulai, begitu kita masuki tabir-tabir rahasia di dalamnya, kita akan mendapati sebuah pengertian dimana kita akhirnya merasa bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa sedang memberi pembelajaran pada kita agar senantiasa mensyukuri berkah dan karunia untuk memikirkan bahasa-bahasa simbolik dengan akal budi. Kita akan memasuki sebuah pendakian spiritual hingga memasuki persada ketuhanan yang berseluk beluk dan sangat tinggi. Tentu saja, kita terkadang tidak diperkenankan untuk menceritakan kepada mereka yang “belum sampai.” Tidak setiap hakikat boleh dijelaskan karena nanti akan membuat kebimbangan dan kekeruhan. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh seorang yang arif: “Mengungkapkan rahasia Ilahi adalah kekufuran”

Namun, bila rahasia Ilahi itu disampaikan pada saat yang tepat, saya kira tetap mendatangkan manfaat sebagaimana disampaikan oleh seorang penyair: “Barangsiapa memberikan ilmu kepada yang tidak patut menerimanya, sama saja dengan menyia-nyiakannya. Siapa saja yang menutup ilmu dari yang berhak mengetahuinya, sungguh ia telah berbuat aniaya yang sebesar-besarnya.” Semoga ini saat yang tepat untuk memohon pada-NYA agar membuka kunci-kunci rahasia tersebut.

Apakah itu CAHAYA? Cahaya adalah sebuah dzat yang darinya segala sesuatu itu tampak oleh mata kita. Kita menganggap sebuah benda misalnya daun memiliki warna tertentu. Namun sesungguhnya, kalau tidak ada dzat yang bernama cahaya apakah daun itu tetap berwarna hijau? Tentu saja warnanya hilang dan gelap tidak terlihat. Jadi syarat utama penampakan segala sesuatu di muka bumi ini adalah adanya CAHAYA. Karena kenyataan ini sebenarnya bertingkat-tingkat sesuai dengan wujud kesempurnaannya masing-masing maka kita bisa merumuskan bahwa ada satu-satunya syarat agar semua itu ada dan tidak ada syarat lagi bagi keberadaannya. Syarat itu adalah CAHAYA MAHA CAHAYA, Cahaya Tertinggi dan Terakhir, Cahaya Hakiki dan tiada cahaya lain di atasnya. Sang Causa Prima-nya Cahaya.

Penampakan segala sesuatu adalah NISBI karena tergantung pada sebab-sebab yang lain. Penampakan daun itu nisbi, penampakan manusia itu nisbi, penampakan dunia ini nisbi. Semuanya nisbi, relatif dan tidak absolut. Keberadaan semua yang ada ini bergantung pada sesuatu yang lain. Kita bisa melihat dan mendengar karena kita punya mata dan telinga (audio-visual), itu tingkat dasar. Tingkat selanjutnya, kita bisa memastikan segala sesuatu karena kita punya alat-alat untuk merasa (kinestetik) dan rasa lebih tinggi derajat kepastiannya dari mata dan telinga. Darimana indera rasa ini terletak dan berasal?

Akhirnya, kita akan sampai pada pemahaman tentang JIWA atau RUH melihat dan merasakan segala sesuatu. Sifatnya tidak terlihat namun menjadi sumber pengelihatan dan sumber kepastian-kepastian segala sesuatu. Jadi yang menentukan gelap terangnya dunia ini, yang menentukan luas sempitnya dunia, yang menentukan ada dan tidaknya dunia ini termasuk anda dan saya adalah RUH kita. Segala sesuatu itu terwujud bila RUH kita menghendaki untuk terwujud dan bila RUH kita tidak menghendaki, maka segala sesuatu termasuk dunia inipun tidak ada! RUH adalah CAHAYA SEJATI yang tidak memiliki daya cerap dan tidak pula mewujudkan pencerapan, tetapi ia menyimpan potensi KEHENDAK untuk mewujudkan segala sesuatu.

Jadi di dalam diri kita ini, ada CAHAYA SEJATI yang memiliki sifat sempurna yang tidak pernah keliru. Kebenaran absolut yang sesungguhnya. Ada kalanya ia dinamakan AQL, RUH atau NAFS. Namun sebaliknya kita lewati saya istilah-istilah ini agar tidak menimbulkan kebingungan saat membahas tentang cahaya ini. Bila mata kita tidak bisa melihat mata, maka RUH bisa melihat dirinya sendiri. CAHAYA yang bisa mencerap CAHAYA, pengetahuan tentang pengetahuan dan seterusnya. Bila mata tidak bisa melihat sesuatu yang terlalu jauh atau dekat, maka AQL atau RUH bisa terbang kemanapun yang dikehendaki, bisa terbang ke langit manapun dan turun ke langit manapun yang dikehendakinya. Hingga mampu memaknai HAKIKATNYA HAKIKAT, sampai pada hakikat segala sesuatu, samudra yang luasnya meliputi sifat-sifat-NYA, puncaknya puncak dan dasarnya dasar segala sesuatu. Pada titik penghayatan ini, kita akan memahami bahwa sesungguhnya manusia adalah CERMIN TUHAN… Innallaha kholaqo aadama alaa suurotini… Allah menciptakan Adam menyerupai citra-NYA.

Masalahnya adalah ruh, nafs dan akal yang bagaimana yang sesungguhnya bebas dari sifat relatif dan terbatas? Kita sadar bahwa diri kita yang sejati ini merupakan limpahan DZAT-NYA, namun kok dalam kehidupan sehari-hari kita masih diliputi oleh keterbatasan dan tidak mencerminkan khalifah di muka bumi ini? Jangankan khalifah, yang terjadi malah sering berbuat kerusakan dan melanggengkan kemunkaran. Menjadi manusia yang tidak tahu SANGKAN PARANING DUMADI, seperti tersesar di hutan belantara problem dunia fana, tidak tahu asal termasuk kebingungan jalan untuk pulang.

Kita ini ya Fir’aun sebagaimana yang disebut Tuhan di dalam kitab suci. Tuhan pada hakikatnya sedang menuding diri kita ini. Jangan sampai terlambat untuk menyadari kesalahan diri kita dan masukilah senantiasa kesadaran ruh kita. Jangan sampai ketika air laut kematian merangsek ke sungsum dan sel sel darah, dan nyawa kita tinggal sejumput kita baru terbangun…. lah kemana saja kita selama ini, ohoi … Firaun abad 21?

Saat nanti kita sekarat akan meninggal dunia disanalah kita kemudian baru memasuki wilayah kesadaran ruh. Oh….. betapa sia-sia hidupku selama ini…..aku telah mempertuhankan diriku yang palsu…. tidak mempertuhankan DIRIKU YANG SEJATI…Kesadaran sejati yang selama ini tertimbun di dalam diri dan tidak pernah kubangunkan. Sungguh celaka dan sia-sia…. Ampun Gusti….Aku telah menyembah berhala yang tidak lain diriku sendiri, nafsu-nafsuku, keinginan-keinginanku, isteri dan anakku, harta bendaku, syahwatku, kesenangan-kesenanganku, kehormatanku, kemuliaanku, pangkat derajatku…. Wahai Tuhan Kami, kini kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia agar dapat beramal sholeh.. kini kami telah menjadi orang-orang yang yakin…. dan Tuhan bersabda: Telah Kami singkap tirai yang menutupimu, kini pengelihatanmu amat tajam!

Kita sampai pada pemahaman bahwa cahaya itu sesungguhnya tidak hanya bersifat fisik namun sumber cahaya itu justeru hal yang bersifat metafisik. Al Qur’an sebagai cahaya, tentu saja memiliki dimensi metafisik. Bukan hanya buku yang bisa dibakar dan aus, namun memiliki ruh yaitu Al Quran yang bersifat metafisik berupa hakikat pergelaran alam semesta ini. Kalau kita menyebut pergelaran alam semesta… maka jangan hanya diartikan bumi dan langit saja. Itu semua hakikatnya justeru merupakan JAGAD CILIK (Mikrokosmos) sementara pergelaran alam semesta yang hakiki adalah DIRI SEJATI yang merupakan JAGAD GEDE (makrokosmos). Itulah Al Qur’an hidup yang harus kita jelajahi kedalaman semestanya. Kenapa manusia makrokosmos? Sebab yang menentukan besar kecilnya alam semesta bukan alam semesta itu sendiri, melainkan diri kita. Ya Akal kita, Ya Ruh kita. Bukankah kita yang membuat meteran, penggaris, penentu dan pencipta ukuran bagi segala sesuatu? Jadi yang menentukan besar kecilnya “Tuhan” ya anggapan diri kita masing-masing. Cantik mana Luna Maya dengan Cut Tari? Tentu saja tergantung persepsi. Bagi Ariel Peterpan mungkin cantik Luna Maya, namun bagi saya mungkin lebih cantik Cut Tari. Besar mana “Tuhanmu” dengan “Tuhanku?” Tentu saja tergantung pada penghayatan masing-masing orang.

Susunan, sifat, asma/nama dan perbuatan Tuhan (pada diri-NYA sendiri) tetap tidak mampu diketahui kecuali mereka yang sudah mendapat petunjuk atau hidayah dan bagi kebanyakan orang awam benar-benar menjadi misteri sampai kapanpun. Kita hanya bisa melihat FENOMENA-NYA. Sementara NOUMENA-nya jelas tidak bisa kita ketahui. Kita hanya bisa melihat aksidensia-NYA, sementara SUBSTANSI/ESENSI-NYA wallahu a’lam. Kita hanya bisa melihat Miss Universe dari jauh, melihatnya dari luar.. warna kulitnya, bajunya, rambutnya, bibirnya… sementara wujud aslinya apakah seperti itu? Ya silahkan dikira-kira sendiri.

Itu sebabnya, kita tidak boleh sedkitpun mengaku dan merasa tahu tentang diri-NYA. Yang merasa kita tahu tentangnya, 99 asma-NYA yang kita kenal selama ini sebenarnya hanyalah seperti peta penunjuk jalan agar kita tidak tersesat. MAP IS NOT THE TERRITORY: Peta tentu beda dengan wilayah yang sesungguhnya. Apalagi tentang Allah SWT??? Apalagi bahasa dan akal kita sangat terbatas. Dimana batasnya bahasa dan akal? Disinilah batasnya. Yaitu tidak mampu menggapai Susunan, sifat, asma/nama dan perbuatan Tuhan (pada diri-NYA sendiri). Mereka yang awam adalah mereka yang masih belum tersingkap pemahamannya akan alam hakikat. Dia tidak bisa lepas dari alamul hiss was-syahadah… alam kasat mata dan belum mampu memasuki pintu alam malakut yaitu pintu alam yang bisa dimasuki oleh mata batiniah. Mata batin mendapatkan cahaya yaitu RUH Al QUR’AN dan PETUNJUK-NYA yang diturunkan dalam hidup kita sehari-hari, detik ini, disini…

Ketersingkapan pintu alam malakut secara sempurna sungguh mempesonakan hati. Sebuah alam penuh keajaiban dimana kita merasa tidak bisa tidak kecuali HARUS MENGUCAPKAN TERIMA KASIH, sujud sukur tanpa pernah berhenti untuk bertasbih memuji-NYA. Betapa aneh diri kita ini, kok bisa-bisanya tiba-tiba ada di dunia ini. Opo tumon??? Siapa yang menciptakan aku??? Apakah ini perbuatan yang disengaja atau iseng? Pasti disengaja. Bukan iseng. Padahal aku mengisi hidupku dengan iseng, menghabiskan waktuku untuk main domino, mencolek gadis-gadis bahenol di lokalisasi, dan bergaul dengan para preman? Betapa hinanya diriku yang setelah menyadari hal ini kemudian melanjutkan hidup di alam-alam rendah yang sesat… pantas aku lebih sesat dari hewan yang tidak bisa terbang ke alam malakut. Aku tuli dan buta dari sapaan mesra kekasih….

“MEREKA SEPERTI BINATANG, BAHKAN MEREKA LEBIH SESAT LAGI. MEREKALAH ORANG-ORANG YANG LALAI” (QS 7: 179)

Siapa yang telah terbuka pintu alam malakut? Dialah berhak menyandang gelar menjadi hamba Allah SWT. Yaitu mereka yang menghamba kepada-NYA. Bukan kepada yang lain. Mereka ini kemudian menjadi bagian dari alam malakut itu sendiri, dimana kesadaran kosmik-nya telah berubah total, final dan eternal. Indera dan khayalnya, imajinasinya, bukan menjadi bumi tempat tinggalnya lagi, termasuk langit (samaawaat…) serta segala yang terjauh dan ter-ada yang pernah dipikirkannya.

Setiap hari baginya merupakan sebuah pendakian atau Mi’raj. Hidupnya ya suluk itu sendiri. Senantiasa menghampiri hadirat Yang Maha Pecinta bahkan selalu menempel pada Hadhrat Al Quds (Hadirat Kesucian Allah SWT) dimana semua kunci gaib digenggamannya. Yaitu hanya dari sisi-NYA jua semua penyebab adanya maujudat di alam syahadah ini diturunkan dengan perkenaan-NYA. Sebab alam syahadah adalah akibat dari alam malakut yang merupakan sebab. Kalau sekarang ini banyak banjir, tanah longsor, kereta api terbakar, kemacetan di mana-mana, dan keruwetan-keruwetan hidup.. maka itulah akibat dari sebab utama yaitu alam batin kita semua yang kisruh, ruwet dan amburadul!

TALI SIMPUL
Nur artinya cahaya. Muhammad artinya kualitas diri yang terpuji. Muhammad sebagai sosok pribadi telah kembali ke sisi-NYA, namun sebagai kualitas diri maka ia akan tetap hadir pada diri-diri yang mampu menunjukkan derajatnya sebagai Pelita yang Menerangi (SIRAJ MUNIR) sepanjang jaman. Nur Muhammad ada sebelum alam semesta ini ada, sebab cahaya yang mampu menerangi dan meng-ada-kan alam semesta ini ya KEHENDAK, dan KEHENDAK AWAL PENCIPTAAN alam semesta ini adalah KEHENDAK BAIK. Nur Muhammad nanti juga akan mengakhiri pergelaran dan penggulungan alam semesta dengan makna hakikat yang sama. Dan setelah itu, dunia ini diisi dengan cahaya dari semua nabi yang juga merupakan cahaya sepanjang masa, termasuk diri anda, diri saya, diri kita semua. Semua punya satu keping mosaik kebenaran yang harus dikumpulkan agar kebenaran itu menyatu sempurna. Salam paseduluran….@WONGALUS,2010

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 289 Komentar

TAREKAT IMAM AL-GHAZALI


Disarikan dari Kitab Ihya Ulumiddin
Oleh Juru Angon

Imam al-Ghazali mengatakan bahwa: “Jalan tasawuf bisa ditempuh dengan cara; melakukan mujahadah atau menghilangkan sifat-sifat tercela, memutuskan semua keterkaitan dengan sifat-sifat tercela tersebut dan menggantungkan harapannya dengan sepenuh hati kepada Allah Swt. Jika ia berhasil melakukan semua itu, maka Allah Swt akan “menguasai” hatinya dan menyinarinya dengan cahaya ilmu-Nya. Jika Allah Swt yang menjadi “penguasa” hati seorang hamba, maka ia akan selalu diliputi oleh rahmat-Nya. Allah Swt akan menerbitkan cahaya dalam hatinya, melapangkan dadanya dan membukakan kepadanya rahasia malakut, cakrawala Tuhan.
Allah Swt akan menghilangkan hijab yang menutupi hatinya dengan kelembutan rahmat-Nya, sehingga dalam hatinya bersinar hakikat Ilahiyah. Manusia hanya diharuskan untuk mempersiapkan diri saja dengan mensucikan hati dan mengencangkan cita-citanya disertai keinginan yang benar, tekad yang bulat dan penuh harap menanti Allah Swt membukakan rahmat-Nya kepadanya. Para nabi dan wali-Nya telah mengalami semua itu. Hati mereka dipenuhi dengan cahaya ilmu, bukan lantaran mereka belajar atau menulis buku, tetapi karena ke-zuhud-an mereka terhadap dunia. Mereka mampu membebaskan diri dari segala hal yang berhubungan dengan keduniawian dan mengosongkan hatinya dari hiruk pikuk dunia serta mampu mengantungkan harapannya semata-mata kepada Allah Swt. Barang siapa yang (menyerahkan dirinya) untuk Allah Swt, maka Allah Swt akan bersamanya.
Banyak orang yang berpendapat bahwa jalan (tarekat) tasawuf yang dimaksud adalah; Pertama, dengan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan keduniawian, mengosongkan hati dari hiruk pikuk duniawi dan memutuskan pikirannya dari isteri, anak, harta, kampung halaman, ilmu, kedudukan dan pangakt. Ia harus berusaha agar hatinya mampu menganggap keberadaan semua itu sama dengan ketiadaannya. Kemudian, ia menyepikan diri dalam sebuah zawiyah (tempat yang bisa digunakan kaum sufi untuk ber-khalwat). Di tempat itu, ia cukup melakukan shalat wajib dan sunah rawatib saja. Kemudian, ia duduk dengan hati dan pikiran penuh konsentrasi. Konsentrasi pikiran dan hatinya jangan dipecahkan dengan membaca al-Qur’an, merenungkan makna atau tafsirnya, atau dengan sesuatu apapun yang membuat konsentrasinya buyar. Usahakan agar jangan ada yang terbersit dalam hatinya kecuali Allah Swt.
Di saat duduk – dalam khalwat-nya – bibirnya tidak henti-hentinya mengucapkan lafal “Allah, Allah, Allah” disertai dengan ke-hudlur-an hati. Hal itu terus dilakukan sampai bibirnya tidak perlu digerakkan lagi karena seolah-olah lafal “Allah” telah mengalir begitu saja dalam bibirnya. Teruslah bertahan, sampai akhirnya hanya hatinya saja yang terus disibukkan dengan dzikir. Setelah itu, upayakan agar hatinya mampu menghilangkan gambaran dan huruf-huruf pembentuk lafal “Allah”.
Yang ada dalam hatinya sekarang adalah makna substantif dari lafal “Allah” tersebut, seolah-olah telah melekat dan menyatu dalam hatinya. Ia harus berusaha untuk mencapai keadaan (tahap) ini dan mempertahankannya terus menerus dengan menghilangkan segala was-was yang ada. Ia tidak perlu berusaha “mamaksa” rahmat Allah Swt datang kepadanya, bahkan, jika ia telah mampu mencapai tahap ini, dengan sendirinya ia telah siap menerima “hembusan” rahmat-Nya. Ia hanya perlu menunggu saatnya rahmat Allah Swt dilimpahkan kepadanya sebagaimana Allah Swt telah berikan kepada para nabi dan wali-Nya, karena mereka juga menempuh jalan (tarekat) seperti ini.
Oleh karena itu, jika ia telah memurnikan dan meluruskan keinginannya, melaksanakan semua yang dipaparkan di atas dengan baik, tidak terpengaruh lagi oleh keinginan syhawatnya, serta tidak lagi tergoda untuk memikirkan semua yang ada kaitannya dengan urusan duniawi, maka cahaya Allah Swt akan bersinar dalam hatinya.
Pada awalnya, cahaya itu datang hanya sekejap bagaikan kilat yang menyambar, kemudian lenyap, lalu kembali lagi dan kadang juga berakhir. Jika cahaya tadi datang kembali, maka kadang menetap dan kadang juga berkelebat saja. Jika cahaya atau sinar tadi menetap, kadang bertahan lama dan kadang hanya sebentar. Seringkali juga diikuti berturut-turut dengan cahaya-cahaya yang lain dan kadang juga hanya satu jenis cahaya saja. Kedudukan para wali Allah Swt dalam hal ini berbeda-beda dan tidak terbatas sebagaimana halnya dengan perbedaan tingkatan akhlaq mereka. Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa jalan (tarekat) di atas tidak lain adalah penyucian diri dan hati dari segala yang ada di sekitarnya dan bersiap diri serta menunggu apa yang akan diberikan Allah Swt kepadanya. Itu saja.
Mereka yang berpandangan luas dan berpikiran jernih, tidak akan mengingkari adanya jalan atau metode ini dan kemungkinan tercapainya tujuan yang dikehendaki, karena semua itu adalah metode yang ditempuh oleh para nabi dan auliya. Namun demikian, ada di antara mereka yang menganggap jalan ini terlalu sukar untuk ditempuh, karena bagi mereka, menghilangkan semua rintangan yang menghalagi jalan ini sangat sulit untuk dilakukan. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 44 Komentar