Daily Archives: 16 Agustus 2010

PERHATIAN


SEMUA ILMU DAN AMALAN DI KAMPUS WONG ALUS TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN KE PIHAK LAIN. BILA ADA YANG MEMPERJUALBELIKAN ILMU DI BLOG INI ATAS IJIN ALLAH SWT YANG MAHA KERAS SIKSANYA DUNIA DAN AKHIRAT TIDAK AKAN BERFUNGSI DAN JUSTERU AKAN MERUSAK DIRI ANDA SENDIRI. ILMU DAN AMALAN DI KAMPUS WONG ALUS HANYA BERFUNGSI SEMPURNA BILA DIMANFAATKAN UNTUK DIRI PRIBADI, KELUARGA DAN UNTUK MEMBANTU ORANG LAIN TANPA MAHAR.

BILA MASIH ADA YANG MEMPERJUALBELIKAN ILMU DAN AMALAN DIMOHON MENGHENTIKANNYA SETELAH PENGUMUMAN INI DIBUAT. ILMU DAN AMALAN ANDA AKAN LANGSUNG DITARIK PENGIJAZAHANNYA.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 322 Komentar

SEDEKAH DI BULAN RAMADHAN


Assalamu’alaikum Wr. Wb. sedulurku semua…

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas raldhiallahu ‘anhuma, ia berkata :
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan kepadanya Al-Qur’an. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan kepadanya Al-Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditemui Jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.
Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ahmad dengan tambahan:
“Dan beliau tidak pernah dimintai sesuatu kecuali memberikannya. ”
Dan menurut riwayat Al-Baihaqi, dari Aisyah radhiallahu ‘anha :
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamjika masuk bulan Ramadhan membebaskan setiap tawanan dan memberi setiap orang yang meminta. ”
Kedermawanan adalah sifat murah hati dan banyak memberi. Allah pun bersifat Maha Pemurah, Allah Ta’ala Maha Pemurah, kedermawanan-Nya berlipat ganda pada waktu-waktu tertentu seperti bulan Ramadhan.
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, juga paling mulia, paling berani dan amat sempurna dalam segala sifat yang terpuji; kedermawanan beliau pada bulan Ramadhan berlipat ganda dibanding bulan-bulan lainnya, sebagaimana kemurahan Tuhannya berlipat ganda pada bulan ini.
Berbagai pelajaran yang dapat diambil dari berlipatgandanya kedermawanan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di bulan Ramadhan :

1. Bahwa kesempatan ini amat berharga dan melipatgandakan amal kebaikan.
2. Membantu orang-orang yang berpuasa dan berdzikir untuk senantiasa taat, agar memperoleh pahala seperti pahala mereka; sebagaimana siapa yang membekali orang yang berperang maka ia memperoleh seperti pahala orang yang berperang, dan siapa yang menanggung dengan balk keluarga orang yang berperang maka ia memperoleh pula seperti pahala orang yang berperang. Dinyatakan dalam hadits Zaid bin Khalid dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
“Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa maka baginya seperti pahala ovang yang berpuasa itu tanpa menguuangi sedikitpun dari pahalanya. ” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzl).

3. Bulan Ramadhan adalah saat Allah berderma kepada para hamba-Nya dengan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api Neraka, terutama pada Lailatul Qadar Allah Ta ‘ala melimpahkan kasih-Nya kepada para hamba-Nya yang bersifat kasih, maka barangsiapa berderma kepada para hamba Allah niscaya Allah Maha Pemurah kepadanya dengan anugerah dan kebaikan. Balasan itu adalah sejenis dengan amal perbuatan.

4. Puasa dan sedekah bila dikerjakan bersama-sama termasuk sebab masuk Surga. Dinyatakan dalam hadits Ali radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sungguh di Surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luamya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. ” Maka berdirilah kepada beliau seorang Arab Badui seraya berkata: Untuk siapakah ruangan-ruangan itu wahai Rasulullah,?jawab beliau: “Untuk siapa saja yang berkata baik, memberi makan, selalu berpuasa dan shalat malam ketika orang-orang dalam keadaan tidur. ” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Isa berkata, hadits ini gharib)
Semua kriteria ini terdapat dalam bulan Ramadhan. Terkumpul bagi orang mukmin dalam bulan ini; puasa, shalat malam, sedekah dan perkataan baik. Karena pada waktu ini orang yang berpuasa dilarang dari perkataan kotor dan perbuatan keji. Sedangkan shalat, puasa dan sedekah dapat menghantarkan pelakunya kepada Allah Ta ‘ala.

5. Puasa dan sedekah bila dikerjakan bersama-sama lebih dapat menghapuskan dosa-dosa dan menjauhkan dari api Neraka Jahannam, terutama jika ditambah lagi shalat malam. Dinyatakan dalam sebuah hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Puasa itu merupakan perisai bagi seseorang dari api Neraka, sebagaimana perisai dalam peperangan ” ( Hadits riwayat Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Majah dari Ustman bin Abil-’Ash; juga diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya serta dinyatakan shahih oleh Hakim dan disetujui Adz-Dzahabi.) Hadits riwayat Ahmad dengan isnad hasan dan Al-Baihaqi.
Diriwayatkan pula oleh Ahmad dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Puasa itu perisai dan benteng kokoh yang melindungi seseorang) dari api Neraka”
Dan dalam hadits Mu’adz radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sedekah dan shalat seseorang di tengah malam dapat menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api” (Hadist riwayat At-Tirmidzi dan katrrnya. “Hadits hasan shnhih. ”

6. Dalam puasa, tentu terdapat kekeliruan serta kekurangan. Dan puasa dapat menghapuskan dosa-dosa dengan syarat menjaga diri dari apa yang mesti dijaga. Padahal kebanyakan puasa yang dilakukan kebanyakan orang tidak terpenuhi dalam puasanya itu penjagaan yang semestinya. Dan dengan sedekah kekurangan dan kekeliruan yang terjadi dapat terlengkapi. Karena itu pada akhir Ramadhan, diwajibkan membayar zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkataan kotor dan perbuatan keji.

7. Orang yang berpuasa meninggalkan makan dan minumnya. Jika ia dapat membantu orang lain yang berpuasa agar kuat dengan makan dan minum maka kedudukannya sama dengan orang yang meninggalkan syahwatnya karena Allah, memberikan dan membantukannya kepada orang lain. Untuk itu disyari’atkan baginya memberi hidangan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa bersamanya, karena makanan ketika itu sangat disukainya, maka hendaknya ia membantu orang lain dengan makanan tersebut, agar ia termasuk orang yang memberi makanan yang disukai dan karenanya menjadi orang yang bersyukur kepada Allah atas nikmat makanan dan minuman yang dianugerahkan kepadanya, di mana sebelumnya ia tidak mendapatkan anugerah tersebut. Sungguh nikmat ini hanyalah dapat diketahui nilainya ketika tidak didapatkan. (Lihat kitab Larhaa’iful Ma’arif, oleh Ibnu Rajab, hlm. 172-178.)
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya (kepada kita semua). Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya.
Demikian Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari Kesalahan Atau Kekhilafan.

Billahi taufik wal hidayah .

Wassalamu alaikum wr. Wb.
Kiageng Jembar Jumantoro

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 24 Komentar

MOHON BANTUAN MENGECEK ASMA INI


nderek_mawon
zaki@live.com

Untuk para sesepuh semua saya mohon bantuannya untuk mengecek asma ini sebetulnya namanya apa? dan energinya bagaimana ?

Asma 1 :

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM KAF HA YA ‘AIN SHOD, HA MIM ‘AIN SIN QOF, KUN FAYAKUN.

INNA QUWWATIN KAF HA YA AIN SHOD KIFAYATUNA HA MIM AIN SIN QOF HIMAYATUNA AHIN AHIN ‘AMSHONIHIN ‘AMSHONIHIN AZLAMUSYIN AZLAMUSYIN WA NARIN TALHABAT

Terima kasih

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 69 Komentar

DOA AL FARAJ LI SAYYIDINA AL KHIDIR ALAIHISSALAM


suwandi
wandi_bintangcell@yahoo.co.id

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam,
Allahumma kamaa lathafta fii ‘adhamatika duunalluthafaa, wa ‘alawta bi‘adhamatika alal ‘udhamaa, wa ‘alimta maa tahta ardhika ka’ilmika bimaa fauqa ‘arsyika, wa kaanat wasaawisasshuduuri kal’alaniyyati ‘indaka, wa ‘alaa niyyatilqauli kassirri fii ilmika, wanqaada kullu syayin li ‘adhamatika, wa khadha’a kullu dzi sulthaanin li sulthaanika, wa shaara amruddunya wal akhirati kulluhu biyadika.
Ij’al lii min kulli hammin ashbahtu aw amsaiytu fiihi farajan wa makhrajaa,
Allahumma inna ‘afawaka ‘an dzunuubiy, wa tajaawazaka ‘an khathii’athiy, wa sitraka alaa qabiihi a’maaliy,
athmi’niy ‘an as’aluka maa laa astawjibuhu minka mimma qashhartu fiihi, ad’uuka aaminan, wa as;aluka musta;anisaa. Wa innakalmuhsinu ilayya, wa analmusii’i ilaa nafsiy fiima bayniy wa bainaka, tatawaddaduu ilayya bini’matika, wa atabagghadhu ilaika bilma’ashiy, walakinnattsiqata bika hamalatniy alal Jaraa’ati ‘alaika, fa’ud bifadhlika wa ihsaanika alayya. innaka antattawaburrahiim ,wa shalallahu alaa Sayyidina Muhammadin wa alihi wa shahbihi wa sallim.

DOA MOHON KESELAMATAN
NABI KHIDIR AS

Wahai Allah, Sebagaimana Engkau telah berlemah lembut dalam Keagungan Mu melebih segenap kelembutan, dan Engkau Maha Luhur dan Keagungan Mu melebihi semua Keagungan, Dan Engkau Maha Mengetahui terhadap apa apa yg terjadi di Bumi sebagaimana Engkau Maha Mengetahui apa apa yg terjadi di atas Arsy Mu, dan semua yg telah terpendam merisaukan hati adalah jelas terlihat dihadapan Mu, dan segala yg terang terangan diucapkan adalah Rahasia Yang terpendam dalam Pengetahuan Mu, dan patuhlah segala sesuatu pada Keagungan Mu, dan tunduk segala penguasa dibawah Kekuasaan Mu, maka jadilah segenap permasalahan dunia dan akhirat dalam Genggaman Mu, Maka jadikanlah segala permasalahanku dan kesulitanku segera terselesaikan dan termudahkan pada pagiku atau soreku ini, Wahai Allah kumohon maaf Mu atas dosa dosaku, dan kumohon pengampunan Mu atas kesalahan kesalahanku, dan kumohon tabir penutup Mu dari keburukan amal amalku, berilah aku dan puaskan aku dari permohonanku yg sebenarnya tidak pantas diberikan pada Ku karena kehinaanku, kumohon pada Mu keamanan, dan kumohon pada Mu Kedamaian bersama Mu, Sungguh selalu berbuat baik padaku, sedangkan aku selalu berbuat buruk terhadap diriku atas hubunganku dengan Mu, Kau Ulurkan Cinta kasih sayang lembut Mu padaku dengan kenikmatan kenikmatan Mu, sedangkan aku selalu memancing kemurkaan Mu dg perbuatan dosa, namun kuatnya kepercayaanku pada Mu membawaku untuk memberanikan diri lancang memohon pada Mu, maka kembalikanlah dengan Anugerah Mu dan Kebaikan Mu padaku, Sungguh Engkau Maha Menerima hamba hamba yg menyesal dan Engkau Maha Berkasih sayang,
Dan shalawat serta salam atas Sayyidina Muhammad serta keluarga dan limpahan salam, dan segala puji bagi Allah Pemilik Alam semesta. .
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 19 Komentar

AMALAN MELEPAS SUSUK


risang mukti
risang.mukti@gmail.com

Assalamu alaikum saudara2ku dikampus wongalus.ni saya mau berbagi pengalaman pribadiku tentang cara melepas susuk.melepas susuk ternyata tidak semudah seperti yg dkatakan si paranormal pemasang susuk.yg katanya kl kamu langgar pantanganya maka hilanglah susuk itu ternyata tdk semudah itu. Bagi saudaraku yg ingin melepas susuk coba wiridkan
doa ini:

HASHONTU NAFSI WA MAALI WA AHLI WA KULLI SYAI’IN A’THONIHI
ROBBI BIL KHAYYIL QOYUMUL LADZII LAA YAMUTU ABADAN WADA FA’TU ‘ANHUMUS SUU’A BILAA KHAULA WA LAA QUATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYIL ADZIIM.
333X.

Doa ini bila diwirid org yg punya susuk bereaksi.wiridkankah sampai anda tidak merasakan reaksi yg aneh2 pas wiridan doa ini.atau biar lebih sempurna membuat ramuan peluntur susuk.terima kasih semoga bermanfaat.wasalamu alaikum @@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 45 Komentar

IJAZAH ASMA RAJA DIRAJEH (RDR) BAGDAD TINGKAT 3


KI  TAOFIK

DENGAN MEMOHON RIDHO-ALLAH SWT, SAYA IJAZAHKAN ASMA RAJA DIRAJEH BAGDAD TINGKAT 3:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

AKHDUUNA JABALAL JABALIL BALYAKAN BALYAKIN BARNULUHUM QOSYIN BARQOSYIN HAYUSYIN HAWSYIN AHIN 3 X RO’INU BARQUDARIN KATA ABUDAN BI QUDROTI KARKASYIN KAROSYIN AMSYOYASSYAKARIN BI NURIN KAFHA YA AIN SHOD HA MIM AIN SIN QOF ILA NUN4X BI QUDROTI AZATA JAWTAHTI YASYAHAYIN BIQUDROTI KHODURON BIHAMYAFAH BIJAMAH YAGHFIR MAYHAQAR MASIIL SYAHUUN SYAHUUN BIJAHUUN MALIHUUN.

@@@

Categories: ASMA RDR BAGDAD TINGKAT 3 | 174 Komentar

DIRGAHAYU INDONESIA


KELUARGA BESAR KAMPUS WONG ALUS

MENGUCAPKAN

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA

YANG KE-65,

17 AGUSTUS 2010

SEMOGA INDONESIA SEMAKIN SEJAHTERA LAHIR DAN BATIN

ANGGARDA PARAMITHA!!!

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 31 Komentar

APA SIH TUJUAN BELAJAR ILMU ITU?


Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari apa sebenarnya hakekat mencari ilmu (ngelmu) tersebut, sehingga bisa jadi pengingat dan kalau bisa jadi bahan penyadaran kita semua. Sengaja saya kutip dari khasanah budaya Jawa yang kita tahu cukup mendalam falsafahnya.

Kita mulai dengan sebuah mocopat “Sekar Mocopat Tanpa Tandhing Ajinira sinawung ing Pocung” dari buku Warisan, Geguritan Macapat, karyan Suwardi, weton Balai Pustaka, 1983 disitu diungkapkan sebagai berikut:

THOLE KUNCUNG,
LAMUN SIRA NGUDI NGELMU,
JA PISAN SEMBRANA,
AWIT NGELMU MIGUNANI,
TANPA IKI URIPMU BAKAL REKASA.

Saat seseorang mencari ilmu yang pertama kali perlu diperhatikan adalah memahami pentingnya ilmu. Kenapa harus tahu ilmu? Sebab tanpa ilmu, hidup ini akan terasa susah dan hampa yang berakibat nanti kita akan sengsara. Sehingga kita tidak boleh “sembrana” atau kurang berhati-hati. Beda dengan orang yang punya ilmu, dia akan lebih waspada karena tahu sebab akibat dari piiran, niat, dan tingkah lakunya.

WIT WONG SEPUH,
INGKANG WUS BODHO KEBACUT,
ANANE MUNG PASRAH,
ORA BISA ANGGETUNI,
MARGA NGERTI GETUN MBURI TANPA GUNA.

Kalau usia sudah memasuki tua yang sudah terlanjur menjadi “bodoh” adanya hanya pasrah dan tidak bisa meratapi nasibnya di kemudian hari. Sebab bila meratapi nasib maka hal tersebut tidak ada gunanya.

ANAK PUTU,
ORA KENA MELU-MELU,
DADI WONG KLUYURAN,
AWIT MARAKAKE LALI,
GAWEYANMU KUDU RAMPUNG SABEN DINA.

Nah, sebagai generasi muda kita tidak boleh ikut-ikutan kebiasaan yang kurang bagus tersebut. Apalagi jadi orang yang tidak punya visi dan misi hidup atau jadi orang “keluyuran” karena hal tersebut mengakibatkan lupa pada pekerjaan yang harus diselesaikan setiap hari.

DISINAU,
AWAK AJA NGANTI NGELU,
AMRIH KABEH LANCAR,
MULA KUDU NGATI-ATI,
SABEN DINA ULAH RAGA DIMEN KUWAT.

Maka, belajarlah jangan sampai bingung supaya semuanya jadi lancar. Maka harus berhati-hatilah agar setiap hari tubuh dan raga kita bisa kita olah dengan sebaik-baiknya. Agar menjadi kuat dan sehat.

LAMUN ESUK,
AJA PISAH WEGAH WUNGU,
BANYU ANENG NJANGAN,
IKI PITUDUH SAYEKTI,
IKU LAMUN DIPUN UDI APIK TENAN.

Setiap pagi, jangan malas bangun pagi. Sebab embun pagi adalah sebuah petunjuk yang nyata sebab hawa pagi itu sangat bagus untuk dicari.

PANCEN KUDU,
SOLAH TINGKAH INGKANG CAKUT,
JANGKAHMU SIH AMBA,
GOLEK MULYA JAMAN MANGKIN,
ISIH AKEH IDHAM-IDHAMAN INGKANG MULYA.

Begitulah. Bahwa langkahmu masih panjang untuk mencari kemuliaan di jaman sekarang yang masih dicita-citakan yaitu yang mulia.

YEKTI KOJUR,
UWONG BODHO KAYA AKU,
SASAT LAWE KLASA,
AJI GODHONG JATI AKING,
EMAN-EMAN YEN URIP DITINGGAL JAMAN.

Orang yang bodoh bakal mengalami nasib buruk seperti tikar yang rusak dan perlu dibuang, masih bermanfaat daun jati yang kering. Maka sayang bila hidup ini kita ketinggalan jaman.

RUMANGSAMU,
APA JAMAN ORA MAJU,
IKI KUDU TANGGAP,
NGELMU PERLU KANGGO URIP,
PAWITAN KANG TANPA TANDHING AJINIRA.

Anggapanmu, apakah jaman itu berjalan di tempat? Kita harus tanggap bahwa ilmu itu perlu untuk hidup. Modal yang tiada bandingannya.
Dari penjelasan tersebut, kita akan memahami pentingnya ilmu. Ilmu berbeda dengan ngelmu. Kalau ilmu adalah pasif dan sebuah “benda” maka Ngelmu bersifat aktif. Artinya kita sudah meresapi, memanfaatkan dan memproses ilmu dalam tingkah laku sehari-hari. Inilah hakekat NGELMU.
Apa saja hambatan orang yang sedang ngelmu? Mari kita telusuri bait-baik Suluk Wragul Sunan Bonang. Seorang yang sedang mencari Ilmu itu seperti pemburu….

WRAGUL 28
PEMBURU TAK HENTI BERKELANA
IBARAT BURUNG BANGAU BERTAPA DI RAWA
TIADA LAIN NIATNYA
KECUALI MENCARI IKAN DI AIR
DIMAKANNYA SIANG MALAM
SEPERTI BANGAU BOTAK
SEPERTI KAMBING PRUCUL
MAKA ORANG YANG MENJALANI LAKU
JANGAN CEPAT MELANGKAH DULU
BERTANYALAH KEPADA YANG TAHU

Inilah pentingnya kita berguru laku kepada seseorang yang lebih tahu agar tidak tersesat. Kepada siapa kita berguru? Di Jawa kita mengenal adanya guru bakal, guru dadi dan guru laku. Mereka inilah yang seharusnya menuntun patrap-patrapnya ilmu? Apalah arti doa dan amalan bila tidak diresapi makna dan hakekatnya sehingga nanti baru kita melangkah ke tahap NGELMU, atau aplikasi dari pemahaman akan makna dan hakekat tersebut. Sebuah ilmu bisa “kontak” dengan sumber-sumber energi dalam hidup bila ada guru/mursyid. Dan guru inilah yang mengijazahi sebuah ilmu. Pengijazahan maksudnya adalah memberikan secara ikhlas ilmu yang sudah dia kuasai dan jalani. Pengijazah yang belum menguasai dan menjalani “ilmu” dan hanya sekedar tahu maka ilmu tersebut tidak bisa dijalankan.

WRAGUL 29
HARUSLAH LAHIR BATIN KALAU MEMUJI
YANG DIUCAPKAN MUSTI DIMENGERTI
YANG DILIHAT HENDAKNYA DIPAHAMI
JUGA SEGALA YANG DIDENGAR
BETAPA SUKAR ORANG MEMUJI
MAKA SEBAIKNYA CARILAH GURU
YAKNI ORANG YANG LEBIH TAHU
YAKNI AHLI IBADAH
DAN MEMUJILAH HINGGA MERASUKI HATI
BEGITULAH ORANG MELAKUKAN SEMBAH PUJI

Ilmu itu adalah rangkaian paket puja dan puji untuk-NYA. Ilmu adalah penafsiran tentang sebuah fenomena yang tergelar di alam semesta ini. Ilmu menafsirkan rahasia-rahasia alam mulai alam sahir dan alam kabir. Dalam mengajani ngelmu, maka kita harus mengerti dengan sungguh-sungguh dan apa yang dilihat dan didengar hendaknya benar-benar dipahami. Jangan hanya ikut gelombang keinginan orang lain tanpa paham maksudnya. Apa langkah yang harus dilakukan bila kita belum paham? Ya apa boleh buat, kita harus mencari sosok guru.

WRAGUL 30
KALAU TAK TAHU APA YANG DISEMBAH
HILANGLAH APA YANG DISEMBAH
KARENA SESUNGGUHNYA TAK ADA TIRAI ITU
TATAPLAH GUNUNG
DAN BUNGA DALAM KESEPIAN
IKAN TANPA MATA
WAHYU SEJATI
PANDANGLAH ARJUNA
KALAU BERTAPA TAK TERGODA
OLEH APA SAJA

Dalam menjalani ngelmu kita akan menemui banyak godaan dan hambatan. Godaan dan hambatan itu bukan kita yang menciptakan, tapi memang sudah ada secara alamiah ketika seseorang berniat mencari dan mendapatkan ilmu.

WRAGUL 31
ADA TIGA MACAM PEPUJI
PERTAMA MELIHAT YANG DISEMBAH
KEDUA MELIHAT RUPANYA
KETIGA TAK MELIHAT
KEPADA SESUATU, NAMUN
MENGHADAP YANG DISEMBAH
IBARAT MENCARI
DALANG TOPENG YANG SEDANG MELAKUKAN PERTUNJUKAN
TAK BEDA SEGALA YANG DIMILIKI
BERPADU SATU RAGAWI RUHANI

Sebenarnya, semua ilmu apapun muaranya kepada ilmu-ilmu ketuhanan dan ketauhidan. Sehingga dalam ilmu kita akan mememukan tiga hal. Pertama mengetahui apa yang kita cari yaitu sesuatu yang kita sembah. Kedua, merasakan kehadirannya dan ketiga kita sudah tidak lagi melihat lagi sesuatu tersebut karena sejatinya sesuatu itu sebenarnya ada di dalam diri diri kita sendiri. Kita sudah manunggal dengan sesuatu yang kita sembah tersebut.

WRAGUL 36
DALANG DAPAT BERTUKAR RUPA
BANYAK ORANG JATUH CINTA
MENYAKSIKAN TINGKAH WAYANGNYA
TERLIHAT SEGALA TINGKAH LAKUNYA
SEMUA SALING JATUH CINTA
BETAPA MENDALAM KEINGINAN
MENATAP SANG DALANG
NAMUN DICARI TAK KETEMU
MESKIPUN DENGAN SUSAH DAN RINDU

Ketika ilmu sudah menyatu dalam diri, maka kita akan menemukan hakekat ilmu yang sejati. Orang yang berilmu tinggi, maka dia akan merasa semakin tidak tahu apa-apa. Yang dirasakannya adalah kerinduan pada “Sang Dalang” atau Yang Maha Menciptakan semua yang ada ini. Perlu diingat bahwa “Sang Dalang” itu tetap susah dicari meskipun dengan kerinduan yang mendalam.
Kami ingin mengakhiri paparan malam ini dengan sebuah pesan bahwa “Kebijaksanaan adalah tetesan kesaktian yang tidak menimbulkan luka” artinya buat apa kita belajar ilmu, memiliki ilmu bila hanya untuk mencari musuh atau untuk menyakiti sesama?

@Mas Kumitir & Wongalus, 2010

Categories: APA SIH TUJUAN BELAJAR ILMU? | 91 Komentar

AMALAN MEMBUAT TAMU TIDAK DIINGINKAN PERGI DARI RUMAH


Ki Dagoel Badranaya
naya.bambangpurwanto35@yahoo.co.id

Kadang terjadi kita ketamuan orang yang berniat kurang baik. Tamu ini kalau diperlakukan secara kasar tentu dia marah. Untuk itu agar dia lekas pergi tanpa membuat keonaran dan kerugian maka anda bisa berdoa sebagai berikut:
WA HIYA TADZRUUHUR RIYAAHU WA KAANALLAHU ‘ALAA KULLI SYAI’IN MUQTADIRAA, RABBANAKASYIF, ANNAL ADZAABA INNA MUKMINUUNA YAUMAIDZIN YASHDURUN INFIRUU KHIFAAFAUW WATSIQAALAA.
Baca doa ini dalam hati sekali lagi dan insya allah tamu akan pergi dengan sendirinya. @@@

PERISAI DIRI DARI GANGGUAN SETAN,SIHIR DAN MENAWARKAN ILMU HITAM.

Ini doanya:

BISMILLAH, AAMANTU BILLAHI, TASHAMTU BILLAAH, TAWAKKATUL BILLAAH, LAAHAULA WALAA QUWWATA ILAA BILLAH.

Baca setiap sholat lima waktu. Bila punya senjata seperti keris atau pusaka yang beraura negative baca sambil ditiup di pusaka tersebut.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 37 Komentar