BERAPA UMUR TUHAN?


TUHAN itu adanya bersifat awal dan akhir, artinya Tuhan tidak memiliki usia sebagaimana manusia yang memiliki batasan waktu tertentu untuk hidup. Dalam kitab suci juga disebutkan bahwa Tuhan itu Cahaya Maha Cahaya. Apa ini artinya? Marilah kita telaah dengan kacamata sains modern.

11_12_52---Electric-Light-Bulb_webAda satu dzat di dunia ini, yang sudah ada semenjak alam semesta lahir, tapi tidak pernah merayakan hari kelahirannya alias tak berumur. Itulah foton, atau partikel cahaya. Tapi, bagaimana mungkin? Mari kita telaah dengan teori relativitas khusus Einstein. Begitu mendengar teori relativitas khusus, ingatan kita spontan menuju konstanta kecepatan cahaya, kecepatan tercepat yang ada di jagad raya ini. Relativitas khusus mengatakan, ruang dan waktu, oleh Newtonian dianggap terpisah dan bernilai absolut, menyesuaikan diri mereka demi menjaga konstanitas kecepatan cahaya yang bernilai 3×108 meter/detik tersebut.

Dengan kata lain, dimensi waktu akan melambat atau mencepat, dan dimensi ruang akan memanjang atau memendek, sehingga kecepatan foton selalu bernilai sama. Konsep ini disimpulkan dengan satu kalimat, “Benda bergerak akan merasakan waktu melambat dan ruang memendek,”

Konsep ini tidaklah sederhana, saat Einstein mempostulatkannya pada tahun 1905. Diperlukan puluhan tahun bagi para fisikawan untuk benar-benar bisa mengerti teori tersebut. Sekarang mari kita ulangi percobaan fantasi yang pernah Einstein lakukan untuk memahami bagaimana waktu melambat dan ruang memendek.

Bagaimana waktu melambat?

Bayangkan kita memiliki dua buah jam-foton Kerja jam-foton tersebut adalah sebagai berikut: sebuah foton terperangkap dalam dua buah cermin (yang merefleksikan cahaya yang datang). Foton ini akan bergerak maju-mundur membentur dua cermin tersebut. Kedua cermin ini kita lengkapi dengan sepesial detektor yang akan berbunyi: setiap kali foton menyentuh permukaannya.

Kecepatan cahaya 3×108 meter/detik berarti cahaya akan menempuh jarak sejauh 3×108 meter dalam satu detik. Jika dua cermin tadi terpisah sejauh 30 meter (d = 30 meter), maka total foton menabrak dua cermin tersebut adalah 107 kali tik. Dengan kata lain, setiap kali detektor kita berbunyi 107 tik berarti itu sama dengan satu detik.

Satu jam-foton berdiri diam di atas Bumi, sementara yang lain kita beri kecepatan v pada sumbu-x. Foton pada jam-foton yang diam (kita sebut foton #1) harus bergerak 30 meter untuk bisa menghasilkan 1 tik. Tapi foton pada jam-foton yang bergerak (foton #2) harus begerak. Akibatnya, saat foton #1 sudah membuat 107 tik, foton #2 masih berjuang untuk menghasilkan tik yang sama. Saat foton #2 berhasil menghasilkan 107 tik, foton #1 sudah memulai perjalanan untuk menghasilkan 107 tik kedua. Artinya, benda yang bergerak akan merasakan waktu 1 detik lebih lama (waktu melambat) daripada saat dia diam.

Bagaimana ruang memendek?

Bayangkan kita punya sebuah mobil yang panjangnya diukur saat diam adalah 5 meter. Tugas kita sekarang adalah mengukur panjang mobil ini saat berjalan, sementara kita tetap diam di atas Bumi. Tentu kita tidak mengukur dengan meteran seperti yang kita lakukan saat mobil diam.

Cara yang terbaik adalah memakai stopwatch. Hidupkan stopwatch ketika ujung depan mobil menyentuh sebuah garis acuan dan matikan saat ujung belakangnya melewati garis itu. Jika kita bisa melakukan dengan akurat, maka waktu yang ditunjukkan stopwatch (t) berbanding lurus dengan panjang mobil (L), yaitu L = v*t, dengan v adalah kecepatan mobil tersebut.

Panjang mobil saat jalan bisa didapat dengan mudah karena kita punya data v dan t. Kalau percobaan itu dilakukan beberapa kali dengan meningkatkan kecepatan mobil, akan diperoleh hasil, semakin cepat pergerakan mobil maka semakin pendek panjang mobil. Kenapa demikian?

Dengan pemahaman waktu melambat di atas, hal ini lebih mudah dimengerti. Mobil yang berjalan akan mengalami perlambatan waktu. Semakin cepat dia bergerak, semakin lambat waktu yang dia rasakan, sehingga waktu yang diukur stopwatch semakin kecil. Dengan demikian, sesuai dengan L = v*t, panjang mobilpun semakin memendek.

Pergerakan dalam 4-Dimensi

Sejauh ini kesimpulan dari percobaan fantasi kita adalah semakin cepat benda bergerak, semakin melambat waktunya, dan semakin memendek ruangnya. Sekarang kita kembangkan kesimpulan itu untuk masuk dalam konsep ruang-waktu teori relativitas khusus.

Kita hidup dalam 4-dimensi, 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu. Keempat dimensi ini dibutuhkan untuk memberikan koordinat lengkap sebuah objek di alam semesta ini. Misalnya saat menggambarkan keberadaan seseorang di Lantai 4 Sebuah Gedung Bertingkat (untuk menggambarkan 3 dimensi ruang), kita masih harus menyatakan pada pukul berapa orang itu ada di sana.

Sebuah objek sebenarnya bergerak di 4 dimensi ini. Sebuah mobil yang diam, tetap bergerak di dimensi waktu. Saat mobil ini dijalankan, maka pergerakannya di dimensi waktu ;harus dibagi dengan pergerakan di dimensi
ruang. Sehingga pergerakan di dimensi waktu berkurang: waktu melambat karena pergerakan benda di dimensi ruang, persis seperti yang kita buktikan percobaan jam-foton.

Logika tersebut mengantarkan kita pada pemikiran, untuk mencapai pergerakan maksimum di dimensi ruang maka pergerakan di dimensi waktu harus nol. Pada kondisi inilah kecepatan benda menempuh dimensi ruang bisa maksimal. Dan sesuai dengan teori relativitas khusus, bahwa kecepatan maksimal adalah kecepatan cahaya, segera kita sadari bahwa cahaya sama sekali tidak bergerak pada dimensi waktu. Dengan kata lain, foton tidak berumur. Foton yang dihasilkan semenjak alam semesta terbentuk sampai sekarang umurnya sama!

Bisa melewati kecepatan cahaya?

Ini terkait dengan salah satu formula teori relativitas khusus yang sangat terkenal: E=mc2, di mana E adalah energi, m adalah massa, dan c adalah konstanta kecepatan cahaya. Formula tersebut menjelaskan relasi langsung antara energi-massa (konservasi energi-massa). Sebuah objek dengan massa m bisa menghasilkan energi E sebesar mc2; dan karena c sebuah konstanta yang besar, massa yang kecil tetap akan menghasilkan energi yang besar.

Bayangkan, Hiroshima tahun 1945 hancur akibat energi yang dihasilkan 1ýari 2 pounds Uranium. Di sisi lain, formula ini memainkan peranan penting dalam pergerakan objek dalam 4-dimensi. Benda yang bergerak memiliki energi kinetik, semakin tinggi kecepatannya semakin besar energinya.

Saat kita paksa partikel muon mencapai kecepatan 99,9 kecepatan cahaya, muon memiliki energi yang besar. Karena konservasi energi-massa, energi tadi meningkatkan massa muon 22 kali lebih massif daripada massa-diamnya (0.11 MeV). Tentu saja semakin masif (pejal) benda, semakin susah untuk bergerak cepat. Ketika kecepatannya dinaikkan menjadi 99,999 kecepatan cahaya, massanya bertambah 70.000 kali! Muon semakin masif dan semakin cenderung untuk tidak bergerak. Sehingga dibutuhkan energi yang tak berhingga untuk melewati kecepatan cahaya; jumlah energi yang tidak mungkin bagi sesuatupun yang ada di alam semesta ini: KECUALI JUMLAH ENERGI  TUHAN.

KESIMPULAN:
Tuhan bukanlah cahaya. Dia adalah CAHAYA MAHA CAHAYA. Bila partikel cahaya/foton adalah sesuatu di dunia ini yang sudah ada semenjak alam semesta lahir dan tidak mengenal usia, maka TUHAN adalah DZAT YANG MAHA TIDAK MEMILIKI USIA (UMUR).  Sama seperti foton, meskipun dimensi waktu akan melambat atau mencepat, dan dimensi ruang akan memanjang atau memendek, sehingga kecepatan partikel cahaya/foton ini selalu bernilai sama sehingga TUHAN TIDAK MENGENAL TEMPAT JAUH ATAU DEKAT. Bahkan TUHAN LEBIH DEKAT DARI RASA DEKAT. DIA BEBAS DARI BATASAN WAKTU DAN RUANG.

Dengan memakai cara berpikir/logika ILMU FISIKA saja TUHAN sudah bisa dinalar KEBERADAANNYA. Ini tentunya semakin melengkapi dan memperluas kajian agama-agama yang memberi jawaban eksak tentang keberadaan Tuhan.

By WONG ALUS

Categories: UMUR TUHAN | Tag: , , , , , | 16 Komentar

Navigasi pos

16 thoughts on “BERAPA UMUR TUHAN?

  1. wah menarik sekali…
    dulu ada buku judulnya “akhirat tidak kekal” dgn pendekatan fisika….
    tapi kalau saya analoginya gampang aja…bilangan apa yg paling kecil? jawabnya minus tak terhingga…analogi minus tak terhingga adalah permulaan waktu dan bilangan tak terhingga adalah akhir dari waktu…

  2. Terima kasih Kadang kulo Mas M4stono.
    Pendekatan fisika cukup menarik untuk memotret ilmu ketuhanan. Untuk melengkapi pendekatan ilmu-ilmu lain yang sudah berkembang lebih pesat. Ilmu-ilmu khusus yang demikian bila dirangkum menjadi ilmu yang total, eternal dan final sehingga akan menambah khasanah ilmu ketuhanan baru yang lebih scientific dan ilmiah sebagaimana yang dituntut oleh jaman yang serba rasional dan akal-akalan sekarang ini.

    Salam kekal!

  3. Sangat brilian ! Yah inilah kelebihan pencerahan Ki Wongalus…
    Mengupas kesadaran melalui metoda fisika. Ilmu fisika sebagai retasan ilmu filsafat materi, merupakan salah satu hasil pencapaian manusia dalam MENGUNGKAP RUMUS TUHAN. Dan Teori relativitas adalah salah satu di antara sekian Yilion rumus Tuhan yg tergelar di jagad raya ini. Tuhan benar2 maha luas tiada batas ! Maka tdk lah berlebihan jika dianalogikan bahwa kebenaran sejati layaknya cermin yg pecah berantakan, dan agama, ajaran, budaya, ilmu pengetahuan, tradisi, masing-masing hanyalah memungut satu di antara serpihan cermin tsb.

    4 dimensi, hanya ada di dalam dimensi wadag/fisik bumi. sementara tata “ruang” gaib sungguh menyimpan misteri yang maha luas dan dahsyat. Dalam “tata ruang” gaib sudah tidak ber-ruang lagi, dan di dalamnya tidak berlaku waktu, tidak berlaku jarak. Itulah hakekat dari dimensi cahaya. Sukma/roh adalah “abadan cahya” (cahya sejati) sehingga bagi roh/sukma ke manapun pergi tdk membutuhkan waktu lagi. Orang bilang hanya hitungan detik, sekedar untuk menggambarkan betapa di “wilayah” gaib merupakan wahana cahaya yg tidak menggunakan ruang dan waktu lagi. Namun demikian, cahya sejati belumlah hakekat TUHAN, ia masih makhluk (ciptaan/retasan Tuhan). Sehingga tak bisa dibayangkan lagi bagaimana “kecepatan” Tuhan, mungkin beribu atau bermilyar kali lipat dari kecepatan cahaya. Dan hanya sampai di situlah yg bisa dibayangkan oleh manusia. Di atas cahya sejati (nurulah) adalah atma atau energi hidup/chayyu/kayun/kayu. SUATU “ENERGI hidup” YG KECEPATANNYA JAUH MELEBIHI CAHAYA. Bisa dibayangkan ? Namun Atma sejati belumlah “inti” TUHAN, karena atma masih di dalam rengkuhan HYANG MAHAMULIA.

    Hal ini setidaknya dapat terbuktikan melalui suatu pengalaman gaib yg sensasional, yg membeberkan “rahasia besar” bahwa leluhur di alam barzah, sekalipun mencapai derajat kamulyan yg paling tinggi (kamulyan sejati/abadan cahya sejati), belumlah bisa melihat/bertemu “wujud” Tuhan. TUHAN tidak SESEDERHANA itu. Karena tuhan lebih-LEBIH DARI MAHA MULIA, LEBIH DARI MAHA AGUNG, tidak sekedar sebagaimana manusia bayangkan melalui kitab-kitab suci yg ada.
    semakin manusia mengetahui kebesaran tuhan, manusia semakin merasa tidak bisa membayangkan tuhan itu seperti apa sesungguhnya. namun yg di luar bayangan imajinasi kita itu, sungguh ada melekat di dalam diri kita, dalam diri manusia apapun agama dan bangsanya.
    Semakin manusia tahu tuhan, semakin merasa kecil dan menunduk diri. JAuh dari watak mentang-mentang, jauh dari sikap merasa paling benar, apapun sumbernya.

    MATA MELIHAT MATA = manusia “melihat” tuhan.
    Untuk sekedar pembuktian ilustratif saja, bagaimana kemampuan manusia dalam melihat/mengetahui/bertemu tuhan adl sebagai berikut.
    Bola Mata wadag kita bisa melihat suatu obyek yang berada di luar mata kita. Namun demikian, apakah bola mata kita bisa melihat apa yg ada di dalam bola mata kita sendiri ?
    Hanya dengan “rahsa”lah kita bisa “merasa” apa yg ada di dalam bola mata kita. Tuhan hanya bisa kita rasakan, dan itulah kemampuan manusia maupun roh dalam “melihat” tuhan.

    salam asih asah asuh

  4. Tambahan penjelasan yang sungguh mencerahkan dari Ki Sabda Langit. Memberikan gambaran bagaimana idealnya manusia harus meletakkan dirinya dalam titik ordinat spiritual yang pas di tengah peta ilmu-ilmu khusus yang semakin berkembang pesat. Sementara manusia masih tertatih-tatih untuk merangkum semuanya menjadi pemahaman yang menyeluruh, holistik dan bulat untuk dijadikan pegangan bagi kehidupan di dunia yang fana ini.

    Upaya untuk menempatkan diri di tengah titik ordinat spiritual itu dalam khasanah agama sejatinya adalah perjalanan diri untuk membuka hijab/tirai/selubung untuk mengetuk pintu Tuhan. Perjalanan dimensi demi dimensi yang akhirnya sampai pada pintu dimana Tuhan berada. Inilah misteri hidup terbesar para pencari yang senantiasa gigih untuk berjuang untuk menemui-Nya.

    Sebagaimana yang dipaparkan dalam ilmu makrifat, The Road to Allah ternyata adalah perjalanan untuk menyingkirkan debu-debu dan kotoran yang ada di hati kita. Mulai dengan menyingkirkan sifat sombong, iri, dengki, dendam, dilanjutkan dengan mengisi dengan sifat-sifat baik dan mulia seperti amanah, jujur, ikhlas, pemaaf dan kemudian berlanjut dengan bersifat baik dan beradab kepada semua makhluk yaitu menebar salam, cinta, kasih sayang, berbagi kesejahteraan dan seterusnya. Hingga akhirnya kita bisa menjadi Rahmatan lil Alamin sebagaimana yang dicontohkan oleh Muhammad SAW, kekasih Allah.

    Semoga kita pada akhirnya mampu itu. Salam asih asah dan asuh…

  5. mboten saged ngaturi komentar
    ..
    sebuah pencerahan

  6. @all saya sepakat

    ruwh min amr rabbiy, ruwh berada pada alam amr, alam yang lebih cepat dari lightspeed, alam yang menggerakkan dunyaa. Ketika manusia meninggal, ia dan malaikat ketika beranjak meninggalkan dunyaa, mereka melihat bahwa 4 dimensi dunyaa menjadi satu dimensi singularity. Dunyaa akan terlihat seperti hologram. Di luar langit dunyaa ada langit buruwj hingga ke sidrah al muntaha.

    Alam amr adalah alam darimana cahaya(foton) dipancarkan, Mungkin dengan Teori tachyon, atau teori dimensi imajiner seperti psi(fungsi-gelombang) dapat membuat kita memahami 3 dimensi ruwh, yakni xi,yi,zi. Diatas alam ini ada alam malaikat pemikul ‘arsy. Sungguh Allah lebih tinggi dari semua alam itu

  7. Yth Mas Qarrobin djuti, salam kenal. Sangat menarik uraian sdr tentang alam. Bisa dijelaskan mas bagaimana alam amr dr sudut pandang teori tachyon agar pembaca di sini bisa belajar tentang 3 dimensi ruh?
    Salam damai.

  8. qarrobin

    maaf baru jawab sekarang, lupa masukin blognya @wongalus di blogroll saya, jadi lupa deh blogwalking disini, tapi sekarang udah di add kok

    http://qarrobin.wordpress.com/2009/07/18/minkowsky-menemukan-persamaan-dimensi-tachyon/

    […]…Terdapat formula ruang-waktu. Hal ini kira-kira ini: x, y, z adalah ruang kita. Pencitraannya di cermin adalah imajiner Xi, Yi, Zi. Hal ini menjadikan 6 dimensi. Karena sebuah dimensi imajiner yang kita ambil dari sisi lain adalah misalnya Xi = square root (-1), menembus ke kita sebagai waktu. Minkowsky menemukannya dan membuktikan ini. Satu square root (-1) dari sisi lain akan mempengaruhi kita sebagai waktu. Maksudku, Anda tidak dapat mengukurnya, anda tidak dapat berkata m2, Anda hanya melihat jam Anda. Jika sebuah meter yang kita tahu (biarkan menjadi penggaris) bergerak di lightspeed, panjangnya akan memendek dan akan menjadi titik. Jika bergerak lebih cepat dari cahaya, panjangnya akan menjadi negatif. Maksudku, meterannya di sini akan menjadi jam disana. Jam yang disana, menjadi meter disini yang kita tahu…[…]

  9. aguskentus

    untuk @kialus minta bimbinganya matur suwun

  10. nyimak pelajaran fisika dan berhitung,,matematika

  11. abi.

    assalamualaikum
    yth.ki wongalus
    ulun dari kalsel sangat ingin bergabung menjadi anggota,tetapi bingung nih.mau daftar tp kmna,jd mhon mf kalau slah tempat utk daftar

    nama : arbiansyah
    ttl :kotabaru,5 mei 1982
    alamat :jl.ladeleng rt.01 desa mpt.kec.kusan hilir kab.tanah bumbu kalsel 72273
    email :arbiansyahcool@yahoo.co.id
    no.hp : 085249131809

    sekali para sesepuh dan sedulur sekalian jikalau ada kata atau kalimat yang slah ulun mhon maaf,khususnya kepada ki wong alus.
    wassallam.

    by abi.

  12. abi.

    assalamualaikum
    yth.ki wongalus
    ulun dari kalsel sangat ingin bergabung menjadi anggota,tetapi bingung nih.mau daftar tp kmna,jd mhon mf kalau slah tempat utk daftar

    nama : arbiansyah
    ttl :kotabaru,5 mei 1982
    alamat :jl.ladeleng rt.01 desa mpt.kec.kusan hilir kab.tanah bumbu kalsel 72273
    email :arbiansyahcool@yahoo.co.id
    no.hp : 085249131809

    sekali ulun mhon maaf kepada para sesepuh dan sedulur sekalian jikalau ada kata atau kalimat yang slah ulun mhon maaf,khususnya kepada ki wong alus.
    wassallam.

    by abi

  13. abi.

    assalamualaikum
    yth.ki wongalus
    ulun dari kalsel sangat ingin bergabung menjadi anggota,tetapi bingung nih.mau daftar tp kmna,jd mhon mf kalau slah tempat utk daftar

    nama : arbiansyah
    ttl :kotabaru,5 mei 1982
    alamat :jl.ladeleng rt.01 desa mpt.kec.kusan hilir kab.tanah bumbu kalsel 72273
    email :arbiansyahcool@yahoo.co.id
    no.hp : 085249131809

    sekali lagi ulun mhon maaf kepada para sesepuh dan sedulur sekalian jikalau ada kata atau kalimat yang slah ulun mhon maaf,khususnya kepada ki wong alus.
    wassallam.

    by abi

  14. om arum manis

    mas abi silahkan klik disini untuk ngisi anggota.
    semoga paseduluran makin langgeng
    https://wongalus.wordpress.com/2011/04/05/daftar-anggota-kwa-12/

  15. mau ijin daftar mas, nama kasmuji,alamat lamongan,hp 081330089693

  16. tukangtakon

    met sore
    wah mantap
    ruarbiasa pokoke
    kbr’y pr ilmuwan bnyk yg msk islam asbab stlh penemuan’y.
    ga bs coment lg
    MANTAP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: