HAKIKAT KHODAM

21 November 2009

Apa ada akibat bila kita mengamalkan berbagai ajian, seperti pelet pengasihan, susuk, menggunakan jimat dan benda-benda bertuah bagi hidup kita? Apa sesungguhnya khodam itu?

Pertanyaan yang sering diajukan pembaca ini sepertinya sederhana. Namun jawabannya tidak sederhana dan saya merasa cukup rumit untuk menjelaskannya dengan bahasa yang mudah. Sebab akan menjurus pada hakikat dunia gaib yang susah dipahami. Namun akan coba disederhanakan agar bisa diterima oleh kalangan awam. Kitab suci menjelaskan bahwa pengetahuan manusia atas DUNIA GAIB itu sangat sedikit dan yang mampu mengenalinya hanya KESADARAN RUH (DIRI SEJATI/AKU SEJATI) kita. Namun meski pengetahuan tentang ruh ini sangat sedikit tidak berarti manusia tidak boleh tahu apa-apa tentang seluk beluk dunia gaib ini.

Alat apa pada diri manusia yang mampu mengenal dunia gaib? Apakah akal, mata, telinga, kulit, lidah? Tidak. Jawabnya adalah RUH. Kenapa manusia cuma diberi sedikit pengetahuan oleh Tuhan tentang Ruh? Itu karena Tuhan tidak ingin menyusahkan manusia. Tuhan Maha Tahu bahwa manusia biasanya hanya belajar dengan menggunakan akal saja. Padahal, akal/rasio tidak akan mampu membeber sesuatu yang gaib. Kecuali merekayasa dan mengkonstruksikan dugaan-dugaan itu ke dalam sebuah teori.

Kecenderungan peradaban saat ini yang dibangun dengan cara berpikir Barat memang akhirnya membuat perkembangan ruhani menjadi mandeg dan mangkrak. Akhirnya, orang meninggalkan aspek ruhani yang metafisis. Diganti dengan aspek gaya hidup pragmatik dan hedonistik. Maka peradaban saat ini disebut juga dengan peradaban post metafisik. Apa yang ada diluar peta pemahaman akal ditolak mentah-mentah, padahal bukankah akal itu hakekatnya adalah metafisik juga?

Coba kita pikirkan hal sederhana sebagai berikut: Bagaimana jari tangan kita bergerak? Itu karena perintah dari pikiran untuk mengerakkan jari tangan. Bagaimana perintah pikiran bisa dibaca dan diterjemahkan oleh jari tangan kemudian dituruti kehendak pikiran itu? Dalam khasanah Ilmu Neurologi kira diberitahu bahwa perintah dari otak kemudian dibawa oleh neurotrasmitter yakni semacam energi biolistrik yang mampu menggerakkan syaraf-syaraf jari tangan. Tapi tetap perintah otak itu sumbernya dari mana? Nah, kita akhirnya paham bahwa yang fisik itu dasarnya juga metafisik.

Seperti juga seutas kabel yang dialiri energi listrik. Energi listrik tentu saja tidak bisa dilihat mata dan energi listrik bisa diketahui keberadaannya bila dipegang dan kita akhirnya mengalami “kesetrum”. Pada kesempatan kali ini, ada baiknya kita tanggalkan dulu untuk sementara akal kita. Sebab yang akan kita bahas adalah RUH (DIRI SEJATI/AKU SEJATI) YANG MERUPAKAN BAGIAN PALING INTI SUBSTANSI MANUSIA. Karena ruh itu tidak bisa dilihat, maka kita perlu akan menggunakan pengalaman “kesetrum” tersebut.

Ruh akan nampak jelas saat seseorang itu meninggal. Apa yang terjadi saat orang dinyatakan denyut nadinya tidak lagi bergerak? Maka, orang itu oleh dokter dinyatakan telah MATI. Apa yang terjadi saat jasad fisik kita mati? Yaitu ruh akan keluar dari fisik dan dia ingat semua perbuatan yang pernah dilakukan semasa hidup. Perbuatan yang pernah dilakukan itu tampak seperti album foto panorama yang berjejer bergerak melewati kalbunya. Atau bahkan tampak seperti sebuah film otobiografi tentang diri sendiri. Ingatan yang jadi tajam itu diperlukan karena rekaman film tindakan semasa hidup itu memang ditunggu oleh ruhnya DI ALAM ASTRAL yaitu alam perpindahan dari alam bumi/jagad fisik sekarang ini ke ALAM ALUS–ALAM KELANGGENGAN– ALAM BARZAKH. Untuk mempermudah pemahaman, maka alam berdimensi bumi ini kita bagi menjadi tiga: ALAM FISIK atau ALAM BUMI, ALAM ASTRAL: alam antara fisik dan alam halus sifatnya sudah gaib. ALAM HALUS: ALAM GAIB di bumi dibagi menjadi ALAM BAIK dan ALAM BURUK

ALAM ASTRAL adalah tempat singgah badan halus manusia sudah meninggal namun masih melekat pada ruhnya. Alam astral juga merupakan alam HUKUM PANTULAN berlaku. Yaitu alam bentukan dari perbuatan dan pikiran manusia yang memantul kemudian membentuk energi. SAAT SESEORANG MENJALANI LAKU UNTUK MENDAPATKAN AJIAN-AJIAN, MEMBACA MANTRA ATAU MENGISI KEHENDAKNYA PADA BENDA DALAM BENTUK SUSUK, JIMAT ATAU TOSAN AJI (BENDA-BENDA BERTUAH) MAKA SESUNGGUHNYA ENERGI PIKIRANNYA TERPUSAT DAN MEMBENTUK “BENDA/MATERI” DI ALAM ASTRAL. INILAH YANG DIMAKSUD DENGAN KHODAM!!!! Jadi Khodam bukan entitas makhluk halus tersendiri. Namun makhluk halus yang dibentuk oleh kehendak kita.

DI ALAM ASTRAL INI PULA TEMPAT KEBERADAAN MAKHLUK HALUS SEHINGGA SAAT SESEORANG BERNEGOSIASI/BERDISKUSI DENGAN MAKHLUK HALUS MAKA YANG TERJADI ADALAH SINKRONISASI KEHENDAK ANTARA MANUSIA DAN MAKHLUK HALUS DI ALAM ASTRAL.

Alam astral ini sama persis seperti alam fisik. Itu karena alam astral ini adalah ALAM TIRUAN DARI ALAM FISIK. Seperti antara kita dengan bayangan kita di cermin. Sehingga apapun perbuatan kita, apakah itu baik atau buruk akan memantul di alam astral dan ada akibatnya cepat atau lambat. Setiap kegiatan dan kehendak yang kita pantulkan itu menghasilkan pantulan di alam astral bahkan hingga jagad halus. Bedanya, bila di alam fisik kita sekarang bisa merasakan panas karena cahaya matahari maka di alam astral cahaya matahari tidak memberikan panas pada kita. Di alam astral juga tidak ada pergantian siang dan malam.

Alam Gaib terbagi menjadi dua yaitu ALAM BAIK dan ALAM BURUK. Kedua alam ini masih ada di bumi. Di antara dua alam yang mengapit bumi dari atas dan dari bawah itu ada alam astral. Digambarkan dengan sederhana sebagai berikut:

ALAM GAIB BERDIMENSI DUNIA/BUMI
(1). ALAM GAIB BAIK. Berada di atas bumi. terdiri dari tujuh sap/tingkat dari bawah ke atas: 7 ANDRATASAMIRA, 6 KALASUTRA, 5 MAHARAUNNAWA, 4 RAUNAWA, 3 AMBARISHA, 2 MAHAKALA, 1 LOKANTARIKA

(2). ALAM ANTARA atau ALAM ASTRAL: alam pergantian dari alam fisik ke alam gaib. Alam ini dihuni oleh empat jenis makhluk halus namun jumlahnya tidak terhingga: keempat jenis itu adalah JIN API (Salamandala), JIN UDARA (Gandarwa), JIN AIR (Apsara) dan JIN TANAH (Yaksa).

(3). ALAM GAIB BURUK berada di dalam tanah/bumi. Alam ini terdiri dari atas ke bawah: 1 JAMBU, 2 KASHA, 3 PLAKSHA, 4 SHAMALIA, 5 KRAUNTSHA, 6 SHAKA, 7 PUSKHARA.   Di alam GAIB BURUK, di tingkat 2,3,4 masih terasa cahaya matahari. Namun tingkat 5,6,7 selalu dalam gelap tanpa cahaya. Ini beda bila ruh manusia yang meninggal di alam BAIK. Di alam BAIK ini, semua lapisan mendapat cahaya penerangan. Ruh manusia mendapat tempat yang baik dan menyenangkan. Ini ruh manusia yang semasa hidupnya berbuat baik.

Ruh manusia saat berada di alam astral tergantung pada keikhlasannya untuk meninggalkan dunia. Bila dia ikhlas karena kemelekatan terhadap dunia ini sangat ringan, maka ruhnya akan naik ke alam BAIK. Sebaliknya, bila hasrat dan keinginan manusia terhadap dunia ini meluap-luap, kemelekatannya terhadap dunia begitu tinggi dan dia belum ikhlas meninggal dunia maka ruhnya akan sangat berat hingga masuk ke alam gaib alam BURUK.

ALAM GAIB BAIK, berada di langit. Langit dibagi ke dalam dua bagian utama yaitu langit luar dan langit dalam. Langit luar masih ada bentuknya (Rupa), sementara langit dalam tidak berbentuk (Arupa/ALAM SUWUNG). Langit yang masih ada bentuknya itu dihuni oleh para malaikat sementara langit tidak bebentuk itu dihuni oleh para Nabi, Utusan Tuhan dan juga manusia-manusia terpilih yang dikasihi Tuhan. Di langit berbentuk ini ada Ruh tertinggi yang mengatur yang alam semesta fisik dan metafisik. Sementara di langit yang tanpa bentuk ada juga ruh tertinggi yang mengendalikan semuanya.

ALAM GAIB SEJATI BERDIMENSI AKHIRAT
Ada lagi alam gaib setelah dimensi bumi habis. Yaitu selesainya pergelaran alam semesta fisik dan metafisik bumi dan diganti alam gaib berdimensi akhirat. Di alam gaib akhirat ini adalah pantulan dari alam gaib berdimensi bumi. Ada Surga/BAIK dan ada Neraka/BURUK juga. Ruh Manusia dihisab lagi kemudian dimasukkan ke dua tempat gaib terakhir yang abadi. Tidak ada lagi hukum sebab akibat/sunatullah.

ALAM GAIB AKHIRAT berada di kegaiban “langit.” Langit dibagi ke dalam dua bagian utama yaitu langit luar dan langit dalam. Langit luar masih ada bentuknya (Rupa), sementara langit dalam tidak berbentuk (Arupa, ALAM SUWUNG). Langit yang masih ada bentuknya itu dihuni oleh para malaikat sementara langit tidak bebentuk itu dihuni oleh para Nabi, Utusan Tuhan dan juga manusia-manusia terpilih yang dikasihi Tuhan. Di langit berbentuk ini ada Ruh tertinggi yang mengatur yang alam semesta fisik dan metafisik. Sementara di langit yang tanpa bentuk ada juga ruh tertinggi yang mengendalikan semuanya.

KESIMPULAN:
Dari penjelasan di atas, kita menjadi tahu bahwa di alam fisik/alam bumi sekarang ini tidak ada yang bisa lepas dari HUKUM SEBAB AKIBAT. Termasuk juga saat ruh kita berada di ALAM ASTRAL yang merupakan adalah tempat singgah badan halus manusia /ruh manusia. Di alam astral berlaku HUKUM PANTULAN. Saat seseorang menjalani laku untuk mendapatkan ajian-ajian, membaca mantra atau mengisi kehendaknya pada benda dalam bentuk susuk, jimat atau tosan aji (benda-benda bertuah) maka sesungguhnya energi pikirannya terpusat dan membentuk “benda/materi” di alam astral yang disebut dengan KHODAM. Di alam astral ini pula tempat keberadaan makhluk halus tingkat rendah sehingga saat seseorang bernegosiasi/berdiskusi dengan makhluk halus maka yang terjadi adalah sinkronisasi kehendak antara manusia dan makhluk halus di alam astral. Dan SINKRONISASI KEHENDAK INI DIHARAMKAN OLEH AGAMA. Sebab, kebanyakan bertentangan dengan hukum sebab akibat, hukum karma atau sunatullah. Ada konsekuensi atau akibat bila kita suka bermain ajian, menggunakan susuk, jimat atau tosan aji? Jawabnya mereka akan susah meninggal dunia. Jangan heran bila orang yang memasang susuk di tubuhnya sulit mati. Begitu juga dengan mereka yang punya ajian di tubuhnya. Kenapa? Sebab RUH KITA MASIH MEMILIKI KEMELEKATAN KEPADA ALAM NYATA/ALAM BUMI. Apa yang terjadi bila orang sulit mati? Dia akan sangat tersiksa karena jasad fisiknya sudah tidak berdaya dan tubuh ini hanya bertahan hidup secara singkat, sementara ruh ingin terbang menuju alam gaib halus. Ruh bisa masuk ke alam gaib halus karena tidak melekat di dunia fisik/bumi. Ruh yang masih punya hasrat dan keinginan duniawi bisa dipastikan akan menangis kesakitan. Mereka membutuhkan doa agar Tuhan berkenan mengangkat ruh ini lepas menuju alam gaib halus.
Maka, akan lebih bijaksana bila kita semua mempertimbangkan kembali dampak baik buruk, positif negatifnya memiliki ilmu-ilmu supranatural tersebut. Bila dirasa tidak/kurang bermanfaat jangan ragu untuk meninggalkan berbagai ajian bila kita “merasa” tidak membutuhkannya. Waspadai dengan adanya niat, kehendak, pikiran dan amalan buruk yang kita lakukan sehari-hari. Itu semua akan mempersulit kita untuk menembus dimensi gaib yang halus untuk bersimpuh di “kaki” TUHAN YANG MAHA HALUS.

@wongalus,2009


SETENANG TELAGA MAKRIFAT

19 November 2009

Kenapa disebut mata ketiga? Bukankah mata kita hanya ada dua? Jawabannya akan kita telusuri pada malam Jumat Kliwon ini…

Mata ketiga sebenarnya adalah indera keenam manusia. Indera yang letaknya di antara dua mata kita. Persis di tengah kedua mata agak ke atas maju ke depan sekitar 20 sentimeter. Mata ketiga ini bukanlah mata fisik untuk melihat benda fisik. Mata ketiga ini adalah mata ruhani manusia. Siapa yang mampu memfungsikan mata ketiganya dengan baik, maka dia akan memiliki kecerdasan spiritual yang melahirkan kepekaan tinggi untuk merasakan setiap getaran atau vibrasi kegaiban. Itu sebanya kita diminta untuk sujud khusyuk. Kenapa sujud? Sujud adalah cara paling hebat untuk menghidupkan mata ketiga; yaitu menghilangkan “diri yang tidak sejati” di hadapan DIRI YANG MAHA SEJATI.

Fungsi mata ketiga pada diri manusia adalah agar dia mampu mengakses dan mengunduh petunjuk Tuhan Yang Maha Lembut. Secara umum, petunjuk Tuhan datang pada kita melalui tiga macam cara: Bisa disampaikan dalam mimpi, disampaikan oleh malaikat dan disampaikan dalam bentuk simbol-simbol. Ketiganya hal yang supranatural dan religius ini hanya bisa ditangkap bila kita sudah mampu menghidupkan indera keenam atau mata ketiga.

Mata ketiga akan mengantarkan kita pada percaya pada hal-hal gaib. Ini harus dimiliki oleh manusia agar mampu mengangkat dirinya dari derajat binatang. Mata ketiga adalah khas milik manusia, karena di mata ketiga ini tersimpan kebijaksanaan untuk memilih dimensi mana yang bisa dilihat dan mana yang tidak perlu dilihatnya. Suatu ketika, saat saya berada di tengah kuburan saya bisa mendengarkan rintihan dan keluhan para arwah yang disiksa di alam gaib. Itu karena saya berkeinginan untuk mendengarkan suara-suara mereka. Namun, bila kita tidak ingin mendengarkan suara-suara mengerikan itu, maka suara itu pun tidak akan terdengar. Inilah kebijaksanaan mata ketiga. Mata yang bisa secara otomatis untuk terbuka atau tertutup. Bila dirasa sebuah fenomena itu bermanfaat untuk perkembangan ruhani, maka mata ketiga akan terbuka. Sebaliknya, bila sebuah fenomena itu dirasa membahayakan ruhani kita, maka mata ketiga akan tertutup dengan sendirinya.

Mata ketiga adalah pelengkap unsur kemanusiaan sehingga manusia mampu melaksanaan pemujaan Realitas Yang Tertinggi, Yang Maha Sempurna tanpa cacat, tanpa batas, tanpa akhir yaitu Allah Yang Maha Agung. Mata ketiga adalah batin atau rasa sejati kita yang mampu mengantarkan kita pada keyakinan yang kokoh dan tanggul (Haqqul Yakin) karena benar-benar mampu tidak hanya yakin tanpa dasar, tapi bisa menyaksikan Tuhan, dan mengalami kemahadekatan-Nya.

Mata ketiga secara hakiki adalah alat untuk menangkap pengetahuan yang berupa Nur (khasanah Jawa dinamakan ilmu sejati) yang diinstalkan Tuhan kepada manusia yang bersedia untuk mendayagunakan dan mempersiapkan mata ketiganya. Kehebatan manusia tidak diukur dari seberapa baik dia mendayagunakan emosi dan akalnya, melainkan pada bagaimana dia mengolah mata ketiganya untuk mendapatkan ilmu hakikat segala yang ada ini. Kemajuan pengembangan mata ketiga, akan mendorong terciptanya keinginan pada diri kita untuk melakukan hidup berdasarkan atas kehendak Tuhan, mampu menekan ego bahkan menghilangkannya.

Cara bekerjanya Mata Ketiga tidak seperti cara bekerjanya akal. Akal cenderung aktif mengakses informasi padahal tidak selamanya informasi itu diperlukan. Bahkan tidak jarang justeru malah membingungkan dan menyesatkan. Memang informasi diperlukan untuk memecahkan problem jika informasi itu sejalan dengan problem yang dihadapi. Tetapi, jika informasi itu sangat banyak kita akan dibuat bingung untuk memilah dan mencari kesimpulan.

Cara bekerjanya mata ketiga hanyalah pasif menunggu hidayah petunjuk atau Nur Ilahi. Dia hanya pasrah, ikhlas, sumeleh serta bersikap diam. Hasil pencerapan mata ketiga tidak disimpan di otak namun di qalbu atau hati nurani. Sehingga sangat tidak mungkin direkayasa oleh akal. Itu sebabnya, karena hasil pencerapan mata ketiga itu berada di hati nurani maka kebanyakan informasinya tidak mampu diakses oleh akal. Saat akal bertanya apa hasil pencerapan mata ketiga, maka mulut hanya mampu mengucapkan AKU TIDAK TAHU.

Ini sekedar kisah saya pribadi. Yaitu soal keinginan saya untuk bertemu dengan para nabi/rasul yang waskita di alam gaib. Namun, saat akan bertemu dan mewawancarainya pasti ada hambatan dan tantangan. Hati ini terasa belum siap untuk langsung mendapatkan anugerah Tuhan besar: bertemu dan mengungkapkan cinta saya pada mereka.

Hari demi hari, saya menumpuk-numpuk bekal untuk menjalani sebuah perjalanan mencari para kekasih Tuhan ini. Bekal yang paling utama adalah bekal kesiapan mental spiritual. Sebab perjumpaan dengan mereka membutuhkan kesiapan yang besar. Bagaimana tidak? Saya harus siap misalnya, bertemu Ibrahim AS dan diperintahkan untuk mengikuti jejaknya menyembelih anak. Atau bertemu Musa AS dan bisa jadi saya diperintahkan untuk mengingatkan penguasa agar kembali menyembah Tuhan, atau bertemu Isa AS dan saya diperintahkan untuk ‘menebus dosa’ umat manusia se jagad. Apakah saya siap?

Selain bekal kesiapan mental, saya harus pula membekali diri untuk menempuh perjalanan panjang mencari mereka. Jangan bayangkan perjalanan ini seperti kaum muda yang berkelana ke gunung-gunung, keliling dunia pakai mobil off road, mencakar-cakar dinding gua-gua yang penuh tanda, masuk ke pyramid membawa kamera dan bekal baju tahan dingin dan sebagainya.

Namun perjalanan untuk mencari para Utusan Allah terkasih ini sebenarnya bukanlah perjalanan mencari di luar diri. Sebaliknya, ini adalah perjalanan memasuki jagad gaib yang ada di dalam diri. Membuka selubung demi selubung, tabir demi tabir, lapis demi lapis yang menutupi pandangan mata batin agar terang benderang seluruh kasunyatan di jagad makrokosmos ini. Kenapa begitu?

Jawabnya: Para nabi sekarang sudah tidak ada di bumi dan berada di alam gaib, maka perjalanan mencari mereka adalah perjalanan memasuki pintu alam gaib yang sangat berbahaya. Selubung demi selubung itu kegaiban itu sebenarnya adalah sifat-sifat kemanusiaaan kita sendiri. Iri, dengki, sombong, takabur, sok tahu dan diganti dengan sifat sabar, ikhlas, pasrah dan seterusnya.

Saat kita mampu menepis sifat-sifat tersebut dari dalam diri kita, sesungguhnya kita sedang melakukan perjalanan mental menuju jagad gaib di dalam diri. Pada akhirnya, tampak sinar beraneka warna cemlorot bercahaya dari berbagai sudut kemudian menyatu dalam sinar putih yang akan memancar ke luar diri dalam bentuk sinar kebijaksanaan. Pada kesempatan yang sama, pintu kegaiban pun terbuka lebar untuk dimasuki oleh diri sejati kita. Mulai memasuki alam gaib yang paling rendah yang dihuni oleh makhluk halus beraneka rupa, memasuki alam gaib tingkatan para ruh yang suci, hingga alam suwung yang dihuni oleh para malaikat dan seterusnya memasuki alam gaib tersuci yang dihuni para kekasih Allah. Mereka ini adalah para wali, para nabi dan rasul. Termasuk segelintir para kekasih Allah yang sampai ke tingkat tertinggi pencapaian spiritual.

Akhirnya hari yang saya tunggu-tunggu itupun tiba…. Saat niat dan tekad sudah membulat, tak ada yang mampu menghalangi untuk bertemu dengan para kekasih Allah, pujaan hati. Saya pun bermeditasi menghilangkan ruang dan waktu, memasuki wilayah tersunyi di dalam bilik hati yang sepi:

Hening sejenak, saya dilemparkan ke bebatuan terjal. Jari-jari tangan saya mencengkeram bebatuan keras dan tajam itu. Di bawah kaki saya sekitar 20 meter, tampak ombak ganas lautan. Ya, saya berada di sebuah pantai yang tidak saya kenal sebelumnya. Konsentrasi harus sangat tinggi agar kaki tidak terpeleset. Pilihannya, meniti bebatuan terjal atau jatuh ke ombak samudra yang ganas.

Nafas saya tersengal, jari kaki dan tangan sedikit lelah. Namun semangat masih menyala. Saya merangkak perlahan ke atas. Licinnya bebatuan berlumut hijau terasa oleh jari-jari. Beberapa saat lamanya berjuang untuk hidup saya menemukan sebuah lorong gelap kecil. Ukurannya kurang lebih 30 sentimeter. Segera saya selamatkan diri dengan memasuki lorong lembab tersebut. Saat sudah semua bagian tubuh saya masuk ke lorong, saya terjerembab ke sebuah kedung. Celakanya, sebuah ular weling sebesar jempol kaki berada di depan wajah siap mematuk. Habis rasanya saya…

Saya hanya bisa pasrah menerima kematian…. Ternyata weling itu tidak jadi mematuk saya dan kemudian tiba-tiba dia melesat masuk tanah. Dia menjadi sekelebat bayangan putih samar tidak jelas. Saya kejar kelebat bayangan itu namun dia masuk lorong dengan kecepatan tinggi. Saya pun mengejarnya dengan kecepatan yang hampir mampu mendekati dia. TIba-tiba bayangan itu berhenti. Saya mendapat petunjuk inilah sesosok yang saya cari selama ini, Nabi Khidir (NK). Dengan nafas tersengal saya wongalus (WA) mewawancarainya

WA: Anda siapa?
NK: Aku tidak tahu
WA: Kok bisa Anda tidak tahu siapa Anda?
NK: Aku tidak mau bicara
WA: Ketidaktahuanmu dan ketertutupanmu membuatku penasaran. Kamu itu hamba Allah, sama seperti saya
NK: Kamu sok tahu
WA: Aku masih manusia normal jadi tidak boleh menghilangkan jati diriku. Diriku akan hancur bila aku meleburkan diri dalam kesatuan wujud
NK: kau tahu tentang kesatuan wujud?
WA: Sedikit. Tolong ajari aku tentang kesatuan wujud itu?
NK: Dengan apa engkau mengenal Tuhanmu? (NK balik bertanya ke saya. Terus terang awalnya saya tidak mampu untuk menangkap isyaratnya)
WA: Dengan pancaindera, akal dan hatiku
NK: Kamu masih bodoh
WA: Memang begitu keadaanku, ajari aku dengan apa aku mengenal Tuhanku?
NK: ARAFTU RABBII RABBII!!!
WA: Berarti aku mengenal Tuhanku melalui Tuhanku, kalau kamu bagaimana kau mengenal Tuhanmu?
NK: Aku tidak tahu.
WA: Tolong berikan aku petunjuk kalau salah menafsirkan. Bahwa ketidaktahuanmu berarti ketidakmampuanmu menjangkau sesuatu yang memang tidak terjangkau. Itulah kadar keterjangkauan manusia. Begitulah?
NK: Aku tidak tahu
WA: Aku tidak tahu juga terhadap semua jawabanmu…

Tiba-tiba NK yang sejak tadi hanya terlihat bayangan putih itu menghilang dan hanya tercium bau wangi yang saya belum pernah menghirupnya. Saya kemudian bersujud dan berkali kali mengucapkan Allah A’lam (Allah Yang Maha Mengetahui). Ya, setelah saya bertemu dengan NK ini saya benar-benar mendapatkan ilmu tentang tidak mengetahui apa-apa itu.

Saat itulah NK hadir lagi dan mengatakan kepada saya: “Aku mengijinkanmu untuk menyampaikan kisah dariku dengan syarat engkau harus berkata AKU TIDAK TAHU MENYANGKUT APA YANG ENGKAU TIDAK KETAHUI DAN TETAP TEKUN BELAJAR”

NK tadi pun mengakhiri pengajarannya: “Tahukah engkau kenapa aku tidak menjawab pertanyaan-pertanyaanmu dengan tidak tahu? Tahukah kau apa yang sesungguhnya kau kehendaki dari pertanyaanmu itu? Sesungguhnya, kau ingin menjadikan punggungku jembatan api neraka…. “

Kini, di malam Jumat Kliwon ini saya membaca perlahan ayat Al Qur’an: “Allah Maha Mengetahui dan kamu tidak mengetahui” dan “Kamu tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit” dan kemudian saya bolak balik hadits berikut ini: Nabi Muhammad sering tidak menjawab pertanyaan yang diajukan kepada beliau sebab beliau menunggu jawaban dari Allah SWT.

Saya memaknai pengajaran terakhir NK itu sebagai peringatan kepada kita semua: bila kita menggunakan akal maka akan berbahaya. Akal yang terus menerus menanyakan suatu rangkaian sebab akibat tidak akan pernah puas dengan satu jawaban. Akhirnya, waktu dan usia habis untuk permainan-permainan akal. Beda bila kita menggunakan MATA KETIGA; ruhani kita akan terpelihara, mulut bersih dari ucapan kotor dan sumpah serapah, bila beruntung maka bersyukur, bila diuji maka akan bersabar, bila berdosa akan beristighfar, bila bersalah akan menyesal dan bila dimaki akan tersenyum. Meski tidak punya harta, dia tetap bangga dengan kesederhanaan. Tubuhnya boleh gemetar menahan lapar tapi jiwanya setenang telaga makrifat.

Kepada NK yang selalu kurindukan, salam sejahtera untukmu!

@wongalus,2009


AJIAN SENGGORO MACAN

19 November 2009

Ini adalah ajian pelengkap berbagai ajian kesaktian yang dimiliki oleh kalangan pendekar. Ajian ini tidak akan dikeluarkan bila kita tidak terdesak dan tidak dalam kondisi sangat terpaksa.

Sebab bila ajian ini dikeluarkan, maka dengan sekali gertakan maka nyali lawan akan langsung ciut, bertekuk lutut tidak berdaya. Apapun yang kita perintahkan padanya akan menurut seperti kerbau yang sudah dicocok hidungnya.

Untuk memiliki ajian ini, syaratnya adalah puasa mutih 3 hari 3 malam dan patigeni semalam. Puasa dimulai pada hari Jum’at Pahing. Untuk matek aji caranya mudah: baca mantra di bawah ini diucapkan dalam hati. Mantranya sebagai berikut:

ONO KEDHAWANG MIBER ING TAWANG AWANG AWANG, MACAN SEWU ING MRIPATKU, MACAN PUTIH ING DHADHAKU, GELAP NGAMPAR SUWARAKU, DURGO MENDHAK KOLO MENDHAK TEKO KEDHEP TEKO WEDI, TEKO ASIH MUNGSUHKU, KODHENG MADHEP MANUT SAKAREPKU, SOKO KERSANING ALLAH.

@wongalus,2009


AMALAN BERTEMU NABI MUHAMMAD SAW

19 November 2009

Tidak ada mimpi terindah bagi kaum muslim selain mimpi bertemu Rasulullah, Muhammad SAW. Sebab mimpi bertemu adalah berarti benar-benar beliau yang bertemu dengan kita. Sebab siapapun termasuk malaikat dan jin tidak akan mampu menjelmakan diri sebagai Rasulullah Muhammad SAW.

Dalam perjumpaan dengan Sang Kekasih Allah ini, kita bisa berdialog dan berdiskusi apa saja. Dia akan memberikan pitutur yang sangat bermanfaat bagi hidup kita. Ini adalah amalan untuk bertemu dalam mimpi:
Pada malam Jum’at usai sholat Maghrib bacalah Surat Al Qadr 1000 X.
Selanjutnya sholat dua rakaat. Pada rakaat pertama dan kedua setelah membaca Surat Al Fatihah, baca surat Al Fatihah lagi 15 X dan Ayat Kursi 15 X.
Setelah sholat, membaca salawat 7 kali: Shallaallaahu alaa Muhammad.
Selanjutnya, tidurlah di atas sajadah dengan menghadap kiblat.

Insya Allah, Nabi Muhammad akan berkenan untuk menemui Anda, umat yang rindu padanya dan akan memberikan petunjuk-Nya bagi keselamatan hidup dunia dan akhirat.

@wongalus,2009


AMALAN AGAR DAGANGAN LARIS

19 November 2009

Bila Anda seorang pedagang dan ingin agar dagangan Anda laris, maka ada amalannya sebagai berikut: Lakukan puasa pati geni (sehari semalam dan tidak boleh tidur) pada hari Kamis. Buka puasa dilakukan pada Jumat pagi saat matahari terbit. Selama puasa baca mantra di bawah ini sebanyak-banyaknya sekuat Anda. Dan setelah puasa, baca mantra tiga kali dan tiupkan pada barang dagangan Anda setiap hari sekali. Mantranya sebagai berikut:

Bismillaahirrohmaanirrahiim. Ho ya Allah ingsun ngaji rasane wong sak jagad dunya, gede cilik tuwo enom, rut kemerut welas asih tuku barangku iki. Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasuulullah. La hawla walaa quwwata illaa billaahil aliyyil azhiim.

Dengan ijin Allah SWT, semoga Anda sukses sebagai pedagang yang banyak beramal dan mendarmabaktikan diri di jalan-Nya.

@wongalus,2009


ARWAH ULAR GENTAYANGAN

18 November 2009

Suatu hari, seorang lanjut usia datang untuk meminta tolong. Dia mengeluh sakit di pundak.  Saya bertanya: “Sudah berapa lama Bapak mengalami sakit ini?” “10 tahun.,” jawabnya.  Saya berkonsentrasi memohon petunjuk pada-Nya dan beberapa menit kemudian berkata padanya, “Bapak pernah membunuh ular dan sakit ini karena ular itu….”

Pak tua itu mengingat-ingat kejadian sepuluh tahun lalu, “Ya, memang di tahun itu saya menemukan seekor ular weling di dalam rumah. Saya lalu membunuhnya. Apakah sakit pundak saya itu berkaitan dengan ular tersebut?” Saya menjawab, “ ya ”. Pak tua yang usianya sekitar 65 tahun itu bercerita tentang rasa sakit di pundaknya selama ini. Ia telah berusaha ke paranormal, mengoleskan obat-obatan, minum berbagai ramuan, tapi semuanya nihil.

Setiap kali rasa sakit menyerang, ia merasa sangat terganggu, sangat resah, dan sangat tidak nyaman di sekujur tubuh. Saat saya memegang pundaknya dengan telapak tangan, saya melihat semacam bayangan hitam. Ia bergoyang setiap kali saya tepuk, tapi ia tetap berpegangan ketat pada tulang pundak pak tua dan tidak mau pergi. Tiba-tiba dia berteriak, “Aduh, sakit. seperti  dipotong….”

Saya akhirnya mengundang Sri Batara Kresna untuk masuk ke tubuh saya. Saya menjapa mantra dan memvisualisasikan tubuh dan pikiran saya menjelma menjadi dia. Saya membaca mantra berikut ini: “Mataku memancarkan api yang menyala-nyala membakarmu. Akulah Batara Kresna yang penuh kuasa dan wibawa. Aku dapat pergi ke semua dimensi gaib, Membuang segala penyakit dan bencana. Sri Kresna adalah aku yang sakti dan perkasa”

Kemudian, saya pegang bayangan hitam di pundaknya itu dengan tangan, dan melemparnya ke dunia makhluk halus, memberinya kesempatan untuk hidup. Saat itu saya berseru, “Hu Hu Hu…..”. Di hari lain, saya dikabari pak tua itu via telepon: dia sembuh dari sakitnya.

Ia sangat gembira. Namun, ternyata urusan belum selesai sampai disitu. Pada suatu malam, sewaktu saya bermeditasi, saya tiba tiba melihat sebuah bayangan hitam panjang turun dari angkasa. Ia langsung turun ke masuk ke tubuh saya dan sebelum saya dapat mencegahnya, ia telah menyelinap masuk ke dada. Saya sungguh terkejut. “Ular ini telah melilitkan dirinya di tulang pundak si pak tua dan membuatnya sangat menderita selama 10 tahun. Sekarang ia melilit dada. Apakah ini berarti saya harus menderita sakit di dada? Kelihatannya ia tidak bermaksud baik,” demikian saya berpikir. “Celaka, saya lah yang kena kali ini.”

Saya tidak menyangka makhluk itu sungguh keras kepala. Untuk sesaat, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Pada saat itu, muncul naga di angkasa dan berkata “wongalus… makhluk ini telah sadar. Ia bersedia menjadi pengawalmu. Sungguh sayang kalau ia dilepas dalam alam lelembut. Jadikan saja dirinya sebagai pengawalmu. Ia akan melayanimu dengan baik.

“Tidak!” Saya menolak tawaran naga itu. Tetapi naga itu sudah menghilang. Sewaktu saya memikirkan tentang ular di rongga dada saya, saya merasa sesak napas. Saya tidak takut apapun kecuali ular. Ular menimbulkan rasa takut dan ngeri di diri saya. Sungguh menyusahkan bila saya harus melihat wujud ular setiap hari. Melingkarkan tubuhnya di leher saya, ekornya bergantung sampai ke perut saya, kepala ular itu ada di rongga dada saya. Menjulurkan lidahnya, ia bahkan suka bergelitik.

Saya pun memanggil Sri Batara Kresna dan dia segera muncul. Ia mencengkram ular tersebut dan melilitkannya di dadanya sendiri. Sri Batara Kresna hanya tersenyum melihat saya. Jadi, kali ini, si ular hitam itu telah menemukan guru sejatinya. Arwah ular hitam gentayangan itu kini tenang di dalam lindungan Sang Kresna.

@wongalus,2009


SANTET KANJENG NYAI LAWU

18 November 2009

Di wilayah pegunungan Lawu, Magetan, Jatim ada sebuah danau yang indah yaitu danau sarangan. Danau ini adalah tujuan wisata nomor satu di Magetan. Pengunjungnya luar biasa banyak pada saat hari libur.Tapi tahukah Anda, bahwa danau ini memiliki energi supranatural yang dahsyat?

Itu karena di dasar danau tersebut ada “penunggu” yaitu makhluk halus perempuan murid Kanjeng Ratu Roro Kidul. Kaum dukun aliran hitam menyebutnya Kanjeng Nyai Lawu. Banyak dukun memanfaatkan Kanjeng Nyai Lawu ini untuk mendapatkan kekuatan supranatural.

Pada malam hari, para dukun itu mengadakan ritual pemanggilan Kanjeng Nyai yang bersemayam di istananya di dasar danau. Memberi sesajen beraneka rupa, dan mantra yang isinya sebagai berikut: “Kanjeng Nyai Lawu, kekayaan yang saya kumpulkan ini kekayaanmu. Panjenengan adalah sesembahan saya, ratu saya. Selama Anda memberi saya kekuatan gaib, saya akan terus tunduk dan memberikan sesajen saya”

Dan Kanjeng Nyai pun datang menemui sang dukun dan Kanjeng Nyai mengeluarkan “tai” atau “muntah” kotoran. Oleh sang dukun, tai dan muntahan itu kemudian ditelan. Sang dukun pun mendapatkan kesaktian yang luar biasa dahsyat. Bila dukun itu mengarahkan kekuatannya kepada seorang korban, maka korban akan mengalami bisul-bisul serta penyakit kulit yang sangat sukar disembuhkan. Ini adalah semacam santet berupa penyakit-penyakit kotor manusia. Dukun itu kemudian mengalami sukses luar biasa. Dia akan menjadi kaya raya dan termasyhur di jagad paranormal.

Untuk menyembuhkan penyakit santet hasil kiriman dukun santet seperti ini, caranya adalah Anda perlu memiliki kekuatan batin tingkat tinggi hasil latihan olah batin yang terus menerus. Langkah khusus selanjutnya adalah duduk dalam posisi meditasi.

Letakkan telapak tangan kiri dibawah telapak tangan kanan di depan dada. Posisi kedua telapak tangan mencengkeram seperti belut. Lalu visualisasikan seekor naga hijau terbang di angkasa dan muncul dari balik awan. Naga itu diutus Tuhan Yang Maha Perkasa untuk membantu kita. Kemudian memuntahkan sinar putih dan arahkan ke tubuhkorban untuk mensucikan penyakit kulitnya sebanyak 7 kali. Dan bacalah ayat kursi dan sampai ayat berikut ini: Walaa ya-uuduhu hifdzuhumaa ( baca 108 kali).

Selanjutnya, pasrahkan diri pada Tuhan Yang Maha Perkasa apapun yang terjadi dan lupakan bahwa Anda telah membantu orang lain.

@wongalus,2009