Diproteksi: DAFTAR ANGGOTA KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS DISELURUH DUNIA (9)


Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

Categories: >DAFTAR ANGGOTA K.W.A | Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar.

ASMA’ SUNGE RAJEH (versi lain)


KI IBLIS
Iblis8880@yahoo.com

Tawassul kpd Allah: SALAAMUN ‘ALALLOH SUBKHANAKALLOH ALFATIHAH ILA FI DZATILLAH ALLAH ALLAH ALLAH LAHUMUL FATIHAH (baca Alfatihah 9x buat laki2, 11x buat wanita)

tawassul kpd malaikat:
SALAAMUN ‘ALAL MALAAIKAH ALFATIHAH ILAL MALAAIKAH (sbt nama malaikatnya) baca Alfatehah 7x lalu YA NUUR 33x

tawassul kpd Nabi Muhammad SAW:
SALAAMUN ALAIKA YA HABIBI SOLAATU WASSALAM YAA ROSULULLOH ALFATIHAH ILA RUH WA NUR MUHAMMAD ROSULILLAHI LAHUMUL FATIHAH (baca Alfatihah 5x)

Sanad :

Alloh s.w.t
Malaikat Jibril
Rosululloh
Nabiyulloh khidir.
Tawasul Pada :
Alloh s.w.t
Malaikat Jibril
Rosululloh
Nabiyulloh khidir
Ibu dan Bapak
Ruh dan Nur tubuh sendiri.

Amalan wiridnya :

THOO HAA…..QUWWATAMBILLAH…
THOO SIIN MIIM….QUWWATIMBILLAH…
THOO SIIN….QUWWATUMBILLAH….
ALLOHA….HA….HA….WUJUUDALLOH….

Cara mengamalkan :
amalkan selama 33 hari pada selesai sholat tahajjud pada jam 00:00.
Posisi menghadap kiblat seperti sedang tafakur.
Dibaca pelan-pelan , di hayati, diresapi.
Istiqomah dan ikhlas kan mencari ridho Alloh s.w.t.
Tiupkan 7x pada segelas air, lalu minum.
Khasiatnya. Anda rasakan sendiri setelah 33 hari kemudian.
Asma ini asli dari nabi khidir.
Tolong gunakan sebagaimana mestinya. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 347 Komentar

PEMBENTUKAN KWA JATIM


–mbah sareb–

PENGUMUMAN !
buat poro sedulur boloalus di jawa timur.sehubungan dengan rencana
Pembentukan korwil jawa timur.maka saya umumkan pada hari minggu tanggal 21 november 2010 kita adakan pertemuan.

tempat : rumah saya,desa gempol sampurno RT02/RW04 porong sidoarjo. jawa timur
waktu : pukul 10 pagi. wib

saya mengharapkan kehadiran poro sedulur semua agar korwil jawa timur dapat segera terbentuk.

Nb: untuk para sedulur yg datang menggunakan kendaraan umum baik dari malang atau surabaya turun di pertigaan porong lalu telp saya nanti saya jemput. acara ini adalah murni acara silaturahmi dengan agenda pembahasan rencana pembentukan korwil jawa timur.
trima kasih.

KONFIRMASI: 1. MBAH SYAREB – SIDOARJO – 08883426447
2. ZEUS – MALANG – 081803830714

YANG BERKENAN HADIR

1.MBAH SAREB-sidoarjo
2.ZEUZ-malang
3.CAKJI-surabaya
4. Wong Alus – Sidoarjo
5. Mas Kumitir – Sidoarjo

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 129 Komentar

NGILMUN KHIDIR


Agung KS
masagungks@gmail.com

Bismillahirohmanirrohim, Assalamu’alaikum wr wb. Ijinkan saya yang dhoif ini berbagi pengetahuan dan pengalaman yang tak berharga ini,sebagai bahan pertimbangan dan gambaran dalam mengamalkan ilmu. Maka sebelumnya saya haturkan sembah bakti dan mohon restu serta ijinnya, untuk memposting pengalaman ini.
Dalam tradisi keluarga kami ini disebut Ngilmun Khidir, apakah ini juga termasuk Asma’ Rajeh saya tidak tau, yang jelas Ngilmun Khidir ini ada tiga tingkat dan SAYA TIDAK TAU APA KEGUNAANNYA karena Orang Tua saya hanya mengatakan untuk melanggengkan / melestarikan Ngilmun Khidir ini, hanya tingkat dua yang ada cerita eyang Buyut Kibekal Wasih yang bisa memegang petir (gluduk) dimasukan ke “wuwu” kranjang kecil dari bambu untuk tempat ikan saat memancing. Adapun tiga tinggat Ngilmun Khidir itu:
1. Wit Ngilmun Khidir
2. Ngilmun Khidir Sinoca
3. Ngilmun Ratuning Khidir
Disini akan saya ceritakan tentang Wit Ngilmun Khidir. Namun sebelumnya jika ada kesalahan kata, penggambaran serta dianggap lancang saya mohon bimbingan serta kearifan dari poro pinih sepuh. Jika Sedulur minat untuk melakoninya, karena ini elmu yang bernasab waris dari garis ibu, maka sebelum melakoni Ngilmun Khidir ini hendaknya memohon ampunan kepada Ibu ( kedua Orang Tua ) kalau perlu sujud di kakinya (memohon dengan sungguh-sungguh) dan mohon restunya.
Pantangan:
1. Jangan meninggalkan solat jumat berjamaah
2. Menghindari Mo Limo
3. Tidak Boleh menampar, kalo terpaksa lebih baik memukul (mengepal)
4. Ujub & takabur
5. Jalankan Syareat dengan kuat
Sebelum saya menerima Ngilmun Khidir ini oleh Ibu saya disuruh nglakoni puasa sunnah 21 hari dan melanggengkan setiap solat Magrib (setelah doa) sebelum merubah posisi duduk baca QS. Yassin 1x, tapi di ayat 58 baca 11x untuk diri sendiri serta untuk ibu bapak, saudara yang telah meninggal, yang masih hidup juga muslim semua masing-masing 1; jadi 16x. Dan ba’da solat Isya’ baca QS. Al – Baqoroh. Serta setiap solat 5 waktu rokaat pertama setelah Al – Fatihah baca Alam Nasyroh / Al – Insyiroh, roka’at selanjutnya terserah kebiasaan.
Terus terang saya tidak tau apakah ini syarat mutlak untuk menguasai Ngilmun Khidir ini atau hanya untuk mengasah kesiapan dan ke – imanan batin saya.
Ini Sanad Wit Ngilmun Khidir
1. Kanjeng Nabi Khidir
2. Syekh Nurjati
3. Syekh Hindu Haji
4. Syekh Muji/Muja
5. Syekh Assufi
6. Buyut Ki Bekal Wasih
7. Mbah Kuwu Surodinato
8. Ibu Fatimah
9. Syekh Warsih Mangkurogo
10. Buyut Ahmad Kawangsih Nyukmorogo
11. Ibu Maddiri Ayuningrum
12. Saya
13. RA. Az Zahra Ikharry Nadien Ramadhanie

Ini bacaan Wit Ngilmun Khidir

Allohumma ya’sir ayal ma’sudati
Allohumma Fa’man ayal mambudahu
Inna Quwwati nakabannata Qita banata
Inna Quwwati nakatahtah Qitabanata
Inna Quwwati nakatabannata Qina nataba

Penyelarasan yang saya jalani waktu itu: Mencari Pertemuan Dua Sungai ( Saya di Sungai Watubelah ) yang airnya jernih dan mengalir, Ambil air wudu dengan Niat:

Bismillahirochmanirochim
Nawaitu robngal hadasi suharota wal kabirota Lillahi ta’ala
La ilaa ha illalloh Muhammadar rosululloh.

Lalu duduk sila di atas batu di tengah sungai menghadap arah aliran sungai (waktu itu alirannya pas menghadap kiblat). Pejamkan mata baca:
1. Ta’awud 1x
2. Basmallah 21x
3. Alfatihah 7x
4. Al Ikhlas Al Falaq An Nas 1x
5. Syahadatain 3x
6. Ijin dalam hati kepada penghuni sungai untuk melakukan penyelarasan dan jangan mengganggu (sesuaikan bahasa setempat)
7. Sholawat 3x
8. Assalamu’alaika ya ahlul (sambil menepuk permukaan air 3x)
Setelah selesai prosesi ijin kemudian lakukan Solat Tasbih 4rokaat, Solat Taubat 2 rokaat, Solat Mutlak 2 rokaat, Solat Witir 1 rokaat. Lalu lanjutkan membaca:
0. Tawasul kepada Kanjeng Nabi Muhammad, Kanjeng Nabi Khidir, Syekh Nurjati, Syekh Abdul Qodir Aljailani, Syekh Hindu Haji Minangka Kigede Gamel, Syekh Syarif Hidaytulloh, Sunan Kalijogo, Mbah Kuwu Cirebon, Syekh Muji, Syekh Asufi, Malikat papat, Buyut Kibekal Wasih, Mbah Kuwu Surodinato, Mbo’ Fatimah, Syekh Warsih Mangkurogo, Buyut Ahmad Kawangsih Nyukmorogo…( kalo perlu yang lain silahkan tambahkan)

1. Istighfar (astagfirullohal adzim) 313x
2. Subchanalloh walchamdulillah wala ilaha illalloh wallohu akbar wala chawla wala quwwata illa billahil ‘aliyil ‘adlim 313x
3. La ilaha illallohu wachdahu la syarikalahu Lahulmulku walahulhamdu wayuchyi wayumitu wahuwa ala kulli syay’in Qodir 313x
4. Lailaha illalloh ( kubro sampai mampu )
lalu pasrahkan semua kepada Alloh tanpa niat tanpa hasrat manggoneng suwung. Atur napas penuh dengan kepasrahan, penuh penghayatan nikmati gemericik air mengalir (waktu itu air yang membentur batu tempat duduk dirasa makin besar makin mengenai badan) selama 5 menit ( ± ).
Dengan Penuh penghayatan
Tarik Napas (Sambil baca) Inna Quwwati Nakatabannata Qina Nataba
Tahan Napas (sambil Baca) Allohumma Ya’sir Ayal ma’sudati
Allohumma Fa’man ayal mambudahu
Inna Quwwati Nakabannata Qitabanata
Buang Napas ( Sambil Baca )
Inna Quwwati nakatahtah Qitabannata
Lakukan 11x setelah itu weningkan 15 menit sambil menghayati alam dan sesuatu yang begejolak dalam tubuh (perut & dada terus menjalar seluruh tubuh)

Setelah proses penyelarasan baca Asma’ Wit Ngilmun Khidir Ini 313x selama 7 hari setiap ba’da subuh dan Solat Maghrib, bisa (dianjurkan) juga malam harinya setelah sholatul lail. Setelah selesai baca setiap solat lima waktu 3x.

Inilah pengalaman saat saya menerima Wit Ngilmun Khidir, Saat penyelarasan saya rasakan ada arus energi dingin dan panas menjalar seluruh tubuh diawali perut dan dada. Untuk yang berminat silakan dengan terlebih dulu mohon ampunan dan restu dari ibu / orang tua dan jika bisa minta bimbingan Ajengan yang dianggap mumpuni dalam penyelarasannya. Pada saat penyelarasan harap dipantau / ditemani dari seberang sungai. Tapi saya tegaskan lagi, bahwa saya tidak tau fungsi dan kegunaan Ngilmun Khidir walau saya sudah tahap Ngilmun Ratuning Khidir.

Wassalamu’alaikum wr. wb

Categories: NGILMUN KHIDIR | 536 Komentar

AJI PETAK SAYIDINA HAMZAH


Cakra Bayu

Assalamalaikum Wr Wb
Untuk meramaikan lagi keilmuan kanuragan di blog ini ijinkan saya share amalan BISMILLAH 5 ada juga yang menamakan AJI PETAK SAYIDINA HAMZAH yang kegunaannya untuk kewibawaan, pidato, singkir mendung dll kegunaan. Mohon maaf bagi sedulur yang sudah mengetahui silahkan dikoreksi. Berikut amalannya:
BISMILLAAHI BIQUWWATIHI
BISMILLAAHI BIQUDROTIHI
BISMILLAAHI BIQOMATIHI
BISMILLAAHI BIMAULATIHI
BISMILLAAHI YA ROBBII
LAA KHAULAA WALAA QUWWATA ILLABILLAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZHIIM
Untuk artinya saya persilahkan kepada sedulur KWA yang paham bahasa Arab biar lebih maknyos.
TAWASUL:
Nabi Muhammad SAW
Malaikat Muqorrobin
Khulafarasyidin (4 sahabat Nabi)
Sayyidina Hamzah
Nabiyullah Khidir AS
Syekh Abdul Qodir Jailani
Man ajazani
1.Puasa mutih 7 kali senin 7 kali kamis
2.Selama puasa amalan diatas dibaca 7 kali setiap bakda sholat fardhu, dan 3 kali setiap mengambil air wudhu lalu disapukan ke muka
3.Setelah siangnya puasa mutih, malam diatas jam 12 amalan ini dibaca sebanyak 41 kali. Sangat disarankan sebelumnya tunaikan sholat tahajud dan sholat hajat masing-masing cukup 2 raka’at saja
4.Setelah puasa selesai, amalan tersebut didawamkan membacanya setelah sholat maghrib sebanyak 7 kali. Paling bagus dibaca dengan menahan nafas sekalian untuk melatih tenaga dalam.
Cara Menggunakan:
1. Baca amalannya 3 kali tahan nafas lalu hembuskan perlahan (misal sebelum berpidato atau menemui seseorang yg kita memerlukan persetujuannya)
Amalan ini sudah saya amalkan dan bagian dari wiridan saya sehabis sholat. Saya tidak berani share amalan kalau belum mencobanya sendiri. Semoga bisa menambah khasanah keilmuan kanuragan di blog KWA. Bagi saya ilmu apa pun milik Allah meski dibuat oleh manusia sekalipun karena Allah yang menganugrahi “akal” kepada manusia untuk dimanfaatkan/diberdayakan manusia baik untuk potensi lahir maupun potensi ruhani sepanjang tujuannya dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar (kemaslahatan umat) tentu akan lebih bernilai daripada dipendam. Mohon maaf jika ada kekurangan dan kekhilafan itu semata-mata dari diri saya yang masih bodoh. @@@

Categories: AJI PETAK SAYIDINA HAMZAH | 229 Komentar

DOA KHIDIR


arhom erwin rachman tayib
arhom_ert@hotmail.com

aww,to kwa mania,sya mau share doa nabi Khidir dri kitab al-maslak al-qorib likulli nasik munib susunan Habib Thohir bin Husain bin Thohir,

Allahumma kama lathafta fi azhomatika alal uzhama’,Wa ‘alimta maa tahta ardhika ka’ilmika bimaa fawqo ‘arsyik,wa kaanat wasaawisush shuduuri kal alaaniyati indak,wa alaaniyatul qowli kassirri fii ilmik,wan qooda kullu syay in li azhomatik,wa khodho’a kullu dzii sulthoonin lisulthoonika wa shooro amruddunya wal aakhiroti kulluhu biyadik,ij’al lii min kulli hammin wa ghammin ash bahtu fiihi farojan wa makhroja. Allahumma inna afwaka alaa dzunuubi watajaawuzaka an khotii-atii wa satroka anqobiihi amali athma’ani an as’alaka maalaa astawjibuhu minka,aad’uuka aaminan wa as aluka musta’nisan,wa innakal muhsinu ilayya wa anal musii-u ilaa nafsii fiimaa baynii wa baynaka. Tatawaddadu ilayya bin ni’ami ma’a ghinaaka anni wa atabaghghadhu ilayka bil ma’aashi ma’a faqrii ilayka, walakinits tsiqotu bika hamalatnii alal jur’ati alayk. Fa’ud bifadhlika wa ihsaanika alayya watub alayya. Innaka antat tawwaabur rohim.

Fungsi doa ini sesuai artinya=melembutkan hati;mengangkat derajat;menghilangkan was2;menampakkan rahasia2 yg masih samar;menundukkan; penghapus sgala susah&duka cita,permohonan ampun&taubat. Doa ini pernah sya terima dlm ijazahan umum,monggo yg berminat silahkan diamalkan,yg pnting ikhlas&yakin Allah mha menolong hamba2nya. Pengamalany bebas diutamakn setiap habis sholat fardhu,atw bgi yg lbih tahu tata carany monggo di ba2r,krn qt adlah seduluran &sedulur adalah sling melengkapi,monggo.www. @@@

Categories: DOA KHIDIR | 84 Komentar

Energi Ilahiah


Dewa Pelet
<dewapelet@ymail.com
Assalamu'alaikum wr wb. slm hormat dan salam sejahtera rektorku Ki Wongalus dan slm persaudaraan buat sluruh pecinta KWA, shalawat dan salam smg slalu tercurah kehadhirat junjungan kita Nabi Muhammad SAW,, izinkanlah sy yg bodoh dan serba kekurangan ini berbagi sdkit pengetahuan tentang cara untuk mendptkan energi ilahiah,yaitu dg melakukan wiridan antara jam 22.00-jam 03.30 sesudah shalat isya slama 7 mlm berturut2
caranya:
1.tawasul pd Nabi Muhammad saw,para aulia Allah,kedua org tua,suami/istri ( jk sdh nikah ),para alim ulama baik yg msh hidup/yg sdh meninggal,muslimin muslimat,dan pada para guru.Al fatihah masing2 1x.
2. baca Al Fatihah 3x 3. baca QS Al Baqarah ayat 155 :
"walanablu wannakum bisyai in minal khaufi walju'i wanaqsyim minal amwaali wal anfusi wal tsamaroti wabatsiris shobirin" 3x
3. subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar 3x
4. Al Ikhlas 3x
5. do'a:
"Ya Allah,sibukkanlah jiwa dan ragaku kapanpun dan dimanapun untuk slalu mengingat-Mu,mdhkanlah sgala urusanku,curahkanlah rejeki-Mu kpdku,sehatkan,sejahterakan dan kuatkan aku.Masukkan kekuatan dan ruh-Mu kedalam jiwa dan ragaku.Kun kata Allah,fayakun kata Muhammad.Allah bermaksud akan terwujud,Muhammad bersabda akan terlaksana.Maksudku adalah maksud-Mu,Amin Ya Rabbal 'alamiin"
6. ta'awudz 7x
7. basmallah 7x
8. syahadat 7x
9. istighfar 101x ( sambil goyangkan kepala kekanan dan kiri )
10. "shallallahu 'ala Muhammad " 101x ( goyang kepala )
11. "la ilaha illallah" 101x ( goyang kepala )
12. "hasbunallah wa ni'mal wakiil,ni'mal maula wa ni'man nashiir" 101x ( goyang kepala )
13. "rabbana atina miladunka rahmatan wahayikhlana min amrina rasyadan,rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannaar " 3x amin ya rabbal 'alamiin walhamdulillahi rabbil'alamiin.
khasiatnya insya Allah untuk :
1. untuk pengobatan medis/non medis jarak dekat/ jarak jauh
2. membuang energi negatif dan mengisi energi positif
3. pertahanan dari serangan gaib
4. mendeteksi penyakit
5. mengisi energi kebenda menjadi bertuah
6. memindahkan penyakit ketelur / media lain
7. membuka cakra
8. dll…. bila sdh slesai 7 mlm,wiridan bs dilakukan seminggu sekali ( lbh sering lbh baik ).
dan alangkah lbh baik lg jika ditambah dg menyerap energi alam seperti air,pohon,angin,dll
semoga artikel ini bs membawa manfaat,dan bila ada kesalahan penulisan dan kekurangan sy harap ada teman2 yg bs mengoreksi dan melengkapinya,,
wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu 'alaikum wr wb. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 65 Komentar

PEMBANGKITAN INTI BESI KURSANI


FRANKY ADINEGORO
15 November 2010 at 12:49

assalamualaikum wr wb………..
Salam hormat kepada Ki Wong Alus selaku pengasuh blog ini. Saya juga mau mohon ijin berbagi sedikit karunia Allah berupa ilmu atau amalan untuk membangkitkan Besi Kursani dari tubuh kita. Ijazah ini juga saya berikan secara gratis. Kebetulan ilmu ini merupakan warisan turun-temurun yang dipakai keluarga saya mulai dari Kakek Buyut saya bernama (Alm) M Yasin, Imron, dan Suri Kesumo, di daerah Desa Karang Gede, Kabupaten Empat Lawang, Sumsel. Meskipun tumbuh besar dan diamalkan di daerah Sumsel, keilmuan ini sebenarnya diperoleh kakek buyut saya dari tanah minang Sumatera Barat.

Jujur saja, ilmu pembangkit besi kursani yang bakal saya tulis ini tidak dapat dites/tajrib secara langsung daya kekebalannya sebaimana iklan-iklan yang bertebaran menawarkan ilmu seperti itu. Namun, ilmu ini akan bereaksi dengan kuat ketika berhadapan langsung dengan musuh. Walaupun demikian, ilmu ini tidak bias dianggap remeh.

Pernah suatu ketika Suhardi, seorang pemuda asal Palembang dan kebetulan pernah diijazahi ilmu ini oleh Bpk Suri Kesumo langsung, berhadapan dengan para begundal. Ketika dibacok dengan golok, ternyata begundal itu kebal. Akhirnya dengan keilmuan besi kursani itulah tubuh si begundal dapat ditembus daya kekebalannya.

(Alm) M. Yasin juga pernah berhadapan dengan seorang anggota RPKAD (kalo sekarang mungkin Kopassus), saat itu terjadi silang pendapat antara keduanya hingga akhirnya (Alm) M. Yasin menantang oknum anggota itu untuk menembak dirinya, namun, boro-boro mau menembak, tubuh si oknum anggota tersebut malah gemetar tidak berkutik. Dari cerita yang saya peroleh secara turun-temurun, salah satu kelebihan yang dimiliki kakek buyut saya (Alm) M. Yasin itu, selain Guru Silek hebat, jika ditembak pun tidak dapat memetus. Ilmu yang banyak dia pakai justru pembangkit besi kursani saja. Dan masih banyak lagi cerita tentang kehebatan ilmu besi kursani ini.

Berikut adalah salah satu bacaan ilmu pembangkit besi kursani dimaksud:

BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
UJUD SAHADIAH
AKU MENYOROM BAJU MAHERAM BESI KURSANI
HAI MUTLAK, NA KATO ALLAH, NA KATO MUHAMMAD, NA KATO BAGINDA RASULULLAH
HU ALLAH 3X

Bagi saudara yang kepingin mengetahui tata cara dan mengamalkan keilmuan ini, silakan hubungi saya di frankyadinegoro@rocketmail.com. Insya Allah saya beritahu secara rinci tata cara pengamalannya. Dan pengijazahan ini benar-benar GRATIS!!!
Wasslm wr wb……..

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 186 Komentar

HIZIB KHIDIR AS


Sudah lama rasanya KWA tidak membahas tentang ilmu-ilmu kanuragan. Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan mengkaji bersama Hizib Khidir sebagaimana yang sudah ditulis oleh Ki Taofik. Konon, Hizib ini puluhan kali lebih kuat dari Asmak Rajeh Dirajeh (RDR). Benarkah demikian?

Bismillahirrahmanirrahim*
*ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALIHI WA SHAHBIHI WA SALLAM,*
*ALLAHUMMA KAMAA LATHAFTA FII ‘ADHAMATIKA DUUNALLUTHAFAA, WA ‘ALAWTABI‘ADHAMATIKA ALAL ‘UDHAMAA, WA ‘ALIMTA MAA TAHTA ARDHIKA KA’ILMIKA BIMAAFAUQA ‘ARSYIKA, WA KAANAT WASAAWISASSHUDUURI KAL’ALANIYYATI ‘INDAKA, WA‘ALAA NIYYATILQAULI KASSIRRI FII ILMIKA, WANQAADA KULLU SYAYIN LI‘ADHAMATIKA, WA KHADHA’A KULLU DZI SULTHAANIN LI SULTHAANIKA, WA SHAARAAMRUDDUNYA WAL AKHIRATI KULLUHU BIYADIKA. *
*IJ’AL LII MIN KULLI HAMMIN ASHBAHTU AW AMSAIYTU FIIHI FARAJAN WA MAKHRAJAA,*
*ALLAHUMMA INNA ‘AFAWAKA ‘AN DZUNUUBIY, WA TAJAAWAZAKA ‘AN KHATHII’ATHIY, WASITRAKA ALAA QABIIHI A’MAALIY, *
*ATHMI’NIY ‘AN AS’ALUKA MAA LAA ASTAWJIBUHU MINKA MIMMA QASHHARTU FIIHI,AD’UUKA AAMINAN, WA AS’ALUKA MUSTA’ANISAA. WA INNAKALMUHSINU ILAYYA, WAANALMUSII’I ILAA NAFSIY FIIMA BAYNIY WA BAINAKA, TATAWADDADUU ILAYYABINI’MATIKA, WA ATABAGGHADHU ILAIKA BILMA’ASHIY, WALAKINNATTSIQATA BIKAHAMALATNIY ALAL JARAA’ATI ‘ALAIKA, FA’UD BIFADHLIKA WA IHSAANIKA ALAYYA.INNAKA ANTAT TAWABURRAHIIM ,WA SHALALLAHU ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALIHIWA SHAHBIHI WA SALLIM.*

Sumber: https://wongalus.wordpress.com/2010/05/15/asma-sunge-rajeh-versi-sunan-kali-jaga/#comment-100874.

Categories: HIZIB KHIDIR AS | 124 Komentar

JIKA SAHABAT TIDAK BAIK


SUDADI
sudadijawi@yahoo.com

Yang mulia AL-Imam Ibnu Athaillah Askandary dalam Kalam Hikmah sebagai berikut :
“Kadang kala anda org yg tidak baik, maka Allah memperlihatkan kepada anda kebaikan anda, karena persahabatan anda kepada orang-orang yg lebih jahat kaadaannya dari anda”.

Pengertian Kalam Hikmah tersebut diatas:
Apabila kita msh tergolong yg blm baik, artinya meskipun kita tdk pernah meninggalkan ibadat dan tdk pernah absen dlm beramal dan mengerjakan taat, tetapi apabila keikhlasan dlm hati blm dpt kita buat seluruh ibadat dan amaliah kita, maka itu kita masih disebut dg org yg blm baik. Justeru itu wajiblah kita menyadari diri sendiri untuk memperbaikinya sedikit demi sedikit agar kita menjadi org yg baik. Salah satu jalannya adalah berteman dan bergaul dg org yg baik.

Bahwa bergaul dengan orang-orang baik itu terbagi dua bagian yaitu:

Pergaulan Shuhbatul Iraadah, artinya pergaulan menyerah diri menurut kehendak sahabat dan teman kita. Pergaulan dlm tingkat ini biasanya pergaulan kita dg seorang guru besar di samping itu ia mempunyai pengetahuan yang banyak dan mengamalkan ilmunya serta selalu menuntun manusia kepada jalan kebaikan, jg guru besar itu hrs mengetahui pula penyakit-penyakit hati kita, spt dengki, pemarah, khianat dan lain-lain. Maka bagi kita yg bergaul dengan beliau hendaklah kita jadikan diri kita laksana si mayit dg org yg memandikannya. Artinya segala nasihat guru itu dan tuntunan-tuntunan kebaikan buat kita tdk kita bantah, tetapi kita patuh sepatuh-patuhnya dan mengerjakannya sebaik-baiknya. Hal keadaan ini yg banyak kita jumpai dalam sejarah hamba-hamba Allah yg saleh di zaman dahulu hingga mereka diangkat martabatnya oleh Allah sehingga auliaNya dan hamba-hamba yg dicintai olehNya.

Pergaulan Shuhbatut Tabarruk, artinya pergaulan dan persahabatan dg org2 baik agar kita menjadi anggota jamaah mereka dg mengikuti peraturan2 yg diatur oleh mereka sampai kepada pakaian yg kita pakai. Pergaulan dlm tingkat kedua ini adalah pergaulan dg org2 baik utk dpt meniru mereka dlm segala kebaikan, baik yg bersifat pribadi apalagi yg bersifat jamaah. Misalnya saja seperti kita bergaul dg org2 yg taat, tdk pernah meninggalkan sembayang, tdk pernah mengerjakan dosa2 besar dan mengekalkan dosa2 kecil, di samping itu pula ia tdk lupa kepada Allah dan tdk lupa pula kepada NabiNya, Rasulullah SAW. Pergaulan yg begini faedahnya semoga Allah memberikan keberkahan org baik itu buat diri kita. Perlu diketahui, bahwa jamaah atau masyarakat dimana kita bergaul itu tdk dihrskan mereka itu org2 alim yg banyak ilmu pengetahuannya, tetapi cukup dg keadaan mereka.

Awas kita jgn sampai kita bergaul dg org-org yg tdk baik, di mana saja dan kapan saja. Apabila kita bergaul dg org yg tdk baik, maka awas pula jangan sampai kita bersahabat dg org yg lebih rusak dr kita, karena org-org itu bukanlah memperlihatkan kekurangan-kekurangan kita pd tempat-tempat yg kita memang kurang, tapi selain menina bobokkan kita dg menutup-nutupi segala keaiban dan kejelekan kita juga diperlihatkannya kpd org-org lain, bahwasanya itu semua bukan jelek tetapi baik. Dengan demikian maka jatuhlah kita dalam lubang ujub, dan terdamparlah kita dlm perasaan fatamorgana, seolah-olah amal ibadah yg telah kita kerjakan sudah cukup, dan kita tdk berkeinginan lg utk menambahnya dan meningkatkannya. Na’udzubillahi min dzalik, berlindunglah kita dg Allah dr pergaulan yg demikian dg segala akibat-akibatnya. Amin, ya Rabbal ‘alamin. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 113 Komentar

TASAWUF


Juru Angon

Aqidah Islam merupakan aqidah yang sangat jelas membedakan antara dua hal, yaitu dlahir dan batin. Maksudnya adalah antara syari’at (yang merupakan pintu yang harus dimasuki oleh semua orang) dan hakikat (yang hanya bisa dicapai oleh mereka yang terpilih). Pemisahan kedua hal ini bukanlah pemisahan yang dipaksakan, tetapi lebih merupakan sesuatu yang sudah semestinya, karena kesiapan manusia itu berbeda-beda dan sebagian mereka ada yang lebih siap untuk mengetahui hakikat.

Kami sering menemui banyak orang yang mengumpamakan syari’at dan hakikat dengan kulit dan isinya atau dengan lingkaran dan titik pusatnya. Syari’at mencakup aspek i’tiqadi (keyakinan), hukum dan aspek sosial-kemasyarakatan, yang kesemuanya tidak bisa dipisahkan dari Islam itu sendiri. Syari’at adalah pintu pertama yang harus dimasuki oleh orang yang mau menempuh jalan tasawuf. Sedangkan hakikat pada dasarnya adalah pengetahuan atau ma’rifat semata. Namun demikian, anda harus mengetahui bahwa ma’rifat inilah yang membuat syari’at memiliki maknanya yang lebih mendalam. Hakikat memberi nilai tambah bagi eksistensi syari’at. Sebenarnya, hakikat – meskipun tidak disadari oleh kebanyakan orang mu’min – adalah “titik pusat”, jika kita umpamakan dengan titik tengah lingkaran.

Syari’at memerintahkan untuk melaksanakan ibadah, sedangkan hakikat mengajarkan tentang penyaksian rubbubiyyah. Syari’at tanpa didukung oleh hakikat tidak akan diterima, begitu juga hakikat tanpa syari’at tidak akan berhasil dicapai. Syari’at diturunkan untuk mengatur makhluk, sedangkan hakikat memberitahu tentang “perbuatan” Allah Swt. Dengan syari’at, engkau menyembah-Nya dan dengan hakikat, engkau menyaksikan-Nya. Syari’at adalah melaksanakan apa yang Allah Swt perintahkan, sedangkan hakikat menyaksikan apa yang oleh Allah Swt telah ditentukan, disembunyikan dan dinampakkan. Saya pernah mendengar Syiekh Abu ‘Ali al-Daqaq berkata: “Bahwa perkataan iyyaka na’budu adalah manifestasi dari syari’at, sedangkan perkataan iyyaka nasta’in sebagai perwujudan dari hakikat. Ketahuilah bahwa syari’at juga merupakan hakikat, karena syari’at wajib ditaati oleh hakikat. Hakikat juga merupakan syari’at, karena semua ma’rifat tentang-Nya diwajibkan dalam syari’at. Lihat al-Risalah al-Qusyairiyah.

Namun demikian, “batin” tidak hanya hakikat semata tetapi juga mencakup jalan yang bisa membawa kepada hakikat tersebut, yakni tarekat yang bisa mengantarkan seseorang dari syari’at menuju hakikat. Jika kita kembali pada gambar simbolis yang berupa lingkaran dan titik pusatnya, maka tarekat bisa diumpamakan dengan garis yang menghubungkan tepi lingkaran dan titik pusatnya. Semua titik yang ada pada tepi lingkaran adalah awal permulaan garis. Garis-garis ini, yang tidak terbatas jumlahnya, semuanya berakhir pada satu titik pusat yang sama. Itulah tarekat, yang bisa berbeda-beda sesuai dengan perbedaan manusia, sehingga ada yang mengatakan bahwa “Jalan-jalan menuju Allah Swt itu sebanyak nafas anak Adam”.

Meskipun jalan-jalan itu berbeda satu sama lain, tetapi tujuannya adalah sama, yakni satu titik yang sama, hakikat yang sama. Perbedaan-perbedaan yang ada pada titik permulaannya, satu persatu mulai hilang. Pada saat seorang salik sampai pada tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi, maka hilanglah sifat-sifat kehambaannya (eksistensi dirinya) – yang pada dasarnya bagaikan penjara bgi ruhaninya. Dia mengalami fana’ atau kehilangan eksistensi dirinya. Yang ada sekarang adalah sifat-sifat rabbani dalam dirinya.

Tarekat dan hakikat adalah dua hal yang menandai tasawuf. Tidak ada madzhab tertentu dalam tasawuf, karena hakikat itu bersifat mutlak. Begitu juga tidak ada aliran tertentu dalam tarekat, karena semua jalan itu menuju pada satu hakikat mutlak, yakni tauhid yang satu. Perlu dicatat, bahwa seorang sufi tidak mungkin mengaku bahwa dirinya seorang sufi, kecuali dia seorang yang bodoh. Dengan mengaku sebagai seorang sufi justeru semakin jelas bahwa dirinya pada hakikatnya adalah bukan seorang sufi. Ini adalah suatu rahasia antara seorang sufi yang sebenarnya dengan Tuhannya. Seseorang hanya diperbolehkan untuk mengaku sebagai seorang mutashawwif, yang merupakan sebutan umum bagi seorang salik pada tingkatan apapun. Sebutan sufi dalam pengertian yang hakiki tidak bisa dilekatkan pada seseorang kecuali ia telah sampai pada tingkatan yang tertinggi.

Mengenai asal usul kata (الصوفي) telah terjadi berbagai perbedaan pendapat. Masing-masing mengemukakan argumentasinya, tetapi tidak ada yang lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya. Semuanya tidak bisa diterima. Sesungguhnya, kata (الصوفى) sebenarnya hanyalah sebutan simbolis saja. Jika kita ingin mengurai maknanya, maka sebaiknya kita berpegang pada “nilai bilangan” dari huruf-huruf penyusun kata tersebut. Yang jelas, bahwa nilai bilangan dari huruf-huruf pembentuk kata (الصوفى) sebanding dengan nilai bilangan dari huruf-huruf pembentuk kata (الحكيم الالهى). Oleh karena itu, seorang sufi sejati adalah seseorang yang telah sampai pada al-hikmah al-Ilahiyah (pengetahuan tertinggi tentang Tuhan). Dia lah yang al-‘arif billah (yang benar-benar mengetahui atau ma’rifat kepada Allah Swt), karena Allah Swt tidak bisa diketahui kecuali dengan al-hikmah al-Ilahiyah tersebut. Itulah pengetahuan tingkat tertinggi, ma’rifat hakiki atau pengetahuan sejati.

Dari uraian di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa tasawuf bukanlah sesuatu yang “ditempelkan” pada agama Islam. Tasawuf bukanlah sesuatu yang berasal dari luar Islam. Sebaliknya, tasawuf adalah bagian paling substantif dari agama Islam. Islam tanpa tasawuf akan menjadi kurang maknanya, yakni kurang dalam hal ketinggiannya, karena tasawuf berbicara tentang “titik pusat”. Oleh karena itu, adalah keliru, jika ada yang mengatakan bahwa tasawuf berasal dari tradisi di luar Islam, seperti Yunani, India maupun Persia. Pendapat-pendapat tersebut bertentangan dengan istilah tasawuf itu sendiri yang memiliki keterkaitan erat dengan bahasa Arab. Jika ada persamaan antara tasawuf dengan sesuatu yang menyerupainya dalam budaya atau tradisi lain, maka itu adalah hal yang wajar, dan tidak perlu dianggap bahwa tasawuf “meminjam” unsur non Islam. Hal ini karena, selama hakikat itu bersifat tunggal, maka substansi semua aqidah adalah satu juga, meskipun berbeda bentuk luarnya.

Kita tidak perlu memberikan perhatian yang lebih untuk mendiskusikan asal-usul kata tasawuf, yang ternyata terus berlanjut di kalangan sejarawan tasawuf, khususnya tentang kapan kepastiannya kata tasawuf itu mulai ada. Kadangkala sesuatu itu telah ada sebelum ia memiliki nama atau sebutan yang khusus untuknya. Adakalanya sesuatu itu telah ada dengan nama yang lain dan adakalanya juga sesuatu itu tidak perlu untuk dinamai. Oleh karena itu, penjelasan yang benar persoalan tersebut adalah sebagai berikut;

Sesungguhnya sunnah telah memberikan petunjuk yang sangat jelas bahwa syari’at dan hakikat bersumber langsung pada ajaran Rasulullah Saw, dan pada kenyataannya, semua tarekat yang benar berpegang teguh pada silsilah (mata rantai) yang terus bersambung sampai kepada Rasulullah Saw. Sesungguhnya tasawuf berasal dari Arab-Islam, sebagaimana dengan al-Qur’an – yang menjadi sumber langsung ajaran tasawuf – juga Arab-Islam. Jika tasawuf melandaskan ajaran-ajarannya pada al-Qur’an, maka bisa dipastikan bahwa tasawuf belum diketemukan sebelum al-Qur’an difahami, ditafsiri dan direnungkan. Dari al-Qur’an lah memancar sumber kebenaran atau hakikat yang pada kenyataannya adalah makna terdalam dri al-Qur’an itu sendiri. Pertama kali, al-Qur’an ditafsirkan dari tinjauan bahasa dan logika. Sedangkan tafsir al-Qur’an yang bersifat sufistik, yang merenungkan makna al-Qur’an secara mendalam dan komprehensip, membutukan waktu yang lama. Jika al-Qur’an adalah sumber syari’at dan hakikat, maka antara syari’at dan hakikat tidak ada pertentangan apapun. Bagaimana mungkin keduanya bisa bertentangan, sedangkan sumbernya adalah satu? Bagaimana terjadi pertentangan, sedangkan hakikat harus berdiri di atas syari’at?

TASAWUF DAN GUGURNYA KEWAJIBAN SYARI’AT

Oleh: Syeikh Abdul Halim Mahmud (Mantan Rektor al-Azhar Mesir)
Alih bahasa: Juru Angon

Kita sering menemukan adanya provokator dalam setiap bidang kehidupan, baik dalam bidang keagamaan, politik, keilmuan bahkan dalam bidang tasawuf itu sendiri. Tujuan para provokator tersebut sangat jelas, yakni memperoleh keuntungan materiil dengan jalan pintas. Agar agama, ilmu pengetahuan maupun tasawuf tidak menjadi suatu yang disalahfahami, maka kita perlu menjelaskan bagaimana para provokator menyembunyikan wajahnya.

Agama dan ilmu pengetahuan memiliki kebenaran dan karakteristiknya sendiri yang sangat jelas, sehingga bisa menjadi “alat ukur” untuk mengungkap berbagai kebohongan dan kebatilan yang telah dilontarkan oleh para pendusta. Begitu juga dengan tasawuf.
Kami kemukakan hal di atas, karena berkaitan dengan apa yang pernah kami dengar berkaitan dengan adanya bid’ah dlalalah (bid’ah yang sesat) yang telah meresap dalam sebagian hati orang-orang yang belum mendalami agama secara khusus dan tasawuf secara umum.

Bid’ah ini memandang bahwa seseorang yang telah sampai pada tingkatan ma’rifat tertentu, ia dibebaskan dari kewajiban syari’at, sehingga ia boleh meninggalkan shalat, zakat, haji dan lain-lain yang telah menjadi kewajiban seorang muslim.
Ironisnya, pandangan tersebut pertama kali dimunculkan oleh mereka yang menggeluti bidang hukum dan syari’at. Mereka mengaku bahwa dirinya telah sampai pada tingkat ma’rifat tasawuf yang tertinggi dan sampai pada satu kondisi yang menurut anggapan mereka sudah tidak diwajibkan lagi menjalankan kewajiban-kewajiban syari’at.

Ketika saya melacak sumber “ma’rifat” mereka, maka anda pasti akan sangat heran, karena sumber pengetahuan mereka tidak lain adalah ruh-ruh yang sengaja mereka hadirkan – yang menurut mereka – melalui perantaraan tubuh seseorang. Ruh-ruh tersebut memberikan informasi kepada mereka mengenai berbagai persoalan ghaib dan lain-lain.

Perbuatan bid’ah yang berupa “menghadirkan ruh” telah bgitu tersebar dan populer di kalangan mereka. Kegiatan tersebut telah menjadi “agama” mereka. Dalam pandangan mereka, informasi yang diberikan ruh tersebut mengalahkan kedudukan al-Qur’an dan Sunnah.

Lebih ironis lagi, mereka justeru mengaku sebagai pengamal ajaran tasawuf. Mereka menganggap diri mereka sebagai tokoh sufi, orang ‘arif dan orang yang memperoleh ilham. Bahkan ada yang sudah keterlaluan karena mengaku sebagai seorang wali. Ada juga yang mengaku sebagai seorang rasul. Bahkan ada yang berani mengaku bahwa dirinya adalah Isa (‘alaihi salam), kemudian ada juga yang mengaku sebagai Nabi Muhammad Saw.

Yang lebih keterlaluan lagi, ada yang bahwa “kemanusiaan” yang ada dalam dirinya telah lenyap dalam sekejap, kemudian mengaku kepada para pengikutnya bahwa “Tuhan telah menyatu dengan dirinya”. Semua pengakuan orang tersebut selalu diperkuat dan didukung oleh ruh yang dihadirkannya. Ruh tersebut selalu membenarkan apa yang dikatakan orang tersebut. Maha benar Allah Swt, karena Dia memberikan perumpamaan tentang orang yang berhubungan dengan jin dan berpaling dari jalan kebenaran.
“Dan ada beberapa orang laki-laki di antara manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan” Qs. Al-Jin; 6).

Mungkin anda akan bertanya: “Apakah ada hubungan antara menghadirkan ruh dengan tasawuf?” Jawaban ahli tasawuf tentang hal itu sangat jelas, bahwa antara menghadirkan ruh dengan tasawuf sama sekali tidak memiliki keterkaitan, justeru sebaliknya, keduanya saling bertentangan. Para ahli tasawuf menganggap bahwa menghadirkan ruh termasuk perbuatan pembodohan, karena hal itu sama saja dengan bekerja sama dengan jin dan syaitan. Allah Swt berfirman tentang hal itu.

“Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta” (Qs. Al-Syu’ara; 221-223).

Allah Swt juga berfirman: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk” (Qs. Al-Zuhruf; 36-37).

Tujuan tulisan kami di sini hanyalah untuk menjelaskan pandangan tasawuf tentang “gugurnya kewajiban-kewajiban syari’at”. Persoalan ini sering dianggap bukan sebagai sesuatu yang bid’ah (mengada-ada) oleh mereka yang mengaku sebagai orang sufi di era modern ini. Sesungguhnya, persoalan tersebut merupakan kesesatan yang telah ada sejak lama dan telah muncul di tengah-tengah masyarakat, kemudian dianggap sebagai salah satu dasar ajaran tasawuf. Suatu anggapan yang sangat keliru dan ditentang oleh tokoh-tokoh sufi yang sejati kapanpun dan di manapun mereka berada.

Yang pasti, jika ada beberapa problem atau permasalahan, maka yang menjadi rujukan dalam penyelesaiannya adalah mereka yang benar-benar menguasai bidang permasalahan tersebut. Oleh karena itu, ketika kami merujuk pada tokoh-tokoh tasawuf yang tidak lagi diragukan kredibilitasnya, baik mereka yang hidup di masa lalu maupun di era modern sekarang ini, semuanya sangat mengingkari dan menentang pendapat di atas. Mereka menganggap bahwa gagasan tentang “gugurnya kewajiban syari’at” merupakan gagasan atau pendapat yang menyesatkan, penuh kebohongan dan tidak sejalan dengan ajaran agama secara umum.Kami akan membicarakan tentang pendapat sebagian ahli tasawuf klasik mengenai persoalan tersebut.

Abu Yazid al-Busthami pernah berkata kepada salah seorang temannya: “Marilah kita sama-sama melihat seorang lelaki yang mengaku dirinya sebagai seorang wali” – dan dia memang dikenal ke-zuhud-annya. Kemudian, ketika laki-laki tadi keluar dari rumahnya dan memasuki masjid, dia membuang ludahnya ke arah kiblat. Melihat kejadian tersebut, Abu Yazid langsung bergegas meninggalkannya dan tidak memberi salam kepadanya, lalu beliau berkata: “Laki-laki tadi tidak bisa mengamalkan akhlaq Rasulullah Saw, bagaimana mungkin pengakuannya (sebagai seorang wali) bisa dipercaya?”

Abu Yazid al-Busthami juga pernah berkata: “Kalian jangan tertipu, jika kalian melihat seseorang yang memiliki karamah -meski dia bisa terbang di udara-, sampai kalian melihat bagaimana orang tersebut melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah Swt, menjaga dirinya dari hudud (hukum pidana Allah Swt) dan bagaimana dia melaksanakan syari’at Allah Swt.”

Sahl al-Tusturi mengatakan tentang pinsip-prinsip dasar tasawuf: “Dasar-dasar tasawuf itu adalah tujuh, yaitu berpegang teguh pada al-Qur’an; meneladani Sunnah Nabi Muhammad Saw; memakan makanan yang halal; menahan diri dari menyakiti (orang lain); menjauhi maksiyat; senantiasa bertaubat; dan memenuhi segala yang telah menjadi kewajibannya”.

Al-Junaid, seorang tokoh dan Imam para sufi, berkata – sebagaimana dikutip oleh al-Qusyairi: “Barang siapa yang tidak menghafal al-Qur’an dan tidak menulis hadits, maka janganlah ia mengikuti jalan tasawuf ini, karena ilmu kami ini berasal dari dalil-dalil al-Qur’an dan sunnah.” Beliau menambahkan: “Ilmu kami ini selalu diperkuat dengan hadits Rasulullah Saw”. Beliau juga berkata: “Pada dasarnya jalan tasawuf itu tertutup bagi semua orang, kecuali bagi mereka yang memilih jalan yang ditempuh Rasulullah Saw, mengikuti sunnahnya dan terus tetap berada di jalannya.”

Pernah ada seorang laki-laki yang menuturkan tentang ma’rifat di hadapan al-Junaid dengan berkata: “Ahli ma’rifat kepada Allah Swt akan sampai pada satu kondisi dimana ia bisa meninggalkan perbuatan baik apapun dan ber-taqarrub¬ kepada Allah Swt”. Mendengar perkataan orang tersebut, al-Junaid berkata: “Itulah pendapat sekelompok orang yang menyatakan tentang ‘gugurnya amal perbuatan’, dan hal ini, menurutku, merupakan suatu kesalahan atau dosa yang sangat besar. Bahkan orang yang mencuri dan bezina masih lebih baik keadaannya daripada orang yang mengatakan pendapat tersebut”.

Jika kita menengok pada Imam al-Ghazali, maka kita akan melihat bahwa beliau menyatakan pendapatnya dengan tegas, jelas dan kuat argumentasinya. “Ketahuilah, bahwa orang yang menempuh perjalanan menuju Allah Swt itu sangat sedikit jumlahnya, namun mereka yang mengaku-aku sangat banyak jumlahnya. Kami ingin anda mengetahui seorang salik yang sebenarnya, antara lain; semua amal perbuatannya yang bersifat ikhtiyari selalu selaras dengan aturan-aturan syari’at, baik keinginannya, aktualisasinya maupun performansinya. Karena tidak mungkin bisa menmpuh jalan tasawuf, kecuali setelah ia benar-benar menjalankan syari’at. Tidak ada orang yang akan sampai (pada tujuan tasawuf), kecuali mereka yang selalu mengamalkan amalan-amalan sunah. Oleh karena itu, bagaimana mungkin seseorang yang meremehkan kewajiban-kewajiban syari’at bisa sampai (pada tujuan tasawuf tersebut)?”

Jika anda bertanya: “Apakah kedudukan salik akan sampai pada suatu tingkatan di mana ia boleh meninggalkan sebagian yang menjadi kewajiban syari’atnya dan atau melakukan sebagian perbuatan yang dilarang oleh syari’at, sebagaimana pendapat sebagian syeikh yang menggampangkan persoalan tersebut?”

Jawabanku: “Ketahuilah, bahwa pendapat tersebut merupakan bentuk tipuan dan kebohongan yang nyata, karena orang-orang sufi sejati mengatakan: ‘Jika engkau melihat seseorang yang dapat terbang di atas udara dan berjalan di atas air tetapi dia melakukan satu hal yang bertentangan dengan syari’at, maka ketahuilah bahwa dia adalah syaitan’.”

Selanjutnya, kita sampai pada pendapat Abi Hasan al-Syadzali yang mengatakan: “Jika kasyf-mu bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah, maka berpeganglah kepada al-Qur’an dan Sunnah dan abaikanlah kasyf-mu itu, lalu katakan pada dirimu sendiri; sesungguhnya Allah Swt telah memberikan jaminan tentang kebenaran al-Qur’an dan Sunnah kepadaku, tetapi Allah Swt tidak memberikan jaminan kepadaku tentang kebenaran kasyf, ilham dan musyahadah kecuali setelah dikonfirmasikan dengan al-Qur’an dan Sunnah”.

Orang-orang sufi mengikuti semua petunjuk yang berupa nash al-Qur’an dan Sunnah, baik Sunnah qauliyah (perkataan Nabi) maupun Sunnah ‘amaliyah (perbuatan Nabi). Mereka pasti sangat menyadari akan kebenaran sejarah bahwa Rasulullah Saw adalah contoh ideal dalam segala hal hingga akhir hayatnya.

Itulah beberapa pendapat dari kalangan sufi klasik. Sebagai penutup, kami kutipkan sebuah hadits Nabi Muhammad Saw. Beliau pernah ditanya tentang sekelompok orang yang meninggalkan amal perbuatan atau kewajiban agama, tetapi mereka ber-husnu al-dzan (berprasangka baik) kepada Allah Swt. Rasulullah Saw menjawab: “Mereka itu bohong, kalau mereka itu berprasangka baik, tentu baik pula amal perbuatan mereka”. @@@

Categories: ARTIKEL KI JURU ANGON | 139 Komentar

HAKIKAT MANUSIA DALAM MENUJU ILLAHI BAB-4


“Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”

Assalamu’ alaikum Wr. Wb. Salam pamuji rahayu katur dulur-dulur semuanya

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, yang maha mengetahui seluruh rahasia tersembunyi dan dimana hati mukminin bergetar tatkala mendengar asma-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah pada penghulu sekalian Rasul, penyempurna risalah Ilahi beserta keluarganya.

Saya ucapkan banyak terima kasih atas partisipasi dulur-dulur aktivis Kampus Wong Alus di seluruh nusantara dalam kontribusinya pada syiar Islam di bidangnya masing-masing. Dan saya menghaturkan terima kepada para pini sesepuh atas wejangannya yang bermanfaat dalam menuju kehadirat Ilahy.

Monggo kita lanjutkan belajarnya tentang Hakikat Manusia Dalam Menuju Illahi Bab-4

Namun kita telah mencoba melakukan pembangkitan kesadaran yang lebih luas. Yaitu kesadaran dimana tubuh bukanlah apa yang kita lihat seperti ini. Tubuh adalah susunan inti materi yang setiap saat berubah dan berganti. Terbatasnya kesadaran bahwa badan bukan lagi sekedar tangan, kaki, kepala. Akan tetapi berubah meluas menjadi kesadaran universal, yaitu kesadaran yang tidak ada batas. Pada tingkat kesadaran ini kita agak bingung, yang mana sebenarnya wujud ini sebenarnya. Karena setelah ditelusuri secara rinci, bahwa badan yang tadinya disadari sebagai sosok laki-laki atau wanita yang punya rupa cantik dan gagah. Pelan-pelan terhapus oleh kesadaran yang lebih luas, yaitu kesadaran jagat raya atau disebut kesadaran makrokosmos. Bahwa wujud badan ini tidak lagi sesempit dulu, aku tidak lagi sebatas kepala, tangan, dan kaki saja. Akan tetapi badanku adalah angin yang bergerak, atom-atom yang bertebaran serta bergantian saling tukar dengan benda-benda yang lain, badanku adalah butiran-butiran zarrah yang saling mengikat, ya .. aku saling ikat dengan tumbuhan, binatang, bumi serta dengan angkasa yang maha luas. Badanku adalah jagad raya. Dimana kesadaran sudah berubah luas dan menjadi satu kesatuan dengan lingkugan kita. Kesadaran ini akan memudahkan mengidentifikasikan siapa diri sebenarnya. Setelah tahu esensi badan ini. Yaitu kesadaran hakiki yang menggerakkan dan mengatur alam semesta.

Dikatakan dalam Al qur’an : “Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan dengan perintah-Nya. Sesungguhnya dalam gejala-gejala itu terdapat ayat-ayat Allah -(atau tanda-tanda kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mempergunakan akal”. (QS An Nahl 12).

Sebenarnya di dalam ayat ini tercantum juga ungkapan bahwa Allah menunduk-kan dan mengatur kelakuan matahari, bintang dan bulan dengan perintah-Nya. Peraturan inilah yang diikuti oleh seluruh alam semesta (makrokosmos), bagaimana ia harus bertingkah laku. Ia juga disebut hukum alam, atau peraturan yang diikuti oleh alam.

Lebih jelas lagi bila kita baca ayat 11 surat Fushilat : “Kemudian Dia mengarah kepada langit yang masih berupa kabut lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi : “Silahkan kalian mengikuti perintah-Ku dengan suka hati atau dengan terpaksa”. Jawab mereka : “Kami mengikuti dengan suka hati”.

Ayat ini membuktikan bahwa alam taat mengikuti segala perintah dan peraturan sang pencipta. Dan peraturan yang telah ditetapkan Allah itu tidak berubah selamanya, seperti yang telah ditegaskan dalam ayat 23 surat Al Fath : Artinya : “Sebagai sunatullah (atau peraturan Allah) yang telah berlaku sejak dahulu, sekali-kali kamu tak akan menemukan perubahan bagi sunatullah (atau hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah) itu.

Apabila zat-zat, tubuh manusia dan benda-benda dalam alam sudah dipahami sebagai rangkaian kejadian-kejadian, serta menurut kemauan sunatullah. Maka sebenarnya atom-atom atau zarrah bergerak bukan atas kemauannya sendiri, akan tetapi ada sosok yang bukan dirinya.

Dimana atom-atom itu bergerak mengikuti kekuatan yang maha besar. Benda-benda kecil itu hanya patuh terhadap yang tidak bisa diperbandingkan dengan sesuatu. Wujud itu begitu absolut. Ternyata benda-benda ini mati. Akan tetapi ia bergerak dan dihidupkan oleh suatu kuasa yang maha besar. Itulah metakosmos yang hidup, yang perkasa, yang meliputi segala benda. Ialah Rabbul alamin…..

Pada kesadaran ini sebaiknya kita berhenti sejenak dan jangan dipahami dengan pemikiran yang berlarut-larut. Biarkan Allah yang akan menuntun hati dan pengetahuan tentang ilmu selanjutnya dengan tetap mematuhkan jiwa dan tubuh kita kehadirat Allah yang maha suci.

Apabila kita meluruskan pandangan jiwa dan tubuh kita terhadap perintah-perintah-Nya (Ad dien) serta menundukkan dan memasrahkan segala ketaatan. Tubuh ini akan taat seperti taatnya alam semesta tanpa kita rekayasa, ia akan hidup seperti hidupnya alam, serta ia akan teratur seperti teraturnya matahari serta planet-planet yang tidak berbenturan. Ia akan patuh seperti patuhnya malaikat.

Demikianlah justru menurut pikiran logis, bahwa adanya diri (mikrokosmos), dan alam semesta (makrokosmos), telah mengajak kesadaran untuk sampai kepada pembuktian adanya Allah yang maha ghaib (metakosmos).

Pada pembahasan kali ini, mungkin ada hal-hal yang menyulitkan pembaca memahami hakikat diri. Untuk itu maka selanjutnya saya akan mengajak poro kadang Kampus Wong Alus masuk ke dalam dunia yang lebih kongkrit, yaitu bagaimana melakukan dan memasuki dunia rohani dengan benar. Pada kesempatan berikutnya kalau saya masih di kasih umur panjang dan ada waktu akan saya untai praktek-prakteknya dan poro kadang Kampus Wong Alus bisa mengikuti dengan seksama. “Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah”

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya (kepada kita semua). Demikian Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari Kesalahan Atau Kekhilafan.

Billahi taufik wal hidayah . Wassalamu alaikum wr. Wb.

Ki Ageng JJ

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 41 Komentar

LAPORAN PENYALURAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA MERAPI


Alhamdulillah atas Ridho dan rahmat Allah Swt yg Maha Pengasih lagi Maha Penyayang shg acr KWA di Merapi dmudahkan dan dberi kelancaran tnp kekurangan sesuatu apapun.

Harapan kami smg acr sejenis ini dimasa yad dpt lbh meningkatkan keperdulian dan kebersamaan buat berbagi rasa sayang dan cinta kita kpd sesama. Tdk lupa kami smpkn ucapan trmksh jg doa kpd poro sedulur yg berkenan memberikan sumbangsih dalam berbagai bentuk support,semoga amal ibadah panjenengan smua mendapat ridho dan keberkahan dr Allah swt,shg lbh memberkahi dan lbh memantul dan terpancar kmbl dgn lbh agung,lbh manfaat dan terberkahkan dsepanjang wktnya. amin.

Dan tetap rasa hormat dan khidmat kami kpd yg belum berkesempatan berbagi kasih,trmksh atas sgenap doa dan supportnya kpd kami shg acr ini dpt terlaksana dgn baek tnp kekurangan sesuatu apapun,shg kami dpt plg dan berkumpul dgn segenap klrg dalam keadaan sehat tnp kekurangan sesuatu apapun. amin.

Kepada segenap sesepuh dan bolowongalus semua trmksh atas sgenap support,share dan masukannya slm ini kpd kami,shg acr ini dpt terealisasi. Dibawah ini akan kami smpkn laporan keuangan dan penggunaan dana scr transparan,bill dan nota sdh dsaksikan scr bersama2 diantara kami smua jd bs slg kroscek dan saling transparan. sbg wujud tanggung jawab diantara kt smua.

Dana + pulsa yg terkumpul adlh senilai lbh kurang 11.000.000 (sebelas juta):

Pembelian pakaian dalam…………………………….1.490.000 by bill
Bill I berisi :
snack pillus garuda,chickentomatobetter vanilla,nissin lovelly,taro snack,sun asi beras,garuda atom,balado sauce chilli,nestle bubur susu
senilai…………………………………………..2.585.159 by bill

Bill II berisi :
soklin,nuvo fam,sgm 1,2,3,lifebuoy shampoo……………4.228.965 by bill

Bill III berisi:
indomilk cair,better vanilla,softex,nestle bubur susu
senilai…………………………………………..2.390.286 by bill

Bill IV berisi :
hit aerosol,teh kotak,gulaku,you c,pocari sweat,mizone,roma sari gandum,minute maid…………………………………..174.607 by bill

Bill IV berisi :
kantong plastik……………………………………….5.000 by bill

kmdn pakaian pantas pakai sebanyak lbh krg 15 karung besar dan 10 kantong plastik dr sgenap poro sedulur.

Dana masuk + pulsa …………………….11.000.000
(sebelas juta rupiah)
Dana keluar……………………………10.874.000
(sepuluh juta delapan ratus tujuh puluh empat ribu rupiah)
Dana Lain lain……………………………125.983
(seratus dua puluh lima sembilan ratus delapan puluh tiga rupiah)
——————————————————————– –
sisa dana………………………………………..0 (enol)…..

CATATAN: da dana tambahan dr kwa jkt senilai 619rb, dana ini nnt akan dserahkan kpd kwa jogja ki sabdo langit u/dsalurkan kmbl.

Bersama dengan ini,brarti u/acr sosial di merapi sdh dinyatakan selesai dan dtutup di blog wongalus ini. bagi yg berniat menyalurkan kmbl bs melalui lembaga sosial ato lembaga independent yg laen. dmkn laporan yg kami smpkn harap menjadikan maklum adanya. trmksh yg tak terkira atas sgenap support dan atensinya.
Salam takzim.

Team Relawan blog Wongalus.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 29 Komentar

LAYANAN SOSIAL


@@@

JAJARAN PENGURUS KWA,
FOE-KWA, LITBANG KWA, SELURUH CABANG KWA DI INDONESIA
DAN
KELUARGA BESAR KWA

MENGUCAPKAN

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1431 H

SEMOGA PENGORBANAN KITA SEMUA
MENDAPAT RESTU, RAHMAT DAN RIDHO-NYA.
AMIN YA ROBBAL ALAMIN.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 43 Komentar

MERAPI TAK PERNAH INGKAR JANJI


Ki  SABDA LANGIT

Pada hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu secara berturut-turut kami menerima lagi sinyalemen tentang Merapi. Hari Selasa 9 Nov 2010 jam 14.30 wib, disampaikan oleh Ratu Gung Binatara dari tlatah kidul,”harus lebih hati-hati dan waspada, karena alamnya akan mengerikan, agar selamat semuanya sebaiknya nderek kersane Kang Murbeng Dumadi. Hari Kamis siang 11 Nov 2010, kami bersama para sedulur KampusWongalus yang semalaman sudah standby di rumah mempersiapkan barang-barang untuk membantu korban letusan Merapi, siang itu kami semua sedang berbelanja di mega-grosir Lotte Mart Maguwoharjo, untuk melengkapi barang-barang bantuan yang dibutuhkan terutama para balita dan anak-anak di lokasi pengungsian.

Dalam perjalanan antara mega-grosir menuju posko JEC yang berjarak sekitar 5 km, sepanjang jalan saya bersama istri mencium bau udang goreng yang sangat gurih baunya. Sementara AC dinyalakan dan pintu serta kaca kendaraan tertutup rapat. Di dalam kendaraan pun tak ada makanan matang yang berbau mirip udang goreng. Kami coba telpon ke rombongan sedulur-sedulur KWA di belakang kendaraan kami, ada Ki Bengawan Candhu, Ki Pandu, Mas Wawansleman, Mas Prabowo, Mas Filman, Mas Agus, Mas Setyo, Bang Jali, Mas AndraJogja, Mas Azizi, ternyata ada 3 atau 4 orang lainnya yang mencium bau yang sama sepanjang perjalanan. … SELANJUTNYA SILAHKAN KUNJUNGI http://sabdalangit.wordpress.com/2010/11/14/merapi-tak-pernah-ingkar-janji/#more-1593. @@@

Categories: KWA PEDULI SESAMA | 68 Komentar

PARA GURU ASMAK BASYMA


Salam damai Ki Wong Alus, Saya lampirkan daftar nama murid saya di KWA(Kampus Wong Alus) yang sudah bisa mewariskan AB(Asma Basyma) kepada orang lain di e-mail ini.

1.Erwansyah E
Alamat e-mail: erwansyah1985@yahoo.co.id

2.Dodik K.
e-mail address: dodikkuswanto@yahoo.co.id

3.Iwan S.
e-mail: core955x@gmail.com

4.Hendik H.
e-mail: hary9_hen@yahoo.com

5. Hasim H.
e-mail: samanera2@yahoo.com

6.Komang D.
doktrinaya@yahoo.com

7. Rendi S.
e-mail: rendisano@gmail.com

8. Aqa Mirza
e-mail: umar.arab59@gmail.com

9. Hendra S.
e-mail: hendra_stw@yahoo.com

Harap daftar nama para guru AB di atas dimuat di artikel KWA tentang “Asma Basyma”. Terimakasih. Namaste.. P. @@@

Categories: ASMA BASYMA SUNAN MURIA | 179 Komentar

PENGUMUMAN


Sedulur semua, jajaran manajemen Kampus Wong Alus (KWA) prihatin dengan blog yang secara sengaja mengambil keilmuan di KWA dan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Kami harap agar anda hati-hati, apalagi bila ingin mengamalkannya keilmuan di blog tersebut karena bila tidak diijazahkan oleh pengijazah asli maka akan berakibat fatal dan negatif bagi anda sendiri.

Salah satu contoh adalah amalan RDR: “INNA JAHARO HUJAHURA LIKA TABASSARUM LAKATABAN HUSAJIN HUSAJANI” disini tampak kesalahan fatal yaitu pada kata “HUJAHURA” yang tidak memiliki arti dan makna apapun juga.

Selanjutnya pada amalan RDR diblog tersebut konon perlu dibarengi puasa mutih 7 hari hari terakhir puasa pati geni. Padahal, RDR atau ASR TIDAK PERLU MENGGUNAKAN puasa pati geni dll. Ini semakin tampak bahwa pengijazahnya tidak menguasai ASR atau RDR.

Contoh selanjutnya adalah asmak “INNA QUWATIH FATAHAL MULKA FATAHAL MULKI INNA QUWATIH SAHADATAN SAHADATAIN NAKHTUHTUM JAUZUL JAHAR BI HUSAJIN HUSAJANI.” Ini asmak asli dari sesepuh KWA yang punya sanad (jalur/garis keilmuan) dan sumber yang jelas sehingga sangat kecil kemungkinannya dimiliki oleh orang lain, namun diblog sebelah dicomot begitu saja dengan rekayasa amalan puasa dll. Padahal ASMAK ini tanpa perlu puasa.

Raden Sancang Ungu Trah Siliwangi dan jajaran sesepuh KWA tidak akan menerima alasan apapun bila ilmu yang diijazahkan di KWA diakui tanpa ijin. Kami akan bertindak jika pengambil keilmuan di KWA sudah melampaui batas toleransi.

Selain itu, kami sampaikan bahwa Blog Kampus Wong Alus bukan sebagai sarana iklan/promosi sehingga dimohon untuk tidak memasukkan iklan di komentar-komentar blog ini dan kami melarang keras bagi siapapun juga untuk mengambil keilmuan di KWA dan diijazahkan ke pihak lain yang ujung-ujungnya untuk kepentingan komersial, bisnis atau motif-motif lain yang sifatnya untuk mengagungkan/membesarkan nama satu dua individu.

Perlu diketahui bahwa di KWA, ditradisikan bahwa mengagungkan/membesarkan nama satu dua individu sangat tidak etis karena tidak pada tempatnya seorang hamba yang berlumur dosa seperti kita ini diagung-agungkan namanya. Cukup Rasulullah SAW saja yang asmanya kita junjung. Di KWA, semua guru adalah murid. Semua bisa jadi guru dan semua bisa jadi murid sehingga prinsip saling asah asih dan asuh ini diutamakan dalam proses pembelajaran.

Terima kasih.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 356 Komentar

MACAM-MACAM SENGKOLO


Mukti Ali
pamukt1@yahoo.com

Macam-macam Sengkolo
Sengkolo bisa diartikan kesialan yg menghambat kehidupan seseorang, karna itu sengkolo hrs dibersihkan agar tidak menjadi hambatan dalam kehidupannya, minimal sesorang telah mendapatkan sugesti percaya diri bahwa tidak ada lagi kesulitan didalam menjalani kehidupannya.
Ritual buang sengkolo dapat dilakukan dengan cara Islam atau dengan cara kejawen yang intinya sama-sama mensugestikan dan mengarahkan seseorang agar berprilaku baik terhadap sesama dan berusaha menghindarkan sumpah serapah orang lain kepada diri kita.

Adapun Penyebab Sengkolo adalah :
1. Karna di kutuk Guru
2. Karna di kutuk Orang Tua
3. Orang yg dirampas haknya

Pada dasarnya ada 6 jenis sengkolo,
yaitu :
1. Sengkolo Rerewo Bodes :
mempunyai karakter penyakit yg sulit disembuhkan, andaikan sembuhpun akan muncul penyakit yg
lain, seumur hidup hanya bergelut dgn berbagai penyakit.

2. Sengkolo Caluring :
mempunyai karakter kesialan slalu jatuh rugi dalam stiap usaha yg dilakukan, dagang bangkrut, berter-
nak mati smua, bertani dimakan hama dan lain sebagainya.

3. Sengkolo Bahu Laweyan :
mempunyai karakter membunuh suami / istri / anak, seseorang yg memiliki sengkolo jenis ini sering –
meninggal, misalnya wanita dgn paras cantik terpaksa tdk ada yg brani menikahinya disebabkan sdh
beberapa org yg menikahinya berakhir dgn kematian dipihak lelaki.

4. Sengkolo Cangkring :
mempunyai karakter membunuh seperti pd jenis sengkolo diatas.

5. Sengkolo Kebo Kemali :
mempunyai karakter kesulitan utk mendptkan pasangan hidup/jodoh misalnya seorang wanita yg ber –
wajah cantik hrs patah hati krn setiap lelaki yg mendekatinya akan
membatalkan niatnya utk mempersuntingnya.

6. Sengkolo Patek Jangkar :
sengkolo yg timbul krn salah berlatih ilmu kebatinan, resikonya bisa stress atau gila.

Membuang sengkolo dilakukan dengan cara Ruwatan yg terbagi men jadi 3 Ruwatan, yaitu : Ruwatan Sengkolo, Ruwatan Trikolo dan Ruwatan Murwokolo.
Ruwatan Sengkolo dgn syarat2 yg sederhana, antara lain Ubo Rampenya :
– 7 helai rambut, potongan kuku tangan, Darah ayam putih mulus, Uang minimal Rp. 1000.-
Kain mori putih 2 meter dan 2 meter utk bungkusnya, Kembang telon 3 bungkus, Air dari 7 sumber mata
air atau dari air 7 masjid tua.

Utk Ruwatan Trikolo dan Ruwatan Murwokolo membutuhkan ubo rampe yg lengkap barangkali dari sesepuh ada yg ingin menambahkan penjelasannya. Matur sembah nuwun ki wong alus hanya sedikit pembabaran tentang sengkolo dari sy yang masih byk belajar dari poro sesepuh. Nuwun. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 56 Komentar

TAWADHU


Didik Mulyono
mr_sengkreng242@yahoo.com

Assalaamualaikum wr…wb…kepada kangmas Wongalus..poro sepuh lan pini sepuh,Izinkan,saya sedikit memberikan setitik ilmu yang pernah saya dapat dari sebuah kitab yang saya pelajari.Dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua pada umumnya dan pada saya pada khususnya,agar kita kembali pada titah kita sebagai mahluk Alloh yang kamil..amin.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Salah satu tanda kebahagiaan dan kesuksesan adalah tatkala seorang hamba semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap tawadhu’ dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya. Setiap kali bertambah usianya maka semakin berkuranglah ketamakan nafsunya. Setiap kali bertambah hartanya maka bertambahlah kedermawanan dan kemauannya untuk membantu sesama. Dan setiap kali bertambah tinggi kedudukan dan posisinya maka semakin dekat pula dia dengan manusia dan berusaha untuk menunaikan berbagai kebutuhan mereka serta bersikap rendah hati kepada mereka.”

Beliau melanjutkan, “Dan tanda kebinasaan yaitu tatkala semakin bertambah ilmunya maka bertambahlah kesombongan dan kecongkakannya. Dan setiap kali bertambah amalnya maka bertambahlah keangkuhannya, dia semakin meremehkan manusia dan terlalu bersangka baik kepada dirinya sendiri. Semakin bertambah umurnya maka bertambahlah ketamakannya. Setiap kali bertambah banyak hartanya maka dia semakin pelit dan tidak mau membantu sesama. Dan setiap kali meningkat kedudukan dan derajatnya maka bertambahlah kesombongan dan kecongkakan dirinya. Ini semua adalah ujian dan cobaan dari Allah untuk menguji hamba-hamba-Nya. Sehingga akan berbahagialah sebagian kelompok, dan sebagian kelompok yang lain akan binasa. Begitu pula halnya dengan kemuliaan-kemuliaan yang ada seperti kekuasaan, pemerintahan, dan harta benda. Allah ta’ala menceritakan ucapan Sulaiman tatkala melihat singgasana Ratu Balqis sudah berada di sisinya (yang artinya), “Ini adalah karunia dari Rabb-ku untuk menguji diriku. Apakah aku bisa bersyukur ataukah justru kufur.” (QS. An Naml : 40).”

Kembali beliau memaparkan, “Maka pada hakekatnya berbagai kenikmatan itu adalah cobaan dan ujian dari Allah yang dengan hal itu akan tampak bukti syukur orang yang pandai berterima kasih dengan bukti kekufuran dari orang yang suka mengingkari nikmat. Sebagaimana halnya berbagai bentuk musibah juga menjadi cobaan yang ditimpakan dari-Nya Yang Maha Suci. Itu artinya Allah menguji dengan berbagai bentuk kenikmatan, sebagaimana Allah juga menguji manusia dengan berbagai musibah yang menimpanya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Adapun manusia, apabila Rabbnya mengujinya dengan memuliakan kedudukannya dan mencurahkan nikmat (dunia) kepadanya maka dia pun mengatakan, ‘Rabbku telah memuliakan diriku.’ Dan apabila Rabbnya mengujinya dengan menyempitkan rezkinya ia pun berkata, ‘Rabbku telah menghinakan aku.’ Sekali-kali bukanlah demikian…” (QS. Al Fajr : 15-17). Artinya tidaklah setiap orang yang Aku lapangkan (rezkinya) dan Aku muliakan kedudukan (dunia)-nya serta Kucurahkan nikmat (duniawi) kepadanya adalah pasti orang yang Aku muliakan di sisi-Ku. Dan tidaklah setiap orang yang Aku sempitkan rezkinya dan Aku timpakan musibah kepadanya itu berarti Aku menghinakan dirinya.” (Al Fawa’id, hal. 149).

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 86 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.