AMALAN PATIGENI


Niat ingsun patigeni
Asirep rapet maring geni lan sinar
Aku bali maring pepeteng
Kadyo purwaning dumadi mring alam luwung
Sajroning guwo garbaning sang ibu
Sedulur papat limo pancer
Tumekaning sang jabang bayine
kakang kawah adi ari-ari,
kiblat papat limo pancer
Nyawiji mring ngarsane Gusti
Niatku patigeni

Rapal di atas adalah rapal untuk memulai laku patigeni. Patigeni adalah laku untuk mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah SWT sebagaimana yang dijalani oleh para leluhur di tanah Jawa, dan dijalani langsung oleh Sunan Kalijaga.

Kenapa harus patigeni? Dalam hidup kita, terkadang kita merenungkan apakah perjalanan hidup yang kita jalani ini sudah sesuai dengan karep/kehendak-Nya. Atau justeru sebaliknya, kita merasa bahwa selama ini kita menjalani hidup atas dasar kehendak kita sendiri. Kita seperti terlempar ke dunia tanpa pegangan hidup yang pasti.

Agama yang telah kita anut semenjak kecil pun terasa hampa karena hanya dipahami dari segi syariat, aturan, hukum yang terasa kehilangan “jiwa” atau “ruh” agama. Agama (dalam pemahaman kita yang sempit) kadang juga kita rasakan tidak mampu menyediakan jawaban-jawaban bagi masalah hidup sehari-hari yang semakin kompleks. Mental kita sudah tidak bersih lagi. Jalur ruhani kita sudah tidak terhubung dengan jalur ruhani alam semesta. Hidup kita terasa mengambang dan sesak oleh nafsu dan angkara murka.

Untuk mengembalikan jati diri kita sebagai makhluk yang religius, selaras dan serasi dengan dunia batin dan dunia lahir, atau alam semesta metafisik dan fisik sehingga nanti kita mendapatkan anugerah dari Tuhan berupa rasa dekat, rasa tenang, tenteram, sumeleh dan sumarah, polos, jujur, apa adanya serta bebas dari belenggu problem yang menghimpit maka para leluhur menyarankan agar kita melakoni PATIGENI. Yaitu laku/amalan tidak menggunakan “geni” atau api selama tiga hari.

Laku PATIGENI memiliki falsafah yang sangat mendalam. Yaitu mematikan unsur API di dalam tubuh metafisik/psikis/badan astral dan fisik kita. Unsur API adalah unsur Iblis yang membawa manusia pada nafsu-nafsu negatif seperti AMARAH, BENCI, IRI, DENGKI, INGIN MEMILIKI DAN MENGUASAI, MENGALAHKAN, MENAKLUKKAN, bahkan MEMBUNUH. Unsur API yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia akan mengakibatkan dia masuk ke dalam NAAR (NERAKA).

Laku patigeni lebih terasa khusyuk dan meditatif kalau kita lakukan di tempat-tempat yang sunyi dan sepi. Misalnya di dalam gua yang benar-benar gelap tidak ada cahaya yang masuk. Atau di dalam kamar yang sangat gelap hingga tidak ada cahaya yang menerobos ke dalamnya. Sebelum melakukan patigeni, kita diminta untuk mandi hingga bersih dan memakai pakaian yang bersih. Akan lebih baik bila kita mandi dengan air kembang setaman dan ditambah dengan wewangian yang semerbak. Niat juga ditata untuk melakukan pembersihan diri.

Selanjutnya, mulai untuk memasuki kamar atau gua yang telah dipilih sebelumnya. Seluruh lampu/cahaya yang masih ada dimatikan. Kita berada di dalam gelap seperti di alam suwung dan tidak melakukan aktivitas apapun selama tiga hari tiga malam. Tidak makan dan tidak minum. Posisi badan duduk semedi, kalau capek bisa bersandar atau dalam posisi berbaring.

Selanjutnya bacalah rapal yang ada di awal kalimat tadi…..

Fokus pikiran hanya tertuju pada Tuhan Yang Maha Esa. Mengamati jalan masuk dan keluarnya nafas. Saat menarik nafas katakan Hu dalam hati.. saat mengeluarkan nafas mengatakan Allah.

Tiga hari tiga malam, misalnya dimulai pada jam 00.00 WIB dan tiga hari kemudian tepat pukul 00.00 WIB laku itu dihentikan. Selama itu, kita hanya manembah kepada Gusti Allah. Tidak berkomunikasi dengan siapapun kecuali dengan DIRI SEJATI yang terletak di dalam lapisan diri yang paling dalam. Di sanalah nanti kita nanti akan merasakan PANCARAN DIRI TUHAN KE DALAM DIRI MANUSIA.

Apabila dilakukan dengan ikhlas, pasrah dan sumeleh tidak mengharapkan atau mentargetkan apa-apa, maka kita akan benar-benar merasakan seluruh diri kita adalah bagian dari eksistensi Gusti Allah. Petunjuk-Nya yang jelas akan kita dapatkan sehingga kita mampu selalu BERKOMUNIKASI dengan-Nya dimanapun kita berada.

Inilah MODAL TERBESAR hidup manusia, yaitu YAKIN YANG SEYAKIN YAKINNYA BAHWA DIRI KITA SELALU MENDAPATKAN PEMBELAJARAN DARI GURU SEJATI (TUHAN) SECARA LANGSUNG. Dan setelah laku patigeni selesai, kita akan merasakan momentum saat kita terlahir kembali ke dunia ini. Suci seperti bayi yang baru saja dilahirkan dari rahim ibu ke rahim alam semesta.

@.wongalus.2009.

About these ads
Categories: AMALAN PATIGENI | 43 Komentar

Navigasi tulisan

43 gagasan untuk “AMALAN PATIGENI

  1. Saya sarankan selama pati geni juga tidak makan makanan yg pernah kena api atau yg dipanaskan dalam bentuk apapun misalnya menggunakan rice cooker, micro wife dll. Juga hindari makanan yg sudah pernah diawetkan di dalam kulkas, sebab kulkas juga permainan energi listrik yg mungkin dekat juga dengan api.
    Makanlah makanan apa adanya seperti ayam, kambing, dan sapi.
    Makanan harus diambil langsung dari alam, seperti buah, sayur, umbi-umbian yg benar2 fresh. Kayaknya efeknya akan dahsyat.
    Perlu diketahui, hewan yg menjalani ini selama hidupnya dia tidak pernah mandi, cuci tangan, dan lain-lain tapi masa hidupnya sangat lama yaitu berkisar antara 6 kali masa kawinnya. Jika manusia melakukan pola makan seperti itu tarohlah masa kawinnya adalah 25 tahun, seharusnya manusia akan mati di usia sekitar 150 tahun.
    Silakan mencobanya.

    ardi cahyono

  2. Apa yang disampaikan oleh Ki Wongalus, benar adanya, karena saya beberapa kali menyaksikan dan mengalami sendiri setelah mempraktekannya. Sensasi yg luar biasa dan menakjubkan. Saat saya melihat saya sendiri, dan bisa bercakap-cakap. Apa yg dipercakapkan adalah Past, present, dan future reality, ternyata semuanya benar 100 %. Jika saya tidak berkali2 mengalami sendiri, pastilah saya tidak puas hanya sekedar yakin saja. Bukankah Jawa itu artinya jiwa yang kajawa/kajawi, atau jiwa yg mengejawantah terartikulasi dalam realitas konkrit. Dengana pengalaman batin segala yg gaib berubah menjadi sangat logis dan rasional.

    Matur sembah nuwun Ki, sebuah pelajaran yg sangat berharga.

    Rahayu karaharjan

  3. lorMuria

    @Mas Sabda dan WongAlus
    Mohon penjelasanan tentang GURU SEJATI…
    dari uraian Mencari Guru sejati 1 dan 2, dilanjut amalan patigeni dan postingan lain disebutkan bahwa Diri Sejati adalah wujud yang nampak dialam gaib yg sama persis dengan kita. Diri Sejati ini disebut juga Guru Sejati, sedangkan di Postingan Amalan Pati geni Guru sejati Adalah TUHAN.(bisa jadi diambil kesimpulan oleh orang awam adalah Diri sejati=Gurusejati, Guru sejati=Tuhan, Diri sejati= Tuhan??)
    mohon Penjelasan agar tidak jadi salah tafsir bagi orang awam
    nuwun

  4. Yth dimas Ardi: terima kasih.

    Yth Ki Sabda: Pengalaman yang berharga untuk disampaikan bagi yang belum mengalami. Sepakat, di dalam tubuh kita ada diri sejati, dalam agama disebut Ruh. Diri sejati ini ternyata yang bisa dilihat dan dirasa secara jelas. Tentu saja dengan laku “mematikan seluruh” panca indera dan akal karena sifatnya yang gaib. Nuwun ki.

    Yth Kangmas Lor Muria: Benas mas, bahwa Guru Sejati itu sebenarnya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Namun Tuhan menyampaikan kabar iradat-NYa melalui “rasul” gaib yaitu diri sejati. Diri sejati adalah “aku” yang merupakan pengejawantahan dari “AKU” TUHAN. Memang penjelasan ini terlalu simplistis dan sederhana, namun mungkin bisa jadi pintu untuk memasuki wilayah pemahaman ketuhanan tentang wujud-Nya yang Maha Gaib. Nuwun mas koreksinya.

  5. lorMuria

    Yth KangMas Alus
    Saya setuju sekali kalau guru sejati itu Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang saya tanyakan adalah tentang Diri sejati (aku)yang digambarkan sebagai perwujudan yang sama persis dengan aku dan disebut dengan Guru sejati (bhs arabnya Mursyid Murobbi).
    Bukankah aku yang dilihat persis dengan aku adalah Sukma/ sukma sejati. sedangkan menurut pemahaman saya Sukma sejati memang diri sejati yang kelak akan kembali dan dimintai pertanggungjawabannya. Padahal Sukma sejati ini masih butuh Guru sejati yang membimbingnya. dan itu ada dalam Sukma sejati (bukan Tuhan yg saya maksud), tetapi bukan sukma sejati tersebut yang berwujud sama persis aku.
    demikian pemahaman saya yang masih Cubluk ini, hanya menyaring berita dari sana sini dan menyimpulkannya dengan metode otak-atik gathuk.
    kalau salah mohon dikoreksi dan Pencerahannya.
    nuwun

  6. rudy suwarno

    Salam Hormat

    Ngapunten Ki, kalau boleh saya juga ingin ikut belajar, ngangsu kawruh di web Panjenengan..

    Dengan penuh kesadaran untuk tetap saling menghormati segala bentuk perbedaan, dan mengedepankan rasa persaudaraan, serta jauh dari segala niat negatif. Perkenankan lah saya untuk sedikit menyambung atau (maaf) memperjelas pertanyaan dari saudara seiman kita Lor Muria yang terkasih.

    Dari sekian banyak panjang lebar penjelasan tentang GURU SEJATI, sehingga sayapun percaya bahwa ini adalah sesuatu yang SUCI (Jiwa dan Raga), terbebas dari segala bentuk hawa nafsu, kemurnian Hati nurani dan lain sebagainya..
    Tetapi Mohon Maaf Ki,.. Saya sebagai seorang yang masih sangat awam dan sangat dangkal dalam hal spiritual, maka saya merasakan ada beberapa benturan kecil dan persepsi yang berbeda dalam pembahasan kita kali ini.

    Dan demi menjaga kerukunan dan kedamaian dalam situs ini, pertanyaan ini sekiranya akan lebih cocok kalau ditujukan kepada saudara seiman saja, yaitu yang masih merasa berpegang pada Al Quran dan Al Hadist. Karena kalau saya menanyakan kepada Pihak Lain selain Panjenengan, melihat DASAR pijakannya nya saja yang sudah berbeda, maka definisi syetan / iblis pun ikut berbeda, makna alam kelanggengan / Akheratpun berbeda, bahkan Kiamatpun tidak ada, terus berlanjut ke tidak di perlukannya Mursyid, cukup GURU SEJATI saja, dan lain sebagainya. Maka tentunya terasa sulitlah untuk menemukan titik temunya, alias tidak nyambung, yang pada akhirnya lebih baik mendiamkan pertanyaan saya begitu saja. Walaupun sebetulnya dengan Hati terbuka, saya akan tetap menghargai dan menerima pencerahan apapun dan dari siapapun, dalam cinta.

    Sebelumnya Mohon Maaf Ki Wong Alus..
    Salam Asah Asih Asuh…

    Ada sebuah kisah tentang Waliyullah Quthbul Ghoist, Syekh Abdul Qodir Al Jaelani. Kala itu Sang Waliyullah baru saja menerima derajat tertinggi sebagai Raja Waliyullah sedunia. Ketika Beliau sedang menyendiri dalam kekhusukannya, di salah satu areal gunung Tursina, datanglah kepadanya seorang pemuda tampan rupawan, seraya berkata : “Wahai Waliyulah Agung, saya datang kesini jauh jauh dari LANGIT, dengan tujuan tiada lain sekedar menyampaikan salam Hormat dan Amanah dari bangsa Malaikat, Bahwa dengan derajatmu saat ini sebagai Raja Waliyullah sedunia, Allah SWT telah memberikan wahyu kepadaku, yang mengatakan bahwa Allah SWT sangat menyayangimu seperti halnya pada diri Rosullullah SAW. Kini Hatimu telah dibersihkan dan segala amalmu telah menjadi bagian surga-Nya. Apapun yang engkau lakukan. Allah SWT akan tetap meridhoimu.” Sang pemuda tampan rupawan tersebut berkata dengan lemah lembut dan jauh dari perkataan kasar apalagi tindakan menyakitkan. Tetapi walaupun demikian, Sang Waliyulah menjawab: “Wahai Iblis yang dilaknat oleh Allah, menyingkirlah dari hadapanku sebelum aku sendiri akan menyiksamu..!” Begitulah kelebihan Syekh Abdul Qodir Al Jaelani dalam menyikapi pemahaman ilmu yang bersifat Sirri atau Rahasia, sebab di akhir kalimat, sang pemuda tampan rupawan tadi mengatakan bahwa Allah menyayangi engkau seperti halnya Allah menyayangi diri Rosullullah Dan Apapun yang engkau lakukan Allah SWT akan tetap meridhoimu.” Tentu saja hal tersebut telah menyimpang dari ajaran Al Quran dan Al Hadist, yang menerangkan secara jelas dan Gamblang tentang riwayat dan posisi “Nur Muhammad” di mata Allah SWT, dan seolah olah memperbolehkan Sang Waliyullah untuk melakukan apapun yang dikehendakinya walaupun diharamkan sekalipun.

    Dalam ‘Aun Al Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, Imam Abu Ath-Thayyib Abadi menyebutkan sebuah atsar dari Ibnu
    Abi Hatim, dari Abu Zumail : Ada seorang laki laki bertanya kepada Ibnu Abbas RA, ” Hai Ibnu Abbas, sesunguhnya Al Mukhtar bin Abi Ubaid mengaku bahwa tadi malam dia mendapatkan Wahyu”. Ibnu Abbas RA menjawab ” Dia benar”. Abu Zumail yang pada saat itu berada di dekat Ibnu Abbas langsung tersentak. Dia bangun dan berkata,” Al Mukhtar benar telah mendapatkan Wahyu..?” Ibnu Abbas RA melanjutkan, “Sesungguhnya wahyu itu ada dua macam, Yaitu Wahyu dari Allah dan Wahyu dari Syetan. Wahyu Allah diturunkan kepada Nabinya, Muhammad SAW, sedangkan Wahyu Syetan diturunkan kepada kawan kawannya”. Lalu Ibnu Abbas RA pun membacakan Ayat Al Quran, ” Sesungguhnya Syetan itu memberikan bisikan(wahyu) kepada kawan kawannya untuk membantah kalian.” (QS.Al An’am: 121)

    Al Quran pun menerangkan dalam Surah Asy Syuura (Musyawarat), bahwasanya Allah tidak akan menurunkan wahyu secara langsung kepada para manusia, walaupun seberapapun tingginya derajatnya sebagai kekasih Allah, tanpa terkecuali kepada Nabi Muhammad SAW.

    “Dan tidak ada bagi seorang manusiapun, bahwa Allah berkata kata dengan dia kecuali dengan perantaraan Wahyu atau di balakang Tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat)lalu diwahyukan kepadanya dengan se izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesunguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.” (QS. 42:51)

    Lalu yang menjadi pertanyaan besar saya, apakah manusia manusia seperti Lia Eden, Mirza Gulam Ahmad, Ahmad Musaddeq, Syekh Siti Jenar, Al Hallaj, dll. Tidaklah menggunakan GURU SEJATI sebagai pedoman spiritualnya.?

    Dan Bagaimana penjelasan dari sekian banyak Waliyullah yang masih memegang teguh Al Quran dan Al Hadist, serta menjalankan Syariat Islam tanpa meninggalkan hakikat makrifat didalamnya, seperti Syekh Subakir, Sunan Bonang, Sunan Kali Jaga, Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, yang semuanya mempunyai idu geni, ucapannya Malati. Apakah Beliau Beliau juga belum mengerti dan belum pernah mencapai maqam GURU SEJATI..?
    Sadarkah kalau seandainya ini diteruskan berlanjut, pada akhirnya akan sanggup mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW yang sejatinya sumber pedoman, adalah masih dalam kungkungan Jahiliyah dan Kebodohan,..? Sebagaimana Pihak Lain yang belum mengerti tentang arti dan makna yang teramat luas dari kalimat “Laa ilaaha illallah Muhammadarosullullah”.

    Untuk itu tidaklah salah kiranya jika saya memohon kepada sanak kadang yang merasa sedikit lupa, untuk mencoba merenungkan kembali, apa arti dan makna dari dua kalimat Syahadat kita, (dengan tidak bermaksud mengurangi atau pun melebih lebihkan) ternyata taramat luas Arti dan Maknanya tidak cukup hanya dengan “web” yang terasa sempit dan mengetik beberapa malam suntuk saja.

    Akhir kata, tentunya saya akan merasa sangat senang dan berterima kasih sekali, jika ada yang berkenan membimbing dan mengarahkan saya, mengajari supaya saya bisa segera mengerti dan menemui GURU SEJATI yang sesungguhnya, sebelum tiba saatnya ajal yang teramat dekat, sehingga tenggelam dalam kata terlambat dan penyesalan tiada berakhir.

    Terima Kasih.

    Salam Kasih dan Sayang…
    GRAXX05@yahoo.com

  7. tommy_sasmita

    Duh berat juga lakunya ya…..
    sejam aja di kamar gelap rasanya dah lama je…
    yang susah tuh klo gak boleh tidur… gimana ya Ki? susah klo tempat gelap cenderung bisa tertidur

  8. DD

    SALAM KENAL MAS…
    SAYA INGIN SEKALI BELAJAR BANYAK DARI PANJENENGAN.
    MOHON BIMBINGAN

  9. nyuwun pangapunten ki. sak dermo tukar pengalaman. krang lebih 5 tahun yang lalu saya di sarankan orang tua untuk nangsu kaweruh ngelmu sedulur tuwo, dengan lelaku semedi dan puasa pati geni selama 7 hari 7 malam di hutan kecil d daearah bojonegoro dan alhamdulillah saya bisa melewati ritual tsb.seiring waktu kadang saya bertanya, manfaat apa yang saya dapat selain ketenangan dan percaya diri.sekiranya (mohon) ki alus memberikan pencerahan tentang lelaku ngelmu (ritual)yang pernah saya alami. matur suwun

  10. diana

    nyun pangapunten ki. kalau dalam masa pati geni mau hajat besar/kecil boleh ga keluar kamar ( ke kamar mandi )?

  11. beni

    klok di rumah orng lain apakah ilmu yg di pelajrin akan bsa di lakukan di rumahnya sendri?

  12. semoga

    dalam lakunya 3 hari 3 malam, hanya bermeditasi, apakah tidak solat?? :)
    bgaimana jika ingin buang air?kalau di dalam gua, apakah harus di dalam gua, atau keluar gua, dimana nanti akan menemukan cahaya?
    apakah harus di tahan buang airnya slama 3 hari 3 malam?
    utk makanan, apakah hanya memakan makanan dari alam tanpa dimasak?
    trimakasih

  13. erylim hu hu

    maaf mas apa shalat ya ngak ada tapi mau berguru sejati .mau ketemu guru sebenar guru.opo ngak ada cara laennya yg tidak meninggalkan syareat.maaf lhoo mas dari aku yg pande cuma comentar aja

  14. suhardi

    salam ki

    mohon izin mengamalkanya ki

  15. devilhorny

    ijin utk menyimak ya ki.. Buat sesepuh d KWA mohon bimbingnnya..
    Matur Sembah Nuwun..
    Pamuji Rahayu..

  16. Aslamualaikum.Wr.Wb.Qt hdp untk menyembah kpdanya,kala pati geni berarti qt tdh smbhyang?Pdahal sholat kn wajib..

  17. izin copas

  18. iwan

    mhn ijin nya

  19. aji

    maksudny apti geni itu apa kuarang jelas aku

  20. agus

    anda punya masalah gaib,guna guna,santet,punya nasib yg sial trus(sering ketipu)
    atau masalah gaib yg lain
    saya siap bantu
    mbahagus23@yahoo.co.id
    LAYANAN KAMI TERDEPAN

  21. raden arto

    rahasia cara mudah menyelesaikan hutang,bg pengusaha atau sedulur yg punya hutang menumpuk
    temukan rahasianya,
    radenarto@yahoo.co.id

  22. Hahahaha..kalau pati geni dilaksanakan itu jg sekelas dngan tapa brata ya artinya ga makan ga minum..apakah tdak solat? solat wajib! kalau sudah melaksanakan pt geni ya bkannya ninggalin solat/sembahyang, pati geni sdah menyatu dngan solat artinya dengan pati geni solat/sembahyang otomatis tlah terlaksana..bukannya pati geni menyatukan pikirin pd TUHAN? nah kalau pada setan br bisa dipertanyakn berarti pati gni meninggalkn solat dn mrubah diri jd stan kotor bkan ksucian yg abadi kita cari.

  23. arya penangsang

    woro woro,bagi seluruh umat manusia yg pengen kaya pke tumbal hewan,dan gak pke tumbal manusia,
    dan yg pasti hasil
    cocok buat orang yg terlilit bank,atau pengusaha yg mau mengembangkan usahanya
    arya.penangsang54@yahoo.com

  24. Pati Geni yg saya Ketahui adl.
    selama proses semedi atow ritual, qta ttp jalankan solat 5wkt, mmg qta tdk keluar, tetapi berwudlu melalui tayamum. krn Allah maha tw akan kebutuhan manusia d saat manusia sdang mendekatkan diri kpd Allah swt. bgitu jg dg tapa Pendem pun ttp sholat pd posisi tidur, dan wudlunya jg dg Tayamum.

    ini adalah yg saya kerjakan wkt itu,. jd buat sedulur2 yg bgg dg tata laku termasuk bgmn dg solatnya, mgkn yg saya lakukan bsa sbg sarana sederhana tnp hrs menghilangkan kewajiban sbg seorang muslim.

    mohon mff klo ada yg kurang berkenan-
    Tebu Wulung

  25. dan klow qta ikhlas,,,, rasa buang hajat tdk akan pernah ada, krn selama proses ritual suhu badan biasanya akan naik drastis, shingga nutrisi dlm tubuh tdk akan d keluarkan melaluli proses metabolisme tubuh yg alhasil tdk kepengin pipis ataw EE. krn bs d gunakan buat carger slama 3hari 3 malem.

    kurang lbh demikian sedulur smua,. mohon mff kalo kurang sesuai dg pemahaman yg d maksud.

  26. hatta widjaya

    klo bisa bwt org yg punya ilmu ..
    prbnyk lah murid n ajarkn lah sesuai k’adilan n k’benran
    tnks.

  27. guspur

    salam kenal sedulur.kalau menurut saya amalan patigeni kayanya lebih cocoknya buat orang yang sudah mencapai tahapan hakekat&marifat,kalau yang masih di tahapan syareat kayanya susah.buktinya masih ada yang bertanya tentang sholat bukan sembahyang,karena jauh sekali perbedaanya antara sholat dan sembahyang .matur nembah newun lan newun agunge samudro pangaksami

  28. asif

    Assalamualaikum. Saya terima ijazahnya dan izin mengamalkannya. Semoga bermanfaat

  29. syarif

    Assalammualaikum Ki, salam kenal dan numpang tanya, apakah selama patigeni kewajiban shalat kita tetap dijalankan atau bagai mana, mhn pencerahannya, wasalam

  30. Rahmat

    emang kalau melakukan sholat fardhu gimana…?? masak kita ga sholat.. sholat fardhu kan hukumnya wajib

  31. saya kurang paham dengan pategeni .. apakah itu sejenis semedi dan sambil menjalani puasa

    apa kita boleh makan dan minum ..??

    dan saya mau tnya satu lagi .. apa efek yg di tibulkan jika tubuh tidak dapat menerimanya

  32. pategeni ini semedi dalam kamar yg gelap satu hari satu malam tidak boleh tidur

    dan kecing hanya boleh di kamar ….

    klo solat gi mna cara nya …kita kan lagi bersemedi

    toloong tunujkan saya cara nya dan jelaskan ..??

  33. Syekh Abdul Qodir Jaelani QS

    Berhati hatilah mengamalkan puasa mutih dan pati geni.. Karena itu ajaran kejawen (jawa kuno) di ALQUR’AN dan HADIST shahih tidak di ajarkan.jadi puasa senin kamis aja yg di sunnahkan kpd nabi muhammad SAW ato puasa nabi DAUD sehari puasa sehari engga.perbanyaklah berzikir dan bersolawat,solat malam.insya allah anda apa yg di inginkan terkabul. Amieennnnnn..

  34. you_zhie

    Apa selama 3 hari itu kita tdk beribadah ??? khususx menjalankan shalat lima waktu yg dizinyalir wajib kt lakukan….!!!

  35. Ahmad Mukti Orang Sukomangu - Mojosari - Mojokerto (Mojopahit)

    Shalat itu adalah untuk mengingat Tuhan YME bisa juga diartikan DZIKIR. Pati Geni pun juga demikian. Karena selama kita menjalani Tirakat Pati Geni, kita harus melupakan segala urusan dunia (Duniawi), menghilangkan/mematikan wujud Rogo/Jasad kita, menghancurkan nafsu2 negatif kita, tidak mengharapkan Surga, tidak takut Neraka, Ikhlas karena fikiran dan hati hanya tertuju pada Tuhan YME (Tiada yg lain). Justru dengan Tirakat laku pati geni, sedetikpun kita tidak akan terlepas dari Tuhan YME. Dan akan muncul wujud diri sejati / guru sejati / Haqqul Wujud.

    Kesimpulan :
    Puasa / Laku tirakat Pati Geni adalah sama juga dengan Sholat 5 waktu. Malahan lebih dari 5 waktu.
    Tiada kehidupan di dunia ini melainkan hanya Alloh SWT Tuhan Semesta Alam

    Mohon Koreksi
    Nuwun.

  36. Ahmad Mukti Orang Sukomangu - Mojosari - Mojokerto (Mojopahit)

    Ada benarnya juga bahwa Puasa Pati Geni sebaiknya tidak untuk orang yang masih mengenal syariat. Melainkan untuk orang yg sudah mencapai Hakekat. Nuwun.

  37. hono

    puasa patigeni;cara instan menjadi suci?

  38. semoga kita mendapat petunjuk darinya

  39. Radden putra

    Ki saya mau tanya kalo pas kita menjalani patigeni apa gak sholat

  40. Ijin mengamalkan ki semoga bermanfaat dunia akhirat
    qobiltu….

  41. jajaka sunda

    kalau waktunya solat ya solat aja, wudu dulu kemudian pake pakean yang suci dan bersih baik tempat maupun badan, nah baru melaksanakan solat….
    dalam kitab safinah selama masih ada air, tidak boleh menggunakan tayamum kecuali untuk orang sakit…

  42. Ijin mengamalkan ki semoga bermanfaat dunia akhirat
    qobiltu….

  43. KI JAGUR

    menurut aki, pati geni gk boleh dlm islam, krn memberatkan. rosululloh sngt memanjakan umat nya dg kemudahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: