MEMBUAT JIMAT

Nilai Jimat, kita semua tahu, tidak terletak pada bahan bendanya namun terletak pada energi yang terisi di dalam benda tersebut. Namun harus kita sadari dan kita pegang sebagai prinsip bahwa semua energi adalah energi titipan dari TUHAN, SUMBER DARI SEMUA SUMBER ENERGI – DAYA – KEKUATAN.

Apapun benda yang berenergi, tidak akan berarti bagi kita bila kita tidak mempercayainya. Sebab kepercayaan atau keyakinan adalah dasar pijakan bagi mata hati kita untuk “melihat” dan “merasakan” adanya energi atau tidak. Ibarat listrik, kunci pembuka agar kita merasakan energi sengatan/setrumnya adalah kalau kita menginjakkan kaki di bumi. Nah, bila kita tidak menginjakkan kaki ke bumi maka sebesar apapun sengatan/setrum listrik itu tidak akan terasa.

Mengingkari kekuatan jimat sama saja dengan mengingkari energi pada api, energi pada air, energi pada angin dan energi pada tanah. Kita hidup di dalam alam semesta energi yang melingkupi tubuh kita. Apakah itu energi fisik seperti angin, api, air atau tanah. Dan energi metafisik yaitu energi yang tersimpan di dalam batin kita. Jimat adalah salah satu benda berenergi dan yang mampu untuk menangkap dan merasakan getaran energi-energi halus yang tersimpan dalam jimat adalah bagian yang paling halus pada diri kita yaitu roh kita sendiri.

Mempercayai kekuatan pada jimat tidak termasuk syirik/musyrik atau mempersekutukan Tuhan. Benda jimat pada dirinya sendiri tidak salah. Yang syirik adalah pikiran dan sikap kita yang mempersekutukan Tuhan dengan kekuatan-kekuatan lain dan melakukan penyembahan pada selain Tuhan. Jimat jelas bukan Tuhan. Jimat tetap benda-benda yang atas perkenaan-NYA juga, dititipi kekuatan-NYA melalui pengisian energi metafisik oleh seseorang ahli. Tauhid kita tetap LA ILAHA ILLALLAH (TIADA TUHAN SELAIN ALLAH) dan LA HAULA WALA QUWWATA ILA BILLAH (TIADA DAYA DAN KEKUATAN LAIN YANG SUMBERNYA SELAIN ALLAH). Artinya apa? Artinya kalau kita tidak mengakui bahwa sumber semua kekuatan itu adalah dari Allah SWT berarti kita terjebak dalam pikiran dan keyakinan yang syirik.

Keyakinan kepada hal-hal yang syirik/musyrik tidak hanya berlaku pada jimat/benda-benda pusaka saja. Kalau Anda percaya pada kemampuan diri Anda untuk hidup tanpa campur tangan Tuhan dalam hidup Anda, berarti Anda telah menyembah keakuan Anda sendiri dan ini berarti syirik/musyrik. Kalau Anda tiba-tiba kena sakit dan Anda percaya bahwa penyembuh Anda adalah sugesti, maka berarti Anda menyembah sugesti Anda sendiri dan ini berarti syirik. Kalau Anda percaya bahwa uang adalah penyelamat masa depan Anda dari kemiskinan dan derita, berarti Anda termasuk juga syirik. Kalau Anda percaya bahwa Kitab Suci akan menyelamatkan Anda dari neraka, berarti Anda juga syirik. Sebab yang mampu menyelamatkan, mensejahterakan, memiskinankan, membahagiakan, mensukseskan hidup kita sumbernya hanya ALLAH SWT.

Jadi? Kita perlu arif bijaksana karena semua keyakinan kita sebenarnya bisa menjadi sumber syirik/musyrik atau sumber mempersekutukan Allah SWT. Begitu berat memang untuk bertauhid, namun dengan memahami tahap-tahap perjalanan keyakinan dan selalu berniat dan menjalani pemurnian ajaran ketauhidan di jiwa dan hati kita, maka Insya Allah kita akan selamat meniti jalan menuju keyakinan tertinggi yaitu SYAHADAT.

Untuk mengisi sebuah benda dengan energi daya kekuatan, kita tidak menggunakan kekuatan pikiran dan kekuatan tubuh fisik. Berapapun hebatnya kekuatan konsentrasi pikiran Anda, berapapun kuatnya tubuh Anda, Anda tetap tidak mampu mengisi kekuatan sebuah jimat. Jimat adalah benda yang diisi dengan kekuatan batin. Batin kita memiliki kekuatan yang tidak terduga dan bisa menghidupkan, memelihara dan menyuburkan, namun batin kita juga punya kekuatan merusak, menghancurkan dan membunuh.

Seorang paranormal/dukun/spiritualis/mistikus/cenayang/empu-empu di jaman dulu menggunakan kekuatan batin untuk membuat dan mengisi kekuatan pada jimat dan benda-benda pusaka. Empu gandring, empu supa, dll membikin benda-benda keramat dengan tata cara dan laku yang berbeda-beda karena keyakinan mereka juga berbeda-beda. Keyakinan untuk dapat memiliki kekuatan pengisian energi pada jimat tergantung pada “pulung” atau “petunjuk” yang juga tidak sama pada masing-masing orang.

Namun, ada yang sama di antara mereka yaitu perlunya untuk menjalani laku tirakat. Laku tirakat pada hakikatnya adalah mengendurkan peran “aku” kita dan diisi dengan “aku” sesuai yang diniatkan sejak awal. Misalnya, apabila Anda ingin mengisi kekuatan jimat untuk pagar gaib dengan amalan BALA SEWU maka peran laku tirakat adalah memupus dan menghilangkan “aku” anda dan menghadirkan kekuatan SERIBU PENJAGA GAIB untuk menunggui jimat tersebut. Sehingga siapa yang memakai jimat akan dijaga oleh seribu penjaga gaib tersebut.

Laku tirakat yang harus dijalani adalah menjalani sholat wajib lima waktu dan selesai sholat, niatkan dalam hati untuk mengisi jimat (NIAT INGSUN ISI JIMAT SOKO KERSANING ALLAH, KERSANING MUHAMMAD SAW, KERSANING SYEKH ABDUL QADIR AL JILANI) selanjutnya membaca doa sebagai berikut: ALLAHUMMA MA’ALLAAHI NAASHIRUN A’DAA-UN SARHUN QADIIRUN AAMINUN YA RABBAL AALAMIIN, WASHALLALLAHU ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA-AALIHI WASHAHBIHI AJ’MAIN BIRAHMATIKA YA ARHAMAR-RAAHIMIIN. Selanjutnya tiupkan pada segelas air dan airnya dipakai untuk mengusapkan pada benda-benda yang akan Anda isi dengan kekuatan SERIBU PENJAGA GAIB tadi.

@wongalus,2010

19 Komentar

19 thoughts on “MEMBUAT JIMAT

  1. Sarjana Kuburan

    mohon pencerahan… bagaimana kaitanya dg hadits:

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya jampi-jampi, jimat dan pelet adalah kesyirikan”. (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

    terima kasih…

  2. wongalus

    @sarjana kuburan: mohon dicermati transliterasi kata “jampi-jampi, jimat dan pelet” karena ini bahasa Indonesia yang bisa jadi mengandung muatan makna yang berbeda dengan muatan hadits Nabi. Sebab Nabi juga memiliki jimat yaitu cincin dan cara-cara ruqyah yang mirip dengan jampi-jampi. Saya berpendapat, apapun amalan yang tidak ditujukan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT itulah yang syirik. Nuwun.

  3. rafly

    mohon password terhadap artikel yg diprotect khususnya asma sunge raja.nuwun

  4. Ass…

  5. Rizky Hidayat

    Asallamualla’ikum Wr . Wb , Saya dari seorang diri mau bertanya kepada Ki Wong Alus … Saya belum beberapa lama membeli jam tangan dari seorang paman saya … dan jam ini pun saya pakai apa benar kata – kata amalan di atas bisa membuat jam saya di jaga oleh seribu penjaga gaib? Kalau memang benar , saya ingin mencoba’nya terimakasih.

  6. wong kulon

    aki hatur nuhun atas ilmunya ngisi ajimat minta doa restunya apakah untuk ngisi pengasihan mantranya di ganti dgn mantra pengasihan ?

  7. Subhanallah indah nian kata dan kalimatnya saya setuju ketauhidan adanya dalam niat dan hati manusia, intinya niat karena Allah dalam mempelajari suatu Ilmu. “Asahlah pisau setajam mungkin dan gunakan sesuai manfaatnya” Mhn izin untuk mempelajari dan mengamalkan. Wassalam

  8. Trim ats pemberitahuanya cara membuat jimat q akan mencoba mohon do’a rertunya

  9. ventho siahaan

    bener bro…. segala sesuatunya minta sama Allah, salam kenal 0816 766 301

  10. Singo luedro

    nuwun sewu nderek ngalap barokah ki.qobiltu.kulo tampi ijazahipun.mhn ijin ngamalaken ki

  11. Awan

    Askum.wr.wb..
    Benda ap yg bgus untuk djdikan media pngisian.
    Mhon ijin mngamalkan doa diatas.
    Wskuw.wr.wb

  12. MARENTEN rank gotjtjhie

    Mhon izin tk pengamalanny.

  13. sahrul anwar

    ki aq ijin ngamalno!!

  14. Qobiltu..,permisi…

  15. mas kenther pamungkas jaga alus

    ijin belajar qobultiiii

  16. rajabia Pasuruan

    matur nuwun ki.

  17. sama jangan berpendapat yang aneh – aneh,,,,,,@sarjana kuburan: mohon dicermati transliterasi kata “jampi-jampi, jimat dan pelet” karena ini bahasa Indonesia yang bisa jadi mengandung muatan makna yang berbeda dengan muatan hadits Nabi. Sebab Nabi juga memiliki jimat yaitu cincin dan cara-cara ruqyah yang mirip dengan jampi-jampi. Saya berpendapat, apapun amalan yang tidak ditujukan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT itulah yang syirik. Nuwun

  18. Terimakasih banyak.
    mohon ijin untuk mengamalkan,
    Qobiltu

  19. Hendra Agnes

    Nama Lengkap : Hendra Agnes
    Tempat, Tanggal Lahir : Nganjuk, 28 Agustus 1984
    Usia : 34 Tahun
    Agama : Islam ( NU )
    Email : hendraagnes28@gmail.com
    Facebook : https://www.facebook.com/Hendraagnes28
    Nomor WHATSAPP : 082232962605
    Nama Ayah Kandung : Bapak Mochammad Djainuri
    Agama : Islam ( NU )
    Nama Ibu Kandung : Ibu Yunani
    Agama : Islam ( NU )
    Alamat Lengkap : Jalan Joyoboyo, Loceret Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur – Indonesia ( 64471 )
    ———————————————————-
    A’uudzubillaahi minasy-Syaithoonir-Rojiim. Bismillaahir-Rohhmaanir-Rohhii
    m. Wa”alaikumus-Salaamu’alaikum wa rohhmatulloohi wa barokaatuHu. Salam silaturrohmi. Semoga salam dan rahmat dan hidayah dan kesehatan serta kekuatan dari Allooh SWT selalu terlimpahkan kepada para Guru dari Bapak Ustaadz Muhammad Wildan ( Ki Wong Alus ); dan Bapak Ustaadz Muhammad Wildan ( Ki Wong Alus ) beserta kedua Orang Tua Bapak Ustaadz Muhammad Wildan ( Ki Wong Alus ) serta kepada para keluarga Bapak Ustaadz Muhammad Wildan ( Ki Wong Alus ) juga. Aamiin Alloohumma Aamiin. ( QOBILTU, QOBILTU, QOBILTU ) SAYA TERIMA ijazah yang penuh berkah dengan lengkap dan sempurna tersebut tentang pentingnya AMALAN UNTUK MEMBUAT JIMAT tersebut melalui situs blog resmi : https://wongalus.wordpress.com/pasar-jimat/ dari Bapak Ustaadz Muhammad Wildan ( Ki Wong Alus ) dan saya mohon izin untuk mengamalkannya lillaahi Ta’aalaa. Dan saya mohon do’a restu kepada Bapak Ustaadz Muhammad Wildan ( Ki Wong Alus ) supaya saya berhasil dalam mempelajarinya serta mengamalkan AMALAN UNTUK MEMBUAT JIMAT tersebut demi meningkatkan ibadah hanya kepada Allooh SWT secara ikhlas. Aamiin Alloohumma Aamiin. Saya selalu mengucapkan Terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Bapak Ustaadz Muhammad Wildan ( Ki Wong Alus ) atas Ijazah yang penuh berkah itu. Dan saya akan selalu mengirim hadiah Q.S. Al-Faatihah kepada Bapak Ustaadz Muhammad Wildan ( Ki Wong Alus ) beserta kedua Orang Tua Bapak Ustaadz Muhammad Wildan ( Ki Wong Alus ) serta kepada para keluarga Bapak Ustaadz Muhammad Wildan ( Ki Wong Alus ) juga setiap hari bibarokatiL-Faatihah . .. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: