PELATIHAN PROGRAM PARANORMAL PROFESIONAL KWA

TUJUH GURU PARANORMAL PROFESIONAL KWA GENERASI KEDELAPAN: SEMBUNYIKANLAH KEWALIANMU…


by wongalus

KWA2

Assalamualaikum wr wb

Inilah sepenggal kisah tentang tujuh sosok manusia yang bermandikan cahaya kewalian, yang terbungkus oleh badan kasar manusia, yang ditugaskan oleh Allah SWT berkarya dan hidup di dunianya masing-masing..

Mas Lu, seorang direktur perusahaan dari Jawa Timur dengan ratusan karyawan yang amaliahnya luar biasa, dengan baju kaos sederhana. Di dalam hati ikhlasnya menginginkan bahwa hidupnya adalah untuk memberikan yanng terbaik untuk sesama

Mas Su, seorang usahawan dari Bali yang dalam hidupnya sudah kenyang dengan asam garam pengalaman menghadapi masalah. Di dalam jiwanya menginginkan kedamaian bersemayam dalam samudra hakekat-hakekat.

Mas Yu, seorang usahawan dari Jogja. Dalam hidupnya saat ini sudah tidak silau lagi oleh berbagai tipu muslihat dan menginginkan guru yang benar-benar sejati

Mas Ya, seorang ahli teknis dari Ibu Kota. Dia datang untuk mentadaburi ilmu-ilmu yang selama ini sudah banyak dimilikinya

Mas Bu, seorang usahawan dari Jawa Timur. Menunggu, menunggu dan senantiasa menunggu ketajaman mata hati, karena dia sudah menjalani tharikat sejati dalam hidupnya.

Mas Do, seorang sufi dari ibu kota yang hidupnya sarat dengan ujian demi ujian. Ketegaran menaunginya seumur hidup. Kesabaran menjadi cahaya hatinya

Mas Ro, ahli tarikat dari Jawa Barat yang menggabung karena kebenaran akan selalu memiliki magnet untuk saling menyatu dan menggabung dalah wilayah kebenaran, keindahan dan kedamaian absolut-NYA

Ketujuh sosok ini akhirnya kami kumpulkan di satu rumah sederhana di sekitar Parangkusumo, sebuah pantai di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sakral.

Saya jemput mereka satu persatu di terminal, di stasiun kereta api dan di Bandara pagi/siang itu. Kita berangkat ke pantai dan tiba di pantai tiada lain awalnya adalah untuk saling kenal mengenal…

Malamnya kami mulai satu proses katarsis… hingga satu fase, kita semua berada di wilayah bawah sadar, trance, menyatukan gelombang dzikirnya alam semesta… kita tinggalkan fase keduniawian masing-masing… menuju cahaya-cahaya…

“Sembunyikan cahaya kewalianmu rapat-rapat… biarkan orang mengenal apa adanya… damaikan diri mu dan sejenak saja mari kita jadikan momentum ini momentum perubahan hingga akhir masa”…. ujarku saat itu.

Paginya kita mulai…. beruntun enam belas (16) ilmu titipan Allah SWT, kita ijasahkan dan semua mohon ijin pada Maha Guru Sejati… siapa lagi yang memberikan ilmu kalau bukan sang pemilik Ilmu itu sendiri, Allah SWT.

Ketika akhirnya, malam hari, di pinggir pantai yang menggetarkan hati itu, kami mengijasahkan ilmu pamungkas, kami didatangi sosok wali tanah Jawa: Kanjeng Sunan Kalijaga yang berkenan menyaksikan prosesi mulia ini.

“le, aku seksimu kabeh, iki tetenger nandur kabecikan kanggo wong liyo”

“Sendhiko dawuh Kanjeng, kulo nyuwun pengayoman donga pangestu”

Begitu berhasrat kami ditemui sosok beliau yang mulia, kami pun bertekad untuk menempuh disiplin ruhani yang berat, berkhalwat sepanjang hidup kami… mengikuti sebuah saran, bahwa barangsiapa yang dapat menuntaskan langkah yang berat dalam menggenggam kebenaran maka doa akan dikabulkan dan langkah kaki akan diridhoi. Sebab ketika kita mendekati NYA, maka DIA akan lebih dulu mendekati kami….

Dalam hatiku berkata:  “Jika utusan-Nya begitu indah, pastilah Dia jauh lebih indah!”

La ilaha ilallah… hu Allah… Allah…. hu…..

Tiada apapun di dunia ini kecuali DIA…. dari lisan dan hatiku hanya keluar suara: “Aku hanya pasrah pada kehendak NYA….. bersujud kepada DIA… yaitu Engkau, Duh Gusti!”

Hawa nafsu dan keinginan adalah penjara hijab; ketika kita mengendalikannya, ketika kita kita mengindarinya… disanalah sakti bersemayam….talak tiga dunia, maka akhirat dan dunia justeru akan mendekati kita ……

Sang malaikat, yakni Jibril as. mengarahkan kami untuk selalu mengucapkan sholawat dan salam kepada Rasulullah SAW dan Nabi Khidir guru ruhani yang senantiasa membimbing kami saat melaut di lautan ilmu-NYA, samudra makrifat, dzikrullah….

Pelatihan kami tuntaskan malam itu juga dan kami akan setia kepada janji bahwa kami adalah hamba NYA…… manusia biasa dengan kewajiban dharma yaitu untuk berbakti kepada sesama…..

saya memberikan mereka nama gelar sebagai tali cinta dunia akhirat kepada ketujuh pendekar guru KWA ini….

KIMAS LU KUSUMO YUDHO NEGORO

KIMAS SU KUSUMO YUDHO NEGORO

KIMAS YU KUSUMO YUDHO NEGORO

KIMAS YA KUSUMO YUDHO NEGORO

KIMAS BU KUSUMO YUDHO NEGORO

KIMAS DO KUSUMO YUDHO NEGORO

KIMAS RO KUSUMO YUDHO NEGORO

(mohon maaf sedulurku pembaca KWA, mereka memilih untuk tidak mempublikasikan diri, ingin menyelinap ditengah masyarakat, bertekad menjadi wali-NYA)

Terima kasih dan wassalamualaikum wr wb…. salam asah asih dan asuh.. rahayu..rahayu..rahayu…

Parangkusumo, Akhir Suro, 30 November 2013

@wongalus,2013

Categories: Pelatihan Paranormal KWA (TINGKAT GURU), PELATIHAN PROGRAM PARANORMAL PROFESIONAL KWA

GEMBLENGAN LIMA PENDEKAR KWA MELAHIRKAN LIMA PENJAGA KESEIMBANGAN ALAM


DSC_0072Alhamdulillah selesai sudah KAMPUS WONG ALUS menyelenggarakan acara Gemblengan PROGRAM PELATIHAN PARANORMAL PROFESIONAL KWA (TINGKAT GURU) yang berlangsung selama tiga hari mulai hari Kamis (13/2) hingga Sabtu (2/3) di sebuah asrama sejuh di Gunung Penanggungan.  Ada tujuh ilmu wingit dan sinengker yang selama ini belum pernah diajarkan di forum manapun diijazahkan dan diturunkan secara langsung kepada lima peserta program.

KAMPUS WONG ALUS membekali peserta dengan tujuh ilmu itu dengan maksud dan tujuan agar mereka bisa langsung bekerja dan berfungsi untuk membantu sesama yang membutuhkan sesuai dengan profesi dan bidangnya masing-masing.

“Setelah selesai mengikuti program ini, peserta langsung bisa bekerja mempraktekkan ilmu yang diijazahkan ke tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Peserta akan memiliki keyakinan dan konfidensi yang tinggi bila mereka memiliki ilmu dan ketrampilan dalam hal mencari solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Ki Wongalus, trainer yang sudah berpengalaman menangani pelatihan SDM sejak tahun 2004 ini.

ISYAROH LIMA ANAK KUCING

Salah satu isyaroh diizinkan oleh para Goib dilangit diterima ki wongalus sebelum pelatihan. “Pagi tadi sebelum kita berangkat, di teras rumah saya tiba-tiba muncul kucing yang melahirkan lima bayi kucing. Ini isyaroh agar jumlah peserta ditambah menjadi lima dari yang awalnya hanya ada empat pendaftar. Nah saat setelah mendapati ada lima bayi kucing, saya terkejut ketika membuka HP ada SMS dari seseorang sedulur KWA dari Kediri yang ingin jadi peserta perlatihan, dan pendaftar inilah yang kemudian kita terima menjadi peserta program sehingga genap jadi lima peserta,” kisah Ki Wongalus.

Awalnya, peserta berkumpul di Balai Diklat Sidoarjo dan diangkut dalam satu kendaraan menuju tempat pelatihan di PPLH Seloliman Trawas Mojokerto. Peserta ditempatkan di dua bungalow yaitu bungalow “katak” dan bungalow “bebek”.  Dua bungalow ini menjadi saksi praktek-praktek beragam ilmu yang diijazahkan. Selain itu, trainer juga mengadakan pengijazahan di alam terbuka sekaligus prakteknya.

DSC_0076Proses dimulai dengan pembersihan wadah lahir dan batin. Pembersihan batin dilakukan dengan wirid yang yang intinya adalah taubatan nasuha, pembersihan raga dengan mandi sempurna. Ini syarat pengijazahan yaitu bersih lahir dan batin. “Wadah harus bersih dulu, itu syarat mutlak dan bila wadah sudah bersih baru diisi dengan ilmu. Bila wadah kotor maka ilmu tidak akan sempurna bahkan bisa mengganggu metabolisme fisik maupun psikis,” jelas ki wongalus.

Pengijazahan baru dilakukan keesokan harinya di alam terbuka, pertama dilakukan pengijazahan Inti Besi Kursani di pinggir sungai. Terlebih dulu peserta diajarkan berbagai teknik olah energi: olah napas dan pembangkitan kekuatan melalui afirmasi, visualisasi dan sugesti ditambah boster wirid spesial untuk pembangkitan daya metafisis dalam diri. Selanjutnya peserta diajarkan cara ‘no mind’ dengan teknik Amarta Movement dan diakhiri dengan meditasi dengan menatap sungai. Nah, saat ‘no mind’ itulah peserta langsung diinstal dengan daya Inti Besi Kursani  full power 100 persen.

“Ini saat yang tepat untuk memasukkan energy inti besi kursani yaitu saat peserta sudah memasuki kondisi kejiwaan nol yaitu saat otak berada pada stage alpha teta,” kata ki wongalus.

KONDISI SEMAKIN BUGAR

Setelah pengijazahan, tampak kondisi peserta semakin segar bugar. Materi dilanjutkan ke sesi berikutnya yaitu materi  ilmu pelet pengasihan, ilmu terawangan dan meraga sukma, berlanjut ke materi  ilmu kerezekian, ilmu-ilmu hikmah, tata cara ilmu perajahan dan pengisian benda bertuah, ilmu pengobatan dengan berbagai media, dan terakhir ilmu khodam jin.

“Semua materi ini fresh dan belum pernah diajarkan di banyak forum, dan kita bisa mengawasi perkembangan tahap demi tahap dari ilmu yang diajarkan. Bila pengijazahan online guru tidak bisa mengawasi perkembangan yang dialami pengamal, nah disini kita bisa mengawasi dan kita bisa mendeteksi bila ada gangguan,” kata ki wongalus.

Gangguan, misalnya, dialami oleh seorang peserta yaitu gejala membiru di satu kakinya setelah dilakukan pemasukan energi. Setelah dikonsultasikan ke ki wongalus, dijelaskan bahwa itu gejala normal dan alamiah seorang setelah pengijazahan. “Saya dulu malah panas dingin selama satu minggu setelah pengijazahan,” imbuh ki wongalus sambil tersenyum.

DSC_0067Pengijazahan demi pengijazahan diterima peserta dengan antusias. Bahkan saking antusiasnya, peserta juga meminta tambahan materi lain yang nantinya semakin menunjang dan memperkuat profesi keparanormalan. Namun, sebelumnya trainer melakukan proses ‘negosiasi’ kepada para guru di alam goib agar ilmu-ilmu wingit sinengker dan rahasia yang  selama ini hanya berada di kalangan terbatas  boleh diturunkan kepada peserta.

Materi terakhir adalah Ilmu Khodam Jin. Materi ini sangat berbahaya dan hanya boleh dimiliki peserta program dengan pantauan khusus. Selain itu, setiap peserta juga diberikan bonus yaitu satu khodam Jin yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan.

“Atas ijin NYA, hari ini ilmu-ilmu itu boleh diijazahkan dan dimiliki oleh lima peserta pilihan ini,” jelas ki wongalus dan peserta juga diperkenankan untuk mengijazahkan hampir semua ilmu yang diberikan kepada peserta. Ada beberapa ilmu yang memang tidak boleh diijazahkan kepada orang lain dan hanya boleh diberikan kepada anak keturunannya. Jadi sifatnya sangat khusus. Ilmu yang khusus itu untuk pegangan diri sendiri sehingga alam semesta tetap berada di dalam keseimbangan.

Ki wongalus berpesan proses selanjutnya setelah acara berakhir adalah peserta diwajibkan untuk berziarah ke makam leluhurnya masing-masing dan senantiasa menjaga adab dan etika menjadi seorang paranormal yang profesional. “Tumbuhkan rasa kemanusiaan setinggi-tingginya di bila sudah menceburkan diri ke masyarakat. Semoga Allah SWT mengijabah upaya anda semua,” pesan ki wongalus.

Alhamdulillah wa syukurilah, semua proses berlangsung sempurna dan tanpa halangan. Baik pengijazahan, teori  dan prakteknya di masing-masing ilmu. Acara diakhiri dengan pemberian nama bagi para peserta yang saat ini telah ‘diwisuda’ menjadi guru KWA dengan sebutan ‘Ki Ageng ANG Penanggungan’ dari Kediri, ‘Ki Ageng BAYU Penanggungan’ dari Jakarta ,‘Ki Ageng IS  Penanggungan’ dari Indramayu, ‘Ki Ageng AG Penanggungan’ dari Jakarta dan yang terakhir ‘Ki Ageng YOH Penanggungan’ dari Cirebon.

Mereka ini adalah lima pendekar yang siap untuk mengabdikan dirinya ke masyarakat. Selamat dan sukses untuk mereka dan keluarga besar KAMPUS WONG ALUS mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan anda. “Bangga rasanya anda menjadi bagian dari keluarga kami dan semoga ilmu-ilmu yang anda miliki nanti bermanfaat untuk masyarakat dan peradaban yang lebih baik, amin,” tutur ki wongalus.

Kapan gemblengan semacam ini akan digelar lagi? “Belum ada rencana, doakan saja bila sudah mendapatkan ijin dari Yang Maha Kuasa,” jelas trainer yang juga pemilik dari CV Motivasindo Perkasa, Usaha Jasa Training Pengembangan SDM indoor outdoor ini. @@@

Categories: PELATIHAN PROGRAM PARANORMAL PROFESIONAL KWA | 65 Komentar

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.