AMALAN AGAR ANAK TIDAK SUKA BOHONG DAN MENURUTI ORANG TUA


Achmad Buari says: Yth: Ki Wong Alus. Saya mau tanya apa do’a dan amalan untuk agar anak tidak suka berbohong kepada orang tua, dan agar nurut dg orang tua, karena dia kelihatanya lebih nurut dg pengaruh dari teman temanya yg prilakunya tidak baik terima kasih.

 Jawaban: Orang tua adalah contoh dan teladan Anak. Anak akan berperilaku sesuai dengan perilaku orang tua. Maka, kita sebagai orang tua harus introspeksi dengan berperilaku yang baik, tidak menang sendiri serta menghargai hak-hak anak. Perilaku orang tua dan kasih saying orang tua akan menjadi energi kebaikan dan itu akan menyebar ke lingkungan terkecil yaitu keluarga. Setelah kita memperbaiki dan menata perilaku, ada baiknya kita berdoa yang kita panjatkan pada Tuhan Yang Maha Kuasa usai melaksanakan sholat lima waktu cukup satu kali. Doanya sebagai berikut:

 ALLAHUMMAJ’ALNI MAHBUUBAN FII QULUUUBIL MU’MINIINA WAL MU’MINAATI WAL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAATI. FABASYSYIRNII WABALLIGHNI WABILGHAINA ILAA MI-ATIN WA’ISYRIINA SANATAN. FALLAAHU KHAYRUN HAAFIZHAA WAHUWA ARHAMUR-RAAHIMIIN.

 (Ya Allah jadikan aku orang yang dicintai di hati orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan dan orang-orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Maka berilah aku kebahagiaan dan berilah aku kekayaan hingga usia seratus dua puluh tahun. Allah adalah yang terbaik sebagai Pemelihara dan Dia adalah yang paling mengasihi dari para pengasih). Tiupkan ke telapak tangan kita.

 Selanjutnya, saat anak tertidur usahakan agar kita mengusapkan tangan kanan kita ke dahinya untuk mentrasfer doa dan harapan kita tersebut. Semoga Allah SWT mengasihi keluarga kita. Terima kasih untuk mas Ahmad Buari.

 @wongalus,2010

Categories: AMALAN ANAK JUJUR PENURUT | 61 Komentar

RESEP PANJANG USIA


Alam semesta ini adalah sebuah paket puja dan puji untuk Tuhan Semesta Alam. Semua elemen dan unsur di alam ini tercipta untuk memuja satu sumber energi terbesar yaitu Tuhan Yang Maha Terpuji. Paket itu terangkum dalam setiap gerakan batin untuk ber-TASBIH, ber-TAHMID dan ber-TAKBIR.

 Karena sudah paketan, setiap hal memiliki usia hidup yang juga sudah paketan. Setiap paket memiliki batas usia maksimal. Begitu pula dengan manusia, paket usia manusia juga sudah ditentukan oleh manusia itu sendiri. Nah, berapa panjang usia manusia? Setiap manusia tidak sama usianya. Tergantung pada berapa tahun dia ingin hidup. Jadi saat kita menggerakkan kesadaran ruh untuk menetapkan batas usia, maka di situlah kita mematok dan memaket sendiri target usia kita.

 Sayangnya, kesadaran fisik (otak) yang bermuatan EGO atau AKU berkata lain. Nafsu manusia kadang tidak sama dengan kesadaran ruh kita yang sudah menetapkan batas usianya sendiri. Nafsu manusia yang memiliki kecenderungan untuk MENGUASAI, MEMILIKI, MEMPERKAYA DIRI, MEMPERMUDAH DIRI akan membuat usia kita semakin pendek.

 Hidup manusia modern kelihatannya semakin mudah. Semuanya serba elektronik dan digital. Manusia semakin malas bergerak memencet tombol televisi, karena sudah ada remote. Dengan remote, hanya dengan menggerakkan jari channel stasiun televisi pun berpindah. Badan tidak perlu lagi bangun, otot kaki dan tangan tidak lagi olah raga.

 Untuk berangkat kerja, manusia modern menggunakan kendaraan dan dia hanya perlu sedikit energi. Tubuhnya minim gerakan. Makanan yang dikonsumsi pun penuh dengan racun-racun yang siap membuatnya kelebihan  berat badan, kolesterol, asam urat, diabetes. Segudang penyakit baru lahir akibat pola hidup dan pola makan yang keliru. Sel-sel baru mutan yang kita sebut sel KANKER siap menggerogoti usia kita.

 Manusia modern merasa tidak perlu beranjangsana ke para saudara dan tidak perlu mengunjungi teman dan sahabat karib lagi. Silaturahim cukup dilaksanakan dengan SMS, telepon, yahoo messenger, facebook. Untuk memuaskan dahaganya akan ilmu pengetahuan, dia hanya perlu mengakses internet. Di sinilah perpustakaan terbesar di dunia dalam genggaman.

 Akibatnya? Usia manusia modern jadi mengkeret. Harusnya usia yang ditarget 100 tahun, ternyata saat usianya menginjak 50 tahun, tubuhnya rusak. Itu bila tidak dilanda stress akibat beban hidup yang menghimpit. Masalah asmara dengan segara persoalannya seperti perselingkuhan, Wanita Idaman Lain/Pria Idaman Lain, masalah ekonomi dengan segala variannya, dan segudang soal lain karena manusia masih berkutat pada kesadaran fisik (otak). Manusia modern memang telah kehilangan DIRI SEJATINYA.

 BELAJAR DARI ADAM

Membahas usia setidaknya kita mengenal dua wacana: Usia kronologis/usia biologis dan Usia Mental. Usia kronologis adalah perhitungan usia yang dimulai dari saat kelahiran seseorang sampai dengan waktu penghitungan usia. Usia mental adalah perhitungan usia yang didapatkan dari taraf kemampuan mental seseorang. Misalkan seorang anak secara kronologis berusia empat tahun akan tetapi masih merangkak dan belum dapat berbicara dengan kalimat lengkap dan menunjukkan kemampuan yang setara dengan anak berusia satu tahun, maka dinyatakan bahwa usia mental anak tersebut adalah satu tahun.

 Rumus kecerdasan (IQ) dari Stanford Binet yang ditunjukkan untuk mengkuantitaskan fungsi intelektual akhirnya mendapati rumus IQ sebagai berikut: IQ = (MA/CA) x 100.  MA (Mental Age) adalah umur kemampuan intelligence seseorang dan CA (Cronological Age) adalah umur kronologis. Ini berarti semakin tinggi KECERDASAN IQ seseorang perbandingan usia mentalnya harus lebih tinggi dari usia kronologisnya. Misalnya usia mental kita 30 tahun namun sudah mampu berpikir tentang makna dan hakikat hidup seperti seorang berusia 60 tahun, ini berarti dia memiki kecerdasan yang tinggi. Siapa sosok paling cerdas di dunia yang kecerdasannya sudah melampaui rentang usia hidup di dunia dan sudah menemukan makna kesimpulan hidup di dunia bahkan hingga akhir pergelaran alam? Mereka adalah para Nabi.

 Manusia pertama kali hidup di bumi ini adalah ADAM AS. Tahu nggak usia beliau? Kalau tidak salah duga: Seribu tahun-an. Atau sepuluh kali lipat manusia sekarang. Usia Nuh AS pun sekitar sembilan kali lipat usia manusia modern. Itu pun bila diandaikan usia manusia modern 100 tahun. Kenapa mereka bisa berusia lama? Kita tidak akan menjawab karena sudah TAKDIR. Jawaban yang membuat selesai persoalan.

Marilah kita olah rasa/olah batin sesaat. Apa resep Adam panjang usia? Apakah ADAM tidak gelisah atau stress? Jelas juga gelisah saat di turunkan dari Surga dan mencari pasangan hidup satu-satunya, HAWA. Dia sendirian berjalan melintasi hutan belantara yang sunyi. Gunung, semak belukar, padang pasir, dia arungi dan harus bisa survive. Bertahan hidup dari bahaya yang siap mengancam dari segala penjuru sewaktu-waktu.

 Adam menggunakan seluruh panca indera, akal dan batinnya untuk hidup. Dia membuat pakaian dari kulit binatang. Masa itu belum ada pabrik kain dan toko kain. Dia hidup sendiri di bumi. Berarti dia harus membunuh binatang dan menguliti tubuh binatang untuk kemudian dijadikan pakaian. Pisau belum ada karena belum ada pabrik logam. Adam menggunakan akal pikiranya untuk menemukan cara membuat pisau. Tuhan tidak membekali alat-alat canggih kepada Adam untuk bertahan hidup. Tuhan tidak membekali Adam dengan Global Positioning System (GPS) untuk menentukan letak Hawa. Sesobek Peta pun belum ada yang membuat.

 Adam hanya dibekali Tuhan: “NAMA-NAMA SEGALA BENDA.” Dengan itu, Adam menafsirkan, mendefinisikan, menggolongkan, mengadakan spesialisasi ordo, genus,  spesies benda-benda. Menalar dan merasa, selanjutnya membuat alat-alat baru untuk mempermudah hidupnya. Jadi, Adam mencari Hawa di permukaan bumi yang luas ini menggunakan kemampuan akal dan batinnya.

 Hidup Adam adalah sangat adaptif dengan alam. Adam tidak lahir enak-enakan, dimanja situasi dan keadaan. Hidupnya benar-benar sebuah PERJUANGAN. Tidak seperti di Surga yang semuanya serba dilayani, di Bumi ini Adam harus  menggerakkan seluruh kemampuannya agar bisa melangsungkan hidup demi lahirnya manusia secara turun temurun.

Adam memang digariskan sengaja mendekat dan memakan buah Khuldi– simbol nafsu sehingga dia bisa membuat peradaban manusia. Jadi tidak ada yang salah pada diri Adam karena memang manusia secara kodratnya sudah dilengkapi dengan nafsu. Sementara di surga, nafsu tidak mendapat tempat. Nafsu EGO tempatnya di “bumi” kesadaran fisik (otak) sementara surga tempatnya di kesadaran jiwa dan kesadaran ruh. Dari Nafsu kita belajar memaknai kehancuran dan kerusakan (Syiwa), dari jiwa kita belajar memelihara (Wisnu), dan dari ruh kita belajar untuk mencipta (Brahma).

 Maka bila kita ingin agar panjang usia maka perbanyak menggunakan kesadaran jiwa dan kesadaran ruh. Banyak ibadah, beramal, beraktivitas sosial, pelihara sifat sabar, sumeleh, pasrah, ikhlas dan bersyukur. Jangan biarkan usia dihabiskan untuk mengejar hasil dan target. Karena ini adalah kesadaran fisik (otak dan ego) yang akan menjadi Syiwa yang akan menghancurkan usia.

 @wongalus,2010

Categories: RESEP PANJANG USIA | 7 Komentar

AMALAN MENGAMBIL BENDA BERTUAH


Kemampuan raga sukma bisa digunakan untuk mengambil, menarik dan menyedot benda bertuah.

Caranya sebagai berikut: Datangi tempat yang dianggap ada benda bertuahnya dan lakukan raga sukma dengan duduk bersila atau berbaring. Saat raga sukma, lakukan tes mengambil/menyedot benda-benda bertuah dengan cara :

 Jalankan ruh Anda berjalan ke tempat yang dirasa ada benda bertuahnya. Perasaan kita saat meraga sukma sangat tajam. Pengalaman saya, saat berjalan itu kemudian saya berhenti di sebuah kuburan terdekat. Selanjutnya, buka kedua telapak tangan dan baca kalimat ini: LA HAULA WALA QUWWATA ILA BILLAH berkali-kali dengan emosi agar benda bertuah itu segera datang ke diri kita seperti kita memanggil teman. Tunggu sesaat. Maka benda bertuah akan menempel ke tangan kita atas ijin Allah SWT.

  Saat saya berada di luar kuburan saya memanggil benda bertuah ini, yang datang adalah sebuah maesan (nisan) tua yang keramat. Maesan yang terbuat dari kayu tua ini sudah berusia ratusan tahun dan bisa digunakan untuk memanggil dan berkomunikasi dengan makhluk halus kapanpun saya minta. Maesan itu melayang mendekat kita perlahan lalu menempel seperti magnet di telapak tangan sehingga bisa saya pegang. Saat bacaan saya hentikan, maesan itu kemudian tidak bergerak lagi.

 Kemudian bangunlah, maka benda bertuah itu sudah ada di dekat kita berbaring. (Bila benda bertuah itu tidak ada di dekat kita, berarti pada saat meraga sukma benda bertuah yang dicurigai ada di satu tempat tersebut memang tidak ditemukan). Silahkan diuji. Amalan ini sudah saya buktikan dan ternyata hasilnya luar biasa. Mudah bukan? Jadi sekarang, Anda tidak perlu kagum/heran pada mereka yang diangap memiliki kemampuan paranormal dan bisa mengambil atau menyedot benda bertuah  sebab Anda sendiri sekarang memiliki kemampuan itu. Ya, kita semua manusia normal yang atas perkenaan Allah SWT memang telah diberi kemampuan-kemampuan supranatural seperti ini.

 @wongalus,2010

 

Categories: AMALAN MENGAMBIL BENDA BERTUAH | 263 Komentar

HAKIKAT MIMPI


Salah satu cara kita mengakses kekuatan adikodrati yang maha gaib adalah dengan cara bermimpi. Mimpi juga berarti kendaraan kita menuju relung-reling kegaiban terdalam kenyataan.

 Pada artikel terdahulu berjudul YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MERAGA SUKMA, telah kami paparkan bahwa salah satu cara memulai raga sukma adalah melalui mimpi saat tubuh kita tertidur. Kenapa melalui mimpi? Sebab mimpi adalah rasionalisasi pengalaman astral atau pengembaraan pikiran seseorang keluar dari tubuh fisiknya dan tidak ada pemeriksaan ulang terhadap proses mental dari kesadaran fisik. Melalui mimpi akan terasa bagaimana jiwa adalah PENGEMUDI sementara tubuh fisik kita adalah KENDARAANNYA.

 Jadi sebenarnya, manusia itu mengalami RAGA SUKMA saat fisiknya tertidur. Jadi 90 persen manusia melakukan raga sukma saat tertidur. Sayangnya, dalam raga sukma mimpi kebanyakan orang tidak terkontrol oleh kesadaran ruh sehingga perjalanannya cenderung kesana kemari sehingga tidak mampu dimaknai secara benar. Semakin dewasa usia kronologis seseorang, semakin tua usia mental seseorang idealnya dia semakin mampu untuk mengendalikan mimpinya dan mimpi tidak lagi berkeliaran ke sana kemari tanpa kontrol kesadaran yang lebih tinggi dari kesadaran fisik.

 Sat kita tertidur, fisik kita istirahat total. Kesadaran fisik kita juga berada di titik nol. Kita tidak lagi memikirkan apa-apa. Walaupun penelitian psikologi membuktikan bahwa saat tidur, sebenarnya masih ada aktivitas otak namun ini adalah aktivitas otak yang tidak disadari. Jadi di dalam tidur, tetap ada beberapa jam atau menit dimana kesadaran fisik sama sekali berhenti total dan gelombang otak berada di TAHAP DELTA.

 Manusia sudah diberi Tuhan Yang Maha Kuasa sarana lengkap untuk menjadi bijaksana dan matang secara spiritual. Syaratnya dia harus mampu MEMBACA DIRINYA SENDIRI, MEMBACA CARA KERJA OTAKNYA, MEMBACA DAN MEMPELAJARI BAGAIMANA TUBUH FISIK DAN KESADARANNYA BEKERJA. Sehingga tidak ada alasan bagi satu manusiapun di dunia ini untuk tidak tahu apa hakikat hidupnya termasuk bagaimana mematangkan spiritualnya. Berhubungan dengan kematangan secara spiritual ini, Tuhan juga membuka JALUR PETUNJUK LANGSUNG AGAR BISA DIAKSES OLEH MANUSIA BIASA.

 Jalur petunjuk-petunjuk Tuhan itu ibarat peta perjalanan hidup manusia. Dan dimana kita bisa menemukan petunjuk Tuhan di dalam hidup sehari-hari? Jawabnya melalui MIMPI. Mimpi adalah sarana kita untuk berhubungan dengan HIGHER CONSCOUSNESS, kesadaran yang lebih tinggi yaitu KESADARAN JIWA SEBAGAI PERINTAH DARI KESADARAN RUH. Saat kita tertidur, kesadaran jiwa tidak ikut tidur. Kesadaran jiwa sebagai manifestasi dari ruh kita ini terjaga dan terbangun. Ruh kita berkelana meninggalkan fisik kita sesuai dengan keinginannya. Kebanyakan orang tidak mengetahui kemana ruh kita saat tertidur karena TIDAK DIKETAHUINYA JALUR KOMUNIKASI ANTARA OTAK KITA DENGAN RUH.

 Mimpi sebagai jalur komunikasi antara kesadaran fisik dengan kesadaran yang lebih tinggi haruslah DISADARI agar tidak percuma dan sia-sia belaka. Sebagian dari mimpi-mimpi yang kita alami selama tidur adalah PESAN-PESAN DARI KESADARAN YANG LEBIH TINGGI untuk ditujukan kepada kesadaran fisik (otak). Sehingga sangat masuk akal bila para leluhur kita dulu membuat tafsir mimpi yang beraneka rupa. Mungkin bagi kebanyakan orang yang hidup di jaman modern ini menganggap tafsir mimpi itu sebagai klenik dan gugon tuhon yang tidak punya dasar rasional. Namun, kita tegaskan diforum ini bahwa MIMPI MEMILIKI ALASAN RASIONAL YANG BISA DIPERTANGGUNG JAWABKAN SECARA EPISTELOMOGIS. Mimpi ibarat kode-kode morse yang perlu ditafsirkan dengan ilmu morse. Bukan dengan ilmu psikologi, ilmu biologi, apalagi ilmu kedokteran.

 Pada kesempatan kali ini, kita akan membuat hubungan langsung dengan sumber-sumber dari mimpi kita yang benar-benar membuat pesan pesan dari kesadaran lebih tinggi itu. Saat KESADARAN FISIK yang memuat EGO atau KEAKUAN kita ini istirahat selama tidur, saat itulah KESADARAN JIWA akan bangun karena diperintahkan oleh KESADARAN RUH. Salah satu teknik untuk menyadari pesan-pesan itu adalah dengan cara MENCATAT SETIAP MIMPI KITA SELESAI BANGUN TIDUR SEDETAIL MUNGKIN. Mereka yang gigih untuk mengingat bahkan mencatat apa yang terjadi dengan mimpinya akan mulai merasakan berbagai pengalaman aneh karena sebagian kesadaran yang lebih tinggi.

 Mereka yang gigih mencatat mimpi akan mendapatkan fakta sebagai berikut: Merasakan Anda terbang melayang di tanah, hutan atau di tempat lain. Anda bisa menyadari tidur Anda. Ini berarti tubuh fisik kitalah yang tidur, sementara ruh dan jiwa kita bangun karena itu kita sadari tidurnya tubuh kita ini. Kadang kita juga merasakan berbagai pemandangan yang belum pernah kita lihat sebelumnya, ini adalah bukti bahwa ruh kita memang sedang berkelana ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya.

 MEMPROGRAM MIMPI
Ini juga merupakan teknik untuk raga sukma. Sebelum tidur, heningkanlah cipta untuk sesaat (meditasi/semedi). Artinya, sementara kita usahakan untuk melemahkan kesadaran fisik agar kesadaran jiwa terbangun. Kemudian sampaikan niat dalam hati dengan kata kata bebas, misalnya: “TUBUHKU TIDURLAH KAMU DENGAN SADAR AKU KELUAR DARI TUBUH” dan bila perlu ulangi beberapa kali. Selanjutnya tidurlah dengan serileks dan sesantai mungkin. Jangan berpikir lagi agar diri kita tidak didominasi oleh EGO. Jangan berharap berhasil satu dua kali latihan karena mengharapkan HASIL secara cepat adalah memberi kesempatan EGO untuk menjajah jiwa kita. Awalnya, kita akan merasakan getaran halus energi tubuh dan tubuh fisik akan menjadi berat. Jangan takut karena ketakutan adalah EGO.

 Selanjutnya bila latihan rutin setiap hari, kita akan merasa tubuh seperti tenggelam, hingga akhirnya tubuh tertidur namun Anda tetap sadar. Dengan kesadaran itu pula kita bisa mengajak jiwa pergi mengembara kemanapun yang kita niatkan (RAGA SUKMA). Awalnya, jangan jauh-jauh dulu. Bertahap sesuai dengan kemampuan hingga Anda bisa terbang kemana-mana. Bila sudah mahir, tidurlah dan lakukan RAGA SUKMA menuju teman atau sahabat yang lama tidak Anda jumpai. Jumpai dia dan lihat seluruh benda yang Anda lihat, selanjutnya telepon teman lama tersebut dan periksa detail yang Anda lihat dalam raga sukma.

 KESIMPULAN
Pembaca yang budiman, secara tidak disadari kita ini sedang belajar olah kebatinan dan olah rasa tingkat tinggi. Untung saja, kita secara bertahap telah mengenal tahap-tahap perjalanan spiritualitas yang tersebar di berbagai artikel. Sehingga sedikit banyak kita sudah mengenal berbagai bentuk perjalanan spiritual. Ya, belajar tidak bisa langsung jadi cerdas. Semuanya perlu bertahap. Begitu pula untuk mencapai kesadaran jiwa dan kesadaran ruh. Belajar tentang kesadaran jiwa dalam konteks olah rasa, kita diharapkan untuk MENGHAYATI HAL-HAL BARU YANG BISA JADI BERBANDING TERBALIK AKAL KITA, juga berbeda bila kita belajar ilmu apapun yang telah kita kenal sebelumnya. Bila ilmu-ilmu lain menggunakan kesadaran fisik (otak), belajar kesadaran jiwa membutuhkan rasa dan batin kita. Batin adanya diluar kendali otak. Otak hanya bisa menganalisa fakta-fakta obyektif, batin menganalisa fakta-fakta subyektif yang obyeknya adalah kita sebagai subyek.

 

Agar aman, kita tidak akan menempuh perjalanan kesadaran jiwa melalui teknik perewangan alias teknik kesurupan. Kita tidak juga menggunakan teknik trance (ekstase) penghilangan kesadaran fisik secara paksa dan memasukkan kesadaran lain. Perlu diketahui, banyak guru spiritual mengajarkan teknik-teknik semacam ini padahal ini berarti PAKSAAN dan yang terjadi adalah HEGEMONI jiwa kita. Mereka tidak memiliki KONTROL atas kesadaran jiwanya. Ini tentu saja merupakan PEMBODOHAN. Setelah sadar, mereka akan menjadi sebagaimana manusia biasa lagi. Mereka tidak mencapai PERLUASAN KESADARAN SETIAP SAAT SEHINGGA MENGANTARKAN KITA MENJADI DIRI YANG SADAR JATI DIRI. Maka hati-hati memilih teknik dan metode yang pas untuk belajar olah rasa.

 

Teknik terbaik untuk belajar olah rasa adalah TANPA REKAYASA YANG MENGGUNAKAN UNSUR-UNSUR KEKUATAN LAIN DARI LUAR. Jadi kita gunakan saja teknik normal dan alamiah yaitu usaha dan pengalaman sehari-hari sepanjang hidup kita.
Marilah kita mulai pelajaran selanjutnya:
1. KONTROL EMOSI: tadi sudah dijelaskan bahwa kesadaran jiwa tarafnya di atas kesadaran fisik. Namun kesadaran jiwa ini adalah kesadaran perantara antara kesadaran fisik dengan kesadaran ruh. Kesadaran fisik tarafnya masih jauh dari kesadaran ruh. Kesadaran jiwa ini ada di antara dua kesadaran itu sehingga masih ada EMOSI, dan belum MURNI menyuarakan kesadaran RUH.
2. PERLU BERSYUKUR: Ruh berada di jalur metafisik, yang mengatasi ruang dan waktu. Kesadaran ruh kita tidak terbatasi oleh dimana dan kapan kita berada sekarang. Dengan menguasai tingkat kesadaran, kita bisa bergerak secepat kilat kemana pun yang kita sukai. Sepertinya kita tidak terlalu merasakan perpindahan kesadaran, namun ketika Anda melihat ada orang yang perlu ditolong maka kesadaran ruh anda langsung memerintahkan kesadaran jiwa untuk berempati segera. Anda harus menolongnya. Dan seketika Anda menolong, maka itu berarti Anda tergerak untuk menuruti GURU SEJATI Anda. Saat Anda mendengar bunyi lonceng atau bedug, Anda langsung ingat Tuhan dan segera tergerak melaksanakan ibadah. Menjalankan Ibadah, diharapkan tidak menuruti kesadaran fisik (otak) karena Anda tidak akan khusyuk. Untuk khusyuk, masukilah kesadaran jiwa dan resapilah keagungan Tuhan melalui kesadaran ruh Anda. Saat Anda rileks, maka tutup kesadaran fisik Anda dan masuki kesadaran jiwa. Saat kita mengemudi kendaraan, jangan gunakan kesadaran jiwa nanti mobil Anda menabrak kendaraan lain. Kemampuan ini OTOMATIS kita gunakan tanpa belajar lagi. Namun sebenarnya kemampuan ini juga kita peroleh dengan BELAJAR SEDIKIT DEMI SEDIKIT MULAI ANAK-ANAK HINGGA DEWASA. Ini adalah bukti bahwa manusia adalah makhluk pembelajar yang sangat istimewa sehingga untuk menajamkan kesadaran jiwa, sangat penting untuk mensyukuri segala pemberian Tuhan kepada kita. Tanpa rasa syukur, jiwa kita akan gersang dan ruh kita akan tersingkir di ujung kemanusiaan kita yang semakin hancur.
3. MENJADI MANUSIA BARU: menjadi manusia baru artinya mengalami perpindahan kesadaran dan keluasan jiwa secara alamiah. Kita menjadi manusia baru yang siap untuk raga sukma, jiwa kita mampu berkelana kemanapun yang kita sukai. Sungguh membahagiakan melihat dunia dengan “:JIWA” tidak dengan mata biasa. Bila mata biasa melihat uang sepuluh ribu terasa tidak berharga, namun melihat uang sepuluh ribu dengan JIWA, kita akan mendapati nilai lebih karena betapa berharganya jumlah uang sebanyak itu untuk memberikan kepada orang miskin yang lapar. Kesadaran jiwa adalah jiwa yang sadar bahwa dia sesungguhnya adalah WAKIL DARI KESADARAN ILAHI.
4. Cara menggapai kesadaran jiwa adalah dengan SANTAI DAN TERSENYUM PENUH SYUKUR. Saat kita cemberut, maka kesadaran fisik (otak) segera mendominasi dan menguasai atau menjajah diri kita. Santai adalah jalan menikmati suara jiwa. Saat Anda berpikir keras yang biasa muncul adalah kesadaran fisik: keakuan atau EGO. Cukup dengan santai dan meniatkan di dalam hati kita akan mampu mengakses kesadaran jiwa dan Anda dengan mudah mengetahui apa yang dirasakan dan dipikirkan orang lain. CUKUP DENGAN SANTAI RILEKS DAN SYUKUR, KITA MAMPU MERASAKAN BAGAIMANA DEKATNYA KITA DENGAN TUHAN YANG MAHA KUASA DAN MAMPU PULA BERKOMUNIKASI DENGAN SEMUA MAKHLUK GAIB CIPTAAN-NYA.
5. HIDUP BIJAKSANA. Kesadaran jwa adalah jembatan ruh menyuarakan dirinya. Ruh kita ini sangat bersih dan suci sebagai pengendara sejati tubuh kita, kesadaran fisik (otak) kita. Ruh kita berkata melalui kesadaran jiwa bahwa ini baik ini buruk, ini benar ini salah. Kesadaran fisik yang bertugas mempertanyakan kenapa baik dan kenapa buruk. Tugasnya menganalisa menyerahkan berkas analisanya kepada keputusan ruh karena di sinilah KEBIJAKSANAAN. Jangan putuskan dengan otak saja karena ini berarti kita tidak menghargai kepemimpinan ruh atas diri manusia.

 

@wongalus,2010

Categories: HAKIKAT MIMPI | 50 Komentar

HAKIKAT BELA DIRI DAN PENDEKAR SEJATI


Ribuan anggota perguruan pencak silat Pagar Nusa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (15/1) sekitar pukul 21.00 WIB, mengamuk dan mengakibatkan tiga orang mengalami luka bacok dan pukul. “Kami masih mengusut motivasi kejadian pemukulan yang dilakukan anggota perguruan pencak silat Pagar Nusa yang mengakibatkan sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Agus Saripul Hidayat. Mereka yang menderita luka bacok pada kepala dan tubuhnya yaitu Ariyanto (22) warga Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Heru dan Kaswan, keduanya warga Desa Sukowati, Kecamatan Kapas yang mengalami luka pukul dan bacok pada tangannya.

Ketiga korban itu masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo.  Menurut Agus, rombongan anggota perguruan pencak silat dari Pagar Nusa berangkat dari arah barat menuju kota Bojonegoro untuk mengikuti acara “suroan” yang digelar kelompok perguruan pencak silat itu. Di sepanjang jalan antara Kecamatan Balen hingga Kecamatan Kapas, seperti di Desa Sukowati dan Mojodeso, rombongan yang menumpang dua truk dan mengendarai ratusan kendaraan bermotor roda dua itu langsung menghajar dengan pentungan dan golok terhadap siapa pun yang ditemui di jalan.

“Tangan kanan Kaswan menderita luka bacok, sedangkan saya terkena pentungan pada kepala,” kata Heru. Sementara itu, seorang warga Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Sumadi (54) mengatakan dirinya mendapatkan kabar bahwa anaknya, Ariyanto dikeroyok sejumlah orang di antaranya bersenjata golok ketika sedang bermain di tepi jalan.

“Anak saya ketika itu sedang bermain di tepi jalan dengan teman-temannya,” katanya ketika ditemui di RUSD Sosodoro Djatikoesoemo sedang menungui anaknya yang pingsan dengan luka bacok di kepala.  Dalam kejadian tersebut petugas kepolisian yang diturunkan berhasil mengamankan sebuah plat kendaraan bermotor roda dua.  Menurut Agus, upaya pengamanan saat ini dilakukan dengan mengerahkan ratusan petugas untuk menjaga sepanjang jalan yang baru saja dilewati rombongan anggota perguruan pencak silat tersebut. Diperkirakan anggota perguruan pencak silat yang datang ke gedung Serbaguna jumlahnya ribuan orang.  “Mereka malam ini (Jumat malam) berkumpul di gedung Serbaguna, dan kami terus mengusut kejadian itu untuk menangkap pelakunya,” katanya.  Setelah adanya kejadian tersebut, warga di sepanjang jalan raya Bojonegoro – Surabaya di Kecamatan Kapas hingga Balen, hingga Jumat malam masih siaga bersama petugas dari Polres dan Brimob Bojonegoro.

PENDEKAR SEJATI
Membaca berita dari ANTARA di atas, terus terang membuat kita semua prihatin. Sebagai pendekar, tidak seharusnya mereka mengamuk dengan alasan apapun. Mereka harus pandai-pandai untuk menguasai emosi dan nafsu marah yang membabi buta. Tidak sepatutnya pendekar menggebuki warna masyarakat dengan alasan apapun. Warga masyarakat harus dilindungi, diayomi, dibela. Bahkan ketika mereka salah paham pun, harusnya para pendekar itu memaklumi dan hanya boleh “menangkis” tidak boleh aktif “memukul” atau balik melakukan serangan.

Kejadian pendekar ngamuk dan tawuran seperti ini tidak terjadi sekali ini saja. Sangat sering antar pendekar perguruan silat tawuran di berbagai kota di Jawa Timur dan kota-kota yang lain. Ini adalah cermin dari kurang dipahaminya hakikat ILMU BELA DIRI. Apa hakikat bela diri?

Sesungguhnya ILMU BELA DIRI INI ADALAH ILMU MEMBELA DIRI SEJATI DARI SERANGAN DIRI YANG TIDAK SEJATI. Jadi musuh utama manusia bukan terletak di luar dirinya. Musuh utama manusia adalah dirinya sendiri. Inilah yang harus diperangi sepanjang hayat di kandung badan. Inilah JIHAD AKBAR yang harus terus menerus dilembagakan di berbagai perguruan bela diri. Dari filsafat tombak kita akan tahu betapa musuh sejati manusia adalah dirinya sendiri. Prajurit pangkat rendah yang berlaga di medan tempur peperangan masa lalu memegang tombak sangat panjang. Semakin tinggi pangkatnya, tombaknya semakin pendek. Sedemikian hingga mereka yang pangkatnya tertinggi sudah tidak memegang senjata lagi. Sebab musuh sejatinya tidak berada di luar dirinya, namun berada di “dalam” akunya sendiri. Di sinilah Iblis bersemayam. “SEMUA SUJUD KEPADAKU, KECUALI IBLIS (AKU YANG TIDAK MAU SUJUD)”…

Gelar pendekar tidak sembarangan disandang seseorang. Pendekar harus melalui uji laku, uji nalar dan uji kebijaksanaan yang  dahsyat. Para senopati perang di jaman dulu tidak hanya berteori dengan menguasai banyak ajian dan menang di medan perang dengan menaklukkan musuh-musuhnya saja melainkan juga diuji dengan perang melawan dirinya sendiri. Saat diuji perang melawan dirinya sendiri inilah, kebanyakan para pendekar di masa lalu GAGAL. Sejarah masa lalu bumi nusantara ini dipenuhi oleh banyaknya pendekar yang egois dan gagal. Ya, sejarah kita adalah sejarah yang dipenuhi dengan banjir darah penaklukan pihak luar namun tidak mampu mengalahkan dirinya sendiri.

Ada sebuah petuah jawa yang sungguh agung: Dalané guno lawan sekti, kudu andhap asor. Wani ngalah dhuwur wekasané. Arti bebasnya, kalau ingin menjadi orang sakti, harus pandai-pandai untuk merendah sebab berani mengalah akan meninggikan derajat kemanusiaan seseorang.

Tidak perlu marah bila dicaci maki, tidak perlu dendam bila dihina, tidak perlu memperturutkan hawa nafsu agar diakui sebagai pemenang, kita tidak perlu semua itu… Yang kita perlukan sekarang ini adalah bagaimana kita mampu menjadi pendekar yang menang melawa diri ego kita yang tidak sejati. AKU SEJATI harus mampu menjadi pengendara kendaraan tubuh fisik biologis kita. Kesadaran fisik harus tunduk pada kesadaran jiwa, dan kesadaran jiwa harus segaris dengan kesadaran rasa sejati.  Untuk para saudaraku, semua pendekar di bumi nusantara: Menahan diri adalah kunci memenangkan peperangan. Musuh sejatimu adalah dirimu sendiri.

@Wongalus,2010

Categories: HAKIKAT BELA DIRI | 9 Komentar

YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MERAGA SUKMA


Raga sukma adalah sebuah fenomena spiritual di mana jiwa atau tubuh astral manusia melakukan perjalanan dalam keadaan sadar setelah terbebas atau keluar dari tubuh fisik.

Dalam artikel terdahulu CARA MERAGA SUKMA, disebutkan bahwa sebelum kita melakukan perjalanan keluar dari tubuh untuk berkelana kemanapun yang kita inginkan kita hendaknya mengenali bagian yang paling hakiki, paling inti pada diri kita yaitu roh. Roh ini memiki kesadaran yaitu kesadaran roh. Kesadaran ruh yang pertama kali adalah pengakuan bahwa bahwa pada diri manusia ini ada sesuatu yang sejati, yang disebut dengan AKU SEJATI. Jadi bisa dikatakan bahwa aku sejati manusia itu adalah ruh kita sendiri.

Jadi pada diri manusia itu ada tiga lapis kesadaran yaitu: KESADARAN FISIK, KESADARAN JIWA, dan KESADARAN RUH. Kesadaran fisik muncul akibat aktivitas otak biologis, kesadaran jiwa adalah kesadaran yang lebih tinggi dari kesadaran otak akibat komunikasi intensif antara ruh dan otak. Sementara kesadaran ruh adalah kesadaran yang murni terbebas dari pengaruh otak. Jadi ini adalah kesadaran spiritual tertinggi.

TIDAK ADA CARA LAIN UNTUK RAGA SUKMA KECUALI diam, meneng dalam posisi duduk atau berbaring. Disebut juga MEDITASI. Cara meditasi beragam, silahkan dipilih yang paling disukai. Dalam semua tradisi mistik esoterik, meditasi memiliki istilah tata cara syariat yang beragam. Prinsipnya bahwa dalam meditasi Anda akan mengalami LONCATAN KESADARAN dari kesadaran FISIK menuju kesadaran JIWA. Untuk itu, tahap RAGA SUKMA adalah: diam dalam jangka waktu dengan kata-kata sugesti (mantra) yang Anda yakini mampu mengadakan perpindahan dari kesadaran fisik menuju kesadaran jiwa. Hingga tubuh Anda benar-benar mampu tidur namun jiwa Anda melayang dengan kontrol sadar dari ruhani.

Raga sukma adalah perjalanan kesadaran jiwa menuju ke semua tempat secara sadar. Sehingga untuk meraga sukma harus dihindari perjalanan jiwa yang tidak disadari dan tidak dikontrol oleh kesadaran ruh. Apa ada perjalanan yang tidak disadari ruh? Jawabnya Ada. Yaitu saat seseorang mengalami trance atau kesurupan. Inilah tahap dimana perjalanan jiwa tidak dikontrol sehingga kacau bahkan jiwa bisa tersesat. Inilah bahayanya kalau perjalanan jiwa tidak dikontrol, maka seseorang itu akan mengalami kegilaan permanen.

Kegilaan permanen ini sebenarnya bisa disembuhkan bila kita bisa menemukan kembali kemana jiwa tersebut pergi. Namun sangat sulit menemukan kemana lepasnya jiwa. Sangat sedikit orang waskita yang bisa menemukan jiwa yang tersesat ini agar kembali ke tubuh dan kesadaran fisik seseorang. Celakanya, kadang setelah kita menemukan kembali jiwa dan membawa masuk ke tubuh seseorang sayangnya dia telah mengalami kerusakan jaringan syaraf pusat otaknya.

Jiwa biasanya pergi karena berbagai hal, yaitu masalah cinta asmara, masalah hutang piutang, masalah lain sehingga jiwanya kacau dan tidak dikontrol oleh kesadaran ruhnya. Akibatnya, seseorang tersebut bisa jadi bunuh diri! Sesuatu hal yang harusnya dihindari oleh kita semua. Hanya dengan dekat kepada Tuhan Sang Pencipta, kita semua memohon agar dihindari dari kesulitan dan persoalan yang tidak ditemukan jalan keluarnya.

Salah satu cara memulai raga sukma adalah melalui mimpi saat tubuh kita tertidur. Kenapa melalui mimpi? Sebab mimpi adalah rasionalisasi pengalaman astral atau pengembaraan pikiran seseorang keluar dari tubuh fisiknya dan tidak ada pemeriksaan ulang terhadap proses mental dari kesadaran fisik. Melalui mimpi akan terasa bagaimana jiwa adalah PENGEMUDI sementara tubuh fisik kita adalah KENDARAANNYA.

Jadi sebenarnya, manusia itu mengalami RAGA SUKMA saat fisiknya tertidur. Jadi 90 persen manusia melakukan raga sukma saat tertidur. Sayangnya, dalam raga sukma mimpi kebanyakan orang tidak terkontrol oleh kesadaran ruh sehingga perjalanannya cenderung kesana kemari sehingga tidak mampu dimaknai secara benar.

Dalam raga sukma, tubuh fisik kita masih hidup. Kenapa masih hidup padahal jiwa dan ruh kita sudah pergi meninggalkan tubuh? Ini karena pada diri manusia masih ada TALI JIWA (SURATMA) yang menghubungkan antara ruh dengan jasadnya. Saat seseorang meninggal dunia dan dikubur, mayatnya mulai membusuk maka badan astral atau halus tidak ikut mati. Badan astral ini oleh orang jawa disebut dengan WETHALA. Dalam waktu tujuh hari setelah kematiannya, WETHALA ini kemudian baru pergi dari tubuh mayat yang telah membusuk.WETHALA badan astral dan jiwanya akan tetap terikat pada mayat oleh kekuatan SURATMA selama mayat belum hilang sama sekali. Suratma inilah yang menjaga mayat tidak cepat busuk.

Tali Jiwa atau Suratma ini berwarna perak. Saat Anda sedang berada di luar tubuh fisik, Anda bisa melihat tali perak ini satu ujungnya menempel di tubuh halus dan ujung yang lainnya menempel di tubuh fisik Anda. Tali ini tampak merentang dari kelamin hingga otak. YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MERAGA SUKMA: JANGAN PERNAH MEMUTUSKAN TALI INI KARENA BERAKIBAT ANDA MENINGGAL DUNIA. BILA ANDA TIDAK BERNIAT MEMUTUSKANNYA, MAKA TALI INI JUGA TIDAK AKAN PUTUS.

Apabila Anda sudah berada di luar tubuh fisik Anda, berarti Anda mampu mengontrol rasa takut. Tidak ada lagi rasa takut, khawatir maupun was-was. Sebab rasa takut hanya ada di kesadaran fisik (otak) yaitu kesadaran manusia yang paling rendah. Bagaimana bila dalam perjalanan astral meraga sukma nantinya akan bertemu dengan makhluk halus? Anda tidak akan ketakutan lagi. Pada prakteknya, saat kita sudah berada di luar tubuh fisik maka kita tidak terlalu sering (jarang) bertemu tubuh halus yang lain. Bisa jadi kita juga bertemu dengan tubuh halus lain namun bisa jadi dia tidak melakukan raga sukma secara sadar. Bisa jadi dia dalam posisi tidur maupun santai yang dia sendiri tidak menyadarinya.

Karena masih dalam taraf belajar, ada baiknya kita membatasi diri dengan tidak neko-neko dan aneh-aneh. Dalam tarafa belajar tidak perlu mengunjungi: SESEORANG YANG TELAH MENINGGAL ATAU TEMPAT YANG TIDAK KITA KENAL SEBELUMNYA. (Ini agar jiwa kita tidak tersesat atau disesatkan. Jangan sampai kita mau untuk diajak ruh orang yang telah meninggal dunia menuju alam kelanggengan dan kita krasan tinggal di sana. Ini nanti akan membuat tubuh fisik kita sekarat atau semaput). Karena kontrol kita masih terbatas, maka berputar-putar dan nikmati bumi saja sesuai keinginan. Kalau Anda belum pernah berkunjung ke London, pergilah ke sana dan nikmati apa yang Anda temui dalam sekejap mata. Tidak usah mengunjungi TOKOH-TOKOH SAKTI baik yang sudah meninggal atau masih hidup. Mereka bisa saja melontarkan tubuh halus Anda ke tubuh fisik Anda sehingga membuat Anda ngos-ngosan gelagapan. Bisa berakibat fatal, Anda tidak akan terbangun dalam jangka waktu lama. Kalau Anda memiliki riwayat sakit jantung, maka bisa jadi Anda meninggal mendadak.

Kalau pada saat Anda meraga sukma kebetulan bertemu dengan tubuh halus lain, biasanya Anda melihat mereka ini tidak berwarna, tidak bercahaya dan pucat. Tubuh halus melayang atau berada di mana saja mampu menembus benda-benda fisik seperti asap atau bayangan. Saat kita menyentuh tubuh fisik seseorang maka kita hanya bisa menembusnya. Mereka tidak akan menyadari sedang kita sentuh. KECUALI ORANG-ORANG YANG MEMILIKI KEMAMPUAN CLAIRVOYANT (kemampuan melihat energi halus) dan KEMAMPUAN CLAIRAUDIENCE (kemampuan mendengar suara dari dimensi lain).

Apabila dalam meraga sukma Anda kebetulan (ini jarang terjadi) bertemu dengan tubuh halus lain. Misalnya MAKHLUK HALUS yang berniat buruk dan jahat maka berlarilah ke lapisan dimensi halus yang lain. Yang perlu Anda cermati, di dimensi gaib ini kita mengenal tujuh dimensi yang menempel pada tubuh halus manusia. Saat makhluk halus mengejar kita, maka kita bisa berlari secepat kedipan mata memasuki dimensi lain hingga dimensi kelima. Hanya pada dimensi keempatlah, makhuk jahat itu mampu mengejar jiwa manusia.

Makhluk halus sebenarnya bisa dikendalikan oleh pikiran dan kemauan manusia. Manusia yang bisa mengendalikan mereka, maka manusia tersebut memiliki kekuatan dahsyat. Mereka mampu kebal senjata apapun, mampu mengendalikan cuaca menghentikan hujan dan mengendalikan petir, mampu pula menjangkau apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa. Mereka inilah manusia linuwih dan sakti karena mampu mengendalikan makhuk halus yang berasal dari unsur bumi, unsur air, unsur udara dan api.

Dalam perjalanan astral tingkat tinggi kita bisa menganalisa bahwa semua mahluk halus yang berasal dari alam mempunyai bentuk tubuh mirip manusia dengan ukuran yang berbeda-beda. Mereka memiliki mata, telinga, kaki, tangan, tubuh meskipun bentuknya berlainan. Mereka memiliki kemampuan mengubah dirinya menjadi bentuk lain sesuai dengan keinginan mereka. Makhluk halus ini menempati dimensi astral dan dunia nyata kita. Dari segi jenis, di dunia ini setidaknya kita mengenal 350.000 jenis makhluk halus.

Berbeda dengan manusia yang terdiri dari unsur fisik dan metafisik, makhluk halus tidak diberi Tuhan badan fisik. Jadi mereka melulu bersifat metafisik (gaib). Mereka berdiam diri di bumi tanpa halangan, bergerak cepat di udara. Hidup dengan makanan zat eterik yang ada di bumi. Menyukai bau-bau harum, namun mereka tidak menyukai bau manusia. Oleh karena itu, mereka tidak menyukai hidup di rumah-rumah manusia. Mereka berusia rata-rata hampir sama dengan manusia. Bila mati, mereka lahir kembali melalui proses pembusukan astral. Wallahu a’lam.

@wongalus,2010

Categories: meraga sukma | 74 Komentar

AJI REMPUG GALUNGGUNG


Ini ajian dari tanah sunda untuk mengajak makhluk halus agar ikut bergotong royong secara sukarela menolong kita menyelesaikan pekerjaan besar hingga tuntas. Konon, aji ini digunakan Sangkuriang untuk membantu membendung Sungai Citarum dan membuat perahu hanya dalam satu malam saja. Mantranya sebagai berikut:

“BISMILLAH HIROHMANIRROHIIM
REMPUG GUNUNG TI GALUNGGUNG
REMPUG JAMI TI JAKSANI
AWAKING TERUNG NGAMBUNG
PANGMAMANGKEUN SORA AWAKING
KULA IBU NGIMPI NGADU DIPICIS DI LANGIT,
MASANG DI AWANG-AWANG
BOGA HUTANG TEU MAYAR
MAYAR KUTANGGA TILEPAN
SAKURUPUK JADI PUYUH
SAGARAPAK JADI HEULANG
MORO MUNDING JANGGAWATI
MAJAPAHIT
MORO BADAN KAULA….. (SEBUT NAMA ANDA SENDIRI)
RET JLEG SAJAGAT KABEH,
ASHADU ALLA ILAHA ILALLAH
WAASHADU ANNA MUHAMMADARASULULLAH.”

Cara mengamalkannya:
1. Puasa sunnah biasa 7 hari
2. Membaca surat Al-Ikhlas, Alfatihah, dan An-Nas, masing-masing 7 x setelah sholat Maghrib.
4. Melakukan sholat Tahajud selama 17 malam berturut-turut.

Ajian ini bisa aktif bila mantra dibaca sambil menahan nafas menghadap ke Barat.

Pantangannya:
Tidak boleh melanggar aturan agama yaitu melakukan MOLIMO: MADAT, MADON, MATENI, NYOLONG, JUDI.  Mengkonsumsi narkoba, bermain wanita, membunuh, mencuri, dan berjudi.

@wongalus,2010

Categories: AJI REMPUG GALUNGGUNG | 24 Komentar

ILMU HITAM PENGLEAKAN


Artikel tulisan  sdr: Saphiae

Di dalam khasanah budaya spiritual Bali, masyarakat mengenal dua jenis ilmu gaib yaitu ilmu gaib putih (penengen) dan ilmu gaib hitam (pangiwa). Ilmu hitam (pangiwa) banyak ragamnya, misalnya Aji Wegig, pengleakan dan lainnya. Adapun cara untuk mendapatkan ilmu tersebut bisa dengan cara membeli,  meminta (nunas) atau belajar di bawah pengawasan gurunya.

Khusus untuk memperoleh ilmu hitam pengleakan perlu dilakukan upacara Madewasraya. Upacara ritual ini dimaksudkan agar pelakunya memiliki kesaktian dan kedigdayaan yang luar biasa. Untuk tujuan itu, terlebih dahulu mereka harus menyucikan diri. Setelah itu tatkala malam diadakannya Madewasraya di kayangan pangulun setra (pura yang ada di dekat kuburan), diajukan permohonan kepada Betari Durga agar diberikan berkah kekuatan. Adapun sarana yang dipersiapkan sebagai berikut:

1. Daksina 1 buah
2. Uang kepeng sebanyak 17.000
3. Ketupat 2 kelan (1 kelan = 6 biji)
4. Arak & brem
5. Ketan hitam
6. Canang 11 biji
7. Canang tubungan, burat wangi lenga wangi, nyanyah (goreng tanpa minyak) gagringsingan, geti-getih (darah), dan biu mas (pisang kecil yang biasanya dipakai untuk membuat canang) kemudian dipersembahkan secara niskala. Setelah itu bersila di depan paryangan, bersemadi dan tidak lupa dengan dupa menyan astanggi dan dilanjutkan dengan meditasi. Saat sudah memasuki hening sempurna, mantra diucapkan:

“OM RA NINI BATARI BAGAWATI, TURUN KA BALI; ANA WANG MANGKANA; AMINTA KASIH RING PADUKA BATARI, SIRA NUNAS TURUN KA MRECAPADA. ANA WANG MANGKANA ANUNAS KASAKTIAN, MANUSA KABEH RING BAGAWATI, SANG HYANG GURU TURUN KA MRECAPADA. ANA WANG MANUSA ANGAWE BATARA KABEH, TURUN KA BALI SANG HYANG BAGAWATI. ANA BUTA WILIS, BUTA ABANG, ANA BUTA JENAR, ANA BUTA IRENG, ANA BUTA AMANCA WARNA, MAWAK I KALIKA, YA KAUTUS ANTUK BATARI BAGAWATI, TEKA WELAS ASIH RING AWAK SARINANKUNE, PAKULUN PADUKA BAGAWATI. OM MAM AM OM MAM, ANA PADUKA BATARA GURU, TEKA WELAS ASIH, BAGAWATI MANGGIH RING GEDONG KUNCI MANIK, TEKA WELAS ASIH RING AWAK SARINANKU”.

apabila sudah berhasil mendapatkan ilmu pengleakan tersebut, maka orang yang memiliki ilmu gaib tersebut akan digdaya. Konon dipercaya apabila mampu merahasiakannya, maka dalam 100 kali kelahiran akan menemui kebahagiaan dan kebebasan tertinggi. Dan bila meninggal dapat kembali ke sorga Brahmaloka, Wisnuloka, dan Iswaraloka. Tetapi bila ketahuan, apalagi sampai suka membicarakan, menyebarluaskan, dan tidak mampu merahasiakannya, maka dalam 1000 kali kelahiran akan menemui hina, neraka, disoroti oleh masyarakat, dan sudah pasti terbenam dalam kawah neraka Si Tambra Goh Muka. Wallahu a’lam.

*) ARTIKEL INI HANYA SEBAGAI TAMBAHAN PENGETAHUAN SAJA.  TIDAK PERLU DIAMALKAN KARENA BERTENTANGAN DENGAN KEBENARAN DAN KEBIJAKSANAAN.@wongalus,2010

Categories: ILMU HITAM PENGLEAKAN | 10 Komentar

ASMAK MALAIKAT DLOHIRMIR


Asma yang cocok untuk pertahanan diri dan serangan dahsyat penghancur musuh dalam perang adu kesaktian. Pengalaman seorang pendekar membuktikan asma ini efektif untuk berperang dengan pemilik ilmu hitam yang konon sangat susah dibunuh seperti Ajian Rawa Rontek, Paku Bumi maupun Panca Sona. Hanya segelintir pendekar yang memiliki Asma’ ini karena amalannya yang cukup berat. Asma ini sebenarnya ‘milik’ salah satu perguruan silat dan sangat dirahasiakan, sehingga kami mohon maaf bila telah membeberkan di forum ini.

Bunyi asma ini sebagai berikut:

A’UDZUBILLAHIMINASYAITONNIROJIM, BISMILLAHHIROH MANIROHIIM, ALIF LAM MIM,ALIF LAM RO, ALIF LAM MIM, LAAHAULAWALAQUWATTA ILLA BILLAH, WALA YAUDUHU HIFDZUHUMA WAHUWAL ALLIYUL ADHIIM, ALLOHUMA KUN FAYAKUN, YAA ZOHIR YAA BATHIN, YAA SAMI’, YAA BASHIER, ALLOHUMA SHALI ALA SAIDINA MUHAMMADIN ADADAMAA FIILMIHI SHOLATAN DAA IMATAN BIDAWAAMI MULKILLOH.

CARA MENGAMALKANNYA:
Puasa Senin-Kamis 7x atau puasa sunnah 40 hari, bacaanya Shalawat :
ALLOHUMA SHALI ALA SAIDINA MUHAMMADIN ADADAMAA FIILMIHI SHOLATAN DAA IMATAN BIDAWAAMI MULKILLOH.
Puasa 3 hari dimulai dari Selasa Kliwon bacaanya Basmalah dan Ta’awudz.
Puasa 3 hari mutih bacaan Alif Lam Mim, Alif Lam Ro, Alif Lam Mim. Puasa 3 hari mutih Bacaan Lauhalawaquwatta Billabilah.
Puasa 3 hari Mutih Bacaan Yaa zohir Dan Yaa Bathin diakhiri pati geni
Puasa 7 hari sunnah bacaan Yaa Sami yaa Bashir.

PENJELASAN ASMAK:
TA’AWUDZ bermanfaat agar kekuatan yang kita dapatkan tidak tercampur dengan kekuatan setan. BISMILAHIROHMANIROHIIM, kita mohon ijin Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memiliki amalan ini.

Bacaan “ALIF LAM MIM, ALIF LAM RO, ALIF LAM MIM”: pusat pembuka kekuatan munculnya energi gaib yang tersembunyi. Dibaca 500 x Puasa Mutih 3 hari.

“LAAHAULA WALAQUWATTA ILLABILAH”: mendapatkan kekuatan dari Allah SWT. Kekuatan ini nanti digunakan sesuai dengan kehendak kita. Dibaca 500 x puasa mutih 3 hari.

ALLOHUMMA KUN FAYAKUN”:  visualisasikan bentuk kekuatannya, saat membaca LAHAULA… afirmasikan membentuk energi bulatan ditangan yang siap dipukulkan ke musuh. Afirmasikan kekuatan sesuai imajinasi, misalnya untuk pengobatan, pukulan jarak jauh, kekuatan dalam bentuk senjata (misalnya keris), untuk menghilang, kekuatan dalam bentuk perisai pelindung, lakukanlah dengan konsentrasi berpenuh keyakinan.

“YAA ZOHIR YAA BATHIN” : pusat pembentuk kekuatannya dari hasil afirmasi. Baca 900x puasa mutih dan pati geni

“YAA SAMI, YAA BASHIR” : Tuhan mendengar do’a dan melihat apa yang kita inginkan. Malaikat biasanya berdzikir dengan membaca asma Allah ini dalam kecepatan 900.000 x dibanding manusia. Dengan begitu kita akan dapat kekuatan dengan sangat cepat. Baca 1 X.

Shalawat agar do’a kita dikabulkan yaitu agar kita bisa mendapatkan kekuatan. Tiap kita berdzikir akan mengumpulkan energi berlipat-lipat ganda sehingga saat diamalkan kekuatan mendadak berlipat-lipat.  Baca 600 x puasa Senin Kamis 7 x atau puasa sunnah 40 hari.

Bila sudah selesai akhiri dengan Puasa 3 hari, tepat pada bulan Hijriyah tanggal 13-14-15: baca Yaa Ahad kelipatan dari 13 x. Pada hari terakhir pagi sembelih hewan kurban dan bagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Insya Allah, akan datang seorang malaikat yang menjadi khodam dan akan memberikan kita ijazah Asma Malaikat Dlohirmir ini.

@wongalus,2010

Categories: ASMA MALAIKAT DLOHIRMIR | 53 Komentar

GEMERLAP DUIT DI KOTA GAIB



Bila ada kesempatan, berjalan-jalanlah ke Kota Pati Jawa Tengah. Di sini, dunia perdukunan alias “orang pintar” diakui sebagai budaya masyarakat yang umurnya setua peradaban Nusantara sendiri. Pemakai jasa mereka pun tak pernah surut jumlahnya.

 Pati sejak lama dikenal sebagai pusat dunia bisnis gaib. Kota ini kondang dikenal sebagai markas besar Paguyuban Paranormal Indonesia, yang dipimpin Eddy Rusmanto alias Boss Eddy. Wajah Kota Pati sebagai kota paranormal juga bisa dilihat dari maraknya baliho besar yang menawarkan jasa alternatif pemecahan masalah di beberapa sudut kota. Padahal, kota kecil dengan penduduk kurang dari seratus ribu jiwa ini semula lebih dikenal sebagai kota kaum pensiunan. Maklum, suasananya adem-ayem. Gerak industri yang bergema sampai di tingkat nasional hanyalah produk kacang garing dari dua perusahaan.

 Namun, Pati di setiap akhir pekan, ratusan tamu datang dari luar. Mereka adalah para pasien sejumlah paranormal yang buka praktek di situ. Dari mana sebetulnya datangnya paranormal ini? Ibarat industri dodol di Garut, satu laris yang lain ikut-ikutan, begitu pula yang terjadi di Pati. Satu-dua orang ngetop, yang lain ikut nongol. Menurut istilah mereka sendiri, hal tersebut bagian dari pengaderan. Namun, sesungguhnya munculnya paranormal di kota ini bukan kebetulan semata.

 Pati punya sejarah panjang dengan dunia gaib nan keramat. Misalnya, di kota ini ada makam tokoh-tokoh spiritualis kondang di Jawa, seperti Mutamakin, Syeh Jangkung, Saridin, Sunan Kalijogo, Sunan Jafar Sodiq (Sunan Kudus), dan Sunan Raden Mas Said (Sunan Muria). Selain itu, di kawasan Gunung Patiayam puluhan tahun lalu berdiri perguruan yang dipimpin Nyi Senggoropati. Tokoh yang sudah meninggal pada 1987 di usia 110 tahun ini merupakan guru bagi sebagian besar paranormal yang kini aktif berpraktek di Pati.

 Sekalipun bibit “orang sakti” bertaburan, praktis sampai sepuluh tahun lalu paranormal di kota ini masih menjalani kegiatan mereka dengan cara lama. Tahun 1992, pola ini mulai berubah dengan berdirinya Paguyuban Paranormal Indonesia dan Yayasan Swakarsa, yang sama-sama menghimpun paranormal. Paguyuban digerakkan oleh Boss Eddy, sementara Swakarsa oleh Ki Umar. Dalam perkembangannya, Paguyuban terlihat lebih menonjol, beranggotakan 6.000 orang, 1.300 orang di antaranya aktif berbisnis paranormal di berbagai daerah.

 Di Pati tercatat paranormal besar yang buka praktek ada 15 orang. Yang tergolong sukses besar ada tujuh orang: Boss Eddy, Mbak Har, Mbah Roso, Anisa Dewi, David Gombak, Dewi Sedap Malam, dan Jeng Asih. Mereka mulai menuai sukses pada tahun 1997. Ada beberapa faktor yang membuat nama mereka melambung. Pertama, kegiatan mereka mulai diliput oleh media klenik. Bersamaan dengan itu, mereka tak ragu lagi beriklan. Yang tak kalah penting, krisis ekonomi ikut meningkatkan jumlah pasien. Biasanya, saat itu para tamu datang minta tolong agar tak kehilangan jabatan, usaha laris, dan yang lainnya. Seiring dengan waktu, jasa alternatif yang mereka tawarkan pun kian beragam dengan nama-nama ajian yang menggelitik.

Rata-rata tempat hunian para dukun sukses ini paling mewah di lingkungannya. Rumah bertingkat, perabotan mewah, serta mobil berjejer di garasi. Boss Eddy, misalnya, setelah sukses bisa memiliki rumah produksi, pemancar radio FM, serta pabrik obat tradisional. Bos yang satu ini memang seperti tak akan kesulitan mendapatkan dana segar. Setiap hari, paling tidak ada kiriman Rp 10 juta via wesel dari pasien yang berobat jarak jauh. Angka itu belum terhitung pasien yang datang langsung.

 Rutinnya nama mereka menghiasi lembar iklan di media klenik juga bisa dijadikan ukuran kemakmuran. Dalam setahun, paling tidak seorang dukun sukses menganggarkan Rp 200 juta untuk belanja iklan. Angka ini biasanya merupakan 20 persen pendapatan total mereka. Alhasil, pukul rata pemasukan seorang dukun kondang setahunnya berkisar Rp 1 miliar.

 Meski tak memberikan pajak langsung, kegiatan paranormal ini terbukti menyulut kegairah perekonomian Pati. Bagai pulut, dukun-dukun kondang ini mampu mendatangkan banyak tamu dari luar daerah. Dulu jumlah hotel di sini hanya 15 buah. Saat ini sudah ada 22 hotel pelbagai kelas. Sebagian besar tamu hotel adalah juga klien paranormal. Tamu yang datang dari pelbagai kalangan, mulai pengusaha, artis, sampai pejabat.

 Maraknya bisnis klenik di Pati ini diakui Boss Eddy sangat membanggakan hatinya. Ia ingin Pati benar-benar jadi kota tujuan wisata spiritual seperti halnya Gunung Kawi di Jawa Timur. Bahkan ia tak menutupi hasratnya bila satu saat julukan kota paranormal resmi disandangkan pada Pati. Ninik L. Karim, psikolog dari Universitas Indonesia, menilai menjamurnya bisnis ini karena bertumpuknya soal yang tidak bisa lagi dijawab secara rasio, serta desakan kebutuhan. Rasa tak aman dalam hidup bagi sebagian orang perlu dicarikan jalan pintas alias mengunjungi paranormal. Menurut Cholil Bisri, pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Rembang, Jawa Tengah  setiap masalah punya pemecahan, tergantung seseorang memilih jalan terang atau sebaliknya. Ia menilai fenomena ini merupakan cerminan masyarakat yang resah, sekalipun begitu banyaknya paranormal sejatinya tak mendatangkan kerugian ataupun keuntungan. “Manfaat mereka, ya, untuk meramaikan isi dunia,” kata Cholil sebagaimana yang dilansir di sebuah media.

Mungkin betul, dunia butuh mereka. Saat semua jalan dirasa buntu, umbar janji dari paranormal bisa memberikan harapan dan hiburan tersendiri. Bagi sebagian orang, mendatangi paranormal dipercaya sebagai upaya paling manjur. Bagi yang tak percaya, paling tidak senyum bisa terbit kala membaca nama-nama ajaib aneka jampi yang ditawarkan para dukun.

 MEREKA YANG JADI PARANORMAL

Paranormal kini sudah jadi profesi. Kerja mereka bukan lagi sekadar kebajikan yang cukup dibalas dengan ucapan terima kasih. Beberapa tahun terakhir, kaum paranormal mulai menunjukkan bahwa pekerjaan ini bisa dijalankan secara profesional, memanfaatkan teknologi telepon seluler dan internet, serta mampu menjanjikan limpahan uang. Profil beberapa paranormal asal Pati di bawah ini adalah cermin dunia dukun yang sedang berubah. Inilah paranormal yang ada di Pati….

 Bos Eddy Panggilan Bos di depan namanya menunjukkan ketokohannya di jagat paranormal. Di lingkungan Paguyuban Paranormal Indonesia (PPI), Bos Eddy alias Eddy Rusmanto, 42 tahun, disebut sebagai Guru Besar. Sejumlah murid datang dan pergi, menimba ilmu di Padepokan Perhimpunan Alternatif Indonesia di Pati, yang dikelolanya selama ini. Lama dikenal sebagai paranormal yang mengubah citra dunia perdukunan menjadi profesi modern, Eddy menabrak konvensi lama bahwa dukun tidak boleh memasang tarif. Ia mempekerjakan empat staf yang dilengkapi lima unit komputer agar bisa melayani pasien secara maksimal. Terobosan lain adalah mengiklankan bisnisnya. Iklan merupakan bagian strategi. Suhartini alias Mbak Har adalahistri Eddy, yang juga paranormal. Eddy menghabiskan Rp 200 juta setahun untuk promosi. Belanja iklan ini menggambarkan penghasilannya. Sekali memasang susuk, ia bisa meraup Rp 2 juta hingga Rp 10 juta. Untuk pasien asing, tarif bisa melejit sampai angka Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Sukses di dunia perdukunan, Eddy melebarkan bisnisnya ke usaha farmasi, stasiun radio, permainan anak-anak, pasar swalayan mini, dan rumah produksi. Paranormal ini memusatkan semua bisnisnya di atas lahan seluas 2 hektare. Nilai aset usahanya sekitar Rp 6 miliar.

Bisnis miliaran ini ternyata berawal dari urusan sepele. Pada 1983, saat Eddy masih remaja tanggung, cintanya pernah ditolak seorang gadis. Terdorong sakit hati, Eddy mencari dukun tangguh yang akhirnya ia temukan di Pati. Kendati perbuatan itu membuatnya diusir dari rumah. Dalam enam bulan ia berhasil menguasai ilmu pelet. Eddy lalu berguru ke K.H. Chambali di Serang, Banten, selama tiga tahun hingga khatam ilmu kebal. Tak jelas apakah Eddy menggunakan ilmu pelet untuk meminang Mbak Har, gadis sekampung berwajah manis yang kini menjadi istrinya itu. Sejak 1986, Eddy resmi menjadi paranormal dan nekat membuka sebuah padepokan. Ayahnya yang dulu mengusirnya serta kakaknya pernah berguru kepada Eddy. Pasien Eddy berasal dari dalam dan luar negeri.  Bos Eddy semakin menggaungkan nama kota Pati karena mendirikan padepokan Senggoropati, di Jl Raya Pati – Gabus 1 A setiap hari tetap ramai dikunjungi pasien, baik yang ingin berobat alternatif maupun konsultasi spiritual.

Sejumlah murid yang digodok dari Padepokan Senggoropati, kini berkiprah dan melejit sebagai ahli metafisika kondang, beberapa di antaranya membuka sanggar dan praktik di Kota Pati.

Mbah Roso Sang Pangeran Pengasih, begitulah julukan Imam Suroso karena kemampuannya memberikan aji-aji pengasih. Kendati baru berusia 36 tahun, ia populer dengan sebutan Mbah Roso. Selain menjadi paranormal, Suroso menjalani profesi sebagai perwira menengah polisi yang bermarkas di Kepolisian Wilayah (Polwil) Pati, Jawa Tengah. Spesialisasi Suroso adalah menaklukkan hati orang, dari soal mengajuk hati atasan agar karir tak terancam, masalah jodoh, melariskan usaha, hingga merukunkan suami-istri. Senjata andalannya tentu bukan bedil atau gas air mata adalah Ilmu Puter Giling. Pasiennya terdiri atas pejabat, artis, dan pengusaha. Beberapa tokoh publik juga mengunjungi Suroso seraya meminta sang dukun merahasiakan identitas mereka. Kelompok ini biasanya meninggalkan kartu nama di ruang kerja Suroso setelah memberikan kode “RHS” alias rahasia di atas kartu tersebut. Suroso mengelola bisnisnya dengan cara modern: 10 orang pegawai membantu Suroso menangani administrasi dan keuangan. Di kantornya ada faksimile dan enam unit komputer yang dilengkapi internet dan e-mail?sebagian pasien memang berkonsultasi lewat e-mail. Ayah dua anak ini mewarisi kemampuan supernatural dari neneknya, Sugiyah salah satu dukun kondang di Pati pada 1976. Ia pernah mengajar di sebuah SMP di Pati selama dua tahun sebelum beralih profesi menjadi polisi. Ia memperdalam pengetahuannya pada Bos Eddy serta sejumlah kiai ternama, antara lain K.H. Sahal Mahfudz dan K.H. Mustafa Bisri. Pria yang rajin puasa mutih dan sudah menunaikan ibadah haji ini mengaku ilmunya tidak menyimpang dari ajaran agama Islam. Sejak 1990, dengan seizin atasannya di Polwil Pati, ia membuka praktek paranormal profesional di Padepokan Bumi Walisongo, Pati. Suroso meraup Rp 10 juta-Rp 12 juta per bulan dari praktek di Pati dan Jakarta.

 Jeng Asih Peralihan karir Suhartini alias Jeng Asih, 35 tahun, tidak tanggung-tanggung: dari seorang guru madrasah sanawiah, ia ber-“metamorfosis” menjadi “Ratu Susuk Indonesia” serta ahli membenahi organ seks kaum wanita. Dengan ramuannya, ia mengaku bisa “menyulap” perempuan separuh baya menjadi seolah perawan tingting. Istri Mbah Roso ini menggunakan susuk sebagai “senjata” andalannya. Dia menciptakan susuk multiguna dari baja, emas, dan bahan logam lainnya yang “diisi” dengan mantra dan doa untuk kecantikan, menambah potensi seksual pria, atau menangkal santet. Suhartini memperoleh kemampuan paranormal dari pamannya, Jupri, pada 1975. Ia juga berguru pada Bos Eddy. Profesi guru madrasah ia tanggalkan pada 1996 karena profesi paranormal memang lebih menjanjikan ketimbang pegawai negeri. Setiap kali berpraktek, Suhartini melayani 30-40 pasien, baik di Jakarta maupun di Pati. Tarif mahar alias imbalan yang dipatok Suhartini bergerak antara Rp 200 ribu dan Rp 1 juta. Setiap bulan wanita ini mengaku bisa mengantongi Rp 20 juta. Basis pendidikan agama Islam yang ia peroleh saat mondok di Pesantren Maslakul Huda milik K.H. Sahal Mahfudz dan pesantren K.H. Mustafa Bisri membuat Suhartini banyak menggali khazanah literer Islam untuk memperkaya kemampuan paranormalnya.

 Dewi Sedap Malam Krisis ekonomi tak hanya membuat orang lari ke dunia paranormal, tapi juga melahirkan paranormal. Siti Kasiyati, 48 tahun, adalah salah satu contohnya. Tadinya, wanita ini mencari rezeki sebagai kontraktor bangunan di Pati dan sekitarnya. Tatkala krisis ekonomi menghantam usahanya pada 1999, ibu tiga anak ini tidak kehilangan akal. Siti langsung “menyulap” dirinya menjadi ahli pengobatan alternatif. Spesialisasinya? Membenahi organ seksual kaum wanita. Usaha baru ini terbukti laris. Sejumlah pejabat wanita menjadi pelanggan tetapnya saban ia buka praktek di Hotel Mega, Jakarta Pusat. Siti Kasiyati alias Dewi Sedap Malam menarik bayaran antara Rp 500 ribu dan Rp 1,5 juta untuk setiap pasien. Sekali praktek di Pati, Kudus, atau Jakarta, Dewi bisa mengantongi Rp 5 juta. Wanita ini juga melayani pengobatan jarak jauh. Ia mengaku menerima sekitar 55 pucuk surat dari pasiennya dari Papua, Ambon, Makassar, Bandung, Medan, dan juga dari Hong Kong, Taiwan, dan Australia setiap hari. Kakak kandung Mbah Roso ini sudah mahir memijat saraf dan meramu jamu sejak 1971. Saat bisnis konstruksinya terhantam krisis, Suroso mendesaknya beralih profesi–pilihan yang terbukti tidak keliru.

 David Gombak Bermodalkan ijazah SMU, David Iman Kristian, 45 tahun, pernah bekerja serabutan dan menjadi sopir angkutan. Ia juga sempat menjadi pemadat dan hidup dengan cara tidak keruan. Suatu ketika, seorang perempuan tua yang menumpang mobil angkutannya tersentuh melihat keadaan David. Wanita itu, Nyonya Senggoropati, kemudian memberinya ilmu linuih. “Ilmu ini bisa dijadikan duit,” David menirukan ucapan nyonya itu kepadanya. Singkat cerita, David kemudian berguru pada si Nyonya: ia menguasai aneka aji pengasih, ilmu putih, bahkan ilmu hitam. Tapi, hingga gurunya wafat, David tak kunjung mampu menggunakan ilmunya untuk mencari duit. Pertemuannya dengan seorang wartawan majalah klenik di Surabaya pada 1992 mengubah jalan hidup paranormal ini. Wartawan itulah yang “membaptisnya” menjadi paranormal profesional. Sejak saat itu, nama David Iman Kristian diubahnya menjadi David Gombak. Nama terakhir ini adalah julukan bagi keturunan Cina yang punya kelebihan. Lalu, apa kelebihannya sebagai dukun? Ia menguasai ilmu Lamuran Anjasmara yang dipercaya dapat mempertahankan kondisi fisik seseorang. Sekitar 60 persen pemakai Lamuran Anjasmara adalah pesohor yang sering kita lihat di televisi. Kini ucapan mendiang gurunya sudah terbukti. Setiap bulan ia mengaku memperoleh jutaan rupiah dari praktek keliling di beberapa kota besar. Separuh penghasilannya ia gunakan untuk membayar iklan di media massa.

 Mbah Yitno Pensiunan pegawai negeri ini masih tipikal dukun masa lalu yang pantang meminta bayaran. Prayitno (nama lengkap Mbah Yitno), 56 tahun, tak mematok tarif jasanya. Berapa pun pemberian pasien dia terima. Tak mengherankan, dia lebih sering menerima uang pas sebesar Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu di tempat prakteknya di Kampung Dosuman, Kelurahan Pati Timur. Yitno hanya meminta pasiennya membayar bila servis yang dia berikan adalah pemasangan susuk?yang harga materinya memang mahal. Pasien Prayitno tersebar hingga jauh ke luar Pati. Namun, teknologi komunikasi modern memungkinkan Yitno membaca mantra dari jarak ribuan kilometer dengan medium (segelas air putih). Soal jodoh, karir, usaha, dan keturunan adalah spesialisasinya sejak Prayitno menjadi paranormal pada 1991. (Sumber:  TEMPO dan berbagai sumber lain di media massa).

  @wongalus,2010

Categories: PATI KOTA PARANORMAL | 55 Komentar

LATIHAN MERAGA SUKMA


Meraga sukma awalnya bisa dilatih melalui mimpi yang terarah. Yaitu mimpi yang disengaja agar kita bisa bertemu dengan ruh yang merupakan diri sejati kita sendiri.

Adapun caranya sebagai berikut: sebelum tidur, niatkan diri untuk bertemu guru sejati Anda. Menata niat harus jelas sejelas-jelasnya dan bersungguh-sungguh. Untuk membantu, sebelum tidur boleh meminum teh dan relaksasi untuk menghilangkan beban-beban pikiran-pikiran yang berat. Relaksasi meraga sukma bisa dilakukan sebagai berikut: Cari tempat yang nyaman untuk berbaring dan tempat bisa diberi bau-bauan yang harum. Gelapkan ruangan segelap-gelapnya. Selanjutnya, mulailah pergi keluar dunia ini untuk memasuki dunia batin Anda yang gaib menuju satu tempat yang paling indah. Cek apakah Anda sudah memasuki surga di dalam diri, yang biasanya adalah tempat yang seperti ada pepohonan hijau, gunung, bebatuan dan danau. Ajaklah diri Anda untuk bersujud memohon pada-Nya agar nanti saat tertidur diperkenankan bertemu dengan ruh Anda sendiri. Selanjutnya, mulailah benar-benar tidur setelah membaca doa sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Tertidurlah seperti biasanya. Saat Anda sudah tertidur, maka diri biasanya segera berada dalam sebuah tempat yang kosong. (saya biasanya berada ke sebuah jalan yang berpaving). Selanjutnya, di dalam mimpi itu carilah di sana hewan. Biasanya hewan itu nantinya akan tampak, misalnya harimau putih yang terlihat samar-samar. Nah harimau itulah awal penampakan guru sejati Anda. Harimau itu nantinya akan menuntun kita berjalan ke arah tertentu dan usahakan untuk mengikuti kemana pun dia melangkah. Biasanya dia akan berjalan menuju ke habitatnya, yaitu hutan yang di sana banyak harimau juga. Harimau itu nantinya akan memberitahukan kepada Anda apa yang harus Anda lakukan untuk melihat diri Anda sendiri. Biasanya, harimau itu akan menghilang dan berganti dengan wajah penampakan diri Anda sendiri. Itulah ruh atau guru sejati Anda.

@wongalus,2010

Categories: LATIHAN MERAGA SUKMA | 54 Komentar

PEMA GESAR DONG PO LA


Semua kejadian yang kita alami tidak pernah ada yang kebetulan. Semuanya mengikuti alur dan jalur yang ditetapkan dari adanya sebab-sebab yang mendahului. Termasuk ketika muncul keinginan di hati untuk mendapatkan setetes pencerahan. Niat awalnya, ingin istirahat tidur namun saat memejamkan mata, sepersekian detik melesatlah nyawa ini ke alam lain. Memasuki rimba raya di sebuah hutan yang berbukit bukit. Di atas sebuah batu hitam, di kegelapan malam yang hanya diterangi cahaya bulan, duduklah seorang tua berjanggut putih dengan topi merah aneh. Tubuhnya dibalut jubah seperti seorang Biksu. Untuk memudahkan penulisan, sebut saja pertapa suci (PS). Saya pun berkesempatan mewawancarainya dan kembali bangun untuk mengetik:

Wong Alus (WA): Selamat malam minggu..
Pertapa suci (PS): Selamat malam

WA: Saya tadi memohon agar diperkenankan Tuhan untuk berguru pada siapapun yang saya temui malam ini. Salam hormat saya padamu. Kalau Bapak berkenan, siapa nama Anda dan ini negeri mana?
PS: Selamat datang di negeri Tibet. Ini saya Pema Ledrel Tsal yang sekarang duduk di hutan Padma. Perjumpaan kita ini sangat istimewa karena kita berjumpa di hutan tersembunyi, di wilayah sangat sunyi di Kunzang Choling.

WA: Nama Anda susah saya sebutkan, salam kenal Pak. Saya Wong Alus dari Indonesia, ijinkan saya ingin berguru pada Anda.
PS: Silahkan. Apa yang bisa saya bantu?

WA: Begini, kenapa manusia sekarang banyak yang mengeluh padahal katanya dia sudah diberi Tuhan semua yang dibutuhkannya untuk hidup?
PS: Harusnya manusia paham. Kesempatan untuk menjadi manusia adalah satu di antara milyaran. Ingat satu sel sperma saja yang menjadikan mu, sementara sel yang lain akan mati. Sekarang saat kamu sudah mendapatkan kesempatan hidup, jika kamu gagal untuk menjalankan dharma agung maka kamu tidak mungkin berharap mendapatkan kesempatan lagi berbuat kebaikan. Ambillan keberuntungan dari keadaanmu.

WA: Bagaimana memahaminya agar lebih mudah?
PS: Memahami tubuhmu sebagai seorang pembantu, atau sesuatu untuk menyeberangkanmu…

WA: Saya tidak paham bahasa simbolis Anda, bapak. Mohon dijelaskan praktisnya bagaimana?
SP: Gini, pendeknya jangan biarkan tubuhmu bermalas-malasan walau hanya sebentar. Gunakan hidupmu sebaik-baiknya, jadikan gerakan tangan, kaki, ucapan dan pikiranmu demi kebajikan karena itu adalah wujud syukur

WA: Tolong dikritik, apa yang salah pada diri saya?
SP: Sampaikan ke orang lain, kebanyakan hidupya dihabiskan untuk mengejar makanan, pakaian, dan kekayaan. Dengan usaha keras tanpa memandang penderitaan dan bahaya. Padahal, saat kamu mati, kamu tidak membawa semua itu. Saat kau mati, kamu hanya membawa perbuatan dan hatimu saja. Kau sekarang bisa makan yang mewah, enak, lezat, alkohol, namun itu semua akan jadi kotoran.

WA: Harusnya bagaimana pak?
SP: Harusnya kamu hidup sederhana dan makanlah seadanya yang layak untuk hidup, jadilah seorang yang kalah ketika datang masalah makanan, pakaian dan perbincangan.

WA: Jadi orang yang kalah?
SP: Untuk urusan dunia, memang perlu mengalah karena di sanalah kau mampu merenungkan makna ketidakkekalan dan kematian. Jika kau tidak merenung, tidak akan ada jalan melaksanakan Dharma dengan sungguh-sungguh. Praktik ibadah hanya tetap sebagai cita-cita saja, tanpa manfaat karena tidak mampu menyelami kenapa ibadah harus dilakukan yaitu sebagai bekal menuju keabadian Tuhan. Dan kamu akan menyesal saat kematian datang, semua telah terlambat.

WA: Sesungguhnya apakah Bapak masih hidup atau sudah mati?
SP: Saya masih hidup, namun saya sudah sering berkelana ke alam kematian

WA: Apa yang Bapak peroleh saat berada di alam kematiaan yang bisa saya jadikan pelajaran?
SP: Tidak ada kebahagiaan sejati di antara enam jenis makhluk, tapi bila kita merenungkan penderitaan di tiga alam rendah, kamu akan bersedih karena mendengarkan penderitaan mereka.

WA: Saya kurang paham dengan pandangan seperti ini. Maaf bapak, saya tidak mengenal wacana yang bapak sampaikan ini.
SP: Ya, saya tahu kamu belum paham jadi harus terus belajar

WA: Bapak, sekarang ini sangat susah ditemui orang-orang yang benar-benar suci. Siapa yang sekarang harus dijadikan guru spiritual?
SP: Sampaikan pesanku ini ke orang yang kau temui. Belajarlah dari pengalaman yang menyenangkan dan menyakitkan. Siapa yang memikulnya, tak lain dirinya sendiri. Itu adalah buah dari perbuatanmu sendiri, baik atau buruk. Saat kamu tahu hal itu, sangat penting bagimu bertingkah laku yang sesuai. Tanpa bingung lagi mencari guru spiritual yang harus kau datangi, datangilah dirimu sendiri dan lakukan apa yang harus dilakukan, hindari mana yang harus kamu hindari

WA: Berarti guru sejati itu diri kita sendiri?
SP: Pasti. Bukan orang lain. Hilangkan keraguan dan salah pengertian. Dirimu adalah guru dan mengikuti ajaran dari guru yang bermutu akan membawa pada ajaran yang benar. Tidak perlu belajar beragam ajaran tanpa pernah mendalaminya. Yang kau dalami bukankah pengalamanmu sendiri?

WA: Baiklah, Bapak. Kini saya semakin paham kepada siapa saya harus berguru. Sekarang apa tolok ukur bila saya sudah mencapai tahap matang dan dewasa secara spiritual?
SP: Ukurannya pada kata cukup di hati. Jika kau merasa kurang kaya, maka kau akan terus mengejar kekayaan dan benda sebanyak-banyaknya. Kau akan terus mencari kedudukan setinggi-tingginya, kamu akan mencari nama agar bangga bila kau disebut pemimpin. Pikirkanlah, semua itu sebenarnya tidak berguna di mata Tuhan. Jadi, tolok ukur kedewasaan spiritual itu tatkala kamu mampu membebaskan keinginan dan pikiranmu dari keinginan apapun juga. Kekayaan kesuksesan dan status adalah jalan termudah untuk menarik musuh dan setan datang. Tidak ada tanda pencerahan spiritual yang lebih jelas kecuali pikiran yang disiplin. Ini adalah kemenangan sejati pejuang yang tidak membawa senjata apapun.. kecuali kepasrahan dan keikhlasan.

WA: Baiklah Bapak, saya paham. Mohon saran sebelum saya pamit.
SP: Pejalan spiritual yang hanya ingin kesenangan, kebahagiaan, kesuksesan akan gagal memalingkanpikirannya dari urusan duniawi. Akan memutuskan hubungan mereka dengan Dharma sejati. Jagalah diri agar tidak menjadi orang yang keras kepala. Jangan biarkan pikiranmu menjadi tidak tenang dan gelisah. Buatlah dirimu nyaman di tempat dudukmu, di tempat berbaringmu, di tempat semedimu, ini jalan yang pasti untuk mendapatkan kekayaan Dharma. Jaga arus pikiranmu! Pema Gesar Dong Po La..

WA: Maaf Bapak, saya belum pernah mendengar kata ini. Apa arti kata terakhir itu dan bagaimana tulisannya?
SP: PE MA GE SAR DONG PO LA.. ini bahasa tibet yang artinya di atas sekuntum bunga teratai (teratai adalah simbol ketenangan semedi/meditasi terj. wong alus)

WA: Selamat jalan Bapak.
SP: Selamat jalan juga wong alus. Semoga semua makhluk berbahagia.

@wongalus,2010

Categories: PENGALAMAN NGRAGA SUKMA 2 | 33 Komentar

BERPUTUS ASA DALAM BERDOA


Kenapa kita tidak boleh mutung dan membatalkan doa yang telah dipanjatkan kepada Tuhan?

Salah satu sifat wajib Tuhan Yang Maha Esa adalah MAHA MENDENGAR dan MAHA MELIHAT. Dengan memiliki sifat ini, manusia tidak boleh khawatir dan takut bahwa apa yang diharapkannya tidak didengar bahkan dilupakan oleh Tuhan.

Kalau kita berharap sesuatu, maka selidikilah kepada siapa harapan dan doa itu kita gantungkan? Kalau kita berharap pada tetangga, pada bupati, pada gubernur, pada menteri, pada polisi, pada jaksa, bahkan pada presiden, maka kita tidak usah seratus persen yakin bahwa harapan kita itu dikabulkan. Kenapa? Sebab mereka adalah manusia yang bisa lupa.

Meskipun bisa jadi kita sudah mengadakan akad yang ditulis di atas hitam dan putih pun jangan berharap banyak deh. Misalnya kita berharap agar uang yang kita tanam di bank suatu ketika akan menghasilkan laba, namun harapan itu hendaknya tidak usah terlalu diyakini… Sebab bisa jadi banknya kolaps, tutup dan sebagainya. Kalau suatu ketika kita mengadakan perjanjian di atas kertas bermaterai pun dengan demikian kita menanamkan harapan, juga hendaknya tidak usah terlalu yakin bahwa harapan kita itu bisa benar-benar akan ditunaikan oleh pihak lain.

Menanam harapan dan perjanjian di dunia boleh saja, bahkan bisa jadi menentramkan. Namun kita tidak boleh menggantungkan keyakinan dengan derajat kepastian seratus persen. Kalau kita meyakini seratus persen, bersiaplah untuk menanggung kekecewaan seumur hidup. Sebab semua perjanjian yang dibuat antar makhluk apalagi makhluk yang punya akal, sifatnya RELATIF. Manusia punya akal, dia mudah ngakali dan akal-akalan dengan janjinya.

Masih mending menaruh harapan dengan benda mati. Misalnya mobil atau sepeda motor. Bila suatu ketika kita membeli mobil atau sepeda motor baru, semua onderdilnya pasti juga baru dan jika kita mengisinya dengan bensin yang cukup dan melaju di jalan tol yang lengang, maka kita bolehlah berharap banyak bahwa si mobil mampu digeber dengan kecepatan 120 kilometer perjam lebih.

Masih juga mending kita menaruh harapan pada makhluk halus. Misalnya jika kita ingin cepat kaya dan memelihara tuyul, maka kita boleh berharap banyak agar si tuyul tiap hari mencuri uang dan memberikannya pada kita. Makhluk tuyul sangat kecil kemungkinannya untuk memberikan uang hasil curiannya pada orang lain yang dia tidak kenal. Tuyul takut melanggar perjanjian dan akad yang telah dibuat bersama sehingga suatu ketika Tuyul juga menagih haknya sesuai dengan perjanjian awal saat seseorang berkeinginan memelihara tuyul.

Contoh lain, saat seseorang berkeinginan untuk menyantet. Seorang dukun mengadakan perjanjian dengan makhluk halus. Dukun berjanji akan memberi makanan berupa ritual slametan dan berjanji akan memberi tumbal (nyawa keluarga klien) bila si makhluk halus berhasil menyantet seseorang (musuh klien). Dalam prakteknya, membuat perjanjian degan makhluk halus derajat kepastiannya malah lebih bisa dijamin dibanding dengan manusia.

Manusia kayaknya mudah untuk mblenjani (inkar) janji. Sangat sering kita dengar, seseorang berjanji namun dia mengingarinya sendiri. Padahal, ciri-ciri manusia beriman salah satunya adalah MENEPATI JANJI. Jika kita tidak menepati janji, maka oleh Tuhan kita ini dianggap tidak beriman. Beriman jelas letaknya tidak di mulut, namun di dalam hati yang memancar di dalam perilaku. Manusia yang sudah tinggi tingkat spiritualnya, pastilah orang-orang yang tidak suka mengobral janji namun sedikit usaha. Sebaliknya, mereka sedikit obral janji namun banyak usaha.

DAFTAR TUNGGU DOA
Kita sudah sering membahas tentang hakikat doa, yaitu harapan yang kita sampaikan kepada pihak lain. Yaitu hanya kepada Tuhan. Doa tidak perlu disampaikan kepada akik, keris, tombak, dan sebagainya. Doa yang benar hanya disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.

Saat kita berdoa, maka malaikat pasti mencatat doa kita dan buku catatan itu tidak ditinggal di sembarang tempat. Doa kita diletakkan di kotak-kotak yang suatu saat pasti akan dikabulkan untuk kita. Mari kita renungkan, mana doa kita yang sudah dan belum dikabulkan pada Tuhan? Bertanyalah kepada orang yang hampir meninggal, apa ada doanya yang tidak dikabulkan Tuhan. Pasti jawabannya “semua doa saya sudah dikabulkan Tuhan.”

Doa manusia memang tidak langsung dikabulkan Tuhan. Sebab Tuhan bukan pelayan di restoran cepat saji. Tuhan juga bukan tuas gas dan rem mobil yang jika kita gerakkan langsung bereaksi sesuai dengan kehendak kita. Ya, kita memang sangat-sangat keterlaluan memperlakukan Tuhan.

Padahal kita tahu bahwa Tuhan Rabbul Alamin. Pencipta Alam semesta satu-satunya dan tidak ada duanya. Satu dalam kemanunggalannya. Satu yang tidak ada yang lain. Kata “satu”inipun tidak begitu tepat karena nanti ada kata dua, tiga, empat dan seterusnya. Jadi, ya pokoknya hanya DIA YANG ADA DAN SATU-SATUNYA SUMBER SEMUA YANG ADA. Karena Yang Ada adalah satu-satunya predikat yang paling umum dan mendasari semua yang ada, maka tanpa kehadiran Tuhan, semua yang ada ini menjadi tidak bermakna dan tidak masuk akal. Tuhan adalah LOGOS YANG MENCIPTAKAN KOSMOS.

Dengan Kemahabijaksanaan-Nya Tuhan tidak menolak doa kita. Dia Maha Welas Asih sehingga doa kita pasti dikabulkannya. Malaikatlah yang mencatat doa kita dan diletakkan di daftar tunggu antrian di alam malakut. Daftar tunggu itu seperti lemari besar milik seorang manusia yang di dalamnya ada kotak-kotak doa kita. Orang yang tidak pernah berdoa, maka di dalam lemari hidup itu kosong melompong. Banyak tidaknya kotak doa di lemari harapan ini sejatinya tidak menunjukkan derajat ketinggian spiritual manusia. Sebab ada orang yang banyak berdoa, namun doanya kebanyakan berisi doa tentang ketidakpuasan hidupnya di dunia, keinginan-keinginan yang disampaikan melulu bersifat duniawi… maka derajatnya pasti sangat rendah.

Ada lagi doa yang banyak dipanjatkan untuk mensyukuri nikmat-nikmatnya sehingga lemari harapan ini penuh. Ini lemari manusia yang derajatnya sangat mulia. Dan yang paling mulia, adalah lemari harapan yaitu doa agar manusia diperkenankan untuk melihat wajah Nya dan mencicipi nikmatnya bersatu dengan Dzat-Nya kemudian hidupnya dipenuhi dengan semangat untuk menolong semua makhluk ini dari kesesatan. Manusia yang demikian pasti mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya.

Kenapa Tuhan menunda doa kita? Itu karena Tuhan menyayangi kita. Kita yang biasanya tidak tahu apa yang akan terjadi, biasanya doa yang kita panjatkan juga asal-asalan. Kita tidak tahu jika doa kita langsung dikabulkan, bisa jadi kita akan tidak siap dan menjadi orang yang manja. Padahal, hukum alam semesta ini pasti mengutuk sikap MANJA. Hukum yang berlaku di Alam Semesta ini adalah HUKUM KAUSALITAS SEBAB AKIBAT yang jauh dari sikap manja. Dalam hidup ini, kita diminta untuk berusaha, membanting tulang dan mencari rezeki yang halal. Alam semesta hanya menyediakan bahan mentah dan manusia diwajibkan untuk mengolah bahan mentah agar dia bisa hidup secara layak dan manusiawi.

Di alam semesta berlaku SELEKSI ALAM. Siapa yang berusaha keras maka dia yang akan berhasil mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang diusahakannya. Jangan berharap lebih dari apa yang kita usahakan, karena di sana nanti ada unsur NEGATIF dan ada amalan yang bisa membalik ke kita lagi. Bila Anda menanam biji mangga maka berharaplah agar mangga itu akan berbuah. Jangan berharap berbuah duren atau pisang karena itu berarti tidak mungkin. Jangan berharap mendapatkan rezeki nomplok turun dari langit setelah kita berdoa jutaan kali, karena Tuhan tidak mungkin memberikannya.

Jangan berharap akan kaya mendadak, kecuali bila Anda memang anak seorang bos yang sudah kaya duluan. Bila tidak ingin miskin, maka ambil cangkul dan bangunlah pada pagi hari. Berangkat ke sawah dan berharaplah suatu saat apa yang Anda tanam itu mendatangkan hasil. Hiduplah serasi dengan hukum alam, hiduplah harmoni dengan hukum Tuhan. Meskipun kita bukan orang besar, terkenal dan jauh dari hiruk pikuk dunia yang gemerlap tapi yakinlah bahwa suatu saat kita akan menjadi makhluk paling terhormat karena mampu menjaga nilai-nilai yang abadi dan suci.

Jadi, jangan pernah mutung dan membatalkan doa yang telah dipanjatkan kepada Tuhan. Namun, lupakan saja doa yang pernah kita panjatkan agar kita tidak dihinggapi penyakit TIDAK YAKIN BAHWA TUHAN MAHA MELIHAT DAN MAHA MENDENGAR. Berdoalah dengan sungguh-sungguh. Cukup sekali saja dan kemudian lanjutkan hidupmu dengan hati yang sabar dan pasrah.

Mohon maaf sahabatku semua, saya sedang menggurui. Menggurui diri saya, nafsu-nafsu saya, harapan saya, doa saya, jiwa dan nyawa saya sendiri…
Nuwun.

@wongalus,2010

Categories: BERPUTUS ASA DALAM BERDOA | 15 Komentar

MANTRA ANTI PELURU


Ingat penyerbuan orang yang diduga teroris Noordin M Top oleh Densus 88 di Jawa tengah tempo hari? Para aparat penegak hukum menggunakan rompi anti peluru untuk melindungi dari tembakan teroris. Sekarang ini, tembak-menembak sudah tidak jadi pemandangan yang aneh. Setiap hari di koran juga terjadi perampokan dan tindak kriminal menggunakan senjata api. Bila aparat keamanan saja memakai rompi anti peluru bagaimana dengan masyarakat umum? Tentu saja masyarakat jarang membeli rompi yang berat seperti itu selain harganya mahal juga sulit didapatkan. Ini ada mantra mencegah kita agar tidak terkena peluru saat terjadi tembak menembak. Bacalah mantra ini di dalam hati selama Anda mendengar suara tembakan:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, OJO KENAL OJO KENIL.

Dengan ijin Tuhan, peluru tidak akan mengenai tubuh kita meski diberondong peluru dalam jarak dekat.

@wongalus,2010

Categories: MANTRA ANTI PELURU | 40 Komentar

CARA RADEN SYAHID MENCARI GURU SEJATI


Di antara para wali yang lain, Kanjeng Sunan Kalijaga bisa dikatakan satu-satunya wali yang menggunakan pendekatan yang pas yaitu budaya Jawa. Dia sadar, tidak mungkin menggunakan budaya lain untuk menyampaikan ajaran sangkan paraning dumadi secara tepat. Budaya arab tidak cocok diterapkan di Jawa karena manusia Jawa sudah hidup sekian ratus tahun dengan budayanya yang sudah mendarah daging. Bahkan, setelah “dilantik” menjadi wali, dia mengganti jubahnya dengan pakaian Jawa memakai blangkon atau udeng.

Nama mudanya Raden Syahid, putra adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta dan Dewi Nawangrum. Kadpiaten Tuban sebagaimana Kadipaten yang lain harus tunduk di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Nama lain Tumenggung Wilatikta adalah Ario Tejo IV, keturunan Ario Tejo III, II dan I. Arti Tejo I adalah putra Ario Adikoro atau Ronggolawe, salah seorang pendiri Kerajaan Majapahit. Jadi bila ditarik dari silsilah ini, Raden Syahid sebenarnya adalah anak turun pendiri kerajaan Majapahit.

Raden Syahid lahir di Tuban saat Majapahit mengalami kemunduran karena kebijakan yang salah kaprah, pajak dan upeti dari masing-masing kadipaten yang harus disetor ke Kerajaan Majapahit sangat besar sehingga membuat miskin rakyat jelata. Suatu ketika, Tuban dilanda kemarau panjang, rakyat hidup semakin sengsara hingga suatu hari Raden Syahid bertanya ke ayahnya: “Bapa, kenapa rakyat kadipaten Tuban semakin sengsara ini dibuat lebih menderita oleh Majapahit?”. Sang ayah tentu saja diam sambil membenarkan pertanyaan anaknya yang kritis ini.

Raden Syahid yang melihat nasib rakyatnya merana, terpanggil untuk berjuang dengan caranya sendiri. Cara yang khas anak muda yang penuh semangat juang namun belum diakui eksistensinya; menjadi “Maling Cluring”, yaitu pencuri yang baik karena hasil curiannya dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin yang menderita. Tidak hanya mencuri, melainkan juga merampok orang-orang kaya dan kaum bangsawan yang hidupnya berkecukupan.

Suatu ketika, perbuatan mulia namun tidak lazim itu diketahui oleh sang ayah dan sang ayah tanpa ampun mengusir Raden Syahid karena dianggap mencoreng moreng kehormatan keluarga adipati. Pengusiran tidak hanya dilakukan sekali namun beberapa kali. Saat diusir Raden Syahid kembali melakukan perampokan namun sialnya dia tertangkap pengawal kadipaten hingga sang ayah kehabisan akal sehat. “Syahid anakku, kini sudah waktunya kamu memilih, kau yang suka merampok itu pergi dari wilayah Tuban atau kau harus tewas di tangan anak buahku”. Syahid tahu dia saat itu harus benar-benar pergi dari wilayah Tuban dan akhirnya, dia pun dengan hati gundah pergi tanpa arah tujuan yang jelas. Suatu hari dalam perjalanannya di hutan Jati Wangi, dia bertemu lelaki tua yang kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Sunan Bonang. Sunan Bonang adalah putra dan murid Sunan Ampel yang berkedudukan di Bonang, dekat Tuban.

Syahid yang ingin merampok Sunan Bonang akhirnya harus bertekuk lutut dan Syahid akhirnya berguru pada Sunan Bonang. Oleh Bonang yang saat itu sudah jadi guru spiritual ini, Syahid diminta duduk diam bersila di pinggir sungai. Posisi duduk diam meneng ini di kalangan para yogi dikenal dengan posisi meditasi. Syahid saat itu telah bertekad untuk mengubah orientasi hidupnya secara total seratus delapan puluh derajat. Yang awalnya dia berjuang dalam bentuk fisik, menjadi perjuangan dalam bentuk batin (metafisik). Dia telah meninggalkan syariat masuk ke ruang hakekat untuk mereguk nikmatnya makrifat. Namun syarat yang diajarkan Sunan Bonang cuma satu: duduk, diam, meneng, mengalahkan diri/ego dan patuh pada sang guru sejati (kesadaran ruh). Untuk menghidupkan kesadaran guru sejati (ruh) yang sekian lama terkubur dan tertimbun nafsu dan ego ini, Bonang menguji tekad Raden Syahid dengan menyuruhnya untuk diam di pinggir kali.

Ya, perintahnya hanya diminta untuk diam tok, tidak diminta untuk dzikir atau ritual apapun. Cukup diam atau meneng di tempat. Dia tidak diminta memikirkan tentang Tuhan, atau Dzat Yang Adikodrati yang menguasai alam semesta. Tidak, Sunan Bonang hanya meminta agar sang murid untuk patuh, yaitu DIAM, MENENG, HENING, PASRAH, SUMARAH, SUMELEH. Awalnya, orang diam pikirannya kemana-mana. Namun sekian waktu diam di tempat, akal dan keinginannya akhirnya melemas dan akhirnya benar-benar tidak memiliki daya lagi untuk berpikir, energi keinginan duniawinya lepas landas dan lenyap. Raden Syahir mengalami suwung total, fana total karena telah hilang sang diri/ego.

“BADANKU BADAN ROKHANI, KANG SIFAT LANGGENG WASESA, KANG SUKSMA PURBA WASESA, KUMEBUL TANPA GENI, WANGI TANPA GANDA, AKU SAJATINE ROH SAKALIR, TEKA NEMBAH, LUNGO NEMBAH, WONG SAKETI PADA MATI, WONG SALEKSA PADA WUTA, WONG SEWU PADA TURU, AMONG AKU ORA TURU, PINANGERAN YITNA KABEH….”

Demikian gambaran kesadaran ruh Raden Syahid kala itu. Berapa lama Raden Syahid diam di pinggir sungai? Tidak ada catatan sejarah yang pasti. Namun dalam salah satu hikayat dipaparkan bahwa sang sunan bertapa hingga rerumputan menutupi tubuhnya selama lima tahu. Setelah dianggap selesai mengalami penyucian diri dengan bangunnya kesadaran ruh, Sunan Bonang menggembleng muridnya dengan kawruh ilmu-ilmu agama. Dianjurkan juga oleh Bonang agar Raden Syahid berguru ke para wali yang sepuh yaitu Sunan Ampel di Surabaya dan Sunan Giri di Gresik. Raden Syahid yang kemudian disebut Sunan Kalijaga ini menggantikan Syekh Subakir gigih berdakwah hingga Semenanjung Malaya hingga Thailand sehingga dia juga diberi gelar Syekh Malaya.

Malaya berasal dari kata ma-laya yang artinya mematikan diri. Jadi orang yang telah mengalami “mati sajroning urip” atau orang yang telah berhasil mematikan diri/ego hingga mampu menghidupkan diri-sejati yang merupakan guru sejati-NYA. Sebab tanpa berhasil mematikan diri, manusia hanya hidup di dunia fatamorgana, dunia apus-apus, dunia kulit. Dia tidak mampu untuk masuk ke dunia isi, dan menyelam di lautan hakikat dan sampai di palung makrifatullah.

Salah satu ajaran Sunan Kalijaga yang didapat dari guru spiritualnya, Sunan Bonang, adalah ajaran hakikat shalat sebagaimana yang ada di dalam SULUK WUJIL: UTAMANING SARIRA PUNIKI, ANGRAWUHANA JATINING SALAT, SEMBAH LAWAN PUJINE, JATINING SALAT IKU, DUDU NGISA TUWIN MAGERIB, SEMBAH ARANEKA, WENANGE PUNIKU, LAMUN ARANANA SALAT, PAN MINANGKA KEKEMBANGING SALAM DAIM, INGARAN TATA KRAMA. (Unggulnya diri itu mengetahui HAKIKAT SALAT, sembah dan pujian. Salat yang sesungguhnya bukanlah mengerjakan salat Isya atau maghrib. Itu namanya sembahyang. Apabila disebut salat, maka itu hanya hiasan dari SALAT DAIM, hanya tata krama).

Di sini, kita tahu bahwa salat sejati adalah tidak hanya mengerjakan sembah raga atau tataran syariat mengerjakan sholat lima waktu. Salat sejati adalah SALAT DAIM, yaitu bersatunya semua indera dan tubuh kita untuk selalu memuji-Nya dengan kalimat penyaksian bahwa yang suci di dunia ini hanya Tuhan: HU-ALLAH, DIA ALLAH. Hu saat menarik nafas dan Allah saat mengeluarkan nafas. Sebagaimana yang ada di dalam Suluk Wujil: PANGABEKTINE INGKANG UTAMI, NORA LAN WAKTU SASOLAHIRA, PUNIKA MANGKA SEMBAHE MENENG MUNI PUNIKU, SASOLAHE RAGANIREKI, TAN SIMPANG DADI SEMBAH, TEKENG WULUNIPUN, TINJA TURAS DADI SEMBAH, IKU INGKANG NIYAT KANG SEJATI, PUJI TAN PAPEGETAN. (Berbakti yang utama tidak mengenal waktu. Semua tingkah lakunya itulah menyembah. Diam, bicara, dan semua gerakan tubuh merupakan kegiatan menyembah. Wudhu, berak dan kencing pun juga kegiatan menyembah. Itulah niat sejati. Pujian yang tidak pernah berakhir)

Jadi hakikat yang disebut Sholat Daim nafas kehidupan yang telah manunggaling kawulo lan gusti, yang manifestasinya adalah semua tingkah laku dan perilaku manusia yang diniatkan untuk menyembah-Nya. Selalu awas, eling dan waspada bahwa apapun yang kita pikirkan, apapun yang kita kehendaki, apapun yang kita lakukan ini adalah bentuk yang dintuntun oleh AKU SEJATI, GURU SEJATI YANG SELALU MENYUARAKAN KESADARAN HOLISTIK BAHWA DIRI KITA INI ADALAH DIRI-NYA, ADA KITA INI ADALAH ADA-NYA, KITA TIDAK ADA, HANYA DIA YANG ADA.

Sholat daim ini juga disebut dalam SULUK LING LUNG karya Sunan Kalijaga: SALAT DAIM TAN KALAWAN, MET TOYA WULU KADASI, SALAT BATIN SEBENERE, MANGAN TURU SAHWAT NGISING. (Jadi sholat daim itu tanpa menggunakan syariat wudhu untuk menghilangkan hadats atau kotoran. Sebab kotoran yang sebenarnya tidak hanya kotoran badan melainkan kotoran batin. Salat daim boleh dilakukan saat apapun, misalnya makan, tidur, bersenggama maupun saat membuang kotoran.)

Ajaran makrifat lain Sunan Kalijaga adalah IBADAH HAJI. Tertera dalam Suluk Linglung suatu ketika Sunan Kalijaga bertekad pergi ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Di tengah perjalanan dia dihentikan oleh Nabi Khidir. Sunan dinasehati agar tidak pergi sebelum tahu hakikat ibadah haji agar tidak tersesat dan tidak mendapatkan apa-apa selain capek. Mekah yang ada di Saudi Arabia itu hanya simbol dan MEKAH YANG SEJATI ADA DI DALAM DIRI. Dalam suluk wujil disebutkan sebagai berikut:
NORANA WERUH ING MEKAH IKI, ALIT MILA TEKA ING AWAYAH, MANG TEKAENG PRANE YEN ANA SANGUNIPUN, TEKENG MEKAH TUR DADI WALI, SANGUNIPUN ALARANG, DAHAT DENING EWUH, DUDU SREPI DUDU DINAR, SANGUNIPUN KANG SURA LEGAWENG PATI, SABAR LILA ING DUNYA.

MESJID ING MEKAH TULYA NGIDERI, KABATOLLAH PINIKANENG TENGAH, GUMANTUNG TAN PACACANTHEL, DINULU SAKING LUHUR, LANGIT KATON ING NGANDHAP IKI, DINULU SAKING NGANDHAP, BUMI ANENG LUHUR, TINON KULON KATON WETAN, TINON WETAN KATON KULON IKU SINGGIH TINGALNYA AWELASAN.

(Tidak tahu Mekah yang sesugguhnya. Sejak muda hingga tua, seseorang tidak akan mencapai tujuannya. Saat ada orang yang membawa bekal sampai di Mekah dan menjadi wali, maka sungguh mahal bekalnya dan sulit dicapai. Padahal, bekal sesungguhnya bukan uang melainkan KESABARAN DAN KESANGGUPAN UNTUK MATI. SESABARAN DAN KERELAAN HIDUP DI DUNIA. Masjid di Mekah itu melingkar dengan Kabah berada di tengahnya. Bergantung tanpa pengait, maka dilihat dari atas tampak langit di bawah, dilihat dari bawah tampak bumi di atas. Melihat yang barat terlihat timur dan sebalinya. Itu pengelihatan yang terbalik).

Maksudnya, bahwa ibadah haji yang hakiki adalah bukanlah pergi ke Mekah saja. Namun lebih mendalam dari penghayatan yang seperti itu. Ibadah yang sejati adalah pergi ke KIBLAT YANG ADA DI DALAM DIRI SEJATI. Yang tidak bisa terlaksana dengan bekal harta, benda, kedudukan, tahta apapun juga. Namun sebaliknya, harus meletakkan semua itu untuk kemudian meneng, diam, dan mematikan seluruh ego/aku dan berkeliling ke kiblat AKU SEJATI. Inilah Mekah yang metafisik dan batiniah. Memang pemahaman ini seperti terbalik, JAGAD WALIKAN. Sebab apa yang selama ini kita anggap sebagai KEBENARAN DAN KEBAIKAN MASIHLAH PEMAHAMAN YANG DANGKAL. APA YANG KITA ANGGAP TERBAIK, TERTINGGI SEPERTI LANGIT DAN PALING BERHARGA DI DUNIA TERNYATA TIDAK ADA APA-APANYA DAN SANGAT RENDAH NILAINYA.

Apa bekal agar sukses menempuh ibadah haji makrifat untuk menziarahi diri sejati? Bekalnya adalah kesabaran dan keikhlasan. Sabar berjuang dan memiliki iman yang teguh dalam memilih jalan yang barangkali dianggap orang lain sebagai jalan yang sesat. Ibadah haji metafisik ini akan mengajarkan kepada kita bahwa episentrum atau pusat spiritual manusia adalah BERTAWAF. Berkeliling ke RUMAH TUHAN, berkeliling bahkan masuk ke AKU SEJATI dengan kondisi yang paling suci dan bersimpuh di KAKI-NYA YANG MULIA. Tujuan haji terakhir adalah untuk mencapai INSAN KAMIL, yaitu manusia sempurna yang merupakan kaca benggala kesempurnaan-Nya.

Sunan Kalijaga adalah manusia yang telah mencapai tahap perjalanan spiritual tertinggi yang juga telah didaki oleh Syekh Siti Jenar. Berbeda dengan Syekh Siti Jenar yang berjuang di tengah rakyat jelata, Sunan Kalijaga karena dilahirkan dari kerabat bangsawan maka dia berjuang di dekat wilayah kekuasaan. Di bidang politik, jasanya terlihat saat akan mendirikan kerajaan Demak, Pajang dan Mataram. Sunan Kalijaga berperan menasehati Raden Patah (penguasa Demak) agar tidak menyerang Brawijaya V (ayahnya) karena beliau tidak pernah berlawanan dengan ajaran akidah. Sunan Kalijaga juga mendukung Jaka Tingkir menjadi Adipati Pajang dan menyarankan agar ibukota dipindah dari Demak ke Pajang (karena Demak dianggap telah kehilangan kultur Jawa.

Pajang yang terletak di pedalaman cocok untuk memahami Islam secara lebih mendalam dengan jalur Tasawuf. Sementara kota pelabuhan jalurnya syariat. Jasa lain Sunan Kalijaga adalah mendorong Jaka Tingkir (Pajang) agar memenuhi janjinya memberikan tanah Mataram kepada Pemanahan serta menasehati anak Pemanahan, yaitu Panembahan Senopati agar tidak hanya mengandalkan kekuatan batin melalui tapa brata, tapi juga menggalang kekuatan fisik dengan membangun tembok istana dan menggalang dukungan dari wilayah sekeliling. Bahkan Sunan Kalijaga juga mewariskan pada Panembahan Senopati baju rompi Antakusuma atau Kyai Gondhil yang bila dipakai akan kebal senjata apapun.

@wongalus,2010

Categories: SUNAN KALIJAGA MENCARI GURU SEJATI | 44 Komentar

AJI SRI WIDARA PENGASIHAN KHUSUS UNTUK PEREMPUAN


Ini adalah pelet pengasihan khusus milik kaum perempuan. Bagi kaum hawa yang belum memiliki pasangan hidup, disarankan untuk berikhtiar lahir maupun batin. Ikhtiar lahir di antaranya adalah memperbaiki cara berkomunikasi, menata etika sopan santun, penampilan yang bersih dan menarik. Sementara ikhtiar batin di antaranya adalah memiliki pribadi yang mempesona karena kecantikan sejati awalnya dari “dalam” (inner beauty), memiliki sifat “keibuan” dan feminin. Sifat ini secara filosofis sangatlah mulia karena fakta, faktor, fungsi dan peran ibu adalah menjaga keberlangsungan kehidupan manusia, bahkan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini lahir dari rahim ibu. Ikhtiar batin selanjutnya adalah memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan jodoh yang baik.
 
 Salah satu ikhtiar batin yang dimiliki kaum perempuan di Jawa adalah memiliki ilmu pelet pengasihan yaitu AJI SRI WIDARA. Cara memiliki ajian ini adalah berpuasa mutih tiga hari. Mulai puasa pada hari Jumat legi dan setiap hari antara jam 00.00 s/d jam 03.00 duduk bersila untuk meditasi dan membaca mantra 3 x ini:

AJIKU SI SRI WIDARA, ESEMKU DEWI SUPRABA, LIRINGKU DEWI RATIH, SING ANDULU SING NDELENG TEKA WELAS ASIH, TEKA TEMEN TEKA KANGEN MENYANG ING JIWAKU, SAKING KERSANING ALLAH.

Mantra ini dibaca saat akan bertemu dengan seorang pria yang ingin dituju, atau bisa juga dibaca saat akan bepergian keluar rumah. Atau bila sudah memiliki calon suami dan akan melangsungkan pernikahan tepatnya saat akan mulai dirias oleh juru paes maka calon penganten wanita bisa membaca mantra aji Sri Widara ini sehingga inner beauty-nya akan semakin berbinar sangat menarik orang lain yang melihatnya. Cocok juga dimiliki oleh setiap perempuan yang selalu ingin tampil menarik di manapun dia berada.

@wongalus,2010

 

 

Categories: AJI SRI WIDARA | 33 Komentar

JALAN-JALAN SANTAI KE PASAR KEMBANG


Tubuh halus ini terbiasa berkelana kemana-mana meninggalkan fisik yang tertidur. Memejamkan mata sesaat, biasanya tubuh astral langsung terbang ke mana pun yang dikehendaki. Melintasi langit, turun ke sebuah kota, menembus tembok-tembok dan menyaksikan apa yang terjadi di sana. 

Malam ini, saat menulis artikel ini, saya ingin mengajak Anda sekalian berjalan-jalan menyaksikan dengan mata batin apa yang terjadi di Pasar Kembang Yogyakarta. Kenapa harus ke Pasar Kembang? Ini adalah pasar yang unik. Jangan bayangkan di sini banyak orang berjualan bunga-bunga indah beraneka warna. Di sini, yang banyak adalah para “bunga-bunga malam” yang menunggu tamu dan menjajakan dirinya. Jadi Pasar Kembang hanya sekedar istilah yang merujuk pada tempat para perempuan menjajakan diri dan bertransaksi dengan kaum hidung belang.

Perjalanan ini dimulai dari Jalan Malioboro. Untuk mengamati situasi, terpaksa saya duduk di atas sebuah lampu kota berwarna hijau terbuat dari cor yang kuat. Lampu ini tingginya sekitar 2,5 meter dan di bawah saya ada beberapa tukang becak menunggu tamu. Nama tukang becak itu Karyo dan Sutrisno. Asli Karyo adalah warga Pleret Bantul, sedangkan asli Sutrisno adalah warga Wates, Kulon Progo.

Malioboro malam ini sudah agak lengang dengan para wisatawan luar kota. Berbeda dengan kemarin saat perayaan tahun baru jalan ini sungguh padat. Kaki hampir tidak bisa digerakkan karena saking sesaknya orang-orang ingin bertahun baru di jalanan nostalgia ini. Sekarang saat kalender sudah menunjuk ke tanggal 3, meskipun agak lengang seakan tetap saja jalanan ini tidak pernah sepi dari kunjungan tamu-tamu. Tamu dari luar Jogja seakan harus ke Malioboro. Padahal, bila tujuan mereka Cuma berbelanja maka belanja benda-benda seni di emper-emper toko di jalan ini nyaris tidak berubah dari tahun-tahun. Tidak ada kreasi baru, membuat sebagian orang mulai jenuh. “Barangnya itu-itu saja,” kata Mr Smith, warga Canberra Australia yang sudah berusia 60 tahun. Mr Smith sudah beberapa kali ke Indonesia dan bila ke Indonesia, dia pasti menyempatkan diri mampir ke Jogja.

Malioboro jam 21.00 malam memasuki nuansa yang lain. Para penjual kerajinan di sepanjang jalan mengemasi dagangannya dan diganti oleh penjual makanan lesehan. Para pengamen pun mencarak-cakar gitarnya, melantunkan senandung beraneka rupa.

Mr Smith adalah seorang duda yang lumayan mapan. Rumahnya di Canberra cukup bagus, tiga ruangan mewah dan satu mobil Cherooke diparkir di garasi rumahnya yang bercat hijau. Smith pernah menikah dan punya satu anak. Akibat perselingkuhan yang dilakukan Smith, keluarga yang dibangunnya berantakan dan akhirnya si isteri memilih cerai. Sementara sang anak kemudian ikut si isterinya yang kini juga sudah menikah lagi. Smith, sang pria flamboyan ini adalah seorang produser film di negeri kanguru. Gaya hidupnya yang metropolis memaksanya untuk hidup ringan tanpa diribeti dengan berbagai pikiran yang berat. Kini, malam ini di Malioboro saya melihat Mr Smith berjalan santai menikmati malam. Langkah-langkah kakinya panjang akhirnya sampai di ujung jalan paling utara Malioboro. Dia kemudian masuk ke sebuah hotel dan masuk ke ruangan nomor 32. Kamar ini sudah dihuninya sejak dua hari yang lalu.

Dia lantas melihat jam yang menunjuk pukul 21.32 WIB waktu Jogja dan kemudian mengambil handphone di tas. Jarinya memencet Handphone dengan nomor 081392….
 
Smith: “Hello”
Perempuan: yap
Smith: Bisa menemani saya tidur
Perempuan: Boleh, dimana
Smith: Di hotel X, kamar 32
Perempuan: Sudah tau tarif saya?
Smith: 300 ribu untuk 2 jam kan?
Perempuan: Baiklah, saya menemani kamu berapa jam?
Smith: Sepuas saya, saya booking sampai pagi
Perempuan: Oke, kalau borongan sampai bagi, tarifnya 1 juta
Smith: Oke, segera ya…
(Smith pintar bahasa Indonesia, dia belajar bahasa Indonesia dari seorang pelukis yang sudah biasa ke Indonesia namanya Geoff Todd).

 

Beberapa saat kemudian, perempuan itu datang. Meskipun usianya 28 tahun tapi masih tampak seperti mahasiswa. Dia amat seksi dan bohay. Rambutnya panjang hitam. Dan sedikit basa basi, akhirnya perempuan berbaju minim berkaos putih dan memakai jeans ketat itu membuka satu persatu pakaian yang dikenakannya. Masuk ke kamar mandi dan kemudian mereka bercinta. Smith meski usianya sudah masuk lansia tetap semangat melayani libidonya. Saya tidak tega, bagaimana menyaksikan perempuan itu bekerja keras. Tahukan Anda, siapa sesungguhnya perempuan itu?

Ana, nama perempuan ini warga asli Majenang, Perbatasan Jateng-Jabar. Ibunya sakit sakitan. Ana adalah anak satu satunya ibu itu. Ana sebenarnya punya suaminya sudah pergi sekian lama meninggalkan keluarga karena kecantol perempuan yang lain. Akhirnya, dia memutuskan untuk mencari nafkah, meninggalkan ibunya yang kini tinggal sendirian di desa. Keputusan Ana pergi dari desa, adalah keputusan yang tergolong berani. Ya, memang dia tidak memiliki keahlian apapun. Maklum saja, dia hanya tamatan SMP. Pertemuan dengan seorang teman yang lebih dulu terjun ke dunia prostitusi mengantarkannya memasuki lembah hitam tersebut.

Malam ini, saat saya menuliskan pengalaman perjalanan batin dari Pasar Kembang Jogja ini saya hanya bisa mengelus dada sambil sesekali menahan nafas. Betapa sesungguhnya kita tidak bisa begitu saja berpandangan hitam putih terhadap satu persoalan. Prostitusi, bolehlah dikatakan lembah hitam dan nista, namun ada banyak alasan yang kuat kenapa banyak perampuan memilih bekerja di sana. Keahlian dan kemampuan yang minim memaksa mereka untuk bekerja apa saja yang mampu menghasilkan uang. Tuhan pasti memahami dan mengetahui niat suci yang ada di lubuk hati seseorang, meskipun itu berada di dalam tubuh jasadnya yang bergelimang kotor.

Semoga kita semua selalu diberikan Tuhan keberkahan hidup dan kebijaksanaan dalam menilai setiap fenomena yang tergelar di depan mata. Siapa yang berkewajiban menuntaskan masalah kemiskinan, kebodohan, kekurangterpelajaran anak bangsa ini kalau bukan kita sendiri yang kini menyadari hal ini? Tuhanku, hanya kepadamu aku memohon… berilah mereka semua keselamatan, kesejahteraan lahir dan batin, dunia dan akhirat. Pamuji rahayu…

@wongalus,2010

Categories: PERJALANAN NGRAGA SUKMA | 23 Komentar

PUJINE MAKRIFAT SUCI LAIR BATIN


Kasebut ngisor iki pujine makrifat suci lair batin para nabi ingkang kinunci:

NAWAITU’ABESI MANJING WULU LANGGENG BAOKU KARO, KUKU WUTU DAWA CENDAK, KULIT DAGING OTOT GETIH BALUNG SUNGSUM, PUJI JASMANI LIMPA ATI JANTUNG KUPING PUCUK POT BONGKOT MANJING LAK-LAKANINGSUM, KANG MANJING SESOTYAKU KARO SIFAT MUHAMMAD SAMPURNA KABEH

@wongalus,2010

Categories: PUJINE MAKRIFAT LAIR BATIN | 6 Komentar

MANTRA PENGASIHAN KUN JALI


Dibaca setiap kali bertemu dengan wanita atau pria yang diinginkan. Caranya: baca dalam hati sambil menahan nafas saat membaca. Mantranya sebagai berikut:  ALLAHUMMA, KUNJALI, KUNJALI ASIH, SI …..(NAMA ORANG YANG DITUJU) TEKA WELAS ASIH MENYANG AKU, NABINE WALINE IYA TEKA WELAS ASIH MENYANG AKU ASIH SAKA KERSANING ALLAH.

 @wongalus,2010

Categories: MANTRA PENGASIHAN KUN JALI | 55 Komentar

MANTRA PELARIS DAGANGAN


Puasa diusahakan rutin setiap hari Senin dan Kamis, mantranya dibaca saat akan membuka kios/toko sebagai berikut:

SEMAR DAHAR, GARENG NGENENG, PETRUK CELUK-CELUK, SRIKANDI KANG NDODOLI, JANAKA KANG NUKONI, LARIS LARIS DAGANGANKU

@wongalus,2010

Categories: MANTRA PELARIS DAGANGAN | 43 Komentar

ILMU BUMI PEPITU


Dicintai oleh Tuhan YME sekaligus dicintai oleh semua makhluk di alam semesta adalah harapan hidup kita. Kita merasa tidak sendirian dan banyak sahabat yang bisa membantu untuk menuntaskan problem-problem hidup. Salah satu sahabat karib yang sudah sekian lama hidup dengan kita namun banyak yang kita lupakan adalah bumi yang kita injak setiap hari. Ada baiknya kita kembali untuk menyadari dan mencintai bumi, sahabat kita yang sangat dekat ini. Bila kita mencintai bumi dengan tulus, maka bumi akan mencintai kita juga. Seluruh kekuatan dan energi bumi akan diberikan secara ikhlas pada kita. Semua manusia dan makhluk gaib akan bersahabat karib dan membantu hidup kita sehingga kita tidak pernah kekurangan rezeki atas ijin Allah SWT. Kemanapun kita pergi bumi akan memberikan kemakmuran lahir batin pada kita. Pada kesempatan kali ini, akan disampaikan ilmu gaib Bumi Pepitu yang tujuannya adalah kembali mengakrabi bumi sebagai sahabat terdekat hidup kita. Untuk mendapatkan ilmu ini, caranya adalah: PUASA MUTIH 7 HARI, DITAMBAH PATI GENI SEHARI SEMALAM. Mantra ilmu bumi pepitu sebagai berikut: ALLAHUMA BUMI PEPITU, NAGA PRATALA NGELAK ULANING BUMI, BUYUTING BUMI, NINI BUMI, KAKI BUMI, UWA BUMI, BAPA BUMI, BIYUNG BUMI, PAMAN BUMI, BIBI BUMI, ASTA MANGKA TAN KENA TINUT, AKU KUR DINUT TINUT SAPARANKU, KUL DINGKUL SAUJARKU, SATEPAK JALMA REKSANEN AKU, NABI ADAM KANG ANA ING GIGIRKU, NABI NUH KANG ANA ING NGIRINGANKU, NABI IBRAMIN KANG ANA NGAREPKU, YA ALLAH KANG AMURBA AMISESA SAJAGAD KABEH @wongalus,2010

Categories: ILMU BUMI PEPITU | 10 Komentar

HIZIB CAHAYA (Hizb An-Nur)


HIZIB MENDAPATKAN PETUNJUK, KESELAMATAN, KECUKUPAN REZEKI, KEBAL SENJATA, MENUNDUKKAN SEMUA MAKHLUK TERMASUK JIN DAN MANUSIA

Berdoa bisa disampaikan dengan bahasa apapun dan dengan cara apapun. Tidak harus menggunakan bahasa Arab bagi mereka yang belum bisa bahasa Arab. Tidak harus menggunakan bahasa Inggris, Tionghoa, India bagi yang belum bisa bahasa Inggris, Tionghoa maupun India. Orang bisu dan tuli yang tidak mengenal bahasa-bahasa itu, bisa menggunakan bahasa tubuh dan bahasa batin. Tuhan Maha Mengetahui apa yang tersimpan di batin kita.

 Pada kesempatan kali ini, akan dipaparkan kutipan Hizib An-Nur atau Hizib Cahaya dari Imam Syadzili. Hizib ini aslinya berbahasa Arab dan cukup panjang, dan akan kami ambilkan sedikit terjemahan kutipannya dengan harapan bisa diamalkan dengan khusyuk dan dijadikan doa wirid yang bisa dibaca kapanpun dan dimanapun. Hizib ini menggunakan bahasa yang mudah kita mengerti. Hizib ini sangat banyak faedahnya, di antaranya membuka hati agar mampu melihat cahaya-Nya, agar senantiasa mengingat-Nya, agar senantiasa berserah diri pada-Nya, agar senantiasa mendapatkan kecukupan rezeki, termasuk juga agar kita mendapatkan keselamatan dan kebal senjata apapun. Semua makhluk pun akan tunduk pada diri kita. Berikut kutipannya:

 “MAHA SUCI DZAT YANG MAHA RAJA DAN MAHA PENCIPTA. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA RAJA DNA MAHA PEMBERI REZEKI. MAHA SUCI ALLAH DARI SEGALA SIFAT YANG MEREKA LEKATKAN, YANG MAHA MENGETAHUI SEMUA YANG GAIB MAUPUN YANG TAMPAK. MAHA LUHUR ALLAH DARI SEGALA YANG MEREKA SEKUTUKAN. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA MEMILIKI KEPERKASAAN DAN KEBESARAN. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA MEMILIKI KEPERKASAAN DAN KERAJAAN. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA HIDUP DAN TIDAK PERNAH AKAN MATI. MAHA SUCI DZAT YANG BERDIRI LAGI MAHA KUASA. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA KUASA LAGI MAHA PERKASA. DIALAH YANG MAHA PERKASA DI ATAS HAMBA-HAMBANYA DAN DIALAH YANG MAHA BIJAKSANA LAGI MAHA MENGETAHUI. MAHASUCI DZAT YANG MAHA BERDIRI LAGI MAHA ABADI.

 KATAKANLAH, ALLAH ADALAH PENCUKUPKU DAN KEPADA-NYA ORANG-ORANG BERSERAH DIRI. AKU BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI LETIH COBAAN, DARI KEPUTUSAN BURUK, DARI JURANG KEMALANGAN, DARI SORAK SORAI MUSUH ATAS MUSIBAH YANG MENIMPA DIRI, AKU BERLINDUNG KEPADA TUHANKU DAN TUHANMU DARI SETIAP DURJANA PONGAH YANG TIDAK MENGIMANI HARI PERHITUNGAN.

 WAHAI DZAT YANG MENGGENGGAM SEGALA SESUATU DI TANGAN KEKUASAAN-NYA, YANG MEMBERI PERLINDUNGAN DAN TIDAK DILINDUNGI, TOLONGLAH HAMBA DENGAN TAKUT DAN BERSERAH DIRI KEPADAMU AGAR HAMBA TIDAK TAKUT SELAIN KEPADA-MU, TIDAK MENGHARAP SELAIN KEPADA-MU, TIDAK MENGHAMBA PADA SESUATU SELAIN-MU. HAMBA BERSAKSI BAHWA ENGKAU MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU, DAN ENGKAU MAHA MELINGKUPI SEGALA SESUATU DENGAN PENGETAHUAN-MU. KAMI MOHON KEPADA-MU DENGAN PERINTAH YANG MERUPAKAN SATUAN WUJUD, UJUNG KEMBALI SEGALA YANG AWAL DAN AKHIR DAN MUARA TUJUAN SEGALA TUJUAN, SUDILAH ENGKAU TUNDUKKAN BAGI KAMI LAUTAN INI BESERTA SEGALA BENDA MATI DAN MAHLUK HIDUP YANG ADA DI DALAMNYA, SEBAGAIMANA ENGKAU TUNDUKKAN API BAGI IBRAHIM, SEBAGAIMANA ENGKAU TUNDUKKAN GUNUNG DAN BESI BAGI DAUD, SEBAGAIMANA ENGKAU TUNDUKKAN ANGIN, SETAN, DAN JIN BAGI SULAIMAN. TUNDUKKAN SEMUA LAUTAN DAN DARATAN BAGI HAMBA. TUNDUKKAN SEMUA GUNUNG BAGI HAMBA. TUNDUKKAN SEMUA BESI BAGI HAMBA. TUNDUKKAN SEMUA SETAN DARI MANUSIA DAN JIN BAGI HAMBA. TUNDUKKAN NAFSU DIRI HAMBA. TUNDUKKAN SEGALA SESUATU BAGI HAMBA.

 WAHAI DZAT YANG MENGGENGGAM KUASA SEGALA SESUATU DI TANGAN-NYA, SOKONGLAH HAMBA DENGAN KEYAKINAN DAN DUKUNGLAH HAMBA DENGAN JIBRIL DAN ENGKAU MAHA MENDENGAR LAGI MAHA MENGETAHUI.”

@wongalus,2010

 

Categories: HIZIB CAHAYA | 39 Komentar

2010: SELAMAT JALAN GUS DUR


Pergantian tahun tampaknya tidak bisa dihindari dan kita semua harus mengalaminya, dikehendaki atau tidak. Waktu akan terus berkejaran melintasi tahun, windu, abad, millenium, dan seterusnya… di dalamnya, manusia seperti daun. Tumbuh hijau, menguning dan selanjutnya gugur bersenyawa dengan tanah. Mungkin yang tersisa pada diri manusia hanya nama. Dan yang mengenangnya pun hanya keluarga atau handai tolan dan saatnya pun sangat terbatas: saat berziarah. Selanjutnya, yang tersisa dari manusia biasanya hanya warisan sepetak tanah dan seonggok bangunan untuk anaknya. Sisa selanjutnya dari manusia barangkali persoalan seperti utang piutang yang harus ditanggung oleh generasi penerusnya. Jarang yang meninggalkan amal kebaikan yang bisa langgeng dinikmati orang banyak. Amal yang demikian, dalam agama didefinisikan sebagai amal sholeh: ilmu yang manfaat, anak yang taat pada agama dan harta yang diberikan di jalan-Nya.

Dalam sejarah dunia, orang yang hidupnya “biasa-biasa” saja tidak akan tercatat dalam buku dan dikenang banyak orang. Hanya orang “luar biasa” yang menghiasi sejarah dunia, apakah itu karena karya emasnya dengan temuan-temuan baru (seperti Thomas Alfa Edison, Wright Bersaudara, Louis Pasteur), dengan perbuatan nyatanya yang menjadikannya tokoh pejuang kemanusiaan (seperti Bunda Theresa), karena dia ditunjuk sebagai Utusan-Nya (seperti Muhammad SAW, Yesus, maupun Budha) karena dia memegang kekuasaan yang besar di sebuah wilayah yang berpengaruh (seperti Napoleon, Raja Firaun, Raja Brawijaya, atau Gus Dur yang baru saja dipanggil-Nya). Bahkan ada pula yang dikenang karena perbuatannya yang antagonis, jahat dan menjadi musuh kemanusiaan (seperti Hitler, Westerling maupun Idi Amin).

Bagi orang biasa seperti kita kebanyakan, tidak mungkin akan tercatat dalam tinta emas sejarah, ditulis dalam wikipedia (insiklopedia elektronik) pun terasa tidak mungkin. Kita barangkali hanya bisa mencatatkan diri di MURI dan itu pun jika dilakukan secara masal dan momennya tepat. Barangkali, hanya Limbad yang akan dikenang banyak orang karena aksi-aksi gilanya yang terus menerus dijadikan diliput oleh televisi. Bagi orang-orang yang tidak tertulis dan dikenang sejarah, kita tidak perlu berkecil hati. Untunglah kita punya tempat bersandar yang kuat dan ada jaminan yang pasti bahwa bila kita berperilaku benar dan baik maka selanjutnya kita akan diganjar dengan kebaikan pula di alam lain pasca kita meninggalkan tubuh kita. Kita bisa menghibur diri, bahwa terkenal atau tidak terkenal memang bukan orientasi hidup kita.

Apa artinya terkenal dan tercatat dalam sejarah apabila tidak mendatangkan keberkahan hidup sejati kita. Masih mending jadi orang tidak dikenal namun mampu mengaliri kebaikan, kemanfaatan dan kebenaran di setiap tempat yang kita singgahi. Bukankah dalam sebuah panggung sandiwara ada banyak peran yang tidak diketahui publik namun sangat menentukan hidup dan tidaknya pergelaran sandiwara. Yang terkenal biasanya cuma para artis dan aktor. Sementara pemodal, produser, penulis skenario, sutradara yang mana pertunjukan bisa digelar justeru tidak dikenal publik. Masing-masing memang harus menyadari fungsi dan perannya masing-masing agar pergelaran alam semesta ini terus hidup berkelanjutan dan lestari. Sukur-sukur bisa membuat pergelaran menjadi lebih menarik, kreatif dan hidup.

Selamat tahun baru 2010 dan Buat Gus Dur, mohon maaf mungkin kami tidak bisa menjadi seperti Anda yang telah berkarya begitu luar biasa dalam hidup di bumi yang sesaat ini. Namun yakinlah, titik-titik api semangat kami tidak akan kalah dengan semangatmu membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang bermartabat, luhur dan sejahtera. Untuk para pembaca, tetap semangat untuk menggapai keridhoan-Nya.  Rahayu!

 @Wongalus,2010

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 6 Komentar

Diproteksi: ILMU SIHIR MENCERAIKAN PASANGAN


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Categories: ILMU SIHIR MENCERAIKAN PASANGAN | Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Diproteksi: ILMU SIHIR PENGHANCUR MUSUH


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Categories: ILMU SIHIR PENGHANCUR MUSUH | Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

DOA IMAM SYADZILII TERBUKA PINTU KEMULIAAN HIDUP


Imam Syadzili, pendiri tarekat Syadziliah mengatakan jika ingin doamu dikabulkan dalam waktu lebih cepat dari kejapan mata, lakukan lima hal berikut ini: (1). Laksanakan perintah-Nya (2). Jauhi larangan-Nya (3). Konsentrasi pikiran (4). Sucikan mata batin (5). Doa dalam kondisi mendesak penuh harap.

Berikut doa untuk terbuka pintu kemuliaan hidup:

YAA ALLAHU YAANUURU YAA MUBIINU IFTAKH QOLBII BINUURIKA WA ALLAMNII MIN ILMIKA WAKHFADZNII BIKHIFDZIKA WASMIKNII MINKA WAFAHAAMNII ANKA WABISSARNII BIKA WASABABLI SABABAN MIN FADLIKA TUKHNII BIHI MINAL FAQRII WATUIZZUUNII BIHI MINAA DZUULI WATUSLIUULII BIHI DDUNYA WAL AKHIIROTA WATUUSIILUNII BIHI ILAA NNADZARI ILA WAJHIKAL KARIIMI FII JANNATIL FIRDAUSI INNAKA ALAA KULLI SYAIIN QADIIR, YAA NIKMAL MAULA WANIKMAL NASHIIR

Ya Allah, wahai Cahaya, wahai Yang Maha Benar, wahai Yang Maha Pemberi Penjelasan, buka hatiku dengan cahaya-Mu, ajarkan kepadaku dari ilmu-Mu, jagalah aku dengan pemeliharaan-Mu, berilah aku kemampuan untuk mendengar-Mu, berilah aku kemampuan untuk memahami-Mu, berilah aku kemampuan untuk memandang dengan Mu, berilah aku sarana peraih anugerah keutamaan-Mu yang membuat aku kaya dari kefakiran, yang membuat aku mulia dari kehinaan, yang membuat aku saleh di dunia dan di akhirat, yang mengantarkan aku untuk memandang Wajah-Mu yang mulia di surga firdaus. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, Wahai Dzat Sebaik-Baiknya Pelindung dan Sebaik-Baiknya Penolong.

@Wongalus,2009

Categories: DOA KEMULIAAN HIDUP | 21 Komentar

DOA IMAM SYADZILI MERAIH KELAPANGAN HIDUP


Berikut doa untuk meraih kelapangan hidup:

YA WAASIU YA ALIIMU YA DZALFADLIL ADZIIMI ANTA RABBII WAILMUKA KHASBI IN TAMSISNII BIDZURRON FALAA KASYIIFA LAHU ILLA ANTA WAIN TARUDDUNII BIKHAIRIN FALA RADDA LIFADLIKA TUSHIIBU BIROKHMATIKA MAN TASYAA U MIN IBAADIKA WA ANTAL GHAFUURUR ROHIM

Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Melapangkan, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui, wahai Dzat Yang Maha Memiliki Anugerah Keutamaan Yang Agung, Engkau adalah Tuhanku dan cukuplah bagiku ilmu-Mu. Jika aku ditimpa penyakit, maka tiada yang bisa mengobati selain Engkau. Jika Engkau memulihkan kondisiku, maka tiada seorangpun yang bisa mengambil alih anugerah-Mu. Engkau curahkan rahmat kasih-Mu pada orang yang Engkau kehendaki dari hamba-hamba-Mu dan Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

@Wongalus,2009

Categories: DOA KELAPANGAN HIDUP | 19 Komentar

KESAKTIAN YANG SELARAS DENGAN KODRAT ALAM


Untuk mendapatkan ilmu kesaktian yang dahsyat sebenarnya kita tidak harus melakukan beragam puasa (membatasi makan minum tidur), menghindari mo-limo, berbuat dan berprasangka baik pada semua kejadian dan selalu ingat sangkan paraning dumadi. Namun kenapa orang yang ingin sakti disyaratkan untuk melakukan pengekangan diri?

Kenapa harus melakukan pengekangan diri? Sebab energi batin yang terkumpul dari hasil olah batin harus seimbang. Kita melakukan aktivitas pengekangan diri ini agar sesuai dengan kodrat alam. Ya, pengekangan diri merupakan hal yang selaras dengan kodrat alam. Lihatlah bagaimana rayap harus menjadi laron dan kemudian mati menggelepar dalam waktu beberapa menit? Rayap yang tidak ingin menjadi laron, berarti rayap tersebut tidak ingin mati. Padahal, bila rayap tidak ingin mati maka populasi rayap di alam semesta ini akan menggila dan ini tidak mungkin terjadi. Alam semesta sudah bekerja secara selaras, serasi dan seimbang.

Untuk mendapatkan kesaktian, sebenarnya sangat sederhana dan mudah bila kita menginginkannya. Yaitu:
(1). YAKIN SEYAKIN YAKINNYA TERHADAP KEAKUAN KITA , keyakinan adalah dasar semua kekuatan. Kekuatan keyakinan akan memusatkan energi apapun di alam semesta  untuk mengumpul pada AKU kita.
(2). MELAWAN HUKUM ALAM.  Contohnya:  bila sinar matahari itu panas, maka sakiti diri Anda dengan ‘mepe’ atau berjemur sekuat Anda.  Bila air itu dingin, maka lakukan mandi di air itu selama mungkin.
(3). MENYEMBAH SETAN. Tanamkan di dalam hati bahwa setan adalah Tuhan yang harus disembah. Laksanakan mo limo: judi, berzina, mabuk-mabukan, menghisap ganja….

Banyak para tokoh spiritual beraliran hitam mempraktekkan bagaimana cara mendapatkan kesaktian dengan cara ekstrem. Misalnya: Makan darah binatang tertentu, memperkosa perempuan yang masih perawan, membunuh bayi, dan lain-lain. Ritual mereka adalah ritual pemujaan terhadap Setan. Setan dijadikan Satu-Satunya Tuhan. Kekuatan-kekuatan para ilmuwan spiritual aliran hitam ini sangat mengerikan karena setan memang sangat sakti. Setan akan memberikan apa yang diminta manusia asalkan mau menjadi murid dan penganutnya.

SANGAT BERDOSA

Namun, melawan hukum alam ini sangat berdosa karena nanti akan mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Menciptakan Alam. Ilmu-ilmu kesaktian yang didapat dari hasil karangan manusia (ilmu karang) memang sangat menakjubkan. Manusia yang memiliki ilmu karang ini bahkan tidak bisa mati, badan tidak tembus karena terkena peluru atau sabetan senjata tajam. Uang akan berlimpah dengan segera karena memelihara tuyul atau buto ijo. Hidup di dunia bisa bahagia (sesaat) karena apa yang kita inginkan akan terlaksana. Mau isteri cantik seperti Nabila Syakieb? atau suami ganteng seperti para presenter di televisi? Anda tidak perlu ikut acara TAKE HIM OUT. Para gadis akan mengerumuni Anda saat Anda mengendarai mobil Cadillac, Porsche, Rolls Royce dan mengantongi kredit card miliaran rupiah. Pelet paling manjur dan dahsyat di muka bumi.

Ada seorang Jepang yang karena kepintarannya di bidang bioteknologi merancang sebuah cara budidaya tomat dan berhasil. Satu pohon tomat bisa berbuah 12 ribu buah. Sebuah jumlah fantastis yang belum pernah ada di dunia manapun. Pohon ini pernah dipamerkan di Pameran Sains dan Teknologi Tsukuba tahun 1985 silam. Ternyata, pohon sakti itu dikembangkan dengan cara sangat sederhana: akarnya dimasukkan air dan tidak ditanam di tanah. Air diberi nutrisi yang banyak dan pohon tetap diletakkan di tempat yang sinar mataharinya cukup. Shigeo Nozawa, sang ahli tumbuhan ini, mengatakan bahwa tanah membatasi gerak akar untuk mencari nutrisi.

Dari sudut pandang manusia, penemuan ini sukses luar biasa. Tapi kenapa Tuhan Yang Maha Esa mentakdirkan tomat tumbuh di tanah??? Ini adalah pertanyaan para ahli kebatinan. Jawabannya: Tuhan telah memerintahkan tomat untuk melakukan PENGEKANGAN DIRI. Sebab tidak mungkin tomat dibiarkan tumbuh dengan bebas dan mematikan tumbuhan lainnya. Pengekangan diri inilah yang menjadi keharusan agar alam semesta ini tetap lestari dan berjalan dengan teratur, tertib dan berkesinambungan. Maka hidup di dalam keselarasan dengan alam adalah hal yang bijaksana dan wujud ketinggian pencapaian spiritualitas dan ruhani manusia. Pertanyaan selanjutnya bagaimana hidup yang selaras dengan alam?

Hidup selaras dengan alam berarti tidak melanggar hukum-hukum dan kehendak hakikat penciptaan alam. (Baca artikel sebelumnya: J’RETORNOUS A LA NATURE!). Untuk itu setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan agar hidup kita lurus yaitu:

1. NIAT YANG TULUS UNTUK MENGABDI PADA SATU KUASA TUNGGAL DENGAN MEMBERIKAN PUJIAN PADA TUHAN DAN MENSUCIKAN NAMA-NYA. (Tasbih)

2. RASA SYUKUR DAN RASA TERIMA KASIH (Tahmid)

3. BERPRASANGKA BAIK (BERPIKIR POSITIF) DALAM SEMUA SITUASI DAN KONDISI KARENA SEMUA KEJADIAN YANG MENIMPA KITA ADALAH BUKTI KEMAHABESARAN TUHAN (Takbir).

Inilah kunci-kunci olah batin yang harus terus menerus diasah….

Setiap manusia bebas memiliki keyakinan apapun. Jika ilmu pengetahuan menjadi pilihan hidup yang menjadi dasar pijakan eksistensinya sebagaimana manusia modern sekarang ini, ya terserah. Jika agama menjadi pilihan, ya monggo saja. Namun, bagaimana pun kita harus akui bahwa Ilmu pengetahuan dan agama memang harus saling melengkapi satu sama lain. Bila agama menyediakan kitab garing, pernyataan Tuhan, doktrin dan mitos yang bersifat DEDUKTIF, ilmu pengetahuan menyediakan analisa atas kitab teles. Analisa atas fenomena dengan pembuktian yang eksak dan kuantitatif atas satu gejala. Jadi sifatnya INDUKTIF. Bila KITAB TELES dan KITAB GARING itu bisa kita baca, kita cerna, kita hayati dan kita resapi untuk berperilaku, berbuat, beramal maka yakinlah bahwa kita akan memasuki PINTU GERBANG KEBENARAN ABADI, PINTU GERBANG SURGA SEJATI.

Akhirnya, kita tahu kenapa mendapatkan ilmu kesaktian kita harus melakukan beragam puasa (membatasi makan minum tidur), menghindari mo limo, berbuat dan berprasangka baik pada semua kejadian dan selalu ingat sangkan paraning dumadi untuk melakukan pengekangan diri? Yaitu agar selaras dengan KODRAT ALAM. Inilah ilmu putih, ilmu kebatinan, ilmu sejati.

@wongalus,2009

Categories: KESAKTIAN YANG SELARAS | 25 Komentar

TEKNIK BERDOA


DOA ADALAH SAPAAN MESRA. DOA JUGA PERMOHONAN. DOA JUGA DIALOG. BERDOA ADALAH INTI IBADAH. BAGAIMANA CARA BERDOA YANG MUSTAJAB DAN MANJUR?

Marilah kita kupas anatomi doa. Apa yang terjadi bila seseorang tidak pernah berdoa? Tidak pernah terjadi, karena setiap manusia pasti pernah berdoa meskipun tidak disadarinya. Sebab doa tidak hanya diucapkan di mulut dengan menengadahkan tangan ke atas. Doa juga tidak hanya disampaikan di masjid, gereja, pura, kapel, wihara, sinagoga atau rumah ibadah yang lain. Doa juga tidak hanya dilakukan saat sholat, saat iktikaf, saat meditasi, saat makan, saat minum. Doa dilakukan disetiap gerakan dan aktivitas manusia dimanapun dia berada. Doa adalah gerakan rasa, hati dan jiwa setiap manusia.

Kepada siapa kita berdoa? Ini juga harus jelas. Sebab ada banyak doa yang disampaikan kepada banyak hal. Ada doa yang disampaikan kepada batu, ada doa yang disampaikan kepada jin, ada doa yang disampaikan kepada Iblis, ada doa yang disampaikan kepada malaikat, ada doa yang disampaikan kepada mertua, ada doa yang disampaikan kepada uang, ada pula doa yang disampaikan kepada janda cantik tetangga kita. Ini semua doa yang keliru dan sesat. Doa yang benar adalah doa yang disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bagaimana berdoa yang benar dan syariat (aturan) yang bagaimana agar doa kita mustajab atau dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa? Doa yang dikabulkan tentunya doa yang sesuai dengan iradat/kehendak-Nya. Jangan berdoa sesuai dengan kehendak kita saja. Kalaupun suatu ketika Dia mengabulkan kehendak kita, itu artinya kita tidak tahu diri. Sama dengan mendikte Tuhan. Lha Tuhan kok didikte, apa ini nggak namanya keteraluan? Tuhan juga bukan pelayan toko, yang mengabulkan permintaan kita sesuai kehendak kita.

Maka doa yang benar adalah memahami apa kehendak/iradat Tuhan kepada diri kita. Untuk memahami kehendak Tuhan maka kita perlu menyelami apa hakikat penciptaan diri kita. Untuk apa kita diciptakan? Jawabannya sangat sederhana dan sangat mudah: Untuk menyembah-Nya, sebagaimana ayat suci: Tidak kuciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk menyembah kepada-KU (Tuhan). Sehingga doa yang kita sampaikan akan nyambung dan lurus dan bulat dengan kehendak-Nya. Tidak bengkok, sesat dan lonjong. Jadi janganlah berdoa untuk merusak tatanan alam semesta. Jangan berdoa agar orang lain celaka. Jangan berdoa agar kita diberi kekayaan berlebihan. Sebab Tuhan Maha Tahu-Maha Mengerti dan dia sudah memberikan semuanya untuk kita dan pemberian-Nya pasti yang terbaik.

Dalam berdoa, ajak Tuhan untuk berkomunikasi. ajak Tuhan untuk berdiskusi, berdialog dan ngobrol. Tuhan tidak pernah menutup “mulut”-Nya untuk kita. Setiap saat Tuhan berkenan untuk hadir di hadapan kita, di belakang kita, di atas kita, di bawah kita, di ruang kita, di dekat kita, di luar ruang kita, di luar diri dan di dalam diri kita. Kehadiran-Nya untuk menyapa kita, untuk berdialog dengan kita, untuk ngobrol dengan kita sekarang, besok, kemarin, lusa, minggu kemarin, minggu depan, tahun depan tahun kemarin dan seterusnya. Dia memang tidak pernah membatasi di ruangan mana kita berada, di saat kapan kita berada. Dia siap saja kita temui karena Dia tidak pernah kemana-mana, tidak pula dimana-mana. Dia adalah Yang Maha Hadir, Yang Tidak Pernah Jauh dan senantiasa dekat.

Doa juga harus disampaikan dengan sungguh-sungguh. Ini yang biasanya kurang dimengerti. Sungguh-sungguh artinya tidak iseng. Ibarat bila kita ingin berkunjung ke rumah orang lain, maka berangkatnya jangan mampir-mampir kecuali untuk membeli oleh-oleh dan mengisi bensin agar kendaraan kita tidak berhenti di tengah jalan. Jangan pula berkunjung ke “rumah Tuhan” hanya sekedar mampir. Ini tidak sopan. Berdoalah dengan tekad dan satu tujuan: mengetuk Pintu Hati Tuhan. Menangislah dalam hati, memohonlah dengan sepenuh jiwa dan raga.

Berdoa yang paling mulia adalah sapaan kepada Tuhan dengan penuh Cinta dan penuh Syukur. Meminta sesuatu yang kita kehendaki (meskipun diperbolehkan sesuai syariat) namun kadarnya jauh di bawah doa tadi. Doa penuh Cinta kepada-Nya dan penuh Syukur akan membuat Tuhan sangat bahagia dan bangga. Bahagiakan Tuhan dengan Cintamu yang meluap-luap. Lepaskan gairah asmaramu hingga kamu mabuk ekstase oleh rasa menyatu dengan Tuhan. Tidak ada pencapaian derajat manusia tertinggi selain menyatakan Cinta yang membara kepada-Nya. Ketahuilah bahwa tanpa kita minta pun Dia sudah membalas cinta kita, membalas perlakuan dendam, perlakuan kotor, perlakuan busuk kita setiap sepersekian detik dengan Sifat Pemberi dan Sifat Penyayang-Nya yang tidak bisa kita hitung. Ucapkan rasa terima kasih tidak hanya saat kita ingat. Ucapkan terima kasih dan bersyukurlah setiap saat. Jangan hanya saat ingat di memori akal kita yang terbatas, namun besyukur dan ucapkan terima kasih yang setulusnya dari dasar kesadaran ruhani kita yang melampaui ruang dan waktu.

@wongalus, 2009

Categories: TEKNIK BERDOA | 18 Komentar

KUNCI-KUNCI KEGAIBAN


DENGAN MEMAHAMI KUNCI-KUNCI KEGAIBAN, MANUSIA MENJADI MAHLUK YANG BISA BERKOMUNIKASI DENGAN SELURUH MAKHLUK DI ALAM, BAIK MAKHLUK NYATA MAUPUN MAKHLUK GAIB.

Manusia adalah makhluk satu-satunya yang diciptakan Allah SWT dengan dibekali oleh alat epistemologis untuk mendapatkan pengetahuan dan kebijaksanaan secara lengkap. Ia dibekali dengan panca indera, akal budi, rasa batin dan wahyu (petunjuk-Nya), sedemikian hingga manusia bisa melihat dan merasakan kehadiran yang nyata dan yang gaib. Semua yang gaib di alam semesta ini (makhluk halus, jin, malaikat) juga bisa diajak berkomunikasi dengan manusia. Bahkan manusia bisa berkomunikasi dengan Sumber dari Segala Sumber Yang Gaib yaitu Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Bukankah di dalam sholat kita sedang berkomunikasi dengan Allah SWT? Maka manusia adalah mahluk yang sangat luar biasa dan harusnya dengan kemampuannya ini dia mampu untuk berendah hati, mampu untuk mengendalikan dirinya, sekaligus bersyukur karena rasa syukur adalah kunci agar chanelling atau terhubung dengan semua kegaiban di alam semesta. Maka tanamkan pada diri Anda untuk selalu merasakan syukur. Rasa syukur adalah gelombang gaib yang ada di samudra energi. Apa tanggung jawab semua yang ada di alam semesta ini? Pertama, bertasbih mensucikan Asma-Nya dan yang Kedua, mensyukuri penciptaan dirinya.

Banyak dari kita yang belum mengerti keunggulan manusia ini. Dianggapnya manusia ini adalah mahluk yang hanya tahu dari apa yang dilihatnya dan apa yang dipikirkannya. Tidak banyak yang tahu, apa yang dirasakannya. RASA pun hanya direduksi dari rasa panas dingin, rasa cinta, rasa sedih, rasa takut, rasa bahagia. Jarang dari kita tahu, bagaimana mengintensifkan rasa MENYATU. Apa itu rasa menyatu? Rasa menyatu adalah rasa tidak ada lagi aku dan engkau, rasa tidak ada lagi dia dan mereka. Yang ada hanyalah ada-KU. Inilah yang harus disyukuri karena semua yang ada di alam semesta ini sejatinya adalah SATU. Satu dzat yang diciptakan oleh Tuhan dari satu sabda: KUN FAYAKUN (Jadilah!!)

Satu sabda itu akhirnya beranak pinak menjadi banyak benda, banyak hal, banyak akal, banyak warna. Ada kerikil, ada batu, ada Susilo, ada Obama, ada Susi, ada gunung, ada buku, ada kucing, ada bahasa, ada pengertian, ada konsep dan ada-ada yang lain. Namun sesungguhnya satu sabda itu mengandung satu rasa di dalam satu ruh yang sama. Tidak banyak orang yang bisa mengalami hal ini kecuali segelintir orang waskita yang telah mendapatkan percikan bunga api petunjuk-Nya.

Jadi, tidak ada yang hebat pada diri Nabi Sulaiman AS ketika dia bisa berkomunikasi dengan binatang. Tidak ada yang hebat pada diri Nabi Isa AS ketika dia menghidupkan orang mati, tidak ada yang hebat pada diri Muhammad SAW ketika dia diberi Kitab Suci Al Qur’an. Yang hebat adalah Allah SWT yang memberikan mereka kelebihan di atas manusia lain. Manusia lain yang mana? Yaitu manusia yang belum sampai “menjadi” Tuhan. Bagi manusia yang sudah menyatu dengan Tuhan, maka Tuhan akan menjadi “mata”, “telinga” “kaki” “tangan” dan “mulut”nya. Manusia yang sudah menyatu/manunggal dengan Tuhan, maka dia setara dan sederajat dengan para Nabi sepanjang masa. Para nabi adalah utusan-Nya sebagai contoh atau teladan yang kita. Namun kesucian para Nabi ini boleh diungguli oleh umat manusia siapapun juga. Tidak perduli apa profesinya, tidak perduli apa dia dilahirkan di tengah keluarga yang kaya atau miskin, berkulit putih atau gelap, bernama Suyadi atau Lao Tse, berjenis kelamin perempuan atau laki-laki. Semua orang ini berhak untuk menyalip kesucian para nabi!!!

Benar para nabi diberi kemuliaan sifat-sifat, benar para nabi dicuci hatinya. Namun tidakkah kita tahu bahwa sifat-sifat kita semua juga mulia dan hati kita juga dicuci oleh Tuhan setiap detik? Tidakkah kita sadar bahwa setiap kedipan mata kita untuk melihat sesuatu adalah petunjuk dari-Nya sehingga tidak perlu kita menunggu datangnya pencerahan apapun karena sesungguhnya pencerahan jiwa itu sudah sedemikian jelas diberikan Tuhan kepada kita. Tidakkah kita sadari bahwa setiap rasa yang muncul dan tenggelam di batin kita sesungguhnya adalah petunjuk ke arah jalan Tuhan?

Tuhan memang tidak sembarangan menunjuk manusia untuk mampu mengemban amanah-Nya. Namun jangan dilupakan bahwa setelah para nabi wafat dan tidak dilahirkan lagi, maka saat ini, kita semualah utusan-Nya. Kita semua adalah wakil-NYA. Kita semua inilah yang meneruskan  tongkat estafet  kenabian hingga akhir jaman. Tuhan tidak lagi menunjuk ke satu orang utusan karena sekarang semua orang itulah sesungguhnya utusan-Nya. Bila dulu kepemimpinan dipegang satu orang, kini kepemimpinan dipegang banyak orang.

Maka, apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia sekarang? Kita bisa “menjadi” Tuhan (menjadi sebagaimana yang Tuhan kehendaki), namun hati-hati, kita juga sangat gampang tergelincir “menjadi” Iblis, tergantung pada bagaimana kita mengobyektivasikan subyektivitas kita. Ingat utusan Tuhan pun juga bisa tergelincir ke dalam kesalahan dan hanya Tuhan juga yang mampu untuk membersihkan kesalahannya. Ya Tuhanku, ya Tuhanmu, ya Tuhan kita semua… kau ada demi aku dan aku ada demi kamu. Kita ada demi cinta. Hanya itu tujuan hidup sejati kita..

@wongalus,2009

Categories: KUNCI-KUNCI KEGAIBAN | 23 Komentar

DZIKIR YANG INTENSIF


Dzikir biasanya diartikan sebagai menyebut Asma-Asma Allah, nama-nama Tuhan berulangkali hingga menancap ke dalam hati sanubari. Namun hakikat dzikir sesungguhnya lebih dari itu. Mengupas kedalaman dzikir, sama dengan mengupas apa hakikat hidup.

Saya tinggal di sebuah perumahan. Tetangga saya dari beragam etnis dan agama. Masing-masing memiliki cara ibadah sesuai dengan keyakinan yang dianutnya. Namun, ada agama tertentu yang mayoritas dianut oleh para warga. Di dalam mayoritas agama ini, ada juga yang merupakan penganut tarekat (jalan ruhani). Pada malam-malam tertentu, penganut tarekat ini menghadirkan guru spiritual untuk memimpin dzikir. Dzikir dikumandangkan menggunakan pengeras suara. Volumenya memekakkan telinga.

Kebetulan, saya tinggal sekitar tiga rumah dari tempat dzikir tersebut biasanya digelar sehingga benar-benar tahu apa dan bagaimana acara dzikir bersama tersebut. Mulanya dzikir menyebut nama-nama Tuhan. Dilanjutkan dengan tidak hanya menyebut nama, namun beberapa kalimat yang merdu dilantunkan. Saya sungguh menikmati, bagaimana mereka berdzikir. Sambil duduk di temaram dekat kolam ikan, saya meresapi ghirrah atau semangat para pedzikir tersebut. Mulai pelan-pelan hingga akhirnya mereka berteriak-teriak seperti orang sekarat….. ekstase…. fana ….. kosong….

Sayangnya, tempat dzkir itu di tengah perumahan. Tidak setiap orang paham dan satu gelombang rasa dengan mereka. Ada tetangga yang beragama lain, ada tetangga yang anaknya ujian. Ada juga yang memiliki bayi. Bahkan ada juga yang memiliki burung merpati yang hampir menetas. Mereka ini sangat terganggu dengan dzikir tarekat tersebut. Ya, dzikir itu bagus tapi kalau dikerjakan tanpa mempertimbangkan aspek kesantunan akan berakibat citra agama perzikir itu jadi buruk. Harusnya, para pedzikir itu sadar bahwa tempat untuk berteriak-teriak itu tidak di perumahan. Kalau di tengah hutan atau di atas gunung ya silahkan saja. Saya tidak akan protes.

Inti dari dzikir sesungguhnya bukan terletak pada bagaimana teriakan keras saat kondisi jiwa sedang trans. Kedahsyatan dzikir tidak berada di wilayah ramainya kata dan kalimat-kalimat disampaikan, tapi terletak pada kefakuman rasa hingga Rasa-Nya bisa menyatu dan manunggal pada semesta diri. Ini butuh keheningan dan kesenyapan yang paling maksimum. Benar-benar hening tiada tara…

Nabi kita mengajarkan bagaimana caranya menafikan diri secara intensif di gua Hira selama dua tahun sejak usia beliau yang ke-38, sampai usia 40. Beliau mencapai penegasian diri (penghilangan diri) total. LA ILAHA, sehingga hasilnya mendapatkan AFIRMASI TOTAL yaitu ILAL-LAH. Terbukalah semua hijab atau penghalang melihat kasunyatan ini seperti menatap 1000 cayaya bulan.

Untuk bisa dzikir yang intensif, kita perlu lebih dulu memiliki kemapanan TAFAKKUR (berpikir), TADZAKKUR (olah rasa) dan TADABBUR (pencerahan). TAFAKKUR berarti berpikir tentang obyek-obyek, fenomena alam, sastra jendra hayuningrat pangruwating diyu hingga kita mendapatkan pencerahan bahwa SEGALA PUJI KEPUNYAAN ALLAH, PENCIPTA ALAM SEMESTA. Sedangkan TADZAKKUR adalah tafakkur/berpikir tanpa obyek-obyek, tafakkur intransitive, berpegang pada rahman dan rahim-Nya, sehingga hati akan terjaga. Sementara TADABBUR adalah kelanjutan dari tafakkur dan tadzakkur sedemikian rupa sehingga mendapatkan pencerahan. Menembus awal akhir, lahir batin mencapai jalan lurus yang berarti metode yang ditegakkan secara langsung. Yaitu benar secara obyektif (tidak sesat) dan benar dalam memerankan subyek (tidak dimurkai).

Jadi, marilah kita berdzikir pelan hening mengikuti gerakan nafas saja….

@Wongalus,2009

Categories: DZIKIR YANG INTENSIF | 8 Komentar

TERATAI KEDAMAIAN SAMADHI


Tanpa memahami hakikat cinta, kita mungkin tidak bertanggung jawab dan hanya sekedar memperturutkan emosi tanpa kebijaksanaan. Cinta yang demikian akan jadi merugikan dan sia-sia

Namun membedah makna cinta juga tidak mudah. Sulit untuk dirumuskan dengan kalimat-kalimat sederhana, sebab urusan cinta menembus berbagai lapisan terdalam kenyataan. Sifatnya yang meta-fisik, mendasari keberadaan segala sesuatu. Mendasari juga “adanya” sesuatu yang tampak ini.

Setiap orang mempunyai interpretasi sendiri tentang cinta. Memang, arti definitifnya bisa kita ambil dari kamus. Misalnya Kamus Besar Bahasa lndonesia mendefinisikan cinta sebagai rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada) atau rasa sangat tertarik hatinya. Tapi faktanya berkata lain. Mengapa kadang karena cinta orang bisa menyakiti, membenci memperkosa bahkan membunuh?

Cinta memang abstrak dan aneh. Tidak ada tolok ukurnya secara pasti bagaimana mengukur dalamnya perasaan cinta. Siapa yang dapat mengukur? Dapatkah kita mengatakan cinta seorang pengusaha yang memberi permata kepada kekasihnya lebih dalam daripada cinta seorang gembel yang memberi sepotong kue kepada kekasihnya? Cinta juga sulit diterima akal. Pantas Blaise Pascal mengatakan, ”hati mempunyai alasan-alasan yang sama sekali tidak diketahui oleh akal, yang menyebabkan orang mengambil keputusan yang irrasional”.

Cinta adalah “the never ending story”, cerita yang tidak pernah selesai…. Orang tidak pernah berhenti mencintai dan dicintai. Selalu ada yang baru tentang cinta. Tidak terhitung banyaknya kreativitas yang lahir karena cinta. Sumber inspirasi yang tidak pernah habis…. cinta adalah melodi sepanjang zaman.

Pelet cinta memang sangat dahsyat. Dengan cinta orang rela memberi dan berkorban apa saja, tapi dengan kekuatan cinta pula orang dapat membenci bahkan membunuh. Kekuatan cinta juga dapat mengelabui. Coba lihat kisah cinta Romeo and Juliet. Dunia menjadikannya legenda kisah cinta sejati. Orang hampir tidak percaya bahwa kisah itu sebenarnya tidak pernah terjadi. ltu hanya imajinasi, buah pena sastrawan Inggris William Shakespeare. Tapi hal ini juga sekaligus membuktikan betapa universalnya pemahaman tentang cinta.

Karena cinta pula sesuatu itu ada. Taj Mahal, sebuah bangunan di kota Agta, lndia, sangat populer didunia karena kemegahan dan keindahannya. Seluruh bangunan terbuat dan marmer berkualitas tinggi, bahkan bagian-bagian dari dindingnya bertahtakan berlian. Bangunan ini merupakan bukti cinta dari seorang Kaisar Moghul bernama Shah Jehan kepada istrinya Mumtaz. la ingin mempersembahkan monumen cinta abadi bagi sang istri yang lebih dulu meninggalkannya. Betapa dalam cintanya kepada sang istri yang setia mendampingi sampai akhir hayatnya.

Hitler sang pembantai bengis ribuan orang Yahudi ini siapa menyangka kalau ia tidak sanggup menerima kenyataan meninggalnya wanita yang dicintainya. Dua menit setelah kematian istrinya yang bunuh diri, Hitler menyusul dengan cara yang sama. Mayat mereka dikremasikan bersama sesuai dengan pesan Hitler.

Kisah raja Edward VIII dari Inggris yang rela kehilangan tahta demi untuk menikah dengan wanita yang dicintainya juga menjadi legenda dunia. Edward mengumumkan pengunduran dirinya sebagai raja untuk menikah dengan Wallis Simpson seorang janda yang telah dua kali menikah. Hat ini tentu saja tidak mendapat restu dari kerajaan.Tapi begitulah cinta, Edward bahkan berkata, ”Aku tidak mungkin memikul tanggungjawab yang begitu besar sebagai raja, tanpa dukungan wanita yang aku cintai”.

Perkawinan Pangeran Charles dengan Lady Di berakhir dengan tragis. Itu karena Charles ternyata tidak dapat melupakan teman kencan lamanya Camila Parker, seorang wanita yang sudah mempunyai suami. Perselingkuhan ini membuat Lady Di kecewa dan tertekan. Lady Di yang sangat dicintai rakyat Inggris karena keanggunan dan kepribadiannya, ternyata harus menderita menghadapi hubungan gelap suaminya dengan wanita tua yang tidak berparas cantik bahkan disebut nenek sihir oleh rakyat Inggris.

Abraham H Maslow tokoh psikologi humanistik memunculkan teori Teori Hirarki Kebutuhan. Teorinya mengatakan salah satu kebutuhan manusia dari lima kebutuhan dasar adalah kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai (belongingness and love needs), ingin merasakan kehangatan dan kemesraan.

Kita sepakat bahwa cinta adalah kebutuhan manusia. Bila manusia hidup tanpa cinta, ada sesuatu yang tidak terpenuhi dalam kebutuhannya. Bahkan penelitian mengatakan, orang yang kebutuhan cintanya terpenuhi berumur lebih panjang dari orang yang tidak punya cinta.

Sigmund Freud tokoh psikoanalisa, dalam Teori Kepribadiannya mengatakan bahwa jiwa terdiri dari 3 sistem yaitu: id, ego dan super ego. ld terletak dalam alam bawah sadar yaitu dorongan-dorongan primitif atau instink dasar. Instink dasar manusia ada dua yaitu, dorongan untuk hidup dan dorongan untuk mati. Dorongan hidup adalah dorongan seksual/libido dan dorongan mati/dorongan agresi. Cinta adalah dorongan hidup. Dengan dorongan cinta orang ingin mempunyai keturunan untuk melanjutkan kehidupan.

Carl Gustaf Jung tokoh NeoPsikoanalisa agak berbeda dengan Freud dalam menerangkan konsep kepribadian. la juga menggunakan konsep libido seperti Freud namun tidak melihat libido sebagai dorongan seksual, tetapi libido adalah dorongan energi. Dorongan energi mendorong berbagai proses mental seperti, berpikir, merasa, berhasrat dan sebagainya.

Bila kita melihat cinta Shah Jehan kepada istrinya, tentu bukan dorongan seksual lagi yang mendorongnya untuk membangun Taj Mahal, tetapi dorongan energi sesuai dengan prinsip pelepasan energi. Tetapi mengapa Shah Jehan membuktikan cintanya setelah istrinya tiada? Arthur Schopenhauer mengatakan bahwa, “kita baru merasa betapa terkasih seorang bila ia telah hilang dari hidup kita”.

Alfred Alder juga seorang tokoh Neo Psikoanalisa yang tidak sependapat dengan Freud. la menulis kertas kerja berjudul “Organ Inferiority”. Menurut Alferd setiap manusia mempunyai kelemahan organis. lni mendorong manusia untuk mengadakan kompensasi. la mengatakan bahwa “Organ Inferiority” pada masing-masing orang tidak sama, melainkan khas bagi orang itu sendiri. Karena itu cara mengkompensasinya juga tidak sama tergantung dari tujuan yang hendak dicapai. ”Organ Inferiority” ini yang menyebabkan adanya perasaan rendah diri pada manusia (inferiority feeling).

Bila kita melihat pada kisah Raja Edward Vlll,maka perasaan rendah diri ini yang ada pada dirinya. Sebab, walaupun ia seorang raja, tetapi sebenarnya ia adalah seorang yang kolokan, cengeng dan tidak bisa mengambil keputusan sendiri .Tidak heran bila sampai usia 41 tahun dia tidak bisa memilih calon istri. Tidak heran pula kalau kemudian ia memilih Wallis Simpson, wanita yang telah dua kali menikah asal Amerika Serikat. Baginya Simpson adalah wanita kuat yang dapat menopang dirinya. Maka tahta kerajaanpun rela diserahkan demi cinta.

Kompensasi juga salah satu dari sembilan mekanisme pertahanan diri yang dikemukakan Freud dalam Teori Kepribadian. Banyak cinta yang lahir karena kompensasi. Manusia mencari pasangan untuk saling melengkapi. Seperti pendapat Arthur Schopenhauer bahwa setiap orang paling mencintai unsur-unsur yang ia sendiri tidak akan milikinya.

CINTA DIMENSI SPIRITUAL
Di atas kita sudah membahas sedikit tentang hakikat cinta dalam konteks hubungan cinta antar manusia yang berseluk beluk, bikin pusing dan stress. Sekarang mari kita terbang menuju langit hakikat yang lebih tinggi lagi, yaitu hakikat cinta Ilahi di mana kita akan menemukan kedamaian dalam hening “NING” yang abadi. Pernahkah kita merasakan bahwa kita sekarang ini ada dan bereksistensi karena cinta kasih Tuhan kepada kita? Saking cintanya Tuhan kepada kita, harusnya kita juga membalas cinta-Nya. Bagaimana mencintai-Nya?

Melalui syair-syairnya, para mistikus membahas tentang cinta. Antara lain:
• Cinta adalah senantiasa condong kepada sang kekasih dengan hati bimbang. Cinta berarti mengutamakan sang kekasih di atas semua yang dikasihi. Cinta adalah kesesuaian diri dengan Sang Kekasih di alam nyata maupun gaib.
• Cinta adalah peleburan sifat-sifat si pecinta dan peneguhan Sang Kekasih dengan Dzat-Nya. Cinta adalah kesesuaian hati dengan kehendak Tuhan. Cinta berarti ketaatan. Cinta berarti penyerahan diri secara total kepada-Nya sehingga kau tidak memiliki apa-apa lagi. Cinta berarti melenyapkan segala sesuatu di hati selain kehadiran Sang Kekasih. Cinta adalah mengabaikan hasrat tanpa harap. Cinta adalah kerinduan untuk mengada bersama sang kekasih.
• Cinta adalah kecenderungan kepada segala sesuatu dengan sepenuhnya kemudian engkau mengutamakan yang kau cintai dibanding apapun juga termasuk dirimu, jiwamu, harta bendamu kemudian berada di dalam keserasian dengan-Nya baik lahir maupun batin. Kemudiaan engkau mengakui kekuranganmu dalam mencintai-Nya. Engkau juga tidak berkeluh kesah kepada apapun juga selain kepada kekasihmu.
• Cinta tidak bisa dikatakan cinta bila dua pihak tidak bisa mengatakan kepada masing-masing dengan ungkapan WAHAI DIRIKU. Ketika seseorang mengaku cinta, maka pengakuannya harus dibuktikan. Tiada cinta melainkan harus melekat di dalam hati terdalam dan tulang penegak hidup. Bila tidak ada kekasih hati, engkau akan layu tanpa sisa dan akhirnya engkau mati dalam hasrat cinta. Bibirmu tidak mampu berkata apa-apa selain diam kelu dengan mata menangis dalam penuhnya hati untuk bermunajat.
• Semua cinta pasti ada tujuannya. Cinta yang tanpa tujuan bukan cinta namanya. Tujuan cinta sejati adalah peleburan. Bila tujuan itu hilang, maka cinta pun akan sirna.

Cinta yang berdimensi spiritual yang biasa diungkap oleh kaum mistikus dalam bentuk puisi dan syair terlalu panjang untuk disingkap tabirnya. Kita akan kehilangan kedalaman cinta bila mengungkap hakikat cinta Ilahi. Begitu panjang dan jauh wilayah-wilayah cinta Tuhan kepada kita dan cinta kita kepada Tuhan. Karena cinta adalah kerinduan akan pertemuan, maka “Barangsiapa yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu yang dijanjikan itu akan datang. Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”

Ada sebuah doa yang sangat dahsyat. Bila kita sampaikan dengan hati yang benar-benar bersih, bening dan tulus maka kita akan mendapatkan secara total kasih sayang-Nya:

“Ya Allah, dengan ilmu-Mu yang gaib dan dengan kekuasaan-Mu atas semua makhluk, hidupkanlah aku jika Engkau tahu bahwa hidup itu membawa kebaikan untukku, dan matikan aku jika Engkau tahu bahwa mati itu membawa kebaikan untukku. Ya Allah, aku meminta kepada-Mu agar aku takut kepada-Mu dalam semua perkara, baik yang nyata maupun yang gaib. Aku memohon kepada-Mu ungkapan yang benar ketika aku senang maupun ketika aku marah. Aku memohon kepadamu kesederhanaan dalam kekayaan maupun kemiskinan. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesenangan yang abadi dan kesejukan jiwa yang tak terputus. Aku memohon kepada-Mu keridhaan dengan apa yang telah ditentukan. Dan aku memohon kepada-Mu kehidupan yang sejuk sesudah mati. Aku memohon agar bisa melihat wajah-Mu yang Mulia, dan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu tanpa bahaya yang mengancam atau menjadi korban fitnah yang menyesatkan. Ya, Allah, hiasilah kami dengan keindahan iman. Ya Allah, jadikanlah kami sebagai pemberi petunjuk maupun penerima petunjuk”

Demikian sedikit uraian tentang cinta. Awas sekali lagi, jangan ceburkan diri dalam cinta palsu. Cintailah yang sungguh-sungguh Pecinta. Cintailah DIA yang sejati dan abadi, maka kelopak cintamu akan indah bermekaran, yaitu cinta yang bersemayam di bunga teratai kedamaian samadhi.

@wongalus,2009

Categories: HAKIKAT CINTA | 11 Komentar

J’ RETORNOUS A LA NATURE!


KEMBALI KE ALAM ADALAH MENYATU DENGAN ALAM, YAITU PERSATUAN KEHENDAK, KEINGINAN DAN HARAPAN ANTARA MANUSIA DAN ALAM.

(Sebagai dasar metafisis memahami ilmu sangkan paraning dumadi, ilmu sejati, ilmu putih, ilmu kebatinan,  dan semua ilmu gaib yang diciptakan dan dikarang oleh manusia).

Kita sering mendengar istilah BACK TO NATURE atau kembali ke alam. Apa hakikat sebenarnya “kembali ke alam” tersebut? Sejak jaman romantik yaitu sekitar tahun 1750 sebagai reaksi terhadap semua tekanan penggunaan rasio (akal) dan empiri (indera pengamatan), muncul kecenderungan di peradaban barat peranan penggunaan perasaan, feeling, intuisi untuk mengetahui hakikat manusia, dunia dan seisinya serta Tuhan. Penggunaan akal dan indera pengamatan yang berlebihan dianggap menumpulkan naluri kemanusiaan dan melahirkan kemandegan kemajuan peradaban manusia. Maka jaman romantic adalah jaman di mana lahir sebuah gerakan di dalam agama, seni, puisi rakyat, sastra (Rousseau, Victor Hugo, Walter Scott, Keats, Shelley, Herder, Holderlin) dan musik (Beethoven, Mozart, Schubert, Chopin, Bahms), termasuk menyentuh ke wilayah teologi dan filsafat.

Peradaban yang melulu dibangun dengan akal dan empiri memang pada akhirnya akan membawa pada kehancuran. Kita terasa hidup dalam sebuah wilayah yang penuh fasade-fasade beton, akal-akalan, kucing-kucingan dimana di sana yang ada hanya manusia yang sebenarnya srigala yang siap memakan manusia yang lain. Manusia yang begitu luhur karena memiliki kekayaan budi pekerti, susila dan spiritualitas berketuhanan yang begitu tinggi akan terperosok derajatnya menjadi binatang. Binatang yang hanya mengandalkan naluri untuk membunuh (tanpa akal) bila dilepas berkeliaran akan berbahaya. Apalagi kalau manusia yang memiliki akal? Sangat berbahaya….

Maka, kemunculan jaman romantik ini mengisi ruang-ruang kosong manusia barat yang haus kedamaian dan keheningan. Manusia barat sedemikian rindu karena lama ditinggal perasaan, feeling dan intuisinya sendiri. Terlalu lama mereka hidup dalam kalkulasi otak dan pencapaian tujuan hidup yang hanya diisi dan dipenuhi oleh materi, benda dan wadag-wadag. Manusia kangen kesejatian dirinya yang asli. Terlalu lama dia diperbudak untuk menuruti akal dan matanya. Mata batin dan perasaannya kosong melompong. Hidupnya terasa hampa dan ciut. Keluasan manusia untuk mencari-cari sisi luas dari hati nurani hilanglah sudah. Dia terasa terasing tumpul di sebuah dunia akal yang dibuatnya sendiri.

Maka, RETORNOUS A LA NATURE! (marilah kita kembali ke alam) begitu disuarakan secara lantang oleh Jean Jacques Rousseau yang lahir di Swiss tahun 1712. Kembali ke alam… apa maksud istilah ini? Apa maksudnya adalah kita kembali menjadi monyet-monyet yang bergelantungan di hutan-hutan tanpa mengenakan selembar pakaian pun seperti kaum hippies atau para penganut paham nudis/naturist? Apa kita kembali menjadi manusia yang hidup pada jaman batu seperti film flintstone yang lucu itu, tanpa mobil, tanpa alat-alat dan teknologi canggih?

Tentu saja tidak demikian. Kembali ke alam adalah menghayati alam sebagaimana adanya. Alam semesta adalah makhluk Tuhan Yang Maha Hidup yang diperintahkan oleh Tuhan untuk bekerjasama dengan manusia sebagai KHALIFAH DI BUMI ini untuk menyelesaikan AGENDA PENCIPTAANNYA yang belum sempurna dan belum selesai. Manusia tidak bisa hidup tanpa alam semesta dan alam semesta tidak berarti dan bermakna apa-apa tanpa ada manusia yang ada di dalamnya. Kenapa bila alam semesta ini tidak ada manusia menjadi tidak berarti? Jelas tidak berarti sebab manusialah yang diberi kuasa untuk menafsirkan arti dan makna atas segala sesuatu. Bukankah manusia pertama yaitu Nabi Adam AS diberi kuasa Tuhan untuk hidup dengan bekal “NAMA-NAMA SEGALA BENDA”, yaitu manusia yang merupakan satu makhluk mulia karena manusia adalah penafsir dan pemberi makna segala hal. Manusia dikatakan animal symbolicum karena dia adalah penafsir simbol dan kemampuan ini khas manusia. Kucing dan cindil tidak perlu untuk menafsirkan apa arti rambu-rambu lalu lintas. Yang bisa menafsirkan hanya manusia karena dia diberi alat untuk menafsirkan/menginterpretasi simbol, kata, bahasa, pengertian, statistik dan sebagainya.

Karena alam semesta ini adalah MAKHLUK HIDUP, maka dia punya kehendak dan punya tekad, niat dan keinginan. Apa keinginan Alam Semesta? Tiada lain untuk melaksanakan perintah Tuhan yaitu BERTASBIH: MENSUCIKAN NAMA TUHAN SEMESTA ALAM, SUMBER DARI SEMUA SUMBER ENERGI DAN PENCIPTA SEGALA YANG ADA. Tuhan adalah rentetan terakhir dari semua sebab yang menjadikan akibat-akibat ada di alam semesta. Sebab yang tidak disebabkan lagi, CAUSA PRIMA, yang tidak bisa digambarkan ada-Nya, dimana dan kapan-Nya, Dia yang tidak terjangkau oleh semesta pengetahuan manusia.

Kenapa kehendak alam semesta ini hanya mensucikan nama Tuhan? Kok tidak ada tugas lainnya? Jawabannya terletak pada kebersatuan kehendak antara manusia dengan alam semesta. Meskipun sejatinya manusia dan alam semesta ini dua hal, sebenarnya intinya adalah SATU KESATUAN METAFISIS, Bahwa RUH MANUSIA adalah RUH ALAM SEMESTA dan juga percikan atau bagian dari RUH TUHAN. Sehingga Tugas Manusia pula adalah mensucikan NAMA-NAMA TUHAN. Yaitu sebuah tugas dalam rangka mengemban sistem keselamatan universal, dimana “nama-nama” segala benda di alam semesta dan juga dalam tataran konseptual harus konform dengan NAMA-NAMA-NYA. Sebagai suatu subyek, khalifatullah harus OBYEKTIF PLUS: bahwa subyektivitasnya harus subordinatif terhadap SUBYEKTIVITAS-NYA. Subyek yang seperti inilah yang atas perkenaan-Nya mendukung amanat untuk mewakili-Nya, mendapatkan pantulan dari wajah-Nya.

Maka bolehlah kita anggap bahwa alam semesta inilah SAUDARA TUA MANUSIA. Bahkan dari alam semesta inilah Tuhan menciptakan manusia dari berbagai unsur yang ada di dalamnya, yaitu TANAH, AIR, API, UDARA. Semua unsur itu kini tetap ada di tubuh manusia dan kini bila kita teliti kode-kode DNA manusia, maka kita akan menemukan unsur-unsur tanah, air, api, dan udara ini dalam jumlah yang pada setiap tubuh manusia tidak sama satu dengan yang lainnya. Tanah, air, api dan udara adalah sedulur papatnya manusia: sementara limo pancernya adalah unsur PERCIKAN BUNGA API ILAHI YANG DIPANCARKAN KE DALAM RUH MANUSIA. Ruh manusia adalah ruh Tuhan juga. Ruh adalah bagian dari diri Tuhan yang ada di dalam diri kita. Ruh adalah AKU SEJATI, DIRI SEJATI, INGSUNG SEJATI di dalam diri manusia. Maka, hormatilah diri sendiri maka dirimu juga berarti menghormati Tuhan. Sehingga kita akan paham bahwa MENGHORMATI AKU SEJATI ADALAH IBADAH, MANEMBAH, SHOLAT, SEMBAHYANG, MAKRIFAT TERTINGGI dari MANUSIA.

Kita tidak mungkin mampu menjangkau DZAT TUHAN karena jangan anggap kata Dzat ini seperti dzat dalam pengertian ilmu kimia atau fisika. Dzat Tuhan meskipun tidak terpahami oleh akal pikiran manusia, namun dzat Tuhan benar-benar bila kita hayati dan nikmati dalam kesekaranganku ini!! Bukankah Tuhan sangat dekat dengan diri kita, lebih dekat dari urat merih di leher, lebih dekat dari rasa dekat, Tuhan juga tidak pernah menyembunyikan dirinya dari manusia?? Manusia sendirilah yang menyembunyikan diri Tuhan di dalam pengetahuannya. Di dalam kebodohan dirinya sendiri? Di dalam ego atau keakuannya? Di dalam pantai-pantai dan membatasi lingkup pengetahuannya? Kita memang terbiasa menghilangkan berjuta-juta kilometer pengetahuan tentang Tuhan dengan dalih kita tidak mengetahui Tuhan. Duh manusia, betapa engkau bodoh dan hina justeru karena engkau menyukai dalam mandi lumpur keakuanmu yang kau ciptakan sendiri!!!!! Dengan kebodohan pula engkau mengaku bahagia, dengan keabsurdanmu sendiri kau mengaku menemukan jati dirimu dan membungkusnya dengan kepalsuan dan kesementaraan…..

Maka, jangan pernah menentang dan bertolak belakang dari hukum-hukum, prinsip-prinsip bekerjanya alam semesta. Apa prinsip bekerjanya Alam semesta ini? PRINSIPNYA ADALAH KEIKHLASAN. IKHLAS UNTUK MEMBERI TANPA BERHARAP UNTUK MENERIMA, SEPERTI MATAHARI, SEPERTI BUMI, SEPERTI UDARA YANG KITA HIRUP DAN NIKMATI SEHARI-HARI. Hukum dagang timbal balik antar unsur-unsur di alam semesta pasti semuanya berlangsung dengan adil dan berimbang. Tata cara kerja alam semesta sangat bermutu tinggi sedemikian hingga tidak pernah ada RESIDU atau SAMPAH lahir maupun batin.

Ini juga merupakan prinsip dasar yang menjadi basis untuk memahami apa dan bagaimana alam semesta bekerja. Kita perlu mengetahui prinsip-prinsip bekerjanya alam ini sebab ini menjadi INTI DAN SUBSTANSI SEMUA ILMU YANG ADA DI SEMESTA PENGETAHUAN MANUSIA BAIK ILMU PENGETAHUAN YANG KITA KENAL MAUPUN ILMU-ILMU GAIB.

SUBYEKTIF YANG TIDAK OBYEKTIF
Manusia yang sadar akan hakikat dirinya, berarti manusia yang juga menghayati keberadaan alam semesta, menghayati semua hal yang ada di pikiran-pikirannya, yang menghayati Tuhan adalah manusia yang selaras, serasi, harmonis, dan singkron dengan alam semesta . Inilah hakikat dari RETORNOUS A LA NATURE! (marilah kita kembali ke alam), TAO yang SEJATI…. Yaitu gerakan mengembalikan manusia pada titik orientasi yang sangat handal dimana penampilan subyektivitasnya yang benar-benar mendukung amanah mewakili-Nya.

Di sisi yang lain, kita juga melihat penampilan subyektif yang tidak obyektif sebagaimana disimbolkan oleh adanya IBLIS. Subyektivitas IBLIS adalah kebanggaan atas kelebihannya terhadap asal mula manusia. Iblis berasal dari api, sementara manusia dari tanah. Pemahaman IBLIS ini sungguh teramat dangkal karena tidak patut menjadi makhluk yang paling mulia. IBLIS LUPA, BAHWA YANG DIKEHENDAKI TUHAN UNTUK MENJADI WAKIL-NYA BUKAN HANYA KENYATAAN OBYEKTIF MANUSIA YANG BERASAL DARI TANAH TADI. Melainkan KENYATAAN OBYEKTIF PLUS: Bahwa TANAH itu sudah ditambah dengan ILMU (nama-nama segala benda) dan RUH dari SISI-NYA.

MAKRIFAT MATAHARI
Dari penjelasan ini, kita bisa menyimpulkan secara sederhana: bahwa bila Anda menginginkan sesuatu, berniat sesuatu, berkehendak sesuatu, mengupayakan sesuatu, maka hendaknya SELARASKAN dan HARMONIKAN dengan KEHENDAK ALAM SEMESTA. Bila pemahaman kita sudah berada di taraf tinggi, maka tanda-tanda kehendak yang selaras dengan alam adalah tidak adanya amalan atau akibat-akibat yang kembali pada diri kita. Sebab prinsip kerja alam semesta adalah keikhlasan: sebuah mekanisme yang alamiah yaitu peleburan antara aku dan alam, peleburan antara kawulo dan gusti, antara aku dengan AKU, tidak ada lagi wacana surga atau neraka… tapi cinta yang hanya ikhlas memberi tanpa keinginan menerima kembali…inilah MAKRIFAT MATAHARI. Inilah yang harusnya menjadi dasar ilmu sangkan paraning dumadi, ilmu sejati, ilmu putih, ilmu kebatinan, ilmu putih, dan semua ilmu gaib yang diciptakan dan dikarang oleh manusia.

Namun, bila pemahaman kita masih sederhana: bolehlah kita berpendapat bahwa kehendak akan memantulkan diri dalam wujud lain yang akan kita terima. Bisa cepat atau bisa juga lambat. Semua tergantung mekanisme alam yang berlaku. Bila kita memancarkan permusuhan, maka permusuhan pula yang akan kita terima. Bila kita memancarkan niat jahat, maka kejahatan pula yang akan kita terima. Bila kita menarik sesuatu (pelet) dengan energi yang kuat, maka tarikan kuat yang membalik pula yang akan kita dapatkan. Bila kita memberi kebahagiaan dan kedamaian pada orang lain maka kedamaian dan kebahagiaan pula yang akan kita terima. Seperti seutas karet, kita menarik dengan keras maka kita akan mendapatkan daya pantul akibat tarikan keras kita tersebut. Adanya surga atau neraka adalah mekanisme pembalasan hukum sebab akibat terakhir setelah penggulungan alam semesta.

Sekarang tinggal pilih, kita akan menjadi manusia macam apa. Pada mulanya adalah NIAT namun kemudian dilanjutkan dengan PERBUATAN yang yang akan membentuk kita untuk “menjadi” dan kita tunggu bersama “kejadian-kejadian” berikutnya…

@wongalus,2009

Categories: J' RETORNOUS A LA NATURE! | 6 Komentar

USUI REI KI


“Reiki” adalah penyaluran energi alam untuk kesehatan tubuh (fisik) dan psikis termasuk juga untuk self defence. Sebagai self defence atau pertahanan tubuh metafisik, Reiki dilakukan untuk membentengi diri dan lingkungan dari pengaruh kekuatan psikis yang dipancarkan oleh orang lain.

Dalam lintasan sejarah filsafat barat, konsep energi telah dipelajari oleh para filsuf sejak jaman Yunani kuno hingga kaum ilmuwan saat ini. Beragam bentuk energi di bumi seperti gelombang cahaya dan partikel atom menarik minat mereka untuk mempelajarinya karena sangat berpengaruh pada ekosistem lingkungan hidup serta hidup manusia sehari-hari. Fisikawan Newton menganalisa berbagai bentuk energi yang berupa atom, neutron, proton dan elektron. Ujung-ujungnya Newton menemukan hukum grafitasi yang terkenal. Einstein menemukan teori tentang energi yaitu teori relativitas yang tersimpul dalam rumus e= mc2 (energi = massa x cahaya pangkat dua). Max Planck menemukan bahwa energi dari radiasi panas tidak dipancarkan secara terus menerus, tapi dipancarkan dalam paket energi yang disebut quanta. Fisikawan lain, JS.Bell menjelaskan bahwa sub-atomik “partikel” berhubungan satu dengan yang lain dalam ruang dan waktu. Perpindahan partikel itu terjadi secara superluminal yaitu lebih cepat dari cahaya.

Di barat, berbagai kajian ilmiah tentang energi masih berkembang hingga saat ini dari berbagai sudut pandang ilmu pengetahuan, khususnya fisika. Sementara di timur (India, Tiongkok, Jepang, Asia tengah dan Tenggara) berbagai konsep tentang energi itu tidak diteliti dan diamati dengan cara yang sama. Orang timur lebih tertarik membicarakan energi dalam hubungannya dengan praktik keseharian seperti soal bagaimana pengaruh energi terhadap kesehatan, bagaimana memanfaatkan energi alam semesta untuk berbagai keperluan dan seterusnya.

Di jepang, energi disebut dengan Ki dan alam semesta disebut dengan Rei. Orang jepang menyadari bahwa untuk dapat hidup sehat, manusia tidak saja memerlukan makanan dan minuman dalam jumlah yang cukup, tetapi juga memerlukan sejumlah Ki. Gangguan pada sirkulasi Ki akan menyebabkan gangguan pada “tubuh eterik” yang diikuti fenomena sakit pada tubuh fisik. Orang jepang percaya, bahwa penyembuhan menyeluruh bekerja di lapisan tubuh eterik yang sangat berpengaruh pada tubuh fisik.

Orang yang gigih memperkenalkan cara pandang “penyembuhan holistik” itu adalah Sensei Mikao Usui. Seorang penganut Zen Budhisme setelah melakukan meditasi di Gunung Kurama, Jepang tahun 1923. Sensei Mikao Usui kemudian menyebut metode metafisisnya itu dengan “Reiki” yang maknanya adalah memanfaatkan energi alam semesta untuk berbagai keperluan. Salah satu keperluan yang kini populer adalah penyaluran energi untuk kesehatan tubuh (fisik) dan psikis termasuk juga untuk self defence. Sebagai self defence atau pertahanan tubuh metafisik, Reiki dilakukan untuk membentengi diri dan lingkungan dari pengaruh kekuatan psikis yang dipancarkan oleh orang lain.

BELAJAR REIKI
Belajar Reiki sangat mudah. Cara dan tekniknya tidak sulit dipelajari. Kita hanya membutuhkan sedikit waktu untuk memahami dan mempraktekkannya secara langsung. Syarat untuk belajar Reiki adalah niat dan kesungguhan hati untuk belajar dan mempraktekkannya.
Dengan belajar Reiki, seseorang akan mampu melakukan channeling (menyelaraskan diri) dengan energi alam semesta. Selain itu, dia akan mampu menyalurkan energi untuk di titik-titik tubuh tertentu yang sakit sehingga kesembuhan diri bisa dicapai. Bahkan, seseorang yang belajar reiki mampu memberikan attunement kepada orang lain.

Perlu digarisbawahi bahwa metode Reiki adalah supplementary treatment atau penyembuhan pelengkap dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan penyembuhan medis. Praktisi Reiki tidak diperkenankan menyarankan menghentikan proses penyembuhan yang dilakukan ahli medis. Selain itu, praktisi Reiki tidak diperkenankan melakukan diagnosa penyakit, terkecuali jika praktisi Reiki yang bersangkutan adalah ahli medis.

SIMBOL-SIMBOL REIKI
Sama dengan matematika atau fisika, dalam Reiki juga memiliki rumus tertentu. Namun fungsinya lebih sebagai simbol yang tidak ditafsirkan secara rasional. Dalam khazanah tradisi metafisis, simbol berfungsi sebagai alat untuk menghantarkan seseorang untuk mencapai tujuan dan bagian pengetahuan manusia yang mampu mengadakan pendekatan bidang metafisis ini adalah rasa.
Di jawa, kita mengenal istilah olah rasa untuk menyebut aktivitas latihan psikis atau mental untuk mengenal dunia metafisis itu. Semakin sering orang mengadakan olah rasa ini maka seseorang akan semakin terlatih dan peka untuk ‘meraba’ hal-hal yang tidak tergapai oleh indera dengar maupun indera mata.
Sebagai ilmu metafisis terapan, Reiki memiliki tiga prosedur yang harus terpenuhi untuk menerapkannya. Yaitu
(1). Penggambaran suatu simbol menggunakan visualisasi.
(2) Pengucapan nama suatu simbol dengan bersuara ataupun di dalam hati sebanyak tiga kali.
(3) Kalimat yang mencerminkan maksud, niat, tujuan, dan harapan.
Di dalam Reiki, kita mengenal tiga simbol utama dalam Usui Reiki yaitu Chokurei, Seiheiki dan Honshazeshonen.

1. Chokurei
Simbol untuk kekuatan, penguatan, dan perlindungan. Memperkuat daya simbol yang lain serta untuk “materialisasi”

2. Seiheiki
Simbol ini digunakan untuk pembersihan dan penyapuan energi negatif, baik dalam tubuh pada saat proses penyembuhan, maupun terhadap benda dan ruangan.
Simbol ini bekerja pada tingkat mental-emosional sehingga dapat digunakan untuk penyembuhan terhadap hal-hal yang terkait dengan alam bawah sadar (Sub Conscius).

3. Honshazeshonen
Simbol lintas dimensi ruang & waktu yang dipergunakan untuk pengiriman energi jarak jauh, pada saat proses penyembuhan maupun attunement.

CARA MEMAKAI SIMBOL
• Visualisasikan gambar simbol dengan benar di depan atau di atas obyek yang akan diberikan simbol. Ukuran umum dari penggambaran simbol ini adalah tinggi sekitar 20 – 40 cm. Setelah penggambaran simbol, letakkan kedua telapak tangan di tepi kanan-kiri simbol. Perhatian agar gerakan tangan tidak merusak atau menghapuskan simbol yang baru digambar.
• Ucapkan nama simbol dan niatkan agar simbol terhubung dengan energi Illahi, dan mengatakan seperti contoh: “Chokurei …. tarik energi Illahi”.
• Tunggu sekitar 10 detik. Bagi mereka yang cukup peka akan dapat merasakan bahwa simbol akan berubah menjadi bola energi yang padat, “menyala” seperti lampu. Bagi yang tidak cukup peka, imajinasikan bahwa simbol kini dikelilingi oleh energi yang berbentuk bola. Arahkan bola energi secara perlahan ke obyek dan berikan afirmasi.

BERBAGAI APLIKASI SIMBOL
1. Pengaktifan Chakra dengan simbol Chokurei. Sangat disarankan untuk menggunakannya pada saat sebelum memberikan Reiki-Treatment atau pada saat akan menerima Attunement. Sebaiknya diterapkan di seluruh Chakra Utama dan Chakra Telapak Tangan, atau minimal di : Chakra Mahkota, Chakra Jantung, dan Chakra Telapak Tangan. Pada Reiki-Treatment sebaiknya terhadap pasienpun diterapkan aplikasi ini. Yaitu memasukkan bola energi Chokurei ke cakra yang diperlukan dan memberikan Afirmasi : “Buka, bersihkan, dan aktifkan cakra ( ……… ) saya.”
2. Penyapuan Energi Negatif menggunakan simbol Seiheiki. Bentuk bola energi Seiheiki berukuran besar (sepanjang tubuh pasien), masukkan bola energi tersebut ke tubuh pasien. Afirmasinya adalah: “Bersihkan seluruh energi negatif, dan seluruh unsur negatif yang ada di tubuh pasien ini”. Simbol Seiheiki dapat diperkuat dengan simbol Chokurei dan Simbol Seiheiki juga dapat dipergunakan untuk menyapu unsur negatif di suatu ruangan/tempat.
Simbol Seiheiki juga dipergunakan untuk pembersihan lokal (bagian tubuh tertentu).
3. Pengiriman Energi Jarak Jauh memakai simbol Honshazeshonen. Pada pengiriman energi jarak jauh, maka simbol Honshazeshonen bertindak sebagai “kurir” energi & simbol antara pemberi dan penerima. Dengan menggunakan simbol Honshazeshonen pada awal pemberian energi, maka akan terbentuk “jalur” komunikasi antara pemberi dan penerima. Dimana seakan-akan penerima energi “ditarik secara fisik” ke hadapan pemberi energi. Caranya adalah bentuk bola energi Honshazeshonen di depan tubuh (dada). Pegang bola energi Honshazeshonen, sambil mengucapkan afirmasi pengiriman jarak jauh, contoh : “Seluruh simbol dan energi ini ditujukan untuk Sdr. X di kota B, dan akan bekerja sekarang juga”. Selanjutnya lakukan pengiriman energi dan simbol-simbol seperti halnya penyembuhan secara langsung. Pergunakan visualisasi atau alat bantu (boneka, tubuh anda sendiri, dll.). Catatan : Afirmasi : “ …. Akan bekerja sekarang juga ..” dapat dirubah sesuai dengan keperluan, misal : “ … akan bekerja pada pk. 22.00 WIB nanti …” atau “ … akan bekerja jika yang bersangkutan telah siap untuk menerima energi …”

KESEIMBANGAN EMOSI
Tidak ada fakta, yang ada adalah persepsi. Fakta (Noumena) yang sesungguhnya tidak akan terjangkau oleh manusia sebagai subyek. Yang terlihat hanyalah fenomenanya saja. Begitu dikatakan oleh Immanuel Kant, filsuf Barat beberapa abad yang lalu.
Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu mempersepsi akan fakta dengan perasaannya. Responnya bisa beragam. Ada sedih, gembira, marah, takut, cinta dan seterusnya. Terkadang karena sesuatu hal pelepasan emosi tersebut terhambat, yang mengakibatkan penimbunan emosi di alam bawah sadar.
Paradigma ilmu neuroscience (ilmu syaraf) terbaru mengatakan bahwa penyakit fisik kebanyakan ditimbulkan oleh timbunan-timbunan emosi yang terhambat seperti itu. Reiki juga memiliki metode untuk menyeimbangkan kembali emosi melalui pelepasan emosi yang tertimbun di alam bawah sadar.
Proses penyeimbangan emosi melalui Reiki memerlukan waktu yang relatif lama, yaitu antara ( ½ jam – 2 jam), sehingga perlu dilakukan persiapan yang benar-benar baik. Antara lain : tempat yang relatif tenang, posisi penyaluran yang santai dan seterusnya.
Proses penyeimbangan emosi ini akan mengakibatkan keluarnya berbagai emosi dari alam bawah sadar dengan berbagai reaksinya, misalnya tertawa terbahak-bahak, menangis tersedu-sedu, marah dan seterusnya. Oleh karena itu disarankan agar sebelumnya terlebih dahulu praktisi reiki yang melakukan penyembuhan emosional ini memberikan informasi kepada pasien atas reaksi-reaksi yang mungkin timbul, serta apa saja yang harus dilakukannya.

METODE REIKI UNTUK PENYEIMBANGAN EMOSI
Arahkan bola energi Seiheiki ke Cakra Ajna (tanpa afirmasi). Arahkan bola energi Chokurei ke Cakra Ajna (tanpa afirmasi). Arahkan bola energi Seiheiki ke kepala bagian belakang (tanpa afirmasi). Arahkan bola energi Chokurei ke kepala bagian belakang (tanpa afirmasi).
Salurkan energi dengan kedua belah telapak tangan, di mana satu tangan di Cakra Ajna dan tangan lainnya di belakang kepala. Niatkan bahwa Anda akan menyalurkan energi untuk penyeimbangan emosi.
Seluruh emosi pasien yang mungkin timbul harus tuntas dikeluarkan. Proses baru dihentikan jika pasien sudah merasa segar dan terbebas dari gejolak emosi apapun juga.

PERLINDUNGAN PSIKIS (PSYCHIC PROTECTION)
Selain untuk penyembuhan, Reiki dapat dimanfaatkan untuk membangun suatu perlindungan secara psikis terhadap suatu obyek. Caranya sebagai berikut: Bentuk bola energi Chokurei di depan dada. Pegang bola energi tersebut, dan visualisasikan bahwa obyek yang akan anda lindungi berada di dalam bola energi tersebut.
Berikan afirmasi : “Bola energi yang sangat kuat ini akan melindungi [benda, orang yang hendak dilindungi] dari seluruh hal dan kekuatan negatif. Tidak akan ada satupun energi negatif yang dapat menembus bola ini, tetapi seluruh energi yang bersifat positif tetap dapat memasuki bola energi ini dengan mudah”. Lepaskan bola energi tersebut, dan jangan dipikirkan lagi.
Ketahanan bola energi ini sangat tergantung kepada tingkat kesadaran jiwa dari praktisi. Secara umum, untuk praktisi pemula biasanya dapat membentuk bola energi yang dapat bertahan antara 1 jam – 3 hari. Oleh karena itu disarankan agar praktisi secara periodik memperbarui bola energi tersebut.

MATERIALISASI
Dalam khazanah spiritualisme kita mengenal bahwa suatu keinginan yang di-visualisasikan secara terus menerus akan mempengaruhi sistem makrocosmos dan tidak mustahil akan membuat keinginan tersebut menjadi nyata (ter-materialisasi-kan) dengan suatu alur sebab-akibat yang logis pada saat materialisasi tersebut terjadi. Keinginan itu dapat berupa apa saja, meliputi kebendaan, kondisi dan sebagainya.
Dalam khasanah teknik motivasi bentuk lain dari metode meraih keinginan ini dikenal dalam berbagai cara misalnya bersikap mental yang positif, emmanfaatkan kemampuan pikiran bawah sadar, melatih kinerja otak kanan dan sebagainya.
Dalam metode Reiki, seorang praktisi dapat memanfaatkan kekuatan simbol Reiki untuk membantu visualisasi keinginan secara terus menerus, sehingga segera dapat ter-materialisasikan. Simbol yang dimaksud adalah simbol Chokurei. Caranya sebagai berikut: Bentuk bola energi Chokurei di depan dada. Ucapkan Afirmasi Positif : “Saya senang sekali karena ( … ).” Ulangi afirmasi tersebut paling sedikit 4 kali dengan kesungguhan dan kedalaman hati. Lepaskan bola energi tersebut ke alam semesta (kosmos), dan jangan pikirkan lagi bola energi tersebut. Biarkan bola tersebut berkelana di sistem Makrokosmos dengan caranya sendiri. Cara tersebut diulangi setiap hari.

PENUTUP
Tidak ada yang mustahil di dunia ini asalkan seseorang itu memiliki niat, kesungguhan dan kerja keras. Mental yang kuat dan kokoh untuk memegang prinsip dan keinginan menjadi bekal apakah seseorang itu berhasil memenuhi keinginannya atau tidak. Menjadi praktisi Reiki yang menguasai berbagai cara, teknik, metode dan aplikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari itu mudah. Jauh lebih sulit adalah bagaimana agar praktisi Reiki itu mampu mengamalkan pengetahuan yang diperolehnya untuk kemanfaatan yang nyata bagi kemajuan peradaban manusia. Sehebat apapun pengetahuan bila tidak dilaksanakan dengan bijaksana akan justeru membawa bencana. Sebaliknya, sekecil apapun pengetahuan yang kita miliki namun diterapkan dengan rendah hati dan iklhas akan membawa pemiliknya pada keabadian. Reiki Master yang sejati adalah mereka yang semakin rela berkorban untuk sesama, rendah hati untuk membantu mereka yang kesulitan, menolong mereka yang butuh bantuan dengan ikhlas dan tanpa pamrih apapun.

@wogalus,2009

Categories: USUI REI KI | 20 Komentar

SEMEDI TIDUR


Salah satu cara Nabi mendapatkan wahyu adalah saat dia tidur. Ada apa dengan tidur?

Ini adalah rahasia besar yang disimpan dan disembunyikan selama berabad-abad oleh kaum sufi, orang-orang sakti dan winasis, kaum mistikus agama apapun sepanjang masa. Rahasia tentang bagaimana mendapatkan pandangan ilham, pencerahan dan kebijaksanaan. Rahasia terbesar itu adalah semedi dengan cara yang nyaris sama dengan kalangan umum yaitu dalam posisi tidur. Enak, nyaman sekaligus mendapatkan pencerahan. Sudah dicontohkan oleh para nabi, utusan, avatar bagaimana melaksanakan berbagai posisi yang mampu mengantarkan para penganutnya untuk mendapatkan pencerahan. Mulai dari posisi duduk (ini yang paling banyak diketahui), posisi berdiri maupun posisi berjalan. Sedikit yang mengetahui namun tidak atau jarang diajarkan di forum-forum spiritualis adalah melaksanakan semedi dalam posisi tidur. Konon, para guru semedi tidak mengajarkan semedi posisi tidur karena akan membuat para murid menjadi malas. Padahal posisi inilah yang paling disukai para guru spiritual itu.

Sebab antara tidur yang normal dan semedi tidur hampir tidak ada bedanya sehingga saat melaksanakan semedi dalam posisi berbaring ini para guru tidak mengetahui apakah para murid itu sedang tidur atau sedang semedi. Para murid pun juga dengan mudah beralasan sedang melaksanakan semedi padahal sebenarnya sedang tidur. Sehingga pengetahuan tentang semedi dalam posisi tidur ini kebanyakan “disimpan” oleh kalangan guru spiritual dan hanya disampaikan bila para murid sudah mencapai tingkat tertinggi dan sudah akan “turun gunung” dari padepokan.

Setelah kita mengenal berbagai posisi semedi yakni meditasi duduk bersila, berdiri, berjalan, kita memasuki tahap semedi posisi berbaring tidur. Tidur merupakan aktivitas yang setiap orang pasti melakukan karena sangat penting bagi hidup. Berapa lama kita mampu bertahan tanpa tidur? Penelitian menunjukkan, batas maksimal tanpa tidur yang tercatat sejauh ini adalah 264 jam, atau sekitar 11 hari. Tanpa makanan bisa bertahan sekitar 40 hari. Adapun tanpa minuman, kita bisa bertahan sekitar 3 hari. Apabila diurutkan, berturut-turut paling vital dalam hidup manusia adalah udara, cairan, tidur, dan makanan. Udara menduduki peringkat pertama karena beberapa menit tanpa udara manusia sudah tidak dapat bertahan hidup. Sedangkan tidur menduduki peringkat ke 3.

Kita menghabiskan banyak waktu untuk tidur. Jika rata-rata seseorang tidur 8 jam sehari, itu artinya sudah 1/3 hari digunakan untuk tidur. Jadi kalau kita telah berumur 30 tahun, maka sekurang-kurangnya 10 tahun telah dihabiskan dalam tidur. Bayangkan apa saja yang bisa dilakukan dalam 10 tahun? Tentunya banyak sekali. Tapi faktanya 10 tahun itu dihabiskan untuk tidur. Pada saat tidur, manusia tetap berpikir seperti halnya ketika bermimpi. Meski tentu saja berpikir saat jaga dan saat tidur berbeda. Ingatan seseorang juga tetap bekerja selama tidur seperti terlihat dari fakta kita mengingat mimpi-mimpi yang kita alami. Ketika tidur, seseorang tetap peka dengan rangsangan dari luar, misalnya suara gaduh atau disiram air bisa membangunkan seseorang yang tidur. Oleh karena itu tidur digolongkan sebagai kesadaran.

Sebagai acuan, tidur bisa diartikan sebagai bagian dari periode alamiah kesadaran yang terjadi ketika tubuh direstorasi (diperbaiki) yang dicirikan oleh rendahnya kesadaran dan keadaan metabolisme tubuh yang minimal. Secara otomatis, otak kita memprogram untuk tidur begitu gelap datang dan terbangun ketika terang tiba. Fakta bahwa manusia dapat bertahan hidup lebih lama tanpa makanan daripada tanpa tidur menunjukkan bahwa tidur memiliki peranan vital dalam kehidupan manusia.

Salah satu teori tentang tidur adalah teori restorasi. Teori tersebut berpandangan bahwa tidur diperlukan untuk: (1). Perbaikan sel otak. Dengan tidur, otak berkesempatan untuk istirahat dan memperbaiki neuron-neuron (sel-sel otak) yang rusak serta menyegarkan kembali koneksi penting antar sel-sel otak yang kurang digunakan. (2). Penyusunan ulang memori. Tidur memberikan kesempatan kepada otak untuk menyusun kembali data-data atau memori agar bisa menemukan solusi terhadap sebuah masalah. (3). Penghematan energi. Tidur menghasilkan rata-rata metabolisme tubuh dan konsumsi energi yang rendah. Oleh karena itu apabila seseorang kurang cukup makan atau memiliki asupan energi yang sedikit, maka tidur menjadi alternatif (4). Sistem kardiovaskular atau peredaran darah berisitirahat selama tidur. Peneliti menemukan bahwa orang dengan tekanan darah normal atau tinggi akan berkurang 20-30% tekanan darahnya, dan berkurang 10-20% denyut jantungnya. (5). Perbaikan enzim dan otot-otot tubuh. Selama tidur sel-sel otot tubuh yang rusak atau tua digantikan oleh sel-sel baru. Proses penyembuhan cedera lebih cepat dalam keadaan tidur. (6). Banyak hormon diproduksi dalam darah selama tidur. Misalnya hormon pertumbuhan pada anak-anak dan remaja, yakni hormon luteinizing yang berperan dalam pencapaian pubertas atau kematangan dan proses reproduksi dihasilkan ketika tidur.

Waktu ideal yang diperlukan untuk tidur tergantung pada banyak faktor, diantaranya usia, kesehatan, daya tahan fisik, dan aktivitas mental. Secara umum, bayi yang baru lahir memerlukan tidur sekitar 16 jam sehari. Pada usia 6 bulan setelah kelahiran, waktu tidur menurun menjadi sekitar 13 jam sehari. Remaja memerlukan rata-rata waktu tidur sekitar 9 jam sehari. Sedangkan kebanyakan orang dewasa memerlukan tidur rata-rata 7-8 jam sehari. Tentu saja banyak orang yang tidur diluar waktu ideal tersebut. Ada yang tidur lebih lama atau lebih sedikit dari waktu ideal yang diperlukan untuk tidur. Kewaspadaan-psikomotor dipengaruhi oleh tidur. Saat terjaga setiap orang mengalami tekanan fisik dan mental yang tinggi.

Tidur berperan menyeimbangkannya dengan penurunan tekanan sehingga mencapai tekanan yang rendah. Siklus itu alamiah terjadi dan telah diatur oleh jam biologis manusia. Seseorang hanya bisa melampaui tekanan fisik dan mental yang tinggi jika cukup beristirahat dalam kondisi tekanan fisik dan mental yang rendah. Oleh karenanya apabila kurang tidur, maka kewaspadaan-psikomotor saat terjaga juga akan sangat rendah. Artinya performa atlet di lapangan juga akan rendah. Tidak heran jika batasan jam tidur selalu dibuat.

Penelitian juga menunjukkan apabila seorang atlet dibiarkan tidur sampai benar-benar terlelap dan cukup, maka mood, tingkat energi dan perasaan sejahtera meningkat tajam. Hal tersebut tentu sangat berguna dalam menghadapi pertandingan. Kombinasi dari kewaspadaan-psikomotor, mood, tingkat energi yang tinggi dan perasaan sejahtera atau bahagia akan membuat seorang atlet mencapai performa puncak di lapangan. Bagaimana bila kurang kita tidur? Jawabannya, berisiko mati lebih dini. Dari hasil penelitian tercatat risiko kematian sebesar delapan persen terjadi pada mereka yang tidur enam jam sehari. Jumlah ini meningkat menjadi 11 persen pada orang yang tidur lima jam sehari. Risiko kematian sebesar 17 persen disandang mereka yang tidur hanya empat jam sehari.

POSISI SEMEDI TIDUR

Di dalam penempaan di sanggar, padepokan, kuil, para pejalan spiritual mempratekkan semedi dengan menggunakan empat sikap tubuh yang berbeda-beda. Mereka mempratekkan semedi dengan kesadaraan pikiran saat berjalan, berdiri, duduk dan berbaring (tidur). Mereka harus sepenuhnya membangun kesadaran setiap saat dalam kondisi apapun. Posisi utama tubuh dalam semedi adalah duduk bersila dengan punggung tegak. Tapi umumnya para pejalan spiritual sulit duduk berjam-jam tanpa merubah posisi. Sehingga posisi ini perlu dilanjutkan dengan semedi berbaring sebagai tahap untuk menjalani meditasi tidur. Di dalam semedi posisi berbaring sebagai latihan untuk menuju “semedi tidur”, kita butuh latihan. Setelah beberapa minggu bersemedi kita pun dengan mudah membiasakannya.

Tahap dalam semedi tidur ada empat: (I). Pada gerakan pertama, yakni gerakan mengangkat pikiran, pejalan spiritual mengalami rasa ringan. Ketika mengalami rasa ringan mereka “melihat” unsur api. Salah satu aspek dari unsur api adalah membuat benda-benda menjadi lebih ringan. Saat benda-benda menjadi lebih ringan itulah mereka bisa mengangkat pikiran. Kita merasakan intisari dari unsur api. Tidak hanya itu. Saat pikiran terangkat ada unsur lain yang juga bekerja. Setelah itu terjadi pergerakan pikiran bergerak naik. Pergerakan terjadi karena ada unsur udara yang bekerja. Tapi, dalam hal naiknya pikiran, unsur api lebih dominan dibanding unsur udara. Jadi bisa dikatakan saat mengangkat pikiran unsur utamanya adalah unsur api dan unsur kedua mengikuti adalah unsur udara. Kedua unsur tersebut bisa dirasakan oleh para pejalan spiritualsaat mereka menaruh perhatian sungguh-sungguh ketika mengangkat pikiran.

(II). Tahap berikutnya adalah mendorong pikiran ke depan. Saat pikiran terdorong ke depan unsur utama yang memengaruhi gerakan tersebut adalah unsur udara. Karena pergerakan (dalam hal ini ada gerakan mendorong) adalah satu sifat utama dari unsur udara. Jadi, saat bersungguh-sungguh melihat gerakan pikiran maju sebetulnya tengah “melihat” intisari unsur udara.

(III). Tahap semedi berbaring berikutnya adalah gerakan menurunkan pikiran. Sewaktu pejalan spiritual meletakkan pikiran ke bawah ada sejenis kekerasan pada pikiran. Kekerasan adalah karakteristik dari unsur air. Unsur air bersifat merembes dan mengental. Saat cairan menjadi berat maka ia akan mengental. Jadi, saat mengalami rasa berat pada kesadaran mereka sebenarnya mengalami peristiwa bekerjanya unsur air. Kita mengalami kekerasan dan kelembutan dari pikiran yang menyentuh dasar kesadaran. Persinggungan antara pikiran dan landasan mengalami keadaan alaminya yang khas. Kondisi ini dipengaruhi oleh unsur tanah. Jadi dengan menaruh perhatian sungguh-sungguh saat pikiran menekan landasan kesadaran bisa memetik pengalaman berupa keadaan alami yang dipengaruhi oleh unsur tanah.

(IV). Satu langkah konsentrasi tapi mengamati banyak proses. Mereka bisa mengamati empat unsur utama dan menyadari keempatnya secara alami. Keadaan ini hanya dialami oleh mereka yang berlatih sungguh-sungguh. Saat meneruskan latihan semedi berbaring mereka akan menyadari pada setiap gerakan ada pikiran yang mencatat atau mengawasi setiap gerakan tersebut. Proses yang sama muncul saat melakukan gerakan menekan kesadaran ke landasan. Saat itu ada gerakan menekan dan munculnya pengawasan atas gerakan tersebut. Dengan cara ini kita memahami bahwa bersamaan dengan melangkah ada gerakan kesadaran atau pengawasan batin. Sementara gerakan-gerakan kesadaran termasuk ke dalam kelompok materi atau rupa.

Pada saat itu para pejalan spiritual akan memahami batin dan jasmani muncul dan lenyap setiap saat. Pada satu waktu ada kesadaran yang terangkat dan munculnya kesadaran mengangkat. Saat berikutnya ada gerakan kesadaran mendorong ke depan dan kesadaran yang melihat pergerakan tersebut. Demikian seterusnya. Dari sinilah muncul pemahaman tentang bekerjanya pasangan batin dan jasmani yang muncul dan lenyap setiap saat. Hanya saja pemahaman atau pengertian tentang muncul dan lenyapnya batin dan jasmani setiap saat ini hanya akan terjadi bagi mereka yang berlatih dengan sungguh-sungguh. Ada hal lain yang akan ditemui. Yakni munculnya serangkaian kehendak atau maksud yang mengakibatkan terjadinya setiap gerakan.

Mereka akan menyadari bahwa kesadaran bisa diangkat karena mereka menginginkannya. Juga, kesadaran terdorong ke depan karena mereka bermaksud demikian. Kesadaran bisa turun karena mereka menginginkannya. Begitu pula pikiran bisa menekan landasan karena mereka bermaksud demikian. Jadi, hal itu bisa terjadi karena munculnya serangkaian kehendak. Kehendaklah yang mengawali setiap pergerakan. Setelah ada kehendak untuk mengangkat maka muncul proses mengangkat pikiran. Setelah ada kehendak untuk mendorong maka muncul proses pikiran terdorong ke depan. Demikian seterusnya. Setelah mengamati proses ini dengan sungguh-sungguh kemudian memahami semua kemunculan itu berkondisi. Pergerakan-pergerakan itu tak akan muncul dengan sendirinya.

Pergerakan-pergerakan itu tak akan terjadi tanpa adanya suatu sebab. Ada sebuah sebab atau kondisi untuk setiap pergerakan yaitu munculnya kehendak atau maksud yang mengawali setiap pergerakan. Sebab itu adalah gerakan dari AKU SEJATI, INGSUNG SEJATI KITA, RUH KITA. Inilah keuntungan besar dari berlatih semedi berbaring. Tentu saja tingkat di atas tidak mudah dicapai. Tapi, bila seorang pejalan spiritual mampu meraihnya bisa dipastikan akan mengalami ketenangan. Sebab memiliki kewaspadaan muncul-lenyapnya batin dan jasmani, memahami ketidakkekalan, memahami ketidakkekalan kesadaran. Ya, semuanya selain AKU SEJATI kita bersifat tidak kekal! Kita harus berusaha memahami apakah sesuatu itu bersifat kekal atau tidak kekal. Kita harus berusaha untuk melihat melalui kekuatan yang muncul dalam semedi apakah benda-benda itu subyek dari proses menjadi yang kemudian lenyap. Jika semedi kita cukup baik keadaan ini memungkinkan untuk mengamati ketidakkekalan. Setelah itu barulah kita bisa memutuskan fenomena yang tengah diselidikinya itu bersifat tidak kekal.

Melalui penyelidikannya kita akan melihat dan menyadari terangkatnya kesadaran yang muncul atas gerakan itu yang sesaat kemudian lenyap. Saat mereka memahami batin dan jasmani itu bersifat tidak kekal mereka akan mengerti bahwa batin dan jasmani itu bersifat tidak memuaskan. Hal ini muncul karena ternyata batin dan jasmani berada dalam keadaan terus-menerus timbul dan tenggelam. Setelah memahami ketidakkekalan dan tidak memuaskannya benda-benda akan muncul suatu penyelidikan yang memunculkan pengertian bahwa di sana tidak ada jiwa atau diri di dalam benda-benda yang memerintah mereka untuk menjadi kekal. Dalam setiap fenomena memang tiada apa pun, tak ada kekuatan apa pun, tak ada jiwa di balik fenomena-fenomena tersebut.

Pada kondisi ini pejalan spiritual bisa memahami sifat-sifat ketiga dari semua fenomena yang berkondisi yakni: TIDAK KEKAL, PASIF DAN TAK ADA INTI YANG KEKAL. Para pejalan spiritual bisa memahami ketiga sifat tersebut dengan penyelidikan secara tekun saat pikiran naik dan kesadaran yang muncul saat menaikkan pikiran. Akibatnya mereka bisa melihat semua fenomena secara alami.

MENEMUKAN AKU SEJATI

Usaha yang dikerahkan saat bersemedi dalam posisi tidur adalah melihat gerakan kita secara cermat secermat dengan energi berkekuatan tinggi. Melihat bingkai demi bingkai. Kita pun perlu menyelidiki kekuatan kesadaran dan kekuatan kehendak yang muncul di setiap pergerakan nafas. Dengan cara semacam inilah akan muncul penghargaan dan penghormatan atas perjuangan, kebijaksanaan. Setelah berlatih semedi dan mengamati dengan penuh perhatian kita akan tahu meski hanya satu pergerakan yang sebenarnya pergerakan itu gabungan dari jutaan gerak. Dari proses ini mereka mampu melihat ketidakkekalan dari fenomena karena ketidakkekalan tersembunyi dalam khayalan. Khayalan atas ketidakterputusan ini akhirnya setahap demi setahap tersebut bisa dihancurkan.

Nilai dari semedi ini bersandar pada kemampuan menyadari ketidakkekalan. Setelah menyadari bahwa benda-benda merupakan gabungan dari bagian-bagian yang muncul sedikit demi sedikit kita menyadari sesungguhnya tak ada apa pun di dunia ini yang cukup berharga untuk dilekati dan diidolakan. Ahli fisika modern berpendapat bahwa materi hanyalah gabungan partikel-partikel dan energi yang berubah terus-menerus. Tak ada suatu inti sari yang kekal di dalamnya. Maka, tidak ada yang berharga untuk digenggam di dunia fenomena ini. Sekarang kita bisa memahami alasan mengapa perlu berlatih semedi karena ingin menyingkirkan kemelekatan dan kerinduan terhadap obyek-obyek secara apa adanya.

Dengan cara itulah kita bisa menyingkirkan kerinduan pada apapun di dunia ini selain kerinduan untuk makrifat, bertemu SUBSTANSI, HAKEKAT DAN INTI KETIADAAN YAITU YANG MAHA ADA: TUHAN YANG ADA. Kita ingin menyingkirkan kerinduan pada benda-benda dan pada ego kita sendiri karena kita ingin keabadian. Kita enyahkan kerinduan dan kemelekatan. Kita harus memahami bahwa segala sesuatu muncul dan lenyap. Tak ada substansi yang kekal di dunia dan kemelekatan terhadap apapun harus ditiadakan. Kita beri perhatian penuh setiap saat pada keabadian yaitu hanya pada ADA-NYA, AKU-NYA, INGSUN SEJATI, DIRI SEJATI YANG MERUPAKAN BAYANGAN TUHAN SEMESTA ALAM sebagai SATU-SATUNYA PENGGERAK YANG TIDAK DIGERAKKAN LAGI.

@wongalus,2009

Categories: SEMEDI BERBARING | 23 Komentar

HIJIB AL JAYLANI


Hijib yang diciptakan oleh Syekh Abdul Qadir Al Jaylani Al Baghdaadi untuk mendapatkan pertolongan dari Allah dan mengumpulkan kekuatan dari dalam tubuh yang tersembunyi. Ini juga merupakan hijib untuk membangkitkan kembali amalan/ajian/hijib/ilmu kesaktian lama yang sudah tidak dipergunakan lagi dan sudah lama ditinggalkan.

Amalan hijib ini sebagai berikut:

Baca Surat Al Fatihah (1x) yang ditujukan untuk Syekh Abdul Qadir Al Jaylani dan baca lagi Surat Al Fatihan (1x) yang ditujukan untuk Syekh Mahfudz Sya’rani (orang yang memberi ijazah hijib ini.

Selanjunya baca hijib ini 72 x:

BISMILLAAHIRRAHMANIRRAHIM RABBI INNII MAGHLUUBUN FANTASHIR. WAJBUR QALBIL MUNKASIR. WAJMA SYAMLIL MUNDATSIR. INNAKA ANTAR RAHMAANUL MUQTADIR. IKFINII YA KAAFII WA ANAL ABDUL MUFTAQIR. WA KAFAA BILLAAHI WALIYYAN WA KAFAA BILLAAHI NASHIIRAA. INNASY-SYIRKA LAZHULMUN AZHIIM. W AMALLAAHU YURIIDU ZHULMAL LIL’IBAAD. FAQUTHI’A DAABIRUL QAWMILLADZIINA ZHALAMUU WAL HAMDU LILLAAHI RABBIL ALAMIIN.

@wongalus,2009

Categories: HIJIB AL JAYLANI | 81 Komentar

AJI KULHU SUNGSANG


Ajian yang sangat ampuh untuk mengembalikan amalan buruk dan akan menghancurkan khodam ajian yang dimiliki lawan. Ajian orang lain tidak akan melukai kita bahkan mereka akan luka akibat amalannya sendiri. Ajian ini serupa dengan aji kulhu dergo balik namun ajian ini memiliki spesifikasi yaitu mengacaukan jalannya proses sihir orang lain.

Cara mengamalkannya: Puasa pati geni 3 hari 3 malam, mulai puasa pada Selasa Kliwon. Mantranya sebagai berikut:

KULHU SUNGSANG, RAJAH IMAN, KUDUNGKU MALAIKAT JIBRIL, TEKENKU NABI MUHAMMAD RASULULLOHI SHOLLALLOOHU ALAIHI WASALLAM

@wongalus,2009

Categories: AJI KULHU SUNGSANG | 113 Komentar