SUMPAH BUDAYA II


Situasi mental sosial-budaya bangsa semakin memprihatinkan dan harus segera dicarikan jalan keluarnya. Juga harus ada langkah raksasa agar ada keperdulian dari semua elemen bangsa untuk memelihara dan menjaga budaya nusantara tidak sekedar parsial namun dalam scope nasional secara komprehensif. Perlu pula dilakukan semacam revitalisasi budaya bangsa dengan visi menjadi bangsa Indonesia yang berkarakter (mempunyai jati diri), bermartabat dan terhormat.

Apa pentingnya budaya ?
Budaya merupakan seperangkat nilai yang tak bisa dianggap remeh. Karena kebudayaan merupakan nilai-nilai luhur sebagai hasil adanya interaksi manusia dengan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya yang telah terbangun sejak ribuan tahun silam. Nilai-nilai luhur yang telah menjiwai sebuah bangsa dan masyarakat. Sehingga kebudayaan sangat mewarnai sekaligus memberi karakter pada jiwa suatu bangsa (volkgeist). Budaya menjadi cerminan nilai kejiwaan yang merasuk ke dalam setiap celah kesadaran dan aktivitas hidup manusia atau.

Oleh sebab itu, sistem budaya sangat berpengaruh ke dalam pola pikir (mind-set) setiap individu manusia. Budaya berkonotasi positif sebagai buah dari budi daya manusia dalam menjalani kehidupan dan meretas kreatifitas hidup yang setinggi-tingginya. Maka budaya pun bisa dikatakan nilai-nilai kearifan dan kebijaksanaan suatu masyarakat atau bangsa yang lahir sebagai hikmah (implikasi positif) dari pengalaman hidup selama ribuan tahun lamanya. Adanya budaya juga membedakan mana binatang mana pula manusia. Manusia tidak disebut binatang karena pada dasarnya memiliki kebudayaan yang terangkum dalam sistem sosial, plitik, ekonomi dan kesadaran spiritualnya. Setuju atau tidak setuju, kenyataannya budaya sangat erat kaitannya dengan moralitas suatu bangsa.

Lantas seperti apakah karakter budaya kita bangsa Indonesia ? Bangsa yang tidak berbudaya maksudnya untuk merujuk suatu bangsa yang sudah bobrok moralitas dan hilang jati dirinya. Budaya kita telah lama mengalami stagnasi kalau tidak boleh disebut kemunduran. Tanda-tandanya tampak terutama dalam pemujaan berlebihan di kalangan masyarakat luas terhadap hal-hal yang bersifat fisik dan material yang datangnya dari luar nusantara. Oleh karena itu, mutlak segera dibahas dan dipecahkan bersama-sama. Kita perlu menyadari bahwa banyaknya persoalan yang dihadapi bangsa ini sangat kompleks menyangkut kehidupan sosial, ekonomi, politik dan lainnya. Namun harus digarisbawahi kalau bidang-bidang tersebut sangat terkait dengan krisis yang berlaku di lapangan kebudayaan.

Kita mengakui budaya bangsa warisan leluhur kita sangat adiluhung. Namun kenapa perhatian semua pihak terhadap budaya bangsa semakin lama semakin rendah? Bangsa ini seakan menjadi bangsa yang tanpa budaya, dan perlahan dan pasti suatu saat nanti bangsa ini pasti lupa akan budayanya sendiri. Situasi ini menunjukan betapa krisis budaya telah melanda negeri ini. Rendahnya perhatian pemerintah untuk menguri-uri budaya bangsanya, menunjukan minimnya pula kepedulian atas masa depan budaya. Yang semestinya budaya senantiasa dilestarikan dan diberdayakan. Muara dari kondisi di atas adalah bangkrutnya tatanan moralitas bangsa. Kebangkrutan moralitas bangsa karena masyarakat telah kehilangan jati dirinya sebagai bangsa besar nusantara yang sesungguhnya memiliki “software” canggih dan lebih dari sekedar “modern”. Itulah “neraka” kehidupan yang sungguh nyata dihadapi oleh generasi penerus bangsa. Kebangkrutan moralitas bangsa dapat kita lihat dalam berbagai elemen kehidupan bangsa besar ini. Rusak dan hilangnya jutaan hektar lahan hutan di berbagai belahan negeri ini. Korupsi, kolusi, nepotisme, hukum yang bobrok dan pilih kasih. Pembunuhan, perampokan, pencurian, pemerkosaan, asusial, permesuman, penipuan dan sekian banyaknya tindak kejahatan dan kriminal dilakukan oleh masyarakat maupun para pejabat. Bahkan oleh para penjaga moral bangsa itu sendiri.

Undang Undang Dasar Negara RI tahun 1945 (UUD 1945) Pasal 32 ayat (1) dinyatakan, “Negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasa masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai–nilai budayanya”. Sudah sangat jelas konstitusi menugaskan kepada penyelenggara negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Ini berarti negara berkewajiban memberi ruang, waktu, sarana, dan institusi untuk memajukan budaya nasional dari mana pun budaya itu berasal.

Amanah konstitusi itu, tidak direspon secara penuh oleh pemerintah. Bangsa yang sudah merdeka 65 tahun ini masalah budaya kepengurusannya “dititipkan” kepada institusi yang lain. Pada masa yang lampau pengembangan budaya dititipkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, kini Budaya berada dalam satu atap dengan Pariwisata, yakni Departemen Pariwisata dan Budaya. Dari titik ini saja telah ada kejelasan, bagaimana penyelenggara negara menyikapi budaya nasional itu. Budaya nasional hanya dijadikan pelengkap penderita saja.

Kita ingat beberapa saat yang lalu kejadian yang menyita perhatian yaitu klaim oleh negara Malaysia terhadap produk budaya bangsa Indonesia yang diklaim sebagai budaya negara Jiran tersebut, antara lain lagu Rasa Sayange, Batik, Reog Ponorogo, Tari Bali, dan masih banyak lainnya. Apakah kejadian seperti ini akan dibiarkan terus berulang?

Seharusnya peristiwa tragis tersebut dapat menjadi martir kesadaran dan tanggungjawab yang ada di atas setiap pundak para generasi bangsa yang masih mengakui kewarganegaraan Indonesia. Negara atau pemerintah Indonesia semestinya berkomitmen untuk mengembangkan kebudayaan nasional sekaligus melindungi aset-aset budaya bangsa, agar budaya Indonesia yang dikenal sebagai budaya adi luhung, tidak tenggelam dalam arus materialistis dan semangat hedonisme yang kini sedang melanda dunia secara global. Sudah saatnya negara mempunyai strategi dan politik kebudayaan yang berorientasi pada penguatan dan pengukuhan budaya nasional sebagai budaya bangsa Indonesia.
Sebagai bangsa yang merasa besar, kita harus meyakini bahwa para leluhur telah mewariskan pusaka kepada bangsa ini dengan keanekaragaman budaya yang bernilai tinggi. Warisan adi luhung itu tidak cukup bila hanya berhenti pada tontonan dan hanya dianggap sebagai warisan yang teronggok dalam musium, dan buku buku sejarah saja. Bangsa ini mestinya mempunyai kemampuan memberikan nilai nilai budaya sebagai aset bangsa yang mesti terjaga kelestarian agar harkat martabat sebagai bangsa yang berbudaya luhur tetap dapat dipertahankan sepanjang masa.

Dalam situasi global, interaksi budaya lintas negara dengan mudah terjadi. Budaya bangsa Indonesia dengan mudah dinikmati, dipelajari, dipertunjukan, dan ditemukan di negara lain. Dengan demikian, maka proses lintas budaya dan silang budaya yang terjadi harus dijaga agar tidak melarutkan nilai nilai luhur bangsa Indonesia. Bangsa ini harus mengakui, selama ini pendidikan formal hanya memberi ruang yang sangat sempit terhadap pengenalan budaya, baik budaya lokal maupun nasional. Budaya sebagai materi pendidikan baru taraf kognitif, peserta didik diajari nama-nama budaya nasional, lokal, bentuk tarian, nyanyian daerah, berbagai adat di berbagai daerah, tanpa memahami makna budaya itu secara utuh. Sudah saatnya, peserta didik, dan masyarakat pada umumnya diberi ruang dan waktu serta sarana untuk berpartisipasi dalam pelestarian, dan pengembangan budaya di daerahnya. Sehingga nilai-nilai budaya tidak hanya dipahami sebagai tontonan dalam berbagai festival budaya, acara seremonial, maupun tontonan dalam media elektronik.

Masyarakat, sesungguhnya adalah pemilik budaya itu. Masyarakatlah yang lebih memahami bagaimana mempertahankan dan melestarikan budayanya. Sehingga budaya akan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pemeliharaan budaya oleh masyarakat, maka klaim-klaim oleh negara lain dengan mudah akan terpatahkan. Filter terhadap budaya asing pun juga dengan aman bisa dilakukan. Pada gilirannya krisis moral pun akan terhindarkan. Sudah saatnya, pemerintah pusat dan daerah secara terbuka memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam upaya penguatan budaya nasional.

Dengan dasar di atas, kami bagian dari elemen bangsa ini bersumpah untuk:

(1) IKUT SERTA MEMELIHARA WARISAN BUDAYA BANGSA (NATIONAL HERITAGE).
(2) MENDESAK KEPADA PEMERINTAH UNTUK SERIUS MEMPERHATIKAN PEMBANGUNAN BUDAYA DAN MENSOSIALISASIKANNYA DI DUNIA PENDIDIKAN.
(3) MENGELUARKAN KEBIJAKAN YANG MENDUKUNG LESTARINYA NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DAN NASIONAL YANG POSITIF DAN KONSTRUKTIF.
(4) MENYARING BUDAYA ASING YANG MASUK MELALUI AKTUALISASI BUDAYA.
(5)) MENGGALANG SEMUA POTENSI BUDAYA YANG ADA MELALUI “MANAJEMEN BUDAYA” TATA KELOLA KEBUDAYAAN YANG BAIK DAN BENAR (GOOD CULTURAL MANAGEMENT/ GOOD CULTURAL GOVERNANCE).

TERTANDA

KI SABDALANGIT, http://www.sabdalangit.wordpress.com
MAS KUMITIR, http://www.alangalangkumitir.wordpress.com
KI WONG ALUS, http://www.wongalus.wordpress.com
Remagelung Junti, http://www.Remagelungjunti.com
Wongfaqir, http://arifhamidkembara.blogspot.com
Jarwo jeporo…………
…………………………..
…………………………..

Bagi saudara sebangsa dan setanah air, silahkan bergabung dan sebarkan sumpah budaya ini dengan mengcopy paste, ditempel di blog anda dan mengisi nama anda dibawah Sumpah Budaya ini. Demikian pernyataan kami. Terima kasih. Asah asih asuh.

Categories: SUMPAH BUDAYA 2009 | 74 Komentar

MEMUDAHKAN SKRIPSI(ilmu copas)


risang mukti
risang.mukti@gmail.com

Assalamu alaikum kepada ki wongalus, pengelola blog, para sesepuh dan pembaca yang saya hormati. Sebelum membahas amalan memudahkan skripsi(ilmu copas).Saya mengajak berdiskusi kepada para sesepuh dan para pembaca tentang maraknya ilmu2 rahasia yang sekarang ini bermunculan entah itu sekedar copas dari kitab dari blog atau dari perkataan para guru. Secara pribadi saya berpendapat hal itu boleh2 saja.Namun ada suatu hal yang perlu kita cermati dan diskusikan bersama tentang KULAKAN ILMU GAIB yg sudah marak dari beberapa tahun yang lalu.

Apa yang saya maksud KULAKAN ILMU GAIB?.Maksud saya orang yang banyak menumpuk wacana ke ilmuan tanpa diamalkan lebih dahulu lalu ditularkan bahkan di ijazahkan kepada pihak lain.Misal sy berguru kpd seseorang lalu saya diberi puluhan amalan dari guru tsb.Belum sy amalkan sudah saya beberkan ke orang lain atau si A.Lalu si A tanpa mengamalkan pula membeberkan kepada si B.Begitu seterusnya sehingga seolah2 wacana sebuah keilmuan hanyalah wacana kosong tanpa pengamalan. Pengijazah seperti yg saya sebutkan tadi kurang bisa dipertanggung jawabkan ijazahnya.Karena disaat si murid menemui kegagalan dia tidak bisa membimbing muridnya/orang yg di ijazahi.Begitu juga ilmu2 hikmah yang diambil dari kitab2 hikmah karangan ulama tempo dulu.Tidak semuanya bisa dibenarkan.Kenapa begitu?Karena kondisi ruhaniyah si pengarang kitab dg kondisi pengamal kitab jauh berbeda.

Contoh dlm suatu kitab disebutkan siapa yang mendawawkan ayat kursi 1000x selama 40hr akan tersingkap hijabnya/atau terbuka mata batinya.Tapi apakah tiap orang islam yg melakukan itu akan tersingkap hijabnya tanpa menata kondisi ruhaninya?Untuk kasus semacam itu menurut saya sebelum mengamalkan isi kitab tsb kita tahu riwayat hidup penulis kitab dan kita berusaha mentauladani perilaku beliau. Jaman sekarang yang terjadi adalah dapat wejangan dari guru yg berdasar kitab hikmah padahal si guru jg belum punya pengalaman tentang wedaran kitab tsb. Lalu diajarkan kpd murid 1. Si murid 1 pun blm dapat pengalaman lalu diwedarkan ke murid level dibawahnya. Maka nanti yang terjadi si pengamal ilmu seterusnya seolah tidak mendapat khasiat yg diharapkan.

Contoh ada seorang mengamalkan amalan yg telah di istiqomahkan bertahun2 dg harapan mendapat pertolöngan alloh melalui wasilah amalanya namun yg diharapkan tak kunjung datang juga. Kalau mendapat keluhan semacam itu dari saudara saya langsung menjawab tinggalkanlah amalanmu gantilah amalan yg lain yg lebih cocok. Banyak para sepuh bilang agar amalan dilakukan semata2 karena alloh tapi hal itu tdk mudah dalam hati kecil kebanyakan terselih harapan. Apa tidak boleh mengharap kpd alloh lewat suatu amalan? Boleh2 saja namun agar harapanya terkabul sbg manusia biasa tentu ada kuncinya. Kalau memakai kunci yang satu tidak cocok kenapa tidak mencoba kunci yang lain?.

Kesimpulanya ilmu diambil dari manapun copas sana copas sini sah saja namun ada baiknya sebelum kita mengijazahkan kita telah mempunyai pengalaman ttng ilmu itu shg bila ada orang baru belajar dan menemui kendala kita bisa mengarahkan dg jelas.Itu wacana pribadi saya silahkan didiskusikan bersama saling tanya jawab dg baik antara kita. Saya juga copas amalan dari blog alhamdulillah bnyk berguna bg adik2 mahasiswa yg skripsinya dipersulit para dosen. Apalagi bagi mahasiswi kalau tdk kuat keimanan akan hilang kohormatanya demi mencapai skripsi.

Inilah amalan copasnya:cari minyak alkausar 3gram.Lalu bacakan aliklas 11x ke minyak lalu tiupkan.Campurkan minyak td ke seember air.Lalu campuran minyak dan air tadi bc kan aliklas 9x.Berdoalah agar diberi kemudahan alloh.cara mandi tiap mengguyurkan tahan nafas dalam hati membaca yaa fatah yaa rohman ‘indal hisap. Malamnya wirid dg persiapan buhur sulthon. Kertas ukuran 8×12 cm tulisi kertas td nama dosen dan kotanya. Perapian unt membakar buhur/bisa pakai arang.Ditengah malam bakarlah buhur sulthonya dulu jg siapkan smua alat td.Dalam keadaan suci pegang kertas yg ditulisi nama dosen td asapi diatas bakaran buhur sambil terus diasapi lakukan wirid sa’altuka bil ismil mu’adhomi qodruhu biajin ahujin jalla jalyuta
jalljalat 77x.Syamkhohirin syamhahirin 100X. Kalau sudah selesai usapkan kertas td ke sajadah /lantai 3x. Dalam blog tsb diterangkan bs unt meruwat namu saya belum berani mengatakan bgt harus dicermati dulu scr seksama. Demikian semoga bisa menjadi wacana bagi kita semua. Mohon maaf bila ada kata yg tidak berkenan. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 71 Komentar

HIZIB MATIIN


KI RISANG
ki.risang@yahoo.co.id

ASSALAMUALAIKUM. Saya ingin berbagi ilmu yg saya miliki sebagai penambah wawasan dan pembendaharaan ilmu kita,, semata-mata menambah ridho alloh atas ilmu2 nyang penuh rahmatbagi sadulur2 semua dan keluarga besar KWA.

BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM.
A’UDZUBILLAHI MINASY SYAITHONIR ROJIM.LA YUHIBBULLAHUL JAHRO BISSU-I MINAL QOULI ILLA MAN ZHULIM.WA KANALLAHU SAMI’AN ‘ALIMA.(HAA-MIIM 7 X) HUMMAL AMRU WAJA-ANNASHRU FA’ALAINA LA YUNSHORUN.HAA MIIM AIIN SIIN QOOF HIMAYATUNA MIMMA NAKHOFU KAM MIN FIATIN QOLILATIN GHOLABAT FIATAN KATSIROTAN BI IDZNILLAH NAS-ALUKA BIHAQQI WAQUL JA-AL HAQQU WA ZAHAQOL BATHILU INNAL BATHILA KANA ZAHUQO.QOLA MUSA MA JI’TUM BIHISSIHRU.INNALLAHA SAYUBTHILUHU INNALLAHA LA YUSHLIHU ‘AMALAL MUFSIDIN (YA ALLAH 3 X) (YA QOHHAR 3 X) (YA JABBAR 3 X) INNAKA ‘ALA KULLI SYAY-IN QODIR.ALLAHUMMA INNA NAS-ALUKA WANASTAHFIZHUKA WANASTAUDI’UKA ADYANANA WA ABDANANA WA ANFUSANA WA AMWALANA WA AHLANA WA AULADANA WA KULLA SYAY-IN A’THOITANA.ALLAHUMMAJ’ALNA WA IYYAHUM FI KANAFIKA WA AMANIKA WA ‘IYADZIKA WA JIWARIKA MIN KULLI SYAITHONIM MARID WA JABBARIN ‘ANID,WA DZI ‘AININ WA DZI BAGHYIN WA DZI HASADIN WA DZI SIHRIN WAMIN SYARRI KULLI DZI SYARRIN INNAKA ‘ALA KULLI SYAY-IN QODIR.(ALLAHUMMA JAMMILNA BIL ‘AFIYATI WASSALAMAH 3X) ALLAHUMMAHFAZHNA WA IYYAHUM MIN SYARRI KULLI DZI SYARRIN WAMIN KULLI MAY YURIDUNI BISU-IN.ALLAHUMMA SADDA ‘ANHUM MASALIKAHUM WATHBA’ ‘ALA QULUBIHIM WA SAM’IHIM WA ABSHORIHIM WAKHFINI ‘ANHUM INNAKA TAF’ALU MA TASYA-U TURID.YA ALLAH ISTAJIB LANA BIHAQQISMIKAL KARIMIL ‘AZHIMI WABIHAQQI KALIMATILLAHIT TAMMATI WABIHAQQI SAYYIDINA MUHAMMADIN SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM WALA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIM.ALLAHUMMAHJUBNI MIN JAMI’I ASHNAFIL JINNI WA ANWA’IHA WA AJNASIHA BIKALIMATIT TAMMATIL MUBAROKATI WABISMIKAL ‘AZHIMIL A’ZHOMIL MUBAJJALIL MU’AZH-ZHOMIL MUKARROMI HIJABAN MANI’AN SAQFUHU MIDADU NURISMIKAL HAYYIL QOYYUMI HITHONUHU SALAMUN QOULAM MIRROBBIR ROHIM.DA-IROTUHU LAHU MU’AQQIBATUM MIM BAINI YADAIHI WA MIN KHOLFIHI YAHFAZHUNAHU MIN AMRILLAH.WALLAHU MIW WARO-IHIM MUHITHUM BAL HUWA QUR-ANUM MAJIDUN FI LAUHIM MAHFUZH.ALLAHUMMAHFAZHNI MIN FAUQI WAMIN TAHTI WAMIN AMAMI WAMIN KHOLFI WA ‘AN YAMINI WA ‘AN SYIMALI BIMA HAFIZHTA BIHIDZ DZIKRO INNAKA ‘ALA KULLI SYAY-IN QODIR.WABIL IJABATI JADIR.WASHOLLAHU ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ‘ALA ALIHI WA SHOHBIHI WASALLAM.

Khasiat hizib ini untuk mengusir dan menaklukkan syetan atau jin yg masuk pada manusia.

Caranya : di bacakan pada orang yg kemasukan atau kesurupan itu atau di bacakan pada air yg bersih kemudian di minumkan dan di usapkan pada mukanya orang itu.insya allah,syetan dan jin itu akan menyingkir dan takluk.atau hizib ini untuk menjaga diri supaya tidak kena oleh teluh atau guna-guna dan sihir serta untuk menolak santet atau berbagai macam senjata musuh zhohir bathin.dan di jaga dari semua kejahatan makhluk,itu semua juga tidak akan mempan dan akan kembali pada dirinya sendiri.atau hizib ini di bacakan pada anak yg suka menangis karena kesandingan jin atau syetan,insya allah akan sembuh.dan untuk mengobati semua penyakit serta untuk menghasilkan semua urusan dunia akhirat. @#@

Categories: HIZIB MATIIN | 76 Komentar

DO’A BASMALLAH


Ustadz Arifin
ustadz_arifin@yahoo.com

Assalamualaikum wr wb untuk anggota KWA tercinta saya akan membagi sedikit ilmu saya, dan semoga ki bengawan candu memperkenankan saya untuk mengijazahkan pada sdulor KWA tercinta,

Saya akan memperkenalkan sedikit tentang DOA BASMALLAH:
“BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAAHIIM” kelihatanya sebuah kalimat yang ringkas tapi di dalam nya terdapat arti yang sangat dalam, doa ini termasuk tahap rendah yaitu hanya untuk memenuhi hajat, bagi yang mempunyai hajat silahkan mengamalkan doa ini, doa ini adalah amalan yang pertama saya dapat dari kyai arif pada saat di pondok. Berikut doanya:

“BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM. ALLAAHUMMA INNII AS ALUKA BI FADLI BISMILLAAHIRRAHMAANIRAHIIM, WA BI HAQQI BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM, WA BH HAIBATI BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM, WA BI MANZILATI BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM, IRFA’ QADRII, WA YASSIR AMRI, WASYRAH SHADRII, YAA MAN HUWA KAAF HAA YAA ‘AIN SHAAD, KHAAM MIIM SIIN ‘AIM QAAF, ALIF LAAAM MIIM, ALIF LAAAM MIIM SHAAD, ALIF LAAAM MIIM RAA, KHAAM MIIM, ALLAAHULAAILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUM, BI SIRRIL HAIBATI WALQUDRATI WA BI SIRRIL JABARUUTI WAL ‘ADZAMATI , IJ’ALNII MIN ‘IBAADIKAL MUTTAQIIN, WA AHLI THAA’ATIKAL MUHIBBIIN, WA SHALLALLAAHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADHN WA ‘ALAA AALIHI WA SHAHBIHI WA SALLAM”

Bagi orang yang ingin tercapai hajatnya,amalkanlah doa tsb. Misal : saudara ingin mempunyai ilmu kebal,berdoalah setelah sholat hajat dan sesudah membaca do’a tsb 71x
setelah 3 hari akan kebal secra otomatis, umumnya setelah mengamalkan biasanya saudara akan di temui seorang bersorban dan berpakaian baju putih di mimpi dan akan di sebuah amalan yang anda maksud. Smoga bermanfaat

WASSALAMUALAHKUM WR WB. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 26 Komentar

ILMU PUKAU SEMULA JADI (SUKU PEDALAMAN TALANG MAMAK)RIAU


rajaryzalkelayang@yahoo.com

Berpuluh tahun sdh ane menggunakn kalimat pukau/gendam semula jadi ini, tak elok rasanya jika ane hanya menyimpannya sendiri. Ilmu pukau jenis ini sangat ampuh utk membentuk pemuda indonesia menjadi pialang bisnis dan wirausahawan walau negativenya jika di gunakan utk kejahatan maka akan menimbulkan kejahatan gendam yang sangat lama bahkan mampu membuat korban menangis hiba se hibanya memberikan hartanya sampai habis di badan…..

Tetapi nilai baiknya beserta ke untungnnya sangat banyak sekali jika di gunakn untuk positive dibanding jika di gunakan utk kejahatn. Alhamdulillah selama ane gunakan dirantau selalu mangkus tidak pernah gagal sekalipun. Bahkn dengan pukau jenis ini ane pernah mendapatkn proyek pembangunan pelabuhan kapal laut batam centre dari seorang pebisnis Singapore.

Ilmu pukau ini ane dapatkan dari kepala suku pedalaman Talang Mamak Inderagiri Hulu Riau waktu ane berumur 14 tahun dan kebetulan beliau adalah kakek ane sendiri pewaris tunggal ilmu kuno pedalaman talang mamak Raja Kerajaan Inderagiri yang masih tersisa hingga sekarang beliau bermukim di tengah hutan rimba pedalaman Riau dan ada yg meyakini beliau salah satu dari ketua manusia harimau sumatra krn tdk memiliki cekukan/parit di bawah hidung(mungkin hanya mitos tp biarknlah…hehe).

Berawal saat ane sering beliau bawa ke pondoknya(tapi ini pondok sangat besar terbuat dari kayu kulim dan berbentuk istana inderagiri besar dn nyaman relifnya seperti candi borobudur). Nah di sana ane sering sekali melihat beliau menangkap ikan hanya dengan menyebut 3 kalimat lalu ikan tsb menjadi sangat jinak dan lemah lalu belaiu tangkap dengan tangan, jadi tdk pernah selama bertemu beliau ane melihat dia membunuh hewan atau ikan utk menangkapnya. Selalu hanya dengan menyanyikan 3 kalimat maka jinak dan menurutlah hewan atau ikan tsb…

Nah suatu mlm pd tanggal 13 bulan February tahun 1994 beliau memanggil dan memberikan 3 kalimat pukau tersebut kepada ane, beliau bilang melihat ane akan merantau jauh maka dengan berat hati ilmu pukau tsb harus diberikn pada ane agar pewaris raja Inderagiri tdk mati atau kesusahan di rantau nan jauh….Nah utk memenuhi permintaan saudara saudara di KWA kemaren pada ane tentang ilmu semula jadi penarik rezeki setelah ane tulis ilmu kebal dari NTT kemaren maka ane ikhlaskan dah kalimat semula jadi ini utk dikuasai orang luar inderagiri.

(penjelasan asli asal muasal kalimat ini, langsung dari kitab ilmu Samula Jadi Melayu Tuo yg di pegang kakek ane tsb)…Berpisahlah adam hawa 99 thn dan saat bertemu moyang hawa tertimbun dalam goa di tanah thursina,lalu datuk adam meminta pd ALLAH utk di bukakn pintu goa yg tertutup sebnyk 3 lapis,lalu ALLAH berucap dgn 3 kalimat yg di tirukn jg oleh datuk adam….maka terbukalah pintu goa dan bertemulah moyang kita datuk adam dn nenek hawa…..nah 3 kalimat itulah yg di jadikn ilmu pukau semula jadi td….utk agar td kepeleset lg ni ane beberkan 3 kalimat pukau tsb….

KAJAMAH KATA BUMI
KASIBUN KATA LANGIT
SINTI RUHUM KATA ALLAH

Mntuk mangkusnya silahkan di baca 999x selama 9 mlm di luar rumah dengan arah pandangan ke langit setelah itu pd malam terakhir pakailah tudung kepala/kain sapu tangan yg di letakkan di atas kepala selama membacanya stlh selesai membaca besok siang hanyutkan kain tersebut ke sungai saat melepaskan sapu tangn di air sungai ucapkn kalimat ini

“ASSALLAMUALIKUM DATUK RAJA BUJANG YG MERAJA DI HUTAN RIMBA,KABUL ALLAH KABUL AKU…BERKAT PENGHULUKU NABI MUHHAMMAD.”

Setelah itu silahkan d gunakan/test…..kalau ane dulu testnya mencuri anak harimau dn induk harimaunya tetap saja diam, ada jg waktu di singapore ane test tampar orang di jalan stlh orang tsb menoleh dgn marahnya tiba2 setelah melihat ane tu orang hiba sehiba2nya malah ngajak ane makan dn kasih duit…huahauaa….

Agar ilmu pukau ini tdk di gunakn utk kejahatn kuncinya ane pegang dan silahkn sms ane minta kuncinya…07617811235 @@@

Categories: ILMU PUKAU SEMULA JADI | 626 Komentar

TEKNIK GROUNDING (untuk menyelaraskan energi dalam tubuh)


tanpamantra@yahoo.com

Menanggapi adanya sdr kita yang mengamalkan suatu dzikir yang mengalami keluhan adanya hawa panas pada tubuh, pusing atau yang lainnya. Hal ini disebabkan adanya pengaksesan energi illahi berlebihan akibat suatu amalan dzikir. Pada dasarnya suatu amalan itu cocok bagi siapa saja, mengingat semua ilmu itu milik Allah. Menurut sesepuh yg berpengalaman, bahwa energi yg terserap hasil dzikir seharusnya terasa dingin bukan panas dan tidak menimbulkan keluhan.
Keluhan seperti itu terjadi karena persiapan wadag (tubuh eterik) kurang siap. Hal ini terjadi karena pe-dzikir tidak bisa memprediksi power (energi illahi) yang terserap hasil dzikir yang di lafalkan/amalkan. Sebenarnya rasa panas, pusing, gemetar atau yang lainya itu, akibat dari pembakaran energi negatif dalam tubuh eterik oleh energi ilahi secara besar-besaran dan terus menerus. Jika terjadi pembakaran yang berlebihan terus menerus bisa berakibat fatal. Bisa merusak syaraf-syaraf tubuh atau bahkan mampu membakar otak. Dalam tradisi pembangkitan KUNDALINI, kasus seperti ini dinamakan KUNDALINI SYNDROM. Tradisi TAO menyebut energi YIN dan YANG tidak seimbang. Terlalu banyak menyerap energi YANG sehingga terjadi keluhan seperti di atas.

Untuk mengatasi keluhan semacam ini biasanya para praktisi Yoga/Tao melakukan teknik GROUNDING untuk menyerap energi dingin/YIN dari Bumi. Adapun Grounding di sini saya akan menyajikan 2 variasi yang pertama teknik meditasi sedangkan yang kedua cara Islami yang saya ambil dari hasil googling yaitu saran dari sesepuh Raden Mahesa di forum supranatural sebelah.

Grounding Teknik Meditasi

1. Duduk di kursi/bersila
bagi yg duduk dikursi telapak kaki harus menyentuh lantai
2. Pejamkan mata
3. Punggung harus tegak lurus
5. Gulung lidah ke atas menyentuh langit2 mulut
5.a. Bagi yg duduk di kursi posisi tangan mengelantung kebawah lurus di samping tubuh, kedua telapak tangan menghadap ke bawah/bumi
b. Bagi yg duduk bersila posisi tangan sama dg (a) atau bisa ditempel di lantai
6. Hirup napas secara halus sebanyak 3 hitungan
7. Tahan napas kemudian Kerutkan otot lingkar anus-tahan beberapa saat-kendurkan. Lakukan sebanyak 3x/5x/7x/9x.
8.a. Bagi yang duduk di kursi Visualisasikan bahwa anda bernapas melalui telapak kaki dan telapak tangan.
Tarik napas perlahan, tahan sebentar, keluarkan.
b. Bagi yang duduk bersila
Visualisasikan bahwa anda bernapas melalui tulang ekor dan telapak tangan.
Tarik napas perlahan, tahan sebentar, keluarkan.
9. No 8.a dan b lakukan sampai anda merasa energi dingin (bumi/yin) masuk melalui gerbang energi/cakra di atas.
10. Jika energi sudah terasa menjalar ketubuh melalui cakra-cakra tersebut anda sudah boleh bernapas biasa tapi tetap vokus pada energi yang terserap/masuk ketubuh.
11. Biarkan energi mengalir dengan sendirinya jangan diatur.
12. Setelah anda sudah merasa cukup anda bisa mengakhiri meditasi ini.

Cara kedua (cara Islami)

Baca Sholawat thibbil qulub/sholawat syifa sebanyak 11x
“Allohumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dhawaa ihaa wa ‘aafiyatil abdhaani wa syifa ihaa wa nuuril abshoori wa dhliyaa ihaa wa ‘alaa aa-lihi wa shokhbihii wa shalim”

Sholawat ini berfungsi utk penyembuhan dan menetralisir amalan yang berhawa panas.

Untuk penulisan arabnya monggo para sesepuh memberikan pencerahan pada saudara yang lain karena bahasa arab saya gak bagus.

Terima Kasih
Patra Mantra

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 50 Komentar

SUMPAH BUDAYA II


Situasi mental sosial-budaya bangsa semakin memprihatinkan dan harus segera dicarikan jalan keluarnya. Juga harus ada langkah raksasa agar ada keperdulian dari semua elemen bangsa untuk memelihara dan menjaga budaya nusantara tidak sekedar parsial namun dalam scope nasional secara komprehensif. Perlu pula dilakukan semacam revitalisasi budaya bangsa dengan visi menjadi bangsa Indonesia yang berkarakter (mempunyai jati diri), bermartabat dan terhormat.

Apa pentingnya budaya ?
Budaya merupakan seperangkat nilai yang tak bisa dianggap remeh. Karena kebudayaan merupakan nilai-nilai luhur sebagai hasil adanya interaksi manusia dengan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya yang telah terbangun sejak ribuan tahun silam. Nilai-nilai luhur yang telah menjiwai sebuah bangsa dan masyarakat. Sehingga kebudayaan sangat mewarnai sekaligus memberi karakter pada jiwa suatu bangsa (volkgeist). Budaya menjadi cerminan nilai kejiwaan yang merasuk ke dalam setiap celah kesadaran dan aktivitas hidup manusia atau.

Oleh sebab itu, sistem budaya sangat berpengaruh ke dalam pola pikir (mind-set) setiap individu manusia. Budaya berkonotasi positif sebagai buah dari budi daya manusia dalam menjalani kehidupan dan meretas kreatifitas hidup yang setinggi-tingginya. Maka budaya pun bisa dikatakan nilai-nilai kearifan dan kebijaksanaan suatu masyarakat atau bangsa yang lahir sebagai hikmah (implikasi positif) dari pengalaman hidup selama ribuan tahun lamanya. Adanya budaya juga membedakan mana binatang mana pula manusia. Manusia tidak disebut binatang karena pada dasarnya memiliki kebudayaan yang terangkum dalam sistem sosial, plitik, ekonomi dan kesadaran spiritualnya. Setuju atau tidak setuju, kenyataannya budaya sangat erat kaitannya dengan moralitas suatu bangsa.

Lantas seperti apakah karakter budaya kita bangsa Indonesia ? Bangsa yang tidak berbudaya maksudnya untuk merujuk suatu bangsa yang sudah bobrok moralitas dan hilang jati dirinya. Budaya kita telah lama mengalami stagnasi kalau tidak boleh disebut kemunduran. Tanda-tandanya tampak terutama dalam pemujaan berlebihan di kalangan masyarakat luas terhadap hal-hal yang bersifat fisik dan material yang datangnya dari luar nusantara. Oleh karena itu, mutlak segera dibahas dan dipecahkan bersama-sama. Kita perlu menyadari bahwa banyaknya persoalan yang dihadapi bangsa ini sangat kompleks menyangkut kehidupan sosial, ekonomi, politik dan lainnya. Namun harus digarisbawahi kalau bidang-bidang tersebut sangat terkait dengan krisis yang berlaku di lapangan kebudayaan.

Kita mengakui budaya bangsa warisan leluhur kita sangat adiluhung. Namun kenapa perhatian semua pihak terhadap budaya bangsa semakin lama semakin rendah? Bangsa ini seakan menjadi bangsa yang tanpa budaya, dan perlahan dan pasti suatu saat nanti bangsa ini pasti lupa akan budayanya sendiri. Situasi ini menunjukan betapa krisis budaya telah melanda negeri ini. Rendahnya perhatian pemerintah untuk menguri-uri budaya bangsanya, menunjukan minimnya pula kepedulian atas masa depan budaya. Yang semestinya budaya senantiasa dilestarikan dan diberdayakan. Muara dari kondisi di atas adalah bangkrutnya tatanan moralitas bangsa. Kebangkrutan moralitas bangsa karena masyarakat telah kehilangan jati dirinya sebagai bangsa besar nusantara yang sesungguhnya memiliki “software” canggih dan lebih dari sekedar “modern”. Itulah “neraka” kehidupan yang sungguh nyata dihadapi oleh generasi penerus bangsa. Kebangkrutan moralitas bangsa dapat kita lihat dalam berbagai elemen kehidupan bangsa besar ini. Rusak dan hilangnya jutaan hektar lahan hutan di berbagai belahan negeri ini. Korupsi, kolusi, nepotisme, hukum yang bobrok dan pilih kasih. Pembunuhan, perampokan, pencurian, pemerkosaan, asusial, permesuman, penipuan dan sekian banyaknya tindak kejahatan dan kriminal dilakukan oleh masyarakat maupun para pejabat. Bahkan oleh para penjaga moral bangsa itu sendiri.

Undang Undang Dasar Negara RI tahun 1945 (UUD 1945) Pasal 32 ayat (1) dinyatakan, “Negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasa masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai–nilai budayanya”. Sudah sangat jelas konstitusi menugaskan kepada penyelenggara negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Ini berarti negara berkewajiban memberi ruang, waktu, sarana, dan institusi untuk memajukan budaya nasional dari mana pun budaya itu berasal.

Amanah konstitusi itu, tidak direspon secara penuh oleh pemerintah. Bangsa yang sudah merdeka 65 tahun ini masalah budaya kepengurusannya “dititipkan” kepada institusi yang lain. Pada masa yang lampau pengembangan budaya dititipkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, kini Budaya berada dalam satu atap dengan Pariwisata, yakni Departemen Pariwisata dan Budaya. Dari titik ini saja telah ada kejelasan, bagaimana penyelenggara negara menyikapi budaya nasional itu. Budaya nasional hanya dijadikan pelengkap penderita saja.

Kita ingat beberapa saat yang lalu kejadian yang menyita perhatian yaitu klaim oleh negara Malaysia terhadap produk budaya bangsa Indonesia yang diklaim sebagai budaya negara Jiran tersebut, antara lain lagu Rasa Sayange, Batik, Reog Ponorogo, Tari Bali, dan masih banyak lainnya. Apakah kejadian seperti ini akan dibiarkan terus berulang?

Seharusnya peristiwa tragis tersebut dapat menjadi martir kesadaran dan tanggungjawab yang ada di atas setiap pundak para generasi bangsa yang masih mengakui kewarganegaraan Indonesia. Negara atau pemerintah Indonesia semestinya berkomitmen untuk mengembangkan kebudayaan nasional sekaligus melindungi aset-aset budaya bangsa, agar budaya Indonesia yang dikenal sebagai budaya adi luhung, tidak tenggelam dalam arus materialistis dan semangat hedonisme yang kini sedang melanda dunia secara global. Sudah saatnya negara mempunyai strategi dan politik kebudayaan yang berorientasi pada penguatan dan pengukuhan budaya nasional sebagai budaya bangsa Indonesia.
Sebagai bangsa yang merasa besar, kita harus meyakini bahwa para leluhur telah mewariskan pusaka kepada bangsa ini dengan keanekaragaman budaya yang bernilai tinggi. Warisan adi luhung itu tidak cukup bila hanya berhenti pada tontonan dan hanya dianggap sebagai warisan yang teronggok dalam musium, dan buku buku sejarah saja. Bangsa ini mestinya mempunyai kemampuan memberikan nilai nilai budaya sebagai aset bangsa yang mesti terjaga kelestarian agar harkat martabat sebagai bangsa yang berbudaya luhur tetap dapat dipertahankan sepanjang masa.

Dalam situasi global, interaksi budaya lintas negara dengan mudah terjadi. Budaya bangsa Indonesia dengan mudah dinikmati, dipelajari, dipertunjukan, dan ditemukan di negara lain. Dengan demikian, maka proses lintas budaya dan silang budaya yang terjadi harus dijaga agar tidak melarutkan nilai nilai luhur bangsa Indonesia. Bangsa ini harus mengakui, selama ini pendidikan formal hanya memberi ruang yang sangat sempit terhadap pengenalan budaya, baik budaya lokal maupun nasional. Budaya sebagai materi pendidikan baru taraf kognitif, peserta didik diajari nama-nama budaya nasional, lokal, bentuk tarian, nyanyian daerah, berbagai adat di berbagai daerah, tanpa memahami makna budaya itu secara utuh. Sudah saatnya, peserta didik, dan masyarakat pada umumnya diberi ruang dan waktu serta sarana untuk berpartisipasi dalam pelestarian, dan pengembangan budaya di daerahnya. Sehingga nilai-nilai budaya tidak hanya dipahami sebagai tontonan dalam berbagai festival budaya, acara seremonial, maupun tontonan dalam media elektronik.

Masyarakat, sesungguhnya adalah pemilik budaya itu. Masyarakatlah yang lebih memahami bagaimana mempertahankan dan melestarikan budayanya. Sehingga budaya akan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pemeliharaan budaya oleh masyarakat, maka klaim-klaim oleh negara lain dengan mudah akan terpatahkan. Filter terhadap budaya asing pun juga dengan aman bisa dilakukan. Pada gilirannya krisis moral pun akan terhindarkan. Sudah saatnya, pemerintah pusat dan daerah secara terbuka memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam upaya penguatan budaya nasional.

Dengan dasar di atas, kami bagian dari elemen bangsa ini bersumpah untuk:
(1) IKUT SERTA MEMELIHARA WARISAN BUDAYA BANGSA (NATIONAL HERITAGE).
(2) MENDESAK KEPADA PEMERINTAH UNTUK SERIUS MEMPERHATIKAN PEMBANGUNAN BUDAYA DAN MENSOSIALISASIKANNYA DI DUNIA PENDIDIKAN.
(3) MENGELUARKAN KEBIJAKAN YANG MENDUKUNG LESTARINYA NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DAN NASIONAL YANG POSITIF DAN KONSTRUKTIF.
(4) MENYARING BUDAYA ASING YANG MASUK MELALUI AKTUALISASI BUDAYA.
(5)) MENGGALANG SEMUA POTENSI BUDAYA YANG ADA MELALUI “MANAJEMEN BUDAYA” TATA KELOLA KEBUDAYAAN YANG BAIK DAN BENAR (GOOD CULTURAL MANAGEMENT/ GOOD CULTURAL GOVERNANCE).

TERTANDA
KI SABDALANGIT, http://www.sabdalangit.wordpress.com
MAS KUMITIR, http://www.alangalangkumitir.wordpress.com
KI WONG ALUS, http://www.wongalus.wordpress.com

Bagi saudara sebangsa dan setanah air, silahkan bergabung dan sebarkan sumpah budaya ini dengan mengcopy paste dan mengisi nama anda dibawah Sumpah Budaya ini. Demikian pernyataan kami. Terima kasih. Asah asih asuh.

Categories: SUMPAH BUDAYA 2009 | 48 Komentar

MOHON BANTUANNYA,KAMI SANGAT MEBUTUHKAN


asswrwb….dear…bolowongalus semua,dan sgenap sesepuh dan pini sepuh dimanapun semua berada ada saudara kita yg mebutuhkan bantuan dari poro sedulur. siapa tau ini mjd berkah dan rahmat bagi mrk dr uluran tangan dan doa kita. dan mjd ladang amal dan keberkahan bagi kt smua.

Ini dari klrg AGUS SUPARMAN DLINGO BANTUL. Anak Kami menderita sakit TUMOR GANAS dan dirawat di RSUP SARDJITO sedangkan kami tdk mampu membiayainya,kami dr klrg tdk mampu. mohon bantuannya,kami sangat membutuhkannya. Karena anak Kami tsbt akan di operasi,kami dr klrg tdk mampu dan tdk mempunyai jaminan apapun. Kami sangat kesulitan u/nenbiayai rumah sakit. Kami sangat mengharapkn alternatif PENYEMBUHAN DAN PERTOLONGAN bagi kesembuhan putra Kami. Besar harapan Kami mendapat uluran tangan dari para Bapak/ibu. Atas perhatian dan bantuannya Kami sekeluarga mengucapkan trmksh.
data :
Nama Anak :
Tomi bantul 28 nov 2002/8 tahun
Nama Ayah :
d.a Ngliseng banjar harjo 2 muntuk dlingo bantul

Nama Ibu Wartiyah
d.a ngliseng Banjar harjo 2 muntuk dlingo bantul.

pekerjaan :
Buruh tidak tetap.

Demikian setitik harap dr sms yg beliau kirimkan ke segenap team litbang Kwa. smg ini mendapat solusi,pemecahan yg mampu meringankan beban mereka. Sebagai wadah sosial kemasyarakatn mrk mengetuk pintu hati panjenengan smua u/berbagi dan berbelas kasihan. semoga ini menjadi pencerahan tersendiri bagi kita. monggo dtindak lanjuti. nuwun.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tags: | 92 Komentar

Diproteksi: DAFTAR ANGGOTA KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS DISELURUH DUNIA (9)


Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

Categories: >DAFTAR ANGGOTA K.W.A | Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar.

ASMA’ SUNGE RAJEH (versi lain)


KI IBLIS
Iblis8880@yahoo.com

Tawassul kpd Allah: SALAAMUN ‘ALALLOH SUBKHANAKALLOH ALFATIHAH ILA FI DZATILLAH ALLAH ALLAH ALLAH LAHUMUL FATIHAH (baca Alfatihah 9x buat laki2, 11x buat wanita)

tawassul kpd malaikat:
SALAAMUN ‘ALAL MALAAIKAH ALFATIHAH ILAL MALAAIKAH (sbt nama malaikatnya) baca Alfatehah 7x lalu YA NUUR 33x

tawassul kpd Nabi Muhammad SAW:
SALAAMUN ALAIKA YA HABIBI SOLAATU WASSALAM YAA ROSULULLOH ALFATIHAH ILA RUH WA NUR MUHAMMAD ROSULILLAHI LAHUMUL FATIHAH (baca Alfatihah 5x)

Sanad :

Alloh s.w.t
Malaikat Jibril
Rosululloh
Nabiyulloh khidir.
Tawasul Pada :
Alloh s.w.t
Malaikat Jibril
Rosululloh
Nabiyulloh khidir
Ibu dan Bapak
Ruh dan Nur tubuh sendiri.

Amalan wiridnya :

THOO HAA…..QUWWATAMBILLAH…
THOO SIIN MIIM….QUWWATIMBILLAH…
THOO SIIN….QUWWATUMBILLAH….
ALLOHA….HA….HA….WUJUUDALLOH….

Cara mengamalkan :
amalkan selama 33 hari pada selesai sholat tahajjud pada jam 00:00.
Posisi menghadap kiblat seperti sedang tafakur.
Dibaca pelan-pelan , di hayati, diresapi.
Istiqomah dan ikhlas kan mencari ridho Alloh s.w.t.
Tiupkan 7x pada segelas air, lalu minum.
Khasiatnya. Anda rasakan sendiri setelah 33 hari kemudian.
Asma ini asli dari nabi khidir.
Tolong gunakan sebagaimana mestinya. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 347 Komentar

PEMBENTUKAN KWA JATIM


–mbah sareb–

PENGUMUMAN !
buat poro sedulur boloalus di jawa timur.sehubungan dengan rencana
Pembentukan korwil jawa timur.maka saya umumkan pada hari minggu tanggal 21 november 2010 kita adakan pertemuan.

tempat : rumah saya,desa gempol sampurno RT02/RW04 porong sidoarjo. jawa timur
waktu : pukul 10 pagi. wib

saya mengharapkan kehadiran poro sedulur semua agar korwil jawa timur dapat segera terbentuk.

Nb: untuk para sedulur yg datang menggunakan kendaraan umum baik dari malang atau surabaya turun di pertigaan porong lalu telp saya nanti saya jemput. acara ini adalah murni acara silaturahmi dengan agenda pembahasan rencana pembentukan korwil jawa timur.
trima kasih.

KONFIRMASI: 1. MBAH SYAREB – SIDOARJO – 08883426447
2. ZEUS – MALANG – 081803830714

YANG BERKENAN HADIR

1.MBAH SAREB-sidoarjo
2.ZEUZ-malang
3.CAKJI-surabaya
4. Wong Alus – Sidoarjo
5. Mas Kumitir – Sidoarjo

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 129 Komentar

NGILMUN KHIDIR


Agung KS
masagungks@gmail.com

Bismillahirohmanirrohim, Assalamu’alaikum wr wb. Ijinkan saya yang dhoif ini berbagi pengetahuan dan pengalaman yang tak berharga ini,sebagai bahan pertimbangan dan gambaran dalam mengamalkan ilmu. Maka sebelumnya saya haturkan sembah bakti dan mohon restu serta ijinnya, untuk memposting pengalaman ini.
Dalam tradisi keluarga kami ini disebut Ngilmun Khidir, apakah ini juga termasuk Asma’ Rajeh saya tidak tau, yang jelas Ngilmun Khidir ini ada tiga tingkat dan SAYA TIDAK TAU APA KEGUNAANNYA karena Orang Tua saya hanya mengatakan untuk melanggengkan / melestarikan Ngilmun Khidir ini, hanya tingkat dua yang ada cerita eyang Buyut Kibekal Wasih yang bisa memegang petir (gluduk) dimasukan ke “wuwu” kranjang kecil dari bambu untuk tempat ikan saat memancing. Adapun tiga tinggat Ngilmun Khidir itu:
1. Wit Ngilmun Khidir
2. Ngilmun Khidir Sinoca
3. Ngilmun Ratuning Khidir
Disini akan saya ceritakan tentang Wit Ngilmun Khidir. Namun sebelumnya jika ada kesalahan kata, penggambaran serta dianggap lancang saya mohon bimbingan serta kearifan dari poro pinih sepuh. Jika Sedulur minat untuk melakoninya, karena ini elmu yang bernasab waris dari garis ibu, maka sebelum melakoni Ngilmun Khidir ini hendaknya memohon ampunan kepada Ibu ( kedua Orang Tua ) kalau perlu sujud di kakinya (memohon dengan sungguh-sungguh) dan mohon restunya.
Pantangan:
1. Jangan meninggalkan solat jumat berjamaah
2. Menghindari Mo Limo
3. Tidak Boleh menampar, kalo terpaksa lebih baik memukul (mengepal)
4. Ujub & takabur
5. Jalankan Syareat dengan kuat
Sebelum saya menerima Ngilmun Khidir ini oleh Ibu saya disuruh nglakoni puasa sunnah 21 hari dan melanggengkan setiap solat Magrib (setelah doa) sebelum merubah posisi duduk baca QS. Yassin 1x, tapi di ayat 58 baca 11x untuk diri sendiri serta untuk ibu bapak, saudara yang telah meninggal, yang masih hidup juga muslim semua masing-masing 1; jadi 16x. Dan ba’da solat Isya’ baca QS. Al – Baqoroh. Serta setiap solat 5 waktu rokaat pertama setelah Al – Fatihah baca Alam Nasyroh / Al – Insyiroh, roka’at selanjutnya terserah kebiasaan.
Terus terang saya tidak tau apakah ini syarat mutlak untuk menguasai Ngilmun Khidir ini atau hanya untuk mengasah kesiapan dan ke – imanan batin saya.
Ini Sanad Wit Ngilmun Khidir
1. Kanjeng Nabi Khidir
2. Syekh Nurjati
3. Syekh Hindu Haji
4. Syekh Muji/Muja
5. Syekh Assufi
6. Buyut Ki Bekal Wasih
7. Mbah Kuwu Surodinato
8. Ibu Fatimah
9. Syekh Warsih Mangkurogo
10. Buyut Ahmad Kawangsih Nyukmorogo
11. Ibu Maddiri Ayuningrum
12. Saya
13. RA. Az Zahra Ikharry Nadien Ramadhanie

Ini bacaan Wit Ngilmun Khidir

Allohumma ya’sir ayal ma’sudati
Allohumma Fa’man ayal mambudahu
Inna Quwwati nakabannata Qita banata
Inna Quwwati nakatahtah Qitabanata
Inna Quwwati nakatabannata Qina nataba

Penyelarasan yang saya jalani waktu itu: Mencari Pertemuan Dua Sungai ( Saya di Sungai Watubelah ) yang airnya jernih dan mengalir, Ambil air wudu dengan Niat:

Bismillahirochmanirochim
Nawaitu robngal hadasi suharota wal kabirota Lillahi ta’ala
La ilaa ha illalloh Muhammadar rosululloh.

Lalu duduk sila di atas batu di tengah sungai menghadap arah aliran sungai (waktu itu alirannya pas menghadap kiblat). Pejamkan mata baca:
1. Ta’awud 1x
2. Basmallah 21x
3. Alfatihah 7x
4. Al Ikhlas Al Falaq An Nas 1x
5. Syahadatain 3x
6. Ijin dalam hati kepada penghuni sungai untuk melakukan penyelarasan dan jangan mengganggu (sesuaikan bahasa setempat)
7. Sholawat 3x
8. Assalamu’alaika ya ahlul (sambil menepuk permukaan air 3x)
Setelah selesai prosesi ijin kemudian lakukan Solat Tasbih 4rokaat, Solat Taubat 2 rokaat, Solat Mutlak 2 rokaat, Solat Witir 1 rokaat. Lalu lanjutkan membaca:
0. Tawasul kepada Kanjeng Nabi Muhammad, Kanjeng Nabi Khidir, Syekh Nurjati, Syekh Abdul Qodir Aljailani, Syekh Hindu Haji Minangka Kigede Gamel, Syekh Syarif Hidaytulloh, Sunan Kalijogo, Mbah Kuwu Cirebon, Syekh Muji, Syekh Asufi, Malikat papat, Buyut Kibekal Wasih, Mbah Kuwu Surodinato, Mbo’ Fatimah, Syekh Warsih Mangkurogo, Buyut Ahmad Kawangsih Nyukmorogo…( kalo perlu yang lain silahkan tambahkan)

1. Istighfar (astagfirullohal adzim) 313x
2. Subchanalloh walchamdulillah wala ilaha illalloh wallohu akbar wala chawla wala quwwata illa billahil ‘aliyil ‘adlim 313x
3. La ilaha illallohu wachdahu la syarikalahu Lahulmulku walahulhamdu wayuchyi wayumitu wahuwa ala kulli syay’in Qodir 313x
4. Lailaha illalloh ( kubro sampai mampu )
lalu pasrahkan semua kepada Alloh tanpa niat tanpa hasrat manggoneng suwung. Atur napas penuh dengan kepasrahan, penuh penghayatan nikmati gemericik air mengalir (waktu itu air yang membentur batu tempat duduk dirasa makin besar makin mengenai badan) selama 5 menit ( ± ).
Dengan Penuh penghayatan
Tarik Napas (Sambil baca) Inna Quwwati Nakatabannata Qina Nataba
Tahan Napas (sambil Baca) Allohumma Ya’sir Ayal ma’sudati
Allohumma Fa’man ayal mambudahu
Inna Quwwati Nakabannata Qitabanata
Buang Napas ( Sambil Baca )
Inna Quwwati nakatahtah Qitabannata
Lakukan 11x setelah itu weningkan 15 menit sambil menghayati alam dan sesuatu yang begejolak dalam tubuh (perut & dada terus menjalar seluruh tubuh)

Setelah proses penyelarasan baca Asma’ Wit Ngilmun Khidir Ini 313x selama 7 hari setiap ba’da subuh dan Solat Maghrib, bisa (dianjurkan) juga malam harinya setelah sholatul lail. Setelah selesai baca setiap solat lima waktu 3x.

Inilah pengalaman saat saya menerima Wit Ngilmun Khidir, Saat penyelarasan saya rasakan ada arus energi dingin dan panas menjalar seluruh tubuh diawali perut dan dada. Untuk yang berminat silakan dengan terlebih dulu mohon ampunan dan restu dari ibu / orang tua dan jika bisa minta bimbingan Ajengan yang dianggap mumpuni dalam penyelarasannya. Pada saat penyelarasan harap dipantau / ditemani dari seberang sungai. Tapi saya tegaskan lagi, bahwa saya tidak tau fungsi dan kegunaan Ngilmun Khidir walau saya sudah tahap Ngilmun Ratuning Khidir.

Wassalamu’alaikum wr. wb

Categories: NGILMUN KHIDIR | 536 Komentar

AJI PETAK SAYIDINA HAMZAH


Cakra Bayu

Assalamalaikum Wr Wb
Untuk meramaikan lagi keilmuan kanuragan di blog ini ijinkan saya share amalan BISMILLAH 5 ada juga yang menamakan AJI PETAK SAYIDINA HAMZAH yang kegunaannya untuk kewibawaan, pidato, singkir mendung dll kegunaan. Mohon maaf bagi sedulur yang sudah mengetahui silahkan dikoreksi. Berikut amalannya:
BISMILLAAHI BIQUWWATIHI
BISMILLAAHI BIQUDROTIHI
BISMILLAAHI BIQOMATIHI
BISMILLAAHI BIMAULATIHI
BISMILLAAHI YA ROBBII
LAA KHAULAA WALAA QUWWATA ILLABILLAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZHIIM
Untuk artinya saya persilahkan kepada sedulur KWA yang paham bahasa Arab biar lebih maknyos.
TAWASUL:
Nabi Muhammad SAW
Malaikat Muqorrobin
Khulafarasyidin (4 sahabat Nabi)
Sayyidina Hamzah
Nabiyullah Khidir AS
Syekh Abdul Qodir Jailani
Man ajazani
1.Puasa mutih 7 kali senin 7 kali kamis
2.Selama puasa amalan diatas dibaca 7 kali setiap bakda sholat fardhu, dan 3 kali setiap mengambil air wudhu lalu disapukan ke muka
3.Setelah siangnya puasa mutih, malam diatas jam 12 amalan ini dibaca sebanyak 41 kali. Sangat disarankan sebelumnya tunaikan sholat tahajud dan sholat hajat masing-masing cukup 2 raka’at saja
4.Setelah puasa selesai, amalan tersebut didawamkan membacanya setelah sholat maghrib sebanyak 7 kali. Paling bagus dibaca dengan menahan nafas sekalian untuk melatih tenaga dalam.
Cara Menggunakan:
1. Baca amalannya 3 kali tahan nafas lalu hembuskan perlahan (misal sebelum berpidato atau menemui seseorang yg kita memerlukan persetujuannya)
Amalan ini sudah saya amalkan dan bagian dari wiridan saya sehabis sholat. Saya tidak berani share amalan kalau belum mencobanya sendiri. Semoga bisa menambah khasanah keilmuan kanuragan di blog KWA. Bagi saya ilmu apa pun milik Allah meski dibuat oleh manusia sekalipun karena Allah yang menganugrahi “akal” kepada manusia untuk dimanfaatkan/diberdayakan manusia baik untuk potensi lahir maupun potensi ruhani sepanjang tujuannya dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar (kemaslahatan umat) tentu akan lebih bernilai daripada dipendam. Mohon maaf jika ada kekurangan dan kekhilafan itu semata-mata dari diri saya yang masih bodoh. @@@

Categories: AJI PETAK SAYIDINA HAMZAH | 229 Komentar

DOA KHIDIR


arhom erwin rachman tayib
arhom_ert@hotmail.com

aww,to kwa mania,sya mau share doa nabi Khidir dri kitab al-maslak al-qorib likulli nasik munib susunan Habib Thohir bin Husain bin Thohir,

Allahumma kama lathafta fi azhomatika alal uzhama’,Wa ‘alimta maa tahta ardhika ka’ilmika bimaa fawqo ‘arsyik,wa kaanat wasaawisush shuduuri kal alaaniyati indak,wa alaaniyatul qowli kassirri fii ilmik,wan qooda kullu syay in li azhomatik,wa khodho’a kullu dzii sulthoonin lisulthoonika wa shooro amruddunya wal aakhiroti kulluhu biyadik,ij’al lii min kulli hammin wa ghammin ash bahtu fiihi farojan wa makhroja. Allahumma inna afwaka alaa dzunuubi watajaawuzaka an khotii-atii wa satroka anqobiihi amali athma’ani an as’alaka maalaa astawjibuhu minka,aad’uuka aaminan wa as aluka musta’nisan,wa innakal muhsinu ilayya wa anal musii-u ilaa nafsii fiimaa baynii wa baynaka. Tatawaddadu ilayya bin ni’ami ma’a ghinaaka anni wa atabaghghadhu ilayka bil ma’aashi ma’a faqrii ilayka, walakinits tsiqotu bika hamalatnii alal jur’ati alayk. Fa’ud bifadhlika wa ihsaanika alayya watub alayya. Innaka antat tawwaabur rohim.

Fungsi doa ini sesuai artinya=melembutkan hati;mengangkat derajat;menghilangkan was2;menampakkan rahasia2 yg masih samar;menundukkan; penghapus sgala susah&duka cita,permohonan ampun&taubat. Doa ini pernah sya terima dlm ijazahan umum,monggo yg berminat silahkan diamalkan,yg pnting ikhlas&yakin Allah mha menolong hamba2nya. Pengamalany bebas diutamakn setiap habis sholat fardhu,atw bgi yg lbih tahu tata carany monggo di ba2r,krn qt adlah seduluran &sedulur adalah sling melengkapi,monggo.www. @@@

Categories: DOA KHIDIR | 84 Komentar

Energi Ilahiah


Dewa Pelet
<dewapelet@ymail.com
Assalamu'alaikum wr wb. slm hormat dan salam sejahtera rektorku Ki Wongalus dan slm persaudaraan buat sluruh pecinta KWA, shalawat dan salam smg slalu tercurah kehadhirat junjungan kita Nabi Muhammad SAW,, izinkanlah sy yg bodoh dan serba kekurangan ini berbagi sdkit pengetahuan tentang cara untuk mendptkan energi ilahiah,yaitu dg melakukan wiridan antara jam 22.00-jam 03.30 sesudah shalat isya slama 7 mlm berturut2
caranya:
1.tawasul pd Nabi Muhammad saw,para aulia Allah,kedua org tua,suami/istri ( jk sdh nikah ),para alim ulama baik yg msh hidup/yg sdh meninggal,muslimin muslimat,dan pada para guru.Al fatihah masing2 1x.
2. baca Al Fatihah 3x 3. baca QS Al Baqarah ayat 155 :
"walanablu wannakum bisyai in minal khaufi walju'i wanaqsyim minal amwaali wal anfusi wal tsamaroti wabatsiris shobirin" 3x
3. subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar 3x
4. Al Ikhlas 3x
5. do'a:
"Ya Allah,sibukkanlah jiwa dan ragaku kapanpun dan dimanapun untuk slalu mengingat-Mu,mdhkanlah sgala urusanku,curahkanlah rejeki-Mu kpdku,sehatkan,sejahterakan dan kuatkan aku.Masukkan kekuatan dan ruh-Mu kedalam jiwa dan ragaku.Kun kata Allah,fayakun kata Muhammad.Allah bermaksud akan terwujud,Muhammad bersabda akan terlaksana.Maksudku adalah maksud-Mu,Amin Ya Rabbal 'alamiin"
6. ta'awudz 7x
7. basmallah 7x
8. syahadat 7x
9. istighfar 101x ( sambil goyangkan kepala kekanan dan kiri )
10. "shallallahu 'ala Muhammad " 101x ( goyang kepala )
11. "la ilaha illallah" 101x ( goyang kepala )
12. "hasbunallah wa ni'mal wakiil,ni'mal maula wa ni'man nashiir" 101x ( goyang kepala )
13. "rabbana atina miladunka rahmatan wahayikhlana min amrina rasyadan,rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannaar " 3x amin ya rabbal 'alamiin walhamdulillahi rabbil'alamiin.
khasiatnya insya Allah untuk :
1. untuk pengobatan medis/non medis jarak dekat/ jarak jauh
2. membuang energi negatif dan mengisi energi positif
3. pertahanan dari serangan gaib
4. mendeteksi penyakit
5. mengisi energi kebenda menjadi bertuah
6. memindahkan penyakit ketelur / media lain
7. membuka cakra
8. dll…. bila sdh slesai 7 mlm,wiridan bs dilakukan seminggu sekali ( lbh sering lbh baik ).
dan alangkah lbh baik lg jika ditambah dg menyerap energi alam seperti air,pohon,angin,dll
semoga artikel ini bs membawa manfaat,dan bila ada kesalahan penulisan dan kekurangan sy harap ada teman2 yg bs mengoreksi dan melengkapinya,,
wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu 'alaikum wr wb. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 65 Komentar

PEMBANGKITAN INTI BESI KURSANI


FRANKY ADINEGORO
15 November 2010 at 12:49

assalamualaikum wr wb………..
Salam hormat kepada Ki Wong Alus selaku pengasuh blog ini. Saya juga mau mohon ijin berbagi sedikit karunia Allah berupa ilmu atau amalan untuk membangkitkan Besi Kursani dari tubuh kita. Ijazah ini juga saya berikan secara gratis. Kebetulan ilmu ini merupakan warisan turun-temurun yang dipakai keluarga saya mulai dari Kakek Buyut saya bernama (Alm) M Yasin, Imron, dan Suri Kesumo, di daerah Desa Karang Gede, Kabupaten Empat Lawang, Sumsel. Meskipun tumbuh besar dan diamalkan di daerah Sumsel, keilmuan ini sebenarnya diperoleh kakek buyut saya dari tanah minang Sumatera Barat.

Jujur saja, ilmu pembangkit besi kursani yang bakal saya tulis ini tidak dapat dites/tajrib secara langsung daya kekebalannya sebaimana iklan-iklan yang bertebaran menawarkan ilmu seperti itu. Namun, ilmu ini akan bereaksi dengan kuat ketika berhadapan langsung dengan musuh. Walaupun demikian, ilmu ini tidak bias dianggap remeh.

Pernah suatu ketika Suhardi, seorang pemuda asal Palembang dan kebetulan pernah diijazahi ilmu ini oleh Bpk Suri Kesumo langsung, berhadapan dengan para begundal. Ketika dibacok dengan golok, ternyata begundal itu kebal. Akhirnya dengan keilmuan besi kursani itulah tubuh si begundal dapat ditembus daya kekebalannya.

(Alm) M. Yasin juga pernah berhadapan dengan seorang anggota RPKAD (kalo sekarang mungkin Kopassus), saat itu terjadi silang pendapat antara keduanya hingga akhirnya (Alm) M. Yasin menantang oknum anggota itu untuk menembak dirinya, namun, boro-boro mau menembak, tubuh si oknum anggota tersebut malah gemetar tidak berkutik. Dari cerita yang saya peroleh secara turun-temurun, salah satu kelebihan yang dimiliki kakek buyut saya (Alm) M. Yasin itu, selain Guru Silek hebat, jika ditembak pun tidak dapat memetus. Ilmu yang banyak dia pakai justru pembangkit besi kursani saja. Dan masih banyak lagi cerita tentang kehebatan ilmu besi kursani ini.

Berikut adalah salah satu bacaan ilmu pembangkit besi kursani dimaksud:

BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
UJUD SAHADIAH
AKU MENYOROM BAJU MAHERAM BESI KURSANI
HAI MUTLAK, NA KATO ALLAH, NA KATO MUHAMMAD, NA KATO BAGINDA RASULULLAH
HU ALLAH 3X

Bagi saudara yang kepingin mengetahui tata cara dan mengamalkan keilmuan ini, silakan hubungi saya di frankyadinegoro@rocketmail.com. Insya Allah saya beritahu secara rinci tata cara pengamalannya. Dan pengijazahan ini benar-benar GRATIS!!!
Wasslm wr wb……..

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 186 Komentar

HIZIB KHIDIR AS


Sudah lama rasanya KWA tidak membahas tentang ilmu-ilmu kanuragan. Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan mengkaji bersama Hizib Khidir sebagaimana yang sudah ditulis oleh Ki Taofik. Konon, Hizib ini puluhan kali lebih kuat dari Asmak Rajeh Dirajeh (RDR). Benarkah demikian?

Bismillahirrahmanirrahim*
*ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALIHI WA SHAHBIHI WA SALLAM,*
*ALLAHUMMA KAMAA LATHAFTA FII ‘ADHAMATIKA DUUNALLUTHAFAA, WA ‘ALAWTABI‘ADHAMATIKA ALAL ‘UDHAMAA, WA ‘ALIMTA MAA TAHTA ARDHIKA KA’ILMIKA BIMAAFAUQA ‘ARSYIKA, WA KAANAT WASAAWISASSHUDUURI KAL’ALANIYYATI ‘INDAKA, WA‘ALAA NIYYATILQAULI KASSIRRI FII ILMIKA, WANQAADA KULLU SYAYIN LI‘ADHAMATIKA, WA KHADHA’A KULLU DZI SULTHAANIN LI SULTHAANIKA, WA SHAARAAMRUDDUNYA WAL AKHIRATI KULLUHU BIYADIKA. *
*IJ’AL LII MIN KULLI HAMMIN ASHBAHTU AW AMSAIYTU FIIHI FARAJAN WA MAKHRAJAA,*
*ALLAHUMMA INNA ‘AFAWAKA ‘AN DZUNUUBIY, WA TAJAAWAZAKA ‘AN KHATHII’ATHIY, WASITRAKA ALAA QABIIHI A’MAALIY, *
*ATHMI’NIY ‘AN AS’ALUKA MAA LAA ASTAWJIBUHU MINKA MIMMA QASHHARTU FIIHI,AD’UUKA AAMINAN, WA AS’ALUKA MUSTA’ANISAA. WA INNAKALMUHSINU ILAYYA, WAANALMUSII’I ILAA NAFSIY FIIMA BAYNIY WA BAINAKA, TATAWADDADUU ILAYYABINI’MATIKA, WA ATABAGGHADHU ILAIKA BILMA’ASHIY, WALAKINNATTSIQATA BIKAHAMALATNIY ALAL JARAA’ATI ‘ALAIKA, FA’UD BIFADHLIKA WA IHSAANIKA ALAYYA.INNAKA ANTAT TAWABURRAHIIM ,WA SHALALLAHU ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALIHIWA SHAHBIHI WA SALLIM.*

Sumber: https://wongalus.wordpress.com/2010/05/15/asma-sunge-rajeh-versi-sunan-kali-jaga/#comment-100874.

Categories: HIZIB KHIDIR AS | 124 Komentar

JIKA SAHABAT TIDAK BAIK


SUDADI
sudadijawi@yahoo.com

Yang mulia AL-Imam Ibnu Athaillah Askandary dalam Kalam Hikmah sebagai berikut :
“Kadang kala anda org yg tidak baik, maka Allah memperlihatkan kepada anda kebaikan anda, karena persahabatan anda kepada orang-orang yg lebih jahat kaadaannya dari anda”.

Pengertian Kalam Hikmah tersebut diatas:
Apabila kita msh tergolong yg blm baik, artinya meskipun kita tdk pernah meninggalkan ibadat dan tdk pernah absen dlm beramal dan mengerjakan taat, tetapi apabila keikhlasan dlm hati blm dpt kita buat seluruh ibadat dan amaliah kita, maka itu kita masih disebut dg org yg blm baik. Justeru itu wajiblah kita menyadari diri sendiri untuk memperbaikinya sedikit demi sedikit agar kita menjadi org yg baik. Salah satu jalannya adalah berteman dan bergaul dg org yg baik.

Bahwa bergaul dengan orang-orang baik itu terbagi dua bagian yaitu:

Pergaulan Shuhbatul Iraadah, artinya pergaulan menyerah diri menurut kehendak sahabat dan teman kita. Pergaulan dlm tingkat ini biasanya pergaulan kita dg seorang guru besar di samping itu ia mempunyai pengetahuan yang banyak dan mengamalkan ilmunya serta selalu menuntun manusia kepada jalan kebaikan, jg guru besar itu hrs mengetahui pula penyakit-penyakit hati kita, spt dengki, pemarah, khianat dan lain-lain. Maka bagi kita yg bergaul dengan beliau hendaklah kita jadikan diri kita laksana si mayit dg org yg memandikannya. Artinya segala nasihat guru itu dan tuntunan-tuntunan kebaikan buat kita tdk kita bantah, tetapi kita patuh sepatuh-patuhnya dan mengerjakannya sebaik-baiknya. Hal keadaan ini yg banyak kita jumpai dalam sejarah hamba-hamba Allah yg saleh di zaman dahulu hingga mereka diangkat martabatnya oleh Allah sehingga auliaNya dan hamba-hamba yg dicintai olehNya.

Pergaulan Shuhbatut Tabarruk, artinya pergaulan dan persahabatan dg org2 baik agar kita menjadi anggota jamaah mereka dg mengikuti peraturan2 yg diatur oleh mereka sampai kepada pakaian yg kita pakai. Pergaulan dlm tingkat kedua ini adalah pergaulan dg org2 baik utk dpt meniru mereka dlm segala kebaikan, baik yg bersifat pribadi apalagi yg bersifat jamaah. Misalnya saja seperti kita bergaul dg org2 yg taat, tdk pernah meninggalkan sembayang, tdk pernah mengerjakan dosa2 besar dan mengekalkan dosa2 kecil, di samping itu pula ia tdk lupa kepada Allah dan tdk lupa pula kepada NabiNya, Rasulullah SAW. Pergaulan yg begini faedahnya semoga Allah memberikan keberkahan org baik itu buat diri kita. Perlu diketahui, bahwa jamaah atau masyarakat dimana kita bergaul itu tdk dihrskan mereka itu org2 alim yg banyak ilmu pengetahuannya, tetapi cukup dg keadaan mereka.

Awas kita jgn sampai kita bergaul dg org-org yg tdk baik, di mana saja dan kapan saja. Apabila kita bergaul dg org yg tdk baik, maka awas pula jangan sampai kita bersahabat dg org yg lebih rusak dr kita, karena org-org itu bukanlah memperlihatkan kekurangan-kekurangan kita pd tempat-tempat yg kita memang kurang, tapi selain menina bobokkan kita dg menutup-nutupi segala keaiban dan kejelekan kita juga diperlihatkannya kpd org-org lain, bahwasanya itu semua bukan jelek tetapi baik. Dengan demikian maka jatuhlah kita dalam lubang ujub, dan terdamparlah kita dlm perasaan fatamorgana, seolah-olah amal ibadah yg telah kita kerjakan sudah cukup, dan kita tdk berkeinginan lg utk menambahnya dan meningkatkannya. Na’udzubillahi min dzalik, berlindunglah kita dg Allah dr pergaulan yg demikian dg segala akibat-akibatnya. Amin, ya Rabbal ‘alamin. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 113 Komentar

TASAWUF


Juru Angon

Aqidah Islam merupakan aqidah yang sangat jelas membedakan antara dua hal, yaitu dlahir dan batin. Maksudnya adalah antara syari’at (yang merupakan pintu yang harus dimasuki oleh semua orang) dan hakikat (yang hanya bisa dicapai oleh mereka yang terpilih). Pemisahan kedua hal ini bukanlah pemisahan yang dipaksakan, tetapi lebih merupakan sesuatu yang sudah semestinya, karena kesiapan manusia itu berbeda-beda dan sebagian mereka ada yang lebih siap untuk mengetahui hakikat.

Kami sering menemui banyak orang yang mengumpamakan syari’at dan hakikat dengan kulit dan isinya atau dengan lingkaran dan titik pusatnya. Syari’at mencakup aspek i’tiqadi (keyakinan), hukum dan aspek sosial-kemasyarakatan, yang kesemuanya tidak bisa dipisahkan dari Islam itu sendiri. Syari’at adalah pintu pertama yang harus dimasuki oleh orang yang mau menempuh jalan tasawuf. Sedangkan hakikat pada dasarnya adalah pengetahuan atau ma’rifat semata. Namun demikian, anda harus mengetahui bahwa ma’rifat inilah yang membuat syari’at memiliki maknanya yang lebih mendalam. Hakikat memberi nilai tambah bagi eksistensi syari’at. Sebenarnya, hakikat – meskipun tidak disadari oleh kebanyakan orang mu’min – adalah “titik pusat”, jika kita umpamakan dengan titik tengah lingkaran.

Syari’at memerintahkan untuk melaksanakan ibadah, sedangkan hakikat mengajarkan tentang penyaksian rubbubiyyah. Syari’at tanpa didukung oleh hakikat tidak akan diterima, begitu juga hakikat tanpa syari’at tidak akan berhasil dicapai. Syari’at diturunkan untuk mengatur makhluk, sedangkan hakikat memberitahu tentang “perbuatan” Allah Swt. Dengan syari’at, engkau menyembah-Nya dan dengan hakikat, engkau menyaksikan-Nya. Syari’at adalah melaksanakan apa yang Allah Swt perintahkan, sedangkan hakikat menyaksikan apa yang oleh Allah Swt telah ditentukan, disembunyikan dan dinampakkan. Saya pernah mendengar Syiekh Abu ‘Ali al-Daqaq berkata: “Bahwa perkataan iyyaka na’budu adalah manifestasi dari syari’at, sedangkan perkataan iyyaka nasta’in sebagai perwujudan dari hakikat. Ketahuilah bahwa syari’at juga merupakan hakikat, karena syari’at wajib ditaati oleh hakikat. Hakikat juga merupakan syari’at, karena semua ma’rifat tentang-Nya diwajibkan dalam syari’at. Lihat al-Risalah al-Qusyairiyah.

Namun demikian, “batin” tidak hanya hakikat semata tetapi juga mencakup jalan yang bisa membawa kepada hakikat tersebut, yakni tarekat yang bisa mengantarkan seseorang dari syari’at menuju hakikat. Jika kita kembali pada gambar simbolis yang berupa lingkaran dan titik pusatnya, maka tarekat bisa diumpamakan dengan garis yang menghubungkan tepi lingkaran dan titik pusatnya. Semua titik yang ada pada tepi lingkaran adalah awal permulaan garis. Garis-garis ini, yang tidak terbatas jumlahnya, semuanya berakhir pada satu titik pusat yang sama. Itulah tarekat, yang bisa berbeda-beda sesuai dengan perbedaan manusia, sehingga ada yang mengatakan bahwa “Jalan-jalan menuju Allah Swt itu sebanyak nafas anak Adam”.

Meskipun jalan-jalan itu berbeda satu sama lain, tetapi tujuannya adalah sama, yakni satu titik yang sama, hakikat yang sama. Perbedaan-perbedaan yang ada pada titik permulaannya, satu persatu mulai hilang. Pada saat seorang salik sampai pada tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi, maka hilanglah sifat-sifat kehambaannya (eksistensi dirinya) – yang pada dasarnya bagaikan penjara bgi ruhaninya. Dia mengalami fana’ atau kehilangan eksistensi dirinya. Yang ada sekarang adalah sifat-sifat rabbani dalam dirinya.

Tarekat dan hakikat adalah dua hal yang menandai tasawuf. Tidak ada madzhab tertentu dalam tasawuf, karena hakikat itu bersifat mutlak. Begitu juga tidak ada aliran tertentu dalam tarekat, karena semua jalan itu menuju pada satu hakikat mutlak, yakni tauhid yang satu. Perlu dicatat, bahwa seorang sufi tidak mungkin mengaku bahwa dirinya seorang sufi, kecuali dia seorang yang bodoh. Dengan mengaku sebagai seorang sufi justeru semakin jelas bahwa dirinya pada hakikatnya adalah bukan seorang sufi. Ini adalah suatu rahasia antara seorang sufi yang sebenarnya dengan Tuhannya. Seseorang hanya diperbolehkan untuk mengaku sebagai seorang mutashawwif, yang merupakan sebutan umum bagi seorang salik pada tingkatan apapun. Sebutan sufi dalam pengertian yang hakiki tidak bisa dilekatkan pada seseorang kecuali ia telah sampai pada tingkatan yang tertinggi.

Mengenai asal usul kata (الصوفي) telah terjadi berbagai perbedaan pendapat. Masing-masing mengemukakan argumentasinya, tetapi tidak ada yang lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya. Semuanya tidak bisa diterima. Sesungguhnya, kata (الصوفى) sebenarnya hanyalah sebutan simbolis saja. Jika kita ingin mengurai maknanya, maka sebaiknya kita berpegang pada “nilai bilangan” dari huruf-huruf penyusun kata tersebut. Yang jelas, bahwa nilai bilangan dari huruf-huruf pembentuk kata (الصوفى) sebanding dengan nilai bilangan dari huruf-huruf pembentuk kata (الحكيم الالهى). Oleh karena itu, seorang sufi sejati adalah seseorang yang telah sampai pada al-hikmah al-Ilahiyah (pengetahuan tertinggi tentang Tuhan). Dia lah yang al-‘arif billah (yang benar-benar mengetahui atau ma’rifat kepada Allah Swt), karena Allah Swt tidak bisa diketahui kecuali dengan al-hikmah al-Ilahiyah tersebut. Itulah pengetahuan tingkat tertinggi, ma’rifat hakiki atau pengetahuan sejati.

Dari uraian di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa tasawuf bukanlah sesuatu yang “ditempelkan” pada agama Islam. Tasawuf bukanlah sesuatu yang berasal dari luar Islam. Sebaliknya, tasawuf adalah bagian paling substantif dari agama Islam. Islam tanpa tasawuf akan menjadi kurang maknanya, yakni kurang dalam hal ketinggiannya, karena tasawuf berbicara tentang “titik pusat”. Oleh karena itu, adalah keliru, jika ada yang mengatakan bahwa tasawuf berasal dari tradisi di luar Islam, seperti Yunani, India maupun Persia. Pendapat-pendapat tersebut bertentangan dengan istilah tasawuf itu sendiri yang memiliki keterkaitan erat dengan bahasa Arab. Jika ada persamaan antara tasawuf dengan sesuatu yang menyerupainya dalam budaya atau tradisi lain, maka itu adalah hal yang wajar, dan tidak perlu dianggap bahwa tasawuf “meminjam” unsur non Islam. Hal ini karena, selama hakikat itu bersifat tunggal, maka substansi semua aqidah adalah satu juga, meskipun berbeda bentuk luarnya.

Kita tidak perlu memberikan perhatian yang lebih untuk mendiskusikan asal-usul kata tasawuf, yang ternyata terus berlanjut di kalangan sejarawan tasawuf, khususnya tentang kapan kepastiannya kata tasawuf itu mulai ada. Kadangkala sesuatu itu telah ada sebelum ia memiliki nama atau sebutan yang khusus untuknya. Adakalanya sesuatu itu telah ada dengan nama yang lain dan adakalanya juga sesuatu itu tidak perlu untuk dinamai. Oleh karena itu, penjelasan yang benar persoalan tersebut adalah sebagai berikut;

Sesungguhnya sunnah telah memberikan petunjuk yang sangat jelas bahwa syari’at dan hakikat bersumber langsung pada ajaran Rasulullah Saw, dan pada kenyataannya, semua tarekat yang benar berpegang teguh pada silsilah (mata rantai) yang terus bersambung sampai kepada Rasulullah Saw. Sesungguhnya tasawuf berasal dari Arab-Islam, sebagaimana dengan al-Qur’an – yang menjadi sumber langsung ajaran tasawuf – juga Arab-Islam. Jika tasawuf melandaskan ajaran-ajarannya pada al-Qur’an, maka bisa dipastikan bahwa tasawuf belum diketemukan sebelum al-Qur’an difahami, ditafsiri dan direnungkan. Dari al-Qur’an lah memancar sumber kebenaran atau hakikat yang pada kenyataannya adalah makna terdalam dri al-Qur’an itu sendiri. Pertama kali, al-Qur’an ditafsirkan dari tinjauan bahasa dan logika. Sedangkan tafsir al-Qur’an yang bersifat sufistik, yang merenungkan makna al-Qur’an secara mendalam dan komprehensip, membutukan waktu yang lama. Jika al-Qur’an adalah sumber syari’at dan hakikat, maka antara syari’at dan hakikat tidak ada pertentangan apapun. Bagaimana mungkin keduanya bisa bertentangan, sedangkan sumbernya adalah satu? Bagaimana terjadi pertentangan, sedangkan hakikat harus berdiri di atas syari’at?

TASAWUF DAN GUGURNYA KEWAJIBAN SYARI’AT

Oleh: Syeikh Abdul Halim Mahmud (Mantan Rektor al-Azhar Mesir)
Alih bahasa: Juru Angon

Kita sering menemukan adanya provokator dalam setiap bidang kehidupan, baik dalam bidang keagamaan, politik, keilmuan bahkan dalam bidang tasawuf itu sendiri. Tujuan para provokator tersebut sangat jelas, yakni memperoleh keuntungan materiil dengan jalan pintas. Agar agama, ilmu pengetahuan maupun tasawuf tidak menjadi suatu yang disalahfahami, maka kita perlu menjelaskan bagaimana para provokator menyembunyikan wajahnya.

Agama dan ilmu pengetahuan memiliki kebenaran dan karakteristiknya sendiri yang sangat jelas, sehingga bisa menjadi “alat ukur” untuk mengungkap berbagai kebohongan dan kebatilan yang telah dilontarkan oleh para pendusta. Begitu juga dengan tasawuf.
Kami kemukakan hal di atas, karena berkaitan dengan apa yang pernah kami dengar berkaitan dengan adanya bid’ah dlalalah (bid’ah yang sesat) yang telah meresap dalam sebagian hati orang-orang yang belum mendalami agama secara khusus dan tasawuf secara umum.

Bid’ah ini memandang bahwa seseorang yang telah sampai pada tingkatan ma’rifat tertentu, ia dibebaskan dari kewajiban syari’at, sehingga ia boleh meninggalkan shalat, zakat, haji dan lain-lain yang telah menjadi kewajiban seorang muslim.
Ironisnya, pandangan tersebut pertama kali dimunculkan oleh mereka yang menggeluti bidang hukum dan syari’at. Mereka mengaku bahwa dirinya telah sampai pada tingkat ma’rifat tasawuf yang tertinggi dan sampai pada satu kondisi yang menurut anggapan mereka sudah tidak diwajibkan lagi menjalankan kewajiban-kewajiban syari’at.

Ketika saya melacak sumber “ma’rifat” mereka, maka anda pasti akan sangat heran, karena sumber pengetahuan mereka tidak lain adalah ruh-ruh yang sengaja mereka hadirkan – yang menurut mereka – melalui perantaraan tubuh seseorang. Ruh-ruh tersebut memberikan informasi kepada mereka mengenai berbagai persoalan ghaib dan lain-lain.

Perbuatan bid’ah yang berupa “menghadirkan ruh” telah bgitu tersebar dan populer di kalangan mereka. Kegiatan tersebut telah menjadi “agama” mereka. Dalam pandangan mereka, informasi yang diberikan ruh tersebut mengalahkan kedudukan al-Qur’an dan Sunnah.

Lebih ironis lagi, mereka justeru mengaku sebagai pengamal ajaran tasawuf. Mereka menganggap diri mereka sebagai tokoh sufi, orang ‘arif dan orang yang memperoleh ilham. Bahkan ada yang sudah keterlaluan karena mengaku sebagai seorang wali. Ada juga yang mengaku sebagai seorang rasul. Bahkan ada yang berani mengaku bahwa dirinya adalah Isa (‘alaihi salam), kemudian ada juga yang mengaku sebagai Nabi Muhammad Saw.

Yang lebih keterlaluan lagi, ada yang bahwa “kemanusiaan” yang ada dalam dirinya telah lenyap dalam sekejap, kemudian mengaku kepada para pengikutnya bahwa “Tuhan telah menyatu dengan dirinya”. Semua pengakuan orang tersebut selalu diperkuat dan didukung oleh ruh yang dihadirkannya. Ruh tersebut selalu membenarkan apa yang dikatakan orang tersebut. Maha benar Allah Swt, karena Dia memberikan perumpamaan tentang orang yang berhubungan dengan jin dan berpaling dari jalan kebenaran.
“Dan ada beberapa orang laki-laki di antara manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan” Qs. Al-Jin; 6).

Mungkin anda akan bertanya: “Apakah ada hubungan antara menghadirkan ruh dengan tasawuf?” Jawaban ahli tasawuf tentang hal itu sangat jelas, bahwa antara menghadirkan ruh dengan tasawuf sama sekali tidak memiliki keterkaitan, justeru sebaliknya, keduanya saling bertentangan. Para ahli tasawuf menganggap bahwa menghadirkan ruh termasuk perbuatan pembodohan, karena hal itu sama saja dengan bekerja sama dengan jin dan syaitan. Allah Swt berfirman tentang hal itu.

“Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta” (Qs. Al-Syu’ara; 221-223).

Allah Swt juga berfirman: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk” (Qs. Al-Zuhruf; 36-37).

Tujuan tulisan kami di sini hanyalah untuk menjelaskan pandangan tasawuf tentang “gugurnya kewajiban-kewajiban syari’at”. Persoalan ini sering dianggap bukan sebagai sesuatu yang bid’ah (mengada-ada) oleh mereka yang mengaku sebagai orang sufi di era modern ini. Sesungguhnya, persoalan tersebut merupakan kesesatan yang telah ada sejak lama dan telah muncul di tengah-tengah masyarakat, kemudian dianggap sebagai salah satu dasar ajaran tasawuf. Suatu anggapan yang sangat keliru dan ditentang oleh tokoh-tokoh sufi yang sejati kapanpun dan di manapun mereka berada.

Yang pasti, jika ada beberapa problem atau permasalahan, maka yang menjadi rujukan dalam penyelesaiannya adalah mereka yang benar-benar menguasai bidang permasalahan tersebut. Oleh karena itu, ketika kami merujuk pada tokoh-tokoh tasawuf yang tidak lagi diragukan kredibilitasnya, baik mereka yang hidup di masa lalu maupun di era modern sekarang ini, semuanya sangat mengingkari dan menentang pendapat di atas. Mereka menganggap bahwa gagasan tentang “gugurnya kewajiban syari’at” merupakan gagasan atau pendapat yang menyesatkan, penuh kebohongan dan tidak sejalan dengan ajaran agama secara umum.Kami akan membicarakan tentang pendapat sebagian ahli tasawuf klasik mengenai persoalan tersebut.

Abu Yazid al-Busthami pernah berkata kepada salah seorang temannya: “Marilah kita sama-sama melihat seorang lelaki yang mengaku dirinya sebagai seorang wali” – dan dia memang dikenal ke-zuhud-annya. Kemudian, ketika laki-laki tadi keluar dari rumahnya dan memasuki masjid, dia membuang ludahnya ke arah kiblat. Melihat kejadian tersebut, Abu Yazid langsung bergegas meninggalkannya dan tidak memberi salam kepadanya, lalu beliau berkata: “Laki-laki tadi tidak bisa mengamalkan akhlaq Rasulullah Saw, bagaimana mungkin pengakuannya (sebagai seorang wali) bisa dipercaya?”

Abu Yazid al-Busthami juga pernah berkata: “Kalian jangan tertipu, jika kalian melihat seseorang yang memiliki karamah -meski dia bisa terbang di udara-, sampai kalian melihat bagaimana orang tersebut melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah Swt, menjaga dirinya dari hudud (hukum pidana Allah Swt) dan bagaimana dia melaksanakan syari’at Allah Swt.”

Sahl al-Tusturi mengatakan tentang pinsip-prinsip dasar tasawuf: “Dasar-dasar tasawuf itu adalah tujuh, yaitu berpegang teguh pada al-Qur’an; meneladani Sunnah Nabi Muhammad Saw; memakan makanan yang halal; menahan diri dari menyakiti (orang lain); menjauhi maksiyat; senantiasa bertaubat; dan memenuhi segala yang telah menjadi kewajibannya”.

Al-Junaid, seorang tokoh dan Imam para sufi, berkata – sebagaimana dikutip oleh al-Qusyairi: “Barang siapa yang tidak menghafal al-Qur’an dan tidak menulis hadits, maka janganlah ia mengikuti jalan tasawuf ini, karena ilmu kami ini berasal dari dalil-dalil al-Qur’an dan sunnah.” Beliau menambahkan: “Ilmu kami ini selalu diperkuat dengan hadits Rasulullah Saw”. Beliau juga berkata: “Pada dasarnya jalan tasawuf itu tertutup bagi semua orang, kecuali bagi mereka yang memilih jalan yang ditempuh Rasulullah Saw, mengikuti sunnahnya dan terus tetap berada di jalannya.”

Pernah ada seorang laki-laki yang menuturkan tentang ma’rifat di hadapan al-Junaid dengan berkata: “Ahli ma’rifat kepada Allah Swt akan sampai pada satu kondisi dimana ia bisa meninggalkan perbuatan baik apapun dan ber-taqarrub¬ kepada Allah Swt”. Mendengar perkataan orang tersebut, al-Junaid berkata: “Itulah pendapat sekelompok orang yang menyatakan tentang ‘gugurnya amal perbuatan’, dan hal ini, menurutku, merupakan suatu kesalahan atau dosa yang sangat besar. Bahkan orang yang mencuri dan bezina masih lebih baik keadaannya daripada orang yang mengatakan pendapat tersebut”.

Jika kita menengok pada Imam al-Ghazali, maka kita akan melihat bahwa beliau menyatakan pendapatnya dengan tegas, jelas dan kuat argumentasinya. “Ketahuilah, bahwa orang yang menempuh perjalanan menuju Allah Swt itu sangat sedikit jumlahnya, namun mereka yang mengaku-aku sangat banyak jumlahnya. Kami ingin anda mengetahui seorang salik yang sebenarnya, antara lain; semua amal perbuatannya yang bersifat ikhtiyari selalu selaras dengan aturan-aturan syari’at, baik keinginannya, aktualisasinya maupun performansinya. Karena tidak mungkin bisa menmpuh jalan tasawuf, kecuali setelah ia benar-benar menjalankan syari’at. Tidak ada orang yang akan sampai (pada tujuan tasawuf), kecuali mereka yang selalu mengamalkan amalan-amalan sunah. Oleh karena itu, bagaimana mungkin seseorang yang meremehkan kewajiban-kewajiban syari’at bisa sampai (pada tujuan tasawuf tersebut)?”

Jika anda bertanya: “Apakah kedudukan salik akan sampai pada suatu tingkatan di mana ia boleh meninggalkan sebagian yang menjadi kewajiban syari’atnya dan atau melakukan sebagian perbuatan yang dilarang oleh syari’at, sebagaimana pendapat sebagian syeikh yang menggampangkan persoalan tersebut?”

Jawabanku: “Ketahuilah, bahwa pendapat tersebut merupakan bentuk tipuan dan kebohongan yang nyata, karena orang-orang sufi sejati mengatakan: ‘Jika engkau melihat seseorang yang dapat terbang di atas udara dan berjalan di atas air tetapi dia melakukan satu hal yang bertentangan dengan syari’at, maka ketahuilah bahwa dia adalah syaitan’.”

Selanjutnya, kita sampai pada pendapat Abi Hasan al-Syadzali yang mengatakan: “Jika kasyf-mu bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah, maka berpeganglah kepada al-Qur’an dan Sunnah dan abaikanlah kasyf-mu itu, lalu katakan pada dirimu sendiri; sesungguhnya Allah Swt telah memberikan jaminan tentang kebenaran al-Qur’an dan Sunnah kepadaku, tetapi Allah Swt tidak memberikan jaminan kepadaku tentang kebenaran kasyf, ilham dan musyahadah kecuali setelah dikonfirmasikan dengan al-Qur’an dan Sunnah”.

Orang-orang sufi mengikuti semua petunjuk yang berupa nash al-Qur’an dan Sunnah, baik Sunnah qauliyah (perkataan Nabi) maupun Sunnah ‘amaliyah (perbuatan Nabi). Mereka pasti sangat menyadari akan kebenaran sejarah bahwa Rasulullah Saw adalah contoh ideal dalam segala hal hingga akhir hayatnya.

Itulah beberapa pendapat dari kalangan sufi klasik. Sebagai penutup, kami kutipkan sebuah hadits Nabi Muhammad Saw. Beliau pernah ditanya tentang sekelompok orang yang meninggalkan amal perbuatan atau kewajiban agama, tetapi mereka ber-husnu al-dzan (berprasangka baik) kepada Allah Swt. Rasulullah Saw menjawab: “Mereka itu bohong, kalau mereka itu berprasangka baik, tentu baik pula amal perbuatan mereka”. @@@

Categories: ARTIKEL KI JURU ANGON | 139 Komentar

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.